Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - emiten syariah - Page 15
Tag:

emiten syariah

Global Mediacom
Emiten Syariah

PT Global Mediacom Tbk (BMTR) Ini Sejarah dan Profilnya

by Minsya July 14, 2023
written by Minsya 5 minutes read

PT Global Mediacom Tbk (BMTR) atau dikenal sebagai MNC Media ialah perusahaan yang beroperasi di bidang investasi dalam bidang usaha media dan telekomunikasi. Berkantor pusat di Jakarta, perusahaan ini didirikan pada 30 Juni 1981. Perusahaan ini memiliki rekam jejak yang panjang sehingga menjadi salah satu perusahaan media atau telekomunikasi terkenal di Indonesia.

Profil Perusahaan Global Mediacom

Pada awalnya, Global Mediacom bernama PT Bimantara Citra Tbk yang kini dikenal sebagai MNC Media. Didirikan pada 30 Juni 1981, perusahaan ini mulai menjalankan kegiatan usahanya mulai 1982 dengan kantor pusat yang berada di MNC Media, Jl.Kebon Sirih No. 17-19, Jakarta Pusat. MNC Investama Tbk ialah pemegang saham Global Mediacom sebesar 5% atau lebih.

Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, BMTR beroperasi di bidang industri, pengangkutan, pertambangan, perkebunan, pertanian, perikanan dan kehutanan, peternakan, informasi dan komunikasi, konstruksi, real estate, perdagangan, percetakan, serta jasa (aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, serta arsitektur).

Kegiatan usaha PT Global Mediacom Tbk beroperasi di bidang investasi dengan menaungi beberapa Anak Usaha. Adapun sejumlah anak usaha yang terdaftar di BEI yaitu MNC Vision Networks Tbk, Media Nusantara Citra Tbk, MNC Digital Entertainment Tbk serta MNC Sky Vision Tbk.

Berdasarkan laporan keuangan, anak-anak usahanya yaitu PT Media Nusantara Citra Tbk, PT MNC Televisi Indonesia, PT Global Informasi Bermutu, PT MNC Televisi Network, PT MNC Networks, PT MNI Publishing, PT MNC Portal Indonesia, PT MNC Digital Entertainment, PT MNC Digital Indonesia, PT MNC Media Utama, MNC International Middle East Limited, dan PT MNC Media Investing.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Global Mediacom

Profil Perusahaan Global Mediacom

Global Mediacom berdiri pada 30 Juni 1981 oleh Bambang Trihatmodjo, Mochammad Tachril Sapi’ie dan Rosano Barack. Seperti yang diketahui bahwa perusahaan ini berdiri dengan nama BImantara Citra yang diberikan oleh Bambang Trihatmodjo dengan arti siap mengemban tugas berat dengan citra baik.

Pada awalnya, perusahaan ini menjalankan kegiatan usahanya di bidang teknik serta kontraktor khususnya pertambangan. Akan tetapi, perusahaan semakin memperluas kegiatan usahanya pada berbagai bidang, seperti transportasi udara, mobil, petrokimia, perdagangan, keuangan, perkapalan, serta pernah berpartisipasi dalam monopoli perdagangan jeruk pontianak,

Maka dari itu, perusahaan ini menjadi salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia pada masa Orde Baru. Disamping itu, Bimantara berhasil memperoleh saham dengan beberapa perusahaan asing yang berinvestasi di Indonesia, seperti Nestle. Di tengah era Orde Baru, Bimantara mampu tumbuh beranak pinak dalam kurun waktu cepat.

Melalui PT Bhakti Investama, Hary meningkatkan kepemilikannya dari 10,72% sampai dengan 37,60% di PT Bimantara. Hary kemudian ditetapkan sebagai Presiden Direktur Bimantara pada 30 April 2002. Keberadaan Hary di PT Bimantara ini juga mengejutkan karena beliau pada saat itu dinilai tidak memiliki kekuatan modal besar menguasai bisnis Cendana.

Bahkan, ada yang berasumsi bahwa Hary mendapatkan dukungan atau bekingan dari keluarga Cendana sehingga ia berperan sebagai operator. Ada juga yang beranggapan bahwa ia mendapatkan modal dari investor rahasia. Rumor lain juga mengatakan bahwa ia dibantu oleh investor kawakan yang bernama George Soros.

Hary juga menyatakan bahwa keberhasilannya dikarenakan prestasi yang menyehatkan dari Bimantara dengan peningkatan kinerja dan menjual sejumlah asetnya yang berpotensial. Begitu Hary masuk, Bimantara menyederhanakan fokusnya pada beberapa perusahaan khususnya media. Pada 14 April 2001, saham di PT Danapaints Indonesia dilepaskan.

Saham PT Bimagraha Telekomindo kemudian dijual pada Indosat seharga US$ 558 juta. Saham senilai Rp 36,5 miliar dari PT SAmudra Petrindo kemudian dijual dan saham senilai Rp 10 juta juga dari PT Bimantara Graha Insurance Brokers juga dijual. Disamping itu, Bimantara bergerak di bidang aviasi, seperti Cardig Air dan Jasa Angka Semesta.

Perlu diketahui bahwa upaya divestasi telah dilakukan saat perusahaan masih menjadi pemilik saham utamanya, seperti pada tahun 2000 saat melepas PT Plaza Indonesia Realty, PT Polychem Lindo, PT Bimantara Cakra Nusa, PT Nestle Indonesia, PT Aqualindo Mitra Industri, serta PT Citra Mobil Nasional.

Van der Horst yang merupakan anak perusahaan Bimantara di Singapura juga dilepas. Kemudian, penjualan Bimantara dimanfaatkan untuk merestrukturisasi perusahaan serta membayar hutangnya di BPPN. Akan tetapi, Hary mempercepat divestasi pada perusahaan yang tidak berkaitan dengan media. Sementara itu, akuisisi atau investasi pada perusahaan media dilepas pada 2003.

Sejak tahun 2001, Global TV juga dilepas dari tangan PT Titian Para Putra Sejahtera. Dua tahun berikutnya, TPI, Indovision, Radio Trijaya dan Mobile-8 Telecom berusaha ditingkatkan kembali. Hary menyatakan bahwa ia ditawari secara langsung oleh Bambang saat masuk Bimantara agar membeli saham sebesar 25%.

Kemudian, Hary langsung membeli saham dengan uangnya sendiri. Ia juga menyesuaikan situasi saat Bimantara masih memiliki kapitalisasi pasar rendah. Keterlibatannya dalam pengelolaan Bimantara inilah yang membuat Hary tertarik dengan anak perusahaan industri media penyiaran serta Bimantara RCTI. 

Dalam rangka mengubah fokus usaha dari konglomerat ke media telekomunikasi, Bimantara akhirnya merubah namanya menjadi PT Global Mediacom Tbk (BMTR). Adapun arti dari nama perusahaan tersebut yakni perusahaan media dan telekomunikasi yang menjadi pemain di level global.

Seiring berjalannya waktu, kepemilikan Global Mediacom berada di bawah Hary. Sementara itu, saham Bambang Tri semakin merosot melalui PT Asriland. Meskipun awalnya bertahan hingga tahun 2012 dengan saham sekitar 10 hingga 14%, saham Bambang kemudian lenyap di awal tahun 2012. 

Sejak saat itulah, saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) sepenuhnya berada di naungan kepemilikan Hary. Bahkan, kini telah mencapai 55% atau lebih. Meski demikian, Hary masih berusaha mempertahankan sebagian orang lama di perusahaan, seperti Rosano Barack. Hingga kini, Hary Tanoesoedibjo masih menjabat sebagai direktur utama Global Mediacom.

Demikian informasi mengenai profil dan sejarah singkat dai PT Global Mediacom Tbk (BMTR). Seperti yang diketahui bahwa perusahaan ini memiliki sejarah yang panjang sejak  30 Juni 198 hingga menjadi perusahaan media yang besar. Mulai dari berdirinya, memperluas kegiatan usaha, mempercepat divestasi, hingga berganti direktur utama.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

July 14, 2023 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
indah kiat
Emiten Syariah

PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

by Minsya July 13, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Apakah anda sudah tidak asing dengan nama perusahaan yang akan dibahas kali ini ? Ya Perusahaan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang industri Pulp and Paper. Perusahaan ini masuk ke dalam salah satu perusahaan penyedia kertas terbesar di Indonesia lho.

Sejarah Singkat Perusahaan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP)

Tahukah anda siapa pendiri pertama dari Perusahaan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk ? Jawabannya adalah Soetopo Jananto (Yap Sui Kie). Beliau juga telah memimpin Berkat Group pada tahun 1975 lho. Pada zaman tersebut, Berkat Group memiliki banyak anak angkat yang mulai bekerja sama dengan perusahaan asal Taiwan yang memiliki nama Chung Hwa Pulp Corporation, Taiwan and Yuen Foong Yu Paper Manufacturing.

Kemudian mereka melakukan survei pertamanya untuk studi kelayakan usaha dengan lokasi yang bermacam-macam, yaitu pabrik kertas di Serpong, Tangerang, Jawa Barat serta Pabrik Pulp di Jawa Tengah, Riau dan masih ada tujuh daerah lainnya di Indonesia. Lalu setahun kemudian tepatnya di 1 Juni 1979 dilakukan produksi komersil berbarengan dengan pengadaan peresmian perusahaan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) di Tangerang.

 “Turut membangun negara, mencerdaskan bangsa dan melestarikan lingkungan” merupakan logo dan juga slogan pertama dari peresmian berdirinya perusahaan ini. Selanjutnya dilakukan survey yang kedua di Jambi dan Riau sebanyak sepuluh kali.

Akhirnya setelah melewati banyak macam pertimbangan data dan studi kelayakan lokasi, khususnya pada lokasi perusahaan yang sesuai dengan sumber bahan baku, pengangkutan dan lainnya, maka studi lanjutan akan dilakukan di desa Pinang Sebatang dan Perawang di Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Provinsi Riau.

Baca Juga : PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Sejarah dan Profil Singkat

indah kiat
https://indahkiat.co.id/in/home

Pada tahun 1982 Indah Kiat, dilakukan pembukaan lahan dan mulai melakukan perataan hutan. Izin pemanfaatan kayu dari suatu wilayah hutan yang nantinya akan dikonversi menjadi bentuk lain dalam waktu maksimum satu tahun. Disamping persiapan pelaksanaan pabrik, dilakukan pengoperasian mesin kertas line ke-3 di Riau. 

Percobaan produksi dilakukan oleh perusahaan dengan peresmian yang dilakukan oleh presiden RI pada saat itu yaitu Bapak Soeharto pada 24 Mei 1984. Nah, pada saat itu kapasitas pabrik pul sulfat yang sudah di kelantang adalah 75.000 per tahun sehingga kebutuhan kertas di daerah Tangerang sudah tidak perlu impor lagi dan hanya dipasok oleh perusahaan dari Riau, hebat bukan.

Seperti kebanyakan perusahaan, Indah Kiat tidak selalu mengalami keuntungan. Perusahaan ini sempat mengalami kerugian yang disebabkan oleh resesi dunia yang terjadi, kualitas produksi masih belum stabil dan berdampingan dengan adanya pengganti pimpinan pertama yaitu Bapak Soetopo Jananto kepada Bapak Boediono Jananto sebagai putra pertama beliau.

Tahun berikutnya yaitu pada 1986, hak kepemilikan dibeli oleh Sinar Mas Group yang pada saat itu dipimpin oleh Bapak Eka Cipta Wijaya dengan membagi sahamnya menjadi 3 fokus, yaitu PT. Satria Perkasa Agung dengan 67%, Chung Hwa Pulp Corp dengan 23%, dan Yuen Fong Paper Manufacturing dengan 10%. Pada tahun yang sama juga produksi pulp 300 ton telah tercapai dengan memodifikasi fasilitas produksi.

Lalu 3 tahun setelahnya yaitu pada 1989 dilakukan pembangunan pabrik pulp fase II dengan kapasitas 500 ton. Yang menjadikan pabrik ini memiliki produk berkualitas tinggi adalah dengan membangun pabrik kertas pada fase I dan II lewat pemasangan mesin kertas budaya yang pada saat itu menjadi sejarah kertas budaya terbesar di Asia.

Tahun selanjutnya yaitu pada 1992, dimulai persiapan pembangunan fase II pabrik plup. Pengukuhan anak angkat dilakukan bersangkutan dengan industri kerajinan kulit. Setahun setelahnya, mulai dilakukan fase II pabrik pulp dengan kapasitas 1300 ton yang mana uji coba tersebut dilakukan pada akhir tahun.

Fase III mulai beroperasi secara komersial, dimulai dengan bergabung bersama pabrik pulp I dan II guna menghasilkan pulp yang bermutu tinggi dengan standar internasional sehingga kapasitas nantinya meningkat dari 800 ton menjadi 1200 ton. Nah, fase IV dilakukan pada tahun berikutnya dengan peningkatan kapasitas yaitu 1600 ton.

Profil Perusahaan

Visi dari PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) telah berkecimpung di dunia kertas dengan standar internasional sejak lama yang menjadikannya perusahaan kertas terbaik di Asia. Sedangkan misinya adalah bekerja dengan integritas dan komitmen yang serius pada pelanggan setianya. Karyawan dan para pemegang saham juga dijadikan alasan keseriusan perusahaan ini dengan memantapkan waktu dan perhatian dengan kualitas dan performa yang baik.

Tujuan perusahaan ini adalah menghasilkan barang produksi yaitu pulp dan kertas yang memiliki kualitas sesuai dengan persyaratan secara konsisten dan serius, serta memiliki harga terjangkau dan dapat bersaing di pasar internasional. PT. Indah Kiat Pulp and Paper menyediakan pengiriman dan meningkatkan pelayanan agar pelanggan merasa puas.

Strategi kesuksesan perusahaan banyak bergantung pada struktur organisasi, bagaimana cara perusahaan saling koordinasi dengan positif untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Perusahaan menjalankan segala aktivitas dengan mengutamakan kerjasama.

Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) memiliki tiga lokasi pabrik, yaitu di daerah Tangerang, Serang, dan Perawang. Dari masing-masing pabrik tersebut dikepalai oleh wakil presiden direktur yang mempunyai tanggung jawab langsung kepada presiden direktur pada tingkat pusat.

Bentuk dari organisasi PT. Indah Kiat Pulp and Paper disusun berdasarkan organisasi yang merupakan kerangka dengan memperlihatkan tugas dan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan yang masing-masing memiliki tugas serta tanggung jawab yang sudah ditetapkan.

Selain di lingkungan pabrik, perusahaan ini juga peduli terhadap keadaan lingkungan sekitar lho. Mereka berkomitmen untuk mengelola keadaan hutan secara bertanggung jawab dan berkala. Perusahaan diharuskan untuk mematuhi standar internasional pengelolaan hutan serta mendukung program sertifikasi hutan lestari, misalnya FSC dan PEFC.

Perusahaan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk berfokus pada inovasi dan penelitian untuk mengembangkan efisiensi produksi mereka, serta meningkatkan kualitas produk lebih ramah pada lingkungan. Mereka senantiasa berinvestasi dalam hal pengembangan untuk mengembangkan teknologi lebih baru untuk konsumen.

Dalam divisi public relations Indah Kiat, perusahaan ini pernah melakukan beberapa program pada kemasyarakatan. Yang pertama program pelayanan kesehatan yang dilakukan dengan memberikan pengobatan gratis untuk wilayah yang membutuhkan bantuan. Program ini juga mengadakan kegiatan air bersih yang digunakan untuk membantu kegiatan sehari-hari masyarakat yang membutuhkan.

Yang kedua ada program keagamaan yang dilakukan untuk memberikan sumbangan kepada desa dalam hal rohani, misalnya dengan mendatangkan ustadz ke desa-desa. Karyawan yang memiliki kompetensi di bidang keagamaan akan dipertanggungjawabkan pada program ini untuk meningkatkan aspek keagamaan di masyarakat.

Yang terakhir adalah program pendidikan dimana perusahaan akan memberikan kesempatan bagi para siswa untuk mendapatkan beasiswa perguruan tinggi. Selain program beasiswa, program PKL juga bisa diikuti bagi mahasiswa atau siswa SMK. Pada intinya PT. Indah Kiat Pulp and Paper berusaha memberikan produk yang baik bagi masyarakat, serta peranan positif untuk mengembangkan masyarakat juga.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

July 13, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Vale Indonesia
Berita Saham Syariah

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Sejarah dan Profil Singkat

by Minsya July 12, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Nama perusahaan PT Vale Indonesia Tbk (INCO), atau disebut juga PT Vale Indonesia, mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Perusahaan ini awalnya bernama PT International Nickel Indonesia Tbk, kemudian mengalami pergantian nama menjadi PT Vale Indonesia hingga saat ini. Bagaimana sejarah dan profil singkat perusahaan ini? Lihat ulasan berikut.

Profil Singkat PT Vale Indonesia

PT Vale Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di industri pertambangan, lebih tepatnya pada pengolahan nikel terintegrasi. Merupakan bagian Vale, perusahaan multinasional asal Brazil. Perusahaan ini didirikan pada 25 Juli 1968 di Indonesia. Memiliki kantor pusat di Jakarta dan pabrik pengolahan di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Nikel yang diolah oleh perusahaan inia dalah jenis nikel laterit, yang kemudian nantinya diubah menjadi produk akhir yaitu nikel berbentuk matte. Jika dilihat dari data terakhir, volume produksi nikel perusahaan ink mencapai 75.000 metrik ton setiap tahun. Hal ini tentu didukung dengan teknologi pirometalurgi (teknik smelting) dalam proses produksinya. 

Perusahan ini juga mengoptimalisasikan energi terbarukan untuk mendukung proses produksinya. Hal ini diwujudkan dengan tiga buah PLTA yang menyokong perusahaan ini: PLTA Larona, PLTA Balambano, dan PLTA Karebbe. Dengan adanya ketiga PLTA tersebut, emisi hasil proses produksi perusahaan ini bisa direduksi hingga 500.000 ton per tahun. 

Selain itu, ketiga PLTA tersebut juga menyumbanh sebesar 38% energi terbarukan dari jumlah total konsumsi energi yang dibutuhkan perusahaan ini. Langkah penggunaan energi terbarukan ini sedikit banyak bisa mendukung gerakan menjaga sustainabilitas lingkungan di sekitar pabrik pengolahan yang dimiliki oleh PT Vale Indonesia.

Tidak hanya itu, guna merehabilitasi lahan pertambangan yang sudah tidak dipakai, perusahaan ini menargetkan adanya upaya penanaman kembali. Lahan pertambangan tersebut kemudian diubah menjadi kebun bibit modern atau nursery. Sejak tahun 2006, kebun ini telah memproduksi lebih dari ratusan bibit. Dan kini sudah berhasil merehabilitasi lebih dari 100 hektar lahan purna setiap tahunnya.

Seluruh hasil produksi perusahaan ini sudah disetujui untuk hanya diimpor kepada Sumitomo Metal Mining Co, Ltd dari Jepang saja. Perjanjian ini tertulis pada kontrak jangka panjang yang sudah disepakati kedua belah pihak. Melihat bagaimana sepak terjang perusahaan ini lebih dari separuh abad di Indonesia, sudah banyak pencapaian yang dimiliki. Simak sejarah singkat dari mulai berdirinya perusahaan ini sampai masa kini berikut.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Vale Indonesia
https://www.vale.com/in/w/check-the-2q23-performance-report-dates-1/-/categories/64925

Sejarah Singkat PT VALE

Gagasan berdirinya perusahaan ini bermula dari upaya eksplorasi di tanah Sulawesi pada tahun 1966, diprakarsai oleh Bani Wajhu, Hitler Singawinata, dan tim. Eksplorasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa tanah Sulawesi memiliki potensi pertambangan bijih nikel yang menjanjikan. Dengan hasil eksplorasi ini pula, kemudian muncul gagasan berdirinya PT Vale.

Selanjutnya, PT Vale Indonesia yang saat itu masih bernama PT International Nickel Indonesia Tbk menekan sebuah perjanjian Kontrak Karya (KK) dengan Pemerintah Indonesia pada tahun 1968. Kontrak Karya tersebut merupakan lisensi untuk eksplorasi, penambangan, dan juga pengolahan bijih nikel yang resmi dari Pemerintah Indonesia.

Sejak penandatanganan Kontrak Karya tersebut, mulai ada persiapan untuk membangun pabrik pengolahan di kawasan Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Pembangunan pabrik ini dimulai pada tahun 1973 dan rampung pada 1977. Presiden Indonesia saat itu, Soeharto, meresmikan pabrik dan fasilitas penambangan yang baru jadi milik PT Vale Indonesia ini.

Setelah resmi beroperasi, PT Vale Indonesia berhasil mengirimkan produksi nikel komersil pertamanya ke perusahaan asal Jepang, Sumitomo Metal Mining Co, Ltd pada tahun 1978. Setahun setelahnya, perusahaan ini mengoperasikan PLTA Larona yang ditujukan membantu pasokan energi untuk proses pengolahan bijih nikel di sana. PLTA ini memiliki kapasitas sebesar 165 MW.

Seiring dengan perkembangan perusahaan ini, pada tahun 1990 PT Vale Indonesia secara resmi terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia dengan nama INCO. Lalu melakukan penawaran umum perdana atau IPO dengan nilai saham sebesar 21,8%. Tidak hanya itu, pada tahun 1996 perusahaan ini juga meregenerasi Kontrak Karya dengan Pemerintah Indonesia hingga tahun 2025.

Untuk mendukung sokongan energi yang dikonsumsi oleh pabrik pengolahan perusahaan ini, sebuah PLTA baru dioperasikan pada tahun 1999. Kemudian diberi nama PLTA Balambano dengan kapasitas yang dimiliki sebesar 110 MW. Selain itu, perusahaan ini juga rehabilitasi lahan tambang untuk bisa ditanami kembali. Hasilnya, sudah ada kebun bibit modern atau nursery yang berada di kawasan pabrik Sorowako pada tahun 2006.

Tahun 2011 mungkin menjadi tahun yang terkenang bagi perusahaan ini. Pada tahun tersebut terjadi perubahan nama yang semula PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) menjadi PT Vale Indonesia Tbk, atau juga disebut PT Vale. Keputusan ini sudah disetujui oleh para pemegang saham. Bertepatan dengan peristiwa ini, beroperasi juga PLTA Karebbe dengan kapasitas 90 MW.

Untuk mendukung program keberlanjutan lingkungan ini, selain membangun PLTA sebagai pemasok energi terbarukan, PT Vale Indonesia juga melakukan terobosan baru. Yakni dengan membangun 80 kolam pengendapan serta fasilitas pengolahan air limbah dengan teknologi Lamella Gravity Settler pada tahun 2014. Terobosan ini menjadi yang pertama dalam industri pertambangan Indonesia.

Kemudian terjadi renegosiasi Kontrak Karya antara PT Vale Indonesia dengan Pemerintah Indonesia di tahun 2014 juga. Dimana amandemen Kontrak Karya mencakup beberapa perubahan. Salah satu yang terlihat adalah pelepasan wilayah Kontrak Karya seluas 118.435 hektar. Ini artinya pemerintah mengurangi hampir 1,8% dari total wilayah Kontrak Karya tahun 1968 yang mencapai 6,6 juta hektar. 

Setahun setelahnya, PT Vale Indonesia berhasil mencetak rekor produksi tertinggi dengan total 81.177 metrik ton nikel matte. Pada tahun yang sama, perusahaan ini juga mengenalkan Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan atau PPSRLB. Program ini ditujukan untuk program pemberdayaan masyarakat setempat di kawasan Sorowako.

Tidak hanya itu, program pemberdayaan berkelanjutan ini juga mengikutsertakan tiga kemitraan pilar: Pemerintah, Perusahaan, dan Masyarakat. Kemudian program ini diresmikan dengan nama Program Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) dan operasionalnya berbasis pada Pengembangan Kawasan Pedesaan Mandiri (PKPM) bagi masyarakat sekitar Sorowako.

Selain sepak terjang yang panjang di industri pertambangan Indonesia yang patut diapresiasi, PT Vale Indonesia juga menyabet beberapa penghargaan bergengsi. Seperti menjadi pemegang rekor total 17,4 jam zero lost time injury periode 2017-2018 dan menyabet gelar PROPER Hijau yang dianugerahkan oleh KLHK.

Tidak berhenti di situ saja, PT Vale Indonesia juga melakukan divestasi saham ke Pemerintah Indonesia dengan nilai sebesar 20% melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (MIND ID). Dengan sejarah yang panjang tersebut, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) telah memberikan kontribusi yang besar dalam industri penambangan dan pengolahan bijih nikel Indonesia.

Itulah ulasan singkat mengenai profil dan sejarah singkat perusahaan pengolahan bijih nikel terkemuka di Indonesia, PT Vale. Mulai dari masa awal operasi hingga masa kini, perusahaan ini sudah memberikan sumbangsih yang besar bagi industri pertambangan di Indonesia. Khususnya dalam bidang pengolahan bijih nikel.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

July 12, 2023 0 comments
3 FacebookTwitterPinterestEmail
Aneka Tambang
Emiten Syariah

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Profil dan Sejarahnya

by Minsya July 11, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Sebelum kendaraan listrik EV marak digunakan, Perusahaan Aneka Tambang sudah dikenal sebagai perusahaan pertambangan emas. Perusahaan ini sangat dipercaya oleh masyarakat soal logam mulia dan bil khusus emas batangan. Dari sejarahnya, bisnis perseroan ini dikuasai oleh penambangan logam lain sejak awal pendiriannya.

Profil PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

Pada awalnya, perusahaan ini berdiri dengan nama  Perusahaan Negara atau PN. Sejak 05 Juli 1968, PN berdiri dan beroperasi. Ruang lingkup aktivitas ANTM bergerak di bidang pertambangan dengan berbagai bahan jenis galian.Adapun kantor pusatnya berada di Gedung Aneka Tambang, Jl. Letjen T.B. Simatupang No. 1, Lingkar Selatan, Jakarta, Indonesia.

Pemegang saham pengendali perusahaan ini dikuasai oleh PT Indonesia Asahan Aluminium sebesar 65% di saham seri B. Sementara itu, pemerintah Indonesia memiliki 1 saham preferen atau saham seri A Dwiwarna. Aneka Tambang atau disebut Antam ialah bagian dari MIND ID yang bergerak di bidang pertambangan emas, nikel dan bauksit.

ANTM menjalankan kegiatan usahanya mulai dari sektor industri, pengangkutan, perdagangan hingga jasa sektor pertambangan. Komoditas utama perusahaan ini ialah feronikel, kadar tinggi atau saprolit, emas, bijih nikel, perak serta bauksit. Sementara itu, jasa utama yang disediakan yaitu pengolahan serta pemurnian logam mulia dan jasa geologi.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Aneka Tambang
https://antam.com/id/products/nikel

Sejarah Perkembangan Perusahaan Aneka Tambang

Perlu diketahui bahwa sebenarnya, emas ialah bukan satu-satunya komoditas kebanggan perusahaan ini. Juga, bukan emas komoditas pertama kali yang diproduksi saat perusahaan ini berdiri. Dilihat dari sejarahnya, perusahaan ini dikuasai oleh penambangan nikel sebagai komoditas di awal pendiriannya.

Saat pemerintah berupaya dalam membangun perusahaan EV, pamor nikel milik ANTM semakin bersinar daripada komoditas-komoditas lain yang dihasilkan yakni emas, bauksit, batu bara, dan perak. Dengan adanya cadangan nikel yang melimpah ruah, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menggencarkan penjajakan kerja sama strategis.

Kerja sama yang dilakukan tersebut bertujuan untuk memasuki ekosistem EV. Pada masa pemberitaan kendaraan listrik yang lagi marak-maraknya, perusahaan ini mengalami reli panjang kenaikan harga saham. Namun, sebelumnya, perusahaan ini tengah mengalami berbagai perkembangan mulai dari awal berdiri hingga kini.

Sesuai dengan laman resminya, Aneka Tambang mulai mencetak sejarahnya sejak 1968 dengan nama Perusahaan Negara (PN) Aneka Tambang. Pada saat itu, perusahaan ini didirikan sebagai BUMN melalui merger dari sejumlah industri serta beberapa proyek tambang milik pemerintah Indonesia.

Ada 5 proyek tambang milik pemerintah yang dijalankan oleh perseroan ini. Kelima proyek tersebut yaitu PT Nickel Indonesia, Perusahaan Negara Logam Mulia, Perusahaan Negara Tambang Emas Tjikotok, Perusahaan Negara Tambang Bauksit Indonesia, Badan Pimpinan Umum Perusahaan-perusahaan Tambang Umum Negara, Proyek Intan serta proyek-proyek Bapetam.

Pada tahun 1974, PN Antam mengubah namanya menjadi Perusahaan Negara Perseroan Terbatas atau Perusahaan Perseroan sesuai dengan akta pendiriannya No. 320, 30 Desember 1974 dan PP No 26 1974. Satu tahun kemudian PT Antam menjadi Perseroan Terbatas sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor Kep 1768/MK/IV/12/1974.

Di tahun 1976, Antam mengepakkan sayap bisnisnya dengan menjalankan Pabrik Feronikel I (FeNi I) yang berada di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Selanjutnya, perseroan juga melakukan perluasan wilayah tambang nikel di Pulau Gebe pada tahun 1979. Tidak berhenti sampai situ, Antam terus memperluas wilayah operasionalnya untuk produksi emas dengan operasi komersial pada tahun 1994 di Pongkor, Jawa Barat.

Kegiatan memperluas operasional pabrik feronikel juga dilakukan di Pomalaa, Sulawesi Tenggara yang akhirnya beroperasi secara operasional. Akhirnya, Tahun 1997 merupakan tonggak bersejarah bagi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Hal ini karena 35% sahamnya ditawarkan ke publik.

Perseroan juga melakukan penggalangan dana melalui Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini bertujuan untuk mendukung pendanaan proyek ekspansi feronikel. Adapun perluasan pertambangan komoditas nikel terus diupayakan dengan mengoperasikan tambang nikel Pulau Gebe di tahun 1988. Tamang Nikel Tanjung Buli juga mulai berjalan pada 2001.

Di masa ini juga tepatnya 1999, ANTM mendaftarkan sahamnya di Australia yang berstatus foreign exempt entity ditingkatkan menjadi ASX Listing dengan ketentuan semakin ketat di tahun 2022. Perseroan ini melakukan kegiatan korporasi pada 2003 dengan merilis obligasi US$200 juta. Hal ini untuk mendanai proyek pabrik Feronikel III di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

Pabrik yang berlokasi di Pomalaa tersebut menjalankan kegiatan usahanya empat tahun setelahnya tepat pada tahun 2007. Setelah bertahun-tahun melakukan perluasan usaha di industri nikel dan pertambangan, ANTM terus mengekspansi tambang emasnya dengan mengakuisisi Tambang Emas Cibaliung di tahun 2009.

Tambang Emas Cibaliung akhirnya beroperasi pada 2010 bertepatan dengan pertambangan nikel baru perseroan yang berlokasi di Tapunopaka. Belum berakhir, ANTM menandatangani kontrak Engineering, Procurement dan Construction (EPC) di tahun yang sama. Kegiatan ekspansi bisnisnya ini dilakukan untuk menjalankan proyek Chemical Grade Alumina (CGA) Tayan.

Nilai cadangan bauksit PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada proyek yang berada di Kabupaten Sanggau menunjukkan adanya peningkatan dengan kapasitas 300.000 ton CGA per tahunnya. Pabrik ini akhirnya menjalankan kegiatan usahanya pada 2013. ANTM mengakuisisi Tambang Batubara Sarolangun serta meresmikan pembukaan Tambang Nikel Pulau Pakal pada 2011.

ANTM menjadi Independent Power Producer (PCC) yang memasok setrum untuk PLN. Sehingga perusahaan ini mulai memasuki lini bisnis pembangkitan listrik. Di tahun 2012, perseroan ini juga melakukan Line-44 Proyek dan PLTU yang kemudian melakukan ekspansi pabrik FeNi di Pomalaa dengan membangun fasilitas belt conveyor, jetty dan pemurnian 3.

Di tahun 2015, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menerapkan rights issue yang melibatkan Penyertaan Modal Negara. Kegiatan korporasi ini berhasil dengan oversubscription serta nilai proceeds yang mendekati angka Rp 5,38 triliun. Setahun kemudian, ANTM menandatangani kontrak EPC Proyek Proyek Pembangunan Pabrik FeNi yang berada di Halmahera Timur.

Dengan semua fasilitas yang telah dibangun bertahun-tahun lamanya, perseroan telah mencapai kapasitas produksi serta penjualan Feronikel tertinggi sepanjang sejarah pada tahun 2017. Di tahun yang sama, perusahaan ini berhasil menjadi salah satu produsen Feronikel berbiaya rendah di dunia. Selain itu, produk emasnya juga telah diekspor secara perdana di pasar Jepang.

Di tahun 2018, ANTM aktif dalam melakukan kegiatan usahanya dan telah mencetak banyak sejarah. Sebagai kiprah 50 tahunnya, Antam mendukung hilirisasi mineral yang ada di Indonesia. Selain itu, perseroan ini juga melakukan inovasi desain serta kemasan pada emas logam mulia.

Tidak hanya Antam, perseroan ini juga membawahi 4 perusahaan industri pertambangan di Indonesia. Keempat perusahaan tersebut yaitu PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), PT Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk. Dari sinilah, ANTM melakukan penetrasi ke perusahaan baterai kendaraan berlistrik dengan cadangan nikelnya.

Itulah ulasan singkat tentang sejarah dan profil perusahaan ANTM. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) telah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas perusahaan dan produknya. Salah satu upaya yang sering dilakukan yaitu dengan melakukan ekspansi atau perluasan wilayah produksi. 

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

July 11, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Merdeka Copper Gold
Emiten Syariah

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Profil dan Sejarah Singkat Perusahaan

by Minsya July 7, 2023
written by Minsya 5 minutes read

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ialah perusahaan yang memproduksi perak, emas, mineral dan tembaga. Dengan anak-anak perusahaan yang tersebar di wilayah Nusantara, perusahaan ini telah menerapkan standar tinggi dalam kinerja sosial, lingkungan, dan tata kelola perusahaan. Hal ini terbukti dari sejarah perkembangan di masa lalunya sebagai berikut.

Profil dari PT Merdeka Copper Gold Tbk

Produk berupa logam dan mineral yang dihasilkan oleh PT Merdeka Copper Gold ialah esensial bagi kemajuan hidup manusia. Perusahaan induk pertambangan logam dan mineral ini berkantor pusat di Jakarta. Melalui anak-anak perusahaannya, perusahaan ini mengeksplorasi, mengekstraksi serta memproduksi emas, tembaga, perak, dan mineral lainnya.

PT Merdeka Copper Gold Tbk memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi pertambangan. Hal ini dilakukan dengan dua operasi tambang yaitu Tambang Tembaga Wetar yang terletak di Pulau Wetar, Maluku Barat Daya dan Tambang Emas Tujuh Bukit yang berada di Banyuwangi, Jawa Timur. Proyek ini ialah tambang terbuka konvensional dengan pengolahan serta pelindian SX/EX.

Perusahaan ini juga tengah mengembangkan berbagai proyek. Salah satunya yaitu proyek Tembaga Tujuh Bukit yang merupakan penambangan tembaga bawah tanah di Banyuwangi. Penambangan ini ialah pelataran pelindian dan pengolahan emas dan perak. Proyek tembaga ini yang dilakukannya ialah salah satu cebakan tembakan terbesar di dunia yang masih belum dikembangkan.

Merdeka juga mengembangkan proyek berupa Emas Pani yang akan menjadi salah satu tambang emas primer besar di Indonesia. Proyek ini ialah endapan emas yang tersebar dengan epitermal sulfidasi yang rendah. Kegiatan proyek ini beroperasi di Gorontalo, Sulawesi. Sementara itu, proyek AIM atau Acid, Iron, Metal berupa pengolahan air mineral bergerak di Morowali, Sulawesi Tengah.

Untuk memproduksi pellet bijih besi, asam sulfat, uap, logam dasar dan logam mulia, proyek AIM mengolah bijih pirit serta Tambang Tembaga Wetar. Adapun logam-logam mulia yang dihasilkan, seperti tembaga, perak dan emas. Proyek ini memproduksi bahan baku baterai yang ramah lingkungan.

Berdiri sejak 2012, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi perusahaan public di tahun 2015 dengan kode saham MDKA. Perusahaan ini dimiliki oleh para pemegang saham terkemuka yakni Garibaldi Thohir, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, dan PT Provident Capital Indonesia (dari PT Suwarna Arta Mandiri serta PT Mitra Daya Mustika).

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Merdeka Copper Gold
https://merdekacoppergold.com/bisnis-kami/tambang-emas-tujuh-bukit/

Merdeka menetapkan standar tertinggi dalam sosial, kinerja lingkungan, serta tata kelola perusahaan untuk mencapai visinya. Perusahaan ini yakin akan kesuksesan jangka panjang yang sangat membutuhkan integrasi keberlanjutkan pada semua aspek bisnisnya. Dengan begitu, perusahaan selalu berkontribusi bagi pembangunan Indonesia.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memiliki beberapa anak perusahaan. Beberapa perusahaan tersebut yaitu PT Batutua Abadi Jaya, PT Merdeka Mining Servis, Eastern Field Developments Ltd, PT Batutua Tembaga Raya, PT Bumi Suksesindo, PT Pani Bersama Jaya, PT Batutua Pelita Investama, Merdeka Copper Gold International Pte. Ltd, dan PT Merdeka Battery Materials.

Sejarah Perkembangan Perusahaan Merdeka Copper Gold

Perusahaan Merdeka mencetak sejarahnya sejak 5 September 2012 dengan nama “PT Merdeka Serasi Jaya”.  Di tahun yang sama, PT Bumi Suksesindo atau BSI memperoleh Izin Usaha Pertambangan di wilayah Tujuh Bukit, Pesanggaran, Banyuwangi. Dua tahun kemudian tepatnya pada tahun 2014, perusahaan ini mengubah namanya menjadi PT Merdeka Copper Gold hingga kini.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) resmi menguasai Bursa Efek Indonesia atau BEI pada tahun 2015. Pada tahun 2016, Merdeka mulai mengoperasikan konstruksi serta penambangan bijih mineral di Tambang Emas Tujuh Bukit. Setahun kemudian, konstruksi berhasil diselesaikan di Tambang Emas Tujuh Bukit. Dengan begitu, BSI mulai menghasilkan serta menjual emas.

Kemudian, Merdeka melakukan studi kelayakan dalam memperluas Proyek Emas Tujuh Bukit. Akhirnya, studi konsep Proyek Porfiri Tembaga Tujuh Bukit berhasil dirampungkan. Di tahun yang sama , 2017, perusahaan ini mulai menjalankan Proyek Ekspansi Oksida di Proyek Emas Tujuh Bukit. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan bijih.

Kapasitas bijih yang awalnya 4 juta ton meningkat menjadi 8 juta ton per tahunnya. Merdeka mengakuisisi 67,9% saham dari Proyek Tembaga Wetar di Maluku Barat Daya. Proyek Emas Pani terletak di Pohuwato, Gorontalo memiliki saham sebesar 66,7%. Di tahun 2019, Merdeka berhasil menuntaskan akuisisi wajib terhadap Proyek Tembaga Wetar melalui Eastern Field Development Ltd.

Proyek Ekspansi Oksida dan Proyek Emas Tujuh Bukit juga telah dituntaskan. Merdeka kemudian menekan beberapa dokumen transaksi bersyarat yang berhubungan dengan PT J Resources Nusantara. Hal ini dilakukan untuk menggabungkan sejumlah proyek Emas Pani hingga menjadi satu proyek emas.

Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar, lingkup kegiatan usaha perusahaan ini ialah kegiatan perusahaan holding yang memiliki kegiatan utama berupa kepemilikan aset dari sekelompok subsidiary termasuk di bidang pertambangan. Perseroan ini juga melakukan kegiatan usaha pertambangan, seperti mengeksplorasi serta memproduksi perak, tembaga, emas, dan mineral lainnya sejak Mei 2018.

Pada 2020, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan Eternal Tsingshan Group Ltd meneken nota kesepahaman atas proyek yang dilakukannya yaitu AIM di Morowali dan Wetar. Pada bulan Februari 2021, PT Merdeka Copper Gold Tbk, PT Batutua Pelita Investama, Wealthy Source Holding Ltd, dan Eternal Tsingshan Group meneken perjanjian joint venture.

Joint venture yang ditekan tersebut dilakukan untuk menjalankan Proyek AIM di Morowali, Sulawesi Tengah. Di bulan Oktober 2021, Merdeka mendirikan Merdeka Copper Gold International Pte. Ltd di Singapura. Akhirnya, Merdeka berinvestasi sebanyak US$ 80,16 juta untuk memegang 50,1% saham dari PT Andalan Bersama Investama.

Tahun lalu tepatnya pada 2022, Merdeka meningkatkan saham dari PT Pani Bersama Jaya menjadi 83,35%. Sehingga, PBJ memegang IUP Proyek Emas pani secara tidak langsung di Gorontalo, Sulawesi. Merdeka menginvestasikan 55,67% saham di PT Hamparan Logistik Nusantara yang menghasilkan tambang nikel dan fasilitas pemurnian.

Pada 31 Januari 2023, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menunjukkan adanya peningkatan dengan naik sebesar 1,5% ke posisi 4,740 jelang penutupan sesi I. kemudian, saham ini dibuka pada posisi 4.670 serta bergerak di rentang 4,750 hingga 4,760. Kini, kapitalisasi pasar telah mencapai 114,29 triliun.

Satu terakhir ini, sebagian besar saham 18,34% dikuasai oleh PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. Lalu, saham 12,06% digenggam oleh PT Mitra Daya Mustika, Garibaldi Thohir atau Boy Thohir memiliki 7,36%  saham, serta PT Suwarna Arta Mandiri yang memiliki 5,59%. Adapun kapasitas kepemilikan public sebesar 51,39%. Sisa sahamnya dikuasai oleh Direksi Perseroan.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ialah perusahaan produksi emas, perak, tembaga dan mineral lainnya dengan kontribusi yang cukup besar terhadap pembangunan Indonesia. Kesuksesannya ialah hasil dari upaya peningkatan kualitas perusahaan, produk dan kinerjanya yang terus direalisasikan. Hal ini terbukti dari sejarah perkembangannya sejak tahun 2012.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

July 7, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
wijaya karya beton
Emiten Syariah

PT Wijaya Karya Beton Simak Profil dan Sejarah WTON

by Minsya July 5, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Perusahaan Wijaya Karya Beton ialah perusahaan Indonesia yang beroperasi pada bidang konstruksi. Berdiri sejak tahun 1960 an, perusahaan ini  resmi menjadi persero di 1972. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau WTON ialah hasil nasionalisasi dengan perusahaan asal Belanda dan menjadi bagian dari Badan Usaha Milik Negara atau BUMN. Untuk mengetahui sejarah perkembangannya, simak ulasan di bawah ini.

Profil dari PT Wijaya Karya Beton

PT Wijaya Karya Beton Tbk ialah anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk WIKA. Perusahaan ini termasuk e dalam bagian ekspansi perusahaan yang fokus di bidang beton pracetak. WIKA Beton beroperasi dengan memproduksi panel beton pracetak untuk pengerjaan proyek rumah bertingkat rendah sejak tahun 1977.

Sejak tahun 1977, WTON berupaya terus mengembangkan produk-produknya untuk mengantisipasi perencanaan pembangunan serta berbagai proyek infrastruktur di masa depan. Pengembangan produk-produknya telah menghasilkan pra-stres tiang beton untuk penggunaan jalur distribusi listrik serta tumpukan PC, saluran terbuka beton dan tumpukan lembaran pipa.

Tidak sampai situ, WIKA juga melanjutkan perkembangan pada produk-produknya dengan menghasilkan kereta api beton tidur, lembaran platform, dan bangunan komponen yang telah digunakan untuk mengerjakan sejumlah proyek yang beraneka ragam. Produk-produk tersebut hadir di waktu yang tepat sehingga berhasil menjadi produk yang terkenal di pasaran.

Selain mengembangkan produk usaha, WTON juga terus meningkatkan kualitas fasilitas produksinya. Hal ini dilakukan dengan menambah sejumlah pabrik di beberapa titik. Hingga kini, WTON mempunyai 9 pabrik di 7 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia, seperti Lampung, Bogor, Majalengka, Pasuruan, Sulawesi Selatan, Boyolali, Karawang, Lampung Selatan, serta dua pabrik dari anak perusahaan.

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) didukung oleh beberapa pabrik besar yang dimilikinya dengan memproduksi berbagai produk dan manajemen yang profesional. Sehingga, WTON berhasil menjadi pemimpin pasar utama produksi beton pracetak yang ada di Indonesia.

PT Wijaya Karya Beton Tbk berpegang teguh pada visinya dalam menjadi perusahaan terkemuka di bidang pracetak beton. Sekarang, WTON telah menjadi produsen beton pracetak terbesar di Indonesia dan bahkan di Asia Tenggara. Keunggulan lain yang dimiliki oleh perseroan ini yaitu memiliki pabrik dengan pertumbuhan yang tinggi dari industri konstruksi dengan menerapkan EPI.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

wijaya karya beton
https://www.idnfinancials.com/news/42874/wijaya-karya-beton-channel-profit-dividends

PT Wijaya Karya Beton mempunyai 3 anak perusahaan yakni PT Wijaya Karya Komponen Beton yang berdiri sejak tahun 2012, PT Wijaya Karya Beton Krakatau yang beroperasi sejak 2013, dan PT Citra Lautan Teduh yang mulai beroperasi di akhir tahun 2014. Untuk menjamin kualitas secara konsisten, PT Wijaya Karya beton telah menggunakan Sistem Manajemen ISO 9000.

Sejarah PT Wijaya Karya Beton

Berdasarkan PP No.2 tahun 1960 serta SK Menteri PUTL No.5 Tanggal 11 Maret 1960, PT Wijaya Karya berdiri pada tahun 1960 atas nama PN Widjaja Karja dengan bidang usaha pemasangan listrik dan air. Perusahaan ini mengembangkan kegiatan usahanya dengan mengubah namanya menjadi PT Wijaya Karya pada tahun 1972.

Adapun beberapa lokasi yang pernah digunakan sebagai masa awal operasinya yaitu Jl. Johar No.10 Jakarta Pusat pada tahun 1960 hingga 1962. Lalu, pada tahun 1962 hingga 1979, lokasi di Jl. Hayam Wuruk 111, Jakarta Pusat juga pernah digunakan. Sejak 1979 hingga kini, lokasi di Kavling 9. Cipinang Cempedak, Jakarta Timur masih digunakan.

Sejak 1960 sampai 1970 an, PT Wijaya Karya telah menangani sejumlah proyek termasuk irigasi Jatiluhur serta pemasangan jaringan listrik Asahan. Berlanjut dari tahun 1971 sampai 1980, WIKA telah mendirikan 6 pabrik beton secara serentak yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat.

PT Wijaya Karya Beton tidak berhenti mengembangkan kualitas perusahaannya pada tahun 1981 sampai 1990. Hal ini terbukti dari keaktifannya dalam memperkenalkan model pilar bisnis organisasi perusahaan pertama kalinya. Selain itu, industri ini juga membangun divisi-divisi baru, seperti Produk Beton & Metal, Bangunan & Gedung, Sipil Umum, Energi,Konstruksi Industri, serta Perdagangan.

Pada tahun 1997 inilah, PT WIKA Beton berdiri sebagai anak perusahaan pertama WIKA dengan ciri menjadi perusahaan terdepan di bidang EPI atau Engineering, Production, dan Installation di wilayah Asia Tenggara. Bisnis percetakan beton untuk teras perumahanini dipisah menjadi divisi sendiri satu tahun kemudian. Pada saat ini, masih ada hanya satu pabrik beton yaitu berada di Bogor.

Di antara tahun 1981 sampai 1995, divisi tersebut akhirnya membangun enam pabrik beton di Makassar, Lampung, Boyolali, Pasuruan, Majalengka, dan Binjai. Akhirnya, divisi tersebut dipisah dan memiliki nama “PT Wijaya Karya Beton”. Pada tahun 2009, perusahaan ini menghasilkan produk panel PC, balok drainase, balok maritim, tiang balok dan balok maritim.

Sejak tahun 2008, WIKA Beton mempunyai 7 pabrik yang tersebar di seluruh Indonesia dengan produksi beton berkualitas. Tiga tahun kemudian, WIKA Beton semakin berkembang dengan mendirikan pabrik baru dan melakukan inovasi dengan menghasilkan tiang pancang berdiameter 1 meter serta box girder.

Bersama PT Komponindo Betonjaya, WIKA Beton mendirikan Wijaya Karya Komponen Beton untuk memenuhi kebutuhan beton serta sejumlah proyek yang didanai oleh pemerintah Jepang di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan beton dari Krakatau Steel, WIKA Beton mendirikan Wijaya Karya Krakatau Beton dengan Krakatau Engineering.

Maka dari itu, perusahan ini terpilih menjadi perusahaan referensi dalam studi kasus Economics Benefits of Standards oleh International Organization for Standardization. Pada tahun 2013, WIKA Beton mendirikan WIKA Krakatau Beton sebagai anak perusahaannya dengan inovasi berbagai produk beton pracetak serta lini bisnis baru yaitu Quarry.

Pada 8 April 2014, WIKA Beton mendaftarkan dirinya di Bursa Efek Indonesia. Di tahun yang sama, PT Citra Lautan Teduh diakuisisi oleh WIKA Beton serta kembali berinovasi menghasilkan produk PC Wall yang memiliki panjang 24,6 meter. Pada tahun 2013, crushing plant mulai diproduksi di Bogor dan Biro Usaha Jasa Penunjang terbentuk.

Di tahun 2016, perusahaan ini mendirikan Wijaya Karya Pracetak Gedung. Untuk pertama kalinya, industri ini menjadi kontraktor proyek pembangunan jalan tol layang A.P Pettarani di Makassar di tahun 2018. Tahun 2019, perusahaan ini mengirimkan rel beton buatannya ke Filipina sebagai uji coba.

Pada tahun 2020, WIKA Beton memperkenalkan Structural Health Monitoring System untuk memantau kesehatan struktur beton dan membentuk program TJSL sebagai bentuk community development. Sepanjang tahun 2022, PT Wijaya Karya Beton juga selalu mengupayakan kinerja positif dengan meraih laba bersih Rp 162,91 miliar yang meningkat 96,51% dari tahun sebelumnya.

Itulah sederet informasi mengenai profil dan sejarah PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON). Seperti yang diketahui bahwa anak perusahaan PT Wijaya Karya ini telah mengalami berbagai upaya mengembangkan kualitas produknya dengan memperbanyak pabrik, inovasi pada produknya, dan masih banyak lagi. Tidak heran jika WIKA Beton berhasil menjadi perusahaan sebesar ini.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

July 5, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
semen indonesia
Emiten Syariah

PT Semen Indonesia Persero Tbk (SMGR): Profil dan Sejarah Singkat

by Minsya July 4, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Sebagian besar orang mungkin sudah tidak asing lagi dengan merek semen terkenal di Indonesia yaitu dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Perusahaan ini memproduksi semen dari merek Semen Gresik berganti menjadi PT Semen Indonesia tepatnya pada 2012. Dibalik kesuksesan besarnya kini, perusahaan BUMN ini telah mengalami berbagai perkembangan sebagai berikut.

Profil PT Semen Indonesia

Sebelum mengetahui sepak terjang dari perseroan ini, alangkah baiknya untuk mengetahui profilnya terlebih dahulu. Pada awalnya, perusahaan ini bernama PT Semen Gresik (Persero) yang diresmikan pada 7 Agustus 1957. Menariknya, perseroan ini sudah menjadi penopang pembangunan nasional sejak masa kemerdekaan.

Semen Gresik mendaftarkan diri sebagai perusahaan BUMN pertama yang menampakkan diri di BEI atau Bursa Efek Indonesia dengan kode SMGR. Perubahan nama yang menjadi PT Semen Indonesia terjadi pada tahun 2012. Perusahaan strategic holding ini menaungi beberapa anak perusahaan di bidang produksi semen, non-semen dan jasa.

Sebagai salah satu perusahaan BUMN, porsi saham PT Semen Indonesia ini dimiliki sebesar 51,01% saham oleh pemerintah Indonesia dan 48,99% saham milik publik. Sebagai penguasa pasar nasional serta pasar regional, perseroan ini menyediakan berbagai solusi dalam hal bahan bangunan yang terdepan di regional, seperti menyediakan berbagai produk dan layanan yang lengkap sekaligus berkualitas.

PT Semen Indonesia juga mengganti logonya menjadi SIG di 11 Februari 2020. Perubahan ini dilakukan untuk brand positioning sekaligus menegaskan visi, misi dan nilai baru. Dengan begitu, mampu mewakili layanan ataupun produk yang ditawarkan oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk semakin berkembang.

SIG pun menjadi semangat baru perseroan agar dapat bertindak lebih baik lagi dan selalu melebihi jangkauan (Go Beyond Next). Dengan begitu, perseroan ini selalu menyediakan solusi kebutuhan konsumen sekaligus pembangunan nasional. SIG pun berkomitmen agar menjadi bagian dari produk sustainable living untuk meningkatkan kualitas hidup manusia di masa depan dan selalu menjadi perusahaan BUM kebanggan Indonesia.

Beroperasi di bidang semen, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menyediakan berbagai produk semen yang bermacam-macam. Adapun produk-produk yang dihasilkan yaitu Semen Portland Type I atau OPC, Semen Portland Type II, Semen Portland Type III, Semen Portland Tipe V, Special Blended Cement (SBC) dan Portland Pozzolan Cement (PPC).

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

semen indonesia
https://www.sig.id/siaran-pers

Pengolahan semen yang dilakukan oleh PT Semen Indonesia melahirkan berbagai produk inovasi yang mempermudah konsumen dalam hal pembangunan. Adapun beberapa produk inovasi kebanggannya yaitu Dynamix Serba Guna untuk pengerjaan konstruksi agar lebih kuat dan permukaan lebih halus dan Beton ThruCrete yang merupakan beton dengan kemampuan penyerapan air tanah yang lebih baik.

Sejarah Perkembangan PT Semen Indonesia

Seperti yang telah dijelaskan bahwa perusahaan ini diresmikan pada tanggal 7 Agustus. Peresmian ini dilakukan oleh Presiden Soekarno dengan kapasitas emen yang dihasilkan sebanyak 250.000 ton per tahunnya. Setelah itu, perseroan ini mendaftarkan dirinya di BEJ atau Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya atau BES dengan kode SMGR. 

Pada saat ini atau lebih tepatnya tahun 1991, kapasitas semen yang diproduksi mencapai 1,8 juta ton per tahunnya. Kemudian, perseroan ini mengakuisisi Semen Padang serta Semen Tonasa di tahun 1995 dengan total semen yang dihasilkan sebanyak 8,5 juta ton per tahunnya.

Tidak berhenti sampai situ, saham SMGR sebesar 14% dibeli oleh Semex yang menjadi strategic partner di tahun 1998. Adapun kapasitas semen yang terpasang yaitu sebesar 10 juta ton per tahunnya. Pada 1999, Cemex meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT Semen Indonesia menjadi 26%.

Di bulan Juli 2006, 26% saham dari SMGR miliki Cemex dibeli oleh Blue Valley Holdings PTE Ltd. Di tahun ini, SMGR menghasilkan semen sebanyak 16,8 juta per tahunnya. Berlanjut di 2012, PT Semen Indonesia mengakuisisi Thang Long Cement Company (TLCC) sebagai anak perusahaannya. Adapun kapasitas semen yang dihasilkan TLCC yaitu sebesar 2,3 juta ton per tahunnya.

Tepatnya 7 Januari 2013, Semen Gresik merubah namanya menjadi strategic holding PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Diikuti pada 31 Januari 2019, sebesar 80,46% saham dari Holderfin B.Y di PT Holcim Indonesia Tbk diambil alih oleh SMGR dengan kapasitas yang terpasang sebanyak 15 juta ton per tahun.

PT Holcim Indonesia Tbk mengubah namanya menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk tepatnya pada tanggal 11 Februari 2019. Perubahan merek Semen Indonesia menjadi SIG diresmikan pada 11 Februari 2020 dengan upaya terus menjadi terdepan dalam menciptakan sustainability, empowerment, dan digitalization.

Kemudian, pemerintah Indonesia melakukan inbreng saham secara resmi dengan mengalihkan saham milik Seme Baturaja ke SIG. Hal tersebut ialah keberlanjutan program integrasi BUMN sub klaster semen yang dilakukan melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Sehingga, Semen Baturaja menjadi bagian dari SIG secara resmi.

Anak Perusahaan PT Semen Indonesia

Seperti yang telah dijelaskan bahwa Perusahaan Semen Indonesia bergerak di bidang industri semen salah satunya. Selain produksi, kegiatan lain yang dilakukan yaitu menambang atau menggali bahan yang dibutuhkan, perdagangan, pemasaran, distribusi semen dan pemberian jasa terkait semen lainnya.

Lini perusahaan bisnisnya, Semen Padang dengan total lima pabrik yang menghasilkan semen berkapasitas 8,5 juta ton per tahunnya. Lokasi pabrik tersebut berada di Indarung, Sumatera Barat. Semen ini juga memiliki pelabuhan di Dumai, Teluk Bayur, Batam, Tanjung Priok, Lhokseumawe, Lampung, Bengkulu, Malahayati, Ciwandan, dan Belawan.

Sementara itu, Semen Gresik mengoperasikan lima pabrik yang menghasilkan semen berkapasitas 17,7 ton per tahunnya yang ada di Tuban, Jawa Timur dan Rembang, Jawa Tengah. Semen Gresik memiliki dua pelabuhan yakni Pelabuhan Khusus Semen Gresik di Gresik dan Tuban, penggilingan di Cigading dan Gresik, dan pengemasan di Banyuwangi, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Sorong dan Ciwandan.

Semen Tonasa juga memiliki empat pabrik semen dengan kapasitas semen 7,4 ton per tahunnya yang beroperasi di Pangkep, Sulawesi Selatan. Adapun pelabuhan yang dimilikinya yaitu di Biringkassi, pengemasan di Makassar, Sofifi, Bitung, Ambon, Celukan Bawang Bali, Samarinda, Kendari, Palu, dan Mamuju.

Anak perusahaan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk selanjutnya yaitu Thang Long Cement. Perusahaan ini memiliki satu pabrik terintegrasi yang berada di Quang NInh, dengan lokasi penggilingan di Ho Chi Minh yang menghasilkan semen berkapasitas 2,3 juta ton per tahunnya. Perusahaan ini memiliki pelabuhan tersendiri.

Anak perusahaan terakhir yaitu Solusi Bangun Indonesia dengan 6 pabrik semen yang memproduksi semen sebanyak 14,8 juta ton per tahunnya. Keenam pabrik tersebut berada di Lhoknga, Aceh; Narogong, Jawa Barat; Cilacap, Jawa Tengah dan Tuban, Jawa Timur. Adapun lokasi grinding planetnya berada di Ciwandan.

Itulah informasi mengenai profil dan sejarah perkembangan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Dapat disimpulkan bahwa perseroan tersebut telah mengalami berbagai hal hingga bisa menjadi perusahaan yang sangat besar sampai sekarang. Salah satu faktornya yaitu hasil produksi semen yang berkualitas dan selalu mengalami perubahan agar menjadi perusahaan yang lebih baik lagi.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

July 4, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Semen Baturaja
Emiten Syariah

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) : Profil dan Sejarahnya

by Minsya June 30, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Semen Baturaja ialah perusahaan penghasil semen yang ada di Indonesia. Selain menghasilkan, perusahaan ini juga terlibat dalam proses distribusi dan jasa lainnya yang berhubungan dengan industri semen. Berikut profil dan sejarah singkat yang perlu diketahui dari PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR).

Profil Perusahaan Semen Baturaja

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) memiliki kantor yang berada di Jalan Abikusno Cokrosuyoso Kertapati, Palembang. Sementara itu, kantor nya terletak di Gedung Graha Irama, Lt. 9, Ruang B – C, Jl. HR. Rasuna Said Kav. 10, Jakarta Selatan, Indonesia. Sementara itu, lokasi pabrik-pabriknya tersebar di Sumatera Selatan dan Panjang.

Ada dua pabrik SMBR untuk mengolah semen yang ada di Sumatera Selatan yaitu di Palembang dan Baturaja. Sementara itu, satu pabrik SMBR di Lampung yaitu tepatnya berada di Panjang. Ketiga lokasi tersebut digunakan untuk menggiling serta mengantongkan semen. Adapun bahan baku produk yang diolah yaitu batu kapur serta tanah liat. 

Bahan-bahan tersebut diperoleh dari lokasi pertambangan dan tanah liat milik Perseroan.  Lokasi ini dekat dengan pabrik Baturaja yang hanya berjarak 1,2 km dari pabrik. Ada empat jenis semen yang diproduksi oleh PT Semen Baturaja yakni Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe I, II, IV dan Portland Composite Cement (PCC).

Pabrik SMBR di Baturaja menyediakan berbagai fasilitas, seperti penghasil perak atau intermediate good dengan kapasitas produksi sebanyak 2.700.000 ton setiap tahun dan pabrik penghasil semen (cement hill) dengan 3.850.000 ton semen per tahun. Total kapasitas tersebut dihasilkan setelah proyek Cement Mill & Packer usai di akhir 2023. Juga, dipasarkan di pasar lokal wilayah Bengkulu dan Sumatera Selatan.

Sejarah Perkembangan Perusahaan Semen Baturaja

SMBR atau PT Semen Baturaja (Persero) Tbk ialah perusahaan yang didirikan pada 14 November dengan saham 45% dari PT Semen Gresik sedangkan saham 55% milik PT Semen Padang. Setelah 5 tahun, perusahaan ini merubah statusnya dari PMDN atau Penanaman Modal Dalam Negeri menjadi Persero dengan saham 88& dari Pemerintah Indonesia, saham 7% dari PT Semen Padang serta saham 5% dari PT Semen Gresik.

Pada tahun 1991, Pemerintah Indonesia mengambil alih saham Semen Baturaja. Seiring berjalannya waktu, perseroan mengalami perkembangan. Di tahun 1992, perusahaan ini menambah kapasitasnya hingga 500.000 ton semen per tahunnya. Disamping itu, perusahaan ini juga menjalankan proyek OPT I atau Optimalisasi I selama dua tahun dengan kapasitas 550.000 ton per  tahun.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Semen Baturaja
https://www.akr.co.id/akr-retail-petroleum

Tidak sampai situ, perusahaan ini juga menjalankan proyek Optimalisasi II atau OPT II dengan merencanakan kapasitas produksi 1,25 juta ton per tahun. Akhirnya, proyek ini rampung di tahun 2001. Pada tahun 2010, SMBR mendirikan fasilitas produksi serta pengantingan semen baru berkapasitas 750.000 ton semen per tahunnya. Proyek ini selesai pada Juli 2013 dengan kapasitas 2 juta ton per tahun.

Kemudian, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) melaksanakan penawaran umum perdana di BEI atau Bursa Efek Indonesia. Dana dari penawaran umum digunakan untuk mendirikan pabrik Baturaja II yang telah menghasilkan semen 1,85 juta ton per tahun. Pabrik ini dibangun pada 2015 dan mulai beroperasi pada 1 September 2017.

Dengan adanya pabrik Baturaja II, kapasitas produksi semen semakin meningkat yaitu sebesar 3,85 juta ton per tahun. Sehingga, perusahan ini secara resmi menyerahkan mayoritas sahamnya ke Semen Indonesia. Perusahaan berubah status menjadi perseroan terbuka dan merubah namanya menjadi PT Semen Baturaja (Persero) Tbk pada 14 Maret 2013.

Di akhir 2022, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) mencetak milestone nya dimana proses integrasi ke PT Semen Indonesia berhasil diselesaikan dan telah merampungkan semua tahapan pembentukan saham atau holding BUMN sub klaster semen. Hal ini ditunjukkan pada penandatanganan Akta Perjanjian Pengalihan Saham antara pemerintah Indonesia dengan PT Semen Indonesia.

Produk yang Dihasilkan oleh Perusahaan Semen Baturaja

Salah satu jenis semen yang dihasilkan oleh PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) yaitu OPC Tipe I. Jenis semen ini ialah semen yang cocok digunakan dalam berbagai macam aplikasi beton dengan sejumlah syarat khusus yang tidak berlaku. Adapun SNI dari semen ini yaitu 15-2049-2004, American Standard ASTM C 150-04a, dan European Standard EN 197-1:2000.

PT Semen Baturaja (Perseroan) Tbk menghasilkan OPC Tipe I yang unggul karena cepat kering, daya rekat kuat, kekuatan tekan baik, serta hasil adukan yang tidak rentan retak. Adapun kemasannya tersedia dalam kemasan zak 50 kg, bigbag 1000 kb serta curah. Jenis semen ini cocok digunakan pada jalan beton, bangunan bertingkat, tiang pancang, landasan pacu pesawat, dan struktur jembatan.

Semen OPC Tipe V dari Semen Baturaja juga telah memenuhi standar kriteria SNI 2049:2015. Jenis semen ini hadir dengan kemasan bigbag 1000 kg maupun curah. Biasanya, semen in digunakan pada bangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), proyek geothermal, kawasan tambang bangunan di bawah air, terowongan maupun pelabuhan.

Perseroan ini juga menghasilkan Ordinary Portland Cement Type II. Sebagai produk “Medium Resistance”, jenis semen ini mampu digunakan sebagai material bangunan yang tahan terhadap kandungan asam sulfat sedang antara 0,10% – 0,20% dan tahan terhadap panas hidrasi yang bersifat sedang. 

Portland Composite Cement yang diproduksi oleh PT Semen Baturaja (Persero) digunakan pada bangunan-bangunan biasa. Penggunaannya pun hampir mirip dengan Semen Portland Tipe I yang memiliki kekuatan tekanan yang sama. Namun, selama pendinginan, panas hidrasi PCC lebih rendah daripada Semen Portland Tipe I. Dengan begitu, pengerjaannya lebih mudah dan permukaan beton lebih halus.

Produk yang bernama Semen Mortar atau Baturaja Mortar juga termasuk ke dalam jenis produk semen instan perseroan. Produk semen ini dibuat dengan formulasi khusus. Konsumen pun bisa menggunakannya dengan mudah tanpa menambahkan material lain. Tetapi, hanya perlu menambahkan air secukupnya untuk mengaplikasikannya. Kelebihannya yaitu aplikasi lebih tipis, hemat pemakaian, dan kualitas tinggi.

Itulah sekilas informasi mengenai profil dan sejarah singkat dari PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) yang perlu diketahui. Bisa disimpulkan bahwa perusahaan ini memiliki sejarah tersendiri sehingga terus berkembang menjadi perusahaan yang cukup besar hingga kini. Hal ini ditandai dengan penambahan kapasitas produksi semennya yang terus bertambah.

Pertambangan dan Perdagangan Batu Bara

AKR Corporindo juga memiliki saham dari Anugrah di Barito Utama, Kalimantan Tengah yang bergerak di bidang pertambangan batubara. Perusahaan ini memproduksi batubara kalori menengan yang dipasarkan kepada para konsumen wilayah Asia. AKR (Guangxi) Coal Trading Co Ltd (AGCT), anak perusahaannya menjalankan usaha pertambangan batu baranya, seperti pengangkutan serta pelabuhan sungai di Kalimantan.

Itulah informasi mengenai sejarah dan profil dari AKR Corporindo Tbk PT (AKRA). Dapat diketahui bahwa perusahaan ini berasal dari perusahaan kecil yang terus mengalami perkembangan hingga kini. Adapun sektor bisnisnya berkecimpung pada bahan bakar minyak, pelumas, bahan bakar kimia, batu bara, logistik, dan pengelolaan kawasan industri.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 30, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Indocement Tunggal
Emiten Syariah

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) : Sejarah dan Profil

by Minsya June 28, 2023
written by Minsya 5 minutes read

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) ialah industri penghasil semen terbesar kedua di Indonesia. Tidak hanya semen, perusahaan ini juga menghasilkan beton siap pakai dan mengolah tambang agregat serta tras. Dibalik kesuksesannya, perusahaan ini telah mengalami berbagai hal di masa lalu yang perlu diketahui sebagai berikut.

Profil PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

Disebut dengan Indocement, Perusahaan Indocement Tunggal Prakarsa Tbk ialah produsen semen terkenal di Indonesia yang mulai beroperasi sejak tahun 1975. Tentunya, logo Indocement sudah tidak asing lagi bagi warga Indonesia karena mudah ditemui pada produk semen. 

Seperti yang diketahui bahwa logo ini memiliki lingkaran berwarna biru dan bertuliskan ‘TIGA RODA’. Tulisan didalamnya ini disusun berbentuk lingkaran pada bagian atasnya. Tulisan ‘SEMEN’ disusun berbentuk setengah lingkaran dan terletak pada bagian bawahnya. Di tengah lingkaran birunya, ada lingkungan merah kecil yang berisi gambar tiga roda dengan warna putih.

Didirikan pada 16 Januari 1985, perusahaan ini awalnya ialah hanya sebuah pabrik semen di Citeureup, Jawa Barat. Industri semen ini dibangun oleh PT District Indonesia Cement Enterprise yang berkapasitas sebanyak 500.000 ton per tahunnya. Di akhir Desember 2020, perusahaan ini berhasil memiliki 13 pabrik yang menghasilkan 24,9 juta ton per tahunnya.

Secara keseluruhan, 10 pabrik beroperasi di Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor, Jawa TImur. Sementara itu, 3 pabrik lainnya berlokasi di Kompleks Pabrik Cirebon, Kompleks Pabrik Tarjun,  dan Kalimantan Selatan. Berhasil memiliki 13 pabrik, perusahaan ini menerapkan beberapa strategi pada bisnisnya.

Adapun strategi bisnis yang diterapkan oleh Indocement yaitu efisiensi produk dengan menjalankan inisiatif, berupa efisiensi penggunaan energi, penerapan cost benefit analysis, serta proses automasi. Selain itu, efisiensi biaya perawatan juga digunakan dengan menerapkan condition based maintenance. Program ini berasal dari Heidelberg Cement Group.

Efisiensi yang diterapkan oleh perusahaan ini dilakukan dengan batubara kalori rendah agar biara energy tertekan, purchasing power meningkat serta layanan dengan konsep Shared Service Center terintegrasi. Industri ini juga menerapkan efisiensi logistic agar fungsi terminal-terminal semen terjaga keoptimalannya. Transformasi digital juga dilakukan pada seluruh lini bisnis.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Indocement Tunggal
https://www.indocement.co.id/Berita-dan-Media/Foto-dan-Video

Agar rantai suplai semen ‘Tiga Roda’ terjamin, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menyediakan sejumlah terminal dengan metode pengangkutan semen yang telah terintegrasi. Perusahaan ini juga memiliki terminal semen untuk melancarkan kegiatan distribusinya. Secara rinci, ada 10 terminal semen milik Indocement yang tersebar di Indonesia.

Sejarah Singkat dari Indocement Tunggal Prakarsa

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mulai mengukir sejarahnya pada tahun 1975. Hal ini ditandai dengan berdirinya PT Distinct Indonesia Cement Enterprise atau DICE. Perusahaan ini ialah pabrik semen yang menghasilkan kapasitas 500.000 ton di Citeureup, Jawa Barat. Lalu, disusul dengan munculnya perusahaan serta pabrik lainnya. 

Dalam 10 tahun, ada 8 pabrik tambahan yang berdiri dengan kapasitas produksi 7,7 juta ton per tahunnya. Pabrik-pabrik tersebut dikelola oleh enam perusahaan yang berbeda-beda. Sejumlah pabrik tersebut bergabung sehingga menjadi PT Inti Cahaya Manunggal. Namun, pada 1985, perusahaan ini mengganti namanya menjadi PT Indocement Tunggal Prakarsa. 

Adapun perusahaan-perusahaan yang digabung di atas yaitu PT Perkasa Agung utama Indonesia Cement Enterprise, PT Perkasa Inti Abadi Indonesia Cement Enterprise, PT Distinct Indonesia Cement Enterprise, PT Perkasa Indonesia Cement Enterprise, PT Perkasa Indah Indonesia, PT Perkasa Abadi Mulia Indonesia Cement Enterprise, dan Cement Putih Enterprise. 

Pada tahun 1989, perusahaan ini mulai beroperasi dengan melaksanakan Penawaran Umum Saham Perdana. Pada 5 Desember 1989, perusahaan ini juga menjadi perusahaan publik yang mencatat seluruh sahamnya yang terdata di BEI atau Bursa Efek Indonesia dengan kode INTP. Untuk mengantisipasi adanya pertumbuhan pasar yang semakin kuat, INTP menambah jumlah pabriknya.

Penambahan jumlah pabrik yang dilakukan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Hal ini dilakukan dengan mengakuisisi Plant 9 pada tahun 1991. Pada 1996, Indocement juga merampungkan pembangunan Plant 10 yang berlokasi di Kompleks Pabrik Cirebon, Cirebon, Jawa Barat. Sementara itu Plant 11 selesai dibangun pada 1997.

Dari hasil merger PT Indo Kodeco, Indocement resmi menjadi pemilik pabrik penghasil semen yang ada di Tarjun, Kalimantan Selatan. Pabrik inilah yang menjadi Plant 12 milik Indocement. Pada tahun 2001, pemegang saham mayoritasnya yaitu Heidelberg Cement Group setelah mengakuisisi 61,7% saham.

Heidelbergcement AG mengalihkan seluruh saham miliknya dari Indocement ke Birchwood Omnia Ltd pada 2008. Perusahaan Birchwood Omnia ini milik Heidelberg Cement Group 100%. Tidak sampai situ, perusahaan Birchwood Omnia memutuskan untuk menjual 14,1% sahamnya kepada publik. Dengan begitu, saham Indocement oleh HeidelbergCement melalui Birchwood Omnia menjadi 51%.

Indocement mulai mengoperasikan seluruh pabriknya yang disebut sebagai Plant 14 di kompleks Pabrik Citeureup. Pabrik ini ialah pabrik semen terintegrasi terbesar milik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). Kapasitas produk semen yang dihasilkan yaitu 44 juta ton per tahun.  

Selain terbesar, Pabrik Citeureup juga menjadi pabrik semen terbesar milik Indocement serta HeidelbergCement Group. Pada September 2022, bersama PT Semen Bosowa Maros serta PT Bosowa Corporindo, perusahaan ini membuat Perjanjian Sewa pakai Aset. Hingga kini, perusahaan ini telah memiliki 13 pabrik yang menghasilkan produk semen sebesar 25,5 juta ton per tahunnya.

Produk yang Dihasilkan oleh Indocement

Produk semen yang dihasilkan oleh Indocement pada 31 Desember 2016 ialah 24,9 juta ton per tahunnya. Disamping itu perusahaan ini juga mempunyai kapasitas produksi beton siap pakai sebesar 5 juta meter kubik per tahunnya dengan 38 batching plant serta 632 truk mixer. Agregat yang dihasilkan juga berkapasitas 2,7 juta ton.

Indocement juga menghasilkan semen jenis OPC atau Ordinary Portland Cement serta Portland Composite Cement atau PCC sebagai produk utamanya. Produk-produk tersebut sudah dihasilkan sejak tahun 2005. Selain itu, perusahaan ini juga menghasilkan jenis semen lain, seperti Portland Cement Type II serta Type V serta Oil Well Cement.

Menariknya, perusahaan ini ialah satu-satunya penghasil semen berjenis semen putih atau white cement yang ada di Indonesia. Untuk memenuhi permintaan kostumer, Indocement pun mengeluarkan produk secondary brand untuk menghasilkan semen berkualitas dengan harga yang terjangkau. Produk ini ialah Semen Rajawali yang merupakan merek semen bertipe Pozzolana Portland Cement atau PCC.

Adapun semen yang dipasarkan ialah semen bermerk ‘Tiga Roda’ serta ‘Semen Rajawali’. Tidak hanya semen merk ‘Semen Tiga Roda’, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) juga menyediakan produk lainnya, seperti beton siap pakai serta barang tambang. Beberapa diantaranya ialah TR-10 Mortar Serbaguna, TR-15 Thinbed, dan TR-20 Plester Plus, Duracem, dan Ready Mix Concrete.

Itulah sekilas informasi mengenai profil, sejarah hingga produk apa saja yang dihasilkan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). Bisa disimpulkan bahwa perusahaan ini telah mengalami berbagai perkembangan sehingga berhasil menjadi salah satu industri penghasil semen terbesar kedua di Indonesia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 28, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Chandra Asri Petrochemical
Emiten Syariah

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Profil dan Sejarahnya

by Minsya June 27, 2023
written by Minsya 5 minutes read

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk ialah perusahaan gabungan dari PT Tri Polyta Indonesia dan PT Chandra Asri. Perusahaan ini memiliki rekam jejak yang berliku-liku hingga berhasil menjadi salah satu perusahaan petrokimia paling besar di Indonesia. Berikut ulasan mengenai profil serta sejarah dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang perlu anda ketahui.

Profil dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk

Berdasarkan Akta No. 40, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk didirikan pada 2 November 1984. Lalu, diubah menjadi Akta No. 117 pada tanggal 7 November 1987 oleh John Leonard waworuntu, S. H., menjadi PT Tri Polyta Indonesia atau TPI. Pada Akta Notaris No. 20 di 27 Oktober 2010, para pemegang saham Perseroan menyepakati transaksi penggabungan usaha antara PT Chandra Asri dengan PT Tri Polyta Indonesia.

PT Tri Polyta Indonesia ialah produsen Polypropylene paling besar di Indonesia. Didirikan pada tahun 1984, perusahaan ini mulai beroperasi pada tahun 1992. Sementara itu, Chandra Asri yang berdiri pada 1989 ialah penghasil produk Olefins serta Polyethylene. Sejak saat itulah, perusahaan ini menjalankan bisnis bersama sebagai produsen domestic tunggal yang ada di Indonesia.

Sebagai produsen domestic tunggal,  Perseroan ini menghasilkan sejumlah produk, seperti Ethylene, Butadiene, Styrene Monomer, serta Styrene Butadiene Rubber. Satu satunya pabrik yang beroperasi untuk menghasilkan Olefins, Mixed C4, Pygas, dan Polyolefins ialah Naphtha Cracker. Sementara itu, kantor pusatnya berada di Cilegon, Jakarta, Indonesia.

Fasilitas produksi perusahaan ini mencakup tiga train untuk menghasilkan produk Polyethylene serta Polypropylene. Tidak hanya itu, perusahaan ini juga mengoperasikan satu-satunya industri Butadiene di Indonesia dengan Mixed C4 yang diproduksi oleh pabrik Olefin sebagai bahan bakunya.

Perusahaan ini juga memproduksi 340 KTA Styrene Monomer sehingga menjadi penghasil tunggal untuk produk Styrene Monomer, Ethylene dan Butadine dalam negeri. Disamping itu, perusahaan ini menjadi penghasil Polypropylene dan Polyethylene terbesar di Indonesia. Bahan baku plastik yang dihasilkan digunakan untuk membuat berbagai produk, seperti kemasan, otomotif, pipa, elektronik, dan masih banyak lagi.

Agar mampu meningkatkan nilai tambah rantai produk petrokimia, perusahaan ini bekerja sama dengan Compagnie Financiere du Grupe Michelin sebagai mitra strategisnya. Perusahaan ini juga mendirikan PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI) untuk melayani permintaan produk petrokimia lebih baik lagi. Perseroan ini juga mendirikan PT Chandra Asri Perkasa sebagai kompleks petrokimia kedua.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Chandra Asri Petrochemical
https://www.chandra-asri.com/news

Berbagai ekspansi yang telah dilakukannya bertujuan untuk mempertahankan kepemimpinannya di pasar sekaligus berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan begitu, neraca perdagangan semakin meningkat. Tidak heran jika perusahaan ini berhasil salah satu perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia.

Sejarah Perkembangan dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk

Sejarah dari perusahaan ini bisa dilihat dari lahirnya PT Chandra Asri (CAPC) yang didirikan pada 6 Maret 1989. Perseroan ini ialah inisiasi dari sejumlah penguasa yakni Bambang Trihatmodjo, Prajogo Pangestu, Peter F. Gontha serta Henry Pribadi. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) lahir dengan visi memperkuat industri petrokimia yang ada di Indonesia khususnya pada impor produk petrokimia.

Visi yang dimiliki oleh Chandra Asri diharapkan mampu mengurangi pengeluaran devisa nasional serta mempermudah produksi dalam negeri. Perlu diketahui bahwa perusahaan ini menjadi salah satu perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia pada era Orde Baru. Dengan proyek bernilai US$ 2 miliar, proyek ini mulai dikerjakan pada 11 Maret 1991.

Pada awalnya, pemerintah merasa bahwa proyek ini ialah proyek nasional. Maka dari itu, pemerintah memberikan kredit senilai US$ 550 juta dari Bank Bumi Daya. Namun, Tim Pengendalian Kredit Luar Negeri tidak menyetujui usulan pinjaman ini. Dengan begitu, proyek berhenti dikerjakan pada 10 Oktober 1991.

Proyek yang terhenti akhirnya dikerjakan kembali pada April 1992 dan menerima konversi Chandra Asri dari proyek PMN menjadi PMA. Adapun 4 pemegang sahamnya membangun Simene International Ltd dengan 65% saham dan Stallion International Ltd dengan 10% saham. Pada akhirnya, proyek Chandra Asri dibangun pada lahan seluas 120 hektar oleh Toyo engineering.

Pembangunan pertama kali yang selesai yaitu pabrik etilen tepatnya pada 31 Juli 1995. Lalu, dilanjutkan dengan industri LLDPE dan HDPE sehingga ketiga pabrik tersebut mulai beroperasi pada 4 Mei hingga 31 Juli 1995. Hal ini telah diresmikan oleh Presiden Soeharto dan hasil produksi pada tahun 1997 mencapai 507.810 ton etilen serta 433.000 propilena.

Untuk memperluas perusahaan, Chandra Asri berencana membangun pabrik aromatik pada tahun 1997. Sayangnya, jalan perusahaan ini memiliki lika-liku. Sebab, perusahaan ini hampir mengalami kebangutan pada 1995. Sehingga, pemerintah memberikan pajak impor propilen serta etilen sebanyak 20% untuk menolong industri dalam negeri pada Februari hingga Maret 1996.

Tidak sampai situ, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) juga mengalami kredit macet dan hutang sebesar US$ 1,3 miliar pada 1997-1997 dimana terjadinya pasca krisis ekonomi. Kurang lebih US$ 700 juta juga terutang pada beberapa perusahaan Jepang dan Marubeni. Untungnya, pemerintah turut membantu dengan meminta perusahaan Marubeni mengonversi hutangnya pada tahun 2000.

Akhirnya, US$ 412 juta hutang dikoneveri oleh BPPN menjadi 31% saham milik Chandra Asri sedangkan sisanya milik Prajogo. Sistem ini pun diubah pada 18 April 2001 dengan ditandainya Marubeni memperoleh 24% kepemilikan. Sementara itu, saham 75,73% milik BPPN. Pada awalnya, siswa hutang Marubeni direncanakan dibayar selama 15 tahun. Namun, kesepakatan berbuah dengan 24% Marubeni, 47% Prajogo, dan 29% milik BPPN.

Pada 2003, kepemilikan BPPN menghilang setelah dilepas ke investor asing. Saham Marubeni akhirnya pun dilepas ke Commerzbank pada 2005 dan menjualnya ke Temasek Holdings pada Januari 2006. Selain dimiliki Temasek sebesar 30%, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) juga dimiliki oleh Strategic Investment Holding sebesar 48,16%, 7,24% dimiliki oleh Marigold Resource, dan 14,6% oleh Perusahaan Prajogo di 2007.

Seiring berjalannya waktu, kondisi perusahaan Chandra Asri mulai menunjukkan perkembangannya. Hal ini ditandai dengan hasil produksinya pada tahun 2007 yang mencapai 520.000 etilena, 210.000 ton pyrolysis gasoline 280.000 propilena, serta 300.000 ton propilena. Bisa dibilang bahwa kapasitas produksi yang dihasilkan bertambah.

Prajogo pun kembali menjadi penguasa Chandra Asri pasca pembelian seluruh saham kecuali dari Temasek. Hal ini terjadi pada 26 oktober 2001 dengan PT Barito Pacific yang dimilikinya dengan saham yang dikuasai sebesar 70% atau seharga US$ 1 miliar. Adapun anak perusahaan yang dimilikinya yaitu PT PT Chandra Asri Perkasa, Redeco Petrolin Utama serta Chandra Asri Trading Company Pte. Ltd.

Itulah ulasan mengenai profil dan sejarah dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang perlu anda ketahui. Dapat disimpulkan bahwa perusahaan besar ini memiliki sejarah yang penuh dengan lika-liku dan tantangannya tersendiri. Mulai dari penggabungan antara dua perusahaan, produk-produk yang dihasilkan, kredit macet, hingga peningkatan hasil produksi.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 27, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG