Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - Investasi Syariah - Page 3
Category:

Investasi Syariah

investasi syariah
Investasi Syariah

Investasi Syariah Sesuai Sifat Teladan Rasul

by Minsya April 9, 2024
written by Minsya 3 minutes read

Investasi syariah sesuai sifat teladan Rasul?

Dalam ajaran Islam, investasi bukanlah konsep keuangan yang asing, apalagi jika mengacu pada teladan dan ajaran Nabi Muhammad SAW. Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari bagaimana Nabi memberi contoh kepada umat Islam tentang pengelolaan kekayaan dan investasi yang bijaksana. Pasalnya, prinsip-prinsip investasi yang diajarkan Rasulullah tidak hanya relevan dengan zamannya, tetapi juga memberikan bimbingan yang berharga di zaman modern seperti sekarang. 

Kehidupan Rasulullah SAW memberi keteladanan tidak hanya dalam hal spiritual, tetapi juga dalam mengelola kekayaan melalui investasi yang bijaksana. Sebagai seorang saudagar, Rasulullah SAW tentunya fasih dalam transaksi perdagangan. Dalam berdagang, beliau selalu menjalankan berbagai jenis transaksi dengan sikpa jujur dan adil. Beliau sangat memahami setiap dirham yang dihasilkan dan mengetahui pentingnya nilai-nilai berbagi. 

Baca Juga: Keuntungan dan Kemudahan dalam Berinvestasi Hanya di Investasi Syariah

investasi syariah
freepik.com

Investasi Syariah Sesuai Sifat Teladan Rasul

Bagi Rasulullah SAW, berinvestasi bukan sekedar meraih keuntungan finansial saja, tapi juga memahami bahwa kekayaan adalah amanah yang harus dikelola dengan bijak. Kita tidak asing dengan 4 (empat) sifat teladan Rasul. Melalui empat sifat ini yang membuat penduduk Mekah mempercayai modal usahanya untuk dikelola Nabi. Sebagai investor, hanya dengan 4 (empat) sifat ini bisa menjadi indikator dalam memilih perusahaan yang layak untuk diinvestasikan, diantaranya sebagai berikut:

Siddiq

Sifat siddiq artinya benar. Rasulullah SAW. menjalankan bisnis dengan baik dari perbuatan maupun perkataan. Hal ini membuat bisnis Rasul meraih keuntungan yang terus berlanjut.

Saat memilih emiten yang tepat di instrumen saham, Anda harus memilih perusahaan yang beroperasi dengan baik. Hal ini terlihat dari kondisi keuangan yang semakin membaik dari rasio hutang yang dalam batas wajar. Lihat kembali laporan keuangan perusahaan. Kita selalu ingin melihat peningkatan pada rasio keuangan Earning Per Share (PER) dan Net Profit Margin. Sedangkan jika ingin menilai rasio hutang, maka pilih perusahaan dengan Debt to Equity Ratio (DER) yang rendah.

Amanah

Amanah artinya dapat dipercaya. Para penduduk Makkah memanggil Rasulullah dengan sebutan Al-Shiddiq (jujur) dan Al-Amin (terpercaya). 

Konsep amanah mencakup tanggung jawab dan kepercayaan dalam mengelola keuangan. Investor syariah diharapkan untuk menjadi amanah dalam menjalankan investasi, yaitu mengelola dana dengan sebaik-baiknya, menjaga kepentingan investor, dan menghindari penggunaan dana secara tidak etis. 

Kejujuran merupakan nilai yang sangat penting dalam investasi syariah. Investor syariah diharapkan untuk memberikan informasi yang jujur dan transparan terkait dengan investasi yang sedang dilakukan. Kejujuran juga melibatkan tindakan jujur dalam semua transaksi dan komunikasi terkait dengan investasi. 

Baca juga: 8 Cara Mudah Membedakan Saham Syariah dan Konvensional

Tabligh

Sifat Rasulullah berikutnya yaitu Tabligh artinya menyampaikan Wahyu. Seorang Rasul menyampaikan waktu Allah SWT kepada umatnya. Prinsip tabligh dalam investasi syariah dapat diartikan sebagai menyampaikan ajaran dan nilai-nilai syariah dalam setiap transaksi maupun setiap keputusan transaksi. 

Perusahaan tercatat di Bursa wajib menyampaikan laporan keuangannya. Perusahaan yang tidak menyampaikan laporan keuangannya ke bursa, maka akan dikenakan sanksi suspend perdagangan saham. Tujuannya agar tidak dapat merugikan investor. Sebaiknya investor wajib memilih saham yang selalu rutin menyampaikan laporan keuangannya.

Selain melaporkan keuangannya, perusahaan juga wajib membagikan dividen kepada investor. Deviden ini merupakan tujuan utama dari investasi, khususnya perusahaan yang membagikan dividen besar. Investor syariah diharapkan untuk memberikan kontribusi positif dalam menyebarkan pemahaman mengenai prinsip syariah dan manfaat investasi sesuai dengan ajaran Islam. 

Fathanah

Sifat Rasulullah SAW yang terakhir adalah Fathanah, artinya cerdas. Sifat ini diterapkan ketika investor akan memilih perusahaan. Perusahaan yang cerdas dapat terlihat jelas apabila perusahaan tersebut merupakan leader di sektornya, dan produk yang ditawarkan selalu inovatif, sehingga mampu menjawab perubahan dan kebutuhan pasar. 

Kecerdasan dan kepandaian dalam konteks investasi syariah mencakup pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip syariah, analisis pasar keuangan, dan kemampuan membuat keputusan investasi yang bijak. Investor syariah diharapkan untuk menggabungkan kecerdasan finansial dengan pemahaman baik etika maupun moral Islam.

Integrasi sifat Rasulullah SAW dalam investasi syariah ini dapat memberikan dampak positif pada keberhasilan investasi dan sekaligus mencerminkan nilai dan etika. Penting untuk selalu merujuk pada prinsip syariah dan konsultasi dengan manajer investasi yang memahami baik aspek keuangan maupun prinsip syariah sebelum membuat keputusan investasi.

Yuk mulai upgrade dirimu dengan berinvestasi syariah sesuai sifat Rasulullah. Daftarkan diri menjadi investor hanya di MOST Syariah!

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

April 9, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
mahar pernikahan
Investasi Syariah

Mahar Pernikahan Saham Syariah Boleh Nggak? 6 Kriterianya Apa?

by Minsya April 8, 2024
written by Minsya 4 minutes read

Saat ini, semakin banyak calon suami yang memilih saham sebagai bagian dari mahar pernikahan. Namun, pertanyaan muncul: Apa hukum mahar saham dalam Islam? Apakah saham dapat dijadikan sah sebagai mahar dalam sebuah pernikahan?

Dalam Islam, mahar dianggap sebagai salah satu syarat pernikahan, sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT dalam Surah An-Nisa [3]: 4.

“Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin) itu dengan senang hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati”. (Qs. an-Nisa-4)

Umumnya, mahar sering dikaitkan dengan benda yang memiliki nilai ekonomi yang dapat diberikan oleh calon suami kepada calon istri. Idealnya, mahar yang diberikan sebaiknya bermanfaat bagi calon mempelai wanita. Namun, saat ini, tren mahar telah berkembang menjadi lebih beragam, di mana calon pengantin memilih mahar yang unik sesuai dengan preferensi mereka. Salah satu opsi yang semakin populer adalah saham. Pertanyaannya kemudian muncul, apakah saham syariah dapat dijadikan sebagai mahar, mengingat pentingnya kepatuhan pada prinsip-prinsip syariah dalam Islam?

Saham syariah merujuk pada saham-saham yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Sebelum dinyatakan sebagai saham syariah, saham tersebut harus melalui serangkaian seleksi yang ketat untuk memastikan bahwa mereka memenuhi kriteria syariah. Salah satu kriteria utamanya adalah bahwa perusahaan yang menerbitkan saham harus terlibat dalam bisnis yang halal dan sesuai dengan ajaran agama Islam. Dengan demikian, saham syariah dianggap sesuai dengan prinsip-prinsip agama dan dapat dijadikan sebagai mahar tanpa melanggar ketentuan syariah.

Kriteria Saham Syariah Yang Cocok Untuk Mahar Pernikahan

1. Bisnisnya Gak Akan Hilang 10-15 Tahun Ke Depan

Ketika memilih saham untuk digunakan sebagai mahar pernikahan, tentu saja Anda ingin memastikan bahwa bisnis yang mendasari saham tersebut memiliki prospek yang cerah di masa depan. Oleh karena itu, salah satu kriteria utama adalah memilih perusahaan yang memiliki bisnis yang tidak hanya stabil saat ini, tetapi juga memiliki potensi untuk bertahan dan tumbuh dalam jangka waktu yang panjang, minimal 10-15 tahun ke depan.

Baca Juga : Mahar Saham, Apakah Benar Saham Syariah Bisa Dijadikan Mahar?

mahar pernikahan
freepik.com

2. Tren Pendapatan dan Laba yang Bertumbuh

Selain itu, penting untuk memilih saham dari perusahaan yang memiliki tren pendapatan dan laba yang terus bertumbuh dari waktu ke waktu. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memiliki kinerja yang kuat dan stabil, serta mampu menghasilkan keuntungan yang konsisten bagi para pemegang sahamnya.

3. Manajemennya Terpercaya

Manajemen yang terpercaya adalah kunci kesuksesan sebuah perusahaan. Ketika memilih saham untuk mahar pernikahan, pastikan untuk memilih perusahaan yang memiliki manajemen yang terbukti kompeten dan memiliki rekam jejak yang baik dalam mengelola bisnisnya. Manajemen yang baik akan mampu mengelola perusahaan dengan efisien dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

4. Rutin Bagi Dividen Minimal 30% dari Laba

Bagi sebagian besar investor, dividen merupakan salah satu faktor penting dalam memilih saham untuk investasi jangka panjang. Dividen yang dibagikan secara rutin menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memiliki arus kas yang cukup kuat dan stabil untuk membayar dividen kepada para pemegang sahamnya. Saat memilih saham untuk digunakan sebagai mahar pernikahan, pastikan untuk memilih perusahaan yang rutin bagi dividen minimal 30% dari laba.

5. Market Cap Gede, Biar Harganya Gak Volatile

Market capitalization atau kapitalisasi pasar adalah salah satu indikator penting dalam menentukan ukuran sebuah perusahaan dan likuiditas sahamnya. Ketika memilih saham untuk mahar pernikahan, pastikan untuk memilih perusahaan dengan market cap yang besar, karena hal ini menunjukkan bahwa saham tersebut memiliki likuiditas yang tinggi dan tidak mudah terpengaruh oleh pergerakan harga pasar yang volatile.

6. Likuid, Biar Kalo Bener-bener Ada Kejadian Tidak Terduga, Bisa Dijual dengan Mudah

Terakhir, tetapi tidak kalah pentingnya, pastikan untuk memilih saham yang likuid. Likuiditas saham adalah kemampuan untuk dengan cepat dan mudah menjual saham tersebut tanpa mengganggu harga pasar. Saat memilih saham untuk mahar pernikahan, pastikan untuk memilih saham yang likuid, sehingga jika terjadi kejadian yang tidak terduga, Anda dapat dengan mudah menjual saham tersebut dan mengkonversinya menjadi uang tunai.

Dengan memperhatikan kriteria-kriteria di atas, Anda dapat memilih saham syariah yang cocok untuk digunakan sebagai bagian dari mahar pernikahan. Selain memberikan nilai materi, pilihan saham yang tepat juga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pasangan pengantin baru, serta menjadi investasi yang bermanfaat bagi masa depan mereka bersama.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

April 8, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
dana umrah
Investasi Syariah

4 Cara Menabung Dana Umrah Lewat Investasi Syariah

by Minsya April 1, 2024
written by Minsya 3 minutes read

Menabung Dana Umrah Lewat Investasi Syariah?

Investasi syariah tidak hanya membantu Anda berinvestasi sesuai dengan prinsip Islam, melainkan juga membawa Anda lebih dekat kepada impian yang telah direncanakan. Salah satu impian yang dapat diwujudkan melalui investasi syariah adalah pelaksanaan ibadah umrah tanpa keterlibatan riba atau unsur yang tidak sesuai dengan prinsip syariah Islam. Dengan melakukan investasi syariah, Anda dapat menabung dana umrah dengan aman dan bebas dari riba. Untuk mengetahui cara-cara melakukannya, simak penjelasan berikut.

Buku Tabungan Khusus Dana Umrah

Pendekatan pertama yang bisa dilakukan adalah membuka tabungan khusus untuk umrah, suatu metode yang umum digunakan untuk menabung dana umrah. Pilihlah bank dan jenis tabungan yang khusus dirancang untuk menyimpan dana umrah, dan saat ini, banyak bank di Indonesia yang telah menyediakan layanan tersebut.

Tabungan khusus umrah berbeda dengan tabungan konvensional. Biasanya, bank akan menentukan jumlah dana yang ingin dicapai, dan angka tersebut disesuaikan dengan tenor yang telah disepakati. Sebagai contoh, apabila Anda membutuhkan dana umrah sekitar Rp30 juta dengan tenor 2,5 tahun, maka setiap bulannya Anda perlu menyiapkan dana sekitar Rp1 juta.

Meskipun terlihat sederhana, metode ini akan memudahkan Anda untuk menyimpan dana umrah tanpa harus menyiapkan jumlah uang besar dalam satu waktu.

Baca juga: 7 Jenis Akad dalam Investasi Syariah agar Semakin Amanah

dana umrah
freepik.com

Tabungan Uang di Travel Umrah

Tabungan dana umrah  yang ditawarkan oleh banyak agen perjalanan umrah di Indonesia, memberikan alternatif yang berbeda dengan tabungan konvensional. Dalam metodenya, agen perjalanan memberikan estimasi biaya umrah kepada konsumennya, dan konsumen dapat memilih tenor sesuai dengan kemampuan finansial mereka. Program ini tidak melibatkan sistem bunga, membuatnya berbeda secara prinsip dengan tabungan konvensional. Selain itu, beberapa agen perjalanan umrah mungkin memiliki aturan mengenai jumlah setoran awal.

Namun, konsumen perlu memperhatikan dengan cermat pemilihan agen perjalanan umrah. Disarankan untuk memilih agen yang memiliki reputasi baik dan memeriksa izin resmi penyelenggara perjalanan ibadah umrah melalui situs web Kementerian Agama Republik Indonesia. Hal ini diperlukan untuk menghindari risiko terlibat dengan agen perjalanan ilegal yang dapat menyebabkan kerugian finansial.

Mulai Reksa Dana Syariah

Selain melalui cara konvensional seperti menabung di bank atau melalui agen perjalanan umrah, alternatif lain untuk mengumpulkan dana umrah adalah dengan memulai investasi syariah, salah satunya melalui reksa dana syariah. Saat ini, produk reksa dana syariah dapat diperoleh dengan mudah, dan kepatuhan terhadap prinsip syariah Islam dijamin berdasarkan pengawasan Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Keamanan investasi ini tidak hanya dari aspek syariah Islam tetapi juga dari segi ekonomi karena selalu diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bagi mereka yang baru memasuki dunia investasi, reksa dana syariah merupakan pilihan instrumen yang tepat. Dalam pengelolaan dana, Anda akan mendapatkan bantuan dari Manajer Investasi (MI), sehingga Anda tidak perlu menghadapi kesulitan dalam menyusun portofolio investasi.

Investasi Saham Syariah Juga Bisa Dicoba

Jika Anda sudah memiliki pemahaman yang memadai mengenai dunia investasi, saham syariah dapat menjadi metode yang efektif untuk mengumpulkan dana umrah. Saat ini, tersedia banyak perusahaan yang terdaftar sebagai emiten syariah yang dapat Anda pilih. Semua perusahaan ini tercantum dalam Daftar Efek Syariah (DES), yang menjamin bahwa seluruh emiten telah mematuhi ketentuan syariah Islam berdasarkan evaluasi Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Pergerakan investasi saham syariah mencatat pertumbuhan positif pada tahun 2020, dan diharapkan terus membaik pada tahun 2021. Dengan penguatan ekonomi syariah nasional, diversifikasi investasi syariah tidak hanya semakin beragam, tetapi juga menjanjikan hasil yang menarik. Oleh karena itu, menginvestasikan dana dalam saham syariah menjadi alternatif yang menarik untuk menabung dana umrah.

Dengan kemajuan zaman, proses menabung untuk dana umrah semakin terfasilitasi. Anda tidak lagi terbatas pada metode konvensional yang mungkin memakan waktu dan sulit dilakukan. Persiapkan dana umrah Anda sejak sekarang melalui investasi syariah bersama MOST. MOST menawarkan berbagai pilihan investasi pasar modal sesuai prinsip syariah dan telah terdaftar di DES, sehingga prosesnya dijamin aman dan transparan. Yuk, mulai investasimu sekarang dan raih kesempatan mendapatkan 1 lot saham BRIS dengan membuka RDN Bank Syariah Indonesia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

April 1, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
SR020
Investasi Syariah

SBSN Seri SR020: Simak 7 Keuntungan Investasi Syariah Disini

by Minsya March 27, 2024
written by Minsya 3 minutes read

SBSN Seri SR020? Produk Apa sih Ini?
Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) merupakan instrumen keuangan yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia dengan prinsip-prinsip syariah. SBSN merupakan salah satu produk investasi yang memungkinkan investor untuk berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi negara sambil mematuhi prinsip-prinsip agama Islam. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi lebih dalam tentang SBSN, mulai dari definisi hingga manfaatnya bagi investor.

Apa itu SBSN?

SBSN adalah surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia dengan mematuhi prinsip-prinsip syariah. Instrumen ini sering disebut juga sebagai obligasi syariah atau sukuk negara. SBSN memiliki struktur yang sesuai dengan hukum Islam dan memberikan keuntungan kepada investor tanpa melanggar prinsip-prinsip syariah seperti larangan riba (bunga), maysir (judi), dan gharar (ketidakjelasan).

Baca juga: Menentukan Pilihan Investasi Syariah dengan meneladani Sifat Rasul

SR020
https://www.djppr.kemenkeu.go.id/sukukritel

Jenis SBSN

Ada beberapa jenis SBSN yang dapat diterbitkan oleh pemerintah Indonesia, antara lain:

  1. Sukuk Tabungan: SBSN ini diterbitkan untuk membiayai proyek-proyek pembangunan nasional dan kebutuhan anggaran pemerintah.

  2. Sukuk Wakaf: Diterbitkan untuk membiayai proyek-proyek yang berkaitan dengan wakaf dan kegiatan amal lainnya.

  3. Sukuk Investasi Infrastruktur: Diterbitkan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan bandara.

SBSN Seri SR020

Dalam perkembangan terkini, pemerintah telah memperkenalkan peluang investasi syariah terbaru melalui peluncuran Surat Berharga Syariah Negara seri SR020, yang berlangsung dari tanggal 1 Maret hingga 27 Maret 2024. Saatnya kita merasa bangga akan kontribusi investasi untuk kemajuan Tanah Air.

Pemerintah Indonesia menerbitkan SR020 dengan masa penawaran dari 1 hingga 27 Maret 2024, dengan dua pilihan tenor:

  • SR020-T3: tenor 3 tahun dengan imbal hasil fixed rate 6,30% per tahun.
  • SR020-T5: tenor 5 tahun dengan imbal hasil fixed rate 6,40% per tahun.

Keuntungan dari Kupon Fixed Rate SR020 adalah bahwa imbal hasil yang diterima oleh investor tetap stabil hingga jatuh tempo, baik untuk tenor 3 maupun 5 tahun. Anda tidak perlu khawatir akan fluktuasi pasar atau penurunan suku bunga.

Kupon akan ditransfer langsung setiap tanggal 10 setiap bulannya, memberikan Anda sumber passive income yang dapat diandalkan.

SBSN Seri SR020

Mari kita telaah 7 keuntungan investasi syariah dengan memilih untuk berinvestasi dalam SR020!

Berikut adalah alasan mengapa produk ini menjadi investasi yang menarik:

  1. Momentum Kunci Imbal Hasil Tinggi SBN Saat Suku Bunga Diproyeksi Sudah di Puncak Saat suku bunga diproyeksikan turun, kupon SR020 tetap stabil untuk 3 dan 5 tahun ke depan karena bersifat fixed rate / tetap.

  2. 100% Aman & Dijamin Negara Pembayaran pokok dan imbal hasil dijamin negara, memberikan keamanan bagi investasi Anda.

  3. Imbal Hasil Tetap di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Kupon tetap dan dibayar tiap bulan, menjadikan investasi Anda tetap stabil meskipun kondisi ekonomi fluktuatif.

  4. Dikelola Secara Syariah SR020 merupakan Surat Berharga Negara berbasis syariah sesuai fatwa Dewan Syariah Nasional MUI, cocok bagi Anda yang mencari investasi sesuai prinsip syariah.

  5. Imbal Hasil Lebih Tinggi dari Deposito dengan Pajak Lebih Rendah Dengan pajak hanya 10%, imbal hasil lebih tinggi dari deposito bank BUMN yang pajaknya mencapai 20%, memberikan keuntungan yang lebih besar bagi investor.

  6. Ada Pilihan 2 Tenor: 3 Tahun & 5 Tahun Anda dapat memilih tenor sesuai dengan tujuan investasi Anda, baik jangka menengah maupun jangka panjang hingga 5 tahun.

  7. Tradeable / Dapat Diperjualbelikan SR020 dapat diperjualbelikan di pasar sekunder sebelum jatuh tempo mulai 11 Juli 2024. Namun, perlu diingat bahwa penjualan sebelum jatuh tempo akan tergantung pada ketersediaan pembeli di pasar sekunder dan harga jualnya mengikuti harga pasar yang bisa naik atau turun.

Baca juga: Apa itu Sukuk Ritel? Ini Keuntungan dan Cara Membeli

Sudah tahu, kan, keuntungan apa saja yang akan kita dapatkan jika membeli SR020? Anda bisa ikut berpartisipasi membangun Indonesia, karena dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendanai program-program prioritas pemerintah dalam pembangunan negara.

Mulai investasi Anda bersama MOST dan raih kesempatan memenangkan 1 lot saham BRIS dengan memilih RDN Bank Syariah Indonesia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

March 27, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
akad
Investasi Syariah

7 Jenis Akad dalam Investasi Syariah agar Semakin Amanah

by Minsya March 26, 2024
written by Minsya 3 minutes read

Jenis Akad Investasi Syariah

Untuk semakin memahami investasi syariah, yuk kenali berbagai jenis akad yang ada dalam investasi syariah.

Kesejahteraan finansial ditentukan oleh berbagai hal, salah satunya adalah dengan berinvestasi. Pada umumnya investasi dilakukan hanya sebagai media untuk menambahkan kekayaan. Berbeda halnya dengan investasi syariah, tidak hanya sebagai media untuk menambah kekayaan tetapi juga mengutamakan nilai kebaikan yang sesuai dengan syariat islam. Berbagai keunggulan yang dimiliki investasi syariah dapat menjadi alternatif baru bagi investor dalam berinvestasi. 

1. Akad Al Qardh

Akad ini digunakan dalam transaksi pinjam-meminjam, di mana peminjam harus mengembalikan pinjaman sesuai dengan kesepakatan awal. Akad tersebut menjamin kesesuaian transaksi dalam hal nominal dan jadwal pengembalian. Sebagai contoh, jika seseorang meminjam dana dari bank untuk berinvestasi saham syariah, maka bank tidak diperbolehkan untuk memberikan syarat yang merugikan. Peminjam juga berkewajiban mengembalikan nominal pinjaman sesuai jadwal yang disepakati dalam Al Qardh.

Tertarik mencoba investasi bebas riba? Yuk kenalan dengan investasi syariah di aplikasi MOST. Cek fitur-fiturnya MOST syariah di sini

akad
freepik.com

2. Akad Wakalah Bil Ujrah

Akad ini digunakan untuk memberikan wewenang dari satu pihak kepada pihak lain dengan memberikan imbalan atau ujrah. Wakalah Bil Ujrah ini terjadi ketika ada kendala seperti jarak atau waktu yang dihadapi oleh pemberi wewenang. Jika seseorang ingin mengirimkan dananya ke bank A, maka bank syariah yang dipercaya untuk mengirimkan dana tersebut akan meminta imbalan sebagai kompensasi atas jasa pengiriman dana ke bank A.

3. Akad Mudharabah Muqayyadah

Mudharabah muqayyadah digunakan dalam kerjasama antara pemilik modal dan pengelola dana, dengan pembagian keuntungan di awal dan tanggung jawab kerugian pada pihak pengelola.

Ada dua contoh penerapan Mudharabah muqayyadah ini: on balance sheet, di mana pemilik modal memberikan dana untuk sektor bisnis tertentu, dan off balance sheet, di mana pengelola dana dan pemodal sepakat pada sektor bisnis yang akan dikelola, dengan bank sebagai perantara yang mendapatkan imbalan.

4. Akad Musyarakah

Serupa dengan mudharabah muqayyadah, musyarakah melibatkan kerja sama antara pemilik modal dan pengelola dengan menempatkan modal bersama. Contoh penerapannya adalah ketika bank memberikan modal kepada pemilik bisnis, dengan bank mengawasi perkembangan bisnis secara berkala untuk memastikan keuntungan berasal dari kegiatan bisnis pengelola.

Baca juga: Apa itu Sukuk Ritel? Ini Keuntungan dan Cara Membeli

5. Akad Ijarah

Ijarah ini melibatkan sewa menyewa barang tanpa transfer kepemilikan. Penyewa berkewajiban membayar sewa sesuai kesepakatan awal. Contohnya, pada sewa menyewa properti bangunan untuk usaha cafe, dimana penyewa memperoleh manfaat dari bangunan yang disewa dan pemilik bangunan mendapatkan upah sewa.

6. Akad Isthinsa Bil Wakalah

Isthinsa Bil Wakalah digunakan untuk memesan produk investasi syariah melalui perantara. Perantara mendapatkan bagian keuntungan dari pemilik modal dengan persentase yang telah disepakati sebelumnya. Sebagai contoh, seseorang yang ingin membangun rumah dengan persyaratan tertentu dapat mengajukan permohonan pada bank. Bank sebagai pemilik dana dapat menyuruh pihak ketiga untuk memenuhi persyaratan tersebut.

7. Akad Kafalah

Kafalah adalah perjanjian penjaminan antara dua pihak untuk menjamin kewajiban kepada pihak ketiga. Contohnya, dalam pinjaman uang dari bank, pihak ketiga bertindak sebagai penjamin jika peminjam tidak dapat membayar hutangnya.

Yuk persiapkan masa depan Anda melalui investasi syariah di aplikasi MOST, cek di sini!

Penerapan tujuh akad investasi syariah ini memastikan bahwa investasi dilakukan secara adil, transparan, dan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Dengan demikian, investor dapat menjalankan investasi mereka dengan penuh keberkahan dan keamanan, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan sesuai dengan nilai-nilai agama Islam. Maka investasi akan menjadi lebih amanah dan penuh berkah.

Mulai investasi penuh berkah hanya bersama MOST Syariah. Dengan memilih Rekening Dana Nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI), sobat MOST berkesempatan mendapatkan hadiah 1 lot saham BRIS. Daftarkan diri Anda dan mulai investasi syariah sekarang! Cari Berkah, Raih Manfaat: Investasi #SerbaSyariah di MOST Syariah.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

March 26, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
investasi syariah
Investasi Syariah

Hati-hati dalam Pilih Investasi Syariah! Contoh Investasi yang Diharamkan

by Minsya March 21, 2024
written by Minsya 4 minutes read

Investasi Syariah

Dalam ajaran Islam, aktivitas investasi diizinkan selama tetap sesuai dengan ketentuan syariat. Ini berarti bahwa seluruh aspek investasi harus sejalan dengan prinsip-prinsip Islam. Untuk memenuhi kebutuhan ini, beberapa penyedia layanan keuangan menawarkan opsi investasi syariah. Meskipun demikian, disarankan untuk tetap berhati-hati dalam memilihnya dan tidak tergoda dengan label syariah semata. Penting untuk memahami dengan baik berbagai jenis investasi yang diharamkan dalam Islam sebelum mengambil keputusan investasi.

Investasi Dengan Bunga

Islam melarang praktik investasi yang menerapkan sistem bunga karena dianggap sebagai bentuk riba. Riba secara teknis merujuk pada pengambilan tambahan dari modal atau harta pokok secara tidak sah, baik dalam transaksi pinjam-meminjam maupun jual-beli. Konsep ini dianggap tidak sejalan dengan prinsip muamalah dalam Islam. 

Cara mengidentifikasi instrumen investasi sebagai riba adalah jika pada awalnya dijanjikan imbal hasil berupa bunga dengan persentase tertentu dari dana pokok yang diinvestasikan. Padahal, pada tahap awal, dana pokok tersebut belum digunakan untuk tujuan apapun, namun imbal hasil yang pasti sudah dijanjikan. Hal ini dianggap tidak sesuai dengan prinsip bisnis dalam Islam yang mengakui kemungkinan untung, rugi, dan impas.

Baca juga: Menentukan Pilihan Investasi Syariah dengan meneladani Sifat Rasul

investasi syariah
freepik.com

Investasi Berunsur Maisir

Maisir adalah istilah yang digunakan untuk menyebut praktik perjudian yang dilarang dalam Islam. Kegiatan judi ini memiliki kaitan erat dengan spekulasi, oleh karena itu tidak diizinkan dalam konteks investasi syariah. Dalam konteks ini, spekulasi merujuk pada skema investasi yang mengalokasikan sedikit dana dengan harapan memperoleh keuntungan yang lebih besar. Namun, untuk mencapai keuntungan tersebut, seringkali harus mengambil hak orang lain yang juga terlibat dalam investasi. Oleh karena itu, investasi yang melibatkan unsur maisir dilarang dalam ajaran Islam.

Investasi Berunsur Gharar

Investasi syariah seharusnya tidak mengandung unsur gharar atau ketidakjelasan. Dalam Islam, kegiatan jual-beli yang melibatkan ketidakpastian dalam akadnya, baik terkait penyerahan, kualitas, maupun kuantitas objek transaksi, dilarang guna mencegah adanya penipuan dalam investasi.

Salah satu contohnya adalah investasi berbasis online yang masih mengandung unsur gharar. Artinya, terdapat ketidakjelasan mengenai instrumen investasi yang ditawarkan, objek investasinya kurang jelas, dan belum memiliki registrasi dan pengawasan resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk menghindari risiko semacam ini, penting untuk memastikan bahwa suatu investasi dapat dijamin dan dipahami secara rasional dan matematis, termasuk terkait harga, barang, serta proses penyerahan atau pembayaran.

Investasi Berunsur Ndzalim

Apakah Anda mengetahui bahwa investasi yang awalnya halal dapat berubah menjadi haram jika dilakukan dengan praktik yang tidak baik atau dzalim? Dalam konteks ini, praktik dzalim mencakup tindakan penipuan (tadlis), pemaksaan dalam akad, manipulasi permintaan (nasjsy/tanajusy), menimbun (ihtikar), membahayakan (dharar), menyembunyikan kecacatan (ghisysy), memberi sogok atau menyuap (risywah), dan penipuan harga (ghabn/ghabn fahisy).

Baca juga: Apa itu Sukuk Ritel? Ini Keuntungan dan Cara Membeli

Contoh Investasi Yang Sesuai Syariah Islam

Berikut adalah beberapa contoh instrumen investasi syariah yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dan layak Anda pertimbangkan.

  • Tanah dan properti – Dengan tanah dan properti Anda dapat menyewakan aset tersebut untuk mendapatkan keuntungan. Teradapat beberapa jenis propersi, seperti rumah, unit apartemen, hingga ruko. Aset ini mampu memberikan keuntungan karena harganya yang cenderung meningkat setiap tahunnya.
  • Emas – Serupa dengan tanah dan properti, emas juga memilki harga yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Anda dapat membeli emas yang kemudian dijual saat harga sedang meningkat. Tentu saja hal ini deperbolehkan dalam ajaran Islam
  • Deposito syariah – Deposit syariah sebenarnya mirip dengan deposito konvensional. Nasabah masih harus menyetorkan sejumlah dana ke bank dan mendapatkan keuntungan setelah jangka waktu tertentu. Yang membedakan, pada deposito syariah, keuntungan yang diperoleh bukan dalam bentuk bunga, melainkan berupa bagi hasil atau mudharabah.
  • Reksa dana syariah – Reksa dana adalah sarana untuk mengumpulkan dana dari investor yang kemudian dikelola oleh manajer investasi dan ditempatkan dalam portofolio efek. Pada reksa dana syariah, portofolio efek tersebut terdiri dari berbagai instrumen investasi sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, seperti saham dan sukuk yang telah memenuhi syarat Daftar Efek Syariah (DES).

Sekarang, Anda telah memahami jenis-jenis investasi yang tidak diperbolehkan dalam Islam. Dengan pengetahuan ini, Anda dapat lebih berhati-hati dalam memilih instrumen investasi syariah. Sebelum menentukan pilihan, pastikan selalu melakukan riset untuk mengetahui segala hal penting terkait instrumen investasi syariah. Gunakan platform  MOST  dari Mandiri Sekuritas untuk mengelola investasi syariah Anda di mana saja dan kapan saja. Kini, dengan MOST, Anda memiliki kesempatan mendapatkan 1 lot saham BRIS dengan membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) Bank Syariah Indonesia. Tunggu apalagi, mulai investasi Anda sekarang !

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

March 21, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
sukuk ritel
Investasi Syariah

Apa itu Sukuk Ritel? Ini Keuntungan dan Cara Membeli

by Minsya March 20, 2024
written by Minsya 5 minutes read

Jika kamu lebih memilih instrumen keuangan syariah untuk mengelola dan mengembangkan asetmu, maka sukuk ritel bisa menjadi opsi yang menarik untuk dipertimbangkan. Produk ini merupakan salah satu pilihan yang cocok bagi kamu yang ingin berinvestasi secara syariah.

Sukuk ritel adalah surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah melalui perusahaan atau lembaga perbankan syariah. Tujuan utamanya adalah untuk mendukung pembangunan nasional. Dengan berinvestasi melalui sukuk tipe ini, kamu secara tidak langsung turut serta dalam memajukan negara.

Mau tahu lebih lanjut tentang apa itu sukuk ritel, keuntungannya, serta cara membelinya? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Apa itu Sukuk Ritel?

Sukuk ritel adalah instrumen investasi yang termasuk dalam kategori Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Surat berharga ini dikeluarkan secara resmi oleh pemerintah Indonesia untuk warga negara Indonesia (WNI), dengan tujuan mendukung pembangunan nasional.

Lebih spesifik lagi, sukuk ini digunakan untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta proyek-proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia. Sebagai investor, kamu tidak hanya berpotensi mendapatkan keuntungan, tetapi juga ikut serta dalam pembangunan negara.

Dikelola berdasarkan prinsip syariah, sukuk ini harus mematuhi ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional dalam Majelis Ulama Indonesia. Hal ini berarti bahwa sukuk ini tidak boleh melibatkan unsur riba (usury), maysir (judi), dan gharar (ketidakjelasan).

Pembagian keuntungan dari sukuk ini didasarkan pada sistem bagi hasil, yang meliputi ujrah (uang sewa), margin, dan imbalan-imbalan lainnya yang telah disepakati melalui akad antara pihak bank dengan investor. Dengan demikian, sukuk ini memberikan peluang investasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah bagi para investor yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan negara.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

capital gain
freepik.com

Perbedaan Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan

Walaupun memiliki nama yang mirip, sukuk ritel dan sukuk tabungan memiliki perbedaan yang signifikan ketika dilihat dari berbagai aspek. Inilah yang perlu kamu ketahui:

  1. Tenor Investasi:

    • Sukuk ritel biasanya menawarkan tenor investasi selama tiga tahun atau lima tahun.
    • Sementara itu, sukuk tabungan hanya menyediakan tenor dua tahun dan empat tahun.
  2. Karakteristik Imbal Hasil (Kupon):

    • Imbal hasil dari sukuk ritel bersifat tetap, sehingga investor dapat memperoleh keuntungan yang konsisten setiap bulannya.
    • Di sisi lain, sukuk tabungan memiliki imbal hasil yang mengambang dengan batas minimal (floating with floor).
  3. Fleksibilitas di Pasar Sekunder:

    • Sukuk ritel dapat diperjualbelikan dengan mudah di pasar sekunder karena bersifat tradable.
    • Sedangkan sukuk tabungan tidak memiliki fleksibilitas tersebut.
  4. Potensi Return Rate:

    • Pemegang sukuk ritel memiliki kesempatan untuk memperoleh margin saat menjualnya di pasar sekunder.
    • Sebaliknya, pemegang sukuk tabungan tidak dapat memperoleh keuntungan tersebut karena produknya tidak dapat diperjualbelikan.

Dengan memahami perbedaan antara kedua produk ini, kamu dapat membuat keputusan investasi yang lebih cerdas sesuai dengan kebutuhan dan tujuan finansialmu.

Keuntungan Sukuk Ritel

Berikut adalah sejumlah keuntungan menarik yang bisa kamu dapatkan dengan berinvestasi melalui sukuk ritel:

1. Imbal Hasil Kompetitif

Inilah sejumlah keuntungan menarik yang bisa kamu dapatkan dari investasi dalam sukuk ritel:

  1. Imbal Hasil Kompetitif dan Stabil: Salah satu keuntungan utama sukuk ini adalah imbal hasil yang kompetitif dan stabil. Imbal hasil yang ditawarkan biasanya lebih tinggi daripada deposito bank umum. Dengan begitu, kamu bisa mengharapkan pengembalian investasi yang lebih menguntungkan dalam jangka waktu tertentu.

  2. Pajak yang Rendah: Selain itu, salah satu kelebihan lainnya adalah beban pajak yang relatif rendah. Pajak atas imbal hasil investasi sukuk ini hanya sebesar 10%. Hal ini berarti bahwa kamu akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk meraih keuntungan yang signifikan dari investasi tersebut.

2. Tidak Memerlukan Modal Besar

Khawatir berinvestasi karena memerlukan modal besar? Jangan khawatir! Saat memilih sukuk ini sebagai opsi investasi, modal yang dibutuhkan justru terjangkau. Anda bisa memperoleh surat berharga ini dengan investasi yang relatif kecil, dimulai dari harga sekitar Rp1 juta saja.

3. Ikut Mendukung Pembangunan

Untuk mereka yang memiliki semangat nasionalisme yang tinggi, sukuk ini bisa menjadi pilihan yang tepat. Ya, dana yang terkumpul dari penerbitan SBSN ini akan dialokasikan untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta mendukung pembangunan negara.

4. Lebih Aman dan Terjamin

Jika membicarakan tentang keamanan, tidak perlu khawatir. Ada jaminan dari negara yang menjamin pengembalian pokok dan imbalan dari investasi dalam SBSN. Ini diatur secara resmi dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara.

5. Bisa Dijual di Pasar Sekunder

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sukuk ritel adalah surat berharga yang dapat diperdagangkan kembali kepada investor lain melalui pasar sekunder. Ini berarti, jika suatu saat kamu membutuhkan dana secara mendadak, kamu memiliki opsi untuk menjual kembali sukuk yang kamu miliki.

6. Dikelola dengan Prinsip Syariah

Jika kamu lebih memilih instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip syariah, maka sukuk ritel adalah pilihan yang tepat! Pasalnya, sukuk ini telah mendapatkan penilaian sesuai dengan prinsip syariah dari Dewan Syariah Nasional. Tidak hanya itu, sukuk ini juga menggunakan struktur akad ijarah – asset to be leased yang selaras dengan pedoman Islam. Dengan demikian, sukuk ini menjadi opsi yang menarik bagi mereka yang ingin berinvestasi secara syariah.

Gimana Cara Beli Sukuk Ritel?

Ingin membeli sukuk ritel? Nah, kamu bisa memilih Mitra Distribusi (Midis) yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Setelah itu, lakukan pendaftaran sebagai Calon Investor melalui sistem elektronik yang disediakan oleh Midis.

Dalam proses pendaftaran sebagai Calon Investor, kamu harus mengisi data-data tertentu, seperti nomor SID (Single Investor Identification), nomor Rekening Dana, dan nomor Rekening Surat Berharga.

Setelah itu, pastikan untuk mengetahui kapan penawaran sukuk ritel dibuka, dan segera lakukan pemesanan selama periode penawaran tersebut. Setelah melakukan pemesanan, kamu hanya perlu melakukan pembayaran sesuai dengan metode yang telah dipilih.

Setelah pembayaran diverifikasi, kamu akan mendapatkan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN), notifikasi completed order, serta alokasi sukuk ini pada tanggal penerbitan.

Sukuk ritel adalah salah satu instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Namun, penting untuk diingat bahwa dalam berinvestasi, diversifikasi pada berbagai instrumen sangatlah penting untuk memaksimalkan potensi keuntungan.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

March 20, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
uang THR
Investasi Syariah

Uang THR Cuman Numpang Lewat? Harus Gimana?

by Minsya March 18, 2024
written by Minsya 4 minutes read

Menjelang hari lebaran, biasanya apa sih yang paling ditunggu-tunggu dari datangnya hari raya Idul Fitri? Sudah pasti salah satunya THR kan?

Sudah bukan rahasia umum lagi kalau Tunjangan Hari Raya (THR) ini selalu menjadi penantian bagi beberapa orang menjelang Idul Fitri. Secara regulasi, THR merupakan hak yang diberikan kepada para pekerja/buruh. THR bisa berupa uang atau barang dan diberikan beberapa saat sebelum perayaan hari raya Idul Fitri.

Uang THR jadinya hanya numpang lewat aja? Coba yuk ikuti tips mengelolanya dengan cara syariah. Cek videonya di sini

Tips Pakai Uang THR

Mengingat THR hanya didapatkan setahun sekali, jangan lupa untuk menggunakannya secara bijak ya! Tentunya harus sesuai dengan kebutuhan dan hal-hal positif. Jika masih bingung, yuk simak tips yang bisa dilakukan dari uang THR ini.

[Tips 1] Prioritaskan untuk Melunasi Utang atau Cicilan

Apabila memiliki utang atau cicilan yang perlu dibayar, maka bisa dipertimbangkan terlebih dahulu untuk menggunakan sebagian atau seluruh uang THR untuk melunasi utang tersebut. Tentu dengan mengutamakannya maka akan dapat membantu mengurangi beban finansial keuangan di masa mendatang. 

[Tips 2] Simpan Sebagian untuk Dana Darurat

Mengalokasikan sebagian uang THR untuk simpanan dana darurat merupakan keputusan keuangan yang bijak. Gunakan dana darurat tersebut hanya untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak atau tidak terduga saja, bukan untuk keperluan sehari-hari. Sehingga dengan menerapkan tips tersebut akan membantu mempertahankan finansial Anda. 

Baca Juga : Generasi Z Melek Investasi Saham di Indonesia

uang THR
freepik.com

[Tips 3] Membeli Seperlunya, Berbagi Semampunya

Tak heran jika menjelang lebaran, kebanyakan orang akan berbondong-bondong membeli baju lebaran yang hanya dipakai sementara saja. Hanya sebagian orang saja yang masih ingin memanfaatkan baju lamanya untuk dikenakan kembali saat lebaran tiba. Padahal uang THR yang didapat bisa menjadi pertimbangan untuk memberikan hadiah kepada orang-orang terdekat seperti keluarga. Jika uang THR masih ada sisa, maka bisa dipergunakan untuk memberikan sumbangan berupa amal atau kegiatan sosial.

[Tips 4] Menabung atau Investasi?

Masih bingung mau menyisihkan sebagian uang THR nya untuk ditabung atau investasi? Sebenarnya semua itu tergantung pada tujuan keuangan yang Anda inginkan. Sebagian orang mungkin memilih untuk memiliki keduanya, dengan menerapkan sebagian dana untuk menabung kemudian sebagiannya lagi untuk berinvestasi.

Pilihan Investasi

Namun tak sedikit orang yang lebih memilih salah satu diantara dua pilihan tersebut. Jika memilih menabung, maka harus ketahui terlebih dahulu tujuan tabungan Anda. Berbeda dengan investasi, apabila tujuan pembeliannya tidak mendesak atau masih dalam jangka panjang, maka berinvestasi adalah pilihan yang lebih menguntungkan. 

Ada banyak pilihan investasi tergantung risiko dan jangka waktu yang dipilih. Salah satu yang sedang tren akhir-akhir ini adalah reksa dana syariah. 

Lantas apa yang membedakan antara reksa dana syariah dan konvensional? Mana yang lebih menguntungkan?

Secara garis besar reksa dana syariah ini modalnya dikumpulkan serta dikelola secara syariah oleh manajer investasi dalam bentuk obligasi, surat saham, dan sukuk.

Penting untuk dibaca: Bedanya Investasi Reksa Dana Syariah dengan Reksa Dana Konvensional

Reksa Dana Syariah Lebih Untung dari Reksa Dana Konvensional

Jauh sebelum hadirnya reksa dana syariah, Anda lebih dulu mengenal reksa dana konvensional. Namun hal itu bukan berarti reksa dana konvensional lebih baik dari reksa dana syariah ya. Berikut keuntungan yang didapat ketika investasi reksa dana syariah.

  1. Reksa dana syariah lebih menjamin kehalalan dari investasinya. Dalam investasi reksa dana syariah ini apabila didapatkan tindakan non-syariah, maka manajer investasi akan melakukan proses cleansing sepengetahuan pemilik modal.
  2. Mengenai keamanan diantara kedua jenis investasi ini, tentu investasi reksa dana syariah jauh lebih aman. Sebab reksa dana syariah diawasi dan diatur oleh 2 (dua) lembaga sekaligus yaitu OJK dan DPS.
  3. Kedudukan manajer investasi dan pemilik modal sama. Tidak ada investasi yang lebih baik daripada investasi yang memungkinkan adanya diskusi dalam pembuatan aturan atau pembagian keuntungan.
  4. Jika dibandingkan dengan reksa dana konvensional yang hanya memiliki 4 (empat) pilihan produk, tentu berbeda dengan reksa dana syariah yang memiliki pilihan produk lebih variatif.
  5. Mengenai adanya potensi market cap yang baik, maka reksa dana syariah pemenangnya. Sebab peluang tersebut didukung adanya keleluasaan manajer investasi dalam mendistribusikan dana ke banyak pilihan produk investasi.
  6. Kinerja reksa dana syariah lebih stabil dibandingkan dengan reksa dana konvensional.

Selalu ingat bahwa kunci utama adalah memiliki rencana keuangan yang jelas dan disiplin dalam mengelola uang THR, tujuannya tentu agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi kebutuhan finansial Anda. Selain bisa mendatangkan keuntungan, investasi dari uang THR juga memberikan nilai plus karena bisa dikatakan bahwa uang THR ini bukan pendapatan utama yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup. 

Nah! Supaya THR nggak cuma numpang lewat aja, yuk investasi reksa dana syariah di platform yang jelas dan terpercaya serta mampu berbagi kemudahan dalam berinvestasi di aplikasi investasi MOST. Cari Berkah, Raih Manfaat: Investasi #SerbaSyariah di MOST Syariah. 

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

March 18, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Reksa Dana
Investasi Syariah

Saham atau Reksa Dana? Kalian Pilih Mana Untuk Investasi?

by Minsya March 16, 2024
written by Minsya 6 minutes read

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam gaya hidup banyak orang, salah satunya investasi saham atau Reksa Dana. Akses yang lebih mudah terhadap informasi dan kemudahan berbelanja secara online telah memicu peningkatan konsumsi impulsif di kalangan masyarakat. Fenomena ini sering kali mengakibatkan ketidakseimbangan dalam pengelolaan keuangan pribadi.

Pentingnya belajar mengelola uang, terutama di usia muda, semakin disadari oleh banyak orang. Beberapa tokoh publik, seperti Alodita dan Raditya Dika, telah memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya manajemen keuangan, khususnya bagi generasi muda yang cenderung impulsive dalam pengeluaran mereka.

Namun, pertanyaannya adalah bagaimana cara efektif mengelola uang di tengah godaan belanja yang terus menerus? Bagaimana kita bisa tetap berpegang pada kebijaksanaan finansial sambil menghindari godaan untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan?

Apa itu Investasi?

Salah satu cara yang sering disuarakan oleh para ahli keuangan untuk mengelola uang adalah melalui investasi. Investasi adalah kegiatan menempatkan modal atau dana dalam suatu usaha atau proyek dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan di masa depan.

Secara sederhana, investasi mirip dengan memberikan modal kepada orang lain, lalu modal tersebut dipergunakan untuk menjalankan suatu bisnis atau proyek. Dari hasil bisnis atau proyek tersebut, kita kemudian akan memperoleh bagian dari keuntungan sesuai dengan persentase yang telah disepakati. Dengan cara ini, kita dapat tetap memiliki tabungan atau investasi sambil tetap memenuhi kebutuhan belanja kita. Konsep ini sangat menarik, bukan?

Jenis investasi sebenarnya sangatlah beragam. Namun, jika kita membicarakan tentang popularitasnya, terutama di kalangan kaum muda, investasi dalam bentuk saham dan reksadana menjadi yang paling diminati.

Pertanyaannya adalah, apa sebenarnya saham dan reksadana? Apakah ada perbedaan di antara keduanya? Mari kita bahas lebih lanjut.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Reksa Dana
freepik.com

Mengenal Perbedaan Saham dan Reksa dana

1. Saham

Saham merupakan bentuk kepemilikan seseorang atau entitas di dalam sebuah perusahaan. Secara sederhana, memiliki saham berarti kita memiliki bagian atau pemilikan di suatu perusahaan. Saat kita membeli saham, kita seolah-olah menanam modal di bisnis perusahaan tersebut.

Biasanya, untuk membeli saham, kita akan menggunakan jasa seorang perantara yang biasa disebut broker. Broker ini akan bertindak sebagai penghubung antara kita dengan perusahaan yang sahamnya ingin kita beli. Di Indonesia, para broker ini beroperasi di bawah bendera sebuah lembaga yang dikenal sebagai Perusahaan Efek.

Dalam teori, kita bisa membeli saham dari berbagai perusahaan, termasuk perusahaan-perusahaan terkenal atau yang tidak terlalu dikenal. Misalnya, kita bisa memiliki saham dari perusahaan pembuat mie instan yang setiap hari kita konsumsi.

Namun, penting untuk diingat bahwa berinvestasi dalam saham juga memiliki risiko yang cukup besar. Kondisi bisnis di perusahaan tempat kita memiliki saham akan sangat memengaruhi nilai saham tersebut. Artinya, kita bisa mengalami keuntungan yang besar, tetapi juga kerugian yang signifikan. Oleh karena itu, melakukan riset yang matang dan mengandalkan insting bisnis yang baik sangatlah penting dalam bermain saham.

2. Reksa Dana

Reksa dana merupakan suatu wadah investasi yang menghimpun dana dari masyarakat untuk kemudian diinvestasikan ke dalam berbagai instrumen keuangan oleh Manajer Investasi. Manajer Investasi bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio efek, yang merupakan kumpulan surat berharga seperti obligasi, deposito, dan saham.

Portofolio efek ini dikelola oleh Manajer Investasi yang ahli dalam memantau dan mengambil keputusan investasi berdasarkan pergerakan pasar. Sebagai investor, kita tidak perlu melakukan pemilihan investasi sendiri seperti dalam investasi saham. Sebaliknya, kita menyerahkan pengelolaan dana kepada Manajer Investasi yang lebih berpengalaman, sehingga risiko investasi cenderung lebih rendah daripada bermain saham sendiri.

Jika tertarik untuk berinvestasi dalam reksa dana, OCBC NISP menyediakan beberapa produk reksa dana yang dapat dipilih sesuai preferensi. Beberapa jenis reksa dana yang tersedia antara lain:

  1. Reksadana pasar uang
  2. Reksadana pendapatan tetap
  3. Reksadana campuran
  4. Reksadana saham
  5. Reksadana terproteksi
  6. Reksadana berjangka

Kita dapat memilih jenis reksa dana yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan investasi kita. Misalnya, reksa dana pasar uang cocok untuk investasi jangka pendek dengan risiko yang lebih rendah, sementara reksa dana saham cocok untuk investasi jangka panjang dengan potensi imbal hasil yang lebih tinggi.

Kelebihan & Kekurangan Saham

Kelebihan Saham:

  1. Potensi Pertumbuhan yang Tinggi: Saham memiliki potensi untuk memberikan keuntungan yang tinggi dalam jangka panjang. Jika Anda memilih saham dengan bijaksana, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang signifikan dari kenaikan harga saham.
  2. Pemilikan Sebagian Perusahaan: Memiliki saham berarti Anda memiliki bagian kecil dari perusahaan tersebut. Ini memberi Anda hak suara dalam pemilihan manajemen perusahaan dan keputusan penting lainnya.
  3. Dividen: Beberapa saham membayar dividen kepada pemegang saham mereka, yang merupakan pendapatan tambahan yang bisa Anda terima secara berkala.
  4. Liquidity Tinggi: Saham relatif mudah diperdagangkan di pasar sekunder, yang berarti Anda dapat membeli dan menjualnya dengan mudah.

Kekurangan Saham:

  1. Volatilitas Tinggi: Harga saham bisa berfluktuasi secara signifikan dalam waktu singkat karena faktor pasar dan berita eksternal.
  2. Resiko Tunggal: Investasi saham dapat menjadi resiko tunggal karena kinerja perusahaan yang buruk atau masalah internal.
  3. Pengetahuan dan Waktu: Investasi saham membutuhkan pengetahuan yang baik tentang pasar saham dan memerlukan waktu untuk melakukan riset dan analisis.

Kelebihan & Kekurangan Reksa Dana

Kelebihan Reksa Dana:

  1. Diversifikasi: Reksadana berinvestasi dalam berbagai saham dan/atau obligasi, sehingga dapat memberikan diversifikasi yang lebih besar dan mengurangi resiko tunggal.
  2. Manajemen Profesional: Reksadana dikelola oleh manajer investasi yang ahli dan berpengalaman, yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan investasi.
  3. Akses Mudah: Investasi dalam reksadana sangat mudah dan terjangkau bagi investor ritel. Anda bisa memulai investasi dengan jumlah yang kecil.
  4. Likuiditas: Reksadana juga memiliki likuiditas tinggi, yang memungkinkan Anda untuk membeli dan menjual unit secara mudah.

Kekurangan Reksa Dana:

  1. Biaya Manajemen: Ada biaya manajemen yang harus dibayarkan oleh investor untuk layanan manajemen dan administrasi reksadana.
  2. Tidak Ada Kontrol Individual: Pemegang saham reksadana tidak memiliki kendali langsung atas portofolio investasi. Keputusan investasi sepenuhnya di tangan manajer investasi.
  3. Return yang Terbatas: Potensi pengembalian dari investasi dalam reksadana mungkin lebih rendah dibandingkan dengan investasi langsung dalam saham individual yang berhasil.

Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Pertanyaan yang sering muncul adalah, antara saham dan reksa dana, mana yang lebih cocok untuk kaum yang kadang khilaf seperti kita?

Sebenarnya, dalam memilih investasi, keputusan akhir tetap berada di tangan masing-masing individu. Investasi merupakan proses di mana kita harus mempertimbangkan risiko yang akan kita tanggung. Jika kita suka mengambil risiko dan siap dengan kemungkinan kerugian besar, maka bermain saham mungkin lebih cocok. Konsep “high risk means high return” berlaku di sini. Artinya, jika beruntung, kita bisa mendapatkan keuntungan besar, tetapi jika terjadi kerugian, kerugian tersebut juga bisa besar.

Namun, bagi mereka yang lebih memilih keamanan dan stabilitas, reksa dana bisa menjadi pilihan yang lebih sesuai. Meskipun potensi keuntungannya tidak sebesar saham, investasi dalam reksa dana cenderung lebih stabil. Meskipun imbal hasilnya tidak besar, namun passive income akan tetap ada.

Namun, penting untuk diingat bahwa baik saham maupun reksa dana memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang penting, keduanya merupakan bentuk investasi yang baik, hanya saja tingkat risikonya berbeda. Terlebih lagi di masa sulit seperti sekarang, investasi dapat menjadi faktor penentu yang dapat membantu kita mengatasi tantangan keuangan. Dalam situasi apapun, lebih baik melakukan investasi daripada tidak melakukan investasi sama sekali.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

March 16, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
investasi syariah
Investasi Syariah

Investasi Syariah: Keuntungan dan Kemudahan dalam Berinvestasi

by Minsya March 12, 2024
written by Minsya 5 minutes read

Saham syariah mengutamakan investasi syariah pada sektor-sektor yang dianggap halal, seperti industri makanan halal, perbankan syariah, teknologi, dan sektor properti yang sesuai dengan prinsip syariah. Namun, trading saham seringkali dianggap sebagai perjudian sehingga membuat sebagian orang ragu untuk mulai berinvestasi. Oleh karena itu, bagi yang takut dengan masalah ini, ada produk menarik bernama investasi syariah. 

Saham syariah telah menarik perhatian dunia investasi dalam beberapa tahun terakhir. Investasi saham syariah merupakan cara umat Islam berinvestasi sesuai prinsip Islam. Investasi syariah menawarkan sejumlah keuntungan dan kemudahan yang dapat menjadi daya tarik bagi para investor yang menguntungkan prinsip syariah Islam. Prinsip utama investasi saham berbasis syariah adalah menghindari investasi pada sektor-sektor yang dianggap haram, seperti alkohol, perjudian, riba, dan yang melanggar syariah Islam.

Masih penasaran sama investasi syariah? Simak artikel ini karena bakalan dijelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan investasi syariah. 

Apa Prinsip Dasar Investasi Syariah?

Investasi syariah didasarkan pada prinsip-prinsip yang tentunya sesuai dengan ajaran Islam. Prinsip ini membimbing para investor untuk memastikan bahwa investasi mereka sesuai dengan nilai-nilai moral dan etika Islam. Berikut beberapa prinsip investasi syariah:

  1. Melarang terhadap segala macam bentuk kegiatan yang haram seperti riba, judi, gharar (ketidakjelasan), penipuan, dll;
  2. Tentunya harus memberikan manfaat untuk kedua belah pihak;
  3. Investor berhak memiliki kebebasan dalam membuat kontrak sesuai dengan kesepakatan dari dua belah pihak;
  4. Memenuhi akad sesuai dengan kesepakatan;
  5. Menerapkan etika yang baik setiap melakukan transaksi;
  6. Harus memiliki dokumentasi atau surat perjanjian saat transaksi yang sudah disepakati sebelumnya. 

Setelah mengetahui prinsip dari investasi syariah, penting untuk dicatat bahwa prinsip ini menjadi pedoman bagi perusahaan dan investor yang berpartisipasi dalam investasi syariah. Pemahaman yang baik tentang prinsip ini tentu dapat membantu para investor membuat keputusan investasi yang sesuai dengan ajaran Islam. Namun disisi lain, masih ada beberapa orang yang belum mengetahui perbedaan antara saham syariah dengan saham konvensional. Lantas yang membedakannya apa saja? Yuk pahami secara seksama.

Baca juga: Mengenal Investasi Syariah

investasi syariah
freepik.com

Karakteristik Saham Syariah yang Membedakan Dengan Saham Konvensional

Saham syariah memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari saham konvensional. Perbedaan ini mencerminkan prinsip-prinsip syariah yang harus dipatuhi dalam investasi. Berikut adalah beberapa karakteristik saham syariah yang membedakannya:

  • Emiten Tidak Bertentangan dengan Ajaran Islam

Emiten atau perusahaan yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan memenuhi syarat syariah memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari perusahaan yang terlibat dalam bisnis haram atau melanggar prinsip-prinsip syariah. Saham konvensional memungkinkan Anda untuk membeli emiten ternama, termasuk yang memiliki prospek tinggi. Saat ini ada beberapa perusahaan yang menerbitkan saham syariah yang tidak bisa diikuti karena melanggar ajaran Islam. 

  • Sistem Bagi Hasil

Sama seperti bank-bank syariah yang tidak menerapkan unsur riba. Melalui saham syariah Anda tidak akan mendapatkan keuntungan berupa bunga/riba. Sistem yang berlaku dalam saham syariah ini adalah bagi hasil. Sistem bagi hasil adalah salah satu prinsip utama dalam investasi syariah, termasuk dalam konteks saham syariah. Sistem ini mencerminkan pendekatan keuangan yang sesuai dengan ajaran Islam, di mana keuntungan dan risiko dibagi antara pemilik modal (investor) dan pihak yang mengelola modal (perusahaan).

  • Musyawarah Untung dan Rugi

Musyawarah untung rugi, dalam konteks saham syariah merujuk pada prinsip bahwa pemegang saham dan perusahaan berkomunikasi maupun berkonsultasi untuk menentukan cara pembagian keuntungan dan kerugian. Hal ini tentu mencerminkan pendekatan partisipatif dan kolaboratif dalam pengambilan keputusan keuangan antara pemilik modal (investor) dan perusahaan. Inilah yang disebut dengan itikad saham. Adanya itikad saham, investor saham bisa terlepas dari yang namanya gharar maupun maysir.

Dengan memperhatikan karakteristik ini, investor dapat memilih saham yang sesuai dengan prinsip syariah dan menghindari saham yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Penting untuk diingat bahwa standar syariah dapat bervariasi, dan filtrasi syariah dapat dilakukan oleh berbagai lembaga atau otoritas. 

Tips Investasi Syariah Yang Aman

Sebelum berinvestasi dalam tiga tips investasi syariah yang aman, ada beberapa langkah yang sebaiknya diambil untuk memastikan bahwa investasi Anda sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan mengurangi risiko yang terjadi. Berikut adalah hal yang harus Anda lakukan sebelum berinvestasi dalam investasi syariah yang aman:

  • Memilih Tempat Investasi

Modal yang diinvestasikan memainkan peran yang sangat penting disini. Dengan asumsi Anda berinvestasi selamanya, Anda akan tetap berada di lokasi tersebut selamanya kecuali Anda membatalkannya. Pilihan investasi yang memiliki visi dan misi investasi syariah yang jelas. Saat ini terdapat sejumlah bank dan lembaga keuangan pemerintah maupun swasta yang menawarkan banyak kemudahan dalam membeli produk investasi. Langkah yang sebaiknya Anda lakukan adalah menyelaraskan modal secara cermat dan berusaha mencari referensi dari teman maupun orang yang berinvestasi.

  • Mempelajari Aturannya

Selalu ada aturan main yang berbeda di mana pun, baik itu bank atau lembaga keuangan. Ini juga termasuk investasi konvensional dan syariah. Harap biasakan diri Anda dengan aturan permainan. Jika Anda ingin membeli reksa dana dan menggunakan simpanan Anda, maka perlu mengetahui kapan modal simpanan tersebut dapat dipinjam ke bank dan berapa jumlah uang serta resiko yang akan diambil. 

  • Menentukan Modal Investasi

Ingatlah bahwa segala sesuatu yang diambil terlalu jauh pasti akan berdampak buruk di kemudian hari. Hal ini juga berlaku dalam dunia investasi syariah. Meskipun memiliki sejumlah modal besar dalam investasi tentu sangat penting. Anda juga perlu mempertimbangkan dana lain.

Perlu dicatat bahwa meskipun investasi syariah memiliki keuntungan tertentu, seperti halnya dengan jenis investasi lainnya, risiko tetap ada. Oleh karena itu, sebelum berinvestasi selalu penting untuk memahami dengan baik produk investasi yang dipilih dan melibatkan ahli keuangan yang kompeten jika diperlukan. Jika ingin investasi syariah dapat menghasilkan keuntungan yang ada di atas, maka dari itu Anda harus memilih broker saham terbaik dan instrumen investasi yang tepat. 

Sebagai manajer investasi, Mandiri Sekuritas menyediakan produk-produk berbasis syariah yang terbukti aman dan terpercaya.

Untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai produk investasi berbasis syariah dari Mandiri Sekuritas, kunjungi link ini!

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

March 12, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar Di

DOWNLOAD APLIKASI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG