Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - Analisis Fundamental
Category:

Analisis Fundamental

Analisis Fundamental

Pembagian Dividen PTBA dan ANTM Dibayar 7 Juni 2024!

by Minsya June 7, 2024
written by Minsya 6 minutes read

Pembagian Dividen Saham PTBA dan ANTM dilakukan pada tanggal yang sama, yakni 7 Juni 2024. Kedua emiten tersebut bahkan telah mengantongi persetujuan RUPST masing-masing pemegang saham. Kabarnya PTBA membagikan dividen senilai Rp4.57 triliun dan ANTM senilai Rp3.08 triliun. Namun terlepas dari pembagian dividen, bagaimana sih update dari kedua emiten tersebut?

Pembagian Dividen PTBA

PTBA – PT Bukit Asam Tbk

Hari ini, 7 Juni 2024 PTBA – salah satu perusahaan tambang Batubara ini siap membagikan dividen untuk para pemegang sahamnya. PTBA sendiri telah melaksanakan RUPST pada 8 Mei 2024 dan berhasil mengantongi persetujuan dari para pemegang saham untuk membagikan dividen senilai Rp4.57 triliun. Jumlah dividen tersebut setara dengan 75% dari total laba bersih tahun buku 2023 kemarin. Maka dapat diasumsikan bahwa setiap masing-masing pemegang saham PTBA akan menerima dividen sebesar Rp397.712 per saham.

Adapun jika membandingkan nilai dividen per saham yang sebesar Rp397.712 per saham, dengan harga saham terakhir PTBA di kisaran 2500an (ketika artikel ditulis per 6 Juni 2024). Maka diperkirakan besaran yield yang dihasilkan PTBA di kisaran 15.85%.

Alur pembagian dividen PTBA:

  • Jadwal Cum dividen di pasar Rerguler dan juga pasar Negosiasi pada 20 Mei 2024.
  • Jadwal Ex dividen di pasar Regules dan juga pasar Negosiasi pada 21 Mei 2024.
  • Jadwal Cum dividen di pasar Tunai pada 22 Mei 2024.
  • Jadwal Ex dividen di pasar Tunai pada 27 Mei 2024.
  • Batas bagi daftar investor yang berhak atas pembagian dividen PTBA ialah pada jam 16.00 WIB 22 Mei 2024.
  • Jadwal distribusi pembagian dividen pada 7 Juni 2024.

Sedangkan dari sisi perbandingan pembagian dividen pada tahun 2023 kemarin, PTBA telah membagikan dividen sebesar 100% dari laba bersih dengan nilai mencapai Rp12.56 triliun atau setara dengan Rp1.094 per saham.

Pembagian Dividen ANTM

Sama seperti PTBA, pada 7 Juni 2024 ANTM yang merupakan perusahaan tambang emas ini juga melakukan pembagian dividen kepada para pemegang saham dengan nilai dividen sebesar Rp3.08 triliun. Jumlah dividen tersebut setara dengan nilai dividend payout ratio 100%, yang berarti ANTM telah mengalokasikan sepenuhnya perolehan laba bersih tahun buku 2023 untuk menjadi dividen.

Jika diperkirakan dengan jumlah saham ANTM yang beradar di public sebanyak-banyaknya 24.03 miliar. Maka nilai dividen potensial ANTM yang akan dibagikan sekitar Rp128.07 per saham. Dan pembagian dividen ANTM ini telah disetujui para pemegang saham melalui RUPST pada 8 Mei 2024 kemarin.

Dengan mempertimbangkan harga saham ANTM saat ini yang bergerak di kisaran 1300an per saham (ketika artikel ini dituli 6 Juni 2024). Maka diperkirakan besaran dividen yield yang diberikan ANTM ialah sekitar 9.52%.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Alur pembagian dividen ANTM:

  • Jadwal Cum dividen di pasar regular dan juga pasar Negosiasi pada 20 Mei 2024.
  • Jadwal Ex dividen di pasar regular dan juga pasar Negosiasi pada 21 Mei 2024.
  • Jadwal Cum dividen di pasar Tunai pada 22 Mei 2024.
  • Jadwal Ex dividen di pasar Tunai pada 27 Mei 2024.
  • Jadwal Recording date bagi investor yang berhak atas dividen ANTM ialah pada 22 Mei 2024.
  • Jadwal distribusi pembagian dividen dilaksanakan pada hari ini 7 Juni 2024.

Dan jika dibandingkan pembagian dividen ANTM pada tahun 2023 kemarin, ANTM membagikan dividen dengan nilai mencapai Rp1.91 triliun atau setara dengan Rp79.5 per saham.

Update Korporasi PTBA

PTBA saat ini masih akan fokus untuk mencapai target produksi Batubara pada level 41.3 juta ton, dengan volume penjualan sebesar 43.1 juta ton. Bersamaan dengan itu, PTBA akan terus memaksimalkan potensi pasar domestik.

Tidak hanya itu, PTBA juga akan mencari peluang baru untuk terus memperluas pasar ekspor. Terutamanya ke sejumlah konsumen dan juga di Kawasan Asia, seperti Vietnam, Kamboja, Jepang, China, dan juga India yang merupakan negara-negara berkembang dengan tambang batubaranya.

Fokus PTBA tersebut, tidak lepas dari situasi perusahaan yang telah mendapatkan persetujuan atas pengajuan RKAB sampai dengan tahun 2026. Dalam RKAB disebutkan bahwa target produksi Batubara di tahun 2026 bisa tumbuh sampai 60an juta ton, dari level saat ini di angkat 41 juta ton per tahun. Adapun rinciannya seperti berikut:

  • Tahun 2024 ditargetkan produksi Batubara mencapai 41 juta ton.
  • Tahun 2025 ditargetkan produksi Batubara mencapai 50 juta ton.
  • Tahun 2026 ditargetkan produksi Batubara mencapai 60 juta ton.

Update Korporasi ANTM

ANTM saat ini tengah fokus meningkatkan kinerja secara organik, salah satunya dengan massif melalukan eksplorasi di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau konsesi tambang yang dimiliki ANTM. Selain itu, ANTM juga gencar mengikuti event lelang yang diselenggarakan pemerintah untuk dapat menambah konsesi tambang.

Sedangkan untuk eksplorasi pada sisi hulu, rupanya ANTM juga menjalankan sejumlah proyek hilirisasi. Salah satu proyek strategisnya ialah pengembangan industri baterai untuk kendaraan Listrik (Electric Vehicle/EV battery ecosystem). Dalam pengembangan industri baterai ini dilaksanakan oleh ANTM bersama dengan Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. lewat anak usaha – Hong Kong CBL Limited (HKCBL). Keduanya kini sudah memulai persiapan dari infrastruktur tambang penyediaan tenaga Listrik, sampai ke penghimpunan dana investasi.

Dalam portofolio pengembangan ANTM setidaknya terdapat dua proyek:

  • Proyek pembangunan pabrik Feronikel Haltim (P3FH), di mana untuk saat ini sudah berada pada fase commissioning dan sudah siap mencapai ke tahap operasi komersial.
  • Proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, proyek ini digarap ANTM bersama dengan Inalum. Proyek SGAR ini ditaksir akan dapat beroperasi pada kuartal III-2024 mendatang.

Adapun untuk target produksi yang ditargetkan ANTM di sepanjang 2024 antara lain:

  • Produksi feronikel naik 5% menjadi 22.464 TNi, dengan penjualan naik12% 22.464 TNi.
  • Produksi bijih nikel naik 53% menjadi 20.58 juta wmt, dengan penjualan naik 60% menjadi 18.75 juta wmt.
  • Produksi emas naik 30.800 troy oz menjadi 958 kg, dan penjualan naik 1.200,959 troy oz.
  • Produksi bijih bauksit naik 72% menjadi 3.47 juta wmt, dan penjualan naik 103% menjadi 3.05 juta wmt.
  • Produksi alumina menjadi 160.000 ton, dengan penjualan naik 16% menjadi 170.000 ton.

Kesimpulan

Pembagian dividen yang dilakukan PTBA pada 7 Juni 2024 hari ini, mungkin tidak setinggi nilai dividen yang dibagikan pada tahun 2023 kemarin, di mana PTBA membagikan 100% atas laba bersih tahun buku 2022 yang lalu. Hal ini tidak lepas dari pertimbangan PTBA terhadap jumlah kas yang dimiliki, terlebih lagi ditengah berbagai pengembangan bisnis yang dilakukan perusahaan.

pembagian dividen

Sedangkan untuk ANTM justru membagikan dividen yang terbilang ‘jumbo’ mencapai 100% atas laba bersih tahun buku 2023. Keputusan ini tidak lepas dari kuatnya posisi kas perusahaan pada tahun 2023, bahkan per kuartal I-2024 kas yang dimiliki ANTM juga mengalami pertumbuhan signifikan.

Dari perbandingan di atas, penurunan dividen PTBA tidak serta merta membuatnya tidak menarik untuk investasi. Demikian pula dengan kenaikan dividen yang dibagikan ANTM, nilai yang jumbo juga tidak sepenuhnya menjamin bahwa prospek bisnisnya akan selalu menarik.

Namun dari keduanya, masih memiliki peluang yang terbuka lebar untuk menggenjot pertumbuhan bisnis. Baik PTBA dan ANTM sama-sama bagian dari Holding Grup MIND ID, yang untuk saat ini berpeluang mendapatkan tempat pada pengembangan ekosistem kendaraan Listrik (Electric vehicle/EV). Produk-produk yang dihasilkan PTBA dan ANTM dinilai akan menjadi bahan utama yang dibutuhkan dalam pembangunan dan pengembangan infrastruktur Listrik, wadah penyimpanan energi, hingga mendukung sistem pengisian kendaraan Listrik. Tentunya ini menjadi katalis baik bagi peningkatan bisnis kedua emiten sektor tambang tersebut.

Kira-kira dari kedua emiten di atas, mana yang sahamnya masih teman-teman investor pegang?

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

rivan kurniawan
June 7, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Analisis Fundamental

Memahami Dividen Payout Ratio untuk Investasi Lebih Tenang

by Minsya March 13, 2024
written by Minsya 7 minutes read

Apa itu Dividen Payout Ratio

Dividen Payout Ratio (DPR) merupakan indikator penting yang mengukur seberapa besar dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham dibandingkan dengan laba bersih perusahaan. Dinyatakan dalam persentase, rasio ini menunjukkan seberapa besar pendapatan yang dialokasikan kepada pemegang saham sebagai dividen. Sementara sisa laba bersih yang tidak dibagikan biasanya digunakan untuk melunasi utang atau diinvestasikan kembali dalam operasi perusahaan. Singkatnya, rasio ini memberikan gambaran tentang seberapa besar perusahaan membagi hasil keuntungan kepada para pemegang saham.

Tiga Poin Penting Tentang Dividen Payout Ratio :

  1. Pendapatan yang Dibagikan sebagai Dividen Rasio pembayaran dividen adalah perbandingan antara jumlah pendapatan yang dibayarkan kepada pemegang saham sebagai dividen dengan total pendapatan perusahaan. Biasanya diungkapkan dalam bentuk persentase. Setiap perusahaan memiliki kebijakan sendiri terkait pembagian dividen. Ada yang memberikan seluruh pendapatan sebagai dividen, sementara yang lain hanya membayar sebagian kecil.

  2. Penghitungan Laba yang Ditahan Jika perusahaan memutuskan untuk membayar sebagian pendapatannya sebagai dividen, sisa laba tersebut akan ditahan untuk keperluan bisnis. Untuk mengukur seberapa besar laba yang ditahan, sering kali digunakan rasio retensi. Ini adalah persentase dari laba yang tidak dibagikan sebagai dividen.

  3. Pertimbangan dalam Penafsiran Rasio Tidak ada aturan baku dalam menafsirkan Dividen Payout Ratio. Salah satu faktor kunci yang harus dipertimbangkan adalah tahap kedewasaan perusahaan. Perusahaan yang baru didirikan mungkin memilih untuk menahan lebih banyak laba untuk modal tambahan, sementara perusahaan yang lebih mapan mungkin lebih cenderung untuk membagi laba kepada pemegang saham.

Baca Juga : Rapat Umum Pemegang Saham di Pasar Saham Indonesia

freepik.com

Rumus dan Perhitungan

Anda bisa menghitung rasio pembayaran dividen dengan membagi jumlah dividen yang dibayarkan per saham dalam setahun dengan laba per saham (EPS), atau dengan membagi total dividen dengan laba bersih (seperti yang diperlihatkan di bawah ini).

dividend payout ratio

Alternatifnya, DPR juga dapat dihitung sebagai:

Berdasarkan per saham, rasio retensi dapat dinyatakan sebagai:

PENTING! Dividen Payout Ratio (DPR) memberikan gambaran tentang seberapa besar persentase pendapatan yang dikembalikan kepada pemegang saham oleh perusahaan, dibandingkan dengan jumlah yang tetap untuk diinvestasikan kembali dalam pertumbuhan, melunasi utang, atau menambah cadangan kas (laba ditahan).

Informasi Dividen Payout Ratio (DPR)

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menafsirkan rasio pembayaran dividen, namun yang paling penting adalah tingkat kematangan perusahaan. Perusahaan baru yang berfokus pada pertumbuhan biasanya ingin menginvestasikan kembali sebagian besar atau seluruh pendapatannya untuk memperluas operasi, mengembangkan produk baru, dan menembus pasar baru. Oleh karena itu, mereka dapat memiliki rasio pembayaran dividen yang rendah atau bahkan nol. Sebagai contoh, perusahaan dengan rasio pembayaran 0% tidak membagikan dividen sama sekali, sementara perusahaan dengan rasio pembayaran 100% membagikan seluruh laba bersihnya kepada pemegang saham.

Di sisi lain, perusahaan yang lebih tua dan mapan cenderung mengembalikan sedikit uang kepada pemegang sahamnya. Praktik ini bisa menantang kesabaran investor dan memicu tindakan intervensi dari pihak-pihak tertentu.

Perusahaan dengan rasio pembayaran dividen yang tinggi sering kali dianggap telah melewati tahap pertumbuhan awalnya. Dalam kasus ini, harga sahamnya mungkin tidak akan meningkat dengan cepat, karena pendapatan yang besar telah dialokasikan untuk pembayaran dividen, bukan untuk investasi dalam pertumbuhan lebih lanjut.

Dividen Stabil

Dividen Payout Ratio (DPR) memiliki peran penting dalam menilai keberlanjutan dividen suatu perusahaan. Kehadiran dividen merupakan sinyal positif bagi investor, karena menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kinerja yang solid dan mampu memberikan pengembalian kepada pemegang sahamnya. Namun, jika rasio pembayaran dividen melebihi 100%, ini menandakan bahwa perusahaan membayar lebih banyak dividen daripada yang mereka hasilkan. Hal ini dapat menyebabkan perusahaan harus memotong atau bahkan menghentikan pembayaran dividen, yang tentunya dapat mempengaruhi harga saham dan kepercayaan investor.

Meskipun demikian, ada situasi di mana perusahaan mungkin tetap membayar dividen meskipun mengalami tahun yang buruk. Ini bisa menjadi strategi jangka panjang bagi perusahaan untuk mempertahankan kepercayaan investor dan menunjukkan keterlibatan mereka dalam memberikan pengembalian kepada pemegang saham. Namun, untuk mengambil keputusan yang bijaksana terkait pembayaran dividen, penting untuk mempertimbangkan ekspektasi pendapatan di masa depan dan tren jangka panjang dalam rasio pembayaran dividen.

Selain itu, rasio retensi juga merupakan indikator penting dalam mengevaluasi kebijakan dividen suatu perusahaan. Rasio retensi menunjukkan persentase laba bersih yang tidak dibayarkan kepada pemegang saham, melainkan ditahan oleh perusahaan atau diinvestasikan kembali untuk mendukung pertumbuhan perusahaan di masa depan. Dengan demikian, memahami kedua rasio ini dapat memberikan wawasan yang lebih lengkap tentang kebijakan dividen dan strategi investasi suatu perusahaan.

Dividen Khusus Industri

Beragamnya pembayaran dividen sangat tergantung pada industri, dan dalam banyak kasus, penting untuk membandingkan rasio pembayaran dividen di dalam industri tertentu. Sebagai contoh, dalam industri kemitraan investasi real estat (REITs), ada persyaratan hukum untuk mendistribusikan sebagian besar pendapatan kepada pemegang saham, yaitu setidaknya 90%, karena mereka mendapatkan keuntungan dari pengecualian pajak khusus.

Selain itu, kemitraan terbatas induk (MLP) juga cenderung memiliki rasio pembayaran yang tinggi. Namun, penting untuk diingat bahwa dividen bukanlah satu-satunya cara bagi perusahaan untuk memberikan nilai kepada pemegang saham. Karena itu, rasio pembayaran dividen mungkin tidak selalu memberikan gambaran yang lengkap tentang kinerja perusahaan.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat, beberapa penyesuaian dapat dilakukan. Salah satunya adalah dengan memasukkan pembelian kembali saham ke dalam metrik rasio pembayaran. Hal ini dilakukan dengan membagi total dividen dan pembelian kembali saham dengan laba bersih pada periode yang sama. Namun, jika rasio ini terlalu tinggi, hal ini bisa menandakan bahwa perusahaan lebih fokus pada peningkatan harga saham jangka pendek daripada pada reinvestasi dan pertumbuhan jangka panjang.

Selain itu, dalam menilai rasio pembayaran dividen, perusahaan yang menerbitkan saham preferen perlu mengurangi dividen saham preferen dari total dividen yang dibayarkan. Hal ini membantu memberikan gambaran yang lebih akurat tentang distribusi pendapatan kepada pemegang saham biasa. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, investor dapat mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kinerja dan strategi dividen suatu perusahaan.

Pembayaran Dividen vs. Hasil Dividen

Saat membandingkan kedua metrik ini, penting untuk diingat bahwa yield dividen memberikan informasi tentang tingkat pengembalian secara sederhana dalam bentuk dividen tunai yang diterima oleh pemegang saham, sementara rasio pembayaran dividen menggambarkan seberapa besar laba bersih perusahaan yang dibayarkan sebagai dividen.

Meskipun yield dividen lebih dikenal dan sering dipantau, banyak orang percaya bahwa rasio pembayaran dividen lebih baik sebagai indikator kemampuan perusahaan untuk terus membayar dividen secara konsisten di masa depan. Rasio pembayaran dividen sangat terkait dengan arus kas perusahaan.

Yield dividen menunjukkan berapa banyak dividen yang dibayarkan oleh perusahaan dalam satu tahun dibandingkan dengan harga sahamnya. Ini biasanya disajikan dalam bentuk persentase, bukan dalam nilai dolar absolut. Pendekatan ini mempermudah pemegang saham untuk melihat berapa banyak pengembalian yang mereka terima setiap dolar yang diinvestasikan dalam bentuk dividen.

Kesimpulan

Mengapa Rasio Pembayaran Dividen Penting?

Rasio pembayaran dividen adalah salah satu ukuran keuangan utama yang digunakan untuk menilai keberlanjutan program pembayaran dividen suatu perusahaan. Ini mengukur jumlah dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham dalam kaitannya dengan total laba bersih perusahaan.

Bagaimana Cara Menghitung Rasio Pembayaran Dividen?

Perhitungan rasio pembayaran dividen umumnya dilakukan per saham dengan membagi dividen tahunan per saham biasa dengan laba per saham (EPS).

Apakah Rasio Pembayaran Dividen Tinggi Baik?

Meskipun rasio pembayaran dividen yang tinggi terkadang dianggap positif, hal ini tidak selalu dipandang begitu oleh investor yang aktif. Rasio pembayaran dividen yang terlalu tinggi dapat mengindikasikan bahwa perusahaan mencoba untuk menyembunyikan masalah bisnis dengan menawarkan dividen besar, atau mungkin perusahaan tidak merencanakan penggunaan modal kerja yang agresif untuk ekspansi.

Apa Perbedaan Antara Rasio Pembayaran Dividen dan Hasil Dividen?

Ketika membandingkan kedua metrik dividen, perlu dicatat bahwa yield dividen memberikan informasi tentang tingkat pengembalian sederhana dalam bentuk dividen tunai kepada pemegang saham, sedangkan rasio pembayaran dividen menunjukkan seberapa besar laba bersih perusahaan yang dibagikan sebagai dividen.

Mengapa Rasio Pembayaran Dividen Penting?

Rasio pembayaran dividen adalah salah satu ukuran keuangan utama yang digunakan untuk menilai keberlanjutan program pembayaran dividen suatu perusahaan. Ini mengukur jumlah dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham dalam kaitannya dengan total laba bersih perusahaan.

Bagaimana Cara Menghitung Rasio Pembayaran Dividen?

Perhitungan rasio pembayaran dividen umumnya dilakukan per saham dengan membagi dividen tahunan per saham biasa dengan laba per saham (EPS).

Apakah Rasio Pembayaran Dividen Tinggi Baik?

Meskipun rasio pembayaran dividen yang tinggi terkadang dianggap positif, hal ini tidak selalu dipandang begitu oleh investor yang aktif. Rasio pembayaran dividen yang terlalu tinggi dapat mengindikasikan bahwa perusahaan mencoba untuk menyembunyikan masalah bisnis dengan menawarkan dividen besar, atau mungkin perusahaan tidak merencanakan penggunaan modal kerja yang agresif untuk ekspansi.

Apa Perbedaan Antara Rasio Pembayaran Dividen dan Hasil Dividen?

Ketika membandingkan kedua metrik dividen, perlu dicatat bahwa yield dividen memberikan informasi tentang tingkat pengembalian sederhana dalam bentuk dividen tunai kepada pemegang saham, sedangkan rasio pembayaran dividen menunjukkan seberapa besar laba bersih perusahaan yang dibagikan sebagai dividen.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

March 13, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
analisis fundamental
Analisis Fundamental

Belajar Cara Analisis Fundamental Saham dari 0

by Minsya February 5, 2024
written by Minsya 5 minutes read

Penerapan metode analisis fundamental saham menjadi kunci penting untuk memperoleh wawasan mendalam mengenai saham-saham potensial dengan prospek yang cerah di masa depan.

Dalam ranah investasi, keputusan yang tepat membutuhkan landasan analisis yang kuat. Hal ini menjadi semakin krusial, terutama ketika kita berbicara tentang investasi dalam saham. Analisis menjadi instrumen penilaian esensial untuk menentukan apakah suatu saham patut untuk dibeli atau tidak.

Salah satu metode analisis yang diakui memiliki tingkat kedalaman dan ketelitian yang tinggi adalah metode analisis fundamental.

Metode ini menawarkan sudut pandang komprehensif terkait kondisi keuangan, performa bisnis, dan faktor-faktor fundamental lainnya yang mempengaruhi nilai intrinsik sebuah saham.

Bagi investor yang memiliki orientasi investasi jangka panjang, metode ini menjadi pendekatan yang sangat relevan dan efektif. Dengan menganalisis faktor-faktor fundamental, seperti laporan keuangan, pertumbuhan pendapatan, manajemen perusahaan, dan prospek industri, investor dapat membuat keputusan yang lebih informasional dan kontekstual dalam memilih saham yang sesuai dengan tujuan investasi mereka.

Manfaat Analisis Fundamental

Investor perlu memahami beberapa aspek krusial dalam menjalankan analisis fundamental. Beberapa di antaranya melibatkan pemahaman terhadap kondisi makro ekonomi, dinamika kebijakan politik, situasi bisnis di industri tertentu, dan keterampilan dalam membaca dengan teliti laporan keuangan perusahaan.

Analisis ini memberikan sejumlah keuntungan bagi investor yang menggunakannya. Pertama-tama, dengan memahami konteks kondisi makro ekonomi, investor dapat meramalkan pergerakan pasar dan menyesuaikan strategi investasi mereka. Begitu juga dengan kebijakan politik yang dapat memiliki dampak signifikan pada performa saham.

Selain itu, analisa ini membantu investor dalam memilih saham yang tepat. Dengan memahami faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi kinerja perusahaan, investor dapat mengidentifikasi saham-saham yang memiliki prospek cerah dan berpotensi memberikan hasil investasi yang optimal.

Manfaat lainnya adalah kemampuan untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk berinvestasi. Dengan memantau berbagai faktor seperti siklus bisnis dan kondisi ekonomi, investor dapat mengidentifikasi peluang investasi yang muncul atau menghindari risiko yang mungkin timbul.

Tidak hanya itu, analisis ini juga memungkinkan investor menentukan nilai intrinsik suatu saham. Dengan memahami faktor-faktor seperti pendapatan perusahaan, struktur biaya, dan pertumbuhan masa depan, investor dapat menilai dengan cermat seberapa layak sebuah saham dihargai dalam nominal rupiah. Ini memberikan landasan yang kuat untuk membuat keputusan investasi yang lebih informasional dan rasional.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

analisis fundamental
freepik.com

Perbedaan Analisis Fundamental dan Teknikal

Analisis fundamental merujuk pada evaluasi faktor-faktor mendasar dari suatu perusahaan, termasuk kondisi makro ekonomi, situasi industri bisnis, hingga laporan keuangan perusahaan. Penggunaan analisis ini seringkali memerlukan waktu yang cukup lama, karena melibatkan tinjauan mendalam terhadap berbagai aspek perusahaan yang ingin diinvestasikan.

Di sisi lain, analisis teknikal merupakan pendekatan yang bergantung pada data historis mengenai pergerakan harga di pasar saham. Mereka yang menggunakan analisis teknikal cenderung berfokus pada pergerakan harga saham di masa lalu untuk membuat prediksi mengenai pergerakan harga di masa depan. Analisis ini sering diadopsi oleh para trader, yang berorientasi pada jangka pendek, bahkan dalam periode harian.

Dalam konteks investasi, mereka yang menggunakan analisis teknikal umumnya disebut sebagai trader. Mereka cenderung lebih fokus pada pergerakan harga saham yang relatif cepat dan reaktif terhadap kondisi pasar yang berubah-ubah. Sebaliknya, para pengguna analisis fundamental, yang sering disebut sebagai investor, lebih cenderung melihat investasi sebagai komitmen jangka panjang, mempertimbangkan fundamental bisnis dan pertumbuhan perusahaan.

Analisis Fundamental dengan Pendekatan Top Down

Pendekatan yang sering digunakan dalam analisa ini adalah pendekatan top down. Dalam menggunakan pendekatan ini, investor harus memahami beberapa tahap sebagai berikut:

  1. Kondisi Ekonomi Makro:

    • Pengaruh Global dan Lokal: Pergerakan harga saham dipengaruhi oleh faktor-faktor kondisi perekonomian baik secara global maupun dalam negeri. Sebagai contoh, selama pandemi, aktivitas perekonomian global terbatas, dan mayoritas harga saham mengalami penurunan.
    • Lesunya Ekonomi dan Kinerja Perusahaan: Pada saat ekonomi sedang lesu, kinerja perusahaan cenderung merosot, diikuti dengan penurunan harga sahamnya. Sebaliknya, ketika ekonomi bergairah, aktivitas perusahaan berkembang, dan harga saham cenderung naik.
    • Pengaruh Kebijakan Pemerintah: Kebijakan pemerintah, seperti perubahan suku bunga, juga berpengaruh terhadap harga saham. Suku bunga tinggi dapat menghambat pertumbuhan perusahaan dan bisnis.
  2. Sektor dan Industri:

    • Pentingnya Pemahaman Sektor dan Industri: Kondisi sektor dan industri memiliki dampak signifikan pada harga saham. Fenomena tertentu dalam sektor atau industri dapat mempengaruhi pergerakan harga saham yang tergabung di dalamnya.
    • Contoh Pengaruh Sektor: Misalnya, penurunan harga minyak dunia dapat menyebabkan penurunan harga saham dalam sektor tambang.
  3. Analisis Mikro Perusahaan:

    • Seleksi Saham Perusahaan: Setelah mengetahui sektor yang unggul, investor perlu menyeleksi saham perusahaan dengan kinerja baik. Perusahaan dengan reputasi tinggi dan posisi pemimpin dalam industri memiliki prospek pertumbuhan di masa depan.
    • Indeks LQ45 sebagai Referensi: Saham-saham tersebut sering tergabung dalam indeks LQ45.
  4. Kondisi Fundamental Perusahaan:

    • Perbandingan Kinerja: Investor perlu membandingkan kinerja perusahaan dengan yang lain dalam sektor industri yang serupa.
    • Analisis Laporan Keuangan dan Manajemen: Melibatkan analisis laporan keuangan perusahaan dan struktur manajemen. Ini membantu menentukan apakah saham tersebut layak dibeli berdasarkan perkembangan, laporan keuangan, dan harga sahamnya.

Analisis fundamental pada tahapan ini menjadi kunci dalam menentukan apakah suatu perusahaan dapat dianggap baik atau tidak. Biasanya, perusahaan yang kokoh dari segi fundamental memiliki harga saham yang memadai.

Analisis Fundamental dengan Pendekatan Bottom Up

Pendekatan lain dalam analisis fundamental adalah pendekatan bottom-up. Berbeda dengan pendekatan top-down, pendekatan ini berarti analisis dilakukan dari bawah ke atas. Dengan metode ini, investor memulai dengan memilih saham yang diminati, kemudian menilai kinerja perusahaan melalui laporan keuangannya. Setelah itu, investor meninjau apakah saham tersebut layak dikoleksi dengan mempertimbangkan kinerja di sektor industri yang sama. Barulah setelah itu, investor mempertimbangkan tren dan kondisi perekonomian secara keseluruhan. Pendekatan bottom-up memberikan fokus lebih kuat pada kualitas individu dari suatu saham dan kinerja perusahaan, tanpa terlalu dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi secara umum.

Kesimpulan

Melalui analisis fundamental, investor tidak mudah terpengaruh oleh fluktuasi harga saham dan cenderung untuk berfokus pada investasi jangka panjang. Mereka yang mengadopsi analisis fundamental seringkali memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap fundamental bisnis perusahaan yang mendasari saham tersebut.

Secara keseluruhan, baik pendekatan top-down maupun bottom-up memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Pilihan terbaik dalam berinvestasi sangat tergantung pada gaya investasi pribadi masing-masing investor. Tetap ditekankan bahwa dalam memilih saham, penting untuk selalu mempertimbangkan nilai saham tersebut dan memastikan pembelian dilakukan pada harga yang wajar.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

February 5, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
merdeka copper
Analisis Fundamental

Merdeka Copper: Proyek Tembaga 7 Bukit The Rise of MDKA?

by Minsya January 26, 2024
written by Minsya 6 minutes read

Proyek Tembaga Tujuh Bukit merupakan salah satu proyek yang diprediksi menjadi “game changer” bagi PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Terlebih lagi proyek Tembaga Tujuh Bukit ini adalah salah satu tambang tembaga dan emas dengan peringkat teratas di dunia, yang belum dikembangkan. MDKA sendiri siap berinvestasi dalam jumlah besar pada mega proyek ini. Lantas seberapa besar prospek dari proyek ini bagi MDKA?

Proyek Tambang Tujuh Bukit Merdeka Copper

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) – perusahaan tambang emas dan tembaga ini tengah fokus mempersiapkan diri terhadap pengembangan proyek Tambang Tujuh Bukit yang berada di bawah Tambang Emas Tujuh Bukit sekitar 65 km ke arah Tenggara Banyuwangi. Untuk kita ketahui, PT Merdeka Copper Gold Tbk tercatat memiliki secara penuh 100% atas saham proyek Tembaga Tujuh Bukit ini.

merdeka copper
Source: merdekacoppergold.com/bisnis-kami/proyek-tembaga-tujuh-bukit/

Ya, proyek Tambang Tujuh Bukit yang juga terletak di Banyuwangi – Jawa Timur ini, memiliki potensi tambang tembaga yang sangat besar. Jika dirinci, maka proyek Tambang Tujuh Bukit memiliki kekayaan sumber daya mineral, hingga sebesar 1.71 miliar ton dengan kadar tembaga sebesar 0.47%, dan juga  emas sebesar 0.60 g/t yang didalamnya mengandung 8.1 juta ton tembaga dan 27.4 juta ons emas. Yang didalamnya termasuk sebanyak 443 juta ton sumber daya terindikasi, dengan kadar tembaga 0.60% dan emas 0.66 g/t.

Source: merdekacoppergold.com/bisnis-kami/proyek-tembaga-tujuh-bukit/

Baca Juga : PT Surya Citra Media Tbk: Vidio.com Dongkrak Kinerja SCMA?

Proyek Tembaga Tujuh Bukit ini pertama kali ditemukan, ketika PT Merdeka Copper Gold Tbk melakukan aktivitas feasibility study terhadap area Tambang Emas Tujuh Bukit pada tahun 2018 lalu. Hal ini yang membuat posisi proyek Tembaga Tujuh Bukit ada di bawah area Tambang Emas Tujuh Bukit.

Dan sejak itulah, PT Merdeka Copper Gold Tbk terus menggelontorkan dana investasi hingga USD176 juta, untuk dapat menjalankan studi kelayakan pada proyek Tembaga Tujuh Bukit. Termasuk didalamnya untuk kebutuhan eksplorasi sepanjang 1.890 meter, pengeboran untuk menemukan sumber daya, pemodelan geologi, studi teknis hingga studi pra kelayakan yang ditargetkan bisa selesai pada Mei 2024 mendatang.

Dalam perencanaannya, PT Merdeka Copper Gold Tbk menargetkan proyek Tembaga Tujuh Bukit ini mampu memproses sebanyak 24 juta ton bijih per tahunnya, untuk kemudian bisa menghasilkan lebih dari 110.000 ton tembaga dan 350.000 ounces emas per tiap tahun, selama lebih dari 30 tahun.

Berdasarkan aktivitas pengeboran terbaru dalam upaya perluasan Tambang Emas Tujuh Bukit. Ditemukan adanya kandungan mineral dan emas yang menyebar dari mulai bawah lubang terbuka Tambang Emas Tujuh Bukit sampai area sumber daya terindikasi di bagian bawah tanah.

Source: merdekacoppergold.com/bisnis-kami/proyek-tembaga-tujuh-bukit/

Tentu potensi dari proyek Tembaga Tujuh Bukit dapat diperhitungkan untuk menjadi tambang tembaga terbesar ketiga di Indonesia, apabila nanti sudah beroperasi. Sehingga posisi peringkatnya ada di bawah tambang milik PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Berikut ini hasil dari petakan sumber daya yang terkandung pada Tambang Tembaga Bukit Tujuh:

Source: Public Expose MDKA, 2023
Berita Saham Syariah

Indonesia Bertahan di Secondary Emerging Market: Apa Maknanya Bagi Masa Depan Pasar...

April 9, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Belajar Candlestick Saham: Panduan Lengkap Membaca Psikologi Pasar untuk Investor Syariah

March 18, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Laba Emiten 2025: Panen SMSM hingga Lonjakan BRMS Cuan 99 Persen

March 17, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Emiten Properti Syariah PANI hingga Drama Rights Issue

March 16, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Emiten Saham Syariah: Guncangan Harga Minyak Dunia & Panen Dividen

March 13, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Geopolitik Timur Tengah Memanas: Strategi Investasi Saham Syariah Hadapi Dampak Perang Iran

March 2, 2026 0 comments

Proyek Tembaga Tujuh Bukit vs Prospek Kendaraan Listrik (EV)

Bicara potensi, MDKA mengklaim bahwa adanya proyek Tembaga Tujuh Bukit ini juga bertujuan untuk mensupply pasokan tembaga. Jadi, tembaga ini memang dapat digunakan sebagai komponen dan/atau komponen pendukung baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di masa yang akan datang. Dalam hal potensi ini, Penulis berpendapat bahwa manajemen PT Merdeka Copper Gold Tbk cukup jeli dengan melihat peluang bisnis ini.

Source: cnbcindonesia.com/news

Nah kalau kita lihat, dari sisi kebutuhan tembaga untuk kendaraan Listrik memang jauh lebih besar mencapai 183LB. Bahkan jika harus dibandingkan dengan mobil bertenaga mesin (ICE) dengan kebutuhan 48L. Dan juga dengan mobil bertenaga Listrik hibrida yang kebutuhan tembaganya 88LB. Dengan besarnya akan kebutuhan tembaga untuk supply kendaraan Listrik, tentu akan lebih sustain dan sejalan dengan prospek MDKA. Berikut ini proporsi kebutuhan tembaga.

Source: copper.org/environment/

Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Cooper Development Association Inc. tembaga ini merupakan komponen penting bagi kendaraan Listrik. Di mulai dari motor Listrik, baterai, inverter, perkabelan, hingga kebutuhan pada stasiun pengisian daya.

Tidak hanya itu, tembaga ini juga menjadi komponen penting bagi infrastruktur yang mendukung pengisian kendaraan Listrik.

Bahkan Copper Development Association Inc, yang menyadur data dari Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) menyebutkan pada tahun 2016 sudah ada permintaan kendaraan Listrik sebanyak 2 juta unit secara global. Kemudian di tahun 2025 mendatang, diperhitungkan ada permintaan kendaraan Listrik dunia yang melonjak hingga 7 juta unit. Yang artinya akan ada permintaan logam tembaga hingga sebesar 1.7 juta ton di tahun 2027.

Potensi tersebut, menegaskan bahwa naiknya penggunaan kendaraan Listrik dalam beberapa tahun ke depan, juga akan berdampak positif terhadap naiknya permintaan tembaga.

Kinerja Keuangan MDKA

Sebagai salah satu proyek yang masih ada di fase pra-produksi. Sekaligus salah satu proyek dari lima asset tambang PT Merdeka Copper Gold Tbk yang meliputi:

  • Proyek Emas Pani
  • Proyek Tembaga Tujuh Bukit
  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
  • Tambang Emas Tujuh Bukit
  • Tambang Tembaga/Pirit Wetar

Maka dapat dikatakan bahwa MDKA memiliki kondisi liabilitas yang relatif tinggi. Lantaran PT Merdeka Copper Gold Tbk memiliki banyak proyek yang masih harus dikembangkan, sehingga belum bisa beroperasi. Sementara biaya operasional terus berjalan. Nah di bawah ini adalah perbandingan kinerja PT Merdeka Copper Gold Tbk, di mulai dari asset tidak lancar, total asset, liabilitas jangka pendek, liabilitas jangka panjang, total liabilitas, interest bearing debt, dan juga ekuitas yang dimiliki MDKA:

Kinerja MDKA. Source: Cheat Sheet Kuartal III-2023 by RK Team

Dalam grafik di atas, terlihat bahwa beban liabilitas yang ditanggung PT Merdeka Copper Gold Tbk relatif besar. Terlebih setelah di mulainya proyek Tembaga Bukit Tujuh, yang dalam waktu bersamaan juga dilakukan dengan proyek emas Pani. Sehingga berdampak langsung pada kenaikan liabilitas MDKA, yang juga tercermin dalam Interest Bearing Debt yang naik signifikan hingga sekitar Rp22.16 triliun Annualized 2023.

Bukan tidak mungkin, beban kenaikan liabilitas dan Interest Bearing Debt MDKA akan terus berlanjut. Setidaknya sampai tambang yang saat ini dalam pengerjaan proyek dapat beroperasi secara efektif. Sehingga dapat menghasilkan income bagi PT Merdeka Copper Gold Tbk.

Tingginya beban liabilitas yang ditanggung PT Merdeka Copper Gold Tbk hingga kuartal III-2023, turut tercermin dalam DER perusahaan yang ada di level 2.23x. Tentu ini sangat berisiko bagi kemampuan keuangan perusahaan.

DER MDKA. Source: Cheat Sheet Kuartal III-2023 by RK Team

Kesimpulan

Dari proyek Tembaga Tujuh Bukit, MDKA secara tidak langsung mendapatkan keuntungan berupa prospek bisnis yang menarik. Sejalan dengan semakin tingginya penggunaan tembaga sebagai komponen pada baterai kendaraaan listrik.

Hanya saja yang perlu diperhatikan di sini ialah dengan adanya proyek Tambang Tembaga Bukit Tujuh, cukup berdampak pada posisi neraca MDKA. Di mana PT Merdeka Copper Gold Tbk memiliki beban liabilitas yang terbilang besar. Bahkan jauh lebih besar dibandingkan ekuitas yang dimilikinya, akibatnya DER perusahaan berada di level yang cukup tinggi, yakni 2.23x. Tidak hanya itu, posisi liabilitas yang menimbulkan risiko cukup besar bagi perusahaan.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

rivan kurniawan
January 26, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Analisis Fundamental

PT Vastland Indonesia (VAST): Kejar Ekspansi di 2024! Apakah Layak Koleksi?

by Minsya December 29, 2023
written by Minsya 4 minutes read

Emiten penyedia jasa sewa pergudangan PT Vastland Indonesia (VAST) berencana melakukan ekspansi mulai tahun 2024. Lantas bagaimana prospeknya di tengah harga saham yang sejak IPO terus mengalami penurunan?

Sekilas Mengenai PT Vastland Indonesia (VAST)

Mungkin banyak dari teman-teman investor, yang belum pernah mendengar. Atau mungkin kurang familiar dengan emiten VAST?

Ya, PT Vastland Indonesia (VAST) adalah emiten pendatang baru di Bursa Efek Indonesia yang bergerak pada jasa sewa pergudangan. VAST baru IPO pada 8 Februari 2023 dan belum genap setahun melantai di BEI.

PT Vastland Indonesia (VAST) memiliki dua segmen bisnis yakni Built to Suit (Gudang yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan) dan General Warehouse (Gudang yang bentuknya umum). Pelanggan dari VAST sendiri banyak dari sektor FMCG, komoditas, dan third party logistics. Beberapa lokasi site dari gudang VAST antara lain di Lampung, Bengkulu, Palembang, Jambi, Pekanbaru dan Klaten.

Berikut ini klien eksisting dari VAST dan lokasi warehouse milik VAST:

PT Vastland Indonesia
Source: Prospektus VAST, 2023

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Akuisisi Warehouse Baru di Jabodetabek

Pada 13 Desember 2023, PT Vastland Indonesia (VAST) mengumumkan bahwa akan melakukan ekspansi dengan mengakuisisi pergudangan yang ada di Tangerang, Banten. Luas dari tanah dan bangunan yang akan diakuisisi sebesar 39.450m² dan 18.045m².

Adapun untuk mendukung ekspansi tersebut, setidaknya VAST membutuhkan dana sebesar Rp97.5 miliar. Sehingga bisa merealisasikan akuisisi warehouse tersebut. Selain itu, VAST juga berencana menggunakan alokasi dari dana IPO dan pinjaman perbankan.

Nantinya Gudang yang dimaksud akan digunakan oleh pelanggan dari sektor e-commerce dan fulfilment center.

Di samping itu, PT Vastland Indonesia (VAST) melalui press release nya, mengungkapkan bahwa ekspansi VAST di Tangerang bertujuan untuk mengantisipasi permintaan pergudangan. Sekaligus untuk menambah presensi perusahaan di wilayah Jabodetabek sebagai pusat bisnis.

Sebab itu, VAST berharap dengan adanya warehouse baru di Jabodetabek mampu meningkatkan laba perusahaan. Hal ini juga menimbang potensi bisnis sewa pergudangan yang masih cukup menjanjikan, setidaknya untuk 20 tahun ke depan.

Terlepas dari itu, PT Vastland Indonesia (VAST) juga melakukan diversifikasi pelanggan. Rencananya akan dijangkau oleh perusahaan di Tangerang, melalui layanan fulfilment center dan last mile logistics.

Prospek Sektor Pergudangan

Secara bisnis, sektor pergudangan untuk kedepannya diprediksikan mengalami pertumbuhan.

Source: supplychainindonesia.com

Prediksi tersebut secara tidak langsung menunjukkan bahwa sektor pergudangan memiliki kesempatan untuk menjadi sektor dengan laju pertumbuhan yang pesat. Di mana hal ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan layanan logistik yang memfasilitasi berbagai distribusi barang.

Tidak hanya itu, prospek sektor pergudangan adalah salah satu sektor yang juga akan didukung pertumbuhannya oleh pemerintah. Bagaimana tidak, sektor pergudangan merupakan sektor yang juga memiliki kontribusi besar terhadap pajak Negara. Tercatat hingga sepanjang 9M2023, sektor pergudangan mampu menyumbang pajak sekitar 4.5% bagi Negara.

Berita Saham Syariah

Indonesia Bertahan di Secondary Emerging Market: Apa Maknanya Bagi Masa Depan Pasar...

April 9, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Belajar Candlestick Saham: Panduan Lengkap Membaca Psikologi Pasar untuk Investor Syariah

March 18, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Laba Emiten 2025: Panen SMSM hingga Lonjakan BRMS Cuan 99 Persen

March 17, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Emiten Properti Syariah PANI hingga Drama Rights Issue

March 16, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Emiten Saham Syariah: Guncangan Harga Minyak Dunia & Panen Dividen

March 13, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Geopolitik Timur Tengah Memanas: Strategi Investasi Saham Syariah Hadapi Dampak Perang Iran

March 2, 2026 0 comments

Analisa Fundamental dan Peer Comparison

Tidak banyak emiten yang bermain di sektor pergudangan sebagai core bisnisnya. Terlebih lagi  di tengah industri pergudangan yang tumbuh saat ini, hanya ada dua nama emiten yang listing di bursa efek yakni PT Vastland Indonesia (VAST) dan PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP).

Berikut ini analisa perbandingan kondisi fundamental dari kedua emiten tersebut, berdasarkan kinerja uartal III-2023:

Source: Cheat Sheet Kuartal III-2023 by RK Team

Dari perbandingan keduanya, terlihat perbedaan size perusahaan yang cukup signifikan. Sebut saja MMLP jauh lebih besar, dari VAST berdasarkan sisi asset maupun revenue.

Namun VAST memiliki efektifitas dalam menghasilkan laba yang cukup baik, terlihat dari GPM yang lebih besar, dan ROE maupun ROA yang lebih baik dibandingkan MMLP.

Dari sisi valuasi, baik VAST maupun MMLP dapat dikatakan cukup berimbang berdasarkan book value. Tetapi dari sisi earning per share menunjukan bahwa VAST lebih baik, dibandingkan MMLP.

Kesimpulan

Sebagai emiten jasa pergudangan, PT Vastland Indonesia (VAST) mencoba untuk melakukan ekspansi ke daerah yang memiliki sirlkulasi transaksi e-commerce tinggi yakni di wilayah Jabodetabek.

VAST juga mencoba merambah jenis segmen baru yang erat kaitannya, dengan transaksi e-commerce yakni fulfilment center dan last mile logistics.

Sementara dari sisi valuasi saham, PT Vastland Indonesia (VAST) ini tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan prospek bisnis kedepannya. Tercatat dengan PBV sebesar 0.7x, walaupun memiliki PER yang cukup tinggi di level 15.1x. Sejak artikel ini ditulis harga saham VAST telah drop sekitar -45% dari harga IPO. Secara teknikal penurunan harga VAST nampak cukup menarik, karena probability untuk turun lebih dalam semakin kecil.

Namun secara fundamental, masih harus dipertimbangkan lebih deep lagi. Mengingat VAST membutuhkan waktu untuk menunjukkan pertumbuhan kinerja keuangan, baik itu secara pendapatan maupun laba bersihnya.

Akan terlalu berisiko, jika kita hanya mengandalkan asumsi growth VAST berdasarkan data kinerja dalam dua tahun terakhir, seperti berikut ini

Kinerja VAST 2022 – 2023 Annualized. Source: Cheat Sheet Kuartal III-2023 by RK Team

Nah, bagaimana apakah teman-teman investor tertarik untuk berinvestasi pada emiten VAST? Dengan pertimbangan prospek sektor pergudangan ke depan?

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

rivan kurniawan
December 29, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Surya Semesta
Analisis Fundamental

Masih Pantas Surya Semesta (SSIA) Dilirik Investor?

by Minsya November 10, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Saham property PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) nampaknya masih digadang-gadang menjadi salah satu saham yang menarik dari segi valuasi. Banyak saham-saham property yang memiliki valuasi cukup murah bahkan yang memiliki PBV di bawah 1 karena memang sektor ini belum pulih sejak tahun 2015-2016. Salah satunya pada investasi saham SSIA.

Kawasan industry residensial sempat menjadi katalis yang dianggap bisa membukukan pendapatan yang signifikan, namun hal tersbut nampaknya tidak terjadi pada Kawasan industry di Jakarta. Beberapa Kawasan Industri di luar Jakarta mampu menarik para investor dikarenakan biaya lahan dan tenaga kerja yang lebih murah dibandingkan di Jakarta.

Sebagaimana dilansir oleh VP Investor Relation dari SSIA Erlin Budiman “PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencatat penurunan permintaan atas kawasan industri di area Jakarta Raya sekitar 23,9% di kuartal II 2023”.

Lalu apakah hal tersebut masih menarik bagi emiten SSIA?

Profil PT Surya Semesta Internusa (SSIA)

Investasi saham PT Surya Semesta Internusa (SSIA), merupakan salah satu saham perusahaan property yang memfokuskan kepada tiga lini bisnis antara lain konstruksi, Kawasan residential dan hospitality (hotel dan pusat perbelanjaan). Perusahaan ini didirikan di Jakarta pada tahun 1971.

Perusahaan ini dikenal sebagai inisiator awal Kawasan Kuningan, Jakarta. Pada era 70-an SSIA banyak membangun Kawasan residensial dan kantor di Kawasan Kuningan. Pada tahun 1976, PT Surya Semesta Internusa (SSIA) meresmikan Kawasan Plaza Glodok yang ditujukan untuk pusat perdagangan elektronik di Jakarta. Pada tahun 1983, SSIA ditujuk oleh pemerintah sebagai salah satu perusahaan yang membangun Kawasan hotel dan resort terintergrasi di Nusa Dua Bali, diamana pada saat itu Nusa Dua merupakan daerah yang terabaikan dan kumuh. Salah satu hotel yang dibangun pertama kali oleh SSIA adalah Hotel Melia Nusa Dua Bali.

Dalam perjalananya perusahaan ini mulai juga fokus di bidang konstruksi dengan mengakuisisi PT Nusa Cipta Raya (NRCA) pada tahun 1994 dan memutuskan untuk listing di Bursa Efek Jakarta pada tahun 1997.

Pada tahun 2014, SSIA mendapatkan izin untuk mengelola Kawasan industry dan residensial di Subang dan Karawang dengan luas sebesar 2000 hektar.

Hingga saat ini SSIA mengoperasikan berbagai lini bisnis antara lain:

  1. Kawasan Industri dan Properti: PT Surya Cipta Swadaya, PT TCP Internusa, PT Sitiagung Makmur
  2. Konstruksi: PT Nusa Raya Cipta (NRCA)
  3. Hospitality: PT Suryalaya Anindita Internasional, PT Ungasan Semesta Resort, PT Surya Internusa Hotels

Beberapa brand ini juga bernaung di bawah SSIA: Grand Melia Jakarta, Grand Melia Bali, Surya Cipta City, Subang Smartpolitan, dan BATIQA hotels.

Performance Keuangan SSIA Q2 2023

Berdasarkan laporan publikasi yang dirilis pada 8 Agustus 2023, PT Surya Semesta Internusa (SSIA) berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 1,8 Triliun, dari segi pendapatan SSIA mengalami peningkatan sebesar 10,5% dari pendapatan di tahun Q2 2022.

Peningkatan pendapatan ini disokong dari tiga sektor yang selama ini menjadi pendukung dari PT Surya Semesta Internusa (SSIA) antara lain konstruksi, property residensial dan hospitality. Tercatat dari segi konstruksi PT Surya Semesta Internusa (SSIA) mengalami  kenaikan sebesar 7,2% dan membukukan kenaikan yang luar biasa dari sisi hospitality sebesar 122,3% YoY.

Berikut ini pendapatan dari SSIA per sektor dan perbandingannya secara YoY (Q2 2022 dan Q2 2023)

(Sumber Laporan Publikasi SSIA, 8 Agustus 2023)

Tercatat walaupun terjadi kenaikan pendapatan, dari segi bottom line SSIA mengalami kenaikan pendapatan operasional sebesar 54% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Namun hal ini perlu diwaspadai karena dari sisi net income SSIA mengalami penurunan sebesar -164% yang disebabkan oleh turunya comprehensive income.

Berikut ini analisa pendapatan per segmen dari PT Surya Semesta Internusa (SSIA) dan perbandingannya secara YoY (Q2 2022 dan Q2 2023)

(Sumber Laporan Publikasi SSIA, 8 Agustus 2023)

Baca Juga : Aksi Korporasi Tiada Henti! PT Harum Energy (HRUM) Realisasikan Diversifikasi Bisnis Batubara

Berita Saham Syariah

Indonesia Bertahan di Secondary Emerging Market: Apa Maknanya Bagi Masa Depan Pasar...

April 9, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Belajar Candlestick Saham: Panduan Lengkap Membaca Psikologi Pasar untuk Investor Syariah

March 18, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Laba Emiten 2025: Panen SMSM hingga Lonjakan BRMS Cuan 99 Persen

March 17, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Emiten Properti Syariah PANI hingga Drama Rights Issue

March 16, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Emiten Saham Syariah: Guncangan Harga Minyak Dunia & Panen Dividen

March 13, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Geopolitik Timur Tengah Memanas: Strategi Investasi Saham Syariah Hadapi Dampak Perang Iran

March 2, 2026 0 comments

Tercatat dari segi revenue pendapatan dari anak perusahaan konstruksi yakni NRCA masih mendominasi sebesar 65% pendapatan, lalu dari sisi margin (gross profit) sumbangsih terbesar datang dari sektor hospitality dengan gross profit margin (GPM) sebesar 63%. Terlihat memang dari segi property dan Kawasan industry mengalami penurunan baik dari segi pendapatan maupun GPM.

Proyeksi Pendapatan dari Properti dan Lahan Industri

Berdasarkan public expose dari PT Surya Semesta Internusa (SSIA), terlihat bahwa perusahaan memberikan proyeksi yang cukup positif untuk pendapatan dari property dan lahan industry dengan beberapa indikator sebagai berikut:

  • Investasi saham SSIA akan memfokuskan pada perkembangan property di Kawasan penunjang Jabodetabek yakni Subang dan Karawang dengan membangun Subang Smartpolitan yang terintegrasi dengan system transportasi terpadu seperti LRT, KRL dan Kereta Cepat.
  • Subang Smartpolitan diproyeksikan akan memiliki direct access ke bandara dan Pelabuhan strategis seperti Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati.
Surya Semesta
(Sumber: SSIA Investor relation report Q2 2023, business plan)

Valuasi dan Kesimpulan

Terakhir kita akan mengambil kesimpulan dari sisi valuasi, berdasarkan valuasi maka PT Surya Semesta Internusa (SSIA) ini memiliki valuasi yang cukup menarik dari nilai buku dan PBV dengan BVPS sebesar Rp 804 dengan harga pasar per 23 Oktober sebesar Rp 426. Selain itu SSIA memiliki PBV sebesar 0,5x. Namun dari sisi PER, SSIA masih memiliki PER -19x hal ini terjadi karena secara net profit SSIA masih membukukan kerugian.

Namun jika beberapa plan kedepan berjalan dengan lancar khususnya pada pembangunan Kawasan industry, maka SSIA akan memiliki proyeksi yang sangat baik dan akan mengalahkan revenue dari konstruksi dan GPM dari hospitality.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

rivan kurniawan
November 10, 2023 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
Dividend
Analisis Fundamental

Dividend Payout Ratio: 3 Faktor Yang Mempengaruhi DPR

by Minsya August 22, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Salah satu kekeliruan yang dilakukan oleh para investor pemula dalam memulai investasi yaitu tidak melakukan perhitungan dan pertimbangan apapun. Memulai investasi sebenarnya tidak bisa dilakukan dengan sembarangan dimana salah satunya harus melakukan proses analisis menggunakan dividend payout ratio. Berikut penjelasan lengkapnya!

Apa Itu Dividend Payout Ratio?

Sebelum mengetahui tentang cara menghitungnya, Anda perlu memahami terlebih dahulu tentang apa yang dimaksud dengan dividend payout ratio. Perhitungan ini merupakan salah satu analisis yang dilakukan untuk bisa mengetahui rasio jumlah dividen yang dibayarkan perusahaan kepada investor dengan laba bersih yang diperoleh oleh perusahaan.

Dalam proses analisis ini, total keuntungan bersih diwakilkan dengan EPS (Earnings per share) atau jumlah keuntungan yang diperoleh investor dari proses investasi per lembar sahamnya. Oleh karena itu, untuk menyempurnakan perhitungannya maka anda perlu membagi dividend payout ratio dengan jumlah saham perusahaan yang diedarkan di bursa.

Proses Menghitung Dividend Payout Ratio

Untuk bisa menganalisis, tentunya anda perlu memahami dengan baik bagaimana rumus perhitungannya. Agar lebih jelas, berikut adalah hal yang perlu dilakukan :

Jumlah Dividend per Share = Dividen yang dibagikan / total saham yang beredar

Setelah mendapatkan dividen per share maka selanjutnya, Anda perlu mencari earning per share-nya dengan rumus :

Earning per Share = Total laba bersih / total saham beredar

Terakhir, untuk mengetahui dividend payout ratio dilakukan dengan rumus :

Dividend Payout Ratio = Jumlah dividend per Share / Earning per Share

Untuk bisa melakukan perhitungan tersebut maka Anda Perlu mendapatkan ikhtisar laporan keuangan dari perusahaan. Ikhtiar laporan ini biasanya berada di bagian awal dari laporan tahunan atau Annual Report. Jika anda sudah mendapatkan datanya maka bisa melakukan perhitungan sebelum memutuskan untuk mengambil atau menanam investasi di perusahaan.

Baca Juga : 3 Jenis Rasio Solvabilitas: Pengertian, Rumus hingga Cara Menghitungnya

Dividend
freepik.com

Faktor yang Mempengaruhi Dividend Payout Ratio

1. Likuiditas Perusahaan

Bagi anda yang belum paham, likuiditas diartikan sebagai batas kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk bisa membayar hutang jangka pendek. Untuk bisa mengetahui tingkat likuiditas dari perusahaan ini maka bisa dilakukan dengan menggunakan rasio likuiditas. Bila rasionya semakin tinggi maka kemungkinan perusahaan untuk melunasi hutang dengan cepat juga semakin besar.

Hal  tersebut bisa terjadi karena dari hasil perhitungan diketahui bahwa aset yang dimiliki oleh perusahaan sudah sangat lebih dari cukup guna melunasi hutang jangka pendeknya. Pastikan bahwa ketika berinvestasi, Anda memilih perusahan dengan rasio likuiditas yang tinggi agar bisa mendapatkan dividen dengan jumlah besar dan diberikan sesuai aturan dan ketentuan.

2. Profitabilitas Perusahaan

Perlu diketahui bahwa pembagian dividen oleh perusahaan kepada investor sebenarnya dilakukan dengan dasar pertimbangan kondisi keuangan perusahaan dan juga kebijakan yang diberlakukan perusahaan itu sendiri. Jika Anda ingin mengetahui perusahaan mana saja yang memberikan dividen dengan rajin dan jumlah yang besar maka bisa dilihat pada daftar indeks saham atau IDX High Dividend 20.

Ketika menemukan perusahan dengan profit yang tinggi maka anda bisa mengetahui jika perusahaan tersebut juga memiliki probabilitas yang baik dalam hal membayarkan dividen kepada investornya. Namun hal sebaliknya juga bisa terjadi apabila keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan memiliki jumlah rendah maka bisa mengalami keterlambatan dalam memberikan dividen atau bahkan tidak sama sekali.

3. Pertumbuhan Perusahaan

Perlu ditandai bahwa perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar, likuiditas dan probabilitas tinggi belum tentu memberikan dividennya kepada investor. Perusahaan tersebut biasanya lebih banyak berfokus pada  bidang perkembangan sehingga semua dana keuntungan yang diperoleh akan lebih diarahkan pada proses operasional atau investasi lainnya.

Untuk itu, Anda perlu mengetahui latar belakang dari perusahaan sebelum akhirnya melakukan investasi. Hal ini akan mempengaruhi jumlah keuntungan yang bisa diperoleh dalam proses investasi. Hal ini tidak hanya bisa terjadi pada perusahaan yang sedang melakukan pengembangan saja tetapi juga bisa terjadi pada perusahaan yang sudah mapan. Itulah pentingnya dividend payout ratio.

Ukuran perusahaan tidak bisa dijadikan acuan dalam melakukan investasi. Meskipun perusahaan telah memiliki likuiditas serta probabilitas yang baik belum tentu memberikan deviden kepada investornya. Oleh karena itu, pertimbangan pemilihan emiten atau perusahaan emmang perlu diperhatikan dan diperhitungkan dengan baik guna menghindari hal buruk.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 22, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Rasio Rentabilitas
Analisis Fundamental

Rasio Rentabilitas: 4 Analisis Kinerja Perusahaan untuk Investasi

by Minsya August 21, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Setiap investor yang melakukan investasi tentunya ingin mendapatkan keuntungan dari apa yang diinvestasikan. Oleh karena itu, seorang investor perlu menentukan dan mencari emiten atau perusahaan investasi yang tepat. Untuk bisa mengetahui jumlah keuntungan yang bisa diperoleh dari investasi pada suatu emiten yaitu dengan menggunakan rasio rentabilitas.

Apa Itu Rasio Rentabilitas?

Untuk bisa melihat keuntungan yang bisa diperoleh dari suatu emiten tidak hanya bisa dilihat dari laba bersih yang diperoleh dalam periode tertentu saja tetapi juga bisa dilakukan dengan cara membandingkan jumlah modal yang dikeluarkan emiten untuk bisa mendapatkan laba tersebut. Hal tersebut bisa dijadikan pertimbangan yang sangat potensial.

Bisa saja perusahaan atau emiten telah mengeluarkan biaya modal sekitar Rp 950 miliar dengan keuntungan Rp 1 triliun. Dengan keuntungan tersebut maka dapat diketahui bahwa kinerja dari perusahaan masih kurang efisien. Metode yang digunakan untuk melakukan perbandingan kedua hal tersebut dikenal sebagai rasio rentabilitas. 

Rasio ini merupakan suatu perhitungan yang dapat membandingkan keuntungan dengan modal yang telah dikeluarkan oleh perusahaan. Tujuan dari prose sperhitungan ini dilakukan dengan tujuan agar mengetahui bagaimana kinerja dari perusahaan dan mengantisipasi investor mengambil langkah yang salah dan memilih emiten yang memiliki kinerja buruk.

Rasio rentabilitas ini dalam bahasa inggris disebut juga sebagai basic learning power yang digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dalam jangka waktu periode tertentu tanpa memperhitungkan faktor eksternal dan internalnya yang mampu mempengaruhi profitabilitas dan operasi perusahaan.

Meskipun perhitungan rasio rentabilitas dengan profitabilitas sering kali dianggap sama, namun sebenarnya keduanya memiliki perbedaan. Rentabilitas umumnya akan hanya mengukur seberapa besar laba bersih yang dihasilkan sedangkan profitabilitas mengukur tentang jenis laba yang bisa diperoleh oleh perusahaan dalam jangka waktu atau periode tertentu.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Rasio Rentabilitas
freepik.com

Rumus Menentukan Rasio Rentabilitas

Rumus yang digunakan untuk bisa mengetahui rasio rentabilitas dari perusahan bisa dilakukan dengan cara berikut :

Rasio Rentabilitas : Earnings Before Interest and taxes / total assets

Keterangan :

Earnings Before Interest and Taxes (EBIT) merupakan laba yang diperoleh perusahaan sebelum dikurangi dengan biaya pajak serta bunga pinjaman namun sudah dikurangi dengan biaya operasionalnya. Dengan begitu maka dapat diketahui bahwa hal yang diperhitungkan dalam rasio rentabilitas hanya biaya langsung yang mencakup perbaikan mesin, bahan baku, gaji karyawan dan lainnya.

Kemudian untuk total aset diartikan sebagai aset yang dimiliki oleh perusahaan. Aset ini biasanya dibagi menjadi 2 kategori yaitu ekuitas atau modal usaha yang bersumber dari uang pribadi pemilik serta liabilities atau sumber daya bisnis yang digunakan untuk bekerja namun bersumber dari sumber eksternal dengan begitu anda perlu memperhatikan keduanya.

Jenis Rasio Rentabilitas

1. Net Profit Margin

Anda bisa menemukan beberapa jenis rasio rentabilitas dimana yang pertama yaitu Net Profit Margin (NPM). Perhitungan margin ini bisa didapatkan dengan membandingkan laba setelah ditambah pajak dengan total pendapatan yang diperoleh oleh perusahan.

Laba bersih : Jumlah Pendapatan  - Biaya Operasional – Biaya Pajak

NPM : Laba Bersih / Pendapatan Operasional

2. Gross Profit Margin

Jenis berikutnya yang bisa ditemukan yaitu Gross Profit Margin (GPM) atau suatu perhitungan terkait perbandingan laba kotor suatu perusahaan dengan pendapatan perusahaan.

Laba Kotor : Jumlah pendapatan operasional – Biaya Operasional

GPM : Laba Kotor / Jumlah Pendapatan Operasional

3. Return on Asset

Return on Asset dilakukan untuk mengetahui perbandingan laba bersih dengan jumlah aset yang dimiliki perusahaan.

ROA : Jumlah Laba Bersih / Total Aset

ROA : Jumlah Laba Bersih + Liabilitas

3. Return on Asset

ROI : (Nilai Investasi Akhir – Nilai Investasi Awal) / Nilai Investasi Awal

ROI ini diartikan sebagai matriks keuangan yang bisa dimanfaatkan untuk mengukur bagaimana bisnis bisa menghasilkan keuntungan. Anda perlu memanfaatkan rumus rasio rentabilitas ini untuk pengambilan keputusan berinvestasi di emiten pilihan.

Mengambil keputusan untuk berinvestasi memang perlu dilakukan dengan banayk pertimbanagn. Langkah utama yang paling penting untuk dipertimbangkan yaitu dengan memperhatikan kinerja dari emiten. Untuk itu, pastikan Anda memahami dengan benar bagaimana emiten bekerja dengan cara melakukan analisis yang telah dijabarkan diatas.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 21, 2023 2 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
rasio solvabilitas
Analisis Fundamental

3 Jenis Rasio Solvabilitas: Pengertian, Rumus hingga Cara Menghitungnya

by Minsya August 17, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Rasio solvabilitas sangat bermanfaat untuk menilai kesehatan keuangan sebuah perusahaan dan mengukur seberapa besar kemampuannya dalam melunasi utang. Rasio ini berguna bagi investor maupun entitas yang tertarik melakukan kegiatan keuangan. Untuk mengetahuinya rasio solvabilitas lebih dalam, simak penjelasan di bawah ini.

Apa itu Rasio Solvabilitas

Solvency ratio atau rasio solvabilitas ialah rasio yang dapat menentukan kemampuan perusahaan dalam membayar utang serta liabilitas. Kegiatan analisis ini dapat diperoleh dari pemanfaatan jaminan modal atau aset apa saja yang dimilikinya baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.

Macam-macam Rasio Solvabilitas

1. Debt Ratio

Jenis debt ratio ialah rasio yang digunakan untuk menilai kapasitas perusahaan sesuai dengan besaran utang agar dapat membiayai aset. Dengan ini, total semua aset yang dimiliki perusahaan dengan uangnya akan diperbandingkan. Rasio ini juga membantu anda dalam memperoleh kredit batu dengan agunan aktiva untuk menambah modal.

Semakin besar debt rasio, maka semakin terjamin jaminan kreditur dalam jangka panjang. Dengan begitu, solvabilitas perusahaan dalam kondisi baik. Adapun rumusnya yaitu total uang dibagi total aset. Jika total aset perusahaan Rp 1 miliar dan total kewajiban Rp 250 juta, maka debt ratio yang dimiliki 0,25 atau 4 kali lebih besar daripada kewajibannya. Sehingga, perusahaan dapat melunasi utangnya.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

rasio solvabilitas
freepik.com

2. Debt to Equity Ratio

Debt to Equity Ratio ialah perbandingan utang dan ekuitas berupa nilai uang untuk membandingkan ekuitas dan liabilitas. Dalam artian, pinjaman sebaiknya tidak melebihi modal karena dapat membuat kewajiban yang ditanggung perusahaan tidak bertambah. Semakin rendah nilai DER, maka semakin baik solvabilitas perusahaan dalam menjamin hutangnya.

Rumus rasio solvabilitas DER yaitu total hutang dibagi ekuitas dikali 100%. Misalnya, perusahaan A memiliki total utang sebesar Rp 1.480.893 serta ekuitas perusahaan sebesar 4.168.930. Dalam hal ini, maka rasio DER nya adalah 36%.  Perlu diketahui angka DER yang kurang atau setara 1 memiliki kondisi yang sehat tetapi jika melebihi 200% maka resikonya tinggi.

3. Times Interest Earned Ratio

Times Interest Earned Ratio ialah perbandingan untuk mengetahui kemampuan suatu perusahaan dalam membayar kewajiban bunganya di masa depan. Ukuran ini dilakukan dengan membandingkan keuntungan sebelum pajak dan bunga dengan biaya bunga. Semakin besar nilainya, maka semakin tinggi kapabilitas perusahaan membayar bunga.

Rumus dari interest coverage ratio yaitu laba sebelum pembayaran pajak dan bunga dibagi beban bunga lalu dikali 100%. Hasilnya itulah menunjukkan seberapa besar perusahaan membayar biaya bunga tambahan. Rasio ini juga menunjukkan berapa kali pembayaran beban bunga dikeluarkan dengan laba sebelum dikurangi pajak.

Jika rasionya 5 kali maka penghasilan perusahaan bisa digunakan untuk membayar total beban bunga hingga 5 kali lipat atau bisa dinilai bahwa pendapatan perusahaan 5 kali lebih besar daripada biaya beban bunga tahunan. Pada umumnya, kreditor cenderung lebih memilih perusahaan yang memiliki TIE tinggi karena solvabilitasnya yang cukup bagus.

Pentingkah Rasio Solvabilitas

Ada banyak manfaat yang diperoleh dari menggunakan rasio solvabilitas. Dengan ini, anda mengetahui gambaran status serta performa perusahaan yang dapat dilihat dari pemberi hutang. Kesanggupan perusahaan dalam melunasi hutangnya juga bisa dievaluasi dengan mudah. Sehingga, anda bisa menilai perusahaan berdasarkan aktiva yang dibiayai utang.

Rasio solvabilitas juga cukup penting dalam memberikan penilaian mengenai tingkat pengaruh utang dari manajemen aset atau aktivanya, penilaian nilai dana utang saat ditagih atau jatuh tempo hingga nilai jaminan utang jangka panjang terhadap modalnya. Sehingga, tingkat kesehatan keuangan suatu perusahaan bisa dikenali.

Selain itu, perusahaan harus mengevaluasi dengan rasio likuiditas untuk mendapatkan gambaran kapabilitas perusahaan dalam melunasi kewajiban hutangnya. Biasanya, analisis solvabilitas digabung dengan current ratio dan growth ratio. Semakin kecil nilai persentase solvabilitas, maka semakin tinggi risiko perusahaan. Bahkan, perusahaan berpotensi mengalami kebangkrutan.

Dapat disimpulkan bahwa perusahaan yang memiliki nilai rasio solvabilitas besar masih belum bisa dipastikan lancar dalam membayar utangnya. Sehingga, sangat penting bagi investor dalam memahami cara menghitung rasionya dari emiten. Dengan begitu, investor dapat memilih perusahaan yang tidak beresiko bangkrut, fundamental kuat dan membawa keuntungan.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 17, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Rasio Likuiditas
Analisis Fundamental

Rasio Likuiditas: Kenali 3 Jenis, Rumus dan Cara Hitungnya

by Minsya August 16, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Rasio Likuiditas apa itu? Analisis rasio ini sangat bermanfaat bagi investor, pemberi utang dan pemasok dalam memperoleh gambaran mengenai kesehatan keuangan dari suatu perusahaan. Adapun nilainya sering digabungkan dengan rasio solvabilitas. Untuk mengetahui apa itu rasio likuiditas lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini.

Kenali Apa itu Rasio Likuiditas

Sebelum membahas lebih dalam, anda perlu tau ap aitu rasiko likuiditas. Rasio Likuiditas atau rasio likuiditas ialah rasio untuk menghitung kekuatan suatu perusahaan atau industri dalam membayar utang secara luas saat jatuh tempo. Perlu diketahui bahwa semakin besar angkanya, maka semakin tinggi tingkat kesanggupan perusahaan melunasinya dalam jangka pendek.

Rasio likuiditas sering digunakan oleh investor dalam menentukan saham mana yang layak dibeli. Bisa dikatakan jika rasionya baik maka keuangan perusahaan dalam kondisi sehat. Rasio ini berkaitan dengan neraca karena seluruh datanya diambil dari neraca tersebut. Terdapat tiga unsur penting yang dimiliki neraca yakni asset, liabilitas dan ekuitas.

Aset termasuk aset tetap maupun aset lancar yang dimiliki perusahaan. Aset lancar termasuk kas piutang, persediaan, biaya bayar dimuka dan surat berharga sedangkan aset tetap terdiri dari aset berwujud dan aset tidak berwujud. Kemudian, liabilitas melibatkan liabilitas jangka pendek maupun jangka Panjang yang terdiri dari utang hipotek dan utang obligasi.

Sementara itu, ekuitas ialah hak pemilik terhadap aset perusahaan dikurangi kewajiban atau liabilitas dalam neraca. Dapat dikatakan bahwa ekuitas meliputi modal atau saham pemilik usaha, laba ditahan, saham treasury dan tambahan modal yang disetor. Nilai ekuitas inilah yang nantinya mencerminkan nilai buku suatu perusahaan.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Rasio Likuiditas
freepik.com

Jenis-jenis Rasio Likuiditas dan Rumusnya

1. Rasio Lancar

Apa itu rasio likuiditas berjenis lancar? Current ratio atau rasio lancer ialah Teknik termudah dalam mengenali kapasitas perusahaan dalam menuntaskan kewajiban atau utang dalam jangka waktu pendek. Jenis rasio ini menggambarkan kapasitas asset lancer perusahaan dalam membayar utang dengan membagi aset lancar dan current liabilities.

Contohnya, perusahaan A memiliki Aset Lancar 17.198.309 dan 7.477.526 liabilitas jangka pendek. Untuk mengetahui rasio lancarnya,  anda dapat membagi keduanya dan hasilnya yaitu 2,3. Bisa disimpulkan bahwa perusahaan A memiliki 2,5 kali lebih banyak dari aset lancar yang dibutuhkan untuk membayar kewajibannya.

Perlu diketahui bahwa jika nilai rasio lancer besar maka posisi likuiditas perusahaan bagus dan sebaliknya. Angka rasio yang besar juga menyiratkan bahwa perusahaan memiliki banyak persediaan, piutang lama, kas piutang dan inventaris. Namun, angka rata-ratanya tidak menentukan posisi likuiditas perusahaan. Jika rasio tersebut kurang dari rata-rata, maka evaluasi wajib dilakukan.

2. Rasio Cepat

Quick ratio atau rasio cepat biasa disebut sebagai acid test ratio sebagai perbandingan keuangan dalam menghitung kemampuan perusahaan dalam melunasi utang jangka pendek. Jenis rasio ini memanfaatkan aset lancar paling likuid. Dalam artian, likuid ialah aset yang mudah diuangkan dalam jangka waktu pendek kurang dari 1 tahun.

Adapun cara menghitungnya yaitu dengan mengurangi persediaan dari asset lancer lalu dibagi nilai utang jangka pendek. Menganalisisnya pun hampir sama dengan rasio lancar dimana jika angkanya 2 kali maka dapat ditulis 200%.  Hal ini berarti bahwa aset lancar paling likuid 2 kali lebih besar daripada jumlah utang jangka pendek.

3. Rasio Kas

Rasio kas atau cash ratio ialah metrik likuiditas yang menerapkan komponen kas atau setara kas dan dibandingkan dengan liabilitas jangka pendek serta utang lancar. Rasio ini lebih baik digunakan untuk menyatakan posisi likuiditas perusahaan karena kas digunakan sebagai patokan utamanya.

Adapun rumusnya yaitu kas ditambang dengan setara kas lalu dibagi dengan utang lancar. Misalnya, perusahaan A memiliki Rp 35 juta aktiva lancar, Rp 95 juta uang cash dan Rp 250 juta utang lancar. Bisa diketahui bahwa rasio kasnya yaitu 0,68 kali dari perhitungan Rp 95 juta ditambah dengan Rp 75 juta yaitu Rp 170 juta dibagi dengan Rp 250 juta yang hasilnya 0,68 kali.

Itulah penjelasan mengenai apa itu rasio likuiditas yang penting diketahui untuk mengukur kapasitas perusahaan dalam membayar utang jangka pendek. Metode ini dapat dimanfaatkan dengan rasio lancar dan rasio cepat. Namun, rasio cepat cocok dipilih untuk menghasilkan kondisi yang lebih solid akan posisi likuiditas.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 16, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG