Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - Saham Pemula - Page 34
Category:

Saham Pemula

Breakout Saham
Saham Pemula

Breakout Saham : Simak 3 Tips Trading Dengan Strategi Ini

by Minsya October 22, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Terdapat cukup banyak istilah saham untuk pemula yang perlu dipahami sebelum terjun langsung ke pasar modal. Salah satunya yaitu breakout saham yang sangat populer dan acap kali dijadikan salah satu strategi oleh para investor, untuk melihat potensi harga saham guna memulai tren. Jadi apa sebenarnya breakout saham tersebut ? Yuk cari tahu.

Penjelasan Mengenai Breakout Saham

Karena breakout saham mempunyai kaitan erat dengan support dan resistance, maka sebaiknya anda memahami terlebih dahulu kedua istilah tersebut. Dalam saham, support berarti batas bawah harga harga. Sementara resistance adalah batas atas harga saham. Dan support serta resistance ini bisa anda lihat melalui grafik harga saham.

Hubungannya dengan breakout adalah istilah ini mengacu pada situasi dimana harga saham telah menembus batas support atau atas resistance. Sehingga breakout acap kali menjadi momen yang ditunggu tunggu oleh para trader. Banyak yang menyebutkan bahwa momen ini mengindikasikan peluang perdagangan yang membaik. 

Meskipun begitu, breakout tidak selalu bagus bagi saham untuk pemula. Sebab pada dasarnya kondisi tersebut sangat subjektif, lantaran tidak semua trader mampu mengenalinya karena menggunakan indikator support dan resistance yang berbeda. Secara umum, breakout pada level resistance memberikan indikasi untuk melakukan tindakan buy.

Sementara breakout di level support dapat menjadi isyarat bagi para trader untuk menjual saham yang dimiliki supaya tidak mengalami kerugian yang besar. Adapun salah satu tanda akan terjadi breakout yaitu ketika saham mulai keluar dari tren sideways dengan volume yang besar.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Breakout Saham

Jenis Jenis Breakout Saham

1. True Breakout

Dikatakan sebagai true breakout yaitu ketika harga saham berhasil melewati suatu area atau level, dan harga ini tidak berbalik arah sambil melanjutkan penembusan yang lebih dalam. True breakout akan terkonfirmasi pada candlestick jika badan lilin melewati garis dan diikuti peningkatan volume. Semakin tajam peningkatan volume, maka semakin kencang pula sinyal dari true breakout tersebut.

2. False Breakout

Selain true breakout, ada pula yang dinamakan false breakout. Kondisi ini terjadi apabila harga gagal untuk membentuk sinyal breakout. Maksudnya yaitu harga saham yang telah melampaui suatu level, kemudian bergerak ke arah sebaliknya dan tidak melanjutkan penembusan yang lebih dalam. Jadi pada false breakout ini harus sangat berhati hati dan cermat dalam mengambil langkah.

Sederhananya, true breakout dapat menjadi kondisi yang menguntungkan bagi para investor saham. Sementara false breakout justru sebaliknya, bisa menjadi risiko besar lantaran dapat dilihat dari bagian ekor candlestick yang melewati garis dan tidak diikuti oleh peningkatan volume signifikan.

Tips Trading Saham Menggunakan Strategi Breakout

1. Menggunakan Candle dalam Validasi Breakout

Anda yang masih belajar saham untuk pemula, sebaiknya jangan lupa mempelajari bagaimana cara melihat candlestick. Karena validasi breakout dapat dilakukan dengan menggunakan candle. Yaitu anda perlu menunggu sampai penutupan candle di atas resistance atau di bawah support.

Dan akan lebih baik jika satu candle secara utuh dan shadow sudah berada di luar area resistance ataupun support. Apabila hanya pada batas ujungnya saja dari shadow candle, maka breakout mungkin belum terjadi. Jadi memang perlu diperhatikan secara cermat, karena sewaktu waktu tetap bisa terjadi jika sudah melampaui ambang dari batas.

2. Memahami Trend yang Kuat di Pasar Saham

Strategi pada breakout umumnya diterapkan oleh para investor ketika terdapat trend yang cukup kuat di pasar saham. Sebab kondisi pasar yang ramai cenderung mampu menembus harganya. Sehingga dapat memberikan probabilitas kesuksesan yang cukup tinggi. Namun perlu diingat bahwa melihat banyaknya volume dalam satu waktu kejadian menjadi hal yang sulit dilakukan.

3. Pasang Stop Loss

Risiko rugi tentunya tetap ada meskipun anda sudah menggunakan acuan breakout, jadi sebaiknya jangan lupa pasang stop loss. Stop loss ini berfungsi supaya anda tidak mengalami risiko terjadi kerugian yang besar apabila harga mengalami gagal breakout. Belajar saham untuk pemula agar dapat pasang stop loss, yaitu dengan menempatkan pada titik yang tepat di resistance atau pada titik support.

Menjadi momen yang ditunggu tunggu oleh para investor, tentu anda perlu mempelajari apa itu breakout saham dan kapan momen yang disebut breakout ini muncul. Sayangnya, breakout cukup sulit diprediksi. Sehingga mempelajarinya tidak bisa instan dan diperlukan pengamatan cermat agar dapat mengambil langkah yang tepat.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 22, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Stock Split Saham
Saham Pemula

3 Tujuan Stock Split Saham Yang Wajib Kamu Tahu

by Minsya October 21, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Stock split menjadi istilah penting yang berkaitan dengan aksi korporasi emiten, sehingga anda yang sedang belajar saham untuk pemula sebaiknya turut memahami apa yang dimaksud dengan stock split ini. Sebab cukup banyak perusahaan yang melakukan strategi ini seiring berkembangnya bisnis. Lantas apa sebenarnya yang dimaksud dengan stock split saham ? Yuk cari tahu.

Pengertian Stock Split Saham

Stock split saham diartikan sebagai pemecahan nilai nominal saham, sehingga nilai nominalnya menjadi lebih rendah. Aksi korporasi ini dilakukan dalam rasio tertentu dan berdampak pada meningkatnya jumlah saham yang beredar. Umumnya nilai nominal saham yang telah mengalami stock split akan diikuti dengan harga saham yang juga lebih rendah.

Dan setiap perusahaan yang telah go public serta terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat melakukan stock split saham tersebut. Termasuk emiten yang mempunyai fundamental bagus namun harga sahamnya telah mencapai titik tertinggi. Tujuannya yaitu supaya sahamnya dapat diminati oleh para calon investor.

Biasanya waktu yang tepat untuk melakukan stock split yaitu ketika nilai saham telah mencapai Rp. 10 ribu hingga Rp. 20 ribu per lembarnya. Dan aksi ini acap kali ditunggu tunggu oleh sebagian besar investor. Jika anda belajar saham untuk pemula dan segera ingin berinvestasi, juga tidak ada salahnya menunggu momen seperti itu.

Tujuan Stock Split

1. Membuat Harga Saham Lebih Murah

Tujuan perusahaan melakukan pemecahan saham adalah agar harganya menjadi lebih murah dan dapat dijangkau oleh investor ritel. Sebagai contoh, harga saham KNY sebelumnya berada pada kisaran harga Rp. 90 ribu. Sehingga untuk membeli satu lot saham saja harus menyiapkan modal hampir Rp. 10 juta. Jika dilakukan stock split saham, harganya bisa berkisar di bawah Rp. 3 ribu.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Stock Split Saham

2. Membuat Saham Lebih Likuid

Tujuan lain dari stock split adalah membuat suatu saham menjadi lebih likuid. Caranya yaitu dengan membuat para investor lebih tertarik membeli saham. Termasuk PNS, pedagang, karyawan, mahasiswa, sampai ibu rumah tangga. Banyaknya peminat ini tentu akan berdampak pada nilai saham yang menjadi lebih likuid.

3. Memberi Kesempatan pada Investor Kecil

Seperti yang telah dijelaskan, stock split akan membuat harga saham menjadi lebih murah. Sehingga aksi ini dapat memberi kesempatan bagi investor kecil. Anda yang belajar saham untuk pemula akan sangat terbantu di sini. Karena sebagai pemula sebaiknya memang memulai dengan berinvestasi dalam jumlah kecil. Sehingga harga saham yang terjangkau menjadi pilihan tepat.

Untung Rugi Aksi Stock Split

1. Bagi Perusahaan

Tujuan perusahaan menerapkan aski pemecahan saham adalah untuk mendapatkan keuntungan. Adapun keuntungan yang akan diperoleh yaitu frekuensi transaksi saham menjadi lebih meningkat dibanding sebelumnya, mengingat bahwa tingginya minat para calon investor lantaran harga saham menjadi lebih murah.

Sehingga kondisi tersebut akan memberikan keuntungan berupa saham perusahaan menjadi lebih aktif di perdagangan atau lebih likuid. Meski begitu, stock split juga dapat menghadirkan kerugian bagi emiten. Karena aksi tersebut berisiko membuat saham mengalami delisting oleh Bursa Efek, dan harga saham pun tidak selalu mengalami peningkatan ke depannya.

2. Bagi Investor

Selain menawarkan potensi untung dan risiko rugi bagi perusahaan, stock split juga berdampak pada investor. Jadi anda yang ingin membeli saham untuk pemula sebaiknya mengetahui hal ini. Dimana kegiatan memecah nilai saham bisa menjadi kesempatan untuk investor kecil karena harga saham menjadi lebih terjangkau.

Dan harga saham yang terjangkau tersebut akan membuat porsi kepemilikan saham anda menjadi lebih banyak. Sayangnya, anda pun harus berhadapan dengan risiko kerugian berupa peningkatan jumlah yang saham beredar. Sehingga hal ini dapat menyebabkan dividen yield yang diterima menjadi lebih kecil.

Jadi membeli saham stock split dari segi harga memang cukup menguntungkan. Akan tetapi, harga saham bukanlah jaminan anda dapat memperoleh keuntungan ke depannya. Sehingga ketika hendak membeli saham sebaiknya memperhatikan beberapa hal. Seperti kinerja keuangan perusahaan, prospek bisnis ke depannya, hingga kondisi makro ekonomi.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 21, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Saham Gorengan
Saham Pemula

Mengenal 4 Ciri Saham Gorengan dan Tips Menghindarinya

by Minsya October 20, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Sudah pernah dengar tentang saham gorengan? Istilah ini sering digunakan oleh para investor ketika bermain saham. Karena sebaiknya dihindari, maka anda yang belajar saham untuk pemula sebaiknya mengenali ciri cirinya seperti apa. Sebab kebanyakan saham gorengan ini sering membuat investor pemula kebagian ruginya saja. Maka dari itu, simak penjelasannya berikut.

Mengenal Apa Itu Saham Gorengan

Sebelum mengenali ciri cirinya, tentu anda perlu mengetahui apa itu saham gorengan sendiri. Dimana saham gorengan tersebut menjadi penyakit kritis di bursa yang sebisa mungkin harus dihindari oleh investor lantaran dapat menimbulkan kerugian besar. Untuk pengertiannya sendiri, sebenarnya tidak ada definisi yang benar benar pasti terkait saham gorengan tersebut.

Istilah itu dibuat oleh para investor untuk menggambarkan saham yang harganya sudah dipermainkan oleh pihak tertentu atas dasar kepentingannya sendiri. Jadi harga saham bergerak bukan karena mekanisme pasar yang wajar. Melainkan harganya bergerak di luar kewajaran tanpa ada dasar fundamental.

Ketika anda belajar saham untuk pemula, pasti sudah mengetahui bahwa pergerakan harga saham dipengaruhi oleh informasi dan kinerja dari perusahaan yang mengeluarkannya. Misalnya saat dikabarkan komoditas A akan naik, ini dapat mendorong harga saham saham komoditas A naik dalam tingkat yang wajar karena investor tertarik melakukan pembelian.

Sebaliknya, harga saham akan bergerak datar apabila tidak ada informasi sama sekali mengenai kinerja perusahaan. Namun hal serupa tidak berlaku pada saham gorengan. Sebab naik turunnya harga dimainkan oleh bandar untuk menarik perhatian investor. Jadi bandar akan melempar rumor di bursa sampai membuat permintaan palsu agar para investor segera membeli saham.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Saham Gorengan

Ciri Ciri Saham Gorengan dan Tips Menghindarinya

1. Harga Saham Tinggi Meskipun Perusahaan Merugi

Ciri saham gorengan yaitu harganya tinggi meskipun perusahaan merugi. Sebab permintaan terhadap saham ini tidak disebabkan oleh fundamental perusahaan yang membaik. Namun karena dipancing oleh bandar agar investor mau tetap berinvestasi pada perusahaan. Jadi pastikan anda selalu memantau posisi keuangan perusahaan terlebih dahulu sebelum membeli saham.

2. Dikendalikan oleh Emiten Baru

Banyak saham gorengan dikendalikan oleh emiten baru. Karena harganya masih terlalu murah, maka bisa saja emiten tersebut adalah saham gorengan sehingga patut dicurigai. Meskipun emiten ini sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan sekalipun, anda tidak akan pernah tahu bagaimana kinerjanya ke depan.

Jika merasa tertarik untuk membeli saham dari emiten tersebut, maka terapkan apa yang dipelajari dari saham untuk pemula. Yakni dengan membeli saham secara sedikit demi sedikit, tidak sampai all in. Dengan begitu anda bisa menghindari risiko mengalami kerugian apabila itu memang saham gorengan.

3. Volume Harian Tidak Umum

Sebagai investor, anda dapat melakukan analisa terhadap volume transaksi dari saham yang diinginkan. Coba perhatikan pola volume hariannya, tentu anda patut curiga apabila volume tersebut tiba tiba naik secara drastis. Bisa jadi saham ini sedang dimainkan oleh bandar, dan saat banyak investor baru tertarik kemudian mereka langsung menjual sahamnya sekaligus.

Alhasil para investor baru yang sudah terlanjur membeli saham hanya akan mendapat sisa kerugiannya saja. Terlebih jika emiten yang dipilih ternyata punya kinerja yang terus buruk, pasti akan sulit untuk menjualnya kembali. Oleh karena itu, jangan sampai anda ikut terperangkap pada jebakan seperti ini. Caranya yaitu dengan tidak lupa menganalisa volume harian transaksi sebelum membeli.

4. Volatilitas Harga Tak Beraturan

Selain volume hariannya tidak umum, saham gorengan biasanya memiliki volatilitas harga yang tidak beraturan. Volatilitas harga sendiri adalah standar deviasi yang dihitung tahunan. Standar tersebut digunakan untuk mengukur saham pada tahun berikutnya. Dan jika volatilitasnya tinggi maka saham berpotensi mengalami kenaikan harga.

Sebaliknya, volatilitas yang rendah membuat saham berisiko mengalami penurunan harga. Namun volatilitas harga yang tidak beraturan dapat mengindikasikan adanya permainan dari bandar. Adapun cara memperkirakan volatilitas tersebut yaitu dengan melihat dari data perdagangan dan data historisnya. Jadi jangan lupa mempelajari saham untuk pemula terkait hal ini sebelum bertransaksi.

Saham memang menjadi kunci sukses dalam investasi saham. Jangan sampai terjebak dengan saham gorengan karena melihat permintaan yang tinggi pada saham tersebut. Sebaiknya kenali cirinya dan cek beberapa hal mengenai saham yang anda inginkan sebelum bertransaksi. Dengan begitu anda akan terhindar dari kerugian saham gorengan ini.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 20, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Fraksi Harga Saham
Saham Pemula

Mengenal 3 Fungsi Fraksi Harga Saham, Kamu Wajib Tau!

by Minsya October 19, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Ingin bertransaksi di pasar modal dengan investasi saham untuk pemula? Maka sebaiknya anda mengenal terlebih dahulu apa itu fraksi harga saham. Sebab Bursa Efek Indonesia mempunyai kebijakan tersendiri dalam penentuan fraksi harga saham ini. Oleh karena itu, yuk cari tahu lebih lanjut apa sebenarnya yang dimaksud dengan fraksi saham tersebut.

Apa Itu Fraksi Harga Saham?

Fraksi harga saham merupakan panduan perubahan harga saham yang dapat ditawar dan dibeli oleh para investor. Panduan ini merupakan sistem yang berperan sebagai pedoman negosiasi atau tawar menawar dalam perdagangan saham. Jadi, anda tidak bisa sembarang membeli saham di harga berapapun di bursa.

Sebab ada aturan fraksi harga saham yang mengikat dan menjadi pedoman di sana. Dan terakhir kali, Bursa Efek Indonesia menambah jumlah kelompok fraksi saham yang sebelumnya ada tiga kelompok menjadi lima kelompok. Dimana hal ini diatur dalam II-A-Kep-00023/BEI/04-2016.

Bagi anda yang belajar saham untuk pemula, tentu perlu mengetahui lima kelompok fraksi tersebut. Pada fraksi harga Rp. 1 terdiri atas kelompok saham dengan harga kurang dari Rp. 200 per lembarnya. Lalu untuk fraksi harga Rp. 2 terdiri atas kelompok saham dengan harga sebesar Rp. 200 sampai Rp. 500 per lembarnya.

Kemudian fraksi harga Rp. 5 berlaku untuk kelompok saham dengan harga Rp. 500 sampai dengan Rp. 2.000 per lembarnya. Sementara fraksi harga Rp. 10 berisikan saham dengan harga Rp. 2.000 sampai Rp. 5.000 per lembar. Sedangkan fraksi harga Rp. 25 berlaku untuk saham seharga di atas Rp. 5.000.

snips.stockbit.com

Contoh Cara Kerja Fraksi Saham

Apabila masih bingung mengenai fraksi harga saham, maka sebaiknya anda langsung melihat contohnya. Sebagai contoh untuk saham yang mempunyai harga per lembar antara Rp. 200 sampai dengan Rp. 500, setiap satu kali kenaikan harga sahamnya adalah kelipatan 2. Apabila harga awalnya Rp. 200 per lembar, maka harganya akan menjadi Rp. 202, 204, 206, dan seterusnya.

Dengan kata lain, anda tidak bisa membeli saham untuk pemula di harga Rp. 201. Sehingga order secara otomatis akan ditolak oleh sistem bursa lantaran tidak sesuai dengan aturan fraksi harga saham yang berlaku. Contoh lain, saham KNY per lembarnya memiliki harga Rp. 4.500. Itu berarti saham KNY masuk ke dalam kelompok fraksi harga Rp. 10.

Apabila saham KNY naik, maka harganya akan menjadi Rp. 4.510, Rp. 4520, Rp. 4530, dan seterusnya. Jika terus naik sampai Rp. 5.000, maka kenaikan berikutnya menjadi Rp. 25 karena sudah memasuki fraksi ke-5. Itu berarti anda dapat membeli saham KNY pada harga harga tersebut.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Fraksi Harga Saham

Fungsi Fraksi Harga Saham

1. Membuat Perdagangan Saham Lebih Teratur

Tentu bukan tanpa alasan kenapa dibuat pedoman mengenai fraksi harga saham ini. Dimana fraksi harga saham memberikan berbagai fungsi, salah satunya yaitu membuat perdagangan saham menjadi lebih teratur, efisien, dan juga transparan. Sebab harga saham naik bertahap dan perlahan lahan, begitu pula ketika turun. Jadi apabila ada saham yang harganya berubah tajam, ini bukan ulah spekulan.

2. Menjaga Pasar Modal dari Tindakan Spekulasi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, apabila ada saham yang harganya naik atau turun dengan tajam, maka ini menunjukkan bahwa instrumen tersebut memang banyak yang membeli atau menjual. Jadi bukan merupakan ulah dari spekulan yang ingin menarik keuntungan. 

Tindakan spekulasi sendiri sering disebut sebagai penggorengan saham, yaitu tindakan investor yang membeli saham dengan harga tinggi untuk memancing investor lain agar menganggap bahwa instrumen tersebut sedang diminati. Setelah harga saham yang digoreng naik sesuai keinginan, maka spekulan dapat menjual saham dan menarik keuntungan.

3. Meningkatkan Likuiditas Pasar Modal

Adanya aturan fraksi harga saham juga dapat meningkatkan likuiditas pasar modal, hal ini penting diketahui apabila sedang belajar saham untuk pemula. Sebab perdagangan yang menjadi lebih teratur, efisien, transparan, dan proses transaksi menjadi lebih sederhana, membuat banyak orang tertarik untuk investasi. Semakin ramai orang mengunjungi pasar modal, maka semakin tinggi pula likuiditasnya.

Jadi, sudah paham mengenai fraksi harga saham? Sebaiknya anda selalu mengikuti update pedoman terbaru terkait fraksi harga tersebut. Sehingga anda dapat membeli saham di nominal yang tepat serta mengetahui sejauh mana harga saham meningkat atau menurun. Yuk pelajari terlebih dahulu sebelum mulai bertransaksi.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 19, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Bearish dan Bullish
Saham Pemula

3 Indikator Bearish dan Bullish dalam Saham? Yuk Simak di Sini!

by Minsya October 18, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Memahami mengenai bearish dan bullish merupakan hal yang penting bagi mereka yang baru belajar saham untuk pemula. Apabila anda salah satunya, maka sekarang anda berada di halaman yang tepat. Pasalnya memahami kedua istilah ini akan membantu anda memaksimalkan strategi ketika terjun ke pasar modal. Tidak perlu berlama lama, yuk intip penjelasannya berikut.

Pengertian Bearish dan Bullish

1. Pengertian Bearish

Bearish merupakan kondisi pasar saham ketika harga saham turun secara keseluruhan. Dimana kondisi ini ditandai dengan turunnya indeks harga saham. Istilah ini diambil dari kata bear yang berarti beruang. Karena beruang mempunyai sifat cenderung tenang, sehingga dapat menggambarkan bahwa kondisi pasar saat itu cenderung sedang tidak bergerak.

Tren bearish tersebut umumnya ditandai dengan pesimisme investor yang kuat mengenai skenario penurunan harga pasar. Apabila tren penurunan harga terjadi dalam jangka panjang, maka kondisi ini akan disebut sebagai bear market. Jika terjadi hal demikian, biasanya investor akan menjual sahamnya.

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya kondisi bearish. Yang paling utama yaitu melemahnya kondisi ekonomi suatu negara. Selain itu, lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia juga dapat menjadi salah satu faktor penyebabnya. Ini ditunjukkan dengan adanya defisit neraca perdagangan, grafik negatif pada laju laba perusahaan, meningkatnya jumlah pengangguran, dan lain lain.

2. Pengertian Bullish

Tentu saja anda juga harus memahami bullish apabila belajar saham untuk pemula. Berkebalikan dari bearish, bullish adalah representasi menguatnya pasar saham. Sebab nilai nilai aset sedang mengalami kenaikan secara keseluruhan pada kondisi tersebut. Kata bullish sendiri berasal dari bull yang berarti banteng. Karena banteng identik dengan sifat suka marah dan menyeruduk. 

Sehingga banteng ini dapat menggambarkan bahwa kondisi pasar modal sedang on fire. Kondisi ini ditandai ketika investor optimis, biasanya ditandai pula dengan peningkatan indeks pasar sebesar 20 persen. Secara umum, pasar saham yang berada dalam kondisi bullish dipengaruhi oleh ekonomi yang sedang baik.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Bearish dan Bullish

3. Bedanya Bearish dan Bullish

Supaya dapat lebih mudah memahami mengenai bearish dan bullish, maka sebaiknya anda mengetahui perbedaan antara keduanya. Adapun perbedaan utama dari istilah istilah ini terletak pada kondisi pasar saham pada suatu waktu. Yang mana bearish adalah periode penurunan harga saham yang berkepanjangan. Sementara bullish adalah periode kenaikan harga saham yang berkepanjangan.

Lalu bullish menunjukkan ekonomi yang kuat atau menguat, sebaliknya bearish menggambarkan ekonomi yang lemah atau melemah. Pada saat kondisi sedang bearish, kepercayaan dan optimisme investor menjadi rendah. Sementara itu, kondisi bullish memiliki karakteristik kepercayaan dan optimisme investor yang tinggi. 

Indikator Mengetahui Bearish dan Bullish

1. Moving Average

Jika belajar saham untuk pemula, tentu tidak boleh setengah setengah. Selain memahami pengertiannya, anda perlu memahami indikator untuk mengetahui apakah pasar sedang bearish atau bullish. Salah satunya yaitu menggunakan moving average, yang menjadi salah satu cara populer di kalangan investor.

Anda bisa memperhatikan grafik moving average yang ditampilkan dalam chart. Apabila pasar berada di bawah grafik moving average, maka ini menunjukkan bahwa pasar sedang dalam kondisi bearish. Sebaliknya, pasar yang berada di atas grafik moving average menunjukkan bahwa pasar sedang dalam kondisi bullish.

2. Candlestick

Selain grafik moving average, anda juga dapat memperhatikan pola candlestick untuk mengetahui kondisi pasar apakah bearish atau bullish. Candlestick sendiri memang telah digunakan dalam waktu lama untuk memprediksi arah harga. Mudahnya, pasar yang sedang bullish biasanya ditandai dengan candlestick berwarna biru. Namun jangan lupa bandingkan posisinya dengan grafik moving average agar lebih meyakinkan.

3. Membandingkan dengan IHSG

Berikutnya, anda bisa membandingkan dengan IHSG (indeks harga saham gabungan). Yaitu dengan menyesuaikan apakah pergerakan saham sesuai IHSG atau tidak. Biasanya investor yang sudah profesional akan menghindari membeli saham saat IHSG naik secara tajam dalam sehari. Namun dalam saham untuk pemula, tentu anda perlu belajar analisis teknikal dan fundamental untuk memperkuat keputusan tersebut.

Demikian penjelasan mengenai bearish dan bullish. Kedua istilah ini penting dipahami untuk menggambarkan kondisi pasar modal. Jadi apabila anda ingin berinvestasi saham, sebaiknya pelajari terlebih dahulu bagaimana cara melihat indikator bearish dan bullish tersebut. Dengan begitu, anda bisa mengambil langkah yang tepat apakah harus membeli atau menjual saham.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 18, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Average Down
Saham Pemula

Pentingnya Strategi Average Up dan Average Down Saham

by Minsya October 17, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Average up dan average down menjadi dua istilah yang akan anda dengar saat berinvestasi di pasar saham. Jadi apabila anda sedang belajar saham untuk pemula, maka ini saat yang tepat untuk mengenal pentingnya strategi investasi tersebut.

Biasanya banyak investor yang menggunakannya untuk menghadapi kondisi pasar yang tidak stabil. Lebih lanjut, yuk simak penjelasannya berikut.

Pengertian Average Up dan Average Down

Average saham merupakan strategi dalam bertransaksi saham, dimana investor melakukan pembelian atau penjualan secara bertahap pada level harga berbeda. Sebuah saham sendiri memang umumnya mempunyai harga yang berbeda meskipun kodenya sama. Sehingga harga rata rata pembelian perlu diperhatikan secara cermat dalam aktivitas trading saham.

Saat anda sebagai investor membeli saham ketika harganya menanjak atau uptrend, maka metode ini dikenal dengan istilah average up. Sebaliknya, pembelian saham ketika harganya menurun atau downtrend disebut sebagai average down. Kelebihan dari metode average adalah tidak perlu memperhitungkan besaran profit atau loss setiap order.

Sebagai contoh ketika anda membeli saham tertentu sebanyak lima kali di waktu dan harga yang berbeda, maka nilai profitnya tidak harus diperhitungkan satu per satu. Apalagi sebagian besar aplikasi trading telah dilengkapi fitur menghitung nilai average secara otomatis. Jadi anda bisa dengan mudah menggunakan strategi tersebut.

Ketika belajar saham untuk pemula, anda perlu memahami pentingnya strategi average up dan average down ini. Mungkin di awal investasi anda merasa tidak banyak kondisi yang membuat anda harus menggunakan metode averaging. Namun percayalah, di kemudian hari metode tersebut akan sangat bermanfaat.

Cara Average Up dan Average Down

Sederhananya, average up dilakukan dengan pembelian saham secara bertahap di harga yang lebih tinggi dari harga pembelian saham sebelumnya. Namun harga saham di sini masih dalam kisaran harga yang ditentukan strategi money management. Jadi langkah ini dilakukan bukan semata mata untuk menambah jumlah lot agar keuntungan bertambah, melainkan memang sebaiknya direncanakan di awal.

Sementara average down dilakukan dengan membeli saham secara bertahap ketika harganya mengalami koreksi. Tujuannya yaitu supaya harga rata rata pembelian suatu saham menjadi lebih murah. Alhasil ketika harganya naik kembali bisa mendatangkan keuntungan yang besar. 

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Average Down

Menggunakan metode averaging ini pada dasarnya seperti kegiatan menabung saham, karena dilakukan dengan cara dicicil atau pembelian langsung namun dengan harga bervariasi. Apabila investor memiliki dana yang besar, maka tidak masalah untuk melakukan pembelian di banyak harga.

Dimana kondisi volume lot bid dan offer di order book terkadang mungkin lebih kecil ketimbang modal. Harga yang harus dibayarkan pun berbeda beda supaya dapat memborong saham. Namun sebaiknya menurunkan harga rata rata di saat harga saham anjlok hanya dilakukan oleh trader profesional.

Sedangkan saham untuk pemula cukup mulai dengan memahami konsepnya saja terlebih dahulu. Karena trader profesional pun dianjurkan dengan catatan mempunyai aliran dana yang mengalir terus menerus, memiliki modal besar, serta tidak takut harga saham semakin turun nantinya.

Kesalahan dalam Menerapkan Average Up dan Average Down

Terdapat beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh mereka yang baru pertama menerapkan average up dan average down. Karena sudah cukup banyak orang yang melakukan kesalahan ini, maka sebaiknya anda belajar dari kesalahan tersebut dan menghindarinya sebisa mungkin.

Seperti melakukan average down dengan selisih harga yang tidak jauh berbeda. Sebab ini akan membuat harga rata investasi tidak menurun secara signifikan, jadi tidak efektif. Kemudian terlalu sering melakukan average down juga bukan langkah yang tepat, sampai sampai tidak sadar bahwa alokasi modal yang digunakan sudah terlalu besar untuk satu saham saja.

Sebaliknya, melakukan average up dengan selisih harga yang terlalu tinggi juga sebaiknya dihindari. Karena hal ini membuat harga rata rata investasi meningkat signifikan, padahal belum tentu harga sahamnya akan naik terus. Sebab ketika harga mengalami koreksi, floating profit yang diperoleh bisa berbalik menjadi floating loss. Bagi saham untuk pemula, sebaiknya jangan mencobanya.

Strategi average up dan average down sebenarnya tidak sulit apabila anda sudah terbiasa. Yang menjadi tantangan adalah memperhatikan dengan cermat dan disiplin mematuhi rencana yang telah dibuat. Sebagai pemula, anda bisa mempelajarinya sampai benar benar paham terlebih dahulu sebelum menerapkan. Apalagi di awal investasi umumnya tidak banyak kondisi yang membutuhkan strategi tersebut.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 17, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
ARA dan ARB Saham
Saham Pemula

ARA dan ARB Saham Apa Pentingnya Dipelajari?

by Minsya October 16, 2022
written by Minsya 4 minutes read

Ada banyak istilah atau kata yang mungkin terdengar asing di telinga anda ketika baru memasuki dunia saham untuk pemula, contohnya seperti ARA dan ARB saham. Kedua istilah ini akan sering anda temui ketika memasuki dunia saham. Jadi, yuk pelajari terlebih dahulu apabila anda ingin menjadi investor maupun trader.

Mengenal ARA Saham

ARA adalah singkatan dari auto reject atas, yang merupakan persentase batas kenaikan harga tertinggi dari saham. Ini berarti pergerakan harga saham tersebut tidak bisa lagi bergerak bebas lebih tinggi melewati batas yang telah ditentukan di pasar modal. Batas ARA saham mengatur berapa persen kenaikan maksimal suatu saham per harinya.

Jadi saham yang naik secara signifikan sampai menyentuh batas atas yang telah ditetapkan bursa akan mengalami auto rejection atas. Berdasarkan keputusan direksi Bursa Efek Indonesia, aturan batas persentase kenaikan maksimal dari suatu saham yaitu 35% untuk harga Rp. 50 sampai dengan Rp. 200, 25% untuk harga Rp. 200 sampai Rp. 5.000, dan 20% untuk harga di atas Rp. 5.000.

Adapun ciri ciri saham yang terkena ARA antara lain tidak terdapat order lagi pada antrean jual (offer). Bagi anda yang sedang belajar saham untuk pemula, simak contohnya berikut. Saham KNY ditutup pada harga Rp. 4.000 kemarin. Dan batasan auto rejection pada harga saham ini adalah 25%. Sehingga harga maksimalnya yaitu Rp. 4.000 + (Rp. 4.000 x 25%) = Rp. 5.000. Jadi jika melampaui Rp. 5.000 maka saham terkena ARA.

Umumnya, saham yang baru go public atau IPO seringkali mengalami ARA. Itu karena para investor memiliki minat yang tinggi untuk membeli saham tersebut. Sebab biasanya penawaran perdana memiliki harga yang cenderung masih murah. ARA ini dapat menguntungkan investor, mengingat bahwa harga saham tidak bisa lebih tinggi lagi pada hari tersebut.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

ARA dan ARB Saham

Mengenal ARB Saham

Jika ARA adalah persentase batas kenaikan harga saham, maka ARB atau auto rejection bawah merupakan persentase batas penurunan maksimum dari suatu saham dalam satu hari. Sederhananya, ARB berarti batas terbawah harga saham pada satu hari perdagangan. Sebelum pandemi terjadi, maksimal ARB saham adalah 20% sampai dengan 35%.

Persentase tersebut berubah menjadi 10% pada tahun 2020, saat masa masa awal pandemi. Karena pandemi membuat banyak sekali saham yang mengalami penurunan signifikan, BEI pun kemudian kembali melakukan perubahan. Dimana penurunan maksimum dari saham yang ditetapkan adalah sebesar 7%.

Ciri ciri dari saham yang terkena ARB yaitu tidak ada lagi order di antrean beli (bid). Anda yang mempelajari saham untuk pemula juga perlu memahami contoh ARB saham ini. Misalnya saham KNY ditutup di harga Rp. 4.000 kemarin. Karena batasan auto rejection yang berlaku adalah 7%, maka harga saham KNY maksimal adalah Rp. 4.000 – (Rp. 4.000 x 7%) = Rp. 3.720.

Jadi ketika saham KNY sudah mencapai batas bawah di harga Rp. 3.720, maka saham KNY akan terkena ARB. Dengan kata lain harganya tidak akan turun lagi setelah mencapai titik tersebut. Dan saham yang telah mencapai titik ini biasanya akan sulit dijual lantaran sudah tidak diminati oleh para investor. 

Sistem bursa pun akan menolak order jual atau beli yang masuk secara otomatis apabila harga saham telah menembus batas bawah atau batas atas yang telah ditetapkan. Auto rejection sendiri memang diterapkan oleh Bursa Efek Indonesia, sebagai cara untuk memastikan bahwa perdagangan saham berjalan dalam kondisi normal.

Manfaat ARA dan ARB Saham

1. Bagi Investor

Selain diterapkan untuk memastikan bahwa perdagangan saham berjalan dalam kondisi normal, ARA dan ARB saham dapat memberikan manfaat bagi investor. Karena adanya ketentuan ini membuat investor mempunyai kesempatan memperoleh keuntungan yang lebih besar. Karena jika jeli, investor bisa membeli saham dengan potensi pasar bagus ketika berada di batas bawah dan menjualnya kembali saat harga naik.

2. Bagi Perusahaan

Tidak hanya memberi manfaat bagi investor saham untuk pemula maupun profesional, ARA dan ARB juga memberi manfaat bagi perusahaan. Adanya aturan ini memberi perlindungan bagi perusahaan supaya nilai sahamnya tetap terjaga. Jadi perusahaan pun tidak sampai mengalami kerugian yang besar.

Demikian pembahasan mengenai ARA dan ARB saham. Sebaiknya anda jeli memperhatikan ARA dan ARB saham ini supaya dapat membeli saham pada harga terbaik. Kemudian menjualnya kembali pada harga yang dapat memberi keuntungan. Siap untuk terjun ke dunia saham? Pastikan investasi berjalan sesuai tujuan, profil risiko, serta kondisi keuangan anda.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 16, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
memilih saham
Saham Pemula

5 Kiat Memilih Saham Bagus untuk Investasi Jangka Panjang

by Minsya October 15, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Dewasa ini, minat generasi milenial terhadap investasi tampaknya cukup besar. Pasalnya investasi dapat menjadi tambahan penghasilan dan sebagai tabungan di masa depan. Dimana anda dapat mencoba saham untuk pemula apabila tertarik dengan investasi. Berikut kiat memilih saham yang bagus sebagai permulaan untuk investasi jangka panjang.

Kiat Memilih Saham Bagus

1. Pilih Saham Perusahaan yang Bisnisnya Jelas

Jika ini pertama kalinya anda ingin membeli saham, maka penting untuk memilih saham perusahaan yang bisnisnya jelas dan benar benar dipahami. Karena ada kelebihan tersendiri yang akan dirasakan apabila anda membeli saham perusahaan yang bisnisnya dipahami. Salah satunya yaitu mempermudah investasi.

Sebab anda bisa dengan mudah memahami kinerja serta mengikuti perkembangan dari perusahaan tersebut. Jadi anda bisa tahu kapan waktu yang tepat untuk membeli saham kembali atau menjualnya. Ini dapat menjadi pilihan tepat daripada asal membeli saham yang harganya sedang naik luar biasa dan gila gilaan.

2. Pilih Perusahaan yang Keuntungannya Konsisten

Membeli saham untuk pemula harus dipikirkan secara matang. Jangan langsung tergiur dengan harga saham yang baru meningkat dan ikut ikutan membelinya. Sebaiknya lakukan analisis terlebih dahulu terhadap laporan keuangan perusahaan. Perhatikan bagaimana pertumbuhan laba bersihnya dalam beberapa tahun terakhir.

Idealnya, saham yang paling baik adalah dari perusahaan yang mampu menghasilkan keuntungan secara konsisten. Karena ini mengindikasikan bahwa untuk ke depannya pun keuntungan perusahaan bisa tetap stabil. Jadi setidaknya anda dapat mengecek untuk 5 tahun ke belakang. Jika perlu, tidak ada salahnya juga melihat pertumbuhan laba bersihnya untuk 10 tahun terakhir.

Dimana keuntungan keuntungan perusahaan ini bisa anda lihat dari EPS ratio (earning per share) atau ROI (return on investment) dan ROA (return on asset). Semua informasi tersebut umumnya ditampilkan dalam laporan keuangan. Perusahaan sekuritas bahkan tidak segan mempublikasikan data laporan keuangan yang sudah diringkas untuk memudahkan investor melihatnya.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

memilih saham

3. Pergerakan Saham Tidak Liar

Karena pertumbuhan laba bersih perusahaan konsisten, itu berarti seharusnya pergerakan harga sahamnya pun tidak liar. Yang dimaksud di sini yaitu naik turunnya harga saham bergerak secara wajar dan tidak berubah secara drastis. Dalam dunia saham, naik turun harga merupakan hal yang lumrah.

Jadi anda yang mau membeli saham untuk pemula, sebaiknya jangan hanya memperhatikan naik atau turunnya harga saham saja. Namun perhatikan keduanya di dalam grafik. Saham yang baik adalah yang pergerakan kurvanya tidak liar. Dengan begitu, maka bisa dikatakan bahwa saham tersebut termasuk saham yang likuid dan sering ditransaksikan.

4. Perhatikan Risiko Perusahaan

Kiat memilih saham yang bagus untuk investasi jangka panjang berikutnya yaitu dengan memperhatikan risiko perusahaan. Kenapa ? Sebab sebuah perusahaan bisa saja menghasilkan keuntungan yang besar, namun tingkat utang yang dimiliki pun cukup tinggi. Alhasil itu sama saja dengan tingginya risiko yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

Sehingga saham dari emiten itu pun tidak bisa dibilang sebagai pilihan yang baik lantaran risikonya besar. Adapun cara mengetahui risiko dari sebuah perusahaan yaitu dengan melihat rasio hutangnya, atau biasa disebut dengan DER (debt to equity ratio). Apabila rasio hutang sudah lebih dari 1, ini sudah masuk kategori tinggi. Akan tetapi, indikator DER ini pun tidak selalu dapat digunakan ke semua jenis usaha.

5. Membeli Saham Blue Chip

Supaya lebih mudah ketika membeli saham untuk pemula, maka anda bisa langsung mencari saham blue chip. Saham blue chip ini merupakan saham yang memiliki kapitalisasi pasar besar. Nilainya bahkan di atas 10 triliun, sehingga bisa dibilang sebagai penggerak utama IHSG.

Sederhananya, saham blue chip mempunyai fundamental perusahaan yang kuat. Jadi anda pun tidak perlu khawatir jika harus berinvestasi dalam jangka waktu yang lama. Saham blue chip sekarang bisa anda temukan pada indeks LQ45. Untuk yang mencari saham blue chip syariah, maka bisa mengecek pula JII (Jakarta Islamic Index).

Yuk coba terapkan kiat di atas apabila anda ingin mencoba membeli saham untuk pertama kali. Khususnya jika anda ingin berinvestasi dalam jangka waktu yang lama. Sangat disarankan untuk mencoba membeli dalam jumlah yang kecil terlebih dahulu sebagai permulaan. Anda bisa menambahnya nanti jika sudah mempelajari seluk beluk saham secara rinci.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 15, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Melihat Harga Saham
Saham Pemula

4 Cara Mudah Melihat Harga Saham, Pemula Wajib Tahu!

by Minsya October 14, 2022
written by Minsya 4 minutes read

Dewasa ini, minat masyarakat Indonesia untuk melakukan investasi saham terus meningkat. Jika anda pun tertarik investasi saham untuk pemula, maka akan lebih baik apabila mengetahui daftar harga saham perusahaan yang telah terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia). Bagaimana cara melihat harga saham? Yuk simak ulasannya berikut.

Cara Melihat Harga Saham

1. Cara Melihat Harga Saham Hari Ini di IDX

BEI atau IDX (Indonesia Stock Exchange) merupakan pihak yang menyelenggarakan sekaligus menyediakan sistem penawaran jual dan beli efek. BEI pun mengeluarkan laporan keuangan IDX yang berkaitan dengan informasi para emiten, termasuk harga saham. Akan tetapi, harga saham yang ditampilkan dalam laporan keuangan tersebut bukanlah harga saham harian, melainkan kuartal atau tiga bulan.

Meskipun begitu, anda tetap bisa melihat harga saham harian, harga tertinggi, harga terendah, maupun harga penutupan yang tercatat selama kuartal tersebut. Caranya yaitu dengan masuk ke laman resmi IDX, kemudian pilih menu Data Pasar dan klik Ringkasan Saham. Silahkan tentukan tanggal laporan dan filter yang diinginkan.

Seperti kode saham, nama perusahaan, nilai tertinggi, terendah, dan penutupan. Selanjutnya klik Cari dan unduh data yang keluar dalam file PDF. Karena update di website Bursa Efek Indonesia secara real time, memang cara ini bisa dibilang yang paling mudah. Namun cara melihat harga saham untuk pemula juga bisa dilakukan melalui sumber lain, seperti aplikasi trading yang telah terdaftar di OJK.

2. Cara Melihat Harga Saham Melalui Google

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa anda bisa juga melihat harga saham melalui sumber lain selain IDX. Sebab di area modern dimana perkembangan teknologi begitu pesat seperti sekarang, berbagai informasi bisa diakses dengan langkah yang mudah. Jika ingin mencari cara melihat harga saham yang tidak kalah praktis, maka Google adalah jawabannya.

Bahkan hampir semua orang selalu mengakses Google ketika membutuhkan sebuah informasi tertentu. Sebab caranya mudah dan tentunya gratis. Hanya saja, kekurangannya adalah anda harus puas dengan melihat satu per satu indeks saham. Karena data yang tersaji adalah data mendetail untuk satu kode saham, bukan berbentuk tabel beberapa saham sekaligus.

Adapun caranya yaitu anda cukup mengetik keyword saham yang ingin dicari tahu harganya. Google nantinya akan menampilkan informasi lengkap mengenai saham yang anda cari pada halaman teratas. Bahkan anda juga bisa melihat histori harga saham yang cukup lengkap dari emiten yang dicari. Ketika mencari saham untuk pemula, keyword yang digunakan bisa diolah kembali asalkan memiliki korelasi.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Melihat Harga Saham

3. Cara Mengetahui Naik atau Turunnya Harga Saham

Ketika ingin membeli saham, anda tidak boleh hanya terpaku pada harga harian di tanggal tertentu saja. Melainkan anda juga perlu mengetahui apakah harga saham tersebut naik atau turun dari waktu ke waktu. Cara mengetahui dan menganalisisnya yaitu bisa melalui IDX, atau bahkan dari mesin pencari seperti Google.

Namun jika menggunakan Google, perubahan harga yang ditampilkan bukan untuk keseluruhan emiten yang terdaftar di BEI, melainkan hanya ditampilkan untuk satu emiten tertentu. Jika memilih menganalisis melalui website IDX, anda bisa pilih perusahaan di kolom yang terletak di bagian atas.

Pada sub-bagian, jangan lupa memilih profil perusahaan tercatat. Berikutnya anda bisa melakukan pencarian berdasarkan saham dengan cara mengetik kode nama emiten yang diinginkan. Klik cari, dan coba klik nama perusahaan di bagian bawah. Terakhir, pilih info perdagangan supaya harga beberapa hari ke belakang ditampilkan sampai hari pengecekan. Sehingga anda bisa melihat naik turunnya harga saham.

4. Cara Melihat Indeks Harga Saham Gabungan

Bagi yang sedang mempelajari saham untuk pemula, penting pula untuk mengetahui cara melihat indeks harga saham gabungan. Indeks harga saham gabungan atau IHSG merupakan pergerakan rata rata harga saham seluruh perusahaan yang tercatat di IDX. Dan ditandai dengan nama Composite pada laman resmi IDX.

Jika IHSG meningkat maka dapat disimpulkan bahwa rata rata harga saham perusahaan yang terdaftar di IDX sedang mengalami kenaikan, begitu pun sebaliknya. Untuk melihat harga saham gabungan, anda bisa langsung melihatnya pada tampilan depan dari laman IDX. Tepatnya yaitu di bagian paling atas pada kolom Ikhtisar Pasar. Pilih indeks gabungan atau composite yang ada di kolom pertama.

Sampai sini, sudah tahu cara melihat harga saham ? Tentunya bukan hanya sekadar melihat harga hari ini. Namun anda juga perlu mengetahui cara melihat naik turunnya harga sampai harga saham gabungan. Dengan begitu, anda bisa melakukan analisis untuk mengetahui apakah ini waktu yang pas untuk membeli atau menjual. 

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 14, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Bid dan Ask
Saham Pemula

Memahami Apa Itu Bid dan Ask, Istilah Populer dalam Investasi Saham!

by Minsya October 13, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Ada banyak sekali istilah yang akan anda temukan ketika terjun ke pasar modal. Oleh karena itu, anda yang baru hendak melakukan investasi saham untuk pemula perlu setidaknya memahami beberapa istilah dasar terlebih dahulu. Salah satunya yaitu bid dan ask yang sering dibicarakan oleh para investor. Apa itu bid dan ask ? Yuk cari tahu.

Apa Itu Bid dan Ask dalam Saham?

1. Pengertian Bid

Secara sederhana, bid berarti harga penawaran. Ini merupakan harga yang bersedia investor bayar untuk suatu saham. Jadi anda akan menggunakan istilah tersebut ketika ingin membeli saham pada harga yang lebih rendah daripada harga terakhir. Adapun cara mengajukannya cukup mudah, yaitu anda hanya perlu memasukkan harga pembelian yang ingin dikeluarkan.

Kemudian setelah mengajukan harganya anda dapat mencari dan mendapatkan trader yang menawarkan saham sesuai harga bid price yang telah anda keluarkan. Maka dari itu, anda harus menemukan penjual saham dengan volume yang besar apabila melakukan bid dalam jumlah yang besar.

2. Pengertian Ask atau Offer

Jika ingin membeli saham untuk pemula, anda juga perlu memahami pengertian ask atau offer. Istilah ini merujuk pada permintaan, yakni harga yang investor tawarkan untuk menjual sahamnya kepada pembeli. Jadi anda menggunakan istilah ini ketika ingin menjual saham. Dimana anda dapat memasukkan harga yang ingin diterima atas penjualan saham tersebut. Inilah yang disebut dengan ask atau offer price.

Oleh karena itu, bid dan ask bisa dibilang sebagai penawaran dua arah guna memperoleh potensi harga saham terbaik di waktu tertentu. Bid dan ask ini sangat berguna supaya anda sebagai investor dapat membeli maupun menjual saham pada momen yang tepat. Harga bid dan ask sendiri bisa terus berubah sampai kedua belah pihak mencapai kesepakatan harga.

Secara umum, bid dan ask tersebut akan terpisah menjadi dua kolom yang berdampingan dengan angka yang berganti ganti sesuai fluktuasi saham. Contohnya pada aplikasi trading MOST, kolom bid ditunjukkan dengan highlight warna merah dan kolom offer dicirikan dengan highlight biru. Harganya digambarkan dengan warna hitam, yang merupakan harga di saat pembukaan pasar.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Bid dan Ask

Mengenal Istilah Bid-Ask Spread Saham

Tidak hanya bid dan ask, namun anda yang belajar saham untuk pemula juga perlu mengenal istilah bid-ask spread saham ketika ingin melakukan transaksi. Yang mana istilah ini adalah perbedaan mencolok antara harga bid dan harga ask. Kondisi tersebut digambarkan dengan harga ask yang melebihi harga bid di pasar modal.

Apabila kesenjangan antara harga permintaan dan harga penawaran terus meningkat, maka bid-ask spread pun akan semakin besar. Kemudian jumlah investor juga bisa menjadi faktor tersendiri yang mempengaruhi besar kecilnya bid-ask spread tersebut. Jika sedikit investor melakukan penawaran, maka spread akan membesar secara signifikan. Jarak akan mengecil seiring banyaknya investor yang memasang offer price.

Sebagai contoh, bid price saham KNY adalah Rp. 2.000 dan ask price Rp. 2.500 per lembarnya. Itu berarti bid-ask spread saham tersebut adalah Rp. 500. Selain itu, bid-ask spread dapat ditampilkan dalam format persentase. Cara menghitungnya yaitu nilai bid-ask spread dibagi harga ask price terendah.

Sehingga hasil bid-ask spread pada contoh dalam persen adalah 20%, yang diperoleh dari 500/2500 x 100% = 20%. Jika dilihat, angka Rp. 500 maupun 20% mungkin terlihat kecil. Namun angka ini bisa membuat spread menjadi besar ketika pembeli melakukan transaksi dalam jumlah banyak.

Itu karena total bid-ask bisa mencapai Rp. 50.000, yang diperoleh dari hasil perkalian antara jumlah saham bid-ask spread per lembar. Jadi apabila anda ingin melakukan pembelian saham untuk pemula dalam angka yang besar. Itu berarti anda pun harus mencari harga yang tepat supaya spread ini tidak sampai melebar nantinya.

Bagaimana, sudah siap melakukan bid dan offer dalam investasi saham? Memang menentukan bid dan offer tidak bisa dibilang mudah. Diperlukan jam terbang yang tinggi supaya anda terbiasa dan dapat membeli maupun menjual di waktu yang tepat. Jadi sebaiknya mulailah dengan saham yang harganya kecil terlebih dahulu dan perbanyak mengenal istilah saham lainnya.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 13, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG