Memahami Apa Itu Bid dan Ask, Istilah Populer dalam Investasi Saham!

by Minsya
4 minutes read

Ada banyak sekali istilah yang akan anda temukan ketika terjun ke pasar modal. Oleh karena itu, anda yang baru hendak melakukan investasi saham untuk pemula perlu setidaknya memahami beberapa istilah dasar terlebih dahulu. Salah satunya yaitu bid dan ask yang sering dibicarakan oleh para investor. Apa itu bid dan ask ? Yuk cari tahu.

1. Pengertian Bid

Secara sederhana, bid berarti harga penawaran. Ini merupakan harga yang bersedia investor bayar untuk suatu saham. Jadi anda akan menggunakan istilah tersebut ketika ingin membeli saham pada harga yang lebih rendah daripada harga terakhir. Adapun cara mengajukannya cukup mudah, yaitu anda hanya perlu memasukkan harga pembelian yang ingin dikeluarkan.

Kemudian setelah mengajukan harganya anda dapat mencari dan mendapatkan trader yang menawarkan saham sesuai harga bid price yang telah anda keluarkan. Maka dari itu, anda harus menemukan penjual saham dengan volume yang besar apabila melakukan bid dalam jumlah yang besar.

2. Pengertian Ask atau Offer

Jika ingin membeli saham untuk pemula, anda juga perlu memahami pengertian ask atau offer. Istilah ini merujuk pada permintaan, yakni harga yang investor tawarkan untuk menjual sahamnya kepada pembeli. Jadi anda menggunakan istilah ini ketika ingin menjual saham. Dimana anda dapat memasukkan harga yang ingin diterima atas penjualan saham tersebut. Inilah yang disebut dengan ask atau offer price.

Oleh karena itu, bid dan ask bisa dibilang sebagai penawaran dua arah guna memperoleh potensi harga saham terbaik di waktu tertentu. Bid dan ask ini sangat berguna supaya anda sebagai investor dapat membeli maupun menjual saham pada momen yang tepat. Harga bid dan ask sendiri bisa terus berubah sampai kedua belah pihak mencapai kesepakatan harga.

Secara umum, bid dan ask tersebut akan terpisah menjadi dua kolom yang berdampingan dengan angka yang berganti ganti sesuai fluktuasi saham. Contohnya pada aplikasi trading MOST, kolom bid ditunjukkan dengan highlight warna merah dan kolom offer dicirikan dengan highlight biru. Harganya digambarkan dengan warna hitam, yang merupakan harga di saat pembukaan pasar.

Bid dan Ask

Mengenal Istilah Bid-Ask Spread Saham

Tidak hanya bid dan ask, namun anda yang belajar saham untuk pemula juga perlu mengenal istilah bid-ask spread saham ketika ingin melakukan transaksi. Yang mana istilah ini adalah perbedaan mencolok antara harga bid dan harga ask. Kondisi tersebut digambarkan dengan harga ask yang melebihi harga bid di pasar modal.

Apabila kesenjangan antara harga permintaan dan harga penawaran terus meningkat, maka bid-ask spread pun akan semakin besar. Kemudian jumlah investor juga bisa menjadi faktor tersendiri yang mempengaruhi besar kecilnya bid-ask spread tersebut. Jika sedikit investor melakukan penawaran, maka spread akan membesar secara signifikan. Jarak akan mengecil seiring banyaknya investor yang memasang offer price.

Sebagai contoh, bid price saham KNY adalah Rp. 2.000 dan ask price Rp. 2.500 per lembarnya. Itu berarti bid-ask spread saham tersebut adalah Rp. 500. Selain itu, bid-ask spread dapat ditampilkan dalam format persentase. Cara menghitungnya yaitu nilai bid-ask spread dibagi harga ask price terendah.

Sehingga hasil bid-ask spread pada contoh dalam persen adalah 20%, yang diperoleh dari 500/2500 x 100% = 20%. Jika dilihat, angka Rp. 500 maupun 20% mungkin terlihat kecil. Namun angka ini bisa membuat spread menjadi besar ketika pembeli melakukan transaksi dalam jumlah banyak.

Itu karena total bid-ask bisa mencapai Rp. 50.000, yang diperoleh dari hasil perkalian antara jumlah saham bid-ask spread per lembar. Jadi apabila anda ingin melakukan pembelian saham untuk pemula dalam angka yang besar. Itu berarti anda pun harus mencari harga yang tepat supaya spread ini tidak sampai melebar nantinya.

Bagaimana, sudah siap melakukan bid dan offer dalam investasi saham? Memang menentukan bid dan offer tidak bisa dibilang mudah. Diperlukan jam terbang yang tinggi supaya anda terbiasa dan dapat membeli maupun menjual di waktu yang tepat. Jadi sebaiknya mulailah dengan saham yang harganya kecil terlebih dahulu dan perbanyak mengenal istilah saham lainnya.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

You may also like

Leave a Comment

-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00