Yuk Mengenal Investasi Saham Dan Trading Saham!

by Minsya
4 minutes read

Secara tidak langsung pasti Anda pernah mendengar dua istilah; Trading saham dan investasi saham. Kesannya memang mirip, dan sama sama dapat menguntungkan. Caranya pun kurang lebih sama, mengingat beberapa broker kekinian mempermudah dua perihal tersebut. Tapi apakah sama? Ternyata tidak. Kenali dulu perbedaan investasi saham dan trading saham berikut. 

Keduanya sama sama berupa aktivitas transaksi saham. Keduanya juga metode keuangan yang memiliki visi dan tujuan untuk menambah kekayaan dalam jangka waktu tertentu. Transaksinya kurang lebih sama, yakni membeli dan menyimpan portofolio berupa kumpulan aset dengan nilai tertentu. Meski demikian investasi dan trading tidaklah sama. 

Perbedaan Dalam Hal Strategi

Secara sifat dasar, investasi adalah transaksi dengan jangka waktu panjang. Sedangkan trading bersifat transaksi jangka waktu pendek. Dari kedua hal tersebut saja membutuhkan strategi yang berbeda. Untuk investasi, perlu pertimbangan banyak faktor fundamental yang mungkin berpengaruh pada saham itu di waktu panjang. 

Sebut saja fluktuasi harga dan nilai aset. Biasanya, strategi terbaik untuk investasi adalah membeli saham sesuai dengan kesehatan organisasi tersebut. Yang jadi pertimbangan adalah jenis dari perusahaan, industri, hingga nilai aset, dan pembagian dividen yang bersifat emiten. Sedangkan trading yang dilakukan trader memiliki strategi yang lebih teknis.

Fokus trading adalah pada sentimen dan kondisi pasar. Dalam artian lain, jika pasar saham sedang bergejolak karena situasi politik maka trader tidak beli. Jika sudah terarah, jelas, dan normal, maka trader akan menahan posisi saham lebih lama. Perbedaan investasi saham dan trading saham adalah strategi stop loss, risk reward ratio, dan target profit.

Investasi Saham Dan Trading Saham
freepik.com

Perbedaan Dalam Hal Prinsip

Dari strateginya saja sudah jelas bagaimana prinsip yang akan dilakoni. Investor akan menggunakan prinsip Buy and Hold, yang diartikan membeli saham dan disimpan dalam jangka waktu lama (lebih dari 1 tahun). Tujuannya adalah menahan saham dan melepas jika nilai emiten atau nilai kesehatan perusahaan memburuk. 

Karena itulah, investasi kerap dilakukan berdasar nilai likuiditas rendah. Perhitungannya pun menggunakan price-earning ratio dengan ramalan manajemen untuk menilai emiten saham. Sebaliknya, trading justru menggunakan prinsip Buy and Sell. Mereka menggunakan kondisi pasar dan fluktuasi harga untuk mendapat keuntungan dalam hal capital gain. 

Jika pasar sedang baik dan saham memiliki nilai yang lebih tinggi, pilihannya adalah menjual selagi untung atau bertahan untuk untung yang lebih besar. Meski demikian, trading umumnya lebih memilih sebuah saham dengan pergerakan atau yang memiliki potensi kenaikan harga dalam waktu singkat. Jadi lebih cepat dapat untung meski tak sebesar nilai investasi jangka panjang.  

Perbedaan Dalam Hal Risiko

Risiko yang dihadapi pun akan berbeda, mengingat teknik dan prinsip dari investasi saham dan trading saham tidak sama. Dalam dunia investasi, risikonya jatuh pada kondisi partial fills dan counter party. Yang dimaksud adalah saat aset saham yang Anda miliki hanya terjual sebagian atau partial fill, sehingga rugi karena aset tidak memberi laba.

Counter party dalam dunia investasi terjadi jika Anda membutuhkan adanya campur tangan pihak lain untuk membeli aset ketika Anda mulai menjualnya. Hal ini akan merugikan karena tidak memberi laba kembali. Sama halnya dengan trading. Meski sifatnya berjangka pendek, namun masih tetap berisiko capital loss. 

Capital loss ini terjadi jika saham yang sudah dibeli justru memiliki harga jual yang lebih rendah. Biasanya terjadi karena adanya risiko kebangkrutan perusahaan. Risiko counter party untuk trader cenderung lebih rendah, namun tetap bisa terjadi karena terdapat peraturan umum larangan atas short selling atau mengambil keuntungan di saat penurunan harga drastis.  

Pilih yang mana?

Setidaknya terdapat satu perbandingan utama yang bisa menjadi pertimbangan akan investasi saham dan trading saham, yakni jangka waktu. Investasi memiliki jangka waktu panjang, dengan teknis analisis dasar. Berbeda lagi dengan trading, yang bersifat pendek bahkan bisa untuk pencaharian utama. Namun trading butuh ilmu analisa teknis yang lebih rumit. 

Apapun pilihan yang akan Anda ambil, kedua transaksi keuangan ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing. Kenali dan pahami terlebih dahulu, sehingga Anda tidak akan merugi atau kecewa. Bisa dikatakan kuncinya adalah hasil jangka panjang dan pendek. Pilih saja sesuai dengan hati dan modal, dengan demikian investasi pun bisa terasa lebih menguntungkan. 

Mau cek saham kamu syariah atau nggak? Klik disini ya

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

You may also like

Leave a Comment

-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00