PT Semen Indonesia Persero Tbk (SMGR): Profil dan Sejarah Singkat

by Minsya
6 minutes read

Sebagian besar orang mungkin sudah tidak asing lagi dengan merek semen terkenal di Indonesia yaitu dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Perusahaan ini memproduksi semen dari merek Semen Gresik berganti menjadi PT Semen Indonesia tepatnya pada 2012. Dibalik kesuksesan besarnya kini, perusahaan BUMN ini telah mengalami berbagai perkembangan sebagai berikut.

Sebelum mengetahui sepak terjang dari perseroan ini, alangkah baiknya untuk mengetahui profilnya terlebih dahulu. Pada awalnya, perusahaan ini bernama PT Semen Gresik (Persero) yang diresmikan pada 7 Agustus 1957. Menariknya, perseroan ini sudah menjadi penopang pembangunan nasional sejak masa kemerdekaan.

Semen Gresik mendaftarkan diri sebagai perusahaan BUMN pertama yang menampakkan diri di BEI atau Bursa Efek Indonesia dengan kode SMGR. Perubahan nama yang menjadi PT Semen Indonesia terjadi pada tahun 2012. Perusahaan strategic holding ini menaungi beberapa anak perusahaan di bidang produksi semen, non-semen dan jasa.

Sebagai salah satu perusahaan BUMN, porsi saham PT Semen Indonesia ini dimiliki sebesar 51,01% saham oleh pemerintah Indonesia dan 48,99% saham milik publik. Sebagai penguasa pasar nasional serta pasar regional, perseroan ini menyediakan berbagai solusi dalam hal bahan bangunan yang terdepan di regional, seperti menyediakan berbagai produk dan layanan yang lengkap sekaligus berkualitas.

PT Semen Indonesia juga mengganti logonya menjadi SIG di 11 Februari 2020. Perubahan ini dilakukan untuk brand positioning sekaligus menegaskan visi, misi dan nilai baru. Dengan begitu, mampu mewakili layanan ataupun produk yang ditawarkan oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk semakin berkembang.

SIG pun menjadi semangat baru perseroan agar dapat bertindak lebih baik lagi dan selalu melebihi jangkauan (Go Beyond Next). Dengan begitu, perseroan ini selalu menyediakan solusi kebutuhan konsumen sekaligus pembangunan nasional. SIG pun berkomitmen agar menjadi bagian dari produk sustainable living untuk meningkatkan kualitas hidup manusia di masa depan dan selalu menjadi perusahaan BUM kebanggan Indonesia.

Beroperasi di bidang semen, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menyediakan berbagai produk semen yang bermacam-macam. Adapun produk-produk yang dihasilkan yaitu Semen Portland Type I atau OPC, Semen Portland Type II, Semen Portland Type III, Semen Portland Tipe V, Special Blended Cement (SBC) dan Portland Pozzolan Cement (PPC).

semen indonesia
https://www.sig.id/siaran-pers

Pengolahan semen yang dilakukan oleh PT Semen Indonesia melahirkan berbagai produk inovasi yang mempermudah konsumen dalam hal pembangunan. Adapun beberapa produk inovasi kebanggannya yaitu Dynamix Serba Guna untuk pengerjaan konstruksi agar lebih kuat dan permukaan lebih halus dan Beton ThruCrete yang merupakan beton dengan kemampuan penyerapan air tanah yang lebih baik.

Sejarah Perkembangan PT Semen Indonesia

Seperti yang telah dijelaskan bahwa perusahaan ini diresmikan pada tanggal 7 Agustus. Peresmian ini dilakukan oleh Presiden Soekarno dengan kapasitas emen yang dihasilkan sebanyak 250.000 ton per tahunnya. Setelah itu, perseroan ini mendaftarkan dirinya di BEJ atau Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya atau BES dengan kode SMGR. 

Pada saat ini atau lebih tepatnya tahun 1991, kapasitas semen yang diproduksi mencapai 1,8 juta ton per tahunnya. Kemudian, perseroan ini mengakuisisi Semen Padang serta Semen Tonasa di tahun 1995 dengan total semen yang dihasilkan sebanyak 8,5 juta ton per tahunnya.

Tidak berhenti sampai situ, saham SMGR sebesar 14% dibeli oleh Semex yang menjadi strategic partner di tahun 1998. Adapun kapasitas semen yang terpasang yaitu sebesar 10 juta ton per tahunnya. Pada 1999, Cemex meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT Semen Indonesia menjadi 26%.

Di bulan Juli 2006, 26% saham dari SMGR miliki Cemex dibeli oleh Blue Valley Holdings PTE Ltd. Di tahun ini, SMGR menghasilkan semen sebanyak 16,8 juta per tahunnya. Berlanjut di 2012, PT Semen Indonesia mengakuisisi Thang Long Cement Company (TLCC) sebagai anak perusahaannya. Adapun kapasitas semen yang dihasilkan TLCC yaitu sebesar 2,3 juta ton per tahunnya.

Tepatnya 7 Januari 2013, Semen Gresik merubah namanya menjadi strategic holding PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Diikuti pada 31 Januari 2019, sebesar 80,46% saham dari Holderfin B.Y di PT Holcim Indonesia Tbk diambil alih oleh SMGR dengan kapasitas yang terpasang sebanyak 15 juta ton per tahun.

PT Holcim Indonesia Tbk mengubah namanya menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk tepatnya pada tanggal 11 Februari 2019. Perubahan merek Semen Indonesia menjadi SIG diresmikan pada 11 Februari 2020 dengan upaya terus menjadi terdepan dalam menciptakan sustainability, empowerment, dan digitalization.

Kemudian, pemerintah Indonesia melakukan inbreng saham secara resmi dengan mengalihkan saham milik Seme Baturaja ke SIG. Hal tersebut ialah keberlanjutan program integrasi BUMN sub klaster semen yang dilakukan melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Sehingga, Semen Baturaja menjadi bagian dari SIG secara resmi.

Anak Perusahaan PT Semen Indonesia

Seperti yang telah dijelaskan bahwa Perusahaan Semen Indonesia bergerak di bidang industri semen salah satunya. Selain produksi, kegiatan lain yang dilakukan yaitu menambang atau menggali bahan yang dibutuhkan, perdagangan, pemasaran, distribusi semen dan pemberian jasa terkait semen lainnya.

Lini perusahaan bisnisnya, Semen Padang dengan total lima pabrik yang menghasilkan semen berkapasitas 8,5 juta ton per tahunnya. Lokasi pabrik tersebut berada di Indarung, Sumatera Barat. Semen ini juga memiliki pelabuhan di Dumai, Teluk Bayur, Batam, Tanjung Priok, Lhokseumawe, Lampung, Bengkulu, Malahayati, Ciwandan, dan Belawan.

Sementara itu, Semen Gresik mengoperasikan lima pabrik yang menghasilkan semen berkapasitas 17,7 ton per tahunnya yang ada di Tuban, Jawa Timur dan Rembang, Jawa Tengah. Semen Gresik memiliki dua pelabuhan yakni Pelabuhan Khusus Semen Gresik di Gresik dan Tuban, penggilingan di Cigading dan Gresik, dan pengemasan di Banyuwangi, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Sorong dan Ciwandan.

Semen Tonasa juga memiliki empat pabrik semen dengan kapasitas semen 7,4 ton per tahunnya yang beroperasi di Pangkep, Sulawesi Selatan. Adapun pelabuhan yang dimilikinya yaitu di Biringkassi, pengemasan di Makassar, Sofifi, Bitung, Ambon, Celukan Bawang Bali, Samarinda, Kendari, Palu, dan Mamuju.

Anak perusahaan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk selanjutnya yaitu Thang Long Cement. Perusahaan ini memiliki satu pabrik terintegrasi yang berada di Quang NInh, dengan lokasi penggilingan di Ho Chi Minh yang menghasilkan semen berkapasitas 2,3 juta ton per tahunnya. Perusahaan ini memiliki pelabuhan tersendiri.

Anak perusahaan terakhir yaitu Solusi Bangun Indonesia dengan 6 pabrik semen yang memproduksi semen sebanyak 14,8 juta ton per tahunnya. Keenam pabrik tersebut berada di Lhoknga, Aceh; Narogong, Jawa Barat; Cilacap, Jawa Tengah dan Tuban, Jawa Timur. Adapun lokasi grinding planetnya berada di Ciwandan.

Itulah informasi mengenai profil dan sejarah perkembangan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Dapat disimpulkan bahwa perseroan tersebut telah mengalami berbagai hal hingga bisa menjadi perusahaan yang sangat besar sampai sekarang. Salah satu faktornya yaitu hasil produksi semen yang berkualitas dan selalu mengalami perubahan agar menjadi perusahaan yang lebih baik lagi.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

You may also like

Leave a Comment

-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00