Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - Emiten Syariah - Page 9
Category:

Emiten Syariah

TINS
Emiten Syariah

TINS (PT Timah Tbk) Pertambangan Timah Terbesar di Indonesia

by Minsya November 27, 2023
written by Minsya 3 minutes read

PT Timah Tbk (TINS) ialah perusahaan pertambangan timah terbesar di Indonesia yang aktif dalam kegiatan eksplorasi untuk memperbaiki neraka cadangan timah dan melakukan berbagai upaya inovasi. Untuk mengetahui sejarah di balik kesuksesan PT Timah Tbk (TINS), simak penjelasan di bawah ini.

Profil Menarik PT Timah Tbk (TINS)

TINS telah memiliki Izin Usaha Penambahan atau IUP di darat serta lepas pantai Bangka, Belitung dan Pulau Kundur yang memiliki luas 512. 360 hektar. Perusahaan ini ialah salah satu anggota MIND ID atau Mining Industry Indonesia, BUMN Holding Industri Pertambangan.

Perusahaan TINS bekerja aktif sebagai produsen serta eksportir logam timah dengan segmen usaha penambahan timah yang telah terintegrasi. Adapun sejumlah kegiatan usahanya yakni eksplorasi, penambangan, pengolahan dan pemasaran. Ruang lingkupnya pun cukup luas karena mencakup bidang pertambangan, perindustrian, pengangkutan, jasa dan perdagangan.

Kegiatan utama perusahaan ini yakni sebagai perusahaan induk yang mengoperasikan penambangan timah serta melakukan jasa pemasaran kepada kelompok usahanya. Ada beberapa anak perusahaan yang berada di bawah naungannya yakni bidang perbengkelan, galangan kapal, jasa rekayasa teknik, penambangan timah, jasa konsultasi, penelitian pertambangan dan penambangan non timah.

Beberapa lokasi perusahaannya yakni Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Provinsi Riau, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Cilegon, Banten. Visi dari perusahaan ini yaitu menjadi perusahaan terkenal di dunia yang ramah lingkungan.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

TINS
https://timah.com/

Sejarah Singkat PT Timah Tbk

PT Timah Tbk (TINS) ialah perusahaan perseroan yang berdiri sejak 02 Agustus 1976. Perusahaan ini juga salah satu bagian dari Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang pertambangan timah serta telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1955. Awal berdirinya pun dimulai pada era kolonial.

Di masa kolonial, ada 3 perusahaan penambang timah yang berdiri yakni Bangka Tin Winning Bedrijft, Gemeenschappelijke Mijnbouw Maatschappij Billiton (GMB) serta Singkep TIN Exploitatie Maatschappij (SITEM). Mulai tahun 1953 hingga 1958, tiga perusahaan Belanda itulah yang melebur menjadi 3 perusahaan negara terpisah.

Pada tahun 1961, Badan Pimpinan Umum Perusahaan Negara Tambang-tambang Timah dibentuk untuk mengkoordinasikan ketiga perusahaan tersebut yang bernama PN Tambang Timah Bangka, PN Tambang Timah Belitung dan PN Tambang Timah Singkep. Tujuh tahun kemudian, ketiga perusahaan diubah menjadi Perusahaan Negara Tambang Timah.

Di tahun 1976, PN Tambang Timah mengubah namanya menjadi Perusahaan Perseroan yang bernama Tambang Timah. Seluruh sahamnya dimiliki Negara Republik Indonesia. Rentang tahun 1991 sampai 1995, PT Tambang Timah merestrukturisasi perusahaan yang dimana kantor pusatnya direlokasi dari Jakarta ke Pangkalpinang.

Di tahun 1995, PT Tambang Timah menawar saham umum perdana ketika saham perusahaannya sebesar 35% oleh publik serta 65% saham milik Negara Republik Indonesia. PT Tambah Timah Tbk mengubah anggaran dasar perseroan serta mengubah namanya menjadi PT Timah (TINS).

Perusahaan juga mendiversifikasi usaha dengan membentuk beberapa anak perusahaan yakni PT Timah Industri, PT Tambang Timah, PT Dok & Perkapalan Air Kantung (DAK), PT Timah Explomin, PT Timah Investasi Mineral, serta Indometal London Ltd. Kerjasama Operasi dengan PT Sarana Karya dilakukan untuk mengolah aspal di Pulau Buton pada 2003.

Salah satu anak perusahaannya yang bernama PT Timah Industri melakukan divestasi sebesar 275.000 sahamnya di Plimsoll Corporation. Pte. Ltd, Singapore kepada Perusahaan Sky Alliance Global Holding, Ltd. Pencatatan atas Global Depository Receipts di London Exchange dihentikan dan sejak saat inilah sahamnya hanya tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Pada tanggal 1 Februari 2012, INATIN terbentuk dengan PT Timah Tbk (TINS) dan beberapa anak perusahaannya menjadi anggotanya. Dua tahun kemudian, PT Timah Tbk dan PT Tambang Timah menggabungkan usahanya. Tiga tahun kemudian, TINS mengubah namanya menjadi PT Timah Tbk (TINS).

Pada tahun 2018, perusahaan berhasil membuat industri joint venture bekerjasama dengan perusahaan Topwide Ltd. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan area konsesi pertambangan yang luasnya 16.000 hektar. Setahun kemudian, perusahaan mengubah logonnya diikuti dengan implementasi teknologi fuming furnace.

Itulah penjelasan mengenai bagaimana profil dan sejarah singkat dari PT Timah Tbk (TINS). Seperti yang diketahui bahwa perusahaan ini telah melakukan berbagai upaya dalam mewujudkan visinya sebagai perusahaan terkemuka ramah lingkungan di dunia. Tidak heran jika berhasil menjadi perusahaan pertambangan timah terbesar di Indonesia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 27, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
PP Presisi
Emiten Syariah

PT PP Presisi Tbk (PPRE) Sejarah Singkat dan Profil

by Minsya November 23, 2023
written by Minsya 3 minutes read

PT PP Presisi Tbk atau yang biasa disingkat sebagai PPRE, merupakan anak perusahaan PT. PP (Persero) yang bergerak di bidang pembangunan atau konstruksi. Untuk PPRE sendiri berfokus pada penyewaan alat berat ringan sekaligus pengelolaannya. Berikut sejarah singkat dan profil dari PT PP Presisi Tbk.

Sejarah Singkat Perusahaan PP Presisi

PP Presisi merupakan perusahaan konstruksi terkemuka di Indonesia yang berbasis alat berat. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 2004 dengan nama PT. Prima Jasa Aldodua (PT. PJA), berfokus pada bisnis penyewaan alat berat. Dalam kerjanya, PP Presisi berkomitmen untuk melakukan transformasi bisnis dan inovasi secara berkelanjutan.

Sehingga pada bulan Juni 2014 namanya diubah menjadi PT PP Alat Konstruksi, yang kemudian diganti kembali menjadi PT PP Peralatan Konstruksi pada bulan Juli di tahun yang sama dengan cakupan bisnis lebih luas. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan pernyataan efektif kepada PPRE pada tanggal 16 November 2017 untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO). Kemudian dengan nama PT PP Presisi Tbk (IDX: PPRE), saham perusahaan IPO sebanyak 2.351.221.000 dengan nominal Rp. 100 per lembar. Harga penawarannya saat itu sebesar Rp. 430 per lembar saham.

Pemegang saham yang mempunyai 5% atau lebih atas saham PP Presisi yaitu Koperasi KPS PT Pembangunan Perumahan (5,76%), dan PP (Persero) Tbk (PTPP) (76,99%). Melalui PP (Persero) Tbk (PTPP), Pemerintah Indonesia menjadi pihak pengendali dan pemilik manfaat sebenarnya atas PP Presisi Tbk.

Untuk saat itu, perusahaan sudah mempunyai kapabilitas dalam menyediakan jasa konstruksi dari tujuh lini bisnis. Adapun tujuh lini bisnis tersebut meliputi jasa pertambangan dan penyewaan alat berat, erector, form work, foundation, ready mix, serta civil work secara terintegrasi.

Dalam memberikan value add kepada para konsumen, perusahaan menerapkan ERP-SAP yang didukung pula oleh ISO 9001:2015 Management Quality dan ISO 14001:2007 Environmental Management System. Selain itu sebagai bagian dari operational excellence improvement, PT PP Presisi Tbk didukung pula oleh OHSAS 18001:2015.

Baca Juga : PT Indosat Tbk (ISAT) Profil dan Sejarahnya

PP Presisi
https://www.pp-presisi.co.id/

Profil Perusahaan

1. Visi Misi Perusahaan

Sebagai perusahaan konstruksi terkemuka di Indonesia, PP Presisi memiliki visi misi. Adapun visinya yaitu menjadi perusahaan konstruksi terintegrasi berbasis alat berat yang terkemuka, baik di Indonesia maupun regional. Sementara misi perusahaan memiliki empat poin utama.

Keempat poin tersebut meliputi menyediakan jasa konstruksi spesialis dengan pelayanan prima dan diferensiasi produk, mengedepankan aspek QSHE serta tata kelola perusahaan yang baik, meningkatkan bisnis terintegrasi dengan layanan berdaya saing tinggi, dan mengembangkan SDM yang profesional serta produktif sesuai nilai-nilai perusahaan.

2. Nilai-Nilai Perusahaan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa salah satu misi perusahaan yaitu mengembangkan SDM yang profesional serta produktif sesuai dengan nilai-nilai perusahaan. Dalam hal ini, PP Presisi sendiri memiliki nilai perusahaan yang sering disingkat ‘AKHLAK’. 

AKHLAK tersebut mengacu pada Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Semua pekerja di perusahaan harus ‘Amanah’, memegang teguh kepercayaan yang telah diberikan. Sumber daya manusia yang dimiliki juga diharapkan ‘Kompeten’, untuk itu mereka harus terus belajar dan mengembangkan kapabilitas.

Dan sesama pekerja harus ‘Harmonis’, saling peduli serta menghargai perbedaan yang ada. Mereka juga diharapkan bisa ‘Loyal’ dan berdedikasi untuk kepentingan bangsa maupun negara. SDM perusahaan dibentuk untuk menjadi sosok yang ‘Adaptif’ dengan terus berinovasi menghadapi perubahan, dan ‘Kolaboratif’ membangun kerjasama yang sinergis.

3. Identitas Umum

PT PP Presisi Tbk memiliki kode saham PPRE, alamat kantornya ada di Plaza PP Jl. TB Simatupang No. 57 Pasar Rebo, Jakarta. Perusahaan bergerak di sektor infrastruktur dengan bidang usaha utama meliputi konstruksi, EPC (Engineering Procurement & Construction), jasa penyewaan, pertambangan, jasa transportasi, pekerjaan mekanikal-electrical, dan perdagangan.

Proyek yang telah diselesaikan ada banyak sekali, di antaranya Tol Trans Sumatera untuk seksi satu sepanjang 39,4 km, proyek pembangunan Sirkuit Mandalika sepanjang 4,3 km dan 17 tikungan, Apartemen Paddington Heights dengan luas lahan 9.000 meter persegi, dan masih banyak lagi.

Selengkapnya profil perusahaan bisa dilihat di situs resminya pada laman www.pp-presisi.co.id. Banyak yang menyebutkan bahwa saham perusahaan ini sangat prospek untuk investasi, yang mana sudah diketahui bahwa PP Presisi telah IPO sejak tahun 2017 silam. Dan selama beberapa tahun ini sahamnya memiliki pertumbuhan yang cukup bagus. Tertarik ?

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 23, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
indosat
Emiten Syariah

PT Indosat Tbk (ISAT) Profil dan Sejarahnya

by Minsya November 22, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Jika ada pertanyaan apakah provider sejuta umat saat ini? Mungkin dari kamu banyak yang akan menjawab Indosat. Benar, kartu seluler keluaran PT Indosat Tbk (ISAT) ini banyak digandrungi oleh masyarakat. Tidak hanya berbagai macam produk yang menarik, namun tarifnya pun tergolong ramah di kantong. Yuk, intip lebih dekat tentang profil dan sejarah perusahaan ini lewat ulasan berikut!

Profil Perusahaan PT Indosat Tbk (ISAT)

ISAT, juga banyak dikenal dengan nama Indosat Ooredoo Hutchison atau IOH. Merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi yang sudah sejak lama berkecimpung di Indonesia. Maka, kamu sudah pasti kenal dengan produk-produknya. Sebut saja dengan kartu seluler IM3 dan 3. Tidak hanya itu, perusahaan ini juga punya produk lain seperti Indosat HiFi.

Sejarah Singkat

ITT Corporation mendirikan perusahaan ini pada 10 November 1967. Nama Indosat sendiri dipilih dari singkatan Indonesian Satellite Corporation. Pendirian perusahaan ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memajukan bidang telekomunikasi satelit di Indonesia. Namun karena terkendala biaya, maka pengelolaan diserahkan ke pihak swasta.

ITT Corporation sendiri berasal dari Amerika Serikat, yaitu sebuah perusahaan penanam modal asing. Perusahaan tersebut menekan perjanjian dengan PN Telekomunikasi untuk operasional ISAT. Kerjasama tersebut berhasil hingga tahun 1979 muncul ketidakpuasan dari pihak Pemerintah Indonesia. Dianggap bahwa ISAT lebih banyak menguntungkan pihak asing.

Baca Juga : PT XL Axiata Tbk (EXCL) Profil dan Sejarahnya

indosat
https://bisnisjatim.id/ioh-luncurkan-indosat-hifi/

Akusisi PMA to BUMN

Pada akhirnya, tahun 1980, pemerintah berhasil bernegosiasi dengan ITT Corporation untuk mengakuisisi ISAT. Adanya akuisisi tersebut menjadikannya sebagai perusahaan telekomunikasi asing pertama yang sepenuhnya milik Pemerintah Indonesia. Bersamaan dengan itu, ISAT berganti status dari mulanya PMA (Penanaman Modal Asing) menjadi BUMN (Badan Usaha Milik Negara). 

Tahun 1982, ISAT mulai ditata kembali. Seluruh aset telekomunikasi lokal akan dialihkan ke PN Telekomunikasi, sementara komunikasi internasional dialihkan sepenuhnya ke ISAT. Pembangunan beberapa fasilitas pendukung juga digiatkan, misalnya sarana Gerbang Internasional yang ada di Medan, Batam, dan Surabaya.

Pada tahun 2000 – 2002, perusahaan ini mengakuisisi Satelindo (PT Satelit Palapa Indonesia). Bersamaan dengan itu, dilakukan pula ekspansi bisnis dengan menerapkan strategi 4 in 1. Yaitu fokus bisnis pada operator seluler, layanan jaringan, layanan multimedia, dan layanan internet. Saat itu perusahaan ini bahkan sudah memiliki lebih dari 15 anak perusahaan di bidang yang terkait.

Di tahun 2000 pula ISAT mendapatkan lisensi GSM. Setahun setelahnya, akibat satu dan dua hal terkait dengan penghapusan aturan monopoli telekomunikasi, ISAT menjual sahamnya sebesar 35% ke Telkomsel. Penjualan saham ISAT terus berlangsung hingga di tahun 2002 Singapore Technologies Telemedia berhasil membeli 41,94% saham ISAT. 

Banyak orang yang menganggap penjualan saham ISAT sebuah kesalahan. Karena saham milik Indonesia di perusahaan tersebut tinggal 14,96% saja. Hal ini menjadikan Indosat kembali berstatus sebagai PMA. Alasan pemerintah untuk melakukan pengalihan saham tersebut untuk menekan defisit keuangan yang dialami negara pada saat itu.

Setelah amsa akuisisi, STT memfokuskan ISAT pada produk layanan seluler. Target utamanya menjadi FNSP (Full Network Cellular Provider). Produk-produk yang bernaung di bawah perusahaan ini kemudian restrukturisasi dan pembaharuan kebijakan operasional perusahaan dilakukan. 

Banyak perubahan baru terjadi di perusahaan ini. Misalnya lisensi 3G yang didapatkan pada tahun 2006, kemudian diperkenalkan layanan provider yang terintegrasi di area Jakarta dan Surabaya. Perrumbuhan terus terjadi hingga di tahun 2007, ISAT mencatat lebih dari 24 juta orang pengguna. 

Karena ada beberapa isu masalah privatisasi, akhirnya STT menjual sahamnya di tahun 2008. Qtel, sebuah perusahaan asal Qatar, berhasil menjadi pemegang mayoritas saham sebesar 65%. Setelah itu, ISAT kembali fokus melakukan ekspansi bisnis di dunia telekomunikasi Indonesia dan berhasil mengukir kesuksesan yang besar. 

Terhitung pada tahun 2015, perusahaan ini memiliki jumlah pelanggan mencapai 68,5 juta orang. Lalu, di tahun 2021, ISAT secara resmi merger dengan 3 atau PT Hutchison 3 Indonesia. Merger tersebut menghasilkan nama perusahaan yang baru, yaitu Indosat Ooredoo Hutchison atau IOH. Hal ini kemudian menjadikan PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia.

Dengan total jumlah pengguna hingga 100 juta lebih, perusahaan ini sukses menjadi jejeran penguasa pasar telekomunikasi Indonesia. Produk-produknya pun menjadi incaran banyak orang di Indonesia. Terlebih dengan layanan yang terintegrasi dan tarif yang terjangkau. Banyak orang yang suka dengan produk Indosat.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 22, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
XL Axiata
Emiten Syariah

PT XL Axiata Tbk (EXCL) Profil dan Sejarahnya

by Minsya November 21, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan provider XL Axiata. Ya, provider swasta ini menjadi jejeran kartu seluler yang digandrungi masyarakat. Jika kamu belum tahu, provider ini dioperasikan oleh PT XL Axiata Tbk (EXCL). Sebuah perusahaan operator seluler yang berdiri pada 8 Oktober 1996. Yuk, simak profil dan sejarah singkat perusahaan ini dalam ulasan berikut!

Profil Perusahaan XL Axiata

Perusahaan ini mengalami pergantian nama sebanyak dua kali. Tahun 1989 – 1996, bernama PT Grahametropolitan Lestari. Lalu, mengalami pergantian nama menjadi PT Excelcomindo Pratama Tbk dari tahun 1996 – 2009. Terakhir, berubah menjadi PT XL Axiata Tbk sejak 2009 – sekarang. Kemu pasti sudah tidak asing lagi dengan nama perusahaan ini, bukan?

Ya, perusahan ini merupakan rumah bagi produk utama XL Axiata, AXIS, dan Live.on. Dan dari beberapa produk utama tersebut, kemudian muncul berbagai macam produk seperti XL Prabayar, XL Prioritas, XL Business Solution, dan lain sebagainya. Jadi, bagi kamu para pengguna kartu seluler XL, perusahaan inilah yang menjadi produsennya. 

Menilik dari tingginya antusiasme masyarakat akan produknya, perusahaan ini sudah meraup pendapatan yang fantastis. Tercatat pada tahun 2021, perusahaan ini berhasil menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 26,75 Triliun. Sungguh angka yang lumayan untuk sebuah perusahaan operator seluler swasta. Tak ayal, perusahaan ini menjadi jajaran penguasa pasar di dunia telekomunikasi Indonesia.

Baca Juga : PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk TLKM! Begini Sejarahnya

XL Axiata

Sejarah Singkat

Setelah perubahan nama menjadi PT Excelcomindo Pratama Tbk di tahun 1996, perusahaan ini mendapatkan lisensi untuk membangun GSM di Indonesia. Menyusul Satelindo dan Telkomsel sebagai pendahulunya. Setelah itu, perusahaan ini berhasil menggaet investor asing seperti NYNEX AS, Mitsui Jepang, dan Asia Infrastructure Fund Taiwan. 

Lalu bergabung pula beberapa perusahaan lokal seperti PT Santana Telekomindo, Yayasan Tridaya, dan Yayasan Kartika Eka Paksi. Setelah persiapan yang panjang, perusahaan ini meluncurkan produk GSM pertamanya di tahun 1996. Nama produk tersebut adalah GSM-XL dan hanya beroperasi di sekitar Jakarta saja. 

Setahun setelahnya, perusahaan ini mengembangkan operasinya ke beberapa kota di Indonesia meliputi Pulau Jawa dan Bali. Hingga di akhir tahun, tercatat lebih dari 100.000 pengguna kartu seluler ini. Untuk mendukung semua operasionalnya, dibangun beberapa fasilitas penting, gerai resmi, dan layanan penunjang untuk pelanggan.

Di tengah krisis moneter tahun 1997, perusahaan ini emlakukan terobosan produk kartu prabayar yang bernama Pro-XL di tahun 1998. Dengan harapan bisa menanggulangi penurunan jumlah pelanggan yang signifikan akibat krisis tersebut. Terobosan ini memberikan dampak baik, hingga perusahaan ini terus bangkit. Sampai di tahun 2004, jumlah pelanggan mencapai lebih dari 4 juta orang.

Namun, setelah itu, perusahaan ini mengalami kerugian. Akhirnya solusi yang dilakukan adalah menjual sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2005. Hasilnya 56,9% saham perusahaan ini terjual ke Telekom Malaysia, lalu terjadi akuisisi pada perusahaan ini. Dampaknya, perusahaan ini pada masa itu juga tidak masuk dalam IHSG. 

Banyak perubahan pemegang saham terjadi, dan pada 2007 perusahaan ini resmi dikuasai oleh pihak asing. Kemudian di tahun 2009 terjadi perubahan nama menjadi PT XL Axiata Tbk, namun semua merk dagang produknya tetap sama. Beberapa tahun setelahnya, perusahaan ini merger dengan AXIS di tahun 2013. Proses merger ini mendatangkan banyak perubahan yang signifikan.

Seperti yang dijelaskan dalam rancangan operasionalnya, XL akan diposisikan untuk konsumen kelas menengah ke atas. Sedangkan, AXIS menjadi solusi produk bagi kaum muda. Hal ini didasarkan pada tarif dan harga layanan seluler dari kedua produk tersebut, pun dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

PT XL Axiata Tbk (EXCL) terus meningkatkan layanan untuk para pengguna setianya. Banyak sekali produk seperti pulsa, data seluler, hingga layanan operator lain yang disediakan oleh perusahaan ini. Terlebih dengan adanya aplikasi penunjang sebagai pusat layanan berbasis online yang sangat efisien.

Kartu seluler ini mungkin menjadi salah satu yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Terlebih dengan tarif dan layanan yang sesuai, XL Axiata menjadi salah satu penguasa produk kartu seluler yang selalu diincar. Itulah ulasan singkat tentang profil dan sejarah dari perusahaan ini. Tertarik untuk tahu lebih jauh? Cek website resminya ya!

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 21, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Telkom Indonesia
Emiten Syariah

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk TLKM! Begini Sejarahnya

by Minsya November 20, 2023
written by Minsya 3 minutes read

PT Telkom Indonesia (TLKM) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Telkom merupakan suatu perusahaan milik negara yang bergerak dibidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Pusat kantor dari perusahaan ini berada di Bandung dengan kantor operasionalnya di Jakarta. Berikut Sejarah berdirinya PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Apa Itu PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk?

Perlu diketahui bahwa PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menjadi salah satu badan usaha milik negara yang dikhususkan bergerak dalam bidang Jasa Teknologi informasi dan komunikasi atau TIK. Perusahaan ini juga memberikan layanan terkait dengan jaringan telekomunikasi di Indonesia yang cukup berpengalaman.

Berdasarkan data terbuka diketahui bahwa pemegang saham mayoritas dari PT Telkom ini yaitu Pemerintah Republik Indonesia sebesar 52,09% dan sedangkan sisanya sebanyak 47,91% dikuasai publik. Jenis saham Telkom ini diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan kode TLKM dan di New York Stock Exchange dengan kode TLK.

Untuk bisa mencapai tujuan agar bisa bertransformasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital, Telkom Group mulai menerapkan sebuah strategi bisnis dan operasional perusahaan yang berorientasi pada pelanggan. Transformasi ini mampu membuat PT Telkom menjadi lebih sederhana dan fleksibel terutama dalam hal beradaptasi dengan perubahan yang begitu cepat.

Pembaruan organisasi tersebut memang perlu dilakukan dengan tujuan untuk bisa meningkatkan kinerja serta efisiensi dalam memberikan pelayanan yang berkualitas. Kegiatan usaha yang dibentuk oleh perusahaan ini selalu berkembang mengikuti perkembangan teknologi, informasi digitalisasi namun tetap berfokus pada telekomunikasi dan informasi.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk saat ini membagi bisnisnya menjadi 3 sektor bisnis digital yaitu Digital Connectivity berapa Fiber to the x (FTTx), Software Defined Network (SDN)/Network Function Virtualization (NFV)/Satelit, 5G. Kemudian, terdapat juga digital platform berupa cloud, Artificial Intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT). Terakhir terdapat digital services yang mencakup consumer dan enterprise.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Telkom Indonesia
https://www.idnfinancials.com/

Sejarah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Berdasarkan data terbaru, diketahui bahwa Telkom telah mampu menguasai 60% pasar broadband di Indonesia dan telah memiliki 19 juta pelanggan. PT Telkom ini sudah berdiri sejak tahun 1991 dan telah diatur dalam peraturan pemerintah No. 25 tahun 1991. Untuk sejarah awalnya, sebenarnya perusahaan ini sudah ada sejak tahun 1882.

Pada tahun tersebut, perusahaan dikenal sebagai perseroan swasta yang menyediakan layanan pos dan telegraf. Setelah itu statusnya mengalami perubahan pada tahun 1961 menjadi perusahaan POS Nasional dan Telekomunikasi (PN Poste). Tidak berhenti di situ, pada tahun 1995, perusahaan ini dibagi menjadi Perusahaan Negara Telekomunikasi dan Perusahaan Negara Pos dan Giro.

Seiring berkembangnya zaman. Perusahaan negara Telekomunikasi dimodifikasi kembali pada tahun 1974 menjadi Perusahaan Telekomunikasi Umum (Perumtel) dan akhirnya ditetapkan sebagai Perusahaan Telekomunikasi Indonesia (Telkom) pada tahun 1991. Penawaran saham secara perdana dikeluarkan pada tahun 1995

Saham tersebut diperdagangkan secara resmi di Bursa Efek Jakarta Surabaya atau yang saat ini dikenal sebagai Bursa Efek Indonesia. Tidak hanya di Indonesia, saham dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk juga diperdagangkan di bursa luar negeri seperti New York Stock Exchange dan juga Bursa Efek London.

Perusahaan telekomunikasi ini meluncurkan sebuah satelit Telkom 4 pada tahun 2018 bersamaan dengan peresmian Telkom Hub di Jakarta. Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu perusahaan yang telah berhasil menyelesaikan sebuah pembangunan jalur kabel bawah tanah yang dikenal dengan sebutan Indonesia Global Gateway (IGG).

Kemudian pada tahun 2019, perusahaan ini mengakuisisi 2.100 menara telekomunikasi yang dimiliki oleh Indosat Ooredoo serta mengakuisisi 95% saham dari PT Persada Sokka Tama yang sudah mempunyai 1.017 menara telekomunikasi. Setelah mengakuisisi sekian banyak menara telekomunikasi, pada tahun 2020 perseroan ini justru kembali menjual 6.050 menara telkom kepada Mitratel.

Saat ini, perusahan juga sedang melakukan kerjasama dengan berinvestasi di Gojek Indonesia. Penyingkatan nama menjadi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk ini sebenarnya baru terjadi pada tahun 2020 tanpa pengubah nama aslinya. Di bulan Mei tahun 2021, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk ini menjadi yang pertama menawarkan layanan jaringan 5G. 

Perusahaan Telkom ini dianggap mampu bersaing dan bertahan di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan terus mengikuti perkembangan zaman, layanan yang diberikan oleh perusahaan ini tidak pernah mengecewakan pelanggannya. Apakah Anda tertarik dan sudah menggunakan jasa layanan telkom Saat ini?

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 20, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Link Net
Emiten Syariah

Sejarah PT Link Net Tbk (LINK) Jasa Layanan Terbaik

by Minsya November 16, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Perlu diketahui Bahwa perusahaan PT Link Net Tbk (LINK) merupakan salah satu perusahaan yang menyediakan jasa layanan data communication dan juga telekomunikasi. Keberadaan dari perusahaan ini mampu membuat siapa saja dapat terhubung dengan mudah. Berikut sejarah berdirinya PT Link Net Tbk di Indonesia.

Sejarah berdirinya PT Link Net Tbk

Berdasarkan sejarahnya, diketahui bahwa perusahaan ini sudah ada sejak tahun 1996 dengan nama PT Seruling Indah Permai. Perubahan nama menjadi PT Link Net Tbk terjadi pada tahun 2000. Di awal pendiriannya, perusahaan  PT Seruling Indah permai ini bergerak dalam bidang usaha perdagangan dan juga jasa.

Kemudian setelah berganti nama di tahun 2000, perusahaan ini menjadi penyedia dalam bidang jasa komputer, internet, serta Jasa umum. Seiring dengan perkembangannya, perusahaan ini memperbanyak kegiatan usahanya pada tahun 2011 dan juga 2019. 

Dengan begitu, kegiatan dari perusahaan saat ini yaitu meliputi jasa multimedia, telekomunikasi kabel, internet, perdagangan dan jasa konsultasi manajemen usaha. Suatu langkah penting telah diambil oleh perusahaan dengan membuat perusahaan terbuka atau Tbk di pertengahan tahun 2014 dengan melakukan penawaran umum perdana.

Setelah itu, perusahaan ini resmi tercatat sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 2 Juni 2014 dengan kode LINK. Saat ini, PT Link Net Tbk telah menyediakan layanan internet broadband di Indonesia dengan melakukan kerjasama bersama PT First Media Television untuk bisa memberikan layanan televisi berlangganan serta penyedia layanan komunikasi data.

Perusahaan ini mengoperasikan sistem fiber-to-the-home (“FTTH”), fiber-optic hybrid (“HFC”,) dan fiber-to-home (“FTTH”) berteknologi tinggi dan mampu mengoperasikan layanan broadband dua arah 870 MHz. Saat ini, perusahaan telah tersebar di beberapa wilayah Indonesia mulai dari Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan masih banyak lainnya.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Link Net

Ruang Lingkup Kegiatan PT Link Net Tbk

Jika didasarkan pada ruang lingkup perusahaan. Dapat diketahui bahwa bidang usaha yang dilakukan oleh perseroan ini yaitu berkenaan dengan jasa sistem komunikasi, penyedia jasa internet, jasa multimedia, jasa sambungan internet, jasa teleponi bernilai tambah lainnya sampai dengan jasa telepon internet untuk umum.

Pada tanggal 20 Mei 2014, PT Link Net Tbk mendapatkan pernyataan efektif dari OJK yang berkenaan dengan pelaksanaan penawaran umum perdana saham Link sebanyak 304.265. 000 lembar saham yang bernilai Rp 100 per saham pada harga penawaran senilai Rp 1.600 per saham. Saham tersebut dicatatkan di BEI pada tanggal 2 Juni 2014.

Telah Diakuisisi oleh PT XL Axiata Tbk dan Axiata group Berhad

Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa saham dar Link Net Tbk ini telah diakuisisi oleh PT XL Axiata Tbk dan PT Axiata Group Berhad pada 22 Juni 2022 sebanyak 66,03% dengan nilai investasi mencapai Rp 8,72 triliun. Berdasarkan laporan resmi dari Axiata diketahui bahwa perusahaan telekomunikasi asal malaysia ini membeli saham dengan harga Rp 4.800/saham.

Jumlah tersebut dibeli dari pemegang saham sebelumnya yang merupakan unit LIPPO Group yaitu Asia Link Dewa Pte. Ltd. dan PT First Media Tbk. Salah satu hal yang membuat PT Axiata merasa tertarik dengan Link Net Tbk ini yaitu karena telah tercatat di BEI dan telah menyediakan layanan TV berbayar, transmisi data dan koneksi internet berkecepatan tinggi.

Jenis produk yang dibuat oleh PT Link Net Tbk ini terbagi menjadi 2 kategori yaitu First Media untuk yang digunakan oleh pelanggan ritel atau residensial dan Link Net untuk pelanggan korporasi. Kemudian jika dilihat dari operasionalnya, Link Net mampu melayani Residensial dan bisnis di 23 kota yang ada di Indonesia. 

Karena berfokus pada kelas menengah, PT Link Net Tbk mampu memiliki sekitar 2,9 juta pelanggan residensial. Bahkan perusahaan ini juga telah memiliki portofolio yang melayani 2.400 klien termasuk lembaga keuangan, pemerintah, bisnis digital dan juga perusahaan multinasional. Itulah yang membuat PT Axiata merasa tertarik mengakuisisi PT Link Net Tbk ini.

Perlu diketahui bahwa layanan Link Net telah dijalankan dengan menggunakan teknologi jaringan infrastruktur HFC atau Hybrid Fiber-Coax dan FTTH atau Fiber to Home. Misi yang ditanamkan oleh perusahaan yaitu dengan mengubah kehidupan konsumen Indonesia dengan menyediakan layanan media, broadband dan solusi inovatif.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 16, 2023 1 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
wijaya karya
Emiten Syariah

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) Profil dan Sejarahnya

by Minsya November 15, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Sebagian dari Anda tentunya sudah mengetahui perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang bergerak dalam bidang konstruksi. Perusahaan ini mampu berkembang mulai dari pendiriannya sampai dengan sekarang. Banyak hal yang sudah dilakukan oleh perusahaan ini. Berikut sejarah berdirinya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Sejarah Berdirinya PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)

1. Dibentuk Pada tahun 1960

Perusahaan ini berhasil didirikan pada tahun 1960 atas dasar keputusan Menteri PUTL No. 5 Tanggal 11 Maret 1960 dan PP No. 2 Tahun 1960 dengan nama PN Widjaja Karja yang bergerak dalam bidang instalasi listrik dan air. Tercatat ada banyak lokasi yang pernah dijadikan sebagai kantor pusat perusahaan dan sekarang berada di Kavling 9, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur.

2. Tahun 1960 - 1980

Pada rentang tahun tersebut WIKA terus melakukan pengembangan proyek mulai dari pemasangan irigasi Jatiluhur dan juga Jaringan Asahan. Selain itu, terdapat juga proyek pembangunan 6 pabrik beton secara bersamaan dan tersebar di beberapa wilayah seperti diantaranya Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Berkat konsistensinya, perusahaan ini mampu mengungguli kompetitornya dan hal tersebut dibuktikan dengan peluncuran produk belan pertamanya berupa tiang listrik yang dibangun dengan penampang melintang. Bahkan, proyek ikonik seperti Antons Join Gedung Pusat LIPI Jakarta merupakan hasil pembangunan dari WIKA.

Baca Juga : (WEGE) PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk Profil dan Sejarahnya

wijaya karya

3. Tahun 1981 - 1990

Pada rentang tahun ini, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk memperkenalkan model pilar bisnis organisasi perusahaan untuk pertama kalinya. Dalam hal ini, perusahaan membuat divisi baru seperti diantaranya Bangunan & Gedung, Sipil Umum, Konstruksi Industri, Produk Beton dan Metal, serta Energi dan Perdagangan.

Perusahaan juga telah meluncurkan produk PC Piles dan meluncurkan bantalan kereta api beton pertama di Indonesia.proyek strategis lainnya juga bisa terselesaikan dengan baik seperti diantaranya PLTA Garung Wonosobo, Jalan Lintas Sumbawa – NTB, Bendung Gerak Serayu Banyumas dan Bendung Klambu Grobogan.

4. Tahun 1991 - 2000

Pada tahun 1997, untuk pertama kalinya PT Wijaya Karya ini mendirikan anak perusahaan berupa PT Wijaya Karya Beton Tbk. Kemudian, di tahun 2000 kembali membangun PT Wijaya Karya Intrade. Setelah itu banyak anak perusahaan yang dibangun oleh perusahaan ini seperti PT WIKA Realty di tahun 2000. 

Perusahan tersebut bergerak dalam bidang manajemen properti, pengembangan bisnis realty, dan jasa konstruksi. Selanjutnya, terdapat juga PT WIKA Industri & Konstruksi di tahun 2013. Beberapa jenis pembangunan proyek kembagaan tanah air diantaranya Jembatan Barelang Jalan Layang KA Jabodetabek dan PLTU Grati 800 MW, Terminal Petikemas Koja dan juga Bank Indonesia. 

5. Tahun 2001 - 2010

Perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ini menyelesaikan penawaran umum perdana (IPO) pada tahun 2007. Sejak itu, pemerintah Indonesia telah memiliki 65% saham dari perusahaan sekaligus pengenalan gambar menjadi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. 

Perusahaan kembali menyelesaikan pembangunan jembatan layang Pasupati, Bandung dengan menggunakan struktur box girder terberat di Indonesia serta pembangunan Jembatan Cikubang di Jalan Tol Cikubang pada tahun 2005. Jembatan Cikubang tersebut dinobatkan sebagai jembatan tertinggi yang ada di Indonesia.

Pada rentang tahun in perusahaan juga mulai melakukan penetrasi dan pionir di pasar luar negeri dengan menjadi partner COJAAL (Algeria Expressway Association of Japan) untuk membangun jalan tol East-West Boulevard di Aljazair. Proyek sipil terbesar di dunia saat itu juga menjadi motivasi pertama WIKA untuk terus berekspansi ke luar negeri.

Untuk mendukung pencapaian tujuan perkembangan perusahaan, PT Wijaya Karya ini mendirikan anak perusahaan bernama PT WIKA Gedung di tahun 2008. Selanjutnya pada tahun 2009, perusahaan WIKA ini ditunjuk untuk menyelesaikan pembangunan jembatan terpanjang yaitu jembatan Suramadu penghubung Surabaya dan Madura. 

Konsolidasi perluasan proyek di luar negeri selain Aljazair mulai terwujud satu persatu seperti diantaranya di Timor Leste pada tahun 2012, Myanmar 2013, dan Malaysia 2014. Setelah itu kembali meluas pada tahun 2016 di Arab Saudi, Dubai 2017, Niger 2018,  Filipina 2018, Senegal 2019, dan Taiwan 2019. Itulah pencapaian PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Perusahaan konstruksi ini telah tercatat dalam perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2014. Dengan banyaknya prestasi dan keberhasilan dari perusahaan membuat banyak investor yang menanamkan modal di perusahaan ini. Anda bisa mengetahui perkembangan perusahaan ini melalui situs resmi BEI.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 15, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Wijaya Karya
Emiten Syariah

(WEGE) PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk Profil dan Sejarahnya

by Minsya November 9, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Jika Anda sering mencari tahu tentang perusahaan konstruksi tentunya sudah menemukan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE). Perusahaan ini merupakan anak usaha dari Wijaya Karya yang memang bergerak dalam bidang konstruksi. Anda bisa mengetahui sejarah terbentuknya PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.

Mengetahui Sejarah PT Wijaya karya Bangunan Gedung Tbk

1. Tahun Berdirinya

Perlu diketahui bahwa perusahaan dalam bidang konstruksi yang satu ini didirikan pada tahun 2008 oleh Wijaya Karya. Tujuan dari pembangunan usaha ini yaitu tentunya untuk bisa menjalankan bisnis dalam bidang konstruksi secara maksimal. Pada tahun 2013, perusahaan ini mampu membuka properti pertamanya dalam bentuk Apartemen Tamansari Tera Bandung.

Bahkan di tahun 2014, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung menjadi pemenang tender proyek dengan nilai Rp 1 Triliun untuk melakukan pembangunan CBD atau Central Business District Puncak Group tahap I di Surabaya. Hal tersebut tentunya menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi perusahaan untuk menyelesaikannya.

Kemudian di tahun 2015, perusahaan ini mulai membuka pembangunan fasilitas keduanya berupa Apartemen Tamansari Mahoni di Karawang. Setelah itu di tahun 2017 ditemukan kabar bahwa departemen Bangunan Gedung Wijaya Karya bergabung dengan perusahaan ini. Penggabungan ini tentu memberikan banyak manfaat.

Perusahaan WIKA Gedung ini berdiri pada tahun 2008 berdasarkan akta pendirian no. 43 serta Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. 43.AHU.92223.AH.01.01. Perusahaan ini dibangun dengan modal dasar sebanyak Rp 200 Miliar dan modal penerbitan serta penyelesaian sebesar Rp 50 Miliar. 

Baca Juga : (PTPP) PT Pembangun Perumahan (Persero) Tbk Profil dan Sejarahnya

Wijaya Karya

2. Melakukan Perluasan Bisnis

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk melakukan kerjasama dengan Wika Beton untuk memproduksi beton pracetak, material hingga komponen yang dibutuhkan untuk konstruksi bangunan. Meskipun terbilang masih baru, namun perusahaan ini sudah resmi terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017.

Sebagai bagian dari program build-to-use selama 30 tahun, pada tahun 2018 perusahaan mulai mengoperasikan Hotel de Braga. Bangunan hotel tersebut berdiri diatas tanah milik bank Mandiri yang ada di Bandung. Setelah itu, perusahaan juga mendirikan divisi modular untuk bisa memproduksi modul beton sehingga memberikan pengaruh terhadap kecepatan proses pembangunan gedung.

Kemudian pada tahun 2019, perusahaan kembali membentuk perusahaan patungan dengan nama PT Patra Wijaya Realtindo bersama dengan Wika Realty dan Patra Jasa. Tujuan dari pembentukan perusahaan patungan ini yaitu untuk mengoptimalkan properti Pertamina terutama yang ada di Dukuh Atas. 

Pembangunan Graha Mantap diatas tanah milik Bank Mandiri Jakarta Pusat akhirnya bisa diselesaikan pada tahun 2020. Gedung tersebut akan dioperasikan sendiri oleh PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk dengan program build to handover dengan jangka waktu 30 tahun tepatnya pada tahun 2021.

Karena kualitasnya, modul beton yang diproduksi oleh perusahaan ini diminati untuk digunakan sebagai bahan bangunan rumah sakit khusus Covid-19 karena pembuatannya hanya memakan waktu singkat. Peresmian gedung Nasdem yang dibangun oleh perusahaan ini selama 18 bulan juga telah berhasil diresmikan pada tahun 2022 oleh presiden Joko Widodo.

3. Mulai Mengembangkan Bisnis di Luar Negeri

Dengan segala bentuk kompetensi dan pengalaman yang dimiliki, Perusahaan dengan kode WEGE ini mulai melebarkan sayap ke pasar luar negeri serta mengumpulkan banyak pengalaman serta kursus agar bisa menembus pasar pemerintahan daerah, pemerintahan pusat sampai perusahaan milik negara.

PT Wijaya Karya secara resmi memegang 99% saham PT Wijaya Karya Bangunan Gedung ini dan sisa 1% milik koperasi pegawai WIKA. Kemitraan yang dilakukan bersama dengan WIKA Group ini dilakukan dengan tujuan untuk bisa menciptakan peluang pasar real estate serta memanfaatkan setiap jasa dan produk dari WIKA Group.

Berdasarkan informasi terbaru yang diupdate pada 31 Maret 2022, Wijaya Karya (Persero) Tbk memiliki saham sebanyak 69,30% dengan penerima manfaat akhir saham Wijaya Karya Beton Tbk yaitu Republik Indonesia. Keperluan properti bisa dipercayakan melalui PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. 

Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup usaha WIKA Gedung ini bergerak dalam bidang pengelolaan dan penyewaan bangunan komersial/kompleks komersial terpadu dan pemeliharaan, konstruksi jangka panjang, pemeliharaan peralatan serta bahan konstruksi dan teknik pada khususnya.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 9, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Surya Semesta
Emiten Syariah

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) Sejarah Berdirinya Perusahaan

by Minsya November 8, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Pada bulan Juni 2023, perusahaan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) berusia 53 tahun dalam menjalankan bisnis di bidang industri real estate. Pada awal berdirinya, tentu perusahaan ini tidak langsung seperti sekarang. Banyak hal yang dilalui hingga mencapai titik kesuksesannya. Berikut adalah sejarah berdirinya perusahaan Surya Semesta.

Mengetahui Sejarah Berdirinya Surya Semesta Internusa

1. Sebelumnya Bernama PT Multi Investments Limited

Perlu diketahui bahwa pada awal berdirinya di tanggal 15 Juni 1971, perusahaan ini bernama PT Multi Investments Limited. Namun setelah berjalan cukup lama, perusahaan ini berubah menjadi PT Surya Semesta Internusa pada tahun 1995. Sejak awal berdirinya, perusahaan ini memang berfokus pada industri dan real estate, pengembangan publik sampai dengan konstruksi hotel.

Perusahaan properti ini memiliki kantor pusat yang berada di Jakarta. Banyak proyek yang sudah diselesaikan mulai dari kompleks perumahan, kawasan industri, gedung perkantoran, hotel, dan pusat perbelanjaan. Setidaknya Anda bisa menemukan 10 hotel besar di Indonesia yang menjadi hasil dari proyek perusahaan ini.

Baca Juga : PT Adhi Karya Tbk (ADHI) Profil dan Sejarahnya

Surya Semesta

2. Pencapaian di awal Karir Hingga Sekarang

Investasi pertama yang dilakukan oleh perusahaan real estate PT Surya Semesta Internusa Tbk yaitu ikut berkontribusi dalam pengembangan Kuningan Raya dan pembuatan kawasan perumahan serta komersial yang ada di Kuningan, Jakarta Selatan. Kemudian pada tahun 1976, perusahaan ini membuat Glodok plaza sebagai pusat perbelanjaan modern di Jakarta.

Tidak hanya berhenti disitu, pada tahun 1983 PT Surya Semesta Internusa Tbk ini kembali melakukan pembangunan yang kali ini berfokus pada pembuatan Hotel Melia Bali. Hotel tersebut berada di Nusa Dua, Bali dan dilengkapi dengan 494 kamar yang bisa disewa oleh pengunjung. Pengembangan industri Suryacipta seluas 1.400 hektar juga dilakukan di karawang pada tahun 1991.

Kemudian pada tahun 1994, perusahaan ini sudah mampu mengakuisisi PT Nusa Raya Cipta yang berjalan dalam bidang konstruksi. Setelah penggantian nama pada tahun 1995, perusahaan ini kembali mengembangkan hotel bintang 5 bernama Grand Media serta gedung perkantoran bernama Graha Surya Internusa di tahun 1996.

3. Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 1997

Agar bisa tetap bertahan dan memiliki biaya modal tambahan, perusahaan PT Surya Semesta Internusa Tbk dengan kode SSIA ini resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia di tahun 1997. Setelah beberapa tahun kemudian atau tepatnya di tahun 2006, pembangunan kembali dilakukan di Bali dengan membuat Banyan Tree Ungasan Resort dan berhasil beroperasi pada 2010. 

Dengan segala kemampuan yang dimiliki, pada tahun 2012 PT Surya Semesta Internusa Tbk kembali berinvestasi dalam pembuatan Jalan Tol Cikopo – Palimanan. Di tahun 2014, perseroan ini mendapatkan izin lokasi dengan luas 2.000 hektar di kawasan Subang, Jawa Barat. Cadangan lahan yang diperoleh disini mencapai 723 hektar.

Di tahun yang sama, perusahaan juga membuka hotel BATIQA pertama di Karawang. Setelah itu di tahun 2015, PT Surya Semesta Internusa Tbk bekerjasama dengan Mitsui & Co dan Ticon untuk mendirikan perusahaan patungan dengan nama PT SLP Surya Ticon Internusa yang berjalan dalam bidang penyewaan pergudangan. 

Kerjasama tersebut dilakukan ditahun yang sama dengan peresmian Tol Cikopo – Palimanan. Setelah itu di tahun 2016, SSIA kembali membuka hotel bintang 5 BATIQA di Jababeka, Pekanbaru, Cirebon, Palembang dan Lampung. Kemudian di tahun 2017, perusahaan ini justru menjual Tol Cikopo Palimanan.

Penjualan tersebut dilakukan bukan karena perusahaan ini mengalami kebangkrutan, akan tetapi di tahun 2018 justru SSIA justru mendapatkan investasi sebanyak $100 juta dari IFC guna mendukung proses pengembangan kawasan industri di lahan Subang. Dengan melalui Nusa Raya Cipta, Perseroan ini kembali mengoperasikan BATIQA di Surabaya. 

Pengembangan terus diberlangsungkan hingga saat ini. Bahkan di tahun 2020, telah dilakukan perayaan peletakan batu pertama dalam proses pengembanagn industri d Subang dengan nama Subang Smartpolitan. Untuk mendukung pembiayaan, perusahaan PT Surya Semesta Internusa Tbk ini kembali meresmikan BATIQA di Jayapura. 

Dari awal berdirinya, perusahaan ini memang selalu konsisten dengan bidang yang ditekuni. Hingga saat ini diketahui bahwa perusahaan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) telah menggandeng 9 anak cabang yang bergerak dibidang konstruksi dan real estate. Jadi jangan pernah ragukan kualitas serta kinerja dari perusahaan yang telah terdaftar resmi di Bursa Efek Indonesia ini.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 8, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
PTPP
Emiten Syariah

(PTPP) PT Pembangun Perumahan (Persero) Tbk Profil dan Sejarahnya

by Minsya November 6, 2023
written by Minsya 3 minutes read

BUMN bidang konstruksi lagi lagi bisa menjadi entitas investasi saham berprospek di Indonesia. Apalagi untuk saham murah, seperti PTPP dari PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dengan harga sekitar Rp 500 per lembarnya. Tapi sebelumnya, siapa mereka? Kenali dulu dari ulasan berikut ini.

Profil Umum

Secara umum, Pembangunan Perumahan atau PP adalah entitas usaha milik negara yang berfokus di bidang konstruksi, industri, EPC, pengelolaan kawasan, layanan jasa di bidang konstruksi, jasa perencana, hingga Engineering dan pengelolaan kawasan.

Perusahaan ini sendiri adalah salah satu BUMN atau Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang sudah berjalan sejak tahun 1953. Nama dari PP sendiri bisa Anda temukan di beberapa proyek besar, seperti pembangunan kompleks dinas Semen Gresik. Terdapat pula proyek pembangunan Hotel Indonesia, hingga beberapa hotel di beberapa kota besar lainnya. 

PT PP sendiri juga memiliki portofolio yang cukup baik, beberapa diantaranya adalah mega proyek tahun 1991 hingga 2007. Proyek yang dimaksud adalah pengembangan bisnis perumahan di daerah Cibubur. Seiring dengan waktu, Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk PT pun semakin berkembang dan berhasil mendirikan beberapa anak usaha. 

Beberapa anak usaha tersebut adalah PT PP Properti, PT PP Presisi, PT PP Urban, PT PP Energi, PT PP Infrastruktur, PT Sinergi Colomadu, PT Centurion Perkasa Iman, dan PT PP Semarang Demak. Berbekal lebih dari enam dekade pengalaman, perusahaan ini berhasil menjadi perusahaan yang meraih sertifikasi ISO 9001 pertama dan melantai di BEI sebagai PTPP di tahun 2010. 

Baca Juga : PT Adhi Karya Tbk (ADHI) Profil dan Sejarahnya

PTPP

Sejarah

PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk memiliki sejarah yang cukup panjang. Berawal dari tahun 1953, dimana perusahaan ini berdiri dengan nama NV Pembangunan Perumahan. Nama tersebut lantas berubah menjadi PN Pembangunan Perumahan di tahun 1960.

Namun sekali lagi, namanya berubah dan resmi menjadi PT Pembangunan Perumahan di tahun 1971. Sejak tahun tersebut, PT PP persero terus menghasilkan karya di dalam dunia konstruksi. Hingga kemudian berani mengajukan diversifikasi usaha dan kerja sama bersama mitra di dalam atau dari luar negeri. 

Beberapa pencapaian terbesarnya mencakup proyek infrastruktur mega proyek di Tanjung Priuk. Terdapat pula pembangunan tujuh bandara hingga proyek luar negeri di Qatar, Arab Saudi, Myanmar, hingga Timor Leste.  

Visi dan Misi

Lantas seperti apa visi dan misinya? Visi utama dari PT PP adalah untuk menjadi perusahaan konstruksi, investasi, dan EPC yang bersinergis, unggul, dan berkelanjutan di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Tidak heran bahwa cakupan kerjanya cukup luas, hingga di luar negeri. Misinya pun cukup luas, mulai dari menyediakan jasa EPC dan konstruksi. 

Kemudian PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk berupaya mengembangkan strategi untuk menciptakan daya saing bernilai tinggi. Serta mengoptimalkan inovasi, teknologi, pengetahuan, dan sumber daya manusia yang unggul. Termasuk diantaranya menciptakan strategi korporasi untuk meningkatkan kapasitas keuangan di dalam perusahaan.

Kinerja Saham PTPP

Seberapa besar dan seberapa baik kinerja serta pergerakan saham PTPP? Jika melihat harga saham terbaru adalah sekitar Rp 584 per lembarnya. Nilai ini cukup baik karena dengan BEI yang menggunakan lot berisi 100 lembar saham atau kelipatan, maka harga 1 slot saham masih di angka Rp 58.500. Saham ini termasuk dalam golongan murah. 

Melihat kinerja PTPP sendiri, di bulan Juli 2023 perusahaan tersebut berhasil mengantongi sekitar Rp 105,92 miliar dari divestasi 90.800 saham senilai Rp 1,16 juta per saham. Tujuannya adalah memperkuat arus kas untuk operasi bisnis dan menghindari piutang. Sayangnya PTPP memang memiliki kenaikan laba bersih yang tipis di tahun 2022. 

Menurut catatan, perolehan laba yang didapat hanya sekitar 2.1%. Sedangkan di tahun 2021 adalah sekitar 12.9%. Hal tersebut juga karena besarnya piutang dan melemahnya gross margin serta nett margin yang dimiliki. Sampai saat ini saham PTPP oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk cenderung downtrend, dengan potensi harga saham lebih murah lagi. 

Perusahaan BUMN yang satu ini memang memiliki downtrend yang cukup lama. Namun jika menilik fokus negara untuk pembangunan Ibu Kota Negara baru serta divestasi di semester 1 2023, maka bisa jadi PTPP akan mengalami kenaikan yang pesat. Masih ada prospek yang layak dilirik. Apalagi dengan sejarah yang kuat dan manajemen yang teratur pula.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 6, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG