TBIG Terbitkan Sukuk: Rp2,37 Triliun Dihimpun Sekaligus di BEI
Akses Cepat
Ini bukan penerbitan sukuk yang kecil. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencatatkan Obligasi Berkelanjutan VII Tahap V Tahun 2026 senilai Rp1,244 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap V Tahun 2026 senilai Rp1,126 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 16 Oktober 2026.
TBIG Terbitkan Sukuk: fakta dan angka terbaru yang perlu kamu tahu sebelum mengambil keputusan investasi.
Dengan penerbitan kedua instrumen tersebut, TBIG menghimpun dana sebesar Rp2,370 triliun melalui penawaran umum efek bersifat utang dan sukuk tahap kelima.
Dalam keterbukaan informasi kepada BEI, Jumat (16/10/2026), disebutkan, dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk ini akan digunakan untuk membayar sebagian pokok pinjaman perseroan kepada PT Bank UOB Indonesia dan PT Bank Mizuho Indonesia.
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk merupakan perusahaan holding yang bergerak melalui grup usaha penyediaan jasa telekomunikasi, menara telekomunikasi, jaringan fiber optik, layanan internet, pekerjaan telekomunikasi, investasi, dan real estat.
Rincian Obligasi: Bunga 7,15 sampai 7,80 Persen
Obligasi Berkelanjutan VII Tahap V Tahun 2026 diterbitkan dengan jumlah pokok Rp1,244 triliun dalam tiga seri, yakni Seri A sebesar Rp500 miliar, Seri B Rp150,65 miliar, dan Seri C Rp593,65 miliar.
Obligasi Seri A menawarkan tingkat bunga tetap 7,15% per tahun dengan tenor 370 hari kalender sejak tanggal emisi. Sementara itu, Obligasi Seri B menawarkan bunga tetap 7,65% per tahun dengan tenor tiga tahun, sedangkan Seri C menawarkan bunga tetap 7,80% per tahun dengan tenor lima tahun.
Obligasi tersebut ditawarkan pada harga 100% dari nilai pokok dan terdiri atas tiga seri dengan tingkat bunga tetap.
Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap tiga bulan, dengan pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 15 Januari 2027.
Pelunasan pokok obligasi Seri A dijadwalkan pada 25 Oktober 2027, Seri B pada 15 Oktober 2029, dan Seri C pada 15 Oktober 2031.
Sukuk Ijarah Seri A, Cicilan Rp71,5 Miliar per Tahun
Selain obligasi, TBIG menerbitkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap V Tahun 2026 dengan jumlah sisa imbalan ijarah sebesar Rp1,126 triliun. Sukuk ijarah tersebut terdiri atas Seri A sebesar Rp1 triliun, Seri B Rp83,06 miliar, dan Seri C Rp43,01 miliar.
Sukuk Ijarah Seri A memiliki tenor 370 hari kalender dengan cicilan imbalan ijarah Rp71,502145 miliar per tahun. Seri B memiliki tenor tiga tahun dengan cicilan imbalan ijarah Rp6,35409 miliar per tahun, sedangkan Seri C berjangka waktu lima tahun dengan cicilan imbalan ijarah Rp3,35478 miliar per tahun.
Pembayaran cicilan imbalan ijarah dilakukan setiap triwulan, mulai 15 Januari 2027. Pelunasan sisa imbalan ijarah Seri A dijadwalkan pada 25 Oktober 2027, Seri B pada 15 Oktober 2029, dan Seri C pada 15 Oktober 2031.
Perhatikan angka-angka ini. Selain obligasi, TOWR menawarkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap V Tahun 2026 dengan jumlah sisa imbalan ijarah Rp1.126.100.000.000 atau sekitar Rp1,126 triliun. Sukuk ijarah tersebut ditawarkan pada harga 100% dari nilai yang ditawarkan dan terbagi dalam tiga seri.
Untuk Apa Uangnya? Semua untuk Bayar Pinjaman Bank
TBIG akan menggunakan seluruh dana bersih hasil penerbitan obligasi, setelah dikurangi biaya emisi, untuk membayar sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank UOB Indonesia sebesar Rp1,237 triliun. Penggunaan dana tersebut merupakan bagian dari pengelolaan kewajiban keuangan perseroan melalui penerbitan surat utang di pasar modal.
Sementara itu, dana bersih hasil penerbitan sukuk ijarah akan digunakan untuk membayar sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank UOB Indonesia sebesar Rp712,41 miliar. TBIG juga akan mengalokasikan Rp408,89 miliar untuk membayar sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Mizuho Indonesia.
Berdasarkan data per 25 September 2026, saldo pokok pinjaman TOWR kepada UOB mencapai Rp1,950 triliun dengan suku bunga 7% per tahun. Pinjaman tersebut juga jatuh tempo pada 19 Oktober 2026.
Per 25 September 2026, saldo pokok pinjaman kepada Bank Mizuho tercatat Rp421 miliar dengan suku bunga 7,18% per tahun. Setelah pembayaran Rp408,89 miliar, sisa pinjaman kepada Bank Mizuho sebesar Rp12,91 miliar akan dilunasi menggunakan arus kas dari kegiatan operasional perseroan.
Pinjaman kepada Bank Mizuho tersebut berasal dari perjanjian fasilitas tertanggal 18 Desember 2023, yang terakhir diubah melalui Perjanjian Perubahan Ketiga Nomor 784/AMD/MZH/0726 pada 10 Juli 2026. Dengan demikian, penerbitan obligasi dan sukuk ini diarahkan untuk memenuhi kewajiban pinjaman perseroan kepada kedua bank tersebut sesuai jadwal jatuh tempo.
Kenapa TBIG Terus Terbitkan Sukuk Ijarah
Penerbitan ini merupakan tahap kelima dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan VII Tower Bersama Infrastructure dengan target dana Rp20 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I dengan target sisa imbalan ijarah Rp8 triliun. Sebelum penerbitan tahap kelima, TBIG telah menerbitkan obligasi sebesar Rp4,36419 triliun dan sukuk ijarah sebesar Rp1,86226 triliun dalam rangka kedua program tersebut.
Obligasi dan Sukuk Ijarah diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan pada nilai 100% dari nilai nominalnya.
Dengan demikian, penerbitan Obligasi dan Sukuk Ijarah Tahap V Tahun 2026 terutama diarahkan untuk memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman yang jatuh tempo pada 19 Oktober 2026.
Apa Artinya bagi Investor Saham Syariah
- Sukuk ijarah itu obligasi yang ditulis dengan bahasa syariah.
- Imbal hasil Seri A sekitar 7,15 persen per tahun.
- Imbal hasil Seri B sekitar 7,65 persen per tahun.
- Imbal hasil Seri C sekitar 7,80 persen per tahun.
- Imbalan dibayar setiap tiga bulan, mulai 15 Januari 2027.
- Uangnya dipakai untuk melunasi pinjaman bank, bukan untuk ekspansi.
- Cek prospektus resminya dulu di KID dan situs BEI sebelum membeli.
Berdasarkan informasi penawaran, Jumat (9/10/2026), obligasi dan sukuk ijarah TOWR ditawarkan pada 9 dan 12 Oktober 2026. Kedua instrumen tersebut dijadwalkan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 16 Oktober 2026.
Pembayaran kedua pinjaman tersebut tidak dikenakan penalti, tetapi TOWR wajib menyampaikan pemberitahuan kepada masing-masing bank paling lambat dua hari kerja sebelum pembayaran dilakukan.
Penutup
Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan mengelola kewajiban keuangan melalui pembayaran sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank UOB Indonesia (UOB) dan PT Bank Mizuho Indonesia.
Dirangkum dan ditulis ulang dari StockWatch.id, dua artikel terbit 9 dan 16 Oktober 2026.