Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - Keuangan Syariah - Page 3
Category:

Keuangan Syariah

Lifestyle Hemat ala Orang Jepang
Keuangan Syariah

Lifestyle Hemat ala Orang Jepang : Tabungan Auto Naik 35%

by Minsya May 25, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Jepang memang terkenal karena warganya yang memiliki sifat tekun. Namun, permasalahan yang dihadapi oleh negara ini yaitu tidak meratanya persebaran penduduk dan terpusat pada kota-kota besar. Sehingga, harga sewa tempat hunian melambung tinggi. Maka dari itu, masyarakatnya menerapkan penghematan. Berikut lifestyle hemat ala orang Jepang yang bisa anda ikuti.

Cara Menerapkan Lifestyle Hemat ala Orang Jepang

1. Teknik Kakeibo

Kakeibo ialah teknik menabung dengan amplop untuk menyimpan pengeluaran yang besarannya sudah ditetapkan. Bisa dibilang, sebelum uang dimasukkan, anda bisa menentukan pengeluaran rutin tiap bulannya terlebih dahulu di awal bulan. Anda bisa membuat beberapa kategori kebutuhan pokok, cicilan, hiburan, dan kebutuhan tidak terduga terlebih dahulu.

Kemudian, tentukan besaran uang yang ingin disimpan setiap bulannya. Tujuan menabung juga diperlukan agar anda memiliki alasan tertentu saat hendak mengambil uang telah tersimpan tersebut. Setelah memasukkan uang ke dalam amplop yang terbagi menjadi beberapa kategori, catatlah pengeluaran setiap amplop. Sehingga, pengeluaran menjadi lebih terkontrol dengan mudah.

2. Menggunakan Transportasi Umum

Lifestyle hemat ala orang Jepang selanjutnya yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari—hari yaitu dengan menggunakan kendaraan umum. Meskipun biaya transportasi pribadi di Jepang cenderung mahal, pemerintahnya menyediakan fasilitas berupa transportasi public agar bisa digunakan oleh masyarakat Jepang dengan baik.

Di beberapa kota besar Indonesia sudah dilengkapi oleh transportasi umum yang cukup modern, baik dan lengkap. Dalam hal ini, gunakanlah fasilitas tersebut untuk menghemat pengeluaran. Tidak hanya uang, anda pun juga akan menghemat lebih banyak waktu dan tenaga yang biasa dihabiskan untuk berkendara, melewati kemacetan dan lain sebagainya.

Baca Juga : Yuk Mengenal Investasi Saham Dan Trading Saham!

Lifestyle Hemat ala Orang Jepang
freepik.com

3. Membawa Bekal dari Rumah

Tidak hanya hidup hemat, dengan menerapkan gaya hidup ala Jepang ini, anda pun bisa menjalankan pola hidup sehat sekaligus. Salah satunya yaitu dengan membawa bekal dari rumah yang bisa mengatur kandungan konsumsi. Hal ini terbilang cukup efektif diterapkan karena anda juga tidak perlu lagi pergi ke toko, kantin, atau tempat makan.

Meskipun kini banyak tempat makan dengan berbagai menu yang lezat dan murah, tetap saja akan mempengaruhi jumlah tersebut dikalikan dengan intensitas makan anda. Namun, jika masih enggan membuat bekal dari rumah, anda bisa mencoba resep menu makanan yang memiliki proses pembuatan cukup cepat serta enak. Resep ini mudah ditemukan di berbagai platform internet.

4. Memilih Rumah yang sesuai dengan Jumlah Penghuni

Menyewa kamar sesuai dengan jumlah penghuni ialah lifestyle hemat ala orang Jepang yang patut dicoba. Hampir semua orang Jepang di kota-kota besar tinggal di tempat hunian yang cukup minimalis jika dibandingkan dengan luas apartemen 1 kamar yang ada di Indonesia. Selain harga lahan mahal, orang Jepang lebih percaya untuk menjaga kebersihan barang-barangnya.

Orang Jepang pun juga cenderung menyimpan barang-barang yang sekiranya dibutuhkan saha. Sehingga, jarang memiliki banyak perabot yang tidak terlalu dibutuhkan, kecuali untuk memenuhi hobi. Dengan menerapkan gaya hidup ini, anda akan menghemat biaya sekaligus tenaga untuk bersih-bersih.

5. Membawa Botol Minuman

Tips menabung selanjutnya yang kerap dilakukan oleh orang Jepang yaitu dengan membawa botol minuman kemanapun mereka pergi. Tidak perlu botol minum berukuran liter yang besar dan berat. Anda bisa memilih botol dengan ukuran yang bersahabat. Sehingga, cukup nyaman dan efektif dibawa kemanapun. Dengan begitu, anda bisa mengalokasikan belasan ribu rupiah untuk membeli 3 hingga 4 botol minuman.

6. Membuat List atau Daftar Makanan

Lifestyle hemat ala orang Jepang terakhir yaitu dengan menulis daftar belanja sebelum berangkat ke tempat belanja. Hal ini memudahkan anda untuk mengontrol diri membeli barang-barang yang dibutuhkan. Tidak hanya itu, pencatatan belanja juga mencegah dari adanya keuangan membeli barang-barang apa saja yang dibutuhkan.

Itulah lifestyle hemat ala orang Jepang yang bisa diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Mulai dari teknik, transportas, bekal rumah, minuman, hingga daftar makanan perlu diperhatikan dalam menunjang hidup hemat. Dengan begitu, anda akan menghemat lebih banyak waktu, tenaga, dan uang. Sehingga, tabungan bisa naik mencapai 35% daripada sebelumnya.

Baca Juga : Yuk Simak 4 Langkah Belajar Investasi Saham untuk Pemula

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

May 25, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
THR
Keuangan Syariah

4 Cara Habiskan THR Dengan Benar! Gimana Versi Kamu?

by Minsya April 14, 2023
written by Minsya 5 minutes read

THR atau Tunjangan Hari Raya merupakan salah satu momen yang ditunggu-tunggu oleh karyawan di Indonesia. Besaran nominal yang diterima biasanya senilai satu bulan gaji, sehingga momen lebaran membuat karyawan merasa senang karena pengalaman di gaji dua kali lipat dari biasanya.

Namun, meski THR sangat dinanti, kehadirannya juga bisa membuat khawatir karena jika tidak bisa memanfaatkannya dengan bijak, maka bisa langsung habis begitu saja. Banyak orang menghabiskan untuk membeli gadget terbaru, makan di luar, atau belanja karena tergiur dengan diskon.

Padahal, sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai sumber pemasukan tambahan yang bermanfaat jika dikelola dengan bijak. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan dengan bijak agar uang THR tidak habis begitu saja.

Cara Tepat Habiskan THR

1. THR Untuk Membayar Hutang

Jika kamu memiliki utang atau cicilan yang harus segera dibayar, sebaiknya kamu memprioritaskan penggunaan dana THR untuk membayar utang tersebut. Namun, karena kamu juga membutuhkan uang THR untuk keperluan lainnya, kamu bisa mengalokasikan sebagian dana untuk membayar utang, seperti 30% dari total dana THR yang kamu terima.

Misalnya, kamu menerima THR sebesar Rp6 juta, maka kamu bisa mengalokasikan maksimal Rp1,8 juta dari dana tersebut untuk membayar utang. Namun, jika utang atau cicilan yang harus dibayar lebih besar dari jumlah tersebut, kamu bisa mencicil di bulan berikutnya.

Dengan memanfaatkan dana THR untuk membayar utang, kamu bisa membantu mengurangi beban finansial dan menghindari penumpukan bunga dan denda keterlambatan pembayaran. Selain itu, kamu juga bisa merasa tenang karena telah memenuhi kewajiban keuangan yang harus dibayar.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

THR
freepik.com

2. Investasi Filantropi (Ziswaf)

Pada akhir bulan Ramadan atau menjelang hari raya Lebaran, ada kewajiban penting lain yang harus dipenuhi, yaitu membayar zakat fitrah. Membayar zakat fitrah sebelum takbir di hari raya Idul Fitri adalah wajib. Selain itu, kamu juga dapat menyisihkan sebagian dari uang THR kamu untuk memberikan infaq atau sedekah kepada anak yatim, piatu, orang kurang mampu, dan juga kaum dhuafa.

Hal ini penting untuk diingat karena di dalam harta kita selalu ada hak bagi orang yang tidak mampu. Berbagi itu penting karena tidak akan membuat kamu kekurangan. Jangan lupa untuk membayar zakat fitrah sebagai wujud kepedulian dan ketaatan kepada Allah serta sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap sesama.

3. Shoping Kebutuhan Lebaran

Apakah kamu pernah bertanya-tanya mengapa pemerintah mengharuskan perusahaan memberikan THR kepada karyawan? Alasannya adalah karena kebutuhan rumah tangga meningkat menjelang hari raya. Oleh karena itu, ingatlah bahwa THR seharusnya digunakan untuk kebutuhan yang berkaitan dengan hari raya, bukan untuk hal-hal yang tidak perlu.

Harga bahan makanan pokok cenderung naik menjelang lebaran, maka prioritaskan kebutuhan dapur terlebih dahulu untuk menyajikan hidangan khusus pada hari raya. Selain itu, membeli baju lebaran dan kebutuhan sekunder lainnya tidaklah wajib. Artinya, jika kamu masih memiliki baju yang bagus dan pantas digunakan pada hari raya, tidak perlu membeli yang baru. Memiliki baju baru pada hari raya hanyalah tradisi, bukan keharusan. Ingatlah untuk menggunakan dengan bijak untuk keperluan yang kamu anggap lebih penting.

4. THR untuk Investasi dan Dana Darurat

Investasi merupakan cara yang baik untuk memperoleh keuntungan jangka panjang dari dana yang dimiliki. Ada banyak jenis investasi yang bisa dipilih, seperti deposito, saham, emas, atau reksadana. Investasi emas, misalnya, merupakan pilihan yang aman dan mudah dilakukan. Anda dapat membeli emas digital melalui platform investasi seperti Pluang dengan menggunakan THR. Selain itu, Anda juga dapat berinvestasi di reksadana atau saham Amerika Serikat melalui platform Pluang.

Namun, sebelum berinvestasi, penting untuk memiliki dana darurat. Dana darurat adalah uang yang disimpan untuk menghadapi keadaan darurat, seperti kehilangan pekerjaan atau kebutuhan medis yang mendesak. Idealnya, dana darurat sebesar 3-6 bulan gaji atau pengeluaran bulanan Anda.

Jika Anda belum memiliki dana darurat, Anda dapat memanfaatkan THR untuk membangunnya. Pertama, hitung total pengeluaran bulanan Anda dan kalikan dengan jumlah bulan yang ingin Anda simpan untuk dana darurat. Setelah itu, sisihkan sebagian dari THR Anda untuk menyimpan ke dana darurat.

Saat memilih investasi, pastikan untuk memilih investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda. Selalu lakukan riset dan perhitungan sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Kesimpulannya, THR tidak hanya harus digunakan untuk konsumsi atau belanja kebutuhan ekstra selama liburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berinvestasi dan mempersiapkan dana darurat. Berinvestasi dapat membantu memperoleh keuntungan jangka panjang, sedangkan dana darurat dapat memberikan perlindungan keuangan dalam keadaan darurat. Oleh karena itu, pertimbangkan untuk memanfaatkan THR Anda untuk kepentingan jangka panjang, seperti investasi dan persiapan dana darurat.

aplikasi pluang

Investasi Dengan Aplikasi PLUANG

Pluang, sebuah platform investasi, sedang mengajak masyarakat untuk memanfaatkan uang THR mereka untuk berinvestasi. Kampanye #BukaPluangEmas mengajak masyarakat untuk berinvestasi di aset emas digital, reksadana, dan saham Amerika Serikat dengan menggunakan kode promo. Program ini berlangsung hingga 30 April 2023 dan terdiri dari 9 kode promo yang dapat digunakan dalam 3 misi yang berbeda. Jadi, jika kamu ingin berinvestasi, #BukaPluangEmas bisa jadi pilihan yang tepat.

Andreas Agung Hendrawan, Direktur Pemasaran dan Pertumbuhan Pluang, berbicara tentang kampanye #BukaPluangEmas. Dia menyadari bahwa masyarakat Indonesia cenderung lebih banyak mengeluarkan uang di momen hari raya, terutama setelah menerima THR. Andreas menyadari bahwa meskipun THR digunakan untuk kebutuhan ekstra dan berbagi dengan keluarga, THR juga bisa menjadi kesempatan emas untuk berinvestasi.

Menurut Andreas, jika masyarakat Indonesia dapat mengurangi pengeluaran konsumtif mereka dan mengalihkannya untuk tujuan investasi, maka ada lebih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan. Oleh karena itu, Pluang mengajak masyarakat untuk mencoba menyisihkan alokasi THR mereka untuk investasi melalui kampanye #BukaPluangEmas. Ini dilansir dalam siaran pers pada Rabu, 12 April 2023.

