Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - Saham Pemula - Page 25
Category:

Saham Pemula

Trailing Stop Loss
Saham Pemula

Yuk Simak Pengertian Trailing Stop Loss dan Cara Pemasangannya

by Minsya March 15, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Investasi saham juga memiliki resiko kerugian sama seperti jenis bisnis lainnya. Kerugian yang dihadapi karena jatuhnya harga saham disebut dengan istilah trailing stop loss. Istilah ini sedikit berbeda dengan cut loss atau stop loss. Diperlukan beberapa strategi untuk bisa membaca situasi ini. Yuk simak bagaimana pengertian TSL dan cara pemasangannya.

Pengertian Trailing Stop Loss

TSL ini diartikan sebagai suatu istilah yang digunakan dalam proses perdagangan saham untuk bisa menentukan nilai maksimum serta persentase kerugian minimum. Nilai dari TLS ini akan mengalami kenaikan ketika harga sedang naik namun tidak akan turun meskipun harga turun. Perbedaan antara TLS dan stop loss standar yaitu terletak pada trailing loss.

Atau bisa diartikan juga sebagai nilai kerugian minimum mengikuti arah kenaikan harga, sedangkan nilai kerugian minimum stop loss standar tidak mengikuti arah dari pergerakan harga. Sebagai contohnya misal anda melakukan pembelian pada saham Siloam Hospitals dengan harga Rp 8.500 per saham.

Dengan batasan kerugian maksimal hingga 10%. Jika anda memutuskan untuk menggunakan strategi ini maka harga minimum yang diperoleh yaitu Rp 7.650 per saham. Dalam hal ini, sistem pialang saham segera menjual kepemilikan Anda untuk menghindari kerugian lebih lanjut. Sebaliknya jika harga naik menjadi Rp. 9.000 per lembar, nilai TLS juga meningkat menjadi Rp 8.100 per lembar. 

Namun jika stop loss normal atau standar dipasang, sistem tidak akan menjual saham hingga harga naik menjadi 7.650. Untuk selanjutnya, anda perlu memahami apa sebenarnya fungsi keberadaan trailing stop loss. Terdapat banyak istilah saham yang bisa ditemukan dan pastinya anda perlu memahaminya dengan benar agar bisa mengatur strategi dengan tepat.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Trailing Stop Loss
freepik.com

Mengenal Fungsi Trailing Stop Loss

1. Mencegah Terjadinya Kerugian Berkelanjutan

Sebagai contohnya ketika anda melakukan pembelian saham BUKA saat mulai Go Public dengan harga Rp 1.060 per saham dan kemudian mengalami penurunan di harga Rp 680 per saham. Ketika anda sudah memasang strategi TLS ini maka sistem akan bekerja dengan secara otomatis menjual saham yang sudah dimiliki dengan harga menyentuh Rp 954

Dengan menggunakan cara yang satu ini maka dapat dipastikan bahwa anda akan terhindar dari kerugian yang berkelanjutan. Pemula harus berhati-hati saat berhadapan dengan harga pasar. Stop loss trading bisa menjadi salah satu senjata paling ampuh untuk bisa membatasi jumlah loss sehingga Anda masih bisa trading di lain waktu dan lain kesempatan 

2. Mengamankan Sejumlah Keuntungan

TLS ini nantinya akan dapat memberikan bantuan perlindungan terhadap keuntungan yang sudah diperoleh selama berinvestasi di perusahaan. Tindakan ini akan terjadi ketika anda melakukan pembelian saham dengan harga rendah dan kemudian mengalami kenaikan dengan tajam sebelum akhirnya kembali jatuh dengan harga yang dibawah jumlah beli.

Sebagai contohnya, misalkan anda melakukan pembelian saham ICBP dengan harga Rp 8.650 per saham. Jika Anda menempatkan kembali 5% pada titik ini, sistem akan menjual saham secara otomatis saat level harga mencapai Rp 8.217. Bahkan, harga saham ICBP naik menjadi Rp 9.325 per saham. Oleh karena itu, jika harga turun menjadi Rp 8.858 per saham, maka saham akan dijual. 

Kemudian saham mengalami penurunan kembali di harga Rp 8.775 sehingga dengan cara ini anda akan masih bisa mendapatkan lebih dari Rp 200 per saham dari investasi tanpa mengalami penurunan harga lagi. Jika sudah bisa memahami apa fungsi dari TSL ini maka selanjutnya anda perlu mengetahui bagaimana cara pasang dan memanfaatkan fitur TSL.

Cara Melakukan Pemasangan Trailing Stop Loss

Anda bisa menemukan 2 cara yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan fitur trailing stop loss ini. Cara pertama yaitu dengan proses manual dan cara kedua memanfaatkan aplikasi perdagangan saham. Cara pertama bisa digunakan ketika anda memiliki banyak waktu untuk bisa mencatat dan melakukan pelacakan perubahan harga saham setiap waktunya.

Namun ketika memilih menggunakan cara kedua maka anda hanya perlu install fitur TLS yang sudah banyak tersedia di aplikasi. Dengan menggunakan aplikasi ini tentunya akan memberikan kemudahan karena sistem bekerja dengan otomatis untuk bisa menjual saham ketika sedang mengalami penurunan harga atau bahkan saat mencapai batas tertentu.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

March 15, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
FOMO
Saham Pemula

Rasa FOMO Bikin Resah? Kenali Cara Mengatasinya

by Minsya March 8, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Dengan banyaknya tren dan media yang menggempur informasi terbaru, tak jarang jika ditemukan kondisi bernama FOMO. FOMO atau fear of missing out diartikan sebagai pemikiran takut ketinggalan atau rasa rakus dengan hal yang trendy. Hal ini ternyata menjadi salah satu penyakit di dunia saham. Bagaimana bisa? Berikut ulasannya. 

Mengenal Arti FOMO

Sindrom takut ketinggalan ini menjadi salah satu masalah yang entah mengapa justru dikenal sebagai bahasa gaul. Sayangnya, masalah ini dapat terjadi pada siapapun dan dimanapun atau karena apapun. Hal ini ditandai dengan karakter rasa tak ingin ketinggalan akan suatu kondisi yang terjadi di sekitarnya.

Yang paling sering terjadi adalah tren atau popularitas suatu hal, seperti produk tertentu, perencanaan suatu acara layaknya pesta, berita, gosip, kumpul alumni, dan lain sebagainya. Bahkan, kondisi ini pun dapat menyebar ke dunia investasi. Yang mana dapat digambarkan dari besarnya pergerakan finansial atau tren investasi di Indonesia di beberapa tahun terakhir.

Hal tersebut tentunya harus menjadi lampu merah yang harus dipahami oleh para investor bijak. Pasalnya, tren investasi dan trading akhir akhir ini pun dapat mengarah pada nilai negatif. Masalah ini pun bukan hal yang baru, mengingat istilah ini sudah ada sejak tahun 1996 hingga awal tahun 2000. Namun dengan arus informasi yang lebih cepat, sindrom ini pun jadi sorotan di beberapa tahun terakhir. 

Penyebab Terjadinya FOMO

Fear of missing out bisa terjadi karena beberapa hal. Namun yang paling sering jadi nilai adalah adanya kondisi atau keinginan untuk terus bersosialisasi, aktualisasi, hingga rasa rendah diri terhadap lingkungan. Kondisi ditekan karena adanya rasa ingin terus diajak omong dan tetap berada di lingkup yang sama. 

Menariknya, FOMO juga dapat terjadi karena adanya rasa rendah diri dan tidak berguna. Pemikiran ini membuat orang untuk berusaha lebih dan selalu sesuai dengan tren, sehingga dinilai lebih berguna. Arus informasi dan angka konsumsi sosial media juga menyebabkan pemikiran FOMO. Yang mana membuat orang bergantung dan berani mengunggah rasa bahagia atau sedih di dunia maya. 

Jika dikaitkan dengan dunia saham, investasi, dan trading, masalah FOMO juga tampak dari arus media yang ramai dalam menawarkan opsi finansial menguntungkan. Influencer tanpa pikir panjang memasarkan trading dengan iming iming untung, yang ternyata tidak setara dengan kenyataannya. Sayangnya, tak semua opsi tersebut benar benar menguntungkan.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

FOMO
freepik.com

Masalah Yang Dapat Terjadi Karena FOMO

Jika FOMO di ranah lain lebih mengarah pada peningkatan angka konsumtif, maka dunia saham lebih berbahaya lagi. Rasa fear of missing out dapat membuat Anda kehilangan uang yang tidak sedikit. Terutama jika mengikuti tren investasi, trading, atau pembelian saham yang tidak jelas atau bahkan tidak resmi. Maka masalah keuangan pun akan muncul.

Beberapa efek lainnya mencakup masalah psikologis, seperti rasa kesepian, gangguan kecemasan, kehilangan motivasi hidup, bahkan terjadi depresi. Hal tersebut karena seorang entitas mungkin akan merasa sedih karena ketinggalan tren. Dari adanya masalah psikologi, maka bisa saja terjangkit masalah kesehatan. Seperti sakit kepala, kurang tidur, burnt out, dan lain lain. 

Cara Mengatasinya

Tak hanya pada dunia saham, cara mengatasi FOMO sebenarnya kembali pada pemikiran dan rasa kasih sayang pada diri sendiri. Intinya, awali perbaikan dari diri sendiri. Perlu dipahami bahwa tidak semua orang bisa atau harus up to date dengan segala informasi atau tren di dunia. Pilih instrumen, tren, dan keinginan sesuai kemampuan sendiri. 

Seperti keinginan untuk membeli crypto, investasi, atau trading. Pikirkan dan timbang dengan baik. Cara lainnya termasuk membatasi konsumsi sosial media dan mulai koneksi offline, seperti mengikuti seminar atau hal terkait lainnya. Fear of missing out juga dapat dikurangi dengan mencari sumber kebahagiaan lain, sehingga Anda tidak tertekan dengan keinginan untuk ikutan tren.

Di dalam dunia yang serba keren, FOMO mungkin menjadi sebuah julukan seru bagi para anak muda yang ingin terus up to date. Tapi di dunia saham, FOMO dapat menjadi senjata makan tuan. Rasa takut ketinggalan dapat menyebabkan pembuatan keputusan gegabah dan tidak bijak. Alhasil mengarah pada kerugian di dunia saham. 

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

March 8, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
saham Sideways
Saham Pemula

Saham Sideways : 5 Fakta Menarik Yang Investor Harus Tahu

by Minsya March 3, 2023
written by Minsya 5 minutes read

Kondisi Saham Sideways adalah saat dimana jumlah supply barang dengan jumlah permintaannya sama besar sehingga harga saham di pasaran cenderung datar atau stabil. Kondisi inilah yang disebut dengan saham sideways. Apa lagi fakta penting tentang sideways yang harus diketahui, yuk cari tahu disini. 

5 Fakta Penting Tentang Saham Sideways

1. Pengertian Sideways

Saham sideways adalah saham yang harganya datar-datar saja alias tidak naik (bullish) maupun turun (bearish). Pola sideways bisa disebabkan karena jumlah supply saham sudah sesuai dengan tingkat demand saham tersebut dalam suatu waktu sehingga harga saham tersebut cenderung datar. 

Tapi, kondisi ini juga bisa saja disebabkan oleh faktor turunan yang menyebabkan pasar bullish dan bearish sama-sama kuat. Hal ini juga bisa disebabkan karena saham tersebut masih mencoba mencari titik normal yang baru akibat baru saja mengalami fluktuasi harga karena trend tertentu. 

2. Mengenal Ciri-Ciri Sideways

a. Grafik pergerakan harga saham berubah tapi tidak signifikan

Jika Anda lihat, grafik pergerakan harga saham bisa menjadi grafik yang sering menunjukkan perubahan harga yang tajam. Namun, apabila dalam waktu tertentu (misalnya 1 hari) dalam grafik tersebut hanya terjadi letupan-letupan kecil, maka bisa jadi saham yang Anda pegang sedang mengalami kondisi sideways.

Begitu pula, jika dalam rentang waktu yang lebih lama (misalnya 1 minggu) tidak terlihat adanya pergerakan signifikan dari harga saham, maka ini bisa menjadi indikasi besar bahwa pasar sedang berada dalam keadaan sideways. Meski begitu, sangat penting untuk memastikan kondisi pasar dengan mengamati tren dan volume perdagangan yang terjadi di pasar saham agar tidak terkecoh.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

b. Nilai Average Directional Index Movement (ADX) kurang dari 30

Indikator ADX adalah salah satu indikator yang termasuk ke dalam teknik ini. Selain ADX, teknik lain yang bisa Anda pakai adalah Indikator Relative Strength Index dan Indikator Accelerator Indicator.

Nilai ADX adalah salah satu indikator teknis yang menggambarkan pergerakan harga saham dari yang tertinggi sampai yang terendah ke dalam sebuah grafik terpisah. Nilai ADX lebih dari 30 menunjukkan bahwa harga saham sedang mengalami perubahan sementara jika nilai ADX kurang dari 30 atau 25, maka itu tandanya kondisi pasar saham tersebut sedang sideways. 

c. Garis William Alligator yang bergerak sejajar

Garis William Alligator adalah salah satu indikator teknik yang sering dipakai untuk mendeteksi trend. Indikator ini terdiri dari 3 garis yang tersusun berdasarkan angka fibonacci dan dinamai berdasarkan susunan mulut sebuah aligator. Garis pertama bernama Jaw, garis kedua bernama Lips dan garis ketiga bernama Teeth.

saham Sideways
freepik.com

Pada kondisi sideways, garis Lips, Jaw dan Teeth akan bergerak sejajar dan searah mengikuti trend sementara apabila ketiga garis ini bersisipan atau bahkan berpotongan, ini bisa menunjukkan saatnya Anda menjual atau membeli saham. 

3. Indikator terjadinya Sideways

Meskipun ketiga ciri-ciri tersebut tampak mudah dilakukan, namun alangkah lebih baik jika Anda meneliti kondisi pasar sideways lebih lanjut menggunakan indikator-indikator lainnya juga. 

Berikut ini beberapa indikator yang dapat Anda gunakan untuk menentukan apakah saham tersebut sedang mengalami sideways atau tidak:

a. Indikator Overlay

Indikator overlay adalah indikator yang merunut pergerakan harga saham ke dalam sebuah kurva baru yang terpisah ataupun bersisian dengan grafik harga saham tersebut. Garis William Alligator masuk ke dalam kategori ini. 

Selain William Alligator, indikator lainnya yang dapat Anda pakai adalah Bollinger Bands dan Parabolic Sar. Indikator Bollinger Band misalnya. Indikator ini dibuat berdasarkan prinsip standar deviasi dimana dalam kurva akan ada dua garis halus tambahan di atas dan di bawah kurva yang menunjukkan standar deviasi harga tersebut. 

Ketika dua garis ini berbentuk horizontal dan atau semakin dekat dengan garis harga, maka kemungkinan besar saham tersebut sedang mengalami sideways. Begitupun sebaliknya, jika garis Bollinger Bands menunjukkan kenaikan atau penurunan, maka saham tersebut sedang bullish atau bearish. 

b. Indikator Oscillator

Indikator oscillator adalah indikator yang menyatukan trend harga tertinggi atau harga terbawah sebuah saham ke dalam sebuah kurva terpisah entah itu di bagian atas kurva asli maupun di bagian bawah kurva. 

4. Contoh Saham Sideways

Terlihat bahwasanya dalam candlestick saham diatas terdapat kurva sebuah perusahaan yang sedang mengalami sideways. Perusahaan tersebut disebut mengalami sideways sebab meskipun naik turun, tingkat harga maksimum dan minimum harga saham perusahaan tersebut masih berada di dalam area garis resistance dan support. 

Sederhananya, katakanlah pada tanggal 5 November, harga saham sebuah perusahaan naik ke level 5.000 per lembar. Harga tersebut lalu turun ke harga 3000 per lembar pada tanggal 6 November. Setelahnya, dalam 3 hari berturut turut, harga saham perusahaan tersebut berubah terus tapi titik tertingginya masih 5000 rupiah per lembar dan titik terendahnya masih 3000 rupiah. Kondisi harga saham seperti inilah yang disebut sebagai kondisi sideways. 

5. Strategi dalam saham Sideways

Lalu? Apa yang seharusnya dilakukan ketika harga saham sedang sideways? Jawabannya adalah: lihat dan tunggu dulu sementara waktu. Sambil menunggu, Anda bisa melihat aspek fundamental, teknikal dan sentimen yang kiranya dapat atau sedang mempengaruhi pergerakan harga saham.

Apabila dari analisis tambahan tersebut terlihat jika saham itu ada potensi untuk naik atau turun lagi, maka tunggulah sampai sinyal-sinyal uptrend  atau downtrend mulai muncul di pasar. Sinyal-sinyal ini akan Anda dapatkan jika Anda tahu dan mengerti cara menggunakan analisis teknikal. Pada dasarnya kondisi sideways memang tidak akan terjadi selamanya.

Pastikan juga Anda tidak membeli saham gorengan. Karena bisa jadi kondisi sideways saham tersebut muncul karena ada oknum yang menjual sahamnya di pasar sembari tetap menjaga  agar saham tersebut seolah ada peminatnya.

Sepanjang pasar dalam kondisi ini, Anda tidak disarankan untuk membuka posisi baik itu buy maupun sell. Tunggu saja sampai sinyal-sinyal perubahan harga muncul di layar. 

Sideways bisa mengindikasikan 3 hal yaitu: harga sedang mencari titik puncak baru, faktor bullish dan bearish yang sama-sama kuat dan jumlah permintaan dan penjualan saham yang seimbang. 

Itu dia beberapa hal penting tentang Sideways yang investor harus tahu. Bila sudah masuk dalam kondisi saham Sideways, maka akan tidak disarankan untuk melakukan transaksi saham. Akan lebih baik bila investor menunggu hingga ada tanpa perubahan harga yang membuka peluang lebih besar. 

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

March 3, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Saham Tidak Bisa Dijual
Saham Pemula

5 Alasan Paling Besar Penyebab Saham Tidak Bisa Dijual

by Minsya March 2, 2023
written by Minsya 4 minutes read

Melakukan investasi saham tidak hanya penting untuk mempertimbangkan keuntungannya saja, namun akan ada beberapa risiko yang harus dipahami. Seperti kondisi sahan yang tidak bisa dijual. Berikut adalah beberapa alasan mengapa Saham tidak bisa dijual yang penting untuk anda ketahui. 

5 Alasan Paling Besar Penyebab Saham Tidak Bisa Dijual

1. Fraksi harga tidak sesuai

Fraksi harga saham adalah level perubahan harga saham yang bisa dipesan dan ditawar oleh investor. Ada 5 golongan fraksi harga saham di Indonesia tergantung dari harga masing-masing saham. Jika Anda memasukkan order jual atau order beli yang tidak sesuai dengan fraksi harga ini, maka sistem sudah pasti akan menolak orderan Anda. 

Misalnya, harga saham yang ingin Anda jual adalah 2.000 rupiah per lembar. Maka, dia masuk ke golongan fraksi 10 dengan perubahan harga 10 rupiah. Jadi, order jual Anda akan sukses kalau Anda memasukkan harga jual Rp2.010 atau Rp2.020. Order ini akan gagal kalau Anda memasukkan harga Rp2.022. 

Oleh sebab itu, penting bagi investor pemula untuk mengetahui hal mengenai fraksi harga saham.

2. Saham yang dipilih terkena auto rejection

Auto rejection adalah mekanisme penolakan transaksi otomatis dari Jakarta Automated Trading System (JATS) untuk mencegah kecurangan dalam transaksi saham (Unusual market activity/UMA). Perdagangan sebuah saham akan terhenti sementara (biasanya 1 hari saja) apabila dia terkena auto rejection. Tujuannya adalah supaya permintaan dan penawaran di saham tersebut kembali normal. 

Terdapat dua jenis auto rejection, yaitu auto rejection atas (ARA) dan auto rejection bawah (ARB). ARA dan ARB ditetapkan supaya kenaikan dan penurunan harga saham tidak melebihi batas normal.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Saham Tidak Bisa Dijual
freepik.com

3. Bid-Offer saham yang dipilih kosong

Pasar saham adalah salah satu pasar yang paling transparan di dunia. Harga dan jumlah permintaan dan penawaran pada pasar ini tercatat dengan baik di dalam sistem. Data harga dan jumlah permintaan dan penawaran ini terekam dalam order book. 

Seorang trader hanya bisa memperdagangkan sebuah saham apabila ada data permintaan dan penawaran di order book tersebut. Jadi, kalau order book-nya kosong, maka trader tersebut tidak bisa menjual sahamnya.

Order book kosong ini bisa terjadi pada saham yang harganya menyentuh harga saham terbawah di Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu sekitar 50 rupiah per lembar. Pada level ini, tidak ada orang yang berminat untuk membeli saham tersebut, sehingga trader atau investor juga akan kesulitan menjualnya. Saham yang seperti ini seringkali disebut dengan saham tidur.

4. Terjadi suspend saham

Kebijakan lain dari BEI yang bertujuan untuk mencegah adanya unusual market activity (UMA) adalah suspensi saham.

Suspend saham adalah kebijakan penghentian sementara perdagangan suatu saham karena adanya beberapa faktor. Faktor disini bisa berupa harga saham tersebut berkali-kali menembus ARA dan ARB atau pihak perusahaan melanggar kebijakan BEI, seperti telat melaporkan kondisi keuangan dan lain sebagainya. 

Berbeda dengan ARB, apabila Saham Tidak Bisa Dijual atau saham yang Anda beli terkena suspend, Anda harus menunggu sampai waktu yang tidak bisa ditentukan sampai masalah selesai dan BEI membuka perdagangan saham tersebut kembali. 

Jadi, Anda bisa harus menunggu seminggu, dua minggu atau bahkan berbulan-bulan sampai masalah BEI dan perusahaan tersebut selesai. Bahkan, apabila perusahaan terkait masih belum menyelesaikan masalahnya hingga 2 tahun, saham tersebut bisa delisting dari bursa. 

5. Tidak tepat memilih waktu transaksi

Saham milik Anda tidak terkena ARB, ARA atau suspensi tapi Saham Tidak Bisa Dijual? Mungkin penyebabnya adalah jam trading Anda salah. Sama seperti pasar lainnya, pasar modal di Indonesia atau Bursa Efek Indonesia juga memiliki jam buka dan jam tutup selama 8 jam dari 9.00-16.00. Membuka order jual atau order beli di luar jam kerja tersebut sudah pasti akan tertolak oleh sistem. 

Anda baru bisa membuka order jual atau order beli 15 menit sebelum BEI buka dan setelah BEI tutup. Durasi 15 menit sebelum dan setelah jam pasar ini disebut dengan pre-open dan pre-closing. Anda memang bisa memasukkan order jual pada jam 8.00 pagi, tapi nanti statusnya bukan open, melainkan new waiting. Jadi harus menunggu dulu sampai pasar buka. 

Itu dia beberapa hal yang penting untuk anda ketahui tentang alasan Saham Tidak Bisa Dijual. Informasi diatas akan menjadi bahan pertimbangan untuk anda yang ingin menjadi investor saham. Jangan hanya mempertimbangkan keuntungan saja yang menjadi pertimbangan namun juga beberapa risiko yang bisa terjadi.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

March 2, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
saham IPO
Saham Pemula

Kenalan Dengan Saham IPO dan 3 Keuntungannya

by Minsya March 1, 2023
written by Minsya 4 minutes read

Banyak jenis saham yang bisa menjadi salah satu investasi yang menjanjikan. Jenis saham tersebut salah satunya adalah IPO yang punya banyak kelebihan dan peluang besar dan investasi. Inilah beberapa fakta menarik tentang Saham IPO yang penting untuk anda ketahui khususnya untuk investor pemula.

Sekilas Tentang Saham IPO

IPO atau Initial Public Offering adalah suatu kondisi saham yang akan dijual ke publik atau ke masyarakat umum. Banyak alasan mengapa investor menggunakan cara IPO ini, salah satunya adalah untuk mendapatkan tambahan penghasilan yang akan membantu untuk kepentingan biaya operasional hingga melancarkan perkembangan.

Kegunaan IPO sendiri ini

Bagi perusahaan, initial public offering (IPO) merupakan kesempatan bagus untuk mendapatkan pendanaan dari masyarakat luas. Namun bagaimana untuk investor? Apa keuntungan dan kerugian yang akan diperoleh investor jika mereka membeli saham IPO? Simak ulasannya berikut ini:

3 Keuntungan Mempunyai Saham Jenis IPO

1. Peluang mendapatkan saham pada harga rendah

Keuntungan pertama membeli saham IPO adalah potensi membeli sebuah saham yang bagus pada harga terendah. Menurut Joice Tauris Santi, dalam tulisannya di Kompas pada bulan Maret 2022, diantara 11 saham yang melantai di Bursa Efek Indonesia hingga Maret 2022, hanya sebagian kecil yang harganya turun di bawah harga penawarannya. Bahkan surat berharga yang dirilis oleh beberapa perusahaan, seperti PT Net Visi Media Tbk, naik hingga 74,49% ketika tulisan tersebut dirilis.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

saham IPO
freepik.com

2. Peluang mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek

Saham  yang baru IPO memiliki kelonggaran auto rejection atas (ARA) dan auto rejection bawah (ARB). Akibatnya, harga bisa naik dan turun cukup tajam dengan tanpa gangguan dalam satu hari. Hal ini karena pergerakan harga instrumen yang baru melantai di bursa ini masih belum pasti, sehingga BEI melonggarkan ketentuan ARA dan ARB.

Bagi trader harian, ini adalah kesempatan untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek. Trader saham harian bisa masuk ke dalam posisi short atau posisi long tergantung dengan potensi pergerakan harga saham yang dipilih.

Lalu bagaimana dengan keuntungan jangka panjang? Well, keuntungan jangka panjang investasi saham yang baru IPO relatif tidak pasti, tergantung bagaimana kinerja perusahaan kedepannya dan banyak hal lainnya. 

3. Membeli dengan harga yang relatif pasti

Saham adalah aset keuangan yang harganya terus berubah-ubah seiring waktu. Oleh sebab itu, seringkali investor harus benar-benar jeli dalam menentukan harga untuk membeli instrumen ini supaya dia bisa menentukan budget yang pas dan menghitung target price yang pas pula. 

Pada saham yang baru IPO, investor diberi harga pasti. Harga pasti ini berasal dari agregasi harga saham yang diajukan oleh investor saat proses bookbuilding. Akibatnya dengan membeli saham IPO, investor dapat menentukan budget yang tepat untuk membeli aset tersebut dan menentukan harga jual yang lebih presisi juga.

Analisis Peluang Menggunakan Saham Jenis IPO

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwasanya, saham IPO tetap layak dibeli, namun harus dibeli dengan hati-hati sebab memiliki risiko ketidakpastian yang tinggi. Hal ini khususnya untuk investor jangka panjang. 

Sebelum Anda membeli saham IPO, ada baiknya Anda mempertanyakan beberapa hal berikut:

  • Untuk apa uang yang terkumpul dari proses IPO tersebut?
  • Bagaimana kondisi fundamental keuangan perusahaan?
  • Bagaimana potensi bisnis perusahaan tersebut dalam jangka menengah dan jangka panjang?
  • Apakah harga saham saat IPO sesuai dengan kondisi bisnis dan keuangan perusahaan saat ini?
  • Jika harga saham tersebut turun hingga 50% dalam jangka waktu dekat ini apakah Anda merasa nyaman?
  • Apakah Anda nyaman memiliki saham perusahaan ini dalam 10 atau 20 tahun kedepan?
  • Singkatnya, seberapa tinggikah kepercayaan Anda terhadap perusahaan yang menerbitkan saham tersebut?

Untuk menjawab berbagai pertanyaan tersebut, tentunya Anda harus melakukan analisis fundamental terhadap perusahaan terkait. Pasalnya, ketika saham baru IPO, tidak ada analisis teknikal yang bisa Anda gunakan. 

Analisis fundamental ini dapat Anda lakukan dengan berbagai cara, seperti:

  • Menghitung berbagai rasio keuangan sesuai dengan data yang ada dalam laporan keuangan perusahaan. 
  • Mengetahui tujuan pengumpulan dana investasi. 

Membaca prospektus untuk mengetahui lini bisnis perusahaan dan bagaimana potensi jangka panjangnya, serta:

  • Mengikuti paparan publik yang dilakukan perusahaan. Saat ini paparan publik dilaksanakan secara online, sehingga investor dari manapun dapat mengikutinya.
  • Membeli saham IPO memang sangat menarik. Khususnya, apabila perusahaan yang akan melantai di bursa tersebut merupakan perusahaan terkenal. Namun, investor perlu berhati-hati, sebab membeli saham yang baru IPO berisiko tinggi.

Itu dia beberapa hal penting yang bisa anda ketahui tentang saham IPO. Jenis saham ini akan mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri sehingga akan menjadi bahan pertimbangan untuk anda yang pemula dalam saham. Informasi diatas akan menambah pengetahuan anda tentang saham. 

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

March 1, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Investasi Saham Dan Trading Saham
Saham Pemula

Yuk Mengenal Investasi Saham Dan Trading Saham!

by Minsya February 28, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Secara tidak langsung pasti Anda pernah mendengar dua istilah; Trading saham dan investasi saham. Kesannya memang mirip, dan sama sama dapat menguntungkan. Caranya pun kurang lebih sama, mengingat beberapa broker kekinian mempermudah dua perihal tersebut. Tapi apakah sama? Ternyata tidak. Kenali dulu perbedaan investasi saham dan trading saham berikut. 

Kemiripan Investasi Saham Dan Trading Saham

Keduanya sama sama berupa aktivitas transaksi saham. Keduanya juga metode keuangan yang memiliki visi dan tujuan untuk menambah kekayaan dalam jangka waktu tertentu. Transaksinya kurang lebih sama, yakni membeli dan menyimpan portofolio berupa kumpulan aset dengan nilai tertentu. Meski demikian investasi dan trading tidaklah sama. 

Perbedaan Dalam Hal Strategi

Secara sifat dasar, investasi adalah transaksi dengan jangka waktu panjang. Sedangkan trading bersifat transaksi jangka waktu pendek. Dari kedua hal tersebut saja membutuhkan strategi yang berbeda. Untuk investasi, perlu pertimbangan banyak faktor fundamental yang mungkin berpengaruh pada saham itu di waktu panjang. 

Sebut saja fluktuasi harga dan nilai aset. Biasanya, strategi terbaik untuk investasi adalah membeli saham sesuai dengan kesehatan organisasi tersebut. Yang jadi pertimbangan adalah jenis dari perusahaan, industri, hingga nilai aset, dan pembagian dividen yang bersifat emiten. Sedangkan trading yang dilakukan trader memiliki strategi yang lebih teknis.

Fokus trading adalah pada sentimen dan kondisi pasar. Dalam artian lain, jika pasar saham sedang bergejolak karena situasi politik maka trader tidak beli. Jika sudah terarah, jelas, dan normal, maka trader akan menahan posisi saham lebih lama. Perbedaan investasi saham dan trading saham adalah strategi stop loss, risk reward ratio, dan target profit.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Investasi Saham Dan Trading Saham
freepik.com

Perbedaan Dalam Hal Prinsip

Dari strateginya saja sudah jelas bagaimana prinsip yang akan dilakoni. Investor akan menggunakan prinsip Buy and Hold, yang diartikan membeli saham dan disimpan dalam jangka waktu lama (lebih dari 1 tahun). Tujuannya adalah menahan saham dan melepas jika nilai emiten atau nilai kesehatan perusahaan memburuk. 

Karena itulah, investasi kerap dilakukan berdasar nilai likuiditas rendah. Perhitungannya pun menggunakan price-earning ratio dengan ramalan manajemen untuk menilai emiten saham. Sebaliknya, trading justru menggunakan prinsip Buy and Sell. Mereka menggunakan kondisi pasar dan fluktuasi harga untuk mendapat keuntungan dalam hal capital gain. 

Jika pasar sedang baik dan saham memiliki nilai yang lebih tinggi, pilihannya adalah menjual selagi untung atau bertahan untuk untung yang lebih besar. Meski demikian, trading umumnya lebih memilih sebuah saham dengan pergerakan atau yang memiliki potensi kenaikan harga dalam waktu singkat. Jadi lebih cepat dapat untung meski tak sebesar nilai investasi jangka panjang.  

Perbedaan Dalam Hal Risiko

Risiko yang dihadapi pun akan berbeda, mengingat teknik dan prinsip dari investasi saham dan trading saham tidak sama. Dalam dunia investasi, risikonya jatuh pada kondisi partial fills dan counter party. Yang dimaksud adalah saat aset saham yang Anda miliki hanya terjual sebagian atau partial fill, sehingga rugi karena aset tidak memberi laba.

Counter party dalam dunia investasi terjadi jika Anda membutuhkan adanya campur tangan pihak lain untuk membeli aset ketika Anda mulai menjualnya. Hal ini akan merugikan karena tidak memberi laba kembali. Sama halnya dengan trading. Meski sifatnya berjangka pendek, namun masih tetap berisiko capital loss. 

Capital loss ini terjadi jika saham yang sudah dibeli justru memiliki harga jual yang lebih rendah. Biasanya terjadi karena adanya risiko kebangkrutan perusahaan. Risiko counter party untuk trader cenderung lebih rendah, namun tetap bisa terjadi karena terdapat peraturan umum larangan atas short selling atau mengambil keuntungan di saat penurunan harga drastis.  

Pilih yang mana?

Setidaknya terdapat satu perbandingan utama yang bisa menjadi pertimbangan akan investasi saham dan trading saham, yakni jangka waktu. Investasi memiliki jangka waktu panjang, dengan teknis analisis dasar. Berbeda lagi dengan trading, yang bersifat pendek bahkan bisa untuk pencaharian utama. Namun trading butuh ilmu analisa teknis yang lebih rumit. 

Apapun pilihan yang akan Anda ambil, kedua transaksi keuangan ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing. Kenali dan pahami terlebih dahulu, sehingga Anda tidak akan merugi atau kecewa. Bisa dikatakan kuncinya adalah hasil jangka panjang dan pendek. Pilih saja sesuai dengan hati dan modal, dengan demikian investasi pun bisa terasa lebih menguntungkan. 

Mau cek saham kamu syariah atau nggak? Klik disini ya

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

February 28, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Memulai Investasi
Saham Pemula

5 Langkah Memulai Investasi Bagi Pemula Dan Generasi Muda

by Minsya February 27, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Generasi muda memang harus melek teknologi. Apalagi dengan banyaknya inovasi teknologi yang memudahkan proses keuangan hingga investasi. Namun perlu dikenali, jika investasi kekinian pun tidak bisa dilakukan sembarangan. Jika Anda tertarik untuk mencoba, lebih baik kenali cara memulai investasi berikut ini agar lebih siap dengan keuntungan dan risikonya. 

Langkah Pemula Dalam Memulai Investasi

1. Mematangkan Pengetahuan Akan Investasi

Dari awal, setiap peminat dan pemula investasi harus tahu dan mengenal apa yang akan mereka lakukan. Wajib tugasnya untuk tahu apa yang Anda beli atau akan taruhkan. Berinvestasi berarti membeli saham, atau sebagian kecil dari kepemilikan sebuah perusahaan. Meski kecil, nilainya pun bisa sangat besar mulai dari ratusan ribu hingga milyaran rupiah. 

Saham yang dibeli pun termasuk luas dan beragam, apapun yang ditemukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai pasar saham. BEI ini adalah tempat bertemunya pihak emiten atau yang membutuhkan modal dengan investor. Penjualan saham ini dilakukan melalui penawaran umum perdana atau IPO (initial public offering).

Penjualan saham ini hadir dalam lembar saham yang ditawarkan. Yang mana, setiap investor wajib kenali akan fundamental perusahaan tersebut. Beberapa ilmu yang dipelajari adalah industri, perusahaan, trend indeks, hingga pergerakan saham. Alhasil cara memulai investasi yang dikeluarkan akan memiliki potensi untung.  

2. Mengenali Keuntungan Investasi

Keuntungan investasi yang bisa didapat adalah pembagian Dividen dan capital gain. Capital gain ini keuntungan dari selisih harga beli dan jual saham. Biasanya keuntungan ini diambil saat ada gejolak harga saham di pasar, yang bisa diperoleh dari transaksi trading atau investasi jangka panjang. Contoh yang paling mudah adalah peningkatan harga saham. 

Seumpama membeli 100 lembar atau lot saham dengan harga awal Rp 500. Namun kini saham melonjak menjadi Rp 3.000 per lembar, maka nilai investasi menjadi Rp. 30 jutaan. Selisih Rp 25 juta tersebut adalah capital gain yang Anda dapatkan. Hal tersebut adalah contoh untung, namun bisa saja investasi rugi karena nilai usaha justru menurun. 

Selain dari Capital gain, bisa juga mendapat untung dari dividen. Keuntungan ini berdasar porsi saham kepemilikan. Namun hanya akan diberikan jika benar mendapat untung. Sayangnya, dividen tidak selalu memberikan hasil. Mengingat setiap perusahaan memiliki kebijakan tersendiri, termasuk menggunakan laba untuk ekspansi bukan untuk dividen. 

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Memulai Investasi
freepik.com

3. Menyediakan Modal

Cara memulai investasi selanjutnya adalah modal. Investasi tidak selalu mahal, apalagi dengan penawaran investasi kekinian yang memiliki setoran modal awal hingga Rp 100 ribuan saja. Meski demikian, Anda tidak harus berpatok pada nilai minimal. Jika sekuritas sudah pasti jelas dan aman, maka bisa ditingkatkan.

Tapi pastikan modal yang dikucurkan adalah uang dingin atau dana menganggur. Karena investasi kerap bersifat jangka panjang dan tidak bisa diambil sewaktu waktu. Setelah itu, kenali jumlah biaya dan prospek perusahaannya. Pilih dengan berhati hati, hindari perusahaan yang ada di ambang kebangkrutan.

4. Memilih Broker Yang Tepat

Pastikan Anda berinvestasi dari broker yang tepat dan terpercaya. Sebagai jembatan antara bursa efek Indonesia dan Anda sebagai investor, pastikan mereka benar mampu. Untuk itu, perhatikan MKBD atau modal kerja bersih disesuaikan dan lakukan riset komprehensif dari layanannya. Pastikan mereka unggul dalam memberi layanan dan juga bertanggung jawab.

Sesuai dengan jenis dari broker itu sendiri, Anda pun akan mendapat cara dan kinerja investasi yang berbeda. Yang jelas, pastikan pelayanannya baik. Terutama untuk fasilitas online trading, akses real time, hingga komisinya. Lakukan juga riset akan sekuritas tersebut, seperti rekomendasi hingga lisensi. 

5. Memilih Saham Berdasar Kapitalisasi Pasar

Meski sudah dibantu dengan broker, Anda masih memiliki hak untuk memilih saham. Cara memulai investasi ini bisa diambil dengan melihat dan memilih kapitalisasi pasar. Kapitalisasi saham menunjukkan nilai sebuah perusahaan. Biasanya harga saham akan dikalikan dengan jumlah lembar saham. mMka semakin besar kapitalisasi tersebut, semakin mahal pula harga perusahaan di pasar.  

Di zaman yang serba teknologi, sudah tidak heran jika banyak hal yang menjadi atau dibuat lebih mudah. Investasi sendiri akhirnya dapat mencapai pasar yang lebih luas dan beragam, termasuk para kaum muda. Meski kesannya mudah, perhatikan pengetahuan, keuntungan, modal, broker, dan kapitalisasinya, sehingga kucuran dana pun tidak akan sia sia. 

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

February 27, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Investor Pemula
Saham Pemula

Investor Pemula : 5 Tips Investasi yang Aman

by Minsya February 24, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Untuk anda yang merupakan Investor Pemula, akan penting untuk memahami tentang bagaimana cara melakukan investasi yang baik dan aman. Tidak hanya mempertimbangkan tentang keuntungan yang didapatkan saja namun juga harus lebih mengetahui tentang risiko yang mungkin akan terjadi. Yuk simak pembahasannya dibawah ini.

Lebih Aman, Ikuti 5 Tips Untuk Investor Pemula Berikut

1. Punya target dan tujuan investasi yang jelas

Salah satu panduan untuk anda yang merupakan investor baru adalah punay strategi perencanaan investasi. Hal ini mungkin terlihat sederhana namun akan penting untuk menentukan Langkah kedepannya. Anda harus punya tujuan atau target yang akan dicapai dalam melakukan investasi, sehingga jalan anda akan lebih terarah.

Rencana atau tujuan investasi ini bisa berupa target waktu dalam investasi atau berapa besar keuntungan yang harus didapatkan dalam kurun waktu tertentu. Hal ini akan membuat anda sebagai investor baru akan lebih termotivasi dan lebih punya arahan yang jelas pada target yang sudah dibuat. Cara sederhana ini bisa anda terapkan mulai sekarang.  

2. Memahami jenis investasi yang aman

Satu lagi hal yang penting untuk dipahami oleh Investor Pemula adalah tentang jenis investasi yang aman. Selain mempertimbangkan berapa jumlah keuntungan yang akan di dapatkan, seorang investor juga wajib memahami pengetahuan ini. Ada banyak jenis investasi yang bisa dilakukan oleh investor.

Dari sekian banyak jenis investasi yang bisa dilakukan ini tentu memang akan mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing masing. Sehingga salah satu tips yang bisa digunakan untuk memilih jenis investasi yang tepat adalah dengan memilih jenis investasi yang sudah diawasi langsung oleh OJK.

Anda bisa memilih perusahaan untuk investasi atau lembaga keuangan yang wajib terdaftar dan diawasi oleh pemerintah, atau OJK. Hal ini akan menjamin keamanan investasi yang anda lakukan. Namun tentu saja dalam melakukan investasi akan tetap ada risiko yang bisa terjadi dan ini juga harus anda pahami sebelum memilih yang tepat.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Investor Pemula
freepik.com

3. Hindari berinvestasi hanya menggunakan satu pintu

Satu lagi hal yang penting untuk diingat para investor baru yaitu tidak emosional dalam melakukan investasi. Hal ini adalah salah satu masalah yang masih banyak timbul terutama untuk para investor muda. Jangan sampai anda hanya tergiur dengan penawaran keuntungannya saja namun tidak mempertimbangkan faktor risikonya. 

Selain itu, hendaknya dalam melakukan Investor Pemula tidak hanya fokus pada satu jenis investasi saja. Jangan sampai anda hanya meletakkan semua modal kedalam satu pintu atau satu jenis investasi. Alangkah baiknya bisa anda bisa membagi modal yang dipunyai kedalam beberapa pintu investasi yang punya banyak peluang besar. 

4. Selain keuntungan, pahami juga risiko yang mungkin terjadi

Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa masih banyak masalah yang timbul akibat banyak investor muda yang cenderung emosional saat berinvestasi. Hal ini terjadi karena investor merasa ingin mendapatkan keuntungan dengan cepat dengan modal yang sedikit. Hal ini memang baik namun tidak disarankan bila tidak mengetahui ilmunya. 

Bila hal ini dilakukan tanpa dasar analisis yang jelas maka akan malah menimbulkan banyak risiko investasi yang mendorong anda pada jurang kerugian. Sehingga akan sangat disarankan untuk anda yang merupakan investor muda dan baru untuk lebih mempelajari Kembali sistem investasi dan pahami juga risiko kerugian yang bisa terjadi. 

5. Jangan ragu melakukan pengawasan langsung dan berkala

Langkah berikutnya yang harus anda pahami sebagai investor baru adalah melakukan pengawasan. Melakukan bisnis investasi emmang tidak hanya bisa dilakukan secara langsung. Anda juga bisa menggunakan perantara perusahaan keuangan yang terpercaya untuk menjalankan modal yang anda berikan untuk berinvestasi. 

Namun walaupun sudah menggunakan jasa perusahaan keuangan dalam menjalankan modal, anda selaku Investor Pemula juga akan disarankan untuk melakukan pengawasan secara langsung. Pengawasan tersebut dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan bis amenjadi bahan pertimbangan anda untuk melakukan investasi berikutnya.

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk para investor pemula yang ingin melakukan investasi dengan cara yang aman. Investasi memang salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan yang menjanjikan namun tetap saja aka nada risiko dan hal penting yang harus diperhatikan diseperti beberapa poin diatas. 

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

February 24, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
belajar investasi
Saham Pemula

Yuk Simak 4 Langkah Belajar Investasi Saham untuk Pemula

by Minsya February 23, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Kesadaran masyarakat tentang investasi tampaknya semakin meningkat akhir-akhir ini. Bahkan produk investasi semakin banyak tersedia untuk umum karena telah muncul sistem perdagangan online untuk membeli dan menjual saham tanpa harus pergi ke perusahaan sekuritas. Bagi anda yang ingin bergabung, berikut adalah langkah belajar investasi saham untuk pemula.

Tips Melakukan Belajar Investasi Saham dari Nol

1. Memulainya Dengan Segera atau Sekarang

Perdagangan saham dapat mengintimidasi para pemula yang tidak terbiasa dengan investasi saham. Pendatang baru di bidang investasi saham juga mungkin merasa bingung karena ragu dengan sumber belajar dan apa langkah awal yang harus dipelajari. Selain itu, berinvestasi saham tidak hanya soal hasil investasi yang tinggi, tetapi resiko dan fluktuasi.

Belajar investasi dalam bentuk saham ini akan lebih baik jika dimulai sedini mungkin. Pengenalan saham sebelumnya memungkinkan investor untuk mulai berinvestasi lebih cepat. Berinvestasi sedini mungkin membuat pengembalian aset tetap dan investasi menjadi lebih masif. Jadi semakin muda Anda mulai berinvestasi, maka akan semakin menguntungkan

Hal tersebut karena anda akan lebih mudah mempersiapkan diri untuk mencapai tujuan investasi untuk masa depan. Mempersiapkan diri sebelum akhirnya terjun ke dunia investasi saham menjadi poin yang perlu diperhatikan. Anda perlu memahami berbagai bentuk istilah dan cara menentukan pilihan saham yang akan dijual dan di beli di pasar modal

2. Menentukan Jenis Tujuan Investasi

Pada awal belajar investasi saham untuk pemula maka akan lebih baik jika calon investor mulai menentukan tujuan dari investasinya terlebih dahulu. Hal tersebut perlu dilakukan dengan alasan agar arah untuk melakukan pemilihan investasi saham dan saham perusahaan mana yang akan mewujudkan setiap tujuan yang telah disiapkan untuk dicapai

Selain itu, dengan adanya tujuan investasi ini juga akan memberikan kemudahan bagi investor dalam menentukan berapa lama janga waktu yang diperlukan untuk bisa mencapai tujuan. Salah satu jenis tujuan yang paling umum yaitu untuk bisa mengumpulkan dana tambahan agar bisa digunakan membeli kendaraan, rumah dan mempersiapkan bisnis baru

Bahkan ada juga yang melakukan investasi saham dengan tujuan untuk tabungan tunjangan pendidikan anak, persiapan dana pensiun dan sebagainya. Anda juga dapat mendiskusikan jenis tujuan investasi bersama dengan keluarga dan kerabat untuk membantu dalam mengambil keputusan investasi dengan lebih terorganisir dan terstruktur

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

belajar investasi
freepik.com

3. Memahami Karakter Investasi Saham

Tentunya belajar investasi saham untuk pemula perlu melalui langkah dengan menguasai sebanyak mungkin tentang produk investasi ini. Hal ini terjadi karena biasanya investasi mengikuti profil risiko investor. Ketika calon investor merasa tidak mampu menangani risiko investasi saham, investor dapat mempertimbangkan produk investasi yang resikonya lebih rendah seperti obligasi dan reksadana.

Risiko investasi ekuitas biasanya dipecah menjadi dua bagian, yaitu risiko sistematik dan risiko tidak sistematik atau risiko yang mempengaruhi semua aspek pasar saham secara umum bukan hanya lini bisnis tertentu. Di sisi lain, risiko yang tidak sistematis juga diartikan sebagai suatu risiko yang hanya mempengaruhi area tertentu dari perusahaan.

Risiko satu ini dapat dikurangi dengan mendiversifikasi saham. Selain risiko, investor juga perlu mengetahui return atau keuntungan (yield) seperti apa yang akan diperolehnya dengan berinvestasi pada instrumen saham sehingga dapat mengoptimalkan return. Keuntungan berinvestasi saham datang dalam bentuk dividen dan capital gain.

Dividen dimaknai sebagai persentase dari pendapatan perusahaan yang dibayarkan kepada investor. Pada saat yang sama, capital gain dimaknai sebagai selisih antara harga jual dan harga saham. Ketika keputusan sudah matang untuk ingin mempelajari lebih lanjut tentang investasi saham maka investor harus menguasai berbagai pengetahuan investasi sahamnya.

4. Menguasai Cara Analisis Saham

Selanjutnya investor juga perlu mempelajari bagaimana cara melakukan analisis saham dengan baik agar dapat meningkatkan optimalisasi keuntungan dan meminimalisir resiko potensi kerugian. Analisis ini bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu teknikal dan fundamental. Hal ini perlu dikuasai saat anda belajar investasi saham untuk pemula untuk mencapai keuntungan.

Proses analisis tersebut dilakukan sebelum anda melakukan pembelian produk saham dari perusahaan. Lakukan pertimbangan serta penilaian khusus terhadap kondisi keuangan dan juga ekonomi perusahaan sebelum menentukan keputusan. Pastikan juga bahwa anda mempertimbangkan harga saham dalam beberapa periode untuk bisa menganalisanya.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

February 23, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
analisis fundamental saham
Saham Pemula

Analisis Fundamental Saham : 8 Indikator Penting!

by Minsya February 22, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Analisis fundamental saham adalah metode yang digunakan investor untuk mendapatkan keamanan dan profit yang menjanjikan dalam proses investasi sahamnya. Sehingga metode analisis ini sudah banyak digunakan banyak investor saham ternama. Apa saja indikator penting dalam melakukan analisis fundamental ini, yuk lihat pembahasannya.

8 Indikator Penting Dalam Analisis Fundamental Saham

1. Price to Book Value (PBV)

Salah satu indikator penting yang akan menentukan metode analisis fundamental ini baik dilakukan atau tidak adalah PBV atau Price to Book Value. PBV adalah suatu analisis rasio yang digunakan untuk menilai harga saham dari suatu perusahaan. Sehingga dengan menggunakan indikator ini maka akan diketahui apakah perusahaan tersebut layak.

Tidak hanya itu, dengan menggunakan perhitungan rasio ini, maka juga akan dikethui apakah kondisi rasio perusahan tersebut termasuk dalam golongan saham murah atau mahal. Sehingga dengan menggunakan perhitungan rasio ini maka akan diketahui apakah jenis investasi yang akan kamu gunakan aman dan terpercaya atau tidak. 

2. Price to Earning Ratio (PER)

Satu lagi yang akan menjadi indokator dalam melakukan analisis fundamental dalam saham adalah Price to Earning Ratio atau PER. PER adalag rasio harga saham yang akan dipengaruhi laba bersih per lembar sahamnya. Sehingga dengan menggunakan rasio ini akan menjadi indikator untuk menentukan apakah harga saham tersebut termasuk murah atau mahal.

3. Return on asset (ROA)

Salah satu indikator dalam melakukan analisis fundamental saham berikutnya adalah ROA atau Return on asset. Selain itu ada juga indikator yang juga harus dipertimbangkan selain ROA yaitu ROE atau Return on equity. Kedua jenis indikator ini akan saling berkaitan sehingga akan dilakukan analisis secara bersamaan. 

Kedua indokator tersebut akan merujuk pada rasio untuk melihat bagaiman tingkat perusahaan dalam melakukan pengembalian investasi sahamnya. Sehingga indikator ROE dan ROA ini paling tidak menunjukkan besaran laba perusahaan, berapa hasil perbandingan equity atau besaran banyaknya modal yang akan disetorkan. 

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

analisis fundamental saham
freepik.com

4. Earning per share (EPS)

Indikator berikutnya yang juga penting digunakan dalam melakukan analisis fundamental dalam saham adalah EPS atau Earning per share. EPS adalah rsuatu perhitungan asio yang akan digunakan untuk mengukur laba bersih perusahaan. Sehingga akan diketahui bagaimana kondisi keuangan suatu perusahaan tersebut. 

Pengukuran akan dilakukan dengan menghitung jumlah tiap lembar saham perusahaan yang telah diedarkan. Jika nilai EPS cenderung lebih tinggi maka biasanya pendapatan perusahaan juga akan ikut semakin tinggi. Sehingga semakin tinggi rasio EPS ini maka akan menjadi pertimbangan yang baik untuk investor melakukan investasi sahamnya.

5. Asset dan Liability

Indikator berikutnya dalam melakukan analisis fundamental saham adalah Asset dan Liability. Asset adalah apa saja yang sudah dimiliki oleh perusahaan, sedangkan liability adalah tanggungan hutang suatu perusahaan. Sehingga indikator ini akan menentukan apakah aset perusahaan tersebut berasal dari modal atau hutang. 

6. Debt equity ratio (DER)

Indikator berikutnya yang akan dijadikan sebagai dasar analisis fundamental dalam saham adalah DER atau debt equity ratio. Rasio hutang ini juga akan penting menjadi bahan pertimbangan untuk melihat apakah perusahaan mempunyai kemampuan dalam membayar hutang dengan cara tidak memberatkan jalannya perusahaan. 

7. Analisis Cash Flow

Analisis cash flow juga menjadi salah satu indikator penting dalam melakukan analisis fundamental saham. Analisis ini akan banyak membantu untuk memberikan gambaran atas kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas yang mana hal ini penting untuk menjalankan bisnis kedepannya. Sumber kas bukan daru hutang atau modal saja.

8. Dividen

Indikator dalam melakukan analisis fundamental saham berikutnya adalah Dividen. Istilah Dividen ini akan merujuk pada proses pembagian keuntungan yang diterima oleh investor selaku pemegang saham. Besaran keuntungan ini akan relative tergantung presentase saham yang dimiliki masing masing investor. 

Itulah beberapa indikator dalam melakukan analisis saham yang bisa kamu ketahui dan pahami. Belajar berinvestasi saham sejak usia muda memang akan membuka peluangmu untuk mendapaykan profit yang menjanjikan. Lebih banyak waktu belajar dan menemukan hal baru akan membantu investasimu agar berjalan lebih baik. 

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

February 22, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG