Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - emiten syariah - Page 14
Tag:

emiten syariah

Unilever Indonesia
Emiten Syariah

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Profil dan Sejarahnya

by Minsya August 4, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Saat berbelanja produk rumah tangga seperti sabun, pasta gigi, shampoo, bumbu penyedap, saos, kecap, teh, hingga es krim, maka pasti akan banyak menemui produk dengan kemasan berlogo Unilever. Hal itu berarti produk-produk tersebut merupakan produksi dari PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), salah satu produsen produk rumah tangga terkemuka di Indonesia.

Profil Unilever Indonesia

Unilever Indonesia merupakan anak perusahaan dari Unilever, perusahaan multinasional yang berbasis di Inggris. Perusahaan ini menjadi yang terbesar ketiga di dunia dalam industri produk rumah tangga dunia, dengan berbagai macam merk dagang yang berada di bawahnya. Didukung pula dengan tujuan utamanya untuk menciptakan kehidupan lebih baik bagi semua orang.

Unilever sendiri sudah beroperasi di hampir 200 negara di dunia, termasuk Indonesia. Tercatat lebih dari 2,5 miliar orang menjadi pengguna dari produk-produk asal perusahaan ini. Hal tersebut yang kemudian mendasari total omset dari perusahaan ini secara global mencapai 51 miliar euro.

Ada lebih dari 400 merk dagang di bawah perusahaan Unilever, namun yang didistribusikan di Indonesia dibagi menjadi dua segmen: Home & Personal Care, Nutrition & Es Krim. Produk-produk tersebut meliputi sabun, shampoo, produk pembersih, pasta gigi, pewangi, produk kosmetik, bumbu instan, saos, kecap, produk olahan minuman, teh, hingga es krim.

Adapun untuk merk dagang di bawah Unilever Indonesia meliputi Lux, Citra, Sunsilk, Lifebuoy, Dove, Clear, Sahaja, Pepsodent, Close Up, Sunlight, Super Pell, Vixal, Wipol, Rinso, Molto, Rexona, Vaseline, Pond’s, Glow & Lovely, AXE, Bango, Jawara, Royco, Sariwangi, Wall’s, dan lain sebagainya. Semua produk tersebut sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Unilever Indonesia
https://www.unilever.co.id/brands/

Lebih dari 80 tahun Unilever Indonesia menemani masyarakat dalam hal penyediaan produk konsumsi rumah tangga yang beragam. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memiliki lebih dari 40 merk dagang yang dipasarkan, perusahaan ini masuk ke kategori industri FMCG (Fast Moving Consumer Goods), pemimpin pasar di Indonesia.

Semua operasional di Unilever Indonesia berlandaskan pada visi untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan, membawa kehidupan yang lebih baik dengan dukungan produk-produk bermanfaat untuk semua orang. Berlandaskan pada tujuan mulia dan mampu bersaing di masa depan.

Strategi bisnis yang diambil perusahaan ini menggunakan The Unilever Compass, yang membawa perusahaan untuk terus tumbuh dengan prinsip keberlanjutan dan tanggungjawab yang besar, meliputi: upaya peningkatan kesehatan planet, masyarakat, dan menciptakan dunia yang lebih adil dan inklusif.

Upaya kesehatan planet dan masyarakat diwujudkan dalam penggunaan energi terbarukan dalam semua proses produksi di pabrik perusahaan ini. Sebagian besar bahan baku pertanian untuk produk-produk yang ada juga dipasok secara berkelanjutan. Selain itu, perusahaan ini juga terlibat aktif dalam upaya peningkatan kesehatan lingkungan dalam berbagai macam aksi.

Sementara upaya untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan inklusif diwujudkan dengan terbukanya lapangan pekerjaan yang besar untuk masyarakat lokal di seluruh wilayah operasinya. Dengan tingkat kesetaraan gender yang tinggi, hampir setengah jajaran direksi Unilever Indonesia diduduki oleh perempuan. 

Sejarah Unilever Indonesia

Unilever Indonesia dimulai dengan akuisisi Mac Fisheries oleh produsen sabun, Lever Brothers, di tahun 1922. Tujuh tahun setelahnya atau pada 1929, Unilever didirikan oleh Lever Brothers bersama Margarin Unie, sebuah perusahaan margarin asal Belanda. Penggabungan kedua perusahaan ini menjadi cikal bakal Unilever dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Setelah masa tersebut, Unilever kemudian mulai mengakuisisi beberapa perusahaan produsen produk rumah tangga yang ada di beberapa negara, termasuk Frosten Foods, Batchelors Peas, Pepsodent, Good Humor, Lipton, National Starch, Brooke Bond, Chesebrough-Ponds, Calvin Klein Cosmetics, Breyers, dan masih banyak lagi. 

Seiring dengan berkembangnya Unilever di kancah internasional, kemudian lahir beberapa anak perusahaan di beberapa negara, meliputi Unilever Bangladesh, Unilever Nepal, Hindustan Unilever, Unilever Australasia, Unilever Pakistan, Unilever Philippines, Unilever Indonesia, dan Unilever Sakhalina.

Unilever Indonesia sendiri berdiri pada 5 Desember 1933. Pada waktu itu, nama perusahaan ini masih Lever Zeepfabrieken N.V yang memiliki kantor pusat di Jakarta. Kemudian, nama tersebut berganti menjadi PT Lever Brothers Indonesia tepat pada tanggal 22 Juli 1990. Dan untuk ketiga kalinya, perusahaan ini berganti nama menjadi PT Unilever Indonesia di 30 Juni 1997.

Kemudian, perusahaan ini mulai masuk ke Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tahun 1981. Dengan melepaskan saham sebesar 15% memakai kode emiten UNVR. menariknya, karena skala operasi perusahaan ini yang sudah menyeluruh di semua wilayah Indonesia, tercatat ada lebih dari 1.000 distributor resmi yang bekerja sama dengan Unilever Indonesia.

Pada tahun 2000, muncul anak perusahaan pertama dari Unilever Indonesia bernama PT Anugrah Lever. Anak perusahaan ini fokus pada bidang produksi kecap dan saus dengan beberapa merk dagang di bawahnya. Hal ini menandakan dimulainya proses diversifikasi bisnis dari Unilever Indonesia itu sendiri.

Dua tahun setelahnya, pada 2002 PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) kembali mendirikan anak perusahaan yang bernama PT Technopia Lever. Merupakan hasil patungan dengan perusahaan distribusi dan ekspor-impor asal Singapura, Technopia Singapore Pte. Ltd. Lebih lanjut, perusahaan tersebut menggunakan merk dagang dengan nama Domestos NoMos.

Setelah itu, Unilever Indonesia mengakuisisi salah satu perusahaan makanan dan minuman asal Jerman yang bernama PT Knorr Indonesia pada tanggal 21 Januari 2004. Setahun setelahnya, perusahaan ini menyabet penghargaan Energi Globe Award 2005 atas skema pengelolaan sampah berupa kompos di desa-desa sekitar Sungai Brantas, Surabaya.

Proses akuisisi oleh perusahaan ini kembali terjadi pada PT Sara Body Care Indonesia Tbk. Dengan begitu, memperkuat kedudukan Unilever Indonesia sebagai perusahaan yang mendominasi industri produk konsumen rumah tangga di negara ini. Didukung pula dengan skala produksi, fasilitas pabrik produksi dan distribusi, serta wilayah operasi yang luas.

Maka dari itu, perusahaan ini menginvestasikan dana sekitar 300.000.000. euro untuk upaya perluasan pabrik di dua lokasi, Cikarang (Jawa Barat) dan Rungkut (Jawa Timur). Yang kemudian menjadikan Unilever Indonesia saat ini tercatat memiliki 8 pabrik yang beroperasi aktif dengan 3 pusat distribusi di beberapa titik wilayah Indonesia.

Tahun 2015, Unilever Indonesia melepaskan salah satu anak perusahaannya, PT Technopia Lever. Yaitu dengan menjualnya pada perusahaan asal Jepang, Fumakilia. Dengan diiringi pergantian nama menjadi PT Fumakilia NoMos. Sehingga pada saat itu anak perusahaan menjadi berkurang satu.

Secara luas, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sudah sangat familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Beragam produk rumah tangga produksi perusahaan ini sudah sejak lama beredar di pasaran, sehingga kemudian banyak orang yang menjadi pelanggan setia dari produk-produk perusahaan ini.

Itulah uraian singkat tentang profil dan juga sejarah berdirinya Unilever Indonesia. Hingga saat ini, produk-produk rumah tangga dari perusahaan ini masih menjadi kecintaan semua kalangan masyarakat. Sehingga semakin mendukung perusahaan ini terus berkembang dan menjadi dominan di industri produk rumah tangga Indonesia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 4, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Gajah Tunggal
Emiten Syariah

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) Profil dan Sejarah

by Minsya August 3, 2023
written by Minsya 5 minutes read

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) merupakan produsen ban terbesar di Asia Tenggara. Memiliki kantor pusat di Jakarta, perusahaan ini telah berdiri lebih dari setengah abad yang lalu. Perusahaan ini memiliki pasar besar di seluruh wilayah Indonesia juga luar negeri, yang kemudian mengantarkan perusahaan ini mencatat pendapatan total hingga 13 triliun rupiah pada tahun 2020.

Profil Gajah Tunggal

Gajah Tunggal adalah perusahaan publik yang bergerak di bidang produksi dan distribusi ban berkualitas tinggi. Produk dari perusahaan ini meliputi ban dalam, ban luar, kain ban, dan karet sintetis dengan varian merk GT Radial, GITI, dan Zeneos. Perusahaan ini sahamnya sebagian besar dimiliki oleh Denham Pte Ltd (49,5%) dan Compagnie Financière Michelin (10%).

Selain itu, mereka juga memiliki beberapa anak perusahaan meliputi: PT Prima Sentra Megah, PT Filamendo Sakti, PT Speedwork Solusi Utama, PT IRC Gajah Tunggal Manufacturing Indonesia, dan PT Polychem Indonesia Tbk. Dengan demikian, menjadikan perusahaan ini merupakan yang terbesar pula di Indonesia.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Gajah Tunggal
https://www.gt-tires.com/indonesia/corporate.asp?menuid=3&classification=12&language=1

Sertifikasi Gajah Tunggal Tbk

Dengan statusnya sebagai produsen ban terkemuka, GJTL selalu berkomitmen untuk meningkatkan kualitas produknya. Bentuk usaha yang dilakukan adalah menerapkan sistem manajemen yang berstandar internasional yang sudah bersertifikasi ISO 9002. Selain itu, pabrik perusahaan ini juga sudah memiliki sertifikasi ISO 9001. 

Lebih dari itu, perusahaan ini juga telah menerima beragam sertifikasi penting, baik itu dari dalam maupun luar negeri. Beberapa di antaranya yaitu: ISO/TS 16949, ISO 14001:2004, IATF 16949:2016. Selain itu, pengujian produk sudah terakreditasI ISO/IEC 1702, bersamaan dengan itu Laboratorium PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) juga dianggap memiliki kompetensi sebagai laboratorium testing.

Sedangkan untuk produknya sendiri, telah memiliki sertifikat produk SNI (Indonesia), BPS (Filiphina), GSO (Middle East), SASO (Arab Saudi), DOT (USA), E-mark (Eropa), In-metro (Brasil), VSCC (Taiwan), SONCAP (Nigeria), BSI BIS (India), LATU (Uruguay), dan ISIRI (Iran). Dengan demikian, menunjukan bagaimana kualitas produk perusahaan ini selalu terjamin.

Sejarah Gajah Tunggal

Tahun 1951 merupakan waku dimana GJTL resmi didirikan. Yang mana perusahaan ini berkecimpung dalam bidang produksi dan distribusi ban sepeda. Kemudian terus berkembang hingga pada tahun 1971, terdapat bantuan teknik dari perusahaan asal Jepang, Inoue Rubber Company. Bantuan ini berdampak pada meningkatnya kualitas produksi ban perusahaan. 

Tahun 1981, mulai melebarkan bisnis dengan mulai memproduksi ban bias untuk banyak jenis kendaraan, mulai dari kendaraan penumpang hingga niaga. Produksi ban bias ini juga dibantu oleh bantuan teknik dari perusahaan asal Jepang, Yokohama Rubber Company. Lalu, pada tahun 1990,  resmi masuk ke Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.

Tahun 1991 terjadi akuisisi  terhadap GT Petrochem Industries (TC), salah satu produsen kain ban dan benang nilon di Indonesia. Kemudian, tahun 1993, perusahaan ini secara resmi memulai produksi komersial ban radial yang ditujukan untuk mobil penumpang dan juga truk ringan. 

Tahun 1995 kembali mengakuisisi, dimana saat itu yang diakuisisi adalah Langgeng Baja Pratama yang merupakan produsen kawat baja. Pada 1996, perusahaan ini mengakuisisi Meshindo Alloy Wheel Corporation yang merupakan produsen velg alumunium. Saat itu GT Petrochem Industries, salah satu anak perusahaan PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), juga mulai memproduksi etilen glikol, karet sintetis, serta benang dan serat poliester.

Tahun 2001 perusahaan ini membuat perjanjian produksi dengan perusahaan manufaktur ban asal Finlandia, Nokian Tyres Group. Perjanjian ini dibuat dalam rangka mulainya usaha produksi beberapa jenis ban mobil penumpang untuk kebutuhan ekspor. Lalu, tahun 2002, berhasil menyelesaikan restrukturisasi akibat dampak krisis keuangan di Asia. 

Tahun 2004, setelah berhasilnya proses restrukturisasi, Gajah Tunggal mengakuisisi aset TC dan Styrene Butadiene Rubber. Lalu, terjadi divestasi saham di Langgeng Baja Pratama, mulainya perjanjian off-take dengan Michelin, juga peluncuran gerai TireZone. Tahun 2005, perusahaan ini menerbitkan Obligasi Global yang bernilai USD 325.000.000 dan divestasi saham di Meshindo Alloy Wheel Corporation.

Tahun 2006, menyabet penghargaan bergengsi, yaitu Best Managed Company in Indonesia. Setahun setelahnya, pada 2006, perusahaan ini mendapat suntikan dana tambahan sebesar USD 95.000.000 dari Obligasi Global yang belum dibayarkan sebelumnya. Dimana dana tersebut digunakan untuk keperluan riset dan pengembangan produk, juga keperluan emisi saham untuk memenuhi kebutuhan modal kerja.

Tahun 2007 merupakan tahun yang berkesan karena Gajah Tunggal menerima penghargaan Primaniyarta dari Presiden Republik Indonesia. Selain itu, perjanjian off-take dengan Michelin mencapai 2,8 juta ban. Lalu, tahun 2009, perusahaan ini berhasil menyelesaikan penawaran pertukaran terhadap Obligasi Global yang belum dibayarkan. Selain itu, menyabet penghargaan Anugerah Produk Asli Indonesia dan sertifikasi ISO 14001 untuk sistem manajemen.

Tahun 2010 PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) meluncurkan ban ramah lingkungan pertama di Indonesia, Champiro Eco. penjualan konsolidasi perusahaan ini juga mencapai nilai 1 milyar Dolar AS. Lalu, tahun 2011, perusahaan ini berhasil mengekspor ban radial hingga lebih dari 10 juta ban dengan penjualan mencapai 10 triliun rupiah. Selain itu, mendapat gelar Top 10 – Best Management Company dan Best Big Company.

Tahun 2012 adalah tahun dimana GJTL menyabet berbagai macam penghargaan, meliputi Indonesia’s Mid-cap Company, Primaniyarta – Global Brand Development, dan Indonesia’s Trusted Company. Perusahaan ini juga telah membeli lahan tanah di Karawang guna keperluan pembangunan dan ekspansi bisnis di masa depan.

Tahun 2013, perusahaan ini menerbitkan Senior Secured Notes yang bernilai USD 500.000.000 dan jatuh tempo pada 2018. Dana dari Notes tersebut difungsikan untuk menebus Callable Step-up Guaranteed Secure Bond yang jumlah prinsipalnya mencapai USD 412.495.000 dan jatuh tempo pada 2014. Sisa dana tersebut kemudian untuk biaya belanja modal.

Tahun 2014 mulai membangun pabrik baru yang fokus produksinya pada ban radial untuk truk dan bus. Kemudian, pada 2015, perusahaan ini kembali mendapat penghargaan Primaniyarta untuk yang kelima kalinya. Dan tahun 2016, perusahaan ini meluncurkan ban GITI TBR dan meresmikan Proving Ground Gajah Tunggal di Karawang.

Tahun 2017, menandatangani perjanjian Senior Secured Syndicated Financing Facility dengan beberapa Bank. Lalu, tahun 2018, perusahaan ini melakukan patungan dengan Inoue Rubber Company untuk membangun PT IRC Gajah Tunggal Manufacturing Indonesia, sebuah perusahaan produsen ban sepeda motor performa tinggi.

Tahun 2019, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) menerima penghargaan Primaniyarta untuk yang ketujuh kalinya dan mendapat sertifikasi EDGE. Kemudian, tahun 2021, perusahaan ini menandatangani Senior Secured Syndicated Financing Facility baru yang bernilai Rp. 1.325.000.000 dan menerbitkan Senior Secured Notes yang bernilai USD 175.000.000 dan jatuh tempo pada 2026.

Dengan pengalaman lebih dari tujuh puluh tahun berkecimpung dalam industri ban Indonesia, GJTL menjadi produsen ban terbesar di Asia Tenggara. Dimana produk yang dimiliki meliputi ban berkualitas tinggi yang memiliki berbagai macam jenis dan fungsi, mulai dari ban untuk sepeda motor, kendaraan penumpang, kendaraan niaga, hingga kendaraan performa tinggi.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 3, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Astra Agro Lestari
Emiten Syariah

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Profil dan Sejarahnya

by Minsya August 2, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Astra Agro Lestari ialah perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar dan terkenal yang ada Indonesia. Selain di bidang pertanian, perusahaan ini juga beroperasi pada penyulingan minyak, karet, dan masih banyak lagi. Kerja sama perusahaan ini dinilai baik sejak awal berdirinya. Untuk mengetahui informasi lebih jelas mengenai PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), simak penjelasan di bawah ini.

Profil dari Perusahaan Astra Agro Lestari

Berdiri pada tahun 1988, perusahaan ini menjalankan berbagai kegiatan usaha di bidang usaha perkebunan dan agro industry. Kerjasama yang baik dengan masyarakat dilakukan pada kegiatan peningkatan ekonomi baik melalui budidaya sawit maupun non sawit. Sejak berdiri, perusahaan terus mengalami perkembangan yang signifikan hingga industri hilir yang berhubungan, seperti pengolahan minyak sawit.

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) terkenal sebagai industry budidaya kelapa sawit dengan pengelolaan terbaik. Luas tanah kelolahannya yakni 297.011 hektar dan berada di pulau Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. Dalam menghadapi tantangan di masa depan, AALI selalu memfokuskan strategi usahanya.

Strategi usaha yang ditekankan yaitu meningkatkan produktivitas, efisiensi di semua lini dan diversifikasi usaha pada berbagai sektor yang menjanjikan. Tentunya, sektor-sektor terbuat berhubungan erat dengan usaha inti di bidang perkebunan kelapa sawit. Tata kelola perusahaan ini menerapkan Good  Corporate Governance yang menggunakan ketentuan perundang-undangan di Indonesia sebagai acuan.

Namun, implementasi tata kelola ini sama seperti komitmen terhadap visi dan misinya sebagai landasan dalam membangun serta menciptakan sistem dan struktur perusahaan yang berkelanjutan serta tangguh. Disamping itu, perseroan juga berkomitmen untuk terlibat dalam pertumbuhan Indonesia. Hal ini dilakukan dengan berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia secara signifikan.

Baca Juga : PT. Japfa Comfeed Food Tbk (JPFA) Profil dan Sejarah

Astra Agro Lestari
https://www.astra-agro.co.id/2023/07/27/arab-saudi-minati-investasi-bisnis-sawit-di-indonesia-karena-alasan-berikut/

Seperti yang diketahui bahwa perseroan ini bergerak di bidang pengelolaan bahan-bahan perkebunan. Bahan-bahan yang diolah yakni kelapa sawit, cokelat, karet, teh dan minyak masak. Cakupan bisnisnya juga cukup luas sehingga berhasil memenuhi berbagai segmen pasar baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Dalam merangkul induk perusahaannya yaitu PT Astra International Tbk, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menciptakan bisnis barunya di sektor perkebunan karet serta singkong. Selain itu, perseroan mencoba lebih fokus pada pengembangan bisnis kelapa sawit karenakan bisnis kelapa sawitnya tampak sangat menjanjikan.

Sejarah Singkat dari Astra Agro Lestari Tbk

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mulai mencetak sejarahnya di tanggal 3 Oktober 1988 yang berawal dengan nama PT Suryaraya Cakrawala. Bersama PT Tunggal Perkasa Plantations, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mempunyai lebih dari 15.000 hektar perkebunan kelapa sawit di Riau, Sumatera. Lahan ini beroperasi dalam pertumbuhan produksi kelapa sawit.

Beberapa tahun kemudian tepatnya tahun 1984, perseroan membentuk bisnis kelapa sawit terbaru dengan label PT Suryaraya Cakrawala dalam memperkuat kedudukan industri. Pada Agustus 1989, perseroan ini mengubah namanya menjadi PT Astra Agro Niaga. Dua tahun berikutnya, perseroan mengembangkan kebun teh seluas 1.035 hektar serta tanah seluas 952 hektar untuk kebun kakao di Jawa Tengah.

Gunung Huma Grup kemudian bergabung pada tahun 1992. Masih di tahun yang sama, perseroan meluncurkan produk minyak goreng merk Cap Sendok. Tidak sampai situ, PT Suryaraya Bahtera juga ikut bergabung ke perusahaan pada 30 Juni 1997. Nama perusahaannya pun kini diubah seperti sekarang.

Akhirnya, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) berhasil melantai Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya secara resmi di bulan Desember 1997 dengan kepemilikan saham 20,3%. Pada saat itulah, perseroan mengelola kebun kelapa sawit dengan luas 164.019 hektar. Perseroan kemudian mendivestasi kebun teh, kakao di tahun 2004 agar lebih fokus pada perkebunan kelapa sawit.

 Empat tahun kemudian, perseroan mulai menjalankan unit pemrosesan benih di Kalimantan Tengah. Hal ini dilakukan untuk melakukan pengecambahan biji segar dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit atau PPKS Marihat. Untuk pertama kalinya, perseroan berhasil memproduksi lebih dari 1 juta ton minyak kelapa sawit pada 2009.

Di tahun berikutnya, sebuah pusat riset di Kalimantan Tengah mulai beroperasi. Penanaman bibit induk kelapa sawit dari Kamerun akhirnya mulai dilakukan sejak tahun 2011. Bersama Kepong Plantation holding Sdn, Bhd, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membentuk sebuah perusahaan patungan yang bernama ASTRA – KLK Pte. Ltd. Di Singapura untuk beroperasi di bidang perdagangan kelapa sawit.

Sebagai perusahaan yang selalu berdampingan dengan alam PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) berupaya dalam mewujudkan perusahaan yang berkelanjutan sesuai standar pengembangan perkebunan kelapa sawit dan kriteria-kriteria lainnya tentang kegiatan ramah lingkungan. Pada tahun 2012, perseroan berhasil menjadi salah satu perusahaan pertama dalam memperoleh sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil.

Sertifikat tersebut merupakan bentuk dari komitmen serta dedikasi yang tinggi akan perkembangan kelapa sawit di Indonesia. Dengan begitu, perseroan diharapkan dapat menjaga eksistensinya sebagai perusahaan sektor perkebunan yang paling inovatif serta produktif di dunia. Tidak heran mengapa perusahaan ini menjadi produsen kelapa sawit terbesar di Indonesia.

Melalui PT Tanjung Sarana Lestari, sebuah pabrik pengolahan minyak sawit di Mamuju Utara Sulawesi Barat mulai beroperasi di bulan Januari 2004. Pabrik ini berhasil memproduksi hingga 2000 ton minyak sawit mentah setiap harinya. Tidak hanya itu, pabrik ini juga menghasilkan beberapa produk seperti PFAD, Stearin, Olein, dan RBDPO untuk memenuhi permintaan pasar.

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membeli 50% saham dari sebuah pabrik pengolahan minyak sawit di Dumai, Riau pada bulan Juni 2006. Pabrik ini ialah mlik KL-Kepong Plantation Holdings Sdn, Bhd dan memproduksi kapasitas pengolahan hingga 2000 ton minyak sawit setiap harinya. Perseroan kemudian melebarkan sayap bisnisnya ke peternakan sapi pada bulan Juni 2016.

Bisnis tersebut dipusatkan di Pandu Sanjaya, Pangkalan Lada, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Di tahun yang sama, pabrik pencampuran pupuk NPK di Donggala, Sulawesi Tengah mulai melakukan kegiatan usahanya. Pada tahun 2017, perseroan mulai menjalan kegiatan usahanya di pabrik pencampuran pupuk NPK di Bumi Harjo, Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Sejak melakukan merger, akuisisi serta berbagai perkembangan, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membukukan asetnya sebesar Rp 12,42 triliun pada akhir 2012. Kini, perusahaan telah memiliki lebih dari 28.109 pegawai yang mengelola perkebunan kelapa sawit dimana luasnya lebih dari 272.994 hektar. 

Kini, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mempunyai saham mayoritas pada 42 anak perusahaan yang beroperasi pada sektor bisnis yang sama. Sebagai anggota Astra International Group, perseroan ini ialah salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar dan memiliki sejarah penting sejak 1988.

Demikian informasi mengenai PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang perlu diketahui. Perusahaan budidaya kelapa sawit ini memiliki perkembangan serta kedewasaan bisnis di sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Perseroan ini mempunyai peristiwa-peristiwa penting dalam perjalanannya sejak tahun berdirinya.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 2, 2023 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
Japfa Comfeed Food
Emiten Syariah

PT. Japfa Comfeed Food Tbk (JPFA) Profil dan Sejarah

by Minsya July 31, 2023
written by Minsya 6 minutes read

Pernah mendengar Japfa Comfeed Food? Tentunya jika pernah membeli produk olahan ternak di supermarket seperti sosis atau susu, maka nama ini pasti sudah tidak asing lagi. PT. Japfa Comfeed Food Tbk (JPFA) merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang peternakan terkemuka di Indonesia. Berikut profil dan sejarah singkatnya.

Profil Japfa Comfeed Food

Japfa Comfeed Food dikenal dengan bisnisnya yang bergerak di bidang peternakan. Mulai dari pembibitan ternak, produksi pakan ternak, hingga produk olahan hasil ternaknya. Perusahaan ini sendiri mulai beroperasi pada tanggal 18 Januari 1971, lebih dari setengah abad menjadi salah satu pelopor perusahaan peternakan terkemuka di Indonesia. 

Lebih lanjut tentang perusahaan, Japfa Comfeed Food atau dalam kode emiten disebut dengan JPFA ini merupakan sebuah perusahaan publik yang wilayah operasinya menjangkau seluruh Indonesia. Bergerak di bidang peternakan, perusahaan ini sudah memiliki beberapa merek produk berikut dengan anak usaha di bawahnya. 

Beberapa merek yang diproduksi oleh perusahaan ini meliputi Comfeed, Benefeed, MB, Tokusen Wagyu Beef, Kingsley, Best Chicken, Dosuka, Tora Duo, So Good, So Nice, dan Real Good. semua merek tersebut diproduksi oleh anak-anak usaha yang masing-masing memiliki produk dan jasa spesialis sendiri.

Dimana anak-anak usaha tersebut terdiri dari PT. Suri Tani Pemuka, PT. Ciomas Adisatwa, PT. So Good Food, PT. Santosa Agrindo, PT. Indojaya Agrinusa, PT. Multi Makanan Permai, PT. Bintang Laut Timur, dan Comfeed Finance B.V. Semua anak-anak usaha tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Japfa Comfeed Food
https://www.japfacomfeed.co.id/id/product-and-services/poultry

Dengan skala produksi dan anak usaha yang besar, perusahaan ini dilaporkan memiliki total aset hingga Rp. 28,590 triliun pada tahun 2021. Didukung dengan jumlah karyawan yang mencapai 30.000 orang lebih di tahun yang sama. PT. Japfa Comfeed Food Tbk (JPFA) sudah mengantongi berbagai macam sertifikat serta penghargaan yang bergengsi.

Sertifikat SNI yang berlaku pada semua produk di perusahaan ini didapat pada tahun 2013 dan dikeluarkan secara resmi oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dari Kementerian Pertanian Indonesia. Selain itu, perusahaan ini juga sudah mendapatkan Sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Point atau HACCP. 

Selain itu, yang terpenting adalah semua produk dari perusahaan ini sudah bersertifikat halal. Didukung pula dengan adanya Sertifikasi Kompetensi Juru Sembelih Halal atau Juleha yang dimiliki perusahaan ini. Ada pula Sertifikat Kelayakan Pengolahan atau SKP dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia untuk menjamin kualitas pengolahan produk di sini.

Lalu, perusahaan ini juga sudah mengantongi beberapa sertifikasi krusial seperti ISO 22000:2005, Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015, Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, dan masih banyak lagi. Deretan sertifikasi tersebut yang kemudian menjadi jaminan akan kualitas produk dari perusahaan ini, serta menghantarkan beragam penghargaan bergengsi.

Beberapa penghargaan tersebut meliputi Zero Accident Award, Best International Booth di Malaysia, Asia Responsible Enterprise Awards, Asia’s 200 Best Over a Billion, Assian Feed Miller Sustainability Award, Best of The Best dari Forbes Indonesia, dan lain sebagainya. Semua penghargaan tersebut diraih pada tahun 2019.

Untuk terus menjaga kepercayaan seluruh pihak yang terkait dalam operasional perusahaan, meliputi karyawan, pelanggan, pemasok, peternak mitra, pemegang saham, dan masyarakat, maka dibentuklah visi dan misi dari PT. Japfa Comfeed Food Tbk (JPFA). Dimana visi dan misi ini yang kemudian menjadi acuan utama dari seluruh operasional perusahaan ini.

Visi dan Misi perusahaan yakni menjadi penyedia terkemuka dan terpercaya di bidang produk pangan berprotein terjangkau di Indonesia. Seluruh operasional perusahaan berlandaskan kerjasama dan pengalaman yang sudah teruji, sebagai bentuk upaya memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang terkait. 

Lebih lanjut, perusahaan ini juga menanamkan nilai berkembang menuju kesejahteraan bersama. Dimana seluruh kesuksesan perusahaan dibangun atas dasar keyakinan dalam membina hubungan baik dan saling menguntungkan dengan seluruh pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan ini.

Hal tersebut diwujudkan dengan berbagai macam aktivitas operasional yang dilakukan bersama-sama dengan integritas yang tinggi serta komunikasi interaktif dengan seluruh pihak yang terkait. Tentunya, operasional yang seperti ini sudah dilakukan sejak berdirinya perusahaan ini. Dibuktikan dengan sejarah dan perjuangan panjang perusahaan ini yang dijelaskan berikut.

Sejarah Singkat Japfa Comfeed Food

Operasional Japfa Comfeed Food dimulai pada tanggal 18 Januari 1971 dengan produksi pelet kopra. Pada saat itu, perusahaan ini masih bernama PT. Java Pelletizing Factory atau disebut Japfa. Lalu, memasuki tahun 1975, perusahaan ini mulai bergerak ke bidang peternakan dengan memproduksi pakan ternak.

Seiring dengan berkembangnya bisnis tersebut, perusahaan ini kemudian mulai masuk ke bidang pembibitan ayam pada tahun 1982. Puncaknya, ketika perusahaan ini kemudian memegang hak eksklusif untuk mendistribusikan dan menjual bibit ayam galur jenis Indian River dari Aviagen. Pencapaian tersebut semakin memperkuat kedudukan perusahaan ini di bidang peternakan.

Kemudian pada tahun 1989, PT. Japfa Comfeed Food Tbk (JPFA) secara resmi masuk ke Bursa Efek Jakarta dan Surabaya. Setelah itu, terjadi pengambilalihan aset milik PT. Comfeed Indonesia, PT. Ometraco Satwafeed, PT. Suri Tani Pemuka, dan PT. Indopell Raya. Yang kemudian dijadikan satu dengan perusahaan ini menjadi Japfa Comfeed Food yang bertahan hingga saat ini.

Proses akuisisi perusahaan lain masih terus berlanjut, dimana pada 1992, PT. Ciomas Adisatwa dan PT. Multibreeder Adirama Indonesia turut bergabung ke perusahaan ini. Diikuti dengan akuisisi PT. Hidon, PT. Santosa Agrindo (Santori), PT. Vaksindo Satwa Nusantara, PT. Multi Agro Persada, PT. Multiphala Agrinusa, dan PT. Bintang Terang Gemilang.

Dengan skala operasional yang besar, perusahaan ini kemudian membangun fasilitas produksi di beberapa daerah pada tahun 2011. Produksi pakan ternak di Purwakarta dan Grobogan, pembibitan ayam di Pontianak dan Grati, serta penetasan telur ayam di Kediri dan Sukabumi. Dengan begitu, perusahaan ini menjadi pelaku utama di bidang peternakan Indonesia.

Tidak hanya berhenti di situ, perusahaan ini kembali mengakuisisi perusahaan peternakan ayam komersial. Pada tahun-tahun setelahnya, ada beberapa anak perusahaan yang dulunya berdiri sendiri kemudian digabung, namun tetap berada di bawah naungan Japfa Comfeed Food. Proses penggabungan anak usaha ini diikuti dengan proses akuisisi beberapa perusahaan lain.

Dengan sejarah dan pertumbuhan perusahaan yang panjang tersebut, perusahaan ini menjadi salah satu pemain pasar yang dominan di bidang peternakan. Hasil produksi olahan ternaknya pun juga sudah didistribusikan ke seluruh wilayah di Indonesia. Bahkan, ada produk olahan ayam yang sampai di ekspor ke luar negeri. 

Fakta tersebut yang kemudian menjadi alasan utama mengapa PT. Japfa Comfeed Food Tbk (JPFA) bisa tetap berdiri hingga saat ini di tengah banyaknya pesaing baru yang muncul di industri peternakan Indonesia. Selain itu, dengan skala produksi yang besar, nilai pendapatan, laba bersih, total ekuitas, hingga total aset yang dimiliki oleh perusahaan ini terbilang tinggi.

Melihat dari bagaimana profil serta sejarah singkat dari Japfa Comfeed Food, tidak heran jika perusahaan ini bisa berdiri hingga lebih dari setengah abad. Dengan visi dan misi yang terus dipegang teguh, sistem operasional dari perusahaan ini tetap bisa terjamin dan bisa memberikan pelayanan dan kerjasama yang terbaik untuk semua pihak-pihak yang terlibat.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

July 31, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Charoen Pokphand
Emiten Syariah

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Profil dan Sejarah

by Minsya July 27, 2023
written by Minsya 5 minutes read

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk atau dikenal CPIN ialah perusahaan produsen pakan ternak, Day Old Chicks serta makanan olahan paling besar di Indonesia. Perusahaan ini ialah anak usaha Charoen Pokphand Indonesia Group yang dikendalikan oleh taipan Jiaravanon Family dari Thailand. Untuk mengetahui profil dan sejarahnya, simak penjelasan di bawah ini.

Profil dari PT. Charoen Pokphand Indonesia

Charoen Pokphand Indonesia Tbk didirikan nama PT Charoen Pokphand Indonesia Animal Feedmill Co. Limited. Perseroan dan entitasnya memiliki sejumlah segmen usaha dengan karakteristik yang berbeda. Produk utama dari CPIN ini ialah pakan ternak, ayam pedaging, anak ayam usia sehari (DOC) dan daging ayam olahan.

Anak perusahaan serta 7 fasilitas produksinya tersebar di Tangerang, Medan, Sidoarjo (2 unit) Semarang serta Makassar. Adapun bentuk pakan yang diproduksi berupa konsentrat, tepung, dan butiran. Sementara itu, merek produk yang digunakan yaitu Hi-Pro, Bonavite, Bintang, Hi-Pro-Vite, Turbo Feed Royal Feed, serta Tiji.

Salah satu produknya yang memberikan kontribusi terbesar kedua yaitu Day Old Chicks atau anak ayam usia sehari komersial. Beberapa tipe DOC yang disediakan yaitu petelur DOC, boiler DOC, dan jenis DOC lainnya. Beberapa pabrik pembibitannya berada di Lampung, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan lainnya.

Makanan olahan ialah produk PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang memberikan kontribusi terbesar ketiga kepada penjualan. Produk ini diproduksi oleh beberapa fasilitas pengolahan daging berada di Banten, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan 2 unit di Jawa TImur. Empat merk makanan olahan ini yaitu Okey, Champ, Fiesta dan Golden Fiesta. Produk terkenalnya yaitu Fiesta dan Champ.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Charoen Pokphand
https://cp.co.id/

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk berhasil meraih angka Rp 43.43 triliun pada penjualannya dan naik sebanyak 15,54% dari tahun yang lalu. Kemudian, beban pokok penjualan juga ikut meningkat menjadi Rp 36,51 triliun dari Rp 31,62 triliun. Dengan begitu, laba kotor CPIN naik hingga 16,01% dari September 2021 yang sebesar Rp 5,96 triliun.

Aset Charoen Pokphand pun meningkat sebesar 11,69% per September 2022 dari Rp 35,44 triliun di tanggal 31 Desember 2021. Liabilitasnya pun meningkat hingga Rp 10,29 triliun dari Rp 13,03 triliun. Sementara itu, ekuitasnya naik dari Rp 25,15 triliun menjadi Rp 26,56 triliun pada Desember 2021.

Sejarah Singkat dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk

Perusahaan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk berawal dari toko benih kecil yang bernama Chia Tai yang didirikan pada 1921 oleh dua bersaudara dari Cina yang bernama Chia Seow Nooy dan Shia Exchor. Kantor pusat pertamanya yaitu terletak di Shantou, Provinsi Guangdong, Tiongkok.

Pada awal tahun 1921, Chia Ek Chor serta Chia Siew Whooy memulai toko benih bersama Chia Tai Chung di Pecinan Bangkok. Mereka melakukan kegiatan impor benih serta sayuran dari Cina dan ekspor telur serta babi ke Hong Kong. Hampir tidak memiliki uang, kedua bersaudara tersebut berhasil mengumpulkan cukup modal memulai toko benih kecilnya.

Selama beberapa tahun pertama dari keberadaan bisnis, kedua bersaudara tersebut bereksperimen menemukan ceruk pasarnya. Pada tahun 1950 an, toko ini mulai berfokus dalam kegiatan ekspor pakan ternak khususnya ayam. Namun, mereka mengalami kesulitan berbisnis hingga tahun 1970 an saat Bangkok Bank mengambil alih peternakan ayamnya.

Sejak saat itulah, toko ini kemudian mengkhususkan diri dalam membeli ayam dewasa untuk dijual ke pedagang grosir serta restoran menggunakan strategi operasi penggilingan pakan yang terintegrasi secara vertikal dengan pembakaran ayam. Pada tahun 1969, perseroan ini mempunyai omset tahunan sebesar US$1-2 juta.

Pada tahun 1970 an saat ekonomi Thailand diliberalisasi, Grup CP memasuki berbagai negosiasi bisnis dengan sejumlah bank besar Thailand, pemerintah Thailand dan perusahaan asing. CP Group memasok ayam dan memberi makan petani Thailand. Mereka juga mengajari para peternak bagaimana cara beternak ayam. Sementara itu, para petani menjual ayam kembali yang sudah dewasa ke CP Group.

Kemudian, CP Group mengolah ayam lalu dijual ke restoran, waralaba makanan instan, serta toko grosir dalam jumlah banyak tersebar di wilayah Thailand. Kegiatan ekspor formula pertanian kontrak diperluas secara Internasional ke seluruh Asia Tenggara hingga seluruh dunia. Beberapa negaranya yakni Portugal, Tiongkok, Turki, Indonesia, Taiwan serta Amerika Serikat.

Pada 1980an, saat negara Thailand menjadi ekonomi kapitalis yang berkembang, grup CP mulai terjun ke bisnis budidaya perairan dan mengubah formulannya menjadi ternak serta pemasaran udang. Cakupan penjualan benih sayuran bermerk Ruan Bin pun juga meningkat menjadi produksi pakan ternak di bawah naungan dua putri tertuanya yakni Jaran Chiaravanont serta Montri Jiaravanon,

Pada tahun 1970an, monopoli virtual atas pasokan ayam serta telur di Thailand berhasil dimiliki. Perusahaan ini lebih dikenal dengan integrasi vertikal, memperluas beberapa jalur bisnis peternakan bertambah, rumah potong hewan dan produk makanan olahan. Bahkan, grup CP berhasil go internasional.

Perseroan melebarkan kegiatan usahanya di sejumlah negara Asia dengan operasi pabrik pakan d Indonesia di tahun 1972. Kegiatan ekspor ayam ke Jepang pun dilakukan pada 1973 dan mulai bergerak di tahun 1976 di Singapura. Sekitar tahun 1980 an, ikatan keluarga CP dengan wilayah daratan di Cina membangun Shenzhen yang baru dibuat.

Saham di TelecomAsia diakuisisi oleh CP group pada tahun 1990. Pada awal tahun 1990an, CPIN memimpin sekitar 200 anak perusahaan di Cina. Di daratan utama, Investasi produksi unggas dikreditkan dengan melakukan perubahan pada kebiasaan makan negara. Mulai tahun 1993, banyak anak perusahaannya yang mulai go public.

Melihat adanya potensial yang cukup besar di bidang industri makanan ternak di Indonesia, grup CP membangun perusahaan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang berada di Jakarta. Untuk mewujudkan minatnya, perseroan menanamkan modalnya dalam jumlah besar secara patungan dengan para pengusaha Indonesia.

Seiring meningkatnya konsumsi serta pertambahan jumlah penduduk Indonesia yang berkembang pesat, kebutuhan pakan ternak pun ikut meningkat. Dengan begitu. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) memperluas usahanya di Surabaya pada tahun 1976, di Medan pada 1979, serta cabang pabrik pakan ternak di Balaraja pada 1992.

Sejak Juli 1994, perusahaan yang ada di Balaraja dinobatkan sebagai salah satu perusahaan terkenal di bidang agribisnis di Indonesia. Kini, perusahaan tersebut mempunyai kapasitas produksi pakan ternak dari berbagai unit yang tersebar di Jakarta, Mojokerto dan Medan sebanyak 2,6 juta ton per tahunnya.

Itulah penjelasan singkat profil dan sejarah dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang perlu diketahui. Bisa disimpulkan bahwa perseroan ini berasal dari Thailand yang dikembangkan oleh dua bersaudara. Melihat adanya peluang besar di Indonesia khususnya di bidang industri makanan ternak, CP grup mendirikan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

July 27, 2023 0 comments
2 FacebookTwitterPinterestEmail
Mayora Indah
Emiten Syariah

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) Profil dan Sejarah

by Minsya July 26, 2023
written by Minsya 6 minutes read

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) atau biasa disebut Mayora ialah perusahaan yang memproduksi berbagai makanan dan minuman popular. Selain Indonesia, produk perusahaan juga sudah masuk hingga pasar global dan dipasarkan di berbagai negara. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai profil dan sejarahnya, simak informasi di bawah ini.

Profil Perusahaan Mayora Indah

Perusahaan yang berdiri di tahun 1977 ini telah melakukan berbagai inovasi terbaru. Sehinga, perusahaan ini berhasil berkembang secara pesat serta bertahan dengan kokoh. Hal ini dilakukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan baik di dalam maupun di luar negeri.

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) kini mempunyai dua kategori produk yang berupa makanan serta minuman yang terdiri dari enam jenis kelompok yang menghasilkan produk-produk berbeda dari divisi lain. Akan tetapi, keenam divisi tersebut masih terintegrasi di dalam perusahaan besar ini.

Dalam memajukan perusaahaan, perseroan terus berinovasi serta fokus pada pengembangan sumber daya manusia. Dengan penanaman nilai dan budaya, PT Mayora Indah Tbk mampu menciptakan soliditas serta loyalitas seluruh karyawan terhadap perusahaan baik itu karyawan perusaaan maupun anak perusahaan.

Pada tahun 1948, perseroan mulai memanggang biskuit pertamanya di dapur rumah yang kemudian semakin berkembang dan resmi didirikan pada 1977. Sejak saat itulah, perseroan berkembang menjadi perusahaan global yang telah diakui sebagai perusahaan Fast Moving Consumer Goods.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Mayora Indah
https://www.mayoraindah.co.id/

Perusahaan membagi berbagai produk hingga menjadi 2 kategori dalam 6 divisi yakni peren, wafer, coklat, kopi, makanan sehat dan biskuit. Setiap divisi juga memiliki sejumlah merk terkenal, seperti Roma, Energen, Torabika, Beng Beng, Danisa, Kopiko, dan masih banyak lagi. Produk-produk tersebut sudah tersebar di toko seluruh wilayah Indonesia.

Mayoritas produk PT Mayora Indah Tbk dikenal sebagai sebagai market leader atau produk yang menjadi pelopor di setiap kategorinya. Contohnya, merk Astor sebagai pendahulu stik wafer di Indonesia, Beng Beng sebagai pelopor wafer karamel berlapis di Indonesia, serta Choki-Choki sebagai produk coklat pasta pertama yang ada di Indonesia.

Adapun pabrik pertamanya yang berada di Tangerang memiliki target market di Jakarta dan sekitarnya. Setelah pasar Indonesia terpenuhi, perseroan melaksanakan Penawaran Umum Perdana hingga menjadi perusahaan public di tahun 1990 dengan target pasar di Asia Tenggara. Selanjutnya, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) melebarkan sayapnya ke Negara-negara di Asia.

Kini, produk Mayora Indah telah tersebar di 5 benua di dunia. Sebagai perusahaan Fast Moving Consumer Goods, perseroan telah terbukti sebagai salah satu produsen makanan olahan premium. Hal ini ditunjukkan dalam banyaknya penghargaan yang telah diraih, seperti Top Five Best Managed Companies in Indonesia dari Asia Money.

Dengan berbagai penghargaannya, perusahaan ini memiliki visi misi sebagai produsen produk makanan berkualitas yang telah dipercaya oleh pelanggan baik di pasar lokal maupun global. Perusahaan ini juga memiliki visi dalam menguasai pangsa pasar yang signifikan dan mampu memberikan nilai tambah kepada seluruh pemangku kepentingan perusahaan dan kontribusi positif terhadap lingkungan dan negara.

Sejarah dari Perusahaan Mayora Indah

Melalui PT Bhakti Investama, Hary meningkatkan kepemilikannya dari 10,72% sampai dengan 37,60% di PT Bimantara. Hary kemudian ditetapkan sebagai Presiden Direktur Bimantara pada 30 April 2002. Keberadaan Hary di PT Bimantara ini juga mengejutkan karena beliau pada saat itu dinilai tidak memiliki kekuatan modal besar menguasai bisnis Cendana.

Bahkan, ada yang berasumsi bahwa Hary mendapatkan dukungan atau bekingan dari keluarga Cendana sehingga ia berperan sebagai operator. Ada juga yang beranggapan bahwa ia mendapatkan modal dari investor rahasia. Rumor lain juga mengatakan bahwa ia dibantu oleh investor kawakan yang bernama George Soros.

Hary juga menyatakan bahwa keberhasilannya dikarenakan prestasi yang menyehatkan dari Bimantara dengan peningkatan kinerja dan menjual sejumlah asetnya yang berpotensial. Begitu Hary masuk, Bimantara menyederhanakan fokusnya pada beberapa perusahaan khususnya media. Pada 14 April 2001, saham di PT Danapaints Indonesia dilepaskan.

Berdiri di tanggal 17 Februari 1977, PT Mayora Indah Tbk atau Mayora Group telah tercatat di BEI atau Bursa Efek Jakarta pada 4 Juli 1990. Perseroan yang berada di tangerang ini memiliki pabrik yang juga berlokasi di Tangerang dan Bekasi. Adapun kantor pusatnya yaitu berada di Jl. Tomang Raya No. 21-23, Jakarta, Indonesia.

Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatannya yakni menjalankan usaha di bidang industri perdagangan dan agen atau perwakilan. Sejak Mei 1978, perusahaan mulai menjalankan kegiatan usahanya. Kini, jumlah karyawan dari perusahaan sekaligus anak perusahaannya sebanyak 5300 karyawan.

Seperti yang diketahui bahwa perseroan mulai mengkomersialkan produknya dengan produk utama biskuitnya di Tangerang pada 1978. Dua tahun kemudian, PT Mayora Indah menjual saham secara public atau go public melalui IPO atau pasar perdana. Hal ini berhasil dilakukan sehingga beberapa pabrik di Tangerang, Bekasi, dan Surabaya mampu berdiri dengan baik.

Di akhir tahun 1980, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) melakukan ekspansi dengan menghadirkan produk permen Kopiko. Permen ini ialah permen rasa kopi pertama yang ada di Indonesia. Perkembangan produk ini semakin cepat hingga memuncaki posisi atas sebagai produk terlaris. Sebab, masih belum ada produk yang sama di pasaran.

Selain makanan ringan, produk minuman kemasan berupa Teh Pucuk Harum juga diluncurkan. Hal ini dilakukan untuk mengambil alih pasar minuman yang masih digaet oleh Teh Botol Sosro pada saat itu. Bekerja sama dengan PT Tirta Fresindo Jaya,  produk air mineral diluncurkan dengan nama Le Minerale.

Di tahun 1995, produk PT Mayora Indah Tbk (MYOR) tidak hanya tersedia di Indonesia tapi juga bisa dijumpai di Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam, Hong Kong, Saudi Arabia, Australia, Afrika, Amerika, Itali, dan Thailand. Hal ini tentunya didukung oleh jaringan distribusi yang kuat. Tidak heran jika perusahaan ini telah menjadi perusahaan makanan dan minuman yang sangat besar di Indonesia.

Tepatnya di tahun 1997, perseroan mengubah Anggaran Dasar Perubahan untuk memperjelas kinerja perseroan sekaligus menarik para investor. Di tahun 2003, perseroan meraih penghargaan peringkat pertama sebagai jajaran manajemen terbaik di Indonesia dalam produk makanan serta minuman yang bernama Top Five Managed Companies in Indonesia oleh Asia Money.

Setahun kemudian, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) kembali meraih penghargaan sebagai Produsen Produk Halal Terbaik oleh Majelis Ulama Islam. Agar kinerja keuangan perusahaan meningkat, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) membuat akad kredit yang berselang 5 tahun pada tahun 2007. Kegiatan ini juga diharapkan agar mampu membeli beberapa mesin baru.

Setelah melalui era krisis di Indonesia, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menetapkan kenaikan pangsa pasar di tahun 2010. Di tahun yang sama, perseroan juga memperkuat kapasitas produksinya sebesar 20% setiap tahunnya dalam 4 tahun ke depan. Target inilah yang mampu menumbuhkan rata-rata laba perseroan 28% per tahun.

Rencana tersebut berhasil memperkuat profil pendapatan perseroan yang tumbuh sebesar 24% dalam 1 dekade terakhir. Namun, risiko yang wajib diantisipasi ialah biaya produksi khususnya kenaikan harga bahan mentah, seperti minyak sawit dan gula. Kedua bahan baku tersebut menyumbang 55% terhadap beban pokok penjualan.

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) semakin berkembang hingga kini telah membuat 5 pabrik lain yang beredar di Makassar, Pasuruan, Ciawi, Sukabumi, dan Medan. Pada tahun 2016, 2 pabrik telah dibagun di Palembang dan Cianjur. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat produksi yang tengah bersaing dengan merk air mineral lainnya.

Demikian informasi mengenai sejarah dan profil PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Bisa disimpulkan bahwa perusahaan besar ini memproduksi berbagai minuman dan makanan olahan yang terkenal dan tersebar di 5 benua khususnya Indonesia. Tidak heran jika produknya mudah ditemui di toko-toko seluruh wilayah Indonesia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

July 26, 2023 1 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Indofood CBP
Emiten Syariah

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Profil

by Minsya July 25, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Siapa yang tidak kenal dengan Perusahaan Indofood CBP Sukses Makmur? Hampir semua warga Indonesia familiar dengan nama perusahaan ini karena terkenal akan produk makanan dan minumannya. Ternyata, perusahaan ini memiliki fakta sejarah yang panjang unik untuk diketahui. Berikut profil dan sejarah dari perusahaan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Profil dari Indofood CBP Sukses Makmur

Seperti yang diketahui bahwa PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) ialah pabrik penghasil mie instan dan produk makanan olahan yang terkenal di Indonesia. Sebagai perusahaan FMCG atau Fast Moving Consumer Good, ICBP ialah salah satu anak usaha Salim Group yang berhasil menguasai pangsa pasar besar.

Industri ini paling banyak digemari oleh masyarakat Indonesia karena menyediakan berbagai produk yang memenuhi kebutuhan sebagian besar masyarakat. Produk keperluan sehari-hari yang dihasilkan ini memang dijual dengan cepat, dalam kapasitas banyak, dan harga yang cenderung murah. Disamping itu, produknya juga tidak akan tahan lama atau cepat habis digunakan konsumen.

Indofood CBP memasarkan produknya dengan variasi brand, seperti Supermi, Indomilk, Enaak, Freiss, Promina, Club, Milkuat, Segitiga Biru, dan masih banyak lagi. Selain makanan, perusahaan juga menyediakan berbagai minuman rasa buah, minuman non alkohol, air kemasan,serta teh kemasan. 

Adapun kegiatan bisnis yang dilakukannya mencakup pengemasan, pembibitan benih kelapa sawit, pemasaran minyak goreng, margarin dan shortening. Selain di Indonesia, perusahaan ini juga beroperasi di Asia, Timur Tengah, dan Afrika. Uniknya, industry FMCG ini juga pernah berafiliasi dengan Pepsico dan ikut memasarkan sejumlah produknya.

Dalam kegiatan produksinya, Indofood CBP melakukan seluruh kegiatan operasionalnya termasuk dengan seluruh tahapan proses produksi. Perusahaan ini juga memanfaatkan skala ekonomis dan ketangguhan model bisnis dalam menjalankan bisnisnya. Tidak heran jika perusahaan ini berhasil menampakkan prestasinya hingga di titik kesuksesannya kini.

Baca Juga : PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) Profil dan Sejarahnya

Indofood CBP
https://www.indofoodcbp.com

Sejarah Indofood CBP Sukses Makmur

Setelah mengetahui profil dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), tentunya kini anda tertarik mengetahui rekam jejak sejarah yang telah dilaluinya. Perlu diketahui bahwa perusahaan ini awalnya focus di bidang pengolahan makanan dan minuman di awal tahun didirikannya yaitu 1971.

Perusahaan ini merencanakan kegiatan produksinya pada makanan bermutu, halal, dan aman dikonsumsi. Sehingga aspek higienis, kandungan gizi, praktis, aman, rasa, kesegaran dan halal ialah prioritas yang wajib ada dalam produk Indofood CBP dan selalu prima. Kemudian, di akhir tahun 1980, perusahaan ini mulai bergerak di pasar Internasional.

Hal tersebut ditunjukkan dengan kegiatan ekspor mie instan ke sejumlah negara ASEAN, Timur Tengah, Taiwan, Hongkong, Inggris, China, Belanda, Australia, Jerman, serta negara-negara lainnya di Afrika. Tidak sampai situ, perusahaan menggabungkan beberapa anak perusahaan Indofood Group di tahun 1994. Sehingga, namanya berubah menjadi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk inilah yang bergerak di bidang pengolahan mie instan secara khusus. Divisi inilah yang terbesar di Indofood dengan pabrik tersebar di 15 kota. Kota-kota tersebut yakni Medan, Palembang, Pekanbaru, Lampung, Tangerang, Manado, Pontianak, Surabaya, Semarang, Makassar, Banjarmasin, Jakarta, Cibitung, Bandung dan Jambi.

Adapun cabang tanpa fasilitas pabriknya berada di Kendari, Solo, dan Bali. Keberadaan fasilitas-fasilitas tersebut bertujuan untuk menghasilkan produk yang cukup didistribusikan ke wilayah sekitar pabrik. Dengan begitu, produk dapat diterima dengan baik oleh para konsumen dengan kondisi prima atau segar.

Produk yang dihasilkan ke-15 pabrik di atas tentunya telah terstandarisasi secara menyeluruh, seperti mesin, parameter proses, bahan baku, tenaga kerja, serta barang jadi. Standarisasi tersebut juga tersertifikasi oleh SGS dengan sertifikasi International Standard Operation yang meliputi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Perusahaan ini juga berhasil memperoleh sertifikasi halal yang berlaku pada seluruh produk internasionalnya. Tidak hanya itu, sertifikat manajemen mutu ISO 9001 juga sukses didapatkan di tanggal 21 Maret 1998. Sertifikasi ISO 9001:2000 berhasil diperoleh pada 5 Februari 2004. Pada Oktober 1995, PT. Karina Sari Cipta mengubah namanya menjadi PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

Slogan yang dimiliki logo Indofood “The Symbol of Quality Foods” memiliki arti bahwa hanya produk bermutu lah yang dihasilkan oleh perusahaan ini. Selain bahan baku pilihan, produk ICBP juga diproses secara higienis serta memenuhi unsur kandungan gizi, aman, dan halal dikonsumsi.

Orientasi pasar yang dimiliki juga telah disesuaikan dengan permintaan pasar. Sehingga, industri selalu berusaha memenuhi kebutuhan para konsumennya baik dalam kualitas maupun kuantitas produk. Maka dari itu, perusahaan selalu berinovasi untuk memenuhi kepuasan konsumen, khususnya dalam hal selera.

Produk yang dihasilkan terbagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu Bag Noodle atau mie instan kemasan dan mie telor atau mie yang dikeringkan. Kegiatan produksi yang dilakukan bersifat mass production dimana barang yang diproduksi relatif sedikit tetapi dengan volume produksi yang besar. Sehingga, permintaan produk tetap stabil. Desain produk juga jarang berubah.

Selain kegiatan usaha produksi, Industri ICBP juga memperhatikan strategi pemasaran agar perusahaan semakin terus berkembang. Berbagai strategi promosi telah dilakukan, seperti periklanan baik media cetak, media elektronik, maupun papan reklame. Adapun kegiatan sales promotionnya mencakup pembagian hadiah secara langsung dan tidak.

Berdirinya PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk di Pekanbaru bertujuan untuk memperluas bidang usahanya melalui bidang usaha internal maupun pengembangan usaha strategis. Disamping itu, perusahaan ini juga diharapkan mampu mengurangi biaya transportasi dan meningkatkan kesejahteraan karyawannya.

ICBP cabang Pekanbaru ini beroperasi pada bulan Juni 1994 dengan mesin 3 line. Setahun kemudian, jalur mesinnya bertambah hingga 5 line. Pada Oktober 2000, jalur mesinnya mengalami pertambahan lagi sampai dengan 6 line. Karena meningkatkan permintaan konsumen, jalur mesin bertambah menjadi 9 line. Hingga kini, 10 line telah beroperasi dengan baik.

Grup Agribisnis memperluas kegiatan produksi gulanya ke Filipina serta Brazil melalui saham Companhia Mineira de Açúcar e Álcool Participações dan Roxas Holdings Inc di tahun 2003. Setahun kemudian tepatnya tahun 2004, ICBP mulai bergerak di bidang usaha air minum dalam kemasan AMDK dengan mengakuisisi aset AMDK dan minuman bermerek Club.

Sejak pertama kalinya hingga kini, produk-produk yang dihasilkan PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) ialah mie instan yang terkenal di kalangan masyarakat Indonesia. Merk-merk mie instan tersebut yaitu Sakura, Intermie, Pop Mie, Sarimi, Supermi dan Indomie. Indofood CBP Sukses Makmur Pekanbaru bertanggung jawab memenuhi permintaan pasar di wilayah sekitar.

Demikian informasi mengenai profil dan sejarah dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang perlu diketahui. Hal ini sangat menarik karena perusahaan penghasil mie instan kebanggaan Indonesia ini memiliki rekam jejak yang cukup panjang dan unik. Kesuksesannya pun tercermin dari strategi kegiatan usahanya yang cemerlang.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

July 25, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Buyung Poetra Sembada
Emiten Syariah

PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) Profil dan Sejarahnya

by Minsya July 22, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Perusahaan Buyung Poetra Sembada (HOKI) ialah perusahaan produksi dan grosir beras yang memasarkan sekaligus menjual beras bermerk “Belida”, “Topi Koki”, “Limas”, dan “BPS”. Perusahaan ini memasarkan produk melalui pasar modern maupun tradisional di Indonesia. Berikut sejarah dan profil dari PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI).

Profil Perusahaan Buyung Poetra Sembada

PT Buyung Poetra Sembada Tbk didirikan oleh Ichsan Tedjabuana pada 16 September 2003 sesuai Akta Notaris No.46. Perseroan ini beroperasi di bidang perdagangan beras. Kegiatan komersialnya ini dilakukan pada tahun 2003. Hingga kini perusahaan HOKI berhasil menjadi produsen utama dalam pengolahan dan distribusi beras premium di Indonesia.

Merk utama atau andalan perusahaan ini yaitu Topi Koki yang diproduksi dengan berbagai varietas beras serta ukuran. Selain merk daging utama, Perseroan melakukan kegiatan produksi sekaligus pemasaran produk beras dengan merk-merk lainnya, seperti HOKI, BPS, Rumah Limas, dan Super Belida.

Perusahaan ini juga memproduksi beras dengan merk dagang Private Label. Produk tersebut ialah hasil dari kerja sama dengan sejumlah pasar modern. Kini, beberapa produk private label tersedia pada jaringan para mitra pasar modern secara eksklusif. Sejalan visi misi yang dimilikinya, perusahaan ini membangun dua fasilitas yang berada di Pasar Induk Beras Subang dan Cibinang.

Fasilitas produksi yang disewa berada di Jakarta sedangkan fasilitas produksi di Subang menghasilkan kapasitas produksi 30 ton per jamnya. Kemudian, kapasitas produksi ditingkatkan menjadi 50 ton setiap jamnya di tahun 2019. Upaya pengembangan potensi pasar tersebut dilakukan melalui pembangunan fasilitas produksi ketiga di Sumatera Selatan.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Buyung Poetra Sembada
https://topikoki.com/produk/

Upaya tersebut dilengkapi dengan fasilitas ramah lingkungan agar limbah pengolahan beras berkurang. Pasar Induk Beras yang ada di Cipinang dan Subang ialah tepat dari kedua fasilitas yang dimiliki perusahaan ini. Kini, kedua fasilitas tersebut menjalankan kegiatan usahanya secara penuh dengan kapasitas produksi 5 ton setiap jam oleh Pabrik Indung Cipinang.

Fasilitas produksi yang dimiliki oleh Pabrik Induk Cipinang mampu menghasilkan 50 ton setiap jam. Hingga kini, perusahaan tengah meningkatkan kapasitas [roduknya di pabrik baru yang berada di Sumatera Selatan. Hal ini juga dilakukan dengan menambahkan mesin pengering serta pemecah kulit. Dengan begitu, produksi gabah basah menjadi beras meningkat.

Perusahaan ini juga mempunyai tiga gedung yang tersebar di Subang, Surabaya, dan Jakarta. Adapun bahan bakunya berasal dari 205 pemasok yang berada di enam wilayah Indonesia yaitu Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan. Selain pengepul beras, pasokan bahan baku tersebut juga berasal dari mesin penggiling padi.

Penggiling padi yang digunakan yaitu berkapasitas 10 ton setiap jamnya. Dengan begitu, perusahaan memanfaatkan para pengepul padi di berbagai wilayah penghasil padi. Hal ini bertujuan untuk menghindari ketergantungan terhadap pemasok tertentu. Sampai sini, tentu anda sudah mengenali profil PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI).

Sejarah Perusahaan Buyung Poetra Sembada

Setelah mengetahui profil PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), kini waktunya dan mengetahui sejarah perseroan tersebut. Perlu diketahui bahwa perusahaan ini berdiri pada tanggal 16 September 2003. Generasi kedua perseroan-lah yang mendirikan produsen sekaligus distributor beras ini di Jakarta. Hal ini disertai dengan peluncuran merek “Topi Koki” di Palembang dan Jakarta.

Namun, sebelumnya, generasi pertamalah yang memulai dengan membuka “Toko Buyung” di Palembang, Sumatera Selatan di tahun 1977. Tidak sampai situ, perseroan berusaha memperluas distribusi melalui jaringan pasar modern di tahun 2005. Pabrik mengolah beras dengan beroperasi di Subang, Jawa Barat di 2011. Adapun kapasitas produksi yang dihasilkan yaitu sebesar 86.000 ton per tahunnya.

Pabrik pusat distribusi yang dimiliki oleh PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) berlokasi di Surabaya, Jawa Timur di 2013. Perusahaan ini terus mengalami perkembangan yang ditunjukkan dengan pencatatan nilai penjualan sebesar Rp 500 miliar untuk pertama kalinya di tahun 2014.

Perkembangan perusahaan terus meningkat didukung dengan kapasitas produksi di Pabrik Subang sebesar 259.000 ton per tahun di 2015. Di tahun yang sama, perseroan meraih Sertifikasi ISO 9001. Pencapaian perusahaan terus menambah dengan tercapainya penjualan Rp 1 triliun pertama kalinya di tahun 2016.

Setahun kemudian, perusahaan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham sebesar Rp 700 juta saham serta 70 juta waran Seri-I di tahun 2007. Dalam rangka memperluas kegiatan produksinya, PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) membangun pabrik baru di Sumatera Selatan di tahun 2018. Kemudian, perusahaan juga tercatat dalam Indeks Kompas 100, IDXSMC-COM, dan FTSE Micro Cap.

Pada tahun 2019, Perseroan terdaftar pada beberapa indeks, yakni Indeks Pefindo 25 SME, Index IDX SMC-LIQ, dan Indeks IDX80. Masih di tahun yang sama, perusahaan juga meningkatkan kapasitas produksinya hingga mencapai 50 ton per jam yang dihasilkan oleh Pabrik Subang.

Memasuki tahun 2020, perseroan menuntaskan Pembangkit Listrik Tenaga Sekam di Palembang. Selain itu, perusahaan juga berhasil meraih sertifikat keberlanjutan dari The Planet Mark dan mengoperasikan pembangunan pabrik baru yang ada di Sumatera Selatan. Akhirnya, perusahaan ini membangun anak perusahaan yang bernama PT Hoki Distribusi Niaga.

Sepanjang tahun 2023, HOKI menyadari bahwa industry beras akan menantang sepanjang tahun ini. Untuk itu, HOKI berupaya dalam melanjutkan transformasi bisnis yang dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Dalam hal ini, HOKI menerapkan beberapa langkah sejak tahun 2020 agar menjadi perusahaan consumer atau fast moving consumer good.

Hal tersebut dilakukan melalui anak usahanya yaitu PT HOKI Distribusi Niaga yang menghadirkan produk-produk consumer dengan merk DailyMeal. Disamping itu, HOKI juga melakukan inovasi dalam mengembangkan ketersediaan produk dengan pembuatan Warung Koki.

Warung Koki ialah toko ritel online dan offline yang tidak jauh dari area perumahan ataupun perkantoran. Hal tersebut merupakan upaya memperkuat jalur distribusi di pasar modern, tradisional maupun online. Apalagi, HOKI membentuk anak perusahaan baru yang bergerak di bidang investasi di tahun lalu.

Perusahaan ini bernama PT HOKI Investasi Sejati yang dibangun untuk melakukan investasi di perusahaan public dengan fundamental bagus serta harga yang relatif rendah. Namun, Direktur Utama perseroan tidak menilai peluang kontribusi perusahaan terhadap pendapatan secara keseluruhan di masa yang akan datangnya.

Akan tetapi, PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) masih cukup tekun dalam merilis berbagai produk beras yang menarik akhir-akhir ini. Contohnya, HOKI mengeluarkan produk nasi jagung dan nasi singkong terbaru bermerk DailyMeal akhir tahun lalu. Disamping itu, produk kreasi ini ada yang menggunakan tema Warisan Kuliner Nusantara.

Itulah sekilas informasi mengenai profil dan sejarah PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) yang perlu diketahui. Dapat disimpulkan bahwa perusahaan ini cukup rajin dalam melakukan inovasi terhadap serangkaian produknya. Tidak heran jika perusahaan ini berhasil menjadi produsen beras terdepan di Indonesia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

July 22, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
ultrajaya
Emiten Syariah

PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ) Profil dan Sejarahnya

by Minsya July 19, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Perusahaan Ultrajaya Milk Industry (ULTJ) ialah perusahaan produksi minuman yang berdiri sejak tahun 1971. Tentunya, warga Indonesia tidak asing lagi dengan perusahaan ini karena terkenal akan minuman susunya yang segar dan tersedia di toko-toko sekitar. Perlu diketahui bahwa perusahaan ULTJ ini memiliki sejarah yang panjang dan unik diketahui.

Profil Perusahaan Ultrajaya Milk Industry

Industri Ultrajaya Milk Industry ialah perusahaan yang menghasilkan berbagai varian produk minuman terkenal di Indonesia. Pada awalnya, perusahaan ini hanyalah sebuah industri rumah tangga yang sederhana dan kemudian dirintis oleh seorang pengusaha. Produk yang dikembangkan pun hanyalah sebatas susu. Akan tetapi, perusahaan ini kini mengembangkan berbagai varian minuman lain.

Dalam perkembanganya, Ultrajaya Milk telah menjadi yang terdepan sebagai industri susu cair di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan kapasitas produksi yang menyentuh angka 1 juta liter per harinya. Maka dari itu, total produknya mampu menguasai setidaknya lebih dari 90% di pasar domestic. Ternyata, produk-produk yang dihasilkan tidak hanya memenuhi permintaan pasar tapi juga merambah hingga pasar internasional.

Dalam jangka panjang, ULTJ berencana memperluas jaringan distribusinya. Hal ini ditunjukkan dengan kapasitas produksi sebanyak 125.000 toko ritel melalui 50 distributor yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini didukung dengan adanya pabrik baru yang beroperasi. Pabrik ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga mencapai 80%-90%. Bisa dibilang, angka tersebut melebihi 360 juta hingga 390 juta liter susu cair per tahunnya.

Perusahaan ini juga menghasilkan produk yang bertahan lama dan memiliki pabrik besar di Indonesia yang mengelola keju. PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ) mempunyai lokasi strategis karena berada di pusat daerah pedalaman Bandung. Disamping itu, tempat yang tanahnya subur ini juga menyediakan suatu sumber yang terjamin kualitasnya. 

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

ultrajaya
https://www.ultrajaya.co.id/images/slider-ultramym112020.jpg

Daerah ini menyediakan bahan-bahan segar yang berlimpah mulai dari susu, teh, hingga buah-buahan khas. Bahan-bahan yang diolah perusahaan dinilai segar karena telah melalui proses temperature amat sangat tinggi atau UHT yang kemudian menggunakan teknologi kemasan aseptic.

Salah satu alasan utama mengapa perusahaan ini sangatlah sukses yaitu karena kemampuannya dalam mengantisipasi perusahaan pasar serta memenuhi permintaan suatu populasi makmur yang lebih dari 200 juta orang. Disamping itu, perusahaan juga mampu memberikan tanggapan yang tepat terhadap permintaan pelanggan dengan keterampilan dalam mengembangkan produk sekaligus strateginya.

Kesuksesan PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ) tercermin dari lebih dari 60 minuman dan produk makanan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Adapun produk-produk yang ditawarkan yaitu jus buah, susu UHT, teh minuman kesehatan, keju, mentega, sari jus buah, susu bubuk full cream serta susu kental manis. 

Kini, 90% dari volume produksi perusahaan telah dijual di dalam negeri sedangkan sisanya diekspor ke negara-negara terbatas, seperti Asia, Eropa, Timur Tengah, Amerika Serikat, dan Australia. Tidak heran jika perusahaan ini sangat besar. Hal ini berkat strategi pemasaran dan kemampuannya dalam menghadapi kebutuhan pasar.

Perseroan ini memprioritaskan kesehatan dan keamanan produk makanan dan minumannya. Hal ini didukung dengan adanya serangkaian uji laboratorium yang ketat dan lengkap mulai dari bahan baku, proses, alat, hingga produknya. Dengan begitu, standar kualitas telah ditetapkan dan diterapkan pada setiap produk yang dihasilkannya. Sehingga kualitas kesehatan pelanggan tercapai secara konsisten.

Sejarah dari Perusahaan Ultrajaya Milk Industry

Seperti yang diketahui bahwa pada awalnya, perusahaan ini hanyalah memproduksi susu. Adapun susu yang dikembangkan oleh perusahaan keluarga ini hanyalah susu yang dipasteurisasi. Seiring berjalannya waktu, pemilik perusahaan memperbaiki profil perusahaan dengan mengubah status dari perusahaan perseorangan menjadi perusahaan berbadan hukum atau persekutuan komanditer.

Tepatnya pada tanggal 22 Oktober 1968, perusahaan ini berganti nama menjadi CV Djaja Murni Trading and Industry Company secara resmi. Memasuki tahap perkembangan, perusahaan ini akhirnya mengganti namanya menjadi PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company sebagai perusahaan perseroan. 

Pada saat inilah, perusahaan mempelopori pengembangan minuman yang bebas dari hama atau aseptic. Hal ini bertujuan untuk memenuhi banyaknya permintaan pasar pada minuman refrigeration free yang ada Indonesia. Kini, ULTJ telah menjadi perusahaan terkenal di Indonesia yang menghasilkan berbagai varian minuman bebas hama atau aseptik.

Perlu diketahui bahwa perusahaan ini memulai sejarahnya sebagai sebuah bisnis keluarga dari Ahmad Prawirawidjaja pada tahun 1960an. Pada pertengahan 1970 an, teknologi pengolahan Ultra high Temperature serta teknologi pengemasan karton antiseptic mulai dimanfaatkan. Lima tahun tahun kemudian, ULTJ mulai melakukan kegiatan produksi susu cair bermerk “Ultra Milk”.

Pada tahun 1978, perusahaan ini memproduksi sari buah UHT yang bermerk “Buavita”. Pada tahun 1980an, perusahaan mulai memproduksi sari kacang ijo, minuman kola bermerk “Cola Pack”, sari buah asam dengan merek “Asem Asli”, serta teh UHT yang bermerk “Teh Kotak”. Di tahun yang sama, perusahaan membuat perjanjian berlisensi dengan Kraft General Food Ltd yang berasal dari USA.

Penekenan perjanjian tersebut bertujuan untuk memproduksi sekaligus memasarkan keju yang bermerk “Kraft”. Hal ini juga berlaku sama pada Nestle dalam menghasilkan produk Milo RTD, Mead Johnson untuk produk isotonic Lytren dan Carlsberg yang bermerk Pripps. Kemudian, ULT melakukan patungan dengan perusahaan Kraft Heinz.

Pada tahun 1990an, PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ) resmi terdaftar di BEI atau Bursa Efek Indonesia. Di tahun yang sama, perusahaan mulai memproduksi susu kental manis. Di tahun yang sama, perusahaan telah melakukan 3 kali penawaran umum dengan HMETD yaitu tahun 1994, 1999, dan 2004. Sejak saat itulah, perusahaan terus tumbuh dan berkemang pesat hingga mejadi produsen susu cair segar terdepan. 

Di tahun berikutnya, susu bubuk mulai diproduksi dengan mitra Meiji Dairies. Memasuki tahun 2000an, perusahaan menjalin bersamanya (toll packaging) dengan PT Sanghiang Perkasa yang telah memperoleh lisensi dari Morinaga Milk Industry. Kerjasama tersebut dilakukan untuk memproduksi sekaligus mengemas susu bubuk bagi bagi. 

Pada tahun 1994, perseroan berusaha mengembangkan usahanya dengan memproduksi susu kental manis atau Sweetened Condensed Milk. Setahun kemudian, perusahaan mencoba memproduksi Powder Milk atau susu bubuk. Mulai 2002, perseroan mulai fokus pada pemasaran produk dan tidak lagi menjadi distributor PT Kraft Ultrajaya Indonesia.

Pada tahun 2008, ULTJ menjual minuman sari buah bermerk “Buavita” dan “Gogo” ke perusahaan Unilever Indonesia. Kemudian, perusahaan mengadakan perjanjian produksi dengan Unilever Indonesia agar dapat melakukan kegiatan produksi dan pengemasannya. Pada tahun 2020, PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ) mulai membangun gudang serta pabrik baru yang berada di Kawasan Industri MM2100.

Itulah sekilas informasi mengenai profil dan sejarah dari PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ). Perusahaan ini selalu mengedepankan kualitas produk dan kebutuhan konsumen. Apalagi, perusahaan ini memiliki strategi pemasaran yang unik. Tidak heran jika perusahaan ini menjadi industri susu terdepan yang ada di Indonesia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

July 19, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Elang Mahkota Teknologi
Emiten Syariah

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Profil dan Sejarahnya

by Minsya July 17, 2023
written by Minsya 6 minutes read

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau dikenal pula dengan Emtek merupakan perusahaan konglomerat yang beroperasi di Indonesia. Secara garis besar, perusahaan ini bergerak di bidang media, telekomunikasi, dan properti, yang mana anak usahanya berjumlah lebih dari dua puluh. Perusahaan publik ini berkantor pusat di Jakarta Pusat, Indonesia.

Profil Elang Mahkota Teknologi

Elang Mahkota Teknologi merupakan perusahaan induk yang bisnisnya sudah menggurita di Indonesia. Utamanya, perusahaan ini bergerak di bidang media, telekomunikasi, dan properti. Namun, juga membawahi beberapa yayasan. Dengan ragam anak usaha yang sangat banyak, perusahaan ini pantas mendapat julukan perusahaan konglomerat Indonesia.

Didirikan lebih dari 30 tahun yang lalu, perusahaan ini pada 2022 tercatat memiliki total aset yang sangat besar mencapai lebih dari 40.000 triliun rupiah. Dengan nilai pendapatan sekitar 15.000 triliun dan laba bersih 710.000 milyar. Kepemilikan dari perusahaan ini mencakup beberapa orang pribadi dan perusahaan publik.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Elang Mahkota Teknologi
https://www.emtek.co.id/business/media-digital

Sejarah Singkat Elang Mahkota Teknologi

Elang Mahkota Teknologi pertama kali didirikan oleh Eddy Kusnadi Sariatmadja pada tahun 1983. Pada masa tersebut, nama perusahaan ini masih PT. Elang Mahkota Komputer atau Emtek dan beroperasi sebagai perusahaan layanan komputer pribadi. Kemudian perusahaan ini berkembang dan dipercaya sebagai distributor eksklusif Compaq di Indonesia.

Bersama saudaranya yang bernama Fofo Sariatmadja, Eddy Kusnadi Sariatmadja kemudian melakukan ekspansi bisnis dari hanya perangkat keras ke perangkat lunak, data, hingga jaringan komputer. Yang kemudian bisnis ini terus berkembang dan melahirkan beberapa anak usaha yang khusus menangani bidang-bidang tertentu.

Tercatat pada tahun 1995 sudah ada tiga anak perusahaan  PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang berdiri, yaitu PT. Abhimata Citra Abadi yang fokus ke jaringan, PT. Abhimata Persada yang fokus ke perangkat lunak, dan PT. Intipraja Teknosindo yang fokus ke manufaktur atau perakitan perangkat keras komputer. Dengan adanya ketiga anak usaha tersebut, menjadikan perusahaan ini semakin dikenal luas.

Lalu, pada tahun 1977 muncul satu lagi anak perusahaan yang bernama PT. Bitnet Komunikasindo atau ISP dan PT. Tangara Mitrakom atau VSAT. Pada tahun yang sama, perusahaan ini berganti nama menjadi PT. Elang Mahkota Teknologi sebagai salah satu langkah untuk menjadi perusahaan one-stop solution di bidang teknologi dan komunikasi.

Kemudian perusahaan ini mulai melebarkan bisnisnya di bidang penyiaran melalui kerjasama dengan Singleton Group asal Australia dan mengakuisisi sebagian saham dari SCTV. Dimana pada saat itu stasiun TV tersebut menjadi perusahaan induk televisi swasta terbesar kedua di Indonesia. Hasil dari langkah tersebut adalah berdirinya PT. Cipta Aneka Laras.

Namun, seiring dengan ekspansi Elang Mahkota Teknologi, sebagian besar saham SCTV kemudian dimiliki oleh perusahaan ini. Proses kepemilikan saham mayoritas tersebut terjadi pada tahun 2005. Lalu, nama PT. Cipta Aneka Laras kemudian diganti menjadi PT. Surya Citra Media Tbk atau SCMA hingga saat ini. 

Pada tahun sebelumnya, yaitu 2004, Elang Mahkota Teknologi juga sempat mendirikan televisi swasta lokal yang berada di Jakarta bekerjasama dengan MRA Media. Televisi tersebut dinamakan O Channel, wilayah siaran meliputi Jabodetabek. Dan kemudian televisi ini sepenuhnya diakuisisi pada tahun 2008.

Berlanjut ke tanggal 12 Januari 2010, perusahaan ini secara resmi masuk ke Bursa Efek Indonesia dengan melepas saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) sebesar 10%. Nilai tersebut merupakan emiten pertama pada tahun tersebut yang melakukan IPO. dengan begitu, perusahaan ini bisa memperoleh dana pengembangan investasi usaha.

Masih di ranah penyiaran, pada tahun 2011 Elang Mahkota Teknologi kemudian mengakuisisi PT. Indosiar Karya Mandiri Tbk (IDKM). Dimana merupakan induk dari stasiun televisi Indosiar. Selain itu, juga ada peluncuran layanan televisi digital NexMedia melalui PT. Mediatama Anugrah Citra.

Tidak ketinggalan, tahun itu juga merupakan awal PT Screenplay Produksi atau yang lebih dikenal dengan Screenplay Productions beroperasi. Yang merupakan sebuah rumah produksi film dan serial televisi. Di tahap ini, Elang Mahkota Teknologi sudah dikenal luas sebagai perusahaan induk media dan telekomunikasi terkemuka Indonesia.

Membuat gebrakan baru, perusahaan ini meluncurkan rumah produksi film animasi anak-anak yang diberi nama PT. Animasi Kartun Indonesia. Dibarengi pula dengan peluncuran digital media platform yang dinamai KMK Online, diprakarsai oleh PT. Kreatif Media Karya. Serial animasi pertamanya berjudul Keluarga Somat.

Untuk meningkatkan sinergi dalam perusahaan, SCMA (SCTV) dan IDKM (Indosiar) kemudian digabung menjadi satu. Pencapaian lain yang didapat yaitu menjadi saluran resmi penyiaran Sea Games 2013 di Myanmar. Proses penyiaran dilakukan di tiga saluran sekaligus, yaitu SCTV, Indosiar, dan NexMedia.

Setelah itu, Elang Mahkota Teknologi juga mengantongi hak penyiaran dari Barclays Premier League dan UEFA Champions League. Di sisi lain, perusahaan ini melalui PT. Elang Medika Corpora mengakuisisi RS Usada Insani yang berlokasi di Tangerang. Ini merupakan pencapaian terbaik di tahun yang bersamaan.

Tidak hanya berhenti di situ, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) ini mulai melakukan investasi di beberapa bidang bisnis baru seperti Home Tester Club, Bukalapak.com, Rumah.com, dan RS Pertamina Sentul di tahun 2014. Di masa tersebut, Elang Mahkota Teknologi sudah memiliki beberapa subsidiary bisnis yang terus bertumbuh.

Tahun 2015 menjadi waktu yang penting untuk Elang Mahkota Teknologi. Dimana perusahaan ini melakukan langkah besar dengan merestrukturisasi divisi media. Langkah yang diambil yaitu dengan mendirikan sub-holding yang fokus ke bidang konten bernama PT. Indonesia Entertainment Group, merupakan hasil patungan SCMA dan Elang Mahkota Teknologi.

Lalu, di divisi online, perusahaan ini juga melakukan banyak investasi di start-up dan portal online seperti bobobobo.com, Bridestory, Hijup.com, Kudo, PropertyGuru. Selain itu, KMK Online juga meluncurkan platform video bernama Vidio.com yang hingga saat ini terus diminati oleh banyak orang.

Setahun setelahnya, perusahaan ini terus memperkuat di bidang online dengan melakukan banyak investasi dengan beberapa platform seperti Klikdokter.com, Klik-apotek.com, dan Iflix. Ada pula penambahan kepemilikan saham di RS Pertamedika Sentul dan RS Usada Insani yang semakin kuat.

Tahun 2017, Elang Mahkota Teknologi mendirikan PT. Espay Debit Indonesia Koe (EDIK) yang bergerak di pembayaran digital sudah mendapat lisensi dari Bank Indonesia. Yang kemudian layanan uang elektronik ini diluncurkan dengan nama DANA. Lalu, tahun 2018, perusahaan ini kembali menjadi saluran resmi penyiaran perhelatan olahraga, ASIAN Games 2018.

Selanjutnya, di tahun 2019 perusahaan ini menanam saham di PT. Bendon Media Kreasi, meluncurkan TV Satelit bernama Nex Parabola, dan memproduksi film serial superhero berjudul Gundala. Lalu, tahun 2020, Elang Mahkota Teknologi berhasil mengakuisisi sebagian besar saham RS OMNI dan berhasil menyelenggarakan Konser Amal Satu Indonesia secara online.

Menghadapi masa pandemi, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) memberikan dukungan berupa layanan Vaksin Gotong Royong di tahun 2021. Masih di waktu yang sama, kembali menjadi saluran resmi penyiaran Olimpiade Tokyo 2020 dan bekerjasama dengan PT. Grab Teknologi Indonesia untuk mendukung percepatan transformasi UMKM di Indonesia.

Menginjak tahun 2022, perusahaan ini mengembangkan Bank FAMA, menjadi sponsor acara B20 of G20 Indonesia Presidency, dan kembali menjadi saluran resmi penyiaran perhelatan besar olahraga FIFA World Cup Qatar 2022. Dengan begitu, Elang Mahkota Teknologi kembali menuliskan pencapaian terbaiknya di tahun tersebut.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

July 17, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG