Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - emiten syariah - Page 16
Tag:

emiten syariah

BRPT
Emiten Syariah

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) : Ketahui Sejarah dan Profilnya

by Minsya June 26, 2023
written by Minsya 5 minutes read

PT Barito Pacific Tbk atau disingkat BRPT ialah perusahaan yang didirikan oleh orang terkaya Indonesia pada tahun 1979 yaitu Prajogo Pangestu. Perusahaan ini fokus pada bidang kehutanan, properti, perkebunan, kehutanan serta petrokimia. Dibalik kesuksesannya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memiliki rekam sejarah sebagai berikut.

Profil PT Barito Pacific Tbk

Dulunya dikenal sebagai PT Barito Pacific Timber Tbk, perusahaan ini didirikan pada 04 April 1979. Pada awal pembangunannya, perusahaan ini memiliki nama PT Bumi Raya Pura Mas Kalimantan. Pada 1983, mulai beroperasi secara komersial. Adapun tempatnya yaitu berada di Banjarmasin serta pabrik di Jelapat, Banjarmasin. Sementara itu, kantornya berlokasi di Wisma Barito Pacific Tower B, Lt. 8, Jl. Letjen S. Parman Kav. 62-63, Jakarta.

PT Barito Pacific Tbk juga memperbaharui semangat para karyawannya dalam membawa perusahaan menyongsong era baru, mencapai peluang bisnis yang semakin dinamis dan menjadikan perusahaan ini sebagai perusahaan yang bersumber daya terdiversifikasi serta penuh energi.

Aktivitas BRPT fokus pada bidang  energy terbarukan, kegiatan perusahaan holding, dan transportasi. Kini, anak usahanya berkecimpung pada bidang petrokimia yakni energy panas dan pembangkit listrik, hutan tanaman industri, lem, pengusahaan hutan dan industri dan masih banyak lagi.

Produk-produk yang dihasilkan oleh anak perusahaan BRPT yaitu bahan baku industri plastic berupa etilena, propilena, dan mixed C4. Ada juga polyolefin yang dihasilkan, seperti polietilen serta polipropilena. Produk petrokimia yang dihasilkan juga yaitu styrene monomer sebagai bahan produk industri hilir dan butadiene sebagai bahan baku pembuatan ban.

Pada sektor bisnisnya, BRPT mengelola sekaligus mengembangkan properti, properti industri, komersial, kompleks komersial, ruang kantor, bangunan pabrik, dan hotel. Kini, BRPT juga memiliki menara perkantoran Wisma Barito Pacific 2. Pada sektor energi, Barito Pacific mengolah tenaga panas bumi sehingga menjadi produsen panas bumi terbesar ke-3 di dunia sesuai dengan kapasitas yang terpasang.

Ada juga komoditas perkebunan yang dihasilkannya yaitu berupa kelapa sawit dan produk-produk turunannya. Kayu olahan yang diproduksi yaitu particle board dan masih banyak bahan paku yang dihasilkannya. Tidak hanya petrokimia, energi, dan properti, Barito Pacific juga memiliki bisnis lainnya berupa logistic dan produksi lem sebagai papan partikel.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

BRPT
https://barito-pacific.com/

Prajogo Pangestu iala pemegang saham 5% dan persentase kepemilikan 70,86%. Perlu diketahui bahwa industri ini mempunyai 5 pabrik pengolahan kayu yaitu particle board, plywood, blockboard, serta woodworking. Produk-produk tersebut diekspor hingga ke Asia, Amerika dan Eropa. Namun, pada awal 200an, perusahaan ini merosot tajam.

Sejarah dari PT Barito Pacific Timber Tbk

Pada awal masa pendiriannya, PT barito pacific Timber Tbk (BRPT) mulai menjalankan kegiatan usahanya dengan terjun ke bidang kehutanan serta perkayuan. Seiring berjalannya waktu, bisnis yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan dan semakin luas melalui sektor petrokimia, energi, sumber daya, properti dan masih banyak lagi.

Pada tahun 2007, perusahaan ini menggunakan kata Timber untuk merefleksikan diversifikasi bisnis masa kini hingga masa depan. Tidak hanya itu, perusahaan ini juga mengalami beberapa perubahan secara internal dan eksternal. Hal ini ditunjukkan pada identitas baru logonya yang melambangkan SDA, kesuburan serta kepedulian perusahaan terhadap produksi dengan lingkungan yang saling berhubungan.

Seperti yang diketahui bahwa Barito Pacific mempunyai 5 pabrik pengolahan. Pabrik-pabrik tersebut beroperasi pada tahun 1993. Namun, negara Indonesia mengalami hambatan iklim di tahun 1990an bersamaan dengan krisis keuangan di Asia. Hal inilah yang membuat perusahaan ini menghentikan kegiatan produksi plywood. Dengan begitu, industri ini memperkecil produksinya yaitu hanya dengan menghasilkan particle board.

Produksi particle board yaitu berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pada saat inilah, diversifikasi usaha terjadi yaitu beralih ke bidang industri sumber daya lainnya. Di tahun 2007, Perseroan mengakuisisi produsen petrokimia yang ada di Indonesia yaitu Chandra Asri. Sehingga, BRPT berhasil menjadi pemegang saham mayoritas pengendali ditandai dengan kepemilikan 70%.

Pengakuisisian dilakukan untuk memenuhi visi agar berhasil menjadi sebuah perusahaan sumber daya yang terdiversifikasi serta terintegrasi. Sehingga, dapat tumbuh serta berkembang secara berkesinambungan dengan jangka waktu yang panjang. Hal ini untuk memberikan nilai tambah kepada pihak pemangku kepentingan.

Selain itu, akuisisi PT Tri Polyta Indonesia diakuisisi oleh Perseroan pada Juni 2008. Tri Polyta Indonesia ini menjadi produsen polypropylene yang bahan bakunya berasal dari Chandra Asri. Berdasarkan Forbes Indonesia, Prajogo Pangestu termasuk ke dalam daftar orang terkaya Indonesia menempati posisi ketujuh dari 50 orang terkaya Indonesia. Kekayaannya tercatat sebanyak 5,1 Miliar dari usaha petrokimia.

Di tahun 2007, Barito Pacific menjadi pemilik CAP mayoritas. Lalu, berhasil mempunyai PT Tri Polyta Indonesia yang pada akhirnya digabung sehingga menjadi PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Di tahun inilah BRPT mengakuisisi kepemilikan saham perusahaan panas bumi terbesar di Indonesia dan terbesar ke-3 di dunia, Star Energy.

Sekitar 10 tahun menjalankan bisnisnya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memutuskan untuk menjadi perusahaan terbuka dan melakukan IPO setelah memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK di 11 Agustus 1993. Saham yang ditawarkan secara perdana yaitu sebesar 85.000.000 lembar dengan nilai Rp 1.000 per lembarnya.

Setelah beberapa minggu, Barito Pacific mencatat sahamnya secara resmi di BEI pada 1 Oktober 1993. Pada saat ini harga penawarannya yaitu Rp 7.200 per lembar saham. Adapun beberapa usaha pengelolaan sahamnya yaitu dengan melakukan right issue serta stock split dalam 5 hingga 10 tahun baru-baru ini.

Kepemilikan Aset Geothermal dari Barito Pacific

Pada awalnya, Barito Pacific menambah kepemilikan aset operasional geothermal Wayang Windu, Darajat, dan Salak melalui berbagai transaksi pembelian 30% efektif kepemilikan saham pada perusahaan SEGPL atau Star Energy Geothermal Pte, dan pembelian sebesar 30,5% saham di SPG atau Star Phoenix Geothermal JV B.V. Hal ini dilakukan tepatnya di bulan Desember 2022.

Transaksi pembelian tersebut dilakukan oleh perusahaan SEGPL. Perusahaan ini yaitu anak usaha dari Barito Pacific pada unit usaha geothermal Star Energy Group. Setelah transaksi pembelian, kepemilikan efektif BRPT pada aset operasional Wayang Windu menunjukkan adanya peningkatan menjadi 50,7%. dari 34,5%.

Melalui investasi dan SPG serta SEGPL, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mempunyai kepemilikan  pada Wayang Windu serta SEGSD atau Star Energyu Geothermal B.V. SEGWW juga mempunyai sekaligus mengoperasikan PLTP Wayang Windu dengan 227 MW tepatnya di Kab. Bandung, Jawa Barat. Investasi di sektor energi terbarukan yang dijalankan oleh Barito Pacific melalui PT Barito Renewables yaitu 100% saham di SEGHPL.

Itulah informasi yang perlu diketahui mengenai PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mulai dari sejarah, profil, hingga kepemilikan asetnya. Bisa disimpulkan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang kehutanan, properti, perkebunan, kehutanan serta petrokimia telah melalui berbagai perubahan demi memajukan perusahaan. Tidak heran jika Barito Pacific menjadi produsen panas bumi terbesar ketiga di dunia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 26, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
AGII
Emiten Syariah

PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) : Cari Tahu Sejarahnya

by Minsya June 23, 2023
written by Minsya 5 minutes read

PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) ialah perusahaan gas terbesar di Indonesia. Pengusaha sekaligus komisaris utamanya ialah sosok yang berpengaruh terhadap perkembangan perusahaan ini. Hal ini terbukti dari panjangnya sejarah dalam meraih kesuksesan hingga kini. Penasaran akan sejarah dan profil perusahaan ini? Berikut ulasan mengenai AGII yang perlu anda ketahui.

Sejarah dari Samator Indo Gas (AGII)

Perusahaan Samato atau disingkat sebagai AGII mulai mencetak sejarahnya pada tahun 1975. Pengusaha dan komisarisnya yaitu Arief Harsono membangun perusahaan ini dimulai dengan memproduksi asetilen. Bisa dibilang, perusahaan Aneka Gas Industri ini ialah perusahaan di bidang gas industry pertama Indonesia. Selain itu, jaringan distribusinya juga dinilai sebagai perusahaan yang terluas serta terbesar di negeri ini.

Berlokasi di Surabaya, perusahaan ini berkecimpung di bidang gas industri baik produk maupun layanannya. Lalu, perusahaan ini mencoba untuk memulai beberapa industry baru, seperti penawaran jasa atau pelayanan kesehatan konstruksi, petrokimia, elektronik, otomotif dan lain-lainnya. Dikarenakan terjun pada produk dan layanan gas, Samato lebih dikenal dengan perusahaan gas industri.

Sebagai upaya dalam mempertahankan posisi terdepan industry gas, AGII berkomitmen dan berusaha untuk terus menerus melakukan riset, inovasi hingga perkembangan produksi dan pelayanannya. Selain itu, perusahaan ini juga mempromosikan perkembangan IPTEK di Indonesia.

Agar mampu menghasilkan produk dan menawarkan pelayanan yang berpengaruh besar di kalangan industri-industri, AGII berupaya dalam memperluas kegiatan usahanya ke beberapa sektor bisnis, seperti property, otomotif, kimia, kesehatan, EPC, dan masih banyak lagi. Hal ini bertujuan untuk menawarkan solusi kepada para pelanggannya.

Samator percaya bahwa produk serta layanan yang diberikannya sangat penting dan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Sebagai produsen dari produk dan layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat, perusahaan ini berupaya dalam mewujudkan kondisi kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik.

AGII telah melakukan berbagai inovasi dan pengembangan terhadap sumber daya manusia agar komitmen yang dicapai berhasil terwujud. Dengan begitu, ia dinilai sebagai salah satu perusahaan tingkat progresif tertinggi di Indonesia. Tidak hanya itu, perusahaan ini juga menawarkan beberapa jenis tunjangan di luar sektor industri.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

AGII
https://samatorgas.com/id/about/sekilas-perusahaan

Perkembangan Perusahaan Samator

Menariknya, PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) memiliki kepanjangan Samarinda-Toraja. Perusahaan ini memiliki jejak sejarah yang sangat panjang dengan pelajaran yang tidak ternilai. Hal inilah yang wajib diketahui agar bisa dijadikan sebagai acuan dalam mendirikan suatu perusahaan atau bisnis.

Perlu diketahui bahwa pembangunan perusahaan yang dimulai pada tahun 1975 mengalami perkembangan secara terus menerus hingga tahun 1993. Adapun pembangunannya pelayanan kebutuhan internal, seperti filling station atau pos pengisian dari gas industri, pabrik air separation plants atau ASP, dan pergudangan.

Kemudian, Grup Samator memutuskan untuk fokus pada bisnis di bidang industri konstruksi elektrikal, penjualan alat kesehatan dan mekanikal di tahun 1994. Pelanggan utama bisnis ini yaitu perusahaan gas industri swasta nasional atau asing dan BUMN. Contoh dari kliennya yaitu Pertamina.

Pada tahun 1996 hingga 1998, Samator mula terjun ke industri kimia dimana para kliennya dari pulp & paper, perusahaan tekstil, dan masih banyak lagi. Perusahaan ini juga ditunjuk sebagai agen distributor oleh perusahaan yang berasal dari Jepang. Perusahaan ini yaitu Central Uni yang menyediakan berbagai produk dan layanan di Indonesia, seperti operating theatre, gas related medical device, dan perencanaan dan pengaplikasian ICU.

Semua saham Samato yang dimiliki oleh Tira Austenite mengalami proses akuisisi di tahun 2004 hingga 2007. Dengan begitu, seluruh perusahaan beralih ke Keluarga Harsono. Di saat ini juga, perusahaan mulai terjun ke sektor otomotif dengan bisnis penjualan mobil, suku cadang kendaraan Mazda, dan jasa servis di Surabaya.

Memasuki tahun 2011, Grup Samato menjalin kerja sama dengan Universitas Gajah Mada. Hal ini diharapkan sebagai upaya pembangunan gedung UGM Samator Pendidikan yang berada di Jakarta. Di tahun ini juga, Samato menjadi agen distributor sepeda motor Vespa serta Piaggio dan layanan promosi produk sistem manajemen dan penyimpanan cryobiological.

Perusahaan ini juga menerbitkan obligasi dan Sukuk Ijarah II pada tahun berikutnya. Grup ini juga mengembangkan superblock, The Samator yang mencakup 3 menara, yaitu gedung perkantoran, Skysuites Soho, serta Hotel Novotel. Samator dengan Tomoe Shokai bekerja sama sebagai rangka pos pengisian dari gas sterilisasi dan air gas. Hal ini untuk melayani klien dari Jepang yang ada di Indonesia.

Pada tahun 2014, perusahaan ini menjadi agen distributor yang ditunjuk oleh Carecom dari Jepang serta Panasonic Healthcare dari Singapura. Perusahaan ini juga menjalin kerjasamanya dengan Taiyo Nippon Sanso Co mengenai pos pengisian air gas serta gas helium bagi pelanggan Jepang di Indonesia. Hingga kini, perusahaan ini sudah resmi menjadi agen distributor Honeywell yang memasarkan berbagai produk serta perlengkapan pelindung diri.

Tepatnya di 16 September 2016, Samator mendapatkan pernyataan dari Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan IPO kepada masyarakat sebesar Rp 766.660.000 dan saham nominal Rp 500 per sahamnya dengan tawaran Rp 1.100. Saham-saham inilah dicatat pada BEI pada 28 September 2016.

Produk dan Pelayanan Samator

Seperti yang diketahui bahwa PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) bergerak pada bidang industri gas. Bisa dibilang perusahaan ini merupakan industri kimia dasar anorganik gas industri, konstruksi, perdagangan, pengangkutan, jasa persewaan, kegiatan daur ulang sampah, serta sewa guna tanpa hak otopsi.

Kini, kegiatan usaha perusahaan ini bergerak pada bidang industri gas baik berupa gas, cair maupun padat. Selain itu, industri ini juga mendistribusikan produk gas dari produsen lain ke klien entitas sekaligus mendesain konstruksi serta pemasangan peralatan gas pada pabrik klien dan rumah sakit.

Adapun produk-produk gas dari Samator yaitu gas udara, gas medis gas campuran dan gas spesial, gas sintetis, gas hidrokarbon, dan gas lain-lainnya. Gas udara mencakup oksigen dan argon sedangkan gas medis yaitu oksigen medis, medical gas nitrogen, dinitrogen oksida, nitrogen, helium, karbon dioksida, gas kalibrasi, gas laser gas medis udara, gas campuran fungsi paru, serta gas cryopreservation.

Produk gas campuran yang dihasilkan oleh PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) yaitu helium, sulfur heksafluorida, karbondioksida dan high purity oxygen, gas campuran sebagai gas alam terkompresi, gas sterilisasi (etilen oksida),gas kalibrasi lingkungan serta mesin emisi untuk knalpot.

Gas-gas sintesis yang dihasilkan yaitu karbon monoksida, sulfur dioksida, serta hydrogen. Sementara itu, gas hidrokarbonnya yaitu gas petroleum, propane, gas alam serta asetilen. Tidak sampai situ, Samator juga menyediakan gas-gas lainnya yang bermanfaat bagi manusia seperti Kripton, Xenon, Neon, Ammonia, serta bahan bakar Samator.

Itulah informasi mengenai sejarah serta profil PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) yang perlu anda ketahui. Bisa disimpulkan bahwa perusahaan ini memiliki rekam jejak yang beragam dan kegiatan usaha yang aktif dalam mempertahankan posisinya sebagai industri gas terdepan sekaligus terbesar di Indonesia. 

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 23, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
elnusa
Emiten Syariah

Sejarah Berdirinya Perusahaan Elnusa Tbk (ELSA) hingga Jenis Usahanya

by Minsya June 20, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Perusahaan PT Elnusa Tbk (ELSA) diartikan sebagai anak usaha Pertamina Hulu Energi yang menyediakan berbagai jenis jasa pendukung pengeboran minyak serta gas. Hal yang dilakukan oleh perusahaan untuk bisa mendukung kegiatan bisnis yaitu dengan membentuk 2 kantor cabang di Balikpapan dan Cirebon pada tanggal 31 Desember 2020 secara bersamaan.

Mendalami Sejarah Berdirinya Perusahaan Elnusa (ELSA)

Perusahaan Elnusa secara resmi didirikan pada 25 Januari 1969 dengan sebutan PT Electronika Nusantara yang berperan sebagai penunjang operasional Pertamina dalam hal pemeliharaan serta perbaikan alat komunikasi elektronik, alat navigasi dan sistem radar yang dipakai pada kapal Pertamina. Serta kapal asing yang melakukan kerjasama dengan Pertamina.

Perusahaan ini didirikan secara langsung oleh Ir. H. Udaya Hadibroto yang namanya kemudian dijadikan Ruang Udaya do Graha Elnusa dan diresmikan oleh Direktur Utama ELSA bernama Ir Aswad Dipo serta disaksikan oleh seluruh  keluarga besar Udaya mulai dari Indah Udaya sebagai Istrinya, Aksa Udaya, Ozal Udaya dan Namira Udaya.

Mulai dari tahun 1971 sampai 1974, perusahaan mulai berkempang pada beberapa area termasuk pendirian divisi pemrosesan data seismik, sistem komunikasi perminyakan terintegrasi, pendirian pusat sata ilmiah dan penyediaan layanan akuisisi data seismik dan estimasi reservoir sampai dengan layanan optimalisasi proses untuk kilang.

Kemudian kisaran tahun 1980 dan 1987, perusahaan mulai berkemang menjadi industri gas dan minyak, layanan jas ladang minyak serta pengelolaan dan penyimpanan data distribusi bahan bakar dengan melalui pembentukan PT Sigma Cipta Utama, PT Elnusa Petrofin dan PT Elnusa Workover Hydraulic. Setelah itu pada 8 Juni 1984, nama perusahaan dialihkan menjadi PT Elnusa.

Antara tahun 2003 dan 2005, perusahaan kembali membentuk PT Elnusa Drilling Services untuk menyediakan layanan pengeboran terintegrasi serta mengakuisisi PT Purna Bina Nusa di Batam dan kemudian diubah namanya menjadi PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi. Untuk membuat kinerja menjadi lebih efisien, Perusahaan Elnusa Tbk PT ini menggabungkan 4 anak perusahaan.

Perusahan tersebut diantaranya yaitu PT Elnusa Drilling Services, PT Elnusa Geosains, PT Sinar Riau Drillindo dan PT Elnusa Workover Service. Setelah itu pada 6 Februari 2008, perusahaan Elnusa ini secara resmi masuk pada Bursa efek Indonesia. Kemudian pada 2009-2010 perseroan ini menjual beberapa anak usaha yang berkaitan dengan pengeboran gas dan minyak.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

elnusa
https://www.elnusa.co.id/id

Pada tahun 2013, perusahaan kembali mendirikan perusahaan dengan nama PT Elnusa Trans Samudera dan pada tahun 2014 kembali membangun PT Elnusa Geosains Indonesia serta PT Elnusa Oilfield Services. Perseroan satu ini kini tidak hanya mendukung kegiatan yang berkaitan dengan pengeboran minyak dan gas, tetapi juga mendukung berbagai kegiatan eksplorasi lainnya. 

Perseroan juga mempunyai kapal Seismik bernama “Elsa Regent” untuk bisa memberikan dukungan ada kegiatan eksplorasi pada Blok Jambi Merang. Selain itu, perseroan ini juga mengalami keberhasilan dalam memberikan dukungan terkait dengan proses proyek pembongkaran anjungan YYA pada Blok Offshore North West Java (ONWJ).

Kemudian, PT Elnusa juga mengalami keberhasilan dalam melakukan inovasi pengeboran dengan memakai HWU EHR-12 yang dikreasikan sendiri yang bisa dimanfaatkan sebagai alat alternatif guna pengeboran sumur baru dengan menggunakan teknologi HWD atau Hydraulic Work-Drilling. Perusahaan ini juga kemudian kembali melebarkan sayap pada bisnis distribusi bahan bakar minyak.

Perusahaan ini bisa melakukan pengolahan 49 unit depot minyak serta 1629 unit truk tangki. Perusahaan ini juga dapat memproduksi sendiri tiga alatnya yaitu berupa Hidrolik Rig-14, Air Receiver Tank dan Triple Pump. Setelah itu pada 1 september 2021, mayoritas saham perseroan resi dialihkan ke Pertamina Hulu energi yang telah ditetapkan sebagai induk perusahaan.

Jenis Layanan yang Diberikan PT Elnusa Tbk

Layanan yang diberikan oleh perusahaan ini diantaranya yaitu berupa jasa data geofisik, jasa pengeboran migas, jasa pengelolaan lapangan minyak serta jasa pendukung. Jasa layanan data geofisik diartikan sebagai suatu layanan yang memproses serta merekam data menggunakan metode seismic di laut, darat serta di zona transisi (laut dangkal/mangrove) dan dengan perangkat yang dipasang di laut dalam.

Sebagai pelopor layanan data geofisika di Indonesia, ELSA memiliki operasi geofisika di Indonesia. Jenis layanan berikutnya yaitu berupa jasa pengeboran migas yang memberikan penawaran terkait dengan solusi pengeboran menggunakan manajemen pengeboran, pengadaan, peralatan dan pengiriman. Itulah mengapa perusahaan ini menjadi perusahaan yang terpercaya.

Pada tahun 2009, ELSA menjadi perusahaan yang mempunyai serta mengoperasikan Modular Rig pertama yang ada di asia pasifik melalui divisi pengeboran. Jenis jasa ketiga yaitu berupa pengelolaan lapangan minyak atau Operasi dan pemeliharaan lapangan minyak dan gas dan pengujian sumur, EPC-M, operasi dan pemeliharaan pipa dan fasilitas produksi.

Selain itu juga melakukan proses manajemen produksi minyak dan gas dan mendukung layanan pengeboran darat seperti pemotongan kabel, penyemenan dan pengujian sumur, dan layanan evaluasi produksi. Terakhir terdapat jasa pendukung yang berisi pelengkap jasa migas seperti jasa telekomunikasi dan data manajemen yang dioperasikan oleh Afiliasi Elnusa dan anak perusahaan.

Gambaran Saham yang Dimiliki Perusahaan PT Elnusa Tbk

Pada awal tahun 2008, perseroan ini telah menyelesaikan aksi korporasi dan mencatatkan saham perseroan pada Bursa Efek Indonesia secara efektif di tanggal 6 Februari 2008 dengan kode ELSA. Sebelum IPO, perseroan meningkatkan modal saham dari Rp 750 miliar menjadi Rp 2,3 triliun, pembagian saham 1: 5 atau dari Rp500 per saham menjadi Rp100.

Peningkatan modal yang ditempatkan serta disetor penuh mulai Rp 583,9 miliar menjadi Rp729,9 miliar. Penawaran umum perdana saham yaitu 20% dari peningkatan modal atau 1.460.000.000 saham telah dieksekusi sehingga jumlah saham setelah IPO menjadi 2.798.500.000 saham. Setelah selesai IPO dan sehubungan dengan Bagian 2 X.K.4 Peraturan BAPEPAM.

Perusahaan BAPEPAM-LK secara teratur melaporkan setiap tiga bulan rincian penggunaan dana dari negara bagian 31/03/2008 dan negara bagian terakhir. tanggal 31/03/2009. Sebelum tanggal 30 Maret 2009, seluruh penerimaan yang diterima telah direalisasikan kepada publik sehingga realisasi penggunaan dana tidak berubah dibandingkan dengan rencana penggunaan dana dari dana tersebut. 

Perseroan memanfaatkan Rp 143,9 miliar dana IPO sebagai modal kerja sesuai persentase rencana penggunaannya. Dalam rangka peminjaman untuk proses pengembangan serta perluasan aktivitas usaha.

Setiap data yang diperoleh oleh perusahaan ELSA telah dilaporkan kepada BAPEPAM-LK serta BEI. Anda bisa mengetahui data tersebut secara terperinci dan melakukan analisis dividen yang bisa diperoleh. Keuntungan yang diperoleh memang perlu diperhitungkan dengan baik agar terhindar dari berbagai jenis resiko buruk yang mungkin terjadi.

Melakukan investasi saham pada perusahaan fundamental merupakan suatu keputusan yang terbaik. Anda akan bisa mendapatkan keuntungan yang terbaik dan menjanjikan. Sebelum memutuskan untuk melakukan investasi, Anda perlu melakukan analisis terlebih dahulu untuk mendapatkan gambaran terkait bagaimana dan seberapa besar keuntungan yang didapat.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 20, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
bukit asam
Emiten Syariah

PT Bukit Asam Tbk (PTBA): Mengenal Sejarah Perusahaan

by Minsya June 19, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Perusahaan Bukit Asam Tbk (PTBA) dikenal sebagai bagian dari MIND ID yang telah lama bergerak dalam bidang pertambangan Batu Bara. Perusahaan yang satu ini memang sudah cukup terkenal di Indonesia. Perusahaan Bukit Asam Tbk PT memiliki pelabuhan di kawasan Tarahan dan dermaga di Kertapati dan Teluk Bayur guna mendukung proses kegiatan bisnisnya.

Sejarah Perkembangan PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

Sejarah berdirinya perusahaan ini dimulai sejak tahun 1919 ketika Tambang Air Laya yang ada di Tanjung Enim mulai Beroperasi menggunakan metode penambangan terbuka. Beberapa tahun kemudian atau tepat di tahun 1923, Tambang Air Laya mulai menjalankan operasi dengan menggunakan metode pertambangan bawah tanah dan di tahun 19338 sudah beroperasi secara komersial.

Pada tahun 1961 setelah kemerdekaan Indonesia, pemerintah memutuskan untuk membentuk perusahaan negara bernama PN Tambang Batubara Bukit Asam (TABA) supaya bisa mengelola Tambang Air Laya. Setelah itu pada tahun 1968, pemerintah mulai menggabungkan PT Bukit Asam dengan PN Tambang Batubara Ombilin untuk membentuk PN Tambang Batubara.

Karena berkeinginan untuk memajukan pertambangan, -pada tahun 1981 akhirnya unit Tambang Bukit Asam pada PN Tambang Batubara dijadikan sebagai modal untuk bisa mendirikan PT Tambang Batubara Bukit Asam. Status PM yang dimiliki oleh Tambang Batubara Asam ini kemudian diubah menjadi Perusahaan Umum atau disingkat dengan Perum di tahun 1984. 

Kemudian pada 1990 akhirnya pemerintah meminta perusahaan ini untuk memproduksi briket batu bara. Dengan segala usaha dan perkembanganya, perusahaan Bukit Asam ini mampu melantai di Bursa Efek Indonesia dan mengubah namanya menjadi seperti sekarang yaitu sebagai PT Bukit Asam, Tbk. Banyak hal baru yang diciptakan oleh perusahaan ini dalam kurun waktu beberapa tahun.

Pada tahun 2015, menteri ESDM mulai meresmikan program PLTU BanjarSari yang memiliki tingkat kapasitas 2×620 MW di kawasan Tanjung Agung.Ignasius Jonan yang menjabat sebagai menteri Perhubungan pada saat itu meresmikan pelabuhan Tarahan sebagai dermaga batubara Indonesia serta pelabuhan curah terbesar di Asia Tenggara.

Kapasitas yang bisa ditampung pada pelabuhan tersebut yaitu mencapai 25 Juta ton dan bisa disandari oleh kapal bobot mati sampai 210.000 DWT. Perusahaan ini kemudian mengakuisisikan PT Bumi Sawindo Permai. PT Tabalong Prima Resources, PT Satria Bahana Sarana dan PT Mitra Hasrat Bersama yang semuanya bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

bukit asam
https://www.ptba.co.id

Perusahaan yang disebutkan tersebut juga berjalan dalam bidang kontraktor pembangunan, infrastruktur penambangan batu bara dan pertambangan batu bara. Pada tahun 2017, pemerintah memutuskan untuk menyerahkan mayoritas saham perusahaan ke Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) sebagai bagian upaya pembentukan holding BUMN yang bergerak dalam bidang pertambangan.

Pada tahun 2018, perusahaan berhasil menyepakati pembiayaan pembangunan PLTU Sumsel 8 dengan Exim Bank of China. Kemudian di Tahun 2019, Tambang Batubara Ombilin ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia yang ditandatangani oleh UNESCO. Setelah itu di bulan Desember tahun 2022, pemerintah mengalihkan mayoritas saham perusahaan pada Mineral Industri Indonesia.

Hal tersebut dilakukan secara sengaja dengan tujuan agar Inalum lebih fokus dalam menjalankan bisnis produksi Aluminium. Mineral Industri Indonesia atau MIND ID secara sengaja dibangun dengan tujuan sebagai Induk holding BUMN dalam Industri Pertambangan. Perusahaan Bukit Asam Tbk PT ini memiliki sekitar 9 Anak perusahaan hingga akhir 2021.

Perusahaan anak tersebut diantaranya terdapat PT Bukit Asam Prima. PT Bukit Asam Metana Ombilin, PT Internasional Prima Coal serta PT Bukit Energi Metana. Selain itu, Anda juga bisa menemukan PT Bukit Asam Banko, PT Bukit Energi Investama, PT Bukit Multi Investama, PT Batubara Bukit Kendi dan yang terakhir PT Bukit Asam Metana Enim.

Informasi Saham PT Bukit Asam Tbk

Kantor pusat perusahaan ini berada di Jalan Parigi No. 1 Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Sedangkan untuk Kantor Korespondensi berada di Menara Kadin Indonesia Lt 9 & 15 Jalan H.R Rasuna Said X5 Kav. 2—3 Jakarta. Pemegang Saham PT Bukit Asam Tbk yang lebih dari 5% yaitu dipegang oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) sebanyak 65,93%.

Kemudian untuk pemegang saham pengendali dari perusahaan pertambangan ini yaitu Pemerintah Republik Indonesia yang telah memiliki 5 saham preferen atau Saham Kelas A Dwiwarna dan secara tidak langsung juga mengendalikan PT Indonesia Asahan Aluminium. Pada tahun 1993, Indonesia menugaskan Bukit Asam Tbk guna mengembangkan unit usaha briket.

Jika dilihat berdasarkan jumlah anggaran dasar, kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan dengan kode PTBA ini beserta anak perusahaannya yaitu dalam bidang Industri Pertambangan Batubara dan kegiatan terkait termasuk eksplorasi umum. Prospeksi, pengolahan. Pengangkatan, pemurnian dan perdagangan serta pengelolaan batu bara.

Batubara khusus serta fasilitas untuk kebutuhan sendiri dan kebutuhan orang lain, penggunaan pembangkit listrik tenaga uap untuk kebutuhan sendiri dan kebutuhan orang lain, dan pemberian jasa konsultasi serta rekayasa untuk industri pertambangan batubara dan produk olahannya, pengembangan di perkebunan dan pelayanan kesehatan. 

Saat ini, bisnis utama Grup PTBA berupa industri pertambangan batubara, yang meliputi eksplorasi umum, eksploitasi, eksplorasi, pemurnian, pemurnian, transportasi dan perdagangan, pemeliharaan situs batubara khusus untuk kebutuhan sendiri dan kebutuhan ketiga, pabrik untuk tenaga uap serta bentuk pemanfaatan dan kebutuhan pribadi. 

Usaha lainnya yaitu dengan melakukan pengolahan untuk diri sendiri atau orang lain dan memberikan jasa konsultasi dan rekayasa di bidang yang berkaitan dengan pertambangan batubara dan hasil olahannya. Selain itu, Grup PTBA juga bergerak dalam bidang usaha lain seperti jasa kontrak, pengolahan briket, perkebunan kelapa sawit dan pengolahan kelapa sawit serta pelayanan kesehatan.

Pada 3 Desember 2002, PTBA mendapat pernyataan efektif yang diberikan oleh Bapepam-LK untuk penawaran umum perdana (IPO) sebanyak 346.500.000 lembar saham PTBA kepada publik dengan jumlah nilai nominal Rp500 per saham dengan harga penawaran Rp575/saham. Jumlah tersebut telah termasuk sampai dengan 173.250.000 Waran Seri I. 

Saham serta opsi Seri I telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tepatnya pada 23 Desember 2002. Bagi anda yang ingin melakukan investasi maka bisa memilih perusahan yang satu ini. hal tersebut karena anda bisa memastikan bahwa jumlah dividen yang akan diberikan oleh perusahaan ini sudah pasti terjamin dan dibagikan secara merata pada setiap investor.

Seluruh data Perusahaan Bukit Asam Tbk PT telah tercatat dan diperlihatkan kepada publik secara transparan. Dengan begitu maka anda bisa mengetahui kejelasan dari sumber dana sampai dengan berapa jumlah dividen yang pernah diberikan oleh perusahaan kepada pemegang saham atau investor. Yuk pilih emiten perusahan satu ini di pasar modal.

Perusahana yang satu ini mampu menunjukkan data laporan keuangans secara jelas kepada publik. Hal ini akan memberikan keuntungan berupa kemudahan dalam melakukan analisis keuntungan saat melakukan investasi saham. Anda pastinya akan bisa mendapatkan keuntungan dalam jumlah besar ketika memilih PT Bukit Asam sebagai emiten pilihan.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 19, 2023 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
Indo Tambangraya Megah
Emiten Syariah

PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) : Mengenal Sejarah Berdirinya

by Minsya June 16, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Perusahaan Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) merupakan suatu perusahaan energi indonesia dengan bisnisnya yang terintegrasi meliputi pertambangan, pemurnian dan logistik. Perusahaan ini menjalankan bisnis utamanya dalam bidang pertambangan batubara dan juga proses pendistribusiannya. Simak sejarah berdirinya perusahaan PT Indo Tambangraya Megah Tbk.

Mengenal Sejarah Berdirinya PT Indo Tambangraya Megah (ITMG)

Perusahaan pertambangan ini mempunyai kegiatan pendukung yang berupa pengoprasian terminal batu bara dan mengoperasikan pembangkit listrik dan pelabuhan muat. Meskipun begitu, perusahaan ini selalu berusaha untuk tetap fokus pada produktivitas serta strategi efisiensi biaya, mencapai hasil optimal dari nilai rantai batubara serta transformasi dan diversifikasi bisnis.

Ketika dunia sudah mulai beralih dari penggunaan bahan bakar fosil menjadi sumber energi terbarukan, perusahaan ini kemudian melakukan perluasan bisnis untuk bisa memperkuat bisnis intinya. Pembangkit listrik bertenaga surya yang dikembangkan menjadi salah satu titik awal perusahaan dengan kode ITMG ini untuk menjaga masa depan industri energi.

Indo Tambangraya Megah selalu berusaha untuk berinovasi menciptakan produk serta layanan berkualitas dan terjangkau menggunakan teknologi digital sebagai landasannya dan kepedulian terhadap karyawan mulai dari berbagai latar belakang dengan masyarakat sekitar. Salah satu kunci keunggulan operasional ini adalah mengubah pola pikir budaya kerja dan perilaku karyawan ke dunia digital.

Sejalan dengan visi yang ditetapkan, tujuan dari berdirinya perusahaan ini yaitu untuk bisa menjadi perusahaan energi yang didukung dengan teknologi, inovasi inklusi sampai pembangunan berkelanjutan. Perusahaan ini selalu berusaha untuk menerapkan atau melampaui prinsip tata kelola perusahaan lingkungan, sosial dan bertanggung jawab dalam bisnisnya.

Perusahaan dengan nama Indo Tambangraya Megah Tbk ini mulai berdiri pada 02 September 1987 serta memulai bisnis komersialnya di tahun 1988. Kantor pusat dari perusahaan pertambangan ini yaitu berada di Pondok Indah Office Tower III, Jalan Sultan Iskandar Muda, Jakarta Selatan yang tempatnya ada di bagian lantai 3 dari gedung office tower III tersebut.

Operasi serta anak perusahaan dari IDM secara historis terkait dengan Grup Salim yang mempelopori bisnis batubaranya. Grup Salim telah memperoleh dan memulai operasi penambangannya bersama dengan PT Kitadin yang telah ter konsesi pertambangan batubara dengan luas 930 hektar di Kalimantan Timur tepatnya berkisar pada tahun 1986.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Indo Tambangraya Megah
https://itmg.co.id/

Segera setelah itu, muncul perusahaan baru dengan nama Pt Indominco Mandiri pada tahun 1997 dan PT Trubaindo Coal Mining yang merupakan hasil patungan antara Grup Truba dan Grup Salim. Selain itu terdapat juga PT Barasentosa Lestari dan perusahaan lain yang memasuki bisnis batu bara. Kelompok dari bisnis inilah yang dikenal dengan Indocoal.

Karena perusahaan ini sebagian dari pembayaran BLBI ke Bank Salim dan Bank Central Asia, Grup Salim harus menjual seluruh bisnis batubara yang dijalankan kepada BPPN termasuk perusahaan yang disebutkan diatas serta PT Indo Tambangraya Megah. BPPN kemudian menggelar tender guna mencari keberadaan pembeli batu bara milik Indocoal yang mempunyai kapasitas produksi sekitar 5 ton/tahun.

Dari beberapa pesaing seperti PT Timah, PT Bukit Asam dan PT Bhakti Investama Tbk, Banpu kemudian mampu menawarkan aset senilai US$ 45,5 miliar kepada Indocoal. Penawaran tersebut dilakukan melalui PT Centralink Wisesa International di bulan Maret 2001. Setelah penjualan tersebut, Banpu kemudian membeli sebagian saham anak perusahaan Indocoal.

Pada saat itu, saham Indocoal masih berada dibawah kepemilikan perusahaan Grup Salim lainnya, seperti 35 persen saham Indocement di PT Indominco Mandiri. Pada tahun-tahun berikutnya, Banpu menggabungkan semua perusahaan Indocoal sebelumnya menjadi anak perusahaan PT Indo Tambangraya Megah [12] dan mengakuisisi beberapa perusahaan lain.

Pada pertengahan tahun 2000-an, ITM sudah memiliki beberapa anak perusahaan seperti PT Bharinto Ekatama serta PT Jorong Barutama Greston. Terhitung sejak 18 Desember 2007, ITM telah menjadi perusahaan publik dengan menjual 20% sahamnya pada  Bursa Efek Jakarta yang sekarang menjadi Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran Rp 14.000/saham. 

Hasil IPO yang dilakukan setelah penawaran tersebut yaitu sebesar Rp 3,16 triliun. Kemudian tahun 2008, saham PT Central dijual ke anak perusahaan Banpu lainnya yaitu Banpu Minerals (Singapore) Pte. Ltd dan beberapa persen sahamnya diberikan kepada publik, dengan sisa 65% sahamnya publik. Pada tahun 2010, ITM telah tercatat sebagai eksportir batubara terbesar keempat di Indonesia.

Anak Perusahaan

Kemudian pada tahun 2014 sampai 2016, Indo Tambangraya Megah Tbk PT mendirikan beberapa anak perusahaan seperti PT ITM Energi Utama, Pt Tambang Raya Usaha Tama, Pt ITM Indonesia serta mengakuisisi PT Sentral Mutiara Energy, PT Tepian Indah Sukses, PT Nusa Persada Resources dan beberapa lainnya pada tahun 2017-2020 untuk mengembangkan bisnisnya.

Meskipun sebagian besar perusahaan tersebut merupakan perusahaan batu bara, beberapa juga terlibat dalam produksi energi matahari atau Tenaga Surya. Hingga saat ini ITM setidaknya sudah memiliki 6 tambang, 2 stasiun pemuatan batu bara, dan 5 pelabuhan. 6 tambang ITMG dimiliki oleh perusahaannya sendiri seperti PT Bharinto Ekatama yang ada di Kalimantan Timur dan Tengah.

Selain itu, terdapat juga PT Jorong Barutama Greston di Kalimantan Selatan, PT Trubaindo Coal Mining di Kalimantan Utara, PT Indominco Mandiri dan PT Kitadin Kalimantan Timur. Kemudian 3 pelabuhan yang dimiliki ITM diantaranya adalah pelabuhan batubara Balikpapan, Pelabuhan Jorong Kalimantan Selatan dan Pelabuhan Bontang di Kalimantan Timur.

Selain itu juga masih terdapat pelabuhan pemuat batu bara yang ada di Muara Berau serta Muara Jawa di Kalimantan Timur. Dalam 9 bulan pertama di tahun 2021, Perusahaan dengan Kode ITMG ini telah berhasil menjual 14,8 juta ton batu bara untuk di ekspor. Pendapatan yang diperoleh pada tahun 2021 yaitu US$ 1,3 Miliar dan keuntungan US$ 271 Juta dari perdagangan ekspor dan domestik.

Mengenal Perkembangan Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk

Pemegang Saham yang memiliki sekurang-kurangnya 5% atau lebih dari saham Indo Tambangraya Megah Tbk yaitu Banpu Minerals (Singapore) Pte. Ltd dengan total 65,14%. Perusahaan induk dari Indo Tambangraya Megah Tbk yaitu Banpu Minerals (Singapore) Pte.Ltd. sedangkan Perusahaan induk utama ITMG merupakan Banpu Public Company Limited.

Perusahaan tersebut merupakan sebuah perusahaan yang berdiri di bawah Kerajaan Thailand. Bidang usaha ITMG menurut anggaran dasar yaitu berupa pertambangan, konstruksi, transportasi, teknik, perdagangan, industri dan jasa. ITMG terutama bergerak di sektor pertambangan serta energi dengan berinvestasi di anak perusahaannya yang bergerak di bidang perdagangan batubara, pertambangan batubara dan jasa pertambangan.

Selain itu, perusahaan ini juga bergerak dalam bidang pemasaran energi, perdagangan minyak,  dan pembangkit listrik. Pada 2007, ITMG atau Indo Tambangraya Megah Tbk PT menerima pernyataan Bapepam-LK mengenai pencatatan saham ITMG kepada publik sebanyak 225.985.000 dengan nilai nominal Rp500/saham dan harga penawaran Rp14.000/saham. 

Saham ini telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tepatnya tanggal 18 Desember 2007. Banyak keuntungan yang bisa diperoleh ketika anda memutuskan untuk melakukan investasi dengan membeli saham perusahaan ini. dengan mengantongi pencatatan dari Bursa Efek Indonesia, maka anda bisa mempercayakan sepenuhnya pada perusahaan ini.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 16, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
harum energy
Emiten Syariah

Sejarah Berdirinya PT Harum Energy Tbk (HRUM) yang Memiliki Saham Bisnis Nikel Prospek Tinggi

by Minsya June 15, 2023
written by Minsya 5 minutes read

PT Harum Energy Tbk (HRUM) merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan dan beroperasi di Jakarta. Hingga saat ini, perusahaan Harum Energy telah berhasil menguasai 5 konsesi tambang batu bara yang ada di Kalimantan Timur san 1 konsesi tambang nikel di area Maluku Utara,. Yuk simak sejarah berdirinya perusahaan pertambangan ini.

Sejarah Berdirinya PT Harum Energy Tbk

Harum Energy Tbk ini telah berdiri sejak 12 Oktober 1995 dengan nama PT Asia Antrasit dan memulai operasinya secara komersial pada tahun 2007. Kantor pusat dari perusahaan ini yaitu terletak di Deutsche Bank Building Lantai 9 di Jalan Imam Bonjol No.80 Jakarta Pusat. Melalui PT Mahakam Sumber Jaya, perusahaan pertambangan ini mendapatkan konsesi atas tambang batu bara.

Kawasan yang diperoleh tersebut berada di Kalimantan Timur dengan luas 20.380 hektar pada tahun 2000. Kemudian pada tahun 2004, PT Mahakam Sumber Jaya telah memulai operasinya secara komersial di Blok A dari tambang di Kalimantan Tersebut. Nama perusahaan PT Mahakam Sumber Jaya secara resmi diubah pada tahun 2007 dengan nama PT Harum Energy Tbk.

Setelah itu, di tahun 2008 perusahaan pertambangan ini mulai meningkatkan kapasitas pengolahan batu baranya hingga lebih dari 3 kali lipat. Dengan usaha yang dilakukan, perusahaan Harum energy ini berhasil menguasai sekitar 50% saham PT Santan batubara yang setelah itu dioperasikan secara komersial pertama kali pada kuartal tahun 2009.

Pada tahun yang sama, perusahaan tambang ini juga mengakuisisi PT Layar Lintas Jaya yang merupakan perusahaan pengangkutan serta alih muat batu bara. Untuk memperlancar kegiatan usahanya, PT Layar Lintas Jaya melakukan penambahan 8 unit kapal tunda beserta 8 unit tongkang baru pada tahun 2010 dan kemudian diresmikan bergabung di Bursa Efek Indonesia.

Setelah itu, pada tahun 2011  PT Layar Lintas Jaya kembali membuat kemajuan berupa penyelesaian pembangunan unit pengolahan batu bara yang ketiga dan empat di  area pelabuhan Separi sehingga proses pengelolaan batu bara mengalami peningkatan kapasitas menjadi 20 juta ton per tahunnya. Dengan sejumlah keuntungannya, perusahaan ini kembali melakukan akuisisi di tahun 2012.

Perjanjian akuisisi ini berisi tentang penguasaan mayoritas saham PT Bumi Karunia Pertiwi. Setelah berjalan beberapa tahun, akhirnya PT Harum Energy membeli 99,9% saham PT Bumi Karunia Pertiwi yang sebelumnya telah dipegang oleh PT Anugrah Karya Raya. Selain itu, perusahaan ini juga melakukan pembelian saham 99.999 lembar saham PT Santan Batubara.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

harum energy
http://www.harumenergy.com/id/operations

Perusahaan tersebut sebelumnya dikuasai oleh PT Petrosea Tbk dan sekarang 99.9% telah di pegang PT Harum Energy. Pada tahun 2020, perusahaan ini kembali membangun anak usaha bernama PT Tanito Harum Nickel untuk memulai investasi dalam bidang pertambangan dan pengolahan nikel. Banyak hal yang sudah bisa dihasilkan oleh anak usaha baru ini.

Pada tahun 2021, PT Tanito Harum Nickel telah berhasil membeli saham PT position yang bergerak dibidang pertambangan nikel sebanyak 51% dan PT inti Metal Industry di bidang pengolahan dan pemurnian nikel sebanyak 49%. Kemudian pada tahun 2022, perusahaan ini kembali membeli saham PT Westrong Metal Industry seharga US$ 75 juta melalui PT Harum Nickel Industry.

Hingga saat ini, perusahaan PT Harum Energy Tbk ini telah menggandeng 10 anak usaha yang saling memberikan dukungan untuk terus maju dan dikembangkan. Perolehan perusahan tersebut berjalan secara perlahan dan akhirnya bisa menjadi besar seperti yang dilihat sekarang. Anda perlu mengetahui berbagai fakta unik dari perusahaan satu ini.

Memahami usaha yang dijalankan oleh perusahaan merupakan suatu hal penting untuk diketahui. Perusahaan yang berjalan dalam bidang pertambangan ini mengalami perkembangan terpesat. Harga saham yang terlihat dalam BEI bisa dipantau selalu oleh publik. Anda bisa leluasa untuk melakukan analisis keberhasilan dalam berinvestasi saham.

Informasi Saham PT Harum Energy Tbk

Berdasarkan informasi yang bisa ditemukan pada situs resmi perusahaan, diketahui bahwa kegiatan usaha serta ruang lingkup perusahaan ini yaitu dalam bidang operasi holding, oertambangan, jasa keuangan, industri, kelistrikan sampai dengan konsultasi bisnis. Bisnis utama yang dilakukan oleh perseroan ini yaitu pertambangan dan investasi batu bara.

Selain itu, Harum Energy Tbk PT ini juga menjalankan bisnis berupa perdagangan dan jasa melalui anak perusahaan dan perusahaan asosiasi. Perseoran ini setidaknya telah memiliki 5 bagian wilayah pertabangan batu bara dan 1 wialayh pertambangan nikel. Jenis batu bara yang dihasilkan oleh HRUM umumnya berupa batu bara non-agglomerated dengan nilai bruto lebih dari 5700 kkal/kg.

Proses penentuan tersebut dilakukan dengan cara perhitungan berdasarkan GAD (Nilai Kalor Bruto (CV); ADB (Air Dry Basis)), tanpa abu dan kurang lebih 5.400 kkal /kg GAR – dengan nilai (CV bruto; AR (masing-masing)). Saham HRUM berhasil terdaftar di Bursa Efek Indonesia di tanggal 6 Oktober 2010. HRUM telah mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK.

Dalam pernyataan tersebut telah tertulis penawaran umum perdana IPO pada 24 September 2010. HRUM kemudian menawarkan kembali kepada publik dengan jumlah 500.000.000 saham dengan nominal Rp 100 per saham. Harga yang diberikan ketika terjadi penawaran yaitu Rp 5.500 per saham yang dijual pada pasar modal atau Bursa Efek Indonesia.

Deretan pemilik saham HRUM yaitu PT Karunia Bara Perkasa sebagai induk perusahaan dengan jumlah setidaknya 5% serta penyertaan sebesar 79,79%. Sementara untuk pemilik manfaat utama dari  kepentingan HRUM yaitu Keluarga Barki. Perusahaan HRUM ini dapat dikatakan sebagai emiten yang rajin mendiversifikasi bisnisnya terutama pada segmen nikel.

Telah diketahui bahwa PT Harum Energy mampu menambahkan PT Infei Metal Industry pada Desember 2021. Dengan melalui anak perusahaannya, HRUM membeli 252.000 saham baru atau sekitar 9,8% saham yang dikeluarkan PT Infei Metal Industry (IMI). Kepemilikan dari Tanito Harum Nickel di Perusahaan itu juga untuk meningkatkan menjadi 49 persen.

Kinerja Masa Lalu

Kinerja emiten baru bara ini telah berada pada kuartal I 2021 sangat baik. HRUM membukukan laba bersih sebesar USD 62,80 juta atau sekitar 255,05% dari perusahaan tahun lalu ketika nilai saham perusahaan masih berada di angka USD 17,68 juta. Pencapaian besar ini terkait erat dengan pasar ekspor yang akan menjadi pendorong penjualan perusahaan.

Proses penjualan tersebut berjalan dalam tiga bulan pertama di tahun 2022. Penjualan HRUM diperkirakan akan meningkat menjadi USD 627 juta tahun ini. Angka itu lebih tinggi dari perkiraan tahun lalu yang hanya USD 357 juta. Demikian informasi riwayat dan profil perusahaan Harum Energy Tbk PT yang terdaftar sebagai komponen IDX30 IDX baru yang layak untuk dilihat. 

Perusahaan yang satu ini selalu mengalami perkembangan yang signifikan. Dengan begitu maka ketika anda ingin memutuskan untuk melakukan investasi saham maka bisa memilih saham dengan kode HRUM ini. keuntungan bisa diperoleh dalam bentuk dividen yang dibagikan oleh perusahaan. Yuk ambil kesempatan untuk memilih jenis saham yang satu ini.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 15, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
ADRO
Emiten Syariah

PT Adaro Energy Indonesia TBK (ADRO) Kenali Sejarah dan Perkembangannya

by Minsya June 14, 2023
written by Minsya 5 minutes read

ADRO ialah kode saham PT Adaro Energy yang termasuk ke dalam deretan perusahaan tambang terbesar di Indonesia. Selain unggul di bidang pertambangan, perusahaan ini juga dikenal sebagai produsen batubara terbesar kedua di Indonesia. Sejarah dan profil perusahaan ini menarik diketahui karena sahamnya selalu ada di indeks saham terlikuid di BEI.

Sejarah Perkembangan ADRO

Perusahaan ADRO mulai mengukir sejarahnya pada tahun 1970an. Hal ini terjadi saat pemerintah Indonesia membagi wilayah Kalimantan Timur serta Kalimantan Selatan menjadi 8 blok batu bara. Lalu, Enadimsa dari Spanyol menawarkan blok tersebut karena dinilai terlalu jauh serta kualitas batu baranya cukup rendah.

Enadimsa inilah yang mendirikan AI atau PT Adaro Indonesia untuk mengatur kegiatan pertambangan batu baranya di blok. Perlu diketahui bahwa pengambilan namanya dipilih oleh Enadimsa sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga Adaro yang mengambil peran penting pada kegiatan pertambangan beberapa abad di Spanyol.

Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara atau PKP2B pun dibuat oleh AI bersama pemerintah Indonesia pada tahun 1982. Perjanjian ini berlaku hingga 30 tahun setelah produksi batu bara. Penambahan di blok tersebut mulai dilakukan pada tahun 1983 sampai dengan 1989. Hal ini terjadi tepatnya saat sebuah konsorsium sejumlah perusahaan asal Indonesia dan Australia membeli 80% saham AI dari Enadimsa.

Di awal dekade 1990-an AI melaksanakan studi kelayakan. Hal ini untuk menetapkan dasar pengembahangan serta penambangan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menentukan rute kendaraan pengangkut batu batu bara. Alhasil, dilakukannya pembangunan jalan untuk mengangkut batubara sepanjang 80 km tepatnya berada di barat Sungai Barito.

Produksi batubara ini dilakukan mulai dari tambang Paringin. Sebab, nilai panasnya lebih tinggi dari tambang Tutupan. Selain itu, tambang tersebut juga memiliki lapisan penutup dengan kandungan batu lumpur yang bagus digunakan untuk membangun jalan. Tidak sampai situ, AI juga mendekat beberapa bank untuk mendapatkan pembiayaan sejumlah US$28 juta.

Dikarenakan jenis batubara yang ditambang masih belum didistribusikan secara internasional dengan volume yang signifikan, semua bank menolak permintaan pembiayaannya. Kemudian, konstruksi jalan angkutan batubara sudah berhasil dirampungkan pada September 1990. Kegiatan konstruksi ini berlangsung selama satu tahun.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

ADRO

Mulai pada bulan Maret 1991, pengkonstruksian sistem penghancuran, penimbunan stok, serta pemuatan tongkang dilakukan. Pemuatan tongkang ini mampu mencapai kapasitas sebanyak 2 juta ton per tahun. Kegiatan konstruksi ini dilakukan di Sungai Kelanis. Masih di bulan Maret, tambang Paringin berlapis tunggal dengan tebal 30 meter dibuka.

Selanjutnya, sampel pertambangan batubara dikirim ke Australia untuk diuji pembakaran. Hasil dari uji pembakaran menunjukkan ada beberapa potensi penggunaan batubara pada pemasaran komersial. Sehingga, tambang Paringin mulai bekerja dengan penuh di Agustus 1991. Di tahun inilah AI resmi mendaftarkan nama “Envirocoal” sebagai merek dagang.

Envirocoal ialah produk batubara dengan kadar sulfur dan abu yang memiliki ultra rendah serta nitrogen yang rendah. Krupp Industries dari jerman ialah pemesan pertama dengan total pesanan sebanyak 68.750 ton. Pesanan ini dikirim pada 22 Oktober 1991 menggunakan MV Maersk Tanjong.

Setelah menjalani uji coba lebih lanjut, pengiriman batu bara kembali beroperasi pada 1922 ke beberapa pembeli yang potensial. Begitu pembangunan infrastruktur batubara selesai dan membentuk basis pelanggan, AI beroperasi secara komersial. Pada tahun ini pula, AI mulai memproduksi batubara E5000.

Adaro Energy Indonesia TBK PT (ADRO) resmi mengakuisisi AI  dengan pembelian terutang sebanyak US$923 juta. Jumlah ekuitasnya yaitu US$50 juta. Kemudian, perusahaan ini resmi menguasai BEI atau Bursa Efek Indonesia di tahun 2008. Lalu, berekspansi ke luar Kalimantan Selatan dengan mengakuisisi 5% saham dari proyek IndoMet Coal.

Kegiatan berekspansi dilanjut ke Sumatera Selatan dengan mengakuisisi PT Mustika Indah Permai serta PT Bukit Enim Energi. Kedua perusahaan tersebut ialah perusahaan batu bara. ADRO kemudian meneken perjanjian mengakuisisi 90% saham PT Bhakti Energi Persada pada tahun 2012.

Tidak sampai situ, perusahaan ini juga mengakuisisi PT Semesta Centramas, PT Paramitha Cipta dan PT Laskar Semesta Alam. Perusahaan ini mengkonsumsi tambangnya dekat dengan wilayah AI. Tepatnya di bulan Juni 2016, perusahaan ini dengan J-Power dan Itochu membangun PLTU dengan teknologi ultra-supercritical dengan kapasitas 2×1000 MW.

Perusahaan ini kemudian menginvestasi sebesar US$4,2 miliar pada proyek pembangunan PLTU. Akuisisi terhadap 75% saham proyek IndoMet Coal dirampungkan pada tahun 2016. Kemudian, perusahaan ini mengakuisisi tambang batu bara di Australia dan menjalankan PLTU 2×100 MW di Tabalong. Pertama kalinya, perusahaan ini mengirimkan batubara ke pelanggan di Jepang.

Profil Perusahaan ADRO

Adaro Energy Indonesia TBK PT (ADRO) ialah perusahaan pertambangan unggul yang berkembang menjadi organisasi terintegrasi secara vertikal. Anak-anak perusahaannya terlibat dalam kapal besar, pertambangan, jasa pelabuhan, pemuatan di kapal, pengerukan, pemasaran serta penghasil listrik.

Perusahan ini menjalankan pertambangan batu bara tunggal terbesar yang ada di Indonesia tepatnya di Kalimantan Selatan. Adapun tujuan dari perusahaan yang didirikan pada 28 Juli 2004 ialah menjad grup pertambangan serta energi yang besar di Asia Tenggara. Perusahaan ini didaftarkan di BEI pada 19 Juli 2008.

Perusahaan ADRO memiliki lima anak perusahaan utama. Perusahaan-perusahaan tersebut ialah Adaro Indonesia (AI), Maritim Barito Perkasa, Sarana Daya Mandiri Saptaindra Sejati, serta Adaro Eksplorasi Indonesia. Anak-anak perusahaannya menjalankan pertambangan dan perdagangan batu bara, jasa kontraktor pertambangan, logistik dan infrastruktur batubara, dan konstruksi dan pengelolaan pembangkit listrik.

Melalui anak perusahaannya, Adaro Indonesia mengoperasikan konsesi, Tutupan, Wara, dan Paringin. Batu bara ini diproduksi di tambang-tambang yang kebanyakan dikirim ke berbagai pembangkit tenaga listrik kelas tinggi seluruh dunia. Perusahaan ini juga mempunyai aset-aset pertambangan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan.

Produktivitas Perusahaan ADRO

Adaro Energy Indonesia TBK PT (ADRO) menghasilkan batu bara ramah lingkungan karena mengandung unsur sulfur, nitrogen, dan debunya yang tergolong rendah. Batubara ini didistribusikan secara internasional dengan nama Envirocoal. Adapun pasar-pasar ekspor besarnya berada di negara Jepang, India, Korea Selatan, Spanyol, Republik Rakyat Tionghoa.

ADRO mengoperasikan sumber batubaranya sebesar 1,8 miliar ton. Hal ini termasuk juga pada gabungan batubaranya sebesar 1,1 miliar ton. Perusahaan ini juga memiliki target dalam memproduksi batu bara sekitar 80 juta ton per tahunnya. Tidak hanya batu bara, ADRO juga memiliki aset-aset lain yang memfasilitasi operasinya.

Adapun aset-aset yang dimilikinya yaitu jalan untuk kendaraan jauh dengan panjang 75 kilometer. Jalan inilah yang menghubungkan wilayah pertambangan dengan fasilitas peremukan di Kelanis, Kalimantan. Terminal batubara di Pulau Laut juga tersedia. Melalui anak perusahaannya, ADRO mempunyai armada kapal pertambangan penuh.

Itulah informasi mengenai Adaro Energy Indonesia TBK PT (ADRO) yang wajib diketahui. Bisa disimpulkan bahwa perusahaan ini telah menjalani berbagai usahanya dalam memproduksi pertambangan batu bara. Sehingga, berhasil menjadi suatu perusahaan pertambangan produsen batu bara terbesar kedua se-Indonesia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 14, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Rukun Raharja
Emiten Syariah

Sejarah PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Sejak 1993!

by Minsya June 13, 2023
written by Minsya 5 minutes read

PT Rukun Raharja Tbk dengan kode RAJA di pasar saham, merupakan perusahaan penyedia energi terintegrasi dari hulu ke hilir. Perseroan ini didirikan pada 24 Desember 1993, yang bermula dari bisnis real estate (properti). Bagaimana perjalanan bisnisnya sampai menjadi perusahaan yang menyediakan energi ? Yuk simak sejarah singkatnya berikut.

Sekilas Tentang PT Rukun Raharja (RAJA)

Rukun Raharja Tbk berdiri sejak tahun 1993 dan mulai beroperasi pada bulan Februari 2002. Kantor pusatnya berada di Office Park Thamrin Residences Blok A Nomor 01-05, Jalan Thamrin Boulevard, Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Saat awal mula berdirinya, perusahaan bergerak di bidang perumahan.

Kemudian mulai melantai secara resmi di Bursa Efek Surabaya (sekarang Bursa Efek Indonesia) pada tahun 2003, dengan menggunakan kode saham ‘RAJA’. Sebagai upaya memperkokoh struktur permodalan, perusahaan pun secara aktif melakukan penawaran umum terbatas.

Hingga di tahun 2004, Rukun Raharja telah mengakuisisi PT Cahaya Saguna Niketana, dan berekspansi ke sektor logistik dan pengelolaan pelabuhan di Sulawesi Utara. Selanjutnya di tahun 2010, perusahaan kembali mengakuisisi PT Energasindo Heksa Karya, PT Triguna Internusa Pratama, dan PT Panji Raya Alamindo.

Akuisisi yang dilakukan membuat Rukun Raharja Tbk PT beralih ke sektor engeri, bisnisnya bergerak pada bidang perdagangan gas, pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur gas, serta transportasi gas. Sampai saat ini, perseroaan tetap berfokus menjalankan empat pilar bisnis utama tersebut, menjadi penyedia energi terintegrasi dari hulu ke hilir.

Di tahun 2011, perusahaan ini mengakuisisi PT Trimitra Cipta Mandiri melalui PT Triguna Internusa Pratama. Dan di tahun 2015, saham PT Triguna Internusa Pratama dibeli oleh Itochu asal Jepang sebanyak 33%. Sementara saham PT Panji Raya Alamindo dibeli sebesar 33% oleh TG&D Singapore Investment Holdings di tahun 2017.

Setahun setelahnya, Rukun Raharja mengakuisisi sepenuhnya saham PT Raharja Energi Cepu. Lalu tahun 2019, perusahaan membeli kembali 33% saham yang dipegang oleh Itochu atas PT Triguna Internusa Pratama dengan harga USD 9,5 juta. Sehingga saham PT Triguna Internusa Pratama 100% dimiliki oleh Rukun Raharja.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Rukun Raharja

Berikutnya di tahun 2020, PT Bravo Delta Persada yang bergerak di bidang SPAM (sistem penyediaan air minum) diakuisisi 100% sahamnya melalui PT Triguna Internusa Pratama, sekaligus 85% saham dari PT Heksa Energi Mitraniaga. Pada tahun 2021, Rukun Raharja juga melakukan akuisisi terhadap 100% saham PT Majuko Utama Indonesia yang mempunyai jaringan pipa di Banten.

Masih di tahun yang sama, perusahaan pun mendapatkan 80% saham PT Artha Prima Energy yang bergerak pada bidang CNG di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Setelah itu pada tahun 2022, Rukun Raharja Tbk PT meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi 85% di PT Artifisial Teknologi Persada. Serta melakukan uji coba penyaluran minyak ke Stasiun Meter Dumai dari Duri Crude CGS10 bersama Pertamina Gas.

Bidang Usaha PT Rukun Raharja

1. Infrastruktur Gas

Infrastruktur gas merupakan salah satu fokus usaha PT Rukun Raharja, dimana perusahaan melakukan kegiatan transmisi dan distribusi gas alam, operation maintenance dari pipa gas, serta penyediaan kompresor gas sekaligus maintenancenya. Infrastruktur gas yang disediakan hadir untuk mengakomodasi jarak, kebutuhan, dan kondisi bentang alam di Indonesia.

Anak perusahaan PT Rukun Raharja yang andil dalam kegiatan usaha infrastruktur gas antara lain PT Triguna Internusa Pratama (TIP), PT Trimitra Cipta Mandiri (TCM), PT Heksa Energi Mitraniaga (HEMA), dan PT Bravo Delta Persada yang mengembangkan serta mengelola sistem penyediaan air minum.

2. Perdagangan Gas

Rukun Raharja telah diakui sebagai perusahaan perdagangan gas swasta pertama dan terbesar yang ada di lingkup nasional. Hal ini berkat pengalaman panjang perusahaan dalam mengeksplorasi seluk beluk energi. Pemerintah pun telah memberikan kepercayaan penuh pada perusahaan untuk memperluas jangkauan usahanya di bidang perdagangan gas.

Dengan mengantongi Surat Izin Niaga Gas Bumi Melalui Pipa, Rukun Raharja senantiasa patuh terhadap peraturan perundangan yang berlaku dalam memperluas jangkauan usahanya. Anak perusahaan yang melakukan kegiatan di bidang perdagangan gas antara lain PT Panji Raya Alamindo (PRA), PT Prima Energi Raharja (PER), PT Energasindo Heksa Karya (EHK), PT Majuko Utama Indonesia, dan PT Artha Prima Energy (APE).

3. Investasi Hulu Energi

Melalui PT Raharja Energi Cepu (REC), Rukun Raharja Tbk PT berkontribusi terhadap 30% cadangan gas nasional dengan kontrak hingga tahun 2035. REC sendiri pertama kali didirikan pada tahun 2006 di bidang jasa konsultasi manajemen dan bisnis permodalan. Kemudian Rukun Raharja mengakuisisinya untuk memiliki participating interest di Blok Cepu. 

Keberadaan PT Raharja Energi Cepu memberikan prospek yang baik bagi Rukun Raharja dalam meningkatkan perannya di industri gas nasional. Pengembangan bisnis melalui investasi hulu ini sendiri tidak akan berhenti di Blok Cepu saja, sehingga harapannya jaringan bisnis perseroaan bisa terus diperluas di masa mendatang.

4. Oil and Gas Service

Pada sektor usaha ini, ada dua anak perusahaan Rukun Raharja yang berkontribusi yaitu PT Petrotech Penta Nusa dan PT Artifisial Teknologi Persada. PT Petrotech Penta Nusa menyediakan berbagai pilihan jasa migas dan fasilitas pendukung lainnya. Dan PT Artifisial Teknologi Persada fokus pada jasa artificial lifting seperti PCP system, rod lift, hydraulic lift, gas lift, dan plunger lift.

PT Artifisial Teknologi Persada (ATP) tersebut diakuisisi oleh Rukun Raharja Tbk PT melalui PT Petrotech Penta Nusa. Hingga sekarang, anak perusahaan Rukun Raharja ini sudah bekerja untuk beberapa perusahaan minyak ternama yang ada di Indonesia, yang meningkatkan eksistensi Rukun Raharja di bidang migas.

5. Pembangkit Listrik

Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk melaksanakan percepatan pengembangan energi baru terbarukan, Rukun Raharja juga melakukan kegiatan bisnis pembangkit listrik. Diharapkan hal ini bisa membantu dalam mencapai target 23% energi baru terbarukan pada bauran energi nasional di tahun 2025. 

Dimana Rukun Raharja telah menyiapkan PT Raharja Daya Energi (RDE) sebagai perusahaan pembangkit listrik dengan energi terbarukan. Perusahaan yang didirikan pada tahun 2014 tersebut tengah berpartisipasi dalam pembangunan pembangkit listrik di Indonesia. Harapannya RDE dapat menjadi perpanjangan tangan Rukun Raharja untuk berkontribusi pada pengembangan energi terbarukan di dalam negeri.

Selain RDE, Rukun Raharja Tbk PT juga telah mempersiapkan PT Adidaya Bismawisesa International (ABI). Pada tahun 2014 silam, perusahaan ini sudah menandatangani kerja sama dengan GE Distributed Power, untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga gas berkapasitas 10 megawatt di Karawang Jawa Barat. Hal tersebut menunjukkan bahwa ABI punya potensi yang menjanjikan.

Dengan banyaknya anak perusahaan, Rukun Raharja telah berkontribusi besar dalam menyediakan energi terintegrasi dari hulu ke hilir di Indonesia. Di Bursa Efek Indonesia, saham perusahaan ini bisa ditemukan dengan kode RAJA. Para pemegang saham publik dan pemangku kepentingan lainnya dapat melihat langsung kinerja keuangan perusahaan secara transparan di website resminya.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 13, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
PGAS
Emiten Syariah

(PGAS) PT Perusahaan Gas Negara Tbk : Berdiri Sejak 1863

by Minsya June 12, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Perusahaan Gas Negara tbk PT menjalankan bisnisnya dengan sebutan Pertamina gas Negara. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari Pertamina yang bergerak dalam bidang gas alam. Untuk memberikan dukungan terhadap aktivitas bisnisnya, perusahaan ini memiliki setidaknya 5703 kilometer pipa distribusi gas alam dan 5073 kilometer pipa transmisi gas.

Mengenal Sejarah Perusahaan PGAS

Perusahaan ini telah memulai sejarahnya sejak tahun 1863 sebagai perusahaan NIGM atau NV Nederlandsch-Indische Gasmaatschappij. Kemudian pada tahun 1879 perusahaan ini mulai menjalankan operasinya sebagai pabrik gas dengan bahan dasar kokas di Surabaya dan Jakarta. Setelah berekspansi ke pembangkit listrik, NIGM berganti nama menjadi OGEM.

Kepanjangan dari OGEM adalah NV Overzeese Gas en Elektriciteitsmaatschappij. Perubahan tersebut terjadi tepatnya pada tahun 1950. Selanjutnya pada tahun 1959, pemerintah indonesia memutuskan untuk menasionalisasi aset yang diperlukan untuk pembangkit listrik serta produk gas di Indonesia termasuk dengan aset dari perusahaan OGEM satu ini.

Setelah adanya keputusan tersebut, di tahun 1961 pemerintah mulai membentuk Direksi Perusahan Listrik Negara (BPU PLN) untuk mengelola perusahaan OGEM sebelumnya. Tahun 1965, usaha produksi gas yang dikelola BPU PLN dipisahkan dan menjadi Perusahaan Negara yang bernama PN Perusahaan Gas Negara dan masih digunakan hingga sekarang.

Jika sebelumnya perusahaan ini menggunakan bahan dasar berupa gas kokas, pada tahun 1974 Perusahaan Gas Negara telah beralih dengan menyalurkan gas alam. Pada tahun 1984, Perusahaan Negara ini diubah menjadi Perusahaan Umum (Perum) dan kemudian mengalami perubahan kembali menjadi Persero yang diresmikan pada tahun 1994.

Di tahun 1998, perusahaan perseroan ini telah berhasil menyelesaikan pembangunan pipa gas alam jarak jauh di sekitaran Gresik-Duri. Untuk membantu kemudahan distribusinya, perusahaan Gas Negara tbk PT inni mendirikan PT Transportasi Gas Indonesia pada tahun 2002 dengan tujuan agar proses pengoprasian jaringan pipa transmisi bisa berjalan dengan baik .

Setelah itu di tahun 2003, perusahaan kembali mengalami keberhasilan dalam melakukan pembangunan pipa transmisi gas bumi Grissik-Batam-Singapore yang dioperasikan juga oleh Transgasindo atau PT Transportasi Gas Indonesia. Setelah mengalami kemajuan, pada tahun 2003 perusahaan ini secara resmi tercatat dalam bursa efek Surabaya dan Jakarta.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

PGAS
https://pgn.co.id/

Tidak hanya berhenti disitu, perusahaan ini terus mengupgrade kinerjanya dan dibuktikan dengan keberhasilan dalam menyelesaikan pembangunan pipa gas bumi Sumatera Selatan-Jawa Barat di tahun 2007. Pembangunan tersebut terdiri dari SSWJ I yang berada di ruas Stasiun Penerima Gas Pagardewa – Bojonegoro dan SSWJ II di ruas Gresik – Muara Bekasi.

Di tahun yang sama perusahan ini juga membentuk PT PGAS Telekomunikasi Nusantara untuk bisa mengoperasikan serta melakukan pemeliharaan terhadap jaringan kabel fiber optic yang dibangun secara bersamaan dengan proses pengoprasian SCADA guna menjaga kehandalan transmisi gas bumi yang ada di kawasan area Gresik – Batam – Singapura.

Bisnis Sektor Hulu HIngga Hilir

Pada tahun 2009, perusahaan kembali membentuk PT PGAS Solution yang bertugas untuk menjalankan bisnis EPC serta Operasi dan Pemeliharaan. Setelah satu tahun kemudian, perusahaan menciptakan PT Nusantara Regas dengan Pertamina untuk menjalankan bisnis regasifikasi gas bumi dan di 2011 juga kembali mendirikan PT Saka Energi Indonesia serta PT Gagas Energi Indonesia.

Kedua perusahaan tersebut dibuat dengan tujuan untuk melakukan bisnis pada sektor hulu hingga hilir gas bumi. Seperti tak ada hentinya, perusahaan ini mendirikan PT PGN LNG Indonesia guna melakukan bisnis pengadaan dan gasifikasi LNG. Untuk menjalankan bisnis manajemen kekayaan, manajemen properti dan layanan ketenagakerjaan dibentuklah suatu perusahaan.

Perusahan yang dibentuk pada tahun 2014 tersebut bernama PT Permata Graha Nusantara. Pada tahun 2015, perseroan ini mengalami keberhasilan dalam menyelesaikan proses pembangunan pipa transmisi gas bumi Kalija I dengan panjang 210 km mulai dari Blok Kepodang sampai ke PLTG Tambak Lorok Semarang melalui PT Kalimantan Jawa Gas.

Pemerintah secara resmi mengalihkan saham mayoritas di Perusahaan Gas Negara tbk PT ini kepada Pertamina dengan tujuan untuk bisa mendirikan perusahaan induk minyak dan gas milik Negara pada April tahun 2018. Kemudian di Desember 2018, perusahaan ini juga mengakuisisi mayoritas saham yang sebelumnya dimiliki oleh PT Pertamina Gas.

Pada Desember 2021, perusahaan mulai mengumumkan akan menjalankan bisnis dengan sebutan sebagai Pertamina Gas Negara untuk bisa memperkuat posisinya sebagai bagian dari pertamina. Selanjutnya, anda perlu mengetahui jenis bisnis yang dilakukan oleh perusahaan ini agar bisa memahaminya dengan baik dan benar berbagai usahanya.

Jenis Bisnis yang Dijalankan oleh PGAS

Bisnis yang dijalankan oleh perusahaan ini terbagi menjadi 3 kategori utama yaitu distribusi dan niaga gas bumi, produksi minyak dan gas bumi serta transmisi gas bumi. Berjalannya bisnis distribusi dan transmisi gas bumi merupakan penyumbang terbesar bagi pendapatan perusahaan. Sedangkan produksi gas bumi hanya menghasilkan 10,3 juta barel setara minyak.

Untuk melakukan pengawasan operasi transmisi dan distribusi, PGN membagi bisnisnya menjadi 4 area fokus yaitu Distribusi regional I meliputi wilayah dari Sumatera Selatan, Lampung sampai Jawa Barat (termasuk Jakarta). Distribusi wilayah II meliputi wilayah sekitaran yang ada di Jawa Timur, wilayah Semarang, wilayah Tarakan dan wilayah Sorong. 

Distribusi Regional III untuk Sumatera Utara, Riau (Pekanbaru dan Dumai) serta Kepulauan Riau (Batam). Terakhir terdapat Transportasi regional meliputi jaringan transportasi gas bumi di Sumatera Selatan, Lampung serta Jawa Barat. PGN juga aktif di ruang gas alam cair (LNG), dimana perusahaan memiliki unit penyimpanan serta gasifikasi LNG terapung yang disebut FSRU Lampung. 

FSRU Lampung diselesaikan oleh Hoegh LNG Norwegia pada tahun 2014, dimana PGN menyewakan FSRU Lampung pada Hoegh LNG selama 20 tahun setelah beroperasi dengan biaya sewa harian sekitar US$200.000. FSRU Lampung mempunyai kapasitas penyimpanan LNG sebesar 170.000 M3 dan kapasitas gasifikasi sebesar 240 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD). 

Namun hingga akhir tahun 2014, FSRU Lampung hanya membantu menyalurkan 2 kargo LNG dan 1 kargo pada tahun 2015. Rendahnya utilisasi FSRU Lampung disebabkan PLN sebagai pelanggan utama tidak dapat mencapai kesepakatan hanya dengan PGN untuk memperbaiki harga sewa Lampung ke FSRU dalam proses perpanjangan kontrak. 

Hingga tahun 2019, PLN memutuskan untuk memakai FSRU Lampung hanya ketika kebutuhan gas dari pembangkit meningkat tajam serta infrastruktur yang ada tidak dapat melayaninya. PGn ini telah mengoperasikan jalur pipa distribusi gas untuk memberikan suplai gas bumi pada pembangkit listrik, Industri, usaha komersial mencakup hotel, restoran dan sebagainya.

Dalam rapat dengar pendapat Komisi VII DPR RI pada 14 Maret 2018, Asisten Menteri BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, serta Media Fajar Harry Sampurno mengatakan, isu FSRU Lampung menyebabkan pendapatan Perusahaan Gas Negara Tbk PT tahun 2017 turun tajam menjadi U$ 143,1 juta, dibandingkan dengan U$ 838 juta pada tahun 2012. 

Kode saham dari Perusahaan Gas Negara ini adalah PGAS. Pemerintah mulai menjual saham PGN ini sejak tahun 2003. Perusahaan ini mampu mendapatkan pernyataan efektif IPO dengan nominal Rp 1.296.296.000 kepada publik. Berdasarkan hal tersebut juga diketahui bahwa saham PGAS telah tercatat dalam bursa efek indonesia pada 15 Desember 2003.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 12, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
akr corporindo
Emiten Syariah

Sejarah dan Profil PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

by Minsya June 9, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Perusahaan AKR Corporindo Tbk PT (AKRA) ialah perusahaan yang menyediakan jasa solusi rantai yang terintegrasi. Perusahaan ini termasuk ke dalam deretan perusahaan swasta terbesar di Indonesia pada bidang bahan kimia dasar serta bahan bakar. Untuk mengetahui sejarah dan profil dari perusahaan AKRA, simak informasi di bawah ini.

Sejarah dari Perusahaan AKR Corporindo

AKR Corporindo Tbk atau disingkat sebagai AKRA didirikan pada tanggal 28 November 1977 di Surabaya. Namun, sebelumnya, perusahaan ini sudah memulai sejarahnya sebagai kegiatan bisnis perdagangan kimia dasar pada 1960. Diberi nama PT Aneka Kimia Raya, perusahaan tersebut sudah memulai kegiatan usaha komersialnya pada Juni 1978.

AKRA membuat tangki penyimpanan kimia dasar beserta gudang di beberapa pelabuhan Indonesia pada 1980. Kemudian, perusahaan ini resmi menguasai Bursa Efek Indonesia pada 3 Oktober 1994. Tidak sampai situ, perusahaan ini semakin mengepakkan sayapnya dengan mengubah namanya menjadi seperti sekarang yaitu AKR Corporindo dan tidak hanya berbisnis di bidang perdagangan bahan kimia pada 23 September 2004.

Sayap AKRA semakin terbuka lebar ditandai dengan mengakuisisi sebagian besar saham pabrik sorbitol yang dimiliki oleh Khalista dan Sorini. Kemudian, perusahaan ini berhasil ditetapkan sebagai perusahaan swasta nasional pertama yang mendistribusikan Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di Indonesia tepatnya pada tahun 2005.

AKRA terus mencetak sejarahnya dengan mengakuisisi beberapa pelabungan sungai di Tiongkok di tahun 2006. Perusahaan ini membeli kapal pengangkut BBM pertamanya yaitu SPOB AKRA-10. Di tahun 2010, perusahaan tersebut dinobatkan sebagai perusahaan swasta nasional pertama yang memperdagangkan BBM bersubsidi di Indonesia.

Disebut sebagai pertama yang mendistribusikan BBM bersubsidi di Indonesia, karena perusahaan ini mengoperasikan SPBKB arau Stasiun Pengisian BBM Kendaraan Bermotor serta SPBN atau Stasiun Pengisian BBM Nelayan. Berlanjut pada bulan April 2010, perusahaan ini mulai mengoperasikan fase 1 dari terminal tangki BBM.

Pengoperasian fase 1 dari terminal tangki penyimpanan BBM dilakukan melalui PT Jakarta Tank atau JTT yang didirikan dengan Vopak. Kegiatan ini dilakukan tepatnya di Tanjung Priok. Kemudian, pada 2013, AKRA mengembangkan JIIPE atau Java Integrated Industrial and Port Estate dengan Pelindo III.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

akr corporindo
https://www.akr.co.id/akr-retail-petroleum

Perlu diketahui, JIIPE ialah yang mengintegrasikan wilayah industri dengan pelabuhan laut dalam tepatnya di Gresik. AKRA membuat perjanjian joint venture di tahun 2016 untuk memperdagangkan avtur. Di 2017, BP plc bekerja sama dengan AKRA untuk mendistribusikan BBM di Indonesia.

AKRA juga memperdagangkan pelumas dari Castrol dan mendivestasi Pelabuhan Guigang, Tiongkok. Tidak sampai situ, perusahaan ini telah ditetapkan sebagai P3JBT yaitu Pelaksana Penyediaan dan Pendistribusian Jenis BBM Tertentu selama 5 tahun lamanya. AKR Corporindo Tbk PT juga melelang lahan pabrik sorbitol milik Khalista di Tiongkok dan menjalankan proyek pengembangan fase 2A.

AKR Corporindo Tbk PT diresmikan sebagai SPBU BP AKR pertama di Indonesia tepatnya di Delatinos, Serpong. Perusahaan ini juga menyerahkan sejumlah lahan 103 hektar di JIIPE kepada perusahaan Freeport Indonesia untuk digunakan sebagai lokasi smelter. Melalui PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera, AKRA dan PT Waskita Bumi Wira membuat nota kesepahaman tentang pembangunan jalan tol akses JIIPE.

AKR Corporindo Tbk PT (AKRA) membuka terminal avtur Air BP-AKR pertama yang ada di Indonesia tepatnya di Morowali. BP-AKR serta Citinine membuat kesepakatan untuk mendirikan SPBU DODO di Jawa Timur. Dengan Petronas Chemicals Group, AKRA membangun sebuah perusahaan patungan untuk digunakan sebagai tempat mendistribusikan bahan kimia di Indonesia.

Induk usaha terakhir serta induk usanya ialah PT Arthakencana Rayatama. Perusahaan ini ialah bagian dari kelompok usaha milik keluarga Soegiarto serta haryanto Adikoesoemo. Perusahaan inilah yang memegang saham sebesar 5% atau lebih dari AKR Corporindo Tbk. Di akhir 2020 perusahaan ini memiliki 13 kantor cabang dengan 20 fasilitas penyimpanan yang tersebar di penjuru Indonesia.

Bisa disimpulkan bahwa AKR Corporindo Tbk PT (AKRA) berkecimpung di sektor perdagangan, pelayanan, dan penanaman modal. Adapun sub sektornya yaitu pendistribusian barang tahan lama dan tidak tahan lama atau Wholesale (Durable and Nondurable Goods), seperti bahan bakar minyak, bahan bakar kimia, pelumas, dan logistik.

Perdagangan AKRA

Dua produk utama yang didistribusikan oleh AKRA ialah bahan bakar minyak serta bahan-bahan kimia dasar. Seperti yang telah dijelaskan bahwa perusahaan ini dinyatakan sebagai perusahaan swasta nasional pertama yang mendistribusikan bahan bakar non-subsidi. Hal ini tepatnya setelah pemerintah Indonesia meregulasikan sektor minyak dan gas.

AKR Corporindo Tbk PT meningkatkan jaringan logistiknya guna mendukung pendistribusian bahan bakar kepada para konsumennya khususnya di bidang industri bunker, listrik, serta pertambangan. Adapun fasilitas-fasilitas yang dimilikinya berupa terminal tank berkapasitas lebih dari 450,000 kiloliter yang tersebar di Indonesia. Lokasi-lokasi tersebut yaitu Kalimantan, Medan, Lampung, Surabaya, Jakarta, serta Semarang.

Perusahaan ini juga memperdagangkan bahan-bahan kimia dasar yakni bahan-bahan kimia pelarut, chloro-alkali, kimia organik maupun anorganik. Bahan-bahan kimia dasar ini digunakan oleh mayoritas perusahaan khususnya consumer goods, kaca dan tekstil. Jaringan ritelnya juga berkembang menjadi 31 SPBKB serta SBPN di 6 provinsi.

Adapun 6 lokasi SPBN dan SPBKB berada di Lampung, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur serta Sulawesi Selatan. Alokasi yang diberikan kepada perusahaan ini yaitu 267.892 kiloliter pada tahun 2013. Hal inilah yang meningkatkan volume bahan bakar bersubsidi menjadi 160% dari tahun 2012.

Jasa Logistik AKRA

AKR Corporindo Tbk PT (AKRA) juga menyediakan infrastruktur serta distribusi logistik di Indonesia maupun Republik Rakyat Tiongkok. Hal ini ditawarkan kepada pihak ketiga penyedia jasa dan manajemen kargo massal di berbagai pelabuhan besar Indonesia. Perusahaan ini juga menyediakan tangki-tangki penyimpanan, truk-truk, serta gudang bagi pihak ketiganya yang ada di Indonesia.

Melalui UEPN atau PT Usaha Era Pratama Nusantara, AKR Corporindo telah menanamkan modalnya pada peralatan-peralatan pelabuhan, yakni rubber Tyred Gantry dan Harbor Mobile Cranes di Pelabuhan Surabaya. Hal ini untuk menyediakan jasa buruh pelabuhan kepada pihak ketiga konsumennya.

Manufaktur AKRA

Anak perusahaan AKRA, Khalista memanufaktur sorbitol dari kanji. Sorbitol ialah bahan mentah yang digunakan untuk membuat pasta gigi, pemanis rendah kalori, dan obat-obatan di berbagai produk makanan. Kapasitas produksi totalnya ialah 120.000 MT per tahunnya. Produk-produk derivatif lain yang diproduksi yaitu glukosa, maltitol, dan hydrogenated maltose.

Pertambangan dan Perdagangan Batu Bara

AKR Corporindo juga memiliki saham dari Anugrah di Barito Utama, Kalimantan Tengah yang bergerak di bidang pertambangan batubara. Perusahaan ini memproduksi batubara kalori menengan yang dipasarkan kepada para konsumen wilayah Asia. AKR (Guangxi) Coal Trading Co Ltd (AGCT), anak perusahaannya menjalankan usaha pertambangan batu baranya, seperti pengangkutan serta pelabuhan sungai di Kalimantan.

Itulah informasi mengenai sejarah dan profil dari AKR Corporindo Tbk PT (AKRA). Dapat diketahui bahwa perusahaan ini berasal dari perusahaan kecil yang terus mengalami perkembangan hingga kini. Adapun sektor bisnisnya berkecimpung pada bahan bakar minyak, pelumas, bahan bakar kimia, batu bara, logistik, dan pengelolaan kawasan industri.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 9, 2023 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG