2 Jenis Analisa Saham untuk Pemula, Kenalan Yuk!

by Minsya
3 minutes read

Bagi anda yang ingin belajar saham, sebaiknya mulailah dengan memahami analisa saham untuk pemula terlebih dahulu. Sebab bagi seorang investor, mengenali saham yang akan dibeli dengan melakukan analisa adalah hal penting untuk memastikan bagaimana kinerja saham nantinya.

Dalam hal ini, terdapat dua analisa saham untuk pemula yang umum dipelajari oleh para investor, yakni analisa fundamental dan teknikal.

Sebelum membahas masing masing analisa fundamental dan teknikal, sebaiknya terlebih dahulu anda mengetahui pengertian dari analisa saham itu sendiri agar dapat lebih mengetahui pentingnya memahami analisa tersebut. Dimana secara umum, analisa saham diartikan sebagai upaya menelaah dan membedah saham perusahaan tertentu.

Adapun tujuannya yaitu untuk melihat dan menilai kinerja saham tersebut selama ini. Dengan begitu, calon investor nantinya dapat menentukan apakah saham yang akan dibeli memang layak atau tidak. Saham yang dinyatakan layak adalah yang dapat memberikan profit bagi investor. Itulah kenapa penting untuk melakukan analisa saham sebelum memutuskan untuk membelinya.

Analisa Saham Fundamental

1. Penjelasan Analisa Saham Fundamental

Apabila anda ingin melakukan analisa saham untuk pemula, maka sebaiknya anda memahami analisa saham fundamental. Bisa dibilang bahwa ini adalah salah satu cara analisa saham terbaik, yang bertujuan mempelajari hal hal berhubungan dengan kondisi keuangan perusahaan tertentu. Manfaatnya adalah anda dapat mengetahui sifat sifat dasar serta karakteristik operasional perusahaan.

analisa saham untuk pemula
freepik.com

2. Pendekatan Analisa Fundamental Top-Down

Dalam melakukan analisa saham fundamental, terdapat dua pendekatan yang dapat dilakukan oleh calon investor. Yang pertama yaitu pendekatan analisa fundamental top-down, yang memungkinkan anda melihat gambaran kinerja sebuah perusahaan secara umum. 

Terdapat 4 poin yang menjadi pertimbangan di sini, yaitu kondisi makro ekonomi global, ekonomi dalam negeri, prospek pertumbuhan per sektor usaha, dan fundamental perusahaan. Secara umum, apabila keempat poin tersebut memiliki gambaran yang positif maka itu berarti perusahaan memiliki kinerja yang baik.

3. Pendekatan Analisa Fundamental Bottom-Up

Yang kedua, ada juga pendekatan analisa fundamental bottom-up dalam saham untuk pemula yang perlu dipahami. Analisa ini melihat aspek terperinci dari kinerja suatu perusahaan, sehingga anda dapat mengetahui secara detail seperti apa kinerja dari perusahaan tersebut. Karena harus melakukan kajian yang lebih dalam, analisa fundamental bottom-up cenderung membutuhkan lebih banyak waktu.

Analisa Saham Teknikal

1. Penjelasan Analisa Saham Teknikal

Analisa saham teknikal sesuai dengan namanya, melibatkan pendekatan teknis dengan penggunaan dua metode. Yaitu metode klasik yang menggunakan chart harga saham, dan metode modern yang menggunakan indikator dengan rumus statistik atau algoritma untuk dapat menggambarkan grafik.

Analisa tekninal tersebut memerlukan ketekunan untuk mempelajarinya dan sifatnya tidak hanya dinamis, tapi juga aplikatif. Melalui analisa saham teknikal, calon investor bisa melihat bagaimana kondisi pasar saat ini berdasarkan riwayat harga di masa lalu. Anda pun dapat memperoleh gambaran mengenai pergerakan harga saham di kemudian hari.

Jadi apabila anda ingin melakukan investasi jangka panjang, penting untuk melakukan analisa saham teknikal terlebih dahulu. Sehingga anda bisa menentukan waktu yang tepat untuk membeli saham. Bahkan anda pun dapat melihat saham saham yang berpotensi memberikan profit dalam jangka pendek ketika menerapkan analisa teknikal ini.

2. Cara Analisa Saham Teknikal

Bagi anda yang belajar saham untuk pemula, mungkin masih belum tahu bagaimana cara analisa saham teknikal. Jangan terburu buru, mulailah belajar dengan perlahan supaya benar benar paham semua tentang analisa saham ini. Dimana anda dapat menggunakan relative strength index, yang menjadi salah satu indikator dalam analisa saham teknikal. 

Indikator tersebut digunakan untuk mengukur besarnya volatilitas harga suatu aset. Jadi anda dapat mengevaluasi apakah aset masuk dalam posisi jenuh jual atau jenuh beli. Kondisi jenuh beli terdeteksi apabila garis terbaca berada di atas skala 70. Sementara pasar dalam kondisi jenuh jual atau oversold terdeteksi ketika garis terbaca berada di bawah skala 30.

Sekilas mungkin analisa saham ini sedikit membingungkan jika untuk pemula, namun lama kelamaan anda pasti akan paham. Jadi sebaiknya pelajari terlebih dahulu dengan matang sebelum melakukan analisa. Dan mulailah dengan investasi dalam skala kecil untuk latihan. Sehingga nantinya anda dapat melakukan analisa saham dengan baik untuk memperoleh keuntungan.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

You may also like

Leave a Comment