Mengenal 4 Strategi Cut Loss Agar Tidak Rugi Saat Trading Saham

by Minsya
4 minutes read

Dewasa ini, animo masyarakat akan investasi dan trading saham memang cukup tinggi. Namun perlu diketahui bahwa imbal hasil investasi ini berbanding lurus dengan risikonya. Oleh karena itu, bagi yang ingin belajar saham untuk pemula perlu mengenal berbagai strategi guna menghindari kerugian. Salah satunya yaitu strategi cut loss. Apa itu cut loss ? Yuk simak selengkapnya berikut.

Secara harfiah, cut loss terdiri atas dua kata yaitu cut yang berarti memotong dan loss yang artinya kerugian. Sehingga cut loss ini dapat diartikan memotong kerugian. Ini merupakan salah satu strategi yang cukup sering dilakukan dalam investasi saham. Dimana strategi tersebut berguna mempertahankan modal, ketika krisis finansial atau terjadi masalah lain berkaitan dengan menurunnya harga saham.

Cut loss dapat diartikan sebagai upaya untuk menghindari kerugian yang lebih besar dengan menjual saham pada harga lebih rendah dari harga belinya. Jika dilihat dari caranya tersebut, mungkin posisi anda memang tetap rugi. Akan tetapi, kerugian yang dialami ini jauh lebih kecil. Sebab apabila harga sudah benar benar anjlok, maka modal pun bisa habis tanpa tersisa jika tidak segera mengambil langkah cut loss.

Jadi belajar saham untuk pemula juga harus mempertimbangkan strategi cut loss. Sebab dalam sebuah investasi saham umumnya selalu ada potensi kerugian. Itulah kenapa anda sebagai investor harus menentukan batas cut loss dengan risiko kerugian yang masih dapat ditanggung. 

Waktu yang Tepat Melakukan Strategi Cut Loss

1. Mencapai Batas Kerugian

Seperti yang telah disebutkan, menentukan batas rugi adalah hal penting yang perlu dilakukan sebelum mulai berinvestasi. Dalam hal ini, tidak ada batas ideal mengenai hal tersebut. Anda bisa menentukan bata rugi dalam berinvestasi sesuai profil risiko masing masing. Dan itulah waktu yang tepat untuk menerapkan strategi cut loss.

Bagi pemula, sebaiknya cari aman dengan batas rugi dari 3% sampai 5%. Jika sudah mencapai batas kerugian tersebut, maka anda bisa langsung melakukan cut loss alias menjual saham dengan harga lebih rendah dari harga beli. Namun umumnya investasi yang punya nyali besar bisa menetapkan batas kerugian sampai 15%-20%.

Strategi Cut Loss

2. Terjadi Koreksi IHSG

Ketika mempelajari berbagai istilah saham untuk pemula, anda pasti pernah mendengar IHSG. Apabila terjadi koreksi IHSG atau indeks harga saham gabungan, anda bisa mempertimbangkan untuk melakukan cut loss. Namun jangan lupa untuk mencari tahu apa yang menjadi penyebab koreksi indeks saham. Apakah itu karena isu dalam negeri, kerusuhan, krisis, atau lainnya.

3. Ada Kesalahan Saat Beli Saham

Apabila melakukan transaksi saham secara terburu buru, tentu tidak menutup kemungkinan apabila anda jadi salah dalam membeli. Jika kesalahan ini cukup fatal, misalnya terlanjur membeli saham yang benar benar tidak berprospek. Maka anda bisa langsung cut loss sebagai upaya memotong kerugian.

4. Harga Saham Terus Turun

Harga saham yang terus menerus turun dapat pula menjadi waktu yang tepat untuk menerapkan strategi cut loss. Anda pun bisa melakukan analisis fundamental untuk meyakinkan diri apakah memang nilai saham tidak ada peluang naik. Jika sudah begini, sebaiknya segera lakukan cut loss agar kerugian tidak bertambah besar nantinya.

Cara Menentukan Cut Loss

Sudah tahu waktu yang tepat untuk melakukan cut loss, kini pertanyaannya adalah bagaimana cara menentukannya ? Jangan khawatir, ada dua cara yang bisa anda lakukan di sini. Yang pertama yaitu berdasarkan titik support. Anda perlu menentukan level support terlebih dahulu sebelum mengambil posisi trading. Jika sudah, maka tinggal pasang cut loss apabila harga saham turun di bawah level tersebut.

Selain itu, anda juga bisa menentukan berdasarkan harga beli. Misalnya 3% sampai 5% dari modal awal. Apabila persentase kerugian sudah mencapai angka tersebut, maka anda bisa segera menjualnya. Namun cut loss berdasarkan harga beli ini sering dinilai kurang fleksibel sebab tidak ada pemikiran untuk jangka panjang. Jadi ketika belajar saham untuk pemula, sebaiknya anda mempertimbangkan aspek lainnya.

Saham memang sering disebut sebagai investasi high risk high return. Jadi sangat wajar apabila investor mungkin mengalami kerugian. Itulah kenapa ada yang namanya strategi cut loss. Jadi melakukan cut loss bukan berarti anda gagal sebagai investor. Justru melakukan cut loss membantu anda terhindar dari kerugian lebih besar. Tentunya perlu pertimbangan berbagai aspek sebelum menerapkan strategi tersebut.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

You may also like

Leave a Comment

-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00