Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - emiten syariah - Page 9
Tag:

emiten syariah

KMI Wire
Emiten Syariah

PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI) Sejarah dan Profilnya

by Minsya December 5, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Sebagian dari Anda mungkin sudah ada yang mengenal PT KMI Wire and Cable Tbk (KBLI). Perusahaan yang satu ini diketahui berkegiatan dalam bidang pembuatan kabel dan juga kawat aluminium. Selain itu, perusahaan juga memproduksi tembaga dan bahan baku lainnya yang berkaitan dengan listrik. Berikut Adalah sejarah perkembangan KMI Wire and Cable Tbk.

Sejarah berdirinya PT KMI Wire and Cable Tbk

Jika dilihat dari sumber terpercaya, perusahaan manufaktur kabel ini sudah ada sejak 19 Januari 1972. Hanya saja, namanya pada saat itu yaitu Kabelmetal Indonesia Tbk. Perusahaan ini merupakan hasil patungan antara PT Gunung Ngadeg Djaja (49%) dan Kabel-und Metallwerke Gutehoffnungshütte AG, Jerman (51%).

Modal yang dikeluarkan untuk pembuatan perusahaan ini yaitu USD 500.000 dan pinjaman luar negeri USD 2 Juta. Kemudian peletakan batu pertama dilakukan pada tanggal 21 April 1972 oleh pejabat di Cakung, Jakarta Timur. Setelah proses pembangunan, produksi akhirnya baru bisa dilakukan pada tahun 1974 dengan merk Kabelmetal.

Meskipun terbilang cukup baru, perusahaan ini sempat dinobatkan sebagai produsen kabel terbesar di Indonesia. Saham dari PT KMI Wire and Cable Tbk ini akhirnya diakuisisi oleh Gajah Tunggal Group melalui PT Gajah Tunggal Mulia pada Oktober 1986. Setelah diakuisisi, Gajah Tunggal Group akhirnya mencatatkan merk produk perusahaan ini ke Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.

Pencatatan tersebut terjadi di tanggal 6 Juli 1992 dengan kode emiten KBLI. Jumlah saham yang diterbitkan pada saat itu yaitu 3,5 juta saham dan harga tawar 3.500 per saham. Kemudian di bulan Desember 1994, perusahaan ini mampu bekerjasama dengan Pirelli SpA yang menjadi perusahaan kabel Italia. Tujuan kerjasama tersebut yaitu untuk membangun pabrik kabel listrik dan serat optik.

Proses operasi dari pabrik tersebut diharapkan mampu diandalkan pada tahun 1996. Pada tahun 1995, Kabelmetal Indonesia melakukan Investasi dengan memproduksi bahan baku utama sendiri mulai dari  tembaga dan kawat aluminium untuk mengurangi biaya produksi. Ditahun yang  sama, perusahaan juga mendapatkan sertifikat ISO 9002 untuk manufaktur kabel. 

Sertifikasi ISO 9002 berikutnya turun pada tahun 1996 untuk tembaga dan kawat aluminium. Selanjutnya, di tahun 1997 terdapat sertifikasi ISO 14001 untuk sistem manajemen lingkungan dan ISO 9001 untuk desain manufaktur kabel yang diturunkan pada tahun 1998. Perlu diketahui bahwa pada tahun 1996, perusahaan ini sudah resmi menggunakan nama PT GT Kabel Indonesia Tbk.

Meskipun begitu, produk yang beredar tetap menggunakan nama kabelmetal dengan daftar edar 2000 jenis termasuk yang di eksplor ke banyak negara mulai dari Asia hingga Timur Tengah. Setelah tragedi krisis ekonomi GT Kabel Indonesia terjerumus hutang jutaan dollar Amerika Serikat. Untuk itu, perseroan secara bertahap mulai melakukan restrukturisasi utang yang dicapai pada 2002-2003.

Hutang ini direstrukturisasi, dikonversi dalam bentuk saham atau dibeli kembali oleh perusahaan. Namun pada tahun 2005, perusahaan masih memiliki utang sebesar USD 26 juta dan masih berusaha melunasinya. Perusahaan tersebut juga diserahkan kepada BPPN oleh pemiliknya untuk melunasi utang BLBI kepada Bank Dagang Nasional Indonesia pada tahun 2000 dengan perkiraan harga Rp 9,2 triliun.

Namun perlu dicatat, PT Gajah Tunggal Mulia masih mampu mempertahankan 68,9% sahamnya pada tahun 2001 yang turun menjadi 53% pada tahun 2007. Sejak tanggal 18 Juli 2008 akhirnya perusahan ini kembali berganti nama menjadi PT KMI Wire and Cable Tbk. Namun merk Kabelmetal masih digunakan pada pasar dalam negeri, sedangkan merk ekspor sudah menggunakan KMI Wire and Cable.

Baca Juga : PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Profil dan Sejarahnya

KMI Wire
KMI Wire

Tahap Operasional yang Dilakukan PT KMI Wire and Cable Tbk

Berdasarkan data yang ada, diketahui hingga tahun 2021 bahwa perusahaan ini mampu memproduksi 2000 jenis dan ukuran kabel mulai dari kabel listrik aluminium dan kabel listrik tembaga dengan tegangan rendah, menengah ataupun tinggi. KMI Wire and Cable Tbk ini juga memproduksi bahan dasar kabel aluminium, tembaga dan kawat aluminium untuk distribusi daya overhead.

Bisa dikatakan bahwa perusahan yang satu ini sudah mampu menjadi pemasok kabel listrik yang berkualitas untuk perusahaan listrik negara, swasta dan banyak industri mulai dari industri pertambangan, minyak dan gas, serta lainnya. Proses pasokan tersebut dilakukan secara langsung dan juga ada yang melalui jaringan distributor serta diekspor ke banyak negara.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

December 5, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
GOTO
Emiten Syariah

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Profil dan Sejarahnya

by Minsya December 4, 2023
written by Minsya 5 minutes read

GoTo, yang lebih dikenal sebagai PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, adalah sebuah perusahaan teknologi digital yang beroperasi di Indonesia. Mereka lahir dari hasil penggabungan antara dua raksasa, yaitu Gojek dan Tokopedia. Kantor pusat mereka ada di Jakarta, dan mereka menjadi semacam ekosistem digital yang kuat untuk memastikan identitas korporasi mereka.

Sejarah GOTO

Awalnya, GOTO dimulai sebagai penyedia layanan transportasi daring dengan nama PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa, yang lebih dikenal dengan nama Gojek. Setelah Tokopedia bergabung pada tahun 2021, nama perusahaan diubah menjadi GOTO. Mereka menawarkan berbagai layanan, seperti transportasi roda dua (GoRide), roda empat (GoCar), logistik on-demand (GoSend), dan platform belanja online (Tokopedia). Tak hanya itu, mereka juga memiliki bagian keuangan bernama GOTO Financial, yang mencakup pembayaran digital (GoPay), sistem kasir berbasis awan (MokaPOS), dan gerbang pembayaran (Midtrans).

Tahun 2022 menjadi tahun yang luar biasa bagi Go-To. Mereka menjadi “Dekacorn” pertama yang go public di bursa efek Asia Tenggara. Nilai penawaran umum mereka mencapai Rp15,8 triliun atau sekitar US$1,1 miliar, menjadikan IPO GOTO sebagai yang terbesar di Indonesia, peringkat ketiga di Asia, dan peringkat kelima di dunia pada periode Januari-April 2022. Pencapaian yang mengesankan!

Mereka juga mencatat diri sebagai salah satu dari lima perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada 11 April 2022, kapitalisasi pasar mereka mencapai Rp452 triliun, menunjukkan peran penting mereka dalam pasar keuangan Indonesia.

Baca Juga : Sejarah PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) dan Profilnya

GOTO

Sejarah Gojek

Gojek berawal pada tahun 2010 sebagai pusat panggilan untuk pengemudi ojek roda dua di Jakarta, melayani awalnya hanya 20 pengemudi ojek. Dari sana, Gojek berevolusi menjadi aplikasi telepon pintar berbasis iOS dan Android pada tahun 2015. Pada tahun yang sama, Gojek mulai mendapatkan dukungan keuangan dalam Seri A dari investor-investor seperti NSI Ventures, Sequoia Capital, NTH Gemma Inc., dan NSI Moto Holdings Ltd.

Tahun 2016 menjadi tonggak sejarah bagi Gojek ketika mereka menerima investasi dari KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital, dan Capital Group Private Market. Dengan dukungan ini, Gojek resmi menjadi perusahaan “unikorn” pertama di Indonesia, artinya mereka menjadi perusahaan rintisan yang dinilai setidaknya sebesar AS$1 miliar. Selama periode ini, Gojek mengalami pertumbuhan yang pesat, dengan jumlah pesanan harian mencapai lebih dari 300.000.

Sejarah Tokopedia

Tokopedia didirikan pada 17 Agustus 2009 oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison dengan konsep lokapasar antarkonsumen. Awalnya, fokus utama Tokopedia adalah sebagai platform penjualan antar konsumen, tetapi kemudian mereka mengembangkan layanan tambahan, seperti produk teknologi finansial pada tahun 2016 dan layanan gudang pintar yang awalnya bernama TokoCabang (kemudian dikenal sebagai Dilayani Tokopedia). Ini merupakan pusat pemenuhan yang dirancang untuk mempercepat dan mendekatkan proses transaksi.

Tokopedia mendapatkan pendanaan awal dari Indonusa Dwitama pada tahun 2009, dan kemudian menerima dukungan dari sejumlah modal ventura seperti East Ventures (2010), Cyber Agent Ventures (2011), Netprice (2012), dan SoftBank Ventures Korea (2013). Pada tahun 2014, Tokopedia mencatat sejarah sebagai perusahaan teknologi pertama di Asia Tenggara yang mendapat investasi sebesar US$100 juta dari Sequoia Capital dan SoftBank Internet and Media Inc (SIMI).

Tahun 2017 menjadi momen penting bagi Tokopedia karena menerima investasi besar senilai US$1,1 miliar dari Alibaba, raksasa e-dagang asal Tiongkok. Pada Desember 2018, Tokopedia kembali mengumumkan kesuksesannya dalam mendapatkan pendanaan senilai US$1,1 miliar dari sejumlah investor, dengan SoftBank Vision Fund dan Alibaba Group sebagai pihak yang memimpin seri pendanaan tersebut. Dengan tambahan investasi ini, valuasi Tokopedia diperkirakan mencapai US$7 miliar.

Penggabungan Gojek dan Tokopedia

Pada 17 Mei 2021, terjadi pengumuman besar-besaran ketika Tokopedia dan Gojek secara resmi menyatukan diri dan membentuk entitas baru bernama Go-To. Nama “GoTo” tidak hanya singkatan dari nama kedua perusahaan, tetapi juga mengandung makna gotong royong.

Dalam proses penggabungan ini, sebenarnya, Tokopedia diakuisisi oleh Gojek dan menjadi anak usaha dari perusahaan Gojek yang bernama PT Aplikasi Karya Anak Bangsa. Kemudian, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa merubah namanya menjadi PT GoTo Gojek Tokopedia.

Setelah kesatuan Gojek dan Tokopedia, mereka mengklaim bahwa dampak dari perusahaan gabungan ini memberikan kontribusi sekitar 2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Ini merupakan tonggak bersejarah dalam dunia bisnis di Indonesia.

Menjadi Perusahaan Terbuka

Pada 15 Maret 2022, GoTo mengumumkan rencananya untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui paparan publik. Dalam pengumuman tersebut, mereka merinci rencananya untuk mengumpulkan dana sebesar Rp15,2 triliun (setara dengan US$1,1 miliar). Hal ini membuat IPO Go-To berpotensi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia.

Kemudian, pada 11 April 2022, GoTo secara resmi melantai di Bursa Efek Indonesia melalui proses IPO. Mereka melepas 3,43% sahamnya ke publik dengan harga penawaran Rp338. IPO ini sukses mengumpulkan dana sebesar Rp15,8 triliun. Keberhasilan ini menandai pencapaian besar dalam perjalanan mereka di pasar modal Indonesia.

Layanan On Demand

Mereka menyediakan berbagai layanan on-demand melalui platform besar di Indonesia, yaitu Gojek. Di bawah payung Gojek, terdapat berbagai layanan yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, termasuk:

  1. Layanan Mobilitas:

    • GoRide: Layanan transportasi roda dua yang dapat diakses melalui aplikasi Gojek.
    • GoCar: Layanan transportasi roda empat yang memberikan opsi kenyamanan perjalanan.
    • GoTaxi: Kerja sama dengan perusahaan taksi BlueBird, memberikan akses mudah ke layanan taksi melalui Gojek.
  2. Layanan Pesan Antar Makanan:

    • GoFood: Memungkinkan pengguna untuk memesan makanan dan minuman dari berbagai restoran mitra.
    • GoMart: Layanan pesan antar untuk kebutuhan sehari-hari, mempermudah pengguna mendapatkan barang kebutuhan mereka.
    • Cloud Kitchen: Menawarkan layanan dapur bersama, memfasilitasi pengusaha kuliner untuk menyajikan makanan mereka kepada pelanggan melalui platform Gojek.
  3. Logistik:

    • GoSend (Roda Dua dan Roda Empat): Layanan pengiriman barang on-demand menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.
    • GoBox: Layanan khusus dengan menggunakan mobil boks untuk pengiriman barang yang lebih besar.

Dengan berbagai layanan ini, GoTo melibatkan diri dalam menyediakan solusi yang komprehensif dan mudah diakses bagi masyarakat, baik dalam hal transportasi, kebutuhan makanan, maupun logistik. Platform ini menjadi solusi lengkap untuk kegiatan sehari-hari dengan memberikan banyak pilihan bagi pengguna.

Layanan E-Commerce

GoTo juga menyediakan layanan e-commerce melalui Tokopedia. Tokopedia mencapai 99% kota di seluruh Indonesia, dengan 865 juta produk dan 12 juta penjual terdaftar. Layanan Tokopedia mencakup:

  1. Lokapasar (Marketplace): Menghubungkan pedagang dengan konsumen.
  2. Toko Resmi (Official Store): Perusahaan nasional dan internasional dapat menjalankan bisnis-ke-konsumen.
  3. Dagang Instan (Instant Commerce): Tokopedia NOW! untuk belanja kebutuhan sehari-hari yang dikirim dalam waktu kurang dari dua jam.
  4. Logistik dan Pemenuhan: Mendukung pengiriman cepat dan murah dengan menyediakan pilihan produk dan layanan terdekat.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

December 4, 2023 1 comment
4 FacebookTwitterPinterestEmail
emiten
Pojok Komunitas

Daftar Emiten Pendukung Capres di Pemilu 2024!

by Minsya December 1, 2023
written by Minsya 7 minutes read

Dengan dimulainya masa kampanye pada tanggal 28 November 2023 dan telah ditetapkannya tiga calon Capres dan Cawapres yakni Anies – Muhaimin, Prabowo – Gibran, dan Ganjar – Mahfud. Maka kita perlu tahu juga cara meraih cuan dari dunia politik melalui daftar emiten pendukung Capres di Pemilu 2023! Langsung saja kita bahas satu per satu.

Daftar Emiten Pendukung Capres di Pemilu 2024

Tahun 2024 merupakan tahun politik yang telah ditunggu-tunggu, bukan hanya oleh para partai dan pendukungnya. Namun para pelaku pasar, juga banyak yang menantikan momentum ini, karena biasanya saham-saham yang terafiliasi dengan para Capres maupun Cawapres, termasuk partai politik tertentu akan menarik untuk di koleksi.

Nah untuk tahu momentum itu, maka juga diperlukan untuk mengetahui lebih dulu daftar emiten pendukung Capres di Pemilu 2024 ini.

Berikut daftar saham emiten yang digendong para Partai Koalisi, antara lain:

1. Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar

Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut pertama ini didukung oleh tiga partai yakni Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Jika dilihat dari komposisi tim pemenangan dan para partai pengusung. Bisa dikatakan bahwa pasangan nomor urut pertama ini, merupakan satu-satunya pasangan yang tidak terafiliasi dengan emiten manapun.

Tetapi pasangan ini didukung oleh beberapa pengusaha dan salah satu yang terbesar adalah Surya Paloh dengan grup Media Indonesia. Diluar itu, pasangan ini hanya didukung oleh beberapa pengusaha yang berskala lokal dan tidak didukung oleh konglomerasi tertentu.

https://www.jawapos.com/

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

2. Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka

Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut dua ini memiliki partai pengusung yang paling banyak, dibandingkan pasangan Capres dan Cawapres lainnya. Pasangan ini didukung oleh Partai Gerindra, Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Gelora.

Dengan dukungan partai yang cukup gemuk tersebut, karena memang pasangan nomor urut dua ini memiliki afiliasi yang kuat dengan beberapa konglomerasi dan juga emiten, antara lain:

https://www.theaustralian.com.au/

a. Konglomerasi Bakrie

Bakrie Grup merupakan salah satu grup konglomerasi yang menguasai bisnis pertambangan di Indonesia. Bakrie Grup masuk ke dalam koalisi Prabowo-Gibran melalui Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie (Ical), Ical sendiri berperan sebagai dewan Pembina untuk pemenangan pasangan ini. Beberapa emiten dalam koalisi ini antara lain:

    1. PT Bakrie & Brothers, Tbk (BNBR)
    2. PT Bumi Resources, Tbk (BUMI)
    3. PT Bumi Resources Minerals, Tbk (BMRS)
    4. PT Energi Mega Persada, Tbk (ENRG)
    5. PT Darma Henwa, Tbk (DEWA)
    6. PT Visa Media Asia, Tbk (VIVA)
    7. PT Intermedia Capital, Tbk (MDIA)
    8. PT Bakrie Sumatera Plantations, Tbk (UNSP)
    9. PT Bakrieland Development, Tbk (ELTY)
    10. PT Graha Andrasentra Propertindo, Tbk (JGLE)
    11. PT Bakrie Telecom (BTEL)

b. Konglomerasi Hatta Rajasa

Pasangan dari Capres Prabowo pada pemilu 2014 ini, juga merupakan salah satu pengusaha yang memiliki banyak bisnis. Salah satu diantaranya adalah bisnis pertambangan, antara lain PT Arthindo, PT Arthasia Cipta Pratama, dan PT Arthadaya Coalindo. Sayangnya ketiga bisnis tersebut tidak ada yang IPO di bursa.

c. Konglomerasi Asrari Grup

Hasyim Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo ini dikenal sebagai pengusaha yang mewarisi bakat dari ayahnya Sumitro Djojohadikusumo. Di bawah kepemimpinan Hasyim, Asrari Grup berhasil menjadi grup konglomerasi yang memfokuskan bisnisnya pada SDA.

Di bursa, tercatat hanya ada satu perusahaan yang berafiliasi dengan Asrari Grup yang melakukan IPO melalui Aryo Djojohadikusumo yakni PT Wir Asia, Tbk (WIRG). Namun sifatnya hanya membantu proses pre-IPO, dan tidak masuk kedalam kepengurusan maupun manajemen perusahaan.

d. Keluarga Luhut Panjaitan

Keluarga Luhut Panjaitan yakni keponakannya Pandu Sjahrir, merupakan seorang investor yang juga membangun konglomerasi dari bisnis keluarga Luhut. Salah satu saham yang dimiliki oleh keluarga Luhut adalah PT TBS Energi Utama, Tbk (TOBA), dengan Pandu sebagai Wakil Direktur Utama.

e. Kaesang Pangarep

Kaesang merupakan adik dari Gibran, yang sekaligus sebagai seorang investor pada perusahaan udang yakni PT Panca Mitra Multiperdana, Tbk (PMMP). Kaesang melakukan injeksi saham di PMMP menggunakan grup investasinya yakni PT Harapan Bangsa Kita.

f. Fuad Hasan

Politisi senior Golkar, Fuad Hasan adalah pendiri dari PT Menthobi Karyatama Raya, Tbk (MKTR) yang berfokus pada bisnis pengelolaan minyak sawit. Di luar itu Fuad Hasan merupakan pebisnis handal yang mendirikan Maktour Group.

g. Agung Laksono

Politisi Golkar, Agung Laksono juga merupakan seorang pengusaha. Tercatat salah satu perusahaan yang dimilikinya juga terdapat di bursa yakni PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE).

Pasangan Prabowo-Gibran Merupakan pasangan yang cukup banyak didukung oleh pengusaha dan lingkaran konglomerasi.

Berita Saham Syariah

Strategi Dividen Saham Syariah: Membedah Aksi Korporasi DRMA, KEJU, hingga BTPS

April 28, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Analisis Saham Syariah: Ekspansi Strategis BUVA hingga Langkah Global MSIN di Bursa...

April 28, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

MSCI INDONESIA: Menakar Respons MSCI terhadap Reformasi Transparansi

April 21, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Analisis Saham Syariah: Ketegasan BEI Terhadap Delisting hingga Guyuran Dividen Jumbo ADMR

April 20, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Analisis Saham Syariah: Banjir Dividen LPPF hingga Strategi WMUU Hadapi Rights Issue

April 17, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Investasi Saham Syariah: Aksi Buyback ASLC hingga Guyuran Dividen Cimory Rp793 Miliar

April 13, 2026 0 comments

3. Ganjar Pranowo – Moh Mahfud Mahmodin

https://www.antaranews.com/

Pasangan dengan nomor urut tiga ini didukung oleh beberapa partai pengusung dan juga cukup memiliki dukungan dari beberapa pengusaha. Adapun partai pendukung dari pasangan ini antara lain: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Hatu Nurani Rakyat (Hanura).

Tercatat beberapa pendukung di luar partai yang tergabung dalam tim sukses pasangan ini juga konglomerat, seperti Arsjad Rasjid dan Hapsoro Sukmonohadi yang juga suami dari Puan Maharani.

Berikut ini beberapa emiten dan konglomerasi yang terafiliasi dengan pasangan nomor urut tiga:

a. Konglomerasi Hapsoro Sukmonohadi

Hapsoro atau dikenal dengan Happy Sukmonohadi merupakan pengusaha yang telah malang melintang di bisnis tanah air dan memiliki beberapa perusahaan yang IPO antara lain:

    1. PT Singaraja Putra, Tbk (SINI)
    2. PT Rukun Raharja, Tbk (RAJA)
    3. PT Archi Indonesia, Tbk (ARCI)
    4. PT Red Planet Indonesia, Tbk (PSKT)
    5. PT Bukit Uluwatu Villa, Tbk (BUVA)
    6. PT Petrosea, Tbk (PTRO)

b. Konglomerasi Arsjad Rasyid

Arsjad Rasyid merupakan ketua HIPMI Indonesia yang memimpin Indika Group (INDY). INDY juga dikenal dengan bisnisnya yang bergerak di multi sektoral seperti tambang dan juga energi terbarukan.

c. Konglomerasi Hary Tanoe

Hary Tanoe atau yang akrab disapa HT adalah pendiri Partai Perindo dan seorang pengusaha media terbesar di Indonesia (MNC Group). Serta memiliki beberapa perusahaan yang telah listing di bursa, antara lain:

    1. PT MNC Vision Networks, Tbk (IPTV)
    2. PT MNC Energy Investments, Tbk (IATA)
    3. PT MNC Asia Holding, Tbk (BHIT)
    4. PT MNC Capital Indonesia, Tbk (BCAP)
    5. PT MNC Land, Tbk (KPIG)
    6. PT MNC Skyvision, Tbk (MSKY)
    7. PT Global Mediacom, Tbk (BMTR)
    8. PT Bank MNC Internasional, Tbk (BABP)
    9. PT Media Nusantara Citra (MNCN)
    10. PT MNC Digital Entertaintment (MSIN)

d. Konglomerasi Saratoga Group

Saratoga Group yang dimiliki Sandiaga Uno memiliki model bisnis investing company yang dapat dianalogikan seperti Berkshire Hathaway versi Indonesia. Tercatat beberapa saham yang juga dimiliki oleh Sandiaga Uno melalui Saratoga Group antara lain:

    1. PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk (SRTG)
    2. PT Tower Bersama Indonesia, Tbk (TBIG)
    3. PT Merdeka Cooper Gold, Tbk (MDKA)
    4. PT Nusa Cipta Raya, Tbk (NRCA)
    5. PT Adaro Energy Indonesia, Tbk (ADRO)
    6. PT Mitra Pinasthika Mustika, Tbk (MPMX)
    7. PT Aneka Gas Industri (AGII)

Itu tadi keempat konglomerasi yang mendukung pasangan Ganjar dan Mahfud.

Kesimpulan

Dari ketiga pasangan Capres dan Cawapres di atas, tercatat dua diantaranya menggendong sejumlah emiten saham yang tercatat di bursa. Umumnya daftar emiten pendukung Capres di pemilu 2024, memang memiliki hubungan afiliasi dengan mereka yang berada dalam lingkaran pendukung Capres dan Cawapres, yang akan berlaga pada pemilu 2024 ini.

Nah dari beberapa daftar emiten pendukung Capres di pemilu 2024 yang sudah disebutkan di atas, mungkin teman-teman investor ada yang mau menambahkan? Atau justru tertarik berinvestasi dengan memanfaatkan emiten-emiten yang terafiliasi dengan partai politik maupun pendukungnya tadi? Jika ya, tetap perhatikan kembali ya faktor fundamental perusahaan, termasuk dengan prospek di masa mendatang dan juga potensi risikonya. So, happy investing ya!

Untuk cek saham yang disebut di artikel ini masuk syariah atau tidak, bisa kamu cek di aplikasi HISSA di playstore, atau website ini.

emiten
https://www.antaranews.com/

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

rivan kurniawan
December 1, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Surya Pertiwi
Emiten Syariah

Sejarah PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) dan Profilnya

by Minsya November 30, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Sebagian dari Anda tentunya sudah mengetahui PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) ini. Perusahaan ini dulunya hanyalah sebuah CV yang akhirnya bisa berkembang dan menjalankan banyak usaha. Fokus utama dari perusahaan ini sebenarnya pada bahan konstruksi seperti perlengkapan kamar mandi dan produk saniter. Berikut adalah sejarah berdirinya PT Surya Pertiwi Tbk.

Sejarah berdirinya PT Surya Pertiwi

Perlu diketahui bahwa pada awal pendiriannya, perusahaan ini merupakan sebuah CV yang bergerak dalam penjualan produk saniter atau mudahnya perlengkapan kamar mandi beserta aksesorisnya. Sejak tahun 1968, perusahaan ini memang sudah menjadi agen eksklusif TOTO Jepang yang memang beroperasi di seluruh wilayah Indonesia.

TOTO Jepang tersebut dikenal sebagai produsen produk sanitasi terbesar yang ada di dunia dan bahkan sudah berdiri lebih dari 30 tahun. Dengan sekian lama memasarkan produk TOTO, akhirnya banyak perusahaan besar lainnya yang ikut berpartisipasi memasarkan produknya ke Indonesia. Dengan begitu, PT Surya Pertiwi ini memiliki tanggung jawab penuh untuk memasarkan produk perusahaan lain ke Indonesia.

Seiring dengan berkembangnya usaha yang dijalankan, perusahaan ini resmi menjadi PT pada tahun 1977 dan kemudian menjadi perusahaan terbuka atau Tbk pada tahun 2018. Setelah berhasil beroperasi pada bidang sanitasi, TOTO mengembangkan usahanya pada bidang dapur dan kabinet dengan sebutan TOTO Kitchen dan diproduksi sejak tahun 2006 oleh PT Surya Toto Indonesia Tbk.

Perlu diketahui bahwa perusahaan dengan kode SPTO ini didirikan dengan nama PT Surya Nusantara tepatnya pada 5 Juli 1978 dan kemudian beroperasi secara komersial pada 6 Desember 1978. Saat ini, perusahaan memiliki kantor pusat di Jalan Letjen S. Parman, Jakarta Barat. Berikut adalah ruang lingkup usaha yang dijalankan oleh PT Surya Pertiwi Tbk.

Baca Juga : PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) Profil dan Sejarah

Surya Pertiwi
https://suryapertiwi.co.id/#project

Ruang Lingkup Usaha PT Surya Pertiwi Tbk

Berdasarkan data yang tersebar, diketahui bahwa perusahaan yang memiliki 5% atau lebih saham perusahaan ini yaitu PT Suryaparamitra Abadi dan PT Multifortuna Asindo yang masing masingnya memiliki 30% saham. Sedangkan untuk 40% lainnya merupakan milik publik. Informasi tersebut merupakan update terbaru pada 31 Maret 2023.

Untuk entitas langsung dari perusahaan ini yaitu PT Multifortuna Asindo dan PT Marindo Inticor merupakan entitas induk utama dari perusahaan bahan konstruksi ini. Jika dilihat berdasarkan dara Administrasi Hukum Umum, pihak pemilik manfaat sebenarnya dan pihak pengendali atau ultimate beneficial owner dari perusahaan ini yaitu Mardjoeki Atmadiredja.

Diketahui bahwa perusahaan ini memiliki kode emiten SPTO. Dalam anggaran dasar perusahaan, diketahui bahwa bisnis yang dilakukan oleh perusahaan ini yaitu bergerak dalam bidang perlengkapan saniter, industri mebel kayu, dinding, lantai, plafon, peralatan sanitasi dan sebagainya. Perusahaan ini juga mengelola real estate milik pribadi dan yang disewa. 

Untuk saat ini, kegiatan utama yang menjadi prioritas dari PT Surya Pertiwi Tbk ini yaitu berfokus pada distributor produk perlengkapan dapur, kamar mandi. Beberapa produk yang didistribusikan yaitu terdapat 9 merek seperti Villeroy & Boch, TOTO, Stiebel Eltron, Geberit, Kaldewei, Eco, Franke, Jacuzzi dan W. Atelier yang memang terkenal kualitasnya

Untuk produk pertama yang dipasarkan oleh perusahaan Surya Pertiwi Tbk ini pada awal berdirinya yaitu TOTO. Dengan banyaknya jumlah penjualan yang terjadi akhirnya mampu mendapatkan beberapa produk lainnya yang ingin dipasarkan oleh perusahaan ini. hal tersebut merupakan suatu tanggung jawab besar yang menyenangkan bagi perusahaan

Hasil dari penjualan produk dengan merek diatas tentunya mampu menghasilkan keuntungan yang sangat besar. Untuk bisa meningkatkan jumlah modal usaha, perusahaan ini secara resmi rilis di Bursa Efek Indonesia. Bergabungnya perusahaan ini pada Bursa Efek Indonesia juga berdasarkan penerimaan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan.

Pernyataan tersebut diberikan pada 3 Mei 2018 dan berisi Penawaran Umum Perdana (IPO) dengan sebanyak 700.000.000 saham SPTO yang dinilai Rp 100 per saham dengan penawaran Rp 1.160 per saham. Setelah itu pada 14 Mei 2018, PT Surya Pertiwi Tbk ini tercatat dalam Bursa Efek Indonesia. Itulah sejarah perkembangan perusahaan bahan konstruksi ini.

Memilih untuk menginvestasikan sebagai modal pada perusahaan ini tentunya mampu mendatangkan keuntungan yang besar. Perusahaan ini mengalami banyak sekali perkembangan meskipun hanya memasarkan produk dari merk merk tertentu.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 30, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Solusi Bangun Indonesia
Emiten Syariah

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) Profil dan Sejarah

by Minsya November 29, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Saat ini, perusahaan Solusi Bangun Indonesia ini merupakan anak perusahaan dari Semen Indonesia Group (SIG). Kemudian untuk jenis perusahaan yang dijalankan yaitu bergerak dalam bidang manufaktur beton, semen siap pakai dan agregat. Pada awal pendiriannya, perusahaan ini bernama Semen Cibinong dan mengalami beberapa kali perubahan. Begini sejarahnya!

Sejarah Berdirinya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

Latar belakang dari pendirian perusahaan ini diawali sejak tahun 1962 dimana Departemen Geologi Umum Kementerian Pertambangan Indonesia membutuhkan Tim Survey untuk melakukan pengujian terhadap kelayakan pembangunan pabrik semen yang ada di Jawa Barat. Kemudian, Semen Gresik dan Departemen Geologi umum ini menandatangani perjanjian kerjasama dalam hal penelitian bahan baku semen di Klapanunggal, Bogor.

Proyek tersebut akhirnya dilaksanakan pada bulan Juli – Desember dengan dukungan keuangan dari International Finance Corporation. Kemudian pada tahun 1971, akhirnya terbentuklah PT Semen Tjibinong. Dalam hal ini Kaiser Cement and Gypsum Corporation menjadi konsultan dalam pembangunan pabrik yang dikerjakan oleh kontraktor Mitsubishi Heavy Industries Jepang dan Kontraktor Indonesia.

Kemudian pada tahun 1975, pembangunan perusahaan PT Semen Cibinong dan Indocement berhasil diselesaikan dan diresmikan oleh Presiden Soeharto. Pada saat ini, perusahaan ini mengeluarkan produk Semen Kujang dalam bentuk semen portland. Setelah berjalan dalam beberapa tahun, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk ini akhirnya menerbitkan saham di Bursa Efek Jakarta dengan kode SMCB pada tahun 1977.

Pada saat itu, perusahaan ini tercatat sebagai emiten pertama yang mampu menerbitkan 178.750 saham dengan harga Rp 10.000 per sahamnya. Perusahaan ini akhirnya dijual kepada Hanson pada tahun 1987-1988 dan jatuh ke tangan PT Tirtamas Majutama milik Hashim Djojohadikusumo sehingga bertransformasi menjadi Perusahaan Penanaman Modal dalam Negeri.

Pada tahun 2002 pasca krisis ekonomi, Djojohadikusumo tersangkut kasus BLBI karena uang yang seharusnya dibayarkan kepada kreditur justru dibayarkan kepada kelompok perusahaannya sendiri.

Baca Juga : PT PP Presisi Tbk (PPRE) Sejarah Singkat dan Profil

Solusi Bangun Indonesia
https://solusibangunindonesia.com/profil-perusahaan/

Perkembangan Perusahaan Solusi Bangun Indonesia Tbk

1. Mengakuisisi Semen Nusantara

Semen Nusantara dikenal sebagai perusahaan semen yang berpusat di Cilacap dan dirikan oleh 3 pemegang saham yaitu Mitsui, Onoda dan PT Gunung Ngadeg Jaya Indonesia pada tahun 1974.  Sebagai bagian dari operasinya, perusahaan memiliki sejumlah izin konsesi untuk mengeksploitasi tambang kapur dan tanah liat yang ada di Desa tritih Wetan, Nusakambangan dan pabrik desa Karangtalun.

Peletakan batu pertama pabrik semen Nusantara ini terjadi pada 19 Juni 1975 dan diresmikan pada 1977. Mesin yang digunakan diperusahaan ini merupakan produk impor dari Jerman, Perancis, Denmark dan Jepang. Tahun 1993, PT Semen Cibinong akhirnya mengakuisisi perusahaan ini dan mengubah statusnya menjadi perusahaan Patungan Indonesia-Jepang.

2. Mengakuisisi Semen Andalas dan Semen Dwima Agung

Selanjutnya, Solusi Bangun Indonesia ini kembali mengakuisisi perusahaan Semen Andalas pada tahun 1995. Perusahan Semen Andalas Indonesia dikenal sebagai perusahaan semen di Lhoknga, Aceh Besar. Selain itu, PT Semen Cibinong juga mengakuisisi Seman Dwima Agung dan mengubahnya menjadi Semen Cibinong unit Tuban.

3. Diakuisisi Holcim

Holcim memang sudah mempertimbangkan keberadaan Semen Cibinong dan akhirnya mengakuisisi sekitar 77,33% saham dari perusahaan Djojohadikusumo pada tahun 2001. Kemudian di tahun 2009, Wiriyanto mengajukan gugatan untuk menjadi pemegang saham Semen Nusantara. Holcim bertanggung jawab membayar sejumlah US$2,4 juta untuk saham Wuryanto. 

Pada bulan Februari 2016, PT Semen Andalas Indonesia berganti nama menjadi Lafarge Cement Indonesia dan menyelesaikan merger Holcim Indonesia dengan senilai Rp 2,13 triliun.

4. Akuisisi Semen Indonesia

Kemudian, semen Indonesia menjadi pemegang saham perusahaan Holcim pada tahun 2019 dan mengakuisisi 80,6% saham Lafarge Holcim Group di PT Holcim Indonesia tbk. Hal ini otomatis mengakibatkan hilangnya hak pengelolaan atas merek Holcim.

Selain membeli kembali saham perusahaan, Holcim juga mengubah nama perusahaan menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dan memperkenalkan merek semen baru bernama Dynamix. Upacara peluncuran nama dan merek perusahaan berlangsung di Bogor Icon Hotel pada 3 Oktober 2019.

Perlu diketahui bahwa Solusi Bangun Indonesia menjalankan sebuah usaha yang berkaitan dengan semen, produk agregat dan beton siap pakai. Perusahaan ini juga setidaknya mengoperasikan 4 pabrik yang ada di Cilacap, Narogong. Lhoknga dan Tuban dengan kapasitas 14,5 juta ton semen dalam waktu satu tahun. Perusahaan ini juga berhasil mempekerjakan sekitar 2.400 orang.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 29, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
bumi serpong
Emiten Syariah

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) Profil dan Sejarahnya

by Minsya November 28, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Sebagian dari Anda tentunya sudah tidak asing dengan perusahaan ini. PT Bumi Serpong Damai (BSDE) menjadi salah satu perusahaan real estate yang sangat populer di Indonesia khususnya Tangerang. Untuk aset utama dari perusahaan ini yaitu berupa Bumi Serpong Damai di Banten. Berikut sejarah PT Bumi Serpong Damai Tbk yang menjadi bagian dari Sinarmas Group.

Sejarah berdirinya PT Bumi Serpong Damai Tbk

Perusahaan yang berjalan di bidang real estate ini telah berdiri sejak tahun 1984. Bumi Serpong Damai dibangun dengan tujuan untuk mengembangkan proyek Bumi Serpong Damai (BSD. Dengan segala upaya yang dilakukan, akhirnya BSD Junction dan Ocean Park berhasil dioperasikan pada tahun 2006-2007. 

Perkembangan yang dibawanya membuat perusahaan ini tercatat secara resmi di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2008 – 2009 bersamaan dengan pengoperasian kantor pemasaran baru BSD tahap II. Kemudian pada rentang tahun 2013 – 2014, perusahaan ini berganti menjadi Sinar Mas Land Plaza Jakarta yang awalnya bernama Plaza BII.

Perusahaan juga meningkatkan kepemilikannya di PT Plaza Indonesia Realty Tbk sebesar 46,78%. Untuk memperluas usahanya, perusahaan mengakuisisi lahan serta ruang komersial dengan luas 5,1 hektar di Epicentrum Walk dan menjalin hubungan strategis dengan Aeon Mall dan HongKong Land. Di tahun yang sama perusahaan ini juga merilis The Breeze BSD.

Tidak hanya berhenti di situ, pada tahun 2015 perusahaan kembali membuka Go! Wet Water Park dan Grand Wisata di Bekasi, Green Office Park 6 dan AEON Mall di BSD. Pada tahun berikutnya, PT Bumi Serpong Damai Tbk meluncurkan Qbig di BSD dan mulai pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja.

Tidak tanggung tanggung, pada tahun 2017 perusahaan ini kembali mengakuisisi kepemilikan rumah susun seluas 72.864 m2 yang berada di Sinarmas MSIG Tower pada lantai 17-47. Kemudian di tahun 2018 juga mengakuisisi 13 lantai Bakrie Tower. Di tahun 2021, perusahaan real estate ini melakukan kerjasama dengan Mitsubana Pte.

Tujuan dari kerjasama tersebut dilakukan dengan tujuan untuk pengembangan TOD yang terbatas pada lahan seluas 100 hektar di Tangerang. Melalui PT Sinar Pertiwi Megah, perusahaan ini melakukan investasi sejumlah US$ 25 juta di DANA pada tahun 2022.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Global Mediacom
freepik.com

Ruang Lingkup Kegiatan PT Bumi Serpong Damai Tbk

Jika dilihat berdasarkan peraturan perusahaan, ruang lingkup dari perusahaan ini yaitu bergerak pada bidang real estate. Saat ini, kegiatan utama yang dilakukan yaitu berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan real estate milik pribadi maupun yang disewa atas dasar balas jasa. Area yang dikerjakan diantaranya kawasan industri, penyiapan lahan serta konstruksi bangunan dan infrastruktur.

Selain itu, terdapat juga kegiatan seputar instalasi dan pengelolaan air, transportasi, listrik, kebersihan dan keamanan, restoran dan penyediaan makanan keliling, perdagangan, operasional fasilitas, perawatan dan pemeliharaan taman beserta taman tema atau taman hiburan.

Rincian Saham PT Bumi Serpong Damai Tbk

Perusahaan PT Bumi Serpong Damai Tbk saat ini berupast di Sinar Mas Land Plaza Wing 3B. Tidak hanya di satu tempat, perusahaan ini juga berada di Jalan Grand Boulevard, BSD Green Office Park dan BSD City Tangerang. Perusahaan satu ini juga memiliki anak perusahaan yang terdaftar secara resmi pada Bursa Efek Indonesia yaitu DUTI atau Duta Pertiwi Tbk.

Perusahaan yang memiliki kode BSDE ini mendapatkan pernyataan resmi dari BAPEPAM-LK atas penawaran umum perdana (IPO) sebanyak 1.093.562.000 saham dengan nilai Rp 100 per lembar saham pada penawaran Rp 550 per saham di tanggal 28 Mei 2008. Kemudian akhirnya, perusahaan Bumi Serpong Damai Tbk ini terdaftar resmi di BEI pada tanggal 6 Juni 2008.

Sayangnya pada Februari 2022, perusahaan ini mendapatkan catatan penurunan laba bersih sejumlah 31,81% meskipun telah mendapatkan peningkatan jumlah pendapatan. Hal tersebut bisa terjadi karena banyaknya peningkatan biaya untuk beberapa perusahaan. Jika dilihat dari hasil laporan keuangannya pada 29 Juli 2022 diketahui BSDe membukukan laba bersih Rp 463,63 miliar

Meskipun begitu, laba usaha perseroan ini tetap mengalami peningkatan sebanyak 17,86% menjadi Rp 3,83 triliun yang sebelumnya hanya Rp 3,25% triliun. Jumlah peningkatan tersebut bisa ditopang karena penjualan tanah dan perumahan sebesar Rp 2,48 triliun sehingga naik 1,69% dari Rp 2,44% triliun.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 28, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
TINS
Emiten Syariah

TINS (PT Timah Tbk) Pertambangan Timah Terbesar di Indonesia

by Minsya November 27, 2023
written by Minsya 3 minutes read

PT Timah Tbk (TINS) ialah perusahaan pertambangan timah terbesar di Indonesia yang aktif dalam kegiatan eksplorasi untuk memperbaiki neraka cadangan timah dan melakukan berbagai upaya inovasi. Untuk mengetahui sejarah di balik kesuksesan PT Timah Tbk (TINS), simak penjelasan di bawah ini.

Profil Menarik PT Timah Tbk (TINS)

TINS telah memiliki Izin Usaha Penambahan atau IUP di darat serta lepas pantai Bangka, Belitung dan Pulau Kundur yang memiliki luas 512. 360 hektar. Perusahaan ini ialah salah satu anggota MIND ID atau Mining Industry Indonesia, BUMN Holding Industri Pertambangan.

Perusahaan TINS bekerja aktif sebagai produsen serta eksportir logam timah dengan segmen usaha penambahan timah yang telah terintegrasi. Adapun sejumlah kegiatan usahanya yakni eksplorasi, penambangan, pengolahan dan pemasaran. Ruang lingkupnya pun cukup luas karena mencakup bidang pertambangan, perindustrian, pengangkutan, jasa dan perdagangan.

Kegiatan utama perusahaan ini yakni sebagai perusahaan induk yang mengoperasikan penambangan timah serta melakukan jasa pemasaran kepada kelompok usahanya. Ada beberapa anak perusahaan yang berada di bawah naungannya yakni bidang perbengkelan, galangan kapal, jasa rekayasa teknik, penambangan timah, jasa konsultasi, penelitian pertambangan dan penambangan non timah.

Beberapa lokasi perusahaannya yakni Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Provinsi Riau, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Cilegon, Banten. Visi dari perusahaan ini yaitu menjadi perusahaan terkenal di dunia yang ramah lingkungan.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

TINS
https://timah.com/

Sejarah Singkat PT Timah Tbk

PT Timah Tbk (TINS) ialah perusahaan perseroan yang berdiri sejak 02 Agustus 1976. Perusahaan ini juga salah satu bagian dari Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang pertambangan timah serta telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1955. Awal berdirinya pun dimulai pada era kolonial.

Di masa kolonial, ada 3 perusahaan penambang timah yang berdiri yakni Bangka Tin Winning Bedrijft, Gemeenschappelijke Mijnbouw Maatschappij Billiton (GMB) serta Singkep TIN Exploitatie Maatschappij (SITEM). Mulai tahun 1953 hingga 1958, tiga perusahaan Belanda itulah yang melebur menjadi 3 perusahaan negara terpisah.

Pada tahun 1961, Badan Pimpinan Umum Perusahaan Negara Tambang-tambang Timah dibentuk untuk mengkoordinasikan ketiga perusahaan tersebut yang bernama PN Tambang Timah Bangka, PN Tambang Timah Belitung dan PN Tambang Timah Singkep. Tujuh tahun kemudian, ketiga perusahaan diubah menjadi Perusahaan Negara Tambang Timah.

Di tahun 1976, PN Tambang Timah mengubah namanya menjadi Perusahaan Perseroan yang bernama Tambang Timah. Seluruh sahamnya dimiliki Negara Republik Indonesia. Rentang tahun 1991 sampai 1995, PT Tambang Timah merestrukturisasi perusahaan yang dimana kantor pusatnya direlokasi dari Jakarta ke Pangkalpinang.

Di tahun 1995, PT Tambang Timah menawar saham umum perdana ketika saham perusahaannya sebesar 35% oleh publik serta 65% saham milik Negara Republik Indonesia. PT Tambah Timah Tbk mengubah anggaran dasar perseroan serta mengubah namanya menjadi PT Timah (TINS).

Perusahaan juga mendiversifikasi usaha dengan membentuk beberapa anak perusahaan yakni PT Timah Industri, PT Tambang Timah, PT Dok & Perkapalan Air Kantung (DAK), PT Timah Explomin, PT Timah Investasi Mineral, serta Indometal London Ltd. Kerjasama Operasi dengan PT Sarana Karya dilakukan untuk mengolah aspal di Pulau Buton pada 2003.

Salah satu anak perusahaannya yang bernama PT Timah Industri melakukan divestasi sebesar 275.000 sahamnya di Plimsoll Corporation. Pte. Ltd, Singapore kepada Perusahaan Sky Alliance Global Holding, Ltd. Pencatatan atas Global Depository Receipts di London Exchange dihentikan dan sejak saat inilah sahamnya hanya tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Pada tanggal 1 Februari 2012, INATIN terbentuk dengan PT Timah Tbk (TINS) dan beberapa anak perusahaannya menjadi anggotanya. Dua tahun kemudian, PT Timah Tbk dan PT Tambang Timah menggabungkan usahanya. Tiga tahun kemudian, TINS mengubah namanya menjadi PT Timah Tbk (TINS).

Pada tahun 2018, perusahaan berhasil membuat industri joint venture bekerjasama dengan perusahaan Topwide Ltd. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan area konsesi pertambangan yang luasnya 16.000 hektar. Setahun kemudian, perusahaan mengubah logonnya diikuti dengan implementasi teknologi fuming furnace.

Itulah penjelasan mengenai bagaimana profil dan sejarah singkat dari PT Timah Tbk (TINS). Seperti yang diketahui bahwa perusahaan ini telah melakukan berbagai upaya dalam mewujudkan visinya sebagai perusahaan terkemuka ramah lingkungan di dunia. Tidak heran jika berhasil menjadi perusahaan pertambangan timah terbesar di Indonesia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 27, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Pojok Komunitas

Ancol Survive Ketika Pandemi, Laporan Keuangan PJAA Kuartal III-2023 Bagus?

by Minsya November 24, 2023
written by Minsya 6 minutes read

Industri Pariwisata merupakan salah satu sektor bisnis yang terdampak cukup parah ketika pandemi Covid19, dan baru mulai pulih secara bertahap di tahun 2022. Beberapa Emiten dari sektor ini juga mengalami kenaikan pendapatan, termasuk PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk (PJAA). Benarkah bagus kinerjanya?

Pulihnya Tingkat Kunjungan PJAA Ancol

PJAA merupakan tempat rekreasi yang kerap dikunjungi oleh wisatawan yang berwisata ke Jakarta, baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara. Berikut ini beberapa unit usaha yang dijalankan oleh PJAA:

ancol
Company Profile PJAA. Source: Annual Report

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan ke Ancol pada tahun 2022 sebanyak 13,01 juta kunjungan. Jumlah tersebut meningkat cukup pesat, dibandingkan ketika tahun pandemi di 2020 dan 2021 yang berkisar di bawah 5 juta kunjungan.

Jumlah Kunjungan Taman Impian Jaya Ancol. Source: Dataindonesia.id

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Meski demikian jumlah tersebut belum dapat kembali seperti pada kondisi di tahun 2012-2018, menandakan bahwa PJAA harus meningkatkan inovasi pada wilayah rekreasi ini. Selain hanya mengandalkan beberapa event pendukung yang banyak diselenggarakan PJAA pasca pandemic. Sebut saja beberapa eventnya seperti event balap E-Formula atau event lainnya yang ada di 2023 seperti konser band The Corrs dan Bring Me The Horizon yang dilaksanakan di Ancol.

Bedah Laporan Keuangan dari PJAA

Dari laporan keuangan PJAA yang baru saja dirilis pada Oktober 2023, menunjukan bahwa pendapatan usaha PJAA kuartal III-2023 tercatat mengalami kenaikan sebesar 43.17% YoY menjadi sebesar Rp902.56 miliar, dari sebelumnya kuartal III-2022 di Rp630.40.

Jika dilihat lebih rinci PJAA juga mencatatkan sumber pendapatan lain, seperti berikut ini:

Pendapatan dan Laba Bersih PJAA. Source: Laporan Keuangan PJAA Kuartal III-2023

Jika di breakdown, pada catatan kaki nomor 30 yang menunjukkan segmentasi pendapatan usaha, berikut ini.

Catatan Kaki No. 30 Segmentasi Pendapatan Usaha. Source: Laporan Keuangan PJAA Kuartal III-2023

Terlihat pada segmen Pendapatan Tiket, PJAA mencatatkan kenaikan paling signifikan terjadi pada Pintu Gerbang sebesar 50.08% YoY menjadi Rp204.74.

Hal itu sejalan dengan analisa Penulis, di mana kenaikan pendapatan Pintu Gerbang dari PJAA yang signifikan, tidak lepas dari pengaruh banyaknya event yang dilakukan di lingkungan Taman Wisata Jaya Ancol.

Tercatat sepanjang 2023 berjalan ada sejumlah event konser yang melibatkan artis mancanegara maupun dalam negeri di gelar di Ancol seperti The Corrs, Round Festival 2023, Semesta Berpesta, Bring Me the Horizons, hingga Rex Orange Country. Tentunya, hal ini menjadi katalis positif bagi PJAA untuk meningkatkan pendapatan dari Pintu Gerbang. Sebagai tambahan informasi, PJAA sendiri mengenakan tarif Rp25.000/orang untuk bisa memasuki wilayah Taman Wisata Jaya Ancol.

Namun yang menjadi sorotan, ialah kenaikan pada Wahana Wisata terbilang lebih rendah dari Pintu Gerbang, yakni hanya sebesar 42.59% YoY menjadi Rp431.82 miliar. Setidaknya hal ini, perlu diperhatikan kembali agar tidak memberatkan kinerja PJAA, seperti halnya perusahaan melakukan peremajaan atau penambahan wahana yang dapat mendongkrak kembali kenaikan pendapatan dari segmen Wahana Wisata.

Beruntungnya, PJAA masih mendapatkan kontribusi pendapatan dari segmen Pendapatan Hotel dan Restoran, termasuk dari penyewaan Kios, Lahan dan Gedung, serta penjualan barang dagangan (merchandise) dan beberapa pendapatan lain.

Berikutnya dari catatan kaki nomor 33, juga terlihat bahwa PJAA juga mendapatkan kontribusi dari Pendapatan Lainnya Pos yang mengalami kenaikan positif, berikut ini breakdown dari pendapatan lainnya yang diperoleh dari CALK (Catatan Atas Laporan Keuangan):

(Sumber: Laporan Keuangan Kuartal 3 PJAA – Oktober 2023)

Terlihat ada kenaikan pendapatan dari Klaim Asuransi Asset sebesar Rp5.91 miliar di kuartal III-2023, padahal pada periode kuartal III-2022 PJAA tidak mencatatkan klaim ini. Kendati demikian, Penulis memandang pos ini hanya sebagai “pendapatan bonus” yang mungkin tidak akan terulang pada kuartal berikutnya. Sehingga jika pos tersebut di “take out”, maka Pendapatan Lainnya hanya sekitar Rp17.41 miliar, yang menjadikannya sebagai kenaikan tipis dari kuartal III-2022.

Berita Saham Syariah

Strategi Dividen Saham Syariah: Membedah Aksi Korporasi DRMA, KEJU, hingga BTPS

April 28, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Analisis Saham Syariah: Ekspansi Strategis BUVA hingga Langkah Global MSIN di Bursa...

April 28, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

MSCI INDONESIA: Menakar Respons MSCI terhadap Reformasi Transparansi

April 21, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Analisis Saham Syariah: Ketegasan BEI Terhadap Delisting hingga Guyuran Dividen Jumbo ADMR

April 20, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Analisis Saham Syariah: Banjir Dividen LPPF hingga Strategi WMUU Hadapi Rights Issue

April 17, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Investasi Saham Syariah: Aksi Buyback ASLC hingga Guyuran Dividen Cimory Rp793 Miliar

April 13, 2026 0 comments

Di samping dari Pendapatan Usaha utamanya, PJAA juga mencatatkan adanya kenaikan Pendapatan Bunga yang diperolehnya dari ‘idle money’ yang di investasikan ke deposito, dengan kenaikan sebesar 103.7% YoY menjadi sebesar Rp18.68 miliar, dari sebelumnya hanya Rp9.17 miliar. Penulis sendiri menganggap hal ini sesuatu yang wajar.

Dengan kenaikan pada beberapa sumber pendapatannya itu, maka PJAA mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk kuartal III-2023 naik signifikan 130.6% YoY menjadi sebesar Rp170.80 miliar, dari sebelumnya kuartal III-2022 hanya Rp74.04 miliar.

Dengan kenaikan tersebut, secara tidak langsung menyiratkan bahwa saat ini sudah semakin  banyak masyarakat yang memilih berlibur dengan mengunjungi Ancol. Hanya saja di sini, dibutuhkan strategi yang lebih baik lagi, untuk bisa mendongkrak kembali pendapatan usaha PJAA seperti pra pandemic.

Kesimpulan

Terlihat bahwa kenaikan laba dari PJAA masih didominasi oleh kenaikan pendapatan yang dikontribusikan dari kegiatan operasional dan juga Pintu Gerbang. Setidaknya hal ini sejalan dengan pulihnya tingkat konsumsi masyarakat terhadap kebutuhan wisata yang semakin membaik.

Berkenaan dengan pemulihan kunjungan wisata, PJAA sebagai manajemen perlu memberikan sentuhan inovasi pada wahana rekreasi yang ada saat ini, termasuk juga dengan melakukan peremajaan pada wahana wisata yang dimiliki. Mengingat, tentu ada beberapa wahana wisata yang saat ini mayoritas umur nya diatas 5 tahun seperti Dunia Fantasi, Sea World dan Ancol Ecopark. Jadi bisa dikatakan, bahwa prospek PJAA ke depan akan sangat tergantung dengan keputusan pengelolaan manajemen terhadap wilayah rekreasi di lingkungan Ancol.

Hal itu mempertimbangkan dengan semakin tingginya tingkat kompetisi dalam industri pariwisata saat ini, di mana sudah ada banyak pilihan rekreasi lain yang menawarkan produk wisata lebih unggul.

Tidak hanya itu, dari sisi DER juga perlu diperhatikan mengingat rasio utang terhadap ekuitas yang dimiliki PJAA ini terbilang cukup tinggi, yakni di level 144,09%. Rasio DER yang tinggi ini menunjukkan total utang PJAA yang terlampau besar yakni Rp2.40 triliun. Sementara total Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk ialah sebesar Rp1.67 triliun.

Kendati demikian, PJAA masih aman dari sisi NGR yang berada di level 0.67, di mana angka NGR ini masih di bawah 1x.

Lalu bagaimana dengan valuasinya? Berdasarkan valuasi, PJAA diperdagangkan pada PER diangka 6.67x dan PBV diangka 0.91x.

Nah, kalau menurut teman-teman investor sendiri apakah kinerja keuangan PJAA kuartal III-2023 sudah cukup bagus dan layak untuk dikoleksi?

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

rivan kurniawan
November 24, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
PP Presisi
Emiten Syariah

PT PP Presisi Tbk (PPRE) Sejarah Singkat dan Profil

by Minsya November 23, 2023
written by Minsya 3 minutes read

PT PP Presisi Tbk atau yang biasa disingkat sebagai PPRE, merupakan anak perusahaan PT. PP (Persero) yang bergerak di bidang pembangunan atau konstruksi. Untuk PPRE sendiri berfokus pada penyewaan alat berat ringan sekaligus pengelolaannya. Berikut sejarah singkat dan profil dari PT PP Presisi Tbk.

Sejarah Singkat Perusahaan PP Presisi

PP Presisi merupakan perusahaan konstruksi terkemuka di Indonesia yang berbasis alat berat. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 2004 dengan nama PT. Prima Jasa Aldodua (PT. PJA), berfokus pada bisnis penyewaan alat berat. Dalam kerjanya, PP Presisi berkomitmen untuk melakukan transformasi bisnis dan inovasi secara berkelanjutan.

Sehingga pada bulan Juni 2014 namanya diubah menjadi PT PP Alat Konstruksi, yang kemudian diganti kembali menjadi PT PP Peralatan Konstruksi pada bulan Juli di tahun yang sama dengan cakupan bisnis lebih luas. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan pernyataan efektif kepada PPRE pada tanggal 16 November 2017 untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO). Kemudian dengan nama PT PP Presisi Tbk (IDX: PPRE), saham perusahaan IPO sebanyak 2.351.221.000 dengan nominal Rp. 100 per lembar. Harga penawarannya saat itu sebesar Rp. 430 per lembar saham.

Pemegang saham yang mempunyai 5% atau lebih atas saham PP Presisi yaitu Koperasi KPS PT Pembangunan Perumahan (5,76%), dan PP (Persero) Tbk (PTPP) (76,99%). Melalui PP (Persero) Tbk (PTPP), Pemerintah Indonesia menjadi pihak pengendali dan pemilik manfaat sebenarnya atas PP Presisi Tbk.

Untuk saat itu, perusahaan sudah mempunyai kapabilitas dalam menyediakan jasa konstruksi dari tujuh lini bisnis. Adapun tujuh lini bisnis tersebut meliputi jasa pertambangan dan penyewaan alat berat, erector, form work, foundation, ready mix, serta civil work secara terintegrasi.

Dalam memberikan value add kepada para konsumen, perusahaan menerapkan ERP-SAP yang didukung pula oleh ISO 9001:2015 Management Quality dan ISO 14001:2007 Environmental Management System. Selain itu sebagai bagian dari operational excellence improvement, PT PP Presisi Tbk didukung pula oleh OHSAS 18001:2015.

Baca Juga : PT Indosat Tbk (ISAT) Profil dan Sejarahnya

PP Presisi
https://www.pp-presisi.co.id/

Profil Perusahaan

1. Visi Misi Perusahaan

Sebagai perusahaan konstruksi terkemuka di Indonesia, PP Presisi memiliki visi misi. Adapun visinya yaitu menjadi perusahaan konstruksi terintegrasi berbasis alat berat yang terkemuka, baik di Indonesia maupun regional. Sementara misi perusahaan memiliki empat poin utama.

Keempat poin tersebut meliputi menyediakan jasa konstruksi spesialis dengan pelayanan prima dan diferensiasi produk, mengedepankan aspek QSHE serta tata kelola perusahaan yang baik, meningkatkan bisnis terintegrasi dengan layanan berdaya saing tinggi, dan mengembangkan SDM yang profesional serta produktif sesuai nilai-nilai perusahaan.

2. Nilai-Nilai Perusahaan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa salah satu misi perusahaan yaitu mengembangkan SDM yang profesional serta produktif sesuai dengan nilai-nilai perusahaan. Dalam hal ini, PP Presisi sendiri memiliki nilai perusahaan yang sering disingkat ‘AKHLAK’. 

AKHLAK tersebut mengacu pada Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Semua pekerja di perusahaan harus ‘Amanah’, memegang teguh kepercayaan yang telah diberikan. Sumber daya manusia yang dimiliki juga diharapkan ‘Kompeten’, untuk itu mereka harus terus belajar dan mengembangkan kapabilitas.

Dan sesama pekerja harus ‘Harmonis’, saling peduli serta menghargai perbedaan yang ada. Mereka juga diharapkan bisa ‘Loyal’ dan berdedikasi untuk kepentingan bangsa maupun negara. SDM perusahaan dibentuk untuk menjadi sosok yang ‘Adaptif’ dengan terus berinovasi menghadapi perubahan, dan ‘Kolaboratif’ membangun kerjasama yang sinergis.

3. Identitas Umum

PT PP Presisi Tbk memiliki kode saham PPRE, alamat kantornya ada di Plaza PP Jl. TB Simatupang No. 57 Pasar Rebo, Jakarta. Perusahaan bergerak di sektor infrastruktur dengan bidang usaha utama meliputi konstruksi, EPC (Engineering Procurement & Construction), jasa penyewaan, pertambangan, jasa transportasi, pekerjaan mekanikal-electrical, dan perdagangan.

Proyek yang telah diselesaikan ada banyak sekali, di antaranya Tol Trans Sumatera untuk seksi satu sepanjang 39,4 km, proyek pembangunan Sirkuit Mandalika sepanjang 4,3 km dan 17 tikungan, Apartemen Paddington Heights dengan luas lahan 9.000 meter persegi, dan masih banyak lagi.

Selengkapnya profil perusahaan bisa dilihat di situs resminya pada laman www.pp-presisi.co.id. Banyak yang menyebutkan bahwa saham perusahaan ini sangat prospek untuk investasi, yang mana sudah diketahui bahwa PP Presisi telah IPO sejak tahun 2017 silam. Dan selama beberapa tahun ini sahamnya memiliki pertumbuhan yang cukup bagus. Tertarik ?

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 23, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
indosat
Emiten Syariah

PT Indosat Tbk (ISAT) Profil dan Sejarahnya

by Minsya November 22, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Jika ada pertanyaan apakah provider sejuta umat saat ini? Mungkin dari kamu banyak yang akan menjawab Indosat. Benar, kartu seluler keluaran PT Indosat Tbk (ISAT) ini banyak digandrungi oleh masyarakat. Tidak hanya berbagai macam produk yang menarik, namun tarifnya pun tergolong ramah di kantong. Yuk, intip lebih dekat tentang profil dan sejarah perusahaan ini lewat ulasan berikut!

Profil Perusahaan PT Indosat Tbk (ISAT)

ISAT, juga banyak dikenal dengan nama Indosat Ooredoo Hutchison atau IOH. Merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi yang sudah sejak lama berkecimpung di Indonesia. Maka, kamu sudah pasti kenal dengan produk-produknya. Sebut saja dengan kartu seluler IM3 dan 3. Tidak hanya itu, perusahaan ini juga punya produk lain seperti Indosat HiFi.

Sejarah Singkat

ITT Corporation mendirikan perusahaan ini pada 10 November 1967. Nama Indosat sendiri dipilih dari singkatan Indonesian Satellite Corporation. Pendirian perusahaan ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memajukan bidang telekomunikasi satelit di Indonesia. Namun karena terkendala biaya, maka pengelolaan diserahkan ke pihak swasta.

ITT Corporation sendiri berasal dari Amerika Serikat, yaitu sebuah perusahaan penanam modal asing. Perusahaan tersebut menekan perjanjian dengan PN Telekomunikasi untuk operasional ISAT. Kerjasama tersebut berhasil hingga tahun 1979 muncul ketidakpuasan dari pihak Pemerintah Indonesia. Dianggap bahwa ISAT lebih banyak menguntungkan pihak asing.

Baca Juga : PT XL Axiata Tbk (EXCL) Profil dan Sejarahnya

indosat
https://bisnisjatim.id/ioh-luncurkan-indosat-hifi/

Akusisi PMA to BUMN

Pada akhirnya, tahun 1980, pemerintah berhasil bernegosiasi dengan ITT Corporation untuk mengakuisisi ISAT. Adanya akuisisi tersebut menjadikannya sebagai perusahaan telekomunikasi asing pertama yang sepenuhnya milik Pemerintah Indonesia. Bersamaan dengan itu, ISAT berganti status dari mulanya PMA (Penanaman Modal Asing) menjadi BUMN (Badan Usaha Milik Negara). 

Tahun 1982, ISAT mulai ditata kembali. Seluruh aset telekomunikasi lokal akan dialihkan ke PN Telekomunikasi, sementara komunikasi internasional dialihkan sepenuhnya ke ISAT. Pembangunan beberapa fasilitas pendukung juga digiatkan, misalnya sarana Gerbang Internasional yang ada di Medan, Batam, dan Surabaya.

Pada tahun 2000 – 2002, perusahaan ini mengakuisisi Satelindo (PT Satelit Palapa Indonesia). Bersamaan dengan itu, dilakukan pula ekspansi bisnis dengan menerapkan strategi 4 in 1. Yaitu fokus bisnis pada operator seluler, layanan jaringan, layanan multimedia, dan layanan internet. Saat itu perusahaan ini bahkan sudah memiliki lebih dari 15 anak perusahaan di bidang yang terkait.

Di tahun 2000 pula ISAT mendapatkan lisensi GSM. Setahun setelahnya, akibat satu dan dua hal terkait dengan penghapusan aturan monopoli telekomunikasi, ISAT menjual sahamnya sebesar 35% ke Telkomsel. Penjualan saham ISAT terus berlangsung hingga di tahun 2002 Singapore Technologies Telemedia berhasil membeli 41,94% saham ISAT. 

Banyak orang yang menganggap penjualan saham ISAT sebuah kesalahan. Karena saham milik Indonesia di perusahaan tersebut tinggal 14,96% saja. Hal ini menjadikan Indosat kembali berstatus sebagai PMA. Alasan pemerintah untuk melakukan pengalihan saham tersebut untuk menekan defisit keuangan yang dialami negara pada saat itu.

Setelah amsa akuisisi, STT memfokuskan ISAT pada produk layanan seluler. Target utamanya menjadi FNSP (Full Network Cellular Provider). Produk-produk yang bernaung di bawah perusahaan ini kemudian restrukturisasi dan pembaharuan kebijakan operasional perusahaan dilakukan. 

Banyak perubahan baru terjadi di perusahaan ini. Misalnya lisensi 3G yang didapatkan pada tahun 2006, kemudian diperkenalkan layanan provider yang terintegrasi di area Jakarta dan Surabaya. Perrumbuhan terus terjadi hingga di tahun 2007, ISAT mencatat lebih dari 24 juta orang pengguna. 

Karena ada beberapa isu masalah privatisasi, akhirnya STT menjual sahamnya di tahun 2008. Qtel, sebuah perusahaan asal Qatar, berhasil menjadi pemegang mayoritas saham sebesar 65%. Setelah itu, ISAT kembali fokus melakukan ekspansi bisnis di dunia telekomunikasi Indonesia dan berhasil mengukir kesuksesan yang besar. 

Terhitung pada tahun 2015, perusahaan ini memiliki jumlah pelanggan mencapai 68,5 juta orang. Lalu, di tahun 2021, ISAT secara resmi merger dengan 3 atau PT Hutchison 3 Indonesia. Merger tersebut menghasilkan nama perusahaan yang baru, yaitu Indosat Ooredoo Hutchison atau IOH. Hal ini kemudian menjadikan PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia.

Dengan total jumlah pengguna hingga 100 juta lebih, perusahaan ini sukses menjadi jejeran penguasa pasar telekomunikasi Indonesia. Produk-produknya pun menjadi incaran banyak orang di Indonesia. Terlebih dengan layanan yang terintegrasi dan tarif yang terjangkau. Banyak orang yang suka dengan produk Indosat.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 22, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG