Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - Emiten Syariah - Page 16
Category:

Emiten Syariah

Rukun Raharja
Emiten Syariah

Sejarah PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Sejak 1993!

by Minsya June 13, 2023
written by Minsya 5 minutes read

PT Rukun Raharja Tbk dengan kode RAJA di pasar saham, merupakan perusahaan penyedia energi terintegrasi dari hulu ke hilir. Perseroan ini didirikan pada 24 Desember 1993, yang bermula dari bisnis real estate (properti). Bagaimana perjalanan bisnisnya sampai menjadi perusahaan yang menyediakan energi ? Yuk simak sejarah singkatnya berikut.

Sekilas Tentang PT Rukun Raharja (RAJA)

Rukun Raharja Tbk berdiri sejak tahun 1993 dan mulai beroperasi pada bulan Februari 2002. Kantor pusatnya berada di Office Park Thamrin Residences Blok A Nomor 01-05, Jalan Thamrin Boulevard, Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Saat awal mula berdirinya, perusahaan bergerak di bidang perumahan.

Kemudian mulai melantai secara resmi di Bursa Efek Surabaya (sekarang Bursa Efek Indonesia) pada tahun 2003, dengan menggunakan kode saham ‘RAJA’. Sebagai upaya memperkokoh struktur permodalan, perusahaan pun secara aktif melakukan penawaran umum terbatas.

Hingga di tahun 2004, Rukun Raharja telah mengakuisisi PT Cahaya Saguna Niketana, dan berekspansi ke sektor logistik dan pengelolaan pelabuhan di Sulawesi Utara. Selanjutnya di tahun 2010, perusahaan kembali mengakuisisi PT Energasindo Heksa Karya, PT Triguna Internusa Pratama, dan PT Panji Raya Alamindo.

Akuisisi yang dilakukan membuat Rukun Raharja Tbk PT beralih ke sektor engeri, bisnisnya bergerak pada bidang perdagangan gas, pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur gas, serta transportasi gas. Sampai saat ini, perseroaan tetap berfokus menjalankan empat pilar bisnis utama tersebut, menjadi penyedia energi terintegrasi dari hulu ke hilir.

Di tahun 2011, perusahaan ini mengakuisisi PT Trimitra Cipta Mandiri melalui PT Triguna Internusa Pratama. Dan di tahun 2015, saham PT Triguna Internusa Pratama dibeli oleh Itochu asal Jepang sebanyak 33%. Sementara saham PT Panji Raya Alamindo dibeli sebesar 33% oleh TG&D Singapore Investment Holdings di tahun 2017.

Setahun setelahnya, Rukun Raharja mengakuisisi sepenuhnya saham PT Raharja Energi Cepu. Lalu tahun 2019, perusahaan membeli kembali 33% saham yang dipegang oleh Itochu atas PT Triguna Internusa Pratama dengan harga USD 9,5 juta. Sehingga saham PT Triguna Internusa Pratama 100% dimiliki oleh Rukun Raharja.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Rukun Raharja

Berikutnya di tahun 2020, PT Bravo Delta Persada yang bergerak di bidang SPAM (sistem penyediaan air minum) diakuisisi 100% sahamnya melalui PT Triguna Internusa Pratama, sekaligus 85% saham dari PT Heksa Energi Mitraniaga. Pada tahun 2021, Rukun Raharja juga melakukan akuisisi terhadap 100% saham PT Majuko Utama Indonesia yang mempunyai jaringan pipa di Banten.

Masih di tahun yang sama, perusahaan pun mendapatkan 80% saham PT Artha Prima Energy yang bergerak pada bidang CNG di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Setelah itu pada tahun 2022, Rukun Raharja Tbk PT meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi 85% di PT Artifisial Teknologi Persada. Serta melakukan uji coba penyaluran minyak ke Stasiun Meter Dumai dari Duri Crude CGS10 bersama Pertamina Gas.

Bidang Usaha PT Rukun Raharja

1. Infrastruktur Gas

Infrastruktur gas merupakan salah satu fokus usaha PT Rukun Raharja, dimana perusahaan melakukan kegiatan transmisi dan distribusi gas alam, operation maintenance dari pipa gas, serta penyediaan kompresor gas sekaligus maintenancenya. Infrastruktur gas yang disediakan hadir untuk mengakomodasi jarak, kebutuhan, dan kondisi bentang alam di Indonesia.

Anak perusahaan PT Rukun Raharja yang andil dalam kegiatan usaha infrastruktur gas antara lain PT Triguna Internusa Pratama (TIP), PT Trimitra Cipta Mandiri (TCM), PT Heksa Energi Mitraniaga (HEMA), dan PT Bravo Delta Persada yang mengembangkan serta mengelola sistem penyediaan air minum.

2. Perdagangan Gas

Rukun Raharja telah diakui sebagai perusahaan perdagangan gas swasta pertama dan terbesar yang ada di lingkup nasional. Hal ini berkat pengalaman panjang perusahaan dalam mengeksplorasi seluk beluk energi. Pemerintah pun telah memberikan kepercayaan penuh pada perusahaan untuk memperluas jangkauan usahanya di bidang perdagangan gas.

Dengan mengantongi Surat Izin Niaga Gas Bumi Melalui Pipa, Rukun Raharja senantiasa patuh terhadap peraturan perundangan yang berlaku dalam memperluas jangkauan usahanya. Anak perusahaan yang melakukan kegiatan di bidang perdagangan gas antara lain PT Panji Raya Alamindo (PRA), PT Prima Energi Raharja (PER), PT Energasindo Heksa Karya (EHK), PT Majuko Utama Indonesia, dan PT Artha Prima Energy (APE).

3. Investasi Hulu Energi

Melalui PT Raharja Energi Cepu (REC), Rukun Raharja Tbk PT berkontribusi terhadap 30% cadangan gas nasional dengan kontrak hingga tahun 2035. REC sendiri pertama kali didirikan pada tahun 2006 di bidang jasa konsultasi manajemen dan bisnis permodalan. Kemudian Rukun Raharja mengakuisisinya untuk memiliki participating interest di Blok Cepu. 

Keberadaan PT Raharja Energi Cepu memberikan prospek yang baik bagi Rukun Raharja dalam meningkatkan perannya di industri gas nasional. Pengembangan bisnis melalui investasi hulu ini sendiri tidak akan berhenti di Blok Cepu saja, sehingga harapannya jaringan bisnis perseroaan bisa terus diperluas di masa mendatang.

4. Oil and Gas Service

Pada sektor usaha ini, ada dua anak perusahaan Rukun Raharja yang berkontribusi yaitu PT Petrotech Penta Nusa dan PT Artifisial Teknologi Persada. PT Petrotech Penta Nusa menyediakan berbagai pilihan jasa migas dan fasilitas pendukung lainnya. Dan PT Artifisial Teknologi Persada fokus pada jasa artificial lifting seperti PCP system, rod lift, hydraulic lift, gas lift, dan plunger lift.

PT Artifisial Teknologi Persada (ATP) tersebut diakuisisi oleh Rukun Raharja Tbk PT melalui PT Petrotech Penta Nusa. Hingga sekarang, anak perusahaan Rukun Raharja ini sudah bekerja untuk beberapa perusahaan minyak ternama yang ada di Indonesia, yang meningkatkan eksistensi Rukun Raharja di bidang migas.

5. Pembangkit Listrik

Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk melaksanakan percepatan pengembangan energi baru terbarukan, Rukun Raharja juga melakukan kegiatan bisnis pembangkit listrik. Diharapkan hal ini bisa membantu dalam mencapai target 23% energi baru terbarukan pada bauran energi nasional di tahun 2025. 

Dimana Rukun Raharja telah menyiapkan PT Raharja Daya Energi (RDE) sebagai perusahaan pembangkit listrik dengan energi terbarukan. Perusahaan yang didirikan pada tahun 2014 tersebut tengah berpartisipasi dalam pembangunan pembangkit listrik di Indonesia. Harapannya RDE dapat menjadi perpanjangan tangan Rukun Raharja untuk berkontribusi pada pengembangan energi terbarukan di dalam negeri.

Selain RDE, Rukun Raharja Tbk PT juga telah mempersiapkan PT Adidaya Bismawisesa International (ABI). Pada tahun 2014 silam, perusahaan ini sudah menandatangani kerja sama dengan GE Distributed Power, untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga gas berkapasitas 10 megawatt di Karawang Jawa Barat. Hal tersebut menunjukkan bahwa ABI punya potensi yang menjanjikan.

Dengan banyaknya anak perusahaan, Rukun Raharja telah berkontribusi besar dalam menyediakan energi terintegrasi dari hulu ke hilir di Indonesia. Di Bursa Efek Indonesia, saham perusahaan ini bisa ditemukan dengan kode RAJA. Para pemegang saham publik dan pemangku kepentingan lainnya dapat melihat langsung kinerja keuangan perusahaan secara transparan di website resminya.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 13, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
PGAS
Emiten Syariah

(PGAS) PT Perusahaan Gas Negara Tbk : Berdiri Sejak 1863

by Minsya June 12, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Perusahaan Gas Negara tbk PT menjalankan bisnisnya dengan sebutan Pertamina gas Negara. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari Pertamina yang bergerak dalam bidang gas alam. Untuk memberikan dukungan terhadap aktivitas bisnisnya, perusahaan ini memiliki setidaknya 5703 kilometer pipa distribusi gas alam dan 5073 kilometer pipa transmisi gas.

Mengenal Sejarah Perusahaan PGAS

Perusahaan ini telah memulai sejarahnya sejak tahun 1863 sebagai perusahaan NIGM atau NV Nederlandsch-Indische Gasmaatschappij. Kemudian pada tahun 1879 perusahaan ini mulai menjalankan operasinya sebagai pabrik gas dengan bahan dasar kokas di Surabaya dan Jakarta. Setelah berekspansi ke pembangkit listrik, NIGM berganti nama menjadi OGEM.

Kepanjangan dari OGEM adalah NV Overzeese Gas en Elektriciteitsmaatschappij. Perubahan tersebut terjadi tepatnya pada tahun 1950. Selanjutnya pada tahun 1959, pemerintah indonesia memutuskan untuk menasionalisasi aset yang diperlukan untuk pembangkit listrik serta produk gas di Indonesia termasuk dengan aset dari perusahaan OGEM satu ini.

Setelah adanya keputusan tersebut, di tahun 1961 pemerintah mulai membentuk Direksi Perusahan Listrik Negara (BPU PLN) untuk mengelola perusahaan OGEM sebelumnya. Tahun 1965, usaha produksi gas yang dikelola BPU PLN dipisahkan dan menjadi Perusahaan Negara yang bernama PN Perusahaan Gas Negara dan masih digunakan hingga sekarang.

Jika sebelumnya perusahaan ini menggunakan bahan dasar berupa gas kokas, pada tahun 1974 Perusahaan Gas Negara telah beralih dengan menyalurkan gas alam. Pada tahun 1984, Perusahaan Negara ini diubah menjadi Perusahaan Umum (Perum) dan kemudian mengalami perubahan kembali menjadi Persero yang diresmikan pada tahun 1994.

Di tahun 1998, perusahaan perseroan ini telah berhasil menyelesaikan pembangunan pipa gas alam jarak jauh di sekitaran Gresik-Duri. Untuk membantu kemudahan distribusinya, perusahaan Gas Negara tbk PT inni mendirikan PT Transportasi Gas Indonesia pada tahun 2002 dengan tujuan agar proses pengoprasian jaringan pipa transmisi bisa berjalan dengan baik .

Setelah itu di tahun 2003, perusahaan kembali mengalami keberhasilan dalam melakukan pembangunan pipa transmisi gas bumi Grissik-Batam-Singapore yang dioperasikan juga oleh Transgasindo atau PT Transportasi Gas Indonesia. Setelah mengalami kemajuan, pada tahun 2003 perusahaan ini secara resmi tercatat dalam bursa efek Surabaya dan Jakarta.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

PGAS
https://pgn.co.id/

Tidak hanya berhenti disitu, perusahaan ini terus mengupgrade kinerjanya dan dibuktikan dengan keberhasilan dalam menyelesaikan pembangunan pipa gas bumi Sumatera Selatan-Jawa Barat di tahun 2007. Pembangunan tersebut terdiri dari SSWJ I yang berada di ruas Stasiun Penerima Gas Pagardewa – Bojonegoro dan SSWJ II di ruas Gresik – Muara Bekasi.

Di tahun yang sama perusahan ini juga membentuk PT PGAS Telekomunikasi Nusantara untuk bisa mengoperasikan serta melakukan pemeliharaan terhadap jaringan kabel fiber optic yang dibangun secara bersamaan dengan proses pengoprasian SCADA guna menjaga kehandalan transmisi gas bumi yang ada di kawasan area Gresik – Batam – Singapura.

Bisnis Sektor Hulu HIngga Hilir

Pada tahun 2009, perusahaan kembali membentuk PT PGAS Solution yang bertugas untuk menjalankan bisnis EPC serta Operasi dan Pemeliharaan. Setelah satu tahun kemudian, perusahaan menciptakan PT Nusantara Regas dengan Pertamina untuk menjalankan bisnis regasifikasi gas bumi dan di 2011 juga kembali mendirikan PT Saka Energi Indonesia serta PT Gagas Energi Indonesia.

Kedua perusahaan tersebut dibuat dengan tujuan untuk melakukan bisnis pada sektor hulu hingga hilir gas bumi. Seperti tak ada hentinya, perusahaan ini mendirikan PT PGN LNG Indonesia guna melakukan bisnis pengadaan dan gasifikasi LNG. Untuk menjalankan bisnis manajemen kekayaan, manajemen properti dan layanan ketenagakerjaan dibentuklah suatu perusahaan.

Perusahan yang dibentuk pada tahun 2014 tersebut bernama PT Permata Graha Nusantara. Pada tahun 2015, perseroan ini mengalami keberhasilan dalam menyelesaikan proses pembangunan pipa transmisi gas bumi Kalija I dengan panjang 210 km mulai dari Blok Kepodang sampai ke PLTG Tambak Lorok Semarang melalui PT Kalimantan Jawa Gas.

Pemerintah secara resmi mengalihkan saham mayoritas di Perusahaan Gas Negara tbk PT ini kepada Pertamina dengan tujuan untuk bisa mendirikan perusahaan induk minyak dan gas milik Negara pada April tahun 2018. Kemudian di Desember 2018, perusahaan ini juga mengakuisisi mayoritas saham yang sebelumnya dimiliki oleh PT Pertamina Gas.

Pada Desember 2021, perusahaan mulai mengumumkan akan menjalankan bisnis dengan sebutan sebagai Pertamina Gas Negara untuk bisa memperkuat posisinya sebagai bagian dari pertamina. Selanjutnya, anda perlu mengetahui jenis bisnis yang dilakukan oleh perusahaan ini agar bisa memahaminya dengan baik dan benar berbagai usahanya.

Jenis Bisnis yang Dijalankan oleh PGAS

Bisnis yang dijalankan oleh perusahaan ini terbagi menjadi 3 kategori utama yaitu distribusi dan niaga gas bumi, produksi minyak dan gas bumi serta transmisi gas bumi. Berjalannya bisnis distribusi dan transmisi gas bumi merupakan penyumbang terbesar bagi pendapatan perusahaan. Sedangkan produksi gas bumi hanya menghasilkan 10,3 juta barel setara minyak.

Untuk melakukan pengawasan operasi transmisi dan distribusi, PGN membagi bisnisnya menjadi 4 area fokus yaitu Distribusi regional I meliputi wilayah dari Sumatera Selatan, Lampung sampai Jawa Barat (termasuk Jakarta). Distribusi wilayah II meliputi wilayah sekitaran yang ada di Jawa Timur, wilayah Semarang, wilayah Tarakan dan wilayah Sorong. 

Distribusi Regional III untuk Sumatera Utara, Riau (Pekanbaru dan Dumai) serta Kepulauan Riau (Batam). Terakhir terdapat Transportasi regional meliputi jaringan transportasi gas bumi di Sumatera Selatan, Lampung serta Jawa Barat. PGN juga aktif di ruang gas alam cair (LNG), dimana perusahaan memiliki unit penyimpanan serta gasifikasi LNG terapung yang disebut FSRU Lampung. 

FSRU Lampung diselesaikan oleh Hoegh LNG Norwegia pada tahun 2014, dimana PGN menyewakan FSRU Lampung pada Hoegh LNG selama 20 tahun setelah beroperasi dengan biaya sewa harian sekitar US$200.000. FSRU Lampung mempunyai kapasitas penyimpanan LNG sebesar 170.000 M3 dan kapasitas gasifikasi sebesar 240 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD). 

Namun hingga akhir tahun 2014, FSRU Lampung hanya membantu menyalurkan 2 kargo LNG dan 1 kargo pada tahun 2015. Rendahnya utilisasi FSRU Lampung disebabkan PLN sebagai pelanggan utama tidak dapat mencapai kesepakatan hanya dengan PGN untuk memperbaiki harga sewa Lampung ke FSRU dalam proses perpanjangan kontrak. 

Hingga tahun 2019, PLN memutuskan untuk memakai FSRU Lampung hanya ketika kebutuhan gas dari pembangkit meningkat tajam serta infrastruktur yang ada tidak dapat melayaninya. PGn ini telah mengoperasikan jalur pipa distribusi gas untuk memberikan suplai gas bumi pada pembangkit listrik, Industri, usaha komersial mencakup hotel, restoran dan sebagainya.

Dalam rapat dengar pendapat Komisi VII DPR RI pada 14 Maret 2018, Asisten Menteri BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, serta Media Fajar Harry Sampurno mengatakan, isu FSRU Lampung menyebabkan pendapatan Perusahaan Gas Negara Tbk PT tahun 2017 turun tajam menjadi U$ 143,1 juta, dibandingkan dengan U$ 838 juta pada tahun 2012. 

Kode saham dari Perusahaan Gas Negara ini adalah PGAS. Pemerintah mulai menjual saham PGN ini sejak tahun 2003. Perusahaan ini mampu mendapatkan pernyataan efektif IPO dengan nominal Rp 1.296.296.000 kepada publik. Berdasarkan hal tersebut juga diketahui bahwa saham PGAS telah tercatat dalam bursa efek indonesia pada 15 Desember 2003.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 12, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
akr corporindo
Emiten Syariah

Sejarah dan Profil PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

by Minsya June 9, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Perusahaan AKR Corporindo Tbk PT (AKRA) ialah perusahaan yang menyediakan jasa solusi rantai yang terintegrasi. Perusahaan ini termasuk ke dalam deretan perusahaan swasta terbesar di Indonesia pada bidang bahan kimia dasar serta bahan bakar. Untuk mengetahui sejarah dan profil dari perusahaan AKRA, simak informasi di bawah ini.

Sejarah dari Perusahaan AKR Corporindo

AKR Corporindo Tbk atau disingkat sebagai AKRA didirikan pada tanggal 28 November 1977 di Surabaya. Namun, sebelumnya, perusahaan ini sudah memulai sejarahnya sebagai kegiatan bisnis perdagangan kimia dasar pada 1960. Diberi nama PT Aneka Kimia Raya, perusahaan tersebut sudah memulai kegiatan usaha komersialnya pada Juni 1978.

AKRA membuat tangki penyimpanan kimia dasar beserta gudang di beberapa pelabuhan Indonesia pada 1980. Kemudian, perusahaan ini resmi menguasai Bursa Efek Indonesia pada 3 Oktober 1994. Tidak sampai situ, perusahaan ini semakin mengepakkan sayapnya dengan mengubah namanya menjadi seperti sekarang yaitu AKR Corporindo dan tidak hanya berbisnis di bidang perdagangan bahan kimia pada 23 September 2004.

Sayap AKRA semakin terbuka lebar ditandai dengan mengakuisisi sebagian besar saham pabrik sorbitol yang dimiliki oleh Khalista dan Sorini. Kemudian, perusahaan ini berhasil ditetapkan sebagai perusahaan swasta nasional pertama yang mendistribusikan Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di Indonesia tepatnya pada tahun 2005.

AKRA terus mencetak sejarahnya dengan mengakuisisi beberapa pelabungan sungai di Tiongkok di tahun 2006. Perusahaan ini membeli kapal pengangkut BBM pertamanya yaitu SPOB AKRA-10. Di tahun 2010, perusahaan tersebut dinobatkan sebagai perusahaan swasta nasional pertama yang memperdagangkan BBM bersubsidi di Indonesia.

Disebut sebagai pertama yang mendistribusikan BBM bersubsidi di Indonesia, karena perusahaan ini mengoperasikan SPBKB arau Stasiun Pengisian BBM Kendaraan Bermotor serta SPBN atau Stasiun Pengisian BBM Nelayan. Berlanjut pada bulan April 2010, perusahaan ini mulai mengoperasikan fase 1 dari terminal tangki BBM.

Pengoperasian fase 1 dari terminal tangki penyimpanan BBM dilakukan melalui PT Jakarta Tank atau JTT yang didirikan dengan Vopak. Kegiatan ini dilakukan tepatnya di Tanjung Priok. Kemudian, pada 2013, AKRA mengembangkan JIIPE atau Java Integrated Industrial and Port Estate dengan Pelindo III.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

akr corporindo
https://www.akr.co.id/akr-retail-petroleum

Perlu diketahui, JIIPE ialah yang mengintegrasikan wilayah industri dengan pelabuhan laut dalam tepatnya di Gresik. AKRA membuat perjanjian joint venture di tahun 2016 untuk memperdagangkan avtur. Di 2017, BP plc bekerja sama dengan AKRA untuk mendistribusikan BBM di Indonesia.

AKRA juga memperdagangkan pelumas dari Castrol dan mendivestasi Pelabuhan Guigang, Tiongkok. Tidak sampai situ, perusahaan ini telah ditetapkan sebagai P3JBT yaitu Pelaksana Penyediaan dan Pendistribusian Jenis BBM Tertentu selama 5 tahun lamanya. AKR Corporindo Tbk PT juga melelang lahan pabrik sorbitol milik Khalista di Tiongkok dan menjalankan proyek pengembangan fase 2A.

AKR Corporindo Tbk PT diresmikan sebagai SPBU BP AKR pertama di Indonesia tepatnya di Delatinos, Serpong. Perusahaan ini juga menyerahkan sejumlah lahan 103 hektar di JIIPE kepada perusahaan Freeport Indonesia untuk digunakan sebagai lokasi smelter. Melalui PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera, AKRA dan PT Waskita Bumi Wira membuat nota kesepahaman tentang pembangunan jalan tol akses JIIPE.

AKR Corporindo Tbk PT (AKRA) membuka terminal avtur Air BP-AKR pertama yang ada di Indonesia tepatnya di Morowali. BP-AKR serta Citinine membuat kesepakatan untuk mendirikan SPBU DODO di Jawa Timur. Dengan Petronas Chemicals Group, AKRA membangun sebuah perusahaan patungan untuk digunakan sebagai tempat mendistribusikan bahan kimia di Indonesia.

Induk usaha terakhir serta induk usanya ialah PT Arthakencana Rayatama. Perusahaan ini ialah bagian dari kelompok usaha milik keluarga Soegiarto serta haryanto Adikoesoemo. Perusahaan inilah yang memegang saham sebesar 5% atau lebih dari AKR Corporindo Tbk. Di akhir 2020 perusahaan ini memiliki 13 kantor cabang dengan 20 fasilitas penyimpanan yang tersebar di penjuru Indonesia.

Bisa disimpulkan bahwa AKR Corporindo Tbk PT (AKRA) berkecimpung di sektor perdagangan, pelayanan, dan penanaman modal. Adapun sub sektornya yaitu pendistribusian barang tahan lama dan tidak tahan lama atau Wholesale (Durable and Nondurable Goods), seperti bahan bakar minyak, bahan bakar kimia, pelumas, dan logistik.

Perdagangan AKRA

Dua produk utama yang didistribusikan oleh AKRA ialah bahan bakar minyak serta bahan-bahan kimia dasar. Seperti yang telah dijelaskan bahwa perusahaan ini dinyatakan sebagai perusahaan swasta nasional pertama yang mendistribusikan bahan bakar non-subsidi. Hal ini tepatnya setelah pemerintah Indonesia meregulasikan sektor minyak dan gas.

AKR Corporindo Tbk PT meningkatkan jaringan logistiknya guna mendukung pendistribusian bahan bakar kepada para konsumennya khususnya di bidang industri bunker, listrik, serta pertambangan. Adapun fasilitas-fasilitas yang dimilikinya berupa terminal tank berkapasitas lebih dari 450,000 kiloliter yang tersebar di Indonesia. Lokasi-lokasi tersebut yaitu Kalimantan, Medan, Lampung, Surabaya, Jakarta, serta Semarang.

Perusahaan ini juga memperdagangkan bahan-bahan kimia dasar yakni bahan-bahan kimia pelarut, chloro-alkali, kimia organik maupun anorganik. Bahan-bahan kimia dasar ini digunakan oleh mayoritas perusahaan khususnya consumer goods, kaca dan tekstil. Jaringan ritelnya juga berkembang menjadi 31 SPBKB serta SBPN di 6 provinsi.

Adapun 6 lokasi SPBN dan SPBKB berada di Lampung, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur serta Sulawesi Selatan. Alokasi yang diberikan kepada perusahaan ini yaitu 267.892 kiloliter pada tahun 2013. Hal inilah yang meningkatkan volume bahan bakar bersubsidi menjadi 160% dari tahun 2012.

Jasa Logistik AKRA

AKR Corporindo Tbk PT (AKRA) juga menyediakan infrastruktur serta distribusi logistik di Indonesia maupun Republik Rakyat Tiongkok. Hal ini ditawarkan kepada pihak ketiga penyedia jasa dan manajemen kargo massal di berbagai pelabuhan besar Indonesia. Perusahaan ini juga menyediakan tangki-tangki penyimpanan, truk-truk, serta gudang bagi pihak ketiganya yang ada di Indonesia.

Melalui UEPN atau PT Usaha Era Pratama Nusantara, AKR Corporindo telah menanamkan modalnya pada peralatan-peralatan pelabuhan, yakni rubber Tyred Gantry dan Harbor Mobile Cranes di Pelabuhan Surabaya. Hal ini untuk menyediakan jasa buruh pelabuhan kepada pihak ketiga konsumennya.

Manufaktur AKRA

Anak perusahaan AKRA, Khalista memanufaktur sorbitol dari kanji. Sorbitol ialah bahan mentah yang digunakan untuk membuat pasta gigi, pemanis rendah kalori, dan obat-obatan di berbagai produk makanan. Kapasitas produksi totalnya ialah 120.000 MT per tahunnya. Produk-produk derivatif lain yang diproduksi yaitu glukosa, maltitol, dan hydrogenated maltose.

Pertambangan dan Perdagangan Batu Bara

AKR Corporindo juga memiliki saham dari Anugrah di Barito Utama, Kalimantan Tengah yang bergerak di bidang pertambangan batubara. Perusahaan ini memproduksi batubara kalori menengan yang dipasarkan kepada para konsumen wilayah Asia. AKR (Guangxi) Coal Trading Co Ltd (AGCT), anak perusahaannya menjalankan usaha pertambangan batu baranya, seperti pengangkutan serta pelabuhan sungai di Kalimantan.

Itulah informasi mengenai sejarah dan profil dari AKR Corporindo Tbk PT (AKRA). Dapat diketahui bahwa perusahaan ini berasal dari perusahaan kecil yang terus mengalami perkembangan hingga kini. Adapun sektor bisnisnya berkecimpung pada bahan bakar minyak, pelumas, bahan bakar kimia, batu bara, logistik, dan pengelolaan kawasan industri.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 9, 2023 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
saham syariah
Emiten Syariah

Daftar Saham Syariah Terbaik di Awal Tahun 2023

by Minsya February 16, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Bagi investor yang memiliki keraguan terhadap kehalalan aset yang akan dibeli, saham syariah merupakan pilihan yang tepat. Prinsip emiten yang diterapkan dalam saham syariah adalah adanya aktivitas musyarakah atau syirkah, di mana investor menyertakan modal dan berhak atas keuntungan dari investasi tersebut.

Namun, sebelum berinvestasi dalam saham syariah, sebaiknya melakukan riset dan analisis yang mendalam mengenai perusahaan-perusahaan yang akan diinvestasikan. Meskipun saham syariah dianggap sebagai investasi yang aman dan sesuai dengan prinsip syariah, investor harus tetap waspada terhadap risiko yang terkait dengan investasi saham, seperti risiko pasar dan risiko perusahaan.

Kriteria Saham Syariah

Tidak semua perusahaan dapat masuk ke dalam kategori saham syariah. Ada dua aturan penting yang harus dipenuhi. Pertama, saham harus memenuhi kriteria seleksi yang ditentukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui regulasi No. 35/POJK.04/2017 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah. Kedua, saham harus dicatatkan oleh emiten sebagai saham syariah sesuai dengan ketentuan OJK nomor 17/POJK.04/2015.

Saham syariah harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu yang telah ditetapkan oleh OJK. Beberapa kriteria tersebut meliputi perusahaan yang tidak melakukan bisnis perjudian, perdagangan tanpa pengiriman barang atau jasa, layanan keuangan yang bersifat ribawi seperti bank, lembaga pembiayaan konvensional, dan asuransi konvensional, serta beberapa kriteria lainnya.

Dengan memenuhi kriteria-kriteria tersebut, saham syariah dapat dianggap sebagai investasi yang halal dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Hal ini karena saham syariah telah disaring secara ketat dan hanya memasukkan perusahaan yang menjalankan bisnis yang halal dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

saham syariah
freepik.com

Saham Syariah Terbaik di Awal 2023

1. Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

Bank Syariah Indonesia (BRIS) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 42,2% menjadi Rp 4,3 triliun pada tahun 2022. Kenaikan laba ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan bunga sebesar 22,3% dan kenaikan pendapatan jasa keuangan lainnya sebesar 61,1%. 

Total aset BRIS juga mengalami pertumbuhan sebesar 20,8% menjadi Rp 114,4 triliun pada akhir tahun 2022. Bank ini terus mengalami pertumbuhan yang positif di tengah persaingan ketat dalam industri perbankan. Dengan performa keuangan yang baik, BRIS berharap dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan mengoptimalkan kinerja keuangan di masa yang akan datang. Per tanggal 14 Februari 2023 performance kenaikan saham BRIS mencapai 7,75%.

2. Semen Indonesia (PERSERO) Tbk (SMGR)

Kinerja keuangan saham syariah sektor semen diproyeksikan akan pulih di tahun 2023. Salah satu pilihan teratas adalah saham Semen Indonesia (SMGR). Pada 2022, harga saham SMGR turun 12,06% dengan kinerja operasional terdampak pandemi. Namun, pada kuartal ketiga 2022, SMGR mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 89,8% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Selain itu, proyeksi harga jual semen yang lebih tinggi diperkirakan akan mendukung peningkatan kinerja keuangan SMGR di tahun 2023. Sebagai produsen semen terbesar di Indonesia, SMGR memegang posisi yang kuat dalam industri konstruksi dan diharapkan akan menjadi pemain utama dalam proyek-proyek infrastruktur yang sedang berlangsung di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kinerja saham SMGR di masa depan. Per tanggal 14 Februari 2023 performance kenaikan saham SMGR mencapai 16,35%.

3. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)

Saham syariah selanjutnya, Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat penjualan 13,5 juta ton semen hingga Oktober 2022. Jumlah ini naik 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 12,7 juta ton. Dalam laporan keuangannya, perseroan mengungkapkan bahwa penjualan domestik mencapai 11,3 juta ton atau naik 3% YoY, sementara penjualan ekspor sebesar 2,2 juta ton atau naik 22% YoY.

 INTP mengatakan bahwa peningkatan penjualan sejalan dengan pemulihan ekonomi dan konstruksi di Indonesia. Di sisi lain, INTP terus meningkatkan kapasitas produksi semen dan berencana untuk membuka pabrik baru di Lampung pada 2023, yang dapat meningkatkan produksinya menjadi 40 juta ton per tahun. Per tanggal 14 Februari 2023 performance kenaikan saham INTP mencapai 15,15%.

4. Aneka Tambang Tbk (ANTM)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) merilis laporan kinerja operasional perusahaan selama 2022. Dalam laporan tersebut, ANTM mencatatkan kinerja operasional yang baik sepanjang tahun 2022 dengan capaian produksi beberapa komoditas unggulannya. ANTM mencatatkan kenaikan produksi nikel sebesar 13,3% menjadi 63.101 ton, sementara produksi emas naik sebesar 18,9% menjadi 885 kg.

Sedangkan produksi bauksit mengalami penurunan sebesar 4,4% menjadi 4,9 juta ton. Selain itu, ANTM juga mengalami kenaikan pendapatan yang signifikan di sektor penjualan nikel dan emas. Hal ini didukung oleh harga nikel yang meningkat seiring dengan peningkatan permintaan global.

Meski harga bauksit mengalami penurunan, namun pendapatan dari penjualan bauksit berhasil tumbuh sebesar 7,2% pada 2022. Dalam laporan tersebut, ANTM juga menyoroti proyek tambang baru yang akan segera diluncurkan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk tambang tembaga dan emas. Per tanggal 14 Februari 2023 performance kenaikan saham ANTM mencapai 12,85%.

5. Barito Pasific Tbk (BRPT)

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengumumkan penurunan laba bersih dalam laporan keuangan kuartal III-2022. Laba bersih turun 40,19% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 613 miliar. Hal ini disebabkan oleh penurunan pendapatan dari divisi forestry dan agribisnis yang mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Meskipun mengalami penurunan laba, saham syariah ini tetap berfokus pada strategi pertumbuhan jangka panjang dengan melakukan investasi di sektor infrastruktur dan meningkatkan kapasitas produksi pabrik pupuk. Perusahaan juga berencana untuk mengevaluasi portofolio bisnis yang dimilikinya untuk mengoptimalkan kinerja keuangan.

Dengan strategi ini, perusahaan berharap dapat meningkatkan performa keuangan pada kuartal-kuartal berikutnya. Per tanggal 14 Februari 2023 performance kenaikan saham BRPT mencapai 11,92%.

6. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)

Berdasarkan laporan keuangan tahunan, pendapatan dan laba bersih SIDO turun di akhir tahun 2022. Laba bersih perusahaan turun 12,69% menjadi Rp1,10 triliun dibandingkan dengan laba bersih pada 2021. Penjualan perusahaan mencapai Rp3,86 triliun, turun 3,98% dibandingkan dengan penjualan SIDO pada 2021.

SIDO memperoleh penjualan dari tiga segmen bisnis dan segmen jamu herbal dan suplemen menjadi segmen dengan penjualan terbesar senilai Rp2,63 triliun atau 68,13% dari total pendapatan SIDO. Penjualan di segmen ini turun sebesar 2,23% secara tahunan. Per tanggal 14 Februari 2023 performance kenaikan saham SIDO mencapai 9,93%.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

February 16, 2023 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
Emiten Syariah

SCMA: Apakah Akan Diuntungkan Karena World Cup Qatar 2022?

by Minsya November 24, 2022
written by Minsya 4 minutes read

SCMA dan Piala Dunia Qatar 2022 sedang menjadi sorotan dunia. Dari mulai kontroversi sebelum piala dunia di mulai hingga sensasi gelaran yang mewah nan glamor ala sultan minyak Arab. Seluruh mata sedang tertuju kesana, terutama bagi insan pencinta sepakbola dalam negeri. Momen satu kali setiap 4 tahun ini tentunya menjadi momen yang sangat menguntungkan untuk beberapa pihak. Siapa lagi kalo bukan pihak yang mendapatkan hak lisensi penyiaran pertandingan Piala Dunia di Indonesia.

Hanya ada satu pihak (company) saja yang mendapatkan hak ini di Indonesia, yaitu PT Surya Citra Media Tbk. (kode saham: SCMA). SCMA selaku raksasa pertelevisian Indonesia memang seringkali mendapatkan hak siar ajang sepakbola begengsi seperti Premier League (Liga Inggris). Sehingga, karena hanya ada satu perusahaan yang memiliki lisensi ini, maka akan membuat SCMA diuntungkan di momen kali ini. Viewers channel SCMA akan meningkat dan rate iklan akan meningkat juga.

Lalu bagaimana prospek dan kinerja bisnis SCMA? Dan bagaiman kinerja keuangannya saat ini? Let’s go kita bahas sama-sama.

SCMA Mulai Fokus Ke Media Digital

Sebelum kita bahas mengenai kinerja keuangan, kita perlu tahu dulu apa bisnis yang dijalani oleh SCMA. SCMA pada dasarnya merupakan perusahaan media. SCMA memiliki dua bisnis media televisi, yaitu SCTV (Surya Citra Televisi) dan Indosiar. Dua televisi inilah yang menjadi core bisnis dari SCMA.

Namun, SCMA ternyata tidak hanya mengandalkan media televisi saja tapi juga memiliki media digital untuk menghadapi perkembangan zaman dan permintaan dari konsumen. SCMA memiliki beberapa portal website seperti Liputan 6, Kapan Lagi Dot Com, Fimela, Bola Net, Bola Dot Com, Merdeka, Otosia. 

SCMA

Selain website, SCMA juga merupakan pemilik media digital Vidio.com – salah satu pemain OTT (Over The Top) terbesar di Indonesia. Dan bahkan sudah mampu mengalahkan pamor Netflix dan Disney+ di Indonesia. Vidio cukup ramai di gandrungi anak muda dalam negeri karena konten original (film dan series) asli karya Indonesianya. 

Baca Juga : Yuk Pahami Lebih Jauh Analisis Fundamental Saham untuk Pemula

Source of Growth Baru: Vidio.com

Vidio sendiri sudah berdiri sejak tahun 2014 lalu dan dimiliki oleh PT Kreatif Media Karya. Yang mana perusahaan tersebut sebenarnya juga punya hubungan afiliasi dengan SCMA dan grup Emtek. Namun, pada tahun 2019, kepemilikan berganti ke tangan SCMA. 

Vidio.com menunjukkan perkembangan yang masif semenjak di bawah SCMA. Dari tahun 2020 hingga TTM Q3 2022, pendapatan Vidio bertumbuh 53% secara CAGR. Di tahun 2020 lalu, pendapatan Vidio sebesar Rp 301 Miliar. Dan perkiraannya hingga akhir tahun 2022, pendapatan Vidio sudah mencapai Rp 703 Miliar. Pandemi Covid-19 dan kebijakan PPKM juga menjadi “berkah” tersendiri bagi Vidio dengan terus mencatatkan angka pengguna aktif aplikasi Vidio. Masyarakat yang juga sudah bosan harus stay di rumah terus, tentunya akan memilih media OTT seperti Vidio.com untuk menjadi alternative hiburan.

Meskipun begitu, Vidio.com sayangnya masih mencatatkan kerugian operasional dan belum mampu membukukan profit. Selayaknya perusahaan semacam Netflix dan Disney+, memang wajar Vidio diawal perkembangannya masih merugi. Apalagi kedepanya Vidio semakin serius dalam meningkatkan persediaan konten original mereka. Dan ini membutuhkan capex yang tentunya tidak sedikit. Dan hal ini sudah terlihat di tahun ini, dimana kerugian Vidio membengkak dibandingkan tahun sebelumnya.

Kinerja Keuangan Yang Tetap Solid

Perusahaan media televisi seperti SCMA sempat “dijauhi” pasar karena disrupsi media digital advertising seperti facebook, goggle, dll. Namun, hingga kini kinerja SCMA masih cukup solid. Dan termasuk perusahaan yang cukup profitable. Hal ini bisa terlihat dari tangkat ROE yang selalu konsisten >10% setiap tahunnya.

Bahkan ROE SCMA pernah mencapai 34% di tahun 2017. Meskipun saat ini ROE turun ke angka 15%. Mengapa? Karena pengaruh kerugian dari Vidio.com, sehingga terlihat digambar dibawah net profit SCMA berfluktuatif. Padahal jika kita lihat pendapatan selalu mengalami pertumbuhan setiap tahunnya (kecuali tahun 2020 karena efek pandemi).

SCMA termasuk emiten yang kurang bergantung dengan utang dalam operasionalnya. Terlihat dari angka DER yang hanya sebesar 0,33 kali. Artinya utang/liabilitas hanya sekitar 33 persen dari ekuitas. Likuiditas sendiri juga cukup baik dan likuid dengan liquidity ratio (aset lancar dibandingkan dengan liabilitas lancar) sebesar 4,31 kali.

Cash SCMA juga terlihat masih besar. Dimana cash ratio sebesar 1,32 kali. Hal ini juga karena efek investasi yang baru masuk ke Vidio.com ditahun 2022 ini. Diantaranya adalah dari Grab, PT Dian Swastika Sentosa, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. sebanyak $ 45 juta. 

Jadi, bagaimana pendapatmu terkait SCMA? Apakah momen piala dunia akan meningkatkan pendapatan di akhir tahun ini? Apakah layak untuk masuk ke portofolio investasi kita? Apakah Vidio akan mampu meraih laba di masa depan? Sampaikan pendapatmu di kolom komentar.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

Yoga Ahmad Gifari (Rusia)
Stock market Analyst & enthusiastic with sharia stock market.

November 24, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Saham Syariah Sektor Energi
Emiten Syariah

Update! 52 Saham Syariah Sektor Energi 2022

by Minsya September 26, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Daftar Saham Syariah Sektor Energi

Saham Syariah Sektor Energi
freepik.com

Berikut ini Daftar Saham Syariah Sektor Energi Tahun 2022 :

No. Kode Saham Nama Penerbit Efek
1 ADRO PT. Adaro Energy Indonesia Tbk.
2 AIMS PT. Akbar Indo Makmur Stimec Tbk.
3 AKRA PT. AKR Corporindo Tbk.
4 APEX PT. Apexindo Pratama Duta Tbk.
5 ARII PT. Atlas Resources Tbk.
6 BBRM PT. Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk.
7 BESS PT. Batulicin Nusantara Maritim Tbk.
8 BOSS PT. Borneo Olah Sarana Sukses Tbk.
9 BSSR PT. Baramulti Suksessarana Tbk.
10 BYAN PT. Bayan Resources Tbk.
11 CANI PT. Capitol Nusantara Indonesia Tbk.
12 DEWA PT. Darma Henwa Tbk.
13 DSSA PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk.
14 DWGL PT. Dwi Guna Laksana Tbk.
15 ELSA PT. Elnusa Tbk.
16 ENRG PT. Energi Mega Persada Tbk.
17 FIRE PT. Alfa Energi Investama Tbk.
18 GEMS PT. Golden Energy Mines Tbk.
19 GTSI PT. GTS Internasional Tbk.
20 HITS PT. Humpuss Intermoda Transportasi Tbk.
21 HRUM PT. Harum Energy Tbk.
22 ITMA PT. Sumber Energi Andalan Tbk.
23 ITMG PT. Indo Tambangraya Megah Tbk.
24 KKGI PT. Resource Alam Indonesia Tbk.
25 KOPI PT. Mitra Energi Persada Tbk.
26 MBAP PT. Mitrabara Adiperdana Tbk.
27 MBSS PT. Mitrabahtera Segara Sejati Tbk.
28 MCOL PT. Prima Andalan Mandiri Tbk.
29 MITI PT. Mitra Investindo Tbk.
30 MTFN PT. Capitalinc Investment Tbk.
31 MYOH PT. Samindo Resources Tbk.
32 PGAS PT. Perusahaan Gas Negara Tbk.
33 PKPK PT. Perdana Karya Perkasa Tbk.
34 PSSI PT. Pelita Samudera Shipping Tbk.
35 PTBA PT. Bukit Asam Tbk.
36 PTRO PT. Petrosea Tbk.
37 RAJA PT. Rukun Raharja Tbk.
38 RIGS PT. Rig Tenders Indonesia Tbk.
39 RMKE PT. RMK Energy Tbk.
40 SEMA PT. Semacom Integrated Tbk.
41 SGER PT. Sumber Global Energy Tbk.
42 SHIP PT. Sillo Maritime Perdana Tbk.
43 SICO PT. Sigma Energy Compressindo Tbk.
44 SMMT PT. Golden Eagle Energy Tbk.
45 SOCI PT. Soechi Lines Tbk.
46 SURE PT. Super Energy Tbk.
47 TAMU PT. Pelayaran Tamarin Samudra Tbk.
48 TCPI PT. Transcoal Pacific Tbk.
49 TEBE PT. Dana Brata Luhur Tbk.
50 TPMA PT. Trans Power Marine Tbk.
51 UNIQ PT. Ulima Nitra Tbk.
52 WINS PT. Wintermar Offshore Marine Tbk.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

Salah satu indeks yang terdapat di BEI adalah ISSI. Menurut BEI, ISSI merupakan indikator dari kinerja seluruh saham syariah yang tercatat di BEI. Namun, BEI tidak melakukan seleksi saham syariah yang masuk ke dalam ISSI karena komponen perhitungan ISSI adalah saham yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES).

Jadi, seluruh saham syariah yang masuk dalam DES otomatis dihitung dalam perhitungan ISSI. Komponen ISSI diseleksi ulang dua kali dalam setahun, yaitu setiap bulan Mei dan November, mengikuti jadwal review Daftar Efek Syariah (DES). Inilah penyebab dari adanya saham syariah yang masuk dan keluar dari ISSI.

Untuk mengunduh daftar selengkapnya saham-saham yang masuk perhitungan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) per 01 Juli 2022, silakan klik tautan berikut ini:
Daftar Saham Konstituen ISSI Per 1 Juli 2022

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

September 26, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
BRIS
Berita Saham SyariahEmiten Syariah

Breaking News!! BRIS Bukukan Pertumbuhan Laba di Atas 40%

by Minsya August 26, 2022
written by Minsya 1 minutes read

Kinerja BRIS

BRIS

Salah satu emiten syariah yang sering dinantikan perkembangannya adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). Dari laporan bulan Juli 2022, BRIS tercatat membukukan pertumbuuhan aset dari Rp 251 T di tahun lalu menjadi Rp 280 T atau naik sebesar 11,54%. Sementara itu total ekuitas juga mengalami kenaikan 13,02 % dibandingkan periode tujuh bulanan tahun 2021, dari Rp 23,61 T menjadi Rp 26,68 T.

Dari sisi pendapatan, BRIS juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,78% dari Rp 10,96 T menjadi Rp 11,48 T. Kenaikan pendapatan ini juga berimbas pada pertumbuhan laba kotor sebesar 11,55% dari Rp 8,29 T menjadi Rp 9,25 T. Begitu juga dengan laba sebelum pajak yang tumbuh signifikan sebesar 36,37% dari Rp 2,4 T menjadi Rp 3,27 T.

Baca Juga : Investor Syariah Merapat! Update Terbaru Kinerja Saham BTPS 2022

Terakhir, laba bersih per Juli 2022 juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 43,06% dari Rp 1,74 T menjadi Rp 2.40 T. Dari torehan ini, diperoleh rasio imbal hasil atas ekuitas (ROE) sebesar 15,97% (disetahunkan) dan rasio harga dibanding laba bersih (PER) sebesar 14,57 kali di harga Rp 1525.

Ulasan selengkapnya terkait kinerja terkini BRIS dapat disimak di https://youtu.be/P27brfeJRBY

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 26, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Emiten Syariah

Investor Syariah Merapat! Update Terbaru Kinerja Saham BTPS 2022

by Minsya August 10, 2022
written by Minsya 4 minutes read

Pandemi Covid-19 bukanlah hal yang mudah bagi dunia bisnis di seluruh dunia. Lockdown membuat beberapa operasional bisnis terhambat. Dan tidak sedikit pun juga yang akhirnya justru gulung tikar karena tidak bisa melanjutkan operasional bisnis. Meskipun, ada beberapa perusahaan juga yang akhirnya bisa beradaptasi dan justru diuntungkan karena adanya pandemi ini. Misalnya Saham BTPS.

Industri keuangan sebagai backbone ekonomi nasional pun terdampak signifikan karena situasi Covid-19. Hingga kemudian, sebagian besar debitur perbankan mengalami penurunan kemampuan pembayaran cicilan akibat terdampak pandemi.

Namun, beruntung beberapa bank bisa survive dan kembali pulih kinerjanya memasuki tahun 2022 ini. Salah satu bank syariah yang kinerjanya cukup resilien adalah saham BTPS. BTPS menjadi salah satu dari 4 bank syariah yang listing di bursa. Sekaligus menjadi bank yang cukup profitable di bursa. Sebelumnya kami sudah pernah membahas kinerja BTPS di artikel sebelumnya. Anda bisa membacanya disini.

Lalu, bagaimana update kinerja Saham BTPS hingga semester I 2022 ini. So, stay tune hingga akhir artikel ya.

Saham BTPS Kembali Ke Pertumbuhan Double Digit

Memasuki 1H 2022 ini, BTPS mulai menunjukkan recovery. BTPS berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 2.6 Triliun di 1H 2022, naik 12% dibandingkan 1H 2021 yang sebesar Rp 2.3 Triliun. Kinerja yang cukup impresif dan menunjukkan tanda pemulihan debitur BTPS. Menariknya, ditahun sebelum pandemi kinerja BTPS bisa lebih baik dengan konsisten membukukan pertumbuhan >15%. Sehingga, kita bisa berharap BTPS kedepan akan kembali ke angka pertumbuhan yang pernah diraih ketika pra-pandemi.

pendapatan btps

Dari segi laba bersih, BTPS juga menorehkan kinerja yang impresif. Laba bersih di 1H 2022 sebesar Rp 856 Miliar, naik 11.3% dibandingkan 1H 2021 yang sebesar Rp 769 Miliar. Hal ini juga sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang ditorehkan oleh BTPS. Hal ini juga membuat ROE dari BTPS masih terjaga di angka 22,9%, masih unggul dibandingkan bank besar lain seperti BRIS (15%). Sebelumnya, ROE BTPS bahkan pernah mencapai angka 28%.

laba bersih btps

Pertumbuhan Kredit Mulai Melaju Kembali

Kinerja pendapatan dan laba bersih yang impresif tidak lepas dari pertumbuhan penyaluran pembiayaan saham BTPS. Sampai Q2 2022, total nilai pembiayaan murabahah BTPS sebesar Rp 11,1 Triliun, tumbuh 11% dibandingkan Q2 2021 yang sebesar Rp 10,1 Triliun.

Pandemi covid-19 membuat pertumbuhan pembiayaan BTPS sempat terhambat karena segmen pra sejahtera yang cukup rentan terdampak ketika ekonomi melemah. Namun, memasuk semester I 2022 ini, segmen pra sejahtera yang menjadi target pembiayaan BTPS mulai mengalami pemulihan. Harapannya, dengan semakin membaiknya perekonomian Indonesia dan tidak adanya kebijakan lockdown atau PPKM, pertumbuhan pembiayaan bisa kembali bertumbuh double digit.

piutang murbahah btps

Baca Juga : 5 Daftar Saham Syariah Terbaik (Blue Chip) di Indonesia

Ratio-Ratio Perbankan Yang Ciamik

Dalam menganalisa bisnis perbankan, kita juga perlu memantau rasio-rasio keuangan tertentu dalam menilai kinerjanya. Yang pertama, rasio BOPO yang membandingkan beban operasional dengan pendapatan operasional BTPS. Semakin rendah berarti semakin baik. Sedangkan CIR (Cost to Income Rato), rumusnya sama dengan BOPO. Namun dalam CIR, beban CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) harus dikeluarkan terlebih dahulu.

Terlihat rasio CIR dan BOPO masih stabil diangka 39% dan 57%. Yang menandakan kegiatan beban operasional BTPS masih tetap terjaga dengan baik dan stabil mengikuti pendapatan operasional. 

Kemudian, rasio selanjutnya adalah NPF gross yang menghitung berapa persen pembiayaan yang bermasalah atau menunggak > 90 hari dibandingkan total nilai pembiayaan. NPF Gross BTPS masih berhasil di pertahankan diangka 2,5%. Hasil yang cukup impresif jika melihat segmen pra sejahtera yang sangat terpukul akibat pandemi Covid-19. Angka ini juga masih dibawah standar dari OJK yang sebesar 5%.

Sedangkan NPF Net (pembiayaan yang menunggak > 180 hari) hanya sekitar 0.2% saja. Ini menunjukkan resiliensi bisnis BTPS dikala masa sulit pun masih bisa mempertahankan kinerja bisnisnya.

Loan Provision Coverage yang menghitung berapa persen CKPN yang disisihkan BTPS untuk mengcover pembiayaan bermasalah juga tergolong sangat baik. Manajemen BTPS sudah menyiapkan 236% dari total pembiayaan bermasalah BTPS. Sehingga, BTPS sendiri sudah sangat siap jika kedepan akan ada pembiayaan yang macet dan tidak harus menyisihkan banyak CKPN di tahun mendatang. Sehingga, tidak menggerus laba bersih BTPS kedepannya.

saham btps

BTPS Mendirikan Anak Usaha Modal Ventura Syariah

Salah satu langkah menarik saham BTPS di tahun ini adalah BTPS telah resmi membentuk anak usaha yang bergerak sebagai modal ventura (atau istilah kerennya VC) yang berbasis syariah. BTPS bersama dengan induknya, BTPN memegang saham dari BTPS Ventura ini. Hal ini merupakan upaya dari BTPS untuk mempercepat pembentukan ekosistem digital syariah.

Sebagai langkah awal, BTPS Ventura telah berinvestasi sebesar $6,6 juta untuk pendanaan Pra-Seri B di startup rural e-commerce, Dagangan. Dagangan sendiri merupakan startup yang fokus menyediakan platform untuk menghubungkan antara pedagang atau pemilik toko di daerah/desa ke pemilik toko yang lebih besar yang di kota. Harapannya, dengan kolaborasi antara dagangan dan BTPS yang memiliki ekosistem pembiayaan pada masyarakat pra sejahtera akan meningkatkan potensi pendapatan dari kedua belah pihak.   

Bagaimana, setelah mengetahui update kinerja BTPS terbaru, apakah tertarik untuk masuk ke saham ini? Sharing pendapatmu soal BTPS di kolom komentar, ya.

Untuk kamu yang ingin mendaptkan insight soal keuangan dan investasi kunjungi akun @berduit.

Jangan lupa cek saham kamu di : https://syariahsaham.id/cek-saham-syariah/

Yoga Ahmad Gifari (Rusia)
Stock market Analyst & enthusiastic with sharia stock market.

August 10, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
SAHAM KLINKO
Emiten Syariah

Saham Klinko : Optimis Makin Klincong Usai IPO 23 Miliar

by Minsya August 5, 2022
written by Minsya 4 minutes read

Saham KLINKO

Jakarta, 5 Agustus 2022- Perusahaan produsen alat kebersihan ramah lingkungan saham KLINKO, PT Klinko Karya Imaji Tbk (KLIN), optimistis mencetak kinerja bisnis dan pendapatan yang lebih tinggi pada tahun ini, seiring aksi korporasi perseroan untuk go public dan potensi pasar produk ramah lingkungan yang kian menjanjikan.

Saat ini, isu pemanasan global yang diusung masyarakat dunia telah meningkatkan kesadaran untuk menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan. Tak banyak produsen atau perusahaan yang menggunakan bahan baku dari daur ulang limbah. Dari jumlah yang tak banyak itu terselip nama PT Klinko Karya Imaji, Tbk (KLIN).

“Momentum peningkatan kesadaran masyarakat akan produk ramah lingkungan akan menjadi penopang kekuatan bisnis perusahaan. Pasca pandemi pun bisnis kami akan tetap tumbuh. Kami berkeyakinan pendapatan kami pada tahun ini bisa mencapai pendapatan usaha yang meningkat tajam,” terang Sisse Paloma, Direktur Keuangan KLIN dalam diskusi daring Investment Talk “KLIN: PENDATANG BARU ISSI”, Kamis sore (4/8).

Peningkatan kesadaran masyarakat akan produk ramah lingkungan tersebut tentu menjadi potensi tersendiri bagi saham KLINKO dalam mengembangkan bisnisnya. Kinerja Perseroan pun telah teruji saat pandemi Covid-19 berlangsung, di mana pendapatan usaha mengalami peningkatan signifikan.

Pendapatan Meningkat

Pada 2020, pendapatan usaha KLIN mencapai Rp2,7 miliar, lalu pada 2021 meningkat menjadi Rp3,9 miliar. Hingga posisi Juni 2022 pendapatan saham KLINKO telah mencapai Rp2,8 miliar, meningkat sebesar 100% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Terkait peluang yang ada, produsen alat-alat kebersihan ini berencana melakukan ekspansi. Untuk menopang ekspansi ini, KLIN mantap melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Perseroan telah mendapatkan persetujuan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan penawaran perdana umum saham pada 2-5 Agustus 2022 dan listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Agustus 2022.

Pada penawaran umum perdana saham, KLIN juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 57.500.000 Waran Seri I yang diberikan secara cuma-uma kepada pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal penjatahan.

Ekspor 7 Negara

“Pasar kami sangat potensial, baik domestik maupun mancanegara. Ke depan, kami akan terus meningkatkannya, termasuk kapasitas produksi, jaringan maupun distribusi. Berbagai jalinan kerja sama dengan pasar retail modern pun tengah digencarkan, salah satunya dengan MR.DIY. Dengan MR.DIY pun rencananya tak hanya di outlet dalam negeri, tapi juga di Malaysia yang notabene jumlah outletnya jauh lebih banyak,” papar Anggun Supanji, Direktur Utama KLIN.

Melihat potensi yang ada, Anggun pun mendorong KLIN untuk meningkatkan skala bisnisnya. “Melalui IPO ini, kami ingin memberikan peluang bagi investor publik untuk memiliki perusahaan ini. Selain nilai ekonomi yang tinggi, juga nilai terhadap lingkungan. Mengolah limbah tekstil menjadi produk yang bernilai tinggi,” terang Anggun.

Sementara itu, Sisse menambahkan pendapatan dan bisnis Perseroan diyakini terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. Pasar ekspor produk daur ulang dinilai sangat potensial dan mendapatkan respons positif. Selain itu, Sisse menerangkan bahwa pertumbuhan penduduk pasti akan membutuhkan alat-alat kebersihan. Jadi, bukan hanya karena ada pandemi.

Baca Juga : 5 Daftar Saham Syariah Terbaik (Blue Chip) di Indonesia

SAHAM KLINKO
https://klinko.id/

Oversubscribe Pemesanan IPO

IPO yang digelar oleh perusahaan yang mengusung tagline “cleaning with colors” ini mendapatkan respons positif dari pasar, yang ditandai dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 200% atau 2 kali. Untuk harga penawaran saham ditetapkan sebesar Rp100. Dalam IPO ini, KLIN akan melepas 230 juta lembar saham atau sebesar 17,59% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.  Dari penawaran saham ini, KLIN akan mendapatkan dana sebesar Rp23 miliar.

Dana hasil IPO sebesar 40% akan digunakan untuk kebutuhan pembangunan kantor pusat, area produksi, dan gudang bahan baku. Sekitar 38,75% akan digunakan untuk kebutuhan belanja modal, seperti penambahan fasilitas produksi dan mesin. Lalu, sebesar 21,25% akan digunakan untuk keperluan modal kerja, seperti pembelian bahan baku.

Masuk Daftar Saham Syariah

Selain itu, efek yang diterbitkan KLIN ini terdaftar sebagai efek syariah sesuai dengan ketentuan dan kriteria yang berlaku, serta telah diumumkan oleh OJK. Efek ini tercatat ke dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).

Menurut Ady Nugraha, Co-Founder Komunitas Syariah Saham, penentuan efek yang diterbitkan KLIN sebagai efek syariah dan masuk ke dalam ISSI telah sesuai dengan ketentuan dan kriteria yang berlaku. Baik ketentuan dan kriteria OJK, maupun fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

“Kegiatan yang dijalankan KLIN tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah, seperti perjudian dan sejenisnya, perdagangan yang dilarang, jasa keuangan ribawi, serta produksi atau distribusi barang haram. Begitupun dengan krieria keuangan, KLIN tidak memiliki utang bunga dan pendapatan non-halal,” terang Ady.

Ady juga menjelaskan bahwa KLIN menjadi salah satu perusahaan yang melakukan IPO bukan untuk membayar utang, namun ekspansi usaha. Tentu hal ini menjadi salah satu penilaian bagi daya tarik investor. Namun demikian, dia juga menyarankan kepada setiap investor untuk jeli dan menganalisis sebelum melakukan pembelian saham. Prospek pasar dan barang yang diproduksi bisa menjadi penentu bagi kinerja ke depan, baik kinerja Perseroan maupun sahamnya.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 5, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Rekomendasi Saham Syariah Hari Ini
Emiten Syariah

Inilah 7 Rekomendasi Saham Syariah Hari Ini

by Minsya July 26, 2022
written by Minsya 4 minutes read

Rekomendasi saham syariah hari Ini akan bisa menjadi referensi bagi Anda yang ingin membeli saham syariah dan memperoleh keuntungan yang melimpah. Saham syariah sendiri merupakan jenis saham yang baru baru ini menjadi primadona bagi para investor.

Bukan hanya karena saham syariah merupakan saham yang aman dan mengikuti prinsip syariah islam. Namun juga karena nilai saham syariah yang cukup menguntungkan. Apalagi untuk masuk ke dalam kategori saham syariah terdapat beberapa kriteria yang harus terpenuhi oleh sebuah perusahaan atau emiten.

Namun meski begitu rupanya hal tersebut bukanlah kendala bagi beberapa perusahaan atau emiten untuk menerbitkan saham syariah. Contohnya seperti beberapa daftar saham yang termasuk dalam rekomendasi saham hari ini.

Rekomendasi Saham Syariah Hari Ini

Daftar saham ini akan selalu update setiap hari. Apalagi suatu saham atau emiten dapat menerbitkan saham syariah jika memenuhi kriteria sebagai saham syariah. Selain itu setiap emiten atau saham akan mendapatkan pengawasan dari OJK.

Terdapat juga Daftar Efek Syariah yang akan mengawasi setiap saham dan emiten yang termasuk ke dalam kategori syariah. Karena jika emiten atau saham telah melanggar ketentuan yang berlaku atau tidak sesuai dengan syariat Islam. Maka DES akan mengeluarkannya dari daftar rekomendasi saham syariah.

Nah, untuk lebih jelasnya berikut ini adalah rekomendasi saham syariah hari ini:

Baca Juga : 5 Daftar Saham Syariah Terbaik (Blue Chip) di Indonesia

Rekomendasi Saham Syariah Hari Ini
freepik.com

1. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)

Rekomendasi pertama datang dari PT Elang Mahkota Teknologi (EMTK) atau yang bisa Anda kenal dengan Emtek. Emiten ini termasuk ke dalam salah satu daftar saham syariah terbaik di tahun 2022 ini. Bahkan Emtek dinilai akan potensial selama sepanjang tahun.

Hal ini berdasarkan pada fakta masuknya mitra strategis Emtek. Seperti Singtel dan Grab pada saham bank digital perseroan. Sehingga menjadikan emiten ini memiliki potensi untuk mencatatkan kinerja yang menjanjikan di tahun 2022 ini.

2. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

Daftar rekomendasi saham syariah hari ini berikutnya datang dari PT Telkom tbk. Perusahaan telekomunikasi publik ini berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp. 106 triliun dengan laba sebesar Rp. 25,7 triliun.

Perolehan ini mengalami kenaikan dari tahun 2020 kemarin sehingga menjadikan emiten ini masuk ke dalam LQ45 serta Jakarta Islamic Index (JII). Setelah mengalami kenaikan kinerja yang bagus di tahun 2021 dan 2022.  Emiten ini diperkirakan akan stabil dan potensial hingga akhir tahun 2022 ini.

3. PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP)

Pada kuartal ke 1 tahun 2022 kemarin, emiten ini berhasil mencatatkan penghasilan yang sangat tinggi. Dengan laba sebesar Rp. 6,2 triliun dari total pendapatan sebesar Rp. 42 triliun. Membuat emiten ini cukup menjanjikan.

4. PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA)

Emiten dari sektor peternakan ini juga cukup potensial di tahun ini. Karena berhasil mencatatkan kinerja yang cukup positif pada kuartal ke 3 di tahun 2021 kemarin. Bahkan pada September 2021 kemarin perusahaan ini mampu mendapatkan laba sekitar Rp. 1.6 triliun.

Sehingga pada Februari 2022 kemarin, saham emiten ini terjual dengan harga Rp. 1.740 per saham. Dan harga ini akan stabil sepanjang tahun 2022 ini.

5. PT Adaro Energy (ADRO)

Dengan pertumbuhan yang baik sepanjang tahun 2021 kemarin, tak heran jika ADRO masuk ke dalam rekomendasi saham syariah hari ini. Meski pada tahun 2020 perusahaan ini mengalami kerugian hingga USD 88 ribu. Namun beruntungnya emiten ini mampu membalikkan keadaan di tahun 2021.

Dan di tahun 2022 dengan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 745 miliar yang terjadi karena kenaikan harga batu bara. Diperkirakan hingga sepanjang tahun 2022 kebutuhan batu bara akan semakin meningkat maka emiten ini akan memiliki potensial yang cukup menjanjikan bagi para investor.

6. PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS)

Sebagai salah satu Bank syariah yang menerbitkan saham syariah, emiten ini cukup potensial karena mencatatkan kinerja yang bagus selama tahun 2021 kemarin. Dengan hasil memuaskan di tahun 2022, emiten ini meraih laba bersih yang mengalami kenaikan hingga 116% dari tahun lalu.

7. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

Bank syariah berikutnya yang masuk ke dalam rekomendasi saham syariah hari ini adalah Bank Syariah Indonesia dengan nilai saham terbaik di tahun 2022. Berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp. 3,02 triliun dan mengalami kenaikan hingga 38,45% setiap tahun.

Hingga performa pengelolaan dana bank yang juga mengalami peningkatan sebesar 5,1% dari tahun 2020. Dengan pendapatan di tahun 2020 sebesar Rp. 16 triliun yang naik menjadi Rp. 17,8 triliun di tahun 2021.

Anda bisa melihat daftar saham syariah di Daftar Efek Syariah atau DES yang akan rilis setiap hari. Untuk mengetahui saham atau emiten apa yang sedang potensial saat itu. Dan pastinya daftar ini akan diperbarui secara berkala dengan melihat pada beberapa ketentuan dan kriteria yang ada pada saham dan emiten tersebut.

Selain itu Anda juga bisa melihat daftar rekomendasi saham syariah hari ini berikut ini untuk mengumpulkan informasi mengenai saham yang tepat untuk Anda beli.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

July 26, 2022 2 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar Di

DOWNLOAD APLIKASI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG