Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - Emiten Syariah - Page 11
Category:

Emiten Syariah

Bank Syariah Indonesia
Emiten Syariah

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Profil dan Sejarahnya

by Minsya October 11, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Siapa yang tidak kenal dengan Bank Syariah Indonesia (BRIS)? Bank ini ialah hasil merger dari Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah dan BRI Syariah yang telah berdiri sejak 2021. Bank Syariah Indonesia dapat ialah salah satu pilihan masyarakat dalam membuka rekening. Dibalik kesuksesannya, ada sejarah panjang yang telah dilaluinya sebagai berikut.

Profil dari Bank Syariah Indonesia

Bank Syariah Indonesia (BRIS) ialah bank syariah yang biasa disebut sebagai bank Islam dimana pelaksanannya sesuai dengan hukum syariah atau agama Islam. Bisa dikatakan bahwa bank ini tidak menerapkan sistem bunga pada layanannya karena dianggap tidak sesuai dengan syariat Islam.

Namun, Bank Syariah Indonesia menerapkan sistem bagi hasil serta memperoleh keuntungan dari sistem tersebut. Hal inilah yang digunakan pihak bank untuk mengelola seluruh kegiatan operasional perbankan. Maka dari itu, Bank Syariah Indonesia hadir dengan pelayanan serta produk finansial syariah dalam memenuhi kebutuhan nasabah.

Dalam pemenuhan kebutuhan nasabah, Bank Syariah Indonesia menyediakan sejumlah produk utama mulai dari Tabungan Syariah, Deposito Syariah, Gadai Syariah, Pinjaman Syariah hingga Giro Syariah. Setiap produknya menyediakan syarat dan ketentuan yang berbeda sesuai dengan penggunaannya.

Baca Juga : Kisah Jamu Sido Muncul Sejak 1940, Sejarah dan Jatuh Bangun

Bank Syariah Indonesia

Sejarah Singkat Bank Syariah Indonesia

Indonesia ialah negara yang memiliki penduduk muslim terbesar di dunia sehingga memiliki peluang yang bagus bagi industri keuangan syariah. Terlebih lagi, kesadaran masyarakat terhadap ke-halalan yang semakin kuat mempengaruhi pengembangan ekosistem industri halal di Indonesia.

Maka dari itu, Bank Syariah Indonesia (BRIS) dibentuk sebagai fasilitator kegiatan ekonomi dan ekosistem industri halal di Indonesia. Bank Syariah Indonesia mulai menjalankan kegiatan usahanya pada 3 Juli 1969 dengan nama PT Bank Djasa Arta dengan Sabas Gunawan, Lilis Surajati dan Lies Harjati sebagai pemilik awalnya.

Lalu, penggantian nama dilakukan menjadi PT Bank Jasa Arta pada tahun 1994. Di tahun 2007, Bank Jasa Arta hanyalah bank kecil dengan 6 kantor cabang yang sempat mengalami kerugian. Sementara itu, Bank Rakyat Indonesia yang telah memiliki unit usaha syariah sejak Desember 2001 memutuskan membeli Bank Jasa Arta pada bulan Juni 2007.

Pada 17 November 2008, Bank Jasa Arta berganti nama menjadi PT Bank Syariah BRI dengan merubah sistem konvensionalnya menjadi syariah. Kemudian, Bank Syariah BRI menggganti namanya menjadi PT Bank BRIsyariah pada 15 Desember 2009. Setelah memperoleh izin dari OJK, Bank BRIsyariah berganti nama menjadi PT Bank Syariah Indonesia.

Lalu, dua bank syariah lainnya yakni Bank Syariah Mandi serta Bank BNI Syariah melakukan merger pada 1 Februari 2021. Hasil merger anak perusahaan BUMN inilah yang berhasil menghadirkan bank syariah terbesar di Indonesia dan di dunia sesuai dengan kapitalisasi pasar. 

Penggabungan tersebut dilakukan untuk menyatukan keunggulan dari ketiga Bank Syariah di Indonesia dalam menghadirkan layanan, jangkauan dan kapasitas yang lebih baik dan lebih besar. Dengan adanya sinergi tersebut, BSI terdorong menjadi bank yang mampu bersaing di tingkat global.

Bank Syariah Indonesia memperoleh izin dari OJK dengan No. SR-3/PB.1/2021 tanggal 27 Januari 2021. Hal ini mengenai Pemberian Izin Penggabungan PT Bank Syariah Mandiri serta PT Bank BNI Syariah menjadi PT Bank BRI Syariah Tbk disertai dengan Izin Perubahan Nama menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Pada 30 April 2018, Bank Syariah Indonesia mendapatkan pernyataan efektif dari OJK dalam IPO kepada masyarakat sebanyak 2.623.350.600 saham dengan nilai Rp 500 per sahamnya. Adapun komposisi pemegang sahamnya terdiri dari Bank Mandiri Tbk 51,2%, PT Bank Negara Indonesia Tbk (25,0%), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 17,4%, DPLK BRI – Saham Syariah (2%), serta publik (4,4%)

Dapat dihitung bahwa besaran aset yang dimilikinya yakni mencapai Rp 245,7 triliun dengan modal inti sebesar Rp 20,4 triliun. Maka dari itu, bank ini langsung masuk urutan ke-8 dari daftar Top 10 Bank Terbesar di Indonesia dari sisi asetnya. Tidak sampai situ, BSI juga berencana menjadi pemain global pada tahun 2025.

Itulah penjelasan mengenai profil dan sejarah dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) yang penting diketahui. Bisa disimpulkan bahwa perusahaan ini telah melalui berbagai rintangan mulai dari penggatian nama, merger hingga berhasil menjadi bank syariah terbesar di Indonesia dan dunia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 11, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Sido Muncul
Emiten Syariah

Kisah Jamu Sido Muncul Sejak 1940, Sejarah dan Jatuh Bangun

by Minsya October 10, 2023
written by Minsya 3 minutes read

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) ialah perusahaan jamu tradisional serta farmasi yang tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Sering disebut sebagai Sido Muncul, perusahaan ini menyediakan berbagai produk jamu tradisional yang dibuat dengan mesin-mesin mutakhir. Penasaran dengan sejarah perusahaan Sido Muncul? Simak penjelasan di bawah ini.

Profil Perusahaan Sido Muncul

Berada di Kabupaten Semarang, perusahaan ini bergerak di bidang industri jamu serta farmasi. Sebagai produsen jamu terbesar, Sido Muncul menyediakan lebih dari 300 jenis produk yang sangat dekat dengan konsumen Indonesia. Beberapa produk unggulannya yaitu Tolak Angin dan Kuku Bima Ener-G!

Perusahaan berkembang sejalan dengan prinsip manusia, bumi serta laba agar menjadi sebuah perusahaan yang berkesinambungan serta bertanggung jawab. Maka dari itu, produk yang dikembangkan sesuai dengan penelitian yang baik dalam memenuhi kebutuhan konsumen agar mampu meningkatkan kualitas hidup mereka.

Salah satu anak usahanya yaitu Muncul Mekar bekerja sama dengan 109 sub perwakilan serta distributor yang melayani lebih dari 135.000 pedagang grosir serta eceran. Produk-produknya pun telah merambah di mancanegara. Hal ini ditandai dengan adanya sebuah kantor cabang di Filipina serta anak usaha di Nigeria.

Baca Juga : PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Profil dan Sejarahnya

Sido Muncul

Sejarah Singkat Perusahaan Sido Muncul

Perusahaan ini berawal dari Ibu Rahkmat Sulistio yang menjalankan usaha kecil-kecilan di bidang ramuan bahan jamu di Yogyakarta pada tahun 1940. Di tahun 1949, beliau, suami dengan keluarganya pindah ke Kota Semarang karena situasi politik yang tidak menentu. Tiga tahun kemudian, kedua pasangan suami istri tersebut meneruskan usaha racikan jamu di Semarang.

Hal tersebut diikuti dengan berdirinya usaha jamu rumahan dengan 3 karyawan di Jalan Mlaten, Trenggulun, No 104, Semarang. Usaha jamu ini diberi nama Sido Muncul yang artinya Impian yang terwujud untuk menunjukkan bahwa cita-cita melestarikan resep jamunya terwujud.

Usaha kecil ini mulai berkembang hingga terbentuknya Persekutuan Komanditer bernama “CV Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul” di tahun 1970. Lima tahun kemudian, perusahaan jamu ini mengalami perubahan bentuk menjadi usaha perseroan terbatas yang bernama “PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul”.

Seiring berjalannya waktu, permintaan produk PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) semakin meningkat sehingga perusahaan melakukan modernisasi serta merelokasi pabrik dengan fasilitas dan mesin yang jauh lebih modern pada tahun 1984. Sejak saat itulah, Sido Muncul berhasil menjadi pelopor industri jamu dengan standar farmasi.

Pada tahun 1997, perusahaan mulai membangun pabrik baru yang lebih modern dan besar di Klepu, Ungaran. Peletakan batu pertama pembangunannya dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X beserta disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan.

Peresmian pabrik seluas 30 hektar di Ungaran dilakukan oleh Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia pada 11 November 2000. Di waktu yang sama, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) berhasil memperoleh 2 sertifikat penghargaan sekaligus.

Kedua penghargaannya yaitu atas “Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB)” dan “Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) yang Setara dengan Farmasi”. Hal inilah yang menjadikan industri sebagai satu-satunya pabrik jamu bertaraf farmasi. Hingga akhirnya, perusahaan telah memiliki 109 distributor di seluruh Indonesia pada 18 November 2013.

Agar langgeng dan dapat dipercaya oleh Masyarakat, perusahaan berhasil naik kelas sebagai perusahaan terbuka. Dalam memperluas pangsa pasar, Sido Muncul menguasai pasar ekspor dengan memasarkan produk hingga ke luar negeri mulai dari Malaysia, Brunei, Singapura, Australia, Aljazair, Korea Selatan, Hong Kong, Nigeria, Arab Saudi, Mongolia, Amerika Serikat, hingga Rusia.

Meski telah menempuh pemasaran hingga ke pasar ekspor, pangsa pasar lokal masih tetap menjadi perhatian utama perusahaan. Hingga kini, perusahaan menjadi salah satu pabrik jamu terbesar yang ada di Indonesia. Statusnya pun telah tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham perusahaan Sido Muncul.

Itulah penjelasan mengenai profil dan sejarah dari PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) yang penting diketahui. Dapat diketahui bahwa perusahaan jamu tradisional terbesar di Indonesia ini berawal dari usaha kecil milik Ibu Rahkmat Sulistio. Perkembangannya dilakukan terus menerus agar berhasil memenuhi kualitas hidup para konsumennya.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 10, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
kalbe farma
Emiten Syariah

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Profil dan Sejarahnya

by Minsya October 9, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Siapa yang tidak kenal dengan perusahaan Kalbe Farma. Hampir semua warga Indonesia kenal dengan perusahaan farmasi ini. Sebab, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) ialah salah satu perusahaan farmasi terkenal di Indonesia yang berkembang menjadi penyedia solusi kesehatan. Untuk mengetahui profil dan sejarah mengenai KLBF, simak penjelasan dibawah ini.

Profil Perusahaan Kalbe Farma

Perusahaan Kalbe Farma memiliki kantor pusat yang berdomisili di Gedung KALBE, Jl. Let. Jend. Suprapto Kav. 4, Cempaka Putih, Jakarta, Indonesia. Dengan fasilitas pabrik di Bekasi, perusahaan ini terdiri dari 4 kelompok divisi usaha yaitu Divisi Obat Resep, Divisi Produk Kesehatan, Divisi Nutrisi dan Divisi Distribusi dan Logistik.

Sebagai penyedia layanan kesehatan terbesar di Indonesia, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sangat unggul di bidang pemasaran, distribusi, keuangan, riset dan pengembangan. Perusahaan juga memberikan akses kesehatan bagi masyarakat mulai dari penyedia obat generik, alat kesehatan serta diagnostik melalui program jaminan kesehatan nasional.

Bekerja sama dengan Keluarga Berencana Nasional Indonesia dan Universitas YARSI, Kalbe Farma mendukung nutrisi bagi ibu dan anak untuk memerangi stunting. Dengan KlikDokter, Kalbe Farma memiliki beberapa titik distribusi dengan 71 cabang untuk melayani sekitar 200.000 outlet yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Perusahaan ini juga aktif mendistribusikan vaksin serta memberi vaksinasi kepada lansia, karyawan dan masyarakat umum. Tidak hanya itu, beberapa langkah yang diambil dalam memperkuat inisiatif ESG melalui Pemberdayaan Perempuan, Kesetaraan Gender, ekosistem jahe merah, efisiensi energi dan energi terbarukan, serta pengelolaan vendor berkelanjutan.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

kalbe farma

Sejarah Singkat Perusahaan Kalbe Farma

PT Kalbe Farma mulai membuka sejarahnya pada tahun 1966 dengan menyadari betapa pentingnya inovasi dalam mendukung pertumbuhan usaha. Berdiri pada 10 September 1966, 6 bersaudara menjalankan kegiatan usahanya dimulai di sebuah garasi di kawasan Jakarta Utara dan ruang lingkup kerjanya masih di wilayah Jakarta.

Dipimpin oleh Dr. Boenjamin Setiawan dan F. Bing Aryanto, Kalbe Farma mampu tumbuh dengan baik hingga berhasil memiliki pabrik di Pulomas, Jakarta Timur pada 1971. Hal inilah yang menimbulkan daerah kegiatan usahanya berkembang dan merambah ke daerah-daerah lainnya.

Seiring berjalannya waktu, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membuka cabang di berbagai daerah. Dalam 10 tahun, KLBF telah menguasai seluruh wilayah Indonesia. Dari segi produk, perusahaan mengembangkan lini produknya baik kategori obat yang diresepkan maupun obat yang dijual bebas.

Rentang tahun 1976-1985, diversifikasi usaha dilakukan sebagai perkembangan fisik perusahaan. Sehingga, berhasil menjadi salah satu kekuatan utama di bidang obat ethical dan mampu bersaing dengan 41 perusahaan multinasional di tahun 1977. PT Dankos Laboratories didirikan pada 1977 untuk memfokuskan usaha di bidang OTC.

PT Bintang Toedjoe dan PT Hexpharm Jaya diakuisisi di tahun 1985. Tidak hanya itu, Kalbe Farma juga mulai mengepakkan sayapnya di bidang pengelasan serta makanan kesehatan. Sesuai dengan regulasi pemerintah, bisnis distribusi Kalbe Farma dialihkan kepada PT Enseval Megatrading di tahun 1981.

Memasuki antara tahun 1986-1997, KLBF kembali ke bisnis inti karena Indonesia mengalami krisis keuangan. Secara perlahan-lahan, perusahaan menerapkan langkah-langkah konsolidasi untuk kembali ke bisnis inti. Namun, langkahnya belum cukup cepat sehingga sempat merasakan dampak krisis keuangan di tahun 1997.

Pada tahun 1993, perusahaan mulai terjun pada bisnis minuman energi dengan menghadirkan produk Extra Joss. Pada divisi produk kesehatan, total penjualan produk di tahun 2010 mencapai Rp 1.701 miliar dimana menurun sebesar 1,5%. Hal ini dikarenakan produk Extra Joss masih belum stabil.

Pada tahun 2009, Melalui divisi produk kesehatan, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengembangkan produk dengan minuman isotonic Fatigon Hydro. Didukung lebih dari 17.000 karyawan, KLBF berhasil menjadi perusahaan produk kesehatan publik terbesar di Asia Tenggara dengan nilai penjualan Rp 20,2 triliun di akhir tahun 2017.

Itulah penjelasan mengenai profil dan Sejarah singkat dari PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang menarik diketahui. Bisa disimpulkan bahwa perusahaan farmasi ini telah mengalami berbagai tantangan dan pernah berada di posisi naik turun. Namun, berbagai upaya telah dilakukan hingga kini berhasil menjadi penyedia produk kesehatan terbesar di ASEAN.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

Heading Title

  • Keuangan Syariah

    Investasi Saham Syariah: Bagaimana Mengatur Keuangan Yang Baik?

    by Minsya July 12, 2024
    by Minsya July 12, 2024 3 minutes read

    Investasi saham syariah semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia yang sadar akan pentingnya berinvestasi sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Namun, sebelum terjun ke dunia investasi saham syariah, perencanaan keuangan yang matang …

    1 FacebookTwitterPinterestEmail
  • Keuangan Syariah

    Pentingnya Menabung dalam Perencanaan Keuangan Syariah

    by Minsya July 11, 2024
    by Minsya July 11, 2024 3 minutes read

    Menabung adalah kebiasaan baik yang diajarkan sejak dini. Dalam Islam, hal ini bukan hanya sekadar mengumpulkan harta, tetapi juga merupakan bentuk ibadah dan persiapan diri untuk masa depan. Dalam konteks …

    0 FacebookTwitterPinterestEmail
  • Investasi Syariah

    Indeks Saham Syariah: ISSI vs. JII Pilih Mana?

    by Minsya July 10, 2024
    by Minsya July 10, 2024 4 minutes read

    Dalam dunia investasi, indeks saham syariah menjadi salah satu pilihan menarik bagi para investor yang menginginkan investasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Dua indeks saham syariah utama di Indonesia adalah …

    0 FacebookTwitterPinterestEmail
  • Berita Saham Syariah

    ERAA Mencatatkan Pertumbuhan Pendapatan Sebesar 8,5% Tahun 2024

    by Minsya July 9, 2024
    by Minsya July 9, 2024 4 minutes read

    PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), salah satu perusahaan ritel dan distribusi perangkat telekomunikasi terkemuka di Indonesia, telah merilis laporan keuangan untuk kuartal pertama tahun 2024. Laporan ini menunjukkan kinerja yang …

    0 FacebookTwitterPinterestEmail
  • Pojok Komunitas

    Ekonomi Syariah: Cabang Ilmu Ekonomi Yang Membuka Pintu Kekayaan

    by Minsya July 8, 2024
    by Minsya July 8, 2024 7 minutes read

    Ekonomi Syariah (Eksyar) adalah sebuah sistem ekonomi yang berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah Islam yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadis. Prinsip utama dalam ekonomi syariah adalah larangan terhadap riba (bunga), gharar …

    4 FacebookTwitterPinterestEmail
  • Keuangan Syariah

    Cara Cerdas Mengelola Dana Darurat Sesuai Prinsip Syariah

    by Minsya July 7, 2024
    by Minsya July 7, 2024 3 minutes read

    Dana darurat merupakan salah satu pilar penting dalam perencanaan keuangan. Keberadaannya akan memberikan rasa aman dan ketenangan bagi Anda dan keluarga, terutama saat menghadapi situasi darurat seperti sakit mendadak, kehilangan …

    0 FacebookTwitterPinterestEmail
  • 1
  • …
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • …
  • 131
October 9, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
kimia farma
Emiten Syariah

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) Profil dan Sejarahnya

by Minsya October 6, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Pernah dengar Kimia Farma? perusahaan ialah anak perusahaan Bio Farma yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang farmasi. Perusahaan ini telah memiliki ribuan apotek dan ratusan klinik kesehatan yang tersebar di Indonesia. Untuk mengetahui informasi lebih jelas mengenai KAEF, simak penjelasan di bawah ini.

Profil PT Kimia Farma Tbk

PT Kimia Farma ialah BUMN atau Badan Usaha Milik Negara sebagai perusahaan farmasi pertama yang didirikan di Indonesia. Seluruh fasilitas produksinya telah dilengkapi dengan sertifikasi nasional maupun internasional termasuk Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik, Cara Pembuatan Obat yang baik dan Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik.

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mempunyai 10 fasilitas produksi yang berada di 6 kota di Indonesia. Kelima fasilitasnya berhasil memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik. Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik, Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik dan Cara Pembuatan Bahan Baku Obat yang Baik.

Perusahaan ini juga selalu memastikan bahwa seluruh cabangnya mendapatkan sertifikat dan memahami CPOB. Adapun kegiatan distribusinya dimulai dari Pabrik KAEF yang disalurkan kepada Pedagang Besar Farmasi lalu obatnya didistribusikan kepada apotek, toko obat, balai pengobatan dan instalasi farmasi rumah sakit.

Sebagai perusahaan industri farmasi, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menawarkan berbagai produk farmasi yang terdiri dari 4 kategori yaitu generic, OTC & herbal, etikal dan kosmetik.  Untuk obat generic, ada dua jenis obat yaitu bermerek dagang dan berlogo. Sementara itu, OTC ialah obat yang boleh digunakan tanpa resep.

Baca Juga : PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) Profil dan Sejarahnya

kimia farma

Sejarah PT Kimia Farma Tbk

KAEF mulai menjalankan kegiatan usahanya pada tahun 1817. Hal ini bersamaan dengan pendudukan Belanda di Indonesia. Hal ini diikuti dengan pemerintah Hindia-Belanda yang mendirikan NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co untuk memenuhi bisnis dan pelayanan farmasi di dalam negeri.

Pada tahun inilah, perusahaan KAEF mulai mengawali bidang farmasi di Indonesia. Hal ini bersamaan dengan perubahan besar yang terjadi di Belanda yaitu ketika Frederick mulai memimpin Kerajaan Belanda sebagai Raja William 1 di tahun 1815. Setelah merdeka, pemerintah Indonesia membangun perusahan farmasi nasional di tahun 1958.

Sejumlah perusahaan farmasi akhirnya digabung menjadi Perusahaan Negara Farmasi (PNF) Bhinneka Kimia Farma. Sampai tahun 1969, pemerintah terus menggabungkan sejumlah perusahaan farmasi lainnya ke dalam Bhinneka Kimia Farma yakni PN Raja Farma, PN Nakula Farma, dan PN Sari Husada.

Pada tahun 1971, perusahaan mendirikan KAEF secara resmi dengan mengubah PN Bhinneka Kimia Farma menjadi PT atau Perseroan terbatas. Hal ini terjadi ketika pemerintah Indonesia tengah mendorong investasi asing langsung serta membangun industri farmasi di dalam negeri.

Memasuki babak baru, KAEF melantai bursa lokal pada tahun 2001. Bermarkas di Jakarta Pusat, perusahaan ini memiliki simbol saham KAEF. Pada 2018, Kimia Farma mulai membuka lembaran baru dengan membentuk anak perusahaan ritel farmasi di Arab Saudi yang bernama Kimia Farma Dawa.

Melalui saham tersebut, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) memegang 60% dari saham perusahaan tersebut. sementara itu, Dawaa Medical Limited Company memegang sisanya. Sejak 2020, KAEF menginduk Bio Farma sebagai induk perusahaan farmasi milik negara. Hal ini sejalan dengan langkah pemerintah merampingkan jumlah BUMN.

Pembentukan ini terjadi ketika pandemi Covid-19 tengah memikul kesehatan masyarakat serta ekonomi Indonesia. Dalam hal ini, KAEF memainkan peran penting dalam tes maupun vaksinasi Covid-19. Pada tahun 2019, KAEF mengakuisisi PT Phapros Tbk. Setahun kemudian, Holding BUMN Farmasi dibentuk dimana KAEF menjadi salah satu anggotanya.

Kini, Kimia Farma telah memiliki 10 fasilitas produksi, 49 distributor, 1.232 apotek, 400 klinik kesehatan, 3 klinik kecantikan serta 72 laboratorium klinik. Dalam meningkatkan bisnis dan layanannya, KAEF memiliki sejumlah anak perusahaan, seperti PT SIL, KFA, KFTD, KFSP, Kimia Farma Dawaa, dan PT Phapros.

Itulah penjelasan mengenai profil dan sejarah singkat dari PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang menarik dipelajari. Bisa disimpulkan bahwa perusahaan ini bukan sekedar perusahaan farmasi tetapi telah melewati sejarah yang panjang. Tidak heran jika perusahaan ini dikenal sebagai industri farmasi pertama dan terbesar di Indonesia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 6, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Mitra Keluarga
Emiten Syariah

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) Profil dan Sejarahnya

by Minsya October 4, 2023
written by Minsya 6 minutes read

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) ialah perusahaan yang menyediakan pelayanan kesehatan dengan 26 rumah sakit yang tersebar di Pulau Jawa hingga akhir 2021. Dibalik kesuksesannya, perusahaan ini menyimpan sejarah yang panjang dan menarik diketahui sebagai berikut.

Profil dari Mitra Keluarga Karyasehat

Selama 25 tahun lebih, Mitra Keluarga Karyasehat telah tumbuh sebagai operator rumah sakit komunitas terdepan. Dengan tingkat keuntungan yang sehat, perusahaan telah mengoperasikan 12 rumah sakit yang tersebar di 8 wilayah Jabodetabek, 3 di Surabaya dan 1 di Tegal. Seluruh rumah sakitnya berlokasi di area dengan populasi kelas menengah yang besar.

Selain itu, akses di lokasinya lebih mudah untuk memperoleh tenaga medis di Indonesia. Sebagai salah satu operator rumah sakit swasta terbesar di Indonesia, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) memiliki total tempat tidur sebanyak 1,810 pada tanggal 31 Desember 2016.

Hal tersebut semakin didukung dengan sejarah brandnya sehingga mampu mempertahankan tenaga kesehatan yang berkualitas dan berdedikasi tinggi. Sesuai Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan perusahaan berfokus pada jasa konsultasi bisnis serta manajemen rumah sakit.

Kini, bisnis utama MIKA yakni menjalankan usaha baik secara langsung maupun tidak langsung melalui anak perusahaannya di bidang pelayanan kesehatan. Hal ini dilakukan dengan memberikan jasa pelayanan medik dengan mengelola rumah sakit yang bernama Mitra Keluarga.

Baca Juga : PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) Profil dan Sejarahnya

Mitra Keluarga

Sejarah Singkat Mitra Keluarga Karyasehat

Pada tahun 1989, perusahaan membuka sejarahnya dengan menjalankan sebuah rumah sakit bersalin bernama RS Mitra Keluarga di Jatinegara, Jawa Timur dengan 35 tempat tidur. 4 tahun kemudian, Rumah Sakit Keluarga mulai menjalankan kegiatan usahanya di Bekasi Barat. PT Calida Ekaprana resmi didirikannya di tahun 1995.

Rumah Sakit Mitra Kemayoran dan Rumah Sakit Internasional Bintaro juga mulai dioperasikan pada tahun 1998. Setahun kemudian, RS Mitra Keluarga Surabaya dioperasikan. Sekitar tahun 2001 hingga 2002, perusahaan mulai mengoperasikan RS Mitra Keluarga Kelapa Gading dan RS Mitra Keluarga Jatinegara.

Pada tahun 2004, kegiatan ekspansinya terus berlanjut dengan mengoperasikan Rumah Sakit Keluarga Bekasi Timur dan RS Mitra Keluarga Depok di tahun 2008. Setahun kemudian RS Mitra Keluarga Waru dan RS Mitra Keluarga Tegal mulai dioperasikan pada tahun 2009. Mulai tahun 2010 hingga 2011, perusahaan mengoperasikan RS Mitra Keluarga di Cikarang dan Cibubur.

Penggantian namanya dilakukan pada tahun 2014 menjadi seperti sekarang diikuti dengan mulai beroperasinya RS Mitra Keluarga Kenjeran. Satu tahun kemudian, perusahaan resmi melantai BEI atau Bursa Efek Indonesia dibarengi dengan mulainya RS Mitra Keluarga Kalideres beroperasi.

Kegiatan ekspansi terus dilakukan dengan menjalankan RS Mitra Keluarga Gading Serpong,  klinik fertilitas MBrio, RS Mitra Keluarga Bintaro dan RS Mitra Keluarga Pratama Jatiasih serta mengakuisisi RS Bina Husada, PT Rumah Kasih Indonesia RS Mutiara Hati, RSIA Panti Abdi Dharma.

Pada tahun 2021, RS Mitra Keluarga Pondok Tjandra mulai menjalankan kegiatan usahanya diikuti dengan pembukaan klinik fertilitas MBrio di Kelapa Gading. Ditahun yang sama,perusahaan menghadirkan sebuah aplikasi telemedicine yang bernama Altea Care. Perusahaan juga melakukan peletakan batu pertama dengan pembangunan RS Mitra Keluarga.

Pembangunan tersebut dilakukan di Tegal dan Slawi yang remi menjalankan kegiatan usahanya pada awal tahun. Kini, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) telah memiliki 17 rumah sakit bernama Mitra Keluarga serta 9 rumah sakit yang berada di bawah naungan Kasih Group.

Rumah sakit di bawah naungannya telah melayani 202.900 pasien rawat inap serta 2.300.000 pasien rawat jalan dengan 1.782 dokter, 5.964 tenaga medis serta 1.795 karyawan non-medis di akhir tahun 2021. Hingga akhir tahun, perusahaan telah memiliki 8 anak usaha yang tersebar di wilayah Indonesia.

Adapun 8 anak usaha PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) yakni PT Proteindo Karyasehat, PT Kinarya Loka Buana, PT Rumah Kasih Indonesia, PT Sehat Digital Nusantara, PT Ragam Sehat Multifita, PT Ekamita Arahtegar, PT Alpen Agungraya dan PT Bina Husada Gemilang.

Itulah penjelasan mengenai sejarah dan profil dari PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) yang menarik diketahui. Bisa disimpulkan bahwa perusahaan telah melakukan beberapa kali kegiatan ekspansinya. Tidak heran jika MIKA berhasil menjadi salah satu operator rumah sakit swasta terbesar di Indonesia.

Melalui PT Bhakti Investama, Hary meningkatkan kepemilikannya dari 10,72% sampai dengan 37,60% di PT Bimantara. Hary kemudian ditetapkan sebagai Presiden Direktur Bimantara pada 30 April 2002. Keberadaan Hary di PT Bimantara ini juga mengejutkan karena beliau pada saat itu dinilai tidak memiliki kekuatan modal besar menguasai bisnis Cendana.

Bahkan, ada yang berasumsi bahwa Hary mendapatkan dukungan atau bekingan dari keluarga Cendana sehingga ia berperan sebagai operator. Ada juga yang beranggapan bahwa ia mendapatkan modal dari investor rahasia. Rumor lain juga mengatakan bahwa ia dibantu oleh investor kawakan yang bernama George Soros.

Hary juga menyatakan bahwa keberhasilannya dikarenakan prestasi yang menyehatkan dari Bimantara dengan peningkatan kinerja dan menjual sejumlah asetnya yang berpotensial. Begitu Hary masuk, Bimantara menyederhanakan fokusnya pada beberapa perusahaan khususnya media. Pada 14 April 2001, saham di PT Danapaints Indonesia dilepaskan.

Saham PT Bimagraha Telekomindo kemudian dijual pada Indosat seharga US$ 558 juta. Saham senilai Rp 36,5 miliar dari PT SAmudra Petrindo kemudian dijual dan saham senilai Rp 10 juta juga dari PT Bimantara Graha Insurance Brokers juga dijual. Disamping itu, Bimantara bergerak di bidang aviasi, seperti Cardig Air dan Jasa Angka Semesta.

Perlu diketahui bahwa upaya divestasi telah dilakukan saat perusahaan masih menjadi pemilik saham utamanya, seperti pada tahun 2000 saat melepas PT Plaza Indonesia Realty, PT Polychem Lindo, PT Bimantara Cakra Nusa, PT Nestle Indonesia, PT Aqualindo Mitra Industri, serta PT Citra Mobil Nasional.

Van der Horst yang merupakan anak perusahaan Bimantara di Singapura juga dilepas. Kemudian, penjualan Bimantara dimanfaatkan untuk merestrukturisasi perusahaan serta membayar hutangnya di BPPN. Akan tetapi, Hary mempercepat divestasi pada perusahaan yang tidak berkaitan dengan media. Sementara itu, akuisisi atau investasi pada perusahaan media dilepas pada 2003.

Sejak tahun 2001, Global TV juga dilepas dari tangan PT Titian Para Putra Sejahtera. Dua tahun berikutnya, TPI, Indovision, Radio Trijaya dan Mobile-8 Telecom berusaha ditingkatkan kembali. Hary menyatakan bahwa ia ditawari secara langsung oleh Bambang saat masuk Bimantara agar membeli saham sebesar 25%.

Kemudian, Hary langsung membeli saham dengan uangnya sendiri. Ia juga menyesuaikan situasi saat Bimantara masih memiliki kapitalisasi pasar rendah. Keterlibatannya dalam pengelolaan Bimantara inilah yang membuat Hary tertarik dengan anak perusahaan industri media penyiaran serta Bimantara RCTI. 

Dalam rangka mengubah fokus usaha dari konglomerat ke media telekomunikasi, Bimantara akhirnya merubah namanya menjadi PT Global Mediacom Tbk (BMTR). Adapun arti dari nama perusahaan tersebut yakni perusahaan media dan telekomunikasi yang menjadi pemain di level global.

Seiring berjalannya waktu, kepemilikan Global Mediacom berada di bawah Hary. Sementara itu, saham Bambang Tri semakin merosot melalui PT Asriland. Meskipun awalnya bertahan hingga tahun 2012 dengan saham sekitar 10 hingga 14%, saham Bambang kemudian lenyap di awal tahun 2012. 

Sejak saat itulah, saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) sepenuhnya berada di naungan kepemilikan Hary. Bahkan, kini telah mencapai 55% atau lebih. Meski demikian, Hary masih berusaha mempertahankan sebagian orang lama di perusahaan, seperti Rosano Barack. Hingga kini, Hary Tanoesoedibjo masih menjabat sebagai direktur utama Global Mediacom.

Demikian informasi mengenai profil dan sejarah singkat dai PT Global Mediacom Tbk (BMTR). Seperti yang diketahui bahwa perusahaan ini memiliki sejarah yang panjang sejak  30 Juni 198 hingga menjadi perusahaan media yang besar. Mulai dari berdirinya, memperluas kegiatan usaha, mempercepat divestasi, hingga berganti direktur utama.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 4, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Medikaloka Hermina
Emiten Syariah

PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) Profil dan Sejarahnya

by Minsya September 29, 2023
written by Minsya 3 minutes read

PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) ialah sebuah perusahan penyedia layanan yang mengelola Rumah Sakit Hermina. Perusahaan ini ialah grup rumah sakit swasta terbesar kedua di Indonesia yang dihitung berdasarkan jumlah rumah sakit dan tempat tidurnya. Dibalik itu, perusahaan ini memiliki sejarah yang menarik diketahui sebagai berikut.

Profil dari Perusahaan Medikaloka Hermina

Berdiri pada tanggal 07 Mei 1999, Medikaloka Hermina memiliki kantor pusat yang berada di Jl. Raya Jatinegara Barat No. 126, Jakarta Timur, Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usahanya bergerak di bidang jasa kesehatan dengan 28 rumah sakit umum dan 2.780 tempat tidur. Perusahaan juga menawarkan berbagai jasa media, seperti layanan kesehatan ibu dan anak.

Adapun beberapa layanan lain yang ditawarkan seperti jasa laboratorium, fasilitas radiologi dan pencitraan, perawatan kesuburan dan pelayanan kesehatan umum, apotek, jasa diagnosa dan gawat darurat, serta prosedur operasi yang kompleks. HEAL juga merupakan salah satu rumah sakit yang menyediakan layanan JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional dan asuransi kesehatan nasional.

Bisa dikatakan bahwa Medikaloka Hermina menyediakan layanan rumah sakit umum dengan komprehensif yang terus dikembangkan dengan perawatan spesialis. Perusahaan menyediakan perawatan kesehatan secara optimal serta profesional untuk menjalankan fungsinya. Dengan begitu, rumah sakit berkomitmen melayani pasien BPJS untuk mendukung program pemerintah.

Baca Juga : PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) Profil dan Sejarahnya

Medikaloka Hermina
https://www.herminahospitals.com/en/branch/hermina-arcamanik.html

Sejarah Singkat Medikaloka Hermina

Sejarah PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) dimulai pada tahun 1967 ketika Hermina Sulaiman mendirikan Rumah Bersalin Djatinegara di Jl. Jatinegara Barat No. 126, Jakarta Timur dengan fasilitas 7 tempat tidur. Hermina Sulaiman melakukan kerja sama dengan seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan bernama Budiono Wibowo pada tahun 1970.

Kerjasama tersebut dilakukan untuk mengembangkan rumah bersalin menjadi Rumah Bersalin Hermina dengan 13 tempat tidur. Akhirnya, rumah sakit tersebut diresmikan dan menerima izin pendirian sebagai Rumah Sakit Bersalin Hermina. Dengan 25 tempat tidur, rumah sakit ini mulai menjalankan kegiatan usahanya pada tanggal 25 April 1985.

Sebuah rumah sakit di Sunter Agung, Jakarta Utama diakuisisi Yayasan Hermina di tahun 1995. Kegiatan akuisisinya berlanjut pada rumah sakit baru di Bekasi dengan 150 tempat tidur yang dilakukan pada tahun 1997. Kemudian, yayasan mengubah statusnya dari organisasi nirlaba menjadi sebuah perusahaan bernama “PT Medikaloka Hermina” pada 1999.

Pada rentang tahun 2000 hingga 2002, perusahaan membuka tiga rumah sakit baru di wilayah Jabodetabek. Tidak sampai situ, tiga rumah sakit baru lainnya juga dibuka serta mengakuisisi dua rumah sakit sekitar tahun 2003 hingga 2008. Perusahaan lalu membuka tujuh rumah sakit baru dan mengakuisisi tiga rumah sakit di antara tahun 2009 hingga 2014.

Rumah sakit di Palembang akhirnya dibuka sebagai rumah sakit pertamanya di luar Pulau Jawa pada tahun 2014. Sekitar tahun 2015-2016, perusahaan juga membuka dua rumah sakit baru serta mengakuisisi 1 rumah sakit. Hermina Tower juga dibuka pada tahun 2016 sebagai kantor pusat.

Di tahun 2017, empat rumah sakit baru dibuka dan proses restrukturisasi berhasil diselesaikan untuk mengkonsolidasikan rumah sakit yang dijalankannya. Akhirnya, perusahaan resmi melantai BEI atau Bursa Efek Indonesia pada 16 Mei 2018. Kegiatan ekspansi rumah sakit terus dilakukan dengan membuka tiga rumah sakit baru yang ada di Samarinda, Padang dan Jakabaring.

PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) kemudian mengakuisisi satu rumah sakit yang berlokasi di Bandar Lampung. Dua rumah sakit baru juga dibuka pada tahun 2019. Di tahun yang sama, perseroan mengakuisisi dua rumah sakit yang berada di Pekalongan serta Wonogiri. Pada 18 Januari 2022, rumah sakit baru di Cilegon telah diresmikan.

Hingga akhir tahun 2020, perseroan telah menaungi 49 anak usaha yang tersebar di wilayah Indonesia. Beberapa di antaranya yaitu PT Medikaloka Internusa, PT Medikaloka Sejahtera, PT Medikaloka Husada, PT Medikaloka Daan Mogot, PT Medikaloka Bogor, PT Medikaloka Mitra Pasteur, PT Medikaloka Malang, dan PT Medikaloka Mitra Pandanaran.

Demikian penjelasan mengenai profil dan sejarah PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) yang menarik diketahui. Bisa disimpulkan bahwa HEAL ialah rumah sakit  yang menyediakan berbagai jasa kesehatan. Selain itu, perusahaan ini menyediakan layanan pasien BPJS dan JKN.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

September 29, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Mitra Pinasthika Mustika
Emiten Syariah

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) Profil dan Sejarahnya

by Minsya September 27, 2023
written by Minsya 3 minutes read

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) atau biasa dikenal sebagai MPM Group ialah perusahaan investasi yang beroperasi di bidang otomotif dan jasa keuangan. Ada banyak bidang usaha yang dimilikinya mulai dari penjualan dan distribusi sepeda motor, mobil, dan masih banyak lagi. Untuk mengetahui profil perusahaan lebih lengkap, simak penjelasan di bawah ini.

Profil Perusahaan Mitra Pinasthika Mustika

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk ialah perusahaan multifinance yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang permodalan, multiguna serta pengembangan investasi pada pembiayaan untuk kendaraan roda empat, roda dua serta multiga. Bidang keuangan juga dilakukannya melalui pembiayaan produk alat berat, mesin beserta properti industri.

Selain itu, MPMX juga menyediakan berbagai produk pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan harga terjangkau. Sehingga, pelanggan merasa puas dan nyaman akan produk dan layanan yang ditawarkan. Bisa dibilang perusahaan melakukan kegiatan usaha secara langsung maupun tidak langsung melalui anak perusahaannya.

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk juga beroperasi di bidang distribusi kendaraan bermotor dua dan suku cadang yang bermerek Honda di wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur, asuransi umum, penyewaan kendaraan, supir lelang, kegiatan pembiayaan, penjualan kendaraan roda empat secara online dan masih banyak lagi.

Entitas anak perusahaannya dikelompokkan menjadi beberapa segmen yakni distribusi, aftermarket, ritel, transportasi dan masih banyak lagi. Salah satu contohnya yaitu PT Mitra Pinasthika Mulia yang menjalankan segmen distribusi, aftermarket dan ritel. MPMParts bergerak di segmen transportasi yang mendistribusikan suku cadang kendaraan roda dua dan empat.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Mitra Pinasthika Mustika
https://www.mpmgroup.co.id/id

Sejarah dari Mitra Pinasthika Mustika

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) berdiri pada tahun 1987 dengan kantor pusat yang berada di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini telah tercatat di BEI sejak 29 Mei 2013 dengan kode saham MPMX. Sejumlah bidang usaha yang dijalankan yaitu penjualan serta distribusi sepeda motor dan mobil, pelayanan spare part, jasa pelayanan transportasi dan logistik serta jasa keuangan.

Sebagai bagian dari Saratoga Investama Sedaya, MPMX telah beroperasi sejak tahun 1987 hingga menjadi perusahaan terkenal di Indonesia. Pada wanly, perusahaan ini didirikan oleh William Soeryadjaya dengan menjalankan kegiatan usahanya di bidang distribusi sepeda motor. Usaha penjualannya tersebut dilakukan secara ritel pada tahun 1992.

Berbagai upaya terus dilakukan untuk mengembangkan bisnis di berbagai bidang mulai dari produksi berbagai oli sepeda motor, penjualan ritel sepeda motor, penjualan suku cadang sepeda motor, distribusi mobi, jasa dealership, asuransi hingga pembiayaan. Selama 30 tahun, perseroan berusaha dalam mempertahankan eksistensinya serta memberikan nilai plus kepada pemangku kepentingan.

Hal tersebut dilakukan dengan mengambil alih usaha distribusi sepeda motor melalui didirikannya PT Mitra Pinasthika Mulia di tahun 2010. PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika juga didirikan untuk menyediakan berbagai produk asuransi kerugian berupa non-jiwa pada tahun 2012.

Pada bulan Desember 2012, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) menjalin kerjasama dengan perusahaan kredit konsumen terkenal dari Jepang yaitu ACCS Co., Ltd. (JACCS). Dalam hal ini, JACCS melakukan investasi besar pada PT Sasana Artha Finance. Pada bulan Mei 2014, PT Sasana Artha Finance menjadi bagian dari brand MPMFinance.

Perseroan juga mendirikan PT Putra Mustika Prima untuk menjalankan kegiatan usaha di bidang distribusi suku cadang serta pelumas pada tahun 2015. Mulai tahun 2016 hingga 2017, PT Ananta Cipta Tama serta entitas anaknya didirikan untuk mengembangkan usaha perseroan yang bergerak di bidang usaha penunjang dan usaha perusahaan induk.

Pada 31 Desember 2019, perseroan telah mempunyai 5 entitas anak serta 1 entitas asosiasi yang bekerja secara aktif. Saham-saham dari beberapa badan hukum juga diakuisisi seperti PT Sasana Finance, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, dan PT JACCS Mitra Pinasthika Mustika Finance Indonesia.

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) ialah perusahaan penjualan dan distribusi di bidang kendaraan roda dua dan roda empat, pembiayaan, keuangan dan jasa pelayanan transportasi di Indonesia. Bisa dibilang perusahaan ini terkenal di sektor bisnis transportasi karena pelayanan dan produk yang ditawarkan berkualitas. Dikarenakan strategi dan dedikasinya, citra bisnis MPMX sangat baik.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

September 27, 2023 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
Ace Hardware
Emiten Syariah

PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) Profil dan Sejarahnya

by Minsya September 26, 2023
written by Minsya 6 minutes read

PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) ialah perusahaan ritel yang bergerak di bidang perabotan rumah tangga dan perkakas yang dimiliki oleh grup KAwan Lama Sejahtera. Produknya dipasarkan dengan berbagai merk dagang, seperti Kris, Krisbow dan Ace. Hampir semua masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan produk yang dihasilkan.

Profil dari PT Ace Hardware Indonesia Tbk

Ace Hardware Indonesia mengalami beberapa kali perubahan nama yang berawal dari PT Kawan Lama Home Center. Kemudian, perusahaan ini merubah namanya menjadi PT Ace Indoritel Perkakas. Terakhir, nama tersebut diganti menjadi PT Ace Hardware Indonesia hingga kini. Adapun kantor pusatnya berada di Gedung Kawan Lama, Lt. 5, Jl. Puri Kencana No. 1, Kembangan, Jakarta Barat.

PT Ace Hardware berkembang sebagai sebuah korporasi mendunia dimulai dari toko kecil di Chicago dan kini telah merambah ke berbagai negara seperti Indonesia. Dengan 5000 toko lebih di seluruh dunia, total usaha Ace Hardware berhasil meraih angka lebih dari 3 million dollar AS per tahunnya. Ace Hardware bukanlah sekedar toko korporasi biasa di setiap negara termasuk Indonesia.

Ruang lingkup kegiatan Ace Hardware Indonesia yakni perdagangan umum khususnya kegiatan ekspor impor, agen dan distributor. Kegiatan ini ialah penjualan ritel barang kebutuhan rumah tangga dan gaya hidup sehari-hari. Kini, Ace Hardware Indonesia memiliki 216 gerai dan 60 gerai Toys Kingdom yang berada di beberapa kota besar di Indonesia.

Baca Juga : PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Profil dan Sejarah Singkat

Ace Hardware
https://www.idnfinancials.com/id/news/38157/ace-hardware-store-kudus

Sejarah dari Ace Hardware Indonesia

PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) mulai membuka sejarahnya pada tanggal 3 Februari 1995. Kegiatan operasionalnya mulai dilakukan secara komersial pada tanggal 22 Desember 1995. Awalnya, perusahaan ini Bernama PT Kawan Lama Home Centre yang telah ditetapkan sejak tanggal berdirinya.

Pada tanggal 28 Oktober 1997, namanya diubah menjadi PT Ace Indoritel Perkakas. Terakhir, perusahaan ini merubah Namanya untuk terakhir kali menjadi PT Ace Hardware Indonesia pada 28 Agustus 2001 sampai sekarang. Pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK diperoleh untuk melakukan IPO atau Penawaran Umum Perdana Saham pada 30 Oktober 2007.

Gerai pertamanya dibuka di Karawaci, Tangerang hingga berkembang terus sebagai perusahaan ritel terkenal dalam menawarkan berbagai perlengkapan rumah tangga, gaya hidup dan mainan anak-anak. Sampai akhir tahun 2017, perusahaan retail ini telah menggerakkan 144 gerai dengan luas lebih dari 371.600 meter persegi di 36 kota di Indonesia.

Salah satunya yaitu gerai flagship ACE atau ACE Living World Alam Sutera di Banten dengan luas 15.000 meter persegi. Gerai ini berhasil meraih dua penghargaan sekaligus yaitu sebagai The Biggest Lifestyle and Home Improvement Store dari Museum Rekor Indonesia dan The Largest ACE Store on Earth dari Hardware Corporation, USA pada tahun 2011.

Sejak 6 November 2007, AHI menjadi emiten dengan kode bursa ACES di BEI. Perusahaan ini menyediakan saham perseroan sebesar 30% kepada public melalui IPO yang kini jumlah saham free floatnya sebesar 40%. Adapun PT Toys Game Indonesia sebagai anak usaha Ace Hardware Indonesia memiliki saham kepemilikan sebesar 59,9988%.

Sejak tanggal 4 Juni 2010, Toys Kingdom mulai menjalankan kegiatan usahanya sebagai toko ritel mainan yang menyediakan pengalaman unik serta kepuasan berbelanja bagi para konsumen. Kini, gerai mainan tersebut berhasil menjadi salah satu pemain utama di sektor ritel mainan modern di Indonesia. Kini, ada 57 gerai yang tersebar di 21 kota besar Indonesia.

Sejak tanggal 1 November 2012, perluasan kepemilikan saham serta likuiditas perdagangan ditingkatkan dengan pemecahan saham berasio 1:10. Seiring perkembangan teknologi. Ace Hardware Indonesia perlu menyeimbangkannya dengan menghadirkan situs belanja online Bernama Rupa Rupa sejak 25 April 2016.

Penawaran ini ditujukan kepada masyarakat sebanyak 515.000.000 dengan nilai Rp 100 per sahamnya dan Rp 820 per saham untuk harga penawaran. Saham-saham itulah yang dicatatkan kepada BEI atau Bursa Efek Indonesia pada 6 November 2007. Pemegang saham diatas 5% yaitu PT Kawan Lama Sejahtera dan sekitar 39% oleh publik.

Demikian informasi mengenai profil dan sejarah dari PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) yang menarik dipelajari. Perusahaan ritel ini berhasil menjadi perusahaan terkenal yang menyediakan berbagai kebutuhan peralatan rumah tangga, mainan anak dan gaya hidup berkat kegiatan perluasan dan strategi pengembangannya.

Melalui PT Bhakti Investama, Hary meningkatkan kepemilikannya dari 10,72% sampai dengan 37,60% di PT Bimantara. Hary kemudian ditetapkan sebagai Presiden Direktur Bimantara pada 30 April 2002. Keberadaan Hary di PT Bimantara ini juga mengejutkan karena beliau pada saat itu dinilai tidak memiliki kekuatan modal besar menguasai bisnis Cendana.

Bahkan, ada yang berasumsi bahwa Hary mendapatkan dukungan atau bekingan dari keluarga Cendana sehingga ia berperan sebagai operator. Ada juga yang beranggapan bahwa ia mendapatkan modal dari investor rahasia. Rumor lain juga mengatakan bahwa ia dibantu oleh investor kawakan yang bernama George Soros.

Hary juga menyatakan bahwa keberhasilannya dikarenakan prestasi yang menyehatkan dari Bimantara dengan peningkatan kinerja dan menjual sejumlah asetnya yang berpotensial. Begitu Hary masuk, Bimantara menyederhanakan fokusnya pada beberapa perusahaan khususnya media. Pada 14 April 2001, saham di PT Danapaints Indonesia dilepaskan.

Saham PT Bimagraha Telekomindo kemudian dijual pada Indosat seharga US$ 558 juta. Saham senilai Rp 36,5 miliar dari PT SAmudra Petrindo kemudian dijual dan saham senilai Rp 10 juta juga dari PT Bimantara Graha Insurance Brokers juga dijual. Disamping itu, Bimantara bergerak di bidang aviasi, seperti Cardig Air dan Jasa Angka Semesta.

Perlu diketahui bahwa upaya divestasi telah dilakukan saat perusahaan masih menjadi pemilik saham utamanya, seperti pada tahun 2000 saat melepas PT Plaza Indonesia Realty, PT Polychem Lindo, PT Bimantara Cakra Nusa, PT Nestle Indonesia, PT Aqualindo Mitra Industri, serta PT Citra Mobil Nasional.

Van der Horst yang merupakan anak perusahaan Bimantara di Singapura juga dilepas. Kemudian, penjualan Bimantara dimanfaatkan untuk merestrukturisasi perusahaan serta membayar hutangnya di BPPN. Akan tetapi, Hary mempercepat divestasi pada perusahaan yang tidak berkaitan dengan media. Sementara itu, akuisisi atau investasi pada perusahaan media dilepas pada 2003.

Sejak tahun 2001, Global TV juga dilepas dari tangan PT Titian Para Putra Sejahtera. Dua tahun berikutnya, TPI, Indovision, Radio Trijaya dan Mobile-8 Telecom berusaha ditingkatkan kembali. Hary menyatakan bahwa ia ditawari secara langsung oleh Bambang saat masuk Bimantara agar membeli saham sebesar 25%.

Kemudian, Hary langsung membeli saham dengan uangnya sendiri. Ia juga menyesuaikan situasi saat Bimantara masih memiliki kapitalisasi pasar rendah. Keterlibatannya dalam pengelolaan Bimantara inilah yang membuat Hary tertarik dengan anak perusahaan industri media penyiaran serta Bimantara RCTI. 

Dalam rangka mengubah fokus usaha dari konglomerat ke media telekomunikasi, Bimantara akhirnya merubah namanya menjadi PT Global Mediacom Tbk (BMTR). Adapun arti dari nama perusahaan tersebut yakni perusahaan media dan telekomunikasi yang menjadi pemain di level global.

Seiring berjalannya waktu, kepemilikan Global Mediacom berada di bawah Hary. Sementara itu, saham Bambang Tri semakin merosot melalui PT Asriland. Meskipun awalnya bertahan hingga tahun 2012 dengan saham sekitar 10 hingga 14%, saham Bambang kemudian lenyap di awal tahun 2012. 

Sejak saat itulah, saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) sepenuhnya berada di naungan kepemilikan Hary. Bahkan, kini telah mencapai 55% atau lebih. Meski demikian, Hary masih berusaha mempertahankan sebagian orang lama di perusahaan, seperti Rosano Barack. Hingga kini, Hary Tanoesoedibjo masih menjabat sebagai direktur utama Global Mediacom.

Demikian informasi mengenai profil dan sejarah singkat dai PT Global Mediacom Tbk (BMTR). Seperti yang diketahui bahwa perusahaan ini memiliki sejarah yang panjang sejak  30 Juni 198 hingga menjadi perusahaan media yang besar. Mulai dari berdirinya, memperluas kegiatan usaha, mempercepat divestasi, hingga berganti direktur utama.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

September 26, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
erajaya
Emiten Syariah

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Profil dan Sejarah Singkat

by Minsya September 25, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Erajaya Swasembada ialah industri yang bergerak di bidang distribusi serta retail perangkat elektronik yang berkaitan dengan telekomunikasi. Perusahaan ini cukup terkenal di Indonesia produknya yang berkualitas sehingga telah dipercayai masyarakat. Dibalik itu, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) memiliki sejarah menarik sebagai berikut.

Profil Perusahaan Erajaya Swasembada

PT Erajaya Swasembada Tbk menjalankan kegiatan usahanya di bidang perangkat elektronik, seperti tablet, smartphone, telepon seluler, SIM Card dan produk yang berhubungan dengan penggunaan jaringan internet, smartphone dan smartwatch. Adapun beberapa brand yang bekerja sama dengannya yakni Nokia, OPPO, Samsung, Vivo, Apple dan para operator seluler lainnya.

Sebelum Covid-19, ERAA telah mempunyai 1.100 gerai ritel, 83 pusat distribusi dan kurang lebih 61.000 reseller sebagai channel. Jangkauannya membuat perusahaan menguasai pasar hingga 35% distribusi serta penjualan handphone di Indonesia. Sementara itu, perusahaan juga memiliki 56 toko ritel serta 3 pabrik distribusi di Malaysia dan 17 ritel di Singapura.

Kini, pemegang saham perusahaan dari PT Eralink International memiliki 54,51% serta publik 45,17%. Sementara itu, sisanya dimiliki oleh komisaris serta direksi. Adapun toko-tokonya yaitu Erajaya Group, Erafone Megastore, iBox (Apple), serta Android Nation yang berbasis sistem operasi Android lainnya.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

erajaya
https://www.erajaya.com/files/Erajaya%20Website%20Picture/Era-Homepage/Th.OurResponsibility/Our%20Resposibility%20Thumbnail%201.jpg

Sejarah Penting Erajaya Swasembada

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mulai menjalankan kegiatan bisnisnya pada 8 Oktober 1996 p;eh Nudiarto Halim dengan akta pendirian No.7 di notaris Myra Yuwono. Perusahaan ini lalu disahkan oleh Menteri Kehakiman pada tahun 1997. Berkantor pusat di Jl. Gedong Panjang No. 29-31, Jakarta, Indonesia, perusahaan memiliki 1,682 gerai di 89 lokasi distribusi tersebar di Malaysia, Indonesia dan Singapura.

ERAA mengakuisisi Teletama Artha Mandiri di tahun 2011. Hal ini membuat perusahaan memperoleh keuntungan sebesar 300%. Di akhir tahunnya, ERAA mengubah statusnya sebagai perusahaan terbuka dan membangun 8 outlet dengan nama Erafone Megastore yang tersebar di wilayah Indonesia.

Melalui Data Citra Mandiri, perusahaan mengakuisisi iBox atau perusahaan ritel produk Apple. Di tahun yang sama, Erajaya Swasembada menghadirkan toko online bernama erafone.com. Setahun kemudian, perusahaan memiliki jumlah saham penjualan sebanyak 32%. Perusahaan melebarkan sayapnya dengan melakukan kegiatan ekspansi di seluruh wilayah Indonesia.

88 pusat distribusi serta 423 pusat ritel di 17 provinsi di Indonesia mulai menjalankan kegiatan usahanya pada bulan Juni 2013. Kegiatan ini berhasil mendapatkan 18.000 reseller atau penjual pihak ketiga. Kerjasama dilakukan dengan perusahaan Apple, Acer, BlackBerry, Huawei, Asus Dell, Lenovo, HTC, Nokia, Motorola, LG, Samsung serta Sony.

Di tahun 2020, perusahaan membuka 8 outlet Erajaya Retail Group yakni iBox, Erafone, Huawei Experience Store, Toko Indosat Ooredoo, Samsung Experience Store by NASA di kota Medan dan sekitarnya. Dengan Google, Erajaya merlis Nest Mini di Indonesia sebagai smart speaker canggih yang membantu konsumen menggunakan Asisten Google.

Kemudian, melalui Erajaya Retail Group, perusahaan menghadirkan produk mobile selling dan express, pelayanan home delivery service dari gerai terdekat. Hal ini memudahkan para konsumen menerima produk pesanannya dengan mudah dan cepat. Salah satu grup usahanya yaitu PT Data Citra Mandiri berhasil membuka iBox Official Shop di Shopee.

Di tahun yang sama, perusahaan resmi meluncurkan 1MORE ke Indonesia sebagai earphone wireless yang canggih. Secara serentak, perusahaan meresmikan 3 gerai retail barunya di Jakarta Pusat dengan merk Urban Republic. Erajaya terus menghadirkan inovasi baru dengan produk DJJ Mini 2 sebagai drone yang super ringan dengan fitur lengkap dan mudah digunakan.

Sekarang, perusahaan memiliki sejumlah anak perusahaan yakni Erafone Artha Retailindo, Teletama Artha Mandiri, Mitra Internasional Indonesia, Nusa Gemilang Abadi, Sinar Eka Selaras, Era International Network Era, Era Sukses Abadi, Mandiri Sinergi NIaga, Erajaya Swasembada Pte, Nusantara Prima, Azec Indonesia Management, dan masih banyak lagi.

Itulah pembahasan singkat mengenai profil dan sejarah dari PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Bisa disimpulkan bahwa perusahaan ini merupakan industri importir, distributor dan retail perangkat elektronik terpercaya yang ada di Indonesia. Produk yang ditawarkan juga sangat beragam mulai dari smartphone, gadget, aksesoris elektronik dan lainnya. Tidak heran jika perusahaan ini dipercaya masyarakat Indonesia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

September 25, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Ramayana
Emiten Syariah

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) Profil dan Sejarahnya

by Minsya September 22, 2023
written by Minsya 3 minutes read

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) ialah perusahaan yang beroperasi di bidang toko swalayan. Dirintis oleh sepasang suami istri bernama Paulus Tumewu serta Tan Lee Chuan, perusahaan terkenal ini berdiri pada tahun 1978 di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan hingga berhasil mencapai kesuksesannya sebagai berikut.

Profil Ramayana Lestari Sentosa

Selama 40 tahun, Ramayana beroperasi di bidang pakaian, makanan serta berbagai kebutuhan rumah tangga untuk tiga generasi konsumen di Indonesia. Sebagai salah satu bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia, RALS memiliki sekitar 100 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia.

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) pertama berdiri di tengah pusat kota Serang dengan lokasi strategis. Lokasinya cukup mudah diakses oleh kendaraan pribadi serta angkutan umum. Selain itu, wilayahnya terkenal dengan berbagai destinasi wisata yang ramai akan para wisatawan.

Ramayana juga menyediakan tenant yang cukup lengkap, seperti Pizza Hut, KFC, hiburan café café dan billiard. Tidak hanya fasilitas hiburan, Ramayana juga menyediakan berbagai stand makanan ringan serta kuliner khas daerah di Indonesia. Dengan begitu, konsumen juga dapat menikmati makanan atau wahana setelah berbelanja.

Sebagai strategi marketing atau pemasaran, Ramayana menggunakan jasa figure yang terkenal dan sering tampil di TV yaitu Raffi Ahmad. Wajah segarnya membantu membangun reputasi ceria Ramayana khususnya bagi pemuda yang baru saja masuk sekolah dengan menghadirkan event Back to School. Sehingga, popularitas merknya meraih seantero nusantara.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Ramayana

Sejarah Ramayana Lestari Sentosa

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) mulai membuka sejarahnya pada tanggal 14 Desember 1983. Dua tahun berikutnya, RALS menghadirkan berbagai produk sepatu, aksesoris dan tas. Di waktu yang sama, Department Store ini membuka toko pertamanya di luar Jakarta yakni Bandung dengan memperkenalkan berbagai produk yang tidak hanya pakaian.

Pada tahun 1989, RALS berubah menjadi jaringan ritel yang memiliki 13 gerai serta telah mempekerjakan 2.500 pekerja dengan produk yang lebih luas. Produknya meliputi kebutuhan rumah rangga, alat tulis serta mainan anak-anak. Sejak saat itu, RALS sudah mulai dikenal banyak orang.

Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, kegiatan utamanya yakni perdagangan umum barang-barang mencakup pakaian, sepatu, tas, kosmetik dan produk keseharian lainnya yang tersedia di gerai serba ada miliki perusahaan. Berbagai inovasi telah dilakukan dengan mengembangkan konsep belanja satu atap.

Dengan berbagai konsepnya, perusahaan ini semakin tumbuh hingga berhasil menjadi jaringan ritel terbesar di Indonesia. Kegiatan operasional 2 gerainya diberhentikan dan membuka 11 gerai baru di tahun 2007. Sebanyak 95 gerai dioperasikan dengan nama Ramayana, Robinson, Cahaya dan Orangemart.

Kini, perusahaan telah menjalankan sejumlah gerainya di 42 kota di Indonesia dengan mempekerjakan sekitar 17.687 pegawai yang berdedikasi tinggi pada perusahaan. Terlebih lagi, perusahaan telah mengoperasikan toko pertamanya di Papua. Hal ini sebagai salah satu upaya dalam memanjakan para konsumen dengan produk berkualitas tinggi dan harga terjangkau.

Pada tahun 2015, industri merencanakan cara menghadapi perekonomian yang tidak stabil di tingkat domestic serta global. Sebab, konsumen tengah menghadapi berbagai masalah inflasi, pengangguran dan lainnya. Selera masyarakat pun juga berubah-ubah dan tidak dapat ditebak sehingga RALS perlu melakukan berbagai upaya menghadapinya.

Dalam hal ini, perusahaan selalu melakukan ekspansi, promosi serta upaya meraih pangsa pasar untuk menarik perhatian pembeli. Pada tahun 2014, pengelolaan keuangannya tidak berhasil karena jumlah pengunjung serta penjualan mengalami kenaikan yang tidak dapat mengganti biaya pengeluaran.

Dengan begitu, keputusan yang dibuat tidak membuahkan hasil dan perencanaan pembukaan toko ditunda. Di tahun yang sama, hanya satu gerai yang baru saja dibuka yaitu di kota Malang. Bisa dibilang bahwa sepanjang tahun ini, Ramayana menghadapi konflik musiman. Dalam hal ini, perusahaan mengupayakan yang terbaik dalam mengatasi faktor-faktor negative meski target gagal dicapai.

Itulah penjelasan mengenai PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) dan sejarahnya yang menarik diketahui. Dapat disimpulkan bahwa department store ini menjalankan kegiatan bisnisnya di bidang pakaian, aksesoris, tas dan kebutuhan rumah tangga lainnya dalam satu atap. Ramayana juga terus melakukan strategi marketing dan upaya lainnya dalam menghadapi tantangan bisnis.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

September 22, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG