Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - Emiten Syariah - Page 16
Category:

Emiten Syariah

saham syariah
Emiten Syariah

Daftar Saham Syariah Terbaik di Awal Tahun 2023

by Minsya February 16, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Bagi investor yang memiliki keraguan terhadap kehalalan aset yang akan dibeli, saham syariah merupakan pilihan yang tepat. Prinsip emiten yang diterapkan dalam saham syariah adalah adanya aktivitas musyarakah atau syirkah, di mana investor menyertakan modal dan berhak atas keuntungan dari investasi tersebut.

Namun, sebelum berinvestasi dalam saham syariah, sebaiknya melakukan riset dan analisis yang mendalam mengenai perusahaan-perusahaan yang akan diinvestasikan. Meskipun saham syariah dianggap sebagai investasi yang aman dan sesuai dengan prinsip syariah, investor harus tetap waspada terhadap risiko yang terkait dengan investasi saham, seperti risiko pasar dan risiko perusahaan.

Kriteria Saham Syariah

Tidak semua perusahaan dapat masuk ke dalam kategori saham syariah. Ada dua aturan penting yang harus dipenuhi. Pertama, saham harus memenuhi kriteria seleksi yang ditentukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui regulasi No. 35/POJK.04/2017 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah. Kedua, saham harus dicatatkan oleh emiten sebagai saham syariah sesuai dengan ketentuan OJK nomor 17/POJK.04/2015.

Saham syariah harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu yang telah ditetapkan oleh OJK. Beberapa kriteria tersebut meliputi perusahaan yang tidak melakukan bisnis perjudian, perdagangan tanpa pengiriman barang atau jasa, layanan keuangan yang bersifat ribawi seperti bank, lembaga pembiayaan konvensional, dan asuransi konvensional, serta beberapa kriteria lainnya.

Dengan memenuhi kriteria-kriteria tersebut, saham syariah dapat dianggap sebagai investasi yang halal dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Hal ini karena saham syariah telah disaring secara ketat dan hanya memasukkan perusahaan yang menjalankan bisnis yang halal dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

saham syariah
freepik.com

Saham Syariah Terbaik di Awal 2023

1. Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

Bank Syariah Indonesia (BRIS) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 42,2% menjadi Rp 4,3 triliun pada tahun 2022. Kenaikan laba ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan bunga sebesar 22,3% dan kenaikan pendapatan jasa keuangan lainnya sebesar 61,1%. 

Total aset BRIS juga mengalami pertumbuhan sebesar 20,8% menjadi Rp 114,4 triliun pada akhir tahun 2022. Bank ini terus mengalami pertumbuhan yang positif di tengah persaingan ketat dalam industri perbankan. Dengan performa keuangan yang baik, BRIS berharap dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan mengoptimalkan kinerja keuangan di masa yang akan datang. Per tanggal 14 Februari 2023 performance kenaikan saham BRIS mencapai 7,75%.

2. Semen Indonesia (PERSERO) Tbk (SMGR)

Kinerja keuangan saham syariah sektor semen diproyeksikan akan pulih di tahun 2023. Salah satu pilihan teratas adalah saham Semen Indonesia (SMGR). Pada 2022, harga saham SMGR turun 12,06% dengan kinerja operasional terdampak pandemi. Namun, pada kuartal ketiga 2022, SMGR mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 89,8% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Selain itu, proyeksi harga jual semen yang lebih tinggi diperkirakan akan mendukung peningkatan kinerja keuangan SMGR di tahun 2023. Sebagai produsen semen terbesar di Indonesia, SMGR memegang posisi yang kuat dalam industri konstruksi dan diharapkan akan menjadi pemain utama dalam proyek-proyek infrastruktur yang sedang berlangsung di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kinerja saham SMGR di masa depan. Per tanggal 14 Februari 2023 performance kenaikan saham SMGR mencapai 16,35%.

3. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)

Saham syariah selanjutnya, Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat penjualan 13,5 juta ton semen hingga Oktober 2022. Jumlah ini naik 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 12,7 juta ton. Dalam laporan keuangannya, perseroan mengungkapkan bahwa penjualan domestik mencapai 11,3 juta ton atau naik 3% YoY, sementara penjualan ekspor sebesar 2,2 juta ton atau naik 22% YoY.

 INTP mengatakan bahwa peningkatan penjualan sejalan dengan pemulihan ekonomi dan konstruksi di Indonesia. Di sisi lain, INTP terus meningkatkan kapasitas produksi semen dan berencana untuk membuka pabrik baru di Lampung pada 2023, yang dapat meningkatkan produksinya menjadi 40 juta ton per tahun. Per tanggal 14 Februari 2023 performance kenaikan saham INTP mencapai 15,15%.

4. Aneka Tambang Tbk (ANTM)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) merilis laporan kinerja operasional perusahaan selama 2022. Dalam laporan tersebut, ANTM mencatatkan kinerja operasional yang baik sepanjang tahun 2022 dengan capaian produksi beberapa komoditas unggulannya. ANTM mencatatkan kenaikan produksi nikel sebesar 13,3% menjadi 63.101 ton, sementara produksi emas naik sebesar 18,9% menjadi 885 kg.

Sedangkan produksi bauksit mengalami penurunan sebesar 4,4% menjadi 4,9 juta ton. Selain itu, ANTM juga mengalami kenaikan pendapatan yang signifikan di sektor penjualan nikel dan emas. Hal ini didukung oleh harga nikel yang meningkat seiring dengan peningkatan permintaan global.

Meski harga bauksit mengalami penurunan, namun pendapatan dari penjualan bauksit berhasil tumbuh sebesar 7,2% pada 2022. Dalam laporan tersebut, ANTM juga menyoroti proyek tambang baru yang akan segera diluncurkan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk tambang tembaga dan emas. Per tanggal 14 Februari 2023 performance kenaikan saham ANTM mencapai 12,85%.

5. Barito Pasific Tbk (BRPT)

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengumumkan penurunan laba bersih dalam laporan keuangan kuartal III-2022. Laba bersih turun 40,19% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 613 miliar. Hal ini disebabkan oleh penurunan pendapatan dari divisi forestry dan agribisnis yang mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Meskipun mengalami penurunan laba, saham syariah ini tetap berfokus pada strategi pertumbuhan jangka panjang dengan melakukan investasi di sektor infrastruktur dan meningkatkan kapasitas produksi pabrik pupuk. Perusahaan juga berencana untuk mengevaluasi portofolio bisnis yang dimilikinya untuk mengoptimalkan kinerja keuangan.

Dengan strategi ini, perusahaan berharap dapat meningkatkan performa keuangan pada kuartal-kuartal berikutnya. Per tanggal 14 Februari 2023 performance kenaikan saham BRPT mencapai 11,92%.

6. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)

Berdasarkan laporan keuangan tahunan, pendapatan dan laba bersih SIDO turun di akhir tahun 2022. Laba bersih perusahaan turun 12,69% menjadi Rp1,10 triliun dibandingkan dengan laba bersih pada 2021. Penjualan perusahaan mencapai Rp3,86 triliun, turun 3,98% dibandingkan dengan penjualan SIDO pada 2021.

SIDO memperoleh penjualan dari tiga segmen bisnis dan segmen jamu herbal dan suplemen menjadi segmen dengan penjualan terbesar senilai Rp2,63 triliun atau 68,13% dari total pendapatan SIDO. Penjualan di segmen ini turun sebesar 2,23% secara tahunan. Per tanggal 14 Februari 2023 performance kenaikan saham SIDO mencapai 9,93%.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

February 16, 2023 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
Emiten Syariah

SCMA: Apakah Akan Diuntungkan Karena World Cup Qatar 2022?

by Minsya November 24, 2022
written by Minsya 4 minutes read

SCMA dan Piala Dunia Qatar 2022 sedang menjadi sorotan dunia. Dari mulai kontroversi sebelum piala dunia di mulai hingga sensasi gelaran yang mewah nan glamor ala sultan minyak Arab. Seluruh mata sedang tertuju kesana, terutama bagi insan pencinta sepakbola dalam negeri. Momen satu kali setiap 4 tahun ini tentunya menjadi momen yang sangat menguntungkan untuk beberapa pihak. Siapa lagi kalo bukan pihak yang mendapatkan hak lisensi penyiaran pertandingan Piala Dunia di Indonesia.

Hanya ada satu pihak (company) saja yang mendapatkan hak ini di Indonesia, yaitu PT Surya Citra Media Tbk. (kode saham: SCMA). SCMA selaku raksasa pertelevisian Indonesia memang seringkali mendapatkan hak siar ajang sepakbola begengsi seperti Premier League (Liga Inggris). Sehingga, karena hanya ada satu perusahaan yang memiliki lisensi ini, maka akan membuat SCMA diuntungkan di momen kali ini. Viewers channel SCMA akan meningkat dan rate iklan akan meningkat juga.

Lalu bagaimana prospek dan kinerja bisnis SCMA? Dan bagaiman kinerja keuangannya saat ini? Let’s go kita bahas sama-sama.

SCMA Mulai Fokus Ke Media Digital

Sebelum kita bahas mengenai kinerja keuangan, kita perlu tahu dulu apa bisnis yang dijalani oleh SCMA. SCMA pada dasarnya merupakan perusahaan media. SCMA memiliki dua bisnis media televisi, yaitu SCTV (Surya Citra Televisi) dan Indosiar. Dua televisi inilah yang menjadi core bisnis dari SCMA.

Namun, SCMA ternyata tidak hanya mengandalkan media televisi saja tapi juga memiliki media digital untuk menghadapi perkembangan zaman dan permintaan dari konsumen. SCMA memiliki beberapa portal website seperti Liputan 6, Kapan Lagi Dot Com, Fimela, Bola Net, Bola Dot Com, Merdeka, Otosia. 

SCMA

Selain website, SCMA juga merupakan pemilik media digital Vidio.com – salah satu pemain OTT (Over The Top) terbesar di Indonesia. Dan bahkan sudah mampu mengalahkan pamor Netflix dan Disney+ di Indonesia. Vidio cukup ramai di gandrungi anak muda dalam negeri karena konten original (film dan series) asli karya Indonesianya. 

Baca Juga : Yuk Pahami Lebih Jauh Analisis Fundamental Saham untuk Pemula

Source of Growth Baru: Vidio.com

Vidio sendiri sudah berdiri sejak tahun 2014 lalu dan dimiliki oleh PT Kreatif Media Karya. Yang mana perusahaan tersebut sebenarnya juga punya hubungan afiliasi dengan SCMA dan grup Emtek. Namun, pada tahun 2019, kepemilikan berganti ke tangan SCMA. 

Vidio.com menunjukkan perkembangan yang masif semenjak di bawah SCMA. Dari tahun 2020 hingga TTM Q3 2022, pendapatan Vidio bertumbuh 53% secara CAGR. Di tahun 2020 lalu, pendapatan Vidio sebesar Rp 301 Miliar. Dan perkiraannya hingga akhir tahun 2022, pendapatan Vidio sudah mencapai Rp 703 Miliar. Pandemi Covid-19 dan kebijakan PPKM juga menjadi “berkah” tersendiri bagi Vidio dengan terus mencatatkan angka pengguna aktif aplikasi Vidio. Masyarakat yang juga sudah bosan harus stay di rumah terus, tentunya akan memilih media OTT seperti Vidio.com untuk menjadi alternative hiburan.

Meskipun begitu, Vidio.com sayangnya masih mencatatkan kerugian operasional dan belum mampu membukukan profit. Selayaknya perusahaan semacam Netflix dan Disney+, memang wajar Vidio diawal perkembangannya masih merugi. Apalagi kedepanya Vidio semakin serius dalam meningkatkan persediaan konten original mereka. Dan ini membutuhkan capex yang tentunya tidak sedikit. Dan hal ini sudah terlihat di tahun ini, dimana kerugian Vidio membengkak dibandingkan tahun sebelumnya.

Kinerja Keuangan Yang Tetap Solid

Perusahaan media televisi seperti SCMA sempat “dijauhi” pasar karena disrupsi media digital advertising seperti facebook, goggle, dll. Namun, hingga kini kinerja SCMA masih cukup solid. Dan termasuk perusahaan yang cukup profitable. Hal ini bisa terlihat dari tangkat ROE yang selalu konsisten >10% setiap tahunnya.

Bahkan ROE SCMA pernah mencapai 34% di tahun 2017. Meskipun saat ini ROE turun ke angka 15%. Mengapa? Karena pengaruh kerugian dari Vidio.com, sehingga terlihat digambar dibawah net profit SCMA berfluktuatif. Padahal jika kita lihat pendapatan selalu mengalami pertumbuhan setiap tahunnya (kecuali tahun 2020 karena efek pandemi).

SCMA termasuk emiten yang kurang bergantung dengan utang dalam operasionalnya. Terlihat dari angka DER yang hanya sebesar 0,33 kali. Artinya utang/liabilitas hanya sekitar 33 persen dari ekuitas. Likuiditas sendiri juga cukup baik dan likuid dengan liquidity ratio (aset lancar dibandingkan dengan liabilitas lancar) sebesar 4,31 kali.

Cash SCMA juga terlihat masih besar. Dimana cash ratio sebesar 1,32 kali. Hal ini juga karena efek investasi yang baru masuk ke Vidio.com ditahun 2022 ini. Diantaranya adalah dari Grab, PT Dian Swastika Sentosa, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. sebanyak $ 45 juta. 

Jadi, bagaimana pendapatmu terkait SCMA? Apakah momen piala dunia akan meningkatkan pendapatan di akhir tahun ini? Apakah layak untuk masuk ke portofolio investasi kita? Apakah Vidio akan mampu meraih laba di masa depan? Sampaikan pendapatmu di kolom komentar.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

Yoga Ahmad Gifari (Rusia)
Stock market Analyst & enthusiastic with sharia stock market.

November 24, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Saham Syariah Sektor Energi
Emiten Syariah

Update! 52 Saham Syariah Sektor Energi 2022

by Minsya September 26, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Daftar Saham Syariah Sektor Energi

Saham Syariah Sektor Energi
freepik.com

Berikut ini Daftar Saham Syariah Sektor Energi Tahun 2022 :

No. Kode Saham Nama Penerbit Efek
1 ADRO PT. Adaro Energy Indonesia Tbk.
2 AIMS PT. Akbar Indo Makmur Stimec Tbk.
3 AKRA PT. AKR Corporindo Tbk.
4 APEX PT. Apexindo Pratama Duta Tbk.
5 ARII PT. Atlas Resources Tbk.
6 BBRM PT. Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk.
7 BESS PT. Batulicin Nusantara Maritim Tbk.
8 BOSS PT. Borneo Olah Sarana Sukses Tbk.
9 BSSR PT. Baramulti Suksessarana Tbk.
10 BYAN PT. Bayan Resources Tbk.
11 CANI PT. Capitol Nusantara Indonesia Tbk.
12 DEWA PT. Darma Henwa Tbk.
13 DSSA PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk.
14 DWGL PT. Dwi Guna Laksana Tbk.
15 ELSA PT. Elnusa Tbk.
16 ENRG PT. Energi Mega Persada Tbk.
17 FIRE PT. Alfa Energi Investama Tbk.
18 GEMS PT. Golden Energy Mines Tbk.
19 GTSI PT. GTS Internasional Tbk.
20 HITS PT. Humpuss Intermoda Transportasi Tbk.
21 HRUM PT. Harum Energy Tbk.
22 ITMA PT. Sumber Energi Andalan Tbk.
23 ITMG PT. Indo Tambangraya Megah Tbk.
24 KKGI PT. Resource Alam Indonesia Tbk.
25 KOPI PT. Mitra Energi Persada Tbk.
26 MBAP PT. Mitrabara Adiperdana Tbk.
27 MBSS PT. Mitrabahtera Segara Sejati Tbk.
28 MCOL PT. Prima Andalan Mandiri Tbk.
29 MITI PT. Mitra Investindo Tbk.
30 MTFN PT. Capitalinc Investment Tbk.
31 MYOH PT. Samindo Resources Tbk.
32 PGAS PT. Perusahaan Gas Negara Tbk.
33 PKPK PT. Perdana Karya Perkasa Tbk.
34 PSSI PT. Pelita Samudera Shipping Tbk.
35 PTBA PT. Bukit Asam Tbk.
36 PTRO PT. Petrosea Tbk.
37 RAJA PT. Rukun Raharja Tbk.
38 RIGS PT. Rig Tenders Indonesia Tbk.
39 RMKE PT. RMK Energy Tbk.
40 SEMA PT. Semacom Integrated Tbk.
41 SGER PT. Sumber Global Energy Tbk.
42 SHIP PT. Sillo Maritime Perdana Tbk.
43 SICO PT. Sigma Energy Compressindo Tbk.
44 SMMT PT. Golden Eagle Energy Tbk.
45 SOCI PT. Soechi Lines Tbk.
46 SURE PT. Super Energy Tbk.
47 TAMU PT. Pelayaran Tamarin Samudra Tbk.
48 TCPI PT. Transcoal Pacific Tbk.
49 TEBE PT. Dana Brata Luhur Tbk.
50 TPMA PT. Trans Power Marine Tbk.
51 UNIQ PT. Ulima Nitra Tbk.
52 WINS PT. Wintermar Offshore Marine Tbk.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

Salah satu indeks yang terdapat di BEI adalah ISSI. Menurut BEI, ISSI merupakan indikator dari kinerja seluruh saham syariah yang tercatat di BEI. Namun, BEI tidak melakukan seleksi saham syariah yang masuk ke dalam ISSI karena komponen perhitungan ISSI adalah saham yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES).

Jadi, seluruh saham syariah yang masuk dalam DES otomatis dihitung dalam perhitungan ISSI. Komponen ISSI diseleksi ulang dua kali dalam setahun, yaitu setiap bulan Mei dan November, mengikuti jadwal review Daftar Efek Syariah (DES). Inilah penyebab dari adanya saham syariah yang masuk dan keluar dari ISSI.

Untuk mengunduh daftar selengkapnya saham-saham yang masuk perhitungan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) per 01 Juli 2022, silakan klik tautan berikut ini:
Daftar Saham Konstituen ISSI Per 1 Juli 2022

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

September 26, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
BRIS
Berita Saham SyariahEmiten Syariah

Breaking News!! BRIS Bukukan Pertumbuhan Laba di Atas 40%

by Minsya August 26, 2022
written by Minsya 1 minutes read

Kinerja BRIS

BRIS

Salah satu emiten syariah yang sering dinantikan perkembangannya adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). Dari laporan bulan Juli 2022, BRIS tercatat membukukan pertumbuuhan aset dari Rp 251 T di tahun lalu menjadi Rp 280 T atau naik sebesar 11,54%. Sementara itu total ekuitas juga mengalami kenaikan 13,02 % dibandingkan periode tujuh bulanan tahun 2021, dari Rp 23,61 T menjadi Rp 26,68 T.

Dari sisi pendapatan, BRIS juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,78% dari Rp 10,96 T menjadi Rp 11,48 T. Kenaikan pendapatan ini juga berimbas pada pertumbuhan laba kotor sebesar 11,55% dari Rp 8,29 T menjadi Rp 9,25 T. Begitu juga dengan laba sebelum pajak yang tumbuh signifikan sebesar 36,37% dari Rp 2,4 T menjadi Rp 3,27 T.

Baca Juga : Investor Syariah Merapat! Update Terbaru Kinerja Saham BTPS 2022

Terakhir, laba bersih per Juli 2022 juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 43,06% dari Rp 1,74 T menjadi Rp 2.40 T. Dari torehan ini, diperoleh rasio imbal hasil atas ekuitas (ROE) sebesar 15,97% (disetahunkan) dan rasio harga dibanding laba bersih (PER) sebesar 14,57 kali di harga Rp 1525.

Ulasan selengkapnya terkait kinerja terkini BRIS dapat disimak di https://youtu.be/P27brfeJRBY

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 26, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Emiten Syariah

Investor Syariah Merapat! Update Terbaru Kinerja Saham BTPS 2022

by Minsya August 10, 2022
written by Minsya 4 minutes read

Pandemi Covid-19 bukanlah hal yang mudah bagi dunia bisnis di seluruh dunia. Lockdown membuat beberapa operasional bisnis terhambat. Dan tidak sedikit pun juga yang akhirnya justru gulung tikar karena tidak bisa melanjutkan operasional bisnis. Meskipun, ada beberapa perusahaan juga yang akhirnya bisa beradaptasi dan justru diuntungkan karena adanya pandemi ini. Misalnya Saham BTPS.

Industri keuangan sebagai backbone ekonomi nasional pun terdampak signifikan karena situasi Covid-19. Hingga kemudian, sebagian besar debitur perbankan mengalami penurunan kemampuan pembayaran cicilan akibat terdampak pandemi.

Namun, beruntung beberapa bank bisa survive dan kembali pulih kinerjanya memasuki tahun 2022 ini. Salah satu bank syariah yang kinerjanya cukup resilien adalah saham BTPS. BTPS menjadi salah satu dari 4 bank syariah yang listing di bursa. Sekaligus menjadi bank yang cukup profitable di bursa. Sebelumnya kami sudah pernah membahas kinerja BTPS di artikel sebelumnya. Anda bisa membacanya disini.

Lalu, bagaimana update kinerja Saham BTPS hingga semester I 2022 ini. So, stay tune hingga akhir artikel ya.

Saham BTPS Kembali Ke Pertumbuhan Double Digit

Memasuki 1H 2022 ini, BTPS mulai menunjukkan recovery. BTPS berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 2.6 Triliun di 1H 2022, naik 12% dibandingkan 1H 2021 yang sebesar Rp 2.3 Triliun. Kinerja yang cukup impresif dan menunjukkan tanda pemulihan debitur BTPS. Menariknya, ditahun sebelum pandemi kinerja BTPS bisa lebih baik dengan konsisten membukukan pertumbuhan >15%. Sehingga, kita bisa berharap BTPS kedepan akan kembali ke angka pertumbuhan yang pernah diraih ketika pra-pandemi.

pendapatan btps

Dari segi laba bersih, BTPS juga menorehkan kinerja yang impresif. Laba bersih di 1H 2022 sebesar Rp 856 Miliar, naik 11.3% dibandingkan 1H 2021 yang sebesar Rp 769 Miliar. Hal ini juga sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang ditorehkan oleh BTPS. Hal ini juga membuat ROE dari BTPS masih terjaga di angka 22,9%, masih unggul dibandingkan bank besar lain seperti BRIS (15%). Sebelumnya, ROE BTPS bahkan pernah mencapai angka 28%.

laba bersih btps

Pertumbuhan Kredit Mulai Melaju Kembali

Kinerja pendapatan dan laba bersih yang impresif tidak lepas dari pertumbuhan penyaluran pembiayaan saham BTPS. Sampai Q2 2022, total nilai pembiayaan murabahah BTPS sebesar Rp 11,1 Triliun, tumbuh 11% dibandingkan Q2 2021 yang sebesar Rp 10,1 Triliun.

Pandemi covid-19 membuat pertumbuhan pembiayaan BTPS sempat terhambat karena segmen pra sejahtera yang cukup rentan terdampak ketika ekonomi melemah. Namun, memasuk semester I 2022 ini, segmen pra sejahtera yang menjadi target pembiayaan BTPS mulai mengalami pemulihan. Harapannya, dengan semakin membaiknya perekonomian Indonesia dan tidak adanya kebijakan lockdown atau PPKM, pertumbuhan pembiayaan bisa kembali bertumbuh double digit.

piutang murbahah btps

Baca Juga : 5 Daftar Saham Syariah Terbaik (Blue Chip) di Indonesia

Ratio-Ratio Perbankan Yang Ciamik

Dalam menganalisa bisnis perbankan, kita juga perlu memantau rasio-rasio keuangan tertentu dalam menilai kinerjanya. Yang pertama, rasio BOPO yang membandingkan beban operasional dengan pendapatan operasional BTPS. Semakin rendah berarti semakin baik. Sedangkan CIR (Cost to Income Rato), rumusnya sama dengan BOPO. Namun dalam CIR, beban CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) harus dikeluarkan terlebih dahulu.

Terlihat rasio CIR dan BOPO masih stabil diangka 39% dan 57%. Yang menandakan kegiatan beban operasional BTPS masih tetap terjaga dengan baik dan stabil mengikuti pendapatan operasional. 

Kemudian, rasio selanjutnya adalah NPF gross yang menghitung berapa persen pembiayaan yang bermasalah atau menunggak > 90 hari dibandingkan total nilai pembiayaan. NPF Gross BTPS masih berhasil di pertahankan diangka 2,5%. Hasil yang cukup impresif jika melihat segmen pra sejahtera yang sangat terpukul akibat pandemi Covid-19. Angka ini juga masih dibawah standar dari OJK yang sebesar 5%.

Sedangkan NPF Net (pembiayaan yang menunggak > 180 hari) hanya sekitar 0.2% saja. Ini menunjukkan resiliensi bisnis BTPS dikala masa sulit pun masih bisa mempertahankan kinerja bisnisnya.

Loan Provision Coverage yang menghitung berapa persen CKPN yang disisihkan BTPS untuk mengcover pembiayaan bermasalah juga tergolong sangat baik. Manajemen BTPS sudah menyiapkan 236% dari total pembiayaan bermasalah BTPS. Sehingga, BTPS sendiri sudah sangat siap jika kedepan akan ada pembiayaan yang macet dan tidak harus menyisihkan banyak CKPN di tahun mendatang. Sehingga, tidak menggerus laba bersih BTPS kedepannya.

saham btps

BTPS Mendirikan Anak Usaha Modal Ventura Syariah

Salah satu langkah menarik saham BTPS di tahun ini adalah BTPS telah resmi membentuk anak usaha yang bergerak sebagai modal ventura (atau istilah kerennya VC) yang berbasis syariah. BTPS bersama dengan induknya, BTPN memegang saham dari BTPS Ventura ini. Hal ini merupakan upaya dari BTPS untuk mempercepat pembentukan ekosistem digital syariah.

Sebagai langkah awal, BTPS Ventura telah berinvestasi sebesar $6,6 juta untuk pendanaan Pra-Seri B di startup rural e-commerce, Dagangan. Dagangan sendiri merupakan startup yang fokus menyediakan platform untuk menghubungkan antara pedagang atau pemilik toko di daerah/desa ke pemilik toko yang lebih besar yang di kota. Harapannya, dengan kolaborasi antara dagangan dan BTPS yang memiliki ekosistem pembiayaan pada masyarakat pra sejahtera akan meningkatkan potensi pendapatan dari kedua belah pihak.   

Bagaimana, setelah mengetahui update kinerja BTPS terbaru, apakah tertarik untuk masuk ke saham ini? Sharing pendapatmu soal BTPS di kolom komentar, ya.

Untuk kamu yang ingin mendaptkan insight soal keuangan dan investasi kunjungi akun @berduit.

Jangan lupa cek saham kamu di : https://syariahsaham.id/cek-saham-syariah/

Yoga Ahmad Gifari (Rusia)
Stock market Analyst & enthusiastic with sharia stock market.

August 10, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
SAHAM KLINKO
Emiten Syariah

Saham Klinko : Optimis Makin Klincong Usai IPO 23 Miliar

by Minsya August 5, 2022
written by Minsya 4 minutes read

Saham KLINKO

Jakarta, 5 Agustus 2022- Perusahaan produsen alat kebersihan ramah lingkungan saham KLINKO, PT Klinko Karya Imaji Tbk (KLIN), optimistis mencetak kinerja bisnis dan pendapatan yang lebih tinggi pada tahun ini, seiring aksi korporasi perseroan untuk go public dan potensi pasar produk ramah lingkungan yang kian menjanjikan.

Saat ini, isu pemanasan global yang diusung masyarakat dunia telah meningkatkan kesadaran untuk menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan. Tak banyak produsen atau perusahaan yang menggunakan bahan baku dari daur ulang limbah. Dari jumlah yang tak banyak itu terselip nama PT Klinko Karya Imaji, Tbk (KLIN).

“Momentum peningkatan kesadaran masyarakat akan produk ramah lingkungan akan menjadi penopang kekuatan bisnis perusahaan. Pasca pandemi pun bisnis kami akan tetap tumbuh. Kami berkeyakinan pendapatan kami pada tahun ini bisa mencapai pendapatan usaha yang meningkat tajam,” terang Sisse Paloma, Direktur Keuangan KLIN dalam diskusi daring Investment Talk “KLIN: PENDATANG BARU ISSI”, Kamis sore (4/8).

Peningkatan kesadaran masyarakat akan produk ramah lingkungan tersebut tentu menjadi potensi tersendiri bagi saham KLINKO dalam mengembangkan bisnisnya. Kinerja Perseroan pun telah teruji saat pandemi Covid-19 berlangsung, di mana pendapatan usaha mengalami peningkatan signifikan.

Pendapatan Meningkat

Pada 2020, pendapatan usaha KLIN mencapai Rp2,7 miliar, lalu pada 2021 meningkat menjadi Rp3,9 miliar. Hingga posisi Juni 2022 pendapatan saham KLINKO telah mencapai Rp2,8 miliar, meningkat sebesar 100% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Terkait peluang yang ada, produsen alat-alat kebersihan ini berencana melakukan ekspansi. Untuk menopang ekspansi ini, KLIN mantap melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Perseroan telah mendapatkan persetujuan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan penawaran perdana umum saham pada 2-5 Agustus 2022 dan listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Agustus 2022.

Pada penawaran umum perdana saham, KLIN juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 57.500.000 Waran Seri I yang diberikan secara cuma-uma kepada pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal penjatahan.

Ekspor 7 Negara

“Pasar kami sangat potensial, baik domestik maupun mancanegara. Ke depan, kami akan terus meningkatkannya, termasuk kapasitas produksi, jaringan maupun distribusi. Berbagai jalinan kerja sama dengan pasar retail modern pun tengah digencarkan, salah satunya dengan MR.DIY. Dengan MR.DIY pun rencananya tak hanya di outlet dalam negeri, tapi juga di Malaysia yang notabene jumlah outletnya jauh lebih banyak,” papar Anggun Supanji, Direktur Utama KLIN.

Melihat potensi yang ada, Anggun pun mendorong KLIN untuk meningkatkan skala bisnisnya. “Melalui IPO ini, kami ingin memberikan peluang bagi investor publik untuk memiliki perusahaan ini. Selain nilai ekonomi yang tinggi, juga nilai terhadap lingkungan. Mengolah limbah tekstil menjadi produk yang bernilai tinggi,” terang Anggun.

Sementara itu, Sisse menambahkan pendapatan dan bisnis Perseroan diyakini terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. Pasar ekspor produk daur ulang dinilai sangat potensial dan mendapatkan respons positif. Selain itu, Sisse menerangkan bahwa pertumbuhan penduduk pasti akan membutuhkan alat-alat kebersihan. Jadi, bukan hanya karena ada pandemi.

Baca Juga : 5 Daftar Saham Syariah Terbaik (Blue Chip) di Indonesia

SAHAM KLINKO
https://klinko.id/

Oversubscribe Pemesanan IPO

IPO yang digelar oleh perusahaan yang mengusung tagline “cleaning with colors” ini mendapatkan respons positif dari pasar, yang ditandai dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 200% atau 2 kali. Untuk harga penawaran saham ditetapkan sebesar Rp100. Dalam IPO ini, KLIN akan melepas 230 juta lembar saham atau sebesar 17,59% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.  Dari penawaran saham ini, KLIN akan mendapatkan dana sebesar Rp23 miliar.

Dana hasil IPO sebesar 40% akan digunakan untuk kebutuhan pembangunan kantor pusat, area produksi, dan gudang bahan baku. Sekitar 38,75% akan digunakan untuk kebutuhan belanja modal, seperti penambahan fasilitas produksi dan mesin. Lalu, sebesar 21,25% akan digunakan untuk keperluan modal kerja, seperti pembelian bahan baku.

Masuk Daftar Saham Syariah

Selain itu, efek yang diterbitkan KLIN ini terdaftar sebagai efek syariah sesuai dengan ketentuan dan kriteria yang berlaku, serta telah diumumkan oleh OJK. Efek ini tercatat ke dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).

Menurut Ady Nugraha, Co-Founder Komunitas Syariah Saham, penentuan efek yang diterbitkan KLIN sebagai efek syariah dan masuk ke dalam ISSI telah sesuai dengan ketentuan dan kriteria yang berlaku. Baik ketentuan dan kriteria OJK, maupun fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

“Kegiatan yang dijalankan KLIN tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah, seperti perjudian dan sejenisnya, perdagangan yang dilarang, jasa keuangan ribawi, serta produksi atau distribusi barang haram. Begitupun dengan krieria keuangan, KLIN tidak memiliki utang bunga dan pendapatan non-halal,” terang Ady.

Ady juga menjelaskan bahwa KLIN menjadi salah satu perusahaan yang melakukan IPO bukan untuk membayar utang, namun ekspansi usaha. Tentu hal ini menjadi salah satu penilaian bagi daya tarik investor. Namun demikian, dia juga menyarankan kepada setiap investor untuk jeli dan menganalisis sebelum melakukan pembelian saham. Prospek pasar dan barang yang diproduksi bisa menjadi penentu bagi kinerja ke depan, baik kinerja Perseroan maupun sahamnya.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 5, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Rekomendasi Saham Syariah Hari Ini
Emiten Syariah

Inilah 7 Rekomendasi Saham Syariah Hari Ini

by Minsya July 26, 2022
written by Minsya 4 minutes read

Rekomendasi saham syariah hari Ini akan bisa menjadi referensi bagi Anda yang ingin membeli saham syariah dan memperoleh keuntungan yang melimpah. Saham syariah sendiri merupakan jenis saham yang baru baru ini menjadi primadona bagi para investor.

Bukan hanya karena saham syariah merupakan saham yang aman dan mengikuti prinsip syariah islam. Namun juga karena nilai saham syariah yang cukup menguntungkan. Apalagi untuk masuk ke dalam kategori saham syariah terdapat beberapa kriteria yang harus terpenuhi oleh sebuah perusahaan atau emiten.

Namun meski begitu rupanya hal tersebut bukanlah kendala bagi beberapa perusahaan atau emiten untuk menerbitkan saham syariah. Contohnya seperti beberapa daftar saham yang termasuk dalam rekomendasi saham hari ini.

Rekomendasi Saham Syariah Hari Ini

Daftar saham ini akan selalu update setiap hari. Apalagi suatu saham atau emiten dapat menerbitkan saham syariah jika memenuhi kriteria sebagai saham syariah. Selain itu setiap emiten atau saham akan mendapatkan pengawasan dari OJK.

Terdapat juga Daftar Efek Syariah yang akan mengawasi setiap saham dan emiten yang termasuk ke dalam kategori syariah. Karena jika emiten atau saham telah melanggar ketentuan yang berlaku atau tidak sesuai dengan syariat Islam. Maka DES akan mengeluarkannya dari daftar rekomendasi saham syariah.

Nah, untuk lebih jelasnya berikut ini adalah rekomendasi saham syariah hari ini:

Baca Juga : 5 Daftar Saham Syariah Terbaik (Blue Chip) di Indonesia

Rekomendasi Saham Syariah Hari Ini
freepik.com

1. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)

Rekomendasi pertama datang dari PT Elang Mahkota Teknologi (EMTK) atau yang bisa Anda kenal dengan Emtek. Emiten ini termasuk ke dalam salah satu daftar saham syariah terbaik di tahun 2022 ini. Bahkan Emtek dinilai akan potensial selama sepanjang tahun.

Hal ini berdasarkan pada fakta masuknya mitra strategis Emtek. Seperti Singtel dan Grab pada saham bank digital perseroan. Sehingga menjadikan emiten ini memiliki potensi untuk mencatatkan kinerja yang menjanjikan di tahun 2022 ini.

2. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

Daftar rekomendasi saham syariah hari ini berikutnya datang dari PT Telkom tbk. Perusahaan telekomunikasi publik ini berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp. 106 triliun dengan laba sebesar Rp. 25,7 triliun.

Perolehan ini mengalami kenaikan dari tahun 2020 kemarin sehingga menjadikan emiten ini masuk ke dalam LQ45 serta Jakarta Islamic Index (JII). Setelah mengalami kenaikan kinerja yang bagus di tahun 2021 dan 2022.  Emiten ini diperkirakan akan stabil dan potensial hingga akhir tahun 2022 ini.

3. PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP)

Pada kuartal ke 1 tahun 2022 kemarin, emiten ini berhasil mencatatkan penghasilan yang sangat tinggi. Dengan laba sebesar Rp. 6,2 triliun dari total pendapatan sebesar Rp. 42 triliun. Membuat emiten ini cukup menjanjikan.

4. PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA)

Emiten dari sektor peternakan ini juga cukup potensial di tahun ini. Karena berhasil mencatatkan kinerja yang cukup positif pada kuartal ke 3 di tahun 2021 kemarin. Bahkan pada September 2021 kemarin perusahaan ini mampu mendapatkan laba sekitar Rp. 1.6 triliun.

Sehingga pada Februari 2022 kemarin, saham emiten ini terjual dengan harga Rp. 1.740 per saham. Dan harga ini akan stabil sepanjang tahun 2022 ini.

5. PT Adaro Energy (ADRO)

Dengan pertumbuhan yang baik sepanjang tahun 2021 kemarin, tak heran jika ADRO masuk ke dalam rekomendasi saham syariah hari ini. Meski pada tahun 2020 perusahaan ini mengalami kerugian hingga USD 88 ribu. Namun beruntungnya emiten ini mampu membalikkan keadaan di tahun 2021.

Dan di tahun 2022 dengan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 745 miliar yang terjadi karena kenaikan harga batu bara. Diperkirakan hingga sepanjang tahun 2022 kebutuhan batu bara akan semakin meningkat maka emiten ini akan memiliki potensial yang cukup menjanjikan bagi para investor.

6. PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS)

Sebagai salah satu Bank syariah yang menerbitkan saham syariah, emiten ini cukup potensial karena mencatatkan kinerja yang bagus selama tahun 2021 kemarin. Dengan hasil memuaskan di tahun 2022, emiten ini meraih laba bersih yang mengalami kenaikan hingga 116% dari tahun lalu.

7. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

Bank syariah berikutnya yang masuk ke dalam rekomendasi saham syariah hari ini adalah Bank Syariah Indonesia dengan nilai saham terbaik di tahun 2022. Berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp. 3,02 triliun dan mengalami kenaikan hingga 38,45% setiap tahun.

Hingga performa pengelolaan dana bank yang juga mengalami peningkatan sebesar 5,1% dari tahun 2020. Dengan pendapatan di tahun 2020 sebesar Rp. 16 triliun yang naik menjadi Rp. 17,8 triliun di tahun 2021.

Anda bisa melihat daftar saham syariah di Daftar Efek Syariah atau DES yang akan rilis setiap hari. Untuk mengetahui saham atau emiten apa yang sedang potensial saat itu. Dan pastinya daftar ini akan diperbarui secara berkala dengan melihat pada beberapa ketentuan dan kriteria yang ada pada saham dan emiten tersebut.

Selain itu Anda juga bisa melihat daftar rekomendasi saham syariah hari ini berikut ini untuk mengumpulkan informasi mengenai saham yang tepat untuk Anda beli.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

July 26, 2022 2 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
daftar Saham Syariah terbaik
Emiten Syariah

5 Daftar Saham Syariah Terbaik (Blue Chip) di Indonesia

by Minsya July 25, 2022
written by Minsya 4 minutes read

Daftar Saham Syariah terbaik (Blue Chip) berikut ini bisa menjadi salah satu incaran bagi para investor. Terlebih lagi ketika perekonomian dunia sudah mulai pulih setelah mengalami jatuh bangun yang panjang.

Apalagi seiring dengan berjalannya waktu, investasi saham syariah terus menerus berkembang dengan pesat di Indonesia.

Alasannya tentu saja karena Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Apalagi negara ini kini terdiri dari sebagian besar generasi muda yang mulai menjalankan instrumen keuangan modern.

Salah satunya adalah dengan melakukan investasi saham untuk memperoleh keuntungan. Namun meski sudah banyak yang mencoba dunia investasi saham yang menjanjikan. Tidak bisa kita pungkiri jika masih banyak investor muda yang masih baru di dunia investasi khususnya investasi syariah.

Tapi karena keuntungan besar yang menanti, maka banyak orang yang tidak ragu untuk mulai terjun ke bidang ini. Dengan belajar dan bekerja secara cerdas serta pandai memilih emiten yang menguntungkan.

Emiten yang termasuk ke dalam portofolio blue chip maupun di dalam konteks pasar modal Indonesia termasuk di dalam indeks LQL45 merupakan emiten yang paling menguntungkan.

Daftar Saham Syariah Terbaik (Blue Chip)

Untuk membantu Anda dalam menentukan saham syariah terbaik sehingga bisa memberikan keuntungan yang melimpah dari kegiatan menanam saham ini. Berikut adalah daftar Saham Syariah terbaik (Blue Chip) yang bisa menjadi referensi Anda sebelum menanam saham:

1. PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP)

Saham fast moving consumer goods atau FMCG sendiri merupakan saham dari kelompok Salim ICBP.  Dengan memproduksi Indomie dan Bogasari Growers and Friends mampu memperoleh laba sebanyak Rp. 6,2 triliun dari total pendapatan sekitar Rp. 42,6 triliun hanya pada kuartal III tahun 2021.

Bahkan pada kuartal 1 tahun 2022 laba bersih mereka meningkat 12% menjadi Rp. 1,94 triliun. Peningkatan pendapatan mereka berasal dari Mi Instan yang memang penjualannya naik secara signifikan sejak pandemi berlangsung.

2. PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA)

PT Japfa Comfeed Indonesia merupakan salah satu perusahaan peternakan yang terkenal di Indonesia. Perusahaan ini sendiri memproduksi pakan untuk ternak. Namun produksinya yang paling terkenal adalah aneka produk olahan dari peternakan.

Anda pasti tahu salah satu merek terkenal dari perusahaan satu ini, atau bahkan pernah mengkonsumsinya yakni So Good yang memproduksi sosis dan nugget.

Maka tidak heran jika pada September 2021 lalu perusahaan tersebut mampu mencatatkan penghasilan total sebesar Rp. 32,8 triliun dengan laba bersih sebesar Rp. 1,6 triliun. Pada tahun 2022 pendapatan mereka pun meningkat sebanyak 21% menjadi Rp. 44,88 triliun.

Dengan harga saham yang cukup stabil sejak tahun 2021 lalu, tercatat per 6 Januari 2022 Japfa menjual sahamnya dengan harga 1.740/saham.

Baca Juga : Ini 3 Kriteria Saham Syariah Yang Wajib Kamu Tahu

daftar Saham Syariah terbaik
freepik.com

3. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

Berikutnya ada PT Telkom Indonesia yang merupakan salah satu perusahaan yang sangat memenuhi syarat sebagai perusahaan syariah terbaik di Indonesia. Apalagi karena perusahaan ini sanggup masuk daftar konstituen indeks LQ45 dan Jakarta Islamic Index.

Nilai dari kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai hingga 408 triliun. Untuk kuartal pertama pada tahun 2022, perusahaan ini memperoleh keuntungan total sebesar Rp. 35,1 triliun. Dengan laba sebesar Rp. 6,12 triliun.

4. PT Perusahaan Gas Negara (PGAS)

Perusahaan energi publik atau yang biasa banyak orang kenal dengan nama PT Perusahaan Gas Negara atau PGAS ini selalu memperoleh keuntungan yang tinggi. Karena pada kuartal I di tahun 2022, perusahaan ini mampu memperoleh keuntungan hingga Rp. 118 juta.

PT Perusahaan Gas Negara ini tak hanya bergantung pada oksigen medis melainkan dari sektor lain yang mereka harapkan bisa semakin meningkat.

5. PT Adaro Energy (ADRO)

Merupakan perusahaan batubara yang sudah beroperasi di Kalimantan sejak era 70-an dan bertahan hingga sekarang. Perusahaan ini memiliki kinerja yang baik sehingga pada paruh kedua tahun 2021 kemarin saham Adaro memiliki nilai yang melambung tinggi.

Bahkan harga saham dari perusahaan ini sendiri adalah Rp. 2.300 per saham. Selain itu perusahaan ini juga memiliki kinerja keuangan yang cukup baik. Sebab setelah mengalami kerugian hingga mencapai USD 88.000 pada tahun 2020 lalu. Perusahaan ini mampu meraup keuntungan pada September 2021.

Kenaikan yang terjadi pada harga batu bara global merupakan salah satu penyebab naiknya keuntungan perusahaan ini yang mencapai hingga Rp. 745 miliar pada tahun 2021 kemarin. Tercatat pada tahun 2022 mereka berhasil memperoleh pendapatan sebesar Rp. 1,22 miliar dengan laba bersih Rp. 400,07 juta.

Hingga tahun ini, harga batu bara akan tetap menguat. Sehingga menjadikan harga saham ini akan terus meningkat di tahun 2022 ini.

Maka tak heran jika saham dari perusahaan ini cukup menjanjikan bagi Anda yang ingin memperoleh keuntungan melimpah.

Tentunya mempelajari perusahaan yang termasuk dalam daftar Saham Syariah terbaik (Blue Chip) di atas. Karena Anda membutuhkan banyak informasi penting yang nantinya bisa menjadi bahan analisa sebelum memutuskan untuk melakukan investasi yang menguntungkan.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

July 25, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
daftar saham syariah
Emiten Syariah

Simak! Daftar Saham Syariah Terbaru dan Terlengkap

by Minsya April 25, 2022
written by Minsya 0 minutes read

Daftar Saham Syariah Update

Setelah memahami pengertian saham syariah secara umum, kini Anda perlu mengetahui beberapa jenis saham syariah yang terdaftar di berbagai indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Daftar Efek Syariah (DES). Perlu diketahui bahwa daftar berikut selalu mengalami perubahan dalam jangka waktu tertentu. Daftar ini dibuat update secara otomatis untuk periode-periode selanjutnya.

daftar saham syariah

Baca Juga : Yuk, Dagang Saham Syariah!

*Database ini akan update secara otomatis, jadi simpan terus link berikut ini ya!

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

April 25, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Emiten Syariah

Yuk, Taarufan Dengan WMPP, Perusahaan Penghasil Daging Sapi & Unggas

by Minsya November 16, 2021
written by Minsya 6 minutes read

WMPP Induk Widodo Makmur Unggas

Nama Widodo Makmur mungkin tidak asing ditelinga para investor. Karena di awal tahun ini ada nama Widodo Makmur Unggas (Kode saham: WMUU) yang sudah IPO lebih dulu.

Kali ini, ada nama Widodo Makmur Perkasa (Kode saham: WMPP), induk perusahaan WMUU yang akan segera IPO juga di tahun ini.

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai WMPP, Jum’at, 12 November 2021 Syariahsaham mengadakan webinar bareng calon emiten yang dihadiri juga oleh Pak Eko Agmi Andriana selaku Chief of Financial Officer (CFO) dan Ibu Mega Nurfitriyana selaku Chief Operational Operation (COO) of Investor Relation, Marketing, & Finance dari WMPP.

Banyak insight menarik yang bisa kita dapat dari persentasi dan sesi tanya jawab dari manajemen. Yang paling utama adalah terkait kondisi, tantangan, prospek dan strategi perusahaan untuk terus bertumbuh.

Nah, barangkali kemarin Anda tidak hadir atau Anda melewatkan beberapa informasi penting. Berikut akan kami review serta analisis perusahaan dari segi fundamental. Baca sampai akhir ya.

Profil Singkat

PT Widodo Makmur Perkasa, Tbk (WMPP) adalah salah satu perusahaan peternakan terintegrasi terbesar di Indonesia yang berfokus pada ternak sapi dan unggas. WMPP memulai bisnis peternakan sapi pada tahun 1996. Kemudian, WMPP telah berkembang ke berbagai bisnis lain termasuk perdagangan komoditas pertanian dan perkebunan, dan pengolahan daging.

Pada tahun 2006, WMPP memperluas peternakan sapi dan pabrik pakan.

Kemudian, pada tahun 2013 membangun rumah potong hewan pertama untuk memasok produk daging di Indonesia.

WMPP merupakan perusahaan keluarga, sehingga pemegang sahamnya dikuasi oleh keluarga Bapak Widodo. Bapak Tumiyana, anak dari Bapak Widodo merupakan pemegang saham mayoritas sekaligus CEO dari WMPP.  WMPP mempunyai 5 anak perusahaan dan 5 “cucu” perusahaan.

WMPP
Sumber: Mini Public Expose WMPP Dalam Acara Bersama Syariahsaham

Model Bisnis

WMPP telah tumbuh dan berkembang selama 26 tahun, memiliki lima lini bisnis yang saling terintergrasi, yaitu:

  1. Peternakan Sapi Terintegrasi
  2. Pengolahan Makanan Berbasis Daging
  3. Peternakan Ayam Terintegrasi
  4. Komoditas Pertanian
  5. Konstruksi & Energi Terbarukan

Model bisnis WMPP terintegrasi secara vertikal (dari pemeliharaan, penyembelihan, dan kemudian ke pengolahan daging) dan terintegrasi secara horizontal (melalui perdagangan komoditas pertanian dan bisnis perkebunan).

Pada tahun 2020, pendapatan dan laba bersih perusahaan turun 16% dan 34% karena imbas pandemi. Namun, CAGR (Compounded Anual Growth Rate) pendapatan dan laba bersih dari tahun 2015 – 2019 berada diangka 3% dan 5%. Laba bersih cenderung lebih fluktuatif, dikarenakan ada keuntungan/kerugian dari foreign exchange.

Bisnis yang terintegrasi dan berada di satu grup menjadi sebuah kelebihan dari WMPP. Sehingga mampu menciptakan efisiensi biaya, sehingga berdampak baik bagi lini bisnis downstream (pengolahan daging).

Dari ke-5 lini bisnis yang dimilik WMPP, hanya 2 lini bisnis yang menjadi ujung tombak dan growth driver WMPP, yaitu pengolahan daging & peternakan sapi dan ayam. Dari sisi margin usaha, pengolahan daging memberikan margin yang lebih besar dibandingkan lini usaha yang lain.   

Lini bisnis energi dan properti WMPP menjadi support system dengan memanfaatkan energy terbarukan. Sehingga kedepan akan menjadi cost efficiency WMPP dan margin bersih diharapkan akan terus meningkat.

Lini bisnis komoditas juga mempunyai peran penting sebagai support system. Dengan mengembangkan sendiri jagung untuk pakan ternak, mengurangi eksposur WMPP terhadap fluktuasi harga jagung yang biasanya mengurangi margin usaha perusahaan di industry ternak hewan.

Sumber: Mini Public Expose WMPP Dalam Acara Bersama Syariahsaham

Efisiensi Usaha: Startegi Cerdas Manajemen

Satu hal lagi yang menarik dari WMPP adalah usaha manajemen untuk melakukan cost efficiency. Secara umum, bisnis daging hewan ini memberikan margin yang tipis. Selain itu, pengaruh fluktuasi harga pakan ternak seperti jagung juga membuat beberapa periode tertentu membuah perusahaan di industri ini mengalami kerugian.    

Selain pemanfaatan energi terbarukan, pemanfaatan kotoran sapi sebagai pupuk kompos dan sisa jagung pakan ayam untuk pakan sapi menjadi salah dua langkah efisiensi yang telah dilakukan.

Bisa dikatakan, langkah efisiensi usaha yang dilakukan manajemen WMPP adalah suatu langkah cerdas dari WMPP untuk menjadi salah satu pemain besar di industri peternakan hewan. 

Baca Juga : Membongkar Rasio ROE UNVR Yang Konsisten >100%

Sumber: Mini Public Expose WMPP Dalam Acara Bersama Syariahsaham

Bedah Pendapatan

Pendapatan WMPP selama periode 2018 – 2020 cenderung stabil. Namun, di Q2 2021, pendapatan WMPP naik signifikan sebesar 80% dibandingkan Q2 2020. Hal ini didorong oleh kenaikan pendapatan di semua lini bisnis WMPP hingga >20%.

Lini bisnis poultry yang naik hingga 155% dan lini livestock yang naik 33% menjadi lini yang berkontrubusi besar bagi pertumbuhan pendapatan WMPP. Maka dari itu, kontribusi lini poultry meningkat menjadi 48% dari total pendapatan WMPP dari sebelunya hanya 38% di tahun 2020.   

Lini poultry yang dijajaki oleh WMPP melalui anak usaha Widodo Makmur Unggas (kode saham: WMUU) mempunyai keunikan dibandingkan kompetitor. WMPP menjual daging karkas, sehingga harga jual lebih stabil dibandingkan kompetitor yang menjual pakan ternak. 

Sumber: Mini Public Expose WMPP Dalam Acara Bersama Syariahsaham

Laba Yang Terus Bertumbuh

Meskipun pendapatan stabil, secara bottom line terjadi kenaikan yang luar biasa. Hal ini juga didorong efisiensi biaya yang dilakukan oleh manajemen sehingga terjadi penurunan beban pokok pendapatan. Gross profit WMPP mengalami kenaikan yang lebih tinggi dibandingkan pendapatannya. Hal ini pun juga terjadi di Q2 2021.

Laba bersih konsolidasi dan laba usaha WMPP pun juga mengalami pola yang sama. Bahkan laba usaha WMPP mampu naik hingga 124% di Q2 2021.

Sumber: Mini Public Expose WMPP Dalam Acara Bersama Syariahsaham

Prospek Usaha

Secara umum, prospek industri peternakan punya prospek yang cerah. Populasi Indonesia yang terus mengalami peningkatan sehingga kebutuhan protein juga ikut naik. Peningkatan kelas menengah dan populasi dengan umur dibawah 55 tahun di Indonesia juga menjadi katalis positif terhadap daging ayam dan sapi sebagai sumber protein.

Dibandingkan dengan negara tetangga, konsumsi per kapita Indonesia terhadap daging masih cukup rendah. Bahkan kalah jauh dengan Malaysia. Ini mengindikasikan adanya ruang pertumbuhan yang luas bagi WMPP. 

Sumber: Mini Public Expose WMPP Dalam Acara Bersama Syariahsaham

Penggunaan Dana IPO

Dibandingkan dengan negara tetangga, konsumsi per kapita Indonesia terhadap daging masih cukup rendah. Bahkan kalah jauh dengan Malaysia. Ini mengindikasikan adanya ruang pertumbuhan yang luas bagi WMPP. 

Sebagian besar dana IPO yang didapat oleh WMPP akan digunakan untuk pengembangan usaha. Ini adalah hal yang baik karena tidak sedikit perusahaan yang akan IPO, dananya digunakan hanya untuk melunasi hutang

Berikut rincian penggunaan dana hasil IPO WMPP:

  1. Sekitar 11,43% akan digunakan untuk membiayai pengembangan kerjasama operasi (Joint Operation) export yard, logistik dan rumah potong hewan di Australia.
  2. Sekitar 19,05% akan digunakan untuk membiayai pembangunan fasilitas peternakan terintegrasi dan perkebunan jagung di Sumatera, Sulawesi dan Papua.
  3. Sekitar 19,05% akan digunakan untuk pemberian modal kepada Entitas Anak Perseroan.
  4. Sekitar 17,90% akan digunakan untuk pembayaran utang Perseroan dan grup.
  5. Sekitar 32,57% akan digunakan untuk modal kerja Perseroan, terutama untuk pembelian bahan baku.

Sekian artikel tentang ulasan WMPP. Jika anda tertarik dan membutuhkan informasi lebih dalam, anda bisa membaca prospektus WMPP.

Semoga bermanfaat.

Yoga Ahmad Gifari (Rusia)
Graduated as master of Railway Track Management, but enthusiastic with sharia stock market.

November 16, 2021 2 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG