Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - Saham Pemula - Page 33
Category:

Saham Pemula

Saham Syariah
Saham Pemula

5 Ciri Dan Perbedaan Saham Syariah Dan Konvensional

by Minsya November 1, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Bagi seorang muslim, penggunaan keuangan yang pintar serta investasi yang baik dapat menjauhkan diri dari riba atau uang haram. Hal tersebut termasuk untuk investasi saham. Agar tidak terperangkap manisnya riba, salah satu ilmu saham untuk pemula yang wajib dikenali adalah perbedaan saham syariah dan konvensional. Apa saja perbedaannya? Cek info berikut.

Perbedaan Saham Syariah Dan Konvensional

1. Proses Screening

Berbicara mengenai screening, setiap saham akan menjalankan dua proses screening yakni Business dan finansial. Proses screening atau pemilahan ini dapat menjelaskan bagaimana suatu saham disebut syariah atau tidak. Seperti contohnya business screening yang mencari informasi lebih jauh akan perusahaan itu sendiri dan menunjukkan apakah sesuai prinsip syariah atau tidak.

Umumnya perusahaan untuk produksi makanan atau konsumsi, perhotelan, pertambangan, industri, atau bidang usaha halal akan dinilai sebagai syariah. Namun, perusahaan untuk bank umum, perusahaan rokok, atau asuransi konvensional akan disebut sebagai non syariah. Pertimbangan saham untuk pemula ini bisa Anda jadikan acuan dalam memilah investasi. 

2. Rasio Keuangan

Proses screening kedua adalah mengenai finansial, yang mana termasuk dalam hal rasio keuangan. Dalam hal ini, mengenal syariah atau non syariah dapat dikenali dari dua aturan. Yang pertama adalah rasio bunga dan total aset tidak boleh lebih dari 45%. Sedangkan rasio pendapatan non halal dan total pendapatan tidak boleh lebih dari 10%. 

Tanpa adanya rasio hutang berbasis bunga dan pendapatan tidak halal tersebut, maka investasi saham tersebut dinyatakan non syariah. Perhitungan rasio tersebut adalah ketentuan dari ulama dan regulator di Indonesia. Alhasil, besar kemungkinan dapat terjadi perubahan rasio di waktu nantinya. Semua itu pun sudah diterapkan oleh DES atau daftar efek syariah.

Saham Syariah

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

3. Cara Kerja Atau Transaksi

Cara kerja atau transaksi sebuah badan saham syariah dan non syariah pun cukup berbeda. Secara garis besar, prinsipnya sama yakni dengan menjual atau membeli saham melalui perusahaan sekuritas. Dalam artian lain, keduanya cukup mirip terutama jika mempertimbangkan prosesnya.

Namun, perbedaan yang cukup signifikan adalah praktik cara transaksi dan sekuritas yang dipilih. Tips saham untuk pemula agar selalu menggunakan atau berhasil memilih saham syariah adalah berinvestasi dengan Sharia Online Trading System (SOTS). Dengan demikian, transaksi yang dilakukan pun akan sesuai peraturan syariah. 

Umumnya STOS akan menyarankan transaksi secara tunai dan tidak boleh menggunakan transaksi margin. Transaksi syariah juga tidak menggunakan short selling, sehingga saham yang dimiliki akan dihitung sebagai modal uang. Sebaliknya, saham non syariah akan lebih berfokus pada transaksi short selling atau margin trading yang mana tidak sesuai dengan aturan syariah. 

4. Orientasi Keuntungan Dan Pembagiannya

Agar tidak terjerumus riba, Anda juga dapat melihat perbedaan dua produk syariah dan non syariah dari orientasi keuntungan dan prinsip pembagiannya. Secara garis besar, kedua jenis saham akan memiliki keuntungan yang sama. Namun jumlah keseluruhan profit dari saham syariah cenderung lebih kecil dibanding konvensional. 

Hal tersebut berkaitan dengan prinsip dan aturan rasio yang sudah ditetapkan oleh DES. Serta prinsip bagi hasil, sewa, dan jual beli yang sudah disetujui sebelumnya.  Sedangkan perusahaan saham konvensional memiliki lebih banyak profit karena memiliki prinsip menggunakan perangkat suku bunga.

5. Pengawasan Saham

Pertimbangan saham untuk pemula yang terakhir adalah pengetahuan akan pengawasan perusahaan itu sendiri. Saham syariah akan dipantau oleh OJK dan Dewan pengawas syariah, yang mana melakukan penyaringan dan mengawasi seluruh proses pengelolaan produknya sesuai dewan Syariah Nasional. Sedangkan Non syariah hanya tunduk dan diawasi oleh OJK saja.  

Memiliki keinginan untuk terjun ke dunia saham dan investasi memang boleh saja, asalkan disebut sebagai aman dan halal. Hal ini tentunya jadi pertimbangan utama untuk muslim. Karenanya, perhatikan beberapa perbedaan tersebut dan jenis saham yang tersedia. Dengan demikian, Anda tidak akan terperdaya dengan Riba.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 1, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Memilih Manajer Investasi
Saham Pemula

6 Tips Memilih Manajer Investasi Saham untuk Pemula

by Minsya October 31, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Reksadana menjadi salah satu bentuk investasi yang populer akhir akhir ini. Jika anda tertarik berinvestasi saham untuk pemula, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilih manajer investasi. Manajer investasi ini adalah pihak yang akan membantu mengelola portofolio efek anda nantinya. Dan memilihnya sebaiknya tidak sembarangan, ikuti tips berikut agar tidak salah pilih.

Tips Memilih Manajer Investasi

1. Pastikan Perusahaan Terdaftar di OJK

Dalam memilih manajer investasi, anda harus memastikan bahwa perusahaan telah terdaftar di OJK atau Otoritas Jasa Keuangan. Sebab izin dari OJK ini menandakan bahwa kinerja manajer investasi tersebut diawasi secara langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan. Jadi memang kredibel dan bukan penipuan.

Di sini anda pun jangan langsung terkecoh dengan surat izin yang ditampilkan oleh perusahaan. Pastikan untuk mengeceknya di situs resmi OJK terlebih dahulu. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi yang begitu canggih seperti sekarang, membuat maraknya penipuan dengan menggunakan izin operasi palsu tanpa stempel resmi.

2. Cek Dana Kelolaan Perusahaan

Bagi yang ingin berinvestasi saham untuk pemula, mengecek dana kelolaan perusahaan juga menjadi hal yang penting. Sebaiknya lihat terlebih dahulu seberapa besar asset under management dari perusahaan manajer investasi yang hendak dipilih, sebelum anda benar benar mendaftar dan membeli saham.

Karena semakin besar dana kelolaan suatu manajer investasi, maka ini dapat menandakan bahwa banyak orang pula yang mempercayakan dananya pada perusahaan tersebut. Dengan kata lain, banyak uang masyarakat yang dipercayakan kepada perusahaan ini karena kinerjanya yang bagus.

3. Pengalaman dan Profesionalisme Manajemen

Jika mengharapkan keuntungan yang optimal dari investasi saham, maka anda harus memilih manajer investasi yang berpengalaman dan profesional. Coba cari tahu berapa lama manajer investasi yang hendak dipilih sudah beroperasi. Lama waktu operasional perusahaan dapat menjadi indikasi, bahwa manajer investasi ini telah melewati baik buruknya pasar modal.

Dengan pengalaman yang dimiliki itu, maka manajer investasi dapat menjadikannya sebagai pembelajaran untuk mengambil langkah yang tepat dalam manajemen saham nasabah. Tidak lupa, amati seperti apa prestasinya di pasar modal. Apakah sebelumnya perusahaan tersebut pernah memiliki catatan yang kurang baik atau tidak sebagai bahan pertimbangan.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Memilih Manajer Investasi

4. Biaya Transparan

Faktor transparansi biaya menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika ingin memilih manajer investasi. Dianjurkan untuk memilih perusahaan yang berani mengungkapkan biaya secara transparan. Sebab tidak semua manajer investasi yang memberikan harga tinggi pada jasanya mampu memberikan hasil yang sesuai.

Apalagi beberapa manajer investasi ada yang mengenakan biaya administrasi untuk pembelian unit, penjualan unit, pengalihan unit, sampai biaya transaksi antar bank. Jika anda berencana membeli saham untuk pemula dan menjadi investor aktif, tentu biaya biaya seperti itu bisa menggerus nilai investasi apabila tidak ada keterbukaan. 

5. Sesuai dengan Profil Risiko

Perlu diketahui bahwa manajer investasi yang berpengalaman dan terpercaya pun belum tentu adalah yang terbaik untuk investasi anda. Oleh karena itu, anda perlu mempertimbangkan profil risiko investasi yang dimiliki terlebih dahulu. Umumnya, ada tiga profil risiko dalam berinvestasi.

Yaitu konservatif atau sangat aman, moderat atau menengah, dan agresif atau berani. Manakah yang menjadi profil risiko anda ? Tentunya profil risiko tersebut berbanding lurus dengan keuntungan yang diperoleh nantinya. Semakin besar risiko, maka akan semakin besar pula peluang anda mendapat keuntungan. Jadi silahkan sesuaikan dengan kondisi masing masing.

6. Gaya Berinvestasi Manajer Investasi

Satu lagi tips yang bisa diterapkan dalam memilih manajer investasi saham untuk pemula, yakni gaya berinvestasinya. Umumnya sebuah perusahaan manajer investasi dapat memiliki gaya yang berbeda dari perusahaan lainnya. Contohnya, perusahaan A dan perusahaan B sama sama menginvestasikan dana ke reksadana saham.

Namun manajer investasi A mempunyai strategi untuk menginvestasikannya ke saham saham blue chip. Sementara manajer investasi B menginvestasikan ke saham blue chip dengan memadukan saham middle cap. Anda bisa melihat gaya berinvestasi tersebut melalui prospektus untuk acuan investasinya, dan fund fact sheet guna melihat alokasi dananya.

Bagi pemula yang ingin melakukan investasi, manajer investasi adalah hal penting yang harus diperhatikan supaya investasi lebih aman dan dapat dikelola secara profesional. Ini adalah solusi bagi anda yang tidak punya banyak waktu untuk melakukan trading sendiri. Namun pastikan untuk mengikuti tips di atas agar dapat memperoleh manajer investasi yang sesuai dan terpercaya.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 31, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Suspensi
Saham Pemula

Suspensi Saham : Apa yang Harus Dilakukan Jika Terkena Suspensi?

by Minsya October 30, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Bagi anda yang baru membeli saham untuk pemula, mungkin bertanya tanya jika mendengar kabar bahwa saham yang telah dibeli mengalami suspensi. Apabila sebelumnya tidak pernah berinvestasi di pasar modal, tentu akan kebingungan apa yang dimaksud dengan suspensi saham dan apa yang harus dilakukan. Tidak perlu cemas, simak ulasan berikut untuk penjelasannya.

Definisi Suspensi Saham

Dalam pasar modal, istilah suspensi saham atau suspend saham diartikan sebagai penghentian sementara perdagangan saham. Tindakan suspensi ini dilakukan oleh pihak bursa karena satu dan lain hal yang telah diatur dalam undang undang pasar modal. Dan BEI (Bursa Efek Indonesia) melakukan suspensi untuk mendorong perdagangan efek yang lebih teratur, efisien, dan wajar.

Dalam peraturan nomor III-G tentang Suspensi dan Pencabutan Persetujuan Keanggotaan Bursa, dijelaskan bahwa suspensi merupakan larangan sementara untuk melakukan aktivitas perdagangan di bursa. Yang mana suspensi biasanya dapat disebabkan karena sanksi yang dikenakan, permintaan dari anggota bursa yang bersangkutan, atau karena adanya perintah dari otoritas keuangan.

Jadi apabila anda membeli saham untuk pemula yang mengalami suspend, itu berarti anda tidak dapat memperdagangkan saham tersebut sampai status suspensinya dicabut oleh BEI. Anda dapat memperdagangkan kembali saham yang telah dibeli dari emiten apabila status saham sudah unsuspend, atau telah diperdagangkan kembali di bursa.

Sanksi Suspend Saham dan Berapa Lama Suspensi Dilakukan

Ketika emiten mengalami suspensi saham, akan terdapat sanksi yang diberikan oleh BEI. Umumnya, BEI dapat memberikan 5 tingkatan sanksi kepada perusahaan yang telah melakukan pelanggaran peraturan. Yaitu denda maksimal Rp. 500 juta, teguran tertulis, peringatan tertulis, larangan sementara untuk melakukan aktivitas perdagangan di bursa, hingga penghapusan keanggotaan bursa.

Untuk lama waktunya, investor maupun emiten tidak dapat mengetahuinya. Sebab lamanya waktu suspensi ini berada dalam kendali penuh Bursa Efek Indonesia. Dan lama waktunya tentu tergantung pada jenis pelanggan yang telah dilakukan emiten. Jadi bisa saja lama suspensi hanya beberapa hari saja, namun ada pula yang terkena suspend sampai dengan satu tahun.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Suspensi

Faktor Kenapa Saham Terkena Suspensi

Supaya tidak salah dalam membeli saham untuk pemula, sebaiknya anda mengetahui faktor apa saja yang membuat suatu saham dapat terkena suspensi. Dalam hal ini, terdapat beberapa kriteria emiten yang dapat mengalami suspend. Seperti UMA (Unusual Market Activity), yaitu pergerakan harga saham yang bergerak tidak wajar secara agresif.

Cukup banyak emiten yang mengalami suspend saham karena UMA tersebut. Karena UMA dapat mengindikasikan saham gorengan, dan bisa menyebabkan jalannya pasar modal tidak teratur. Selain UMA, kebijakan yang tidak terungkap menjadi salah satu jenis pelanggaran perusahaan yang bisa membuat saham terkena suspend.

Kenapa ? Karena kebijakan penting dapat berhubungan erat dengan nilai saham. Contohnya kebijakan melaksanakan merger atau akuisisi, ini akan membuat bingung publik apabila terjadi kelalaian. Alhasil harga saham pun bisa menjadi tidak stabil dan berdampak pada suspensi. Selain itu, masalah utang piutang dengan bank tanpa penyelesaian yang matang juga kerap menjadi salah satu faktornya.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Saham Suspensi?

Suspensi jelas memberi dampak pada investor, karena itu berarti anda tidak akan bisa melakukan jual beli saham tersebut sampai suspensi dibuka kembali untuk bertransaksi. Sayangnya, suspensi tidak selalu berakhir pembukaan transaksi kembali. Karena ada pula emiten yang pada akhirnya dikeluarkan dari bursa.

Lalu apa yang harus dilakukan jika anda terlanjur membeli saham untuk pemula yang kemudian terkena suspensi ? Sebenarnya di sini anda bisa memanfaatkan yang namanya pasar nego. Jadi di transaksi saham memang umumnya terdapat tiga kategori pasar, yaitu pasar reguler, pasar tunai, dan negosiasi (nego).

Peluang pasar nego tersebut masih terbuka selama emiten belum dikeluarkan dari bursa. Akan tetapi, risikonya adalah anda harus jual rugi, mengingat bahwa saham yang ditawarkan sudah kena suspend. Selain itu, anda harus menunggu investor lain yang tertarik membelinya. Jadi keputusan apakah ingin menjualnya atau tidak berada di tangan anda. Sebab ada pula saham suspend yang berakhir baik.

Demikian penjelasan mengenai suspensi saham. Kejadian seperti itu sebaiknya dijadikan sebagai pembelajaran, dan lebih cermat dalam membeli saham. Sebab tidak semua saham suspend bisa kembali dibuka dan berakhir baik. Namun ada pula yang justru dikeluarkan dari bursa, sehingga berujung pada kerugian bagi investor.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 30, 2022 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
Right Issue Saham
Saham Pemula

Right Issue Saham (HMETD): Pengertian, Tujuan, dan Cara Mendapatkannya

by Minsya October 29, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Ketika perusahaan telah memutuskan untuk memperjualbelikan sahamnya di pasar modal, mereka pasti memiliki berbagai aksi korporasi yang diterapkan. Salah satunya yaitu right issue atau HMETD, yang penting diketahui apabila anda belajar saham untuk pemula. Apa itu right issue saham ? Yuk simak terus.

Pengertian Right Issue Saham (HMETD)

Right issue atau dikenal pula dengan istilah HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu), merupakan salah satu aksi korporasi yang cukup banyak dilakukan perusahaan, untuk memperoleh tambahan modal sekaligus memberi keuntungan bagi para pemegang saham. Dalam hal ini, perusahaan akan menawarkan hak kepada para pemegang saham yang ada untuk memperoleh saham baru.

Jadi sama saja pemegang saham akan menyetor modal dengan rasio tertentu. Namun perlu diingat bahwa right issue ini sifatnya bebas atau tidak memaksa. Oleh karena itu, pemegang saham lama dapat menikmati hak untuk memesan saham ataupun menolak tawaran tersebut. Pemegang saham yang mendapat hak ini dapat membeli saham dengan harga diskon pada waktu yang telah ditentukan.

Dalam hal penolakan, perusahaan nantinya berhak untuk menawarkan kembali saham tersebut kepada publik. Sehingga saham perusahaan yang beredar di pasar modal pun akan semakin banyak. Itu berarti jumlah kepemilikan pemegang saham lama pun berkurang atau terdilusi. Sehingga menyebabkan laba per saham atau earning per share ikut melorot akibat dari dilusi saham. 

Tujuan Right Issue Saham

1. Mendapatkan Dana Segar

Perbedaan antara keuntungan modal dan dividen adalah jam perdagangan. Waktu perdagangan yang dilakukan investor untuk mencari keuntungan tidak dibatasi waktu. Namun, investor harus berhati-hati dan teliti saat meneliti dan menganalisis setiap situasi pasar. Hal ini memungkinkan investor menentukan waktu tepat untuk membeli atau menjual aset investasinya.

2. Untuk Akuisisi Perusahaan Lain

Ada pula perusahaan yang melakukan right issue untuk mendapat dana guna mengakuisisi perusahaan lain. Jadi jangan heran apabila perusahaan dengan neraca keuangan sehat pun dapat melakukan HMETD tersebut. Sebab dananya bisa digunakan untuk ekspansi membuka fasilitas baru atau meningkatkan kapasitas usaha.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Right Issue Saham

Dampak Right Issue Bagi Investor

1. Porsi Kepemilikan Saham

Apabila perusahaan melakukan right issue, maka hal ini akan berdampak pada porsi kepemilikan saham investor. Dimana porsi kepemilikan saham investor lama akan semakin mengecil apabila tidak menggunakan haknya. Sebab saham ini nantinya akan ditawarkan ke investor baru atau standby buyer. Alhasil bukan tidak mungkin apabila hal tersebut akan mempengaruhi penerimaan dividen.

2. Harga Saham

Jika anda sudah membeli saham untuk pemula dan kemudian hari perusahaan melakukan HMETD, anda mempunyai peluang dalam menambah jumlah saham yang dimiliki di perusahaan tersebut. Dan biasanya right issue saham ini ditawarkan dengan harga yang lebih murah dibandingkan investor baru. Contohnya harga di pasar bisa sekitar Rp. 4.000 per lembar, namun anda bisa diberikan harga Rp. 3.500 saja.

Cara Mendapatkan HMETD

Terdapat dua cara yang dapat anda lakukan untuk memperoleh HMETD. Yang pertama yaitu dengan cara membeli saham perseroan yang akan melakukan right issue, dan yang kedua dengan menjadi standby buyer. Standby buyer sendiri seperti yang telah disebutkan, yaitu investor baru yang akan membeli HMETD yang tidak ditebus oleh pemegang saham lama.

Kedua cara tersebut dapat dilakukan meskipun anda baru terjun ke pasar modal dan membeli saham untuk pemula. Namun untuk cara pertama, pastikan anda membeli saham paling lambat di tanggal cum right. Cum date sendiri adalah tangga penentuan terakhir bagi investor untuk memperoleh HMETD.

Jadi apabila sudah masuk ex date (expired date) dan anda baru membeli saham, maka ini sudah tidak tercatat lagi sebagai daftar investor yang berhak atas HMETD. Selain itu, ada pula pemegang saham lama yang memperjualbelikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu apabila mereka tidak menebusnya. Anda dapat membelinya apabila menginginkan saham tertentu.

Demikian penjelasan mengenai right issue saham atau HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu). Apakah sebaiknya diambil apabila mendapatkan hak tersebut ? Ini tergantung. Coba cari tahu apa alasan emiten melakukan right issue. HMETD yang paling ideal untuk diambil adalah apabila perseroan berencana melakukan ekspansi bisnis. Namun keputusan tetap ada pada penilaian anda masing masing.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 29, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
beli saham IPO
Saham Pemula

Strategi Modal Beli Saham IPO di Bawah 20 Juta

by Minsya October 28, 2022
written by Minsya 4 minutes read

Sejak saham e-IPO pertama, PT Ulima Nitra, Tbk. dengan kode saham UNIQ yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia tanggal 8 Maret 2021 telah banyak saham baru yang bisa dibeli oleh investor dan mendulang cuan lebar sekali atau nyangkut tidak karuan.

Beli Saham IPO

Penulis sendiri sudah ikut e-IPO sejak UNIQ dengan memesan dengan memesan 50 lot dengan nominal Rp 590.000 dan dalam penjatahannya hanya dibagi 2 lot saja senilai Rp 23.600. 4% saja.

Gambar 1. Penjatahan saham PT Ulima Nitra, Tbk

Saham terakhir yang penulis pesan adalah PT Black Diamond Resources, Tbk. yang dalam penjatahannya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 2. Penjatahan saham PT Black Diamond Resources, Tbk.

Perjalanan jumlah nominal sangat jauh berbeda tapi penjatahan tidak jauh berbeda. Kecil – kecil dapatnya. Namun, apakah  pernah dapat 100% penjatahannya? Jawabannya pernah yaitu saham PT Prima Andalan Mandiri, Tbk. Penjatahannya dapat dilihat di bawah ini.

Gambar 3. Penjatahan saham PT Prima Andalan Mandiri, Tbk.

Sepengetahuan penulis  hanya saham MCOL yang penjatahannya 100%. Bagaimana cuan selama mengikuti e-IPO? Jika persentase mungkin 95% cuan tapi jika nominal belum begitu signifikan terhadap pertumbuhan portofolio meskipun beberapa kali ara berjilid-jilid di BMHS, UVCR, RUNS, WIRG, dan COAL.

Namun, jika pemilik aset atau investor masih memegang atau memiliki aset tersebut, tidak dapat dikatakan sebagai capital gain atau keuntungan modal. Selain itu, nilai keuntungan saham akan terus berubah, sehingga kehati-hatian dan pertimbangan harus dilakukan ketika mempertimbangkan capital gain untuk memastikan bahwa keuntungan yang diperoleh dapat terus tumbuh.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

beli saham IPO
freepik.com

Nah, bagi yang ingin ikutan penawaran beli saham IPO melalui e-IPO dengan modal kurang dari Rp.20 juta rupiah penulis akan bagikan urutan prosesnya.

1. Seleksi sahamnya apakah masuk saham syariah atau tidak

Untuk menentukan beli saham IPO, apakah saham tersebut bakal syariah atau tidak perlu menghitung sesuai aturan dari OJK dan DSN-MUI berdasarkan prospektusnya namun ada cara yang lebih mudah yaitu tinggal tunggu saja postingan dari Instagram @syariahsaham atau @atasnamadebu. Perhitungan yang disajikan bisa jadi rujukan tetapi yang menetapkan tetap OJK.

2. Hitung valuasinya berdasarkan laporan keuangan terbaru

Berdasarkan pengalaman penulis, metode valuasi yang mendekati akurat adalah metode dari TOM DS. Oh ya, untuk rumus dan cara hitungnya silakan cari sendiri. Bagi yang tidak ingin susah bisa melihat postingan dari Instagram @atasnamadebu tentang berapa nilai wajar saham IPO tersebut meskipun bisa jadi pasar menilai lain.  Jadi beli saham IPO juga tidak asal pilih ya.

3. Tidak perlu mengikuti proses book building/pembentukan harga

Investor ritel seperti saya dan yang modalnya masih sedikit tidak perlu ikut dalam proses ini. Kita terima saja hasilnya. Biarkan Pemodal besar dan para penjamin emisi yang mendiskusikan harga finalnya.

4. Hanya pesan tidak lebih dari Rp.1,5 juta saja

Mengapa hanya segitu. Lihat saja kasus penulis yang beli saham IPO COAL Rp.15 juta tapi hanya kebagian Rp.270.000. Pengalaman penulis idealnya memang segitu saja dan lagi uang ini akan tersandera selama 2 hari bursa. Kita hanya bisa meratapi jika ada saham incaran kita tetapi uang di RDN tersandera dan ketika dikembalikan saham incaran sudah naik tinggi. Sayang kan.

5. Pesan pada pukul 08.00 WIB hari terakhir penawaran umum

Pesanan e-IPO biasanya ditutup 10.00 WIB hari terakhir penawaran umum tergantung kebijakan sekuritas. Mengapa penulis menyarankan waktunya jam 08.00 WIB? Yang pertama, kita tahu jumlah uang tunai yang di RDN ada berapa.

Sekuritas tertentu mereset transaksi kemarin pada pukul 08.00 WIB. Kedua, tidak terburu-buru dalam pemesanan karena ada waktu 3 hari untuk penawaran umum yang bisa digunakan untuk menimbang – nimbang apakah saham tersebut akan dipesan atau tidak. Ketiga, terkait sistem pesanan di situs BEI atau sekuritas yang akan bekerja keras saat pasar buka.

6. Nikmati adrenalinnya

Malam hari di hari terakhir penawaran umum, jatah saham yang kita pesan akan muncul di situs e-ipo dan keesokan hari (hari bursa) sisa uang akan dikembalikan ke RDN masing – masing.  Waktu cuan luber – luber atau nyangkut tinggal menunggu di depan mata. Siapkan diri masing – masing, tapi bagi yang mengikuti tahap 1 & 2 insyaallah cuan lah.

Demikian sedikit uneg-uneg dari penulis sebagai IPO Hunter. Semoga yang baca artikel ini saham IPO-nya ARA berjilid-jilid. Tapi tetap analisa sendiri itu yang utama jangan salahkan penulis dan syariah saham jika filter kami salah. Salam ara berjilid-jilid

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

Eko Santoso - Seorang PNS di BRIN yang begitu mencintai dunia riset dan pasar modal Indonesia serta menyebarkan ke lingkungan sekitar

October 28, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Profit Taking
Saham Pemula

Pengertian Profit Taking dan Cara Melakukannya Saat Investasi Saham

by Minsya October 27, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Memang ada banyak sekali hal yang perlu dipelajari apabila ingin berinvestasi saham untuk pemula. Sebab pergerakan pasar menjadi hal yang cukup sulit untuk diprediksi. Sehingga keputusan profit taking terkadang tidak selalu berujung pada keuntungan bagi investor. Tapi juga bisa mengakibatkan rugi apabila tidak dilakukan dengan benar. Lalu apa bagaimana cara melakukan profit taking yang tepat?

Pengertian Profit Taking

Sebelum mengulas bagaimana cara melakukan profit taking saat investasi saham, simak terlebih dahulu pengertian dari profit taking tersebut. Jadi, profit taking atau dikenal pula dengan istilah take profit, merupakan tindakan melakukan penjualan saham yang telah dibeli atau dimiliki. Dimana tindakan tersebut dilakukan setelah harga saham mencapai level target yang direncanakan.

Dan take profit tersebut menjadi tujuan utama dari kegiatan investasi ataupun trading. Sehingga investasi saham bukan hanya soal kapan anda harus membeli saham, melainkan pula kapan waktunya untuk melakukan profit taking. Adapun waktu yang tepat untuk mengambil keuntungan ini dapat dipengaruhi apakah anda seorang investor atau trader, sebab berkaitan dengan jangka waktunya.

Bagi trader atau investor saham untuk pemula, maka di awal perlu merencanakan target harga yang ingin dicapai terlebih dahulu sebelum mulai investasi. Apabila anda ingin melakukan trading, maka profit taking dapat dilakukan dalam waktu satu hari dengan kenaikan harga yang mungkin tidak terlalu tinggi. Contohnya anda membeli 1 lot saham di pagi hari dengan harga Rp. 1.000.

Maka di sore hari mungkin harganya sudah naik menjadi Rp. 1030 dan bisa dijual. Sementara untuk investasi, take profit bisa dilakukan lebih lama sehingga kenaikan harganya biasanya lebih signifikan. Sebagai contoh, anda membeli saham 1 lot seharga Rp. 1.500 pada awal tahun 2022. Kemudian harga saham tersebut naik mencapai Rp. 2.000 per lot pada tahun 2023.

Cara Melakukan Profit Taking

Seperti yang telah disinggung di awal, melakukan profit taking sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan agar anda dapat memperoleh keuntungan sesuai yang direncanakan. Dan terdapat beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk take profit secara optimal. Adapun caranya yaitu sebagai berikut.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

1. Saat Mencapai Target

Sebelumnya sudah dijelaskan bagi trader atau investor saham untuk pemula, yang mana sebaiknya telah menentukan target profil di awal sebelum memutuskan membeli efek. Karena analisis target profit nantinya akan membantu anda memutuskan kapan waktu yang tepat untuk membeli saham maupun menjualnya.

Profit Taking
freepik.com

Dan besar target profit tersebut dapat ditentukan dengan analisis target profit. Sebagai contoh, anda telah membeli saham PT KNY dengan prospek laba tinggi. Maka anda bisa menargetkan keuntungan sampai 50% atau 60%. Jika harga pembukaan saham PT KNY adalah Rp. 1.000 per lot dan harganya naik menjadi Rp. 1.600 per lot setelah beberapa waktu, maka itu adalah waktu yang tepat.

2. Saat Berada di Level Harga Puncak

Anda bisa melakukan take profit di level harga puncak sebagai antisipasi kerugian. Sebab umumnya kenaikan harga saham dalam pergerakan harga seringkali diikuti dengan penurunan harga. Jadi ketika harganya sudah bullish atau memasuki tren naik, maka ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk take profit.

3. Saat Emiten Rilis Kinerja

Selain saat mencapai target atau saat berada di level harga puncak, anda juga bisa melakukan profit taking ketika emiten rilis kinerja. Secara umum, emiten akan melakukan dua aksi tiap rilis kinerja. Yang pertama yaitu pengumuman pembagian dividen dan yang kedua adalah melakukan restrukturisasi perusahaan.

Ketika perusahaan mengumumkan pembagian dividen, biasanya harga saham akan melonjak. Dan restrukturisasi perusahaan acap kali mempengaruhi pergerakan saham. Dimana arah pergerakan tersebut tergantung apa yang disampaikan dalam keputusan restrukturisasi. Jika keputusannya bagus, maka harga saham pun akan cenderung naik. Sehingga menjadi waktu yang tepat untuk take profit.

4. Saat Harga IHSG Naik Tinggi

Satu lagi cara melakukan profit taking yang perlu diketahui apabila anda tertarik belajar saham untuk pemula, yakni ketika harga IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) sedang naik tinggi. Ketika harga indeks ini naik, biasanya akan ada sentimen yang membuatnya terkoreksi. Sehingga itulah waktu yang tepat untuk menjual saham guna memperoleh keuntungan.

Demikian pengertian profit taking dan cara melakukannya yang tepat. Tentu diperlukan analisa saham yang cermat sebelum memutuskan untuk take profit. Dengan begitu anda bisa memperoleh keuntungan yang optimal. Sebab berinvestasi saham bukan hanya sekadar memutuskan waktu yang tepat untuk membeli, tapi menjualnya di waktu yang bagus juga sangat penting.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 27, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
IHSG
Saham Pemula

4 Jenis Fungsi IHSG Bagi Para Investor Saham

by Minsya October 26, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Apabila anda tertarik terjun di dunia investasi dan mencoba membeli saham untuk pemula, maka penting sekali untuk mempelajari IHSG. IHSG merupakan singkatan dari indeks Harga Saham Gabungan yang menjadi acuan bagi para investor saham di pasar modal. Lebih lanjut mengenai IHSG dapat disimak pada ulasan berikut.

Pengertian IHSG

Seperti yang telah disinggung di awal artikel, bahwa IHSG merupakan singkatan dari Indeks Harga Saham Gabungan. Ini adalah indeks yang mengukur kinerja semua saham yang tercatat pada papan utama dan papan pengembangan BEI. Dalam bahasa Inggris, indeks tersebut disebut pula sebagai Indonesia Composite Index (ICI) atau IDX Composite.

Bukan hanya Indonesia, bursa bursa efek di seluruh dunia pun mempunyai indeks indeks saham semacam itu. Dimana indeks ini digunakan untuk menganalisis kondisi pasar terkini. Sebab ringkasan kondisi pasar modal BEI dapat dilihat secara real time berkat adanya IHSG, membuat para investor menjadi lebih mudah menganalisis tanpa harus melakukannya terhadap instrumen saham satu per satu.

Fungsi IHSG

1. Penanda Pergerakan Pasar

Melihat pergerakan saham adalah hal penting bagi para investor, termasuk anda yang sedang belajar saham untuk pemula. Dan perlu diketahui bahwa IHSG dapat berfungsi sebagai penanda pergerakan pasar. Yang mana posisi indeks mampu mencerminkan kondisi saham saham di pasar modal. Sehingga IHSG pun bisa menjadi rujukan untuk melihat kondisi bursa.

Apabila posisi IHSG sedang melemah, maka ini mengindikasikan bahwa harga harga saham di pasar modal juga sedang menurun secara general. Sebaliknya, posisi IHSG yang sedang naik berarti menunjukkan bahwa harga harga saham di BEI pun tengah mengalami peningkatan.

2. Mengukur Rata Rata Tingkat Keuntungan

Selain berfungsi sebagai penanda pergerakan pasar, IHSG juga dapat digunakan untuk mengukur rata rata tingkat keuntungan. Sebagai contoh pada IHSG berada pada level 1.400 pada tahun sekian. Lima tahun berikutnya, ternyata IHSG berkembang sampai ke level 4.400. Sehingga dapat dilihat bahwa selama lima tahun pertumbuhan indeksnya adalah 3.000 atau 214%.

Dengan kata lain, dapat diketahui bahwa pertumbuhan indeks secara tahunan menunjukkan angka 42,8%. Jadi dari Indeks Harga Saham Gabungan ini bisa diketahui rata rata tingkat keuntungan yang akan diperoleh dalam satu tahun. Dimana anda seharusnya nanti memperoleh keuntungan di kisaran angka sesuai perhitungan.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

IHSG

3. Melihat Pertumbuhan Ekonomi

Fungsi lainnya dari IHSG yaitu memungkinkan investor untuk melihat pertumbuhan ekonomi. Jika anda sedang belajar saham untuk pemula, ini sangat bagu dipahami. Sebab ekonomi yang tumbuh dengan baik adalah saat saat yang tepat untuk membeli saham. Dan IHSG mempunyai peran besar dalam menunjukkannya, meski ada banyak faktor yang dapat menentukan pertumbuhan ekonomi itu sendiri.

4. Tolak Ukur Kinerja Portofolio

Satu lagi fungsi dari Indeks Harga Saham Gabungan, yaitu menjadi tolak ukur kinerja portofolio atau kumpulan aset investasi yang anda miliki. Portofolio ini bisa anda perhatikan apabila sudah mulai berinvestasi saham maupun reksadana. Dimana anda dapat mengukur seberapa baik portofolio tersebut menggunakan IHSG.

Bagaimana bisa begitu? Misalkan anda sudah melakukan investasi selama 10 tahun. Lalu IHSG mengalami penguatan sebesar 198% dalam kurun waktu 10 tahun tersebut. Anda harus memperhatikan kinerja portofolio apabila masih di bawah itu. Mungkin ini dapat menjadi pertimbangan bagi anda untuk mengganti strategi investasi yang diterapkan.

Cara Mengetahui Kondisi IHSG Terkini

Para investor saham untuk pemula banyak yang menanyakan hal ini, bagaimana cara mengetahui kondisi IHSG terbaru? Menjawab pertanyaan itu tidak sulit, sebab ada banyak sumber yang dapat anda jadikan sebagai acuan. Namun cara yang paling mudah adalah cukup dengan mengetikkan kata kunci ‘IHSG hari ini’ di mesin pencari seperti Google.

Google pun nantinya akan langsung menyediakan data IHSG untuk anda. Anda bahkan dapat melihat perkembangan kenaikan maupun penurunannya dalam rentang sepekan, sampai lima tahun ke belakang. Selain itu, media media nasional yang khusus membahas bisnis pun biasanya menyediakan ulasan ulasan terbaru terkait IHSG.

Jadi, sudah tahu bukan pentingnya IHSG bagi investor? Fungsinya ada banyak dan dapat membantu anda menganalisis kondisi pasar modal. Sehingga Indeks Harga Saham Gabungan tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan, mengenai kapan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual saham.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 26, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Kategori Saham
Saham Pemula

Mengenal 3 Kategori Saham untuk Pemula, Yuk Bandingkan!

by Minsya October 25, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Investasi pada saham kini sudah menjadi hal yang lumrah di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, yuk mulai belajar saham untuk pemula. Anda bisa memulainya dari mengenal kategori kategori saham yang ada. Secara umum, perusahaan publik sering mengkategorikan saham ke dalam tiga golongan berdasarkan total nilai sahamnya. Berikut masing masing penjelasannya.

Kategori Saham Blue Chip

Istilah saham blue chip mungkin sudah cukup sering anda dengar, karena banyak investor yang memburu saham saham dengan kategori saham jenis ini. Disebut pula dengan istilah big cap stock, ini merupakan jenis saham yang memiliki kapitalisasi pasar perusahaan lebih dari Rp. 10 triliun. Saham blue chip biasanya diterbitkan oleh perusahaan bereputasi tinggi dan pemimpin di industrinya.

Karena memiliki aset, pendapatan, dan laba yang besar serta stabil, biasanya blue chip akan mampu bertahan dalam berbagai situasi maupun kondisi ekonomi. Sehingga saham blue chip terbilang cukup aman untuk investasi jangka panjang. Tidak heran apabila para investor, khususnya investor pemula, menjadikannya sebagai incaran. Emiten big cap ini umumnya mempunyai karakter seperti berikut.

1. Transparan

Apabila dibandingkan dengan emiten saham middle cap atau small cap, emiten saham blue chip relatif lebih transparan. Karakternya yang transparan ini membuat investor lebih mudah untuk menemukan informasi seputar perusahaan. Investor pun bisa melakukan analisis terhadap informasi yang diperoleh tersebut.

2. Rajin Membagikan Dividen

Tidak heran jika blue chip sering dijadikan rekomendasi saham untuk pemula. Bagaimana tidak, emitennya termasuk rajin membagikan dividen kepada para pemegang saham. Hal ini tentu sangat wajar, mengingat bahwa perusahaan yang mengeluarkan big cap biasanya berada pada puncak siklus bisnisnya dengan pendapatan serta laba yang stabil.

3. Berdampak Luas

Karakter lainnya dari emiten saham blue chip yaitu berdampak luas. Dimana perusahaan tersebut umumnya merupakan market leader. Jadi berita berita yang berkaitan tentang perusahaan pasti bisa anda temukan dengan mudah. Bahkan di koran ekonomi biasanya nama perusahaan sering bertengger pada headline.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Kategori Saham

Saham Middle Cap

Selain saham blue chip, ada juga saham middle cap yang tidak kalah populer. Yang berada pada kategori ini adalah saham lapis dua dengan kapitalisasi pasar antara Rp. 1 triliun hingga Rp. 10 triliun. Perusahaan yang mengeluarkan saham middle cap adalah emiten yang mempunyai fundamental baik meskipun mereka biasanya bukan pemimpin industri.

Jika dibandingkan dengan saham big cap, pergerakan saham pada kelompok ini justru lebih agresif. Hal ini dikarenakan saham middle cap masih akan terus berkembang. Pertumbuhan laba dan pendapatannya bersifat konsisten, meskipun tingkat risikonya juga bisa dibilang lumayan tinggi. 

Apabila tertarik saham untuk pemula dalam kelompok ini, maka anda perlu mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Adapun kelebihan yang ditawarkan saham middle cap yaitu tersedia banyak pilihan saham, pergerakannya lebih cepat, terdapat banyak analisa fundamental, dan harga yang ditawarkan lebih murah ketimbang saham blue chip.

Namun kekurangan dari saham middle cap yaitu pergerakannya cukup variatif, mengingat bahwa jenisnya termasuk sangat banyak. Alhasil membuat analisa sahamnya pun harus lebih beragam supaya dapat menerapkan strategi yang tepat. Dan untuk pemula, mungkin cukup sulit jika harus memahami analisa yang ada.

Saham Small Cap

Saham small cap adalah saham lapis tiga yang mempunyai kapitalisasi pasar kurang dari Rp. 1 triliun. Jadi jenis saham ini adalah yang paling kecil di antara tiga kategori saham yang ada di pasar modal. Umumnya tingkat likuiditas saham small cap paling rendah dibandingkan middle cap dan blue chip. Investor jarang membeli saham small cap seperti ini, kecuali sebagai pemilik saham pengendali.

Sementara itu, bandar terkadang mengambil alih saham pada kategori small cap untuk digoreng. Emiten small cap biasanya adalah perusahaan yang menggarap niche kecil di bidangnya atau perusahaan rintisan. Alhasil profitabilitasnya masih kurang meyakinkan dan membuat para pemburu dividen kurang tertarik.

Meski begitu, bukan berarti small cap tidak mampu menawarkan keuntungan bagi saham untuk pemula. Karena terdapat cukup banyak saham yang mempunyai peluang kenaikan, bahkan hingga puluhan persen. Secara nominal pun harganya relatif lebih murah ketimbang dua kategori sebelumnya. Hanya saja pergerakan harga memang lebih tidak stabil.

Bagi anda yang baru mulai bermain saham, tentu dianjurkan untuk memilih saham yang memiliki tingkat risiko rendah seperti blue chip. Anda dapat mencoba saham middle cap dan small cap apabila sudah mampu melakukan berbagai analisa saham secara mandiri. Selain itu, pastikan untuk memulai dengan modal kecil terlebih dahulu agar tidak rugi.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 25, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
HAKA Saham
Saham Pemula

HAKA Saham! Kenali 2 Bahasa Gaul dalam Dunia Investasi

by Minsya October 24, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Tertarik belajar saham untuk pemula? Maka anda wajib mengetahui berbagai istilah terkait investasi efek terlebih dahulu. Karena ada beberapa istilah yang mungkin tidak diketahui oleh masyarakat. Contohnya HAKA saham yang menjadi bahasa gaul dalam dunia investasi. Dan pada artikel kali ini akan menjelaskan mengenai apa itu HAKA saham. Yuk simak terus.

Pengertian HAKA Saham

HAKA Saham merupakan istilah yang sering dipakai oleh investor veteran. Dan istilah ini sebenarnya berasal dari kata hajar kanan (HAKA). Biasanya HAKA digunakan sebagai strategi untuk membeli saham dengan memasang harga terbaik, yang mana umumnya terdapat pada posisi teratas kolom antrean jual (offer/ask).

Jadi sebelum itu perlu diketahui terlebih dahulu bahwa order book suatu saham biasanya mempunyai tampilan dua kolom, yaitu bid dan offer/ask. Bid ini berarti antrean suatu saham pada sisi harga pembelian. Sementara offer atau ask adalah antrean suatu saham pada sisi harga penjualan.

Sehingga HAKA Saham digunakan sebagai istilah ketika seorang investor membeli saham dengan ask price berapa pun. Ask price ini merupakan harga yang tertera di bagian kanan order book, itulah kenapa istilahnya menjadi hajar kanan. Sehingga investor ini pun bisa segera mendapat saham tanpa perlu mengantre.

Jika belajar saham untuk pemula, anda harus tahu kenapa bisa demikian. Pasalnya banyaknya penjual yang offer di harga pasar membuat transaksi dapat diselesaikan secara cepat. Biasanya investor akan melakukan HAKA seperti ini apabila yakin bahwa harga saham bakal menguat ke depannya.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

HAKA Saham

Waktu yang Ideal Menerapkan HAKA

Menerapkan strategi HAKA saham tentu tidak boleh sembarangan. Seperti yang sudah disebutkan, biasanya investor melakukan hajar kanan apabila sudah yakin dengan tren arah pergerakan harga saham. Jadi anda harus mengetahui prediksi tren yang akan terjadi terlebih dahulu. Misalnya anda bisa melakukan pembelian ketika harganya sedang menguat dan tidak turun lagi.

Cara mengetahuinya yaitu melihat tanda tren bullish di pasar saham, atau jika saham sedang berada pada posisi ARA. Kedua kondisi tersebut menjadi tanda bahwa harga saham akan mengalami kenaikan. Sehingga ini menjadi waktu yang tepat bagi para investor untuk melakukan strategi HAKA.

Tips melakukan HAKA jika ingin membeli saham untuk pemula, yaitu dengan menggunakan modal yang porsinya kecil terlebih dahulu atau beli dengan cicil secara bertahap. Tujuannya adalah agar anda lebih siap menghadapi risiko volatilitas, jika terjadi koreksi normal atau retracement. Adapun caranya yaitu dengan menambah jumlah saham dengan harga yang lebih murah atau melakukan average down.

Pengertian HAKI

Selain HAKA, ada juga bahasa gaul dalam dunia saham lainnya yang memiliki arti sebaliknya yaitu HAKI (hajar kiri). HAKI adalah strategi menjual saham dengan memasang harga di bawah harga pasar pada kolom offer, atau menggunakan harga terendah sesuai dengan angka bid yang tertinggi. Sehingga harga saham ini dapat terjual tanpa perlu mengantre terlebih dahulu.

Sebagian besar investor melakukan HAKI seperti itu apabila sudah yakin bahwa harga saham yang akan dijual mulai sulit untuk naik. Karena sulit mengalami kenaikan harga, maka saham langsung ditawarkan sesuai dengan harga pasar atau bahkan harga yang lebih murah supaya cepat terjual.

Waktu yang Ideal Menerapkan HAKI

Sama seperti HAKA, menerapkan strategi HAKI pun tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Diperlukan pengamatan yang cermat untuk mengambil langkah hajar kiri supaya anda tidak sampai rugi. Pastikan anda sudah yakin bahwa saham yang akan dijual memang harganya sulit untuk naik di pasar. Dengan begitu anda tidak akan terjebak kondisi ARB dan mengalami rugi.

Dalam hal ini, diperlukan analisis teknikal yang harus dapat menunjukkan tren harga saham mulai turun di pasar. Analisis juga sebaiknya menunjukkan saham berpotensi terkoreksi dengan harga yang sulit naik kembali. Apabila anda menemukan kondisi saham untuk pemula yang seperti itu, maka HAKI alias hajar kiri bisa dilakukan.

Jadi, sudah tahu bukan artinya HAKA dan HAKI ? Bahasa gaul ini sering dipakai oleh para investor, sehingga anda tidak perlu bingung apabila ikut berdiskusi dengan investor lainnya. Jika ingin turut menerapkan HAKA atau HAKI, pastikan anda sudah yakin terkait tren saham di pasar modal. Dengan begitu strategi investasi yang dilakukan akan membawa keuntungan dan tidak membuat rugi.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 24, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Growth Stock
Saham Pemula

Growth Stock dan Value Stock, 2 Ini Mana Yang Lebih Baik?

by Minsya October 23, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Pernahkah anda mendengar mengenai growth stock dan value stock? Jika baru belajar saham untuk pemula, mungkin kedua istilah ini masih asing di telinga. Namun lama kelamaan anda pasti akan akrab dengan istilah tersebut. Sebab growth stock dan value stock termasuk jenis saham yang sering diperbincangkan serta menjadi pertimbangan untuk bertransaksi. Adapun penjelasannya yaitu sebagai berikut.

Tentang Growth Stock

1. Pengertian Growth Stock

Growth stock diartikan sebagai saham yang mempunyai harga pasar lebih tinggi dari nilai perusahaan. Hal tersebut umumnya dapat terjadi karena adanya prospek pertumbuhan jangka panjang yang mampu mendukung bisnis. Pendekatan seperti itu biasanya digunakan oleh perusahaan yang belum memiliki riwayat keuntungan mumpuni, namun mempunyai ruang pertumbuhan lama yang masih tinggi.

Secara umum, growth stock bergerak agresif dan terus gencar melakukan ekspansi usahanya. Karena inilah seringkali ditemukan emiten tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham, mengingat bahwa mereka lebih fokus untuk melakukan percepatan pertumbuhan bisnis.

2. Ciri dan Karakteristik Growth Stock

Mempelajari saham untuk pemula tidak boleh setengah setengah, jadi selain pengertiannya anda juga perlu memahami ciri serta karakteristik dari growth stock ini. Adapun ciri cirinya yaitu saham growth stock cenderung naik, sektornya sedang trend, saham dalam kondisi pulih, dan umumnya dari perusahaan yang masih kecil atau sedang berkembang.

Karakternya dapat dilihat dari produk atau layanannya yang unik sekaligus inovatif. Sehingga mereka umumnya mempunyai keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki oleh kompetitor. PER (price to earnings ratio) yang dimiliki pun relatif lebih tinggi. Mereka lebih sering menggunakan laba ditahan untuk kepentingan ekspansi bisnis, sehingga yang ditawarkan adalah peningkatan capital gain di masa mendatang.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Tentang Value Stock

1. Pengertian Value Stock

Jika growth stock adalah saham yang harganya lebih tinggi dari nilai perusahaan, maka value stock justru sebaliknya. Sebab value stock merupakan saham dengan harga di pasar yang lebih rendah bila dibandingkan dengan nilai aset perusahaannya. Dan sampai sekarang, cukup banyak investor yang bertahan untuk menanamkan modal pada saham seperti ini.

Growth Stock
freepik.com

Dengan keyakinan bahwa suatu saat harga saham akan meroket dan menyamai kinerja aslinya. Meski begitu, value stock juga banyak dibenci sampai membuatnya ambruk lantaran sering diterpa sentimen negatif dari berbagai penjuru. Adapun saham perusahaan yang umumnya masuk value stock adalah emiten dengan bisnis siklikal, yaitu perusahaan yang penjualannya sangat sensitif terhadap siklus bisnis.

2. Ciri dan Karakteristik

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, belajar saham untuk pemula sebaiknya tidak setengah setengah. Jadi mengetahui ciri dan karakteristik value stock pun merupakan hal yang tidak boleh dilewatkan. Ciri dari value stock sendiri antara lain harga sahamnya lebih rendah dari nilai wajarnya, dan merupakan perusahaan besar dengan kinerja yang baik namun pelaku pasar tidak begitu berminat sehingga harga saham rendah.

Rasio valuasi yang umum digunakan pada value stock adalah PBV (price to book value) yang berada di bawah 1. Atau bisa dikatakan bahwa saham ini memang masih undervalue lantaran diperdagangkan di bawah nilai bukunya. PER (price to earning ratio) yang dimiliki dikatakan undervalue pula apabila lebih kecil dari rata rata PER secara historis, atau di bawah rata rata kompetitor dalam industri yang sama.

Growth Stock Vs Value Stock

Bagi yang ingin membeli saham untuk pemula, pasti banyak yang bertanya tanya mana lebih antara growth stock dan value stock. Namun perlu diketahui bahwa tidak terdapat jawaban absolut mengenai pertanyaan ini. Sebab baik growth stock maupun value stock mempunyai potensi pertumbuhan yang baik untuk jangka panjang.

Itu akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang membuat nilai pasar saham sangat fluktuatif. Selain itu anda dapat menyesuaikannya dengan profil risiko masing masing. Akan tetapi, kebanyakan investor akan memburu value stock jika kondisi ekonomi sedang resesi. Sebab langkah ini dianggap mempunyai risiko lebih rendah. Dan jika ekonomi sudah mulai ekspansi, growth stock pun banyak diminati.

Jadi mana yang akan anda pilih, apakah growth stock atau value stock? Keduanya bisa menawarkan potensi pertumbuhan yang baik untuk ke depannya. Jadi silahkan sesuaikan dengan profil risiko anda masing masing. Jangan lupa untuk memperhatikan secara cermat emiten yang dipilih, cek riwayat keuangan dan kinerjanya agar menemukan saham yang potensial.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 23, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG