Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - Analisis Fundamental - Page 3
Category:

Analisis Fundamental

Return on Investment
Analisis Fundamental

Cara Menghitung Return on Investment Dalam Investasi

by Minsya March 23, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Return on Investment atau ROI adalah suatu rasio yang sering digunakan dalam analisis saham. Tidak hanya pemilik bisnis namun juga investor harus memahami bagaimana sistem perhitungan ROI. Hal ini akan menjadi suatu dasar analisis laba perusahaan yang akan membuat investasi anda lebih aman. Yuk lihat beberapa fakta ROI dibawah ini.

Sekilas Tentang ROI dan Apa Fungsinya Dalam Investasi Saham

1. Sekilas Pengertian ROI

ROI adalah suatu jenis analisis yang banyak digunakan untuk membantu investor dalam mempertimbangkan investasi yang aman. Selain untuk pertimbangan investor, penilaian ROI ini juga akan berfungsi untuk memberikan gambaran perusahaan terhadap keuntungannya. Rasio ROI ini dipakai juga untuk menentukan emiten yang kinerja baik.

Return on Investment ini merupakan hasil atau rasio baik untuk menghitung keuntungan ataupun kerugian dari penanaman modal. Angka perhitungan ini akan digunakan untuk bahan pertimbangan menggunakan dana untuk tujuan investasi. Sehingga rasio ini tidak hanya akan berguna untuk investor namun juga untuk kepentingan perusahaan. 

2. Cara Menghitung ROI

Metode perhitungan ROI adalah dengan menggunakan rumus ((Total Penjualan – Nilai Investasi) / (Nilai Investasi)) x 100%. Rumus ROI yang digunakan ini juga bisa dalam bentuk excel dengan menggunakan formula SUM ditambahkan dengan minus dan bagi. Hasil yang diperoleh akan lebih akurat dan tepat untuk dijadikan bahan pertimbangan keuangan.

Hasil perhitungan yang dihasilkan oleh ROI ini bisa dijadikan acuan untuk mengetahui tingkat penjualan perusahaan, laba perusahaan yang didapatkan, dan keuntungan lain perusahaan. Hal ini tentu bisa menjadi dasar acuan investor yang ingin berinvestasi di perusahaan yang terpercaya.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Return on Investment
freepik.com

3. Metode Penghitungan ROI

Untuk menggunakan metode perhitungan Return on Investment ini akana ada beberapa Langkah perhitungan yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah melakukan Verifikasi rumus dengan beberapa angka yang dibutuhkan seperti Harga Pokok Penjualan (HPP), biaya produksi, investasi pemasaran hingga total biaya pemasukan. 

Selain itu, anda juga harus menetapkan batasan target ROI yang akan digunakan untuk semua anggaran. Sehingga dengan ini akan bisa dijadikan sebagai dasar perhitungan kondisi keuangan perusahaan yang baik. Saat melakukan metode ROI perusahaan juga wajib melakukan perencanaan anggaran terlebih dahulu.

4. Fungsi Perhitungan ROI

Perusahaan biasanya akan melakukan perhitungan POI untuk mengetahui atau menentukan apakah sistem pengelolaan keuangan suatu perusahaan benar benar baik. Selain itu, kondisi perusahaan yang baik ini juga akan membuat investor lebih percaya menanamkan modalnya karena perusahaan tersebut tergolong aman dan menjanjikan dalam hal keuangan.

Angka perhitungan Return on Investment yang digunakan untuk parameter dalam melakukan evaluasi keefektifan sebuah investasi. Bila angka ROI positif artinya investasi yang dijalankan cukup menguntungkan. Namun, bila angka ROI negatif artinya investasi yang diambil berpotensi memberikan kerugian. Sehingga perhitunagn ROI harus presisi.

5. Kegunaan Analisa ROI

Kegunaan melakukan analisa ROI ini tidak hanya akan dirasakan oleh investor namun juga bagi pemilih usaha yang ingin membuka undangan investasi. Hasil perhitunagn data ini akan membuat penguasaha lebih memahami kondisi keuangan perusahaannya. Salah satu kegunaan analisis nilai ROI untuk perusahaan adalah untuk menghitung efisiensi biaya.

Bila perusahaan menggunaka analisa ROI maka artinya perusahaan tersebut punya sistem pengelolaan keuangan yang professional. Ada juga kegunaan ROI lainnya yang harus disadari adalah untuk mengukur apakah ada kesalahan atau kekurangan perusahaan dibanding dengan perusahaan lain yang bergerak dalam industri yang sama.

Selain itu, fungsi Return on Investment ini juga bisa digunakan untuk menilai tingkat efisiensi untuk Langkah yang diambil saat menggunakan biaya. Nilai POI akan menjadi pertimbangan untuk menilai potendi keuntungan dari tiap produk perusahaan hingga bisa dijadikan Kontrol perencanaan ketika perusahaan akan membuat keputusan.

Itulah beberapa fakta menarik tentang ROI yang bisa dijadikan analisis investasi saham yang aman. Dengan melakukan data analisis dari ROI ini akan membuat investor lebih mengetahui bagaimana kondisi pendapatan suatu perusahaan. Sehingga investor akan bisa menggunakannya sebagai dasar untuk mengambil keputusan investasi yang tepat. 

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

March 23, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Return on Assets
Analisis Fundamental

Mengenal Return on Assets dan 4 Faktor yang Mempengaruhinya

by Minsya March 16, 2023
written by Minsya 3 minutes read

ROA atau Return on Assets adalah suatu sistem pengelolaan perusahaan yang akan menggunakan perhitungan rasio profitabilitas. Sistem perhitungan ini juga seringkali dijadikan dasar investor untuk menentukan apakah investasi yang akan dilakukannya aman. Yuk cari tahu sekilas tentang ROA dibawah ini. 

Sekilas Pengertian ROA (Return on Assets)

Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang ROA dan apa saja faktor yang mempengaruhinya, maka anda perlu mengetahui sekilas tentang apa itu ROA. ROA adalah sebuah pengukuran dengan menggunakan rasio yang akan membantu mengikur kemampuan perusahaan dalam memberikan hasil keuntungan atau laba. 

Sehingga dengan hasil perhitungan dengan menggunakan Teknik ini, maka akan bisa dijasikan sebagai gambaran kondisi keuangan suatu perusahaan. Sehingga hal ini juga akan bisa sebagai dasar untuk mengambil keputusan perusahaan atau perencanaan keuangan. Bahkan cara analisis ini juga bisa dijadikan analisis harga saham.

Namun untuk menggunakan cara analisis ROA ini juga aka nada beberapa faktor yang harus lebih dipahami. Beberapa faktor tersebut juga adalah faktor keuangan perusahaan yang akan memberi dampak pada investor. Hal ini karena keadaan ekonomi perusahaan akan berperan dalam menentukan kebijakan investasi. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi ROA.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Return on Assets
freepik.com

Faktor Yang Memengaruhi ROA

1. Margin Laba Bersih Terlalu Rendah

Banyak hal yang akan mempengaruhi hasil penilaian ROA. Salah satunya adalah bila margin laba perusahaan terlalu rendah. Bila margin laba perusahaan terlalu rendah maka akan berpengaruh pada rendahnya margin laba bersihnya juga. Hal ini akan berpotensi untuk mempengaruhi nilai ROA karena adanya perputaran jumlah aktivanya terlalu rendah.

Tidak hanya itu, namun pengaruh nilai ROA (Return on Assets) bisa berganti bisa juga dikarenakan adanya perputaran aktiva dari sistem profit, jumlah profit yang dihasilkan hingga kegiatan penjualan bersih. Sehingga besaran margin suatu laba bisa digunakan untuk mengukur berapa laba perusahaan tersebut dihasilkan. 

2. Perputaran Cash perusahaan

Hal lainnya yang bisa berpengaruh pada nilai ROA adalah banyaknya perputaran cash di perusahaan. Suatu perusahaan akan dikatakan punya tingkat efisiensi pengelolaan keuangan bila perusahaan tersebut mampu mengelola perhitungan kas dengan baik. Rasio perputaran cash perusahaan ini akan dijadikan pertimbangan atas kecukupan modal kerja. 

Sehingga dengan pengelolaan cash yang baik maka perusahaan akan dianggap bisa untuk melakukan pembayaran tagihan, berbagai macam proses penjualan dan lainnya. Dengan perhitungan ini maka perusahaan akan mempunyai ketersediaan kas yang baik dan bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk investor melakukan investasi.

3. Perputaran Piutang

Faktor berikutnya yang akan berpengaruh pada ROA (Return on Assets) adalah perputaran piutang suatu perusahaan. Tingkat perputaran piutang suatu perusahaan akan membantu dalam mengukur apakah perusahaan tersebut punya kebijakan yang baik dalam penjualan kreditnya. Hal ini dilakukan dengan cara mengetahui seberapa cepat perputaran piutang.

Perputaran piutang tersebut juga akan dipengaruhi oleh besar kecilnya modal yang ditanamkan oleh suatu perusahaan. Putaran piutang yang cepat menunjukkan pengelolaan yang efisien dan mempercepat pengembalian modal. Namun bila perputaran piutang rendah menunjukkan adanya masalah dalam likuiditas perusahaan.

4. Perputaran Persediaan

Faktor berikutnya yang akan mempengaruhi ROA (Return on Assets) adalah perputaran persediaan perusahaan. Persediaan adalah unsur aktiva lancar yang termasuk dalam kegiatan perusahaan. Kegiatan ini akan diperoleh secara berkelanjutan, kemudian akan diubah, dan lanjut akan dijual kepada konsumen.

Sehingga untuk meningkatkan pengembalian kas keuangan perusahaan, maka akan diharuskan untuk punya stock persediaan yang baik. Perputaran persediaan bisa melancarkan sistem operasional suatu perusahaan. Sehingga perputaran stock perusahaan ini akan menjadi dasar analisis keuangan perusahaan. 

Dengan perputaran stock persediaan yang cukup dan baik maka akan berpengaruh pada jalannya pengelolaan keuangan perusahaan. Sehingga perusahaan akan dinilai lebih baik dan lebih siap dalam mengelola keuangan. Hal ini juga menjadi salah satu faktor nilai Return on Assets berubah.

Itulah sekilas informasi tentang ROA (Return on Assets) yang penting utnuk anda ketahui. Informasi diatas akan menjadi pertimbangan yang baik untuk anda yang ingin melakukan investasi. Sehingga investasi yang anda pilih akan menjanjikan dan terpercaya. Hal ini karena akan didasari dengan perhitungan analisis keuangan yang jelas.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

March 16, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Quick Ratio
Analisis Fundamental

Mengenal Quick Ratio Atau Rasio Cepat Sebagai Dasar Indikator Ekonomi 2023

by Minsya March 14, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Di dalam dunia saham, sebenarnya banyak sekali pertimbangan yang mengarah pada pembuatan keputusan. Salah satunya adalah mengenal dan menjalankan indikator ekonomi dengan menggunakan rasio cepat atau Quick Ratio. Informasi yang didapat ini akan menjadi informasi mengenai aset dan kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajibannya.

Pengertian Dan Angka Yang Baik Untuk Quick Ratio

Menghitung parameter keuangan sudah sangat umum dilakukan untuk dunia investasi dan finansial. Pemilik perusahaan atau pihak yang ingin bertransaksi keuangan pun tak ayal akan melihat perhitungan rasio cepat, yang mana memiliki tujuan untuk menghitung kekuatan keuangan suatu perusahaan. Dalam hal ini, rasio cepat memang memiliki tujuan khusus.

Yang pertama adalah mengukur likuiditas, proyek, dan pusat investasi yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Tes likuiditas dengan menggunakan rasio ini pun cenderung lebih ketat dan tepat. Terutama untuk menghitung item setara kas dan kas untuk interpretasi perhitungannya. Parameter analisis fundamental ini pun dapat menjadi bentuk penilaian yang krusial untuk investasi. 

Salah satu fungsi dari perhitungan rasio ini adalah sebagai parameter keuangan untuk pengukuran pusat investasi, proyek, dan likuiditas perusahaan. Meski dinilai cukup ketat, namun sebagian besar item lain yang terlalu sulit untuk dikonversi ke bentuk uang akan diabaikan. Sehingga hasilnya akan semakin mudah untuk dipahami. 

Menariknya, angka rasio yang baik adalah di angka 1. Tidak kurang atau lebih, karena memiliki makna berupa likuiditas keuangan yang stabil. Sebut saja jika nilainya lebih kecil dari satu, maka besar kemungkinan perusahaan tersebut tidak bisa melunasi kewajiban lancar menggunakan aset yang dimilikinya. 

Sama halnya dengan nilai quick ratio yang lebih tinggi atau lebih dari satu. Maka makna entitas tersebut adalah aset lancar setelah dikurangi pun akan lebih besar dibanding dengan kewajiban lancar. Nilai lebih ini memberikan data bahwa perusahaan memiliki finansial sehat, yang mana menjadi pertimbangan investasi yang tepat.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Quick Ratio
freepik.com

Cara Menghitung Quick Ratio

Satu hal yang pasti, rasio cepat ini masih belum menjadi bagian dari indikator likuiditas langsung yang realistis. Hal ini karena entitas tertentu kerap memiliki likuiditas yang berbeda. Dengan demikian, nilainya tidak selalu tepat. Hal ini berbeda dengan current rasio yang lebih jeli lagi. Karena itu, rasio cepat lebih tepat digunakan sebagai perhitungan likuiditas dalam jangka pendek saja.

Dari informasi tersebut, bisa diambil garis bawah bahwa perhitungan dari rasio ini pun cukup mudah dan lebih halus. Hal ini karena rumusnya pun cukup sederhana. Seperti penggunaan quick rasio = aset lancar – inventaris / kewajiban lancar. Dari nilai tersebut, maka tampak nilai kesehatan dari perusahaan tersebut. 

Dalam hal ini, aset lancar quick ratio yang dimaksud mencakup inventaris saham, kas, sekuritas, aset cair lainnya, dan piutang. Sedangkan untuk nilai inventaris, yang masuk dalam perhitungan adalah barang yang bisa dijual atau material mentah lainnya. Kewajiban lancar adalah pengeluaran jangka pendek wajib, seperti dividen, nota, pajak, utang, dan lain lain. 

Kelebihan Dan Kekurangan Menggunakan Rasio Cepat

Secara garis besar, informasi yang diberikan oleh rasio cepat akan membantu pihak stakeholder untuk memberi nilai likuiditas. Hal ini karena rasio ini fokus pada jenis pasar dan juga konversi yang sudah pasti dengan menghilangkan persediaan. Sehingga datanya sudah jelas, sehingga pihak investor pun bisa menilai dengan lebih akurat. 

Karena data yang digunakan lebih tepat, hasilnya pun akan lebih cepat. Kelebihan ini membuat penentuan keputusan yang tidak memakan waktu lama, mengingat beberapa kewajiban lancar pun memiliki tenggat waktu yang tidak sama. Nilai ini suatu saat bisa digunakan sebagai ukuran KPI dengan data yang lebih mudah dipahami. 

Sebaliknya, perhitungan ini pun masih penuh dengan kekurangan. Yang paling utama adalah quick ratio sebagai indikator keuangan dapat terpengaruh dengan kebijakan akuntansi dan nilai fiktif. Data yang diambil pun cenderung dari masa lalu, yang kemudian digunakan untuk memprediksi masa mendatang. Alhasil nilainya tak selalu bagus, termasuk nilai di atas 1. 

Namanya juga perhitungan dan pertimbangan dunia saham. Sudah tidak dipungkiri lagi jika terdapat perhitungan yang cukup penting. Termasuk dengan rasio cepat, yang mana sering digunakan oleh perusahaan di sektor retail dan manufaktur. Kuncinya adalah menghitung aset lancar, inventaris, dan kewajiban lancar. Sehingga dapat melihat kekuatan keuangan perusahaan tersebut. 

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

March 14, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Dividend Payout Ratio
Analisis Fundamental

Apa Itu Dividend Payout Ratio? Simak 2 Faktor Pentingnya

by Minsya March 13, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Pada tahap pembagian dividen, umumnya terdapat beberapa faktor yang perlu dijadikan pertimbangan oleh investor. Salah satu faktor tersebut adalah dividend payout ratio (DPR) yang merupakan rasio pembanding yang bisa dimanfaatkan investor agar mendapatkan keuntungan tambahan selain dengan mendapatkan capital gain. Simak penjelasannya!

Mengenal Pengertian Dividend Payout Ratio

Untuk bisa berhasil menentukan rasio ini maka seorang investor perlu memiliki pemahaman dan pengetahuan seputar bagaimana cara menganalisis keuangan dan juga non keuangan perusahaan secara menyeluruh. Proses analisis perhitungan ini akan jauh lebih baik ketika dilakukan dalam beberapa periode atau bahkan lebih dari 2 dibandingkan hanya 1 periode.

Memilih untuk melakukan analisis secara komprehensif ni tentunya akan memberikan informasi seputar kondisi perusahaan apakah sedang mengalami perkembangan atau tidak. Selain itu, investor juga akan mendapatkan informasi tentang besaran rata rata nilai dividen yang bisa dibagikan oleh perusahaan kepada setiap investor yang ikut berpartisipasi di dalamnya.

Investor juga akan mendapatkan informasi yang berkaitan dengan berbagai jenis faktor khusus yang bisa memberikan pengaruh terhadap nilai DPR perusahaan dan berapa total dividen dan DPR yang bisa diperoleh oleh setiap investor di kemudian hari. Itulah mengapa mengetahui pengertian dari DPR menjadi suatu hal yang sangat penting dalam investasi.

Dividend Payout Ratio atau DPR ini dapat diartikan sebagai suatu rasio perhitungan yang dilakukan untuk bisa mengetahui perbandingan antara total keuntungan bersih yang diterima oleh perusahaan dan juga jumlah dividen yang dibagikan kepada investor. Dalam proses perhitungan ini, total keuntungan bersih yang diperoleh diwakili Earnings Per Share.

Earnings Per Share (EPS) tersebut dapat diartikan sebagai suatu keuntungan yang diperoleh oleh investor pada setiap lembar saham. Oleh karena itu, untuk bisa mendapatkan perhitungan yang tepat maka anda perlu membagi nilai DPR perusahaan dengan jumlah saham perusahaan yang disebarkan di bursa atau berbagai jenis pasar saham lainnya.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Dividend Payout Ratio
freepik.com

Cara Melakukan Perhitungan Dividend Payout Ratio

Langkah yang perlu dilakukan untuk bisa menghitung DPR yaitu dengan membagi Dividen per Share dengan Earning per Share yang dimiliki perusahaan. Selain itu, anda juga bisa menghitungnya dengan cara membagi hasil yang diperoleh dari pembagian dividen yang dibagikan dengan total saham yang beredar dengan total laba bersih dan total saham yang beredar.

Untuk bisa mendapatkan semua data yang diperlukan untuk menghitung DPR ini maka investor perlu mencari tahu tentang laporan keuangan perusahaan. Bagian ini umumnya akan bisa ditemukan pada halaman awal laporan tahunan. Penjelasan diatas akan memberikan kemudahan dalam menghitung total dividen per lembar saham dari perusahaan.

Faktor yang Mempengaruhi Dividend Payout Ratio

1. Likuiditas Perusahaan

Likuiditas dapat diartikan sebagai suatu kemampuan yang dimiliki perusahaan dalam melakukan pembayaran utang jangka pendek. Untuk bisa mengetahui tingkat likuiditas dari perusahaan ini bisa dilakukan dengan menggunakan standar indikator rasio likuiditas. Ketika semakin tinggi rasio likuiditas perusahaan maka akan tinggi pula kemungkinan perusahaan membayarkan dividen.

Hal tersebut dapat terjadi karena sudah dapat dipastikan bahwa aset yang dimiliki perusahaan tersebut lebih dari cukup untuk bisa melakukan pembayaran kewajiban dalam jangka pendeknya. Ketika anda mengetahui emiten perusahan tersebut memiliki likuiditas yang baik maka bisa menjadikannya sebagai pilihan untuk mendapatkan keuntungan besar.

2. Profitabilitas Perusahaan

Jika dilihat secara umum maka kebijakan pembayaran dividen yang dilakukan perusahaan ini dapat dipengaruhi dengan kondisi keuangan perusahaan emiten tersebut. Namun untuk bisa mendapatkan informasi yang berkaitan dengan jenis perusahan yang rajin membayarkan dividen dan jumlah yang diberikan maka bisa dilakukan melalui daftar indeks saham yang mengutamakan dividen

Salah satu akses yang bisa digunakan yaitu melalui IDX High Dividend 20. Perusahaan dengan earning tinggi pasti memiliki probabilitas membayar lebih tinggi dividen investor. Sebaliknya, jika laba rendah maka perusahaan mungkin tidak membayar dividen. Oleh karena itu, untuk bisa menemukan emiten terbaik maka diperlukan kemampuan dalam menghitung dividend payout ratio.

Ketika anda berperan sebagai investor maka diperlukan kemampuan dalam mencari dan menentukan pilihan perusahaan yang mampu membagikan dividen dengan nilai tinggi. namun anda juga tetap perlu berhati hati karena belum tentu ketika nilai DPR tinggi maka akan mendatangkan suatu hal yang baik. Jadi pastikan anda teliti dalam menentukan pilihan

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

March 13, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Rasio Rentabilitas
Analisis Fundamental

Simak 2 Jenis Rasio Rentabilitas Dalam Investasi Saham!

by Minsya March 10, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Setiap orang yang berperan sebagai investor pastinya ingin mendapatkan keuntungan dari investasinya. Oleh karena itu, diperlukan strategi terbaik dalam menentukan jenis emiten yang dipilih. Sebelum terjun ke dunia saham maka pastikan bahwa anda memahami berbagai jenis istilah yang ada didalamnya. Rasio Rentabilitas adalah salah satu jenis istilah yang perlu dipahami.

Mengenal Pengertian Apa Itu Rasio Rentabilitas

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa untuk bisa menentukan pilihan emiten yang menguntungkan maka diperlukan pertimbangan matang. Salah satu bentuk tindakan yang bisa dilakukan untuk bisa mendapatkan pilihan terbaik yaitu dengan melakukan pemeriksaan apakah emiten akan menguntungkan atau tidak ketika dilakukan dalam jangka panjang.

Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan dengan cara menguji kemampuan emiten dalam menghasilkan laba. Proses untuk bisa mengetahui hal ini tidak hanya bisa dilihat dari laba bersih yang dihasilkan dalam periode tertentu saja, namun juga perlu dibandingkan dengan berapa besaran modal yang dikeluarkan oleh emiten untuk bisa mencapai laba tersebut.

Karena bisa jadi emiten tersebut berhasil meraup keuntungan sebesar Rp. 1 triliun tetapi modal yang ditempatkan adalah 950 miliar rupiah. Dengan begitu maka dapat diartikan bahwa kinerja dari emiten tersebut masih kurang efektif. Langkah yang perlu dilakukan untuk bisa membandingkan keuntungan tersebut yaitu dengan menggunakan rasio rentabilitas.

Rasio rentabilitas adalah cara yang bisa dilakukan untuk bisa menunjukkan perbandingan pendapatan emiten atau perusahaan dengan modal yang dikeluarkannya. Proses ini dilakukan umumnya dengan tujuan agar bisa mengetahui efektivitas dan kinerja perusahaan emiten. Dalam bahasa inggris, rasio rentabilitas ini dapat dikenal dengan istilah basic earning power.

Basic earning power merupakan suatu kemampuan yang dimiliki oleh perusahaan untuk menghasilkan laba dalam jangka waktu tertentu dan sudah terlepas dari kondisi eksternal dan internal yang dapat memberikan pengaruh terhadap operasional perusahaan. Rasio rentabilitas ini seringkali disamakan dengan rasio profitabilitas padahal keduanya sangat berbeda.

Perbedaan tersebut bisa diketahui bahwa rasio rentabilitas akan digunakan oleh investor untuk bisa mengukur dan mengetahui jumlah laba bersih yang dihasilkan oleh emiten sedangkan untuk rasio profitabilitas digunakan untuk bisa mengukur jenis laba yang dihasilkan. Selanjutnya anda bisa mengetahui berbagai jenis dari Rasio Rentabilitas.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Rasio Rentabilitas
freepik.com

Mengenal Jenis Rasio Rentabilitas

1. NPM atau Net Profit Margin

Net Profit Margin rasio rentabilitas adalah sebuah perhitungan yang dilakukan untuk bisa mendapatkan perbandingan antara laba setelah pajak dengan jumlah pendapatan emiten. Rumus yang digunakan untuk bisa menghitung NPM ini yaitu dengan memperkirakan jumlah laba bersih perusahaan dengan melakukan pengurangan pendapatan operasional dengan biaya operasional dan pajak.

Setelah itu, bisa dilanjutkan dengan membagi jumlah laba bersih yang diperoleh dan kemudian dibagi pendapatan operasional. Selain menambahkan jumlah pajak, anda juga perlu menambahkan berbagai jenis faktor lainnya seperti bunga bank. Hal tersebut perlu dilakukan karena tak jarang perusahaan mengajukan hutang kepada pihak ketiga.

2. GPM atau Gross Profit Margin

GPM dapat diartikan sebagai salah satu jenis rasio pembanding yang dilakukan untuk bisa mengetahui jumlah laba kotor perusahan dan juga pendapatannya. Untuk bisa mengetahui jumlah laba kotor maka dapat dilakukan dengan mengurangi pendapatan operasional dengan biaya operasional yang meliputi gaji dan bahan baku lainnya kemudian dibagi pendapatan operasional.

Setelah itu untuk bisa mengetahui GPM maka anda perlu membagi laba kotor yang didapatkan sebelumnya dengan pendapatan operasional sebagai contoh sederhananya misalkan perusahaan memiliki pendapatan Rp 21 juta pada tahun 2020 dan Rp 20 juta di tahun 2019.

Dengan begitu maka jumlah laba kotor yang dimiliki perusahaan yaitu sekitar 7,14% sedangkan Gross Profit Marginnya rasio rentabilitas adalah 12,8%. Dengan begitu maka dapat diartikan bahwa  kinerja perusahaan mengalami penurunan karena beban operasional yang dikeluarkan perusahaan lebih besar dibandingkan dengan jumlah peningkatan laba yang diperoleh.

Dengan mengetahui bagaimana cara mengukur dan menghitung rasio rentabilitas ini maka dapat dipastikan bahwa anda tidak akan salah dalam menentukan emiten yang akan dijadikan pilihan. Tanpa melakukan perhitungan yang satu ini maka dapat dipastikan bahwa untung yang diperoleh dari investasi tidak akan bisa tergambarkan dengan sangat baik.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

March 10, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Margin Of Safety
Analisis Fundamental

Margin Of Safety : Bagaimana Cara Menghitung?

by Minsya March 9, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Saat masuk ke dalam dunia investasi saham, tentunya jumlah harga saham menjadi gambaran adakan kemampuan atau kondisi keuangan suatu perusahaan. Sayangnya, nilai tersebut terkadang tidak benar. Perlu perhitungan lebih dalam untuk membandingkan nilai intrinsik dan harga saham tersebut. Proses tersebut disebut dengan margin of safety (MOS). Bagaimana caranya?

Pengertian Margin Of Safety

Diartikan menjadi jarak atau selisih antara harga saham dengan nilai intrinsik atau nilai saham suatu perusahaan, MOS menjadi pertimbangan wajib dalam aktivitas keuangan dan investasi. Jika dijelaskan lebih terperinci, nilai intrinsik dikaitkan dengan kondisi keuangan atau kondisi fundamental suatu perusahaan. Sedangkan nilai saham adalah harga yang tertera di pasar saham. 

Singkatnya, perhitungan MOS ini adalah melihat kualitas suatu saham tidak dari harganya. Sama seperti Anda membeli barang bagus dengan harga murah, karena Anda tahu nilai intrinsik dari fungsi atau produk itu sendiri. Sehingga harga yang diberikan pun setara. Menariknya, hal ini juga berlaku di dunia saham dan akuntansi. 

Dalam dunia investasi, MOS ini membantu sebuah investor untuk melihat apakah sebuah saham memiliki nilai terlalu tinggi (overvalue) atau rendah (undervalue). Yang mana menjelaskan ketimpangan nilai dari saham dan juga perusahaan tersebut. Menariknya, MOS ini ternyata bisa terjadi karena banyak faktor.

Biasanya, masalah utama adalah optimalisasi perusahaan yang masih kurang, preferensi investor yang tidak logis, sehingga informasi yang kurang tepat. Karena konsep ini pula, rekomendasi investasi yang baik mengarah pada saham dengan nilai margin of safety undervalue. Pasalnya, kemampuan perusahaan dinilai lebih tinggi dari nilai sahamnya.

