Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - Saham Pemula - Page 31
Category:

Saham Pemula

Daftar Saham syariah
Saham Pemula

Spoiler: 24 Daftar Saham Syariah Terbaru Periode II 2022

by Minsya November 30, 2022
written by Minsya 4 minutes read

Pada hari Rabu, tanggal 23 November 2022, Otoritas Jasa Keuangan telah menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP-81/D.04/2022 tentang Daftar Efek Syariah. Daftar Efek Syariah atau Daftar Saham Syariah tersebut merupakan panduan investasi bagi pihak pengguna Daftar Efek Syariah, seperti Manajer Investasi pengelola reksa dana syariah, asuransi syariah, dan investor yang mempunyai preferensi untuk berinvestasi pada Efek syariah. 

Selain itu, Daftar Efek Syariah juga menjadi referensi bagi penyedia indeks syariah, seperti PT Bursa Efek Indonesia dalam menerbitkan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index (JII), Jakarta Islamic Index 70 (JII 70), IDX-MES BUMN 17, dan IDX Sharia Growth.

Daftar Saham Syariah

Adapun Efek syariah yang termuat dalam Daftar Efek Syariah dimaksud meliputi 542 saham Emiten dan Perusahaan Publik, serta Efek syariah lainnya. Sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan dalam penyusunan Daftar Efek Syariah dimaksud adalah berasal dari laporan keuangan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2022, serta data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari Emiten atau Perusahaan Publik.

Berdasarkan ketentuan, secara periodik Otoritas Jasa Keuangan melakukan penerbitan Daftar Efek Syariah pada akhir Mei dan November yang efektif pada tanggal 1 Juni dan 1 Desember. Selain itu, secara insidentil, penerbitan Daftar Efek Syariah juga dilakukan apabila terdapat emiten atau perusahaan publik yang pernyataan pendaftarannya telah menjadi efektif dan sahamnya memenuhi kriteria sebagai Efek syariah, atau apabila terdapat aksi korporasi, informasi, atau fakta material dari Emiten atau Perusahaan Publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria Efek syariah.

Pada saat Daftar Efek Syariah ini mulai berlaku, maka Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP-38/D.04/2022 tanggal 23 Juni 2022 tentang Daftar Efek Syariah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Daftar Saham Syariah ini mulai berlaku efektif pada tanggal 1 Desember 2022.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Daftar Saham syariah

Daftar ISSI Terbaru Periode II 2022

Merujuk pada Pengumuman Evaluasi Indeks JII, JII70, IDX-MES BUMN 17, dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) No. KEP-81/D.04/2022 tanggal 23 November 2022, terdapat 542 daftar saham yang masuk dalam penghitungan ISSI periode Desember 2022 - Mei 2023.

Dalam daftar saham syariah tersebut, terdapat 24 konstituen baru yang masuk dalam penghitungan ISSI, yaitu:

1. PT Arthavest Tbk (ARTA)
2. PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA)
3. PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO)
4. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY)
5. PT FAP Agri Tbk (FAPA)
6. PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO)
7. PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI)
8. PT Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI)
9. PT Andalan Perkasa Abadi Tbk (NASA)
10. PT City Retail Developments Tbk (NIRO)
11. PT Pollux Properties Indonesia Tbk (POLL)
12. PT Golden Flower Tbk (POLU)
13. PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN)
14. PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI)
15. PT Tira Austenite Tbk (TIRA)
16. PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS)
17. PT Rockfields Property Indonesia (ROCK)
18. PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO)
19. PT DCI Indonesia Tbk (DCII)
20. PT First Media Tbk (KBLV)
21. PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR)
22. PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI)
23. PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN)
24. PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS)

Dalam daftar saham syariah tersebut, terdapat 16 konstituen yang dikeluarkan dalam penghitungan ISSI, yaitu:

1. PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA)
2. PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA)
3. PT Galva Technologies Tbk (GLVA)
4. PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN)
5. PT Jembo Cable Company Tbk (JECC)
6. PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI)
7. PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (CPRI)
8. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL)
9. PT Agung Semesta Sejahtera Tbk (TARA)
10. PT Transkon Jaya Tbk (TRJA)
11. PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE)
12. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
13. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)
14. PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI)
15. PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI)
16. PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI)

Daftar ini efektif berlaku mulai 1 Desember 2022. Jika hingga 10 hari kedepan investor syariah belum menjual saham tersebut, maka secara otomatis saham tersebut akan dipindahkan ke akun reguler sekuritas. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi penyedia layanan sekuritas SOTS masing-masing.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 30, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
investor saham
Saham Pemula

4 Panduan Bagaimana Menjadi Investor Saham untuk Pemula, Simak!

by Minsya November 29, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Investasi saham saat ini telah populer dan familiar di kalangan masyarakat. Meski begitu, tidak sedikit yang belum tahu bagaimana cara menjadi investor saham. Padahal membeli saham sebenarnya cukup sederhana. Apalagi dalam berinvestasi tidak ada syarat dan ketentuan khusus yang menyulitkan. Oleh karena itu, berikut simak panduan menjadi investor saham untuk pemula.

Cara Menjadi Investor Saham

1. Menentukan Perusahaan Sekuritas

Menentukan perusahaan sekuritas merupakan langkah pertama menjadi investor saham. Perusahaan sekuritas yang anda pilih nantinya akan menjadi tempat anda bertransaksi saham. Perusahaan ini berperan sebagai perantara jual beli saham, sekaligus membantu proses pembukaan rekening di BEI (Bursa Efek Indonesia).

Dalam menentukan perusahaan sekuritas, tentunya anda tidak boleh melakukan secara sembarangan. Meski saat ini perusahaan seperti itu sudah banyak, namun tidak semua menawarkan kualitas yang memadai. Sehingga pastikan terlebih dahulu legalitasnya, apakah sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) atau tidak.

2. Membuka Rekening Dana Nasabah

Setelah menentukan perusahaan sekuritas, anda bisa membuka rekening dana nasabah. Rekening inilah yang nantinya bisa anda gunakan untuk melakukan transaksi jual beli saham di pasar modal. Adapun tahapan investor saham untuk pemula dalam membuka rekening yaitu menyiapkan dokumen yang dibutuhkan.

Umumnya dokumen dasar yang diminta adalah KTP dan NPWP bagi WNI, atau paspor dan Kitas bagi WNA. Namun masing masing perusahaan sekuritas dapat memiliki persyaratan dokumen yang berbeda, jadi anda bisa menanyakannya kembali. Isi formulir yang diberikan dan setorkan deposito awal sebagai modal. Minimal modal yang disetorkan ini juga tidak selalu sama, tergantung perusahaan sekuritas yang dipilih.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

investor saham

3. Memilih Saham yang Ingin Dibeli

Apabila anda sudah membuka rekening dana nasabah, maka anda bisa menggunakannya untuk membeli saham. Namun perlu diingat bahwa transaksi jual beli saham tersebut harus dilakukan di aplikasi milik bank sekuritas. Jadi jangan lupa untuk membuat akun terlebih dahulu di aplikasi agar dapat membeli saham.

Selain itu, anda sebaiknya tidak membeli saham secara sembarangan. Khususnya jika masih belajar saham untuk pemula. Sebab perlu diingat bahwa saham termasuk sebagai investasi yang sifatnya high risk high return. Oleh karena itu, sebaiknya mulai dengan angka kecil terlebih dahulu sebagai permulaan. Dan baca dengan teliti laporan keuangan serta kinerja perusahaan yang sahamnya ingin dibeli.

4. Memantau Pergerakan Pasar

Jika sudah membeli saham, tugas anda sebagai investor berikutnya yaitu memantau pergerakan pasar. Karena harga saham umumnya sangat fluktuatif. Bahkan harganya pun dapat berubah meski masih dalam hari yang sama. Itulah kenapa anda perlu memantau pergerakan saham. Jadi anda bisa bersiap kapan harus menjual saham kembali atau mungkin menambah saham.

Harga saham sendiri bisa naik dan turun ditentukan oleh supply serta demand atas saham tersebut. Jika demand meningkat maka harga saham akan naik, begitu pula sebaliknya. Adapun faktor faktor yang dapat mempengaruhi harga saham antara lain pergerakan suku bunga bank, tingkat inflasi, nilai tukar Rupiah, kinerja perusahaan (laba meningkat, bagi dividen), serta faktor non ekonomi seperti kondisi politik.

Cara Memantau Pergerakan Pasar

Untuk memantau kondisi saham, anda sebagai investor dapat melakukannya dengan dua cara. Yaitu memantau secara mandiri atau berdasarkan informasi dan rekomendasi dari perantara perdagangan efek. Memantau secara mandiri bisa dilakukan melalui informasi dari internet, televisi, koran, dan radio.

Di lain sisi, setiap perusahaan efek selaku perantara perdagangan efek umumnya akan secara aktif memberikan informasi kepada nasabah. Perusahaan sekuritas yang telah anda pilih bahkan bisa merekomendasikan saham yang potensial, baik untuk dibeli atau dijual. Itulah kenapa di awal memang sebaiknya memilih perusahaan sekuritas dengan seksama apabila ingin investasi saham untuk pemula.

Selain itu, jangan lupa perhatikan indeks harga saham. Indeks ini menggambarkan bagaimana trend pergerakan pasar saat itu. Apabila indeks mengalami kenaikan, itu berarti secara umum harga saham di bursa juga mengalami kenaikan. Sebaliknya, indeks yang mengalami penurunan berbanding lurus dengan harga saham di bursa.

Apabila sudah memahami panduan menjadi investor saham di atas, sudah siap terjun ke pasar modal dan berinvestasi ? Sebagai permulaan, sebaiknya jangan menggunakan modal besar terlebih dahulu. Anda juga bisa memperdalam ilmu investasi dengan berdiskusi bersama investor lainnya serta mempelajari berbagai teknik analisis.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 29, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
pom pom saham
Saham Pemula

Pom Pom Saham! Fenomena Yang Wajib Diwaspadai Para Pemula

by Minsya November 28, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Kesan investasi di dunia saham seakan melejit sejak banyaknya para artis dan influencer bersaing menarik peminat satu demi satu. Penawaran menarik pun hadir. Namun, perlu diwaspadai jika hal tersebut dapat menjadi pertanda fenomena pom pom saham. Lantas sebenarnya apa istilah tersebut? Berikut info saham untuk pemula yang Anda wajib ketahui.

Pengertian Pom Pom Saham

Dari namanya berkesan seakan lucu, pom pom. Namun di dunia pasar modal, istilah atau nama ini adalah salah satu fenomena yang merugikan. Aspek merugikan tersebut muncul karena naiknya harga saham yang didorong dengan pesat dalam waktu singkat. Hal ini bisa terjadi karena kabar dan rumor yang menyebabkan harga yang melejit melebihi pasar saham.

Bukannya harga saham naik adalah hal yang baik atau menguntungkan? Masalahnya dalam fenomena ini adalah adanya aksi memompa dan buang. Istilah ini mengacu pada sebutan di dunia barat dengan nama pump and dump. Yang mana, pelaku mendapat untung besar dengan membeli saham murah yang diviralkan dan menarik banyak pembeli lainnya.

Yang membuat aksi ini merugikan adalah pom pom saham bisa jadi bagus atau jelek. Semuanya bergantung pada fundamental saham itu sendiri. Sedangkan pelakunya akan kabur dengan banyak keuntungan. Sedangkan follower atau mereka peminat saham untuk pemula yang berminat di gelombang paling akhir hanya akan membeli saham dengan harga terlalu mahal.

Contoh Fenomena Pom Pom Yang Marak Akhir Akhir Ini

Seperti namanya, contoh paling mudah adalah pemompaan penjualan saham murah menjadi saham mahal. Contoh mudahnya adalah jika suatu publik figur membeli saham dengan harga murah di pasar modal berjumlah banyak (memborong). Nantinya mereka merekomendasikan saham tersebut pada follower atau fansnya.

Meski bukan seorang fans atau pengikut, gambaran ikutnya seorang publik figur bisa menarik banyak sekali peminat. Bahkan, biasanya rekomendasi tersebut disebar di berbagai sosial media dan medium serupa secara berulang. Alhasil, peminat yang meningkat pun akan menambah jumlah atau harga saham yang awalnya kecil tersebut. 

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

pom pom saham

Pom pom saham ini terjadi jika skema pumping harga meningkat tajam dan publik figure yang berkaitan itu pun keluar dari pasar berkaitan. Di saat itu pula, publik figure tersebut sudah meraup cuan atau untung yang berlimpah. Sedangkan para peminat saham untuk pemula fans yang ikutan akhirnya memiliki tumpukan saham nyangkut kurang menguntungkan.

Untuk pemula, hal ini sangat menggiurkan. Apalagi dengan kesan bahwa orang terkenal sudah ikut di pasar modal tersebut. Padahal, jika fundamentalnya jelek maka investor hanya akan merugi. Bahkan bisa jadi saat influencer atau publik figur tersebut tidak lagi mempromosikan saham tersebut, harganya akan anjlok lagi. Sehingga merugikan mereka yang membeli dengan harga tinggi. 

Ciri Ciri Pelaku

Cukup disayangkan bahwa pelaku pump ini bisa beragam dan terjadi di sekitar. Mulai dari artis hingga orang berpengaruh pun bisa menghasut atau menarik publik. Namun iming iming saham untuk pemula ini terkadang bersifat tak tentu. Bisa jadi untung karena dasar saham yang baik, atau buntung karena saham yang dibeli ternyata busuk. 

Beberapa ciri ciri pelaku pump sebenarnya bisa dilihat dari cara pemasaran dan kejelasan dari saham itu sendiri. Perhatikan jika promotor hanya memamerkan keuntungan tanpa adanya kerugian. Sering kali pump juga tidak membeli wawasan yang jelas tentang perusahaan tersebut, memberi kesan urgensi atau terburu, dan tidak adanya disclaimer yang jelas. 

Tips Menghindari Pom Pom

Berhati hatilah saat akan berinvestasi. Lebih baik Anda selidiki fakta saham tersebut dengan baik, termasuk dengan kenaikan saham dan risikonya. Jangan juga terlalu terpaku pada untung. Periksa dasar dari saham dan juga perusahaan yang menjalankannya. Bersikap skeptis dan waspada dengan rumor yang belum jelas, sehingga Anda tidak terperangkap di fenomena pump saham untuk pemula. 

Jika digali lebih dalam, dunia saham dan pasar modal memiliki banyak sekali tipu daya. Pom pom saham atau pump and dump menjadi salah satu istilah viral di dunia barat bahkan Indonesia. Hal ini karena pesatnya peningkatan peminat, yang diikuti dengan minimnya pemahaman dasar. Agar Anda tidak terjebak investasi bodong dan merugikan, pastikan untuk kenali potensi fenomena tersebut.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 28, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Saham untuk pemula
Saham Pemula

4 Hal Perlu Dipahami Sebelum Membeli Saham untuk Pemula

by Minsya November 20, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Saham merupakan salah satu pilihan investasi yang banyak dilakukan orang. Namun, sebelum memutuskan suatu produk investasi, Anda perlu mengetahui faktor-faktor apa saja yang menentukan jenis produk investasi mana dan bagaimana cara berinvestasi. Jika Anda tertarik dengan dunia saham, simak tips belajar saham untuk pemula berikut ini.

Tips Memahami Saham Bagi Para Pemula

1. Tentukan Tujuan dari Mengikuti Investasi

Sama seperti ketika Anda pergi ke suatu tempat, pertama-tama jelaskan tujuan Anda datang ke tempat itu. Begitu juga investasi. Sebelum berinvestasi, tentukan terlebih dahulu tujuan yang ingin Anda kejar saat berinvestasi. Tujuan ini memengaruhi cakrawala waktu yang Anda harapkan dan inginkan dan memotivasi Anda untuk berinvestasi dengan tepat.

Memahami situasi keuangan Anda juga terbilang sangat penting. Jangan memaksakan keinginan Anda untuk berinvestasi jika situasi keuangan Anda tidak mendukungnya. Berinvestasilah dengan uang yang sudah Anda miliki. Oleh karena itu sangat disarankan untuk tidak berinvestasi dengan menggunakan uang hasil dari melakukan pinjaman.

2. Mencari Pengetahuan Semaksimal Mungkin

Jika Anda memang ingin mengikuti saham sebagai wahana investasi, jangan ragu untuk belajar. Saat ini, informasi saham untuk pemula dapat diperoleh dari mana saja dan oleh siapa saja. Namun, pastikan bahwa sumber yang Anda rujuk dapat dipercaya. Nikmati percakapan dengan orang-orang dari latar belakang keuangan dan mereka yang telah lama berkecimpung di pasar saham. 

Pengalaman para profesional dan profesional yang berpengalaman akan memberi Anda ide tentang bagaimana berinvestasi dalam saham yang berkualitas dan menguntungkan. Nikmati prosesnya dan jangan terburu-buru untuk menghasilkan banyak uang dengan cepat. Jika Anda sudah memahami dasar-dasar, Anda dapat dengan mudah mendapatkan keuntungan.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Saham untuk pemula

3. Investasi di Perusahaan Terpercaya

Jangan tergiur dengan nominal saham yang murah. Perhatikan baik-baik perusahaan tempat Anda memilih saham. Pastikan bisnis Anda berjalan dengan lancar. Kami memiliki sistem yang terstruktur dan dikelola dengan baik. Jaga agar perusahaan Anda berjalan dengan lancar.

Perusahaan dengan tim manajemen yang kuat dan kepemimpinan oleh pakar materi pelajaran cenderung terus tumbuh dalam menanggapi perubahan prospek. Di sisi lain, perusahaan yang tidak memperhatikan perkembangan bisnis akan tertinggal oleh calon investor.

4. Pahami Keuntungan dan Resikonya

Jika menginginkan keuntungan yang tinggi, Anda harus membeli saham yang berisiko tinggi. Jika Anda tidak yakin untuk membeli saham berisiko, pilihlah saham perusahaan terkenal dengan rekam jejak yang terbukti. Pendapatan yang diperoleh investor melalui pembelian atau kepemilikan dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu dividen dan keuntungan modal. 

Dividen diartikan sebagai pembagian keuntungan yang diperoleh suatu perusahaan dari keuntungan yang dihasilkannya. Dividen akan dibayarkan kepada investor setelah mendapat persetujuan pemegang saham dalam RUPS. Capital gain di sisi lain diartikan sebagai suatu keuntungan yang diterima investor dari selisih pada harga beli dan juga harga jual saham.

Capital gain terbentuk sebagai akibat dari aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Keuntungan diperoleh dengan mengurangi harga jual dari harga jual. Terkadang Anda menang, terkadang Anda kalah. Risiko yang dihadapi investor antara lain kerugian modal dan risiko likuidasi. Capital loss adalah kebalikan dari capital gain, di mana investor menjual saham kurang dari harga beli. 

Ada risiko likuidasi jika perusahaan dinyatakan pailit oleh pengadilan atau jika perusahaan dibubarkan. Dalam hal ini, pemegang saham berhak atas tuntutan terakhir dari hasil penjualan kekayaan perseroan setelah seluruh kewajiban perseroan dilunasi. Sisa sisa penjualan kekayaan perseroan akan dibagikan kepada semua pemegang saham secara proporsional. 

Memahami setiap istilah yang ada dalam dunia saham merupakan hal mendasar yang perlu benar benar dikuasai. Dengan menguasa setiap istilah dan pengelolaannya dengan baik maka anda akan bisa mendapatkan keuntungan dengan jumlah yang besar. Jadi jangan terlalu terburu buru dalam mempelajari dan menguasai dasar dasar saham untuk pemula.

4 tips yang disebutkan diatas bisa dijadikan dasar sebelum anda benar benar terjun dalam bisnis saham. Bisnis yang satu ini terbilang cukup mudah namun juga sulit. Anda perlu memahaminya secara komplek jika memang tidak ingin rugi ketika menjalankan bisnis. Kuasai juga berbagai jenis istilah yang digunakan pada saham untuk pemaksimalan proses.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 20, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
1 lot saham
Saham Pemula

Mengenal Istilah 1 Lot Saham, Pemula Wajib Tahu!

by Minsya November 19, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Investor pemula tidak jarang mengajukan pertanyaan seperti ‘1 lot saham berapa lembar saham?’. Ini tidak mengherankan, sebab minimal pembelian saham bukan per lembar melainkan menggunakan satuan lot. Oleh karena itu, anda yang ingin membeli saham untuk pemula sebaiknya mengetahui terlebih dahulu istilah lot dalam dunia investasi. 

Pengertian Lot Saham

Mengetahui apa itu lot saham adalah hal dasar yang harus diketahui sebelum melakukan investasi saham. Sebab lot menjadi satuan yang menunjukkan jumlah unit instrumen keuangan, yang diperjualbelikan di bursa saham atau pasar modal. BEI (Bursa Efek Indonesia) menetapkannya sebagai satuan resmi dalam transaksi jual beli saham saat ini.

Adapun minimal transaksi saham adalah 1 lot, baik itu menjual ataupun membelinya. Standar satu lot saham terdiri dari 500 lembar sebelum tahun 2014. Namun BEI kemudian menetapkan kebijakan baru, dimana standar 1 lot saham setara dengan 100 lembar saham. Perubahan tersebut dilakukan supaya pasar modal Indonesia menjadi lebih likuid.

Diharapkan bahwa perubahan yang dilakukan akan membuat lebih banyak investor berpartisipasi dalam kegiatan investasi. Sampai saat ini, kebijakan 1 lot saham setara 100 lembar saham masih digunakan. Jadi anda yang ingin membeli saham untuk pemula bisa mulai dengan 1 lot terlebih dahulu. 

Akan tetapi, BEI sendiri tidak menampik apabila akan ada rencana perubahan terhadap standar satuan lot tersebut. Namun kebijakan terkait masih belum diterapkan untuk waktu dekat. Sebab bursa sekarang masih fokus terhadap penerapan aturan dagang yang mencakup domisili dan penutupan kode broker.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

1 lot saham

Mengenal Odd Lot

Selain istilah lot, dalam investasi saham juga dikenal istilah odd lot. Odd sendiri berarti tidak genap alias ganjil, sehingga odd lot dapat diartikan sebagai lot yang mempunyai nilai tidak genap 100 lembar saham. Sebagai contoh anda memiliki saham dengan jumlah 250 lembar, maka saham ini dinamakan sebagai odd lot.

Secara umum, odd lot dapat terjadi jika perusahaan melakukan korporasi supaya bisa terjadi penambahan kepemilikan stock, seperti adanya pemberian bonus saham dari perusahaan kepada investornya. Selain itu, odd lot juga dipengaruhi oleh adanya right issue. Right issue yakni penerbitan hak yang dilakukan oleh perusahaan agar investor lama dapat memesan saham lebih dulu. 

Bagi yang belajar saham untuk pemula, anda mungkin bertanya tanya apakah saham odd lot dapat dijual. Mengingat bahwa penjualan saham minimal dilakukan per 1 lot saham alias kelipatan 100 lembar. Tidak perlu khawatir, anda bisa menjualnya di pasar non reguler atau pasar tunai dan negosiasi.

Anda bisa menjual maupun membeli saham odd lot di pasar non reguler tersebut supaya jumlah yang dimiliki genap 1 lot saham atau kelipatannya. Adapun harga per lembarnya di pasar ini bergantung pada proses negosiasi antara pihak penjual dan pembeli. Jadi bisa mengikuti harga pasar reguler maupun sesuai kesepakatan bersama.

Besaran Lot di Negara Lain

Apabila ingin membeli saham asing di pasar internasional, tentu anda perlu mengetahui pula besaran lot di negara lain. Sebab tidak semua negara menetapkan 1 lot sama dengan 100 lembar saham seperti BEI. Tentunya ada pula yang sama seperti ketentuan pasal modal di Malaysia, Singapura, dan Tiongkok yang mempunyai satuan 100 lembar saham untuk per lot.

Sementara itu, di Hong Kong ternyata tidak terdapat standar yang sama mengenai hal ini. Dimana 1 lot bisa mengandung jumlah saham yang berbeda beda, tergantung saham yang anda beli. Kemudian Amerika Serikat bahkan tidak mengenal istilah lot. Jadi anda bisa membeli saham meskipun hanya selembar sekalipun.

Bahkan ada saham di luar negeri yang dapat dibeli kurang dari satu lembar atau dikenal dengan istilah fractional shares. Mungkin investasi di pasar luar negeri seperti ini sangat menarik bagi yang ingin membeli saham untuk pemula. Namun tentunya anda perlu memahami bahwa mekanismenya tentu berbeda dengan BEI. Jadi perlu dipelajari secara mendalam terlebih dahulu.

Demikian penjelasan mengenai istilah lot dalam saham. Memahaminya akan membantu anda ketika hendak membeli saham saat berinvestasi. BEI sendiri telah menurunkan jumlah lembar saham dalam 1 lot, yang menjadi nilai minimal pembelian. Dengan begitu, ini akan memudahkan semua orang untuk mulai berinvestasi. Yuk coba sekarang!

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 19, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Investasi Saham Syariah
Saham Pemula

5 Keuntungan Investasi Saham Syariah Yang Wajib Kamu Tau!

by Minsya November 18, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Turut terjun ke dunia investasi dan pasar modal perlu pertimbangan yang matang. Tak hanya soal modal dan untung, salah satu pertimbangannya adalah tentang halal atau haramnya suatu proses investasi tersebut. Di sinilah muncul opsi investasi saham syariah. Namun apa yang keuntungannya? Berikut adalah kelebihan saham syariah cocok bagi saham untuk pemula. 

Keunggulan Investasi Saham Syariah

1. Mekanisme Investasi Sesuai Prinsip Dan Ajaran Syariah

Namanya juga syariah, maka bisa dikatakan bahwa mekanisme dan proses investasinya sudah sesuai dengan ajaran islam. Dalam artian lain semua transaksi, peranan, dividen, hingga kebutuhannya dapat disebut halal atau sesuai dengan ajaran syariah. Maksud dan arti dari ajaran syariah ini mencakup cukup banyak detail. 

Sebut saja seperti adanya prinsip transaksi yang saling ridha dan adil. Hal ini membantu semua pihak tidak akan merasa dirugikan, terhindar dari transaksi curang, dan dilarang oleh agama islam. Transaksi dan mekanisme investasi ini pun semuanya sudah dirancang sedemikian rupa agar sesuai dengan agama, termasuk menghindari riba.

Sebagai pilihan saham untuk pemula, opsi syariah ini pun dinilai sebagai produk halal selama masih di dalam pengajaran syariah. Kehalalannya pun mencakup berbagai aspek investasi, mulai dari sharing profit, hingga adanya rasa nyaman dan tenang untuk menginvestasi harta. Karena itulah, investasi saham syariah pun cenderung memiliki aspek penilaian yang lebih lengkap.

2. Di Akui Oleh OJK Dan DSN/MUI

Penilaian yang dimaksud adalah berkaitan dengan kehalalan, yang mana hanya beberapa perusahaan saham yang terdaftar atau diakui oleh OJK (otoritas jasa keuangan) dan DSN/MUI (dewan syariah nasional / Majelis ulama Indonesia). Penilaian ini berupa seleksi yang begitu terstruktur, menentukan layak atau tidaknya suatu saham disebut sebagai syariah. 

Nilai positif ini menunjukkan bahwa suatu saham tak sekedar beredar, namun MUI/DSN dan OJK pun menggunakan suatu kriteria khusus untuk usaha saham syariah. Ketentuan itu tertulis pada POJK No. 35 tahun 2017, yang mana menjelaskan semua kriteria yang harus diajukan oleh semua saham syariah. Karena itulah, saham untuk pemula ini pun tidak sembarangan. 

Meski demikian, pemula pun harus lebih mengenal dan teliti dalam memilih. Saham syariah yang sudah terdaftar dan terbukti halal harus ada di dalam daftar efek syariah dan indeks indeks sama syariah. Tak hanya itu, label syariah yang benar dan asli pun menjadi penjamin kehalalan suatu saham dan seluruh transaksinya.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Investasi Saham Syariah

3. Sudah Ter-Regulasi Hukum

Karena sudah sesuai dengan kriteria yang diberikan oleh OJK dan DSN/MUI, maka sudah bisa dipastikan bahwa investasi di saham syariah pun sudah memiliki regulasi hukum. Dengan demikian, semuanya transaksi yang akan dilakukan pasti akan dilindungi oleh OJK. Bahkan, seluruh karakteristik dari saham pun sudah mengacu pada fatwa DSN/MUI.

4. Terhindar Dari Riba

Salah satu pertimbangan utama bagi investor beragama islam adalah Riba. Riba atau yang diartikan sebagai tambahan dan kelebihan ini memiliki arti pada kelebihan dari utang. Riba sering terjadi di transaksi jual beli saham, sehingga menjadikan keuntungan bersifat haram. Bagi saham untuk pemula, saham syariah dinilai dan dipastikan bebas dari riba.

Hal ini tak hanya karena aktivitas transaksi, namun juga karena cara mendapatkan keuntungannya pun memiliki sistem bagi hasil. Bagi hasil atau profit sharing ini menjadi bentukan saham yang mendasari kontrak kerja sama antara kedua belah pihak. Rasionya pun sesuai perjanjian, sehingga untuk dan rugi yang terjadi akan ditanggung kedua belah pihak. 

5. Proses Investasi Cenderung Lebih Transparan

Investasi pada pasar modal memiliki proses yang tak singkat. Demi menjaga transaksi tetap halal dan tidak memberatkan, maka Saham syariah mengutamakan transparansi. Hal ini mengurangi potensi unsur gharar, memperjelas akad kerjasama mudharabah, musyarakah, hingga ijarah yang mana baik serta terjamin bagi saham untuk pemula. 

Dari informasi di atas, bisa diambil garis besarnya bahwa investasi saham syariah pun jadi solusi islami. Seluruh proses transaksi sahamnya sudah diatur dan diakui oleh pihak OJK dan MUI, yang mana dinilai halal dan masih sesuai prinsip ajaran Islam. Prosesnya pun lebih transparan, sehingga para pemula pun tak perlu takut atau ragu untuk mengalirkan dananya di pasar modal.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 18, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
analisis EPS
Saham Pemula

4 Cara Mudah Analisis EPS (Earning Per Share)

by Minsya November 17, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Jika anda tertarik belajar saham untuk pemula, terdapat berbagai istilah yang perlu dipahami agar dapat bermain saham dengan baik dan menghindari rugi. Salah satunya yaitu analisis EPS (earning per share) atau disebut pula laba per saham. EPS ini jadi komponen penting dalam perhitungan PER (price to earning ratio), yang mana sering dijadikan indikator untuk menentukan harga saham. Lebih lanjut, simak ulasan berikut.

Pengertian EPS

Pada perusahaan yang telah go public, umumnya dikenal istilah earning per share atau laba per saham. Aspek ini sangat penting lantaran dapat dipakai untuk mengukur kekuatan atau profitabilitas perusahaan. Bagi para pelaku bisnis, EPS dipandang sebagai gambaran yang jelas terkait sebuah perusahaan. Sehingga fluktuasi keuntungan perusahaan bisa dipantai dengan baik.

Analisis EPS merupakan bagian proporsional dan laba perusahaan yang bisa diklaim oleh setiap lembar saham biasa yang beredar. Istilah ini diartikan pula sebagai rasio finansial jumlah keuntungan bersih untuk setiap lembar saham. Keuntungan tersebut digunakan untuk menentukan nominal dividen yang dibagikan kepada para investor.

Dimana besarnya EPS bergantung pada pendapatan perusahaan. Apabila perusahaan bisa memperoleh pendapatan yang berlimpah, maka nilai EPS pun cenderung tinggi. Dengan kata lain, profitabilitas perusahaan akan berbanding lurus dengan pertumbuhan laba per saham tersebut.

Analisis EPS

Bagi para investor, termasuk yang baru belajar saham untuk pemula, penting untuk melakukan analisis EPS sebelum menentukan emiten. Sebab seperti yang telah dijelaskan, earning per share bisa menunjukkan kinerja profitabilitas dan prospek pasar perusahaan. Nilai EPS yang tinggi mampu mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki lebih banyak keuntungan yang bisa dibagi kepada investor.

Dan ketika laba per saham meningkat, maka umumnya cenderung berdampak pula pada kenaikan harga saham perusahaan. Itu merupakan sentimen positif di mata investor. Sehingga saat ingin menjual kembali sahamnya tentu akan memperoleh capital gain yang lebih besar. Adapun keunggulan dan kelemahan analisis EPS di antaranya yaitu sebagai berikut.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

analisis EPS

1. Menghitung PER

Keunggulan EPS yaitu bisa digunakan untuk menghitung PER, yang dapat menggambarkan harga saham sebuah perusahaan. Jadi investor bisa tahu apakah harga saham tersebut dikatakan murah atau mahal, bila dibandingkan dengan saham lainnya pada industri yang sejenis. Ini tentu menjadi keuntungan tersendiri ketika ingin membeli saham untuk pemula.

2. Tolak Ukur Profitabilitas

Selain dapat digunakan untuk menghitung PER, nilai earning per share juga bisa dijadikan sebagai tolak ukur profitabilitas perusahaan. Yaitu bagaimana kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba dalam periode tertentu, baik dari penjualan, modal saham tertentu, dan pemanfaatan aset.

3. Membantu Membuat Keputusan Investasi

Karena EPS dapat berfungsi sebagai tolak ukur profitabilitas, nilai laba per saham ini pun bisa membantu investor dalam membuat keputusan investasi. Dari sini anda bisa melihat apakah perusahaan tersebut mampu menawarkan keuntungan lebih atau tidak. Karena semakin besar EPS itu berarti para pemegang saham pun bisa mendapatkan dividen yang lebih besar.

4. Hanya Melihat Laba Bersih Saja

Meskipun memiliki banyak keunggulan, bukan berarti analisis EPS tidak memiliki kelemahan. Adapun kelemahannya yaitu analisis ini hanya melihat laba bersih saja sebagai variabel yang diperhitungkan. Padahal bisa saja laba bersih perusahaan tinggi karena diperoleh dari menjual aset, bukan karena kinerjanya yang baik. Sehingga investor harus meneliti kembali laporan arus kas untuk melengkapi analisa.

Cara Menghitung EPS

Cara menghitung EPS bisa dilakukan dengan rumus, yaitu EPS = laba bersih : jumlah lembar saham beredar. Hasilnya yaitu semakin meningkat nilai laba per saham setiap tahun, maka itu menandakan perusahaan semakin menguntungkan. Dengan nilai EPS yang tinggi, berarti perusahaan bisa membagikan keuntungan yang lebih banyak bagi para investor yang berinvestasi pada saham mereka.

Dalam hal ini, perusahaan bisa dikatakan bertumbuh jika nilai EPS mencapai Rp. 500. Ini artinya saham perusahaan mampu menghasilkan laba sebesar Rp. 500 untuk setiap lembarnya. Perlu diingat bagi anda yang belajar saham untuk pemula, bahwa perusahaan besar belum tentu menghasilkan EPS besar. Dan sebaliknya, perusahaan kecil belum tentu menghasilkan EPS kecil.

Demikian penjelasan mengenai EPS (earning per share) atau laba per saham. Analisis ini sering digunakan oleh para investor untuk membantu menentukan saham terbaik. Meskipun begitu, sebaiknya anda tidak hanya mengandalkan satu macam analisis saja. Jangan lupa untuk mencermati laporan arus kas perusahaan agar dapat melihat kinerja sebenarnya.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 17, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Belajar saham
Saham Pemula

5 Istilah Penting yang Perlu Dipahami Saat Belajar Saham

by Minsya November 16, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Dunia saham memang bukan hal yang baru dan banyak diminati berbagai kalangan untuk melebarkan bisnis. Bahkan tidak jarang banyak kalangan muda yang ingin belajar tentang teori saham sejak dini. Ingin belajar saham untuk pemula? Berikut adalah beberapa istilah dalam dunia saham untuk para pemula yang wajib diketahui, apa saja istilah tersebut?

Istilah Wajib yang Harus Diketahui Dalam Belajar Saham

1. Bursa efek

Ingin masuk dan belajar tentang saham? Sebelum terjun ke pasar saham maka anda harus mengetahui beberapa istilah penting tentang saham agar tahu fungsinya. Salah satunya adalah bursa efek. Bursa efek atau bursa saham ini bisa dikatakan sebagai lokasi pasar yang akan membantu menemukan antara penjual dan pembeli saham nantinya. 

Sehingga bursa efek ini akan mempunyai peran yang sangat penting untuk menunjang proses jual beli saham yang akan dilakukan. Belajar saham bisa dilakukan bahkan sejak dini. Peluang bisnis dalam investasi saham cukup menjanjikan sehingga banyak orang yang tertarik untuk belajar saham dan mengenali istilah pentingnya terlebih dahulu.

2. Rekening Dana Nasabah

Istilah lainnya yang harus anda pahami saat ingin main saham untuk pemula adalah Rekening Dana Nasabah atau RDN. Pada dasarnya RDN ini mempunyai fungsi yang hampir sama seperti rekening nasabah pada umumnya. RDN akan menjadi lokasi tempat melakukan transaksi jual beli yang akan terjadi di pasar modal. 

RDN ini kemudian akan dibantu dibuka oleh perantara pedagang efek atau pihak lain yang ditunjuk. Sehingga bila anda menjadi nasabah RDN maka anda akan bisa lebih mudah dalam malakukan monitor saldo dengan langsung. Hal ini karena pada proses pencatatan dana milik nasabah akan dilakukan secara terpisah dengan dana yang ada di perusahaan efek

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Belajar saham

3. Sekuritas

Istilah dalam dunia saham yang sering ditemukan dan harus dipahami lainnya adalah sekuritas. Sekuritas atau perusahaan sekuritas ini merupakan sebuah instrumen keuangan yang menjadi milik sesorang yang akan melakukan investasi saham. Mudahnya, bila bursa efek adalah pasar maka perusahaan sekuritas ini adalah tokonya. 

Sehingga peran dari perusahaan sekuritas ini akan menjadi seperti toko yang akan menyediakan berbagai macam pilihan produk yang bisa dipilih. Produk tersebut akan berkaitan dengan saham. Untuk menjadi perusahaan sekuritas ini juga tidak mudah dan harus mendapatkan ijin dan sertifikasi langsung dari OJK. 

4. Initial Public Offering (IPO)

Istilah saham untuk pemula lainnya yang harus anda pahami lainnya adalah Initial Public Offering atau sering dikenal dengan IPO. IPO merupakan suatu bentuk penawaran umum yang akan dilakukan oleh suatu perusahaan. Perusahaan tersebut akan bertugas untuk menawarkan atau menjual saham kepada masyarakat luas dengan lebih aman. 

Pada dasarnya IPO adalah sebuat masa atau waktu yang akan dilakukan oleh perusahaan yang akan masuk ke bursa saham pertama kali, baik bursa saham yang dilakukan di Indonesia atau BEI. Dengan adanya IPO ini akan menjadi suatu penanda bahwa sebuah perusahaan swasta tersebut akan menjadi perusahaan publik. Sehingga istilah IPO disebut juga go public.

5. Dividen

Istilah berikutnya yang harus anda pahami dalam dunia saham adalah dividen. Istilah ini merupakan salah satu istilah penting dalam dunia saham karena berkaitan dengan keuntungan. Dividen bisa dikatakan sebagai suatu sitem pembagian keuntungan yang diperuntukkan bagi pemegang saham dan jumlah keuntungannya akan tergantung besar investasi masing masing.

Bila anda berinvestasi saham untuk pemula, maka secara tidak langsung anda juga salah satu pemegang saham perusahaan tersebut. Sehingga bila perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan atau laba, maka keuntungan tersebut akan dibagi ke pemegang sahamnya. Nominal laba tersebut akan disesuaikan dengan besaran investasi saham yang dilakukan. 

Itu dia beberapa istilah dalam saham yang harus anda ketahui. Dunia saham memang menarik dan menjadi peluang tersendiri untuk anda mendapatkan pemasukan alternatif. Dengan belajar tentang saham sejak dini maka anda juga tidak akan ketinggalan tentang bagaimana jalannya saham di era modern saat ini, dan bisa membaca peluang saham lebih baik. 

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 16, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
risiko investasi saham
Saham Pemula

Pemula Wajib Tahu 5 Risiko Investasi Saham Berikut

by Minsya November 14, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Dunia saham memang bukan hal yang baru dan banyak diminati berbagai kalangan untuk melebarkan bisnis. Bahkan tidak jarang banyak kalangan muda yang ingin belajar tentang teori saham sejak dini. Ingin belajar saham untuk pemula? Berikut adalah beberapa risiko investasi saham untuk para pemula yang wajib diketahui. 

5 Jenis Risiko Investasi Saham

1. Risiko Suku Bunga

Dalam dunia saham, tidak hanya penting untuk mengehatui apa saja keuntungan yang akan anda dapatkan nantinya. Namun anda juga harus tahu apa saja risiko yang akan mungkin terjadi. Sehingga hal ini akan membuat and alebih bersiap untuk menghadapi segala macam kondisi yang bisa saja terjadi kedepannya. 

Salah satu risiko investasi saham yang harus anda pahami adalah suku bunga. Risiko suku bunga ini bisa muncul karena menurunnya nilai relatif aktiva berbunga. Sebagai contoh misalnya obligasi yang terjadi karena dipicu oleh peningkatkan suku bunga. Perubahan suku bunga ini akan mempengaruhi besaran pendapatan investasi saham anda. 

2. Risiko Pasar

Selain suku bunga, anda faktor risiko investasi saham lainnya yang harus dipahami untuk pemula yaitu risiko pasar. Risiko pasar ini akan bisa terjadi bila terjadi adanya fluktuasi atau naik turunnya Nilai Aktiva Bersih atau NAB. Fluktuasi yang terjadi tersebut akan disebabkan adanya perubahan di pasar keuangan, seperti saham dan obligasi. 

Perubahan tersebut memang tidak bisa dihindarkan dan bisa saja terjadi karena beberapa faktor lainnya. Beberapa faktor tersebut antara lain seperti terjadinya resesi ekonomi, ada suatu isu, terjadi kerusuhan, hingga adanya spekulasi perubahan politik. Hal inilah yang menjadi pertimbangan dan menjadi salah satu faktor risiko yang harus dipahami.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

risiko investasi saham

3. Risiko Inflasi

Tidak hanya itu, namun adalah juga risiko lain dalam dunia saham yang harus dipahami yaitu masalah terkait inflasi. Inflasi atau perubahan daya beli ini bisa saja terjadi dan tidak terelakkan. Saat terjadi inflasi maka nilai kas dari investasi saham yang anda lakukan saat ini tidak akan bernilai sebanyak yang akan diterima di masa depan.

Risiko ini akan memberikan dampak kepada daya beli masyarakat terhadap investasi saham karena ada kenaikan dari harga konsumsi sehari hari yang pasti akan menjadi prioritas. Hal ini akan lebih berpeluang untuk terjadi bila anda menginvestasikan saham ke perusahaan atau instrumen yang masih berkaitan dengan inflasi. 

4. Risiko Likuiditas

Risiko investasi saham lainnya untuk pemula yang harus dipahami adalah terkait Risiko Likuiditas. Risiko satu ini akan terjadi bila ada keadaan yang akan membuat sulit untuk  menyediakan uang tunai dalam jangka waktu tertentu. Misalnya saja, bila ada suatu pihak yang tidak bia membayar kewajibannya bila sudah jatuh tempo dengan cara tunai. 

Hal ini bisa saja terjadi saat pihak yang memailiki hutang tersebut tidak bisa lagi menjual asetnya karena tidak ada minat dari pembeli atau kepercayaan untuk berinvestasi. Risiko likuiditas ini berbeda dengan risiko pasar atau penurunan harga aktiva. Bila dalam kasus ririko pasar maka aktiva tersebut akan dianggap tidak bernilai.

5. Risiko Nilai Tukar Mata Uang

Risiko investasi saham lainnya yang harus dipahami adalah risiko nilai tukar mata uang atau Valuta Asing (Valas). Risiko ini akan disebabkan oleh adanya perubahan kurs valuta asing yang ada di pasaran. Risiko investasi ini bisa terjadi bila adanya fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing sehingga akan membuat keuntungan investasi saham menurun. 

Risiko ini harus juga dipahami oleh saham untuk pemula dan biasa juga disebut dengan currency risk atau exchange rate risk. Bila mata uang rupiah semakin melemah, maka bia anda ingin berinvestasi dengan menggunakan mata uang asing, maka and aharus menyiapkan nilai rupiah yang lebih besar lagi, sehingga hal ini bisa memicu kerugian. 

Itu dia beberapa risiko investasi saham bila menjalankan saham yang harus anda ketahui. Dunia saham memang menarik dan menjadi peluang tersendiri untuk anda mendapatkan pemasukan alternatif. Dengan belajar tentang saham sejak dini maka anda juga tidak akan ketinggalan tentang bagaimana jalannya saham di era modern saat ini.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 14, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Strategi Cut Loss
Saham Pemula

Mengenal 4 Strategi Cut Loss Agar Tidak Rugi Saat Trading Saham

by Minsya November 13, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Dewasa ini, animo masyarakat akan investasi dan trading saham memang cukup tinggi. Namun perlu diketahui bahwa imbal hasil investasi ini berbanding lurus dengan risikonya. Oleh karena itu, bagi yang ingin belajar saham untuk pemula perlu mengenal berbagai strategi guna menghindari kerugian. Salah satunya yaitu strategi cut loss. Apa itu cut loss ? Yuk simak selengkapnya berikut.

Apa Itu Cut Loss ?

Secara harfiah, cut loss terdiri atas dua kata yaitu cut yang berarti memotong dan loss yang artinya kerugian. Sehingga cut loss ini dapat diartikan memotong kerugian. Ini merupakan salah satu strategi yang cukup sering dilakukan dalam investasi saham. Dimana strategi tersebut berguna mempertahankan modal, ketika krisis finansial atau terjadi masalah lain berkaitan dengan menurunnya harga saham.

Cut loss dapat diartikan sebagai upaya untuk menghindari kerugian yang lebih besar dengan menjual saham pada harga lebih rendah dari harga belinya. Jika dilihat dari caranya tersebut, mungkin posisi anda memang tetap rugi. Akan tetapi, kerugian yang dialami ini jauh lebih kecil. Sebab apabila harga sudah benar benar anjlok, maka modal pun bisa habis tanpa tersisa jika tidak segera mengambil langkah cut loss.

Jadi belajar saham untuk pemula juga harus mempertimbangkan strategi cut loss. Sebab dalam sebuah investasi saham umumnya selalu ada potensi kerugian. Itulah kenapa anda sebagai investor harus menentukan batas cut loss dengan risiko kerugian yang masih dapat ditanggung. 

Waktu yang Tepat Melakukan Strategi Cut Loss

1. Mencapai Batas Kerugian

Seperti yang telah disebutkan, menentukan batas rugi adalah hal penting yang perlu dilakukan sebelum mulai berinvestasi. Dalam hal ini, tidak ada batas ideal mengenai hal tersebut. Anda bisa menentukan bata rugi dalam berinvestasi sesuai profil risiko masing masing. Dan itulah waktu yang tepat untuk menerapkan strategi cut loss.

Bagi pemula, sebaiknya cari aman dengan batas rugi dari 3% sampai 5%. Jika sudah mencapai batas kerugian tersebut, maka anda bisa langsung melakukan cut loss alias menjual saham dengan harga lebih rendah dari harga beli. Namun umumnya investasi yang punya nyali besar bisa menetapkan batas kerugian sampai 15%-20%.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Strategi Cut Loss

2. Terjadi Koreksi IHSG

Ketika mempelajari berbagai istilah saham untuk pemula, anda pasti pernah mendengar IHSG. Apabila terjadi koreksi IHSG atau indeks harga saham gabungan, anda bisa mempertimbangkan untuk melakukan cut loss. Namun jangan lupa untuk mencari tahu apa yang menjadi penyebab koreksi indeks saham. Apakah itu karena isu dalam negeri, kerusuhan, krisis, atau lainnya.

3. Ada Kesalahan Saat Beli Saham

Apabila melakukan transaksi saham secara terburu buru, tentu tidak menutup kemungkinan apabila anda jadi salah dalam membeli. Jika kesalahan ini cukup fatal, misalnya terlanjur membeli saham yang benar benar tidak berprospek. Maka anda bisa langsung cut loss sebagai upaya memotong kerugian.

4. Harga Saham Terus Turun

Harga saham yang terus menerus turun dapat pula menjadi waktu yang tepat untuk menerapkan strategi cut loss. Anda pun bisa melakukan analisis fundamental untuk meyakinkan diri apakah memang nilai saham tidak ada peluang naik. Jika sudah begini, sebaiknya segera lakukan cut loss agar kerugian tidak bertambah besar nantinya.

Cara Menentukan Cut Loss

Sudah tahu waktu yang tepat untuk melakukan cut loss, kini pertanyaannya adalah bagaimana cara menentukannya ? Jangan khawatir, ada dua cara yang bisa anda lakukan di sini. Yang pertama yaitu berdasarkan titik support. Anda perlu menentukan level support terlebih dahulu sebelum mengambil posisi trading. Jika sudah, maka tinggal pasang cut loss apabila harga saham turun di bawah level tersebut.

Selain itu, anda juga bisa menentukan berdasarkan harga beli. Misalnya 3% sampai 5% dari modal awal. Apabila persentase kerugian sudah mencapai angka tersebut, maka anda bisa segera menjualnya. Namun cut loss berdasarkan harga beli ini sering dinilai kurang fleksibel sebab tidak ada pemikiran untuk jangka panjang. Jadi ketika belajar saham untuk pemula, sebaiknya anda mempertimbangkan aspek lainnya.

Saham memang sering disebut sebagai investasi high risk high return. Jadi sangat wajar apabila investor mungkin mengalami kerugian. Itulah kenapa ada yang namanya strategi cut loss. Jadi melakukan cut loss bukan berarti anda gagal sebagai investor. Justru melakukan cut loss membantu anda terhindar dari kerugian lebih besar. Tentunya perlu pertimbangan berbagai aspek sebelum menerapkan strategi tersebut.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 13, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG