PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Profil dan Sejarahnya

by Minsya
6 minutes read

Saat berbelanja produk rumah tangga seperti sabun, pasta gigi, shampoo, bumbu penyedap, saos, kecap, teh, hingga es krim, maka pasti akan banyak menemui produk dengan kemasan berlogo Unilever. Hal itu berarti produk-produk tersebut merupakan produksi dari PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), salah satu produsen produk rumah tangga terkemuka di Indonesia.

Profil Unilever Indonesia

Unilever Indonesia merupakan anak perusahaan dari Unilever, perusahaan multinasional yang berbasis di Inggris. Perusahaan ini menjadi yang terbesar ketiga di dunia dalam industri produk rumah tangga dunia, dengan berbagai macam merk dagang yang berada di bawahnya. Didukung pula dengan tujuan utamanya untuk menciptakan kehidupan lebih baik bagi semua orang.

Unilever sendiri sudah beroperasi di hampir 200 negara di dunia, termasuk Indonesia. Tercatat lebih dari 2,5 miliar orang menjadi pengguna dari produk-produk asal perusahaan ini. Hal tersebut yang kemudian mendasari total omset dari perusahaan ini secara global mencapai 51 miliar euro.

Ada lebih dari 400 merk dagang di bawah perusahaan Unilever, namun yang didistribusikan di Indonesia dibagi menjadi dua segmen: Home & Personal Care, Nutrition & Es Krim. Produk-produk tersebut meliputi sabun, shampoo, produk pembersih, pasta gigi, pewangi, produk kosmetik, bumbu instan, saos, kecap, produk olahan minuman, teh, hingga es krim.

Adapun untuk merk dagang di bawah Unilever Indonesia meliputi Lux, Citra, Sunsilk, Lifebuoy, Dove, Clear, Sahaja, Pepsodent, Close Up, Sunlight, Super Pell, Vixal, Wipol, Rinso, Molto, Rexona, Vaseline, Pond’s, Glow & Lovely, AXE, Bango, Jawara, Royco, Sariwangi, Wall’s, dan lain sebagainya. Semua produk tersebut sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Unilever Indonesia
https://www.unilever.co.id/brands/

Lebih dari 80 tahun Unilever Indonesia menemani masyarakat dalam hal penyediaan produk konsumsi rumah tangga yang beragam. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memiliki lebih dari 40 merk dagang yang dipasarkan, perusahaan ini masuk ke kategori industri FMCG (Fast Moving Consumer Goods), pemimpin pasar di Indonesia.

Semua operasional di Unilever Indonesia berlandaskan pada visi untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan, membawa kehidupan yang lebih baik dengan dukungan produk-produk bermanfaat untuk semua orang. Berlandaskan pada tujuan mulia dan mampu bersaing di masa depan.

Strategi bisnis yang diambil perusahaan ini menggunakan The Unilever Compass, yang membawa perusahaan untuk terus tumbuh dengan prinsip keberlanjutan dan tanggungjawab yang besar, meliputi: upaya peningkatan kesehatan planet, masyarakat, dan menciptakan dunia yang lebih adil dan inklusif.

Upaya kesehatan planet dan masyarakat diwujudkan dalam penggunaan energi terbarukan dalam semua proses produksi di pabrik perusahaan ini. Sebagian besar bahan baku pertanian untuk produk-produk yang ada juga dipasok secara berkelanjutan. Selain itu, perusahaan ini juga terlibat aktif dalam upaya peningkatan kesehatan lingkungan dalam berbagai macam aksi.

Sementara upaya untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan inklusif diwujudkan dengan terbukanya lapangan pekerjaan yang besar untuk masyarakat lokal di seluruh wilayah operasinya. Dengan tingkat kesetaraan gender yang tinggi, hampir setengah jajaran direksi Unilever Indonesia diduduki oleh perempuan. 

Sejarah Unilever Indonesia

Unilever Indonesia dimulai dengan akuisisi Mac Fisheries oleh produsen sabun, Lever Brothers, di tahun 1922. Tujuh tahun setelahnya atau pada 1929, Unilever didirikan oleh Lever Brothers bersama Margarin Unie, sebuah perusahaan margarin asal Belanda. Penggabungan kedua perusahaan ini menjadi cikal bakal Unilever dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Setelah masa tersebut, Unilever kemudian mulai mengakuisisi beberapa perusahaan produsen produk rumah tangga yang ada di beberapa negara, termasuk Frosten Foods, Batchelors Peas, Pepsodent, Good Humor, Lipton, National Starch, Brooke Bond, Chesebrough-Ponds, Calvin Klein Cosmetics, Breyers, dan masih banyak lagi. 

Seiring dengan berkembangnya Unilever di kancah internasional, kemudian lahir beberapa anak perusahaan di beberapa negara, meliputi Unilever Bangladesh, Unilever Nepal, Hindustan Unilever, Unilever Australasia, Unilever Pakistan, Unilever Philippines, Unilever Indonesia, dan Unilever Sakhalina.

Unilever Indonesia sendiri berdiri pada 5 Desember 1933. Pada waktu itu, nama perusahaan ini masih Lever Zeepfabrieken N.V yang memiliki kantor pusat di Jakarta. Kemudian, nama tersebut berganti menjadi PT Lever Brothers Indonesia tepat pada tanggal 22 Juli 1990. Dan untuk ketiga kalinya, perusahaan ini berganti nama menjadi PT Unilever Indonesia di 30 Juni 1997.

Kemudian, perusahaan ini mulai masuk ke Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tahun 1981. Dengan melepaskan saham sebesar 15% memakai kode emiten UNVR. menariknya, karena skala operasi perusahaan ini yang sudah menyeluruh di semua wilayah Indonesia, tercatat ada lebih dari 1.000 distributor resmi yang bekerja sama dengan Unilever Indonesia.

Pada tahun 2000, muncul anak perusahaan pertama dari Unilever Indonesia bernama PT Anugrah Lever. Anak perusahaan ini fokus pada bidang produksi kecap dan saus dengan beberapa merk dagang di bawahnya. Hal ini menandakan dimulainya proses diversifikasi bisnis dari Unilever Indonesia itu sendiri.

Dua tahun setelahnya, pada 2002 PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) kembali mendirikan anak perusahaan yang bernama PT Technopia Lever. Merupakan hasil patungan dengan perusahaan distribusi dan ekspor-impor asal Singapura, Technopia Singapore Pte. Ltd. Lebih lanjut, perusahaan tersebut menggunakan merk dagang dengan nama Domestos NoMos.

Setelah itu, Unilever Indonesia mengakuisisi salah satu perusahaan makanan dan minuman asal Jerman yang bernama PT Knorr Indonesia pada tanggal 21 Januari 2004. Setahun setelahnya, perusahaan ini menyabet penghargaan Energi Globe Award 2005 atas skema pengelolaan sampah berupa kompos di desa-desa sekitar Sungai Brantas, Surabaya.

Proses akuisisi oleh perusahaan ini kembali terjadi pada PT Sara Body Care Indonesia Tbk. Dengan begitu, memperkuat kedudukan Unilever Indonesia sebagai perusahaan yang mendominasi industri produk konsumen rumah tangga di negara ini. Didukung pula dengan skala produksi, fasilitas pabrik produksi dan distribusi, serta wilayah operasi yang luas.

Maka dari itu, perusahaan ini menginvestasikan dana sekitar 300.000.000. euro untuk upaya perluasan pabrik di dua lokasi, Cikarang (Jawa Barat) dan Rungkut (Jawa Timur). Yang kemudian menjadikan Unilever Indonesia saat ini tercatat memiliki 8 pabrik yang beroperasi aktif dengan 3 pusat distribusi di beberapa titik wilayah Indonesia.

Tahun 2015, Unilever Indonesia melepaskan salah satu anak perusahaannya, PT Technopia Lever. Yaitu dengan menjualnya pada perusahaan asal Jepang, Fumakilia. Dengan diiringi pergantian nama menjadi PT Fumakilia NoMos. Sehingga pada saat itu anak perusahaan menjadi berkurang satu.

Secara luas, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sudah sangat familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Beragam produk rumah tangga produksi perusahaan ini sudah sejak lama beredar di pasaran, sehingga kemudian banyak orang yang menjadi pelanggan setia dari produk-produk perusahaan ini.

Itulah uraian singkat tentang profil dan juga sejarah berdirinya Unilever Indonesia. Hingga saat ini, produk-produk rumah tangga dari perusahaan ini masih menjadi kecintaan semua kalangan masyarakat. Sehingga semakin mendukung perusahaan ini terus berkembang dan menjadi dominan di industri produk rumah tangga Indonesia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

You may also like

Leave a Comment

-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00