Rumus cara menghitung MOS

Pada dasarnya, inti dari perhitungan MOS ini adalah untuk melihat selisih harga saham dengan estimasi nilai intrinsik saham tersebut. Harga saham yang ada di pasar adalah rata rata saham dalam satu periode. Sedangkan nilai intrinsik dihitung dari berbagai macam faktor. Menariknya, nilai MOS dari setiap investor bisa saja tidak sama. 

Hal tersebut karena nilai intrinsik atau perhitungan estimasi nilai fundamental perusahaan bisa saja berbeda di setiap mata investor. Alhasil jumlah atau hasil perhitungan MOS pun tidak akan sama. Sedangkan harga aset di pasar dinilai berdasar rata rata karena nilai tersebut bisa saja berubah dalam setiap periode waktu.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Margin Of Safety
freepik.com

Nilai intrinsik

1. Melihat Kondisi Keuangan

Kondisi keuangan menjadi pertimbangan utama nilai intrinsik suatu perusahaan. Untuk menghitung atau melihat kondisi ini, Anda dapat pertimbangkan variabel keuangan seperti lancarnya aset, utang (jangka pendek atau panjang), laba, pendapatan, dan flow keuangan yang dimiliki. Biasanya, indikator yang digunakan mencakup ROE, ROA, dan DER.

2. Melihat Potensi Perusahaan

Potensi perusahaan juga menjadi pertimbangan yang dinilai dengan pandangan umum. Biasanya pertimbangan ini lebih subjektif, mengingat tidak ada rumus yang jelas. Namun untuk margin of safety, Anda dapat menggunakan perkiraan dan potensi dari beberapa aspek. Seperti industri perusahaan, popularitas, dan pertimbangan dengan perusahaan serupa lainnya. 

3. Pertimbangkan Nilai Sentimen

Nilai sentimen biasanya menjadi pertimbangan terakhir, yang sering kali terlupakan. Dalam hal investasi, jangan sampai Anda lupa untuk menghitung nilai ini. Biasanya, sentimen ini berkaitan dengan pertimbangan data yang lebih luas. Seperti rumor baik, buruk, preferensi pribadi, hingga nilai unik lainnya, berdasarkan pertimbangan Anda sendiri.  

4. Membandingkan Hasil Analisis Dengan Harga Saham

Jika nilai sentimen memberi perhitungan yang lebih subjektif, analisa MOS harus lebih objektif. Dalam artian lain, harus sesuai dengan angka dan nilainya. Rumus yang sering digunakan adalah menggunakan rasio PEG (price / earning to growth) dan P/E (price to earning ratio). Anda dapat membandingkan dengan data milik perusahaan lain untuk memilih saham yang lebih baik.

Mengapa Harus Menghitungnya?

Meski kesannya ribet dan tidak penting, tapi margin of safety ini dapat memberi banyak keuntungan. Dalam dunia investasi, MOS membantu memilih saham dengan potensi profit tertinggi. Seperti aset dengan peluang kenaikan di waktu ke depan. MOS juga kunci dari perencanaan investasi terbaik dan menghindari kerugian.  

Menghitung selisih nilai intrinsik sebuah saham tentunya akan sangat membantu Anda dalam proses dan kebutuhan investasi. Perhitungan ini membantu mengenal saham, potensi, hingga melakukan peramalan aktivitas keuangan di masa ke depan. Meski butuh ilmu dan pengalaman, selalu coba hitung margin agar investasi tidak berisiko. 

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

March 9, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Rasio Solvabilitas
Analisis Fundamental

Mengenal 3 Rasio Solvabilitas Rahasia Perusahaan

by Minsya March 7, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Di dalam dunia saham, seorang investor bahkan trader tentu harus memiliki bekal ilmu yang cukup. Meski tidak harus ilmu yang sangat mendasar, namun salah satu hal yang wajib dipahami adalah rasio solvabilitas atau solvency ratio. Biasanya, rasio ini menjadi senjata andalan untuk memprediksi kesehatan keuangan perusahaan sebelum memutuskan untuk transaksi. 

Pengertian Rasio Solvabilitas

Setiap entitas atau investor yang ingin melakukan kegiatan finansial hendaknya tahu apa yang mereka lakukan. Apalagi untuk sebuah investasi yang tidak berjumlah sedikit. Salah satu hal yang wajib jadi pertimbangan adalah kesehatan keuangan dari suatu perusahaan. Dari informasi kesehatan tersebut, maka dapat melihat apakah suatu investasi berisiko atau tidak. 

Pada dasarnya, rasio untuk perhitungan solvabilitas adalah menghitung rasio untuk menentukan kapabilitas suatu perusahaan dalam kemampuan pembayaran utang dan liabilitas. Perhitungan ini nantinya akan menjadi suatu pertimbangan kapabilitas untuk analisis kemampuan keuangan, mencakup pemanfaatan jaminan modal, aktiva, hingga jangka panjang atau pendek.   

Jenis Jenis Dan Rumus Hitungnya

1. Debt Ratio (Rasio Hutang)

Salah satu perhitungan dan rasio perhitungan untuk solvabilitas sendiri dapat dimulai dengan identifikasi debt ratio atau rasio hutang. Perhitungan ini berfokus pada penilaian akan kapasitas dan kemampuan perusahaan berdasarkan besaran utang untuk membiayai aset. Biasanya rasio ini akan membandingkan total keseluruhan aset dengan uang yang dimiliki. 

Biasanya, perhitungan rasio ini juga menjadi suatu indikasi apakah sebuah perusahaan mampu mendapat kredit baru atau tidak. Seperti contohnya adalah rasio solvabilitas positif untuk menghitung kemampuan pengajuan aktiva untuk modal. Besaran dari rasio hutang semakin besar, maka jaminan dari pihak kreditur akan lebih panjang dan dinilai terjamin. 

Saat dinilai terjamin, maka solvabilitas dari perusahaan tersebut akan disebut dengan baik. Dalam artian lain, rasio hutang dan kredit yang tinggi dapat berarti baik. Namun tak jarang investor memilih perusahaan dengan hutang kecil untuk mengurangi risiko kebangkrutan. Dari perhitungan ini, rumus yang digunakan adalah debt rasio = (hutang)/(total aset).  

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Rasio Solvabilitas
freepik.com

2. DER Atau Debt To Equity Ratio (Rasio Hutang Dan Ekuitas)

Perbandingan hutang dan ekuitas atau kepemilikan nilai uang pun menjadi salah satu rahasia investasi pintar. Pada dasarnya, penggunaan perhitungan rasio ini digunakan untuk perbandingan ekuitas dan liabilitas atau penghambat berupa hutang. Lebih mudahnya, bisa dikatakan bahwa pinjaman perusahaan jangan sampai lebih dari modal.

Mindset tersebut ditanamkan mengingat modal atau ekuitas akan menjadi alat pemenuhan kewajiban yang ditanggung oleh perusahaan. Jika hutang lebih banyak, maka kewajiban pun akan semakin menggunung. Karena itulah, nilai DER yang diharapkan adalah rendah. Yang berarti perusahaan memiliki kemampuan penyelesaian utang karena memiliki modal untuk jaminan pembayaran yang cukup besar. 

Patokan terbaik untuk penghitungan rasio solvabilitas menggunakan DER adalah kurang dari atau setara dengan 1. Rumusnya adalah DER= total utang / ekuitas x 100%. Contohnya adalah hutang perusahaan mencapai 1.480.893 dan ekuitas 4.168.830. Saat menggunakan rumus hasilnya adalah 36% (DER= (1.480.893/4.168.930)x100%). Karena di bawah 100% maka baik. 

3. TIE Atau Times Interest- Earned Ratio (Rasio Kapabilitas Dan Bunga)

Rasio terakhir adalah kemampuan perusahaan untuk membayar bunga di masa mendatang. Perlu dipahami jika hutang bernilai sama, namun bunga yang membuat hutang semakin berat. Karena itulah, TIE digunakan untuk membandingkan laba sebelum pajak dan bunga dengan biaya bunga yang harus dibayarkan. Nilai rasio ini digunakan sebagai acuan pihak pemberi hutang. 

Perhitungan nilainya adalah besaran TIE yang semakin kecil berarti kapasitas perusahaan untuk membayar semakin terbatas. Semakin tinggi nilainya, semakin baik rasio solvabilitas yang dimiliki. Rumus yang digunakan adalah TIE = laba/ beban bunga x 100%. Jika laba 250 juta dan bunga 50 juta, maka hasilnya 5 kali. Artinya, perusahaan tersebut mampu membayar biaya bunga 5 kali lebih besar. 

Dari informasi tersebut, bisa diambil garis bawah bahwa solvabilitas adalah salah satu ilmu rasio yang hendaknya setiap peminat transaksi saham pahami. Melalui rasio ini pula, para investor dapat mengenal dan memahami perusahaan lebih baik. Dari nilai rasio itu pula, para investor dapat menghindari masalah atau risiko kerugian di waktu ke depan. 

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

March 7, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
rasio likuiditas
Analisis Fundamental

3 Jenis Rasio Likuiditas yang Biasa Digunakan Investor

by Minsya March 6, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Rasio Likuiditas atau Liquidity Ratio adalah suatu metode ukur yang dilakukan perusahaan untuk memberi gambaran tentang kesehatan keuangannya. Banyak metode perhitungan yang bisa dilakukan sesuai dengan kebutuhan analisis keuangan. Yuk simak apa saja Langkah penting melakukan perhitungan ini.

Pengertian Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas (liquidity ratio) adalah rasio yang menghitung kekuatan perusahaan dalam membayar lunas utang ketika jatuh tempo. Semakin besar angka rasio likuiditas maka semakin bagus kesanggupan perusahaan dalam melunasi utang jangka pendek dan utang lancar.

Rasio likuiditas berhubungan dengan neraca atau balance sheet sebab seluruh data diambil dari neraca tersebut. Ada tiga unsur penting dari neraca meliputi:

Aset, meliputi aset lancar dan aset tetap. Aset lancar terdiri dari kas, piutang,  surat berharga, persediaan, serta biaya dibayar di muka. Sementara aset tetap meliputi aset berwujud serta aset tak berwujud.

Liabilitas, meliputi liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang. Liabilitas jangka pendek atau lancar meliputi utang usaha, utang wesel, dan semacamnya sementara liabilitas jangka panjang meliputi utang hipotek serta utang obligasi.

Ekuitas, meliputi modal saham pemilik, laba ditahan, tambahan modal disetor, serta saham treasury.

Liquidity ratio sering dipakai oleh investor untuk menentukan saham mana yang dibeli, dengan anggapan bahwa jika rasionya baik maka perusahaan bisa dikatakan sehat secara keuangan.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

rasio likuiditas
freepik.com

3 Jenis Liquidity Ratio dan Rumusnya

1. Rasio Lancar

Rasio lancar (current ratio) merupakan teknik paling mudah untuk mengetahui kapasitas perusahaan menyelesaikan kewajiban atau utang short term. Current ratio menyiratkan kapabilitas aset lancar perusahaan untuk membayar utang jangka pendek atau current liabilities. Rumus menentukan rasio lancar adalah membagi aset lancar (current asset) dengan current liabilities.

CR = CA / CL

Di mana :

CR = current ratio

CA = current assets

CL = current liabilities

Misalnya perusahaan A memiliki  total Aset Lancar 17.198.309 dengan total liabilitas jangka pendek 7.477.526. Tentukan berapa rasio lancar atau current ratio perusahaan A.

Jawab:

Current Ratio = 17.198.309 / 7.477.526 = 2,3 kali. Dari angka rasio lancar itu menggambarkan jika perusahaan A punya 2,5 kali lebih banyak dari aset lancar yang diperlukan membayar kewajiban lancarnya. Nilai current ratio idealnya paling sedikit 2 kali lebih besar dibanding total liabilities jangka pendek.

Cara analisis rasio keuangan perusahaan paling lazim ialah menggunakan pendekatan perbandingan industri. Yaitu angka current ratio perusahaan dikomparasi dengan angka current ratio dari rata-rata industri yang sama.

Misalnya perusahaan A adalah manufaktur khususnya industri barang konsumsi maka analisisnya yaitu dengan mengetahui angka rata-rata current ratio pada sektor consumer goods. Misalnya rata-rata nilai rasio lancar industri consumer goods sebesar 1,7 kali. Sehingga nilai current ratio dari perusahaan A melebihi rata-rata industri. Hal tersebut menggambarkan jika posisi likuiditas perusahaan A cukup aman.

Ada beberapa poin penilaian dari current ratio yaitu :

Angka rasio lancar besar menggambarkan posisi likuiditas perusahaan memang benar-benar bagus. Sementara bila nilainya kurang dari rata-rata industri maka dianggap lemah.

Angka rasio lancar besar menggambarkan jika perusahaan punya banyak persediaan (inventory) dan juga piutang lama. Bila dibiarkan terus bisa mengakibatkan akumulasi persediaan dan piutang tak tertagih.

Angka rasio lancar besar pun memperlihatkan jika perusahaan punya kas, piutang, dan inventaris terlalu banyak relatif terhadap penjualan. Aset lancar perusahaan tak ditangani dengan baik.

Angka rata-rata industri dari rasio lancar memang bukan angka mutlak dalam menentukan posisi likuiditas perusahaan. Akan tetapi, apabila rasio lancar perusahaan kurang dari rata-rata industri dan terpaut jauh, itu artinya wajib dilakukan evaluasi.

2. Rasio Cepat

Rasio cepat (quick ratio) dinamakan pula sebagai acid test ratio merupakan perbandingan keuangan untuk menghitung kemampuan perusahaan melunasi utang jangka pendek memanfaatkan aset lancar paling likuid. Likuid di sini berarti aset yang gampang diuangkan dalam jangka pendek yaitu kurang dari 1 tahun.

Rasio cepat mempunyai likuiditas lebih konservatif dibanding rasio lancar. Sebabnya rasio cepat cuma memanfaatkan aset lancar paling likuid dengan mengabaikan aset lancar paling tak likuid berupa persediaan atau inventory.

Persediaan atau inventory adalah aset lancar paling lama diuangkan sebab berkaitan volume penjualan yang berhasil dilakukan. Sehingga, quick ratio pun bisa didefinisikan sebagai kapasitas perusahaan dalam melunasi utang jangka pendek tanpa mengandalkan penjualan persediaan.

Oleh karena itu cara menghitung rasio cepat adalah dengan mengurangi persediaan dari aset lancar lalu dibagi nilai utang jangka pendek.

Rumus rasio likuiditas ini adalah QR = (CA – Inventories) / CL.

Dimana :

QR = quick ratio

CA = current assets

CL = current liabilities

Contoh : Perusahaan A memiliki neraca sebagai berikut :

Jumlah Aset Lancar = 17.198.309

Jumlah Inventories = 3.156.642

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek = 7.477.526

Jawab:

Quick Ratio = (17.198.309 – 3.156.642) / 7.477.526

Quick Ratio = 14.041.667 / 7.477.526

Quick Ratio = 1,87

Untuk menganalisis rasio cepat hampir sama dengan rasio lancar. Angka rasio cepat 2 kali berarti aset lancar paling likuid yang dimiliki perusahaan A adalah 2 kali lebih besar dibanding jumlah utang jangka pendek. Angka quick ratio 2 kali tadi juga bisa ditulis 200%.

Selanjutnya untuk menganalisis quick ratio pun bisa diambil dengan membandingkannya dengan angka quick ratio rata-rata industri sebagaimana menganalisis current ratio.

3. Rasio Kas

Terakhir, rasio kas (cash ratio)merupakan metrik likuiditas dengan menerapkan komponen kas atau setara kas yang lalu dibandingkan dengan liabilitas jangka pendek dan juga utang lancar. Cash ratio akan lebih baik ketika digunakan menyatakan posisi likuiditas sebuah perusahaan sebab memakai kas menjadi patokan utamanya. Cash dinilai lebih ideal dalam menggambarkan likuiditas.

Rumus cash ratio adalah CR = (Kas + Setara Kas) / utang lancar.

Contoh:

  1. Buyung punya aktiva lancar sebesar Rp. 350 juta dimana Rp. 95 juta berupa uang cash lalu Rp. 75 juta berada di rekening giro. Sementara utang lancar sebanyak Rp. 250 juta. Hitung rasio kas PT. Mandiri.

Diketahui :

Kas dan setara kas Rp. 170 juta (diperoleh dari Rp. 95 juta + Rp. 75 juta)

Utang lancar Rp. 250 juta

Jawab:

CR = (Kas + Setara Kas) / utang lancar

CR = Rp. 170 juta / Rp. 250 juta

CR = 0.68 kali.

Jadi rasio kas PT. Buyung adalah 0.68 kali.

Itu dia beberapa Langkah perhitungan Liquidity Ratio yang bisa anda ketahui. Teknik perhitungan ini bisa dijadikan  acuan untuk melakukan analisi dalam jangka pendek. Anda bisa memilih Teknik perhitungan yang tepat diantara ketiga Teknik perhitungan rasio tersebut sesuai dengan kebutuhan analisis masing masing.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

March 6, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG