Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - Saham Pemula - Page 35
Category:

Saham Pemula

support dan resistance
Saham Pemula

2 Cara Mudah Bikin Support dan Resistance Sebelum Trading Saham

by Minsya October 11, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Memahami beberapa hal terkait pasar modal menjadi hal yang penting jika ingin membeli saham untuk pemula. Salah satunya yaitu mengenai konsep support dan resistance yang paling sering didiskusikan dalam analisis teknikal. Apa sebenarnya support dan resistance dalam dunia investasi saham ? Yuk simak.

Mengenal Istilah Support dan Resistance

Jika diartikan secara harfiah, support yaitu dukungan dan resistance adalah perlawanan. Dalam dunia saham, support ini merupakan garis di bawah chart yang menjadi titik harga terendah pada suatu waktu. Support tersebut bertindak seakan ada ada yang menjaga agar harga saham tidak sampai jatuh lebih dalam.

Jadi ketika harga saham menyentuh support, maka harganya seperti memantul kembali ke atas. Harga akan turun ke bawah sampai menemukan titik support baru apabila support sebelumnya tertembus atau breakdown. Dengan kata lain, itu adalah waktu yang tepat untuk membeli saham. Sebab harga saham tidak bisa lebih rendah lagi ketika sudah mencapai titik support ini.

Sementara resistance biasanya dipakai untuk strategi menjual. Sebab resistance merupakan kebalikan dari support, yaitu titik tertinggi yang tidak bisa ditembus pergerakan harga yang naik. Jika sudah mencapai batas atas harga saham tersebut, maka saham tidak akan bisa lagi mengalami kenaikan harga. Itu berarti saat yang tepat bagi anda untuk menjual saham yang dimiliki.

Bagi anda yang membeli saham untuk pemula, perlu dipahami bahwa dua keadaan tersebut hanya berlaku untuk harian. Jadi hari esok mungkin keadaan support dan resistance bisa berbeda lagi. Analogi mengenai konsep ini bisa dilihat dalam kehidupan sehari hari. Sebagai contoh, sepasang sepatu dijual seharga Rp. 200.000 pada sebuah marketplace.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

support dan resistance

Suatu hari, harga sepatu tersebut turun menjadi Rp. 150.000 dan beberapa hari kemudian harganya kembali normal ke Rp. 200.000. Kondisi ini tentu membuat anda akan berpikir bahwa Rp. 150.000 adalah harga terbaik yang bisa diperoleh. Jadi Rp. 150.000 inilah yang menjadi titik support untuk menjaga supaya harga tidak semakin turun.

Sementara untuk resistance contohnya yaitu harga bawang merah mencapai harga tertingginya di pasar pada bulan Ramadhan, yakni Rp. 80.000 per kilonya. Anda tentu ingin harga semakin naik jika menjadi pedagang. Namun karena kondisi pasar tidak memadai, maka anda akan berpikir bahwa Rp. 80.000 tersebut adalah harga terbaik untuk menjual bawang merah.

Jadi fungsi dari support dan resistance yaitu sebagai indikator atau sebagai alat konfirmasi pergerakan harga saham. Ini menjadi salah satu cara trader dalam menaksir tingkat harga saat ini serta memproyeksikan pergerakannya di masa depan. Namun pergerakannya harus selalu diperhatikan karena dapat terus mengalami perubahan. Dimana titik harga terendah dan harga tertinggi setiap harinya tidak selalu sama.

Cara Menentukan Titik Support dan Resistance

1. Menggunakan Garis Horizontal

Mengetahui cara membaca grafik adalah hal penting ketika belajar saham untuk pemula. Dalam hal ini jangan lupa mempelajari cara membaca garis garisnya, karena anda memerlukannya untuk menentukan titik support dan resistance. Adapun cara pertama yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan garis horizontal.

Tarik dari ujung ke ujung garis horizontal dan letakkan di tengah tengah sehingga membentuk pola yang simetris antara atas dan bawah. Jika sudah, nantinya anda bisa melihat lebih jelas titik support dan titik resistance. Titik terendah merupakan harga saham yang paling kecil, dan titik tertinggi adalah harga saham yang paling besar. Dimana pergerakan tersebut akan menjadi bayangan di hari berikutnya.

2. Menggunakan Garis Diagonal

Selain menggunakan garis horizontal, anda juga dapat menggunakan garis diagonal. Yaitu dengan menarik garis diagonal dari harga titik terendah ke harga titik tertinggi. Setelah itu anda bisa melihat dengan jelas titik support dan resistance. Penggunaan garis horizontal dan diagonal ini adalah teknik yang paling sederhana, sehingga dapat diandalkan ketika membeli saham untuk pemula.

Memahami support dan resistance akan sangat membantu anda ketika bertransaksi saham. Jadi sebaiknya anda mempelajari hal ini terlebih dahulu sebelum benar benar membeli saham. Selain itu, analisis fundamental tentu tetap dibutuhkan demi memperoleh sinyal masuk dan keluar. Anda dapat mengkombinasikan kedua metode analisis untuk membantu membaca sekaligus mengantisipasi sentimen pasar.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 11, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Buyback Saham
Saham Pemula

Kenali 5 Tujuan Buyback Saham dan Dampaknya pada Investor

by Minsya October 10, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Bagi anda yang sedang mempelajari saham untuk pemula, mengenal berbagai istilah terkait investasi saham memang menjadi hal yang penting. Salah satunya yaitu buyback saham yang cukup sering terjadi di pasar modal. Oleh karena itu, yuk ketahui lebih lanjut apa itu buyback saham ini serta apa dampaknya bagi para investor.

Pengertian Buyback Saham

Untuk para investor yang sudah lama terjun ke pasar modal, tentu buyback saham bukan hal yang baru. Secara teknis, buyback ini merupakan kegiatan pembelian kembali saham yang telah beredar di publik. Jadi perusahaan akan menginvestasikan dananya untuk membeli saham perusahaannya sendiri yang ada di publik, guna mengurangi jumlah saham yang tersedia di pasar terbuka.

Dan bukan tanpa alasan perusahaan melakukan buyback tersebut. Jumlah saham yang berkurang di publik diharapkan dapat meningkatkan permintaan terhadap harga lebih rendah. Selain itu, proses ini akan membantu perusahaan dalam meningkatkan metrik keuangan mereka dengan dominasi total saham yang ada.

Undang Undang Perseroan Terbatas (UUPT) pasal 37 ayat 1 telah mengatur ketentuan mengenai buyback saham tersebut. Anda yang belajar saham untuk pemula tentu perlu setidaknya mengetahui garis besarnya. Dimana buyback dapat dilakukan dengan beberapa ketentuan.

Yaitu pembelian kembali saham tidak akan menyebabkan kekayaan bersih perseroan menjadi lebih kecil dari jumlah modal dan cadangan wajib. Dan jumlah nilai nominal seluruh saham yang dibeli kembali ini tidak melebihi 10%, dari jumlah modal yang ditempatkan dalam perseroan. Jadi perlu dipahami bahwa buyback saham tidak akan menyebabkan pengurangan modal.

Adapun metode yang dilakukan untuk buyback saham atau saham treasury ini yaitu dengan open market repurchase atau tender offer. Open market repurchase yaitu ketika perusahaan membeli saham melalui perantara pialang dan membayar sejumlah komisi. Sementara tender offer dilakukan dengan mengumumkannya ke pemegang saham dengan harga serta periode yang telah ditentukan.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Buyback Saham

Tujuan Buyback Saham

1. Mengurangi Likuiditas Saham di Pasar

Terdapat beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan ketika melakukan buyback saham. Yang pertama yaitu mengurangi likuiditas saham di pasar. Sebab jika jumlah saham yang beredar terlalu banyak, maka harga dari saham pun menjadi lebih sulit meningkat bila dibandingkan dengan saham yang jumlahnya tidak terlalu banyak. Itulah sebabnya perusahaan melakukan transaksi buyback.

2. Meningkatkan Rasio Keuangan

Selain mengurangi likuiditas saham di pasar, transaksi buyback saham juga dapat meningkatkan rasio keuangan perusahaan. Karena transaksi ini akan berpengaruh terhadap semakin sedikitnya saham yang beredar dibandingkan jumlah buyback. Sehingga semakin sedikit peredaran saham, maka rasio earning per share (EPS) akan semakin meningkat nilainya.

3. Mempersiapkan Cadangan Modal

Ketika mempelajari saham untuk pemula, anda juga perlu tahu bahwa perusahaan tengah mempersiapkan cadangan modal saat mereka memutuskan melakukan transaksi buyback. Dimana saham hasil dari buyback tersebut akan menjadi saham treasury yang disimpan oleh perusahaan. Kemudian saham akan dijual kembali ketika harganya mengalami tren kenaikan sehingga perusahaan dapat memperoleh keuntungan.

4. Sebagai Dividen

Dividen yang diberikan kepada para pemegang saham umumnya dapat berupa berbagai bentuk. Tidak hanya dividen tunai, namun investor juga bisa menerima dividen saham. Dan hal tersebut akan menambah komposisi saham yang dimiliki oleh pemegang saham. Biasanya saham yang diberikan sebagai dividen adalah saham treasury yang sudah tersedia.

5. Memberikannya ke Karyawan

Bukan hanya sebagai dividen, perusahaan terkadang secara khusus melakukan buyback kemudian mengalokasikannya sebagai bonus untuk karyawan. Hal tersebut dilakukan untuk menghargai loyalitas karyawan di level tertentu. Sehingga perusahaan memberikan saham supaya karyawan tersebut dapat menjadi bagian dari pemegang saham.

Tujuan Buyback Saham

Apabila anda berencana menjadi seorang investor dan kini sedang belajar saham untuk pemula, maka perlu mengetahui dampak buyback saham pada para investor. Dan ternyata transaksi buyback bukan hanya memberikan dampak positif pada perusahaan saja, melainkan pula bagi investor.

Karena proses buyback membuat transaksi jual beli saham menjadi lebih mudah serta transaksi harian meningkat. Nilai saham dari para investor pun mengalami peningkatan, meskipun harga jual saham ke pasar reguler menjurus naik hanya pada level tertentu sesuai kebijakan perusahaan terkait buyback.

Jadi, sudah tidak bingung lagi bukan dengan buyback saham ? Ketika anda terjun ke pasar modal, nantinya anda mungkin akan sering mendengar istilah tersebut. Sebab ada banyak perusahaan yang melakukan transaksi buyback ini. Anda pun tidak perlu khawatir, karena buyback tidak mengakibatkan dampak yang negatif terhadap investor.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 10, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
tips beli saham
Saham Pemula

6 Tips Beli Saham untuk Pemula Supaya Tetap Untung

by Minsya October 9, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Investasi menjadi salah satu cara yang dapat ditempuh untuk memperoleh pendapatan pasif dan sebagai bekal di masa depan. Dimana saat ini ada banyak orang mencoba melakukan investasi saham. Jika anda tertarik bergabung di pasar modal, berikut tips beli saham untuk pemula yang dapat diterapkan supaya tetap untung dan tidak sampai merugi.

Tips Beli Saham Bagi Investor Pemula

1. Memastikan Legalitas dan Kualitas

Sebelum membeli saham dari emiten, sebaiknya anda memastikan terlebih dahulu apakah perusahaan tersebut telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia. Selain itu, anda yang mencari saham syariah juga harus memastikan apakah sekuritas telah disetujui oleh DSN-MUI (Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia).

Kemudian jangan lupa mencari tahu terkait latar belakang perusahaan, pemegang saham, serta manajemen perusahaan tersebut. Cermati seperti apa sepak terjang emiten di pasar modal dan apakah pernah terkena kasus besar atau tidak. Sehingga nantinya anda dapat melihat apakah sekuritas sesuai dengan profil anda, sebelum membeli sahamnya.

2. Memilih Posisi Trader atau Investor

Tips beli saham untuk pemula berikutnya yaitu dengan memilih posisi trader atau investor. Apabila anda mengharapkan keuntungan dari investasi jangka pendek, maka anda dapat memutuskan untuk menjadi trader. Adapun keuntungannya nanti diperoleh dari selisih harga jual dikurangi harga beli.

Sementara anda yang ingin melakukan investasi jangka panjang, dapat memilih menjadi investor. Sehingga anda dapat mengambil keuntungan di waktu yang cukup lama, baik melalui capital gain maupun dividen yang dibagikan oleh perusahaan. Tentunya anda perlu melihat dari segala sisi dan pikirkan secara hati hati sebelum memutuskan hal ini.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

tips beli saham
pixabay.com

3. Memperhatikan Biaya Transaksi

Ketika ingin membeli saham, perlu diketahui terlebih dahulu bahwa sekuritas memperoleh pendapatan utama dari nasabah melalui beban atau fee transaksi. Dimana saat ini beban beli-jual sekuritas berada pada rentang 0,15%-0,25% hingga 0,25%-0,35%. Itu berarti nasabah akan dibebankan fee beli 0,15% dari nilai saham untuk yang beban transaksinya rendah.

Sementara untuk fee jual dibebankan 0,25% dari nilai saham yang dijual. Jadi sebaiknya anda memperhatikan hal ini terlebih dahulu. Akan lebih baik apabila memilih sekuritas dengan menyesuaikannya terhadap kebutuhan anda. Bagi saham untuk pemula, ada baiknya cari yang membebankan biaya paling murah dalam rangka belajar investasi.

4. Perhatikan Fasilitas yang Ditawarkan

Fasilitas transaksi sekuritas saat ini ada banyak sekali macamnya. Jadi tidak ada salahnya memperhatikan hal tersebut sebelum membeli saham. Dengan begitu, anda akan merasa lebih nyaman dan mudah saat harus berinvestasi ke depannya. Dalam hal ini, beberapa sekuritas telah menghadirkan fasilitas seperti aplikasi online, web, dan mobile.

Dimana masing masing mempunyai kelebihan serta kekurangannya tersendiri. Secara umum, aplikasi web adalah yang paling standar dari setiap versi, aplikasi mobile cenderung lebih sederhana, dan aplikasi online biasanya adalah versi yang paling lengkap. Anda bisa memilih platform yang paling sering digunakan atau pilih sekuritas yang mempunyai seluruh fasilitas transaksi tersebut.

5. Pilih Saham dengan Indeks IDX30 dan LQ45

Pada BEI (Bursa Efek Indonesia) ada yang namanya indeks saham. Indeks saham tersebut berguna sebagai ukuran statik perubahan gerak saham, yang mana pengelompokannya dilakukan dengan kriteria tertentu. Jika ingin memperoleh keuntungan yang menjanjikan, maka disarankan memilih saham dengan indeks IDX30 dan LQ45.

Kedua indeks saham tersebut mempunyai fundamental perusahaan yang baik serta likuiditas cukup tinggi. Biasanya saham yang termasuk pada indeks unggulan ini disebut dengan istilah blue chip. Bagi anda yang mencari saham untuk pemula berbasis syariah, bisa juga dengan mengecek JII (Jakarta Islamic Index) yang merupakan indeks saham syariah.

6. Hindari Hutang (Margin)

Maraknya masyarakat yang berbondong bondong melakukan investasi saham mungkin membuat anda ingin segera ikut melakukannya. Namun sebaiknya jangan terlena untuk melakukan investasi apabila sedang tidak memiliki modal.

Dan jangan jadikan hutang sebagai solusi supaya dapat bermain saham. Karena ini justru akan menimbulkan risiko dan membuat anda tidak kunjung memperoleh keuntungan.

Demikian beberapa tips beli saham yang dapat diberikan apabila anda berencana terjun ke pasar modal dan melakukan investasi saham. Sebagai pemula, sebaiknya jangan membeli saham secara asal. Namun penting untuk mempelajari bagaimana cara investasi yang baik terlebih dahulu. Kemudian mulai dengan investasi yang ringan dan saham yang sudah terjamin potensinya.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 9, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Spekulasi
Saham Pemula

Spekulasi – Istilah dan Pandangan Islam Terhadap Transaksi Saham

by Minsya October 7, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Spekulasi?

Saham itu Judi, Saham itu Spekulasi benarkah demikian?

Secara umum, masyarakat yang ingin berinvestasi dalam jangka panjang biasanya memilih instrumen saham di pasar modal. Tapi, tidak sedikit dari investor saham yang hanya menahan sahamnya dalam beberapa saat saja, yang kemudian saham tersebut dijual kembali saat ia melihat adanya margin.

Dalam istilah dunia saham, investasi dalam jangka pendek disebut dengan trading saham dan orang yang melakukan trading saham disebut dengan trader. Tapi dengan adanya trading saham, tidak menutup kemungkinan adanya tindakan-tindakan yang lebih mengarah pada spekulasi. Lalu, apa bedanya investor, trader dan spekulan?

Perbedaan yang paling mendasar diantara ketiganya adalah cara menganalisa harga saham.  Dalam menganalisa saham, investor menggunakan analisa fundamental, trader menggunakan analisa teknikal dan spekulan hanya berspekulasi atau hanya menebak tanpa menggunakan analisa baik teknikal ataupun fundamental.

Spekulasi dalam Saham

Spekulasi merupakan tindakan yang dilakukan oleh orang yang ingin “cepat kaya” dengan cara mendapat keuntungan dengan cara yang mudah tanpa memperdulikan pihak yang dirugikan. Lalu mengapa Islam melarang adanya tindakan spekulasi dalam transaksi jual beli saham?

Jawabannya adalah karena spekulasi merupakan tindakan yang dilarang dalam Islam. Spekulasi termasuk kedalam kategori gharar atau maysir. Kenapa spekulasi termasuk pada gharar dan juga maysir? apakah gharar dan maysir merupakan dua kata yang sama artinya?

Secara harfiah, gharar dan maysir mempunyai arti yang berbeda. Gharar artinya “ketidak jelasan dalam transaksi” sedangkan maysir adalah “mendapat keuntungan secara instan atau mudah seperti judi”. Dapat disimpulkan bahwa setiap maysir adalah gharar, namun belum tentu gharar itu maysir.

Bagaimana? dapat dipahami? agar dapat dipahami, kita ambil perumpamaan jual beli anak kambing yang masih dalam kandungan induknya. Apakah itu termasuk gharar dan maysir? tentu tidak. Transaksi jual beli tersebut hanya termasuk gharar, tidak termasuk maysir.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Spekulasi
pixabay.com

Nah untuk perumpamaan gharar yang juga maysir adalah spekulasi yang sedang kita bahas ini. Kita dapat melihat unsur gharar dalam spekulasi pada sisi ketidak jelasan mengenai apa yang akan terjadi, entah untung atau rugi karena para spekulan hanya mengandalkan tebak-tebakan tanpa memikirkan risiko kedepannya.

Sedangkan unsur maysir dapat kita lihat dari cara spekulan mendapatkan keuntungan dengan mengandalkan sistem gambling seperti judi yang hanya memikirkan keuntungan diri sendiri tanpa memperdulikan kerugian orang lain. 

Gharar dan Maisyir Dilarang

Kita sudah tahu bahwa transaksi gharar  dan maysir merupakan dua diantara transaks-transaksi yang dilarang dipraktikkan dalam lembaga keuangan syariah. Larangan tersebut diperkuat oleh fatwa DSN/MUI no. 135 tahun 2020 tentang Saham.

Bagaimana tidak dilarang? Para spekulan melakukan spekulasi dalam transaksi saham dengan melihat harga saham tanpa pengetahuan dan analisa yang jelas, seperti analisa teknikal ataupun analisa fundamental. Melainkan hanya dengan mengandalkan perkiraan atau dugaan semata. 

Jika melakukan spekulasi seperti itu, lalu apa bedanya jual beli saham dengan judi? jika dalam judi dijanjikan keuntungan yang besar namun kecil kemungkinan terjadi, begitupun dengan tindakan spekulasi. Hanya dijanjikan keuntungan yang besar, padahal risiko kerugian yang terjadi akan jauh lebih besar.

Risiko Spekulasi

Berbicara mengenai risiko, memang, transaksi saham tanpa ada tindakan spekulasipun tidak terlepas dari risiko, namun tentunya terdapat perbedaan antara risiko dalam investasi dan risiko dalam spekulan.

Dalam investasi, risiko dapat diatasi dengan cara berhati-hati dan lebih selektif saat akan menentukan saham yang akan dibeli, dengan cara analisa saham. Sedangkan dalam spekulasi, kemungkinan terjadinya risiko akan lebih besar karena tidak didasari pengetahuan analisa dan hanya menggunakan sistem gambling dengan mengandalkan tebakan atau dugaan semata.

Jadi, tidak menutup kemungkinan banyak pihak yang merasa dirugikan karena adanya tindakan spekulasi tersebut. Sebagaimana dikatakan dalam kaidah,

لَاضَرَرَوَلَاضِرَارَ

“Jangan melakukan sesuatu yang berbahaya (merugikan) dan menimbulkan bahaya bagi
orang lain (merugikan) dan jangan dirugikan”

Setelah melihat uraian mengenai spekulasi, kita menjadi tahu bahwa tujuan dari investasi, trading dan spekulasi adalah keuntungan.

Namun yang membedakan adalah dalam investasi dan trading mendapatkan keuntungan dengan cara menggunakan analisa fundamental dan teknikal, spekulan mengharapkan keuntungan yang besar dalam waktu yang singkat hanya berbekal dugaan atau asumsi dengan menyampingkan analisa. Jadilah investor yang  bijak yang terhindar dari tindakan spekulasi. 

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 7, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Jenis Dividen
Saham Pemula

5 Jenis Dividen Dalam Perusahaan, Salah Satunya Dividen Saham!

by Minsya October 6, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Ketika mempelajari saham untuk pemula, anda pasti akan menemukan banyak jenis dividen. Istilah tersebut merujuk pada keuntungan yang dapat diperoleh oleh investor ketika membeli suatu saham. Jadi keuntungan investasi saham memang bukan hanya berasal dari capital gain (harga jual saham dikurangi harga beli) saja. Lebih lanjut mengenai dividen dapat disimak pada ulasan berikut.

Pengertian Dividen

Bila diartikan secara harfiah, dividen merupakan pembagian laba dari perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang saham berdasarkan jumlah saham yang mereka miliki. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dividen ini diartikan sebagai pendapatan perusahaan atau bagian laba yang besarkan telah ditetapkan oleh dewan direksi.

Kebijakan mengenai dividen tersebut menjadi keputusan yang disahkan bersama dan dibagikan melalui rapat bersama para pemegang saham atau RUPS. Jadi, sederhananya dividen berarti imbalan dari perusahaan kepada para pemegang saham. Bisa dibilang bahwa dividen ini adalah salah satu bentuk keuntungan yang akan diterima ketika anda berinvestasi pada saham.

Jenis Dividen

Dalam mempelajari saham untuk pemula, umumnya terdapat beberapa jenis dividen yang dapat dibayarkan oleh perusahaan sesuai persetujuan dalam rapat umum setiap pemegang saham. Berikut adalah jenis jenis dividen yang perlu anda ketahui dan paling sering diterapkan berbagai perusahaan.

1. Dividen Tunai

Sesuai dengan namanya, dividen tunai adalah keuntungan yang dibagikan oleh perusahaan kepada para pemegang saham dalam bentuk cash atau uang tunai. Jenis ini bisa dibilang merupakan pembagian dividen yang paling sering diterapkan. Karena prosesnya lebih mudah dan para pemegang saham pun sangat menyukai pembagian dengan jenis ini.

Sebab mereka bisa langsung memperoleh keuntungan dalam bentuk uang tunai. Terlebih perusahaan terkadang dapat membayar dividen sebanyak 2 sampai 4 kali dalam satu tahun. Dimana pembagian ini bergantung pada periodenya dan diambil dari keuntungan yang ditahan oleh perusahaan. Sekadar informasi, dividen tunai nantinya akan dikenai pajak sesuai ketentuan.

Baca Juga : Belajar Saham Syariah Gratis, Ini Caranya!

Jenis Dividen

2. Dividen Saham

Selain dividen tunai, jenis dividen saham untuk pemula juga penting dipahami. Sebab jenis ini termasuk banyak dilakukan oleh perusahaan. Jadi perusahaan membagikan keuntungan dalam bentuk saham untuk para investornya. Jika diperhatikan, dividen saham tersebut mirip seperti rekapitulasi perusahaan atau penyusunan ulang modal perusahaan.

Akan tetapi pada prosesnya tidak sampai mengurangi jumlah kepemilikan dari para pemilik saham. Justru para pemilik saham akan mendapatkan tambahan jumlah saham sebagai bentuk dividen, alih alih uang tunai. Namun ada pula yang membagikan dividen dalam bentuk uang tunai sekaligus saham. Dan hal tersebut tentunya akan sangat menguntungkan bagi para pemegang saham.

3. Dividen Properti

Meski cukup jarang dilakukan karena proses pembagiannya yang relatif tidak mudah, namun ada beberapa perusahaan yang membagikan dividen berupa properti. Jadi keuntungan yang diberikan kepada para pemegang saham didistribusikan menjadi dalam bentuk aset. Perusahaan yang melakukan pembagian dividen seperti ini biasanya disebabkan karena tidak ada uang tunai.

Dan jika uang tunai yang dikeluarkan dalam jumlah cukup banyak, dikhawatirkan dapat membuat harga jual investasi atau persediaan turun sehingga dapat merugikan perusahaan maupun para pemegang saham. Itulah kenapa perusahaan pun memilih untuk membagikan dividen dalam bentuk aset.

4. Dividen Janji Hutang

Metode pembagian dividen dalam bentuk janji hutang dilakukan dengan cara membuat surat janji utang perusahaan untuk para pemegang saham. Dividen janji hutang atau skrip ini artinya perusahaan mengakui adanya utang yang baru, dan harus dicatat dalam neraca. Dimana pelunasan maupun pembayaran utang telah dijanjikan dalam rentang waktu tertentu.

Secara umum, dividen skrip akan dikenakan bunga. Sehingga pada waktu pelunasan atau jatuh tempo maka perusahaan harus membayar hutang sekaligus bunga tersebut kepada para pemilik saham. Biasanya jenis dividen seperti ini dilakukan ketika perusahaan sedang tidak memiliki uang tunai yang cukup untuk membayar dividen para pemegang saham.

5. Dividen Likuidasi

Berikutnya ada jenis dividen likuidasi yang perlu anda pahami ketika belajar saham untuk pemula. Jenis dividen ini umumnya dilakukan oleh perusahaan yang mempunyai rencana untuk menghentikan perusahaannya, seperti joint venture atau perusahaan mengalami kebangkrutan. Jadi dividen yang dibagikan diambil dari sisa kekayaan yang ada, dan ini disebut dividen likuidasi.

Investor yang lebih menyukai dividen menunjukkan bahwa mereka lebih menyukai pengembalian jangka panjang, tetapi mengapa karena setiap pembayaran dividen hanya dilakukan setahun sekali. Oleh karena itu, jika investor ingin menerima lebih banyak dividen, maka mereka harus berinvestasi lebih banyak ketika memasuki masa awal tahun.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 6, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Analisis Fundamental
Saham Pemula

Yuk Pahami Lebih Jauh Analisis Fundamental Saham untuk Pemula

by Minsya October 5, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Berinvestasi ke saham menjadi salah satu langkah yang banyak diambil oleh masyarakat saat ini sebagai bekal dana di masa depan. Terlebih saat ini sudah ada saham syariah, cocok untuk masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Bagi anda yang baru ingin belajar saham untuk pemula, salah satu hal yang penting untuk dipelajari yaitu terkait analisis fundamental. Apa itu ? Yuk simak terus.

Apa Itu Analisis Fundamental ?

Para investor banyak menggunakan analisis fundamental untuk mengetahui keamanan nilai saham. Analisis tersebut merupakan salah satu metode pengukuran suatu saham yang dilakukan dengan memeriksa faktor keuangan dan kondisi ekonomi perusahaan tersebut. Dan hal ini sangat penting dipelajari, dipahami, dan diterapkan oleh investor pemula maupun profesional.

Karena dalam berinvestasi, anda sebaiknya memang membeli yang diketahui dan ketahuilah apa yang anda beli. Di sinilah peran analisis fundamental. Dengan melakukan analisis tersebut sebelum membeli saham, maka anda dapat mengetahui kondisi perusahaan. Sebab analisis fundamental mempelajari yang berkaitan dengan kondisi dasar (fundamental) perusahaan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

Rasio Keuangan dalam Analisis Fundamental

Untuk mengetahui kondisi dasar perusahaan, analisis fundamental dilakukan dengan memanfaatkan laporan keuangan perusahaan tersebut. Dimana analisis fundamental saham untuk pemula dilakukan melalui laporan neraca dan laporan laba rugi. Sebab secara berkala, perusahaan publik yang terdaftar di bursa memang wajib mempublikasikannya. Dalam hal ini, berikut rasio yang sering dipakai saat memilih saham.

1. EPS (Earning Per Share)

EPS atau earning per share diartikan sebagai laba bersih per lembar saham. Jadi apabila nilai EPS adalah Rp. 100, maka itu berarti setiap lembar saham dapat menghasilkan laba sebesar Rp. 100 juga. Dimana EPS yang menanjak akan menunjukkan perusahaan bertumbuh dengan baik. Dan sebaliknya, EPS yang turun mengindikasikan penurunan pada penjualan dan laba perusahaan.

2. PER (Price to Earning Ratio)

PER atau singkatan dari price to earning ratio adalah tingkat yang menjelaskan keuntungan dari suatu perusahaan, yang dibandingkan dengan harga sahamnya. Adapun rumus perhitungan PER ini yaitu harga saham dibagi laba per lembar sahamnya (EPS). Dan PER adalah lama waktu yang diperlukan untuk mengembalikan modal yang digunakan untuk membeli saham.

Sebagai contoh, saham seharga Rp. 100 dengan EPS sebanyak Rp. 20 per tahun. Itu berarti saham ini mempunyai PER sebesar Rp. 100 : Rp. 20 atau 5x. Angka tersebut menunjukkan bahwa jika laba tetap Rp. 20 per tahun dan tidak bertumbuh atau menyusut, maka anda membutuhkan waktu 5 tahun untuk kembali modal.

Baca Juga : 2 Jenis Analisa Saham untuk Pemula, Kenalan Yuk!

Analisis Fundamental

3. PBV (Price to Book Value)

Rasio keuangan yang ketiga dalam analisis fundamental saham untuk pemula yaitu PBV atau price to book value. Rasio ini menggambarkan seberapa besar pasar dalam menilai harga sebuah perusahaan jika dibandingkan terhadap kekayaan bersihnya. Rumus yang digunakan yaitu harga saham dibagi nilai buku per lembar saham (BV).

Contohnya PBV sebesar 2x, itu berarti harga saham telah tumbuh sampai dua kali lipa dibandingkan dengan kekayaan bersih. Secara umum, anda sebagai investor disarankan untuk mencari saham yang memiliki PBV lebih rendah dari rata rata PBV industri. Karena PBV yang tinggi kemungkinan disebabkan oleh harga pasar yang sudah terlampau tinggi.

4. ROE (Return on Equity)

Berikutnya ada ROE atau return on equity, yaitu rasio dari perolehan laba bersih yang dibukukan oleh perusahaan lalu dibandingkan dengan total kekayaan bersih. Adapun perhitungan yang digunakan adalah laba bersih dibagi kekayaan bersih. Misalnya ROE sebesar 10 persen, maka setiap Rp. 100 kekayaan bersih akan memberikan kontribusi sebesar Rp. 10.

5. DY (Dividend Yield)

Pada analisis fundamental saham untuk pemula, anda juga perlu memahami rasio keuangan DY atau dividend yield. Ini merupakan rasio yang menjelaskan berapa besaran pembagian dividen terhadap harga saham. Rumus yang digunakan yaitu dividen per lembar saham dibagi dengan harga sahamnya.

Analisis fundamental termasuk sebagai salah satu teknik yang umum digunakan oleh para investor ketika hendak berinvestasi dengan membeli saham. Analisis fundamental ini meliputi analisis rasio rasio keuangan seperti yang telah dijelaskan di atas. Sebagai pemula, sebaiknya anda memahami sebelum benar benar berinvestasi.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 5, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Analisa Teknikal Saham
Saham Pemula

Analisa Teknikal Saham untuk Pemula yang Wajib Dipahami, Catat!

by Minsya October 4, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Mempelajari analisa saham untuk pemula dapat sangat membantu anda ketika berinvestasi. Salah satunya yaitu analisa teknikal, metode analisis yang membantu dalam mengambil keputusan jual beli saham yang diinginkan. Apabila saat ini anda sedang mulai belajar analisa teknikal saham, berikut analisa analisa yang sebaiknya dikuasai.

Analisa Teknikal Saham yang Sebaiknya Dikuasai

1. Mempelajari Candlestick Basic

Candlestick adalah analisa teknikal yang harus anda pahami. Sebab dengan candlestick basic tersebut, anda nantinya dapat melihat tren, support resisten, serta pola bullish bearish sebuah saham. Dimana candlestick ini merupakan grafik saham utama yang berasal dari periode waktu tertentu.

Adapun yang perlu dipahami di sini adalah apa makna candlestick hijau, apa makna candlestick merah, harga opening, high, low, dan close. Jadi mulailah memahami poin poin dasar tersebut sebelum belajar indikator atau baca grafik. Pasalnya anda akan kesulitan memahami yang lainnya apabila tidak paham candlestick dasar.

2. Memahami Bid-Offer

Analisa teknikal saham untuk pemula berikutnya yang perlu dipahami adalah bid-offer atau antrean harga di saham. Anda dapat mempelajarinya setelah memahami candlestick basic seperti yang telah disinggung pada poin pertama. Dan memahami bid-offer ini adalah salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan.

Sayangnya, banyak trader pemula yang langsung belajar baca grafik tanpa memahami terlebih dahulu apa itu antrean bid-offer di saham. Padahal trader harus memasukkan antrean harga yang benar di bid-offer ketika trading. Alhasil, mereka pun tetap bingung bagaimana cara beli dan jual saham. Itulah kenapa saat belajar analisis teknikal anda perlu memahami bid-offer ini.

3. Memahami Tren dan Support Resisten

Setelah memahami candlestick basic dan bid-offer, baru anda dapat mulai belajar membaca grafik. Grafik saham tersebut akan menjadi tempat anda untuk menganalisa saham, melihat apakah suatu saham akan cenderung turun, naik, atau sideways. Pada chart, garis horizontal merah dan tanda tanda persegi menunjukkan garis support dan resisten.

Garis support adalah garis batas bawah harga saham, sementara garis resisten merupakan garis batas atas harga saham. Anda bisa menentukan support resisten ini dengan menarik garis horizontal secara manual, melihat titik titik yang paling dekat harga saham. Dalam analisa teknikal saham untuk pemula, anda perlu menguasai cara menentukan support dan resisten tersebut untuk menentukan titik harga beli.

Baca Juga : Inilah 6 Tips Beli Saham Untuk Pemula Agar Cuan!

Analisa Teknikal Saham
freepik.com

4. Memahami Indikator Trading

Berikutnya, anda perlu memahami indikator trading. Indikator trading sendiri ada bermacam macam dan secara umum terbagi menjadi dua kategori besar, yakni indikator leading dan indikator lagging. Dua indikator tersebut adalah yang paling umum digunakan dan disebut sebut dapat memberi sinyal beli dan jual saham.

Indikator leading sendiri adalah indikator yang mendahului pergerakan harga saham. Dengan kata lain, leading akan memberikan sinyal buy atau sell yang lebih awal. Sementara indikator lag adalah indikator yang berada di belakang pergerakan harga. Sehingga efektif jika digunakan ketika saham sedang membangun tren yang kuat.

Lalu mana yang lebih bagus antara leading atau lagging tersebut ? Tentu yang paling bagus adalah ketika anda dapat mengkombinasikan antara keduanya. Sebab saham bisa terus mengalami perubahan harga, jadi terkadang anda akan membutuhkan leading dan terkadang anda akan lebih memerlukan lagging.

5. Analisa Teknikal yang Lebih Kompleks

Apabila sudah memahami poin pertama sampai keempat, anda dapat mempelajari analisa teknikal yang lebih kompleks. Yaitu dengan mencoba mempelajari pola pola candlestick dan chart pattern. Sebab candlestick yang terbentuk di chart bisa muncul dengan beberapa pola seperti hammer, inverted hammer, doji, dan lain lain.

Jika sudah melewati tahapan mempelajari analisa teknikal saham untuk pemula yang dasar, maka anda pun berkesempatan mengembangkan analisa analisa teknikal tersebut. Jadi pola pola candlestick ini tidak perlu dihafalkan karena polanya bisa ada banyak sekali. Bahkan anda dapat mengembangkan sendiri apabila sudah handal. Oleh karena itu, yang perlu dilakukan adalah memahaminya.

Memahami analisa teknikal memang tidak dapat dilakukan secara instan. Namun anda perlu belajar secara perlahan supaya memahami dengan benar. Lakukan step by step mulai dari yang paling basic terlebih dahulu. Dengan begitu, anda pun dapat mengembangkan analisa teknikal sendiri untuk mengetahui potensi naik turunnya saham dan mengambil keputusan yang tepat ketika membeli.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 4, 2022 1 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Aplikasi Trading Saham Syariah
Saham Pemula

5 Rekomendasi Aplikasi Trading Saham Syariah untuk Pemula

by Minsya October 3, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Saham syariah belakangan semakin banyak tersedia dan diminati oleh masyarakat. Sebab konsep perdagangan yang ditawarkan telah disesuaikan dengan syariat Islam, sehingga masyarakat Indonesia yang mayoritas merupakan muslim bisa lebih tenang ketika berinvestasi. Untuk itu, anda dapat menggunakan aplikasi trading saham syariah untuk pemula berikut ini.

Rekomendasi Aplikasi Trading Saham Syariah

1. IPOT (Indo Premier)

Aplikasi trading saham syariah merupakan aplikasi trading yang menyediakan akun syariah. Jadi saham saham yang diperdagangkan di sini sudah sesuai dengan aturan dari DSN MUI, termasuk pula fitur fitur yang ditawarkan. Adapun salah satunya yaitu aplikasi bernama IPOT, yang cocok digunakan untuk pemula maupun profesional.

Dimana IPOT tidak hanya dapat digunakan untuk jual beli saham semata. Akan tetapi, aplikasi ini juga menyediakan menu edukasi saham serta berita terbaru. Sehingga anda bisa sekaligus belajar lebih jauh mengenai saham dan tidak ketinggalan informasi informasi terbaru terkait pasar modal.

Bahkan, IPOT menyediakan fitur chatting dengan pengguna lain yang memungkinkan anda untuk berdiskusi bersama para investor. Jadi bagi yang masih awam dengan dunia saham akan memperoleh banyak sekali pelajaran di sini. IPOT sendiri dapat diunduh secara gratis melalui Google Play Store maupun Appstore.

2. POEMS

Aplikasi trading saham untuk pemula berikutnya yang dapat anda gunakan untuk membeli saham syariah yaitu POEMS. Aplikasi yang dikembangkan oleh PT Phillip Sekuritas Indonesia ini menyediakan saham syariah maupun reguler. Jadi pastikan anda mengecek terlebih dahulu sebelum membeli apabila hanya ingin berinvestasi pada saham syariah.

Dan tidak perlu khawatir, sebab daftar saham syariah yang disediakan pun termasuk sangat banyak. Dimana anda dapat mengandalkan berbagai fitur yang disediakan di dalam aplikasi untuk memperlancar investasi. Seperti fitur data teknikal dan fundamental sampai platform edukasi yang begitu bermanfaat.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Aplikasi Trading Saham Syariah
freepik.com

3. MOST (Mandiri Online Securities Trade)

Berikutnya ada MOST atau Mandiri Online Securities Trade yang dapat diakses oleh perseorangan. Jadi siapapun bisa menggunakan aplikasi untuk jual beli saham secara online. Yang mana aplikasi trading saham untuk pemula satu ini dikembangkan dengan konsep syariah di dalamnya.

Jadi sangat sesuai untuk penduduk Indonesia yang mayoritas memang beragama Islam. Di sana anda bisa menemukan banyak sekali saham syariah yang diperjualbelikan. Dan untuk melakukan transaksi di MOST, maka anda perlu mendaftar terlebih dahulu melalui website resminya.

Setelah mendaftar di website resmi MOST, baru anda bisa melakukan login ke dalam aplikasi menggunakan akun yang telah dibuat melalui situs web. Pada aplikasi, anda bisa menemukan berbagai fitur selain jual beli. Yakni fitur analisis ahli yang akan membantu selama proses investasi, dan fitur berita saham syariah yang membuat anda tidak akan ketinggalan informasi terbaru.

4. MNC Motion Trade

Sejak tahun 2016, PT MNC Sekuritas telah mendirikan aplikasi trading miliknya sendiri yang dinamakan MNC Motion Trade. Aplikasi ini dirancang sedemikian rupa supaya memberi kenyamanan ketika diakses dari berbagai perangkat. Sehingga anda dapat menggunakannya baik di PC, laptop, smartphone, atau bahkan smartwatch sekalipun.

Dan sama seperti MOST, untuk bertransaksi di MNC Motion Trade anda perlu membuka akun secara online terlebih dahulu melalui website resminya. Jadi untuk membuka akun tidak perlu mengunjungi kantor pemasaran. Setelah akun syariah Motion Trade aktif, anda pun bisa langsung membeli saham yang diinginkan.

5. HISSA

Hissa menjadi salah satu aplikasi penyedia informasi saham syariah untuk pemula yang bisa anda jadikan sebagai pilihan. Aplikasi yang dikembangkan oleh PT Syariah Saham Indonesia ini dibuat untuk mengecheck kriteria saham dengan konsep syariah yang tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Dan sepertinya pengembangnya begitu serius dalam mengerjakan Hissa. Sebab aplikasi ini dikemas dengan baik sebagai aplikasi pendukung investor saham. Di dalamnya terdapat fitur yang sangat lengkap seperti cek saham syariah, data fundamental, edukasi saham syariah, dan money management.

Kamu bisa langsung secara instant mengecheck apakah saham yang ingin kamu beli merupakan saham syariah. Terlihat pula jumlah ratio hutang dan pendapatan non halal yang update sesuai laporan keuangan terakhir.

Apabila anda sedang tertarik mencoba berinvestasi ke saham, namun hanya ingin membeli saham syariah, aplikasi trading saham syariah di atas adalah pilihan yang tepat. Sebab di dalamnya banyak direkomendasikan saham saham syariah terbaik dari perusahaan yang liquid. Oleh karena itu, yuk mulai investasi sekarang dan coba salah satunya.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 3, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
analisa saham untuk pemula
Saham Pemula

2 Jenis Analisa Saham untuk Pemula, Kenalan Yuk!

by Minsya October 2, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Bagi anda yang ingin belajar saham, sebaiknya mulailah dengan memahami analisa saham untuk pemula terlebih dahulu. Sebab bagi seorang investor, mengenali saham yang akan dibeli dengan melakukan analisa adalah hal penting untuk memastikan bagaimana kinerja saham nantinya.

Dalam hal ini, terdapat dua analisa saham untuk pemula yang umum dipelajari oleh para investor, yakni analisa fundamental dan teknikal.

Pengertian Analisa Saham Untuk Pemula

Sebelum membahas masing masing analisa fundamental dan teknikal, sebaiknya terlebih dahulu anda mengetahui pengertian dari analisa saham itu sendiri agar dapat lebih mengetahui pentingnya memahami analisa tersebut. Dimana secara umum, analisa saham diartikan sebagai upaya menelaah dan membedah saham perusahaan tertentu.

Adapun tujuannya yaitu untuk melihat dan menilai kinerja saham tersebut selama ini. Dengan begitu, calon investor nantinya dapat menentukan apakah saham yang akan dibeli memang layak atau tidak. Saham yang dinyatakan layak adalah yang dapat memberikan profit bagi investor. Itulah kenapa penting untuk melakukan analisa saham sebelum memutuskan untuk membelinya.

Analisa Saham Fundamental

1. Penjelasan Analisa Saham Fundamental

Apabila anda ingin melakukan analisa saham untuk pemula, maka sebaiknya anda memahami analisa saham fundamental. Bisa dibilang bahwa ini adalah salah satu cara analisa saham terbaik, yang bertujuan mempelajari hal hal berhubungan dengan kondisi keuangan perusahaan tertentu. Manfaatnya adalah anda dapat mengetahui sifat sifat dasar serta karakteristik operasional perusahaan.

Baca Juga : 5 Langkah Investasi Saham Syariah, Investor Pemula Wajib Tahu!

analisa saham untuk pemula
freepik.com

2. Pendekatan Analisa Fundamental Top-Down

Dalam melakukan analisa saham fundamental, terdapat dua pendekatan yang dapat dilakukan oleh calon investor. Yang pertama yaitu pendekatan analisa fundamental top-down, yang memungkinkan anda melihat gambaran kinerja sebuah perusahaan secara umum. 

Terdapat 4 poin yang menjadi pertimbangan di sini, yaitu kondisi makro ekonomi global, ekonomi dalam negeri, prospek pertumbuhan per sektor usaha, dan fundamental perusahaan. Secara umum, apabila keempat poin tersebut memiliki gambaran yang positif maka itu berarti perusahaan memiliki kinerja yang baik.

3. Pendekatan Analisa Fundamental Bottom-Up

Yang kedua, ada juga pendekatan analisa fundamental bottom-up dalam saham untuk pemula yang perlu dipahami. Analisa ini melihat aspek terperinci dari kinerja suatu perusahaan, sehingga anda dapat mengetahui secara detail seperti apa kinerja dari perusahaan tersebut. Karena harus melakukan kajian yang lebih dalam, analisa fundamental bottom-up cenderung membutuhkan lebih banyak waktu.

Analisa Saham Teknikal

1. Penjelasan Analisa Saham Teknikal

Analisa saham teknikal sesuai dengan namanya, melibatkan pendekatan teknis dengan penggunaan dua metode. Yaitu metode klasik yang menggunakan chart harga saham, dan metode modern yang menggunakan indikator dengan rumus statistik atau algoritma untuk dapat menggambarkan grafik.

Analisa tekninal tersebut memerlukan ketekunan untuk mempelajarinya dan sifatnya tidak hanya dinamis, tapi juga aplikatif. Melalui analisa saham teknikal, calon investor bisa melihat bagaimana kondisi pasar saat ini berdasarkan riwayat harga di masa lalu. Anda pun dapat memperoleh gambaran mengenai pergerakan harga saham di kemudian hari.

Jadi apabila anda ingin melakukan investasi jangka panjang, penting untuk melakukan analisa saham teknikal terlebih dahulu. Sehingga anda bisa menentukan waktu yang tepat untuk membeli saham. Bahkan anda pun dapat melihat saham saham yang berpotensi memberikan profit dalam jangka pendek ketika menerapkan analisa teknikal ini.

2. Cara Analisa Saham Teknikal

Bagi anda yang belajar saham untuk pemula, mungkin masih belum tahu bagaimana cara analisa saham teknikal. Jangan terburu buru, mulailah belajar dengan perlahan supaya benar benar paham semua tentang analisa saham ini. Dimana anda dapat menggunakan relative strength index, yang menjadi salah satu indikator dalam analisa saham teknikal. 

Indikator tersebut digunakan untuk mengukur besarnya volatilitas harga suatu aset. Jadi anda dapat mengevaluasi apakah aset masuk dalam posisi jenuh jual atau jenuh beli. Kondisi jenuh beli terdeteksi apabila garis terbaca berada di atas skala 70. Sementara pasar dalam kondisi jenuh jual atau oversold terdeteksi ketika garis terbaca berada di bawah skala 30.

Sekilas mungkin analisa saham ini sedikit membingungkan jika untuk pemula, namun lama kelamaan anda pasti akan paham. Jadi sebaiknya pelajari terlebih dahulu dengan matang sebelum melakukan analisa. Dan mulailah dengan investasi dalam skala kecil untuk latihan. Sehingga nantinya anda dapat melakukan analisa saham dengan baik untuk memperoleh keuntungan.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 2, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
delisting
Saham Pemula

Mungkinkah Saham Syariah Delisting Dari Bursa Efek Indonesia?

by Minsya September 30, 2022
written by Minsya 4 minutes read

Risiko Saham Syariah

Hadirnya hukum dalam kehidupan menandakan bahwa segala perbuatan yang kita lakukan tidaklah semata-mata perbuatan yang dapat dilakukan semaunya, semana-mena dan tidak teratur. Kenyataannya, segala perbuatan yang kita lakukan tidaklah terlepas dari norma-norma kehidupan.

Seperti hukum pada umumnya, adanya hukum syariah juga menuntut umat manusia khususnya umat Islam untuk tetap menjalankan suatu kegiatan sesuai dengan aturan syariah.

Seperti yang kita ketahui, salah satu prinsip yang di terapkan dalam lembaga keuangan syariah  yang ditujukan untuk mengatur dan menghindari risiko dalam lembaga keuangan syariah adalah prinsip kehati-hatian. Prinsip tersebut juga tentunya diberlakukan dalam transaksi saham syariah di pasar modal, agar transaksinya tertata, rapih, sesuai dengan prinsip syariah dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Salah satu hal yang menarik dalam saham syariah adalah, adanya sistem screening yang secara tidak langsung menunjukkan sikap kehati-hatian pihak otoritas dan lembaga-lembaga yang mengawasi kinerja saham syariah di pasar modal. Karena screening ini dilakukan untuk memastikan bahwa saham syariah berada dijalur yang tepat.

Maksud tepat disini adalah tidak keluar dari jalur syariah dan sesuai dengan prinsip syariah. Proses screening atau proses penyaringan ini dilakukan dalam dua kondisi.

  1. Ketika emiten akan menerbitkan saham syariah 
  2. Ketika saham sudah layak dikatakan syariah namun harus dilakukan screening ulang (penyaringan ulang) sebanyak dua kali dalam satu tahun. 

Screening yang dilakukan di awal penerbitan atau ketika emiten akan menerbitkan saham syariah di tujukan untuk memastikan layak atau tidaknya suatu saham dikategorikan syariah.

Jadi, screening dalam hal ini diperuntukan untuk emiten yang baru menerbitkan saham syariah. Jika hasil screening menyatakan bahwa kinerja emiten tersebut sudah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan OJK, maka saham tersebut layak dikatakan syariah.

Sedangkan screening yang dilakukan setiap dua kali dalam setahun ditujukan untuk memastikan bahwa saham yang sudah di kategorikan syariah ini masih tetap menjalankann kinerjanya sesuai dengan prinsip syariah  atau sudah keluar dari jalur syariah.

Baca Juga : Mengapa masih ada utang berbasis bunga 45% dalam kriteria saham syariah?

delisting
freepik.com

Delisting Saham

Lalu, bagaimana jika saham yang sudah menjadi saham syariah namun ketika dilakukan screening ulang, saham sudah tidak memenuhi kriteria saham syariah? maka langkah yang akan dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah melakukan delisting terhadap saham tersebut.

Bagi saham syariah, delisting biasanya disebabkan karena saham sudah keluar dari jalur syariah atau sudah tidak sesuai syariah. Delisting saham syariah merupakan penghapusan/pengeluaran saham syariah yang sudah terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut BEI, delisting merupakan proses penghapusan atau pengeluaran saham perusahaan di bursa saham secara resmi yang dilakukan oleh Bursa Efek Inonesia (BEI). 

Terdapat dua jenis Delisting saham, yauitu:

1. Voluntary Delisting Atau Penghapusan Saham Sukarela

BEI bisa saja melakukan delisting karena permintaan emiten langsung dengan alasan tertentu. Delisting sukarela ini bisa disebabkan karena perusahaan saham ingin menjadi perusahaan tertutup, bangkrut, tidak memenuhi syarat BEI dan lain sebagainya.

2. Force Delisting Atau Penghapusan Saham Secara Paksa

Jika perusahaan dinyatakan tidak memenuhi standar keuangan yang telah ditetapkan, biasanya perusahaan tersebut diharuskan untuk menyampaikan laporan keuangan dalam kurun waktu tertentu atas bisnis perusahaannya. Jika emiten tersebut melanggar, maka BEI akan memberi peringatan ke tidak patuhan terhadap perusahaan.

Jika emiten tersebut melanggar, maka BEI akan memberi peringatan ke tidak patuhan terhadap perusahaan. Jika tidak ada hasil, maka BEI mengenakan suspensi atas saham tersebut, jika tidak ada peningkatan setelah dikenakan suspensi, maka BEI akan mengeluarkan atau menghapus saham tersebut secara paksa dari pasar saham.

Delisting dari DES (Daftar Efek Syariah)

Jika delisting saham secara umum akan membuat saham dikeluarkan dari BEI, hal tersebut belum tentu berlaku dalam saham syariah. Delisting saham syariah yang sudah terdaftar di DES belum tentu dikeluarkan dari BEI. 

Bisa saja saham tersebut hanya dikeluarkan dari DES dan dimasukan ke dalam indeks LQ45 jika saham tersebut masih mempunyai prospek yang baik. Hanya saja, saham tersebut sudah tidak mengikuti perinsip syariah. 

Jika anda terlanjur membeli saham syariah yang sudah delisting di SOTS, anda tidak perlu khawatir karena anda tetap dapat melakukan penjualan terhadap saham tersebut namun tidak dapat membeli kembali di SOTS karena sudah tidak berprinsip syariah. Namun jika anda melihat ada kemungkinan bahwa saham tersebut akan kembali masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES), maka anda dapat tetap menyimpan saham tersebut. 

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

September 30, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG