3 Tujuan Stock Split Saham Yang Wajib Kamu Tahu

by Minsya
4 minutes read

Stock split menjadi istilah penting yang berkaitan dengan aksi korporasi emiten, sehingga anda yang sedang belajar saham untuk pemula sebaiknya turut memahami apa yang dimaksud dengan stock split ini. Sebab cukup banyak perusahaan yang melakukan strategi ini seiring berkembangnya bisnis. Lantas apa sebenarnya yang dimaksud dengan stock split saham ? Yuk cari tahu.

Stock split saham diartikan sebagai pemecahan nilai nominal saham, sehingga nilai nominalnya menjadi lebih rendah. Aksi korporasi ini dilakukan dalam rasio tertentu dan berdampak pada meningkatnya jumlah saham yang beredar. Umumnya nilai nominal saham yang telah mengalami stock split akan diikuti dengan harga saham yang juga lebih rendah.

Dan setiap perusahaan yang telah go public serta terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat melakukan stock split saham tersebut. Termasuk emiten yang mempunyai fundamental bagus namun harga sahamnya telah mencapai titik tertinggi. Tujuannya yaitu supaya sahamnya dapat diminati oleh para calon investor.

Biasanya waktu yang tepat untuk melakukan stock split yaitu ketika nilai saham telah mencapai Rp. 10 ribu hingga Rp. 20 ribu per lembarnya. Dan aksi ini acap kali ditunggu tunggu oleh sebagian besar investor. Jika anda belajar saham untuk pemula dan segera ingin berinvestasi, juga tidak ada salahnya menunggu momen seperti itu.

Tujuan Stock Split

1. Membuat Harga Saham Lebih Murah

Tujuan perusahaan melakukan pemecahan saham adalah agar harganya menjadi lebih murah dan dapat dijangkau oleh investor ritel. Sebagai contoh, harga saham KNY sebelumnya berada pada kisaran harga Rp. 90 ribu. Sehingga untuk membeli satu lot saham saja harus menyiapkan modal hampir Rp. 10 juta. Jika dilakukan stock split saham, harganya bisa berkisar di bawah Rp. 3 ribu.

Stock Split Saham

2. Membuat Saham Lebih Likuid

Tujuan lain dari stock split adalah membuat suatu saham menjadi lebih likuid. Caranya yaitu dengan membuat para investor lebih tertarik membeli saham. Termasuk PNS, pedagang, karyawan, mahasiswa, sampai ibu rumah tangga. Banyaknya peminat ini tentu akan berdampak pada nilai saham yang menjadi lebih likuid.

3. Memberi Kesempatan pada Investor Kecil

Seperti yang telah dijelaskan, stock split akan membuat harga saham menjadi lebih murah. Sehingga aksi ini dapat memberi kesempatan bagi investor kecil. Anda yang belajar saham untuk pemula akan sangat terbantu di sini. Karena sebagai pemula sebaiknya memang memulai dengan berinvestasi dalam jumlah kecil. Sehingga harga saham yang terjangkau menjadi pilihan tepat.

Untung Rugi Aksi Stock Split

1. Bagi Perusahaan

Tujuan perusahaan menerapkan aski pemecahan saham adalah untuk mendapatkan keuntungan. Adapun keuntungan yang akan diperoleh yaitu frekuensi transaksi saham menjadi lebih meningkat dibanding sebelumnya, mengingat bahwa tingginya minat para calon investor lantaran harga saham menjadi lebih murah.

Sehingga kondisi tersebut akan memberikan keuntungan berupa saham perusahaan menjadi lebih aktif di perdagangan atau lebih likuid. Meski begitu, stock split juga dapat menghadirkan kerugian bagi emiten. Karena aksi tersebut berisiko membuat saham mengalami delisting oleh Bursa Efek, dan harga saham pun tidak selalu mengalami peningkatan ke depannya.

2. Bagi Investor

Selain menawarkan potensi untung dan risiko rugi bagi perusahaan, stock split juga berdampak pada investor. Jadi anda yang ingin membeli saham untuk pemula sebaiknya mengetahui hal ini. Dimana kegiatan memecah nilai saham bisa menjadi kesempatan untuk investor kecil karena harga saham menjadi lebih terjangkau.

Dan harga saham yang terjangkau tersebut akan membuat porsi kepemilikan saham anda menjadi lebih banyak. Sayangnya, anda pun harus berhadapan dengan risiko kerugian berupa peningkatan jumlah yang saham beredar. Sehingga hal ini dapat menyebabkan dividen yield yang diterima menjadi lebih kecil.

Jadi membeli saham stock split dari segi harga memang cukup menguntungkan. Akan tetapi, harga saham bukanlah jaminan anda dapat memperoleh keuntungan ke depannya. Sehingga ketika hendak membeli saham sebaiknya memperhatikan beberapa hal. Seperti kinerja keuangan perusahaan, prospek bisnis ke depannya, hingga kondisi makro ekonomi.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

You may also like

Leave a Comment

-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00