Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - Saham Pemula - Page 36
Category:

Saham Pemula

Utang Berbasis Bunga
Saham Pemula

Mengapa masih ada utang berbasis bunga 45% dalam kriteria saham syariah?

by Minsya September 26, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Utang Berbasis Bunga

Penerapan utang berbasis bunga dalam lembaga keuangan syariah merupakan suatu hal yang  sangat krusial. Bagaimana tidak? bunga selalu dikaitkan dengan riba. Sedangkan riba merupakan transaksi yang diharamkan oleh Allah dan sudah jelas dalilnya. Bahkan, kata riba ini disebutkan berkali-kali dalam Al-Qur’an. Sehingga dapat dikatakan bahwa dengan jelas dan tegas Allah telah mengharamkan riba.

Oleh sebab itu, berbagai lembaga/otoritas yang menaungi lembaga keuangan syariah sepakat untuk menetapkan larangan transaksi riba pada lembaga keuangan syariah. Lantas, bagaimana dengan saham syariah? apakah syarat untuk menerbitkan saham syariah emiten harus benar-benar terlepas dari bunga?

Saat membaca kriteria saham syariah yang dicantumkan dalam POJK no. 35 tahun 2017 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah pasal 2, tertulis kriteria rasio keuangan pada efek syariah sebagai berikut:

  1. Total utang berbasis bunga dibandingkan dengan total aset tidak lebih dari 45%
  2. Total pendapatan bungan dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari 10%.

Setelah mengetahui kriteria mengenai rasio keuangan tersebut, tentu akan timbul sebuah pertanyaan. “Apakah OJK membolehkan adanya transaksi bunga pada saham syariah?”

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perlu kita ketahui bahwa lembaga keuangan di Indonesia masih di dominasi oleh lembaga keuangan konvensional. Hal tersebut menjadi penyebab sulitnya bagi emiten untuk menghindari bunga, sehingga transaksi dalam lembaga keuangan syariah belum bisa dilaksanakan secara kaffah.

Bagi suatu perusahaan, utang merupakan salah satu hal yang cukup sulit untuk dihindari. Tidak dapat dipungkiri, sebesar apapun suatu perusahaan, pasti membutuhkan dana tambahan untuk meningkatkat performa perusahaannya. Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa keungan Indonesia belum dapat sepenuhnya terlepas dari bank konvensional, itu menjadi pertanda bahwa sulit bagi suatu perusahaan untuk tidak berkontribusi dalam utang berbasis bunga.

Baca Juga : Simak! 3 Cara Memilih Saham Blue Chip Syariah Terbaik

Utang Berbasis Bunga
freepik.com

Latar Belakang Saham Syariah

Berdasarkan latar belakang yang mendesak tersebut dan dengan berbagai pertimbangan, akhirnya DSN-MUI memberikan keringanan dengan membolehkan adanya utang berbasis bunga demi meningkatkan kinerja suatu perusahaan namun tentunya dengan aturan dan batasan yang telah ditentukan. Kriteria tersebut merupakan hasil diskusi antara DSN-MUI dan OJK (yang pada saat itu masih Bapepam LK).

Hal tersebut tentunya dilakukan demi ke-mashlahat-an bersama. Jika dilihat dari segi maslahat, kehadiran saham syariah ini lebih banyak mashlahat-nya dari pada madharat-nya. Salah satu contoh maslahat atas keberadaan saham syariah ini adalah dapat meningkatkan perekonomian negara. Seperti saham pada umunya, peran saham syariah juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia. Dengan adanya saham syariah, jumlah pengangguran di Indonesia dapat berkurang karena saham selalu berkaitan dengan perusahaan. 

Semakin baik kinerja suatu perusahaan, semakin banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di perusahaan tersebut dan semakin banyak pula karyawan yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut. Sehingga perusahaan tersebut akan membuka lowongan pekerjaan agar kinerja pada perusahaan tersebut berjalan dengan maksimal. Selain itu, perusahaan tersebut juga tentunya diwajibkan untuk membayar pajak perusahaan sehingga bertambahlah pendapatan negara.

Oleh sebab itu, saham syariah harus tetap ada meskipun masih terdapat toleransi atas bunga pada kriteria saham syariah, karena utang dan pendapatan berbasis bunga masih sulit untuk dihindari dan belum memungkinkan untuk menjalankan syariah secara kaffah.

Kriteria Saham Syariah

Kriteria dalam penerbitan efek syariah termasuk saham syariah ini tidak bersifat permanen. Hal tersebut ditunjukkan oleh adanya perubahan pada batas rasio keuangan. Sebelumnya, total utang berbasis bunga dibandingkan dengan total ekuitas tidak lebih dari 82%. Saat ini, telah diperbaharui. Total utang berbasis bunga dibandingkan total aset tidak lebih dari 45%.

Selain perubahan batas total utang, terdapat perbedaan lain yang terlihat dalam pernyataan tersebut. Jika sebelumnya rasio keuangan menggunakan perbandingan total ekuitas, pada saat rasio keuangan menggunakan pembandingan total aset. Mengingat adanya dana non halal yang mungkin ada pada suatu saham syariah, dana tersebut tentunya akan dijadikan sebagai dana sosial dan dialokasikan untuk ke-mashlahat-an umat. Dalam hal ini, DSN mempunyai wewenang untuk menentukan penggunaan dana tersebut.

Faktanya, penetapan kriteria rasio keuangan ini tidak hanya berlaku di Indonesia aja loh. Tapi juga berlaku di negara-negara lain seperti Malaysia dan Amerika. Namun tiap-tiap negara mempunyai ketentuan yang berbeda. Ketentuan tersebut disesuaikan dengan kondisi dari masing-masing negara.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

September 26, 2022 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
Blue Chip Syariah
Saham Pemula

Simak! 3 Cara Memilih Saham Blue Chip Syariah Terbaik

by Minsya September 25, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Bagi anda yang baru berencana terjun ke pasar modal dan ingin mencoba bermain saham, saham kategori blue chip adalah pilihan tepat. Saham untuk pemula ini bahkan ada yang merupakan saham syariah. Namun tidak semua saham blue chip adalah saham syariah dan begitupun sebaliknya. Lantas, bagaimana cara memilih saham blue chip syariah terbaik untuk investasi yang aman?

Mengenal Saham Blue Chip

Mula mula, yuk kenali terlebih dahulu apa itu saham blue chip dan kenapa saham dengan kategori ini jauh lebih aman. Apabila anda rajin menyimak talkshow TV tentang saham atau portal berita online, istilah blue chip pasti sudah berkali kali disinggung. Saham dengan kategori tersebut merupakan saham unggulan di Bursa Efek Indonesia.

Dimana jenis saham ini mempunyai kapitalisasi pasar yang besar, bahkan mencapai di atas Rp. 10 triliun. Jadi saham blue chip berasal dari perusahaan yang sudah mapan dan sehat dari segi finansial serta fundamental. Perusahaan perusahaan yang sahamnya masuk blue chip biasanya tergolong konsisten dalam menyampaikan laporan keuangannya, baik itu saat sedang baik maupun buruk.

Setidaknya, terdapat empat karakteristik yang dimiliki oleh saham untuk pemula dengan kategori blue chip tersebut, yang membedakannya dengan saham saham lain. Empat karakteristik ini antara lain kapitalisasi besar, ramai diperdagangkan, rutin membagikan dividen, dan kinerja perusahaan solid.

Perbedaan Saham Blue Chip Konvensional dan Syariah

Seperti yang telah disinggung di awal, tidak semua saham blue chip adalah saham syariah dan tidak semua saham syariah masuk ke dalam kategori blue chip. Jadi perbedaan saham blue chip konvensional dan syariah terletak di prinsipnya, sama seperti perbedaan saham konvensional dan syariah pada umumnya. 

Yaitu perusahaan yang masuk ke dalam emiten saham syariah tidak boleh melakukan usaha yang melanggar syariat Islam. Saham syariah juga mengharuskan perusahaan mempunyai utang berbasis bunga yang lebih kecil dari aset. Dan keuntungannya diperoleh dari capital gain yang berasal dari selisih harga jual dan beli saham.

Serta dividen, yakni bagi hasil dari keuntungan perusahaan. Meski begitu, saham untuk pemula blue chip syariah dapat menawarkan keuntungan lebih besar. Itu karena saham ini memiliki risiko penurunan harga yang minim. Alhasil anda pun berpeluang mendapat keuntungan yang lebih besar dari sini.

Baca Juga : 30 Saham Blue Chip Syariah : Alternatif Minimkan Risiko Investasi

Memilih Saham Blue Chip Syariah Terbaik

1. Buka Daftar Konstituen Indeks

Dalam indeks saham, daftar saham yang paling likuid di Bursa Efek Indonesia berada di indeks LQ45 dan JII. Indeks LQ45 yaitu indeks yang berisikan 45 perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar besar dengan kondisi keuangan dan likuiditas yang bagus. Sehingga anda dapat menemukan saham blue chip di sana.

Akan tetapi, tidak semua anggota LQ45 merupakan saham yang sesuai dengan ketentuan syariah. Jadi anda bisa menggunakan indeks JII untuk memilihnya, yaitu Jakarta Islamic Indeks yang berisikan 30 saham sesuai prinsip syariah dengan kapitalisasi pasar besar dan likuiditas bagus. 

2. Pilih Kode Perusahaan yang Ada di Kedua Indeks

Blue Chip Syariah

Setelah mengecek indeks LQ45 dan JII, cara memilih saham blue chip syariah terbaik berikutnya yaitu dengan memilih kode perusahaan yang ada di kedua indeks tersebut. Pastikan anda mengakses daftar anggota terbaru, sebab setiap tahun daftar anggota kedua indeks tersebut dapat berubah.

3. Urutkan Perusahaan dengan Indikator yang Dipilih

Selanjutnya anda dapat mengurutkan perusahaan yang kodenya telah dicatat pada poin sebelumnya, dengan indikator yang dipilih. Gunakan data trend perubahan harga saham, pendapatan, kapitalisasi pasar, dan laba perusahaan untuk memperoleh analisis yang lengkap. Anda pun dapat memasukkan variabel variabel teknis maupun fundamental yang lain.

Seperti PEG ratio, P/E ratio, DER, ROE, atau yang lainnya. Sehingga validitas hasil analisis dapat lebih dipertanggungjawabkan. Dan anda pun berhasil menemukan saham untuk pemula yang benar benar menguntungkan serta lebih aman, karena nilainya tidak akan mengalami banyak penurunan.

Demikian cara memilih saham syariah terbaik yang masuk kategori blue chip. Beberapa contoh saham syariah yang masuk daftar sebagai blue chip antara lain PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS). Yuk mulai beli saham blue chip syariah pilihan anda sekarang juga.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

September 25, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Investasi Saham Syariah
Saham Pemula

5 Langkah Investasi Saham Syariah, Investor Pemula Wajib Tahu!

by Minsya September 24, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Dewasa ini, masyarakat sudah banyak yang melek mengenai pentingnya berinvestasi. Terlebih investasi saham untuk pemula sekarang hadir dengan menawarkan konsep syariah, yang aturan aturannya tidak bertentangan dengan prinsip hukum Islam di pasar modal. Lantas, bagaimana cara investasi saham syariah tersebut ? Yuk cari tahu jika anda tertarik memulai investasi.

Mengenal Investasi Saham Syariah

Sebelum anda belajar cara memulai investasi saham syariah, tentu akan lebih baik apabila anda mengenal terlebih dahulu seperti apa saham syariah itu sendiri. Dimana saham syariah yaitu surat berharga atau efek yang berkonsep penyertaan modal dengan hak bagi hasil usaha. Dalam praktiknya, produk dan pengelolaan saham syariah tersebut dilakukan dengan berdasarkan prinsip hukum Islam.

Sehingga prinsip prinsip tersebut telah disepakati oleh OJK bersama MUI. Dalam hal ini, terdapat dua jenis saham syariah yang diakui oleh pasar modal Indonesia. Yang pertama yaitu saham yang dinyatakan memenuhi kriteria seleksi saham syariah, berdasarkan peraturan OJK No. 35/PJOK.04/2017.

Dan yang kedua, saham yang dicatatkan sebagai saham syariah oleh perusahaan publik syariah berdasarkan peraturan OJK No. 17/PJOK.04/2015. Karena cara investasi saham syariah termasuk mudah dan informasinya lengkap, ini sangat cocok dijadikan pilihan sebagai saham untuk pemula. 

Investasi Saham Syariah untuk Pemula

1. Pilih Perusahaan yang Memiliki SOTS

Langkah pertama yang harus dilakukan ketika ingin berinvestasi pada saham syariah, yaitu anda perlu memilih perusahaan yang memiliki SOTS (Syariah Online Trading System). Sistem tersebut merupakan saham syariah daring yang telah disertifikasi oleh MUI, dan pengelolaannya sudah memenuhi semua prinsip syariah di pasar modal.

Dan saat ini sudah ada cukup banyak anggota bursa yang memiliki SOTS, sehingga anda dapat memilih dengan lebih leluasa mana perusahaan yang diinginkan. Dimana semua fitur pada SOTS tersebut telah disesuaikan dengan syariat Islam, sehingga anda tidak perlu khawatir. Salah satu contohnya yaitu anda akan melakukan transaksi saham menggunakan uang tunai.

Baca Juga : Belajar Saham Syariah Gratis, Ini Caranya!

Investasi Saham Syariah

2. Membuka Rekening Efek Syariah

Setelah memilih perusahaan yang memiliki SOTS, anda dapat melanjutkan dengan membuka rekening efek syariah. Untuk tahap satu ini sebenarnya tidak jauh berbeda dari pembukaan rekening efek konvensional. Karena anda hanya perlu mengisi formulir serta melengkapi berkas yang diminta untuk pembukaan rekening tersebut.

Adapun beberapa dokumen yang umumnya diminta untuk diisikan pada saat pembukaan rekening antara lain fotokopi KTP, fotokopi KITAS, fotokopi NPWP, dan fotokopi halaman depan buku tabungan. Akan tetapi persyaratan membuka rekening efek sebagai cara investasi saham syariah ini tidak selalu sama. Jadi mungkin masih ada berkas lain yang diminta oleh perusahaan.

3. Terkonfirmasi Sebagai Investor

Bagi anda yang ingin bermain saham untuk pemula, selanjutnya pastikan bahwa anda telah memastikan terkonfirmasi sebagai investor. Dan untuk memastikan hal tersebut tidaklah sulit, anda cukup melihat data yang ada di rekening efek. Apabila anda sudah terkonfirmasi, maka di sana anda akan memiliki nomor rekening efek, nomor rekening efek dana nasabah syariah, aplikasi SOTS, username, dan trading pin.

4. Modal Awal Investasi

Apabila  anda telah terkonfirmasi sebagai investor, maka anda bisa mulai melakukan penyetoran modal awal untuk investasi. Umumnya jumlah modal pertama yang dibutuhkan tidak terlalu tinggi, bisa hanya Rp. 100 ribu saja. Kendati demikian, setiap perusahaan punya kebijakan masing masing mengenai dana minimum ini.

Jadi pastikan bahwa modal awal yang anda transfer sudah memenuhi dana minimum perusahaan yang anda inginkan. Setelah itu, anda hanya perlu mengunduh aplikasi SOTS dan melakukan transaksi jual beli saham syariah. Kurang lebih cara belinya sama seperti saham konvensional pada umumnya.

5. Pengecekan

Setelah setor modal awal, anda bisa langsung membeli saham untuk pemula. Dan jangan lupa untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu, untuk memastikan saham yang anda pilih memang sesuai dengan prinsip syariah. Dimana info ini bisa dilihat melalui Daftar Efek Syariah yang diterbitkan OJK. Selanjutnya lakukan review berkala kinerja saham syariah anda setiap 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan seterusnya.

Sudah siap berinvestasi di saham syariah ? Anda dapat mengikuti langkah langkah di atas untuk memulai investasi ke saham syariah. Karena informasinya lengkap dan memiliki aturan perundangan yang jelas, tentu investasi pada saham syariah tersebut jauh lebih aman. Cocok bagi umat muslim yang ingin bermain saham, namun bebas riba dan ketidakpastian.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

September 24, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
saham blue chip syariah
Saham Pemula

30 Saham Blue Chip Syariah : Alternatif Minimkan Risiko Investasi

by Minsya September 23, 2022
written by Minsya 5 minutes read

Saham Blue Chip

Memilih berbagai jenis saham bagi para pemula tentunya bukanlah hal yang mudah. Salah satunya saham blue chip syariah. Untuk memilih saham yang aman, maka disarankan memilih saham perusahaan yang termasuk kategori blue chip. Saham blue chip selalu di rekomendasikan dalam saham jangka panjang karena mempunyai kapitalisasi pasar yang besar yang bisa mencapai 40 triliun. 

Produk sahamnya dikenal dan laris di pasar saham. Saham blue chip merupakan saham perusahaan yang menunjukkan performa yang baik seperti fundamental yang baik, kinerja yang solid, produk sahamnya dikenal dan laris di pasar saham, produk perusahaannya diminati masyarakat terlebih jika produk tersebut banyak dibutuhkan oleh masyarakat, memiliki track record yang baik dan selalu mendapatkan laba secara konsisten. 

Biasanya, perusahaan saham blue chip juga secara konsisten selalu membagikan deviden kepada para pemegang saham sebagai bentuk penghargaan dari emiten kepada para investor yang selama ini sudah mendukung dan menjadi bagian dari majunya perusahaan. Terdapat dua jenis saham blue chip yaitu saham blue chip konvensional dan saham blue chip syariah. 

Baca Juga : Mengenal Istilah Capital Gain dalam Saham untuk Pemula

saham blue chip syariah
freepik.com

Sebenarnya, perbedaan antara saham blue chip syariah dan saham blue chip konvensional tidak jauh berbeda dengan perbedaan antara saham konvensional dan saham syariah. Hanya saja, terdapat beberapa prinsip yang terdapat dalam saham blue chip syariah. diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Tidak Bertentangan Dengan Syariah

Dalam operasionalnya, saham blue chip syariah merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa keuangan (POJK) dan Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Sehingga kegiatannya pun harus kegiatan yang sesuai dengan prinsip syariah dan tidak melanggar aturan syariah. Produk yang dibisniskan dalam perusahaan saham syariah pun harus produk yang halal. Halal disini maksudnya adalah produk yang tidak terbuat dari bahan yang haram seperti produk makanan yang bahannya mengandung daging babi dan lain sebagainya. 

DSN-MUI juga mengatakan bahwa dalam perusahaan yang menerbitkan saham syariah, tidak diperbolehkan memproduksi, mendistribusi, mendagangkan atau menyediakan barang haram. Baik haram secara lizatihi (haram karena zatnya) yang merupakan barang yang secara hukum sudah ditetapkan haramnya ataupun haram lighairihi (haram bukan karena zatnya) yang secara hukum bukan barang haram namun barang tersebut dikelola atau didapatkan dengan cara yang haram.

2. Memenuhi Rasio Keuangan

Selain kegiatan dan produk yang sesuai dengan prinsip syariah, rasio dalam saham syariah juga harus berdasarkan pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 35 tahun 2017 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah. Rasio keuangan berupa utang berbasis bunga dibandingkan aset tidak boleh lebih dari 45% dan pendapatan berbasis bunga juga pendapatan non halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha dan pendapatan lain-lain tidak boleh lebih dari 10%. Ketentuan tersebut juga dicantumkan dalam fatwa DSN/MUI.

Jika berbicara mengenai pendapatan, saham syariah dan saham konvensional keduanya mendapatkan keuntungan yang  sama. Pendapatan tersebut berupa deviden yang merupakan keuntungan/laba yang didapat dari perusahaan atas bisnis yang dijalankan. Selain deviden, saham syariah dan saham konvensional mempunyai keuntungan lain berupa capital gain. 

Capital gain merupakan pendapatan atau keuntungan yang didapat oleh para investor yang berasal dari perbedaan harga jual dan harga beli. Misalnya, jika pada saat membeli saham investor membeli dengan harga Rp. 1.000 perlembar dan ketika menjualnya dengan harga Rp. 1.200 perlembar. Itu artinya, investor mendapat keuntungan Rp. 200 perlembar saham. 

Namun jika perbandingan harga saham tersebut berbanding terbalik, membeli dengan harga yang cukup tinggi dan menjualnya dengan harga yang rendah, maka hal tersebut disebut dengan capital loss. Dalam artian, investor tidak mendapat keuntungan melainkan mendapat kerugian. Namun keuntungan lain yang terdapat dalam saham blue chip syariah adalah investor berinvestasi di saham yang berdasarkan prinsip syariah dan tidak melanggar aturan syariah. tentunya hal ini menjadi poin penting bagi para investor muslim. 

Apa Saja Saham Blue Chip Syariah?

Lalu, bagaimana cara mendapatkan saham blue chip syariah? Berbagai saham syariah yang masuk kedalam kategori blue chip tersedia di Bursa Efek Indonesia dan dikelompokkan ke dalam indeks-indeks saham syariah. Daftar-daftar saham syariah yang termasuk kategori blue chip tersebut terdapat dalam  JII (Jakarta Islamic Index) dan ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia) dan JII 70. Dari daftar tersebutlah anda akan menemukan berbagai saham blue chip yang tentunya berdasarkan prinsip syariah. 

Harga saham blue chip memang cenderung mahal, namun tidak sedikit juga saham blue chip yang harganya terjangkau. Saran bagi anda yang berminat untuk membeli saham blue chip syariah, sesuaikanlah dengan kondisi keuangan anda. Anda bisa mengsiasatinya dengan cara membeli saham blue chip syariah saat harganya turun. Karena seperti saham pada umumnya, saham blue chip juga mengalami penurunan harga. Tapi biasanya, tidak lama lagi harganya akan naik kembali. 

Agar keuntungan lebih maksimal, investasikan harta anda di saham blue chip syariah untuk jangka panjang. Tapi, saham blue chip syariah juga tidak menjanjikan untuk selalu mendapat keuntungan yang besar. Mengingat dalam investasi tentu ada risiko. Meskipun risiko saham blue chip syariah minim risiko, tidak lupa untuk terus mengamati dan melakukan analisa terlebih dahulu yaa. 

Berikut ini 30 Saham Blue Chip Syariah yang bisa kamu jadikan alternatif pilihan dalam berinvestasi :
1. ADRO Adaro Energy Indonesia Tbk.
2. ANTM Aneka Tambang Tbk.
3. BRIS Bank Syariah Indonesia Tbk.
4. BRPT Barito Pacific Tbk.
5. CPIN Charoen Pokphand Indonesia Tbk
6. EMTK Elang Mahkota Teknologi Tbk.
7. ERAA Erajaya Swasembada Tbk.
8. EXCL XL Axiata Tbk.
9. HRUM Harum Energy Tbk.
10. ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
11. INCO Vale Indonesia Tbk.
12. INDF Indofood Sukses Makmur Tbk.
13. INKP Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.
14. INTP Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
15. ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk.
16. JPFA Japfa Comfeed Indonesia Tbk.
17. KLBF Kalbe Farma Tbk.
18. MDKA Merdeka Copper Gold Tbk.
19. MIKA Mitra Keluarga Karyasehat Tbk.
20. MNCN Media Nusantara Citra Tbk.
21. PGAS Perusahaan Gas Negara Tbk.
22. PTBA Bukit Asam Tbk.
23. SCMA Surya Citra Media Tbk.
24. SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk.
25. TINS Timah Tbk.
26. TLKM Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
27. TPIA Chandra Asri Petrochemical Tbk.
28. UNTR United Tractors Tbk.
29. UNVR Unilever Indonesia Tbk.
30. WIKA Wijaya Karya (Persero) Tbk

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

September 23, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Saham Pemula

Inilah 6 Tips Beli Saham Untuk Pemula Agar Cuan!

by Minsya September 21, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Saham merupakan salah satu cara yang bisa anda coba untuk memperoleh pendapatan pasif. Sukses dalam berinvestasi merupakan impian semua orang namun ternyata masih banyak yang merasa kesulitan dan bingung untuk mulai dari mana. Jika anda adalah salah satunya, yuk simak apa saja tips beli saham untuk pemula agar cuan. Sekarang ambil catatan dan mari belajar bersama! 

Tips Beli Saham Untuk Pemula

1. Pastikan Legalitas Saham

Hal pertama yang perlu anda jadikan perhatian saat membeli saham adalah memastikan jika saham tersebut sudah legal alias terdaftar dalam database Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia. Telisik pula latar belakang dari perusahaan yang anda pilih, cari tahu pula siapa pemegang saham dan status otoritasnya.

Disamping informasi yang tadi telah disebutkan, penting pula bagi anda untuk cek apakah perusahaan tersebut pernah terkena kasus atau tidak. Sepak terjang mereka cukup penting terutama di pasar modal sehingga tidak boleh anda abaikan. Jika memang track record nya buruk maka lebih baik ganti dengan yang lebih bersih.

2. Melihat Biaya Transaksi

Tips beli saham untuk pemula yang berikutnya berkaitan dengan Fee. Untuk anda yang belum tahu, Fee merupakan pendapatan sebuah sekuritas dari nasabah yang sedang bertransaksi saham. Besarnya fee ini tidak selalu sama sehingga perlu anda cek berkala. Berdasarkan update di bulan September 2022, diketahui bahwa fee jual-beli sekuritas berada di kisaran 0,15%-0,25%  hingga 0,25%-35%,

Sederhananya, anda akan mendapat beban fee beli sebesar 0,15 persen dari nilai saham yang diperoleh. Mekanisme fee jual juga sama, yaitu anda akan dibebankan fee sebesar 0,25 persen dari harga saham yang dijual. Jangan lupa untuk perhatikan pula apakah ada batas minimal fee transaksi atau tidak, pasalnya ada beberapa sekuritas yang mengenakan batasan tersebut. 

3. Sesuaikan Setoran Awal Dengan Kantong

Setiap sekuritas memiliki setoran awal yang berbeda beda. Anda perlu cek informasi terkait dengan hal ini dan menyesuaikannya dengan kondisi kantong. Usahakan untuk memakai dana pribadi dan tidak melakukan setoran awal dengan dana yang berasal dari hutang piutang. Jangan sampai anda melewatkan poin ini karena bisa fatal jika tidak diperhitungkan.

Penjelasan terkait setoran awal, bisa anda tanyakan langsung pada pihak sekuritas. Anda tidak boleh melewatkan sesi konsultasi karena tips beli saham untuk pemula ini sangat penting. Setelah mendapat penjelasan secara lengkap, barulah anda bisa menimbang keputusan dengan lebih bijaksana. 

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

tips beli saham

4. Lihat Fasilitas Yang Disediakan

Perkembangan teknologi dan komunikasi mendorong pihak jasa sekuritas untuk mengembangkan fasilitas transaksi yang disediakan untuk investor. Beberapa fasilitas yang dimaksud adalah berupa website, aplikasi online, dan aplikasi mobile. Masing masing dari mereka tidak sempurna dan memiliki kekurangannya masing masing.

Sejauh ini, versi aplikasi online masih menjadi versi yang paling lengkap jika dibandingkan dengan website. Dukungan aplikasi mobile nya juga memudahkan anda untuk memantau saham. Pada intinya, carilah pihak sekuritas yang menyediakan platform yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan gadget yang anda miliki.

5. Layanan Training dan Edukasi

Banyak sekali pemula saham yang sembrono dan langsung mulai transaksi tanpa tahu dasar dasar investasi. Anda sebagai pemula perlu yang namanya training dan edukasi. Setidaknya anda perlu mentor yang bisa membantu proses jual beli saham dengan aman. Jika sudah terbiasa, barulah anda bisa melakukan transaksi secara mandiri.

6. Hilangkan Sifat Fanatik

Tips beli saham untuk pemula yang terakhir adalah hindari sifat fanatik dari sebuah jasa sekuritas. Hingga saat ini masih banyak pemula dalam dunia saham yang fanatik dengan satu rekening sekuritas. Sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya salah, namun akan lebih baik jika anda buka di beberapa sekuritas sekaligus.  Alasannya agar anda bisa membandingkan mana yang paling menguntungkan. 

Hal tersebut juga memungkinkan anda untuk mengenal dunia investasi secara lebih luas. Perlu diingat pula bahwa belum tentu pihak sekuritas yang anda pilih di awal merupakan perusahaan yang terbaik. Jika dilihat dari beberapa tips tadi, dapat ditarik kesimpulan pemula jual beli saham harus mendalami info terkait dengan dunia investasi serta membuka diri dari berbagai masukan dan kesempatan.   

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

September 21, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
capital gain
Saham Pemula

Mengenal Istilah Capital Gain dalam Saham untuk Pemula

by Minsya September 19, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Keuntungan modal adalah keuntungan yang dicari investor saat melakukan investasi. Sederhananya, istilah capital gain diartikan sebagai bentuk peningkatan nilai suatu aset, biasanya direalisasikan ketika aset tersebut dijual. Istilah ini dapat terjadi ketika investor menjual saham dan jenis aset lainnya lebih dari harga belinya. Yuk simak penjelasannya

Memahami pengertian Capital Gain

Istilah dalam saham ini yaitu selisih antara harga beli dan harga jual aset investasi yang menguntungkan investor. Karena itu, keuntungan modal dapat digambarkan sebagai keuntungan modal yang diperoleh investor dari penjualan aset atau dari penjualan aset melalui investasi. Di sisi lain, capital gain di Indonesia sering disebut dengan keuntungan modal

Jika ada capital gain pada investasi, harus ada capital loss pada investasi. Kehilangan modal dalam suatu investasi sering disebut sebagai kerugian modal. Kerugian modal disebabkan oleh investor yang menjual aset dengan harga lebih rendah dari harga pembelian aset. Jika capital gain mencapai puluhan juta, kerugian modal atau capital loss juga bisa mencapai puluhan juta.

Oleh karena itu, investor yang berkecimpung di sektor real estate harus dapat menilai prospek properti dalam jangka panjang dengan baik agar tidak terjadi kerugian yang besar. Keuntungan modal dikenal pada prinsipnya tidak hanya untuk investasi real estat, tetapi juga untuk investasi saham. Anda perlu memahami berbagai bentuk contoh yang lainnya.

Contoh sederhana dari keuntungan saham saat berinvestasi adalah membeli saham dengan harga Rp 1 juta kemudian menjual saham yang dibeli dengan harga Rp 3 juta. Jadi keuntungan modal dari penjualan atau pembelian saham adalah Rp2 juta. Oleh karena itu, keuntungan modal adalah nilai keuntungan dari penjualan aset yang digunakan sebagai investasi.

Namun, jika pemilik aset atau investor masih memegang atau memiliki aset tersebut, tidak dapat dikatakan sebagai capital gain atau keuntungan modal. Selain itu, nilai keuntungan saham akan terus berubah, sehingga kehati-hatian dan pertimbangan harus dilakukan ketika mempertimbangkan capital gain untuk memastikan bahwa keuntungan yang diperoleh dapat terus tumbuh.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

capital gain
freepik.com

Mengenal Perbedaan Capital Gain dan Dividen

1. Waktu Transaksi

Perbedaan antara keuntungan modal dan dividen adalah jam perdagangan. Waktu perdagangan yang dilakukan investor untuk mencari keuntungan tidak dibatasi waktu. Namun, investor harus berhati-hati dan teliti saat meneliti dan menganalisis setiap situasi pasar. Hal ini memungkinkan investor menentukan waktu tepat untuk membeli atau menjual aset investasinya.

Di sisi lain, setiap pembelian aset tetap atau saham untuk menerima dividen harus dilakukan sebelum akhir tanggal akumulasi. Tanggal Kumulatif adalah waktu transaksi dimana dividen diterima oleh investor terdaftar yang telah memiliki saham. Oleh karena itu, investor tidak menerima dividen jika mereka tidak memiliki saham yang masuk pada tanggal kumulatif.

Juga, jika dalam dunia investasi anda juga akan memiliki atau menemukan istilah ex-date. Ex-date adalah waktu perdagangan pilihan untuk menjual investasi ekuitas Anda untuk keuntungan modal. Tanggal pengecualian ini ditampilkan saat tanggal kumulatif terjadi. Jadi pastikan anda memahami hal yang satu ini ketika memutuskan untuk pembelian atau penjualan saham.

2. Jangka Waktu Investasi

Keuntungan modal dan dividen berbeda tidak hanya dalam hal durasi perdagangan, tetapi juga dalam kaitannya dengan durasi investasi. Bagi investor yang lebih menyukai capital gain, modal yang dimiliki biasanya kecil. Hal ini dikarenakan harga saham per lot harganya lebih murah di pasar modal dibandingkan dengan berinvestasi langsung di perusahaan

3. Honorarium Investasi

Capital Gain atau Keuntungan Modal jelas merupakan keuntungan investasi yang hanya bergantung pada fluktuasi keuntungan itu sendiri. Karena itu, Capital Gain tidak memberikan penawaran tambahan selain keuntungan volatilitas. Oleh karena itu, investor yang lebih menyukai keuntungan modal harus waspada terhadap fluktuasi yang selalu berubah.

Dividen berbeda dari istilah capital gain karena memberikan lebih banyak penawaran tambahan. Penawaran lain datang dalam bentuk pemecahan saham, pembagian bonus, dan lainnya. Oleh karena itu, investor dividen harus hati-hati memilih perusahaan dengan pendapatan yang lebih tinggi sehingga dapat menghasilkan lebih banyak keuntungan lain.

Investor yang lebih menyukai dividen menunjukkan bahwa mereka lebih menyukai pengembalian jangka panjang, tetapi mengapa karena setiap pembayaran dividen hanya dilakukan setahun sekali. Oleh karena itu, jika investor ingin menerima lebih banyak dividen, maka mereka harus berinvestasi lebih banyak ketika memasuki masa awal tahun.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

September 19, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Istilah saham untuk pemula
Saham Pemula

10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

by Minsya September 17, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Istilah Saham Untuk Pemula

Berinvestasi pada instrumen saham memang memiliki banyak peluang mendapat keuntungan. Terlebih saat ini sudah hadir berbagai macam investasi syariah. Sehingga masyarakat Indonesia yang mayoritas pemeluk agama Islam tidak perlu khawatir dalam berinvestasi, guna meningkatkan kualitas ekonomi. Untuk itu, yuk ketahui istilah saham untuk pemula berikut sebelum terjun ke pasar modal.

1. Capital Gain

Keuntungan yang diperoleh investor dari investasi saham disebut dengan istilah capital gain. Dimana keuntungan tersebut didapat dari perbedaan antara harga jual dan harga beli suatu efek. Anda bisa mendapatkannya ketika menjual kembali aset investasi yang telah dibeli. Namun jika perbedaan harga jual dan harga beli bernilai negatif, maka disebut dengan istilah capital loss (rugi).

2. Support dan Resistance

Support dan resistance adalah faktor esensial dalam analisis teknikal, terutama untuk menentukan sinyal beli dan jual. Memahaminya dapat membantu manajemen risiko menggunakan order stops loss. Adapun yang dimaksud dengan support adalah harga terendah saham sebelum kembali naik pada akhirnya. Sebaliknya, resistance adalah harga tertinggi sebelum akhirnya harga saham jatuh.

3. Analisis Teknikal

Istilah saham untuk pemula berikutnya yang perlu dipahami yaitu analisis teknikal. Teknik ini banyak dipakai oleh para investor, berfokus menyelidiki harga serta volume jual beli saham. Teknik pengamatan pergerakan harga saham sesuai riwayatnya tersebut menjadi alat utama bagi trader yang mengincar suatu saham sebelum proses masuk atau keluarnya. Sebab hasil yang ditawarkan lebih cepat diperoleh.

4. Emiten

Emiten merupakan sebutan bagi pihak yang melakukan penawaran umum. Pada saham syariah, emiten harus secara jelas menyatakan bahwa kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan prinsip prinsip syariah. Seperti perjudian, bank berbasis bunga, perusahaan pembiayaan berbasis bunga, jual beli risiko mengandung unsur ketidakpastian, dan sejenisnya.

Baca Juga : Belajar Saham Syariah Gratis, Ini Caranya!

Istilah saham untuk pemula
freepik.com

5. Dividen

Sebagai rasa terima kasih, emiten akan membagikan dividen kepada para pembeli saham. Dividen tersebut berupa laba perusahaan selama satu tahun operasional, yang membuktikan bahwa perusahaan bertumbuh. Adapun besarnya dividen biasanya disebutkan dalam forum tertinggi perusahaan, yakni RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).

6. Portofolio Investasi

Portofolio investasi menjadi istilah saham untuk pemula lainnya yang penting dipahami. Portofolio ini disebut pula sebagai gabungan antara instrumen investasi yang anda miliki sebagai investor. Jadi portofolio dapat menunjukkan anda telah berinvestasi ke instrumen apa saja. Dimana persentasenya dapat berubah sesuai perkembangan investasi anda. Misalnya 50% saham dan 50% properti atau lainnya.

7. Buy Back

Buy back adalah istilah yang digunakan ketika perusahaan atau emiten yang menerbitkan saham membeli kembali saham saham yang telah beredar di publik. Tujuan dari buy back adalah meningkatkan rasio keuangan. Karena setelah buy back dilakukan maka saham yang beredar akan semakin sedikit bila dibandingkan jumlah buy back tersebut.

8. Bursa Efek Indonesia

Untuk istilah yang satu ini, anda mungkin sudah beberapa kali mendengarnya meskipun belum pernah benar benar terjun ke pasar modal. Bursa Efek Indonesia (BEI) ini adalah bursa saham Indonesia yang telah mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi bursa saham yang berkedudukan di Jakarta tersebut mendapat hak sebagai pihak yang menyediakan sarana jual beli saham.

9. Ask

Ask atau offer merupakan istilah saham untuk pemula yang patut diketahui. Dimana ask ini menunjukkan jumlah antrean untuk menjual saham. Dan adanya sistem antre tersebut adalah salah satu faktor yang membuat anda tidak bisa langsung memperoleh saham pilihan, karena anda harus antre terlebih dahulu. Jadi biasanya saham berhasil didapat oleh mereka yang cepat mengirimkan ask. 

10. Bid

Bid dapat anda temukan pada aplikasi untuk jual beli saham. Dimana bid tersebut berfungsi untuk melihat berapa jumlah ask atau antrean untuk membeli saham tertentu. Biasanya letak bid berada tepat di bawah nama dan harga saham dalam aplikasi. Untuk aplikasinya sendiri, ada banyak pilihan. Bagi anda yang mencari aplikasi trading saham syariah, misalnya bisa memilih IPOT, MOST, POEMS, dan lain lain.

Sebelum berinvestasi pada saham, sebaiknya anda memahami beberapa istilah di atas terlebih dahulu. Lebih lanjut, masih ada banyak istilah lain yang penting untuk diketahui supaya anda tidak ketinggalan informasi terbaru seputar market terkini. Dan sebagai seorang investor syariah, pastikan terlebih dahulu bahwa saham yang anda beli merupakan saham syariah dengan sekuritas yang terpercaya.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

September 17, 2022 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
Aplikasi Trading Saham Syariah
Saham Pemula

7 Aplikasi Trading Saham Syariah di Indonesia

by Minsya August 27, 2022
written by Minsya 4 minutes read

Aplikasi trading saham syariah ini memungkinkan Anda untuk melakukan investasi dengan cara yang lebih mudah. Investasi syariah sendiri adalah tren baru untuk berinvestasi tanpa takut riba. Atau takut jika yang yang Anda investasikan digunakan untuk membiayai perusahaan yang melakukan bisnis terlarang.

Dengan menggunakan aplikasi ini, Anda bisa melakukan investasi tanpa takut menggunakan aplikasi dan jasa perusahaan sekuritas yang ilegal. Karena pastinya beberapa aplikasi ini sudah resmi terdaftar di OJK.

Table of Contents

Aplikasi Trading Saham Syariah

Semua saham dan fitur yang ada di dalam aplikasi ini sudah di bawah pengawasan dari DSN MUI. Sehingga penanaman modal yang Anda lakukan akan terjamin dengan aman. Jangan lupa jika aplikasi trading saham syariah berikut ini sangat aman dan legal:

1. IPOT

Berada di bawah wewenang Indo Premier Sekuritas, aplikasi ini tak hanya memiliki fitur jual beli saham. Namun juga ada fitur grafik yang realtime. Selain itu platform ini juga menyediakan edukasi bagi penggunanya. Dengan menawarkan pendaftaran akun secara online.

Anda harus membuka akun syariah untuk bertransaksi sesuai dengan syariat Islam. Namun jika Anda hanya memiliki akun reguler, maka Anda tidak akan bisa menggunakan akun syariah.

2. MOST

Aplikasi milik PT. Mandiri Sekuritas ini cukup mudah dan tidak ribet bagi pengguna. Anda cukup mendaftarkan diri secara online di situs resmi MOST. Dan aplikasi ini pun hampir sama dengan aplikasi lainnya yang memiliki fitur pendukung seperti real time data, fitur edukasi, chart hingga jual otomatis.

3. POEMS

Aplikasi trading saham syariah milik PT Phillip Sekuritas Indonesia ini adalah aplikasi trading saham reguler dan syariah. Memiliki fitur pendukung data teknikal dan fundamental yang cukup canggih. Aplikasi ini juga punya fitur edukasi yang cukup up to date.

Maka tidak heran jika aplikasi ini akan memudahkan Anda untuk membeli saham. Namun salah satu kekurangannya adalah Anda tak akan bisa membuka akun secara online apabila Anda bukan pengguna Bank BCA serta tidak mempunyai reksa dana nasabah dari bank tersebut.

4. MNC Motion Trade

PT MNC Sekuritas juga tak mau ketinggalan untuk membuat aplikasi trading. Aplikasi ini tak hanya bisa Anda gunakan pada smartphone, PC, Laptop hingga tablet. Namun menariknya juga bisa Anda akses di smartwatch.

Kelebihan dari aplikasi ini adalah Anda bisa menggunakan perintah suara untuk melakukan kegiatan jual beli dan membuka menu secara langsung. Di sini Anda juga bisa membeli dan menjual aneka reksa dana. Untuk melakukan transaksi di sini, Anda dapat membuka akun dengan cara online.

Baca Juga : iTrade Syariah Aplikasi SOTS Resmi Diluncurkan CGS-CIMB Sekuritas Indonesia

Aplikasi Trading Saham Syariah
freepik.com

5. BRIGHTS

Merupakan aplikasi milik PT BRI Danareksa Sekuritas yang berada di naungan Bank BRI setelah diakuisisi beberapa waktu lalu. Di sini Anda tak hanya bisa menggunakannya untuk memperjualbelikan saham saja. Namun juga bisa menggunakannya untuk melakukan jual beli obligasi sekaligus reksa dana.

Aplikasi ini masih terbilang baru dan masih memiliki beberapa kelemahan jika kita bandingkan dengan aplikasi sebelumnya. Namun meski begitu aplikasi ini sudah banyak orang gunakan untuk melakukan transaksi jual beli saham syariah dengan mudah secara online.

6. Maybank Trade

Berikutnya aplikasi trading saham syariah yang wajib Anda coba adalah Maybank Trade. Berada di bawah naungan Maybank Kim Eng Sekuritas Indonesia. Perusahaan ini berafiliasi dengan Maybank yang awalnya bernama KE Trade Syariah.

Akan tetapi akhirnya berubah nama pada Desember 2021 kemarin setelah berada di bawah naungan Maybank Kim Eng. Aplikasi ini punya mekanisme login dengan menggunakan dua akun. Yakni akun syariah dan akun reguler.

Untuk melakukan pendaftaran akun agar bisa melakukan transaksi lewat aplikasi, Anda juga bisa melakukannya secara online. Banyak yang sudah membuktikan jika aplikasi ini cukup praktis dan sudah mendukung banyak fitur yang lumayan lengkap.

7. RHB TradeSmart Syariah ID

Pertama kali rilis pada tahun 2018 lalu, aplikasi milik PT RHB Sekuritas ini memiliki fitur Assisted Robo Optimization. Atau robot yang punya tugas untuk memandu Anda dengan memberikan beberapa arahan berupa komentar mengenai saham saham yang terkait di dalamnya.

Kelebihan lain yang ada di aplikasi ini adalah kemudahan dalam penggunaannya, Anda pun bisa membuat akun secara online tanpa harus datang ke kantor langsung. Anda cukup mengirimkan berkas berkas secara online dan menunggu proses registrasi selesai dengan santai di rumah.

Aplikasi ini sendiri rilis berbarengan dengan aplikasi RHB TradeSmart ID yang bisa Anda gunakan untuk melakukan transaksi jual beli saham secara reguler.

Setiap aplikasi yang sudah kami perkenalkan di atas memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Anda bisa memilih aplikasi mana yang paling cocok dan mudah untuk Anda gunakan. Karena bagaimanapun aplikasi di atas memiliki fungsi yang sama.

Yakni untuk membantu Anda melakukan transaksi jual beli saham syariah dengan menggunakan aplikasi trading saham syariah yang sudah kami rekomendasikan di atas.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 27, 2022 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
fatwa mui tentang saham
Saham Pemula

3 Fatwa MUI Tentang Saham Yang Berlaku Di Indonesia

by Minsya July 24, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Fatwa MUI tentang saham mungkin belum banyak orang tahu. Pembahasan di beberapa artikel hanya menjelaskan sebatas bahwa saham itu halal karena sudah ada fatwanya. Padahal buat para calon investor syariah, ini sangat penting dalam memahami dan mengenali fatwa yang berlaku di pasar modal. Terutama investasi saham.

Hukum jual beli saham adalah boleh. Pernyataan ini didukung oleh adanya fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) mengenai saham dan peraturan yang dibuat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

DSN merupakan bagian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang bertugas mengembangkan penerapan nilai-nilai syariah dalam kegiatan perekonomian pada umumnya dan sektor keuangan pada khususnya, termasuk usaha bank, asuransi dan reksadana.

Tugas dan kewenangan Dewan Syariah nasional adalah sebagai berikut: (a). Menumbuhkembangkan penerapan nilai-nilai syariah dalam kegiatan perekonomian pada umumnya dan keuangan pada khususnya. (b). Mengeluarkan fatwa atas jenis-jenis kegiatan keuangan.

FATWA DSN-MUI

Fatwa DSN-MUI sebagai panduan atau dasar keberlakuan aktivitas ekonomi syariah eksklusif bagi pemerintah & LKS. Jadi fatwa DSN itu bersifat mengikat lantaran diserap ke pada peraturan perundang-undangan. Terlebih, adanya keterikatan antara DPS & DSN lantaran anggota DPS direkomendasikan oleh DSN.

Pada transaksi saham, masih ada unsur aktivitas antara manusia lewat harta benda atau ekonomi (muamalah maliyah) yang dibolehkan pada agama. Hal ini mengacu dalam kaidah fikih yg tertulis pada Fatwa DSN-MUI No. 07/DSN-MUI/IV/2000: “Pada dasarnya, seluruh bentuk muamalah boleh dilakukan kecuali terdapat dalil yg mengharamkannya.”

Hukum dibolehkannya transaksi saham juga didasari unsur kolaborasi atau perkongsian lantaran pihak pembeli saham menaruh modal pada perusahaan atau emiten untuk perkembangan usahanya.

Dari sekian banyak fatwa yang diterbitkan oleh DSN-MUI, ternyata ada 3 fatwa yang wajib kamu pahami sebelum berinvetasi saham. Dalam artikel berikut ini, akan dijelaskan secara singkat apa saja isi atau rangkuman fatwa yang dimaksud tersebut.

Baca Juga : Stigma Pasar Modal Syariah Yang Keliru

fatwa mui tentang saham
freepik.com

Fatwa MUI Tentang Saham

Setelah mempelajari apa itu fatwa, investor kini bisa lebih mengerucut untuk mempelajari fatwa mui tentang saham. Saat ini ada 3 fatwa yang berhubungan erat dengan saham syariah di pasar modal. Yaitu fatwa Nomor 40, kemudian fatwa Nomor 80 dan terakhir dikeluarkannya fatwa Nomor 135 Tentang saham. Berikut ini sedikit pembahasan terkait fatwa-fatwa tersebut.

1. Fatwa DSN-MUI No. 40 Tahun 2003

Dalam fatwa DSN-MUI No. 40 Tahun 2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal ini memuat beberapa hal penting antara lain :
– Mengatur emiten yang menerbitkan Efek Syariah.
– Mengatur Kriteria dan Jenis Efek Syariah.
– Mengatur Transaksi Efek yang Dilarang di Pasar Modal Syariah.
– Fatwa DSN No. 40 tahun 2003 menjadi landasan OJK dalam menentukan kriteria seleksi Daftar Efek Syariah (DES).

2. Fatwa DSN-MUI No. 80 Tahun 2011

Dalam fatwa DSN-MUI No. 80 Tahun 2011 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek ini memuat beberapa hal penting antara lain :
– Spesifik mengatur terkait jenis transaksi mana yang boleh dan tidak boleh sesuai prinsip Syariah dalam mekanisme perdagangan efek bersifat ekuitas di pasar reguler bursa efek.
– Fatwa DSN No.80 tahun 2011 menjadi landasan dalam pengembangan Sharia Online Trading System (SOTS).
– Merupakan fatwa yang memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan pasar modal syariah, karena fatwa tersebut menjadi pedoman yang memudahkan investor dalam melaksanakan transaksi efek di Bursa yang sesuai dengan prinsip syariah.

3. Fatwa DSN-MUI No. 135 Tahun 2020

Dalam fatwa DSN-MUI No. 135 Tahun 2020 tentang saham ini memuat beberapa hal penting antara lain :
– Membahas lebih lanjut mengenai ketentuan dan batasan tentang Saham Perusahaan dari Aspek Syariah.
– Mengatur kriteria, penerbitan, dan pengalihan Saham Syariah secara komprenhensif dan detail.
– Melengkapi fatwa DSN-MUI No.40 tahun 2003 dan fatwa DSN-MUI No.80 tahun 2011.

Jika para investor ingin membaca lebih dalam tentang fatwa mui tentang saham diatas, bisa langsung akses ke halaman berikut ini.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

July 24, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Kriteria Saham Syariah
Saham Pemula

Ini 3 Kriteria Saham Syariah Yang Wajib Kamu Tahu

by Minsya July 22, 2022
written by Minsya 4 minutes read

Kriteria saham syariah pada penjelasan berikut ini akan membantu Anda untuk mengetahui apa saja perbedaan dari saham syariah dengan saham konvensional. Apalagi kini baik investasi saham konvensional maupun syariah memiliki banyak sekali peminat.

Terutama di kalangan generasi muda yang sudah melek investasi sejak dini. Hal inilah yang akhirnya memunculkan banyak sekali variasi produk saham dari berbagai perusahaan di banyak sektor.

Salah satunya yang tidak mau ketinggalan adalah produk saham syariah yang mendapatkan banyak sambutan baik di kalangan para investor. Meski kemunculan instrumen investasi ini adalah untuk menyediakan saham yang sesuai dengan syariat islam bagi investor muslim.

Terlebih karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Maka tidak heran jika jenis investasi ini langsung populer. Bahkan tidak hanya di kalangan warga muslim namun juga bagi investor yang beragama lain.

Dengan kata lain, jenis investasi ini sangat cocok untuk siapa saja dan juga menguntungkan sama seperti saham konvensional. Saham syariah sendiri sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan saham konvensional.

Namun saham syariah menggunakan beberapa prinsip dan kriteria yang harus terpenuhi sehingga bisa disebut sebagai saham syariah. Dan kriteria inilah yang membedakannya dengan saham konvensional.

Apa itu Saham Syariah?

Tapi sebelum membahas mengenai apa saja kriteria saham syariah pastinya Anda juga sudah harus mengetahui apa itu saham syariah. Jika menurut Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, saham syariah sendiri merupakan efek yang memiliki bentuk saham dengan sistem yang tidak bertentangan dengan prinsip dasar syariat di dalam pasar modal.

Sedangkan definisi saham di dalam konteks saham syariah ini juga merujuk pada definisi saham pada secara umum.

Saham syariah yang ada di pasar modal sendiri terdiri dari dua jenis, jenis pertama adalah saham yang sesuai dengan kriteria dari seleksi syariah berdasarkan dari aturan OJK. Jenis yang kedua merupakan saham yang tercatat oleh emiten maupun perusahaan publik syariah sebagai saham syariah,

Kriteria Saham Syariah

Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya jika terdapat syarat atau kriteria yang harus terpenuhi agar saham tersebut dapat masuk ke dalam jenis saham syariah. Karena semua saham yang ada di pasar modal syariah Indonesia akan masuk ke dalam Daftar Efek Syariah atau DES.

Dan daftar ini sendiri akan OJK terbitkan dan perbarui secara berkala, untuk menentukan saham mana saja yang memiliki kriteria sebagai saham syariah. Dan jika saham tersebut tidak memenuhi kriteria maka akan terhapus dari daftar DES.

Penjelasan mengenai kriteria saham syariah berikut ini akan membantu Anda untuk mengenal beberapa saham syariah. Terutama jika Anda berniat untuk membeli saham syariah. Maka Anda harus mengetahui kriteria apa saja yang wajib terpenuhi pada saham syariah. Agar tidak salah pilih.

Baca Juga : Inilah 3 Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional

Kriteria Saham Syariah
freepik.com

Terdapat tiga kriteria yang harus ada pada saham syariah menurut OJK, di antaranya adalah:

1. Kegiatan Usahanya

Kriteria saham syariah yang pertama dari OJK yakni berdasarkan pada kegiatan usaha dari perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut. Karena emiten yang masuk ke dalam Daftar Efek Syariah tidak boleh melakukan kegiatan usaha yang terlarang.

Atau kegiatan usaha yang melanggar prinsip syariah. Contohnya seperti pemalsuan, penipuan, judi hingga memperjual belikan atau mendistribusikan barang barang terlarang yang sifatnya haram dan terlarang dalam hukum syariah.

Perusahaan juga tidak boleh melakukan jenis perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan barang maupun jasa. Atau menggunakan perdagangan dan penawaran dengan permintaan palsu.

Layanan jasa keuangan yang bersifat riba seperti perusahaan jasa keuangan berbasis riba juga tidak termasuk dalam saham syariah. Selain itu kegiatan usaha lain seperti jual beli yang mengandung unsur gharar atau ketidakpastian, maisir atau judi hingga transaksi yang mengandung unsur risywah atau penyuapan juga tidak termasuk dalam saham syariah.

2. Rasio Keuangan

Rasio keuangan yang harus terpenuhi oleh saham syariah adalah bunga tidak boleh lebih dari 45% berdasarkan pada total aset.

Sedangkan rasio pendapatan tidak halal tidak boleh melebihi angka 10% dari keseluruhan total revenue atau total pendapatan usaha.

3. Ketentuan Lainnya

Selain itu terdapat dua ketentuan lain yang harus tercapai sebagai kriteria saham syariah yakni emiten harus menjalankan dan menandatangani akad sesuai dengan prinsip syariah pada semua saham yang mereka keluarkan.

Emiten yang mengeluarkan efek syariah juga harus menjamin jika usaha yang mereka jalankan sudah sesuai dengan sistem syariah dan mempunyai Dewan Pengawas Syariah atau Syariah Compliance Officer.

Sesuai dengan penjelasan di atas, bahwa sebuah perusahaan atau saham harus memenuhi kriteria dari OJK agar bisa disebut sebagai saham syariah. Selain itu perusahaan atau saham yang diterbitkan juga harus mengikuti aturan yang berlaku dari DES.

Jika perusahaan atau saham memiliki kriteria saham syariah di atas, maka saham tersebut bisa termasuk ke dalam saham syariah.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

July 22, 2022 1 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG