Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - emiten syariah - Page 17
Tag:

emiten syariah

saham syariah
Emiten Syariah

Daftar Saham Syariah Terbaik di Awal Tahun 2023

by Minsya February 16, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Bagi investor yang memiliki keraguan terhadap kehalalan aset yang akan dibeli, saham syariah merupakan pilihan yang tepat. Prinsip emiten yang diterapkan dalam saham syariah adalah adanya aktivitas musyarakah atau syirkah, di mana investor menyertakan modal dan berhak atas keuntungan dari investasi tersebut.

Namun, sebelum berinvestasi dalam saham syariah, sebaiknya melakukan riset dan analisis yang mendalam mengenai perusahaan-perusahaan yang akan diinvestasikan. Meskipun saham syariah dianggap sebagai investasi yang aman dan sesuai dengan prinsip syariah, investor harus tetap waspada terhadap risiko yang terkait dengan investasi saham, seperti risiko pasar dan risiko perusahaan.

Kriteria Saham Syariah

Tidak semua perusahaan dapat masuk ke dalam kategori saham syariah. Ada dua aturan penting yang harus dipenuhi. Pertama, saham harus memenuhi kriteria seleksi yang ditentukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui regulasi No. 35/POJK.04/2017 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah. Kedua, saham harus dicatatkan oleh emiten sebagai saham syariah sesuai dengan ketentuan OJK nomor 17/POJK.04/2015.

Saham syariah harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu yang telah ditetapkan oleh OJK. Beberapa kriteria tersebut meliputi perusahaan yang tidak melakukan bisnis perjudian, perdagangan tanpa pengiriman barang atau jasa, layanan keuangan yang bersifat ribawi seperti bank, lembaga pembiayaan konvensional, dan asuransi konvensional, serta beberapa kriteria lainnya.

Dengan memenuhi kriteria-kriteria tersebut, saham syariah dapat dianggap sebagai investasi yang halal dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Hal ini karena saham syariah telah disaring secara ketat dan hanya memasukkan perusahaan yang menjalankan bisnis yang halal dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

saham syariah
freepik.com

Saham Syariah Terbaik di Awal 2023

1. Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

Bank Syariah Indonesia (BRIS) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 42,2% menjadi Rp 4,3 triliun pada tahun 2022. Kenaikan laba ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan bunga sebesar 22,3% dan kenaikan pendapatan jasa keuangan lainnya sebesar 61,1%. 

Total aset BRIS juga mengalami pertumbuhan sebesar 20,8% menjadi Rp 114,4 triliun pada akhir tahun 2022. Bank ini terus mengalami pertumbuhan yang positif di tengah persaingan ketat dalam industri perbankan. Dengan performa keuangan yang baik, BRIS berharap dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan mengoptimalkan kinerja keuangan di masa yang akan datang. Per tanggal 14 Februari 2023 performance kenaikan saham BRIS mencapai 7,75%.

2. Semen Indonesia (PERSERO) Tbk (SMGR)

Kinerja keuangan saham syariah sektor semen diproyeksikan akan pulih di tahun 2023. Salah satu pilihan teratas adalah saham Semen Indonesia (SMGR). Pada 2022, harga saham SMGR turun 12,06% dengan kinerja operasional terdampak pandemi. Namun, pada kuartal ketiga 2022, SMGR mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 89,8% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Selain itu, proyeksi harga jual semen yang lebih tinggi diperkirakan akan mendukung peningkatan kinerja keuangan SMGR di tahun 2023. Sebagai produsen semen terbesar di Indonesia, SMGR memegang posisi yang kuat dalam industri konstruksi dan diharapkan akan menjadi pemain utama dalam proyek-proyek infrastruktur yang sedang berlangsung di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kinerja saham SMGR di masa depan. Per tanggal 14 Februari 2023 performance kenaikan saham SMGR mencapai 16,35%.

3. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)

Saham syariah selanjutnya, Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat penjualan 13,5 juta ton semen hingga Oktober 2022. Jumlah ini naik 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 12,7 juta ton. Dalam laporan keuangannya, perseroan mengungkapkan bahwa penjualan domestik mencapai 11,3 juta ton atau naik 3% YoY, sementara penjualan ekspor sebesar 2,2 juta ton atau naik 22% YoY.

 INTP mengatakan bahwa peningkatan penjualan sejalan dengan pemulihan ekonomi dan konstruksi di Indonesia. Di sisi lain, INTP terus meningkatkan kapasitas produksi semen dan berencana untuk membuka pabrik baru di Lampung pada 2023, yang dapat meningkatkan produksinya menjadi 40 juta ton per tahun. Per tanggal 14 Februari 2023 performance kenaikan saham INTP mencapai 15,15%.

4. Aneka Tambang Tbk (ANTM)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) merilis laporan kinerja operasional perusahaan selama 2022. Dalam laporan tersebut, ANTM mencatatkan kinerja operasional yang baik sepanjang tahun 2022 dengan capaian produksi beberapa komoditas unggulannya. ANTM mencatatkan kenaikan produksi nikel sebesar 13,3% menjadi 63.101 ton, sementara produksi emas naik sebesar 18,9% menjadi 885 kg.

Sedangkan produksi bauksit mengalami penurunan sebesar 4,4% menjadi 4,9 juta ton. Selain itu, ANTM juga mengalami kenaikan pendapatan yang signifikan di sektor penjualan nikel dan emas. Hal ini didukung oleh harga nikel yang meningkat seiring dengan peningkatan permintaan global.

Meski harga bauksit mengalami penurunan, namun pendapatan dari penjualan bauksit berhasil tumbuh sebesar 7,2% pada 2022. Dalam laporan tersebut, ANTM juga menyoroti proyek tambang baru yang akan segera diluncurkan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk tambang tembaga dan emas. Per tanggal 14 Februari 2023 performance kenaikan saham ANTM mencapai 12,85%.

5. Barito Pasific Tbk (BRPT)

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengumumkan penurunan laba bersih dalam laporan keuangan kuartal III-2022. Laba bersih turun 40,19% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 613 miliar. Hal ini disebabkan oleh penurunan pendapatan dari divisi forestry dan agribisnis yang mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Meskipun mengalami penurunan laba, saham syariah ini tetap berfokus pada strategi pertumbuhan jangka panjang dengan melakukan investasi di sektor infrastruktur dan meningkatkan kapasitas produksi pabrik pupuk. Perusahaan juga berencana untuk mengevaluasi portofolio bisnis yang dimilikinya untuk mengoptimalkan kinerja keuangan.

Dengan strategi ini, perusahaan berharap dapat meningkatkan performa keuangan pada kuartal-kuartal berikutnya. Per tanggal 14 Februari 2023 performance kenaikan saham BRPT mencapai 11,92%.

6. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)

Berdasarkan laporan keuangan tahunan, pendapatan dan laba bersih SIDO turun di akhir tahun 2022. Laba bersih perusahaan turun 12,69% menjadi Rp1,10 triliun dibandingkan dengan laba bersih pada 2021. Penjualan perusahaan mencapai Rp3,86 triliun, turun 3,98% dibandingkan dengan penjualan SIDO pada 2021.

SIDO memperoleh penjualan dari tiga segmen bisnis dan segmen jamu herbal dan suplemen menjadi segmen dengan penjualan terbesar senilai Rp2,63 triliun atau 68,13% dari total pendapatan SIDO. Penjualan di segmen ini turun sebesar 2,23% secara tahunan. Per tanggal 14 Februari 2023 performance kenaikan saham SIDO mencapai 9,93%.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

February 16, 2023 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
petrosea
Berita Saham Syariah

Laba Bersih Petrosea Melonjak 114,49% Menjadi US$ 30,78 Juta!

by Minsya February 1, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Laba Bersih Petrosea Melonjak

31 Januari 2023 – PT Petrosea Tbk (PTRO) sukses mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 30,78 juta pada akhir September 2022 yang melonjak 114,49% dibandingkan dengan US$ 14,35 juta pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sementara itu, total pendapatan Perusahaan mencapai US$ 329,66 juta yang didukung oleh peningkatan kegiatan operasional di lini bisnis Rekayasa, Pengadaan & Konstruksi (EPC) dan Jasa Pertambangan.

“Pencapaian tersebut merupakan wujud nyata dari optimisme Perusahaan dalam mendiversifikasi kegiatan usahanya ke sektor mineral lain dan infrastruktur melalui kapabilitas jasa pertambangan dan EPC, serta pengelolaan kegiatan operasional yang lebih cost effective demi mencatat profit margin yang lebih tinggi,” ujar Sekretaris Perusahaan Petrosea, Anto Broto.

Sampai dengan akhir tahun 2022, Petrosea berhasil mengantongi total nilai kontrak kurang lebih sebesar US$ 1,6 miliar sebagai hasil dari ekspansi bisnis dan strategi diversifikasi untuk memastikan keberlanjutan usahanya. Kedepannya, Petrosea akan terus menjalankan diversifikasi usaha secara berkelanjutan, serta melakukan repositioning menjadi mine owner demi memberikan added value bagi seluruh pemangku kepentingan.

Dalam menjalankan usahanya, Petrosea berkomitmen penuh untuk memprioritaskan pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), aspek Environmental, Social & Governance (ESG), serta prinsip keberlanjutan dengan memanfaatkan teknologi digital terkini melalui Minerva Digital Platform yang terbukti telah meningkatkan produktivitas dan efisiensi kegiatan operasional Perusahaan.

Petrosea didukung penuh oleh Haji Romo Nitiyudo Wachjo yang merupakan pemilik dari mayoritas saham salah satu tambang emas terbesar di Indonesia, PT Nusa Halmahera Minerals dan PT Caraka Reksa Optima yang merupakan pemegang saham utama PT Petrosea Tbk.

Baca Juga : Begini Cara Cek Profil Emiten di Bursa Efek Indonesia

petrosea

INDY Jual Seluruh Saham di Petrosea

PT Indika Energy Tbk (INDY) berencana menjual seluruh sahamnya di anak usahanya PT Petrosea Tbk (PTRO) kepada PT Caraka Reksa Optima. Dari transaksi ini, Indika akan memperoleh dana segar mencapai Rp 2,1 triliun. 

Indika dan Caraka Reksa Optima sudah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat. Hal ini disampaikan melalui keterbukaan informasi yang dipublikasikan di website BEI.

Dalam pengumuman tersebut disebutkan penjualan seluruh saham milik INDY di PTRO ini kepada CARA pada tanggal 18 Februari 2022 di mana tanggal efektif 25 Februari 2022 (PPJB) PTRO tak akan lagi menjadi anak usaha perusahaan.

Berdasarkan PPJB tersebut INDY bermaksud untuk menjual 704.014.200 lembar saham yang mewakili 69,80% kepemilikan saham di PTRO.

Valuasi yang disepakati untuk seluruh saham di PTRO adalah setara dengan jumlah rupiah dari US$ 210 juta atau apabila menggunakan kurs saat ini yakni Rp 14.350/unit maka valuasi PTRO berada di angka Rp 3,01 triliun. Dengan penjualan ini maka INDY akan memperoleh dana segar mencapai Rp 2,1 triliun.

Investor yang lebih menyukai dividen menunjukkan bahwa mereka lebih menyukai pengembalian jangka panjang, tetapi mengapa karena setiap pembayaran dividen hanya dilakukan setahun sekali. Oleh karena itu, jika investor ingin menerima lebih banyak dividen, maka mereka harus berinvestasi lebih banyak ketika memasuki masa awal tahun.

Caraka Reksa Optima itu Siapa?

Lalu siapa sebenarnya pemilik investor penting yang mendanai konsorsium Caraka Reksa Optima?

Caraka Reksa Optima adalah konsorsium yang dipimpin oleh Anggara Suryawan. Konsorsium ini terdiri dari beberapa investor yang disponsori oleh Haji Romo Nitiyudo Wachjo. Haji Romo Nitiyudo adalah pemilik Indotan Halmahera Bangkit dan NHM Gosowong Gold Mine.

Indotan Group adalah korporasi dalam berbagai lini bisnis di beberapa lokasi di Indonesia. Melalui anak usahanya PT Indotan Halmahera Bangkit, Indotan mengambil alih kepemilikan mayoritas PT Nusa Halmahera Minerals yang mengoperasikan Tambang Emas Gosowong, dari pemilik sebelumnya Newcrest Mining Ltd. pada awal tahun 2020.

Setelah seperempat abad beroperasi, bersama manajemen baru di bawah Indotan, PTNHM semakin menekankan komitmennya terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, produktivitas tinggi, serta berkontribusi aktif terhadap kesejahteraan sosial dan kesehatan warga masyarakat terutama mereka yang berada di sekitar kegiatan operasional PTNHM berada.

Sebelumnya INDY sudah terlebih dahulu menjual anak usahanya PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) kepada PT Galley Adhika Arnawama di mana perseroan berhasil meraup Rp 589 miliar. Penjualan MBSS ini disebutkan dilakukan demi upaya INDY beralih ke sektor energi hijau. (Sumber : CNBC)

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

February 1, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Emiten Syariah

SCMA: Apakah Akan Diuntungkan Karena World Cup Qatar 2022?

by Minsya November 24, 2022
written by Minsya 4 minutes read

SCMA dan Piala Dunia Qatar 2022 sedang menjadi sorotan dunia. Dari mulai kontroversi sebelum piala dunia di mulai hingga sensasi gelaran yang mewah nan glamor ala sultan minyak Arab. Seluruh mata sedang tertuju kesana, terutama bagi insan pencinta sepakbola dalam negeri. Momen satu kali setiap 4 tahun ini tentunya menjadi momen yang sangat menguntungkan untuk beberapa pihak. Siapa lagi kalo bukan pihak yang mendapatkan hak lisensi penyiaran pertandingan Piala Dunia di Indonesia.

Hanya ada satu pihak (company) saja yang mendapatkan hak ini di Indonesia, yaitu PT Surya Citra Media Tbk. (kode saham: SCMA). SCMA selaku raksasa pertelevisian Indonesia memang seringkali mendapatkan hak siar ajang sepakbola begengsi seperti Premier League (Liga Inggris). Sehingga, karena hanya ada satu perusahaan yang memiliki lisensi ini, maka akan membuat SCMA diuntungkan di momen kali ini. Viewers channel SCMA akan meningkat dan rate iklan akan meningkat juga.

Lalu bagaimana prospek dan kinerja bisnis SCMA? Dan bagaiman kinerja keuangannya saat ini? Let’s go kita bahas sama-sama.

SCMA Mulai Fokus Ke Media Digital

Sebelum kita bahas mengenai kinerja keuangan, kita perlu tahu dulu apa bisnis yang dijalani oleh SCMA. SCMA pada dasarnya merupakan perusahaan media. SCMA memiliki dua bisnis media televisi, yaitu SCTV (Surya Citra Televisi) dan Indosiar. Dua televisi inilah yang menjadi core bisnis dari SCMA.

Namun, SCMA ternyata tidak hanya mengandalkan media televisi saja tapi juga memiliki media digital untuk menghadapi perkembangan zaman dan permintaan dari konsumen. SCMA memiliki beberapa portal website seperti Liputan 6, Kapan Lagi Dot Com, Fimela, Bola Net, Bola Dot Com, Merdeka, Otosia. 

SCMA

Selain website, SCMA juga merupakan pemilik media digital Vidio.com – salah satu pemain OTT (Over The Top) terbesar di Indonesia. Dan bahkan sudah mampu mengalahkan pamor Netflix dan Disney+ di Indonesia. Vidio cukup ramai di gandrungi anak muda dalam negeri karena konten original (film dan series) asli karya Indonesianya. 

Baca Juga : Yuk Pahami Lebih Jauh Analisis Fundamental Saham untuk Pemula

Source of Growth Baru: Vidio.com

Vidio sendiri sudah berdiri sejak tahun 2014 lalu dan dimiliki oleh PT Kreatif Media Karya. Yang mana perusahaan tersebut sebenarnya juga punya hubungan afiliasi dengan SCMA dan grup Emtek. Namun, pada tahun 2019, kepemilikan berganti ke tangan SCMA. 

Vidio.com menunjukkan perkembangan yang masif semenjak di bawah SCMA. Dari tahun 2020 hingga TTM Q3 2022, pendapatan Vidio bertumbuh 53% secara CAGR. Di tahun 2020 lalu, pendapatan Vidio sebesar Rp 301 Miliar. Dan perkiraannya hingga akhir tahun 2022, pendapatan Vidio sudah mencapai Rp 703 Miliar. Pandemi Covid-19 dan kebijakan PPKM juga menjadi “berkah” tersendiri bagi Vidio dengan terus mencatatkan angka pengguna aktif aplikasi Vidio. Masyarakat yang juga sudah bosan harus stay di rumah terus, tentunya akan memilih media OTT seperti Vidio.com untuk menjadi alternative hiburan.

Meskipun begitu, Vidio.com sayangnya masih mencatatkan kerugian operasional dan belum mampu membukukan profit. Selayaknya perusahaan semacam Netflix dan Disney+, memang wajar Vidio diawal perkembangannya masih merugi. Apalagi kedepanya Vidio semakin serius dalam meningkatkan persediaan konten original mereka. Dan ini membutuhkan capex yang tentunya tidak sedikit. Dan hal ini sudah terlihat di tahun ini, dimana kerugian Vidio membengkak dibandingkan tahun sebelumnya.

Kinerja Keuangan Yang Tetap Solid

Perusahaan media televisi seperti SCMA sempat “dijauhi” pasar karena disrupsi media digital advertising seperti facebook, goggle, dll. Namun, hingga kini kinerja SCMA masih cukup solid. Dan termasuk perusahaan yang cukup profitable. Hal ini bisa terlihat dari tangkat ROE yang selalu konsisten >10% setiap tahunnya.

Bahkan ROE SCMA pernah mencapai 34% di tahun 2017. Meskipun saat ini ROE turun ke angka 15%. Mengapa? Karena pengaruh kerugian dari Vidio.com, sehingga terlihat digambar dibawah net profit SCMA berfluktuatif. Padahal jika kita lihat pendapatan selalu mengalami pertumbuhan setiap tahunnya (kecuali tahun 2020 karena efek pandemi).

SCMA termasuk emiten yang kurang bergantung dengan utang dalam operasionalnya. Terlihat dari angka DER yang hanya sebesar 0,33 kali. Artinya utang/liabilitas hanya sekitar 33 persen dari ekuitas. Likuiditas sendiri juga cukup baik dan likuid dengan liquidity ratio (aset lancar dibandingkan dengan liabilitas lancar) sebesar 4,31 kali.

Cash SCMA juga terlihat masih besar. Dimana cash ratio sebesar 1,32 kali. Hal ini juga karena efek investasi yang baru masuk ke Vidio.com ditahun 2022 ini. Diantaranya adalah dari Grab, PT Dian Swastika Sentosa, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. sebanyak $ 45 juta. 

Jadi, bagaimana pendapatmu terkait SCMA? Apakah momen piala dunia akan meningkatkan pendapatan di akhir tahun ini? Apakah layak untuk masuk ke portofolio investasi kita? Apakah Vidio akan mampu meraih laba di masa depan? Sampaikan pendapatmu di kolom komentar.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

Yoga Ahmad Gifari (Rusia)
Stock market Analyst & enthusiastic with sharia stock market.

November 24, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
saham ADRO
Berita Saham Syariah

Kinerja Moncer, Saham ADRO Coba Tembus Harga All Time High

by Minsya September 1, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Emiten tambang batu bara saham ADRO menorehkan kinerja cemerlang pada semester I 2022 dengan meraih laba bersih US$1,21 miliar. Jumlah itu meroket 613% dari realisasi laba bersih pada periode yang sama tahun lalu yang hanya US$169.964.

Berdasarkan informasi laporan keuangan di laman Bursa Efek Indonesia, Selasa (30/8), naiknya laba bersih saham ADRO sejalan dengan pertumbuhan pendapatan. Adaro membukukan pendapatan US$3,54 miliar di semester I 2022. Jika dibandingkan dengan realisasi pendapatan di semester I 2021 yang sebesar US$1,56 miliar, pendapatan ADRO naik hingga 127% secara tahunan.

“Periode semester I 2022 adalah semester yang sangat kondusif untuk harga batu bara. Hal ini mendorong pendapatan ADRO menyentuh rekor-rekor tertinggi dalam sejarah perusahaan”, ujar Garibaldi Thohir, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro Energy Indonesia.

“Laba yang sangat tinggi akan membantu kami untuk memberikan dukungan finansial terhadap transformasi Grup Adaro di tahun-tahun mendatang karena kami melakukan investasi besar pada energi terbarukan, pengembangan kawasan industri hijau terbesar dunia, dan mendiversifikasi semakin jauh dari batu bara termal,” Terang Boy dalam siaran pers, Selasa (30/8) seperti dilansir Kontan.

Kinerja Saham ADRO

Pendapatan usaha (ADRO) yang naik hingga 127% secara tahunan, terutama didorong kenaikan pada harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) sebesar 117%.

Kenaikan pendapatan saham ADRO sebenarnya tidak hanya didorong oleh kenaikan ASP, tetapi juga kenaikan volume penjualan sebesar 7% secara tahunan menjadi 27,5 juta ton.

Hal ini dipicu oleh gabungan berbagai faktor yang terjadi dalam kurun waktu yang singkat, mulai dari cuaca tak menentu yang mengakibatkan kenaikan permintaan bagi produk-produk ADRO, sampai kelangkaan pasokan yang belum juga teratasi akibat masalah pengadaan alat berat dan cuaca buruk di wilayah-wilayah tambang secara global. Lebih lanjut, dampak terbesar disebabkan risiko geopolitik dari Eropa.

Harga saham ADRO pada perdagangan Rabu (30/8/2022) ditutup di level 3.540 naik 80 poin atau 2,31% dibandingkan sehari sebelumnya. Harga saham ADRO ini sudah mendekati level tertinggi sepanjang sejarah yang terjadi pada 7 Juni 2022 di level 3.710 (All Time High).

saham ADRO
bareksa.com

Baca Juga : Breaking News!! BRIS Bukukan Pertumbuhan Laba di Atas 40%

Analisa Saham ADRO

ADRO Chart oleh TradingView

Dari sisi fundamental sudah jelas, kinerja saham ADRO di semester I 2022 ini langsung diapresiasi oleh market. Bahkan setelah sempat menyentuh harga tertinggi di bulan Juni 2022 di angka 3.710, saham ADRO yang terkoreksi hingga ke level Support 2.650-2.720. Dan hari berikutnya berhasil naik kembali dalam kurun waktu 2 bulan ke level tertinggi pada perdagangan Selasa (30/8) kemarin di level 3.700. Harga ini hanya selisih 10 point dari harga All Time High sebelumnya.

Lalu secara teknikal bagaimana? Melihat dari grafik diatas, terbentuk sebuah pola uptrend berkelanjutan setelah berhasil menutup GAP di area 3.320-3.430. Namun saat ini masih tertahan di level 3.700, dan akhirnya terkoreksi di level terendah 3.470 (menutup gap minggu ini).

Jika ADRO berhasil menembus titik ATH nya di level 3.710, maka ada peluang ADRO menyentuh level piskologis di area 4.000. Dimana titik ini menjadi rekor tertinggi harga saham ADRO sepanjang melantai di Bursa Efek Indonesia.

Untuk investor pemula yang baru mau membeli ADRO, disarankan untuk menggunakan money management yang ketat. Peluang untuk saham ADRO turun dari harga tertingginya pun masih ada. Bagi trader yang menggunakan sistem trading Buy On Breakout (BOB) atau membeli ketika break resisten tertingginya patut dicermati dengan level Stop Loss ketat jika terjadi false breakout.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

September 1, 2022 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
cara membeli Saham BRIS
Investasi Syariah

Inilah 3 Cara Membeli Saham BRIS! Mudah Bukan?

by Minsya August 30, 2022
written by Minsya 5 minutes read

Cara membeli Saham BRIS tidaklah sulit sama sekali. Untuk itu Anda bisa menyimak ulasannya di bawah ini. jika Anda berniat untuk membeli Saham BRIS. Karena setelah melakukan merger dengan dua bank syariah lainnya.

Nilai saham dari Bank Syariah Indonesia atau BRIS menjadi lebih meningkat dari sebelumnya. Dengan peningkatan nilai saham ini, tak heran jika banyak investor mulai melirik saham BRIS.

Prospek Saham BRIS

Bank Syariah Indonesia, PT. BNI Syariah dan PT. Bank Syariah Mandiri melakukan merger dengan menggabungkan ketiga perusahaan mereka dan kini menjadi Bank Syariah Indonesia. Dan menjadi perusahaan milik negara dengan aset mikro terbesar di Indonesia.

Selain itu Bank Syariah Indonesia sendiri sudah menjadi perusahaan publik dengan banyak ulasan positif dari para nasabah dan sudah mendapatkan pengakuan dari OJK. Pada awalnya saham BRIS memiliki nilai dengan nominal Rp. 500 per saham dengan jumlah saham total 2.623.350.600.

Setelah itu BRIS mencatatkan sahamnya dengan kenaikan harga yakni Rp. 510 per saham di BEI. Dan dengan catatan ini, BRIS menjadi BUMN pertama di dalam industri syariah yang berhasil go public dengan memberikan penawaran umum perdana atau IPO.

Merger yang dilakukan oleh ketiga bank syariah BUMN ini pun berhasil menaikkan nilai aset hingga Rp. 270 triliun. Sementara itu BSI juga berhasil memberikan kinerja yang optimal dengan memperoleh penghasilan total sebesar Rp 17 triliun dan laba bersih senilai Rp. 3 triliun.

Pada Mei 2022 kemarin, BRIS melaksanakan RUPS dan memperoleh keputusan jika BRIS akan membagikan dividen secara tunai sebesar 25% dari laba bersih mereka pada tahun 2021. Atau nilainya setara dengan Rp. 757 miliar. Maka setiap pemilik saham akan mendapatkan setidaknya Rp. 18,4 per lembar saham.

Semenjak IPO berlangsung maka harga saham BRIS pun melonjak hingga 162%. Atau nilainya setara dengan Rp. 885 per lembarnya.

Nah, kini sudah tahu kan bagaimana prospek BRIS di dunia saham syariah, maka sekarang Anda bisa menyimak cara membeli Saham BRIS di bawah ini.

cara membeli Saham BRIS
www.suara.com

Cara Membeli Saham BRIS

Untuk membeli saham BRIS, Anda hanya perlu melakukan beberapa langkah yang cukup mudah. Dan pastinya hal tersebut bisa Anda pelajari dengan membaca ulasan lengkapnya di bawah ini:

1. Memilih Perusahaan Sekuritas yang Sesuai

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan memilih perusahaan sekuritas yang sesuai. Perusahaan ini adalah perantara yang bisa Anda gunakan untuk membeli saham pada Bursa Efek Indonesia atau BEI.

Kini membuka rekening saham syariah semakin mudah. Hadirnya Sistem Online Trading Syariah (SOTS) memberi kemudahan bagi investor syariah agar hanya dapat membeli saham-saham yang termasuk Daftar Efek Syariah.

Ada banyak sekali perusahaan sekuritas yang sangat aman dan sudah berada di bawah lindungan OJK. Karena itu pastikan jika perusahaan sekuritas yang Anda pilih sudah resmi terdaftar di OJK ya. Misalnya di sini kita akan menggunakan perusahaan PT. Henan Putihrai Sekuritas.

2. Buka Rekening Saham

Lanjutkan dengan membuka rekening saham agar Anda bisa membeli saham atau membuka rekening efek di perusahaan sekuritas yang sudah Anda pilih. Untuk membuka rekening biasanya Anda harus mengisi formulir yang sekuritas tampilkan di website resmi mereka.

Bagi kamu calon investor pemula yang baru aja mau buka rekening saham syariah, ini bisa menjadi alternatif mudah untuk membuka akun di HP Sekuritas. Kamu tinggal ikuti aja cara di bawah ini. Mudah kok. Yuk Simak!

1. Silakan isi form online pada link berikut secara lengkap :
https://bit.ly/HPSOASYARIAH

Setelah mengisi secara lengkap,  nasabah akan mendapatkan email formulir yang sudah diisi dari pihak HP Sekuritas.

2. Print out lampiran dokumen yang dikirimkan ke email calon nasabah, kemudian bubuhkan materai Rp 10.000 dan tanda tangan pada dokumen tersebut (pastikan tanda tangan sama persis, tidak ada perbedaan di setiap lembarnya). Calon nasabah tidak perlu mengisi data pada formulir yang dikirimkan melalui email. 

3. Siapkan beberapa berkas berikut:
· Fotocopy KTP
· Fotocopy NPWP (jika ada)
· Fotocopy Halaman depan buku tabungan atas nama pribadi (Jika tidak ada buku tabungan bisa screenshoot mobile banking/e-banking yang tertera nama lengkap dan logo Banknya)
· Khusus untuk Mahasiswa lampirkan juga Fotokopi KTP Orang tua, NPWP Orang Tua, Kartu Keluarga dan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa).

4. Kirimkan dokumen nomor 2 dan nomor 3 ke alamat berikut:
Up : Tim HPX Syariah – Syariah Saham
Henan Putihrai
Penthouse @ Tamara Center
Jln Jend Sudirman 24. 7th, 18th Floor Jakarta 12920, Indonesia
(021) 2525-888

CP : 0878 5758 0315

NOTES
1. Untuk form yg belum terisi harap dilengkapi dengan tulis tangan.
2. Untuk form RDN BCA Syariah silakan ditambahkan nama keluarga yg dapat dihubungi dan hubungannya serta nomor telpon. Data yg lainnya dikosongkan saja.
3. Jika ada yang salah silakan dicoret kemudian ttd di samping lalu diganti dengan data yg benar.
4. Untuk panduan lengkapnya bisa ditanyakan melalui wa.me/6287857580315
5. Setelah berkas diterima maka akan dihubungi untuk verifikasi data oleh call center.
6. Selama belum verifikasi data maka belum bisa login di aplikasi HPX Syariah.

Baca Juga : Cara Mudah Buka Rekening Saham Syariah dengan HPX Syariah

3. Cara Membeli Saham BRIS

Jika Anda sudah memiliki rekening saham maka Anda akan memperoleh user id yang bisa Anda gunakan untuk melakukan login ke aplikasi trading saham. Selain itu cara membeli Saham BRIS juga bisa Anda lakukan secara online melalui aplikasi dengan cara berikut.

Di sini kami masih akan menggunakan HPX Syariah untuk membeli saham BRIS, begini kira-kira caranya:

  1. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan memilih menu Beli Saham atau Buy.
  2. Lanjutkan dengan memasukkan kode saham yang hendak Anda beli. Karena di sini Anda akan membeli saham BRIS. Maka Anda bisa memasukkan kode saham BRIS.
  3. Kemudian masukkan harga saham yang hendak Anda beli dan jangan lupa untuk memasukkan jumlah lot saham yang ingin Anda beli. Minimal pembelian adalah 1 lot atau 100 lembar saham.
  4. Selesaikan prosesnya dengan klik Buy lalu klik Confirm.

Sebelum Anda membeli saham pastikan jika Anda sudah mengisi dana pada Rekening Dana Nasabah. Agar proses transaksi bisa berhasil dan begitulah cara membeli Saham BRIS dengan sangat mudah. Semoga bermanfaat.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 30, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
BRIS
Berita Saham SyariahEmiten Syariah

Breaking News!! BRIS Bukukan Pertumbuhan Laba di Atas 40%

by Minsya August 26, 2022
written by Minsya 1 minutes read

Kinerja BRIS

BRIS

Salah satu emiten syariah yang sering dinantikan perkembangannya adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). Dari laporan bulan Juli 2022, BRIS tercatat membukukan pertumbuuhan aset dari Rp 251 T di tahun lalu menjadi Rp 280 T atau naik sebesar 11,54%. Sementara itu total ekuitas juga mengalami kenaikan 13,02 % dibandingkan periode tujuh bulanan tahun 2021, dari Rp 23,61 T menjadi Rp 26,68 T.

Dari sisi pendapatan, BRIS juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,78% dari Rp 10,96 T menjadi Rp 11,48 T. Kenaikan pendapatan ini juga berimbas pada pertumbuhan laba kotor sebesar 11,55% dari Rp 8,29 T menjadi Rp 9,25 T. Begitu juga dengan laba sebelum pajak yang tumbuh signifikan sebesar 36,37% dari Rp 2,4 T menjadi Rp 3,27 T.

Baca Juga : Investor Syariah Merapat! Update Terbaru Kinerja Saham BTPS 2022

Terakhir, laba bersih per Juli 2022 juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 43,06% dari Rp 1,74 T menjadi Rp 2.40 T. Dari torehan ini, diperoleh rasio imbal hasil atas ekuitas (ROE) sebesar 15,97% (disetahunkan) dan rasio harga dibanding laba bersih (PER) sebesar 14,57 kali di harga Rp 1525.

Ulasan selengkapnya terkait kinerja terkini BRIS dapat disimak di https://youtu.be/P27brfeJRBY

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 26, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Emiten Syariah

Investor Syariah Merapat! Update Terbaru Kinerja Saham BTPS 2022

by Minsya August 10, 2022
written by Minsya 4 minutes read

Pandemi Covid-19 bukanlah hal yang mudah bagi dunia bisnis di seluruh dunia. Lockdown membuat beberapa operasional bisnis terhambat. Dan tidak sedikit pun juga yang akhirnya justru gulung tikar karena tidak bisa melanjutkan operasional bisnis. Meskipun, ada beberapa perusahaan juga yang akhirnya bisa beradaptasi dan justru diuntungkan karena adanya pandemi ini. Misalnya Saham BTPS.

Industri keuangan sebagai backbone ekonomi nasional pun terdampak signifikan karena situasi Covid-19. Hingga kemudian, sebagian besar debitur perbankan mengalami penurunan kemampuan pembayaran cicilan akibat terdampak pandemi.

Namun, beruntung beberapa bank bisa survive dan kembali pulih kinerjanya memasuki tahun 2022 ini. Salah satu bank syariah yang kinerjanya cukup resilien adalah saham BTPS. BTPS menjadi salah satu dari 4 bank syariah yang listing di bursa. Sekaligus menjadi bank yang cukup profitable di bursa. Sebelumnya kami sudah pernah membahas kinerja BTPS di artikel sebelumnya. Anda bisa membacanya disini.

Lalu, bagaimana update kinerja Saham BTPS hingga semester I 2022 ini. So, stay tune hingga akhir artikel ya.

Saham BTPS Kembali Ke Pertumbuhan Double Digit

Memasuki 1H 2022 ini, BTPS mulai menunjukkan recovery. BTPS berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 2.6 Triliun di 1H 2022, naik 12% dibandingkan 1H 2021 yang sebesar Rp 2.3 Triliun. Kinerja yang cukup impresif dan menunjukkan tanda pemulihan debitur BTPS. Menariknya, ditahun sebelum pandemi kinerja BTPS bisa lebih baik dengan konsisten membukukan pertumbuhan >15%. Sehingga, kita bisa berharap BTPS kedepan akan kembali ke angka pertumbuhan yang pernah diraih ketika pra-pandemi.

pendapatan btps

Dari segi laba bersih, BTPS juga menorehkan kinerja yang impresif. Laba bersih di 1H 2022 sebesar Rp 856 Miliar, naik 11.3% dibandingkan 1H 2021 yang sebesar Rp 769 Miliar. Hal ini juga sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang ditorehkan oleh BTPS. Hal ini juga membuat ROE dari BTPS masih terjaga di angka 22,9%, masih unggul dibandingkan bank besar lain seperti BRIS (15%). Sebelumnya, ROE BTPS bahkan pernah mencapai angka 28%.

laba bersih btps

Pertumbuhan Kredit Mulai Melaju Kembali

Kinerja pendapatan dan laba bersih yang impresif tidak lepas dari pertumbuhan penyaluran pembiayaan saham BTPS. Sampai Q2 2022, total nilai pembiayaan murabahah BTPS sebesar Rp 11,1 Triliun, tumbuh 11% dibandingkan Q2 2021 yang sebesar Rp 10,1 Triliun.

Pandemi covid-19 membuat pertumbuhan pembiayaan BTPS sempat terhambat karena segmen pra sejahtera yang cukup rentan terdampak ketika ekonomi melemah. Namun, memasuk semester I 2022 ini, segmen pra sejahtera yang menjadi target pembiayaan BTPS mulai mengalami pemulihan. Harapannya, dengan semakin membaiknya perekonomian Indonesia dan tidak adanya kebijakan lockdown atau PPKM, pertumbuhan pembiayaan bisa kembali bertumbuh double digit.

piutang murbahah btps

Baca Juga : 5 Daftar Saham Syariah Terbaik (Blue Chip) di Indonesia

Ratio-Ratio Perbankan Yang Ciamik

Dalam menganalisa bisnis perbankan, kita juga perlu memantau rasio-rasio keuangan tertentu dalam menilai kinerjanya. Yang pertama, rasio BOPO yang membandingkan beban operasional dengan pendapatan operasional BTPS. Semakin rendah berarti semakin baik. Sedangkan CIR (Cost to Income Rato), rumusnya sama dengan BOPO. Namun dalam CIR, beban CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) harus dikeluarkan terlebih dahulu.

Terlihat rasio CIR dan BOPO masih stabil diangka 39% dan 57%. Yang menandakan kegiatan beban operasional BTPS masih tetap terjaga dengan baik dan stabil mengikuti pendapatan operasional. 

Kemudian, rasio selanjutnya adalah NPF gross yang menghitung berapa persen pembiayaan yang bermasalah atau menunggak > 90 hari dibandingkan total nilai pembiayaan. NPF Gross BTPS masih berhasil di pertahankan diangka 2,5%. Hasil yang cukup impresif jika melihat segmen pra sejahtera yang sangat terpukul akibat pandemi Covid-19. Angka ini juga masih dibawah standar dari OJK yang sebesar 5%.

Sedangkan NPF Net (pembiayaan yang menunggak > 180 hari) hanya sekitar 0.2% saja. Ini menunjukkan resiliensi bisnis BTPS dikala masa sulit pun masih bisa mempertahankan kinerja bisnisnya.

Loan Provision Coverage yang menghitung berapa persen CKPN yang disisihkan BTPS untuk mengcover pembiayaan bermasalah juga tergolong sangat baik. Manajemen BTPS sudah menyiapkan 236% dari total pembiayaan bermasalah BTPS. Sehingga, BTPS sendiri sudah sangat siap jika kedepan akan ada pembiayaan yang macet dan tidak harus menyisihkan banyak CKPN di tahun mendatang. Sehingga, tidak menggerus laba bersih BTPS kedepannya.

saham btps

BTPS Mendirikan Anak Usaha Modal Ventura Syariah

Salah satu langkah menarik saham BTPS di tahun ini adalah BTPS telah resmi membentuk anak usaha yang bergerak sebagai modal ventura (atau istilah kerennya VC) yang berbasis syariah. BTPS bersama dengan induknya, BTPN memegang saham dari BTPS Ventura ini. Hal ini merupakan upaya dari BTPS untuk mempercepat pembentukan ekosistem digital syariah.

Sebagai langkah awal, BTPS Ventura telah berinvestasi sebesar $6,6 juta untuk pendanaan Pra-Seri B di startup rural e-commerce, Dagangan. Dagangan sendiri merupakan startup yang fokus menyediakan platform untuk menghubungkan antara pedagang atau pemilik toko di daerah/desa ke pemilik toko yang lebih besar yang di kota. Harapannya, dengan kolaborasi antara dagangan dan BTPS yang memiliki ekosistem pembiayaan pada masyarakat pra sejahtera akan meningkatkan potensi pendapatan dari kedua belah pihak.   

Bagaimana, setelah mengetahui update kinerja BTPS terbaru, apakah tertarik untuk masuk ke saham ini? Sharing pendapatmu soal BTPS di kolom komentar, ya.

Untuk kamu yang ingin mendaptkan insight soal keuangan dan investasi kunjungi akun @berduit.

Jangan lupa cek saham kamu di : https://syariahsaham.id/cek-saham-syariah/

Yoga Ahmad Gifari (Rusia)
Stock market Analyst & enthusiastic with sharia stock market.

August 10, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
SAHAM KLINKO
Emiten Syariah

Saham Klinko : Optimis Makin Klincong Usai IPO 23 Miliar

by Minsya August 5, 2022
written by Minsya 4 minutes read

Saham KLINKO

Jakarta, 5 Agustus 2022- Perusahaan produsen alat kebersihan ramah lingkungan saham KLINKO, PT Klinko Karya Imaji Tbk (KLIN), optimistis mencetak kinerja bisnis dan pendapatan yang lebih tinggi pada tahun ini, seiring aksi korporasi perseroan untuk go public dan potensi pasar produk ramah lingkungan yang kian menjanjikan.

Saat ini, isu pemanasan global yang diusung masyarakat dunia telah meningkatkan kesadaran untuk menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan. Tak banyak produsen atau perusahaan yang menggunakan bahan baku dari daur ulang limbah. Dari jumlah yang tak banyak itu terselip nama PT Klinko Karya Imaji, Tbk (KLIN).

“Momentum peningkatan kesadaran masyarakat akan produk ramah lingkungan akan menjadi penopang kekuatan bisnis perusahaan. Pasca pandemi pun bisnis kami akan tetap tumbuh. Kami berkeyakinan pendapatan kami pada tahun ini bisa mencapai pendapatan usaha yang meningkat tajam,” terang Sisse Paloma, Direktur Keuangan KLIN dalam diskusi daring Investment Talk “KLIN: PENDATANG BARU ISSI”, Kamis sore (4/8).

Peningkatan kesadaran masyarakat akan produk ramah lingkungan tersebut tentu menjadi potensi tersendiri bagi saham KLINKO dalam mengembangkan bisnisnya. Kinerja Perseroan pun telah teruji saat pandemi Covid-19 berlangsung, di mana pendapatan usaha mengalami peningkatan signifikan.

Pendapatan Meningkat

Pada 2020, pendapatan usaha KLIN mencapai Rp2,7 miliar, lalu pada 2021 meningkat menjadi Rp3,9 miliar. Hingga posisi Juni 2022 pendapatan saham KLINKO telah mencapai Rp2,8 miliar, meningkat sebesar 100% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Terkait peluang yang ada, produsen alat-alat kebersihan ini berencana melakukan ekspansi. Untuk menopang ekspansi ini, KLIN mantap melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Perseroan telah mendapatkan persetujuan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan penawaran perdana umum saham pada 2-5 Agustus 2022 dan listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Agustus 2022.

Pada penawaran umum perdana saham, KLIN juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 57.500.000 Waran Seri I yang diberikan secara cuma-uma kepada pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal penjatahan.

Ekspor 7 Negara

“Pasar kami sangat potensial, baik domestik maupun mancanegara. Ke depan, kami akan terus meningkatkannya, termasuk kapasitas produksi, jaringan maupun distribusi. Berbagai jalinan kerja sama dengan pasar retail modern pun tengah digencarkan, salah satunya dengan MR.DIY. Dengan MR.DIY pun rencananya tak hanya di outlet dalam negeri, tapi juga di Malaysia yang notabene jumlah outletnya jauh lebih banyak,” papar Anggun Supanji, Direktur Utama KLIN.

Melihat potensi yang ada, Anggun pun mendorong KLIN untuk meningkatkan skala bisnisnya. “Melalui IPO ini, kami ingin memberikan peluang bagi investor publik untuk memiliki perusahaan ini. Selain nilai ekonomi yang tinggi, juga nilai terhadap lingkungan. Mengolah limbah tekstil menjadi produk yang bernilai tinggi,” terang Anggun.

Sementara itu, Sisse menambahkan pendapatan dan bisnis Perseroan diyakini terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. Pasar ekspor produk daur ulang dinilai sangat potensial dan mendapatkan respons positif. Selain itu, Sisse menerangkan bahwa pertumbuhan penduduk pasti akan membutuhkan alat-alat kebersihan. Jadi, bukan hanya karena ada pandemi.

Baca Juga : 5 Daftar Saham Syariah Terbaik (Blue Chip) di Indonesia

SAHAM KLINKO
https://klinko.id/

Oversubscribe Pemesanan IPO

IPO yang digelar oleh perusahaan yang mengusung tagline “cleaning with colors” ini mendapatkan respons positif dari pasar, yang ditandai dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 200% atau 2 kali. Untuk harga penawaran saham ditetapkan sebesar Rp100. Dalam IPO ini, KLIN akan melepas 230 juta lembar saham atau sebesar 17,59% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.  Dari penawaran saham ini, KLIN akan mendapatkan dana sebesar Rp23 miliar.

Dana hasil IPO sebesar 40% akan digunakan untuk kebutuhan pembangunan kantor pusat, area produksi, dan gudang bahan baku. Sekitar 38,75% akan digunakan untuk kebutuhan belanja modal, seperti penambahan fasilitas produksi dan mesin. Lalu, sebesar 21,25% akan digunakan untuk keperluan modal kerja, seperti pembelian bahan baku.

Masuk Daftar Saham Syariah

Selain itu, efek yang diterbitkan KLIN ini terdaftar sebagai efek syariah sesuai dengan ketentuan dan kriteria yang berlaku, serta telah diumumkan oleh OJK. Efek ini tercatat ke dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).

Menurut Ady Nugraha, Co-Founder Komunitas Syariah Saham, penentuan efek yang diterbitkan KLIN sebagai efek syariah dan masuk ke dalam ISSI telah sesuai dengan ketentuan dan kriteria yang berlaku. Baik ketentuan dan kriteria OJK, maupun fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

“Kegiatan yang dijalankan KLIN tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah, seperti perjudian dan sejenisnya, perdagangan yang dilarang, jasa keuangan ribawi, serta produksi atau distribusi barang haram. Begitupun dengan krieria keuangan, KLIN tidak memiliki utang bunga dan pendapatan non-halal,” terang Ady.

Ady juga menjelaskan bahwa KLIN menjadi salah satu perusahaan yang melakukan IPO bukan untuk membayar utang, namun ekspansi usaha. Tentu hal ini menjadi salah satu penilaian bagi daya tarik investor. Namun demikian, dia juga menyarankan kepada setiap investor untuk jeli dan menganalisis sebelum melakukan pembelian saham. Prospek pasar dan barang yang diproduksi bisa menjadi penentu bagi kinerja ke depan, baik kinerja Perseroan maupun sahamnya.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 5, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
daftar Saham Syariah terbaik
Emiten Syariah

5 Daftar Saham Syariah Terbaik (Blue Chip) di Indonesia

by Minsya July 25, 2022
written by Minsya 4 minutes read

Daftar Saham Syariah terbaik (Blue Chip) berikut ini bisa menjadi salah satu incaran bagi para investor. Terlebih lagi ketika perekonomian dunia sudah mulai pulih setelah mengalami jatuh bangun yang panjang.

Apalagi seiring dengan berjalannya waktu, investasi saham syariah terus menerus berkembang dengan pesat di Indonesia.

Alasannya tentu saja karena Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Apalagi negara ini kini terdiri dari sebagian besar generasi muda yang mulai menjalankan instrumen keuangan modern.

Salah satunya adalah dengan melakukan investasi saham untuk memperoleh keuntungan. Namun meski sudah banyak yang mencoba dunia investasi saham yang menjanjikan. Tidak bisa kita pungkiri jika masih banyak investor muda yang masih baru di dunia investasi khususnya investasi syariah.

Tapi karena keuntungan besar yang menanti, maka banyak orang yang tidak ragu untuk mulai terjun ke bidang ini. Dengan belajar dan bekerja secara cerdas serta pandai memilih emiten yang menguntungkan.

Emiten yang termasuk ke dalam portofolio blue chip maupun di dalam konteks pasar modal Indonesia termasuk di dalam indeks LQL45 merupakan emiten yang paling menguntungkan.

Daftar Saham Syariah Terbaik (Blue Chip)

Untuk membantu Anda dalam menentukan saham syariah terbaik sehingga bisa memberikan keuntungan yang melimpah dari kegiatan menanam saham ini. Berikut adalah daftar Saham Syariah terbaik (Blue Chip) yang bisa menjadi referensi Anda sebelum menanam saham:

1. PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP)

Saham fast moving consumer goods atau FMCG sendiri merupakan saham dari kelompok Salim ICBP.  Dengan memproduksi Indomie dan Bogasari Growers and Friends mampu memperoleh laba sebanyak Rp. 6,2 triliun dari total pendapatan sekitar Rp. 42,6 triliun hanya pada kuartal III tahun 2021.

Bahkan pada kuartal 1 tahun 2022 laba bersih mereka meningkat 12% menjadi Rp. 1,94 triliun. Peningkatan pendapatan mereka berasal dari Mi Instan yang memang penjualannya naik secara signifikan sejak pandemi berlangsung.

2. PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA)

PT Japfa Comfeed Indonesia merupakan salah satu perusahaan peternakan yang terkenal di Indonesia. Perusahaan ini sendiri memproduksi pakan untuk ternak. Namun produksinya yang paling terkenal adalah aneka produk olahan dari peternakan.

Anda pasti tahu salah satu merek terkenal dari perusahaan satu ini, atau bahkan pernah mengkonsumsinya yakni So Good yang memproduksi sosis dan nugget.

Maka tidak heran jika pada September 2021 lalu perusahaan tersebut mampu mencatatkan penghasilan total sebesar Rp. 32,8 triliun dengan laba bersih sebesar Rp. 1,6 triliun. Pada tahun 2022 pendapatan mereka pun meningkat sebanyak 21% menjadi Rp. 44,88 triliun.

Dengan harga saham yang cukup stabil sejak tahun 2021 lalu, tercatat per 6 Januari 2022 Japfa menjual sahamnya dengan harga 1.740/saham.

Baca Juga : Ini 3 Kriteria Saham Syariah Yang Wajib Kamu Tahu

daftar Saham Syariah terbaik
freepik.com

3. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

Berikutnya ada PT Telkom Indonesia yang merupakan salah satu perusahaan yang sangat memenuhi syarat sebagai perusahaan syariah terbaik di Indonesia. Apalagi karena perusahaan ini sanggup masuk daftar konstituen indeks LQ45 dan Jakarta Islamic Index.

Nilai dari kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai hingga 408 triliun. Untuk kuartal pertama pada tahun 2022, perusahaan ini memperoleh keuntungan total sebesar Rp. 35,1 triliun. Dengan laba sebesar Rp. 6,12 triliun.

4. PT Perusahaan Gas Negara (PGAS)

Perusahaan energi publik atau yang biasa banyak orang kenal dengan nama PT Perusahaan Gas Negara atau PGAS ini selalu memperoleh keuntungan yang tinggi. Karena pada kuartal I di tahun 2022, perusahaan ini mampu memperoleh keuntungan hingga Rp. 118 juta.

PT Perusahaan Gas Negara ini tak hanya bergantung pada oksigen medis melainkan dari sektor lain yang mereka harapkan bisa semakin meningkat.

5. PT Adaro Energy (ADRO)

Merupakan perusahaan batubara yang sudah beroperasi di Kalimantan sejak era 70-an dan bertahan hingga sekarang. Perusahaan ini memiliki kinerja yang baik sehingga pada paruh kedua tahun 2021 kemarin saham Adaro memiliki nilai yang melambung tinggi.

Bahkan harga saham dari perusahaan ini sendiri adalah Rp. 2.300 per saham. Selain itu perusahaan ini juga memiliki kinerja keuangan yang cukup baik. Sebab setelah mengalami kerugian hingga mencapai USD 88.000 pada tahun 2020 lalu. Perusahaan ini mampu meraup keuntungan pada September 2021.

Kenaikan yang terjadi pada harga batu bara global merupakan salah satu penyebab naiknya keuntungan perusahaan ini yang mencapai hingga Rp. 745 miliar pada tahun 2021 kemarin. Tercatat pada tahun 2022 mereka berhasil memperoleh pendapatan sebesar Rp. 1,22 miliar dengan laba bersih Rp. 400,07 juta.

Hingga tahun ini, harga batu bara akan tetap menguat. Sehingga menjadikan harga saham ini akan terus meningkat di tahun 2022 ini.

Maka tak heran jika saham dari perusahaan ini cukup menjanjikan bagi Anda yang ingin memperoleh keuntungan melimpah.

Tentunya mempelajari perusahaan yang termasuk dalam daftar Saham Syariah terbaik (Blue Chip) di atas. Karena Anda membutuhkan banyak informasi penting yang nantinya bisa menjadi bahan analisa sebelum memutuskan untuk melakukan investasi yang menguntungkan.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

July 25, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
IPO Cerestar
Berita Saham Syariah

IPO Cerestar Indonesia Bidik Dana Segar Rp 315 Miliar

by Minsya June 23, 2022
written by Minsya 2 minutes read

IPO Cerestar

Dalam waktu dekat, produsen terigu PT Cerestar Indonesia Tbk (TRGU) akan go public. Perusahaan ini memiliki kegiatan utama yang bergerak di bidang industri tepung terigu, biji-bijian atau perdagangan biji-bijian. Kami juga aktif terlibat dalam konsultasi manajemen.

Mengutip e-ipo.co.id, PT Cerestar Indonesia Tbk akan go public pada Sabtu (18 Juni 2022) sebanyak-banyaknya 1,5 miliar lembar saham. Jumlah saham yang ditawarkan akan mencapai 18,87% dari total modal disetor setelah IPO dan nilai nominalnya adalah Rp 100 per saham. Perusahaan menawarkan harga perdana di kisaran Rp 200-210 per saham. Dengan demikian, Cerestar Indonesia akan mendapatkan dana IPO hingga Rp 315 miliar.

Struktur Perusahaan

Sumber : website perusahaan

Struktur Pemegang Saham

Sumber : website perusahaan

Rencana Alokasi Dana IPO

Dengan jumlah maksimal Rp 315 miliar, TRGU akan menggunakan 46,67% dana IPO untuk berkontribusi pada satu perusahaan, PT Harvestar Flour Mills (HFM). Modal disetor digunakan untuk pengembangan usaha, yaitu investasi untuk pengembangan dan perluasan kapasitas pabrik. HFM berencana membangun pabrik dan fasilitas pendukung serta membeli mesin berkapasitas 600 ton per hari.

Cerestar juga akan menggunakan sekitar 20% dana IPO untuk setoran modal kepada HFM yang akan digunakan untuk pembelian tanah di Kawasan Industri Gresik untuk pembangunan fasilitas pergudangan. Sisanya sekitar 33,33% akan digunakan untuk modal kepada PT Agristar Grain Industry untuk pengembangan bisnis yaitu belanja modal untuk pembangunan fasilitas pergudangan (warehouse) dan packing facility di daerah Cilegon.

IPO Cerestar

Baca Juga : Stigma Pasar Modal Syariah Yang Keliru

Jadwal Pencatatan

Sesuai dengan prospektus awal, jadwal sementara yang didapat untuk tanggal efektif adalah sebagai berikut :

Masa penawaran awal : 17-23 Juni 2022

Masa penawaran umum : 1 – 5 Juli 2022

Masa penjatahan : 5 Juli 2022

Distribusi secara elektronik : 6 Juli 2022

Pencatatan perdana : 7 Juli 2022

Kategori Saham Syariah

Sesuai dengan perhitungan yang dilakukan oleh tim Syariah Saham, berikut hasil dari analisa sederhana apakah TRGU masuk kedalam kategori saham syariah atau bukan.

Sayangnya dengan porsi hutang sesuai Laporan Keuangan yang terdapat pada prospektus awal sebesar 50,72% dimana syarat untuk masuk dalam kategori saham syariah maksimal adalah 45% menyebabkan saham TRGU ini kemungkinan tidak masuk dalam kategori saham syariah. Untuk lebih jelasnya bisa menunggu pengumuman resmi di website OJK.

Prospektus Awal

Segala bentuk investasi sebaiknya dilakukan menggunakan analisa secara mendalam. Terlebih saham yang baru akan IPO semua tertuang dalam prospektus awal yang dibuat oleh perusahaan terkait. Investor bisa melakukan analisa mandiri menggunakan prospektus tersebut dengan mendownload di link berikut ini : PROSPEKTUS TRGU

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 23, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG