Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - Emiten Syariah - Page 15
Category:

Emiten Syariah

Semen Baturaja
Emiten Syariah

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) : Profil dan Sejarahnya

by Minsya June 30, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Semen Baturaja ialah perusahaan penghasil semen yang ada di Indonesia. Selain menghasilkan, perusahaan ini juga terlibat dalam proses distribusi dan jasa lainnya yang berhubungan dengan industri semen. Berikut profil dan sejarah singkat yang perlu diketahui dari PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR).

Profil Perusahaan Semen Baturaja

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) memiliki kantor yang berada di Jalan Abikusno Cokrosuyoso Kertapati, Palembang. Sementara itu, kantor nya terletak di Gedung Graha Irama, Lt. 9, Ruang B – C, Jl. HR. Rasuna Said Kav. 10, Jakarta Selatan, Indonesia. Sementara itu, lokasi pabrik-pabriknya tersebar di Sumatera Selatan dan Panjang.

Ada dua pabrik SMBR untuk mengolah semen yang ada di Sumatera Selatan yaitu di Palembang dan Baturaja. Sementara itu, satu pabrik SMBR di Lampung yaitu tepatnya berada di Panjang. Ketiga lokasi tersebut digunakan untuk menggiling serta mengantongkan semen. Adapun bahan baku produk yang diolah yaitu batu kapur serta tanah liat. 

Bahan-bahan tersebut diperoleh dari lokasi pertambangan dan tanah liat milik Perseroan.  Lokasi ini dekat dengan pabrik Baturaja yang hanya berjarak 1,2 km dari pabrik. Ada empat jenis semen yang diproduksi oleh PT Semen Baturaja yakni Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe I, II, IV dan Portland Composite Cement (PCC).

Pabrik SMBR di Baturaja menyediakan berbagai fasilitas, seperti penghasil perak atau intermediate good dengan kapasitas produksi sebanyak 2.700.000 ton setiap tahun dan pabrik penghasil semen (cement hill) dengan 3.850.000 ton semen per tahun. Total kapasitas tersebut dihasilkan setelah proyek Cement Mill & Packer usai di akhir 2023. Juga, dipasarkan di pasar lokal wilayah Bengkulu dan Sumatera Selatan.

Sejarah Perkembangan Perusahaan Semen Baturaja

SMBR atau PT Semen Baturaja (Persero) Tbk ialah perusahaan yang didirikan pada 14 November dengan saham 45% dari PT Semen Gresik sedangkan saham 55% milik PT Semen Padang. Setelah 5 tahun, perusahaan ini merubah statusnya dari PMDN atau Penanaman Modal Dalam Negeri menjadi Persero dengan saham 88& dari Pemerintah Indonesia, saham 7% dari PT Semen Padang serta saham 5% dari PT Semen Gresik.

Pada tahun 1991, Pemerintah Indonesia mengambil alih saham Semen Baturaja. Seiring berjalannya waktu, perseroan mengalami perkembangan. Di tahun 1992, perusahaan ini menambah kapasitasnya hingga 500.000 ton semen per tahunnya. Disamping itu, perusahaan ini juga menjalankan proyek OPT I atau Optimalisasi I selama dua tahun dengan kapasitas 550.000 ton per  tahun.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Semen Baturaja
https://www.akr.co.id/akr-retail-petroleum

Tidak sampai situ, perusahaan ini juga menjalankan proyek Optimalisasi II atau OPT II dengan merencanakan kapasitas produksi 1,25 juta ton per tahun. Akhirnya, proyek ini rampung di tahun 2001. Pada tahun 2010, SMBR mendirikan fasilitas produksi serta pengantingan semen baru berkapasitas 750.000 ton semen per tahunnya. Proyek ini selesai pada Juli 2013 dengan kapasitas 2 juta ton per tahun.

Kemudian, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) melaksanakan penawaran umum perdana di BEI atau Bursa Efek Indonesia. Dana dari penawaran umum digunakan untuk mendirikan pabrik Baturaja II yang telah menghasilkan semen 1,85 juta ton per tahun. Pabrik ini dibangun pada 2015 dan mulai beroperasi pada 1 September 2017.

Dengan adanya pabrik Baturaja II, kapasitas produksi semen semakin meningkat yaitu sebesar 3,85 juta ton per tahun. Sehingga, perusahan ini secara resmi menyerahkan mayoritas sahamnya ke Semen Indonesia. Perusahaan berubah status menjadi perseroan terbuka dan merubah namanya menjadi PT Semen Baturaja (Persero) Tbk pada 14 Maret 2013.

Di akhir 2022, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) mencetak milestone nya dimana proses integrasi ke PT Semen Indonesia berhasil diselesaikan dan telah merampungkan semua tahapan pembentukan saham atau holding BUMN sub klaster semen. Hal ini ditunjukkan pada penandatanganan Akta Perjanjian Pengalihan Saham antara pemerintah Indonesia dengan PT Semen Indonesia.

Produk yang Dihasilkan oleh Perusahaan Semen Baturaja

Salah satu jenis semen yang dihasilkan oleh PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) yaitu OPC Tipe I. Jenis semen ini ialah semen yang cocok digunakan dalam berbagai macam aplikasi beton dengan sejumlah syarat khusus yang tidak berlaku. Adapun SNI dari semen ini yaitu 15-2049-2004, American Standard ASTM C 150-04a, dan European Standard EN 197-1:2000.

PT Semen Baturaja (Perseroan) Tbk menghasilkan OPC Tipe I yang unggul karena cepat kering, daya rekat kuat, kekuatan tekan baik, serta hasil adukan yang tidak rentan retak. Adapun kemasannya tersedia dalam kemasan zak 50 kg, bigbag 1000 kb serta curah. Jenis semen ini cocok digunakan pada jalan beton, bangunan bertingkat, tiang pancang, landasan pacu pesawat, dan struktur jembatan.

Semen OPC Tipe V dari Semen Baturaja juga telah memenuhi standar kriteria SNI 2049:2015. Jenis semen ini hadir dengan kemasan bigbag 1000 kg maupun curah. Biasanya, semen in digunakan pada bangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), proyek geothermal, kawasan tambang bangunan di bawah air, terowongan maupun pelabuhan.

Perseroan ini juga menghasilkan Ordinary Portland Cement Type II. Sebagai produk “Medium Resistance”, jenis semen ini mampu digunakan sebagai material bangunan yang tahan terhadap kandungan asam sulfat sedang antara 0,10% – 0,20% dan tahan terhadap panas hidrasi yang bersifat sedang. 

Portland Composite Cement yang diproduksi oleh PT Semen Baturaja (Persero) digunakan pada bangunan-bangunan biasa. Penggunaannya pun hampir mirip dengan Semen Portland Tipe I yang memiliki kekuatan tekanan yang sama. Namun, selama pendinginan, panas hidrasi PCC lebih rendah daripada Semen Portland Tipe I. Dengan begitu, pengerjaannya lebih mudah dan permukaan beton lebih halus.

Produk yang bernama Semen Mortar atau Baturaja Mortar juga termasuk ke dalam jenis produk semen instan perseroan. Produk semen ini dibuat dengan formulasi khusus. Konsumen pun bisa menggunakannya dengan mudah tanpa menambahkan material lain. Tetapi, hanya perlu menambahkan air secukupnya untuk mengaplikasikannya. Kelebihannya yaitu aplikasi lebih tipis, hemat pemakaian, dan kualitas tinggi.

Itulah sekilas informasi mengenai profil dan sejarah singkat dari PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) yang perlu diketahui. Bisa disimpulkan bahwa perusahaan ini memiliki sejarah tersendiri sehingga terus berkembang menjadi perusahaan yang cukup besar hingga kini. Hal ini ditandai dengan penambahan kapasitas produksi semennya yang terus bertambah.

Pertambangan dan Perdagangan Batu Bara

AKR Corporindo juga memiliki saham dari Anugrah di Barito Utama, Kalimantan Tengah yang bergerak di bidang pertambangan batubara. Perusahaan ini memproduksi batubara kalori menengan yang dipasarkan kepada para konsumen wilayah Asia. AKR (Guangxi) Coal Trading Co Ltd (AGCT), anak perusahaannya menjalankan usaha pertambangan batu baranya, seperti pengangkutan serta pelabuhan sungai di Kalimantan.

Itulah informasi mengenai sejarah dan profil dari AKR Corporindo Tbk PT (AKRA). Dapat diketahui bahwa perusahaan ini berasal dari perusahaan kecil yang terus mengalami perkembangan hingga kini. Adapun sektor bisnisnya berkecimpung pada bahan bakar minyak, pelumas, bahan bakar kimia, batu bara, logistik, dan pengelolaan kawasan industri.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 30, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Indocement Tunggal
Emiten Syariah

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) : Sejarah dan Profil

by Minsya June 28, 2023
written by Minsya 5 minutes read

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) ialah industri penghasil semen terbesar kedua di Indonesia. Tidak hanya semen, perusahaan ini juga menghasilkan beton siap pakai dan mengolah tambang agregat serta tras. Dibalik kesuksesannya, perusahaan ini telah mengalami berbagai hal di masa lalu yang perlu diketahui sebagai berikut.

Profil PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

Disebut dengan Indocement, Perusahaan Indocement Tunggal Prakarsa Tbk ialah produsen semen terkenal di Indonesia yang mulai beroperasi sejak tahun 1975. Tentunya, logo Indocement sudah tidak asing lagi bagi warga Indonesia karena mudah ditemui pada produk semen. 

Seperti yang diketahui bahwa logo ini memiliki lingkaran berwarna biru dan bertuliskan ‘TIGA RODA’. Tulisan didalamnya ini disusun berbentuk lingkaran pada bagian atasnya. Tulisan ‘SEMEN’ disusun berbentuk setengah lingkaran dan terletak pada bagian bawahnya. Di tengah lingkaran birunya, ada lingkungan merah kecil yang berisi gambar tiga roda dengan warna putih.

Didirikan pada 16 Januari 1985, perusahaan ini awalnya ialah hanya sebuah pabrik semen di Citeureup, Jawa Barat. Industri semen ini dibangun oleh PT District Indonesia Cement Enterprise yang berkapasitas sebanyak 500.000 ton per tahunnya. Di akhir Desember 2020, perusahaan ini berhasil memiliki 13 pabrik yang menghasilkan 24,9 juta ton per tahunnya.

Secara keseluruhan, 10 pabrik beroperasi di Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor, Jawa TImur. Sementara itu, 3 pabrik lainnya berlokasi di Kompleks Pabrik Cirebon, Kompleks Pabrik Tarjun,  dan Kalimantan Selatan. Berhasil memiliki 13 pabrik, perusahaan ini menerapkan beberapa strategi pada bisnisnya.

Adapun strategi bisnis yang diterapkan oleh Indocement yaitu efisiensi produk dengan menjalankan inisiatif, berupa efisiensi penggunaan energi, penerapan cost benefit analysis, serta proses automasi. Selain itu, efisiensi biaya perawatan juga digunakan dengan menerapkan condition based maintenance. Program ini berasal dari Heidelberg Cement Group.

Efisiensi yang diterapkan oleh perusahaan ini dilakukan dengan batubara kalori rendah agar biara energy tertekan, purchasing power meningkat serta layanan dengan konsep Shared Service Center terintegrasi. Industri ini juga menerapkan efisiensi logistic agar fungsi terminal-terminal semen terjaga keoptimalannya. Transformasi digital juga dilakukan pada seluruh lini bisnis.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Indocement Tunggal
https://www.indocement.co.id/Berita-dan-Media/Foto-dan-Video

Agar rantai suplai semen ‘Tiga Roda’ terjamin, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menyediakan sejumlah terminal dengan metode pengangkutan semen yang telah terintegrasi. Perusahaan ini juga memiliki terminal semen untuk melancarkan kegiatan distribusinya. Secara rinci, ada 10 terminal semen milik Indocement yang tersebar di Indonesia.

Sejarah Singkat dari Indocement Tunggal Prakarsa

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mulai mengukir sejarahnya pada tahun 1975. Hal ini ditandai dengan berdirinya PT Distinct Indonesia Cement Enterprise atau DICE. Perusahaan ini ialah pabrik semen yang menghasilkan kapasitas 500.000 ton di Citeureup, Jawa Barat. Lalu, disusul dengan munculnya perusahaan serta pabrik lainnya. 

Dalam 10 tahun, ada 8 pabrik tambahan yang berdiri dengan kapasitas produksi 7,7 juta ton per tahunnya. Pabrik-pabrik tersebut dikelola oleh enam perusahaan yang berbeda-beda. Sejumlah pabrik tersebut bergabung sehingga menjadi PT Inti Cahaya Manunggal. Namun, pada 1985, perusahaan ini mengganti namanya menjadi PT Indocement Tunggal Prakarsa. 

Adapun perusahaan-perusahaan yang digabung di atas yaitu PT Perkasa Agung utama Indonesia Cement Enterprise, PT Perkasa Inti Abadi Indonesia Cement Enterprise, PT Distinct Indonesia Cement Enterprise, PT Perkasa Indonesia Cement Enterprise, PT Perkasa Indah Indonesia, PT Perkasa Abadi Mulia Indonesia Cement Enterprise, dan Cement Putih Enterprise. 

Pada tahun 1989, perusahaan ini mulai beroperasi dengan melaksanakan Penawaran Umum Saham Perdana. Pada 5 Desember 1989, perusahaan ini juga menjadi perusahaan publik yang mencatat seluruh sahamnya yang terdata di BEI atau Bursa Efek Indonesia dengan kode INTP. Untuk mengantisipasi adanya pertumbuhan pasar yang semakin kuat, INTP menambah jumlah pabriknya.

Penambahan jumlah pabrik yang dilakukan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Hal ini dilakukan dengan mengakuisisi Plant 9 pada tahun 1991. Pada 1996, Indocement juga merampungkan pembangunan Plant 10 yang berlokasi di Kompleks Pabrik Cirebon, Cirebon, Jawa Barat. Sementara itu Plant 11 selesai dibangun pada 1997.

Dari hasil merger PT Indo Kodeco, Indocement resmi menjadi pemilik pabrik penghasil semen yang ada di Tarjun, Kalimantan Selatan. Pabrik inilah yang menjadi Plant 12 milik Indocement. Pada tahun 2001, pemegang saham mayoritasnya yaitu Heidelberg Cement Group setelah mengakuisisi 61,7% saham.

Heidelbergcement AG mengalihkan seluruh saham miliknya dari Indocement ke Birchwood Omnia Ltd pada 2008. Perusahaan Birchwood Omnia ini milik Heidelberg Cement Group 100%. Tidak sampai situ, perusahaan Birchwood Omnia memutuskan untuk menjual 14,1% sahamnya kepada publik. Dengan begitu, saham Indocement oleh HeidelbergCement melalui Birchwood Omnia menjadi 51%.

Indocement mulai mengoperasikan seluruh pabriknya yang disebut sebagai Plant 14 di kompleks Pabrik Citeureup. Pabrik ini ialah pabrik semen terintegrasi terbesar milik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). Kapasitas produk semen yang dihasilkan yaitu 44 juta ton per tahun.  

Selain terbesar, Pabrik Citeureup juga menjadi pabrik semen terbesar milik Indocement serta HeidelbergCement Group. Pada September 2022, bersama PT Semen Bosowa Maros serta PT Bosowa Corporindo, perusahaan ini membuat Perjanjian Sewa pakai Aset. Hingga kini, perusahaan ini telah memiliki 13 pabrik yang menghasilkan produk semen sebesar 25,5 juta ton per tahunnya.

Produk yang Dihasilkan oleh Indocement

Produk semen yang dihasilkan oleh Indocement pada 31 Desember 2016 ialah 24,9 juta ton per tahunnya. Disamping itu perusahaan ini juga mempunyai kapasitas produksi beton siap pakai sebesar 5 juta meter kubik per tahunnya dengan 38 batching plant serta 632 truk mixer. Agregat yang dihasilkan juga berkapasitas 2,7 juta ton.

Indocement juga menghasilkan semen jenis OPC atau Ordinary Portland Cement serta Portland Composite Cement atau PCC sebagai produk utamanya. Produk-produk tersebut sudah dihasilkan sejak tahun 2005. Selain itu, perusahaan ini juga menghasilkan jenis semen lain, seperti Portland Cement Type II serta Type V serta Oil Well Cement.

Menariknya, perusahaan ini ialah satu-satunya penghasil semen berjenis semen putih atau white cement yang ada di Indonesia. Untuk memenuhi permintaan kostumer, Indocement pun mengeluarkan produk secondary brand untuk menghasilkan semen berkualitas dengan harga yang terjangkau. Produk ini ialah Semen Rajawali yang merupakan merek semen bertipe Pozzolana Portland Cement atau PCC.

Adapun semen yang dipasarkan ialah semen bermerk ‘Tiga Roda’ serta ‘Semen Rajawali’. Tidak hanya semen merk ‘Semen Tiga Roda’, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) juga menyediakan produk lainnya, seperti beton siap pakai serta barang tambang. Beberapa diantaranya ialah TR-10 Mortar Serbaguna, TR-15 Thinbed, dan TR-20 Plester Plus, Duracem, dan Ready Mix Concrete.

Itulah sekilas informasi mengenai profil, sejarah hingga produk apa saja yang dihasilkan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). Bisa disimpulkan bahwa perusahaan ini telah mengalami berbagai perkembangan sehingga berhasil menjadi salah satu industri penghasil semen terbesar kedua di Indonesia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 28, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Chandra Asri Petrochemical
Emiten Syariah

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Profil dan Sejarahnya

by Minsya June 27, 2023
written by Minsya 5 minutes read

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk ialah perusahaan gabungan dari PT Tri Polyta Indonesia dan PT Chandra Asri. Perusahaan ini memiliki rekam jejak yang berliku-liku hingga berhasil menjadi salah satu perusahaan petrokimia paling besar di Indonesia. Berikut ulasan mengenai profil serta sejarah dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang perlu anda ketahui.

Profil dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk

Berdasarkan Akta No. 40, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk didirikan pada 2 November 1984. Lalu, diubah menjadi Akta No. 117 pada tanggal 7 November 1987 oleh John Leonard waworuntu, S. H., menjadi PT Tri Polyta Indonesia atau TPI. Pada Akta Notaris No. 20 di 27 Oktober 2010, para pemegang saham Perseroan menyepakati transaksi penggabungan usaha antara PT Chandra Asri dengan PT Tri Polyta Indonesia.

PT Tri Polyta Indonesia ialah produsen Polypropylene paling besar di Indonesia. Didirikan pada tahun 1984, perusahaan ini mulai beroperasi pada tahun 1992. Sementara itu, Chandra Asri yang berdiri pada 1989 ialah penghasil produk Olefins serta Polyethylene. Sejak saat itulah, perusahaan ini menjalankan bisnis bersama sebagai produsen domestic tunggal yang ada di Indonesia.

Sebagai produsen domestic tunggal,  Perseroan ini menghasilkan sejumlah produk, seperti Ethylene, Butadiene, Styrene Monomer, serta Styrene Butadiene Rubber. Satu satunya pabrik yang beroperasi untuk menghasilkan Olefins, Mixed C4, Pygas, dan Polyolefins ialah Naphtha Cracker. Sementara itu, kantor pusatnya berada di Cilegon, Jakarta, Indonesia.

Fasilitas produksi perusahaan ini mencakup tiga train untuk menghasilkan produk Polyethylene serta Polypropylene. Tidak hanya itu, perusahaan ini juga mengoperasikan satu-satunya industri Butadiene di Indonesia dengan Mixed C4 yang diproduksi oleh pabrik Olefin sebagai bahan bakunya.

Perusahaan ini juga memproduksi 340 KTA Styrene Monomer sehingga menjadi penghasil tunggal untuk produk Styrene Monomer, Ethylene dan Butadine dalam negeri. Disamping itu, perusahaan ini menjadi penghasil Polypropylene dan Polyethylene terbesar di Indonesia. Bahan baku plastik yang dihasilkan digunakan untuk membuat berbagai produk, seperti kemasan, otomotif, pipa, elektronik, dan masih banyak lagi.

Agar mampu meningkatkan nilai tambah rantai produk petrokimia, perusahaan ini bekerja sama dengan Compagnie Financiere du Grupe Michelin sebagai mitra strategisnya. Perusahaan ini juga mendirikan PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI) untuk melayani permintaan produk petrokimia lebih baik lagi. Perseroan ini juga mendirikan PT Chandra Asri Perkasa sebagai kompleks petrokimia kedua.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Chandra Asri Petrochemical
https://www.chandra-asri.com/news

Berbagai ekspansi yang telah dilakukannya bertujuan untuk mempertahankan kepemimpinannya di pasar sekaligus berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan begitu, neraca perdagangan semakin meningkat. Tidak heran jika perusahaan ini berhasil salah satu perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia.

Sejarah Perkembangan dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk

Sejarah dari perusahaan ini bisa dilihat dari lahirnya PT Chandra Asri (CAPC) yang didirikan pada 6 Maret 1989. Perseroan ini ialah inisiasi dari sejumlah penguasa yakni Bambang Trihatmodjo, Prajogo Pangestu, Peter F. Gontha serta Henry Pribadi. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) lahir dengan visi memperkuat industri petrokimia yang ada di Indonesia khususnya pada impor produk petrokimia.

Visi yang dimiliki oleh Chandra Asri diharapkan mampu mengurangi pengeluaran devisa nasional serta mempermudah produksi dalam negeri. Perlu diketahui bahwa perusahaan ini menjadi salah satu perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia pada era Orde Baru. Dengan proyek bernilai US$ 2 miliar, proyek ini mulai dikerjakan pada 11 Maret 1991.

Pada awalnya, pemerintah merasa bahwa proyek ini ialah proyek nasional. Maka dari itu, pemerintah memberikan kredit senilai US$ 550 juta dari Bank Bumi Daya. Namun, Tim Pengendalian Kredit Luar Negeri tidak menyetujui usulan pinjaman ini. Dengan begitu, proyek berhenti dikerjakan pada 10 Oktober 1991.

Proyek yang terhenti akhirnya dikerjakan kembali pada April 1992 dan menerima konversi Chandra Asri dari proyek PMN menjadi PMA. Adapun 4 pemegang sahamnya membangun Simene International Ltd dengan 65% saham dan Stallion International Ltd dengan 10% saham. Pada akhirnya, proyek Chandra Asri dibangun pada lahan seluas 120 hektar oleh Toyo engineering.

Pembangunan pertama kali yang selesai yaitu pabrik etilen tepatnya pada 31 Juli 1995. Lalu, dilanjutkan dengan industri LLDPE dan HDPE sehingga ketiga pabrik tersebut mulai beroperasi pada 4 Mei hingga 31 Juli 1995. Hal ini telah diresmikan oleh Presiden Soeharto dan hasil produksi pada tahun 1997 mencapai 507.810 ton etilen serta 433.000 propilena.

Untuk memperluas perusahaan, Chandra Asri berencana membangun pabrik aromatik pada tahun 1997. Sayangnya, jalan perusahaan ini memiliki lika-liku. Sebab, perusahaan ini hampir mengalami kebangutan pada 1995. Sehingga, pemerintah memberikan pajak impor propilen serta etilen sebanyak 20% untuk menolong industri dalam negeri pada Februari hingga Maret 1996.

Tidak sampai situ, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) juga mengalami kredit macet dan hutang sebesar US$ 1,3 miliar pada 1997-1997 dimana terjadinya pasca krisis ekonomi. Kurang lebih US$ 700 juta juga terutang pada beberapa perusahaan Jepang dan Marubeni. Untungnya, pemerintah turut membantu dengan meminta perusahaan Marubeni mengonversi hutangnya pada tahun 2000.

Akhirnya, US$ 412 juta hutang dikoneveri oleh BPPN menjadi 31% saham milik Chandra Asri sedangkan sisanya milik Prajogo. Sistem ini pun diubah pada 18 April 2001 dengan ditandainya Marubeni memperoleh 24% kepemilikan. Sementara itu, saham 75,73% milik BPPN. Pada awalnya, siswa hutang Marubeni direncanakan dibayar selama 15 tahun. Namun, kesepakatan berbuah dengan 24% Marubeni, 47% Prajogo, dan 29% milik BPPN.

Pada 2003, kepemilikan BPPN menghilang setelah dilepas ke investor asing. Saham Marubeni akhirnya pun dilepas ke Commerzbank pada 2005 dan menjualnya ke Temasek Holdings pada Januari 2006. Selain dimiliki Temasek sebesar 30%, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) juga dimiliki oleh Strategic Investment Holding sebesar 48,16%, 7,24% dimiliki oleh Marigold Resource, dan 14,6% oleh Perusahaan Prajogo di 2007.

Seiring berjalannya waktu, kondisi perusahaan Chandra Asri mulai menunjukkan perkembangannya. Hal ini ditandai dengan hasil produksinya pada tahun 2007 yang mencapai 520.000 etilena, 210.000 ton pyrolysis gasoline 280.000 propilena, serta 300.000 ton propilena. Bisa dibilang bahwa kapasitas produksi yang dihasilkan bertambah.

Prajogo pun kembali menjadi penguasa Chandra Asri pasca pembelian seluruh saham kecuali dari Temasek. Hal ini terjadi pada 26 oktober 2001 dengan PT Barito Pacific yang dimilikinya dengan saham yang dikuasai sebesar 70% atau seharga US$ 1 miliar. Adapun anak perusahaan yang dimilikinya yaitu PT PT Chandra Asri Perkasa, Redeco Petrolin Utama serta Chandra Asri Trading Company Pte. Ltd.

Itulah ulasan mengenai profil dan sejarah dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang perlu anda ketahui. Dapat disimpulkan bahwa perusahaan besar ini memiliki sejarah yang penuh dengan lika-liku dan tantangannya tersendiri. Mulai dari penggabungan antara dua perusahaan, produk-produk yang dihasilkan, kredit macet, hingga peningkatan hasil produksi.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 27, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
BRPT
Emiten Syariah

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) : Ketahui Sejarah dan Profilnya

by Minsya June 26, 2023
written by Minsya 5 minutes read

PT Barito Pacific Tbk atau disingkat BRPT ialah perusahaan yang didirikan oleh orang terkaya Indonesia pada tahun 1979 yaitu Prajogo Pangestu. Perusahaan ini fokus pada bidang kehutanan, properti, perkebunan, kehutanan serta petrokimia. Dibalik kesuksesannya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memiliki rekam sejarah sebagai berikut.

Profil PT Barito Pacific Tbk

Dulunya dikenal sebagai PT Barito Pacific Timber Tbk, perusahaan ini didirikan pada 04 April 1979. Pada awal pembangunannya, perusahaan ini memiliki nama PT Bumi Raya Pura Mas Kalimantan. Pada 1983, mulai beroperasi secara komersial. Adapun tempatnya yaitu berada di Banjarmasin serta pabrik di Jelapat, Banjarmasin. Sementara itu, kantornya berlokasi di Wisma Barito Pacific Tower B, Lt. 8, Jl. Letjen S. Parman Kav. 62-63, Jakarta.

PT Barito Pacific Tbk juga memperbaharui semangat para karyawannya dalam membawa perusahaan menyongsong era baru, mencapai peluang bisnis yang semakin dinamis dan menjadikan perusahaan ini sebagai perusahaan yang bersumber daya terdiversifikasi serta penuh energi.

Aktivitas BRPT fokus pada bidang  energy terbarukan, kegiatan perusahaan holding, dan transportasi. Kini, anak usahanya berkecimpung pada bidang petrokimia yakni energy panas dan pembangkit listrik, hutan tanaman industri, lem, pengusahaan hutan dan industri dan masih banyak lagi.

Produk-produk yang dihasilkan oleh anak perusahaan BRPT yaitu bahan baku industri plastic berupa etilena, propilena, dan mixed C4. Ada juga polyolefin yang dihasilkan, seperti polietilen serta polipropilena. Produk petrokimia yang dihasilkan juga yaitu styrene monomer sebagai bahan produk industri hilir dan butadiene sebagai bahan baku pembuatan ban.

Pada sektor bisnisnya, BRPT mengelola sekaligus mengembangkan properti, properti industri, komersial, kompleks komersial, ruang kantor, bangunan pabrik, dan hotel. Kini, BRPT juga memiliki menara perkantoran Wisma Barito Pacific 2. Pada sektor energi, Barito Pacific mengolah tenaga panas bumi sehingga menjadi produsen panas bumi terbesar ke-3 di dunia sesuai dengan kapasitas yang terpasang.

Ada juga komoditas perkebunan yang dihasilkannya yaitu berupa kelapa sawit dan produk-produk turunannya. Kayu olahan yang diproduksi yaitu particle board dan masih banyak bahan paku yang dihasilkannya. Tidak hanya petrokimia, energi, dan properti, Barito Pacific juga memiliki bisnis lainnya berupa logistic dan produksi lem sebagai papan partikel.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

BRPT
https://barito-pacific.com/

Prajogo Pangestu iala pemegang saham 5% dan persentase kepemilikan 70,86%. Perlu diketahui bahwa industri ini mempunyai 5 pabrik pengolahan kayu yaitu particle board, plywood, blockboard, serta woodworking. Produk-produk tersebut diekspor hingga ke Asia, Amerika dan Eropa. Namun, pada awal 200an, perusahaan ini merosot tajam.

Sejarah dari PT Barito Pacific Timber Tbk

Pada awal masa pendiriannya, PT barito pacific Timber Tbk (BRPT) mulai menjalankan kegiatan usahanya dengan terjun ke bidang kehutanan serta perkayuan. Seiring berjalannya waktu, bisnis yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan dan semakin luas melalui sektor petrokimia, energi, sumber daya, properti dan masih banyak lagi.

Pada tahun 2007, perusahaan ini menggunakan kata Timber untuk merefleksikan diversifikasi bisnis masa kini hingga masa depan. Tidak hanya itu, perusahaan ini juga mengalami beberapa perubahan secara internal dan eksternal. Hal ini ditunjukkan pada identitas baru logonya yang melambangkan SDA, kesuburan serta kepedulian perusahaan terhadap produksi dengan lingkungan yang saling berhubungan.

Seperti yang diketahui bahwa Barito Pacific mempunyai 5 pabrik pengolahan. Pabrik-pabrik tersebut beroperasi pada tahun 1993. Namun, negara Indonesia mengalami hambatan iklim di tahun 1990an bersamaan dengan krisis keuangan di Asia. Hal inilah yang membuat perusahaan ini menghentikan kegiatan produksi plywood. Dengan begitu, industri ini memperkecil produksinya yaitu hanya dengan menghasilkan particle board.

Produksi particle board yaitu berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pada saat inilah, diversifikasi usaha terjadi yaitu beralih ke bidang industri sumber daya lainnya. Di tahun 2007, Perseroan mengakuisisi produsen petrokimia yang ada di Indonesia yaitu Chandra Asri. Sehingga, BRPT berhasil menjadi pemegang saham mayoritas pengendali ditandai dengan kepemilikan 70%.

Pengakuisisian dilakukan untuk memenuhi visi agar berhasil menjadi sebuah perusahaan sumber daya yang terdiversifikasi serta terintegrasi. Sehingga, dapat tumbuh serta berkembang secara berkesinambungan dengan jangka waktu yang panjang. Hal ini untuk memberikan nilai tambah kepada pihak pemangku kepentingan.

Selain itu, akuisisi PT Tri Polyta Indonesia diakuisisi oleh Perseroan pada Juni 2008. Tri Polyta Indonesia ini menjadi produsen polypropylene yang bahan bakunya berasal dari Chandra Asri. Berdasarkan Forbes Indonesia, Prajogo Pangestu termasuk ke dalam daftar orang terkaya Indonesia menempati posisi ketujuh dari 50 orang terkaya Indonesia. Kekayaannya tercatat sebanyak 5,1 Miliar dari usaha petrokimia.

Di tahun 2007, Barito Pacific menjadi pemilik CAP mayoritas. Lalu, berhasil mempunyai PT Tri Polyta Indonesia yang pada akhirnya digabung sehingga menjadi PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Di tahun inilah BRPT mengakuisisi kepemilikan saham perusahaan panas bumi terbesar di Indonesia dan terbesar ke-3 di dunia, Star Energy.

Sekitar 10 tahun menjalankan bisnisnya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memutuskan untuk menjadi perusahaan terbuka dan melakukan IPO setelah memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK di 11 Agustus 1993. Saham yang ditawarkan secara perdana yaitu sebesar 85.000.000 lembar dengan nilai Rp 1.000 per lembarnya.

Setelah beberapa minggu, Barito Pacific mencatat sahamnya secara resmi di BEI pada 1 Oktober 1993. Pada saat ini harga penawarannya yaitu Rp 7.200 per lembar saham. Adapun beberapa usaha pengelolaan sahamnya yaitu dengan melakukan right issue serta stock split dalam 5 hingga 10 tahun baru-baru ini.

Kepemilikan Aset Geothermal dari Barito Pacific

Pada awalnya, Barito Pacific menambah kepemilikan aset operasional geothermal Wayang Windu, Darajat, dan Salak melalui berbagai transaksi pembelian 30% efektif kepemilikan saham pada perusahaan SEGPL atau Star Energy Geothermal Pte, dan pembelian sebesar 30,5% saham di SPG atau Star Phoenix Geothermal JV B.V. Hal ini dilakukan tepatnya di bulan Desember 2022.

Transaksi pembelian tersebut dilakukan oleh perusahaan SEGPL. Perusahaan ini yaitu anak usaha dari Barito Pacific pada unit usaha geothermal Star Energy Group. Setelah transaksi pembelian, kepemilikan efektif BRPT pada aset operasional Wayang Windu menunjukkan adanya peningkatan menjadi 50,7%. dari 34,5%.

Melalui investasi dan SPG serta SEGPL, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mempunyai kepemilikan  pada Wayang Windu serta SEGSD atau Star Energyu Geothermal B.V. SEGWW juga mempunyai sekaligus mengoperasikan PLTP Wayang Windu dengan 227 MW tepatnya di Kab. Bandung, Jawa Barat. Investasi di sektor energi terbarukan yang dijalankan oleh Barito Pacific melalui PT Barito Renewables yaitu 100% saham di SEGHPL.

Itulah informasi yang perlu diketahui mengenai PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mulai dari sejarah, profil, hingga kepemilikan asetnya. Bisa disimpulkan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang kehutanan, properti, perkebunan, kehutanan serta petrokimia telah melalui berbagai perubahan demi memajukan perusahaan. Tidak heran jika Barito Pacific menjadi produsen panas bumi terbesar ketiga di dunia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 26, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
AGII
Emiten Syariah

PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) : Cari Tahu Sejarahnya

by Minsya June 23, 2023
written by Minsya 5 minutes read

PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) ialah perusahaan gas terbesar di Indonesia. Pengusaha sekaligus komisaris utamanya ialah sosok yang berpengaruh terhadap perkembangan perusahaan ini. Hal ini terbukti dari panjangnya sejarah dalam meraih kesuksesan hingga kini. Penasaran akan sejarah dan profil perusahaan ini? Berikut ulasan mengenai AGII yang perlu anda ketahui.

Sejarah dari Samator Indo Gas (AGII)

Perusahaan Samato atau disingkat sebagai AGII mulai mencetak sejarahnya pada tahun 1975. Pengusaha dan komisarisnya yaitu Arief Harsono membangun perusahaan ini dimulai dengan memproduksi asetilen. Bisa dibilang, perusahaan Aneka Gas Industri ini ialah perusahaan di bidang gas industry pertama Indonesia. Selain itu, jaringan distribusinya juga dinilai sebagai perusahaan yang terluas serta terbesar di negeri ini.

Berlokasi di Surabaya, perusahaan ini berkecimpung di bidang gas industri baik produk maupun layanannya. Lalu, perusahaan ini mencoba untuk memulai beberapa industry baru, seperti penawaran jasa atau pelayanan kesehatan konstruksi, petrokimia, elektronik, otomotif dan lain-lainnya. Dikarenakan terjun pada produk dan layanan gas, Samato lebih dikenal dengan perusahaan gas industri.

Sebagai upaya dalam mempertahankan posisi terdepan industry gas, AGII berkomitmen dan berusaha untuk terus menerus melakukan riset, inovasi hingga perkembangan produksi dan pelayanannya. Selain itu, perusahaan ini juga mempromosikan perkembangan IPTEK di Indonesia.

Agar mampu menghasilkan produk dan menawarkan pelayanan yang berpengaruh besar di kalangan industri-industri, AGII berupaya dalam memperluas kegiatan usahanya ke beberapa sektor bisnis, seperti property, otomotif, kimia, kesehatan, EPC, dan masih banyak lagi. Hal ini bertujuan untuk menawarkan solusi kepada para pelanggannya.

Samator percaya bahwa produk serta layanan yang diberikannya sangat penting dan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Sebagai produsen dari produk dan layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat, perusahaan ini berupaya dalam mewujudkan kondisi kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik.

AGII telah melakukan berbagai inovasi dan pengembangan terhadap sumber daya manusia agar komitmen yang dicapai berhasil terwujud. Dengan begitu, ia dinilai sebagai salah satu perusahaan tingkat progresif tertinggi di Indonesia. Tidak hanya itu, perusahaan ini juga menawarkan beberapa jenis tunjangan di luar sektor industri.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

AGII
https://samatorgas.com/id/about/sekilas-perusahaan

Perkembangan Perusahaan Samator

Menariknya, PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) memiliki kepanjangan Samarinda-Toraja. Perusahaan ini memiliki jejak sejarah yang sangat panjang dengan pelajaran yang tidak ternilai. Hal inilah yang wajib diketahui agar bisa dijadikan sebagai acuan dalam mendirikan suatu perusahaan atau bisnis.

Perlu diketahui bahwa pembangunan perusahaan yang dimulai pada tahun 1975 mengalami perkembangan secara terus menerus hingga tahun 1993. Adapun pembangunannya pelayanan kebutuhan internal, seperti filling station atau pos pengisian dari gas industri, pabrik air separation plants atau ASP, dan pergudangan.

Kemudian, Grup Samator memutuskan untuk fokus pada bisnis di bidang industri konstruksi elektrikal, penjualan alat kesehatan dan mekanikal di tahun 1994. Pelanggan utama bisnis ini yaitu perusahaan gas industri swasta nasional atau asing dan BUMN. Contoh dari kliennya yaitu Pertamina.

Pada tahun 1996 hingga 1998, Samator mula terjun ke industri kimia dimana para kliennya dari pulp & paper, perusahaan tekstil, dan masih banyak lagi. Perusahaan ini juga ditunjuk sebagai agen distributor oleh perusahaan yang berasal dari Jepang. Perusahaan ini yaitu Central Uni yang menyediakan berbagai produk dan layanan di Indonesia, seperti operating theatre, gas related medical device, dan perencanaan dan pengaplikasian ICU.

Semua saham Samato yang dimiliki oleh Tira Austenite mengalami proses akuisisi di tahun 2004 hingga 2007. Dengan begitu, seluruh perusahaan beralih ke Keluarga Harsono. Di saat ini juga, perusahaan mulai terjun ke sektor otomotif dengan bisnis penjualan mobil, suku cadang kendaraan Mazda, dan jasa servis di Surabaya.

Memasuki tahun 2011, Grup Samato menjalin kerja sama dengan Universitas Gajah Mada. Hal ini diharapkan sebagai upaya pembangunan gedung UGM Samator Pendidikan yang berada di Jakarta. Di tahun ini juga, Samato menjadi agen distributor sepeda motor Vespa serta Piaggio dan layanan promosi produk sistem manajemen dan penyimpanan cryobiological.

Perusahaan ini juga menerbitkan obligasi dan Sukuk Ijarah II pada tahun berikutnya. Grup ini juga mengembangkan superblock, The Samator yang mencakup 3 menara, yaitu gedung perkantoran, Skysuites Soho, serta Hotel Novotel. Samator dengan Tomoe Shokai bekerja sama sebagai rangka pos pengisian dari gas sterilisasi dan air gas. Hal ini untuk melayani klien dari Jepang yang ada di Indonesia.

Pada tahun 2014, perusahaan ini menjadi agen distributor yang ditunjuk oleh Carecom dari Jepang serta Panasonic Healthcare dari Singapura. Perusahaan ini juga menjalin kerjasamanya dengan Taiyo Nippon Sanso Co mengenai pos pengisian air gas serta gas helium bagi pelanggan Jepang di Indonesia. Hingga kini, perusahaan ini sudah resmi menjadi agen distributor Honeywell yang memasarkan berbagai produk serta perlengkapan pelindung diri.

Tepatnya di 16 September 2016, Samator mendapatkan pernyataan dari Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan IPO kepada masyarakat sebesar Rp 766.660.000 dan saham nominal Rp 500 per sahamnya dengan tawaran Rp 1.100. Saham-saham inilah dicatat pada BEI pada 28 September 2016.

Produk dan Pelayanan Samator

Seperti yang diketahui bahwa PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) bergerak pada bidang industri gas. Bisa dibilang perusahaan ini merupakan industri kimia dasar anorganik gas industri, konstruksi, perdagangan, pengangkutan, jasa persewaan, kegiatan daur ulang sampah, serta sewa guna tanpa hak otopsi.

Kini, kegiatan usaha perusahaan ini bergerak pada bidang industri gas baik berupa gas, cair maupun padat. Selain itu, industri ini juga mendistribusikan produk gas dari produsen lain ke klien entitas sekaligus mendesain konstruksi serta pemasangan peralatan gas pada pabrik klien dan rumah sakit.

Adapun produk-produk gas dari Samator yaitu gas udara, gas medis gas campuran dan gas spesial, gas sintetis, gas hidrokarbon, dan gas lain-lainnya. Gas udara mencakup oksigen dan argon sedangkan gas medis yaitu oksigen medis, medical gas nitrogen, dinitrogen oksida, nitrogen, helium, karbon dioksida, gas kalibrasi, gas laser gas medis udara, gas campuran fungsi paru, serta gas cryopreservation.

Produk gas campuran yang dihasilkan oleh PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) yaitu helium, sulfur heksafluorida, karbondioksida dan high purity oxygen, gas campuran sebagai gas alam terkompresi, gas sterilisasi (etilen oksida),gas kalibrasi lingkungan serta mesin emisi untuk knalpot.

Gas-gas sintesis yang dihasilkan yaitu karbon monoksida, sulfur dioksida, serta hydrogen. Sementara itu, gas hidrokarbonnya yaitu gas petroleum, propane, gas alam serta asetilen. Tidak sampai situ, Samator juga menyediakan gas-gas lainnya yang bermanfaat bagi manusia seperti Kripton, Xenon, Neon, Ammonia, serta bahan bakar Samator.

Itulah informasi mengenai sejarah serta profil PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) yang perlu anda ketahui. Bisa disimpulkan bahwa perusahaan ini memiliki rekam jejak yang beragam dan kegiatan usaha yang aktif dalam mempertahankan posisinya sebagai industri gas terdepan sekaligus terbesar di Indonesia. 

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 23, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
elnusa
Emiten Syariah

Sejarah Berdirinya Perusahaan Elnusa Tbk (ELSA) hingga Jenis Usahanya

by Minsya June 20, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Perusahaan PT Elnusa Tbk (ELSA) diartikan sebagai anak usaha Pertamina Hulu Energi yang menyediakan berbagai jenis jasa pendukung pengeboran minyak serta gas. Hal yang dilakukan oleh perusahaan untuk bisa mendukung kegiatan bisnis yaitu dengan membentuk 2 kantor cabang di Balikpapan dan Cirebon pada tanggal 31 Desember 2020 secara bersamaan.

Mendalami Sejarah Berdirinya Perusahaan Elnusa (ELSA)

Perusahaan Elnusa secara resmi didirikan pada 25 Januari 1969 dengan sebutan PT Electronika Nusantara yang berperan sebagai penunjang operasional Pertamina dalam hal pemeliharaan serta perbaikan alat komunikasi elektronik, alat navigasi dan sistem radar yang dipakai pada kapal Pertamina. Serta kapal asing yang melakukan kerjasama dengan Pertamina.

Perusahaan ini didirikan secara langsung oleh Ir. H. Udaya Hadibroto yang namanya kemudian dijadikan Ruang Udaya do Graha Elnusa dan diresmikan oleh Direktur Utama ELSA bernama Ir Aswad Dipo serta disaksikan oleh seluruh  keluarga besar Udaya mulai dari Indah Udaya sebagai Istrinya, Aksa Udaya, Ozal Udaya dan Namira Udaya.

Mulai dari tahun 1971 sampai 1974, perusahaan mulai berkempang pada beberapa area termasuk pendirian divisi pemrosesan data seismik, sistem komunikasi perminyakan terintegrasi, pendirian pusat sata ilmiah dan penyediaan layanan akuisisi data seismik dan estimasi reservoir sampai dengan layanan optimalisasi proses untuk kilang.

Kemudian kisaran tahun 1980 dan 1987, perusahaan mulai berkemang menjadi industri gas dan minyak, layanan jas ladang minyak serta pengelolaan dan penyimpanan data distribusi bahan bakar dengan melalui pembentukan PT Sigma Cipta Utama, PT Elnusa Petrofin dan PT Elnusa Workover Hydraulic. Setelah itu pada 8 Juni 1984, nama perusahaan dialihkan menjadi PT Elnusa.

Antara tahun 2003 dan 2005, perusahaan kembali membentuk PT Elnusa Drilling Services untuk menyediakan layanan pengeboran terintegrasi serta mengakuisisi PT Purna Bina Nusa di Batam dan kemudian diubah namanya menjadi PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi. Untuk membuat kinerja menjadi lebih efisien, Perusahaan Elnusa Tbk PT ini menggabungkan 4 anak perusahaan.

Perusahan tersebut diantaranya yaitu PT Elnusa Drilling Services, PT Elnusa Geosains, PT Sinar Riau Drillindo dan PT Elnusa Workover Service. Setelah itu pada 6 Februari 2008, perusahaan Elnusa ini secara resmi masuk pada Bursa efek Indonesia. Kemudian pada 2009-2010 perseroan ini menjual beberapa anak usaha yang berkaitan dengan pengeboran gas dan minyak.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

elnusa
https://www.elnusa.co.id/id

Pada tahun 2013, perusahaan kembali mendirikan perusahaan dengan nama PT Elnusa Trans Samudera dan pada tahun 2014 kembali membangun PT Elnusa Geosains Indonesia serta PT Elnusa Oilfield Services. Perseroan satu ini kini tidak hanya mendukung kegiatan yang berkaitan dengan pengeboran minyak dan gas, tetapi juga mendukung berbagai kegiatan eksplorasi lainnya. 

Perseroan juga mempunyai kapal Seismik bernama “Elsa Regent” untuk bisa memberikan dukungan ada kegiatan eksplorasi pada Blok Jambi Merang. Selain itu, perseroan ini juga mengalami keberhasilan dalam memberikan dukungan terkait dengan proses proyek pembongkaran anjungan YYA pada Blok Offshore North West Java (ONWJ).

Kemudian, PT Elnusa juga mengalami keberhasilan dalam melakukan inovasi pengeboran dengan memakai HWU EHR-12 yang dikreasikan sendiri yang bisa dimanfaatkan sebagai alat alternatif guna pengeboran sumur baru dengan menggunakan teknologi HWD atau Hydraulic Work-Drilling. Perusahaan ini juga kemudian kembali melebarkan sayap pada bisnis distribusi bahan bakar minyak.

Perusahaan ini bisa melakukan pengolahan 49 unit depot minyak serta 1629 unit truk tangki. Perusahaan ini juga dapat memproduksi sendiri tiga alatnya yaitu berupa Hidrolik Rig-14, Air Receiver Tank dan Triple Pump. Setelah itu pada 1 september 2021, mayoritas saham perseroan resi dialihkan ke Pertamina Hulu energi yang telah ditetapkan sebagai induk perusahaan.

Jenis Layanan yang Diberikan PT Elnusa Tbk

Layanan yang diberikan oleh perusahaan ini diantaranya yaitu berupa jasa data geofisik, jasa pengeboran migas, jasa pengelolaan lapangan minyak serta jasa pendukung. Jasa layanan data geofisik diartikan sebagai suatu layanan yang memproses serta merekam data menggunakan metode seismic di laut, darat serta di zona transisi (laut dangkal/mangrove) dan dengan perangkat yang dipasang di laut dalam.

Sebagai pelopor layanan data geofisika di Indonesia, ELSA memiliki operasi geofisika di Indonesia. Jenis layanan berikutnya yaitu berupa jasa pengeboran migas yang memberikan penawaran terkait dengan solusi pengeboran menggunakan manajemen pengeboran, pengadaan, peralatan dan pengiriman. Itulah mengapa perusahaan ini menjadi perusahaan yang terpercaya.

Pada tahun 2009, ELSA menjadi perusahaan yang mempunyai serta mengoperasikan Modular Rig pertama yang ada di asia pasifik melalui divisi pengeboran. Jenis jasa ketiga yaitu berupa pengelolaan lapangan minyak atau Operasi dan pemeliharaan lapangan minyak dan gas dan pengujian sumur, EPC-M, operasi dan pemeliharaan pipa dan fasilitas produksi.

Selain itu juga melakukan proses manajemen produksi minyak dan gas dan mendukung layanan pengeboran darat seperti pemotongan kabel, penyemenan dan pengujian sumur, dan layanan evaluasi produksi. Terakhir terdapat jasa pendukung yang berisi pelengkap jasa migas seperti jasa telekomunikasi dan data manajemen yang dioperasikan oleh Afiliasi Elnusa dan anak perusahaan.

Gambaran Saham yang Dimiliki Perusahaan PT Elnusa Tbk

Pada awal tahun 2008, perseroan ini telah menyelesaikan aksi korporasi dan mencatatkan saham perseroan pada Bursa Efek Indonesia secara efektif di tanggal 6 Februari 2008 dengan kode ELSA. Sebelum IPO, perseroan meningkatkan modal saham dari Rp 750 miliar menjadi Rp 2,3 triliun, pembagian saham 1: 5 atau dari Rp500 per saham menjadi Rp100.

Peningkatan modal yang ditempatkan serta disetor penuh mulai Rp 583,9 miliar menjadi Rp729,9 miliar. Penawaran umum perdana saham yaitu 20% dari peningkatan modal atau 1.460.000.000 saham telah dieksekusi sehingga jumlah saham setelah IPO menjadi 2.798.500.000 saham. Setelah selesai IPO dan sehubungan dengan Bagian 2 X.K.4 Peraturan BAPEPAM.

Perusahaan BAPEPAM-LK secara teratur melaporkan setiap tiga bulan rincian penggunaan dana dari negara bagian 31/03/2008 dan negara bagian terakhir. tanggal 31/03/2009. Sebelum tanggal 30 Maret 2009, seluruh penerimaan yang diterima telah direalisasikan kepada publik sehingga realisasi penggunaan dana tidak berubah dibandingkan dengan rencana penggunaan dana dari dana tersebut. 

Perseroan memanfaatkan Rp 143,9 miliar dana IPO sebagai modal kerja sesuai persentase rencana penggunaannya. Dalam rangka peminjaman untuk proses pengembangan serta perluasan aktivitas usaha.

Setiap data yang diperoleh oleh perusahaan ELSA telah dilaporkan kepada BAPEPAM-LK serta BEI. Anda bisa mengetahui data tersebut secara terperinci dan melakukan analisis dividen yang bisa diperoleh. Keuntungan yang diperoleh memang perlu diperhitungkan dengan baik agar terhindar dari berbagai jenis resiko buruk yang mungkin terjadi.

Melakukan investasi saham pada perusahaan fundamental merupakan suatu keputusan yang terbaik. Anda akan bisa mendapatkan keuntungan yang terbaik dan menjanjikan. Sebelum memutuskan untuk melakukan investasi, Anda perlu melakukan analisis terlebih dahulu untuk mendapatkan gambaran terkait bagaimana dan seberapa besar keuntungan yang didapat.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 20, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
bukit asam
Emiten Syariah

PT Bukit Asam Tbk (PTBA): Mengenal Sejarah Perusahaan

by Minsya June 19, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Perusahaan Bukit Asam Tbk (PTBA) dikenal sebagai bagian dari MIND ID yang telah lama bergerak dalam bidang pertambangan Batu Bara. Perusahaan yang satu ini memang sudah cukup terkenal di Indonesia. Perusahaan Bukit Asam Tbk PT memiliki pelabuhan di kawasan Tarahan dan dermaga di Kertapati dan Teluk Bayur guna mendukung proses kegiatan bisnisnya.

Sejarah Perkembangan PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

Sejarah berdirinya perusahaan ini dimulai sejak tahun 1919 ketika Tambang Air Laya yang ada di Tanjung Enim mulai Beroperasi menggunakan metode penambangan terbuka. Beberapa tahun kemudian atau tepat di tahun 1923, Tambang Air Laya mulai menjalankan operasi dengan menggunakan metode pertambangan bawah tanah dan di tahun 19338 sudah beroperasi secara komersial.

Pada tahun 1961 setelah kemerdekaan Indonesia, pemerintah memutuskan untuk membentuk perusahaan negara bernama PN Tambang Batubara Bukit Asam (TABA) supaya bisa mengelola Tambang Air Laya. Setelah itu pada tahun 1968, pemerintah mulai menggabungkan PT Bukit Asam dengan PN Tambang Batubara Ombilin untuk membentuk PN Tambang Batubara.

Karena berkeinginan untuk memajukan pertambangan, -pada tahun 1981 akhirnya unit Tambang Bukit Asam pada PN Tambang Batubara dijadikan sebagai modal untuk bisa mendirikan PT Tambang Batubara Bukit Asam. Status PM yang dimiliki oleh Tambang Batubara Asam ini kemudian diubah menjadi Perusahaan Umum atau disingkat dengan Perum di tahun 1984. 

Kemudian pada 1990 akhirnya pemerintah meminta perusahaan ini untuk memproduksi briket batu bara. Dengan segala usaha dan perkembanganya, perusahaan Bukit Asam ini mampu melantai di Bursa Efek Indonesia dan mengubah namanya menjadi seperti sekarang yaitu sebagai PT Bukit Asam, Tbk. Banyak hal baru yang diciptakan oleh perusahaan ini dalam kurun waktu beberapa tahun.

Pada tahun 2015, menteri ESDM mulai meresmikan program PLTU BanjarSari yang memiliki tingkat kapasitas 2×620 MW di kawasan Tanjung Agung.Ignasius Jonan yang menjabat sebagai menteri Perhubungan pada saat itu meresmikan pelabuhan Tarahan sebagai dermaga batubara Indonesia serta pelabuhan curah terbesar di Asia Tenggara.

Kapasitas yang bisa ditampung pada pelabuhan tersebut yaitu mencapai 25 Juta ton dan bisa disandari oleh kapal bobot mati sampai 210.000 DWT. Perusahaan ini kemudian mengakuisisikan PT Bumi Sawindo Permai. PT Tabalong Prima Resources, PT Satria Bahana Sarana dan PT Mitra Hasrat Bersama yang semuanya bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

bukit asam
https://www.ptba.co.id

Perusahaan yang disebutkan tersebut juga berjalan dalam bidang kontraktor pembangunan, infrastruktur penambangan batu bara dan pertambangan batu bara. Pada tahun 2017, pemerintah memutuskan untuk menyerahkan mayoritas saham perusahaan ke Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) sebagai bagian upaya pembentukan holding BUMN yang bergerak dalam bidang pertambangan.

Pada tahun 2018, perusahaan berhasil menyepakati pembiayaan pembangunan PLTU Sumsel 8 dengan Exim Bank of China. Kemudian di Tahun 2019, Tambang Batubara Ombilin ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia yang ditandatangani oleh UNESCO. Setelah itu di bulan Desember tahun 2022, pemerintah mengalihkan mayoritas saham perusahaan pada Mineral Industri Indonesia.

Hal tersebut dilakukan secara sengaja dengan tujuan agar Inalum lebih fokus dalam menjalankan bisnis produksi Aluminium. Mineral Industri Indonesia atau MIND ID secara sengaja dibangun dengan tujuan sebagai Induk holding BUMN dalam Industri Pertambangan. Perusahaan Bukit Asam Tbk PT ini memiliki sekitar 9 Anak perusahaan hingga akhir 2021.

Perusahaan anak tersebut diantaranya terdapat PT Bukit Asam Prima. PT Bukit Asam Metana Ombilin, PT Internasional Prima Coal serta PT Bukit Energi Metana. Selain itu, Anda juga bisa menemukan PT Bukit Asam Banko, PT Bukit Energi Investama, PT Bukit Multi Investama, PT Batubara Bukit Kendi dan yang terakhir PT Bukit Asam Metana Enim.

Informasi Saham PT Bukit Asam Tbk

Kantor pusat perusahaan ini berada di Jalan Parigi No. 1 Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Sedangkan untuk Kantor Korespondensi berada di Menara Kadin Indonesia Lt 9 & 15 Jalan H.R Rasuna Said X5 Kav. 2—3 Jakarta. Pemegang Saham PT Bukit Asam Tbk yang lebih dari 5% yaitu dipegang oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) sebanyak 65,93%.

Kemudian untuk pemegang saham pengendali dari perusahaan pertambangan ini yaitu Pemerintah Republik Indonesia yang telah memiliki 5 saham preferen atau Saham Kelas A Dwiwarna dan secara tidak langsung juga mengendalikan PT Indonesia Asahan Aluminium. Pada tahun 1993, Indonesia menugaskan Bukit Asam Tbk guna mengembangkan unit usaha briket.

Jika dilihat berdasarkan jumlah anggaran dasar, kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan dengan kode PTBA ini beserta anak perusahaannya yaitu dalam bidang Industri Pertambangan Batubara dan kegiatan terkait termasuk eksplorasi umum. Prospeksi, pengolahan. Pengangkatan, pemurnian dan perdagangan serta pengelolaan batu bara.

Batubara khusus serta fasilitas untuk kebutuhan sendiri dan kebutuhan orang lain, penggunaan pembangkit listrik tenaga uap untuk kebutuhan sendiri dan kebutuhan orang lain, dan pemberian jasa konsultasi serta rekayasa untuk industri pertambangan batubara dan produk olahannya, pengembangan di perkebunan dan pelayanan kesehatan. 

Saat ini, bisnis utama Grup PTBA berupa industri pertambangan batubara, yang meliputi eksplorasi umum, eksploitasi, eksplorasi, pemurnian, pemurnian, transportasi dan perdagangan, pemeliharaan situs batubara khusus untuk kebutuhan sendiri dan kebutuhan ketiga, pabrik untuk tenaga uap serta bentuk pemanfaatan dan kebutuhan pribadi. 

Usaha lainnya yaitu dengan melakukan pengolahan untuk diri sendiri atau orang lain dan memberikan jasa konsultasi dan rekayasa di bidang yang berkaitan dengan pertambangan batubara dan hasil olahannya. Selain itu, Grup PTBA juga bergerak dalam bidang usaha lain seperti jasa kontrak, pengolahan briket, perkebunan kelapa sawit dan pengolahan kelapa sawit serta pelayanan kesehatan.

Pada 3 Desember 2002, PTBA mendapat pernyataan efektif yang diberikan oleh Bapepam-LK untuk penawaran umum perdana (IPO) sebanyak 346.500.000 lembar saham PTBA kepada publik dengan jumlah nilai nominal Rp500 per saham dengan harga penawaran Rp575/saham. Jumlah tersebut telah termasuk sampai dengan 173.250.000 Waran Seri I. 

Saham serta opsi Seri I telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tepatnya pada 23 Desember 2002. Bagi anda yang ingin melakukan investasi maka bisa memilih perusahan yang satu ini. hal tersebut karena anda bisa memastikan bahwa jumlah dividen yang akan diberikan oleh perusahaan ini sudah pasti terjamin dan dibagikan secara merata pada setiap investor.

Seluruh data Perusahaan Bukit Asam Tbk PT telah tercatat dan diperlihatkan kepada publik secara transparan. Dengan begitu maka anda bisa mengetahui kejelasan dari sumber dana sampai dengan berapa jumlah dividen yang pernah diberikan oleh perusahaan kepada pemegang saham atau investor. Yuk pilih emiten perusahan satu ini di pasar modal.

Perusahana yang satu ini mampu menunjukkan data laporan keuangans secara jelas kepada publik. Hal ini akan memberikan keuntungan berupa kemudahan dalam melakukan analisis keuntungan saat melakukan investasi saham. Anda pastinya akan bisa mendapatkan keuntungan dalam jumlah besar ketika memilih PT Bukit Asam sebagai emiten pilihan.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 19, 2023 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
Indo Tambangraya Megah
Emiten Syariah

PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) : Mengenal Sejarah Berdirinya

by Minsya June 16, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Perusahaan Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) merupakan suatu perusahaan energi indonesia dengan bisnisnya yang terintegrasi meliputi pertambangan, pemurnian dan logistik. Perusahaan ini menjalankan bisnis utamanya dalam bidang pertambangan batubara dan juga proses pendistribusiannya. Simak sejarah berdirinya perusahaan PT Indo Tambangraya Megah Tbk.

Mengenal Sejarah Berdirinya PT Indo Tambangraya Megah (ITMG)

Perusahaan pertambangan ini mempunyai kegiatan pendukung yang berupa pengoprasian terminal batu bara dan mengoperasikan pembangkit listrik dan pelabuhan muat. Meskipun begitu, perusahaan ini selalu berusaha untuk tetap fokus pada produktivitas serta strategi efisiensi biaya, mencapai hasil optimal dari nilai rantai batubara serta transformasi dan diversifikasi bisnis.

Ketika dunia sudah mulai beralih dari penggunaan bahan bakar fosil menjadi sumber energi terbarukan, perusahaan ini kemudian melakukan perluasan bisnis untuk bisa memperkuat bisnis intinya. Pembangkit listrik bertenaga surya yang dikembangkan menjadi salah satu titik awal perusahaan dengan kode ITMG ini untuk menjaga masa depan industri energi.

Indo Tambangraya Megah selalu berusaha untuk berinovasi menciptakan produk serta layanan berkualitas dan terjangkau menggunakan teknologi digital sebagai landasannya dan kepedulian terhadap karyawan mulai dari berbagai latar belakang dengan masyarakat sekitar. Salah satu kunci keunggulan operasional ini adalah mengubah pola pikir budaya kerja dan perilaku karyawan ke dunia digital.

Sejalan dengan visi yang ditetapkan, tujuan dari berdirinya perusahaan ini yaitu untuk bisa menjadi perusahaan energi yang didukung dengan teknologi, inovasi inklusi sampai pembangunan berkelanjutan. Perusahaan ini selalu berusaha untuk menerapkan atau melampaui prinsip tata kelola perusahaan lingkungan, sosial dan bertanggung jawab dalam bisnisnya.

Perusahaan dengan nama Indo Tambangraya Megah Tbk ini mulai berdiri pada 02 September 1987 serta memulai bisnis komersialnya di tahun 1988. Kantor pusat dari perusahaan pertambangan ini yaitu berada di Pondok Indah Office Tower III, Jalan Sultan Iskandar Muda, Jakarta Selatan yang tempatnya ada di bagian lantai 3 dari gedung office tower III tersebut.

Operasi serta anak perusahaan dari IDM secara historis terkait dengan Grup Salim yang mempelopori bisnis batubaranya. Grup Salim telah memperoleh dan memulai operasi penambangannya bersama dengan PT Kitadin yang telah ter konsesi pertambangan batubara dengan luas 930 hektar di Kalimantan Timur tepatnya berkisar pada tahun 1986.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Indo Tambangraya Megah
https://itmg.co.id/

Segera setelah itu, muncul perusahaan baru dengan nama Pt Indominco Mandiri pada tahun 1997 dan PT Trubaindo Coal Mining yang merupakan hasil patungan antara Grup Truba dan Grup Salim. Selain itu terdapat juga PT Barasentosa Lestari dan perusahaan lain yang memasuki bisnis batu bara. Kelompok dari bisnis inilah yang dikenal dengan Indocoal.

Karena perusahaan ini sebagian dari pembayaran BLBI ke Bank Salim dan Bank Central Asia, Grup Salim harus menjual seluruh bisnis batubara yang dijalankan kepada BPPN termasuk perusahaan yang disebutkan diatas serta PT Indo Tambangraya Megah. BPPN kemudian menggelar tender guna mencari keberadaan pembeli batu bara milik Indocoal yang mempunyai kapasitas produksi sekitar 5 ton/tahun.

Dari beberapa pesaing seperti PT Timah, PT Bukit Asam dan PT Bhakti Investama Tbk, Banpu kemudian mampu menawarkan aset senilai US$ 45,5 miliar kepada Indocoal. Penawaran tersebut dilakukan melalui PT Centralink Wisesa International di bulan Maret 2001. Setelah penjualan tersebut, Banpu kemudian membeli sebagian saham anak perusahaan Indocoal.

Pada saat itu, saham Indocoal masih berada dibawah kepemilikan perusahaan Grup Salim lainnya, seperti 35 persen saham Indocement di PT Indominco Mandiri. Pada tahun-tahun berikutnya, Banpu menggabungkan semua perusahaan Indocoal sebelumnya menjadi anak perusahaan PT Indo Tambangraya Megah [12] dan mengakuisisi beberapa perusahaan lain.

Pada pertengahan tahun 2000-an, ITM sudah memiliki beberapa anak perusahaan seperti PT Bharinto Ekatama serta PT Jorong Barutama Greston. Terhitung sejak 18 Desember 2007, ITM telah menjadi perusahaan publik dengan menjual 20% sahamnya pada  Bursa Efek Jakarta yang sekarang menjadi Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran Rp 14.000/saham. 

Hasil IPO yang dilakukan setelah penawaran tersebut yaitu sebesar Rp 3,16 triliun. Kemudian tahun 2008, saham PT Central dijual ke anak perusahaan Banpu lainnya yaitu Banpu Minerals (Singapore) Pte. Ltd dan beberapa persen sahamnya diberikan kepada publik, dengan sisa 65% sahamnya publik. Pada tahun 2010, ITM telah tercatat sebagai eksportir batubara terbesar keempat di Indonesia.

Anak Perusahaan

Kemudian pada tahun 2014 sampai 2016, Indo Tambangraya Megah Tbk PT mendirikan beberapa anak perusahaan seperti PT ITM Energi Utama, Pt Tambang Raya Usaha Tama, Pt ITM Indonesia serta mengakuisisi PT Sentral Mutiara Energy, PT Tepian Indah Sukses, PT Nusa Persada Resources dan beberapa lainnya pada tahun 2017-2020 untuk mengembangkan bisnisnya.

Meskipun sebagian besar perusahaan tersebut merupakan perusahaan batu bara, beberapa juga terlibat dalam produksi energi matahari atau Tenaga Surya. Hingga saat ini ITM setidaknya sudah memiliki 6 tambang, 2 stasiun pemuatan batu bara, dan 5 pelabuhan. 6 tambang ITMG dimiliki oleh perusahaannya sendiri seperti PT Bharinto Ekatama yang ada di Kalimantan Timur dan Tengah.

Selain itu, terdapat juga PT Jorong Barutama Greston di Kalimantan Selatan, PT Trubaindo Coal Mining di Kalimantan Utara, PT Indominco Mandiri dan PT Kitadin Kalimantan Timur. Kemudian 3 pelabuhan yang dimiliki ITM diantaranya adalah pelabuhan batubara Balikpapan, Pelabuhan Jorong Kalimantan Selatan dan Pelabuhan Bontang di Kalimantan Timur.

Selain itu juga masih terdapat pelabuhan pemuat batu bara yang ada di Muara Berau serta Muara Jawa di Kalimantan Timur. Dalam 9 bulan pertama di tahun 2021, Perusahaan dengan Kode ITMG ini telah berhasil menjual 14,8 juta ton batu bara untuk di ekspor. Pendapatan yang diperoleh pada tahun 2021 yaitu US$ 1,3 Miliar dan keuntungan US$ 271 Juta dari perdagangan ekspor dan domestik.

Mengenal Perkembangan Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk

Pemegang Saham yang memiliki sekurang-kurangnya 5% atau lebih dari saham Indo Tambangraya Megah Tbk yaitu Banpu Minerals (Singapore) Pte. Ltd dengan total 65,14%. Perusahaan induk dari Indo Tambangraya Megah Tbk yaitu Banpu Minerals (Singapore) Pte.Ltd. sedangkan Perusahaan induk utama ITMG merupakan Banpu Public Company Limited.

Perusahaan tersebut merupakan sebuah perusahaan yang berdiri di bawah Kerajaan Thailand. Bidang usaha ITMG menurut anggaran dasar yaitu berupa pertambangan, konstruksi, transportasi, teknik, perdagangan, industri dan jasa. ITMG terutama bergerak di sektor pertambangan serta energi dengan berinvestasi di anak perusahaannya yang bergerak di bidang perdagangan batubara, pertambangan batubara dan jasa pertambangan.

Selain itu, perusahaan ini juga bergerak dalam bidang pemasaran energi, perdagangan minyak,  dan pembangkit listrik. Pada 2007, ITMG atau Indo Tambangraya Megah Tbk PT menerima pernyataan Bapepam-LK mengenai pencatatan saham ITMG kepada publik sebanyak 225.985.000 dengan nilai nominal Rp500/saham dan harga penawaran Rp14.000/saham. 

Saham ini telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tepatnya tanggal 18 Desember 2007. Banyak keuntungan yang bisa diperoleh ketika anda memutuskan untuk melakukan investasi dengan membeli saham perusahaan ini. dengan mengantongi pencatatan dari Bursa Efek Indonesia, maka anda bisa mempercayakan sepenuhnya pada perusahaan ini.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 16, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
harum energy
Emiten Syariah

Sejarah Berdirinya PT Harum Energy Tbk (HRUM) yang Memiliki Saham Bisnis Nikel Prospek Tinggi

by Minsya June 15, 2023
written by Minsya 5 minutes read

PT Harum Energy Tbk (HRUM) merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan dan beroperasi di Jakarta. Hingga saat ini, perusahaan Harum Energy telah berhasil menguasai 5 konsesi tambang batu bara yang ada di Kalimantan Timur san 1 konsesi tambang nikel di area Maluku Utara,. Yuk simak sejarah berdirinya perusahaan pertambangan ini.

Sejarah Berdirinya PT Harum Energy Tbk

Harum Energy Tbk ini telah berdiri sejak 12 Oktober 1995 dengan nama PT Asia Antrasit dan memulai operasinya secara komersial pada tahun 2007. Kantor pusat dari perusahaan ini yaitu terletak di Deutsche Bank Building Lantai 9 di Jalan Imam Bonjol No.80 Jakarta Pusat. Melalui PT Mahakam Sumber Jaya, perusahaan pertambangan ini mendapatkan konsesi atas tambang batu bara.

Kawasan yang diperoleh tersebut berada di Kalimantan Timur dengan luas 20.380 hektar pada tahun 2000. Kemudian pada tahun 2004, PT Mahakam Sumber Jaya telah memulai operasinya secara komersial di Blok A dari tambang di Kalimantan Tersebut. Nama perusahaan PT Mahakam Sumber Jaya secara resmi diubah pada tahun 2007 dengan nama PT Harum Energy Tbk.

Setelah itu, di tahun 2008 perusahaan pertambangan ini mulai meningkatkan kapasitas pengolahan batu baranya hingga lebih dari 3 kali lipat. Dengan usaha yang dilakukan, perusahaan Harum energy ini berhasil menguasai sekitar 50% saham PT Santan batubara yang setelah itu dioperasikan secara komersial pertama kali pada kuartal tahun 2009.

Pada tahun yang sama, perusahaan tambang ini juga mengakuisisi PT Layar Lintas Jaya yang merupakan perusahaan pengangkutan serta alih muat batu bara. Untuk memperlancar kegiatan usahanya, PT Layar Lintas Jaya melakukan penambahan 8 unit kapal tunda beserta 8 unit tongkang baru pada tahun 2010 dan kemudian diresmikan bergabung di Bursa Efek Indonesia.

Setelah itu, pada tahun 2011  PT Layar Lintas Jaya kembali membuat kemajuan berupa penyelesaian pembangunan unit pengolahan batu bara yang ketiga dan empat di  area pelabuhan Separi sehingga proses pengelolaan batu bara mengalami peningkatan kapasitas menjadi 20 juta ton per tahunnya. Dengan sejumlah keuntungannya, perusahaan ini kembali melakukan akuisisi di tahun 2012.

Perjanjian akuisisi ini berisi tentang penguasaan mayoritas saham PT Bumi Karunia Pertiwi. Setelah berjalan beberapa tahun, akhirnya PT Harum Energy membeli 99,9% saham PT Bumi Karunia Pertiwi yang sebelumnya telah dipegang oleh PT Anugrah Karya Raya. Selain itu, perusahaan ini juga melakukan pembelian saham 99.999 lembar saham PT Santan Batubara.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

harum energy
http://www.harumenergy.com/id/operations

Perusahaan tersebut sebelumnya dikuasai oleh PT Petrosea Tbk dan sekarang 99.9% telah di pegang PT Harum Energy. Pada tahun 2020, perusahaan ini kembali membangun anak usaha bernama PT Tanito Harum Nickel untuk memulai investasi dalam bidang pertambangan dan pengolahan nikel. Banyak hal yang sudah bisa dihasilkan oleh anak usaha baru ini.

Pada tahun 2021, PT Tanito Harum Nickel telah berhasil membeli saham PT position yang bergerak dibidang pertambangan nikel sebanyak 51% dan PT inti Metal Industry di bidang pengolahan dan pemurnian nikel sebanyak 49%. Kemudian pada tahun 2022, perusahaan ini kembali membeli saham PT Westrong Metal Industry seharga US$ 75 juta melalui PT Harum Nickel Industry.

Hingga saat ini, perusahaan PT Harum Energy Tbk ini telah menggandeng 10 anak usaha yang saling memberikan dukungan untuk terus maju dan dikembangkan. Perolehan perusahan tersebut berjalan secara perlahan dan akhirnya bisa menjadi besar seperti yang dilihat sekarang. Anda perlu mengetahui berbagai fakta unik dari perusahaan satu ini.

Memahami usaha yang dijalankan oleh perusahaan merupakan suatu hal penting untuk diketahui. Perusahaan yang berjalan dalam bidang pertambangan ini mengalami perkembangan terpesat. Harga saham yang terlihat dalam BEI bisa dipantau selalu oleh publik. Anda bisa leluasa untuk melakukan analisis keberhasilan dalam berinvestasi saham.

Informasi Saham PT Harum Energy Tbk

Berdasarkan informasi yang bisa ditemukan pada situs resmi perusahaan, diketahui bahwa kegiatan usaha serta ruang lingkup perusahaan ini yaitu dalam bidang operasi holding, oertambangan, jasa keuangan, industri, kelistrikan sampai dengan konsultasi bisnis. Bisnis utama yang dilakukan oleh perseroan ini yaitu pertambangan dan investasi batu bara.

Selain itu, Harum Energy Tbk PT ini juga menjalankan bisnis berupa perdagangan dan jasa melalui anak perusahaan dan perusahaan asosiasi. Perseoran ini setidaknya telah memiliki 5 bagian wilayah pertabangan batu bara dan 1 wialayh pertambangan nikel. Jenis batu bara yang dihasilkan oleh HRUM umumnya berupa batu bara non-agglomerated dengan nilai bruto lebih dari 5700 kkal/kg.

Proses penentuan tersebut dilakukan dengan cara perhitungan berdasarkan GAD (Nilai Kalor Bruto (CV); ADB (Air Dry Basis)), tanpa abu dan kurang lebih 5.400 kkal /kg GAR – dengan nilai (CV bruto; AR (masing-masing)). Saham HRUM berhasil terdaftar di Bursa Efek Indonesia di tanggal 6 Oktober 2010. HRUM telah mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK.

Dalam pernyataan tersebut telah tertulis penawaran umum perdana IPO pada 24 September 2010. HRUM kemudian menawarkan kembali kepada publik dengan jumlah 500.000.000 saham dengan nominal Rp 100 per saham. Harga yang diberikan ketika terjadi penawaran yaitu Rp 5.500 per saham yang dijual pada pasar modal atau Bursa Efek Indonesia.

Deretan pemilik saham HRUM yaitu PT Karunia Bara Perkasa sebagai induk perusahaan dengan jumlah setidaknya 5% serta penyertaan sebesar 79,79%. Sementara untuk pemilik manfaat utama dari  kepentingan HRUM yaitu Keluarga Barki. Perusahaan HRUM ini dapat dikatakan sebagai emiten yang rajin mendiversifikasi bisnisnya terutama pada segmen nikel.

Telah diketahui bahwa PT Harum Energy mampu menambahkan PT Infei Metal Industry pada Desember 2021. Dengan melalui anak perusahaannya, HRUM membeli 252.000 saham baru atau sekitar 9,8% saham yang dikeluarkan PT Infei Metal Industry (IMI). Kepemilikan dari Tanito Harum Nickel di Perusahaan itu juga untuk meningkatkan menjadi 49 persen.

Kinerja Masa Lalu

Kinerja emiten baru bara ini telah berada pada kuartal I 2021 sangat baik. HRUM membukukan laba bersih sebesar USD 62,80 juta atau sekitar 255,05% dari perusahaan tahun lalu ketika nilai saham perusahaan masih berada di angka USD 17,68 juta. Pencapaian besar ini terkait erat dengan pasar ekspor yang akan menjadi pendorong penjualan perusahaan.

Proses penjualan tersebut berjalan dalam tiga bulan pertama di tahun 2022. Penjualan HRUM diperkirakan akan meningkat menjadi USD 627 juta tahun ini. Angka itu lebih tinggi dari perkiraan tahun lalu yang hanya USD 357 juta. Demikian informasi riwayat dan profil perusahaan Harum Energy Tbk PT yang terdaftar sebagai komponen IDX30 IDX baru yang layak untuk dilihat. 

Perusahaan yang satu ini selalu mengalami perkembangan yang signifikan. Dengan begitu maka ketika anda ingin memutuskan untuk melakukan investasi saham maka bisa memilih saham dengan kode HRUM ini. keuntungan bisa diperoleh dalam bentuk dividen yang dibagikan oleh perusahaan. Yuk ambil kesempatan untuk memilih jenis saham yang satu ini.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 15, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
ADRO
Emiten Syariah

PT Adaro Energy Indonesia TBK (ADRO) Kenali Sejarah dan Perkembangannya

by Minsya June 14, 2023
written by Minsya 5 minutes read

ADRO ialah kode saham PT Adaro Energy yang termasuk ke dalam deretan perusahaan tambang terbesar di Indonesia. Selain unggul di bidang pertambangan, perusahaan ini juga dikenal sebagai produsen batubara terbesar kedua di Indonesia. Sejarah dan profil perusahaan ini menarik diketahui karena sahamnya selalu ada di indeks saham terlikuid di BEI.

Sejarah Perkembangan ADRO

Perusahaan ADRO mulai mengukir sejarahnya pada tahun 1970an. Hal ini terjadi saat pemerintah Indonesia membagi wilayah Kalimantan Timur serta Kalimantan Selatan menjadi 8 blok batu bara. Lalu, Enadimsa dari Spanyol menawarkan blok tersebut karena dinilai terlalu jauh serta kualitas batu baranya cukup rendah.

Enadimsa inilah yang mendirikan AI atau PT Adaro Indonesia untuk mengatur kegiatan pertambangan batu baranya di blok. Perlu diketahui bahwa pengambilan namanya dipilih oleh Enadimsa sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga Adaro yang mengambil peran penting pada kegiatan pertambangan beberapa abad di Spanyol.

Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara atau PKP2B pun dibuat oleh AI bersama pemerintah Indonesia pada tahun 1982. Perjanjian ini berlaku hingga 30 tahun setelah produksi batu bara. Penambahan di blok tersebut mulai dilakukan pada tahun 1983 sampai dengan 1989. Hal ini terjadi tepatnya saat sebuah konsorsium sejumlah perusahaan asal Indonesia dan Australia membeli 80% saham AI dari Enadimsa.

Di awal dekade 1990-an AI melaksanakan studi kelayakan. Hal ini untuk menetapkan dasar pengembahangan serta penambangan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menentukan rute kendaraan pengangkut batu batu bara. Alhasil, dilakukannya pembangunan jalan untuk mengangkut batubara sepanjang 80 km tepatnya berada di barat Sungai Barito.

Produksi batubara ini dilakukan mulai dari tambang Paringin. Sebab, nilai panasnya lebih tinggi dari tambang Tutupan. Selain itu, tambang tersebut juga memiliki lapisan penutup dengan kandungan batu lumpur yang bagus digunakan untuk membangun jalan. Tidak sampai situ, AI juga mendekat beberapa bank untuk mendapatkan pembiayaan sejumlah US$28 juta.

Dikarenakan jenis batubara yang ditambang masih belum didistribusikan secara internasional dengan volume yang signifikan, semua bank menolak permintaan pembiayaannya. Kemudian, konstruksi jalan angkutan batubara sudah berhasil dirampungkan pada September 1990. Kegiatan konstruksi ini berlangsung selama satu tahun.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

ADRO

Mulai pada bulan Maret 1991, pengkonstruksian sistem penghancuran, penimbunan stok, serta pemuatan tongkang dilakukan. Pemuatan tongkang ini mampu mencapai kapasitas sebanyak 2 juta ton per tahun. Kegiatan konstruksi ini dilakukan di Sungai Kelanis. Masih di bulan Maret, tambang Paringin berlapis tunggal dengan tebal 30 meter dibuka.

Selanjutnya, sampel pertambangan batubara dikirim ke Australia untuk diuji pembakaran. Hasil dari uji pembakaran menunjukkan ada beberapa potensi penggunaan batubara pada pemasaran komersial. Sehingga, tambang Paringin mulai bekerja dengan penuh di Agustus 1991. Di tahun inilah AI resmi mendaftarkan nama “Envirocoal” sebagai merek dagang.

Envirocoal ialah produk batubara dengan kadar sulfur dan abu yang memiliki ultra rendah serta nitrogen yang rendah. Krupp Industries dari jerman ialah pemesan pertama dengan total pesanan sebanyak 68.750 ton. Pesanan ini dikirim pada 22 Oktober 1991 menggunakan MV Maersk Tanjong.

Setelah menjalani uji coba lebih lanjut, pengiriman batu bara kembali beroperasi pada 1922 ke beberapa pembeli yang potensial. Begitu pembangunan infrastruktur batubara selesai dan membentuk basis pelanggan, AI beroperasi secara komersial. Pada tahun ini pula, AI mulai memproduksi batubara E5000.

Adaro Energy Indonesia TBK PT (ADRO) resmi mengakuisisi AI  dengan pembelian terutang sebanyak US$923 juta. Jumlah ekuitasnya yaitu US$50 juta. Kemudian, perusahaan ini resmi menguasai BEI atau Bursa Efek Indonesia di tahun 2008. Lalu, berekspansi ke luar Kalimantan Selatan dengan mengakuisisi 5% saham dari proyek IndoMet Coal.

Kegiatan berekspansi dilanjut ke Sumatera Selatan dengan mengakuisisi PT Mustika Indah Permai serta PT Bukit Enim Energi. Kedua perusahaan tersebut ialah perusahaan batu bara. ADRO kemudian meneken perjanjian mengakuisisi 90% saham PT Bhakti Energi Persada pada tahun 2012.

Tidak sampai situ, perusahaan ini juga mengakuisisi PT Semesta Centramas, PT Paramitha Cipta dan PT Laskar Semesta Alam. Perusahaan ini mengkonsumsi tambangnya dekat dengan wilayah AI. Tepatnya di bulan Juni 2016, perusahaan ini dengan J-Power dan Itochu membangun PLTU dengan teknologi ultra-supercritical dengan kapasitas 2×1000 MW.

Perusahaan ini kemudian menginvestasi sebesar US$4,2 miliar pada proyek pembangunan PLTU. Akuisisi terhadap 75% saham proyek IndoMet Coal dirampungkan pada tahun 2016. Kemudian, perusahaan ini mengakuisisi tambang batu bara di Australia dan menjalankan PLTU 2×100 MW di Tabalong. Pertama kalinya, perusahaan ini mengirimkan batubara ke pelanggan di Jepang.

Profil Perusahaan ADRO

Adaro Energy Indonesia TBK PT (ADRO) ialah perusahaan pertambangan unggul yang berkembang menjadi organisasi terintegrasi secara vertikal. Anak-anak perusahaannya terlibat dalam kapal besar, pertambangan, jasa pelabuhan, pemuatan di kapal, pengerukan, pemasaran serta penghasil listrik.

Perusahan ini menjalankan pertambangan batu bara tunggal terbesar yang ada di Indonesia tepatnya di Kalimantan Selatan. Adapun tujuan dari perusahaan yang didirikan pada 28 Juli 2004 ialah menjad grup pertambangan serta energi yang besar di Asia Tenggara. Perusahaan ini didaftarkan di BEI pada 19 Juli 2008.

Perusahaan ADRO memiliki lima anak perusahaan utama. Perusahaan-perusahaan tersebut ialah Adaro Indonesia (AI), Maritim Barito Perkasa, Sarana Daya Mandiri Saptaindra Sejati, serta Adaro Eksplorasi Indonesia. Anak-anak perusahaannya menjalankan pertambangan dan perdagangan batu bara, jasa kontraktor pertambangan, logistik dan infrastruktur batubara, dan konstruksi dan pengelolaan pembangkit listrik.

Melalui anak perusahaannya, Adaro Indonesia mengoperasikan konsesi, Tutupan, Wara, dan Paringin. Batu bara ini diproduksi di tambang-tambang yang kebanyakan dikirim ke berbagai pembangkit tenaga listrik kelas tinggi seluruh dunia. Perusahaan ini juga mempunyai aset-aset pertambangan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan.

Produktivitas Perusahaan ADRO

Adaro Energy Indonesia TBK PT (ADRO) menghasilkan batu bara ramah lingkungan karena mengandung unsur sulfur, nitrogen, dan debunya yang tergolong rendah. Batubara ini didistribusikan secara internasional dengan nama Envirocoal. Adapun pasar-pasar ekspor besarnya berada di negara Jepang, India, Korea Selatan, Spanyol, Republik Rakyat Tionghoa.

ADRO mengoperasikan sumber batubaranya sebesar 1,8 miliar ton. Hal ini termasuk juga pada gabungan batubaranya sebesar 1,1 miliar ton. Perusahaan ini juga memiliki target dalam memproduksi batu bara sekitar 80 juta ton per tahunnya. Tidak hanya batu bara, ADRO juga memiliki aset-aset lain yang memfasilitasi operasinya.

Adapun aset-aset yang dimilikinya yaitu jalan untuk kendaraan jauh dengan panjang 75 kilometer. Jalan inilah yang menghubungkan wilayah pertambangan dengan fasilitas peremukan di Kelanis, Kalimantan. Terminal batubara di Pulau Laut juga tersedia. Melalui anak perusahaannya, ADRO mempunyai armada kapal pertambangan penuh.

Itulah informasi mengenai Adaro Energy Indonesia TBK PT (ADRO) yang wajib diketahui. Bisa disimpulkan bahwa perusahaan ini telah menjalani berbagai usahanya dalam memproduksi pertambangan batu bara. Sehingga, berhasil menjadi suatu perusahaan pertambangan produsen batu bara terbesar kedua se-Indonesia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 14, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar Di

DOWNLOAD APLIKASI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG