Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - Saham Pemula - Page 29
Category:

Saham Pemula

investasi saham
Saham Pemula

Investasi Saham Syariah : Pahami 5 Keuntungannya

by Minsya December 29, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Seperti yang diketahui bahwa saham seringkali diartikan sebagai suatu tanda penyertaan modal yang diberikan oleh seseorang atau badan usaha kepada perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan begitu maka seseorang akan berkah menerima klaim atas pendapatan perusahaan. Bagi Pemula akan dapat menemukan keuntungan investasi saham syariah.

Memahami Keuntungan dalam Investasi Saham Syariah

1. Sudah Diakui Kehalalannya oleh MUI

Perusahaan yang menerbitkan saham syariah harus melalui tahap seleksi. Pilihan tersebut dilakukan guna menentukan apakah saham tersebut hukum syariah atau tidak. Untuk menentukan kelayakan, OJK dan DSN/MUI memiliki kriteria khusus yang tertuang dalam POJK NO. 35 Tahun 2017 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah.

Apabila saham yang diusulkan memenuhi kriteria tersebut maka saham tersebut dapat ditetapkan sebagai Saham yang berprinsip Syariah, jika tidak memenuhi kriteria tersebut maka tidak dapat ditetapkan sebagai Syariah. Artinya selama memilih saham-saham yang terdaftar dalam Daftar Efek Syariah dan Indeks Kepatuhan Syariah maka merupakan pilihan tepat.

Hal tersebut karena mereka syariah dari saham-saham yang tercatat bukan hanya merek tetapi dijamin halal karena telah mampu memenuhi kriteria. Oleh karena itu, ketika menentukan pilihan saham yang menganut prinsip syariah perlu dipelajari apakah sudah terdaftar secara resmi dan diawasi oleh OJK serta MUI yang memiliki otoritas akan hal tersebut.

2. Lakukan Investasi Sesuai dengan Ajaran Agama Islam

Selain mengharapkan sejumlah keuntungan, tentu saja anda akan mengharapkan Halal dari setiap transaksi, termasuk real estate. Karena tentunya akan dapat merasa tenang dan nyaman ketika menginvestasikan aset secara legal dan tidak asal-asalan. Dengan begitu maka anda tidak akan merasa ragu atau takut salah saat melakukan proses investasi.

Tentunya ketika berinvestasi pada perusahaan yang menerbitkan bentuk saham dengan prinsip syariah maka anda akan dapat menghindari penjualan produk haram, karena penjualan produk halal menjadi salah satu bentuk kriteria yang harus terpenuhi agar bisa terdaftar sebagai perusahaan yang memberikan penawaran khusus berupa saham dengan prinsip syariah.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

investasi saham
freepik.com

3. Mekanisme Pelaksanaan

Jenis keuntungan dan keunggulan berikutnya dari saham syariah yaitu diterapkannya seluruh prinsip keislaman dalam proses atau mekanisme pelaksanaan. Segala sesuatu yang berkaitan dengan transaksi akan diperhatikan secara detail dan terperinci agar bisa saling ridho, tidak ada pihak yang merasa dirugikan, adil, dan terhindar dari jenis transaksi terlarang menurut syariah.

Mekanisme yang dilakukan juga pastinya sudah melalui tahap pertimbangan dan persetujuan yang dilakukan secara terperinci. Hal tersebut juga dilakukan dengan tujuan untuk bisa menghindari berbagai jenis tindakan kecurangan dalam menjalankan investasi saham. Dengan begitu anda tidak perlu khawatir untuk melakukan investasi jangka panjang.

4. Regulasi Hukum

Seluruh kegiatan dan transaksi yang melibatkan saham berprinsip Syariah diatur, dipantau dan dilindungi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan juga mengacu pada fatwa Dewan Syariah Nasional atau Majelis Ulama Indonesia (DSN/MUI). Jadi anda sudah tidak perlu khawatir untuk berinvestasi saham karena saham prinsip syariah sudah memiliki aturan hukum yang jelas.

Dengan begitu maka anda sudah tidak perlu ragu atau bingung ketika hendak melakukan investasi saham yang halal. Untuk bisa lebih memastikan apakah investasi saham benar benar telah menganut sistem syariah maka anda bisa melakukan pengecekan melalui situs yang menyediakan deretan informasi seputar perusahaan yang menggunakan prinsip syariah.

5. Transparan atau Terang Terangan

Komunikasi dan juga informasi diartikan sebagai suatu elemen penting ketika dalam proses bertransaksi. Hal tersebut karena informasi menunjukkan keterbukaan dan transparansi transaksi. Tidak ada unsur gharar dalam saham prinsip syariah karena akad investasi yang dilakukan menggunakan akad jelas mulai dari Mudharabah atau perjanjian kerjasama antara pengelola dengan pemilik modal.

Kemudian selain itu juga terdapat jenis akad Musyarakah yang diartikan sebagai perjanjian kerjasama dimana kedua belah pihak memberikan modal secara seimbang atau Ijarah yang merupakan perjanjian sewa – sewa dengan upah yang disepakati sehingga investor saham syariah mengetahui prosedurnya dan karenanya akan bisa merasa aman dan bebas dari penipuan.

5 jenis keuntungan tersebut akan bisa diperoleh ketika anda memilih melakukan investasi saham dengan prinsip syariah. Di Indonesia susah banyak sekali jenis saham yang dikelola dengan menggunakan prinsip keagamaan, jadi anda tidak perlu khawatir dalam menentukan pilihan. Pilihlah jenis perusahaan terpercaya yang sudah terdaftar pada OJK dan juga MUI.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

December 29, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
investasi saham
Saham Pemula

Memahami 5 Tips Investasi Saham Jangka Panjang untuk Pemula

by Minsya December 28, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Investasi saham jangka panjang diartikan sebagai suatu pembelian saham yang dilakukan berkelanjutan dan baru direalisasikan dalam jangka waktu yang lama atau bahkan bisa lebih dari 5 tahun. Tujuan dari investasi ini adalah untuk mendapatkan passive income berupa dividen. Yuk simak bagaimana tips mudah investasi saham jangka panjang untuk pemula.

Tips Memulai Investasi Jangka Panjang

1. Pilih Perusahaan dengan keuntungan Konsisten

Tips pertama yang bisa dilakukan untuk investasi saham jangka panjang yaitu dengan memilih perusahaan yang menghasilkan laba stabil dan pendapatan bersihnya tumbuh dengan stabil selama beberapa tahun terakhir. Anda dapat memeriksa setidaknya 5 tahun terakhir atau 10 tahun jika memungkinkan. Keuntungan perusahaan tercermin dari EPS Ratio (Earnings Per Share)

Atau bisa juga melakukan pengecekan di ROA (Return on Assets) dan ROI (Return on Investment). Oleh karena itu, jika sudah tahu pilihlah yang profitnya tetap jangan beli saham murah tapi kualitas murahan. Kinerja ini dapat diverifikasi dalam rekening tahunan. Namun, jika Anda tidak bisa membaca laporan keuangan, sebaiknya lihat informasi laporan keuangan yang dirangkum oleh perusahaan investasi.

Misalnya, di Stockbit Anda dapat melihat ringkasan laporan laba rugi setiap emiten dengan cara  buka Stockbit dan login. Di menu pencarian, cari saham yang ingin di review misalnya PT Telkom Indonesia Tbk dalam contoh ini. Pilih menu Keuangan lalu Rekening Pendapatan dan anda akan bisa melihat laba bersih dan apakah saham dengan kode TLKM ini rutin menghasilkan keuntungan setiap tahunnya.

2. Pastikan Memilih Perusahaan yang Berkompeten

Misalnya, Anda melihat perusahaan-perusahaan di sekitar yang produknya sering digunakan dan Anda paham bagaimana perusahaan-perusahaan tersebut menghasilkan keuntungan. Contohnya Warren Buffett, seorang investor terkenal yang tidak mau memilih perusahaan yang tidak dipahami. Misalnya waktu itu ada dotcom bubble, walaupun harga saham naik gila-gilaan

Tapi investor yang satu ini tidak beli saham karena tidak paham bisnisnya. Warren Buffett lebih memilih jenis perusahaan produk konsumen yang benar-benar dipahami. Jika Anda lebih familiar dengan industri perbankan, tidak ada salahnya membeli saham di perusahaan perbankan. Ketika Anda memilih perusahaan yang benar-benar dipahami, lebih mudah untuk berinvestasi.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

investasi saham
freepik.com

3. Perhatikan Risiko Perusahaan

Tips yang harus diperhatikan berikutnya yaitu risiko perusahaan. Perusahaan mungkin memiliki keuntungan yang besar atau manajemen yang baik, tetapi perusahaan tersebut memiliki leverage yang sangat tinggi, sehingga risikonya menjadi lebih tinggi. Hal yang bisa dilakukan untuk melihat risiko perusahaan yaitu dapat dilihat pada tingkat utang yang disebut juga dengan DER (debt to equity ratio).

Jika rasio kecepatan lebih besar dari 1, berarti perusahaan ini memiliki jumlah risiko yang lebih tinggi. Jadi, Anda harus lebih spesifik saat memilih perusahaan. Namun perlu ditekankan bahwa indikator DER ini tidak dapat digunakan untuk semua jenis perusahaan. Perhatikan hal ini terlebih dahulu sebelum menentukan atau memutuskan investasi jangka panjang.

4. Perhatikan Sistem Manajemen Perusahaan

Manajemen merupakan roda kemudi perusahaan, maka jika manajemen baik maka perusahaan akan berkembang ke arah lebih baik dan akan berlaku pula sebaliknya. Manajemen yang baik tentunya tidak hanya mendatangkan keuntungan bagi perusahaan, tetapi juga menguntungkan seluruh anggota pemegang saham dari pengelolaan perusahaan.

5. Melakukan Evaluasi Berkala

Tips terakhir untuk investasi saham jangka panjang yaitu terkait dengan sistem penilaian. Bahkan jika telah melakukan langkah satu sampai empat dengan baik, Anda tetap perlu menilai saham yang dimiliki. Secara khusus, rutin mengecek informasi saham, praktek, perusahaan, laporan keuangan dan hal lainnya merupakan hal yang perlu untuk dilakukan.

6. Perhatikan Market Cap Perusahaan

Sebagai langkahnya, Anda bisa mulai investasi saham jangka panjang untuk pemula dengan menganalisis nilai pasar secara cermat. Nilai pasar memberi tahu tentang seberapa besar perusahaan itu. Demikian juga bagian pemegang saham. Perusahaan dengan nilai modal besar cenderung merupakan perusahaan yang sehat, terpercaya atau perusahaan yang berada di bawah naungan BUMN.

Pemilihan perusahaan terpercaya perlu dilakukan karena penghasilannya bisa stabil dan biasanya memiliki nilai yang tinggi. Selain itu, pembiayaan dapat ditemukan dari investor. 6 tips yang disebutkan bisa dilakukan untuk bisa memulai melakukan investasi saham. Segala bentuk pertimbangan perlu dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

December 28, 2022 1 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
jenis pasar sekunder
Saham Pemula

Mengenal 3 Jenis Pasar Sekunder di Bursa Saham

by Minsya December 27, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Bursa saham merupakan tempat dimana saham akan dibeli dan dijual secara publik. Setelah saham perusahaan tercatat di bursa, selanjutnya saham akan ditransaksikan di pasar sekunder. Bagi investor saham untuk pemula, perlu diketahui bahwa pasar sekunder tersebut terbagi menjadi beberapa macam. Berikut penjelasan mengenai jenis jenis pasar sekunder ini.

Jenis Jenis Pasar Sekunder di Bursa Saham

1. Pasar Reguler

Pasar reguler atau reguler board merupakan jenis pasar sekunder di bursa yang digunakan untuk melakukan transaksi saham sehari hari. Di sini, para investor akan melakukan berbagai cara transaksi sesuai harga yang mengalami kenaikan berdasarkan fraksi harga. Dimana transaksi tersebut memanfaatkan beberapa jenis tawar menawar secara konsisten, sesuai periode dagang yang berlangsung.

Adapun besaran saham yang ditransaksikan di pasar reguler adalah dalam satuan lot, yang mana 1 lot berisikan 100 lembar saham di Indonesia. Masa penyelesaian transaksi umumnya T+2 setelah transaksi bursa. Jam perdagangan pasar reguler terbagi menjadi dua sesi dalam lima hari kerja. Pada tahun ini, sesi I pukul 09.00 sampai 11.30 dan sesi II pukul 13.30 sampai 14.49.59.

Selain itu, bagi anda yang membeli saham untuk pemula perlu mengetahui bahwa terdapat tiga sesi yang dilakukan setiap hari bursa. Antara lain pra-pembukaan, pra penutupan, dan pasca penutupan. Tiga sesi tersebut terbagi lagi menjadi beberapa sesi yang sebaiknya anda cari tahu kembali. Seperti pada pra-pembukaan, di sesi pukul 08.45-08.59 adalah agenda anggota bursa efek memasukkan penawaran atau permintaan.

2. Pasar Negosiasi

Pasar negosiasi adalah jenis pasar sekunder yang melakukan tawar menawar secara individu dengan anggota bursa jual dan anggota bursa beli. Sehingga transaksi tidak dilakukan di Bursa Efek Indonesia, namun tetap dalam pengawasan dan hasil negosiasi harus disepakati oleh bursa. Adapun pedoman yang digunakan pada tawar menawar tersebut yaitu kurs terakhir di pasar reguler.

Meski begitu, penyelesaiannya dilakukan atas dasar kesepakatan antara anggota bursa. Jadi tidak mengacu secara berkesinambungan dengan pasar reguler. Aturan aturan di pasar negosiasi pun tidak begitu banyak, karena tidak ada penetapan batas atas dan bawah pada setiap harga saham. Selain itu, saham juga dapat diperdagangkan dalam lembaran. 

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

jenis pasar sekunder
freepik.com

Karena itu, menjual saham untuk pemula sering dilakukan di sini. Harapannya dapat melatih diri menjual saham dengan sistem perdagangan menggunakan satuan lembar. Secara umum, terdapat beberapa tujuan kenapa investor melakukan transaksi di pasar negosiasi. Yaitu transaksi saham odd lot (jumlah saham di bawah 1 lot) dan transaksi dengan fraksi harga berbeda dari pasar reguler.

Untuk jadwal pembukaan saham pasar negosiasi, terbagi menjadi dua sesi dalam lima hari kerja. Di antaranya yaitu sesi I pukul 09.00 sampai 11.30 dan sesi II pukul 13.30 sampai dengan pukul 15.30. Namun masa penyelesaian transaksi bisa dinegosiasikan antara anggota bursa jual dan anggota bursa beli.

3. Pasar Tunai

Penjual dan pembeli yang gagal melakukan transaksi di pasar sekunder maupun pasar negosiasi umumnya akan melakukan perdagangan di pasar tunai. Saham yang diperdagangkan berada dalam satuan lot, sama seperti pasar reguler. Namun sistem pembayarannya berbeda, karena penyelesaian transaksi menggunakan standar T+0 alias hari itu juga.

Jadi pasar tunai tersebut memang umumnya ditujukan untuk menyelesaikan setiap kegagalan yang terjadi di pasar reguler atau pasar negosiasi. Misalnya transaksi short selling yang bisa diselesaikan dengan menggunakan prinsip pasar tunai. Di pasar tunai sendiri, prinsip pembayaran dan penyerahan seketika seperti itu dikenal dengan istilah cash and carry.

Adapun pembukaan jadwal pasar tunai dalam lima hari kerja hanya tersedia dalam satu sesi saja, yakni pada pukul 09.00 hingga 11.30. Apabila sudah pernah mencoba membeli saham untuk pemula di pasar reguler, anda tidak akan bingung lagi ketika melakukan transaksi di pasar tunai. Sebab satuan perdagangan yang digunakan pun tetap sama.

Itu dia jenis jenis pasar sekunder yang ada di bursa saham. Anda bisa melakukan transaksi di ketiga jenis pasar sekunder tersebut sesuai kondisi. Normalnya tentu dilakukan pada pasar reguler di BEI. Namun beberapa hal mungkin membuat anda perlu bertransaksi di pasar negosiasi maupun pasar tunai, sehingga penting untuk memahaminya sebelum melakukan investasi.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

December 27, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
saham dan reksadana
Saham Pemula

Mengenal 7 Perbedaan Saham dan Reksadana, Pahami Sebelum Investasi!

by Minsya December 26, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Banyaknya orang yang melakukan investasi saham mungkin membuat anda juga tertarik membeli saham untuk pemula. Akan tetapi, ada baiknya anda mengetahui perbedaan antara saham dengan instrumen investasi lainnya sebelum memulai. Pada pembahasan kali ini akan dijabarkan mengenai perbedaan antara saham dan reksadana. Lebih lanjut, simak ulasan selengkapnya berikut.

Perbedaan Antara Saham dan Reksadana

1. Objek yang Dibeli

Membeli saham dan reksadana sudah tentu merupakan dua hal yang berbeda. Reksadana sendiri adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari investor. Dimana dana yang telah terkumpul ini nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke beberapa instrumen. Bisa berupa saham, deposito, atau obligasi.

Jadi sederhananya reksadana adalah kumpulan produk investasi yang dikelola oleh manajer investasi. Sementara itu, saham mengacu pada bagian kepemilikan suatu aset perusahaan. Apabila anda membeli saham suatu perusahaan, maka anda pun akan mendapatkan hak dividen yang menjadi keuntungan dari saham tersebut.

2. Proses Pembelian Aset

Perbedaan antara saham dan reksadana bisa dilihat pada proses pembeliannya. Dalam hal ini, pembelian saham jauh lebih simpel karena anda harus perlu melakukan pembelian melalui bursa. Setelah membeli saham untuk pemula lewat pihak ketiga, maka saham pun sudah dalam kepemilikan anda nantinya.

Berbeda dari proses pembelian reksadana yang prosesnya lebih panjang. Karena anda harus membeli instrumen investasi tersebut ke APERD (Agen Penjual Efek Reksadana). Selanjutnya anda akan dihubungkan ke manajer investasi serta bank kustodian untuk menyimpan aset reksadana.

3. Pihak Pihak yang Terlibat

Seperti yang telah dijelaskan bahwa reksadana adalah kumpulan produk investasi yang dikelola oleh manajer investasi. Dengan kata lain, investasi dalam bentuk reksadana akan melibatkan manajer investasi. Karena sudah ada manajer investasi yang akan mengelola modal anda, maka anda tidak perlu repot lagi untuk mengelola investasi sendiri.

Sistemnya yang seperti itu membuat reksadana cocok dipilih bagi investor yang pasif. Risikonya pun bisa dibilang lebih kecil, karena sudah ada tenaga profesional yang mengelola. Namun ini tentu jika anda berhasil memilih manajer investasi yang tepat. Sedangkan pada investasi saham, anda akan mengambil keputusan sendiri. Bursa efek hanya akan menyediakan tempat untuk bertransaksi.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

saham dan reksadana
freepik.com

4. Imbal Hasil

Mengenai imbal hasil yang akan diperoleh, membeli saham untuk pemula tentu berbeda dari menanam modal pada reksadana. Dimana investasi saham dikenal mampu memberikan imbal hasil yang besar. Anda akan mendapat keuntungan dari pembagian dividen dan capital gain, yang merupakan selisih dari harga jual dan harga beli saham.

Akan tetapi, risiko yang ditanggung oleh investor juga jauh lebih tinggi apabila anda tidak memahami betul teknik teknik bermain saham. Di lain sisi, imbal hasil reksadana tergantung nominal dari negosiasi antara investor dan perusahaan manajemen aset. Jadi bisa saja imbal hasilnya lebih kecil dari saham. Namun itu juga sebanding dengan risikonya yang lebih minim.

5. Pajak

Perlu diketahui bahwa setiap penjualan saham akan dikenakan pajak sebesar 0,1 persen. Selain pajak dari penjualan, pajak juga akan dikenakan sebesar 10 persen ketika anda memperoleh dividen. Sedangkan reksadana adalah produk dalam aset keuangan yang tidak dikenakan pajak atas hasil keuntungan investasinya. Hal tersebut dijelaskan pada UU PPh Pasal 4 Ayat 3.

6. Keleluasaan Memilih Saham

Karena dana dikelola secara langsung oleh masing masing investor, maka investor pun bisa bebas membeli saham apapun yang diinginkan. Sebaliknya, menanam modal di reksadana berarti dana tersebut akan menjadi tanggung jawab perusahaan. Sehingga manajer investasi memiliki andil dalam proses pemilihan instrumen investasinya. Jadi mungkin tidak semua akan digunakan untuk saham.

7. Proses Pencarian Dana

Sebelum membeli saham untuk pemula, anda juga perlu tahu bagaimana proses pencairan dananya. Proses pencairan dana investasi saham umumnya tidak melalui pihak ketiga. Sehingga dana bisa cepat masuk ke rekening anda. Sedangkan untuk proses pencairan dana reksadana membutuhkan waktu lebih lama lantaran menggunakan agen pengelola. 

Demikian perbedaan antara saham dan reksadana. Jadi untuk reksadana ini adalah kumpulan produk investasi yang dikelola oleh manajer investasi. Sehingga ada pula yang namanya reksadana saham, dengan sifat dan pergerakan yang tidak jauh berbeda dari saham pada umumnya. Mana yang lebih baik ? Anda bisa menyesuaikannya dengan profil risiko yang dimiliki.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

December 26, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
saham dan obligasi
Saham Pemula

Saham dan Obligasi: Yuk Ketahui 7 Perbedaannya!

by Minsya December 24, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Dewasa ini, sudah banyak masyarakat yang menyadari akan pentingnya melakukan investasi sebagai tabungan di masa depan. Dan perkembangan teknologi yang begitu pesat, memudahkan masyarakat dalam menanamkan modal di berbagai instrumen investasi. Adapun yang paling digemari adalah obligasi dan saham untuk pemula. Yuk simak perbedaannya sebelum mulai investasi.

Perbedaan Saham dan Obligasi

1. Fungsi

Dari fungsinya, saham dapat dibedakan dari obligasi. Apabila anda menginvestasikan dana yang dimiliki pada saham, itu berarti anda memiliki bagian tersendiri di perusahaan sesuai dengan modal yang telah dikeluarkan. Bagian ini dihitung berdasarkan jumlah lembar dan lot saham yang sudah anda beli pada suatu emiten.

Sementara itu, obligasi merupakan surat utang. Di sini anda berperan sebagai investor atau pemberi utang, dan perusahaan di lain sisi bertindak sebagai pemilik utang. Sehingga perusahaan mempunyai kewajiban membayar utang tersebut kepada anda sesuai jangka waktu tertentu.

2. Batas Masa Berlaku

Saham dan obligasi mempunyai batas masa berlaku yang berbeda antara satu sama lain. Apabila membeli saham untuk pemula, maka masa berlakunya adalah selama perusahaan tempat anda membeli saham masih berdiri dan terdaftar di bursa. Jadi anda tetap bisa mendapat keuntungan berupa dividen saham selama waktu tersebut, apabila belum menjual saham.

Jadi masa berlaku saham tidak memiliki ketentuan yang jelas, tergantung bagaimana kinerja perusahaan, kebijakan perusahaan, dan apakah anda ingin mempertahankan saham atau menjualnya. Sedangkan obligasi mempunyai masa berlaku yang sudah tertulis jelas pada surat utang tersebut.

3. Harga Jual Beli Surat Berharga

Saham dan obligasi juga bisa dibedakan atas harga jual belinya. Hal ini akan tampak cukup signifikan ketika terjadi perubahan kondisi politik, terjadi inflasi, atau gejolak kondisi ekonomi dalam suatu negara. Karena pada kondisi tersebut biasanya harga saham rentan mengalami penurunan. Sebaliknya, obligasi cenderung lebih stabil meskipun menghadapi berbagai kondisi keuangan.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

saham dan obligasi
freepik.com

4. Tingkat Keuntungan

Berbicara mengenai tingkat keuntungan, membeli saham untuk pemula mampu menawarkan potensi keuntungan yang besar. Akan tetapi, keuntungan yang diperoleh dari saham berbanding lurus dengan risikonya. Ini merupakan jenis investasi yang sifatnya high risk high return. Sebab harga saham bisa sewaktu waktu turun secara drastis karena beberapa faktor.

Di lain sisi, obligasi menawarkan keuntungan yang relatif lebih kecil dari saham. Itu karena porsi keuntungannya sesuai dengan rate yang telah disepakati di perjanjian awal. Sehingga besar keuntungan obligasi umumnya sudah diketahui di awal investasi. Besarnya keuntungan hanya bertambah apabila anda membeli lebih dari satu surat utang.

5. Risiko

Memiliki perbedaan pada aspek keuntungan yang bisa diperoleh, saham dan obligasi juga mempunyai perbedaan risiko. Secara teknis, terdapat setidaknya empat risiko yang akan dihadapi apabila anda memilih investasi saham. Yaitu tidak menerima dividen atau bagi hasil dari perusahaan, perusahaan pailit atau bangkrut, perusahaan delisting dari bursa, serta fluktuasi pasar.

Dan untuk obligasi, setidaknya ada tiga risiko yang akan anda hadapi. Yang pertama adalah risiko gagal bayar karena perputaran uang perusahaan yang tidak bagus. Kemudian capital loss, karena harga obligasi dibanderol lebih rendah dari harga saat membelinya. Juga risiko likuiditas, karena obligasi dinilai tidak cukup likuid maka menjadi sulit untuk menjualnya kembali dalam tempo singkat.

6. Kebijakan Likuidasi

Apabila terjadi pembubaran perusahaan, pemegang saham umumnya hanya akan menerima sejumlah uang sesuai modal yang ditanam. Mereka juga bisa mendapatkan keuntungan dalam jumlah tertentu, setelah perusahaan berhasil melunasi utang. Sedangkan investor obligasi menjadi prioritas perusahaan. Anda berhak mendapatkan piutang sesuai dengan perjanjian yang ada.

7. Pajak

Perbedaan lainnya yang perlu diketahui sebelum membeli obligasi atau saham untuk pemula adalah terkait nilai pajak. Pemegang saham akan dikenakan pajak yang tergolong ke dalam pendapatan, namun pajak tersebut dipotong otomatis ketika investor memperoleh dividen. Lalu untuk obligasi bisa dianggap tidak dikenakan pajak karena pembayarannya termasuk dalam biaya perusahaan.

Itu dia perbedaan antara saham dan obligasi. Mana yang lebih baik ? Tentunya ini tergantung profil risiko anda sebagai seorang investor. Ada baiknya juga melakukan diversifikasi investasi agar mendapat sumber keuntungan pasif anda menjadi lebih stabil. Terlebih saat ini sudah tersedia saham syariah maupun obligasi syariah yang praktiknya dijalankan sesuai prinsip syariah.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

December 24, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
investasi saham
Saham Pemula

6 Tips Sukses Investasi Saham untuk Jangka Panjang!

by Minsya December 23, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Investasi menjadi sebagai salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga aset kekayaan di masa depan. Sehingga nantinya anda akan mempunyai jaminan keuangan di hari tua meskipun sudah tidak bekerja. Dan investasi saham untuk pemula dapat dipersiapkan untuk jangka panjang. Berikut tipsnya supaya sukses dalam investasi.

Tips Sukses Investasi Saham Jangka Panjang

1. Mulai Investasi Sejak Dini

Memulai investasi sejak dini sangat penting diterapkan apabila ingin sukses di hari tua berkat investasi jangka panjang. Lalu kapan waktu yang tepat untuk memulainya ? Jawabannya adalah sekarang juga atau secepatnya yang anda bisa. Sebab semakin lama anda berinvestasi maka peluang memperoleh hasil yang lebih besar juga semakin tinggi.

Memulai investasi sejak dini yang dimaksud pada konteks ini memang bukan berarti anda harus melakukannya sejak kecil. Melainkan dilakukan secepat yang anda bisa, tanpa perlu menunda nunda karena ragu akan risiko yang dihadapi. Sebab dengan investasi anda dapat menjaga aset kekayaan di masa mendatang.

2. Jangan Memusingkan Hal Hal Kecil

Apabila tujuannya adalah investasi jangka panjang, maka anda sebaiknya jangan terlalu memusingkan hal hal kecil. Pasalnya membeli saham untuk pemula biasanya dilakukan dengan sangat berhati hati. Berhati hati memang bagus, namun terkadang sebagian orang justru menjadi terlalu memikirkan hal kecil.

Seperti terlalu menekankan perbedaan nilai dari pergerakan harga saham setiap menitnya. Hal tersebut biasa dilakukan oleh investor aktif, dimana mereka menggunakan fluktuasi menit ke menit guna mengunci keuntungan. Tapi bagi investor jangka panjang, yang perlu anda perhitungkan adalah pergerakan yang berlangsung bertahun tahun.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

investasi saham
freepik.com

3. Lakukan Adaptasi dan Sabar

Tips berikutnya untuk sukses investasi jangka panjang yaitu jangan lupa lakukan adaptasi dan sabar. Sebab investasi jangka panjang sudah pasti membutuhkan waktu yang tidak sebentar, namun bisa dalam hitungan tahun lamanya. Dan selama itu pula, tentu akan banyak hal terjadi di pasar modal.

 

4. Pilih dan Pertahankan Satu Strategi

Mempunyai berbagai macam strategi dalam investasi saham memang bagus. Namun anda tetap membutuhkan satu strategi yang digunakan sebagai dasar dan pedoman dalam investasi jangka panjang. Jadi mulailah dengan mencari satu strategi yang dirasa paling sesuai dengan profil yang dimiliki.

Sebab setiap investor pastinya mempunyai profil yang berbeda beda. Cara anda melihat risiko dan keuntungan dari saham tidak akan sama dengan investor lain. Sehingga anda perlu menemukan sendiri strategi yang paling cocok dengan diri anda. Jangan membeli saham secara acak tanpa adanya strategi terlebih dahulu.

5. Jangan Mudah Terpengaruh Rekomendasi Saham

Ketika mencari di internet atau bergabung dengan diskusi para investor, pasti ada kalanya anda menemukan orang orang yang merekomendasikan saham tertentu. Terlepas dari sumbernya valid atau tidak, sebaiknya anda jangan mudah terpengaruh terhadap rekomendasi saham saham tersebut.

Meskipun rekomendasi yang diberikan mungkin terkadang menawarkan hasil yang luar biasa. Tapi anda tetap perlu melakukan analisis sendiri sebelum benar benar menginvestasikan modal ke perusahaan tertentu. Kenapa ? Karena investasi jangka panjang menuntut analisis yang lebih dalam. Jadi anda tidak bisa langsung percaya begitu saja dengan rekomendasi.

6. Lakukan Diversifikasi

Tips membeli saham untuk pemula yang ingin investasi jangka panjang selanjutnya yaitu lakukan diversifikasi. Tujuannya adalah supaya hasil yang anda peroleh bisa terus berimbang dan saling melengkapi satu sama lain. Anda bisa menginvestasikan modal ke berbagai sektor perusahaan, seperti sektor industri, sektor konsumer, dan lain sebagainya.

Sehingga jika terjadi penurunan di salah satu sektor, maka modal yang ditanam pada sektor lainnya masih dapat mengimbangi dan mencegah anda mengalami kerugian besar. Bahkan anda bisa melakukan diversifikasi investasi berdasarkan wilayah. Misalnya di pasar dalam negeri, pasar Asia, Amerika, Eropa, atau lainnya.

Investasi jangka panjang dapat menjadi tabungan anda di hari tua nanti, sehingga sebaiknya dimulai dari sekarang. Supaya investasi ini membuahkan hasil yang baik, anda dapat mengikuti tips di atas. Anda pun dapat mempelajari terlebih dahulu berbagai macam strategi dan teknik analisis sebelum memulai. Jangan tunggu lama, yuk mulai investasi saham sekarang juga.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

December 23, 2022 1 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
reksadana saham
Saham Pemula

Yuk Simak Pengertian Investasi Reksadana Saham dan Keuntungannya

by Minsya December 22, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Reksadana diartikan sebagai tempat dana dikumpulkan dari masyarakat dan diinvestasikan dalam berbagai sarana investasi oleh manajer investasi. Manajer investasi nantinya akan menginvestasikan dan mengelola dana secara profesional di reksadana dengan dukungan tenaga ahli. Salah satu bentuk investasi yang bisa dikelola investor yaitu reksadana saham.

Memahami Pengertian dari Saham Reksadana

Dalam dunia investasi, reksadana saham umumnya menjadi salah satu bentuk investasi yang banyak dicari karena dinilai menjanjikan dari segi return. Meskipun prinsip high risk high return sudah dikenal dalam berinvestasi, anda perlu memahami bahwa jenis investasi yang satu ini relatif beresiko namun potensi return yang baik juga dipastikan akan lebih besar lagi. 

Reksadana saham lebih berisiko daripada jenis reksadana lainnya seperti reksadana, reksadana obligasi, dan reksadana pasar uang. Namun tentunya bagi yang paham dengan risiko reksadana saham, ada cara unik untuk menghindari kerugian. Dana ekuitas sangat berbeda dari saham pada umumnya. Investor reksadana saham tidak perlu melihat langsung fluktuasi harga saham.

Manajer investasi melakukan semua ini, namun sebelum akhirnya memutuskan untuk investasi reksadana saham, perlu dipastikan bahwa anda harus memahami dasar dan prinsip reksadana saham. Hal tersebut terkait dengan pengertian sampai dengan segala bentuk return dan risiko dari pemilihan investasi dengan menggunakan reksadana saham.

Reksadana saham memiliki makna yang tidak jauh berbeda dengan saham. Keduanya dilengkapi dengan portofolio berupa saham. Portofolio ini dikelola oleh manajer investasi dengan membeli dan menjual saham ketika harga saham mengizinkan perdagangan. Hasil investasi dana saham adalah selisih naik atau turunnya harga saat membeli atau menjual saham. 

Oleh karena itu, tidak semua jenis perusahaan dapat membeli saham reksadana saham. Proses pendaftaran label perusahaan tidak mudah karena tujuan utamanya adalah perlindungan investor dan semuanya diawasi langsung oleh OJK atau badan Otoritas Jasa Keuangan. Tentunya banyak produk reksadana saham yang diperdagangkan aman di bawah pengawasan OJK. 

Investor tidak dapat membeli jenis saham di bursa asing dan tidak dapat mengakses informasi dari Indonesia. Investasi dibatasi yaitu maksimal 10% dari nilai aset reksadana saham Investor tidak boleh mengelola modal ekuitas melebihi 5% dari total modal. Jenis investasi reksadana saham yang satu ini tergolong dalam penerapan investasi jangka pendek.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

reksadana saham
freepik.com

Mengenal Risk dan Return dalam Reksadana Saham

Pengembalian dan risiko, atau biasa disebut untung dan rugi, adalah elemen yang saling terkait dari dana ekuitas. Memahami pengembalian dan risiko sangat penting untuk mendapatkan hasil maksimal dari investasi Anda dalam dana saham. Sebagai seorang investor, Anda perlu berhati-hati dan matang antara untung dan rugi daripada hanya melihat satu sisi.

Meskipun tidak dapat disangkal bahwa reksa dana saham menawarkan imbal hasil yang tinggi, terdapat juga tingkat risiko yang tinggi terkait dengan fluktuasi yang tidak mudah diprediksi. Keuntungan dan kerugian dana ekuitas dapat berfluktuasi secara signifikan setiap saat. Namun, risiko tersebut tidak menjadi penghalang untuk berinvestasi di reksa dana saham. 

Dengan perencanaan keuangan yang tepat, risiko tersebut dapat diminimalisir atau bahkan diubah menjadi keuntungan yang berlipat ganda. Untuk bisa menjalankan investasi dengan nyaman dan menguntungkan maka diperlukan pemahaman dan teknik yang tepat. Untuk lebih mempermudahnya, berikut tips menarik yang bisa dipraktekkan untuk dapat keuntungan.

Tips Melakukan Investasi di Reksadana Saham

1. Tentukan Tujuan Perencanaan Keuangan dengan Jelas

Jika tujuan Anda adalah untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat, maka sebaiknya tinggalkan prinsip ini. Hal terpenting dalam berinvestasi adalah tujuan keuangan jangka panjang. Selalu ingat bahwa reksadana saham tidak cocok untuk anda yang memiliki target pengembalian investasi kurang dari 15 tahun karena tingginya volatilitas harga pasar yang terus berubah.

2. Lakukan Review Kinerja dengan Tepat

Cara terbaik untuk mengetahui kinerja yaitu dengan melakukan tinjauan kinerja. Tidak jarang investor memantau laporan media arus utama menunjukkan hasil yang menarik. Namun, tidak ada artinya mengevaluasi investasi reksadana saham berdasarkan kinerja investasinya dalam waktu singkat karena dana ekuitas dapat menunjukkan pengembalian nyata dalam jangka waktu lama.

Reksadana saham hanya direkomendasikan untuk anda yang memiliki rencana keuangan jangka panjang sekitar 15 tahun atau lebih. Melakukan hal ini dalam periode investasi dapat menghasilkan pengembalian yang sangat tinggi. Oleh karena itu, sebelum menentukan jenis investasi, pastikan anda mempertimbangkan tujuan dan melakukan review kinerja saham.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

December 22, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Kesalahan Investasi Saham
Saham Pemula

6 Kesalahan Investasi Saham untuk Pemula yang Harus Dihindari

by Minsya December 20, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Dapat menawarkan keuntungan yang cukup besar membuat banyak orang tertarik investasi saham. Akan tetapi, perlu diingat pula bahwa saham merupakan jenis investasi yang risikonya juga cukup tinggi. Sehingga membeli saham untuk pemula sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan. Pastikan anda menghindari beberapa kesalahan investasi saham untuk pemula berikut ini.

Kesalahan Investasi Saham yang Harus Dihindari

1. Tidak Melakukan Diversifikasi Investasi

Saat berinvestasi di pasar modal, sangat penting bagi investor untuk melakukan diversifikasi agar dapat meminimalisir potensi kerugian yang besar. Diversifikasi investasi sendiri adalah menanam modal pada beberapa instrumen yang berbeda. Tujuannya adalah untuk mencegah kerugian yang besar. 

Karena saat salah satu instrumen investasi anda ternyata tidak membuahkan hasil yang baik, maka anda masih punya instrumen investasi lain yang dapat diandalkan. Dengan begitu uang investasi anda tidak benar benar habis. Inilah yang harus diperhatikan oleh para pemula saat ingin membeli saham. Sebaiknya cari beberapa saham yang dinilai potensial untuk investasi.

2. Tidak Memperhatikan Portofolio Saham

Kesalahan investasi saham yang lain yaitu tidak memperhatikan portofolio saham. Sudah benar melakukan diversifikasi investasi, namun saham yang dibeli justru dipilih tanpa memperhatikan portofolionya. Hal ini juga kurang tepat. Sebab tidak semua saham mampu menawarkan keuntungan yang optimal.

Bahkan ada pula istilah saham gorengan, yang biasanya harga saham naik karena dipermainkan oleh pihak pihak tertentu. Jadi harga saham bukan naik karena kinerja perusahaan yang baik. Sehingga saham seperti itu nantinya akan cepat mengalami penurunan harga, sebab perusahaan pun tidak laba. Maka dari itu, penting untuk memperhatikan portofolio saham terlebih dahulu.

3. Terjebak dengan Saham yang Murah

Siapa yang tidak ingin membeli saham murah dengan keuntungan besar ? Rasanya itu merupakan impian bagi setiap investor saham. Namun keuntungan yang besar umumnya sejalan dengan harga saham yang tinggi. Jadi sebaiknya anda tidak asal tergoda membeli saham yang harganya murah, dengan harapan memperoleh ROI (return of investment) yang besar.

Sebab ROI tergantung pada prospek masa depan perusahaan yang anda pegang, bukan pada lembar saham yang anda miliki. Jadi sebenarnya ada juga saham dengan harga murah yang ke depannya bisa memberikan keuntungan besar. Akan tetapi, diperlukan analisis fundamental dan teknikal yang tepat untuk memprediksi pergerakan harganya.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Kesalahan Investasi Saham
freepik.com

4. Takut Membeli Saham Saat Pasar Turun

Membeli saham untuk pemula memang sangat wajar apabila sedikit takut ketika pasar sedang turun. Para investor sendiri umumnya lebih menyukai membeli saham ketika pasar dalam keadaan bullish. Sebaliknya, investor akan pesimis apabila ekonomi memburuk dan bursa saham lesu.

Akan tetapi, coba perhatikan dengan seksama. Bursa yang lesu akan membuat nilai saham bearish. Dimana pasar bearish menawarkan kesempatan investasi dengan harga murah untuk saham yang bagus. Jika pintar dalam melakukan analisis, ini justru bisa menjadi peluang yang bagus. Karena saat ekonomi membaik, ada kemungkinan saham bagus yang anda beli juga nilainya ikut naik.

5. Terjebak Transaksi Jangka Pendek yang Berisiko

Short selling atau transaksi jangka pendek untuk saham memang menggiurkan. Ada banyak orang dengan modal besar mampu meraup keuntungan jutaan rupiah menggunakan sistem tersebut. Namun perlu dipahami bahwa transaksi seperti ini memiliki risiko yang relatif besar, juga sangat menguras waktu dan energi.

Sebab harga yang berfluktuasi dengan cepat menuntut kemampuan investor berpengalaman. Diperlukan kontrol emosi yang baik dalam melakukan transaksi di saat yang tepat. Jadi untuk pemula, sebaiknya mencoba model transaksi jangka panjang terlebih dahulu. Sebab pasar saham cenderung menghasilkan return positif dalam jangka panjang.

6. Tidak Memperhatikan Kondisi Pasar

Kondisi pasar di bursa saham bisa berubah sangat cepat. Jadi mengandalkan modal saja tidak cukup dalam berinvestasi. Ketika membeli saham untuk pemula, anda juga harus siap memperhatikan kondisi pasar secara berkala. Karena tidak mengeceknya hanya akan membuat anda berisiko mengalami kerugian.

Itu dia sederet kesalahan investasi saham yang sebaiknya dihindari oleh para pemula. Sebagai pemula, akan lebih baik jika anda mengawali investasi menggunakan modal minim terlebih dahulu. Coba hindari kesalahan di atas agar terbiasa bermain saham. Anda pun dapat membeli saham dengan cara dicicil alias membelinya secara perlahan, jangan langsung dalam jumlah banyak.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

December 20, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Modal Minimal Beli Saham
Saham Pemula

Yuk Intip Berapa Modal Minimal Beli Saham untuk Pemula

by Minsya December 19, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Kesadaran akan pentingnya investasi mulai meningkat pada diri masyarakat akhir akhir ini. Sehingga banyak orang tertarik melakukan investasi saham untuk pemula. Namun modal untuk investasi masih sering menjadi alasan yang menghentikan mereka untuk memulai. Lantas, berapa sebenarnya modal minimal beli saham ? Yuk cari tahu.

Modal Minimal Beli Saham

Untuk mengetahui berapa modal minimal beli saham yang anda butuhkan untuk membeli saham di awal, maka anda perlu memahami terlebih dahulu minimal pembelian saham di dalam negeri. Informasi ini akan mempermudah anda dalam mengatur alokasi modal dengan baik nantinya setelah bermain saham.

Adapun harga yang tertera pada sistem ketika anda hendak membeli atau menjual saham adalah harga per lembar. Namun bukan harga tersebut yang akan menjadi modal minimal beli saham. Sebab dalam sistem pasar Bursa Efek Indonesia (BEI), tidak diperbolehkan untuk membeli saham hanya selembar.

BEI menetapkan peraturan dalam transaksi saham. Dimana para investor dapat membeli saham dengan jumlah minimal 1 lot. Lot sendiri adalah satuan yang digunakan untuk saham, sebelumnya 1 lot setara dengan 500 lembar saham di Indonesia. Namun setelah 2014, BEI melakukan revisi menjadi 1 lot setara dengan 100 lembar saham.

Akan tetapi, apabila anda ingin membeli saham untuk pemula di bursa luar negeri, maka ketentuan tersebut bisa berbeda. Sebab 1 lot di pasar internasional tidak selalu setara dengan 100 lembar. Selain itu ada juga negara yang memperbolehkan membeli minimal saham 1 lembar, alih alih 1 lot.

Minimal Pembelian Saham di dalam Negeri

Secara umum, tidak terdapat batasan modal untuk mulai berinvestasi pada saham. Kebanyakan perusahaan sekuritas biasanya menetapkan minimal Rp. 100.000 untuk membuka rekening saham. Akan tetapi, untuk modalnya sendiri anda bebas ingin memasukkan nominal berapa.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Modal Minimal Beli Saham
freepik.com

Jumlah perusahaan yang tercatat di BEI sendiri sekarang sudah tembus 820an, yang berarti sudah ada 800 lebih saham bisa anda beli. Dimana harga paling rendah yang ditetapkan oleh BEI adalah Rp. 50 per lembar saham. Jadi menghitung modal minimal beli saham bisa didasarkan pada ketentuan tersebut.

Apabila 1 lot setara dengan 100 lembar, maka 100 x Rp. 50 = Rp. 5.000. Itulah modal minimal yang anda butuhkan untuk membeli saham di pasar modal. Tentunya anda pun membutuhkan lebih banyak dana apabila ingin membeli saham dengan harga lebih tinggi. Sesuaikan dengan harga saham bersangkutan yang ingin dibeli.

Modal Investasi Selain Dana

1. Rekening Efek

Apakah membeli saham untuk pemula hanya membutuhkan modal dana semata ? Tentu tidak. Lebih dari itu, ada modal lain yang perlu anda siapkan sebelum terjun ke pasar. Seperti yang sudah disinggung sepintas, anda membutuhkan rekening saham atau rekening efek. Dana yang anda siapkan perlu di-top up ke rekening tersebut agar dapat melakukan transaksi saham.

Minimal top up dana pada rekening efek tergantung perusahaan sekuritas yang anda pilih, namun saat ini banyak yang menetapkan minimal top up Rp. 100.000. Pastikan anda memilih perusahaan sekuritas yang terpercaya dan sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

2. Aplikasi Pembelian Saham

Modal lainnya yang dibutuhkan untuk mulai berinvestasi saham adalah aplikasi untuk melakukan pembelian. Gunakan aplikasi yang dikeluarkan oleh perusahaan sekuritas pilihan untuk transaksi. Biasanya aplikasi ini dapat diakses melalui komputer maupun gawai, sehingga akan memudahkan anda ketika melakukan transaksi saham nantinya.

3. Ilmu Saham

Bermain saham sebaiknya jangan tanpa ilmu. Penting untuk belajar lebih jauh supaya investasi berjalan lancar dan anda pun dapat menghindari kerugian. Anda bisa melakukan monitoring portofolio saham murah yang ada di bursa, hingga mempelajari nilai potensial dari saham murah tersebut ketika membeli saham untuk pemula. Memulai dari nilai kecil adalah pilihan bijak agar tidak merugi.

Jadi, sudah menyiapkan modal minimal beli saham? Yuk mulai dengan mempelajari beberapa ilmu terkait investasi terlebih dahulu. Baru kemudian pilih perusahaan sekuritas terpercaya untuk membuka rekening efek. Anda bisa membeli saham sebanyak 1 lot sebagai permulaan. Jangan lupa untuk mempertimbangkan berbagai aspek dalam memilih saham yang hendak dibeli.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

December 19, 2022 2 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Jenis Investasi Jangka Pendek
Saham Pemula

Memahami 3 Jenis Investasi Jangka Pendek

by Minsya December 16, 2022
written by Minsya 3 minutes read

Ketika hendak memulai bisnis investasi dalam jangka waktu kurang dari satu tahun maka anda dapat memilih untuk melakukan investasi jangka pendek. Meskipun dilakukan dalam waktu dibawah satu tahun, anda perlu menjadi investor yang cerdas. Sebelum melakukan investasi jangka pendek, pahami jenis investasi jangka pendek yang cukup menjanjikan.

Jenis Investasi dalam Jangka Pendek

1. Deposito Syariah

Alat investasi yang satu ini memang sudah dikenal masyarakat. Selain sebagai investasi jangka pendek yang baik, banyak orang yang akrab dengan keamanan sampai dengan cara kerjanya. pelanggan dapat mengatur periode retensi mulai dari 1, 3, 6, 12 bulan hingga 24 bulan. Sebagai mekanisme, nasabah hanya dapat menarik pada tanggal jatuh tempo.

Dan jika anda mencoba untuk menarik sebelum tanggal jatuh tempo, maka secara otomatis akan dikenakan biaya tambahan. Keuntungan yang diperoleh dari tingkat deposit in tergantung pada jenis periode yang dipilih. Namun jika dilihat dari sistem yang berlaku, bunga yang diterapkan dalam investasi deposito lebih besar dari pada jenis tabungan.

Menurut sebuah studi oleh Economy Deposit Journal, Deposito diartikan sebagai istilah keuangan yang berarti uang yang disimpan di bank. Deposito adalah jaminan berupa barang, uang atau harta benda untuk disimpan atau digunakan oleh bank atau pihak yang dipercaya dan dikembalikan dalam bentuk natura. Sarana investasi ini berupa transaksi dimana dana ditransfer dan dijamin oleh pihak lain. 

Namun, deposit dapat merujuk pada sebagian uang yang dipakai untuk jaminan pengiriman barang. Di antara berbagai jenis investasi jangka pendek ini, deposito berjangka merupakan jenis yang paling populer. Tenang bagi ibu-ibu, jaminan titipan dijamin oleh LPS (lembaga penjamin simpanan). Jadi jika terjadi hal yang tidak diinginkan, uang Anda langsung terlindungi. 

Deposito juga umumnya stabil dan berisiko rendah. Jika Anda menjadikan deposito sebagai sarana investasi jangka pendek, Anda harus mempertimbangkan hal ini. Namun kelemahan dari penyetoran adalah harus membayar pajak dan biaya administrasi bank. Inflasi dan penurunan selalu mengikis nilai uang. Suku bunga deposito cenderung rendah karena rendahnya risiko.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Jenis Investasi Jangka Pendek
freepik.com

2. Reksa Dana Pasar Uang Syariah

Alat ini sering diminta oleh banyak investor pemula karena investor cukup menyiapkan dana dan kemudian manajer investasi (MI) membagi dana tersebut menjadi beberapa sekuritas. Reksadana sendiri memiliki sarana investasi jangka panjang maupun jangka pendek. Salah satu jenis reksa dana yang paling cocok untuk dijadikan pilihan yaitu reksa dana pasar uang. 

Jika 100% investasi Anda dialokasikan ke instrumen pasar keuangan seperti Obligasi Bank Indonesia (SBI) atau obligasi (jatuh tempo kurang dari 1 tahun). Jenis investasi jangka pendek ini mampu meminimalkan risiko yang lebih kecil dibandingkan jenis reksa dana lainnya dan cocok bagi anda yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu yang relatif singkat.

3. P2P Lending Syariah

Baru mengenal P2P (peer-to-peer) lending? Nah, ini dia wahana investasi jangka pendek yang juga bisa menjadi pilihan Anda. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan P2P lending? Layanan pinjaman dan pembiayaan langsung berbasis teknologi informasi dalam mata uang. Layanan P2P lending ini disebut juga dengan Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI).

Pertumbuhan pinjaman P2P kini berkembang pesat, sehingga lebih mudah diakses oleh mereka yang masih berjuang untuk mendapatkan pinjaman. Lanjutan P2P lending yang diinisiasi dari situs OJK juga akan memberikan akses pinjaman kepada mereka yang membutuhkan dana untuk pendidikan dan perawatan kesehatan sesuai standar masing-masing.

Jika Anda ingin berinvestasi di P2P lending maka perlu mengetahui perusahaan Fintech mana saja yang diatur langsung oleh OJK kemudian memilih satu dan berinvestasi. Keuntungan jenis investasi jangka pendek ini berasal dari tingkat bunga pinjaman. Namun, pinjaman P2P memiliki risiko. Artinya ketika peminjam terlambat membayar cicilan diartikan sebagai gagal bayar pinjaman.

3 jenis pilihan tersebut dapat dijadikan pilihan jika anda ingin mencoba menjalankan investasi namun dengan skala waktu kurang dari 1 tahun. Jenis investasi yang satu ini sangat cocok dijadikan alternatif bagi para pemula yang baru terjun dalam dunia investasi saham. Pastikan juga perusahaan yang dijadikan pilihan sudah berada dibawah pengawasan OJK.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

December 16, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG