Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - emiten syariah - Page 10
Tag:

emiten syariah

XL Axiata
Emiten Syariah

PT XL Axiata Tbk (EXCL) Profil dan Sejarahnya

by Minsya November 21, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan provider XL Axiata. Ya, provider swasta ini menjadi jejeran kartu seluler yang digandrungi masyarakat. Jika kamu belum tahu, provider ini dioperasikan oleh PT XL Axiata Tbk (EXCL). Sebuah perusahaan operator seluler yang berdiri pada 8 Oktober 1996. Yuk, simak profil dan sejarah singkat perusahaan ini dalam ulasan berikut!

Profil Perusahaan XL Axiata

Perusahaan ini mengalami pergantian nama sebanyak dua kali. Tahun 1989 – 1996, bernama PT Grahametropolitan Lestari. Lalu, mengalami pergantian nama menjadi PT Excelcomindo Pratama Tbk dari tahun 1996 – 2009. Terakhir, berubah menjadi PT XL Axiata Tbk sejak 2009 – sekarang. Kemu pasti sudah tidak asing lagi dengan nama perusahaan ini, bukan?

Ya, perusahan ini merupakan rumah bagi produk utama XL Axiata, AXIS, dan Live.on. Dan dari beberapa produk utama tersebut, kemudian muncul berbagai macam produk seperti XL Prabayar, XL Prioritas, XL Business Solution, dan lain sebagainya. Jadi, bagi kamu para pengguna kartu seluler XL, perusahaan inilah yang menjadi produsennya. 

Menilik dari tingginya antusiasme masyarakat akan produknya, perusahaan ini sudah meraup pendapatan yang fantastis. Tercatat pada tahun 2021, perusahaan ini berhasil menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 26,75 Triliun. Sungguh angka yang lumayan untuk sebuah perusahaan operator seluler swasta. Tak ayal, perusahaan ini menjadi jajaran penguasa pasar di dunia telekomunikasi Indonesia.

Baca Juga : PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk TLKM! Begini Sejarahnya

XL Axiata

Sejarah Singkat

Setelah perubahan nama menjadi PT Excelcomindo Pratama Tbk di tahun 1996, perusahaan ini mendapatkan lisensi untuk membangun GSM di Indonesia. Menyusul Satelindo dan Telkomsel sebagai pendahulunya. Setelah itu, perusahaan ini berhasil menggaet investor asing seperti NYNEX AS, Mitsui Jepang, dan Asia Infrastructure Fund Taiwan. 

Lalu bergabung pula beberapa perusahaan lokal seperti PT Santana Telekomindo, Yayasan Tridaya, dan Yayasan Kartika Eka Paksi. Setelah persiapan yang panjang, perusahaan ini meluncurkan produk GSM pertamanya di tahun 1996. Nama produk tersebut adalah GSM-XL dan hanya beroperasi di sekitar Jakarta saja. 

Setahun setelahnya, perusahaan ini mengembangkan operasinya ke beberapa kota di Indonesia meliputi Pulau Jawa dan Bali. Hingga di akhir tahun, tercatat lebih dari 100.000 pengguna kartu seluler ini. Untuk mendukung semua operasionalnya, dibangun beberapa fasilitas penting, gerai resmi, dan layanan penunjang untuk pelanggan.

Di tengah krisis moneter tahun 1997, perusahaan ini emlakukan terobosan produk kartu prabayar yang bernama Pro-XL di tahun 1998. Dengan harapan bisa menanggulangi penurunan jumlah pelanggan yang signifikan akibat krisis tersebut. Terobosan ini memberikan dampak baik, hingga perusahaan ini terus bangkit. Sampai di tahun 2004, jumlah pelanggan mencapai lebih dari 4 juta orang.

Namun, setelah itu, perusahaan ini mengalami kerugian. Akhirnya solusi yang dilakukan adalah menjual sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2005. Hasilnya 56,9% saham perusahaan ini terjual ke Telekom Malaysia, lalu terjadi akuisisi pada perusahaan ini. Dampaknya, perusahaan ini pada masa itu juga tidak masuk dalam IHSG. 

Banyak perubahan pemegang saham terjadi, dan pada 2007 perusahaan ini resmi dikuasai oleh pihak asing. Kemudian di tahun 2009 terjadi perubahan nama menjadi PT XL Axiata Tbk, namun semua merk dagang produknya tetap sama. Beberapa tahun setelahnya, perusahaan ini merger dengan AXIS di tahun 2013. Proses merger ini mendatangkan banyak perubahan yang signifikan.

Seperti yang dijelaskan dalam rancangan operasionalnya, XL akan diposisikan untuk konsumen kelas menengah ke atas. Sedangkan, AXIS menjadi solusi produk bagi kaum muda. Hal ini didasarkan pada tarif dan harga layanan seluler dari kedua produk tersebut, pun dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

PT XL Axiata Tbk (EXCL) terus meningkatkan layanan untuk para pengguna setianya. Banyak sekali produk seperti pulsa, data seluler, hingga layanan operator lain yang disediakan oleh perusahaan ini. Terlebih dengan adanya aplikasi penunjang sebagai pusat layanan berbasis online yang sangat efisien.

Kartu seluler ini mungkin menjadi salah satu yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Terlebih dengan tarif dan layanan yang sesuai, XL Axiata menjadi salah satu penguasa produk kartu seluler yang selalu diincar. Itulah ulasan singkat tentang profil dan sejarah dari perusahaan ini. Tertarik untuk tahu lebih jauh? Cek website resminya ya!

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 21, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Telkom Indonesia
Emiten Syariah

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk TLKM! Begini Sejarahnya

by Minsya November 20, 2023
written by Minsya 3 minutes read

PT Telkom Indonesia (TLKM) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Telkom merupakan suatu perusahaan milik negara yang bergerak dibidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Pusat kantor dari perusahaan ini berada di Bandung dengan kantor operasionalnya di Jakarta. Berikut Sejarah berdirinya PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Apa Itu PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk?

Perlu diketahui bahwa PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menjadi salah satu badan usaha milik negara yang dikhususkan bergerak dalam bidang Jasa Teknologi informasi dan komunikasi atau TIK. Perusahaan ini juga memberikan layanan terkait dengan jaringan telekomunikasi di Indonesia yang cukup berpengalaman.

Berdasarkan data terbuka diketahui bahwa pemegang saham mayoritas dari PT Telkom ini yaitu Pemerintah Republik Indonesia sebesar 52,09% dan sedangkan sisanya sebanyak 47,91% dikuasai publik. Jenis saham Telkom ini diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan kode TLKM dan di New York Stock Exchange dengan kode TLK.

Untuk bisa mencapai tujuan agar bisa bertransformasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital, Telkom Group mulai menerapkan sebuah strategi bisnis dan operasional perusahaan yang berorientasi pada pelanggan. Transformasi ini mampu membuat PT Telkom menjadi lebih sederhana dan fleksibel terutama dalam hal beradaptasi dengan perubahan yang begitu cepat.

Pembaruan organisasi tersebut memang perlu dilakukan dengan tujuan untuk bisa meningkatkan kinerja serta efisiensi dalam memberikan pelayanan yang berkualitas. Kegiatan usaha yang dibentuk oleh perusahaan ini selalu berkembang mengikuti perkembangan teknologi, informasi digitalisasi namun tetap berfokus pada telekomunikasi dan informasi.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk saat ini membagi bisnisnya menjadi 3 sektor bisnis digital yaitu Digital Connectivity berapa Fiber to the x (FTTx), Software Defined Network (SDN)/Network Function Virtualization (NFV)/Satelit, 5G. Kemudian, terdapat juga digital platform berupa cloud, Artificial Intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT). Terakhir terdapat digital services yang mencakup consumer dan enterprise.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Telkom Indonesia
https://www.idnfinancials.com/

Sejarah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Berdasarkan data terbaru, diketahui bahwa Telkom telah mampu menguasai 60% pasar broadband di Indonesia dan telah memiliki 19 juta pelanggan. PT Telkom ini sudah berdiri sejak tahun 1991 dan telah diatur dalam peraturan pemerintah No. 25 tahun 1991. Untuk sejarah awalnya, sebenarnya perusahaan ini sudah ada sejak tahun 1882.

Pada tahun tersebut, perusahaan dikenal sebagai perseroan swasta yang menyediakan layanan pos dan telegraf. Setelah itu statusnya mengalami perubahan pada tahun 1961 menjadi perusahaan POS Nasional dan Telekomunikasi (PN Poste). Tidak berhenti di situ, pada tahun 1995, perusahaan ini dibagi menjadi Perusahaan Negara Telekomunikasi dan Perusahaan Negara Pos dan Giro.

Seiring berkembangnya zaman. Perusahaan negara Telekomunikasi dimodifikasi kembali pada tahun 1974 menjadi Perusahaan Telekomunikasi Umum (Perumtel) dan akhirnya ditetapkan sebagai Perusahaan Telekomunikasi Indonesia (Telkom) pada tahun 1991. Penawaran saham secara perdana dikeluarkan pada tahun 1995

Saham tersebut diperdagangkan secara resmi di Bursa Efek Jakarta Surabaya atau yang saat ini dikenal sebagai Bursa Efek Indonesia. Tidak hanya di Indonesia, saham dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk juga diperdagangkan di bursa luar negeri seperti New York Stock Exchange dan juga Bursa Efek London.

Perusahaan telekomunikasi ini meluncurkan sebuah satelit Telkom 4 pada tahun 2018 bersamaan dengan peresmian Telkom Hub di Jakarta. Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu perusahaan yang telah berhasil menyelesaikan sebuah pembangunan jalur kabel bawah tanah yang dikenal dengan sebutan Indonesia Global Gateway (IGG).

Kemudian pada tahun 2019, perusahaan ini mengakuisisi 2.100 menara telekomunikasi yang dimiliki oleh Indosat Ooredoo serta mengakuisisi 95% saham dari PT Persada Sokka Tama yang sudah mempunyai 1.017 menara telekomunikasi. Setelah mengakuisisi sekian banyak menara telekomunikasi, pada tahun 2020 perseroan ini justru kembali menjual 6.050 menara telkom kepada Mitratel.

Saat ini, perusahan juga sedang melakukan kerjasama dengan berinvestasi di Gojek Indonesia. Penyingkatan nama menjadi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk ini sebenarnya baru terjadi pada tahun 2020 tanpa pengubah nama aslinya. Di bulan Mei tahun 2021, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk ini menjadi yang pertama menawarkan layanan jaringan 5G. 

Perusahaan Telkom ini dianggap mampu bersaing dan bertahan di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan terus mengikuti perkembangan zaman, layanan yang diberikan oleh perusahaan ini tidak pernah mengecewakan pelanggannya. Apakah Anda tertarik dan sudah menggunakan jasa layanan telkom Saat ini?

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 20, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Link Net
Emiten Syariah

Sejarah PT Link Net Tbk (LINK) Jasa Layanan Terbaik

by Minsya November 16, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Perlu diketahui Bahwa perusahaan PT Link Net Tbk (LINK) merupakan salah satu perusahaan yang menyediakan jasa layanan data communication dan juga telekomunikasi. Keberadaan dari perusahaan ini mampu membuat siapa saja dapat terhubung dengan mudah. Berikut sejarah berdirinya PT Link Net Tbk di Indonesia.

Sejarah berdirinya PT Link Net Tbk

Berdasarkan sejarahnya, diketahui bahwa perusahaan ini sudah ada sejak tahun 1996 dengan nama PT Seruling Indah Permai. Perubahan nama menjadi PT Link Net Tbk terjadi pada tahun 2000. Di awal pendiriannya, perusahaan  PT Seruling Indah permai ini bergerak dalam bidang usaha perdagangan dan juga jasa.

Kemudian setelah berganti nama di tahun 2000, perusahaan ini menjadi penyedia dalam bidang jasa komputer, internet, serta Jasa umum. Seiring dengan perkembangannya, perusahaan ini memperbanyak kegiatan usahanya pada tahun 2011 dan juga 2019. 

Dengan begitu, kegiatan dari perusahaan saat ini yaitu meliputi jasa multimedia, telekomunikasi kabel, internet, perdagangan dan jasa konsultasi manajemen usaha. Suatu langkah penting telah diambil oleh perusahaan dengan membuat perusahaan terbuka atau Tbk di pertengahan tahun 2014 dengan melakukan penawaran umum perdana.

Setelah itu, perusahaan ini resmi tercatat sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 2 Juni 2014 dengan kode LINK. Saat ini, PT Link Net Tbk telah menyediakan layanan internet broadband di Indonesia dengan melakukan kerjasama bersama PT First Media Television untuk bisa memberikan layanan televisi berlangganan serta penyedia layanan komunikasi data.

Perusahaan ini mengoperasikan sistem fiber-to-the-home (“FTTH”), fiber-optic hybrid (“HFC”,) dan fiber-to-home (“FTTH”) berteknologi tinggi dan mampu mengoperasikan layanan broadband dua arah 870 MHz. Saat ini, perusahaan telah tersebar di beberapa wilayah Indonesia mulai dari Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan masih banyak lainnya.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Link Net

Ruang Lingkup Kegiatan PT Link Net Tbk

Jika didasarkan pada ruang lingkup perusahaan. Dapat diketahui bahwa bidang usaha yang dilakukan oleh perseroan ini yaitu berkenaan dengan jasa sistem komunikasi, penyedia jasa internet, jasa multimedia, jasa sambungan internet, jasa teleponi bernilai tambah lainnya sampai dengan jasa telepon internet untuk umum.

Pada tanggal 20 Mei 2014, PT Link Net Tbk mendapatkan pernyataan efektif dari OJK yang berkenaan dengan pelaksanaan penawaran umum perdana saham Link sebanyak 304.265. 000 lembar saham yang bernilai Rp 100 per saham pada harga penawaran senilai Rp 1.600 per saham. Saham tersebut dicatatkan di BEI pada tanggal 2 Juni 2014.

Telah Diakuisisi oleh PT XL Axiata Tbk dan Axiata group Berhad

Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa saham dar Link Net Tbk ini telah diakuisisi oleh PT XL Axiata Tbk dan PT Axiata Group Berhad pada 22 Juni 2022 sebanyak 66,03% dengan nilai investasi mencapai Rp 8,72 triliun. Berdasarkan laporan resmi dari Axiata diketahui bahwa perusahaan telekomunikasi asal malaysia ini membeli saham dengan harga Rp 4.800/saham.

Jumlah tersebut dibeli dari pemegang saham sebelumnya yang merupakan unit LIPPO Group yaitu Asia Link Dewa Pte. Ltd. dan PT First Media Tbk. Salah satu hal yang membuat PT Axiata merasa tertarik dengan Link Net Tbk ini yaitu karena telah tercatat di BEI dan telah menyediakan layanan TV berbayar, transmisi data dan koneksi internet berkecepatan tinggi.

Jenis produk yang dibuat oleh PT Link Net Tbk ini terbagi menjadi 2 kategori yaitu First Media untuk yang digunakan oleh pelanggan ritel atau residensial dan Link Net untuk pelanggan korporasi. Kemudian jika dilihat dari operasionalnya, Link Net mampu melayani Residensial dan bisnis di 23 kota yang ada di Indonesia. 

Karena berfokus pada kelas menengah, PT Link Net Tbk mampu memiliki sekitar 2,9 juta pelanggan residensial. Bahkan perusahaan ini juga telah memiliki portofolio yang melayani 2.400 klien termasuk lembaga keuangan, pemerintah, bisnis digital dan juga perusahaan multinasional. Itulah yang membuat PT Axiata merasa tertarik mengakuisisi PT Link Net Tbk ini.

Perlu diketahui bahwa layanan Link Net telah dijalankan dengan menggunakan teknologi jaringan infrastruktur HFC atau Hybrid Fiber-Coax dan FTTH atau Fiber to Home. Misi yang ditanamkan oleh perusahaan yaitu dengan mengubah kehidupan konsumen Indonesia dengan menyediakan layanan media, broadband dan solusi inovatif.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 16, 2023 1 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
wijaya karya
Emiten Syariah

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) Profil dan Sejarahnya

by Minsya November 15, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Sebagian dari Anda tentunya sudah mengetahui perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang bergerak dalam bidang konstruksi. Perusahaan ini mampu berkembang mulai dari pendiriannya sampai dengan sekarang. Banyak hal yang sudah dilakukan oleh perusahaan ini. Berikut sejarah berdirinya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Sejarah Berdirinya PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)

1. Dibentuk Pada tahun 1960

Perusahaan ini berhasil didirikan pada tahun 1960 atas dasar keputusan Menteri PUTL No. 5 Tanggal 11 Maret 1960 dan PP No. 2 Tahun 1960 dengan nama PN Widjaja Karja yang bergerak dalam bidang instalasi listrik dan air. Tercatat ada banyak lokasi yang pernah dijadikan sebagai kantor pusat perusahaan dan sekarang berada di Kavling 9, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur.

2. Tahun 1960 - 1980

Pada rentang tahun tersebut WIKA terus melakukan pengembangan proyek mulai dari pemasangan irigasi Jatiluhur dan juga Jaringan Asahan. Selain itu, terdapat juga proyek pembangunan 6 pabrik beton secara bersamaan dan tersebar di beberapa wilayah seperti diantaranya Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Berkat konsistensinya, perusahaan ini mampu mengungguli kompetitornya dan hal tersebut dibuktikan dengan peluncuran produk belan pertamanya berupa tiang listrik yang dibangun dengan penampang melintang. Bahkan, proyek ikonik seperti Antons Join Gedung Pusat LIPI Jakarta merupakan hasil pembangunan dari WIKA.

Baca Juga : (WEGE) PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk Profil dan Sejarahnya

wijaya karya

3. Tahun 1981 - 1990

Pada rentang tahun ini, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk memperkenalkan model pilar bisnis organisasi perusahaan untuk pertama kalinya. Dalam hal ini, perusahaan membuat divisi baru seperti diantaranya Bangunan & Gedung, Sipil Umum, Konstruksi Industri, Produk Beton dan Metal, serta Energi dan Perdagangan.

Perusahaan juga telah meluncurkan produk PC Piles dan meluncurkan bantalan kereta api beton pertama di Indonesia.proyek strategis lainnya juga bisa terselesaikan dengan baik seperti diantaranya PLTA Garung Wonosobo, Jalan Lintas Sumbawa – NTB, Bendung Gerak Serayu Banyumas dan Bendung Klambu Grobogan.

4. Tahun 1991 - 2000

Pada tahun 1997, untuk pertama kalinya PT Wijaya Karya ini mendirikan anak perusahaan berupa PT Wijaya Karya Beton Tbk. Kemudian, di tahun 2000 kembali membangun PT Wijaya Karya Intrade. Setelah itu banyak anak perusahaan yang dibangun oleh perusahaan ini seperti PT WIKA Realty di tahun 2000. 

Perusahan tersebut bergerak dalam bidang manajemen properti, pengembangan bisnis realty, dan jasa konstruksi. Selanjutnya, terdapat juga PT WIKA Industri & Konstruksi di tahun 2013. Beberapa jenis pembangunan proyek kembagaan tanah air diantaranya Jembatan Barelang Jalan Layang KA Jabodetabek dan PLTU Grati 800 MW, Terminal Petikemas Koja dan juga Bank Indonesia. 

5. Tahun 2001 - 2010

Perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ini menyelesaikan penawaran umum perdana (IPO) pada tahun 2007. Sejak itu, pemerintah Indonesia telah memiliki 65% saham dari perusahaan sekaligus pengenalan gambar menjadi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. 

Perusahaan kembali menyelesaikan pembangunan jembatan layang Pasupati, Bandung dengan menggunakan struktur box girder terberat di Indonesia serta pembangunan Jembatan Cikubang di Jalan Tol Cikubang pada tahun 2005. Jembatan Cikubang tersebut dinobatkan sebagai jembatan tertinggi yang ada di Indonesia.

Pada rentang tahun in perusahaan juga mulai melakukan penetrasi dan pionir di pasar luar negeri dengan menjadi partner COJAAL (Algeria Expressway Association of Japan) untuk membangun jalan tol East-West Boulevard di Aljazair. Proyek sipil terbesar di dunia saat itu juga menjadi motivasi pertama WIKA untuk terus berekspansi ke luar negeri.

Untuk mendukung pencapaian tujuan perkembangan perusahaan, PT Wijaya Karya ini mendirikan anak perusahaan bernama PT WIKA Gedung di tahun 2008. Selanjutnya pada tahun 2009, perusahaan WIKA ini ditunjuk untuk menyelesaikan pembangunan jembatan terpanjang yaitu jembatan Suramadu penghubung Surabaya dan Madura. 

Konsolidasi perluasan proyek di luar negeri selain Aljazair mulai terwujud satu persatu seperti diantaranya di Timor Leste pada tahun 2012, Myanmar 2013, dan Malaysia 2014. Setelah itu kembali meluas pada tahun 2016 di Arab Saudi, Dubai 2017, Niger 2018,  Filipina 2018, Senegal 2019, dan Taiwan 2019. Itulah pencapaian PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Perusahaan konstruksi ini telah tercatat dalam perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2014. Dengan banyaknya prestasi dan keberhasilan dari perusahaan membuat banyak investor yang menanamkan modal di perusahaan ini. Anda bisa mengetahui perkembangan perusahaan ini melalui situs resmi BEI.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 15, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Wijaya Karya
Emiten Syariah

(WEGE) PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk Profil dan Sejarahnya

by Minsya November 9, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Jika Anda sering mencari tahu tentang perusahaan konstruksi tentunya sudah menemukan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE). Perusahaan ini merupakan anak usaha dari Wijaya Karya yang memang bergerak dalam bidang konstruksi. Anda bisa mengetahui sejarah terbentuknya PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.

Mengetahui Sejarah PT Wijaya karya Bangunan Gedung Tbk

1. Tahun Berdirinya

Perlu diketahui bahwa perusahaan dalam bidang konstruksi yang satu ini didirikan pada tahun 2008 oleh Wijaya Karya. Tujuan dari pembangunan usaha ini yaitu tentunya untuk bisa menjalankan bisnis dalam bidang konstruksi secara maksimal. Pada tahun 2013, perusahaan ini mampu membuka properti pertamanya dalam bentuk Apartemen Tamansari Tera Bandung.

Bahkan di tahun 2014, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung menjadi pemenang tender proyek dengan nilai Rp 1 Triliun untuk melakukan pembangunan CBD atau Central Business District Puncak Group tahap I di Surabaya. Hal tersebut tentunya menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi perusahaan untuk menyelesaikannya.

Kemudian di tahun 2015, perusahaan ini mulai membuka pembangunan fasilitas keduanya berupa Apartemen Tamansari Mahoni di Karawang. Setelah itu di tahun 2017 ditemukan kabar bahwa departemen Bangunan Gedung Wijaya Karya bergabung dengan perusahaan ini. Penggabungan ini tentu memberikan banyak manfaat.

Perusahaan WIKA Gedung ini berdiri pada tahun 2008 berdasarkan akta pendirian no. 43 serta Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. 43.AHU.92223.AH.01.01. Perusahaan ini dibangun dengan modal dasar sebanyak Rp 200 Miliar dan modal penerbitan serta penyelesaian sebesar Rp 50 Miliar. 

Baca Juga : (PTPP) PT Pembangun Perumahan (Persero) Tbk Profil dan Sejarahnya

Wijaya Karya

2. Melakukan Perluasan Bisnis

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk melakukan kerjasama dengan Wika Beton untuk memproduksi beton pracetak, material hingga komponen yang dibutuhkan untuk konstruksi bangunan. Meskipun terbilang masih baru, namun perusahaan ini sudah resmi terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017.

Sebagai bagian dari program build-to-use selama 30 tahun, pada tahun 2018 perusahaan mulai mengoperasikan Hotel de Braga. Bangunan hotel tersebut berdiri diatas tanah milik bank Mandiri yang ada di Bandung. Setelah itu, perusahaan juga mendirikan divisi modular untuk bisa memproduksi modul beton sehingga memberikan pengaruh terhadap kecepatan proses pembangunan gedung.

Kemudian pada tahun 2019, perusahaan kembali membentuk perusahaan patungan dengan nama PT Patra Wijaya Realtindo bersama dengan Wika Realty dan Patra Jasa. Tujuan dari pembentukan perusahaan patungan ini yaitu untuk mengoptimalkan properti Pertamina terutama yang ada di Dukuh Atas. 

Pembangunan Graha Mantap diatas tanah milik Bank Mandiri Jakarta Pusat akhirnya bisa diselesaikan pada tahun 2020. Gedung tersebut akan dioperasikan sendiri oleh PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk dengan program build to handover dengan jangka waktu 30 tahun tepatnya pada tahun 2021.

Karena kualitasnya, modul beton yang diproduksi oleh perusahaan ini diminati untuk digunakan sebagai bahan bangunan rumah sakit khusus Covid-19 karena pembuatannya hanya memakan waktu singkat. Peresmian gedung Nasdem yang dibangun oleh perusahaan ini selama 18 bulan juga telah berhasil diresmikan pada tahun 2022 oleh presiden Joko Widodo.

3. Mulai Mengembangkan Bisnis di Luar Negeri

Dengan segala bentuk kompetensi dan pengalaman yang dimiliki, Perusahaan dengan kode WEGE ini mulai melebarkan sayap ke pasar luar negeri serta mengumpulkan banyak pengalaman serta kursus agar bisa menembus pasar pemerintahan daerah, pemerintahan pusat sampai perusahaan milik negara.

PT Wijaya Karya secara resmi memegang 99% saham PT Wijaya Karya Bangunan Gedung ini dan sisa 1% milik koperasi pegawai WIKA. Kemitraan yang dilakukan bersama dengan WIKA Group ini dilakukan dengan tujuan untuk bisa menciptakan peluang pasar real estate serta memanfaatkan setiap jasa dan produk dari WIKA Group.

Berdasarkan informasi terbaru yang diupdate pada 31 Maret 2022, Wijaya Karya (Persero) Tbk memiliki saham sebanyak 69,30% dengan penerima manfaat akhir saham Wijaya Karya Beton Tbk yaitu Republik Indonesia. Keperluan properti bisa dipercayakan melalui PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. 

Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup usaha WIKA Gedung ini bergerak dalam bidang pengelolaan dan penyewaan bangunan komersial/kompleks komersial terpadu dan pemeliharaan, konstruksi jangka panjang, pemeliharaan peralatan serta bahan konstruksi dan teknik pada khususnya.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 9, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Surya Semesta
Emiten Syariah

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) Sejarah Berdirinya Perusahaan

by Minsya November 8, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Pada bulan Juni 2023, perusahaan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) berusia 53 tahun dalam menjalankan bisnis di bidang industri real estate. Pada awal berdirinya, tentu perusahaan ini tidak langsung seperti sekarang. Banyak hal yang dilalui hingga mencapai titik kesuksesannya. Berikut adalah sejarah berdirinya perusahaan Surya Semesta.

Mengetahui Sejarah Berdirinya Surya Semesta Internusa

1. Sebelumnya Bernama PT Multi Investments Limited

Perlu diketahui bahwa pada awal berdirinya di tanggal 15 Juni 1971, perusahaan ini bernama PT Multi Investments Limited. Namun setelah berjalan cukup lama, perusahaan ini berubah menjadi PT Surya Semesta Internusa pada tahun 1995. Sejak awal berdirinya, perusahaan ini memang berfokus pada industri dan real estate, pengembangan publik sampai dengan konstruksi hotel.

Perusahaan properti ini memiliki kantor pusat yang berada di Jakarta. Banyak proyek yang sudah diselesaikan mulai dari kompleks perumahan, kawasan industri, gedung perkantoran, hotel, dan pusat perbelanjaan. Setidaknya Anda bisa menemukan 10 hotel besar di Indonesia yang menjadi hasil dari proyek perusahaan ini.

Baca Juga : PT Adhi Karya Tbk (ADHI) Profil dan Sejarahnya

Surya Semesta

2. Pencapaian di awal Karir Hingga Sekarang

Investasi pertama yang dilakukan oleh perusahaan real estate PT Surya Semesta Internusa Tbk yaitu ikut berkontribusi dalam pengembangan Kuningan Raya dan pembuatan kawasan perumahan serta komersial yang ada di Kuningan, Jakarta Selatan. Kemudian pada tahun 1976, perusahaan ini membuat Glodok plaza sebagai pusat perbelanjaan modern di Jakarta.

