Memahami Dividen Payout Ratio untuk Investasi Lebih Tenang

by Minsya
9 minutes read

Dividen Payout Ratio (DPR) merupakan indikator penting yang mengukur seberapa besar dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham dibandingkan dengan laba bersih perusahaan. Dinyatakan dalam persentase, rasio ini menunjukkan seberapa besar pendapatan yang dialokasikan kepada pemegang saham sebagai dividen. Sementara sisa laba bersih yang tidak dibagikan biasanya digunakan untuk melunasi utang atau diinvestasikan kembali dalam operasi perusahaan. Singkatnya, rasio ini memberikan gambaran tentang seberapa besar perusahaan membagi hasil keuntungan kepada para pemegang saham.

Tiga Poin Penting Tentang Dividen Payout Ratio :

  1. Pendapatan yang Dibagikan sebagai Dividen Rasio pembayaran dividen adalah perbandingan antara jumlah pendapatan yang dibayarkan kepada pemegang saham sebagai dividen dengan total pendapatan perusahaan. Biasanya diungkapkan dalam bentuk persentase. Setiap perusahaan memiliki kebijakan sendiri terkait pembagian dividen. Ada yang memberikan seluruh pendapatan sebagai dividen, sementara yang lain hanya membayar sebagian kecil.

  2. Penghitungan Laba yang Ditahan Jika perusahaan memutuskan untuk membayar sebagian pendapatannya sebagai dividen, sisa laba tersebut akan ditahan untuk keperluan bisnis. Untuk mengukur seberapa besar laba yang ditahan, sering kali digunakan rasio retensi. Ini adalah persentase dari laba yang tidak dibagikan sebagai dividen.

  3. Pertimbangan dalam Penafsiran Rasio Tidak ada aturan baku dalam menafsirkan Dividen Payout Ratio. Salah satu faktor kunci yang harus dipertimbangkan adalah tahap kedewasaan perusahaan. Perusahaan yang baru didirikan mungkin memilih untuk menahan lebih banyak laba untuk modal tambahan, sementara perusahaan yang lebih mapan mungkin lebih cenderung untuk membagi laba kepada pemegang saham.

freepik.com

Rumus dan Perhitungan

Anda bisa menghitung rasio pembayaran dividen dengan membagi jumlah dividen yang dibayarkan per saham dalam setahun dengan laba per saham (EPS), atau dengan membagi total dividen dengan laba bersih (seperti yang diperlihatkan di bawah ini).

dividend payout ratio

Alternatifnya, DPR juga dapat dihitung sebagai:

Berdasarkan per saham, rasio retensi dapat dinyatakan sebagai:

PENTING! Dividen Payout Ratio (DPR) memberikan gambaran tentang seberapa besar persentase pendapatan yang dikembalikan kepada pemegang saham oleh perusahaan, dibandingkan dengan jumlah yang tetap untuk diinvestasikan kembali dalam pertumbuhan, melunasi utang, atau menambah cadangan kas (laba ditahan).

Informasi Dividen Payout Ratio (DPR)

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menafsirkan rasio pembayaran dividen, namun yang paling penting adalah tingkat kematangan perusahaan. Perusahaan baru yang berfokus pada pertumbuhan biasanya ingin menginvestasikan kembali sebagian besar atau seluruh pendapatannya untuk memperluas operasi, mengembangkan produk baru, dan menembus pasar baru. Oleh karena itu, mereka dapat memiliki rasio pembayaran dividen yang rendah atau bahkan nol. Sebagai contoh, perusahaan dengan rasio pembayaran 0% tidak membagikan dividen sama sekali, sementara perusahaan dengan rasio pembayaran 100% membagikan seluruh laba bersihnya kepada pemegang saham.

Di sisi lain, perusahaan yang lebih tua dan mapan cenderung mengembalikan sedikit uang kepada pemegang sahamnya. Praktik ini bisa menantang kesabaran investor dan memicu tindakan intervensi dari pihak-pihak tertentu.

Perusahaan dengan rasio pembayaran dividen yang tinggi sering kali dianggap telah melewati tahap pertumbuhan awalnya. Dalam kasus ini, harga sahamnya mungkin tidak akan meningkat dengan cepat, karena pendapatan yang besar telah dialokasikan untuk pembayaran dividen, bukan untuk investasi dalam pertumbuhan lebih lanjut.

Dividen Stabil

Dividen Payout Ratio (DPR) memiliki peran penting dalam menilai keberlanjutan dividen suatu perusahaan. Kehadiran dividen merupakan sinyal positif bagi investor, karena menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kinerja yang solid dan mampu memberikan pengembalian kepada pemegang sahamnya. Namun, jika rasio pembayaran dividen melebihi 100%, ini menandakan bahwa perusahaan membayar lebih banyak dividen daripada yang mereka hasilkan. Hal ini dapat menyebabkan perusahaan harus memotong atau bahkan menghentikan pembayaran dividen, yang tentunya dapat mempengaruhi harga saham dan kepercayaan investor.

Meskipun demikian, ada situasi di mana perusahaan mungkin tetap membayar dividen meskipun mengalami tahun yang buruk. Ini bisa menjadi strategi jangka panjang bagi perusahaan untuk mempertahankan kepercayaan investor dan menunjukkan keterlibatan mereka dalam memberikan pengembalian kepada pemegang saham. Namun, untuk mengambil keputusan yang bijaksana terkait pembayaran dividen, penting untuk mempertimbangkan ekspektasi pendapatan di masa depan dan tren jangka panjang dalam rasio pembayaran dividen.

Selain itu, rasio retensi juga merupakan indikator penting dalam mengevaluasi kebijakan dividen suatu perusahaan. Rasio retensi menunjukkan persentase laba bersih yang tidak dibayarkan kepada pemegang saham, melainkan ditahan oleh perusahaan atau diinvestasikan kembali untuk mendukung pertumbuhan perusahaan di masa depan. Dengan demikian, memahami kedua rasio ini dapat memberikan wawasan yang lebih lengkap tentang kebijakan dividen dan strategi investasi suatu perusahaan.

Dividen Khusus Industri

Beragamnya pembayaran dividen sangat tergantung pada industri, dan dalam banyak kasus, penting untuk membandingkan rasio pembayaran dividen di dalam industri tertentu. Sebagai contoh, dalam industri kemitraan investasi real estat (REITs), ada persyaratan hukum untuk mendistribusikan sebagian besar pendapatan kepada pemegang saham, yaitu setidaknya 90%, karena mereka mendapatkan keuntungan dari pengecualian pajak khusus.

Selain itu, kemitraan terbatas induk (MLP) juga cenderung memiliki rasio pembayaran yang tinggi. Namun, penting untuk diingat bahwa dividen bukanlah satu-satunya cara bagi perusahaan untuk memberikan nilai kepada pemegang saham. Karena itu, rasio pembayaran dividen mungkin tidak selalu memberikan gambaran yang lengkap tentang kinerja perusahaan.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat, beberapa penyesuaian dapat dilakukan. Salah satunya adalah dengan memasukkan pembelian kembali saham ke dalam metrik rasio pembayaran. Hal ini dilakukan dengan membagi total dividen dan pembelian kembali saham dengan laba bersih pada periode yang sama. Namun, jika rasio ini terlalu tinggi, hal ini bisa menandakan bahwa perusahaan lebih fokus pada peningkatan harga saham jangka pendek daripada pada reinvestasi dan pertumbuhan jangka panjang.

Selain itu, dalam menilai rasio pembayaran dividen, perusahaan yang menerbitkan saham preferen perlu mengurangi dividen saham preferen dari total dividen yang dibayarkan. Hal ini membantu memberikan gambaran yang lebih akurat tentang distribusi pendapatan kepada pemegang saham biasa. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, investor dapat mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kinerja dan strategi dividen suatu perusahaan.

Pembayaran Dividen vs. Hasil Dividen

Saat membandingkan kedua metrik ini, penting untuk diingat bahwa yield dividen memberikan informasi tentang tingkat pengembalian secara sederhana dalam bentuk dividen tunai yang diterima oleh pemegang saham, sementara rasio pembayaran dividen menggambarkan seberapa besar laba bersih perusahaan yang dibayarkan sebagai dividen.

Meskipun yield dividen lebih dikenal dan sering dipantau, banyak orang percaya bahwa rasio pembayaran dividen lebih baik sebagai indikator kemampuan perusahaan untuk terus membayar dividen secara konsisten di masa depan. Rasio pembayaran dividen sangat terkait dengan arus kas perusahaan.

Yield dividen menunjukkan berapa banyak dividen yang dibayarkan oleh perusahaan dalam satu tahun dibandingkan dengan harga sahamnya. Ini biasanya disajikan dalam bentuk persentase, bukan dalam nilai dolar absolut. Pendekatan ini mempermudah pemegang saham untuk melihat berapa banyak pengembalian yang mereka terima setiap dolar yang diinvestasikan dalam bentuk dividen.

Kesimpulan

Mengapa Rasio Pembayaran Dividen Penting?

Rasio pembayaran dividen adalah salah satu ukuran keuangan utama yang digunakan untuk menilai keberlanjutan program pembayaran dividen suatu perusahaan. Ini mengukur jumlah dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham dalam kaitannya dengan total laba bersih perusahaan.

Bagaimana Cara Menghitung Rasio Pembayaran Dividen?

Perhitungan rasio pembayaran dividen umumnya dilakukan per saham dengan membagi dividen tahunan per saham biasa dengan laba per saham (EPS).

Apakah Rasio Pembayaran Dividen Tinggi Baik?

Meskipun rasio pembayaran dividen yang tinggi terkadang dianggap positif, hal ini tidak selalu dipandang begitu oleh investor yang aktif. Rasio pembayaran dividen yang terlalu tinggi dapat mengindikasikan bahwa perusahaan mencoba untuk menyembunyikan masalah bisnis dengan menawarkan dividen besar, atau mungkin perusahaan tidak merencanakan penggunaan modal kerja yang agresif untuk ekspansi.

Apa Perbedaan Antara Rasio Pembayaran Dividen dan Hasil Dividen?

Ketika membandingkan kedua metrik dividen, perlu dicatat bahwa yield dividen memberikan informasi tentang tingkat pengembalian sederhana dalam bentuk dividen tunai kepada pemegang saham, sedangkan rasio pembayaran dividen menunjukkan seberapa besar laba bersih perusahaan yang dibagikan sebagai dividen.

Mengapa Rasio Pembayaran Dividen Penting?

Rasio pembayaran dividen adalah salah satu ukuran keuangan utama yang digunakan untuk menilai keberlanjutan program pembayaran dividen suatu perusahaan. Ini mengukur jumlah dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham dalam kaitannya dengan total laba bersih perusahaan.

Bagaimana Cara Menghitung Rasio Pembayaran Dividen?

Perhitungan rasio pembayaran dividen umumnya dilakukan per saham dengan membagi dividen tahunan per saham biasa dengan laba per saham (EPS).

Apakah Rasio Pembayaran Dividen Tinggi Baik?

Meskipun rasio pembayaran dividen yang tinggi terkadang dianggap positif, hal ini tidak selalu dipandang begitu oleh investor yang aktif. Rasio pembayaran dividen yang terlalu tinggi dapat mengindikasikan bahwa perusahaan mencoba untuk menyembunyikan masalah bisnis dengan menawarkan dividen besar, atau mungkin perusahaan tidak merencanakan penggunaan modal kerja yang agresif untuk ekspansi.

Apa Perbedaan Antara Rasio Pembayaran Dividen dan Hasil Dividen?

Ketika membandingkan kedua metrik dividen, perlu dicatat bahwa yield dividen memberikan informasi tentang tingkat pengembalian sederhana dalam bentuk dividen tunai kepada pemegang saham, sedangkan rasio pembayaran dividen menunjukkan seberapa besar laba bersih perusahaan yang dibagikan sebagai dividen.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

You may also like

Leave a Comment

-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00