PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI) Sejarah dan Profilnya

by Minsya
4 minutes read

Sebagian dari Anda mungkin sudah ada yang mengenal PT KMI Wire and Cable Tbk (KBLI). Perusahaan yang satu ini diketahui berkegiatan dalam bidang pembuatan kabel dan juga kawat aluminium. Selain itu, perusahaan juga memproduksi tembaga dan bahan baku lainnya yang berkaitan dengan listrik. Berikut Adalah sejarah perkembangan KMI Wire and Cable Tbk.

Sejarah berdirinya PT KMI Wire and Cable Tbk

Jika dilihat dari sumber terpercaya, perusahaan manufaktur kabel ini sudah ada sejak 19 Januari 1972. Hanya saja, namanya pada saat itu yaitu Kabelmetal Indonesia Tbk. Perusahaan ini merupakan hasil patungan antara PT Gunung Ngadeg Djaja (49%) dan Kabel-und Metallwerke Gutehoffnungshütte AG, Jerman (51%).

Modal yang dikeluarkan untuk pembuatan perusahaan ini yaitu USD 500.000 dan pinjaman luar negeri USD 2 Juta. Kemudian peletakan batu pertama dilakukan pada tanggal 21 April 1972 oleh pejabat di Cakung, Jakarta Timur. Setelah proses pembangunan, produksi akhirnya baru bisa dilakukan pada tahun 1974 dengan merk Kabelmetal.

Meskipun terbilang cukup baru, perusahaan ini sempat dinobatkan sebagai produsen kabel terbesar di Indonesia. Saham dari PT KMI Wire and Cable Tbk ini akhirnya diakuisisi oleh Gajah Tunggal Group melalui PT Gajah Tunggal Mulia pada Oktober 1986. Setelah diakuisisi, Gajah Tunggal Group akhirnya mencatatkan merk produk perusahaan ini ke Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.

Pencatatan tersebut terjadi di tanggal 6 Juli 1992 dengan kode emiten KBLI. Jumlah saham yang diterbitkan pada saat itu yaitu 3,5 juta saham dan harga tawar 3.500 per saham. Kemudian di bulan Desember 1994, perusahaan ini mampu bekerjasama dengan Pirelli SpA yang menjadi perusahaan kabel Italia. Tujuan kerjasama tersebut yaitu untuk membangun pabrik kabel listrik dan serat optik.

Proses operasi dari pabrik tersebut diharapkan mampu diandalkan pada tahun 1996. Pada tahun 1995, Kabelmetal Indonesia melakukan Investasi dengan memproduksi bahan baku utama sendiri mulai dari  tembaga dan kawat aluminium untuk mengurangi biaya produksi. Ditahun yang  sama, perusahaan juga mendapatkan sertifikat ISO 9002 untuk manufaktur kabel. 

Sertifikasi ISO 9002 berikutnya turun pada tahun 1996 untuk tembaga dan kawat aluminium. Selanjutnya, di tahun 1997 terdapat sertifikasi ISO 14001 untuk sistem manajemen lingkungan dan ISO 9001 untuk desain manufaktur kabel yang diturunkan pada tahun 1998. Perlu diketahui bahwa pada tahun 1996, perusahaan ini sudah resmi menggunakan nama PT GT Kabel Indonesia Tbk.

Meskipun begitu, produk yang beredar tetap menggunakan nama kabelmetal dengan daftar edar 2000 jenis termasuk yang di eksplor ke banyak negara mulai dari Asia hingga Timur Tengah. Setelah tragedi krisis ekonomi GT Kabel Indonesia terjerumus hutang jutaan dollar Amerika Serikat. Untuk itu, perseroan secara bertahap mulai melakukan restrukturisasi utang yang dicapai pada 2002-2003.

Hutang ini direstrukturisasi, dikonversi dalam bentuk saham atau dibeli kembali oleh perusahaan. Namun pada tahun 2005, perusahaan masih memiliki utang sebesar USD 26 juta dan masih berusaha melunasinya. Perusahaan tersebut juga diserahkan kepada BPPN oleh pemiliknya untuk melunasi utang BLBI kepada Bank Dagang Nasional Indonesia pada tahun 2000 dengan perkiraan harga Rp 9,2 triliun.

Namun perlu dicatat, PT Gajah Tunggal Mulia masih mampu mempertahankan 68,9% sahamnya pada tahun 2001 yang turun menjadi 53% pada tahun 2007. Sejak tanggal 18 Juli 2008 akhirnya perusahan ini kembali berganti nama menjadi PT KMI Wire and Cable Tbk. Namun merk Kabelmetal masih digunakan pada pasar dalam negeri, sedangkan merk ekspor sudah menggunakan KMI Wire and Cable.

KMI Wire
KMI Wire

Tahap Operasional yang Dilakukan PT KMI Wire and Cable Tbk

Berdasarkan data yang ada, diketahui hingga tahun 2021 bahwa perusahaan ini mampu memproduksi 2000 jenis dan ukuran kabel mulai dari kabel listrik aluminium dan kabel listrik tembaga dengan tegangan rendah, menengah ataupun tinggi. KMI Wire and Cable Tbk ini juga memproduksi bahan dasar kabel aluminium, tembaga dan kawat aluminium untuk distribusi daya overhead.

Bisa dikatakan bahwa perusahan yang satu ini sudah mampu menjadi pemasok kabel listrik yang berkualitas untuk perusahaan listrik negara, swasta dan banyak industri mulai dari industri pertambangan, minyak dan gas, serta lainnya. Proses pasokan tersebut dilakukan secara langsung dan juga ada yang melalui jaringan distributor serta diekspor ke banyak negara.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

You may also like

Leave a Comment

-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00