Tidak hanya berhenti disitu, pada tahun 1983 PT Surya Semesta Internusa Tbk ini kembali melakukan pembangunan yang kali ini berfokus pada pembuatan Hotel Melia Bali. Hotel tersebut berada di Nusa Dua, Bali dan dilengkapi dengan 494 kamar yang bisa disewa oleh pengunjung. Pengembangan industri Suryacipta seluas 1.400 hektar juga dilakukan di karawang pada tahun 1991.

Kemudian pada tahun 1994, perusahaan ini sudah mampu mengakuisisi PT Nusa Raya Cipta yang berjalan dalam bidang konstruksi. Setelah penggantian nama pada tahun 1995, perusahaan ini kembali mengembangkan hotel bintang 5 bernama Grand Media serta gedung perkantoran bernama Graha Surya Internusa di tahun 1996.

3. Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 1997

Agar bisa tetap bertahan dan memiliki biaya modal tambahan, perusahaan PT Surya Semesta Internusa Tbk dengan kode SSIA ini resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia di tahun 1997. Setelah beberapa tahun kemudian atau tepatnya di tahun 2006, pembangunan kembali dilakukan di Bali dengan membuat Banyan Tree Ungasan Resort dan berhasil beroperasi pada 2010. 

Dengan segala kemampuan yang dimiliki, pada tahun 2012 PT Surya Semesta Internusa Tbk kembali berinvestasi dalam pembuatan Jalan Tol Cikopo – Palimanan. Di tahun 2014, perseroan ini mendapatkan izin lokasi dengan luas 2.000 hektar di kawasan Subang, Jawa Barat. Cadangan lahan yang diperoleh disini mencapai 723 hektar.

Di tahun yang sama, perusahaan juga membuka hotel BATIQA pertama di Karawang. Setelah itu di tahun 2015, PT Surya Semesta Internusa Tbk bekerjasama dengan Mitsui & Co dan Ticon untuk mendirikan perusahaan patungan dengan nama PT SLP Surya Ticon Internusa yang berjalan dalam bidang penyewaan pergudangan. 

Kerjasama tersebut dilakukan ditahun yang sama dengan peresmian Tol Cikopo – Palimanan. Setelah itu di tahun 2016, SSIA kembali membuka hotel bintang 5 BATIQA di Jababeka, Pekanbaru, Cirebon, Palembang dan Lampung. Kemudian di tahun 2017, perusahaan ini justru menjual Tol Cikopo Palimanan.

Penjualan tersebut dilakukan bukan karena perusahaan ini mengalami kebangkrutan, akan tetapi di tahun 2018 justru SSIA justru mendapatkan investasi sebanyak $100 juta dari IFC guna mendukung proses pengembangan kawasan industri di lahan Subang. Dengan melalui Nusa Raya Cipta, Perseroan ini kembali mengoperasikan BATIQA di Surabaya. 

Pengembangan terus diberlangsungkan hingga saat ini. Bahkan di tahun 2020, telah dilakukan perayaan peletakan batu pertama dalam proses pengembanagn industri d Subang dengan nama Subang Smartpolitan. Untuk mendukung pembiayaan, perusahaan PT Surya Semesta Internusa Tbk ini kembali meresmikan BATIQA di Jayapura. 

Dari awal berdirinya, perusahaan ini memang selalu konsisten dengan bidang yang ditekuni. Hingga saat ini diketahui bahwa perusahaan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) telah menggandeng 9 anak cabang yang bergerak dibidang konstruksi dan real estate. Jadi jangan pernah ragukan kualitas serta kinerja dari perusahaan yang telah terdaftar resmi di Bursa Efek Indonesia ini.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 8, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
PTPP
Emiten Syariah

(PTPP) PT Pembangun Perumahan (Persero) Tbk Profil dan Sejarahnya

by Minsya November 6, 2023
written by Minsya 3 minutes read

BUMN bidang konstruksi lagi lagi bisa menjadi entitas investasi saham berprospek di Indonesia. Apalagi untuk saham murah, seperti PTPP dari PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dengan harga sekitar Rp 500 per lembarnya. Tapi sebelumnya, siapa mereka? Kenali dulu dari ulasan berikut ini.

Profil Umum

Secara umum, Pembangunan Perumahan atau PP adalah entitas usaha milik negara yang berfokus di bidang konstruksi, industri, EPC, pengelolaan kawasan, layanan jasa di bidang konstruksi, jasa perencana, hingga Engineering dan pengelolaan kawasan.

Perusahaan ini sendiri adalah salah satu BUMN atau Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang sudah berjalan sejak tahun 1953. Nama dari PP sendiri bisa Anda temukan di beberapa proyek besar, seperti pembangunan kompleks dinas Semen Gresik. Terdapat pula proyek pembangunan Hotel Indonesia, hingga beberapa hotel di beberapa kota besar lainnya. 

PT PP sendiri juga memiliki portofolio yang cukup baik, beberapa diantaranya adalah mega proyek tahun 1991 hingga 2007. Proyek yang dimaksud adalah pengembangan bisnis perumahan di daerah Cibubur. Seiring dengan waktu, Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk PT pun semakin berkembang dan berhasil mendirikan beberapa anak usaha. 

Beberapa anak usaha tersebut adalah PT PP Properti, PT PP Presisi, PT PP Urban, PT PP Energi, PT PP Infrastruktur, PT Sinergi Colomadu, PT Centurion Perkasa Iman, dan PT PP Semarang Demak. Berbekal lebih dari enam dekade pengalaman, perusahaan ini berhasil menjadi perusahaan yang meraih sertifikasi ISO 9001 pertama dan melantai di BEI sebagai PTPP di tahun 2010. 

Baca Juga : PT Adhi Karya Tbk (ADHI) Profil dan Sejarahnya

PTPP

Sejarah

PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk memiliki sejarah yang cukup panjang. Berawal dari tahun 1953, dimana perusahaan ini berdiri dengan nama NV Pembangunan Perumahan. Nama tersebut lantas berubah menjadi PN Pembangunan Perumahan di tahun 1960.

Namun sekali lagi, namanya berubah dan resmi menjadi PT Pembangunan Perumahan di tahun 1971. Sejak tahun tersebut, PT PP persero terus menghasilkan karya di dalam dunia konstruksi. Hingga kemudian berani mengajukan diversifikasi usaha dan kerja sama bersama mitra di dalam atau dari luar negeri. 

Beberapa pencapaian terbesarnya mencakup proyek infrastruktur mega proyek di Tanjung Priuk. Terdapat pula pembangunan tujuh bandara hingga proyek luar negeri di Qatar, Arab Saudi, Myanmar, hingga Timor Leste.  

Visi dan Misi

Lantas seperti apa visi dan misinya? Visi utama dari PT PP adalah untuk menjadi perusahaan konstruksi, investasi, dan EPC yang bersinergis, unggul, dan berkelanjutan di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Tidak heran bahwa cakupan kerjanya cukup luas, hingga di luar negeri. Misinya pun cukup luas, mulai dari menyediakan jasa EPC dan konstruksi. 

Kemudian PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk berupaya mengembangkan strategi untuk menciptakan daya saing bernilai tinggi. Serta mengoptimalkan inovasi, teknologi, pengetahuan, dan sumber daya manusia yang unggul. Termasuk diantaranya menciptakan strategi korporasi untuk meningkatkan kapasitas keuangan di dalam perusahaan.

Kinerja Saham PTPP

Seberapa besar dan seberapa baik kinerja serta pergerakan saham PTPP? Jika melihat harga saham terbaru adalah sekitar Rp 584 per lembarnya. Nilai ini cukup baik karena dengan BEI yang menggunakan lot berisi 100 lembar saham atau kelipatan, maka harga 1 slot saham masih di angka Rp 58.500. Saham ini termasuk dalam golongan murah. 

Melihat kinerja PTPP sendiri, di bulan Juli 2023 perusahaan tersebut berhasil mengantongi sekitar Rp 105,92 miliar dari divestasi 90.800 saham senilai Rp 1,16 juta per saham. Tujuannya adalah memperkuat arus kas untuk operasi bisnis dan menghindari piutang. Sayangnya PTPP memang memiliki kenaikan laba bersih yang tipis di tahun 2022. 

Menurut catatan, perolehan laba yang didapat hanya sekitar 2.1%. Sedangkan di tahun 2021 adalah sekitar 12.9%. Hal tersebut juga karena besarnya piutang dan melemahnya gross margin serta nett margin yang dimiliki. Sampai saat ini saham PTPP oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk cenderung downtrend, dengan potensi harga saham lebih murah lagi. 

Perusahaan BUMN yang satu ini memang memiliki downtrend yang cukup lama. Namun jika menilik fokus negara untuk pembangunan Ibu Kota Negara baru serta divestasi di semester 1 2023, maka bisa jadi PTPP akan mengalami kenaikan yang pesat. Masih ada prospek yang layak dilirik. Apalagi dengan sejarah yang kuat dan manajemen yang teratur pula.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 6, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Pojok Komunitas

Aksi Korporasi Tiada Henti! PT Harum Energy (HRUM) Realisasikan Diversifikasi Bisnis Batubara

by Minsya November 3, 2023
written by Minsya 5 minutes read

PT Harum Energy (HRUM) nampaknya mulai aktif kembali melakukan diversifikasi bisnis. Lantaran pada periode September-November 2023, HRUM masih dalam proses melakukan pembelian atau “chip in” pada perusahaan-perusahaan di luar batubara dengan porsi terbesarnya di bisnis Nikel. Apakah ini tanda PT Harum Energy sedang merealisasikan diversifikasi bisnis batubaranya?

Diversifikasi Bisnis Harum Energy Sejak Tahun 2020

Berikut ini adalah gambaran dari langkah-langkah HRUM dalam melakukan diversifikasi bisnis nikel yang sudah di mulai dari tahun 2020 – April 2022.

Harum Energy
Milestone Diversfikasi Bisnis HRUM. Source: Public Expose HRUM 2023

Aksi Korporasi Berkelanjutan

Melalui anak perusahaan dari PT Harum Energy, PT Harum Nickel Perkasa (HNP) yang terus menambahkan kepemilikannya pada PT Tanito Harum Nickel (THN). Dalam pubex yang disampaikan oleh HRUM pada tanggal 13 September 2023, terjadi perubahan komposisi saham HNP pada THN dengan penambahan sebesar 4%. Sehingga posisi kepemilikan HNP pada THN yang tadinya 95% sekarang, telah meningkat menjadi 99%.

Berikut ini pengumuman aksi korporasi HNP pada THN:

Hanya berselang satu hari, tepatnya pada tanggal 14 September 2023. HRUM melalui anak perusahaannya PT Harum Nickel Perkasa (HNP), kembali menambah kepemilikannya pada anak perusahaannya yaitu PT Harum Nickel Industri (HNI) sebanyak 4%. Dengan adanya aksi korporasi tersebut, maka kepemilikan HNP pada HNI juga bertambah dari 95% menjadi 99%.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Dari kedua akuisisi di atas terlihat memang PT Harum Energy ingin mengubah image bisnis, dari yang semula perusahaan berbasis industri batubara, kini sudah mengarah pada industri nikel. HRUM mengklaim bahwa industri nikel, memiliki bisnis yang cukup menjanjikan di masa depan.

Berikut ini pengumuman aksi korporasi HNP pada HNI:

Selain kedua aksi korporasi di atas, secara mengejutkan pada 27 September 2023, HRUM tercatat kembali melakukan aksi korporasi. Yakni berupa pemberian pinjaman kepada anak perusahaan HRUM yakni PT Weststrong Metal Industry (PT WMI) dengan total pinjaman sebesar USD90 juta. Pinjaman ini diberikan HRUM dengan bunga SOFR + 2.60%.

Hanya berselang beberapa hari dari itu, tepatnya pada 29 September 2023, HRUM membuat langkah yang cukup mengejutkan yakni memberikan pinjaman kepada PT Blue Sparking Energy (BSE) sebesar USD 500 juta atau sekitar Rp 7,81 triliun (asumsi kurs 15.622 per dolar Amerika Serikat).

HRUM ingin berkolaborasi dengan BSE untuk mengembangkan project high pressure acid yang masih memiliki keterkaitan dengan bisnis baterai. Sama dengan aksi korporasi pada PT WMI, PT Harum Energy memberikan pinjaman pada BSE dengan bunga SOFR + 2.60%.

Melalui pubex juga di informasikan, bahwa HRUM akan melakukan investment lagi di BSE di bulan Oktober, namun masih belum ditentukan tanggalnya.

Hal ini terlihat, dari PT Harum Energy yang masih memiliki banyak cash yang dapat digunakan untuk melakukan aksi-aksi korporasi, namun yang perlu diperhatikan ialah kondisi cash kedepannya.

Dengan demikian kepemilikan PT Harum Energy pada THN dan HNI akan meningkat dari sebelumnya 95% menjadi 99%.

Penetrasi ke Bisnis Nikel secara Terintegrasi

Jika dilihat dari aksi-aksi korporasi yang dilakukan oleh HRUM kepada anak perusahaanya, terlihat bahwa HRUM ingin masuk ke bisnis nikel secara terintegrasi. Hal ini menyusul tingginya permintaan nickel matte yang dapat diolah menjadi baterai listik, menggunakan teknologi hydrometalurugi atau HPAL. Terlihat dari indikator permintaan impor nikel di China dan Eropa yang terus meningkat sebagaimana berikut:

Export – Import Nickel Matte China and Europe. Source: Refinitiv Workspace

Dalam data tersebut terlihat gap yang sangat besar antara import dan export nikel negara-negara produsen mobil listrik. Hal ini tentunya membuat Indonesia berpeluang menjadi negara pemasok nikel ke beberapa negara produsen mobil listrik, seperti China dan Eropa.

Hal ini membuat PT Harum Energy akan fokus pada bisnis yang baru yakni bisnis nikel dan turunannya. PT Harum Energy memiliki anak perusahaannya yakni PT Tanito Harum Nikel yang fokus kepada investasi pada bisnis nikel. Dan yang terbaru adalah PT Blue Sparking Energy yang fokus pada proyek high pressuce acid leaching.

Proyek tersebut merupakan proyek yang memproduksi nickel cobalt hydroxide intermediate product, dengan kapasitas terpasang tahunan ±67.000 ton atau sekitar 10% setara nikel dan sekitar ±7.500 ton atau sekitar 10% kobalt.

Berita Saham Syariah

Strategi Dividen Saham Syariah: Membedah Aksi Korporasi DRMA, KEJU, hingga BTPS

April 28, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Analisis Saham Syariah: Ekspansi Strategis BUVA hingga Langkah Global MSIN di Bursa...

April 28, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

MSCI INDONESIA: Menakar Respons MSCI terhadap Reformasi Transparansi

April 21, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Analisis Saham Syariah: Ketegasan BEI Terhadap Delisting hingga Guyuran Dividen Jumbo ADMR

April 20, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Analisis Saham Syariah: Banjir Dividen LPPF hingga Strategi WMUU Hadapi Rights Issue

April 17, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Investasi Saham Syariah: Aksi Buyback ASLC hingga Guyuran Dividen Cimory Rp793 Miliar

April 13, 2026 0 comments

Kesimpulan

HRUM mengambil langkah strategis untuk mulai melakukan diversifikasi dan fokus kepada industri nikel. Hal tersebut dipandang oleh RK Team sebagai langkah yang cukup strategis mengingat selama ini pendapatan terbesar PT Harum Energy adalah dari sektor batubara.

Satu hal yang perlu di waspadai adalah posisi kas PT Harum Energy yang diperkirakan akan berkurang, yang membuat HRUM membutuhkan pinjaman bank untuk mendanai kegiatan investasi tersebut. Selain itu, kemungkinan cashflow HRUM yang juga akan berkurang bahkan minus dengan adanya aksi korporasi ini. Ditambah dengan potensi pendapatan yang mungkin akan turun sementara, dikarenakan fokus PT Harum Energy yang tengah menggenjot investasi pada industri nikel. Berikut ini dampak keuangan dari aksi korporasi terbaru HRUM pada BSE:

Source: Pubex HRUM Oktober 2023

Terlihat adanya penambahan utang bank sebanyak USD 200.000.000 dan penurunan kas sebanyak USD 300.000.000.

RK team memandang aksi korporasi HRUM sejauh ini masih on the track, yakni mereka fokus kepada investasi pada perusahaan nickel dan turunannya. Di mana PT Harum Energy optimis terhadap prospek bisnis nikel yang masih cerah ke depannya. Terlebih lagi industri nikel memiliki dukungan penuh dari Indonesia yang memang merupakan negara dengan sumber daya nikel terbesar di dunia.

Nah, saham HRUM juga masuk ke dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), itu artinya teman-teman investor yang tertarik berinvestasi saham secara syariah juga bisa. Namun sebelum memutuskan membeli HRUM pastikan kembali bahwa teman-teman investor sudah mengenali bagaimana kinerja fundamental dan prospek PT Harum Energy ke depannya.

Dari pembahasan kita di atas, apakah diversifikasi bisnis batubara yang dijalan HRUM akan berimbas baik?

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

rivan kurniawan
November 3, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
adhi karya
Emiten Syariah

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) Profil dan Sejarahnya

by Minsya November 2, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Satu lagi perusahaan di bidang properti dan pembangunan yang layak menjadi sasaran investasi adalah ADHI, atau PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Namun seberapa besar capaian dan kemampuan mereka sebagai emiten di dunia properti? Coba simak ulasan berikut, mengenai profil singkat dan gambaran umum dari perusahaan BUMN milik negara tersebut!

Profil umum Adhi Karya

Secara umum, nama Adhi Karya sudah banyak dikenal dari beberapa proyek bangunan negara dan skala nasional. Hal ini juga karena entitas besar ini termasuk salah satu Badan Usaha Milik Negara atau BUMN yang bergerak di bidang instruksi. Menurut info dan profil resminya, perseroan terbatas ini memiliki lini bisnis yang cukup luas. 

Lini bisnis tersebut mencakup konstruksi, teknik, property, hospitality, industri, dan juga investasi. Dengan demikian, perusahaan ini memiliki potensi dan upaya pengembangan bisnis yang cukup luas. Yang mana tampak dari beberapa anak perusahaan yang dimilikinya. 

Anak perusahaan tersebut adalah Adhi Persada Properti (sejak 2012), Adhi Persada Gedung (2014) dan Adhi Persada Beton (2014). Selain itu ada pula Adhi Commuter di tahun 2018, Dumai Tirta tahun 2019, Jalintim Adhi Abipraya tahun 2020, dan terbaru adalah Jalintim Riau di tahun 2021. 

Baca Juga : PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Profil dan Sejarahnya

adhi karya

Visi Dan Misi

Perkembangan anak usaha dan bisnis oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk sendiri didorong dengan visi misi yang mulia. Dituliskan bahwa visi utama dari ADHI adalah untuk menjadi perusahaan atau korporasi yang inovatif dan berbudaya unggul demi pertumbuhan berkelanjutan. Hal ini mendorong ADHI untuk terus berkembang dan berinovasi untuk kemajuan negara. 

Berkaitan dengan visi tersebut, misi yang dimiliki pun cukup jelas. Mulai dari membangun insan atau sumber daya profesional, unggul, dan amanah. Kemudian misi untuk mengembangkan inovasi produk dan solusi pada pemegang saham. Serta mengembangkan bisnis konstruksi, properti, industri, investasi, dan rekayasa yang bereputasi. 

Selain itu, misi yang diberikan berkaitan dengan tata kelola perusahaan yang baik, sistem manajemen yang terjamin, dan mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi yang maksimal sebagai sarana pengelolaan korporasi yang lebih baik. 

Struktur Kepemilikan

Posisi PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai BUMN sendiri mulai diakuisisi oleh negara pada tahun 1958. Dari tahun tersebut, perusahaan di bidang konstruksi ini menjadi bagian dari BUMN dengan persentase kepemilikan sebesar 51%. 

Sedangkan 49% sisa dari kepemilikannya adalah milik umum, yang terdiri dari sekitar 38% dimiliki lokal dan sisanya (10,8%) adalah milik asing. Struktur ini menjelaskan kekuatan dan jaminan usaha yang dimiliki oleh ADHI, terutama sebagai emiten investasi dan saham di BEI.

Ruang Lingkup Usaha

  1. Pembangunan Dan Konstruksi 

Lini bisnis ini mencakup pembangunan pekerjaan sipil hingga gedung bertingkat serta fasilitas umum. Termasuk diantaranya adalah pembangunan jalan, jembatan, bandara dan lain lain. 

  1. Properti 

Pembangunan properti juga berkaitan dengan kawasan gedung bertingkat, baik itu hunian, hotel, komersial, atau perkantoran. Termasuk diantaranya adalah rumah tinggal, ruko, mall, hingga rukan. 

  1. EPC

Lingkup bisnis ini terdiri dari dua tahap, yakni engineering untuk pembuatan desain dan procurement hingga konstruksi. Tujuannya untuk memperluas penciptaan nilai pada proyek. 

  1. Industri 

PT Adhi Persada Beton menjadi kepala dari lini bisnis ini, yang mana berfokus pada produksi dan perdagangan beton. 

  1. Investasi 

Lini bisnis investasi umumnya meliputi investasi pada proyek tertentu, seperti proyek infrastruktur, air bersih, dan banyak proyek di dalam negeri lainnya. 

Sejarah Perusahaan

Secara singkat, sejarah dari perusahaan BUMN yang sudah berumur lebih dari 60 tahun ini pun cukup menarik. Pasalnya, perusahaan ini bermula di masa pemerintahan Belanda. Bahkan nama persero ini awalnya dari bahasa Belanda, Architekten – ingenicure – en Aannemersbedrijf Associate Selle en de Bruyn, Reyerse en de Vries N.V. 

Perusahaan tersebut tidak hanya berbahasa Belanda, tapi juga dimiliki oleh negara tersebut. Dari dasar tersebut, akhirnya perusahaan ini diangkat menjadi perusahaan BUMN di tahun 1958 dan diganti namanya menjadi PN Adhi Karya. 

Menariknya, pengangkatan perusahaan ini menjadi BUMN memicu pembangunan pesat infrastruktur di Indonesia. Yang kemudian mendorong ADHI menjadi perusahaan PT di tahun 1974. Tanpa berhenti berinovasi, PT Adhi Karya (Persero) Tbk juga menjadi perusahaan konstruksi pertama yang menjejakkan kakinya di bursa efek Indonesia dengan kode ADHI. 

Sebagai salah satu emiten dengan fokus pembangunan dan properti, ADHI bisa menjadi opsi investasi dengan potensi cuan. Mengapa bisa? Selain menjadi perusahaan BUMN yang sudah terjamin, catatan pencapaian entitas BUMN ini pun cukup baik. Tercatat terdapat pertumbuhan pendapatan dari proyek baru dengan nilai triliunan.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

November 2, 2023 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
Summarecon
Emiten Syariah

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Profil dan Sejarahnya

by Minsya October 31, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Pernahkah Anda mendengar nama Summarecon? Bagi yang tinggal di ibukota, nama ini sudah tidak asing lagi. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) adalah salah satu developer raksasa Indonesia yang sudah memiliki namanya di beberapa real estate ternama. Bahkan, bisa ditemukan sebagai perusahaan dibalik mall, kota mandiri, sampai hunian kekinian. Tapi siapa mereka sebenarnya?

Profil Umum Summarecon

SMRA adalah perusahaan pengembang properti terkemuka di Indonesia. Yang mana dikenal akan produknya berupa kota terpadu atau Township. Dari proyek tersebut, SMRA dikenal akan kemampuan integrasi pengembangan rumah dan komersial yang baik. Bahkan, Summarecon juga memiliki ragam produk di bidang real estate. 

Satu hal yang pasti, SMRA mengedepankan kombinasi pengembangan dengan dasar keterampilan, pengetahuan, komitmen dan dedikasi pelanggan. Yang mana menjadi seluk beluk dan tulang belakang beberapa nama besar proyek di Ibukota dan kota kota besar.

Baca Juga : PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) Profil dan Sejarahnya

Summarecon

Ruang Lingkup Kerjanya

Meski dikenal akan dunia pengembangan properti, SMRA tidak hanya terpaku pada pembangunan perumahan dan bangunan komersil. Ruang lingkup aktivitas dari unit bisnis terdiri dari;

  1. pengembangan properti
  2. rekreasi, hospitality, pendidikan, dan lain lain. 
  3. manajemen dan investasi properti ternama.

Sejarah Dibalik Namanya Yang Besar

Summarecon berawal di tahun 1975, yang ditemukan oleh Soetjipto Naraia dan temannya. Awal dari perusahaan ini hanyalah lahan rawa sebesar 10 hektar yang kemudian menjadi proyek awal Kelapa Gading. Dari tanah tersebut, akhirnya Kelapa Gading menjadi area komersial dan hunian ternama di Jakarta. 

Dari sana, SMRA terus mengembangkan kemampuan dan reputasinya. Sehingga mampu menyelesaikan beragam proyek ternama di ibu kota, serta memiliki nilai saham triliunan rupiah di tahun 2023.

Visi Misi Yang Dimiliki

Visi yang dianut oleh SMRA adalah menjadi permata mahkota (crown Jewel) dalam industri properti Indonesia. Dalam artian lain, perusahaan ternama yang satu ini memiliki keinginan untuk terus memberikan nilai ekonomi yang optimal kepada pelanggan, pekerja, dan pemilik saham serta memenuhi tugas sosial dan lingkungan. 

Tidak hanya itu, misi yang mendasarinya pun cukup baik. Yakni lebih berfokus pada memaksimalkan kemudahan dalam model terintegrasi. Yang dimaksud adalah pembangunan perkotaan dengan berbagai keunggulan di sektor hunian, komersial, dan pusat perbelanjaan. 

Misi yang diberikan juga berkaitan dengan pengembangan produk bernilai pasar tinggi yang mana memberi keuntungan pada konsumen dan mengangkat para entrepreneur untuk terus menciptakan produk yang bisa dikembangkan. Selain itu, ada pula misi untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dengan budaya dan nilai perusahaan yang baik. 

Capaian Yang Sudah Dimiliki

  1. Summarecon Kelapa Gading  

Pencapaian ini mencakup proyek perumahan seperti Gading Riviera, The kew, dan Grand Orchard. Ada pula Apartemen, hotel (kerjasama dengan Capital), sentra, rukan, pusat makanan, hingga department store Star dan lakon Indonesia. 

  1. Summarecon Serpong 

Proyek yang ada di Serpong mencakup Perumahan Pondok hijau golf, Emerald cove townhouse. Ada pula apartemen, lapangan golf gading raya, hotel bersama Accor, Rukn, hingga universitas multimedia nusantara dan beberapa sekolah. 

  1. Summarecon Bekasi

Lokasi Summarecon Bekasi oleh SMRA cukup berkembang pesat. Sebagian besar adalah lahan untuk perumahan, apartemen, hotel bersama Capitaland, Bursa Mobil, hingga rukan dan Plaza serta beberapa institusi pendidikan. 

  1. Summarecon Bandung 

Summarecon Bandung mencakup beberapa proyek perumahan seperti Emily residence tahap 1 dan 2. Kemudian ada beberapa sekolah dan rukan komersial, serta rumah sakit dan stasiun kereta cepat Tegalluar. 

  1. Kota Lainnya 

Developer ternama ini juga melebarkan sayapnya ke kota dan daerah lain, bahkan sampai luar jawa. Seperti ke Makassar (Mutiara Makassar), Srimaya residence di bekasi, Emerald Karawang, dan Bogor.

Summarecon Sebagai Emiten Di Bursa Efek

Summarecon atau SMRA menjadi salah satu produk bursa efek yang bisa diandalkan. Sampai saat ini kapitalisasinya sangat besar dengan catatan pendapatan mencapai Rp 2.96 triliun di semester pertama tahun 2023. 

Dunia properti dan developer di Indonesia cenderung menunjukkan nilai positif. Terutama untuk perusahaan sekelas SMRA. Belum lagi dengan bertambahnya proyek pembangunan baru, seperti kluster Alderwood di Bogor yang bisa menjadi media pengungkit raihan penjualan dan saham SMRA. 

Dengan profil dan sejarah yang cukup kuat, sebenarnya bisa dilihat bahwa Summarecon bisa menjadi emiten saham yang menguntungkan. Pencapaiannya pun terus meningkat setiap tahunnya. Belum lagi dengan projek, capaian, dan visi misi yang mendorongnya terus maju serta berinovasi dalam dunia properti Indonesia. 

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 31, 2023 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG