BSI Targetkan Masuk Lima Bank Syariah Terbesar Dunia pada 2030 dengan Aset Rp1.000 Triliun

by Minsya
2 minutes read

Ambisi Masuk Lima Besar Bank Syariah Global

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) menetapkan visi untuk masuk ke daftar lima bank syariah terbesar dunia pada tahun 2030. Direktur Utama Anggoro Eko Cahyo menyampaikan hal tersebut saat CEO Lecture di Perbanas Institute, Selasa 28 Oktober 2026. Anggoro menegaskan bahwa ambisi ini didorong oleh rasa kebanggaan nasional sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

Posisi Saat Ini dan Target 2030

Per Mei 2026, BSI berada di peringkat 10 berdasarkan kapitalisasi pasar sebesar Rp91 triliun, sementara peringkat global saat ini menempatkan bank tersebut di urutan ke-12. Untuk mencapai visi 2030, manajemen menetapkan target konkret sebagai berikut:

  • Total aset sebesar Rp1.000 triliun
  • Return on equity (ROE) 25%
  • Jumlah nasabah mencapai 40 juta

Anggoro menyatakan bahwa target tersebut dianggap dapat dikejar mengingat potensi pasar domestik yang besar.

Potensi Pasar Domestik

Indonesia memiliki sekitar 230 juta penduduk Muslim, dengan 70% di antaranya berada pada usia produktif yang memiliki daya beli. Namun, penetrasi ekonomi syariah di Indonesia baru menyentuh angka 7%. Anggoro menyebut kondisi ini sebagai paradoks yang justru menunjukkan ruang pertumbuhan bisnis yang masih sangat luas.

Tantangan Literasi, Inklusi, dan Jaringan Cabang

Menurut Anggoro, penyebab rendahnya penetrasi ekonomi syariah adalah tingkat literasi dan inklusi ekonomi syariah yang masih minim. Selain itu, jaringan kantor cabang perbankan syariah hanya sekitar sepersepuluh dari total cabang perbankan konvensional yang berjumlah 25.000 unit. Keterbatasan fisik ini menjadi hambatan dalam menjangkau masyarakat luas.

Peran Digitalisasi sebagai Mode Survival

Anggoro menegaskan bahwa pengembangan aplikasi mobile bukan sekadar gaya, melainkan kebutuhan survival bagi perbankan syariah. Digitalisasi dianggap krusial untuk mengejar penetrasi pasar, meningkatkan literasi, serta memperluas inklusi keuangan syariah tanpa terbatas pada jumlah cabang fisik.

Apa Artinya bagi Investor Saham Syariah

Fakta yang disajikan menunjukkan bahwa BSI memiliki rencana ekspansi yang jelas dengan target kuantitatif yang diumumkan secara publik. Pencapaian target aset, ROE, dan basis nasabah akan bergantung pada kemampuan bank mengeksekusi strategi digitalisasi dan meningkatkan literasi serta inklusi di tengah keterbatasan jaringan cabang. Investor perlu memantau perkembangan capaian kuartalan terhadap indikator tersebut serta kebijakan regulator yang mendukung pertumbuhan perbankan syariah secara keseluruhan.

Sumber data: cnbcindonesia.com (28 Oktober 2026). Artikel ini disusun dari laporan tersebut dan bukan nasihat investasi.

You may also like

Leave a Comment