Dalam kampanye #BukaPluangEmas, pengguna akan diberikan poin setiap kali menyelesaikan satu misi. Pencetak poin tertinggi dan tercepat berhak mendapatkan hadiah utama berupa logam emas mulia seberat 50 gram untuk 2 pemenang. Selain itu, 10 pencetak poin tertinggi berikutnya akan mendapatkan logam emas mulia seberat 10 gram, dan 24 pengguna lainnya berhak mendapatkan 1 gram logam emas mulia.

Yosua Tanuwiria, VP Brand & Consumer Marketing Pluang, menegaskan bahwa kampanye #BukaPluangEmas telah menunjukkan progres yang positif. Selama dua minggu terakhir, lebih banyak pengguna yang berinvestasi dengan proyeksi kenaikan lebih dari dua digit poin persentil dibandingkan periode yang sama sebelum Ramadan.

Melalui kampanye ini, Pluang berharap masyarakat Indonesia dapat meningkatkan nilai aset mereka dengan “membelanjakan” sisa THR ke produk investasi. Hal ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti dana pendidikan, dana pensiun, atau bahkan dana darurat pada kondisi ekonomi yang sedang fluktuatif akibat inflasi.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

April 14, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
mahar saham
Keuangan Syariah

Mahar Saham, Apakah Benar Saham Syariah Bisa Dijadikan Mahar?

by Minsya September 27, 2022
written by Minsya 4 minutes read

Apa Itu Mahar Saham?

Sebaik-baiknya mahar adalah mahar yang tidak memberatkan dan sesuai dengan kemampuan pria. 

Begitulah pepatah yang sering diungkapkan jika berbicara mengenai mahar pernikahan. Mahar merupakan benda atau jasa yang diberikan oleh calon pengantin pria sebagai simbol bentuk penghormatan dan penghargaan untuk calon mempelai wanita. Selain itu, mahar juga merupakan bukti kesungguhan niat seorang pria untuk menikahinya. Bentuk dan jumlah dari mahar tersebut harus disepakati oleh kedua calon mempelai.

Biasanya, mahar identik dengan benda yang mempunyai nilai ekonomi. Sebaiknya, mahar yang diberikan merupakan benda atau jasa yang bermanfaat untuk calon mempelai wanita. Hal yang menarik pada saat ini, terdapat ragam mahar unik yang di pilih oleh calon pengantin untuk dijadikan mahar. Salah satunya adalah saham. Jika transaksi saham syariah diperbolehkan dan mahar lazim bahkan harus ada dalam sebuah pernikahan, lalu bagaimana jika menjadikan saham syariah sebagai mahar?

Saham syariah merupakan saham yang operasionalnya berdasarkan prinsip syariah. Sebelum dikatakan syariah pada suatu saham, saham tersebut sudah melalui proses seleksi dengan harus memenuhi kriteria syariah terlebih dahulu. Salah satu kriterianya adalah jenis usaha yang dijalankan oleh perusahaan penerbit saham haruslah usaha yang halal dan tidak bertentangan dengan syariah. Itu artinya, saham syariah merupakan benda yang tidak melanggar syariah dan sah untuk dijadikan mahar.

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa mahar biasanya benda yang bernilai dan juga harus bermanfaat. Dalam hal benda bernilai dan bermanfaat, dapat dikatakan bahwa saham syariah sudah memenuhi kriteria untuk dijadikan mahar. Karena, investasi di saham syariah ini merupakan bentuk penyertaan modal atas seuatu perusahaan yang bermanfaat untuk mempersiapkan kehidupan di masa depan. Mengacu pada salah satu kaidah fikih, yang berbunyi:

الاَصْلُ فِى الْمُعَامَلَةِ الْاِبَاحَةُ اِلَّا اَنْ يَدُلَّ دَلِيْلٌ عَلَى التَّحْرِيْمِهَا

“Pada dasarnya, semua bentuk muamalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkannya.”

mahar saham
RM Zaga Raditya Kusumaprabu (26) memberikan mahar 2.300 lembar saham kepada istrinya Bellawati Dityasari (26) dalam pernikahanannya yang digelar di Griya RW Jalan Danliris, VIII No 4 Tohudan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (23/8/2019).(Dokumentasi Nicetrypictures)

Baca Juga : 3 Alasan Pasar Modal Syariah Jadi Idola Generasi Milenial

Mahar Saham Syariah

Selama tidak ada dalil yang dengan tegas mengatakan keharamannya, segala bentuk transaksi yang tidak melanggar syariah boleh dilakukan. Pernyataan tersebut juga berlaku untuk mahar saham syariah. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, saham syariah merupakan saham yang tidak melanggar aturan syariah, bernilai dan juga bermanfaat. Jadi, saham syariah ini boleh dijadikan sebagai mahar.

Tapi, jangan lupa untuk memastikan bahwa mahar yang akan dipilih tidak mengandung unsur gharar, jelas harganya, bukan saham bodong, tercatat di BEI dan termasuk pada Daftar Efek Syariah. Hal-hal tersebut perlu diperhatikan demi keamanan para pihak, terlebih saham tersebut dijadikan sebagai mahar yang merupakan sesuatu yang sakral dalam sebuah pernikahan. 

Mengenai hal ini, Bursa Efek Indonesia menyampaikan dalam laman resmi Idx Channel bahwa terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan saat membeli saham syariah untuk dijadikan mahar, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Mencetak Warkat Saham

Mencetak warkat saham ini dilakukan setelah calon pengantin pria membeli saham yang digunakan sebagai mahar dengan memindahkan identitas  kepemilikan saham kepada calon pengantin wanita. Mencetak warkat saham dilengkapi dengan bukti adanya cetakan dari biro administrasi efek haruslah dilakukan. Karena dokumen tersebut menjadi bukti bahwa calon pengantin wanita adalah pemilik sah dari saham yang digunakan sebagai mahar saham tersebut.

2. Kenali Produk Yang Dipilih

Sebelum memutuskan untuk membeli saham yang akan dijadikan mahar, calon pengantin pria yang membeli saham harus mengetahui jenis bisnis yang dijalankan oleh perusahaan yang menerbitkan saham tersebut. Kenali jenis produk yang dibisniskan agar pembeli mengetahui kualitasnya dan pastikan bahwa produk yang dibisniskan pada perusahaan tersebut bukanlah produk yang melanggar aturan syariah atau produk yang diharamkan syariah.

3. Analisis Fundamental

Seperti membeli saham pada umumnya, saat membeli saham untuk dijadikan mahar pun harus dilakukan analisa fundamental terlebih dahulu. Dengan begitu, pembeli dapat mengetahui segala hal yang berkaitan dengan kinerja perusahaan tersebut. Baik dari segi produk, persaingan industri hingga keadaan ekonomi baik mikro ataupun makro. 

4. Memiliki Rekening Sekuritas

Pasangan yang berniat untuk memilih saham syariah untuk dijadikan mahar harus mempunyai rekening sekuritas. Baik calon penganti pria ataupun calon pengantin wanita. Rekening sekuritas ini harus dimiliki oleh keduanya agar mempermudah para pihak untuk melakukan transaksi dalam pengelolaan saham. 

5. Perhatikan Prospeknya

Perlu diingat bahwa mahar merupakan simbol kesungguhan dan bentuk penghargaan kepada wanita yang dicintai. Maka sebaiknya, calon pengantin pria harus memilih saham syariah dengan memperhatikan prospek saham tersebut. Agar saham yang dijadikan mahar tersebut memiliki prospek yang bagus untuk jangka waktu yang panjang, sehingga manfaat dari mahar saham tersebut dapat dinikmati di kemudian hari.

Setelah mengetahui hukum dan hal-hal yang seharusnya dilakukan dalam menjadikan saham syariah sebagai mahar, apakah anda tertarik untuk memberikan mahar saham unik ini kepada pasangan anda? Jika iya, pastikan bahwa anda tidak akan salah memilih saham untuk mahar yaa…

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

September 27, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Keuangan Syariah
Keuangan Syariah

Hal Yang Diharamkan Dalam Keuangan Syariah

by Minsya May 23, 2022
written by Minsya 4 minutes read

Keuangan Syariah

Beberapa waktu terakhir, keuangan syariah menjadi sorotan dari berbagai kalangan. Keberadaan keuangan syariah tentunya tak hanya sebagai suatu entitas bisnis atau bahkan pelengkap dalam dunia keuangan modern, namun juga diperlukan oleh banyak kalangan yang hendak menerapkan keuangan syariah atas dasar taat terhadap syariat Islam dan bagi kalangan yang hendak menggunakan sistem keuangan dengan transparansi dan screening yang cukup ketat.

Dalam screening keuangan syariah, perlu diperhatikan juga bahwa terdapat beberapa hal yang tidak diperbolehkan ada di dalam ekosistem keuangan syariah, diantaranya adalah:

1. Riba

Riba dapat dikatakan sebagai penambahan sejumlah harta yang bersifat khusus. Ibnu Rif’ah mengemukakan bahwa riba adalah nilai tambah dalam transaksi emas, perak dan seluruh jenis makanan, dan dapat pula dikatakan bahwa riba mengambil harta tertentu selain harta yang dipinjam. Disamping itu, riba juga didefinisikan oleh syafi’iyah yang merupakan akad atas iwadh (penukaran) tertentu yang tidak diketahui persamaannya dalam ukuran syara’ pada waktu akad atau dengan mengakhirkan (menunda) kedua penukaran tersebut atau salah satunya.

Menurut etimologi, riba berarti tambahan, seperti arti kata riba pada ayat “Kemudian apabila kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah.” (Al-Hajj : 5). Menurut terminologi, ulama fiqih mendefinisikannya berikut ini.

  • Ulama Hanabilah
Artinya : “pertambahan sesuatu yang dikhususkan.”
  • Ulama Hanafiyah
Artinya : “Tambahan pada harta pengganti dalam pertukaran harta dengan harta.”

Contoh riba dalam suatu transaksi adalah adanya tambahan dalam suatu hutang piutang.

2. Gharar

Definisi gharar secara bahasa adalah bahaya, dan taghrir yaitu membawa diri pada sesuatu yang membahayakan. Dalam Kontrak muamalah bisnis perdagangan syariah melarang adanya gharar dalam setiap transaksinya. Gharar ini dapat diartikan sebagai suatu ketidakjelasan atau bahaya.

Sedangkan makna secara istilah fiqih, gharar mempunyai tiga definisi.

Pertama, gharar khusus berlaku pada sesuatu yang hasilnya tidak jelas, dapat atau tidak dapat, sebagaimana ungkapan Ibnu ‘Abidin, Gharar adalah syak atau keraguan pada apakah komoditi tersebut ada atau tidak ada.

Kedua, gharar khusus pada komoditi yang tidak diketahui spesifikasinya. Berkata Ibnu Hazm, gharar pada bisnis yaitu sesuatu dimana pembeli tidak tahu apa yang dibeli, atau pedagang tidak tahu apa yang dijual.

Ketiga, gharar mengandung dua makna tersebut diatas.

Berdasarkan penjelasan pasal 2 ayat 3 peraturan Bank Indonesia No. 7/46/PBI/2005 tentang akad penghimpunan dan penyaluran dana bagi bank yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah menjelaskan bahwa gharar merupakan transaksi yang mengandung tipuan dari salah satu pihak sehingga pihak yang lain dirugikan.

Oleh karena itu sebagian ulama mendefinisikan gharar yaitu segala sesuatu yang diyakini adanya, tetapi diragukan kesempurnaannya. Contoh-contoh berikut termasuk gharar dari sisi ini: Menjual buah sebelum layak di petik, menjual janin pada induknya, menjual ikan pada tempat pemancingan atau kolam ikan dengan cara dipancing atau dijaring dll.

3. Maisir

Kata Maisir dalam bahasa Arab arti secara harfiah adalah memperoleh sesuatu dengan sangat mudah tanpa kerja keras atau mendapat keuntungan tanpa bekerja. Merupakan hal yang mengandung unsur judi, taruhan, atau permainan beresiko. Istilah lain yang digunakan dalam al-Quran adalah kata `azlam` yang berarti praktek perjudian.

Secara istilah, Maisir adalah setiap muamalah yang orang masuk kedalamnya dan dia mungkin rugi dan mungkin beruntung. Kalimat “mungkin rugi dan mungkin untung”, juga ada dalam mu’amalah jual beli, sebab orang yang berdagang mungkin untung mungkin rugi.

Ini definisi Maisir dalam istilah ulama, walaupun sebagian orang mengartikan Maisir ini ke dalam bahasa Indonesia dengan pengertian sempit, yaitu judi. Judi dalam terminologi agama diartikan sebagai “suatu transaksi yang dilakukan oleh dua pihak untuk kepemilikan suatu benda atau jasa yang menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain dengan cara mengaitkan transaksi tersebut dengan suatu tindakan atau kejadian tertentu”.

Judi pada umumnya (maisir) dan penjualan undian khususnya (azlam) dan segala bentuk taruhan, undian atau lotre yang berdasarkan pada bentuk-bentuk perjudian adalah haram di dalam Islam. Rasulullah SAW melarang segala bentuk bisnis yang mendatangkan uang yang diperoleh dari untung-untungan, spekulasi dan ramalan atau terkaan (misalnya judi) dan bukan diperoleh dari bekerja.

Keuangan Syariah

Baca Juga : Tips Mengetahui Investasi Syariah Anti Bodong

Guna terhindar dari jenis investasi yang tidak berkah, calon investor diharapkan untuk selalu teliti untuk memilih produk investasi syariah yang terpercaya, salah satunya adalah berinvestasi melalui PT Henan Putihrai Sekuritas (HP Sekuritas). HP Sekuritas merupakan perusahaan perdagangan efek terdepan dalam transaksi online trading syariah.

HP Sekuritas memiliki produk unggulan yaitu BERKAH (Berinvestasi sambil Bersedekah) dimana program ini bertujuan meningkatkan antusiasme Investor Saham Syariah untuk investasi sambil berbagi. Harapan dari investasi tidak hanya mendatangkan kebaikan bagi pemiliknya, namun manfaatnya juga dapat dirasakan oleh sesama yang membutuhkan. Jadi investor tidak saja berinvestasi di dunia tetapi juga berinvestasi untuk kebaikan di akhirat nanti.

Melalui program BERKAH ini, nasabah dapat menyedekahkan, mewakafkan dan menzakatkan saham syariah dengan instruksi langsung melalui aplikasi HPX Syariah. 20% dari net fee transaksi Nasabah juga disedekahkan ke Badan Amil Zakat Nasional. Untuk penyaluran program BERKAH, dipilih BAZNAS sebagai Lembaga Amil Zakat yang terpercaya melalui Program Zakat Community Development dan Global Wakaf sebagai Lembaga Nadzir terpercaya melalui Program Wakaf Produktif.

PT Henan Putihrai Sekuritas merupakan pelopor Investasi Berbagi di Indonesia, dan ini dibuktikan dengan anugerah sebagai Perusahaan Sekuritas Pertama Pengembang Zakat Saham pada tahun 2021 yang diberikan oleh Bursa Efek Indonesia dan OJK dalam acara Satu Dekade Pasar Modal Syariah Indonesia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

May 23, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Manfaat zakat
Investasi SyariahKeuangan Syariah

9 Keutamaan dan Manfaat Zakat di Bulan Ramadhan

by Minsya April 22, 2022
written by Minsya 5 minutes read

Manfaat Zakat

Dalam Islam, bulan Ramadhan menjadi bulan yang istimewa untuk berbuat kebaikan lebih banyak dari bulan-bulan lainnya pada tahun Hijriyah. Salah satu penyebab pada bulan ini menjadi istimewa diantaranya adalah terdapat beberapa peristiwa seperti turunnya Al-Qur’an dan Perang Badar.  Selain kedua peristiwa tersebut, menunaikan zakat termasuk menjadi amalan yang harus ditunaikan saat datang bulan Ramadhan.

Zakat sebagaimana yang sejauh ini diketahui umat Islam dapat ditunaikan dengan menggunakan hasil pertanian berupa sembako dan dengan uang tunai. Namun seiring dengan berkembangnya zaman, semakin banyak  instrumen harta yang ada maka semakin banyak juga alternatif untuk menunaikan zakat setelah mencapai nisab.

Berdasarkan sejarahnya, perintah untuk berzakat mengalami beberapa fase, yaitu :

  • Fase Pertama

Perintah zakat telah ada dari semenjak masa Rasulullah saw masih di Makkah. Hanya saja, belum ada ketentuan spesifik terkait dengan waktu dan waktu kadarnya. Penjelasan ini bisa dilihat pada tafsir Ibnu Katsir pada ayat 20 surah Al-Muzzammil

  • Fase Kedua

Zakat fitrah atau Shadaqathul fitrah (zakat memberi makan) diperintahkan pada tahun kedua Hijriah setelah perintah puasa. Hal ini berdasarkan pada hadits, “Rasulullah saw memerintahkan kepada kami untuk mengeluarkan shadaqatul fithr (zakat fitrah) sebelum perintah zakat (zakat harta). “ (HR Nasa’i)

  • Fase Ketiga

Perintah zakat harta sebagai penambah zakat fitrah yang telah diperintahkan sebelumnya. Sebagian ulama berpendapat bahwa perintah ini juga pada tahun kedua. Ibnu Katsir menjelaskan hal ini pada tafsir surah Al-An’am ayat 141: (Dan berikanlah haknya pada hari ketika panennya). Kata , haknya (haqqahu), sebagian besar ulama tafsir adalah zakat wajib. Demikian pula, hal ini bisa dilihat pada tafsir Al-Qurthubi tentang ayat 141 dari surah Al-An’am.

Adanya zakat menjadi salah satu instrumen ekonomi syariah yang sangat bermanfaat dari sisi keagamaan dan sisi sosial. Terdapat beberapa manfaat yang dapat dirasakan oleh semua pihak apabila umat Islam menunaikan zakat, diantaranya adalah :

1. Menghapus Dosa

Berbuat kebaikan (dalam hal ini berzakat) dapat menambah pahala dan mengurangi dosa, atau bahkan menghapusnya. Rasulullah SAW bersabda, “Amal memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi dan An-Nasa’i).

2. Tanda keimanan dan ketaatan terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya

Manusia membutuhkan dan mencintai hartanya sebagai sesuatu yang bisa dimiliki. Dengan membayar zakat, berarti sudah menunjukkan keimanan kepada Allah SWT. Sebab, dengan berzakat kita tidak mengharapkan imbalan duniawi melainkan hanya ketenangan hati dan pahala dari Allah SWT.

Manfaat zakat

Baca Juga : Pihak-Pihak Yang Terlibat di Pasar Modal Syariah

3. Membersihkan dan menenangkan hati dan diri

Dengan berzakat, muslim telah masuk ke dalam kelompok orang dermawan dan memisahkan diri dari kelompok orang-orang kikir. Berzakat melatih umat Muslim untuk ikhlas. Jika dilakukan dengan ikhlas dan tanpa paksaan, zakat bermanfaat melatih kita menjadi pribadi yang ikhlas dan tulus melakukan kebajikan bagi orang lain.

4. Mencapai keimanan yang sempurna

Berzakat kepada mereka yang membutuhkan merupakan salah satu pilar agama Islam. Setiap muslim pasti berusaha melaksanakan amalan ini dengan tujuan melengkapi kewajiban yang diperintahkan syariat Islam.

5. Terbiasa untuk menolong sesama

Manfaat berzakat selanjutnya adalah menjadikan umat Islam sebagai satu keluarga besar, yang saling membantu satu sama lain. Empati saat berzakat menimbulkan perasaan bahwa kita memiliki saudara sesama yang harus diperlakukan dengan baik, sebagaimana kebaikan yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Allah SWT berfirman (Al-Qur’an 28: 77): “Dan berbuat baiklah (kepada orang lain), sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.”

6. Merendahkan hati

Zakat merupakan kewajiban yang harus dilakukan, tetapi bukan secara terang-terangan. Sesungguhnya Allah SWT tidak menyukai hambanya yang berhati tinggi. Seperti apa yang difirmankan oleh Rasulullah SAW: “Amal yang diberikan secara rahasia dapat memadamkan kemurkaan Allah SWT.” (Dalam HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

7. Membersihkan harta

Salah satu manfaat dari melakukan zakat yaitu membersihkan harta, maksudnya adalah membersihkan harta yang dimiliki dengan cara memberikannya kepada yang berhak. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketepatan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS At-Taubah ayat 60).

8. Memperluas peredaran harta

Jika seorang muslim ingin hartanya bertambah, buatlah harta itu menjadi berkah terlebih dahulu dengan mendapatkannya melalui cara yang halal, lalu membelanjakannya di jalan Allah dengan berzakat. Allah SWT berfirman, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Qs. Al-Baqarah : 261).

9. Meningkatkan rezeki

Zakat yang kita berikan juga bermanfaat untuk meningkatkan dan menyucikan kekayaan. Sebab, orang kikir hidupnya akan dirundung kesulitan yang justru akan merugikan diri sendiri. Jika seseorang mengamalkan kekayaannya, dia akan terlindung dari penyakit dan Allah SWT akan meningkatkan kualitas hidupnya. Seperti yang disebutkan dalam Hadits: “Kekayaan tidak akan berkurang karena amal.”

Saat ini, saham sudah dapat menjadi alternatif pembayaran zakat. Sudah banyak informasi mengenai zakat saham yang dapat kita ketahui bersama. Salah satu platform yang menyediakan sarana zakat saham adalah PT Henan Putihrai Sekuritas (HP Sekuritas). HP Sekuritas adalah perusahaan perdagangan efek terdepan dalam transaksi online trading syariah. Dalam HPX Syariah tersedia berbagai fitur sedekah, zakat dan wakaf saham yang tersedia dalam satu aplikasi.

HP Sekuritas memiliki produk unggulan yaitu BERKAH (Berinvestasi sambil Bersedekah) dimana program ini bertujuan meningkatkan antusiasme Investor Saham Syariah untuk investasi sambil berbagi. Harapan dari investasi tidak hanya mendatangkan kebaikan bagi pemiliknya, namun manfaatnya juga dapat dirasakan oleh sesama yang membutuhkan. Jadi para investor tidak saja berinvestasi di dunia tetapi juga berinvestasi untuk kebaikan mereka di akhirat nanti.

Melalui program BERKAH ini, nasabah dapat menyedekahkan, mewakafkan dan menzakatkan saham syariah, dengan instruksi langsung melalui Aplikasi HPX Syariah. 20% dari net fee transaksi Nasabah juga disedekahkan ke Badan Amil Zakat Nasional. Untuk penyaluran program BERKAH, dipilih BAZNAS sebagai Lembaga Amil Zakat yang terpercaya melalui Program Zakat Community Development dan Global Wakaf sebagai Lembaga Nadzir terpercaya melalui Program Wakaf Produktif.

PT Henan Putihrai Sekuritas merupakan pelopor Investasi Berbagi di Indonesia, dan ini dibuktikan dengan anugerah sebagai Perusahaan Sekuritas Pertama Pengembang Zakat Saham pada tahun 2021 yang diberikan oleh Bursa Efek Indonesia dan OJK dalam acara Satu Dekade Pasar Modal Syariah Indonesia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

April 22, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Wakaf Saham
Keuangan Syariah

Wakaf Saham Sebagai Alternatif Wakaf Produktif

by Minsya November 5, 2021
written by Minsya 2 minutes read

Wakaf Saham

Wakaf Saham? Kamu pernah dengar?

Wakaf, sesuatu yang tidak asing kita dengar, terutama bagi kaum muslimin.

Anjuran berwakaf menjadi hal yang istimewa karena dijelaskan dalam sebuah hadits Rasulullah SAW,
“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputus lah amal perbuatannya, kecuali tiga hal; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang selalu mendoakannya.” (HR. Muslim, Abu Daud, dan Nasai)

Berdasarkan hadist tersebut, banyak aksi dan keteladanan wakaf yang kemudian dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat. Salah satu yang terkenal adalah wakaf yang dilakukan oleh Umar bin Khattab pada tahun ke 7 Hijriyah.

Hadist Ibnu Umar

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar, ia berkata “Bahwa sahabat Umar ra, memperoleh sebidang tanah di Khaibar, kemudian Umar ra, menghadap Rasulullah SAW untuk meminta petunjuk, umar berkata: “Hai Rasulullah SAW, saya mendapat sebidang tanah di Khaibar, saya belum mendapat harta sebaik itu, maka apakah yang engkau perintahkan kepadaku?” Rasulullah SAW bersabda: “Bila engkau suka, kau tahan (pokoknya) tanah itu, dan engkau sedekahkan (hasilnya), tidak dijual, tidak dihibahkan, dan tidak diwariskan. Ibnu Umar berkata: “Umar menyedekahkannya (hasil pengelolaan tanah) kepada orang-orang fakir, kaum kerabat, hamba sahaya, sabilillah Ibnu sabil, dan tamu, dan tidak dilarang bagi yang mengelola (nazhir) wakaf makan dari hasilnya dengan cara yang baik (sepantasnya) atau memberi makan orang lain dengan tidak bermaksud menumpuk harta.”

Baca Juga : Begini Cara Mudah Menghitung Zakat Saham di Indonesia

Wakaf Saham

Yang membedakan wakaf dengan sedekah lainnya adalah pada nilainya yang tidak boleh berkurang dan tidak boleh juga diwariskan. Harta yang sudah diserahkan untuk wakaf akan dikelola oleh nadzir wakaf. Tujuannya, nadzir wakaf akan menjaga, merawat, bahkan mengembangkan harta wakaf tersebut agar menjadi berkembang serta manfaatnya lebih banyak lagi.

Dalam prakteknya kini, harta atau benda yang bisa diwakafkan tidak hanya sebatas tanah seperti halnya yang dilakukan oleh sahabat umar bin khattab ra.

Undang-Undang Wakaf

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf (“UU Wakaf”). Benda wakaf dapat berupa : benda tidak bergerak, benda bergerak selain uang dan benda bergerak berupa uang.

Saham dalam hal ini masuk kategori benda bergerak selain uang. Oleh karenanya Saham dapat menjadi sesuatu yang bisa diwakafkan oleh wakif (orang yang berwakaf).

Wakaf saham itu dibolehkan dalam Islam dengan syarat saham yang diwakafkan itu saham syariah (yang memiliki underlying asset yang halal) sesuai peraturan perundang-undangan, dilakukan istibdal, dan saham yang diwakafkan itu jelas objek dan nilainya. Kesimpulan hukum ini berdasarkan telaah terhadap keputusan Standar Syariah Internasional AAOIFI tentang wakaf saham, regulasi, dan peraturan perundang-undangan tentang wakaf, Fatwa Dewan Syariah nasional MUI tentang saham.

Herri Setiawan, Founder Wakaf Warrior dan Pegiat Komunitas, Socialpreneur; Pengusaha bidang properti; Penulis buku Strategi Fundraising Melalui Membership

November 5, 2021 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Keuangan Syariah

Masyarakat Ekonomi Syariah Luncurkan Logo Baru Di Hari Santri Nasional 2021

by Minsya October 22, 2021
written by Minsya 2 minutes read

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES)

Perkumpulan Masyarakat Ekonomi Syariah atau dikenal Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) merupakan organisasi nirlaba yang bertujuan mengembangkan dan membumikan sistem ekonomi syariah sebagai sistem ekonomi yang berkeadilan dan berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Sifat MES adalah menjadi wadah yang diakui sebagai acuan dan diikuti sebagai teladan bagi usaha percepatan pengembangan dan penerapan sistem ekonomi dan etika bisnis syariah di Indonesia, mandiri, bukan organisasi pemerintah (non-government organization), serta bukan organisasi politik dan bukan merupakan bagian darinya.

MES didirikan pada 1 Muharram 1422 H, bertepatan 26 Maret 2001, dan dideklarasikan pada 2 Muharram 1422 H di Jakarta. Hingga kini, MES menjadi wadah yang inklusif menghimpun seluruh sumber daya yang ada dan membangun sinergi antarpemangku kepentingan dalam rangka membangun dan mengembangkan ekonomi syariah. (dikutip dari situs resmi Masyarakat Ekonomi Syariah)

Logo Baru di Hari Santri Nasional

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) meluncurkan logo baru di Jakarta, Jumat, yang bertepatan dengan Hari Santri Nasional 2021.

Masyarakat Ekonomi Syariah

“Kami harapkan logo baru ini bisa menjadi pemantik semangat MES untuk terus berkontribusi bagi inklusi serta edukasi ekonomi dan keuangan syariah, sehingga dapat memperkuat perekonomian nasional,” ujar Wakil Presiden sekaligus Ketua Dewan Pembina Pengurus Pusat MES Ma’ruf Amin dalam peluncuran logo MES dan peringatan Hari Santri Nasional 2021.

Sebagai mitra pemerintah dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah, Ma’ruf menegaskan bahwa MES berkomitmen untuk terus berperan dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dan produk halal dunia.

Dengan demikian, komitmen tersebut diteguhkan dan dikokohkan melalui peluncuran logo baru MES setelah 20 tahun organisasi tersebut didirikan pada 1 Muharam 1422 Hijriah atau 26 Maret 2001.

Baca Juga : Yuk, Dagang Saham Syariah!

Wapres menilai peran MES sangat krusial dan penting dalam upaya edukasi dan inklusi ekonomi dan keuangan syariah, serta memberikan kesempatan bagi para santri untuk berkembang dan memperluas kontribusinya dalam ekonomi syariah di penjuru Nusantara.

“Untuk itu sinergi kolaborasi dan kemitraan antara pelaku usaha besar, pelaku usaha mikro dan kecil, serta pelaku usaha ultra mikro harus diperkuat dengan mengembangkan rantai nilai halal agar tujuan pemerataan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud,” tuturnya.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa MES juga berkomitmen untuk aktif melahirkan dan mengembangkan pengusaha-pengusaha syariah melalui pengembangan pusat-pusat inkubasi serta pusat-pusat bisnis syariah di berbagai daerah.

Melalui kolaborasi MES, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), pemerintah daerah, dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN), potensi ekonomi dan keuangan syariah yang sangat menjanjikan bisa dioptimalkan demi kesejahteraan umat.

“Perkembangan serta kemajuan ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air yang terus bertumbuh secara signifikan, bahkan saat pandemi COVID-19 membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Ma’ruf.

October 22, 2021 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Keuangan Syariah

Kenal Risiko Kanal Rezeki

by Minsya May 9, 2021
written by Minsya 2 minutes read

Seperti diketahui, investasi sebagaimana didefinisikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diartikan sebagai penanaman modal, biasanya dalam jangka panjang untuk pengadaan aktiva lengkap atau pembelian saham-saham dan surat berharga lain untuk memperoleh keuntungan.

Dalam berinvestasi, setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu goal (tujuan), time (waktu), dan instrument (produk investasi). Tujuan keuangan adalah hal yang perlu diperhatikan pertama kali dalam berinvestasi. Misalnya, seorang mahasiswa memiliki tujuan keuangan berupa biaya pernikahan. Setelah menentukan tujuan, hal kedua yang harus dicatat adalah jangka waktu target tercapainya tujuan tersebut. Misalnya dalam contoh mahasiswa di atas, ia ingin menikah lima tahun lagi. Terakhir, setelah menentukan tujuan dan jangka waktu, investor memilih instrumen apa yang cocok dan relevan.

Instrumen investasi syariah ini sekarang sangat variatif.  Namun, sebelum menentukan pilihan instrumen investasi syariah yang relevan, hal terpenting yang harus dilakukan adalah mengenali profil risiko. Dikutip dari buku “Saham Syariah Kelas Pemula” karya Mang AMSI, secara umum profil risiko ini terbagi menjadi tiga.

Pertama, Konservatif.

Tipe ini paling menghindari risiko di antara yang lain. Investor konservatif sangat terfokus pada asset security (keamanan asset). Investor tipe ini mengharapkan modal investasinya tidak turun dengan imbal hasilnya rendah, misalnya: emas, deposito syariah, dan reksadana pasar uang syariah.

Kedua, Moderat.

Tipe ini merelakan laju pertumbuhan investasinya menurun dalam satu waktu, namun tetap berharap akan bertambah lagi dalam waktu yang tidak terlalu lama. Instrumen investasi yang sesuai dengan tipikal ini adalah sukuk, reksadana pendapatan tetap syariah dan reksadana campuran syariah.

Ketiga, Agresif.

Tipe ini paling berani dalam merelakan penurunan aset investasinya, karena memiliki harapan serta optimisme akan mendapatkan pertumbuhan yang lebih tinggi. Instrumen yang sesuai dengan tipikal ini adalah reksadana saham syariah dan saham syariah.

Dengan memahami profil risiko, kita akan lebih mudah memilih kanal rezeki dari instrumen investasi yang relevan.

 

*Artikel ini telah terbit di Radar Cianjur 30 April 2021 ditulis oleh Asep M. Saepul Islam (Founder Syariah Saham & Sekretaris Umum MES Kabupaten Cianjur)

Baca juga : Jihad Literasi Investasi Syariah

May 9, 2021 1 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Keuangan Syariah

Jihad Literasi Investasi Syariah di Indonesia

by Minsya May 8, 2021
written by Minsya 2 minutes read

Selain momen untuk melatih kesabaran, bulan Ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an juga bisa dijadikan momen bagi umat Islam untuk meningkatkan literasi. Literasi ini dapat meliputi berbagai bidang kajian, salah satunya adalah investasi dalam keuangan dan pasar modal syariah. 

Otoritas Jasa Keuangan (2013) menyebutkan bahwa seseorang dapat dikatakan sebagai well literate dalam hal keuangan jika ia memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga, produk dan layanan jasa keuangan, serta keterampilan dalam mengetahui fitur, manfaat, risiko, hak dan kewajiban produk, serta layanan jasa keuangan tersebut.

Literasi Investasi Syariah

Dari survey Otoritas Jasa Keuangan (2019), tingkat literasi pasar modal masyarakat di Indonesia masih berada di bawah 5%. Jika dikaji lebih mendalam tentang literasi dan inklusi pasar modal syariah, maka angkanya sangat mengkhawatirkan. Dari hasil Survei Nasional Literasi Keuangan tahun 2016, tingkat literasi masyarakat terhadap pasar modal syariah berada di kisaran 0,02%. Angka ini masih jauh di bawah tingkat literasi perbankan syariah yang mencapai 8,1% atau asuransi syariah di sekitar 2,5%.

Meski demikian, secara kuantitatif, jumlah investor saham syariah terus mengalami pertumbuhan yang signifikan sejak tahun 2015. Dalam enam tahun terakhir, jumlah investor saham syariah menorehkan pertumbuhan 1.813%, dari 4.908 orang pada tahun 2015 menjadi 93.870 orang pada akhir Maret 2021.

Baca juga : Mengenal Asuransi Syariah di Indonesia

Literasi Investasi Syariah
freepik.com

Ini merupakan capaian yang fantastis bagi perkembangan pasar modal syariah Indonesia, meskipun secara jumlah masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan total penduduk. Untuk Cianjur sendiri, data Bursa Efek Indonesia Jawa Barat menunjukkan jumlah investor saham sebanyak 5.457 orang atau sekitar 1,51% dari total investor Jawa Barat.

Kondisi ini memotivasi kita untuk lebih mensyiarkan ekonomi syariah di tatar Sugih Mukti tur Islami. Dengan potensi Cianjur sebagai basis kaum santri, sudah selayaknya jika jihad literasi ekonomi syariah khususnya dalam bidang pasar modal menjadi tugas dan misi kita bersama, demi terciptanya masyarakat yang sejahtera duniawi, bahagia ukhrawi.

*Artikel ini telah terbit di Radar Cianjur 23 April 2021 ditulis oleh Asep M. Saepul Islam (Founder Syariah Saham & Sekretaris Umum MES Kabupaten Cianjur)

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

May 8, 2021 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Keuangan Syariah

Inspirasi Investasi Dari Ayat Suci

by Minsya May 7, 2021
written by Minsya 2 minutes read

Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Alquran dengan ayat pertama diawali dengan kata iqra’ tanpa adanya maf’ul bih. Ini menandakan bahwa membaca itu harus komprehensif.  Tak terkecuali Alquran secara eksplisit maupun implisit menjelaskan perihal ekonomi dan juga tentang investasi.

Secara etimologis, Antonio (2007) sebagaimana dikutip Pardiansyah (2017), menyebutkan bahwa investasi berasal dari bahasa Inggris investment yang berarti menanam, atau istathmara dari bahasa Arab, yang berarti menjadikan berbuah, berkembang dan bertambah jumlahnya. Investasi menurut Islam adalah penanaman dana atau penyertaan modal untuk suatu bidang usaha tertentu yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah, baik objeknya maupun prosesnya.  

Terkait dengan investasi, ada beberapa ayat yang biasa dijadikan rujukan. Setidaknya ada tiga ayat populer yang sering dijadikan landasan berinvestasi dalam perspektif Islam. Ketiga ayat dimaksud adalah QS. Al-Baqarah (2) ayat 282, QS. An-Nisaa (4) ayat 9, dan QS. Yusuf (12) ayat 46-49.

QS. 2:282 merupakan ayat terpanjang dalam Alquran. Ini membuktikan bahwa harta pada dasarnya tidak dibenci Allah. Ayat ini juga menyiratkan bahwa Islam melindungi perekonomian umat dengan mekanisme akad transaksi yang dilakukan secara jujur dan amanah.

Sementara itu, pada QS. 4:9 dinyatakan bahwa kita harus khawatir meninggalkan generasi yang lemah, utamanya lemah secara finansial. Karena itulah, siapa pun harus berikhtiar untuk menyiapkan generasi yang melek finansial. Ini dapat ditempuh dengan cara menanamkan mindset investasi sejak dini.

Terakhir, dari QS. 12: 46-49, kita bisa mengambil hikmah tentang pentingnya mengantisipasi masa krisis ketika masih masa laris. Ini tersirat dari takwil Nabi Yusuf a.s. aats mimpi raja perihal tujuh sapi gemuk dimakan tujuh sapi kurus dan tujuh tangkai hijau disertai tujuh tangkai kering. Solusi dari Nabi Yusuf a.s. saat itu adalah lumbung untuk menampung hasil panen sebagai persiapan masa paceklik. Kisah ini mengisyaratkan pentingnya berinvestasi dalam menata kehidupan di masa depan.

*Artikel ini telah terbit di Radar Cianjur 16 April 2021 ditulis oleh Asep M. Saepul Islam (Founder Syariah Saham & Sekretaris Umum MES Kabupaten Cianjur)

Baca juga : Apa Itu Saham Syariah

May 7, 2021 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG