6 Tips Memilih Manajer Investasi Saham untuk Pemula

by Minsya
4 minutes read

Reksadana menjadi salah satu bentuk investasi yang populer akhir akhir ini. Jika anda tertarik berinvestasi saham untuk pemula, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilih manajer investasi. Manajer investasi ini adalah pihak yang akan membantu mengelola portofolio efek anda nantinya. Dan memilihnya sebaiknya tidak sembarangan, ikuti tips berikut agar tidak salah pilih.

1. Pastikan Perusahaan Terdaftar di OJK

Dalam memilih manajer investasi, anda harus memastikan bahwa perusahaan telah terdaftar di OJK atau Otoritas Jasa Keuangan. Sebab izin dari OJK ini menandakan bahwa kinerja manajer investasi tersebut diawasi secara langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan. Jadi memang kredibel dan bukan penipuan.

Di sini anda pun jangan langsung terkecoh dengan surat izin yang ditampilkan oleh perusahaan. Pastikan untuk mengeceknya di situs resmi OJK terlebih dahulu. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi yang begitu canggih seperti sekarang, membuat maraknya penipuan dengan menggunakan izin operasi palsu tanpa stempel resmi.

2. Cek Dana Kelolaan Perusahaan

Bagi yang ingin berinvestasi saham untuk pemula, mengecek dana kelolaan perusahaan juga menjadi hal yang penting. Sebaiknya lihat terlebih dahulu seberapa besar asset under management dari perusahaan manajer investasi yang hendak dipilih, sebelum anda benar benar mendaftar dan membeli saham.

Karena semakin besar dana kelolaan suatu manajer investasi, maka ini dapat menandakan bahwa banyak orang pula yang mempercayakan dananya pada perusahaan tersebut. Dengan kata lain, banyak uang masyarakat yang dipercayakan kepada perusahaan ini karena kinerjanya yang bagus.

3. Pengalaman dan Profesionalisme Manajemen

Jika mengharapkan keuntungan yang optimal dari investasi saham, maka anda harus memilih manajer investasi yang berpengalaman dan profesional. Coba cari tahu berapa lama manajer investasi yang hendak dipilih sudah beroperasi. Lama waktu operasional perusahaan dapat menjadi indikasi, bahwa manajer investasi ini telah melewati baik buruknya pasar modal.

Dengan pengalaman yang dimiliki itu, maka manajer investasi dapat menjadikannya sebagai pembelajaran untuk mengambil langkah yang tepat dalam manajemen saham nasabah. Tidak lupa, amati seperti apa prestasinya di pasar modal. Apakah sebelumnya perusahaan tersebut pernah memiliki catatan yang kurang baik atau tidak sebagai bahan pertimbangan.

Memilih Manajer Investasi

4. Biaya Transparan

Faktor transparansi biaya menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika ingin memilih manajer investasi. Dianjurkan untuk memilih perusahaan yang berani mengungkapkan biaya secara transparan. Sebab tidak semua manajer investasi yang memberikan harga tinggi pada jasanya mampu memberikan hasil yang sesuai.

Apalagi beberapa manajer investasi ada yang mengenakan biaya administrasi untuk pembelian unit, penjualan unit, pengalihan unit, sampai biaya transaksi antar bank. Jika anda berencana membeli saham untuk pemula dan menjadi investor aktif, tentu biaya biaya seperti itu bisa menggerus nilai investasi apabila tidak ada keterbukaan. 

5. Sesuai dengan Profil Risiko

Perlu diketahui bahwa manajer investasi yang berpengalaman dan terpercaya pun belum tentu adalah yang terbaik untuk investasi anda. Oleh karena itu, anda perlu mempertimbangkan profil risiko investasi yang dimiliki terlebih dahulu. Umumnya, ada tiga profil risiko dalam berinvestasi.

Yaitu konservatif atau sangat aman, moderat atau menengah, dan agresif atau berani. Manakah yang menjadi profil risiko anda ? Tentunya profil risiko tersebut berbanding lurus dengan keuntungan yang diperoleh nantinya. Semakin besar risiko, maka akan semakin besar pula peluang anda mendapat keuntungan. Jadi silahkan sesuaikan dengan kondisi masing masing.

6. Gaya Berinvestasi Manajer Investasi

Satu lagi tips yang bisa diterapkan dalam memilih manajer investasi saham untuk pemula, yakni gaya berinvestasinya. Umumnya sebuah perusahaan manajer investasi dapat memiliki gaya yang berbeda dari perusahaan lainnya. Contohnya, perusahaan A dan perusahaan B sama sama menginvestasikan dana ke reksadana saham.

Namun manajer investasi A mempunyai strategi untuk menginvestasikannya ke saham saham blue chip. Sementara manajer investasi B menginvestasikan ke saham blue chip dengan memadukan saham middle cap. Anda bisa melihat gaya berinvestasi tersebut melalui prospektus untuk acuan investasinya, dan fund fact sheet guna melihat alokasi dananya.

Bagi pemula yang ingin melakukan investasi, manajer investasi adalah hal penting yang harus diperhatikan supaya investasi lebih aman dan dapat dikelola secara profesional. Ini adalah solusi bagi anda yang tidak punya banyak waktu untuk melakukan trading sendiri. Namun pastikan untuk mengikuti tips di atas agar dapat memperoleh manajer investasi yang sesuai dan terpercaya.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

You may also like

Leave a Comment

-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00