Kabar terbaru ini datang dari arah yang berbeda. Soalnya bicara soal daerah, bukan soal Jakarta.
Ekonomi Syariah Makin: fakta dan angka terbaru yang perlu kamu tahu sebelum mengambil keputusan investasi.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro menjelaskan soal ini. Dia bicara dalam Forum Sinergi Pusat dan Daerah.
Forum itu membahas pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. CNBC Indonesia memuat kabar itu pada 15 Oktober 2026 sore.
Pemanfaatan instrumen syariah seperti zakat dan wakaf jadi sorotan. Instrument itu disebut bisa mendukung pengembangan usaha di daerah. Solikin juga menyebut instrumen itu bisa memperluas kesempatan ekonomi.
Ekonomi Syariah Makin: Tiga Strategi yang Ditawarkan
Akses Cepat
Solikin menyebut pengembangan ekonomi syariah di daerah butuh tiga strategi.
Yang pertama adalah penguatan peran Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah.
Yang kedua adalah pengembangan rantai nilai halal dari hulu sampai hilir. Yang ketiga adalah perluasan akses pembiayaan.
Kenapa Sinergi Sering Gagal
Solikin punya cara yang cukup tajam untuk menilai sinergi. Dia bilang sinergi tidak cukup dibangun lewat pertemuan sesekali.
Dibutuhkan mekanisme kelembagaan yang terstruktur. Juga dibutuhkan pembagian peran yang jelas dan pemantauan yang konsisten.
Ada beberapa masalah yang selama ini membuat ekonomi syariah terasa jalan di tempat.
Pertama, pembagian peran antarlembaga sering tumpang tindih. Kedua, akses pembiayaan UMKM di daerah masih terbatas. Ketiga, rantai nilai produk halal di daerah belum rapi.
Pembiayaan Sosial dan Komersial Dipadukan
Integrasi pembiayaan sosial dan komersial syariah punya peluang besar. Integrasi ini dipanggil blended finance.
Peluangnya adalah memperluas akses permodalan bagi usaha produktif. Usaha yang paling disebut adalah usaha mikro, kecil, dan menengah.
Kabar ini terdengar seperti program pemerintah, tapi ada bagian yang bisa kamu pakai. Yang paling menarik adalah masuknya ekonomi syariah ke dokumen perencanaan daerah.
Kalau sudah masuk RPJPD dan RPJMD, anggaran bisa mengikuti. Artinya ekonomi syariah mulai diperlakukan sebagai agenda pembangunan, bukan sekadar slogan.
Angka yang Paling Menarik: 27 Provinsi
Tahun ini KNEKS memperbarui panduan kolaborasi lintas urusan daerah. Panduan itu disusun bersama Kementerian PPN dan Kemendagri.
Bank Indonesia menjadi pendukungnya. Panduannya menjadi acuan pemerintah daerah untuk menyatukan ekonomi syariah ke dalam perencanaan pembangunan.
Sekarang 27 provinsi sudah memasukkan pengembangan ekonomi syariah ke dalam RPJPD dan RPJMD.
Dari jumlah itu, 23 provinsi juga mencantumkan indikator ekonomi syariah di dalam RPJMD.
Untuk menerjemahkan strategi itu, Bank Indonesia mendorong pendekatan 3SP. 3SP berisi Sinergi Produktif, Sinergi Pembiayaan, dan Sinergi Partisipasi.
Pendekatan ini menyasar pengembangan sektor produktif sesuai potensi daerah. BI juga meningkatkan literasi dan inklusi ekonomi syariah.
Tapi jangan buru-buru bikin kesimpulan. KDEKS itu komite, jadi alat koordinasinya.
Yang dibutuhkan juga rumah kelembagaan yang kuat dan aturan yang jelas.
Apa Artinya bagi Investor Saham Syariah
Perhatikan tiga hal ini kalau kamu punya saham di sektor ini. Pertama, perhatikan pertumbuhan kredit UMKM di bank syariah.
Pembiayaan usaha yang tumbuh biasanya ikut mengangkat laba bank syariah.
Kedua, perhatikan emiten yang berbasis halal dan pangan.
Rantai nilai halal yang tumbuh memberi ruang bagi emiten baru.
Ketiga, perhatikan emiten yang punya pangsa pasar daerah.
Cerita dari Sumber Lain
Media lain juga ikut menulis tentang hal ini. MUI memuat laporan dengan penekanan pada kesejahteraan inklusif. Judulnya menyebut ekonomi syariah tidak boleh mengorbankan kelompok lain.
KONTAN menulis bahwa BI mendorong integrasi pembiayaan sosial dan komersial. Pojoknya sama, yaitu membantu usaha kecil supaya bisa memperoleh pembiayaan.
ANTARA News Riau menulis hal yang lebih spesifik. BRK Syariah tampil di ISEF 2026 untuk memperkuat layanan keuangan syariah. Sinyal itu menunjukkan bank syariah daerah makin serius.
Sebelum ikut membeli, ada satu hal yang perlu kamu tahu. Ekosistem yang dibangun itu belum otomatis jadi kenaikan laba emiten.
Yang bergerak biasanya baru sisi pendanaan dan layanan dulu. Jadi tetap perhatikan laporan keuangan, bukan cuma berita bagus.
Dirangkum dan ditulis ulang dari CNBC Indonesia, MUI, KONTAN, dan ANTARA News.