Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - Saham Pemula - Page 40
Category:

Saham Pemula

taper tantrum
Saham Pemula

Taper Tantrum Jangan Bikin Tantrum

by Minsya August 25, 2021
written by Minsya 3 minutes read

Taper Tantrum

Baru-baru ini sering denger dong istilah taper tantrum. Apa sih taper tantrum? kenapa The Fed menaikkan suku bunga? apa dampak yang mungkin terjadi pada bursa saham kita?

Sebelum kita bahas hal diatas, kita bagi siklus ekonomi secara singkat pada kondisi saat ini.

Masa Krisis

Sejak mewabahnya virus covid-19, ekonomi seluruh dunia terganggu. Bisa dirasakan di Indonesia sendiri banyak perusahaan gagal bayar, pegawai diPHK, kredit macet meningkat, masyarakat kesulitan keuangan, angka kemiskinan bertambah.

Masa Pemulihan

Pemerintah Amerika tentu tidak tinggal diam. Mereka melakukan yang namanya stimulus ekonomi dengan cara memberikan dana kepada masyarakat, klo di Indonesia mungkin bisa dbilang BLT-bantuan langsung tunai-, yang jumlahnya secara total tidak kurang dari 6 Trilyun USD (fyi, PDB Indonesia 1thn saja sekitar 1 Trilyun USD).

Pertanyaannya dari mana uang sebesar 6 Trilyun tersebut? Ya, The Fed melakukan cetak uang dalam skala besar. Mereka berharap, dengan memberikan bantuan tersebut, maka kegiatan ekonomi akan kembali berjalan. Tidak hanya itu, pemerintah pun membeli aset berupa bond/obligasi perusahaan sehingga perusahaan juga punya dana untuk melanjutkan kegiatan operasionalnya. Jadi tidak hanya masyarakat namun perusahaan pun mendapatkan dana stimulus tadi.

Satu lagi yang tidak kalah penting, mereka menurunkan suku bunga mendekati 0% tujuannya agar dana yang sudah diberikan tidak disimpan di Bank namun dibelanjakan dan/atau dipakai usaha sehingga roda ekonomi bisa berjalan normal kembali.

taper tantrum

Apa saja dampak kebijakan tersebut?

Pertama, bagi masyarakat menengah keatas tentu bunga 0% sudah sangat tidak menarik, apalagi mereka sudah lebih “melek” investasi sehingga ada kemungkinan dana mereka akan dialokasikan ke instrumen keuangan yang lebih menguntungkan salah satunya bursa saham baik lokal maupun ke emerging market termasuk indonesia.

Kedua, sesuai hukum ekonomi yang kita pelajari di bangku sekolah, apabila jumlah uang yang beredar semakin banyak maka akan timbul inflasi. Nilai mata uang turun, harga barang akan naik. Dari sinilah banyak yang memprediksi terjadinya comodity supercycle.

Baca Juga : Uang Dingin, Kenapa Penting Sih?

Dampak Yang Mungkin Terjadi

Dampak stimulus pada jangka pendek tersebut tentunya sudah dapat diperkirakan oleh The Fed, oleh karena itu apabila ekonomi sudah membaik dan inflasi yang tinggi bukan hal yang nyaman buat suatu negara maka tinggal tunggu waktu saja stimulus akan dihentikan dan The Fed akan menaikkan suku bunga. Inilah yang disebut taper tantrum.

Kenaikan suku bunga tersebut bisa menarik kembali dana-dana yang sudah diinvestasikan di emerging market (salah satunya IHSG) karena buat mereka investasi di emerging market lebih beresiko, sehingga ada peluang IHSG akan terkoreksi.

Namun..kenaikan suku bunga tersebut tidak serta merta dilakukan dalam satu waktu. Secara historical perlu 1 sampai 2 tahun untuk kembali ke suku bunga normal.

Beberapa hari lalu IHSG sempat turun -2% dan mulai muncul berita taper tantrum, sebaliknya justru saat itu pelaku pasar asing tercatat net buy 300 Miliar, bisa jadi pelaku pasar lokal yang melakukan panic selling atas isu tersebut.

Lalu apa yang harus dilakukan? Fokus pada emiten (bottom up analysis), amati perilaku pasar asing, amati potensi penguatan USD terutama bagi emiten yang memiliki pinjaman USD namun pendapatannya Rupiah dan sebagai investor tentu harus punya timeframe jangka panjang agar tidak mudah terbawa isu dan naik turunnya harga saham jangka pendek.

Ario Fatoni, pernah menjadi karyawan bank 9 tahun di unit CFO dan memutuskan resign untuk menjadi entrepreneur serta mulai fokus mendalami value investing di pasar modal syariah.

August 25, 2021 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
uang dingin
Investasi SyariahSaham Pemula

Uang Dingin, Kenapa Penting Sih?

by Minsya August 15, 2021
written by Minsya 2 minutes read

Uang Dingin

Bagi mereka yang sudah berkecimpung di dalam dunia investasi, tentu sudah sangat familiar dengan terminologi ‘uang dingin’ dan suatu aturan tidak tertulis bahwa dalam investasi jangan pernah memakai uang selain uang dingin.

Namun, bagi mereka yang baru saja akan memulai investasi, istilah uang dingin ini selalu menjadi pertanyaan pertama. Apa itu uang dingin? Kenapa harus menggunakan uang dingin untuk berinvestasi?

Uang dingin

Uang dingin merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut uang yang tidak diperuntukkan untuk kebutuhan apapun. Secara sederhana dapat disebut sebagai ‘uang mati’.

Ilustrasi

Akan lebih mudah dipahami jika diberi ilustrasi sebagai contoh sepertinya. Misalkan anda punya dua celengan ayam. Celengan A dan celengan B. Dua celengan ini sama-sama berisi 10 juta rupiah. Namun, celengan A anda ingin gunakan untuk membayar cicilan. Sedangkan celengan B anda belum tahu akan digunakan untuk apa. Dalam ilustrasi ini, uang 10 juta dalam celengan B adalah uang dingin. 

Sebagai penjelasan untuk pertanyaan berikutnya, tentang kenapa harus menggunakan uang dingin untuk berinvestasi, pertama-tama harus dipahami bahwa investasi memiliki risiko.

Tentu risiko dalam berinvestasi bermacam-macam dan sebanding dengan return yang diharapkan. Namun tetap saja kemungkinan untuk rugi itu tetap ada. Dengan kata lain, sekali anda menginjakkan kaki di dunia investasi, anda harus siap dengan konsekuensi rugi.

Yang kedua, merujuk dari pernyataan pertama, jika anda siap rugi, maka jangan sampai kerugian itu bisa mengganggu uang yang sejatinya anda siapkan untuk kebutuhan sehari-hari. Karena akan sangat merepotkan jika misalnya uang yang sudah anda siapkan untuk bayar belanja logistic bulan ini (misalnya) tiba-tiba jumlahnya berkurang karena kondisi bursa Indonesia sedang bearish.

Singkatnya, penggunaan uang dingin dalam investasi itu wajib. Wajib karena itu adalah salah satu jalan untuk melindungi budgeting plan yang telah anda buat.

Elita Kabayeva (Indonesia University)
Engineering student who is passionate in investment and sharia stock market. Now spreading investment literacy in instagram, youtube, and spotify.

August 15, 2021 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Saham Pemula

Cara Mudah Buka Rekening Saham Syariah di MNC Sekuritas

by Minsya August 5, 2021
written by Minsya 3 minutes read

Buka Rekening Saham Syariah

Kini membuka rekening saham syariah semakin mudah. Hadirnya Sistem Online Trading Syariah (SOTS) memberi kemudahan bagi investor syariah agar hanya dapat membeli saham-saham yang termasuk Daftar Efek Syariah.

Bagi kamu calon investor pemula yang baru aja mau buka rekening saham syariah, ini bisa menjadi alternatif mudah untuk membuka akun di MNC Sekuritas. Kamu tinggal ikuti aja cara di bawah ini. Mudah kok. Yuk Simak!

BUKA REKENING SAHAM SYARIAH

Panduan Pembukaan Akun Syariah MNC Sekuritas

1. Silakan isi form online pada link berikut secara lengkap :
https://www.mncsekuritas.id/opening_account/sales/MK/B73

Pilih akun ONLINE SYARIAH dan kosongkan saja kode refferalnya.

Setelah selesai mengisi secara lengkap, akan dikirimkan notifikasi ke email yang terdaftar. Email tersebut adalah lampiran formulir yang sudah diisi tadi.

2. Print out lampiran dokumen yang dikirimkan ke email terdaftar kemudian bubuhkan materai Rp 10.000 dan tanda tangan pada dokumen tersebut (pastikan tanda tangan sama persis, tidak ada perbedaan di setiap lembarnya)

3. Siapkan beberapa berkas berikut:
· Fotocopy KTP
· Fotocopy NPWP (jika ada)
· Fotocopy Halaman depan buku tabungan atas nama pribadi (Jika tidak ada buku tabungan bisa screenshoot mobile banking/e-banking yang tertera nama lengkap dan logo Banknya)
· Khusus untuk Mahasiswa lampirkan juga Fotokopi KTP Orang tua dan KTM

4. Kirimkan dokumen nomor 2 dan nomor 3 ke alamat berikut:
Up : Tim Syariah Saham
MNC Sekuritas Cabang Kalimalang
Jl. Raya Kalimalang No.36, RT.004/RW.003, Jakasampurna, Kec. Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat 17145

CP : 0878 5758 0315 atau klik disini

5. Mengisi Form Pengiriman Dokumen

Setelah mengirimkan dokumen fisik, Nasabah WAJIB mengisi form di link ini, agar kami dapat melakukan tracking proses OA tersebut (https://bit.ly/OA4SyariahSaham)

NOTES
1. Untuk form yg belum terisi harap dilengkapi dengan tulis tangan.
2. Untuk form BCA Syariah silakan ditambahkan nama keluarga yg dapat dihubungi dan hubungannya serta nomor telpon. Data yg lainnya dikosongkan saja.
3. Jika ada yang salah silakan dicoret kemudian ttd di samping lalu diganti dengan data yg benar.
4. Untuk panduan lengkapnya bisa ditanyakan melalui wa.me/6287857580315
5. Setelah berkas diterima maka akan dihubungi untuk verifikasi data oleh call center.
6. Selama belum verifikasi data maka belum bisa login di aplikasi MNC Trade.

Apa Saja Keunggulan Akun Syariah Di Motion Trade Syariah?

Diambil dari situs resmi MNC Sekuritas, berikut beberapa FAQ yang sering ditanyakan oleh calon investor. Simak Yuk!

MotionTrade Syariah dikembangkan sesuai dengan aturan fatwa DSN-MUI No.80/DSN-MUI/III/2011 sehingga nasabah dapat bertransaksi saham sesuai dengan prinsip syariah, di antaranya:

  1. Nasabah hanya dapat melakukan transaksi beli atas saham-saham perusahaan yang terdaftar di Daftar Efek Syariah (DES).
  2. Nasabah hanya dapat membeli saham sesuai ketersediaan dana dalam Rekening Dana Nasabah (cash basis).
  3. Tidak ada dana pinjaman (limit trading). Fasilitas ini dilarang karena akan muncul riba jahiliyah (bunga pinjaman) jika nasabah tidak mampu melunasi pinjaman tersebut pada saat jatuh tempo.
  4. Tidak ada margin trading. Fasilitas ini dilarang karena akan muncul riba qord.
  5. Nasabah tidak dapat melakukan transaksi short selling (penjualan saham yang bukan miliknya). Aplikasi MotionTrade Syariah secara otomatis akan menolak transaksi penjualan saham yang belum di miliki oleh investor.

Kelebihan yang ditawarkan MotionTrade Syariah:

  • One-stop Market Info seperti: Best Quote, Order Book, News, Company Profile, Chart, dll.
  • Order transaksi dapat dilakukan secara cepat dan langsung oleh nasabah
  • Kesempatan untuk melakukan transaksi beli/jual pada harga terbaik
  • Order Jual / Beli dapat dilaksanakan lebih awal (sebelum jam perdagangan Bursa Efek Indonesia)
  • Transaksi dapat dilakukan dimana saja, selama pelanggan bisa memiliki koneksi internet melalui komputer, laptop, mobile phone, dll.
  • Tampilan antarmuka yang ramah dan nyaman
  • Akses langsung untuk berbicara dengan tim Call Center
  • Informasi pasar modal secara real time, baik informasi chart/ grafik, maupun data fundamental
  • informasi riset harian yang lengkap dan mendetail

Gimana? Mudah bukan? Yuk belajar bareng saham syariah di komunitas Syariah saham.

Kamu bisa cek SOTS yang terdaftar di bursa Indonesia disini.

August 5, 2021 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Saham Pemula

[SINOPSIS BUKU] “SARI KELAPA” Karya Mang AMSI

by Minsya July 7, 2021
written by Minsya 3 minutes read
Sinopsis oleh : Pakde Adam, praktisi pasar modal syariah 

Perjalanan Awal

Dalam memulai sebuah perjalanan, merupakan sebuah keharusan. Untuk menyiapkan bekal yang cukup dalam menjalani perjalanan yang mengarah pada tujuan. Mang Amsi, founder syariahsaham.com melalui buku terbitan major publisher Elexmedia Group mencoba mengemas berbagai pertanyaan pemula yang ingin terjun ke dunia saham. Khususnya saham syariah. 

Buku ini dimulai dengan bahasan mula yang mengambil landasan dan teladan dari Nabi Yusuf A.S. Sehingga sudut pandang metodologisnya mengarahkan pembaca untuk cermat dan terencana sebagai mana teladan dari nabi Yusuf A.S. 

Dalam memulai sebuah perjalanan, seorang pengelana akan melewati pintu mulanya. Banyak pilihan pintu menuju jalan kelana di pasar modal. Dalam bahasan pertama buku ini, Mang Amsi memberikan gerbang besar berupa gambaran luas mengenai dunia pasar modal. Membuka tabir yang selama ini hanyalah prasangka kalangan non pasar modal, Mang Amsi mengubahnya menjadi kesiapan matang untuk memulai sebuah perjalanan. 

Gerbang Utama

Setelah melewati gerbang utama dalam sebuah perjalanan kelana, tentunya pemula akan menghadapi tantangan-tantangan baru dari faktor eksternal dan utamanya mengenai tantangan keyakinan. Keyakinan akan menjadi penghalang pertama dari langkah kaki sang pemula dalam berkelana. Pada bagian kedua buku ini, Mang Amsi menyingkap segala keraguan pemula. Dan banyak keraguan lain yang umumnya menjadi penghalang langkah para pemula di pasar modal khususnya pasar modal syariah. 

Setelah melewati bagian kedua buku ini, pembaca akan digiring untuk memahami mekanisme dasar yang wajib diketahui oleh pemula pasar modal. Uniknya, mekanisme dan hal teknis semacam ini seringkali dilupakan “orang-orang lama.” Apabila hal dasar teknis ini sudah dapat dipahami dengan mudah oleh pemula, selanjutnya pemula akan lebih siap memulai kelananya di pasar modal. 

FATAMMA

Kesiapan berkelana tentunya memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan perjalanan. Melalui buku ini, Mang Amsi memberikan bekal petunjuk berupa FATAMMA ala Mang Amsi. Kekhasan Mang Amsi akan dijelaskan secara teknis bagaimana Mang Amsi mengelola portofolionya menjadi tumbuh dan berkembang dengan tips trik ala Mang Amsi. Tidak berhenti pada sajian stock pick super saja,  Mang Amsi memberikan juga metodologi praktis untuk pemula agar dapat melahirkan stockpick super secara mandiri.

Pada bagian terakhir dari buku ini, Mang Amsi banyak bercerita teladan dari para mentornya mengenai pengelolaan portofolio agar dapat menempatkan kesabaran diri pada posisi yang tepat. Hal ini dipertajam pada bagian lampiran buku berupa kisah-kisah eksklusif sekaligus inspiratif beliau bersama mentor Mang Amsi. Lengkap disertai pula fatwa pendukung dari MUI mengenai pasar modal syariah. Dan menjadikan buku ini sebagai referensi spesial untuk pemula, khususnya di pasar modal syariah. 

Sahabat Saya

Kemudian daftar pustaka pada halaman akhir buku ini sekaligus dapat dijadikan referensi lanjutan bagi pemula. Jika ingin menapaki tahapan lanjut dalam kelana pasar modal Indonesia. Akhir kata, seperti kutipan pada sampul buku Saham Syariah Kelas Pemula (SARI KELAPA) ini. Pak Lo Kheng Hong sang investor senior pasar modal indonesia mengutip, “Kalau anda ingin belajar saham syariah, bacalah buku sahabat saya, Mang Amsi”. 

Happy Reading, 
 
Banjarmasin, 26 Juni 2020
(Artikel ini diposting ulang dari halaman : https://www.syariahsaham.com/2020/06/sinopsis-buku-sari-kelapa-karya-mang.html)
July 7, 2021 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Saham Pemula

Update Berkala! Daftar Indeks Saham Syariah Indonesia 2021

by Minsya June 23, 2021
written by Minsya 16 minutes read

Konstituen Indeks Saham Syariah Indonesia

indeks saham syariah
Sumber : https://www.idx.co.id/idx-syariah/indeks-saham-syariah/
Sebagaimana penjelasan dari website Bursa Efek Indonesia, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang diluncurkan pada tanggal 12 Mei 2011 adalah indeks komposit saham syariah yang tercatat di BEI. ISSI merupakan indikator dari kinerja pasar saham syariah Indonesia. .
 
Konstituen ISSI adalah seluruh saham syariah yang tercatat di BEI dan masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK. Artinya, BEI tidak melakukan seleksi saham syariah yang masuk ke dalam ISSI. 
 
Konstituen ISSI diseleksi ulang sebanyak dua kali dalam setahun, setiap bulan Mei dan November, mengikuti jadwal review DES. Oleh sebab itu, setiap periode seleksi, selalu ada saham syariah yang keluar atau masuk menjadi konstituen ISSI. 

Metode Perhitungan

Metode perhitungan ISSI mengikuti metode perhitungan indeks saham BEI lainnya, yaitu rata-rata tertimbang dari kapitalisasi pasar dengan menggunakan Desember 2007 sebagai tahun dasar perhitungan ISSI. 
 
Berikut ini daftar saham syariah yang berlaku selama 2021 (akan diupdate secara berkala) atau kamu bisa cek langsung dengan mengetik saham di link ini CEK SAHAM SYARIAH :

Kode Saham (Nama Perusahaan)

1. AALI (Astra Agro Lestari Tbk PT)
2. ACES (Ace Hardware Indonesia Tbk PT)
3. ACST (Acset Indonusa Tbk PT)
4. ADES (Akasha Wira International Tbk PT)
5. ADHI (Adhi Karya (Persero) Tbk PT)
6. ADMG (Polychem Indonesia Tbk PT)
7. ADRO (Adaro Energy Tbk PT)
8. AGAR (PT Asia Sejahtera Mina Tbk)
9. AGII (Aneka Gas Industri Tbk PT)
10. AIMS (Akbar Indo Makmur Stimec Tbk PT)
11. AKKU (Anugerah Kagum Karya Utama Tbk PT)
12. AKPI (Argha Karya Prima Industry Tbk PT)
13. AKRA (AKR Corporindo Tbk PT)
14. AKSI (Maming Enam Sembilan Mineral Tbk PT)
15. ALDO (Alkindo Naratama Tbk PT)
16. ALKA (Alakasa Industrindo Tbk PT)
17. AMAN (Makmur Berkah Amanda PT Tbk)
18. AMIN (Ateliers Mecaniques D’Indonesie Tbk PT)
19. ANDI (Andira Agro Tbk PT)
20. ANJT (Austindo Nusantara Jaya Tbk PT)
21. ANTM (Aneka Tambang Tbk PT)
22. APII (Arita Prima Indonesia Tbk PT)
23. APLI (Asiaplast Industries Tbk PT)
24. APLN (Agung Podomoro Land Tbk PT)
25. ARII (Atlas Resources Tbk PT)
26. ARMY (Armidian Karyatama Tbk PT)
27. ARNA (Arwana Citramulia Tbk PT)
28. ASGR (Astra Graphia Tbk PT)
29. ASRI (Alam Sutera Realty Tbk PT)
30. ATAP (Trimitra Prawara Goldland Tbk PT)
31. AUTO (Astra Otoparts Tbk PT)
32. AYLS (Agro Yasa Lestari PT Tbk)
33. BALI (Bali Towerindo Sentra)
34. BANK (PT Bank Aladin Syariah Tbk)
35. BAPA (Bekasi Asri Pemula Tbk PT)
36. BAPI (Bhakti Agung Propertindo PT Tbk)
37. BATA (Sepatu Bata Tbk PT)
38. BAYU (Bayu Buana Tbk PT)
39. BCIP (Bumi Citra Permai Tbk PT)
40. BEBS (Berkah Beton Sadaya Tbk PT)
41. BELL (Trisula Textile Industries Tbk PT)
42. BESS (Batulicin Nusantara Maritim Tbk PT)
43. BEST (Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk PT)
44. BIKA (Binakarya Jaya Abadi Tbk PT)
45. BIPP (Bhuwanatala Indah Permai Tbk PT)
46. BIRD (Blue Bird Tbk PT)
47. BISI (BISI International Tbk PT)
48. BKSL (Sentul City Tbk PT)
49. BLTA (Berlian Laju Tanker Tbk PT)
50. BLTZ (Graha Layar Prima Tbk PT)
51. BLUE (Berkah Prima Perkasa Tbk PT)
52. BMHS (Bundamedik Tbk PT)
53. BMSR (Bintang Mitra Semestaraya Tbk PT)
54. BMTR (Global Mediacom Tbk PT)
55. BOGA (Bintang Oto Global Tbk PT)
56. BOLT (PT Garuda Metalindo Tbk)
57. BOSS (Borneo Olah Sarana Sukses Tbk PT)
58. BRAM (Indo Kordsa Tbk PT)
59. BRIS (Bank Syariah Indonesia Tbk PT)
60. BRMS (Bumi Resources Minerals Tbk PT)
61. BRNA (Berlina Tbk PT)
62. BRPT (Barito Pacific Tbk PT)
63. BSSR (Baramulti Suksessarana Tbk PT)
64. BTON (Betonjaya Manunggal Tbk PT)
65. BTPS (Bank BTPN Syariah Tbk PT)
66. BUDI (Budi Starch & Sweetener Tbk PT)
67. BUKA (Bukalapak.com Ord Shs)
68. BUKK (PT Bukaka Teknik Utama Tbk.)
69. BYAN (Bayan Resources Tbk PT)
70. CAKK (Cahayaputra Asa Keramik Tbk PT)
71. CAMP (Campina Ice Cream Industry Tbk PT)
72. CANI (Capitol Nusantara Indonesia Tbk PT)
73. CBMF (Cahaya Bintang Medan Tbk PT)
74. CCSI (Communication Cbl Sys Indisa Tbk PT)
75. CEKA (Wilmar Cahaya Indonesia Tbk PT)
76. CINT (Chitose Internasional Tbk PT)
77. CITA (Cita Mineral Investindo Tbk PT)
78. CITY (Natura City Developments Tbk PT)
79. CLEO (Sariguna Primatirta Tbk PT)
80. CLPI (Colorpak Indonesia Tbk PT)
81. CMNP (Citra Marga Nusaphala Persada Tbk PT)
82. COCO (PT Wahana Interfood Nusantara Tbk)
83. CPIN (Charoen Pokphand Indonesia Tbk PT)
84. CSAP (Catur Sentosa Adiprana Tbk PT)
85. CSIS (PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk)
86. CSMI (Cipta Selera Murni PT)
87. CSRA (Cisadane Sawit Raya PT)
88. CTBN (Citra Tubindo Tbk PT)
89. CTRA (Ciputra Development Tbk PT)
90. DADA (Diamond Citra Propertindo PT)
91. DAYA (Duta Intidaya Tbk PT)
92. DEWA (Darma Henwa Tbk PT)
93. DGIK (Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk PT)
94. DGNS (Diagnos Laboratorium Utama PT Tbk)
95. DIGI (Arkadia Digital Media Tbk PT)
96. DILD (Intiland Development Tbk PT)
97. DIVA (Distribusi Voucher Nusantara Tbk PT)
98. DKFT (Central Omega Resources Tbk PT)
99. DMAS (PT Puradelta Lestari Tbk)
100. DMMX (Digital Mediatama Maxima PT)
101. DMND (Diamond Food Indonesia PT)
102. DPNS (Duta Pertiwi Nusantara Tbk PT)
103. DSFI (PT Dharma Samudera Fishing Industris Tbk)
104. DSSA (Dian Swastatika Sentosa Tbk PT)
105. DUTI (Duta Pertiwi Tbk PT)
106. DVLA (Darya-Varia Laboratoria Tbk PT)
107. DWGL (Dwi Guna Laksana Tbk PT)
108. DYAN (Dyandra Media International Tbk PT)
109. EAST (Eastparc Hotel Tbk PT)
110. ECII (Electronic City Indonesia Tbk PT)
111. EDGE (Indointernet Tbk PT)
112. EKAD (Ekadharma International Tbk PT)
113. ELSA (Elnusa Tbk PT)
114. EMDE (Megapolitan Developments Tbk PT)
115. EMTK (Elang Mahkota Teknologi Tbk PT)
116. ENRG (Energi Mega Persada Tbk PT)
117. ENZO (Morenzo Abadi Perkasa Tbk PT)
118. EPAC (Megalestari Epack Sentosaraya PT Tbk)
119. EPMT (Enseval Putera Megatrading Tbk PT)
120. ERAA (Erajaya Swasembada Tbk PT)
121. ESIP (Sinergi Inti Plastindo PT)
122. EXCL (XL Axiata Tbk PT)
123. FAST (Fast Food Indonesia Tbk PT)
124. FILM (MD Pictures Tbk PT)
125. FIRE (Alfa Energi Investama Tbk PT)
126. FISH (FKS Multi Agro Tbk PT)
127. FITT (Hotel Fitra International Tbk PT)
128. FMII (Fortune Mate Indonesia Tbk PT)
129. FOOD (Sentra Food Indonesia Tbk PT)
130. FPNI (Lotte Chemical Titan Tbk PT)
131. GAMA (Aksara Global Development Tbk PT)
132. GDST (Gunawan Dianjaya Steel Tbk PT)
133. GDYR (Goodyear Indonesia)
134. GEMA (Gema Grahasarana Tbk PT)
135. GEMS (Golden Energy Mines Tbk PT)
136. GGRP (Gunung Raja Paksi Tbk PT)
137. GHON (Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk PT)
138. GJTL (Gajah Tunggal Tbk PT)
139. GLVA (Galva Technologies Tbk PT)
140. GMTD (Gowa Makassar Tourism Development Tbk PT)
141. GOLD (Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk PT)
142. GOOD (Garudafood Putra Putri Jaya Tbk PT)
143. GPRA (Perdana Gapura Prima Tbk PT)
144. GZCO (Gozco Plantations Tbk PT)
145. HADE (Himalaya Energi Perkasa Tbk PT)
146. HDIT (Pt Hensel Davest Indonesia Tbk)
147. HEAL (Medikaloka Hermina Tbk PT)
148. HERO (Hero Supermarket Tbk PT)
149. HEXA (Hexindo Adiperkasa Tbk PT)
150. HKMU (HK Metals Utama Tbk PT)
151. HOKI (Buyung Poetra Sembada Tbk PT)
152. HOMI (Grand House Mulia PT)
153. HOPE (Harapan Duta Pertiwi PT)
154. HRME (Menteng Heritage Realty Tbk PT)
155. HRTA (PT Hartadinata Abadi Tbk)
156. HRUM (Harum Energy Tbk PT)
157. IATA (Indonesia Transport & Infrastrctr Tbk PT)
158. ICBP (PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk)
159. ICON (Island Concepts Indonesia Tbk PT)
160. IDPR (Indonesia Pondasi Raya Tbk PT)
161. IFII (Indonesia Fibreboard Industry PT)
162. IFSH (Ifishdeco PT)
163. IGAR (Champion Pacific Indonesia Tbk PT)
164. IIKP (Inti Agri Resources Tbk PT)
165. IKAI (Intikeramik Alamasri Industri Tbk PT)
166. IKAN (Era Mandiri Cemerlang Tbk PT)
167. IKBI (Sumi Indo Kabel Tbk PT)
168. IMPC (Impack Pratama Industri Tbk PT)
169. INAF (Indofarma Tbk PT)
170. INCI (Intanwijaya Internasional Tbk PT)
171. INCO (Vale Indonesia Tbk PT)
172. INDF (Indofood Sukses Makmur Tbk PT)
173. INDR (PT Indo-Rama Synthetics Tbk)
174. INDS (Indospring Tbk PT)
175. INDX (Tanah Laut Tbk PT)
176. INKP (Indah Kiat Pulp and Paper Tbk PT)
177. INPS (Indah Prakasa Sentosa Tbk PT)
178. INTD (Inter Delta Tbk PT)
179. INTP (Indocement Tunggal Prakarsa Tbk PT)
180. IPCC (Indonesia Kendaraan Terminal Tbk PT)
181. IPCM (Jasa Armada Indonesia Tbk PT)
182. IPOL (Indopoly Swakarsa Industry Tbk PT)
183. IPTV (MNC Vision Networks Tbk PT)
184. IRRA (Itama Ranoraya PT)
185. ISAT (Indosat Tbk PT)
186. ISSP (Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk PT)
187. ITMA (Sumber Energi Andalan Tbk PT)
188. ITMG (Indo Tambangraya Megah Tbk PT)
189. JAST (Jasnita Telekomindo Tbk PT)
190. JAYA (Armada Berjaya Trans Tbk PT)
191. JECC (Jembo Cable Company Tbk PT)
192. JGLE (Graha Andrasentra Propertindo Tbk PT)
193. JIHD (Jakarta International Hotls & Dev Tbk PT)
194. JKON (Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk PT)
195. JMAS (Asuransi Jiwa Syariah Js Mtr Abd Tbk PT)
196. JPFA (Japfa Comfeed Indonesia Tbk PT)
197. JRPT (Jaya Real Property Tbk PT)
198. JSKY (Sky Energy Indonesia Tbk PT)
199. JSPT (Jakarta Setiabudi Internasional Tbk PT)
200. JTPE (Jasuindo Tiga Perkasa Tbk PT)
201. KAEF (Kimia Farma Tbk PT)
202. KARW (ICTSI Jasa Prima Tbk PT)
203. KAYU (Darmi Bersaudara Tbk PT)
204. KBLI (KMI Wire and Cable Tbk PT)
205. KBLM (Kabelindo Murni Tbk PT)
206. KDSI (Kedawung Setia Industrial Tbk PT)
207. KEEN (Kencana Energi Lestari PT)
208. KEJU (Mulia Boga Raya PT)
209. KIAS (Keramika Indonesia Assosiasi Tbk PT)
210. KICI (Kedaung Indah Can Tbk PT)
211. KIJA (Kawasan Industri Jababeka Tbk PT)
212. KINO (Kino Indonesia Tbk PT)
213. KIOS (Kioson Komersial Indonesia Tbk PT)
214. KKGI (Resource Alam Indonesia Tbk PT)
215. KLBF (Kalbe Farma Tbk PT)
216. KMDS (Kurniamitra Duta Sentosa Tbk PT)
217. KOIN (Kokoh Inti Arebama Tbk PT)
218. KONI (Perdana Bangun Pusaka Tbk PT)
219. KOPI (Mitra Energi Persada Tbk PT)
220. KPAS (Cottonindo Ariesta Tbk PT)
221. KPIG (MNC Land Tbk PT)
222. KREN (Kresna Graha Investama Tbk PT)
223. LABA (Ladang Baja Murni Tbk PT)
224. LCGP (Eureka Prima Jakarta Tbk PT)
225. LCKM (LCK Global Kedaton Tbk PT)
226. LINK (Link Net Tbk PT)
227. LION (Lion Metal Works Tbk)
228. LMAS (Limas Indonesia Makmur Tbk PT)
229. LMPI (Langgeng Makmur Industri Tbk PT)
230. LMSH (Lionmesh Prima)
231. LPCK (Lippo Cikarang Tbk PT)
232. LPIN (Multi Prima Sejahtera Tbk PT)
233. LPKR (Lippo Karawaci Tbk PT)
234. LPPF (Matahari Department Store Tbk PT)
235. LRNA (Eka Sari Lorena Transport Tbk PT)
236. LSIP (PT Perusahaan Prkbn Lndn Smtr Indnsa Tbk)
237. LTLS (Lautan Luas Tbk PT)
238. LUCK (Sentral Mitra Informatika Tbk PT)
239. MAIN (Malindo Feedmill Tbk PT)
240. MAPA (MAP Aktif Adiperkasa Tbk PT)
241. MAPB (Map Boga Adiperkasa Tbk PT)
242. MAPI (Mitra Adiperkasa Tbk PT)
243. MARK (Mark Dynamics Indonesia Tbk PT)
244. MASA (Multistrada Arah Sarana Tbk PT)
245. MBAP (Mitrabara Adiperdana Tbk PT)
246. MBSS (Mitrabahtera Segara Sejati Tbk PT)
247. MBTO (Martina Berto Tbk PT)
248. MCAS (M Cash Integrasi PT)
249. MDKA (PT Merdeka Copper Gold Tbk)
250. MDKI (Emdeki Utama Tbk PT)
251. MDLN (Modernland Realty Tbk PT)
252. MERK (Merck)
253. META (Nusantara Infrastructure Tbk PT)
254. MGLV (Panca Anugrah Wisesa Tbk PT)
255. MGRO (Mahkota Group Tbk PT)
256. MICE (Multi Indocitra Tbk PT)
257. MIDI (Midi Utama Indonesia Tbk PT)
258. MIKA (Mitra Keluarga Karyasehat Tbk PT)
259. MINA (Sanurhasta Mitra Tbk PT)
260. MIRA (Mitra International Resources Tbk PT)
261. MITI (Mitra Investindo Tbk PT)
262. MKNT (Mitra Komunikasi Nusantara Tbk PT)
263. MKPI (Metropolitan Kentjana Tbk PT)
264. MLIA (Mulia Industrindo Tbk PT)
265. MLPL (Multipolar Tbk PT)
266. MLPT (Multipolar Technology Tbk PT)
267. MNCN (Media Nusantara Citra Tbk PT)
268. MPMX (Mitra Pinasthika Mustika Tbk PT)
269. MPOW (MegaPower Makmur Tbk PT)
270. MPPA (Matahari Putra Prima Tbk PT)
271. MRAT (Mustika Ratu Tbk PT)
272. MSIN (MNC Studios International Tbk PT)
273. MSKY (MNC SKY Vision Tbk PT)
274. MTDL (Metrodata Electronics Tbk PT)
275. MTFN (Capitalinc Investment Tbk PT)
276. MTLA (Metropolitan Land Tbk PT)
277. MTPS (Meta Epsi Tbk PT)
278. MTSM (Metro Realty Tbk PT)
279. MYOH (Samindo Resources Tbk PT)
280. MYOR (Mayora Indah Tbk PT)
281. NASA (Andalan Perkasa Abadi Tbk PT)
282. NELY (Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk PT)
283. NFCX (NFC Indonesia Tbk PT)
284. NICL (PAM Mineral Tbk PT)
285. NIKL (Pelat Timah Nusantara Tbk PT)
286. NRCA (Nusa Raya Cipta Tbk PT)
287. NZIA (Nusantara Almazia Tbk PT)
288. OPMS (Optima Prima Metal Sinergi Tbk PT)
289. PALM (Provident Agro Tbk PT)
290. PAMG (Bima Sakti Pertiwi Tbk PT)
291. PANI (Pratama Abadi Nusa Industri Tbk PT)
292. PANR (Panorama Sentrawisata Tbk PT)
293. PBID (Panca Budi Idaman Tbk PT)
294. PBSA (Paramita Bangun Sarana Tbk PT)
295. PCAR (Prima Cakrawala Abadi Tbk PT)
296. PEHA (Phapros Tbk PT)
297. PGAS (Perusahaan Gas Negara Tbk PT)
298. PGLI (Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk PT)
299. PJAA (Pembangunan Jaya Ancol Tbk PT)
300. PKPK (Perdana Karya Perkasa Tbk PT)
301. PLIN (Plaza Indonesia Realty Tbk PT)
302. PMJS (Putra Mandiri Jembar Tbk PT)
303. PNBS (Bank Panin Dubai Syariah Tbk PT)
304. POLU (Golden Flower Tbk PT)
305. PORT (Nusantara Pelabuhan Handal Tbk PT)
306. POWR (Cikarang Listrindo Tbk PT)
307. PPRE (PP Presisi Tbk PT)
308. PPRO (PP Properti Tbk PT)
309. PRDA (Prodia Widyahusada Tbk PT)
310. PRIM (Royal Prima Tbk PT)
311. PSKT (Red Planet Indonesia Tbk PT)
312. PSSI (Pelita Samudera Shipping Tbk PT)
313. PTBA (Bukit Asam Tbk PT)
314. PTDU (Djasa Ubersakti Tbk PT)
315. PTPP (Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk PT)
316. PTPW (Pratama Widya Tbk PT)
317. PTRO (Petrosea Tbk PT)
318. PTSN (Sat Nusapersada Tbk PT)
319. PTSP (Pioneerindo Gourmet International Tbk PT)
320. PUDP (Pudjiadi Prestige Tbk PT)
321. PURA (Putra Rajawali Kencana PT)
322. PURI (Puri Global Sukses Tbk PT)
323. PWON (Pakuwon Jati Tbk PT)
324. PYFA (Pyridam Farma Tbk PT)
325. PZZA (Sarimelati Kencana Tbk PT)
326. RAJA (Rukun Raharja Tbk PT)
327. RALS (Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT)
328. RANC (Supra Boga Lestari Tbk PT)
329. RBMS (Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk PT)
330. REAL (Repower Asia Indonesia Tbk PT)
331. RIGS (Rig Tenders Indonesia Tbk PT)
332. RISE (Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk PT)
333. RODA (Pikko Land Development Tbk PT)
334. ROTI (Nippon Indosari Corpindo Tbk PT)
335. SAMF (Saraswanti Anugerah Makmur PT)
336. SAPX (Satria Antaran Prima Tbk PT)
337. SCCO (Supreme Cable Mnfctrg & Commerce Tbk PT)
338. SCMA (Surya Citra Media Tbk PT)
339. SCNP (Selaras Citra Nusantara Perkasa PT Tbk)
340. SCPI (Ornagon Pharma Indonesia PT Tbk)
341. SDPC (Millennium Pharmacon Internationl Tbk PT)
342. SGER (Sumber Global Energy PT)
343. SGRO (Sampoerna Agro Tbk PT)
344. SHID (PT Hotel Sahid Jaya International Tbk)
345. SHIP (Sillo Maritime Perdana Tbk PT)
346. SIDO (PT Industri Jamu dan Farmasi Sd Mncl Tbk)
347. SILO (Siloam International Hospitals Tbk PT)
348. SIMP (Salim Ivomas Pratama Tbk PT)
349. SINI (Singaraja Putra Tbk PT)
350. SIPD (Sierad Produce)
351. SKBM (Sekar Bumi Tbk PT)
352. SKLT (Sekar Laut Tbk PT)
353. SLIS (Gaya Abadi Sempurna Tbk PT)
354. SMBR (Semen Baturaja (Persero) Tbk PT)
355. SMCB (Solusi Bangun Indonesia Tbk PT)
356. SMDM (Suryamas Dutamakmur Tbk PT)
357. SMDR (Samudera Indonesia Tbk PT)
358. SMGR (Semen Indonesia (Persero) Tbk PT)
359. SMKL (Satyamitra Kemas Lestari Tbk PT)
360. SMMT (Golden Eagle Energy Tbk PT)
361. SMRA (Summarecon Agung Tbk PT)
362. SMSM (Selamat Sempurna Tbk PT)
363. SNLK (Sunter Lakeside Hotel Tbk PT)
364. SOHO (SOHO Global Health PT)
365. SONA (Sona Topas Tourism Industry Tbk PT)
366. SOSS (Shield On Service Tbk PT)
367. SOTS (Satria Mega Kencana Tbk PT)
368. SPMA (Suparma Tbk PT)
369. SPTO (Surya Pertiwi Tbk PT)
370. SRAJ (Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk PT)
371. SSIA (Surya Semesta Internusa Tbk PT)
372. SSTM (Sunson Textile Manufacturer Tbk PT)
373. STTP (Siantar Top Tbk PT)
374. SURE (Super Energy Tbk PT)
375. SWAT (Sriwahana Adityakarta Tbk PT)
376. TAMA (PT Lancartama Sejati Tbk)
377. TAMU (Pelayaran Tamarin Samudra Tbk PT)
378. TAPG (Triputra Agro Persada Tbk PT)
379. TARA (Agung Semesta Sejahtera Tbk PT)
380. TBMS (Tembaga Mulia Semanan Tbk PT)
381. TCID (Mandom Indonesia Tbk PT)
382. TCPI (Transcoal Pacific Tbk PT)
383. TEBE (Dana Brata Luhur PT)
384. TECH (PT IndoSterling Technomedia Tbk)
385. TFAS (Telefast Indonesia Tbk PT)
386. TFCO (Tifico Fiber Indonesia Tbk PT)
387. TGKA (Tigaraksa Satria Tbk PT)
388. TKIM (Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk PT)
389. TLKM (Telkom Indonesia (Persero) Tbk PT)
390. TMPO (Tempo Inti Media Tbk PT)
391. TNCA (PT Trimuda Nuansa Citra Tbk)
392. TOPS (PT Totalindo Eka Persada Tbk)
393. TOTL (Total Bangun Persada Tbk PT)
394. TOTO (PT Surya Toto Indonesia Tbk)
395. TOYS (Sunindo Adipersada Tbk PT)
396. TPIA (Chandra Asri Petrochemical Tbk PT)
397. TPMA (Trans Power Marine Tbk PT)
398. TRIL (Triwira Insanlestari Tbk PT)
399. TRIN (Perintis Triniti Properti PT Tbk)
400. TRIS (Trisula International Tbk PT)
401. TRST (Trias Sentosa Tbk PT)
402. TRUK (Guna Timur Raya Tbk PT)
403. TSPC (Tempo Scan Pacific Tbk PT)
404. TURI (Tunas Ridean Tbk PT)
405. UCID (Uni-Charm Indonesia PT)
406. UFOE (Damai Sejahtera Abadi Tbk PT)
407. ULTJ (Ultrajaya Milk Industry Tbk PT)
408. UNIC (Unggul Indah Cahaya Tbk PT)
409. UNIQ (Ulima Nitra Tbk PT)
410. UNTR (United Tractors Tbk PT)
411. UNVR (Unilever Indonesia Tbk PT)
412. UVCR (Trimegah Karya Pratama Tbk PT)
413. VICI (Victoria Care Indonesia Tbk PT)
414. VOKS (Voksel Electric Tbk PT)
415. WAPO (Wahana Pronatural Tbk PT)
416. WEGE (Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk PT)
417. WEHA (Weha Transportasi Indonesia TBK PT)
418. WIKA (Wijaya Karya (Persero) Tbk PT)
419. WINS (Wintermar Offshore Marine Tbk PT)
420. WMUU (Widodo Makmur Unggas Tbk PT)
421. WOOD (Integra Indocabinet Tbk PT)
422. WTON (PT Wijaya Karya Beton Tbk)
423. YELO (Yelooo Integra Datanet Tbk PT)
424. YPAS (Yanaprima Hastapersada Tbk PT)
425. ZBRA (Zebra Nusantara Tbk PT)
426. ZINC (Kapuas Prima Coal Tbk PT)
427. ZONE (Mega Perintis Tbk PT)
428. ZYRX (Zyrexindo Mandiri Buana PT Tbk)
429. TRUE (Triniti Dinamik PT Ord Shs)
430. WMUU (Widodo Makmur Unggas Tbk PT)
431. WIKA (Wijaya Karya (Persero) Tbk PT)
432. WEGE (Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk PT)
433. CEKA (Wilmar Cahaya Indonesia Tbk PT)
434. WINS (Wintermar Offshore Marine Tbk PT)
435. EXCL (XL Axiata Tbk PT)
436. YPAS (Yanaprima Hastapersada Tbk PT)
437. YELO (Yelooo Integra Datanet Tbk PT)
438. ZBRA (Zebra Nusantara Tbk PT)
439. ZYRX (Zyrexindo Mandiri Buana PT Tbk)
440. SCPI (Ornagon Pharma Indonesia PT Tbk)

Mau cek sendiri? Bisa cek disini

June 23, 2021 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Saham Pemula

Ternyata Begini Strategi Dollar Cost Averaging di Saham

by Minsya June 16, 2021
written by Minsya 3 minutes read

Dollar Cost Averaging

Prinsip dasar investasi saham adalah investasi jangka panjang. Jadi sebenernya beli saham itu simple. Beli – simpan – jual. Itu aja kok. Nah dalam perkembangannya, banyak para investor yang melakukan transaksi saham dengan cara jual beli dalam waktu yang relatif singkat. Biasanya hanya mau mengejar capital gain saja.

Buat kamu yang ga ada waktu, masih kerja, atau modal terbatas, kamu bisa coba ikutin investasi saham dengan metode Dollar Cost Averaging (DCA) ala Minsya. Semoga bermanfaat ya!

Siapin Modal Awal

Sobat Minsya bisa mulai investasi saham dengan nominal paling kecil adalah Rp 5.000/lot. Tapi saham-saham yang bisa dibeli dengan uang segini biasanya saham-saham tidur. Alias harganya udah mentok bawah. Kalau Minsya boleh saran, coba cari saham-saham yang harganya 150 ke atas, tentunya yang likuid ya. Yang banyak peminatnya. Jadi, minimal pembelian saham ini adalah Rp 15.000/lot. Masih relatif terjangkau ya. Sisihkan diawal bulan budget untuk investasi kamu. Jangan sisakan, nggak akan SISA! Percaya deh…

Beli Rutin Tiap Bulan

Skema yang digunakan adalah “beli merem.” Yup istilah kerennya gitu sih. Alias habis beli saham itu lupakan, ga usah dilihat-lihat lagi portofolionya. Misal kamu beli saham ABCD di harga Rp 500/lembar. Kamu beli misal 4 lot rutin setiap awal gajian, atau awal kamu dapet uang jajan. Kamu butuh dana sekitar 250rb per bulan. Kamu ga perlu liat sahamnya lagi naik atau turun. Udah beli aja. Namanya “nyicil”, namanya “nabung” ya cuek aja sama naik turunnya saham. Toh ini buat jangka panjang. Ya khan?

Pilihan Saham

Nah, ini yang penting. Ketika kamu memilih strategi ini untuk investasi, sebaiknya kamu cari saham-saham yang memberikan dividen yang rutin dan mungkin nilainya bisa diatas inflasi / deposito. Ya biar kalau sahamnya ga naik-naik, kamu masih bisa nikmatin dividen dari saham tersebut. Dan ketika kamu sudah selesai target menabung, kamu bisa coba jual semua dengan kemungkinan mendapat selisih dari capital gain juga. Jadi double nih untungnya. Asik ga?

dollar cost averaging

Diversifikasi

Kalau kebetulan modal sobat Minsya lumayan besar, kamu bisa coba pilih opsi beli saham lebih dari 1. Artinya kamu punya pilihan saham lebih banyak untuk nabung saham. Misal modal kamu 500rb-1juta, kamu bisa coba bagi menjadi 3 bagian. Belinya jangan sektor yang sama ya. Usahakan belinya sektor yang berbeda. Misal saham properti, saham agri, saham consumer goods. Jadi kalau market lagi turun, nggak semua saham kamu ikut terdampak.

Passive Income YES!

Pernah nggak sobat Minsya ngerasa kalau kondisi krisis kita kelabakan. Ga ada backup, ga ada cadangan, ga punya dana darurat , dll. Nah sebaiknya kamu siapkan beberapa “sumur” untuk bisa kamu jadikan passive income. Salah satunya bisa di saham. Tapi ingat, saham bukan untuk nempatin dana darurat ya. Bisa bahaya nanti, musti uang dingin. Jadi ketika kamu kehilangan 1 sumber penghasilan, masih ada 8 sumber lain yang bisa backup kamu.

Faktor Fundamental

Satu lagi, kalau kamu mau pakai cara ini untuk investasi sebaiknya gunakan pendekatan analisa fundamental. Kamu bisa cek, apakah perusahaannya sehat, sering bagi dividen rutin, harganya nggak naik turun kayak roller coaster, dan produknya masih bertahan digunakan hingga 7 turunan ke depan. Biar kamu tenang kalau mau pakai sistem ini. Gimana? Sudah kebayang mau beli saham apa? Sudah siapin dana untuk mulai investasi? Atau baru mau mulai investasi? Gpp, ga ada kata terlambat. Lebih baik #mulaiajadulu

ACTION! ACTION! ACTION! Itu yang musti kamu lakukan sekarang. Nggak perlu nunggu KAYA baru INVESTASI. Kamu bisa mulai dengan modal yang secukupnya. 1 lot pun boleh kok. Kalau kamu beli 1 lot rutin, lama-lama bisa jadi 1000 lot. Masih alesan ga mau investasi?

Baca Juga : 6 Kesalahan Investor Pemula Yang Wajib Kamu Tahu!

Yuk HIJRAH ke SAHAM SYARIAH Selain BERKAH, investasimu akan BERTUMBUH dan BERKEMBANG

Join di grup telegram resmi kami di :  https://t.me/SyariahSaham

June 16, 2021 1 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Saham Pemula

6 Kesalahan Investor Pemula Yang Wajib Kamu Tahu!

by Minsya June 11, 2021
written by Minsya 4 minutes read

Kesalahan Investor Pemula

Di masa pandemi tahun ini, banyak sekali penambahan jumlah investor pasar modal. Terutama investor SAHAM. Tapi kalau Minsya liat, banyak juga yang baru mulai 1-2bulan di pasar modal selalu bilang kalau saham itu JUDI, saham itu GAMBLING, saham itu ada BANDARnya. Padahal kalau diperhatikan, banyak sekali kegagalan itu muncul karena ketidaktahuan investor apa itu saham dan bagaimana mekanisme perdagangan saham. Minsya kali ini mau sharing soal hal yang ga boleh dilakuin trader kalau baru terjun di investasi saham.

1. Investasi Pakai Duit Panas

Bukan berarti duitnya habis dimasak ya, atau direbus. Disini kamu sebagai investor saham, jangan pernah investasi pakai duit yang mau dipakai / duit yang nganggurnya cuma sebentar. Misal, duit dapur, duit kuliah, duit bayar sekolah. Pokoknya duit yang niatnya mau dipakai sebulan atau 2 bulan lagi. Karena duit ini duit idle yang wajib dikeluarin suatu saat. Apalagi mau trading saham pakai gadai asset ya. GA BOLEH! Sebaiknya kamu pakai duit yang DINGIN. Atau kalau Minsya bilangnya duit LUPA. Kenapa? Kalau ilang karena rugi di saham, kalian ga nyariin itu duitnya. Bisa ikhlasin. Paham kan? Jadi kalau kamu posisi sahamnya lagi floating loss kondisinya nggak buru2 Cutloss. Okey?

2. Beli Kucing Dalam Karung

Di saham, banyak sekali hal yang musti kita pelajari dulu sebelum membeli. Jangan cuma denger omongan orang. Si A nyuruh beli saham DFGH, si B nyuruh beli saham VBNM karena mau naik katanya. Iya kalau NAIK, kalau malah TURUN? Ini artinya kalian beli saham yang ga tau saham apa itu. Sering kok Minsya dapat curhatan tapi pas ditanya saham apa dia ga tau… Hmm.. Minimal kalian musti tau, nama perusahaannya dan produk yang dijual perusahaan itu. Supaya kalian paham risiko apa yang nanti terjadi ketika salah beli perusahaan.

3. Tidak Punya Trading Plan

Wah ini FATAL! Gimana kalian mau sukses di saham? Kalau kalian ga mau repot bikin analisa yang simple aja. Beli dimana Jual dimana. Udah itu aja. Ga usah NJLIMET dulu. Habiskan waktumu untuk mempelajari saham. Jangan kebalik, malah maunya habisin modal cuma buat dapet KEGAGALAN! Cukup belajar dari pengalaman orang-orang yang sudah lama berkecimpung di pasar modal. Banyak kok yang mau SHARE. Tinggal kalian cari aja di ekosistemnya. Biar ujung-ujungnya kalian nggak bingung ketika memutuskan untuk investasi di saham.

kesalahan investor pemula

4. Ikutan Beli Saham Pom Pom

Minsya dan tim syariahsaham selalu berusaha ngasih edukasi bukan ngasih stockpick. Kenapa? Mendingan ngasih tau cara belajar mancing ikan, daripada kita kasih IKAN langsung. Jadi supaya ilmu yang didapat bisa kalian gunakan untuk nyari ikan di manapun. Ga akan tergantung sama kita. Gitu ya gaess… Saham yang suka disebut-sebut tanpa alasan yang jelas di beberapa forum, itu biasanya Minsya sebut saham Pom-Pom. Kita taunya cuma disuruh beli aja. Ga pakai trading plan, ga pakai analisa. Cuma kasih “BUY saham RTYU sekarang! Ga jelas! Ini yang suka dilakuin trader newbie ketika investasi di saham. Hati-hati gaess… Bisa jadi saham yang disebut malah justru merugikan kita. Analisa dulu ya sebelum beli!

5. Berani Rugi Ga Berani Cuan

Biasanya kalau udah pegang saham, niatnya TRADING kemudian harga turun, akan mencari 1000 alasan untuk nggak jual itu saham. Alias menjadi INVESTOR dadakan. Bener ga? Segala cara dilakukan supaya punya argumen buat ga jual saham tadi. Apalagi pakai alasan fundamental! Upss… padahal pas trading belinya pakai teknikal… Wah pie iki. Ambyar! Disiplin adalah hal yang paling susah buat dilakuin di saham. Psikologi ga mau rugi, maunya cuan, ini sudah melekat di beberapa investor di negeri ini. Giliran rugi puluhan persen ga jual, tapi giliran baru cuan 1% jual, alesannya takut turun lagi… Aduh… Fokus ke trading plan!

6. Ga Punya MM Yang Jelas

MM atau biasa disebut Money Management, punya kekuatan yang paling besar untuk investasi di saham. Kenapa? Rata-rata mereka yang baru masuk ke saham akan beli secara asal-asalan. Trus apa bedanya dengan Judi dunk? Ya nggak? Cuma berharap masukin dana, trus pengennya cuan. Hmm… Dan merasa kalau duitnya ilang / loss bisa dibalikin dari penghasilan lainya. Ini yang akan bikin kalian gagal ketika baru masuk di saham. Yak habis modal! Perlunya MM ini terkait dengan pengaturan dan diversifikasi risiko terhadap portofolio. Manajer Investasi aja punya aturan yang harus ditaati dari OJK. Maksimal 1 emiten cuma boleh beli sebesar 10% (untuk konvensional) dan 20% (untuk syariah) dari total modal. MM penting untuk bisa mengatur kinerja portofolio investasi kita. Jadi jangan bosan belajar ya!

Baca juga : 7 Tips Mudah Berdagang Saham di Indonesia

Yuk HIJRAH ke SAHAM SYARIAH Selain BERKAH, investasimu akan BERTUMBUH dan BERKEMBANG

Join di grup telegram resmi kami di :  https://t.me/SyariahSaham

June 11, 2021 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Saham Pemula

Strategi Investasi di Saham Dengan Cara Trading Apakah Boleh?

by Minsya June 9, 2021
written by Minsya 4 minutes read

Mindset Awal!

Sobat Minsya harus tau dulu nih. Kalau kamu pengen TRADING, sebaiknya hilangkan mindset “tahan kalau LOSS”. Bisa bahaya, kenapa? Trading itu ibarat kita jual beli, dagang, kayak kalau kalian pernah kuliah, trus jualan pulsa / acc handphone buat temen. Kalau ga laku, dipakai sendiri daripada expired vouchernya. Butuh modal, itu udah pasti. Besarnya berapa ya tergantung target. Asal masuk akal ya. Jangan modal 1juta bisa berharap CUAN 10juta sebulan.

Hampir mustahil jika kalian berpikir seperti ini. Kalau modal 1juta bisa dapat 500rb ya okeylah… Tergantung pengalaman. Target normal biasanya 2-5% / bulan, itu udah bagus banget. Kalau lebih ya bersyukur aja dikasih bonus. Kalau LOSS kalian harus mau “MENGAKU SALAH” dengan menjual saham yang udah kalian beli tadi. Ingat! Jangan melawan MARKET! Market itu selalu benar.

Layaknya Dagang atau Bisnis

Perlakukan saham sebagai barang dagangan, bukan sebagai pasangan yang gampang bikin kamu baper. Kalau barang nggak laku ya pilihannya dijual rugi atau dijual modal. Biar cashflow tetep jalan. Kalau nggak jalan, kamu bakalan ketinggalan banyak momentum nanti. Rugi gapapa, nanti dituker dari saham lain yang profit. Apalagi kalau sampai BAPERAN sama saham. CINTA MATI deh, pokoknya jual sampai untung… Ujung-ujungnya kamu ngaku jadi “INVESTOR”. Iya apa iya?

Ketika kamu memperlakukan saham sebagai bisnis, kamu akan lebih serius dalam setiap mengambil keputusan. Saham itu enak loh, ga perlu karyawan, ga perlu bayar sewa. Cukup modal kamu seluruhnya bisa kamu pakai untuk dagang/bisnis. Gimana?

Capital Gain, Buy & Sell

Trading itu nyari CAPITAL GAIN! Selisih harga jual dan harga beli. Bukan Dividen ya. Kalau beli saham XYZA di harga Rp 1000 dan dijual Rp 1500 berarti ya capital gain kamu nilainya Rp 500. Selisih inilah yang didapat ketika kamu berdagang saham. Jangan beli karena dividen nya besar, karena dividen itu ada masanya. Nggak tiap hari atau tiap bulan dikasih Coba kamu cari “jadwal pembagian dividen” di mbah google. 

Kalau pas kebetulan kamu trading di waktu yang bersamaan dengan bagi dividen sih ya anggap bonus. Biasanya justru habis bagi dividen malah turun. Kuncinya cuma 1 kok, Disiplin! Lha wong cuma BELI di harga MURAH, JUAL di harga MAHAL. Teorinya gampang sih, prakteknya ya begitu. Upss…

Get Your Momentum!

Fundamental tetep jadi alasan utama kamu beli saham yang akan kamu jadikan objek trading. Tapi bukan berarti ketika harga tidak sesuai dengan PLAN kamu, ya jangan dipakai alasan juga buat nahan barang. Teknikal dan News biasa digunakan ketika mengambil posisi baik beli maupun jual. Asal kamu sudah tau dulu, sahamnya bagaimana, likuid tidak. Minimal itu kamu sudah boleh melakukan aktifitas trading.

Jadi jangan dengerin kata orang, kembali ke analisa pribadimu ya. Kalau saham yang baru saja kamu beli tiba-tiba naik? Ya gapapa jual aja kalau memang udah untung. Sah selama sahamnya sudah ada di portofolio kamu.

Time Frame Penting!

Kamu kerja? Kamu kuliah? Atau kamu mau jadi full trader? Tentukan dulu pilihan kamu, karena trading dengan tingkat volatilitas yang tinggi sangat berisiko. Terutama untuk kamu yang nggak selalu standby di depan market. 

Odading (One Day Trading) cocok buat kamu yang punya banyak waktu melihat pergerakan market. Ga boleh meleng ya, kalau ada urusan mending jual dulu. Atau pasang fitur Stoploss. Jadi kamu sudah bisa menentukan berapa besar risiko kamu.

Swing trading, biasanya sih cocok buat yang suka sesekali liat market. Ini juga sudah ada trading plan yang cukup lengkap. Dan targetnya biasanya >3 hari Kalau ternyata naik/turun kurang dari itu tapi sudah pas dengan trading plan ya ikutin aja. Oke? Disiplin Bosque…

Jam Terbang

Jam terbang seorang trader juga menentukan. Pengalaman yang sudah lumayan paham dengan kondisi market, mungkin lebih memberi keuntungan dibandingkan kamu yang baru saja mau masuk ke saham. 

Saran Minsya sih coba kamu pelajari 5 saham yang kamu senangi. Tiap hari liatin aja itu running trade, tradebook, broker summary, bid offer, history chartnya, dan faktor pendukung lainnya. Ga usah kamu pantau semua saham yang listing di bursa. Cobain deh, sebulan kamu perhatikan. Nanti kamu akan dapat sesuatu yang ga akan kamu peroleh di buku/teori manapun… Beneran Minsya? Coba dulu deh, sebulan lagi komen di feed ini ya. Yang penting jalanin dulu. Kayak kamu nembak orang yang kamu suka, trus dijawab “kita jalani dulu aja ya”. Upss…

Okey strategi ini sangat berisiko, jadi saran Minsya test ombak dulu aja. Ga usah pakai modal besar, buat nyari jam terbang kamu di market. Coba aja dulu modal sesuai tingkat “keikhlasan” kalian. Tapi ada loh sobat Minsya yang modal ratusan ribu profitnya puluhan persen, tanpa MARGIN! So, Let’s Go!

Baca Juga :  Yuk, Dagang Saham Syariah!

Yuk HIJRAH ke SAHAM SYARIAH Selain BERKAH, investasimu akan BERTUMBUH dan BERKEMBANG

Join di grup telegram resmi kami di :  https://t.me/SyariahSaham

June 9, 2021 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Saham Pemula

Strategi Average Down di Saham Apakah Boleh?

by Minsya June 8, 2021
written by Minsya 3 minutes read

Semangat pagi sobat Minsya, banyak dari temen-temen komunitas menanyakan perihal Strategi Average Down ketika kondisi market sedang cenderung turun. Sebetulnya, boleh ga sih kita melakukan Average Down dalam kondisi seperti ini? Efektif ga ya? Simak Yuk! 

Averaging Down

Salah satu strategi yang digunakan dalam berinvestasi. Baik di saham, atau di instrument lainnya. Average down artinya investor akan membeli kembali produk investasi yang sama ketika harganya turun. Biasanya dilakukan ketika harga saham jatuh, atau portofolionya minus. Misal si Fulan beli saham ZXCV di harga 1000 sebanyak 100 lot. Ternyata sahamnya turun hingga menyentuh harga 900. Artinya sahamnya sudah turun 10% sejak dibeli. Fulan panik, nggak mau cutloss. Setelah baca referensi dia memutuskan melakukan averaging down di harga 900 sebanyak 100 lot juga. Sehingga harga average di portofolio menjadi 950 sebanyak 200 lot. Dengan harapan harga akan naik lagi ke 1000. Saat ini minusnya cuma 5%. Loh kok bisa Minsya?

Sistem Averaging Down

Sistem harga yang tertera di portofolio kamu menggunakan sistem averaging. Artinya, ketika kamu membeli saham pertama kali dan kemudian beli lagi (saham yg sama belum dijual), harga yang digunakan adalah harga averaging (rata-rata). Jadi harga yang dibentuk bukan harga pembelian terakhir. Ini Minsya kasih rumusnya…. Rumusnya seperti ini :

(HARGA1 x LOT1) + (HARGA2 x LOT2) + ... + (HARGAn x LOTn)

LOT1 + LOT2 + ... + LOT

Harganya udah otomatis kok terbentuk di portofolio kamu. Jadi kamu ga usah ngitung. Cuma biar kamu tau aja…

Siapa Yang Boleh Averaging

Sistem averaging itu sebaiknya hanya digunakan oleh Investor dengan tipikal jangka panjang. Karena semakin turun harga, semakin diskon harga yang didapat. Tentunya dengan skema DCA (Dollar Cost Averaging* baca di feed sebelumnya).

Kalau beli lumsump gimana Minsya? Hmmm… Jangan deh, gini misal kamu udah beli saham ZXCV total 10juta. Niatnya investasi jangka panjang. Tiba-tiba saham yg kamu beli turun jauh, minus 20% misal. Karena sistem averaging, kamu harus minimal menyediakan dana sebesar 10juta juga untuk membeli dengan barang dan jumlah lot yg sama. Sehingga nilai portofolio kamu bisa mendekati harga beli yang pertama. Meskipun modal kamu banyak, ga akan menyelesaikan masalah…

Cocok Ga Nih Buat Trader?

Gimana dunk Minsya kalau aku trading? Nyangkut nih, sahamku udah minus 15% boleh ga sih averaging down? Kalau pendapat pribadi Minsya JANGAN! Kenapa? Cuma menambah tingkat risiko saja. Nambah-nambahin beban. Kalau naik sahamnya, kalau makin turun? Bukankah nilai saham yang semakin turun ditambah jumlah lot semakin besar malah nambahin beban baru? Trus gimana dunk strategi kalau sahamnya turun? Tetep pakai STOPLOSS. Atau pakai teknik Hedging…

Kapan Sebaiknya Average Down?

Minsya, porto minus 2% boleh ga avg down? Hadeuh… Kalau kamu tipikal trader ga usah panikan. Fokus ke trading plan aja, ga sesuai ya buang… Cutloss… Kalau kamu investor, bisa lakukan averaging di setiap titik support besarnya. Atau setiap penurunan 20% kamu beli lagi, dengan catatan sahamnya baik-baik saja ya. Bukan saham yang sangat rentan terhadap NEWS! Ingat itu gaess. Minus 20-40-60 biasanya titik2 dimana kita bisa beli saham dibawah lagi untuk koleksi. Dan tentunya ini untuk jangka panjang ya…

Atur Money Management

Kamu berencana beli saham ZXCV karena fundamental bagus dengan total budget 10juta. Ya jangan dibelikan semua langsung. Tapi kamu masuk secara bertahap saja. Jadi risiko terukur. Itu lebih baik. Karena dalam trading, sistem avg down itu ga akan membantu kamu sebenernya.

Fokus saja ke tujuan kamu trading. Lebih baik kehilangan modal sedikit, daripada berharap ada keajaiban harga akan naik setelah kita lakukan avg down… Mendingan budget buat avg down dipakai buat beli saham yang lagi naik buat nutup minusnya…

Hitung saham kamu disini!

Penasaran? Coba aja setiap turun kamu AVG DOWN saham kamu, kalau makin dalam liat potensi kerugian yang kamu terima… Bikin pules apa bikin mules?

Yuk HIJRAH ke SAHAM SYARIAH Selain BERKAH, investasimu akan BERTUMBUH dan BERKEMBANG

Join di grup telegram resmi kami di :  https://t.me/SyariahSaham

June 8, 2021 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Saham Pemula

Begini Cara Cek Profil Emiten di Bursa Efek Indonesia

by Minsya May 24, 2021
written by Minsya 1 minutes read

Masih bingung cara memilih saham di Bursa Efek Indonesia?

Atau bingung mencari profil emiten yang listing di Bursa Efek Indonesia?

Kamu sekarang ga perlu bingung lagi untuk mencari tahu profil emiten yang akan kamu beli sahamnya. Cukup akses website milik bursa di alamat ini. Tinggal kamu ganti saja tanda bintang (*****) dengan kode saham yang kamu mau lihat profilnya.

https://www.idx.co.id/Portals/0/StaticData/ListedCompanies/PerformanceSummary/****.pdf

Misalnya kamu mau cek saham UNVR (PT Unilever Indonesia Tbk.) kamu tinggal ketik alamat website seperti berikut :

https://www.idx.co.id/Portals/0/StaticData/ListedCompanies/PerformanceSummary/UNVR.pdf

Nanti kamu akan langsung mendownload file yang dimaksud.
Gimana? Mudah bukan?

Selamat mencoba ya!

 

*Kamu bisa cek saham yang kamu cari apakah masuk kategori Syariah atau bukan di link ini ya.

 

 

Baca juga : Apa Itu Saham?

May 24, 2021 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG