Belajar Saham Syariah Gratis, Ini Caranya!

by adminsysa

Belajar Saham Darimana?

Banyak yang tidak terbiasa dengan investasi saham. Bahkan di era keterbukaan informasi, bahkan pemula pun bisa belajar saham dari awal dengan modal internet. Mempelajari cara membeli dan menjual saham dengan benar dapat mendatangkan keuntungan yang maksimal bagi investor. 

Sejauh ini, berinvestasi di saham adalah salah satu cara tercepat untuk meningkatkan aset. Kendaraan investasi ini dianggap aman selama kamu sudah tahu bagaimana memperdagangkan saham  setiap hari dan risiko yang terjadi di depan. Namun, ada baiknya untuk meneliti saham terlebih dahulu, baik secara online atau di buku, sebelum kamu mulai berinvestasi atau menabung di saham.

Apa itu Saham?

“Saham adalah sebuah tanda bukti penyertaan modal dari seseorang atau pihak (badan usaha)
dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.”

Mungkin bukan lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia ketika ada seseorang menyebutkan kata “saham”, tapi belum banyak yang terjun di dunia ini. Baru segelintir orang yang belajar saham dan  aktif menjadi investor di pasar modal Indonesia. Tercatat baru sekitar 9 jutaan investor per Juni 2022.

Walaupun naik hingga 2 kali lipat dibandingkan akhir tahun 2020, angka ini belum sebanding dengan jumlah penduduk di Indonesia. Ini dikarenakan tingkat literasi yang masih rendah untuk investasi saham.  Namun, justru hal ini membuat saham menjadi sebuah peluang baru yang dapat berkembang pesat nantinya.

PENGERTIAN SAHAM

Saham merupakan jenis efek yang sering dipergunakan oleh emiten untuk mendapatkan dana dari masyarakat dan juga merupakan jenis yang paling populer di Pasar Modal. Saham dapat didefinisikan sebagai sebuah bukti penyertaan modal dari seseorang atau pihak dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.

Dengan membeli saham, maka seorang investor memiliki sebuah investasi dalam perusahaan yang bersangkutan.

Semakin berkembang perusahaan tersebut maka nilai dari investasi juga secara tidak langsung ikut berkembang. Hal inilah yang nantinya akan menjadi keuntungan dari investor yang membeli saham.

JENIS JENIS SAHAM

Jenis Saham Berdasarkan Hak Klaim
1) Saham Biasa (Common Stock), adalah sebuah sertifikat atau piagam yang mempunyai fungsi sebagai bukti atas kepemilikan suatu perusahaan termasuk aspek-aspek penting dalam perusahaan. Beberapa ciri-ciri saham biasa adalah sebagai  berikut :

a. Dividen hanya akan diterima jika disetujui dalam RUPS
b. Memiliki hak suara (voting rights) dalam RUPS
c. Memiliki hak terakhir (junior) atas pembagian dividen serta aset perusahaan
saat likuidasi
d. Memiliki hak untuk mengalihkan kepemilikannya kepada pihak lain

2) Saham Preferen (Preferred Stock), adalah suatu surat berharga yang dijual oleh suatu perusahaan dengan menunjukan nilai nominal (rupiah, dolar, yen dan sebagainya) yang dapat memberi pengembangannya berupa pendapatan yang tetap dalam bentuk deviden yang akan diterima setiap kuartal (tiga bulan). Beberapa ciri-ciri saham preferen adalah sebagai berikut :

a. Tidak memiliki hak suara (voting rights) dalam RUPS
b. Memiliki hak untuk menerima dividen dalam jumlah yang tetap setiap tahun
c. Memiliki hak terlebih dahulu (utama) atas pembagian dividen serta aset
perusahaan saat likuidasi
d. Memiliki hak untuk mengkonversi kepemilikannya menjadi saham biasa

Jenis Saham berdasarkan Bentuk Kepemilikan
1) Saham atas unjuk (Bearer Stock), pada saham tersebut tidak tertulis nama pemiliknya, agar mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lainnya. Secara hukum, siapa yang memegang saham tersebut, maka dialah diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam RUPS.

2) Saham atas nama (Registered Stock), merupakan saham yang ditulis dengan jelas siapa nama pemiliknya, di mana cara peralihannya harus melalui prosedur tertentu. Seluruh saham saat ini merupakan saham atas nama.

Ide Dasar Saham

Ide dasar tentang saham adalah pembagian modal yang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah usaha. Memulai sebuah usaha dari awal tidaklah mudah. Ada resiko-resiko yang harus ditanggung oleh para pemilik modal dalam menjalankan usahanya.

Dengan berbagi penyertaan modal, pada prinsipnya para pemilik modal juga berbagi resiko sehingga resiko yang ditanggung oleh masing-masing pemilik modal berkurang secara proporsional. Pemilik modal yang menyertakan modal lebih besar tentu menanggung resiko yang lebih besar.

Sebagai kompensasinya ia akan menerima keuntungan dengan proporsi lebih besar ketimbang pemilik modal lainnya. Agar penghitungan proporsi tersebut sah, dibuatlah lembaran dokumen persetujuan untuk menguatkan hak-hak para pemilik modal. Yang sekarang dikenal sebagai lembaran saham.

BENTUK SAHAM

Lembaran saham ini biasanya berbentuk seperti sertifikat. Dikeluarkan oleh perusahaan sebagai bukti kepemilikan investor terhadap perusahaannya. Namun untuk saat ini, bukti kepemilikan itu sudah diubah menjadi digital. Investor bisa melihat jumlah saham yang sudah dibeli dalam sebuah aplikasi yang dikeluarkan oleh Anggota Bursa (Sekuritas).  

Jika investor ingin melihat atau menukar dengan bentuk fisik dianjurkan menghubungi sekuritas tempat membeli sahamnya.

KONSEP DASAR SAHAM

Pak Asep pintar dalam hal memasak. Dia ingin membuka usaha Nasi Goreng. Setelah dihitung dengan matang, pak Asep butuh modal 8 juta. Sedangkan modal yang dia punya hanya sebesar 1 juta rupiah.

Kemudian pak Asep mempunyai ide, bagaimana kalau dia mengajak teman-temannya. Akhirnya pak Asep memanggil 7 orang temannya untuk berkumpul dirumahnya. Di sana pak Asep menceritakan maksud dan tujuannya. 

Jadi, pak Asep mengajak teman-temannya untuk berinvestasi menanam modal untuk membuka usaha Nasi Goreng. Karena kebutuhan modalnya sebesar 8 juta, dan pak Asep punya 1 juta, maka kurang modal 7 juta rupiah. Ini ditawarkan ke tujuh temannya dengan masing-masing cukup mengeluarkan modal 1 juta rupiah saja. Sehingga setiap orang dalam perusahaan Nasi Goreng tersebut memiliki saham senilai 1 juta rupiah.

Risiko Dan Keuntungan Saham

Dalam berinvestasi, risiko itu hendaknya wajib diketahui diawal dan bukan diakhir. Seperti yang disampaikan oleh Warren Buffet,

"Risk comes from not knowing what you're doing."

Artinya, risiko itu tercipta karena kita tidak mengetahui apa yang sedang kita lakukan. Kita harus tahu apa saja risiko yang ada didalam kegiatan pasar modal ini.

Selain risiko, tentunya ada keuntungan yang bisa didapatkan ketika kita sebagai investor membeli saham. Setidaknya ada 3 keuntungan yang bisa kita peroleh jika kita memiliki saham tersebut. 

Kategori Perusahaan Menurut Peter Lynch

Peter Lynch membagi perusahaan kepada enam kategori:

  1. Slow growers, perusahaan dengan EPS growth kurang dari 10%. Perusahaan yang masuk ke dalam kategori ini biasanya adalah perusahaan yang mature dengan potensi pertumbuhan EPS terbatas.
  2. Stalwarts, saham-saham yang memiliki pertumbuhan jangka panjang antara 10% – 20% per tahun. Biasanya yang masuk ke dalam kategori ini adalah saham-saham yang mulai mature namun masih memiliki potensi untuk tumbuh.
  3. Fast growers, saham-saham yang masuk ke dalam kategori ini adalah saham-saham yang memiliki pertumbuhan earning jangka panjang yang cukup tinggi (> 20%)
  4. Cyclicals, perusahaan yang kinerjanya sangat bergantung pada kondisi ekonomi. Contohnya adalah produsen mobil, produsen logam, dan perkebunan.
  5. Asset plays, perusahaan yang masuk ke dalam kategori ini memiliki nilai aset yang lebih tinggi daripada yang tercatat di dalam pembukuannya.
  6. Turnarounds, perusahaan yang sedang berada dalam kesulitan namun ada tanda-tanda membaik. Jika kita dapat mendeteksinya secara dini, potensi keuntungan yang akan kita dapatkan cukup besar.

Mekanisme Jual Beli Saham

Kamu mungkin bertanya-tanya, beli saham dimana ya? Apakah langsung datang ke perusahaan terkait? Atau datang ke Bank terdekat dari rumah untuk transaksi jual beli? Bisa jadi ini menjadi salah satu pertanyaan kamu saat pertama kali masuk pasar modal.

Ada juga yang mungkin bertanya-tanya, bagaimana sebetulnya saham itu ditransaksikan. Kan ini ONLINE, mana bisa sih diakui sebagai kepemilikan langsung?

Langsung aja kamu cek di artikel ini ya : Mekanisme Perdagangan Saham di Bursa Efek

Pemula yang belajar saham dari awal tidak perlu terburu-buru untuk langsung menghasilkan keuntungan besar agar bisa menikmati prosesnya. Berikut cara memulai jual beli saham yang bisa kamu coba:

1. Buka Rekening Saham

Langkah pertama, kamu bisa membuka rekening saham syariah di perusahaan sekuritas yang menyediakan fitur SOTS (Sharia Online Trading System). Untuk pembukaan rekening saham syariah kamu memerlukan berkas-berkas seperti kartu identitas diri, buku tabungan, NPWP atau kartu tanda mahasiswa. Selengkapnya kamu bisa cek di mulaisaham.com

2. Transfer Deposit Saldo Investasimu

Setelah rekening SOTS sudah selesai, kamu bisa menyetorkan sejumlah dana sebagai modal awal. Ingat! Setoran yang kamu kirimkan itu atas nama pribadi ya. Bukan transfer ke atas nama sekuritas ataupun ke orang lain. Kalau berbeda, tahan! Tanyakan ke pihak sekuritas terkait.

Besaran deposit pertama tergantung pada kebijakan setiap perusahaan sekuritas. Saat ini investor bisa mulai hanya dengan deposit sebesar Rp 100.000 saja. Bahkan ada yang tanpa minimal deposit, kamu sudah bisa menjadi investor saham. Tapi ya nggak bisa transaksi ya, kan belum ada saldonya.

3. Pelajari Metode Investasimu

Mau jadi investor? Atau mau jadi trader? Keduanya memiliki kekurangan dan keunggulan masing-masing. Sebelum melangkah lebih jauh belajar saham, kamu bisa baca dulu di artikel yang sudah kami siapkan di halaman berikut ini : saham-untuk-pemula

4. Cari Referensi Untuk Jadi Mentormu

Ibarat kita lagi di negara lain, sebaiknya bawa map untuk berjaga-jaga. Jangan sampai tersesat! Sama seperti di saham, jangan sampai kamu salah masuk grup saham ataupun salah tujuan dalam menentukan profil risiko. Kamu bisa join di grup TELEGRAM atau WHATSAPP resmi milik Komunitas Syariah Saham. Supaya bisa satu frekuensi ya. Atau kamu bisa belajar dari instagram kami disini.

Nah, gimana? Udah cukup belajar saham nya? Kalau belum kamu bisa langsung japri Minsya di DM instagram ya. Kepoin terus deh ya tentang saham syariah. Investasi Amanah Berkah Berlimpah.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

Related Posts

1 comment

M. Rachmat July 3, 2022 - 11:35 am

Terima kasih atas informasinya

Reply

Leave a Comment