Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - Emiten Syariah - Page 13
Category:

Emiten Syariah

Matahari Department Store
Emiten Syariah

PT Matahari Department Store Tbk (LPFF) Profil dan Sejarahnya

by Minsya August 11, 2023
written by Minsya 4 minutes read

PT Matahari Department Store Tbk (LPFF) atau biasa dikenal dengan sebutan Matahari ialah platform ritel belanja terbesar yang ada di Indonesia. Dengan 155 gerai yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, perusahaan ini juga menyediakan layanan secara online melalui laman resmi. Dibalik kesuksesannya, Matahari menyimpan jejak sejarah yang menarik diketahui sebagai berikut.

Profil Matahari Department Store

Matahari Department Store ialah anak perusahaan dari Lippo Group yang dikenal dengan bisnis retailnya.  Dengan perjalanan usaha selama 60 tahun, Matahari selalu menyediakan berbagai macam fashion dengan tren popular pada kategori pakaian, produk kecantikan dan barang kebutuhan rumah tangga. Produk-produknya juga ditawarkan melalui gerai modern online.

Perusahaan ini mendukung perekonomian Indonesia dengan mempekerjakan sekitar 40.000 pegawai serta bekerja sama dengan mitra lebih dari 850 pemasok lokal maupun internasional. Kini, Matahari memiliki banyak pesaing dengan konsep yang lebih modern dengan banyaknya mall serta department store dari luar negeri.

Dalam hal ini, Matahari selalu mempertahankan produk-produk lokalnya demi kelangsungan sumber daya manusia dalam negri. Matahari berusaha memenuhi kebutuhan serta keinginan pasar. Maka dari itu, Matahari mengupayakan atmosfer yang nyaman agar pelanggan tertarik belanja di PT Matahari Department Store Tbk (LPFF) dalam jangka waktu yang panjang.

Matahari Department Store menerapkan istilah “World” untuk membagi wilayah produk yang dipasarkan sesuai dengan barang dan merek. Misalnya, kelompok pakaian pria dengan merk-merknya. Pembagian kategori inilah yang menerapkan konsep design Family Tree, seperti Ladies World, Shoes World, Men’s World, Youth World dan Children World.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Matahari Department Store
https://www.matahari.com/corporate/newsandevent/index/view/matahari-independence-day

Sejarah Matahari Department Store

PT Matahari Department Store Tbk (LPFF) mulai mencetak sejarahnya di tahun 1958 sebagai toko Matahari di Pasar Baru, Jakarta yang didirikan oleh Bapak hari Darmawan. Beliau terkenal akan reputasi dan pengamalannya di pasar domestik maupun internasional. Sehingga, dihormati dalam industri ritel.

Setelah 12 tahun, PT Matahari Putra Prima menunjukkan eksistensinya sebagai suatu perusahan jaringan toko serba ada dengan 11 toko yang tersebar di Jakarta, Bogor serta Bandung. Hanya kurun waktu 8 tahun, Matahari berhasil menambah 33 tojo di 16 kita di seluruh Indonesia.

Dengan menambah banyak gerai yang tersebar, Matahari dapat menyesuaikan pertumbuhan ekonomi di Indonesia hingga menjadi perusahaan ritel No. 1 di Indonesia. Kemudian, matahari dikenal sebagai pelopor toko serba ada di Indonesia yang menjual berbagai produk dalam satu atap sekaligus khususnya produk fashion.

Dalam perkembangannya, PT Matahari Department Store Tbk (LPFF) mulai meniru operasional ritel di berbagai negara asing yang maju, seperti penggunaan customer service dan QRIS. Dalam upaya menyatukan gerai-gerai Matahari, Matahari Putra Prima didirikan pada 11 Maret 1986.

Dalam mengantisipasi tumbuhnya kelas menengah, Hari Darmawan menambah gerai hingga 1.000 yang tersebar di Indonesia. Di era 199-1n, Matahari dilengkapi dengan berbagai tempat hiburan, seperti Timezone, supermarket, AlfaZOna, M-Studio, M-Media dan home Centre, Galeria, Mega M, Hypermarket dan Super Bazaar.

Bekerja sama dengan peritel asing, Matahari membuka gerai PT Matahari tata griya Pesona dan Marks & Spencer pada tahun 1994 dan 1996. Hasil yang diperoleh cukup baik sehingga Matahari memiliki 27.000 karyawan dengan total penjualan 2 miliar. MAtahari akhirnya tercatat memiliki 84 gerai di 30 kota pada Januari 1997.

Kilas Balik Matahari Department Store

2022

  • Matahari meluncurkan identitas dan citra barunya sebagai ‘House of Specialists’. Untuk mewujudkan konsep tersebut, Matahari fokus kepada empat hal utama: Produk, Harga, Pengalaman Pelanggan dan Sumber Daya Manusia. Hal tersebut meliputi penawaran produk berkualitas yang terbaru, harga produk yang kompetitif, konsep gerai yang lebih menarik untuk meningkatkan pengalaman berbelanja pelanggan, dan kemampuan sumber daya manusia dan partner bisnis Matahari yang semakin meningkat.
  • Membuka 10 gerai baru di Jakarta, Tangerang, Yogyakarta, Gresik, Mojokerto, Makassar, Manado, Kendari, dan Bontang.
  • Meluncurkan gerai resmi Matahari di Tokopedia dan Lazada.
  • Meluncurkan Nevada Sport Junior.
  • Meluncurkan proyek Renovasi Perpustakaan untuk 10 perpustakaan sekolah di 10 wilayah, sebagai salah satu fokus Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (LST) Perseroan.

2021

  • Menetapkan rencana lima tahun ‘Sunrise’.
  • Meluncurkan brand Nevada Sport dan Baby Shop-in-Shop.
  • Auric Group menjadi pengendali Perseroan.
  • Kebijakan dividen yang diperbarui dengan arah yang jelas dari rasio pembayaran minimum 50%.

2020

  • Auric Capital, secara tidak langsung melalui Greater Universal Ltd menjadi pemegang saham.
  • Meluncurkan strapline baru “Pay Less, Feel Good”.
  • Meluncurkan Matahari.com yang baru, social commerce Shop & Talk dan toko-toko resmi di marketplace, seperti Shopee
  • Memperkenalkan kampanye Black Friday yang pertama.

2019

  • Membagikan dividen tunai sebesar Rp 933.600.000.000, atau 85% dari laba bersih.


2018

  • Memulai penggunaan tas belanja berbahan dasar singkong.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 11, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Emiten Syariah

Laba Bersih Saham ISSP Tumbuh 6,8% di Semester 1 2023!

by Minsya August 10, 2023
written by Minsya 5 minutes read

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (Kode saham ISSP) menjadi buah bibir para value investor semenjak merilis laporan keuangan Q2 2021 kemarin. Laba Saham ISSP naik hingga 6,8% dari periode sebelumnya.

Dalam perjalannya yang yang kini telah meggenapi 5 dekade Saham ISSP ini kembali berhasil mencatatkan pertumbuhan yang cukup baik, selama semester 1 tahun ini mencatatkan perbaikan signifikan ketimbang pada semester 1 2022. Faktor utama penyebabnya diantaranya harga besi & baja tetap stabil. Hal ini cukup menarik karena Saham ISSP yang bermain di industry yang terdampak pandemi tapi kenapa justru mampu membukukan kinerja yang moncer dan laba yang meroket.

Bisnis Saham ISSP Berkembang di Semester I 2023

Sebagai informasi perusahaan menyiapkan alokasi belanja modal atau capex (capital expenditure) sebesar Rp 200 miliar- Rp 250 miliyar. Sekitar 60%  dari dana capex tahun ini  bakal digunakan untuk pembangunan pabrik ke 7  sedangkan sisanya sebagai maintenance capex.

Sehingga pada semester 1 2023 ISSP Perseroan berhasil mengembangkan bisnis secara signifikan.

Hingga semester 1 2023 saat ini tengah menangani beberapa proyek diantaranya yakni duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentak Pendek (IKN), MMP Nickel Smelter Project Kaltim (program hilirisasi) Garbarata Dermaga VIP Bakauheni, Bendungan Way Sekampung Project Noefefan Bridge ke Oenuno Timor Leste dan lainnya.

Ditambah Saham ISSP semester 1 2023 ini menargetkan bisa memproduksi sebanyak 500.000 ton per tahun seiring dengan potensi permintaan pasar yang akan datang. Untuk mencapai peningkatan produksi tersebut perseroan melakukan ekspansi mesin stainless steel berdiameter besar yang baru menunjukkan hasil sangat baik. 

Nah, barangkali dari teman teman belum membaca informasi penting seputar informasi Perusahaan ini . Berikut akan kita ulas serta analisis perusahaan dari segi fundamental. Baca sampai akhir ya.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Profil Singkat Saham ISSP

ISSP didirikan pada tahun 1971 di Surabaya sebagai produsen pipa baja. Semenjak itu, ISSP terus bertumbuh menjadi perusahaan dengan kapasitas produksi terbesar di Indonesia dan berpengalaman dalam memproduksi berbagai macam pipa baja/tabung & berbagai produk terkait lainnya.

Pada 22 Februari 2013, ISSP resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam penawaran umum (IPO) tersebut, ISSP meraih dana segar sebsar Rp735,07 miliar untuk pengembangan usaha.

Saat ini pemegang saham mayoritas ISSP adalah PT Chakra Bakti Para Putra sebanyak 55,94%, Pemberton Asian Opportunities Fund sebanyak 6,68% dan sisanya pemegang saham publik sebanyak 37,38%.

Selain itu, ISSP mempunyai 3 entitas anak dan perusahaan asosiasi, yaitu PT SPINDO Engineering Industry, PT Sanko Steel Indonesia dan PT Poses.

Model Bisnis

ISSP sebagai produsen pipa baja perlu memasok bahan baku berupa baja karbon dan gulungan stainless dari pemasok luar negeri dan dalam negeri. Jaringan pemasok yang dimilki oleh ISSP pun cukup luas sehingga tidak mempunyai ketergantungan oleh perusahaan tertentu. Ini memberikan keleluasaan ISSP dalam menentukan pemasok mana yang memberikan harga yang menarik.

Dari sisi kinerja operasional sendiri ISSP sendiri ini masih menorehkan catatan operasional yang sedikit menurun  yang di support oleh segmen bisnis nya.

saham issp

ISSP mencatat penurunan pendapatan domestic dan pendapatan ekspor. Pada q2 23 jumlah pendapatan domestic sendiri tercatat hanya menurun – 1 %. Yaitu pada quartal ini sejumlah 2,958,480 dan pada q2 22 sejumlah 2,99,300.

Kemudian dari sisi pendapatan ekspor perseroan juga terjadi penurunan yang cukup dalam. penurunan penjualan ini dikarenakan adanya penjualan luar biasa pada Maret 2022 yang mencapai Rp 1 triliun dalam satu bulan. Melonjaknya penjualan tahun lalu karena antisipasi meningkatnya Pajak Pertambahan Nilai alias value added tax (VAT).

Hasil produksi pipa ISSP juga digunakan dalam berbagai industry seperti industri infrastruktur, otomotif, minyak dan gas, pipa air minum, dan lain sebagainya. Selain itu, ISSP juga menyediakan jasa layanan pelapisan (coating dan protection) internal dan eksternal.

Kemudian dari total keseluruhan pendapatan segmen PTPP ini sendiri menurun sebesar -2% namun menurut sumber informasi website Perusahaan, ISSP mempunyai target untuk mencapai produksi 500.000 ton per tahun dalam dua  atau tiga tahun ke depan, mengingat Indonesia saat ini adalah eksportir stainless steel terbesar. Ekspansi mesin stainless steel berdiameter besar anyar milik ISSP menunjukkan hasil yang sangat baik.

Laba Bersih Q2 Naik 6,8% ???

Untuk menjawab pertanyaan itu, mari kita bedah laporan keuangan Q2 2023 ISSP

Walaupun dari segi pendapatan ISSP 1H-23 ini sempat menurun sedikit yaitu sekitar 2 % dikarenakan penurunan ASP terkait penurunan harga baja global.


Namun dari sisi laba bersih ini bertumbuh cukup signifikan di semester 1 ini. SSP berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 203 miliar rupiah, atau meningkat 6.8% dibandingkan realisasi di semester pertama 2022. Yang dimana pertumbuhan laba bersih ini didorong olah stabilnya harga baja sehingga mampu menjaga minat beli konsumen di paruh pertama tahun ini. Secara volume penjualan, ISSP mencatatkan kenaikan sekitar 3%.

Kenaikan ini terutama ditunjang kenaikan permintaan dari sektor infrastruktur dan otomotif. Selain itu, kenaikan permintaan pipa migas dan stainless steel juga membantu peningkatan kinerja selama semester pertama lalu. 

Bagaimana Kinerja Rasio ISSP?

Dari sisi rasio keuangan ISSP juga menunjukan kinerja bisnis yang solid dan kondisi keuangan yang sehat . for your information ISSP juga kini sedang menyelesaikan PUB II tahap II dengan tenor 1 tahun yang memberikan bunga dan imbal hasil setara 7% per tahun.

Jika dibandingkan dengan SUN dengan tenor yang sama, maka Obligasi dan Sukuk yang ditawarkan memiliki spread 1%. Sehingga saat ini ISSP telah Mengurangi total utang, memperpanjang durasi dan pada saat yang sama melakukan penghematan biaya financial (Cost of Fund). 

ISSP berharap harga baja dapat terus bertumbuh di semester kedua ini. Beberapa katalis positifnya antara lain, pembangunan infrastruktur, pemulihan ekonomi pasca covid-19, realisasi pembangunan IKN dan juga industri terkait hilirisasi.

Untuk target Pertumbuhan sendiri ISSP masih mempertahankan target pertumbuhan sekitar 20% dari tahun sebelumnya.

Valuasi Relatif Yang Masih Murah

Harga saham ISSP Ketika dilihat di chart pada bulan januari sempat terjadi penurunan yang cukup dalam, namun didukung oleh performa Perusahaan yang baik dipertengahan januari sampai bulan agustus ini harga saham ISSP sedang mengalami fase uptrend dilihat dari major trend nya. Ditambah ISSP ini menawarkan valuasi yang cukup menarik. Dilihat dari rasio PER 5,13 X dan PBV 0,48.

Kesimpulan

Dari sisi liabilitas, Liabilitas ISSP saat ini menurun (terlihat dari DER yang semakin kecil) dengan tenor lebih panjang (terlihat dari meningkatnya currrent ratio, dengan bunga yang lebih kecil . sehingga jauh membantu cash flow dan profitabilitas di masa depan ditambah karakteristik industri adalah seasonalitas.

Bagaimana pendapat anda mengenai prospek ISSP? Apakah masih menarik untuk dibeli? Tetap lakukan analisa mendalam secara mandiri dan sesuaikan dengan strategi masing-masing.

Disclaimer on

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

Ramadhan, RSA, AWP Equity Research Analyst Syariah Saham

August 10, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Integra Indocabinet
Emiten Syariah

PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) Profil dan Sejarahnya

by Minsya August 9, 2023
written by Minsya 5 minutes read

PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) merupakan salah satu produsen furnitur terkemuka asal Indonesia. Perusahaan ini terus berkembang dan melebarkan usahanya dalam bidang furnitur, produk olahan kayu, hingga peralatan rumah tangga. Tidak hanya itu, perusahaan ini juga terus melambungkan namanya di pasar luar negeri (ekspor) dan dalam negeri (domestik).

Profil Singkat Integra Indocabinet Tbk

Integra Indocabinet Tbk atau yang biasa diebut Integra, adalah perusahaan yang fokus bergerak di bidang produksi dan pengolahan kayu terkemuka dan terbesar di Indonesia. Berdiri lebih dari tigapuluh tahun yang lalu, perusahaan ini memiliki komitmen untuk menjaga kualitas produk, terus menumbuhkan bisnis, dan menjagakeberlanjutan lingkungan.

Untuk menjaga keberlangsungan usaha, perusahaan ini berusaha melakukan operasional produksi dengan memegang beberapa prinsip penting, yaitu: menempatkan kepuasan pelanggan sebagai tujuan utama, mengoptimalkan produktivitas, serta membangun tim yang hebat dan efektif dengan rasa kekeluargaan yang tinggi.

Saat ini, tercatat bahwa Integra Indocabinet Tbk memiliki lebih dari 2.500 total karyawan. Unttuk mendukung proses produksi, perusahaan ini telah membangun fasilitas pabrik dengan uas sekitar 50 hektar dengan kapasitas produksi sebesar: 47.775 meter kubik produksi perabot dan 345.060 meter kubik produksi pelengkap bangunan.

Integra juga memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak di bidang yang berbeda-beda. Ada dua anak perusahaan yang bergerak di bidang kehutanan, yaitu PT. Narkata Rimba dan PT. Belayan River Timber. Kemudian, ada anak perusahaan yang khusus bergerak di bidang perdagangan, yaitu PT. Integriya Dekorindo.

Sementara, anak perusahaan yang bergerak di bidang manfaktur ada beberapa, yaitu: PT. Integra Indocabinet, PT. Intertrend Utama, PT. Interkraft, serta PT. Intera Indonesia. Selain yang sudah disebutkan sebelumnya, terdapat pula perusahaan yang berada di bawah naungan Integra tapi tidak diluar anak perusahaan, yaitu PT. Woodone Integra Indonesia.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Integra Indocabinet
https://www.integragroup-indonesia.com/about-us/?lang=id

Dengan adanya beberapa anak perusahaan tersebut, perusahaan ini memiliki tujuan besar untuk menjadi pemain utama dalam industri kayu, yang tersebar dalam beberapa bidang tersebut. Lalu, dengan spesialis yang berbeda-beda, anak-anak perusahaan tersebut bisa membantu untuk memenuhi kapasitas produksi dari perusahaan ini.

Yang mana, Integra sendiri sejak awal berdirinya sudah merambah ke pasar ekspor. Perusahaan ini bahkan mengalokasikan lebih dari tiga perempat produksinya untuk pasar luar negeri. Sedangkan, sekitar satu perempat produknya masuk ek pasar domestik. Hal itu pula yang menjadikan perusahaan ini memiliki nama yang baik di pasar dunia.

Lebih lanjut, perusahaan ini mengusung visi utama menjadi produsen kayu terbaik dan terintegrasi, memanfaatkan bahan berkelanjutan yang aman untuk lingkungan. Untuk mendukung visi tersebut, perusahaan ini sudah melakukan banyak upaya termasuk membentuk manajemen terintegrasi dan komitmen tinggi terhadap kualitas produksi.

Menyadari bahwa kualitas operasional produksi tidak hanya berdampak pada kualitas produk saja, namun juga pada lingkungan, maka dilakukan beberapa upaya untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan. Sehingga di masa depan pun, perusahaan ini tetap bisa berjalan karena menggunakan bahan baku utama yang berasal dari alam, yaitu kayu.

Sertifikasi yang Dimiliki Integra Indocabinet Tbk

Integra Indocabinet Tbk sebagai salah satu produsen yang memiliki integritas tinggi, sudah pasti mengantongi beberapa sertifikasi resmi terkait dengan operasional produksi. Dimana sertifikasi-sertifikasi tersebut sebagai upaya menjaga mutu proses produksi, keberlanjutan lingkungan, dan kualitas produk dari perusahaan ini sebelum sampai ke tangan konsumen.

Beberapa sertifikasi yang dimiliki oleh Integra antara lain: FSC, SVLK, ISO 9001, BSCI, SVAN, Indeks Higg, dan ISO 14001. Dimana dari semua sertifikasi tersebut dikeluarkan oleh pihak-pihak yang berwenang. Dengan begitu, menunjukan komitmen perusahaan ini untuk menjaga operasional produksi yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.

Sejarah Singkat Integra Indocabinet Tbk

Integra Indocabinet Tbk pertama kali muncul pada tahun 1989, dimana sejak awal berdirinya perusahaan ini sudah fokus pada produksi furnitur berbahan dasar kayu. Proses produksi terus berlanjut dan berkembang, yang awalnya hanya sebatas rak kayu dan plastik kemudian bertambah menjadi berbagai macam furnitur siap pakai hingga produk kayu lapis. 

Berlanjut di tahun 1998, Integra secara khusus membentuk PT. Intertrend Utama. Anak perusahaan di bidang manufaktur pertama yang berfokus pada produksi perabot luar ruangan (outdoor) atau taman, aksen, dan juga perlengkapan bangunan. Kemudian disusul dengan PT. Interkraft di tahun 2002, anak perusahaan yang fokus pada produksi perabot siap pakai.

Seiring dengan perkembangan produksi dan usaha dari perusahaan ini, untuk menunjang operasional kerja, dilakukan perluasan fasilitas pabrik. Dimana yang semula luas lahan pabrik hanya 2,2 hektar saja, bertambah menjadi 20 hektar. Dengan hal tersebut pula, perusahaan ini makin gencar mengembangkan usahanya dengan mulai menambah jenis produk olahan kayu.

Tahun 2008, Integra Indocabinet Tbk melakukan akuisisi terhadap dua perusahaan di bidang kehutanan, yaitu PT. Belayan River Timber dan PT. Narkata Rimba. Kedua perusahaan tersebut lah yang memegang pengolahan hutan, artinya dengan akuisisi ini maka bisa mendukung proses roduksi dari perusahaan ini.

Setelah itu, perusahaan ini kembali membentuk anak perusahaan baru dengan nama PT. Intera Indonesia. Bergerak di bidang manufaktur, anak perusahaan ini fokus pada produksi kayu lapis dan rotan. Setahun setelahnya, 2013, kembali berdiri anak perusahaan bernama PT. Integriya Dekorindo yang bergerak di bidang perdagangan dengan produk perabot proyek dan ritelnya.

Selain itu, di tahun yang sama, Integra membuat kebijakan baru dengan membentuk Divisi Pintu dan Panil. Lalu, di tahun 2015, didirikan Kana Home yang fokus pada produk peralatan rumah tangga. Selain itu, lini produk ini juga sudah memiliki akun website tersendiri yang bernama kanahome.com.

Seiring dengan perkembangan dan perluasan usaha, Integra melakukan relokasi pabrik untuk anak perusahaan PT. Interkraft di Lamongan dengan luas 8 hektar. Di tahun yang sama, perusahaan ini juga membangun perusahaan di luar anak perusahaan yang dinamakan PT. Woodone Integra Indonesia yang fokus pada produksi lantai kayu buatan. Pada tahun tersebut pula, Integra juga mulai memproduksi sofa. 

Tahun 2017 merupakan waktu yang berarti bagi perusahaan ini, karena pada tahun tersebut Integra Indocabinet Tbk secara resmi masuk ke Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten WOOD. Kemudian, di tahun 2018, terjadi perubahan pada fasilitas produksi kayu lapis menjadi milik Millwork dan Gesso. 

Setelah itu, pada tahun 2019, PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) melipatgandakan kapasotas produksi Millwork dan Gesso. Yang semula sekitar 25.000 kubik meningkat menjafi 56.000 kubik. Dengan begitu, menandakan bahwa perusahaan ini secara bersinambungan bertumbuh dan berkembang.

Dengan rekam jejak yang panjang serta pencapaian yang mengagumkan, mengantarkan Integra menjadi salah satu produsen furnitur kayu terkemuka yang ada di Indonesia. Dimana produknya yang berupa furnitur siap pakai, perabot luar ruangan, bahan pendukung bangunan, dan lain sebagainya bahkan sudah dikenal luas di seluruh penjuru dunia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 9, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
London Sumatra
Emiten Syariah

PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) Profil

by Minsya August 8, 2023
written by Minsya 6 minutes read

PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) atau yang disingkat dengan nama LONSUM ini merupakan salah satu perusahaan agribisnis terkemuka di Indonesia. Wilayah operasinya meliputi semua wilayah dengan total pendapatan lebih dari 3 triliun rupiah di tahun 2020. Adapun fokus dari perusahaan ini adalah jasa budidaya dan pengolahan karet, kakao, teh, dan kelapa sawit.

Profil Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia (LONSUM)

Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia, atau disebut LONSUM, adalah perseroan terbatas yang fokus di industri perkebunan Indonesia. Perusahaan ini berdiri sejak puluhan tahun yang lalu dan berhasil menjadi jawara. Dimana kantor pusat berada di Jakarta, perkebunan tersebar di Kalimantan dan Sumatera, serta wilayah operasi seluruh Indonesia.

Berdasarkan data, perusahaan ini mengelola beberapa tanaman agribisnis seperti kelapa sawit, kokoa, teh, dan karet. Total lahan perkebunan perusahaan ini juga tidak sembarangan, mencapai 116.053 hektar yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Selain kantor utama di Jakarta, ada pula kantor wilayah yang berada di Makassar, Palembang, Medan, dan Samarinda.

Lebih lanjut tentang kegiatan operasional perusahaan ini, London Sumatra berfokus pada pemuliaan tanaman, proses panen, pengolahan, serta penjualan produk-produk agribisnis. Dimana tanaman agribisnis yang dikembangkan oleh perusahaan ini meliputi karet, teh, dan kakao. Kemudian bertambah lagi dengan tanaman kelapa sawit yang terus tumbuh dan menjadi komoditas utama dari perusahaan ini.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

London Sumatra
https://londonsumatra.com/Contents/home

Visi, Misi dan Nilai-Nilai Perusahaan

Untuk menjalankan operasional perusahaan yang baik, ada visi, misi, serta nilai-nilai perusahaan sebagai acuan utama. Visi dari perusahaan ini yaitu menjadi perusahaan agribisnis dengan prinsip berkelanjutan dalam hal biaya, produksi, dan kondisi. Yang mana operasional PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) berbasis pada penelitian dan pengembangan.

Visi tersebut didukung dengan misi yang selaras, yaitu menambah nilai bagi stakeholders di bidang agribisnis. Dengan demikian, stakeholders akan secara maksimal mendukung operasional dan tumbuh kembang dari perusahaan ini. Terlebih jika nilai-nilai baik dari perusahaan secara nyata bisa berdampak pada stakeholders tersebut.

Adapun nilai-nilai yang diterapkan dalam semua operasional perusahaan meliputi disiplin sebagai falsafah hidup, menjunjung integritas tinggi dalam bekerja, menghargai semua pihak yang terlibat, dan bersama-sama membangun perusahaan untuk bisa menjadi unggul dengan inovasi yang berkelanjutan.

Penghargaan dan Sertifikasi

Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia memiliki rekam jejak yang bagus sebagai salah satu pesohor di industri perkebunan Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan disabetnya penghargaan bergensi serta beberapa sertifikasi oleh perusahaan ini. Baik itu yang diberikan oleh pemerintah maupun pihak swasta.

Penghargaan pertama datang dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang mengesahkan London Sumatra atas Zero Accident Award pada 7 unit satuan kerja di Sumatera Utara. Lalu, ada pula penghargaan dari Lembaga Iconomics yaitu Indonesia Corporate Branding PR Award 2020 dalam kategori Palm.

Selain itu, sertifikasi penting dalam bidang perkebunan kelapa sawit, yaitu ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil), juga sudah dimiliki oleh perusahaan ini. Dimana sertifikasi ini dikeluarkan oleh 3 lembaga penting, yaitu PT SAI Global Indonesia, PT Mutuagung Lestari, dan PT TUV Nord Indonesia. Lebih lanjut, sertifikasi ini berlaku hingga tahun 2025.

Beberapa sertifikasi penting yang dikeluarkan oleh pihak swasta berwenang juga dimiliki oleh perusahaan ini, yang meliputi ISO 14001:2015 yang dikeluarkan oleh PT TAFA Sertifikasi Indonesia kepada PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), OHSAS 18001:2007 dari PT Bureau Veritas Indonesia, iso 9001: 2015 dari PT Lloyd’s Register Indonesia dan ACM Limited.

Tidak ketinggalan, ada pula beberapa sertifikasi dari pihak pemerintah yang berupa SNI ISO 9001:2015 dari Kementerian Perindustrian, SMK3 dari Kementerian Ketenagakerjaan, serta PROPER (Performance Rating in Relation to Environmental Management) dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Lalu, ada sertifikasi Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dari semua penghargaan dan sertifikasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa LONSUM merupakan perusahaan yang senantiasa menjaga mutu operasional serta produk olahan yang diproduksi. Selain itu, juga menegaskan bahwa perusahaan ini selalu memastikan semua operasional kerjanya aman dan tepat sasaran.

Sejarah Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia (LONSUM)

Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia atau LONSUM ini berdiri pada tahun 1906. Saat itu, Harrisons & Crosfield yang berasal dari London memiliki kebun pertamanya di Sumatera Utara, tepatnya di Medan. Perusahaan tersebut awalnya hanya menanam kakao, teh, dan karet saja.

Seiring dengan perkembangan usaha, pada tahun 1955, perusahaan ini mulai melirik tanaman kelapa sawit. Hingga akhirnya pada 1980-an perusahaan ini secara luas dikenal sebagai pengelola kebun karet dan kelapa sawit tersohor di Sumatera Selatan. Kemudian, masuk ke Bursa Efek Surabaya dan Bursa Efek Jakarta pada tahun 1956.

Namun, memasuki tahun 2007, perusahaan ini diakuisisi oleh Indofood Agri Resources Ltd.  melalui PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). Dimana SIMP merupakan anak perusahaan Indofood yang fokus pada bidang pengolahan kelapa sawit. Dengan proses akuisisi ini, PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) kemudian terus berkembang hingga saat ini di bawah naungan Grup Agribisnis dan Indofood.

Kemudian di tahun 2011, saham perusahaan ini mengalami pemecahan. Yang mulanya nominal per saham Rp. 500 menjadi Rp. 100. Setahun setelahnya, perusahaan ini mulai mengimplementasikan SAP (System Analysis and Product in Data Processing) di seluruh unit usahanya secara serentak.

Tidak hanya upaya pengembangan bisnis saja, perusahaan ini juga terus bekerja keras untuk menjamin sistem pengelolaan produknya dengan mengantongi sertifikasi khusus. Dimana sertifikasi tersebut ditujukan untuk perkebunan kelapa sawit yang ada di Indonesia atau yang bisa disebut dengan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).

LONSUM sendiri sudah mengantongi sertifikasi berkelanjutan tersebut sejak tahun 2013. Di tahun pertamanya, total 16% hasil produksi CPO ini sudah bersertifikasi ISPO. Selang dua tahun, kenaikan jumlah hasil produksi sebesar 56% yang bersertifikasi ISPO. Nilai tersebut terus bertambah seiring dengan waktu.

Dimana tahun 2016, jumlah hasil produksi yang bersertifikasi ISPO mencapai 79%. Lalu naik menjadi 80% di tahun 2017, 86% di tahun 2020, hingga nilainya sempurna menjadi 100% di tahun 2021. Hal ini menunjukan bahwa London Sumatra sudah sesuai dengan standarisasi pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan di Indonesia.

Tercatat pada tahun 2020, London Sumatra sudah memiliki duabelas pabrik kelapa sawit yang tersebar pada beberapa wilayah di Kalimantan dan Sumatera. Dengan banyak pabrik yang beroperasi, jumlah kapasitas produksi dan pengolahan mencapai nilai 2,6 juta ton TBS (Tandan Buah Segar) per tahun.

PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) sendiri pun juga memiliki beberapa anak usaha yang bergerak di beberapa lini usaha yang masih berhubungan dengan agribisnis yang sudah dimiliki sebelumnya. Hingga kini, perusahaan ini menjadi salah satu jajaran tinggi dalam industri perkebunan Indonesia.

Melihat dari sekilas profil serta sepak terjang London Sumatra, maka wajar jika perusahaan ini kemudian menjadi salah satu pionir dalam industri perkebunan Indonesia. Didukung dengan pengalaman puluhan tahun, perusahaan ini bisa terus berkembang dan memberikan inovasi berkelanjutan dalam usaha budidaya dan pengelolaan perkebunan yang terpadu.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 8, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Unilever Indonesia
Emiten Syariah

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Profil dan Sejarahnya

by Minsya August 4, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Saat berbelanja produk rumah tangga seperti sabun, pasta gigi, shampoo, bumbu penyedap, saos, kecap, teh, hingga es krim, maka pasti akan banyak menemui produk dengan kemasan berlogo Unilever. Hal itu berarti produk-produk tersebut merupakan produksi dari PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), salah satu produsen produk rumah tangga terkemuka di Indonesia.

Profil Unilever Indonesia

Unilever Indonesia merupakan anak perusahaan dari Unilever, perusahaan multinasional yang berbasis di Inggris. Perusahaan ini menjadi yang terbesar ketiga di dunia dalam industri produk rumah tangga dunia, dengan berbagai macam merk dagang yang berada di bawahnya. Didukung pula dengan tujuan utamanya untuk menciptakan kehidupan lebih baik bagi semua orang.

Unilever sendiri sudah beroperasi di hampir 200 negara di dunia, termasuk Indonesia. Tercatat lebih dari 2,5 miliar orang menjadi pengguna dari produk-produk asal perusahaan ini. Hal tersebut yang kemudian mendasari total omset dari perusahaan ini secara global mencapai 51 miliar euro.

Ada lebih dari 400 merk dagang di bawah perusahaan Unilever, namun yang didistribusikan di Indonesia dibagi menjadi dua segmen: Home & Personal Care, Nutrition & Es Krim. Produk-produk tersebut meliputi sabun, shampoo, produk pembersih, pasta gigi, pewangi, produk kosmetik, bumbu instan, saos, kecap, produk olahan minuman, teh, hingga es krim.

Adapun untuk merk dagang di bawah Unilever Indonesia meliputi Lux, Citra, Sunsilk, Lifebuoy, Dove, Clear, Sahaja, Pepsodent, Close Up, Sunlight, Super Pell, Vixal, Wipol, Rinso, Molto, Rexona, Vaseline, Pond’s, Glow & Lovely, AXE, Bango, Jawara, Royco, Sariwangi, Wall’s, dan lain sebagainya. Semua produk tersebut sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Unilever Indonesia
https://www.unilever.co.id/brands/

Lebih dari 80 tahun Unilever Indonesia menemani masyarakat dalam hal penyediaan produk konsumsi rumah tangga yang beragam. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memiliki lebih dari 40 merk dagang yang dipasarkan, perusahaan ini masuk ke kategori industri FMCG (Fast Moving Consumer Goods), pemimpin pasar di Indonesia.

Semua operasional di Unilever Indonesia berlandaskan pada visi untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan, membawa kehidupan yang lebih baik dengan dukungan produk-produk bermanfaat untuk semua orang. Berlandaskan pada tujuan mulia dan mampu bersaing di masa depan.

Strategi bisnis yang diambil perusahaan ini menggunakan The Unilever Compass, yang membawa perusahaan untuk terus tumbuh dengan prinsip keberlanjutan dan tanggungjawab yang besar, meliputi: upaya peningkatan kesehatan planet, masyarakat, dan menciptakan dunia yang lebih adil dan inklusif.

Upaya kesehatan planet dan masyarakat diwujudkan dalam penggunaan energi terbarukan dalam semua proses produksi di pabrik perusahaan ini. Sebagian besar bahan baku pertanian untuk produk-produk yang ada juga dipasok secara berkelanjutan. Selain itu, perusahaan ini juga terlibat aktif dalam upaya peningkatan kesehatan lingkungan dalam berbagai macam aksi.

Sementara upaya untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan inklusif diwujudkan dengan terbukanya lapangan pekerjaan yang besar untuk masyarakat lokal di seluruh wilayah operasinya. Dengan tingkat kesetaraan gender yang tinggi, hampir setengah jajaran direksi Unilever Indonesia diduduki oleh perempuan. 

Sejarah Unilever Indonesia

Unilever Indonesia dimulai dengan akuisisi Mac Fisheries oleh produsen sabun, Lever Brothers, di tahun 1922. Tujuh tahun setelahnya atau pada 1929, Unilever didirikan oleh Lever Brothers bersama Margarin Unie, sebuah perusahaan margarin asal Belanda. Penggabungan kedua perusahaan ini menjadi cikal bakal Unilever dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Setelah masa tersebut, Unilever kemudian mulai mengakuisisi beberapa perusahaan produsen produk rumah tangga yang ada di beberapa negara, termasuk Frosten Foods, Batchelors Peas, Pepsodent, Good Humor, Lipton, National Starch, Brooke Bond, Chesebrough-Ponds, Calvin Klein Cosmetics, Breyers, dan masih banyak lagi. 

Seiring dengan berkembangnya Unilever di kancah internasional, kemudian lahir beberapa anak perusahaan di beberapa negara, meliputi Unilever Bangladesh, Unilever Nepal, Hindustan Unilever, Unilever Australasia, Unilever Pakistan, Unilever Philippines, Unilever Indonesia, dan Unilever Sakhalina.

Unilever Indonesia sendiri berdiri pada 5 Desember 1933. Pada waktu itu, nama perusahaan ini masih Lever Zeepfabrieken N.V yang memiliki kantor pusat di Jakarta. Kemudian, nama tersebut berganti menjadi PT Lever Brothers Indonesia tepat pada tanggal 22 Juli 1990. Dan untuk ketiga kalinya, perusahaan ini berganti nama menjadi PT Unilever Indonesia di 30 Juni 1997.

Kemudian, perusahaan ini mulai masuk ke Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tahun 1981. Dengan melepaskan saham sebesar 15% memakai kode emiten UNVR. menariknya, karena skala operasi perusahaan ini yang sudah menyeluruh di semua wilayah Indonesia, tercatat ada lebih dari 1.000 distributor resmi yang bekerja sama dengan Unilever Indonesia.

Pada tahun 2000, muncul anak perusahaan pertama dari Unilever Indonesia bernama PT Anugrah Lever. Anak perusahaan ini fokus pada bidang produksi kecap dan saus dengan beberapa merk dagang di bawahnya. Hal ini menandakan dimulainya proses diversifikasi bisnis dari Unilever Indonesia itu sendiri.

Dua tahun setelahnya, pada 2002 PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) kembali mendirikan anak perusahaan yang bernama PT Technopia Lever. Merupakan hasil patungan dengan perusahaan distribusi dan ekspor-impor asal Singapura, Technopia Singapore Pte. Ltd. Lebih lanjut, perusahaan tersebut menggunakan merk dagang dengan nama Domestos NoMos.

Setelah itu, Unilever Indonesia mengakuisisi salah satu perusahaan makanan dan minuman asal Jerman yang bernama PT Knorr Indonesia pada tanggal 21 Januari 2004. Setahun setelahnya, perusahaan ini menyabet penghargaan Energi Globe Award 2005 atas skema pengelolaan sampah berupa kompos di desa-desa sekitar Sungai Brantas, Surabaya.

Proses akuisisi oleh perusahaan ini kembali terjadi pada PT Sara Body Care Indonesia Tbk. Dengan begitu, memperkuat kedudukan Unilever Indonesia sebagai perusahaan yang mendominasi industri produk konsumen rumah tangga di negara ini. Didukung pula dengan skala produksi, fasilitas pabrik produksi dan distribusi, serta wilayah operasi yang luas.

Maka dari itu, perusahaan ini menginvestasikan dana sekitar 300.000.000. euro untuk upaya perluasan pabrik di dua lokasi, Cikarang (Jawa Barat) dan Rungkut (Jawa Timur). Yang kemudian menjadikan Unilever Indonesia saat ini tercatat memiliki 8 pabrik yang beroperasi aktif dengan 3 pusat distribusi di beberapa titik wilayah Indonesia.

Tahun 2015, Unilever Indonesia melepaskan salah satu anak perusahaannya, PT Technopia Lever. Yaitu dengan menjualnya pada perusahaan asal Jepang, Fumakilia. Dengan diiringi pergantian nama menjadi PT Fumakilia NoMos. Sehingga pada saat itu anak perusahaan menjadi berkurang satu.

Secara luas, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sudah sangat familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Beragam produk rumah tangga produksi perusahaan ini sudah sejak lama beredar di pasaran, sehingga kemudian banyak orang yang menjadi pelanggan setia dari produk-produk perusahaan ini.

Itulah uraian singkat tentang profil dan juga sejarah berdirinya Unilever Indonesia. Hingga saat ini, produk-produk rumah tangga dari perusahaan ini masih menjadi kecintaan semua kalangan masyarakat. Sehingga semakin mendukung perusahaan ini terus berkembang dan menjadi dominan di industri produk rumah tangga Indonesia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 4, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Gajah Tunggal
Emiten Syariah

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) Profil dan Sejarah

by Minsya August 3, 2023
written by Minsya 5 minutes read

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) merupakan produsen ban terbesar di Asia Tenggara. Memiliki kantor pusat di Jakarta, perusahaan ini telah berdiri lebih dari setengah abad yang lalu. Perusahaan ini memiliki pasar besar di seluruh wilayah Indonesia juga luar negeri, yang kemudian mengantarkan perusahaan ini mencatat pendapatan total hingga 13 triliun rupiah pada tahun 2020.

Profil Gajah Tunggal

Gajah Tunggal adalah perusahaan publik yang bergerak di bidang produksi dan distribusi ban berkualitas tinggi. Produk dari perusahaan ini meliputi ban dalam, ban luar, kain ban, dan karet sintetis dengan varian merk GT Radial, GITI, dan Zeneos. Perusahaan ini sahamnya sebagian besar dimiliki oleh Denham Pte Ltd (49,5%) dan Compagnie Financière Michelin (10%).

Selain itu, mereka juga memiliki beberapa anak perusahaan meliputi: PT Prima Sentra Megah, PT Filamendo Sakti, PT Speedwork Solusi Utama, PT IRC Gajah Tunggal Manufacturing Indonesia, dan PT Polychem Indonesia Tbk. Dengan demikian, menjadikan perusahaan ini merupakan yang terbesar pula di Indonesia.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Gajah Tunggal
https://www.gt-tires.com/indonesia/corporate.asp?menuid=3&classification=12&language=1

Sertifikasi Gajah Tunggal Tbk

Dengan statusnya sebagai produsen ban terkemuka, GJTL selalu berkomitmen untuk meningkatkan kualitas produknya. Bentuk usaha yang dilakukan adalah menerapkan sistem manajemen yang berstandar internasional yang sudah bersertifikasi ISO 9002. Selain itu, pabrik perusahaan ini juga sudah memiliki sertifikasi ISO 9001. 

Lebih dari itu, perusahaan ini juga telah menerima beragam sertifikasi penting, baik itu dari dalam maupun luar negeri. Beberapa di antaranya yaitu: ISO/TS 16949, ISO 14001:2004, IATF 16949:2016. Selain itu, pengujian produk sudah terakreditasI ISO/IEC 1702, bersamaan dengan itu Laboratorium PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) juga dianggap memiliki kompetensi sebagai laboratorium testing.

Sedangkan untuk produknya sendiri, telah memiliki sertifikat produk SNI (Indonesia), BPS (Filiphina), GSO (Middle East), SASO (Arab Saudi), DOT (USA), E-mark (Eropa), In-metro (Brasil), VSCC (Taiwan), SONCAP (Nigeria), BSI BIS (India), LATU (Uruguay), dan ISIRI (Iran). Dengan demikian, menunjukan bagaimana kualitas produk perusahaan ini selalu terjamin.

Sejarah Gajah Tunggal

Tahun 1951 merupakan waku dimana GJTL resmi didirikan. Yang mana perusahaan ini berkecimpung dalam bidang produksi dan distribusi ban sepeda. Kemudian terus berkembang hingga pada tahun 1971, terdapat bantuan teknik dari perusahaan asal Jepang, Inoue Rubber Company. Bantuan ini berdampak pada meningkatnya kualitas produksi ban perusahaan. 

Tahun 1981, mulai melebarkan bisnis dengan mulai memproduksi ban bias untuk banyak jenis kendaraan, mulai dari kendaraan penumpang hingga niaga. Produksi ban bias ini juga dibantu oleh bantuan teknik dari perusahaan asal Jepang, Yokohama Rubber Company. Lalu, pada tahun 1990,  resmi masuk ke Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.

Tahun 1991 terjadi akuisisi  terhadap GT Petrochem Industries (TC), salah satu produsen kain ban dan benang nilon di Indonesia. Kemudian, tahun 1993, perusahaan ini secara resmi memulai produksi komersial ban radial yang ditujukan untuk mobil penumpang dan juga truk ringan. 

Tahun 1995 kembali mengakuisisi, dimana saat itu yang diakuisisi adalah Langgeng Baja Pratama yang merupakan produsen kawat baja. Pada 1996, perusahaan ini mengakuisisi Meshindo Alloy Wheel Corporation yang merupakan produsen velg alumunium. Saat itu GT Petrochem Industries, salah satu anak perusahaan PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), juga mulai memproduksi etilen glikol, karet sintetis, serta benang dan serat poliester.

Tahun 2001 perusahaan ini membuat perjanjian produksi dengan perusahaan manufaktur ban asal Finlandia, Nokian Tyres Group. Perjanjian ini dibuat dalam rangka mulainya usaha produksi beberapa jenis ban mobil penumpang untuk kebutuhan ekspor. Lalu, tahun 2002, berhasil menyelesaikan restrukturisasi akibat dampak krisis keuangan di Asia. 

Tahun 2004, setelah berhasilnya proses restrukturisasi, Gajah Tunggal mengakuisisi aset TC dan Styrene Butadiene Rubber. Lalu, terjadi divestasi saham di Langgeng Baja Pratama, mulainya perjanjian off-take dengan Michelin, juga peluncuran gerai TireZone. Tahun 2005, perusahaan ini menerbitkan Obligasi Global yang bernilai USD 325.000.000 dan divestasi saham di Meshindo Alloy Wheel Corporation.

Tahun 2006, menyabet penghargaan bergengsi, yaitu Best Managed Company in Indonesia. Setahun setelahnya, pada 2006, perusahaan ini mendapat suntikan dana tambahan sebesar USD 95.000.000 dari Obligasi Global yang belum dibayarkan sebelumnya. Dimana dana tersebut digunakan untuk keperluan riset dan pengembangan produk, juga keperluan emisi saham untuk memenuhi kebutuhan modal kerja.

Tahun 2007 merupakan tahun yang berkesan karena Gajah Tunggal menerima penghargaan Primaniyarta dari Presiden Republik Indonesia. Selain itu, perjanjian off-take dengan Michelin mencapai 2,8 juta ban. Lalu, tahun 2009, perusahaan ini berhasil menyelesaikan penawaran pertukaran terhadap Obligasi Global yang belum dibayarkan. Selain itu, menyabet penghargaan Anugerah Produk Asli Indonesia dan sertifikasi ISO 14001 untuk sistem manajemen.

Tahun 2010 PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) meluncurkan ban ramah lingkungan pertama di Indonesia, Champiro Eco. penjualan konsolidasi perusahaan ini juga mencapai nilai 1 milyar Dolar AS. Lalu, tahun 2011, perusahaan ini berhasil mengekspor ban radial hingga lebih dari 10 juta ban dengan penjualan mencapai 10 triliun rupiah. Selain itu, mendapat gelar Top 10 – Best Management Company dan Best Big Company.

Tahun 2012 adalah tahun dimana GJTL menyabet berbagai macam penghargaan, meliputi Indonesia’s Mid-cap Company, Primaniyarta – Global Brand Development, dan Indonesia’s Trusted Company. Perusahaan ini juga telah membeli lahan tanah di Karawang guna keperluan pembangunan dan ekspansi bisnis di masa depan.

Tahun 2013, perusahaan ini menerbitkan Senior Secured Notes yang bernilai USD 500.000.000 dan jatuh tempo pada 2018. Dana dari Notes tersebut difungsikan untuk menebus Callable Step-up Guaranteed Secure Bond yang jumlah prinsipalnya mencapai USD 412.495.000 dan jatuh tempo pada 2014. Sisa dana tersebut kemudian untuk biaya belanja modal.

Tahun 2014 mulai membangun pabrik baru yang fokus produksinya pada ban radial untuk truk dan bus. Kemudian, pada 2015, perusahaan ini kembali mendapat penghargaan Primaniyarta untuk yang kelima kalinya. Dan tahun 2016, perusahaan ini meluncurkan ban GITI TBR dan meresmikan Proving Ground Gajah Tunggal di Karawang.

Tahun 2017, menandatangani perjanjian Senior Secured Syndicated Financing Facility dengan beberapa Bank. Lalu, tahun 2018, perusahaan ini melakukan patungan dengan Inoue Rubber Company untuk membangun PT IRC Gajah Tunggal Manufacturing Indonesia, sebuah perusahaan produsen ban sepeda motor performa tinggi.

Tahun 2019, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) menerima penghargaan Primaniyarta untuk yang ketujuh kalinya dan mendapat sertifikasi EDGE. Kemudian, tahun 2021, perusahaan ini menandatangani Senior Secured Syndicated Financing Facility baru yang bernilai Rp. 1.325.000.000 dan menerbitkan Senior Secured Notes yang bernilai USD 175.000.000 dan jatuh tempo pada 2026.

Dengan pengalaman lebih dari tujuh puluh tahun berkecimpung dalam industri ban Indonesia, GJTL menjadi produsen ban terbesar di Asia Tenggara. Dimana produk yang dimiliki meliputi ban berkualitas tinggi yang memiliki berbagai macam jenis dan fungsi, mulai dari ban untuk sepeda motor, kendaraan penumpang, kendaraan niaga, hingga kendaraan performa tinggi.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 3, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Astra Agro Lestari
Emiten Syariah

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Profil dan Sejarahnya

by Minsya August 2, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Astra Agro Lestari ialah perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar dan terkenal yang ada Indonesia. Selain di bidang pertanian, perusahaan ini juga beroperasi pada penyulingan minyak, karet, dan masih banyak lagi. Kerja sama perusahaan ini dinilai baik sejak awal berdirinya. Untuk mengetahui informasi lebih jelas mengenai PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), simak penjelasan di bawah ini.

Profil dari Perusahaan Astra Agro Lestari

Berdiri pada tahun 1988, perusahaan ini menjalankan berbagai kegiatan usaha di bidang usaha perkebunan dan agro industry. Kerjasama yang baik dengan masyarakat dilakukan pada kegiatan peningkatan ekonomi baik melalui budidaya sawit maupun non sawit. Sejak berdiri, perusahaan terus mengalami perkembangan yang signifikan hingga industri hilir yang berhubungan, seperti pengolahan minyak sawit.

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) terkenal sebagai industry budidaya kelapa sawit dengan pengelolaan terbaik. Luas tanah kelolahannya yakni 297.011 hektar dan berada di pulau Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. Dalam menghadapi tantangan di masa depan, AALI selalu memfokuskan strategi usahanya.

Strategi usaha yang ditekankan yaitu meningkatkan produktivitas, efisiensi di semua lini dan diversifikasi usaha pada berbagai sektor yang menjanjikan. Tentunya, sektor-sektor terbuat berhubungan erat dengan usaha inti di bidang perkebunan kelapa sawit. Tata kelola perusahaan ini menerapkan Good  Corporate Governance yang menggunakan ketentuan perundang-undangan di Indonesia sebagai acuan.

Namun, implementasi tata kelola ini sama seperti komitmen terhadap visi dan misinya sebagai landasan dalam membangun serta menciptakan sistem dan struktur perusahaan yang berkelanjutan serta tangguh. Disamping itu, perseroan juga berkomitmen untuk terlibat dalam pertumbuhan Indonesia. Hal ini dilakukan dengan berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia secara signifikan.

Baca Juga : PT. Japfa Comfeed Food Tbk (JPFA) Profil dan Sejarah

Astra Agro Lestari
https://www.astra-agro.co.id/2023/07/27/arab-saudi-minati-investasi-bisnis-sawit-di-indonesia-karena-alasan-berikut/

Seperti yang diketahui bahwa perseroan ini bergerak di bidang pengelolaan bahan-bahan perkebunan. Bahan-bahan yang diolah yakni kelapa sawit, cokelat, karet, teh dan minyak masak. Cakupan bisnisnya juga cukup luas sehingga berhasil memenuhi berbagai segmen pasar baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Dalam merangkul induk perusahaannya yaitu PT Astra International Tbk, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menciptakan bisnis barunya di sektor perkebunan karet serta singkong. Selain itu, perseroan mencoba lebih fokus pada pengembangan bisnis kelapa sawit karenakan bisnis kelapa sawitnya tampak sangat menjanjikan.

Sejarah Singkat dari Astra Agro Lestari Tbk

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mulai mencetak sejarahnya di tanggal 3 Oktober 1988 yang berawal dengan nama PT Suryaraya Cakrawala. Bersama PT Tunggal Perkasa Plantations, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mempunyai lebih dari 15.000 hektar perkebunan kelapa sawit di Riau, Sumatera. Lahan ini beroperasi dalam pertumbuhan produksi kelapa sawit.

Beberapa tahun kemudian tepatnya tahun 1984, perseroan membentuk bisnis kelapa sawit terbaru dengan label PT Suryaraya Cakrawala dalam memperkuat kedudukan industri. Pada Agustus 1989, perseroan ini mengubah namanya menjadi PT Astra Agro Niaga. Dua tahun berikutnya, perseroan mengembangkan kebun teh seluas 1.035 hektar serta tanah seluas 952 hektar untuk kebun kakao di Jawa Tengah.

Gunung Huma Grup kemudian bergabung pada tahun 1992. Masih di tahun yang sama, perseroan meluncurkan produk minyak goreng merk Cap Sendok. Tidak sampai situ, PT Suryaraya Bahtera juga ikut bergabung ke perusahaan pada 30 Juni 1997. Nama perusahaannya pun kini diubah seperti sekarang.

Akhirnya, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) berhasil melantai Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya secara resmi di bulan Desember 1997 dengan kepemilikan saham 20,3%. Pada saat itulah, perseroan mengelola kebun kelapa sawit dengan luas 164.019 hektar. Perseroan kemudian mendivestasi kebun teh, kakao di tahun 2004 agar lebih fokus pada perkebunan kelapa sawit.

 Empat tahun kemudian, perseroan mulai menjalankan unit pemrosesan benih di Kalimantan Tengah. Hal ini dilakukan untuk melakukan pengecambahan biji segar dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit atau PPKS Marihat. Untuk pertama kalinya, perseroan berhasil memproduksi lebih dari 1 juta ton minyak kelapa sawit pada 2009.

Di tahun berikutnya, sebuah pusat riset di Kalimantan Tengah mulai beroperasi. Penanaman bibit induk kelapa sawit dari Kamerun akhirnya mulai dilakukan sejak tahun 2011. Bersama Kepong Plantation holding Sdn, Bhd, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membentuk sebuah perusahaan patungan yang bernama ASTRA – KLK Pte. Ltd. Di Singapura untuk beroperasi di bidang perdagangan kelapa sawit.

Sebagai perusahaan yang selalu berdampingan dengan alam PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) berupaya dalam mewujudkan perusahaan yang berkelanjutan sesuai standar pengembangan perkebunan kelapa sawit dan kriteria-kriteria lainnya tentang kegiatan ramah lingkungan. Pada tahun 2012, perseroan berhasil menjadi salah satu perusahaan pertama dalam memperoleh sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil.

Sertifikat tersebut merupakan bentuk dari komitmen serta dedikasi yang tinggi akan perkembangan kelapa sawit di Indonesia. Dengan begitu, perseroan diharapkan dapat menjaga eksistensinya sebagai perusahaan sektor perkebunan yang paling inovatif serta produktif di dunia. Tidak heran mengapa perusahaan ini menjadi produsen kelapa sawit terbesar di Indonesia.

Melalui PT Tanjung Sarana Lestari, sebuah pabrik pengolahan minyak sawit di Mamuju Utara Sulawesi Barat mulai beroperasi di bulan Januari 2004. Pabrik ini berhasil memproduksi hingga 2000 ton minyak sawit mentah setiap harinya. Tidak hanya itu, pabrik ini juga menghasilkan beberapa produk seperti PFAD, Stearin, Olein, dan RBDPO untuk memenuhi permintaan pasar.

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membeli 50% saham dari sebuah pabrik pengolahan minyak sawit di Dumai, Riau pada bulan Juni 2006. Pabrik ini ialah mlik KL-Kepong Plantation Holdings Sdn, Bhd dan memproduksi kapasitas pengolahan hingga 2000 ton minyak sawit setiap harinya. Perseroan kemudian melebarkan sayap bisnisnya ke peternakan sapi pada bulan Juni 2016.

Bisnis tersebut dipusatkan di Pandu Sanjaya, Pangkalan Lada, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Di tahun yang sama, pabrik pencampuran pupuk NPK di Donggala, Sulawesi Tengah mulai melakukan kegiatan usahanya. Pada tahun 2017, perseroan mulai menjalan kegiatan usahanya di pabrik pencampuran pupuk NPK di Bumi Harjo, Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Sejak melakukan merger, akuisisi serta berbagai perkembangan, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membukukan asetnya sebesar Rp 12,42 triliun pada akhir 2012. Kini, perusahaan telah memiliki lebih dari 28.109 pegawai yang mengelola perkebunan kelapa sawit dimana luasnya lebih dari 272.994 hektar. 

Kini, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mempunyai saham mayoritas pada 42 anak perusahaan yang beroperasi pada sektor bisnis yang sama. Sebagai anggota Astra International Group, perseroan ini ialah salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar dan memiliki sejarah penting sejak 1988.

Demikian informasi mengenai PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang perlu diketahui. Perusahaan budidaya kelapa sawit ini memiliki perkembangan serta kedewasaan bisnis di sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Perseroan ini mempunyai peristiwa-peristiwa penting dalam perjalanannya sejak tahun berdirinya.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 2, 2023 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
Japfa Comfeed Food
Emiten Syariah

PT. Japfa Comfeed Food Tbk (JPFA) Profil dan Sejarah

by Minsya July 31, 2023
written by Minsya 6 minutes read

Pernah mendengar Japfa Comfeed Food? Tentunya jika pernah membeli produk olahan ternak di supermarket seperti sosis atau susu, maka nama ini pasti sudah tidak asing lagi. PT. Japfa Comfeed Food Tbk (JPFA) merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang peternakan terkemuka di Indonesia. Berikut profil dan sejarah singkatnya.

Profil Japfa Comfeed Food

Japfa Comfeed Food dikenal dengan bisnisnya yang bergerak di bidang peternakan. Mulai dari pembibitan ternak, produksi pakan ternak, hingga produk olahan hasil ternaknya. Perusahaan ini sendiri mulai beroperasi pada tanggal 18 Januari 1971, lebih dari setengah abad menjadi salah satu pelopor perusahaan peternakan terkemuka di Indonesia. 

Lebih lanjut tentang perusahaan, Japfa Comfeed Food atau dalam kode emiten disebut dengan JPFA ini merupakan sebuah perusahaan publik yang wilayah operasinya menjangkau seluruh Indonesia. Bergerak di bidang peternakan, perusahaan ini sudah memiliki beberapa merek produk berikut dengan anak usaha di bawahnya. 

Beberapa merek yang diproduksi oleh perusahaan ini meliputi Comfeed, Benefeed, MB, Tokusen Wagyu Beef, Kingsley, Best Chicken, Dosuka, Tora Duo, So Good, So Nice, dan Real Good. semua merek tersebut diproduksi oleh anak-anak usaha yang masing-masing memiliki produk dan jasa spesialis sendiri.

Dimana anak-anak usaha tersebut terdiri dari PT. Suri Tani Pemuka, PT. Ciomas Adisatwa, PT. So Good Food, PT. Santosa Agrindo, PT. Indojaya Agrinusa, PT. Multi Makanan Permai, PT. Bintang Laut Timur, dan Comfeed Finance B.V. Semua anak-anak usaha tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Japfa Comfeed Food
https://www.japfacomfeed.co.id/id/product-and-services/poultry

Dengan skala produksi dan anak usaha yang besar, perusahaan ini dilaporkan memiliki total aset hingga Rp. 28,590 triliun pada tahun 2021. Didukung dengan jumlah karyawan yang mencapai 30.000 orang lebih di tahun yang sama. PT. Japfa Comfeed Food Tbk (JPFA) sudah mengantongi berbagai macam sertifikat serta penghargaan yang bergengsi.

Sertifikat SNI yang berlaku pada semua produk di perusahaan ini didapat pada tahun 2013 dan dikeluarkan secara resmi oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dari Kementerian Pertanian Indonesia. Selain itu, perusahaan ini juga sudah mendapatkan Sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Point atau HACCP. 

Selain itu, yang terpenting adalah semua produk dari perusahaan ini sudah bersertifikat halal. Didukung pula dengan adanya Sertifikasi Kompetensi Juru Sembelih Halal atau Juleha yang dimiliki perusahaan ini. Ada pula Sertifikat Kelayakan Pengolahan atau SKP dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia untuk menjamin kualitas pengolahan produk di sini.

Lalu, perusahaan ini juga sudah mengantongi beberapa sertifikasi krusial seperti ISO 22000:2005, Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015, Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, dan masih banyak lagi. Deretan sertifikasi tersebut yang kemudian menjadi jaminan akan kualitas produk dari perusahaan ini, serta menghantarkan beragam penghargaan bergengsi.

Beberapa penghargaan tersebut meliputi Zero Accident Award, Best International Booth di Malaysia, Asia Responsible Enterprise Awards, Asia’s 200 Best Over a Billion, Assian Feed Miller Sustainability Award, Best of The Best dari Forbes Indonesia, dan lain sebagainya. Semua penghargaan tersebut diraih pada tahun 2019.

Untuk terus menjaga kepercayaan seluruh pihak yang terkait dalam operasional perusahaan, meliputi karyawan, pelanggan, pemasok, peternak mitra, pemegang saham, dan masyarakat, maka dibentuklah visi dan misi dari PT. Japfa Comfeed Food Tbk (JPFA). Dimana visi dan misi ini yang kemudian menjadi acuan utama dari seluruh operasional perusahaan ini.

Visi dan Misi perusahaan yakni menjadi penyedia terkemuka dan terpercaya di bidang produk pangan berprotein terjangkau di Indonesia. Seluruh operasional perusahaan berlandaskan kerjasama dan pengalaman yang sudah teruji, sebagai bentuk upaya memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang terkait. 

Lebih lanjut, perusahaan ini juga menanamkan nilai berkembang menuju kesejahteraan bersama. Dimana seluruh kesuksesan perusahaan dibangun atas dasar keyakinan dalam membina hubungan baik dan saling menguntungkan dengan seluruh pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan ini.

Hal tersebut diwujudkan dengan berbagai macam aktivitas operasional yang dilakukan bersama-sama dengan integritas yang tinggi serta komunikasi interaktif dengan seluruh pihak yang terkait. Tentunya, operasional yang seperti ini sudah dilakukan sejak berdirinya perusahaan ini. Dibuktikan dengan sejarah dan perjuangan panjang perusahaan ini yang dijelaskan berikut.

Sejarah Singkat Japfa Comfeed Food

Operasional Japfa Comfeed Food dimulai pada tanggal 18 Januari 1971 dengan produksi pelet kopra. Pada saat itu, perusahaan ini masih bernama PT. Java Pelletizing Factory atau disebut Japfa. Lalu, memasuki tahun 1975, perusahaan ini mulai bergerak ke bidang peternakan dengan memproduksi pakan ternak.

Seiring dengan berkembangnya bisnis tersebut, perusahaan ini kemudian mulai masuk ke bidang pembibitan ayam pada tahun 1982. Puncaknya, ketika perusahaan ini kemudian memegang hak eksklusif untuk mendistribusikan dan menjual bibit ayam galur jenis Indian River dari Aviagen. Pencapaian tersebut semakin memperkuat kedudukan perusahaan ini di bidang peternakan.

Kemudian pada tahun 1989, PT. Japfa Comfeed Food Tbk (JPFA) secara resmi masuk ke Bursa Efek Jakarta dan Surabaya. Setelah itu, terjadi pengambilalihan aset milik PT. Comfeed Indonesia, PT. Ometraco Satwafeed, PT. Suri Tani Pemuka, dan PT. Indopell Raya. Yang kemudian dijadikan satu dengan perusahaan ini menjadi Japfa Comfeed Food yang bertahan hingga saat ini.

Proses akuisisi perusahaan lain masih terus berlanjut, dimana pada 1992, PT. Ciomas Adisatwa dan PT. Multibreeder Adirama Indonesia turut bergabung ke perusahaan ini. Diikuti dengan akuisisi PT. Hidon, PT. Santosa Agrindo (Santori), PT. Vaksindo Satwa Nusantara, PT. Multi Agro Persada, PT. Multiphala Agrinusa, dan PT. Bintang Terang Gemilang.

Dengan skala operasional yang besar, perusahaan ini kemudian membangun fasilitas produksi di beberapa daerah pada tahun 2011. Produksi pakan ternak di Purwakarta dan Grobogan, pembibitan ayam di Pontianak dan Grati, serta penetasan telur ayam di Kediri dan Sukabumi. Dengan begitu, perusahaan ini menjadi pelaku utama di bidang peternakan Indonesia.

Tidak hanya berhenti di situ, perusahaan ini kembali mengakuisisi perusahaan peternakan ayam komersial. Pada tahun-tahun setelahnya, ada beberapa anak perusahaan yang dulunya berdiri sendiri kemudian digabung, namun tetap berada di bawah naungan Japfa Comfeed Food. Proses penggabungan anak usaha ini diikuti dengan proses akuisisi beberapa perusahaan lain.

Dengan sejarah dan pertumbuhan perusahaan yang panjang tersebut, perusahaan ini menjadi salah satu pemain pasar yang dominan di bidang peternakan. Hasil produksi olahan ternaknya pun juga sudah didistribusikan ke seluruh wilayah di Indonesia. Bahkan, ada produk olahan ayam yang sampai di ekspor ke luar negeri. 

Fakta tersebut yang kemudian menjadi alasan utama mengapa PT. Japfa Comfeed Food Tbk (JPFA) bisa tetap berdiri hingga saat ini di tengah banyaknya pesaing baru yang muncul di industri peternakan Indonesia. Selain itu, dengan skala produksi yang besar, nilai pendapatan, laba bersih, total ekuitas, hingga total aset yang dimiliki oleh perusahaan ini terbilang tinggi.

Melihat dari bagaimana profil serta sejarah singkat dari Japfa Comfeed Food, tidak heran jika perusahaan ini bisa berdiri hingga lebih dari setengah abad. Dengan visi dan misi yang terus dipegang teguh, sistem operasional dari perusahaan ini tetap bisa terjamin dan bisa memberikan pelayanan dan kerjasama yang terbaik untuk semua pihak-pihak yang terlibat.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

July 31, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Charoen Pokphand
Emiten Syariah

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Profil dan Sejarah

by Minsya July 27, 2023
written by Minsya 5 minutes read

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk atau dikenal CPIN ialah perusahaan produsen pakan ternak, Day Old Chicks serta makanan olahan paling besar di Indonesia. Perusahaan ini ialah anak usaha Charoen Pokphand Indonesia Group yang dikendalikan oleh taipan Jiaravanon Family dari Thailand. Untuk mengetahui profil dan sejarahnya, simak penjelasan di bawah ini.

Profil dari PT. Charoen Pokphand Indonesia

Charoen Pokphand Indonesia Tbk didirikan nama PT Charoen Pokphand Indonesia Animal Feedmill Co. Limited. Perseroan dan entitasnya memiliki sejumlah segmen usaha dengan karakteristik yang berbeda. Produk utama dari CPIN ini ialah pakan ternak, ayam pedaging, anak ayam usia sehari (DOC) dan daging ayam olahan.

Anak perusahaan serta 7 fasilitas produksinya tersebar di Tangerang, Medan, Sidoarjo (2 unit) Semarang serta Makassar. Adapun bentuk pakan yang diproduksi berupa konsentrat, tepung, dan butiran. Sementara itu, merek produk yang digunakan yaitu Hi-Pro, Bonavite, Bintang, Hi-Pro-Vite, Turbo Feed Royal Feed, serta Tiji.

Salah satu produknya yang memberikan kontribusi terbesar kedua yaitu Day Old Chicks atau anak ayam usia sehari komersial. Beberapa tipe DOC yang disediakan yaitu petelur DOC, boiler DOC, dan jenis DOC lainnya. Beberapa pabrik pembibitannya berada di Lampung, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan lainnya.

Makanan olahan ialah produk PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang memberikan kontribusi terbesar ketiga kepada penjualan. Produk ini diproduksi oleh beberapa fasilitas pengolahan daging berada di Banten, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan 2 unit di Jawa TImur. Empat merk makanan olahan ini yaitu Okey, Champ, Fiesta dan Golden Fiesta. Produk terkenalnya yaitu Fiesta dan Champ.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Charoen Pokphand
https://cp.co.id/

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk berhasil meraih angka Rp 43.43 triliun pada penjualannya dan naik sebanyak 15,54% dari tahun yang lalu. Kemudian, beban pokok penjualan juga ikut meningkat menjadi Rp 36,51 triliun dari Rp 31,62 triliun. Dengan begitu, laba kotor CPIN naik hingga 16,01% dari September 2021 yang sebesar Rp 5,96 triliun.

Aset Charoen Pokphand pun meningkat sebesar 11,69% per September 2022 dari Rp 35,44 triliun di tanggal 31 Desember 2021. Liabilitasnya pun meningkat hingga Rp 10,29 triliun dari Rp 13,03 triliun. Sementara itu, ekuitasnya naik dari Rp 25,15 triliun menjadi Rp 26,56 triliun pada Desember 2021.

Sejarah Singkat dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk

Perusahaan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk berawal dari toko benih kecil yang bernama Chia Tai yang didirikan pada 1921 oleh dua bersaudara dari Cina yang bernama Chia Seow Nooy dan Shia Exchor. Kantor pusat pertamanya yaitu terletak di Shantou, Provinsi Guangdong, Tiongkok.

Pada awal tahun 1921, Chia Ek Chor serta Chia Siew Whooy memulai toko benih bersama Chia Tai Chung di Pecinan Bangkok. Mereka melakukan kegiatan impor benih serta sayuran dari Cina dan ekspor telur serta babi ke Hong Kong. Hampir tidak memiliki uang, kedua bersaudara tersebut berhasil mengumpulkan cukup modal memulai toko benih kecilnya.

Selama beberapa tahun pertama dari keberadaan bisnis, kedua bersaudara tersebut bereksperimen menemukan ceruk pasarnya. Pada tahun 1950 an, toko ini mulai berfokus dalam kegiatan ekspor pakan ternak khususnya ayam. Namun, mereka mengalami kesulitan berbisnis hingga tahun 1970 an saat Bangkok Bank mengambil alih peternakan ayamnya.

Sejak saat itulah, toko ini kemudian mengkhususkan diri dalam membeli ayam dewasa untuk dijual ke pedagang grosir serta restoran menggunakan strategi operasi penggilingan pakan yang terintegrasi secara vertikal dengan pembakaran ayam. Pada tahun 1969, perseroan ini mempunyai omset tahunan sebesar US$1-2 juta.

Pada tahun 1970 an saat ekonomi Thailand diliberalisasi, Grup CP memasuki berbagai negosiasi bisnis dengan sejumlah bank besar Thailand, pemerintah Thailand dan perusahaan asing. CP Group memasok ayam dan memberi makan petani Thailand. Mereka juga mengajari para peternak bagaimana cara beternak ayam. Sementara itu, para petani menjual ayam kembali yang sudah dewasa ke CP Group.

Kemudian, CP Group mengolah ayam lalu dijual ke restoran, waralaba makanan instan, serta toko grosir dalam jumlah banyak tersebar di wilayah Thailand. Kegiatan ekspor formula pertanian kontrak diperluas secara Internasional ke seluruh Asia Tenggara hingga seluruh dunia. Beberapa negaranya yakni Portugal, Tiongkok, Turki, Indonesia, Taiwan serta Amerika Serikat.

Pada 1980an, saat negara Thailand menjadi ekonomi kapitalis yang berkembang, grup CP mulai terjun ke bisnis budidaya perairan dan mengubah formulannya menjadi ternak serta pemasaran udang. Cakupan penjualan benih sayuran bermerk Ruan Bin pun juga meningkat menjadi produksi pakan ternak di bawah naungan dua putri tertuanya yakni Jaran Chiaravanont serta Montri Jiaravanon,

Pada tahun 1970an, monopoli virtual atas pasokan ayam serta telur di Thailand berhasil dimiliki. Perusahaan ini lebih dikenal dengan integrasi vertikal, memperluas beberapa jalur bisnis peternakan bertambah, rumah potong hewan dan produk makanan olahan. Bahkan, grup CP berhasil go internasional.

Perseroan melebarkan kegiatan usahanya di sejumlah negara Asia dengan operasi pabrik pakan d Indonesia di tahun 1972. Kegiatan ekspor ayam ke Jepang pun dilakukan pada 1973 dan mulai bergerak di tahun 1976 di Singapura. Sekitar tahun 1980 an, ikatan keluarga CP dengan wilayah daratan di Cina membangun Shenzhen yang baru dibuat.

Saham di TelecomAsia diakuisisi oleh CP group pada tahun 1990. Pada awal tahun 1990an, CPIN memimpin sekitar 200 anak perusahaan di Cina. Di daratan utama, Investasi produksi unggas dikreditkan dengan melakukan perubahan pada kebiasaan makan negara. Mulai tahun 1993, banyak anak perusahaannya yang mulai go public.

Melihat adanya potensial yang cukup besar di bidang industri makanan ternak di Indonesia, grup CP membangun perusahaan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang berada di Jakarta. Untuk mewujudkan minatnya, perseroan menanamkan modalnya dalam jumlah besar secara patungan dengan para pengusaha Indonesia.

Seiring meningkatnya konsumsi serta pertambahan jumlah penduduk Indonesia yang berkembang pesat, kebutuhan pakan ternak pun ikut meningkat. Dengan begitu. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) memperluas usahanya di Surabaya pada tahun 1976, di Medan pada 1979, serta cabang pabrik pakan ternak di Balaraja pada 1992.

Sejak Juli 1994, perusahaan yang ada di Balaraja dinobatkan sebagai salah satu perusahaan terkenal di bidang agribisnis di Indonesia. Kini, perusahaan tersebut mempunyai kapasitas produksi pakan ternak dari berbagai unit yang tersebar di Jakarta, Mojokerto dan Medan sebanyak 2,6 juta ton per tahunnya.

Itulah penjelasan singkat profil dan sejarah dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang perlu diketahui. Bisa disimpulkan bahwa perseroan ini berasal dari Thailand yang dikembangkan oleh dua bersaudara. Melihat adanya peluang besar di Indonesia khususnya di bidang industri makanan ternak, CP grup mendirikan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

July 27, 2023 0 comments
2 FacebookTwitterPinterestEmail
Mayora Indah
Emiten Syariah

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) Profil dan Sejarah

by Minsya July 26, 2023
written by Minsya 6 minutes read

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) atau biasa disebut Mayora ialah perusahaan yang memproduksi berbagai makanan dan minuman popular. Selain Indonesia, produk perusahaan juga sudah masuk hingga pasar global dan dipasarkan di berbagai negara. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai profil dan sejarahnya, simak informasi di bawah ini.

Profil Perusahaan Mayora Indah

Perusahaan yang berdiri di tahun 1977 ini telah melakukan berbagai inovasi terbaru. Sehinga, perusahaan ini berhasil berkembang secara pesat serta bertahan dengan kokoh. Hal ini dilakukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan baik di dalam maupun di luar negeri.

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) kini mempunyai dua kategori produk yang berupa makanan serta minuman yang terdiri dari enam jenis kelompok yang menghasilkan produk-produk berbeda dari divisi lain. Akan tetapi, keenam divisi tersebut masih terintegrasi di dalam perusahaan besar ini.

Dalam memajukan perusaahaan, perseroan terus berinovasi serta fokus pada pengembangan sumber daya manusia. Dengan penanaman nilai dan budaya, PT Mayora Indah Tbk mampu menciptakan soliditas serta loyalitas seluruh karyawan terhadap perusahaan baik itu karyawan perusaaan maupun anak perusahaan.

Pada tahun 1948, perseroan mulai memanggang biskuit pertamanya di dapur rumah yang kemudian semakin berkembang dan resmi didirikan pada 1977. Sejak saat itulah, perseroan berkembang menjadi perusahaan global yang telah diakui sebagai perusahaan Fast Moving Consumer Goods.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Mayora Indah
https://www.mayoraindah.co.id/

Perusahaan membagi berbagai produk hingga menjadi 2 kategori dalam 6 divisi yakni peren, wafer, coklat, kopi, makanan sehat dan biskuit. Setiap divisi juga memiliki sejumlah merk terkenal, seperti Roma, Energen, Torabika, Beng Beng, Danisa, Kopiko, dan masih banyak lagi. Produk-produk tersebut sudah tersebar di toko seluruh wilayah Indonesia.

Mayoritas produk PT Mayora Indah Tbk dikenal sebagai sebagai market leader atau produk yang menjadi pelopor di setiap kategorinya. Contohnya, merk Astor sebagai pendahulu stik wafer di Indonesia, Beng Beng sebagai pelopor wafer karamel berlapis di Indonesia, serta Choki-Choki sebagai produk coklat pasta pertama yang ada di Indonesia.

Adapun pabrik pertamanya yang berada di Tangerang memiliki target market di Jakarta dan sekitarnya. Setelah pasar Indonesia terpenuhi, perseroan melaksanakan Penawaran Umum Perdana hingga menjadi perusahaan public di tahun 1990 dengan target pasar di Asia Tenggara. Selanjutnya, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) melebarkan sayapnya ke Negara-negara di Asia.

Kini, produk Mayora Indah telah tersebar di 5 benua di dunia. Sebagai perusahaan Fast Moving Consumer Goods, perseroan telah terbukti sebagai salah satu produsen makanan olahan premium. Hal ini ditunjukkan dalam banyaknya penghargaan yang telah diraih, seperti Top Five Best Managed Companies in Indonesia dari Asia Money.

Dengan berbagai penghargaannya, perusahaan ini memiliki visi misi sebagai produsen produk makanan berkualitas yang telah dipercaya oleh pelanggan baik di pasar lokal maupun global. Perusahaan ini juga memiliki visi dalam menguasai pangsa pasar yang signifikan dan mampu memberikan nilai tambah kepada seluruh pemangku kepentingan perusahaan dan kontribusi positif terhadap lingkungan dan negara.

Sejarah dari Perusahaan Mayora Indah

Melalui PT Bhakti Investama, Hary meningkatkan kepemilikannya dari 10,72% sampai dengan 37,60% di PT Bimantara. Hary kemudian ditetapkan sebagai Presiden Direktur Bimantara pada 30 April 2002. Keberadaan Hary di PT Bimantara ini juga mengejutkan karena beliau pada saat itu dinilai tidak memiliki kekuatan modal besar menguasai bisnis Cendana.

Bahkan, ada yang berasumsi bahwa Hary mendapatkan dukungan atau bekingan dari keluarga Cendana sehingga ia berperan sebagai operator. Ada juga yang beranggapan bahwa ia mendapatkan modal dari investor rahasia. Rumor lain juga mengatakan bahwa ia dibantu oleh investor kawakan yang bernama George Soros.

Hary juga menyatakan bahwa keberhasilannya dikarenakan prestasi yang menyehatkan dari Bimantara dengan peningkatan kinerja dan menjual sejumlah asetnya yang berpotensial. Begitu Hary masuk, Bimantara menyederhanakan fokusnya pada beberapa perusahaan khususnya media. Pada 14 April 2001, saham di PT Danapaints Indonesia dilepaskan.

Berdiri di tanggal 17 Februari 1977, PT Mayora Indah Tbk atau Mayora Group telah tercatat di BEI atau Bursa Efek Jakarta pada 4 Juli 1990. Perseroan yang berada di tangerang ini memiliki pabrik yang juga berlokasi di Tangerang dan Bekasi. Adapun kantor pusatnya yaitu berada di Jl. Tomang Raya No. 21-23, Jakarta, Indonesia.

Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatannya yakni menjalankan usaha di bidang industri perdagangan dan agen atau perwakilan. Sejak Mei 1978, perusahaan mulai menjalankan kegiatan usahanya. Kini, jumlah karyawan dari perusahaan sekaligus anak perusahaannya sebanyak 5300 karyawan.

Seperti yang diketahui bahwa perseroan mulai mengkomersialkan produknya dengan produk utama biskuitnya di Tangerang pada 1978. Dua tahun kemudian, PT Mayora Indah menjual saham secara public atau go public melalui IPO atau pasar perdana. Hal ini berhasil dilakukan sehingga beberapa pabrik di Tangerang, Bekasi, dan Surabaya mampu berdiri dengan baik.

Di akhir tahun 1980, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) melakukan ekspansi dengan menghadirkan produk permen Kopiko. Permen ini ialah permen rasa kopi pertama yang ada di Indonesia. Perkembangan produk ini semakin cepat hingga memuncaki posisi atas sebagai produk terlaris. Sebab, masih belum ada produk yang sama di pasaran.

Selain makanan ringan, produk minuman kemasan berupa Teh Pucuk Harum juga diluncurkan. Hal ini dilakukan untuk mengambil alih pasar minuman yang masih digaet oleh Teh Botol Sosro pada saat itu. Bekerja sama dengan PT Tirta Fresindo Jaya,  produk air mineral diluncurkan dengan nama Le Minerale.

Di tahun 1995, produk PT Mayora Indah Tbk (MYOR) tidak hanya tersedia di Indonesia tapi juga bisa dijumpai di Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam, Hong Kong, Saudi Arabia, Australia, Afrika, Amerika, Itali, dan Thailand. Hal ini tentunya didukung oleh jaringan distribusi yang kuat. Tidak heran jika perusahaan ini telah menjadi perusahaan makanan dan minuman yang sangat besar di Indonesia.

Tepatnya di tahun 1997, perseroan mengubah Anggaran Dasar Perubahan untuk memperjelas kinerja perseroan sekaligus menarik para investor. Di tahun 2003, perseroan meraih penghargaan peringkat pertama sebagai jajaran manajemen terbaik di Indonesia dalam produk makanan serta minuman yang bernama Top Five Managed Companies in Indonesia oleh Asia Money.

Setahun kemudian, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) kembali meraih penghargaan sebagai Produsen Produk Halal Terbaik oleh Majelis Ulama Islam. Agar kinerja keuangan perusahaan meningkat, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) membuat akad kredit yang berselang 5 tahun pada tahun 2007. Kegiatan ini juga diharapkan agar mampu membeli beberapa mesin baru.

Setelah melalui era krisis di Indonesia, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menetapkan kenaikan pangsa pasar di tahun 2010. Di tahun yang sama, perseroan juga memperkuat kapasitas produksinya sebesar 20% setiap tahunnya dalam 4 tahun ke depan. Target inilah yang mampu menumbuhkan rata-rata laba perseroan 28% per tahun.

Rencana tersebut berhasil memperkuat profil pendapatan perseroan yang tumbuh sebesar 24% dalam 1 dekade terakhir. Namun, risiko yang wajib diantisipasi ialah biaya produksi khususnya kenaikan harga bahan mentah, seperti minyak sawit dan gula. Kedua bahan baku tersebut menyumbang 55% terhadap beban pokok penjualan.

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) semakin berkembang hingga kini telah membuat 5 pabrik lain yang beredar di Makassar, Pasuruan, Ciawi, Sukabumi, dan Medan. Pada tahun 2016, 2 pabrik telah dibagun di Palembang dan Cianjur. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat produksi yang tengah bersaing dengan merk air mineral lainnya.

Demikian informasi mengenai sejarah dan profil PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Bisa disimpulkan bahwa perusahaan besar ini memproduksi berbagai minuman dan makanan olahan yang terkenal dan tersebar di 5 benua khususnya Indonesia. Tidak heran jika produknya mudah ditemui di toko-toko seluruh wilayah Indonesia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

July 26, 2023 1 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar Di

DOWNLOAD APLIKASI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG