Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - Emiten Syariah - Page 7
Category:

Emiten Syariah

Mitrabara
Emiten Syariah

PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) Profil dan Sejarahnya

by Minsya February 1, 2024
written by Minsya 6 minutes read

PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) ialah perusahaan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang pertambangan batubara. Perusahaan ini juga berafiliasi dengan Baramulti Group serta perusahaan di Malinau, Kalimantan Utara. Berikut profil dan sejarah dari PT Mitrabara Adiperdana Tbk yang menarik dipelajari.

Profil PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP)

PT Mitrabara Adiperdana Tbk ialah perusahaan yang menjalankan usahanya di bidang pertambangan sesuai dengan izin pemerintah dan diperbolehkan oleh peraturan yang berlaku seperti pengeringan batubara. Perusahaan juga menjalankan kegiatan usahanya di bidang industri.

Tidak hanya itu, PT Mitrabara Adiperdana Tbk juga menjalankan usahanya di bidang perdagangan seperti perdagangan dalam negeri, inter-insulair, ekspor, impor, perdagangan besar, pemasok dan distributor berbagai jenis barang. MBAP juga menjalankan kegiatan usahanya di bidang konstruksi.

Dalam menunjang kegiatan usahanya di bidang pertambangan dan konsultasi, perusahaan bekerja sama dengan kontraktor pertambangan yang bertanggung jawab penuh atas kegiatan operasi penambangan tanah buangan atau overburden, penyediaan peralatan pertambangan, bahan-bahan, pengadaan transportasi, serta suku cadang sesuai kewajibannya termasuk produksi batubara.

Visi perusahaan ini yakni memberdayakan masyarakat di wilayah operasional perseroan yang sejahtera, mandiri dan memiliki daya saing unggul. Dalam menjalankannya, perusahaan memiliki misi dalam memberdayakan warga lokal dengan berpegang teguh kepada kearifan lokal. Perusahaan juga melaksanakan program CSR berbasis kebutuhan masyarakat dan menerapkan tata kelola CSR.

Seperti yang diketahui bahwa kebutuhan energi semakin berkembang sehingga manusia perlu berupaya mencari sumber energi yang baru. Tidak lupa juga, perusahaan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Dalam menghadirkan sumber energi yang baru, perusahaan mengembangkan usaha dibidang energi baru melalui anak perusahaannya seperti tenaga matahari dan biomassa.

Baca Juga : PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Pelajari Profil dan Sejarahnya

Mitrabara

Sejarah PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP)

Sebagai bagian perusahaan dari Grup Baramulti, perusahaan mulai mencetak sejarahnya pada 28 Oktober 1992. Melalui anak perusahaannya, PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) melakukan berbagai pengambangan bisnis dengan berpegang teguh pada visi dan misinya yakni melakukan kegiatan usaha di bidang energi.

Pada tahun 1995, perusahaan mendapatkan kuasa pertambangan KP eksplorasi. Delapan tahun kemudian, perusahaan memperoleh KP eksploitasi. Di tahun 2009, Izin Usaha Pertambangan atau IUP diperoleh sebagai penyesuaian dengan UU No. 4 tahun 2009 mengenai Pertambangan Mineral dan Batubara.

Tiga tahun kemudian, perusahaan dan BDMS memperoleh sertifikat Clean and Clear dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara. Saham BDMS sebesar 99,995% diakuisisi oleh perseroan di tahun 2013. Setahun kemudian tepatnya pada 30 Juni 2014, perusahaan melakukan penawaran umum publik perdana di Bursa Efek Indonesia.

PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan untuk IPO kepada masyarakat sebesar 245.454.400 lembar saham dengan nominal Rp 100 per saham dengan harga penawaran Rp 1.300 per saham. Saham tersebut akhirnya dicatatkan BEI pada tanggal 10 Juli 2014.

Perusahaan mulai melakukan kegiatan produksi batu Baranya di tahun 2008. Batubara yang dihasilkan pun berkualitas tinggi dengan nilai kalori atau calorific value menengah. Produknya juga memiliki karakteristik yang lebih ramah lingkungan. Maka dari itu, produk tersebut sangat diminati oleh pasar internasional.

Penawaran umum saham perdana yang dilakukannya di Bursa Efek Indonesia berkode MBAP. Adapun dana yang diperoleh dimanfaatkan sebagai penunjang kegiatan operasional perseroan seperti mengembangkan fasilitas pelabuhan serta mengoperasikan fasilitas penanganan batubara.

Memasuki tahun 2015, PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) mendirikan anak MME sebagai proyek pembangkit tenaga biomassa serta MHL untuk proyek perkebunan energi serta pengusahaan hutan. Satu tahun kemudian, perusahaan mengakuisisi ECTS serta bekerja sama dengan ENGIE Global Development BV dan PT Tritama Mitra Lestari untuk mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga surya.

Kepemilikan sahamnya pada DBU pun meningkat sebesar 26% di tahun 2018. Tidak sampai situ, 13,33% saham di DBU juga diakuisisi. Dengan MASDAR UAE, perusahaan mengembangkan energi terbarukan di PT Masdar Mitra Solar Radiance dengan brand Solar Radiance. Pada tahun 20222, bersama PT Mitra Delta Bahari Pratama, perusahaan mendirikan perusahaan ventura.

Itulah penjelasan mengenai profil dan sejarah menarik dari PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP). Bisa disimpulkan bahwa perusahaan ini telah melakukan berbagai kegiatan dalam mengembangkan usahanya seperti akuisisi, penambangan, penawaran umum perdana publik hingga mendirikan perusahaan.

Melalui PT Bhakti Investama, Hary meningkatkan kepemilikannya dari 10,72% sampai dengan 37,60% di PT Bimantara. Hary kemudian ditetapkan sebagai Presiden Direktur Bimantara pada 30 April 2002. Keberadaan Hary di PT Bimantara ini juga mengejutkan karena beliau pada saat itu dinilai tidak memiliki kekuatan modal besar menguasai bisnis Cendana.

Bahkan, ada yang berasumsi bahwa Hary mendapatkan dukungan atau bekingan dari keluarga Cendana sehingga ia berperan sebagai operator. Ada juga yang beranggapan bahwa ia mendapatkan modal dari investor rahasia. Rumor lain juga mengatakan bahwa ia dibantu oleh investor kawakan yang bernama George Soros.

Hary juga menyatakan bahwa keberhasilannya dikarenakan prestasi yang menyehatkan dari Bimantara dengan peningkatan kinerja dan menjual sejumlah asetnya yang berpotensial. Begitu Hary masuk, Bimantara menyederhanakan fokusnya pada beberapa perusahaan khususnya media. Pada 14 April 2001, saham di PT Danapaints Indonesia dilepaskan.

Saham PT Bimagraha Telekomindo kemudian dijual pada Indosat seharga US$ 558 juta. Saham senilai Rp 36,5 miliar dari PT SAmudra Petrindo kemudian dijual dan saham senilai Rp 10 juta juga dari PT Bimantara Graha Insurance Brokers juga dijual. Disamping itu, Bimantara bergerak di bidang aviasi, seperti Cardig Air dan Jasa Angka Semesta.

Perlu diketahui bahwa upaya divestasi telah dilakukan saat perusahaan masih menjadi pemilik saham utamanya, seperti pada tahun 2000 saat melepas PT Plaza Indonesia Realty, PT Polychem Lindo, PT Bimantara Cakra Nusa, PT Nestle Indonesia, PT Aqualindo Mitra Industri, serta PT Citra Mobil Nasional.

Van der Horst yang merupakan anak perusahaan Bimantara di Singapura juga dilepas. Kemudian, penjualan Bimantara dimanfaatkan untuk merestrukturisasi perusahaan serta membayar hutangnya di BPPN. Akan tetapi, Hary mempercepat divestasi pada perusahaan yang tidak berkaitan dengan media. Sementara itu, akuisisi atau investasi pada perusahaan media dilepas pada 2003.

Sejak tahun 2001, Global TV juga dilepas dari tangan PT Titian Para Putra Sejahtera. Dua tahun berikutnya, TPI, Indovision, Radio Trijaya dan Mobile-8 Telecom berusaha ditingkatkan kembali. Hary menyatakan bahwa ia ditawari secara langsung oleh Bambang saat masuk Bimantara agar membeli saham sebesar 25%.

Kemudian, Hary langsung membeli saham dengan uangnya sendiri. Ia juga menyesuaikan situasi saat Bimantara masih memiliki kapitalisasi pasar rendah. Keterlibatannya dalam pengelolaan Bimantara inilah yang membuat Hary tertarik dengan anak perusahaan industri media penyiaran serta Bimantara RCTI. 

Dalam rangka mengubah fokus usaha dari konglomerat ke media telekomunikasi, Bimantara akhirnya merubah namanya menjadi PT Global Mediacom Tbk (BMTR). Adapun arti dari nama perusahaan tersebut yakni perusahaan media dan telekomunikasi yang menjadi pemain di level global.

Seiring berjalannya waktu, kepemilikan Global Mediacom berada di bawah Hary. Sementara itu, saham Bambang Tri semakin merosot melalui PT Asriland. Meskipun awalnya bertahan hingga tahun 2012 dengan saham sekitar 10 hingga 14%, saham Bambang kemudian lenyap di awal tahun 2012. 

Sejak saat itulah, saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) sepenuhnya berada di naungan kepemilikan Hary. Bahkan, kini telah mencapai 55% atau lebih. Meski demikian, Hary masih berusaha mempertahankan sebagian orang lama di perusahaan, seperti Rosano Barack. Hingga kini, Hary Tanoesoedibjo masih menjabat sebagai direktur utama Global Mediacom.

Demikian informasi mengenai profil dan sejarah singkat dai PT Global Mediacom Tbk (BMTR). Seperti yang diketahui bahwa perusahaan ini memiliki sejarah yang panjang sejak  30 Juni 198 hingga menjadi perusahaan media yang besar. Mulai dari berdirinya, memperluas kegiatan usaha, mempercepat divestasi, hingga berganti direktur utama.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

February 1, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Bayan Resources
Emiten Syariah

PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Pelajari Profil dan Sejarahnya

by Minsya January 30, 2024
written by Minsya 3 minutes read

Pernah dengar PT Bayan Resources Tbk (BYAN)? Pendiri perusahaan ini cukup terkenal akan kesuksesannya hingga menjadi orang terkaya di Indonesia. Pada perkembangannya, perusahaan ini berhasil menjadi salah satu perusahaan besar yang berfokus di bidang pertambangan batu bara. Untuk mengetahui sejarah perkembangannya, simak penjelasan di bawah ini.

Profil PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang Menarik Dipelajari

Dibalik PT Bayan Resources Tbk (BYAN), terdapat Bayan Group sebagai inovator di bidang industri pertambangan batubara di Indonesia. Grup ini selalu mengikuti metode serta teknologi baru dalam menjaga posisinya sebagai salah satu produsen batubara dengan biaya rendah di Indonesia.

Perusahaan ini ialah perusahaan tambang pertama di Indonesia yang memanfaatkan through-seam blasting di Wahana. Bahkan, kini perusahaan telah memiliki beberapa truk pengangkutan batubara terbesar yang ada di Indonesia. Hal ini karena kapasitasnya yang telah mencapai 250 ton.

Perusahaan juga telah menerapkan FMS atau Fleet Management System di lokasi pertambangannya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi serta efisiensi operasi tongkang. Tidak hanya itu, perusahaan juga telah dilengkapi dengan teknologi yang mampu menunjang penyebaran radar stabilitas lereng geoteknik.

Teknologi tersebut mampu memantau lereng dengan memprediksi kegagalan lereng secara akurat. Adapun beberapa infrastruktur batubaranya dimiliki oleh Balikpapan Coal Terminal, Floating Transfer Barge, serta Dermaga Perkasa dan Wahana. Fasilitas yang dimilikinya pun mampu membongkar muatan batubara, menimbun batu bara serta memuat kapal.

Baca Juga : PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) Profil dan Sejarah

Bayan Resources

Sejarah Menarik dari PT Bayan Resources Tbk (BYAN)

Perusahaan mulai mencetak sejarahnya di bulan November 1997 bersamaan dengan kegiatan akuisisi PT Gunungbayan Pratamacoal (GBP) yang dilakukan oleh Low Tuck Kwong. GBP pun mulai menjalankan kegiatan usahanya di Blok II pada bulan Juni 1998. Empat bulan kemudian, pendirinya pun mengakuisisi PT Dermaga Perkasapratama.

Perusahaan tersebut memiliki sekaligus mengelola BCT atau Balikpapan Coal Terminal yang berkapasitas 24 juta metrik ton per tahunnya. Lock Tuck Kwong pun mendirikan perusahaan ini dalam menaungi seluruh usaha batu baranya di Indonesia. Perusahaan juga mulai menambang batu baranya di Tabang, Kutai Kartanegara di bulan Februari 2005.

Setahun kemudian, perusahaan mengubah statusnya dari perusahaan non-investasi menjadi perusahaan investasi dalam negeri. Di tahun 2007, beberapa anak perusahaannya pun mulai beroperasi yakni PT Teguh Sinarabadi, PT Perkasa Inakakerta, serta PT Wahana Baratama Mining.

Di tahun 2008, anak perusahaannya GBP mulai mengoperasikan Blok !. Akhirnya, perusahaan pun melantai Bursa Efek Indonesia secara resmi pada 12 Agustus 2008. Di bulan yang sama, Kalimantan Floating Transfer Barge (KFT-1) mulai dioperasi melalui PT Muji Lines untuk menjembatani pemindahan muatan batubara dari tongkang menuju kapal di Kalimantan Selatan.

KEPCO pun mengakuisisi 20% sahamnya di bulan Juli 2010. Di tahun 2011, 56% saham Kangaroo Resources Pty Ltd (KRL) diakuisisi yang pada saat itu memiliki 13 konsesi pertambangan. Tidak sampai situ, Lubuk Tutung Coal Terminal mulai dioperasikan pada bulan November 2012.

Pemindahan muatan batu bara dari tongkang ke kapal di perairan Kalimantan Timur dilakukan dengan bantuan KFT-2. Fase awal pengembangan jalan serta dermaga di konsesi Tabang akhirnya berhasil diselesaikan pada bulan Maret 2015. Dua tahun kemudian, PT Senyiur Sukses Pratama mengakuisisi saham perusahaan sebanyak 10%.

Di bulan Juli 2018, PT Tiwa Abadi melakukan kegiatan eksplorasinya di konsesi. Hingga akhir tahun 2018, perusahaan meningkatkan saham kepemilikannya di KRL hingga 100%. Memasuki bulan November 2019, anak perusahaannya yang bernama PT Tanur Jaya melakukan eksplorasi di konsesinya.

Disamping itu, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melalui PT Tanur Jaya juga melakukan pembangunan jalan dan pengangkutan batubara sepanjang 101 kilometer menuju Sungai Mahakam di bulan Desember 2019. Kemudian, pada Maret 2020, PT Tanur Jaya memperoleh izin memproduksi batu bara.

Hingga akhir tahun 2020, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) telah membawahi 30 anak perusahaan. Beberapa diantaranya yakni PT Wahana Baratama Mining, PT Gunungbayan Pratamacoal, PT Indonesia Pratama, PT Tanur Jaya, PT Mamahak Coal Mining, PT Sumber Api dan PT Cahaya Alam.

Demikian penjelasan mengenai profil dan sejarah dari PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang menarik dipelajari. Dapat disimpulkan bahwa dibalik kesuksesannya, perusahaan telah melakukan berbagai upaya dalam perkembangannya mulai dari ekspansi, eksplorasi, perubahan status hingga pembangunan.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

January 30, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Baramulti Suksessarana
Emiten Syariah

PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) Profil dan Sejarah

by Minsya January 25, 2024
written by Minsya 3 minutes read

Sebagai negara yang menjadi salah satu penghasil tambang terbesar di dunia, Indonesia punya cukup banyak perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan. Salah satunya yaitu PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) yang berkantor pusat di Jakarta. Tambang batu baranya sendiri ada di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Seperti apa sejarahnya dan bagaimana profil perusahaan ? Yuk simak.

Sejarah Baramulti Suksessarana Tbk

Grup Baramulti memulai bisnis dengan melakukan perdagangan dan pemasaran batu bara pada tahun 1988, kepada PT Tambang Batu bara Bukit Asam. BSSR sendiri baru didirikan di tahun 1990. Dan enam tahun setelah beroperasi, perusahaan mengakuisisi PT Antang Gunung Meratus (AGM).

Dimana PT Antang Gunung Meratus di tahun 1994 sebelumnya sudah memperoleh lisensi CCoW, perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara. Selanjutnya di tahun 1998. BSSR memperoleh izin eksplorasi KP (Kuasa Pertambangan). Dengan kata lain, pemerintah memberikan wewenang kepada perusahaan untuk melaksanakan usaha pertambangan umum.

Berikutnya, PT Antang Gunung Meratus yang sudah diakuisisi sebelumnya memulai produksi komersial di tahun 1999. Kepemilikan PT Baramulti Suksessarana Tbk pun ditingkatkan menjadi 57% atas AGM di tahun 2008. Dua tahun setelahnya, izin IUP diperoleh perusahaan dan perusahaan pun memulai produksi komersial pada tahun 2011.

Perusahaan menjadi perusahaan publik setelah meningkatkan kepemilikannya dalam RUPS menjadi 100% pada tahun 2012. Perjanjian off-take dengan AGM pun ditandatangani oleh investor strategis, dan Tata Power menyetujui akuisisi saham BSSR sebesar 26%. Kode sahamnya di BEI yaitu BSSR, IPO pada tanggal 8 November 2012 dengan harga penawaran Rp. 1.950 per saham.

Baca Juga : PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Profil dan Sejarahnya

Baramulti Suksessarana

Profil Baramulti Suksessarana Tbk

Baramulti Suksessarana Tbk berdiri pada tahun 1990 sebagai bagian dari Baramulti Group. Perusahaan ini bergerak pada bidang perdagangan batu bara pada awal berdirinya, namun pindah haluan menjadi perusahaan tambang batu bara. Sekarang perusahaan menawarkan cadangan dan sumber daya batu bara berkualitas yang substansial.

Lokasi tambangnya ada di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Di Kalimantan Timur, total area yang dimiliki perusahaan mencapai 2.458,9 hektar. Letaknya ada di 25 kilometer barat daya wilayah konsesi Kota Samarinda yang merupakan ibu kota provinsi.

Dimana ada dua konsesi batu bara di perusahaan, yaitu PT Baramulti Suksessarana dengan izin usaha pertambangan di Kalimantan Timur. Serta PT Antang Gunung Meratus (AGM) berlokasi di Kalimantan Selatan dengan kontrak karya batu bara (PKP2B) generasi ke-2.

Dan dari pasokan batu bara tersebut, PT Baramulti Suksessarana menjadi salah satu perusahaan pertambangan terkemuka di Indonesia. Bahkan kontribusinya termasuk besar bagi pertumbuhan ekonomi tanah air. Tentunya itu berkat komitmen perusahaan untuk terus bertumbuh dan memproduksi batu bara yang stabil. 

Produk batu bara yang dihasilkan PT Baramulti Suksessarana Tbk dibagi menjadi 4 blok dengan pemasaran sesuai dengan asal penambangannya. Operasi komersialnya dimulai pada bulan Juni 2011, dengan proyeksi kapasitas produksi mencapai 1,5 mt di tahun 2014.

Unit Usaha Baramulti Suksessarana Tbk

  1. PT Baramulti Suksessarana (BSSR)

Mulai tahun 2010, PT Baramulti Suksessarana (BSSR) sudah mendapatkan IUP atau Izin Usaha Pertambangan dengan opsi perpanjangan 2×10 tahun. Dimana royalti dari penjualannya sebesar kurang lebih 3-7%. Lokasi pertambangannya yaitu berada di Kalimantan Timur, 25 kilometer ke arah barat daya wilayah konsesi Kota Samarinda.

BSSR saat ini juga menambang di wilayah timur atau Bara 8, dan ke depannya berencana untuk membangun underpass agar dapat mengakses tambang bagian barat. Yang mana wilayah baratnya mempunyai batu bara dengan kadar air lebih rendah dan kalori lebih tinggi dari bagian timur.

  1. PT Antang Gunung Meratus (AGM)

PT Antang Gunung Meratus (AGM) merupakan unit usaha PT Baramulti Suksessarana Tbk. Letaknya ada di Kalimantan Selatan, sekitar 100 kilometer timur laut Banjarmasin yang merupakan ibu kota provinsinya. AGM saat ini menambang di Blok 3 Selatan, dengan total area yang dimiliki perusahaan sebesar 22.433 hektar.

Demikian profil singkat PT Baramulti Suksessarana yang lengkap dengan sejarahnya. Saat ini perusahaan punya kontribusi yang cukup besar pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Membuatnya menjadi salah satu perusahaan pertambangan terkemuka di dalam negeri. Pernah dengar ? Anda bisa menemukannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode BSSR.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

January 25, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Energi Mega Persada
Emiten Syariah

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Profil dan Sejarahnya

by Minsya January 24, 2024
written by Minsya 3 minutes read

Masyarakat Indonesia pasti sudah tidak asing dengan Bakrie Group, perusahaan konglomerat yang telah berdiri sejak tahun 1942 oleh Achmad Bakrie. Tahukah anda bahwa PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) merupakan salah satu bagian dari kelompok usaha Bakrie tersebut ? Perusahaan minyak dan gas ini dibangun pada tahun 2001, yuk simak bagaimana sejarahnya.

Sejarah Singkat Energi Mega Persada

PT Energi Mega Persada berdiri pada tahun 2001, tepatnya tanggal 16 Oktober 2001. Namun kegiatan komersialnya dimulai pada tahun 2003, dimana saat itu perusahaan mengakuisisi RHI Corp yang menguasai 34,46% saham KKS Blok Selat Malaka.

Kemudian di tahun 2004, perusahaan kembali mengakuisisi PT Imbang Tata Alam yang mempunyai saham KKS Blok Selat Malaka sebesar 26,03%. Masih di tahun yang sama, PT Energi Mega Persada juga melakukan akuisisi terhadap Kalila Energy Ltd dan Pan Asia Enterprise Ltd, dengan saham Lapindo Brantas Inc yang dipegang sebesar 100%.

Berhasil berkembang dengan baik,  perusahaan PT Energi Mega Persada Tbk pun resmi terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada bulan Juni 2004. Mereka mendapat pernyataan efektif dari Bapepam-LK pada tanggal 26 Mei 2004. Kemudian perusahaan melakukan IPO dengan kode saham ENRG sebanyak 2.847.433.500 kepada masyarakat. Nominal saham saat itu sebesar Rp. 100 dengan harga penawaran Rp. 160 per saham.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Energi Mega Persada
https://www.emp.id/id/gallery/

Akusisi Setelah IPO

Dua bulan setelah IPO, perusahaan lagi-lagi melakukan akuisisi pada saham KKS Blok Kangean mencapai 100% melalui EMP Exploration (Kangean) Ltd dan EMP Kangean Ltd. Kemudian di bulan Januari tahun 2006, PT Tunas Harapan yang mempunyai lima KKS melalui lima anak usahanya turut diakuisisi dengan harga 308,6 juta USD. 

Dan di bulan Mei satu tahun setelahnya, sebanyak 50% saham dari Energi Mega Pratama Inc dibeli oleh Mitsubishi Corporation dan Japan Petroleum Exploration Co. Ltd. dengan harga 360 USD. Dimana Energi Mega Pratama Inc tersebut merupakan pemegang dari KKS Blok Kangean. 

Saat ini, PT Bakrie Kalila Investment merupakan pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham di perusahaan. Adapun besar persentasenya yaitu sebanyak 46,402%. Ruang lingkup kegiatan PT Energi Mega Persada Tbk yakni menjalankan usaha dalam bidang perdagangan, pertambangan, jasa, serta manajemen minyak dan gas bumi.

Profil Energi Mega Persada

  1. Bidang Usaha

PT Energi Mega Persada merupakan perusahaan minyak dan gas, dengan lingkup kegiatannya yang meliputi perdagangan, pertambangan, jasa, serta manajemen bidang tersebut. ENRG beserta anak usahanya melakukan eksplorasi, produksi, dan pengembangan minyak mentah maupun gas bumi di beberapa lokasi di Indonesia.

Di antaranya yaitu Blok Malacca Strait, Blok Kangean, Blok Korinci Baru, Blok Gebang, Blok South CPP, Blok B, Blok Tonga, Blok Buzi, Blok Bentu, Blok GMB Sangatta-II, dan Blok Sengkang PSC. Tercatat bahwa area eksplorasinya lebih dari 28.000 kilometer persegi.

Tidak heran jika PT Energi Mega Persada dapat menjadi pemasok gas bumi utama untuk wilayah Jawa Timur dan Sumatera. Gas bumi ini kemudian digunakan untuk persediaan pakan kebutuhan industri, maupun sebagai pembangkit listrik melalui PLN (Perusahaan Listrik Negara).

  1. Visi

Visi dari Energi Mega Persada yaitu menjadi perusahaan eksplorasi serta produksi minyak dan gas terkemuka di kancah Asia. Sekaligus menerapkan keunggulannya dalam kesehatan dan keselamatan kerja, hingga lindungan lingkungan. Serta turut berkontribusi dalam pengembangan komunitas, dengan menjunjung tinggi tata kelola perusahaan yang baik.

  1. Misi

Ada enam poin yang menjadi misi perusahaan PT Energi Mega Persada Tbk. Satu, membentuk SDM yang andal dan memiliki kinerja tinggi. Dua, mendorong pertumbuhan bisnis secara organik. Tiga, mempercepat pertumbuhan bisnis dengan akuisisi aset yang harganya kompetitif di lokasi strategis.

Empat, meningkatkan keunggulan operasi untuk semua kegiatan usaha seperti SDM hingga pemahaman teknis. Lima, memproduksi sejumlah besar cadangan minyak maupun gas. Kemudian yang terakhir yaitu meningkatkan produksi minyak dan gas yang sudah dimiliki.

Menjadi bagian dari Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada yang bergerak di bidang minyak dan gas punya beberapa anak perusahaan. Total ada sekitar 15 anak usaha dari perusahaan ini. Di antaranya yaitu PT EMP Energi Aceh, PT Energi Mega PTA, RHI Corp., PT Artha Widya Persada, PT Visi Multi Artha, sampai PT EMP Tonga.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

January 24, 2024 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
Jaya Ancol
Emiten Syariah

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) Profil dan Sejarahnya

by Minsya January 23, 2024
written by Minsya 3 minutes read

Warga Indonesia tentu tidak asing lagi dengan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA). Perusahaan ini ialah pengembang properti sekaligus pengelola kawasan rekreasi terbesar, terpadu dan terkenal yang ada di Indonesia. Dibalik kesuksesannya, PJAA memiliki sejarah yang menarik dipelajari sebagai berikut.

Profil PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA)

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk melakukan kegiatan usahanya sejak 10 Juli 1992 dan beroperasi secara komersial pada tahun 1996. Kantor pusatnya berada di Gedung Ecovention, Jl. Lodan Timur No. 7, Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Indonesia.

Adapun pemegang sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta sebesar 72% dan Pembangunan Jaya sebanyak 18,01%. Sementara itu, pihak pengendali sekaligus pemilik manfaat akhirnya yakni Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usahanya yakni bidang pembangunan dan jasa.

Kegiatan utamanya berjalan di bidang real estat, seperti pembangunan, penjualan, penyewaan bangunan serta penjualan tanah kapling. Adapun hasil kerjanya yakni Apartemen Northland, Ancol Seafront, Marina Coast The Bukit, Jaya Marina Coast The Green, Marina Coast Royal Residence, Townhouse Puri Marina Ancol Coasta Villa, De’ Cove, Putri Duyung Ancol, dan Pulau Bidadari.

Perusahaan ini juga berfokus pada kawasan pariwisata atau rekreasi dengan mengelola taman serta pantai. Adapun taman serta pantai yang berada di bawah naungannya yakni Dunia Fantasi atau Dufan, Ocean Dream Samudra, Ocean Ecopark, Atlantis Water Adventure, pasar seni serta dermaga.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Jaya Ancol

Sejarah Singkat PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA)

Menariknya, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk memiliki sejarah yang berhubungan erat dengan pengembangan kawasan wisata Ancol di pantai utara Jakarta. Di awal abad ke-17, Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang bernama Adriaan Valckenier tertarik dengan pantai Ancol sehingga dikembangkannya destinasi wisata disini.

Setelah Indonesia Merdeka, pengelolaan kawasannya pun beralih ke tangan pemerintah Indonesia. Akan tetapi, pemerintah Indonesia masih fokus perang dalam mempertahankan kemerdekaan. Sehingga, kawasannya masih belum mengalami perkembangan. Memasuki tahun 1960, Ancol pun masih berupa rawa serta pernah menjadi sarang penyakit malaria.

Pada bulan Desember 1965, Soemarno Sosroatmodjo sebagai Gubernur DKI Jaya ditunjuk oleh Presiden Soekarno untuk mengambangkan kawasan Ancol menjadi tempat rekresasi. Di tahun 1966, Ali Sadikin sebagai Gubernur DKI Jaya membentuk Badan Pelaksana Pembangunan Proyek Ancol untuk melaksanakan seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pengembangan kawasan wisata.

Akhirnya, pengembangan Ancol pun dimulai pada masa reklamasi. Pada tanggal 19 Oktober 1966, Pemerintah DKI Jakarta secara resmi memerintahkan PT Pembangunan Ibukota Jakarta Jaya yang kini bernama PT Pembangunan Jaya sebagai BPP Proyek Ancol. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) bertugas menyiapkan seluruh perencanaan proyek agar dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Perusahaan juga menyampaikan konsep pengembangan, strategi, rencana induk dan kegiatan pembangunan lainnya seperti strategi pemasaran. Pada 10 Juli 1992, PT Pembangunan Jaya Ancol secara resmi diubah menjadi perseroan terbatas yang bernama PT Pembangunan Jaya Ancol.

Pada saat itu, sahamnya sebesar 80% dipegang oleh Pemprov DKI Jakarta dan sisanya dimiliki oleh PT Pembangunan Jaya. Perusahaan pun melakukan penawaran umum perdana di BEI atau Bursa Efek Indonesia pada 2 Juli 1992. Dalam hal ini, saham yang dipegang oleh Pemprov DKI Jakarta serta PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) masing-masing berukuran hingga 72% beserta 18,01%.

Tidak sampai situ, perusahaan pun akhirnya menghadirkan logo barunya pada tahun 2005. Kemudian, ia juga revitalisasi Gelanggang Renang Ancol menjadi Atlantis Water Adventure. Gelanggang Samudra Ancol juga berhasil direvitalisasi olehnya menjadi Ocean Dream Samudra.

Padang Golf Ancol pun dialihfungsikan menjadi Ocean Ecopark pada tahun 2011. Setahun kemudian, kegiatan ekspansi bisnisnya dilakukan ke MICE dengan mendirikan Ecovention dengan ruang serbaguna seluas 4.000 meter persegi. Akhirnya, lahan milik perusahaan di kawasan Ancol telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Sirkuit Internasional e-Prix Jakarta pada tanggal 22 Desember 2021.

Itulah penjelasan mengenai profil dan sejarah menarik dari PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA). Bisa disimpulkan bahwa perusahaan ini telah mengalami berbagai kegiatan pembangunan, pengalihfungsian, ekspansi dan perubahan nama sehingga menjadi perusahaan sukses seperti sekarang.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

January 23, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
sektor farmasi
Emiten Syariah

Sektor Farmasi: 5 Daftar Perusahaan Saham Syariah di Indonesia

by Minsya January 18, 2024
written by Minsya 6 minutes read

Saham-saham di sektor kesehatan tetap menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik. Selain memiliki prospek yang cerah, saham-saham sektor farmasi juga dikenal memiliki potensi yang tinggi. Bahkan, ada puluhan perusahaan di bidang kesehatan dan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Industri kesehatan merupakan sektor yang terus berkembang di Indonesia. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan perawatan diri, permintaan akan produk dan layanan kesehatan terus meningkat. Hal ini memberikan peluang besar bagi perusahaan farmasi untuk tumbuh dan berkembang.

Salah satu alasan mengapa saham-saham sektor farmasi menarik bagi para investor adalah karena prospeknya yang kuat. Perusahaan farmasi memiliki pendapatan yang stabil dan cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Permintaan akan obat-obatan dan produk kesehatan tidak akan pernah berhenti, sehingga perusahaan farmasi memiliki pasar yang terus berkembang.

Saham Sektor Farmasi

Sektor farmasi adalah industri yang bergerak dalam penjualan obat-obatan dan peralatan kesehatan. Industri ini memiliki peran yang penting dalam membantu rumah sakit, klinik, puskesmas, dan apotek dalam menyediakan produk-produk kesehatan yang dibutuhkan. Keterlibatan sektor farmasi dalam kehidupan sehari-hari membuatnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan orang-orang pintar.

Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sektor farmasi sangat beragam, bahkan beberapa di antaranya telah go public di bursa efek. Hal ini memungkinkan siapa saja untuk memiliki saham dalam perusahaan-perusahaan kesehatan ini, sehingga investor dapat memiliki bukti kepemilikan saham dari perusahaan-perusahaan tersebut.

Nilai saham-saham di sektor farmasi telah menunjukkan kinerja yang positif selama beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, bagi orang-orang pintar yang ingin memiliki saham di sektor ini, mereka harus sangat berhati-hati dalam memilih produk dan perusahaan yang tepat. Keputusan ini perlu diambil dengan kejelian dan kecermatan agar dapat memperoleh keuntungan yang maksimal.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

sektor farmasi
freepik.com

Daftar Saham Syariah di Sektor Farmasi

1. SIDO (PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk)

Perusahaan yang dikenal sebagai Sido Muncul bukanlah nama yang asing bagi masyarakat Indonesia. Sido Muncul telah lama diakui sebagai perusahaan yang fokus pada bisnis jamu dan obat-obatan herbal.

Berdiri sejak tahun 1951, perusahaan ini telah mencatatkan pertumbuhan yang cukup positif, meskipun mengalami penurunan laba bersih sebesar 12,3% pada tahun 2022. Meski begitu, Sido Muncul berhasil membagikan dividen sebesar Rp 690 miliar pada bulan April 2023.

Pada bulan November 2023, harga saham perusahaan, yang diperdagangkan dengan kode SIDO, tercatat berada di kisaran Rp 505. Kapitalisasi pasar emiten SIDO juga mencapai angka yang mengesankan, yaitu sekitar Rp 15,75 triliun. Tentu saja, angka-angka ini memberikan gambaran yang positif dan menarik bagi para pemegang saham atau calon investor, bukan? Sejarahnya bisa dibaca disini.

2. KAEF (PT Kimia Farma, Tbk)

Kimia Farma adalah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berfokus pada industri farmasi dan perdagangan produk farmasi serta alat kesehatan. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1817 dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 Juli 2001 dengan kode saham KAEF.

Kimia Farma memiliki jaringan layanan kesehatan yang terintegrasi di 34 provinsi di Indonesia. Hingga akhir tahun 2022, KAEF memiliki 10 fasilitas produksi obat-obatan, 49 distributor, 1.195 apotek, 401 klinik kesehatan, dan 64 laboratorium klinik.

Menurut laporan keuangan perusahaan hingga kuartal-III 2023, Kimia Farma mencatatkan pendapatan sebesar Rp7,7 triliun, mengalami peningkatan sebesar +8,15% secara year-on-year (yoy). Namun, rugi bersih perusahaan mengalami penurunan sebesar 1,97% yoy, mencapai Rp177,36 miliar dibandingkan dengan Rp180,93 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, laporan keuangan juga mencatat liabilitas Kimia Farma sebesar Rp11,1 triliun dengan ekuitas sebesar Rp9,44 triliun.

3. KLBF (PT Kalbe Farma Tbk)

Kalbe Farma merupakan salah satu perusahaan terkemuka di sektor farmasi dan kesehatan. Perusahaan ini, yang didirikan pada tahun 1966, tidak hanya fokus di sektor farmasi, tetapi juga aktif dalam produksi berbagai produk kesehatan dan nutrisi.

Selama tahun 2022, Kalbe Farma mencatat peningkatan laba bersih sebesar 6,24%, mencapai lebih dari Rp3,3 triliun. Pada bulan Mei 2023, perusahaan ini mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp1,7 triliun. Pada bulan November 2023, harga saham Kalbe Farma tercatat berkisar di sekitar Rp1.605.

4. TSPC (PT Tempo Scan Pacific Tbk)

Perusahaan yang beroperasi di sektor farmasi hingga kosmetik ini merupakan salah satu rekomendasi emiten farmasi yang patut dipertimbangkan oleh para investor. Perusahaan yang telah aktif sejak tahun 1970 ini menonjolkan stabilitas harga sahamnya sebagai salah satu keunggulannya.

Pada bulan November 2023, harga saham perusahaan ini berada di kisaran Rp1.865, menunjukkan kinerja yang cukup baik dibandingkan dengan beberapa saham lain di sektor farmasi. Laba bersih perusahaan juga mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai 21,5%, yaitu sebesar 1 triliun rupiah pada tahun 2022. Cek analisanya disini.

5. SOHO (PT Soho Global Health Tbk)

PT Soho Global Health adalah salah satu emiten saham sektor farmasi yang memiliki sejarah panjang di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1946, menjadikannya salah satu perusahaan farmasi yang paling senior di Indonesia. Meskipun memiliki sejarah yang panjang, PT Soho Global Health baru meluncurkan penawaran umum saham (IPO) di bursa pada tahun 2020.

Hingga saat ini, market cap perusahaan ini mencapai lebih dari Rp 8,5 triliun. Saham SOHO sempat mencapai puncak tertinggi pada 18 September 2020 dengan nilai Rp 11.350, namun mengalami penurunan hingga mencapai Rp 6.375 pada 24 Mei 2022.

Kesimpulan

Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memilih saham-saham di sektor kesehatan dan farmasi. Pertama, penting untuk melihat kinerja keuangan perusahaan tersebut. Memeriksa laporan keuangan perusahaan dapat memberikan gambaran tentang kinerja dan stabilitas keuangan perusahaan. Selain itu, juga penting untuk mempertimbangkan reputasi perusahaan dan sejarah kinerjanya. Perusahaan dengan reputasi yang baik dan catatan kinerja yang kuat cenderung lebih menarik bagi para investor.

Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan tren dan perkembangan di sektor kesehatan dan farmasi. Mengikuti berita dan tren terkini dapat membantu investor dalam mengidentifikasi peluang investasi yang menjanjikan. Misalnya, perkembangan teknologi medis atau penemuan obat baru dapat menjadi faktor yang mempengaruhi kinerja saham-saham di sektor ini. Oleh karena itu, penting untuk tetap mengikuti perkembangan di sektor ini agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat.

Dalam menginvestasikan dana di sektor kesehatan dan farmasi, penting juga untuk memiliki strategi investasi yang jelas. Menentukan tujuan investasi, jangka waktu, dan tingkat risiko yang dapat ditoleransi adalah langkah-langkah penting dalam merencanakan investasi di sektor ini. Selain itu, diversifikasi juga merupakan strategi yang penting untuk mengurangi risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan. Dengan memiliki portofolio yang terdiversifikasi, investor dapat mengurangi risiko terkait dengan pergerakan harga saham individual dan meningkatkan potensi keuntungan jangka panjang.

Dalam kesimpulan, saham-saham di sektor kesehatan dan farmasi tetap menjadi instrumen investasi yang menarik bagi para investor. Potensi pertumbuhan yang kuat, stabilitas pasar, dan inovasi yang terus berkembang membuat sektor ini menjadi pilihan yang cerdas dan strategis bagi para investor. Dengan melakukan riset yang cermat dan memiliki strategi investasi yang jelas, investor dapat memanfaatkan peluang investasi yang ada di sektor kesehatan dan farmasi untuk mencapai tujuan keuangan mereka.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

January 18, 2024 0 comments
2 FacebookTwitterPinterestEmail
Astra Otoparts
Emiten Syariah

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) Sejarah dan Profil Singkat

by Minsya January 4, 2024
written by Minsya 3 minutes read

Indonesia, sebagai salah satu negara dengan industri otomotif yang cukup berkembang pesat, memiliki beberapa perusahaan yang menjadi tulang punggung sektor ini. Salah satu di antaranya adalah PT Astra Otoparts Tbk (AUTO).

PT Astra Otoparts Tbk adalah salah satu perusahaan otomotif terkemuka di Indonesia. Dengan sejarah panjang dan kontribusi yang signifikan terhadap industri otomotif nasional, perusahaan ini tentunya memainkan peran penting dalam pengembangan dan pertumbuhan sektor tersebut di Indonesia. Mari intip sejarah dan profil singkatnya dalam artikel berikut ini.

Sejarah PT Astra Otoparts Tbk

Astra Otoparts Tbk memiliki akar yang dalam pada dunia otomotif di Indonesia. Pada awalnya, perusahaan ini fokus pada produksi dan distribusi suku cadang kendaraan, termasuk mobil, sepeda motor, dan kendaraan berat.

Pada tahun 1976, PT ini berdiri sebagai PT Alfa Delta Motor, yakni sebuah perusahaan yang bergerak di perdagangan otomotif, perakitan mesin, dan konstruksi. Perusahaan ini dimiliki oleh William Soeryadjaja dan PT Djaya Pirusa. 

Perusahaan ini telah beberapa kali berganti nama, melalui proses penggabungan beberapa produsen komponen di lingkup Grup Astra, kemudian perusahaan ini berganti nama menjadi PT. Astra Dian Lestari.

Kemudian, pada 4 Desember 1997 nama perusahaan ini diubah kembali menjadi PT Astra Otoparts. Dan kemudian pada tahun 1998 perusahaan ini mencatatkan saham pertamanya di Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Astra Otoparts
https://www.astra-otoparts.com/

Profil Singkat Perusahaan

PT Astra Otoparts Tbk saat ini adalah perusahaan publik yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham AUTO. Lokasi utama PT ini yakni berada di Jalan Raya Pegangsaan Dua Km. 2,2 Kelapa Gading, Jakarta, Indonesia. Dan juga terdapat visi dan misi dari perusahaan ini, diantaranya:

Visi : Menjadi supplier komponen otomotif kelas dunia, sebagai mitra usaha pilihan utama di Indonesia dengan dukungan kemampuan engineering yang handal.

Misi : mengembangkan industri komponen otomotif yang handal dan kompetitif, serta menjadi mitra strategis bagi para pemain industri otomotif di Indonesia dan dunia.  Dan menjadi warga usaha yang bertanggung jawab dan memberikan kontribusi positif kepada para pemangku kepentingan

Terdapat poin-poin yang mencerminkan profil PT Astra Otoparts Tbk yang beragam, berikut beberapa point kunci tentang profil perusahaan ini:

  1. Portofolio Produk 

PT Astra Otoparts Tbk memiliki portofolio produk yang luas termasuk suku cadang untuk berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil penumpang hingga sepeda motor dan kendaraan berat. Mereka memproduksi berbagai komponen, termasuk mesin, transmisi, rem, dan banyak lagi.

  1. Pasar Domestik dan Global

Meskipun berbasis di Indonesia, PT Astra Otoparts Tbk juga telah berhasil mengekspansi bisnisnya ke pasar internasional. Produk-produk mereka diekspor ke berbagai negara Asia dan bahkan ke negara-negara lain di seluruh dunia.

  1. Investasi dalam R8D dan Teknologi

Astra Otoparts dikenal karena komitmennya terhadap kualitas produk dan inovasi. mereka berinvestasi dalam teknologi terkini dan sumber manusia yang berkualitas untuk memastikan bahwa produk -produk mereka akan selalu berkualitas tinggi, efisien, dan sesuai dengan standar global.   

  1. Kemitraan Strategis

Untuk menjaga eksistensinya di pasar otomotif, perusahaan ini masih terus untuk menerapkan strategi jangka panjang LEAP, khususnya pada aspek operational excellence. PT Astra Otoparts Tbk juga menjalin kemitraan strategis dengan produsen otomotif terkemuka, baik dalam negeri maupun internasional. 

Kemitraan ini memungkinkan perusahaan untuk mengakses teknologi terbaru, pengetahuan pasar, dan sumber daya lainnya. 

  1. Kinerja Unggul

Pada kuartal III yakni tahun 2021, Astra Otoparts TBK memiliki pendapatan bersih sebesar Rp. 11,04 triliun. Jika dibandingkan dengan tahun 2020, nilai tersebut meningkat sebanyak 27,92%. tentunya hal ini menjadi poin plus dan membuktikan bahwa kualitas dan efisiensi produksi merupakan inti dari strategi Astra Otoparts. 

Dengan mengedepankan kualitas produk dan proses produksi yang efisien, sehingga mereka dapat menjaga kepercayaan pelanggan dan tetap kompetitif di pasar.

Nah, itulah sejarah dan profil singkat PT Astra Otoparts Tbk. Dengan sejarah yang begitu panjang dan komitmen yang kuat terhadap kualitas, inovasi, serta tanggung jawab, perusahaan yang tergabung bursa efek ini tetap menjadi salah satu pemimpin dalam industri otomotif Indonesia dan telah berhasil memperluas jejaknya di pasar global.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

January 4, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Dharma Satya Nusantara
Emiten Syariah

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) Perusahaan Agroindustri 1990

by Minsya December 28, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Perusahaan Dharma Satya Nusantara ini melakukan bisnis dengan nama DSNG. Perusahaan Agroindustri ini berpusat di Jakarta dan memiliki setidaknya 15 perkebunan kelapa sawit dengan luas 112.600 hektar beserta 10 pabriknya yang digunakan untuk menunjang kegiatan komersialnya. Berikut adalah sejarah perkembangan PT Dharma Satya Nusantara Tbk

Sejarah Berdirinya PT Dharma Satya Nusantara Tbk

1. Tahun 1990 - 1997

Perusahaan Agroindustri ini sudah berdiri sejak tahun 1990 atau tepatnya pada tanggal 29 september 1990. Kemudian pada tahun 1993 setelah mendapatkan hak pengusahaan hutan dari pemerintah, perusahaan mulai menjalankan engoperasian pabrik pengolahan kayu pertama yang ada di Samarinda dan Kalimantan Oriental.

Tujuannya tentu saja untuk memproduksi kayu gergajian agar bisa diekspor ke Jepang. Karena kinerjanya, perusahaan ini ditunjuk sebagai salah satu pionir dalam pemanfaatan kayu sengon masyarakat agar bisa menggantikan kayu yang diambil dari hutan alam pada tahun 1988. 

Kemudian pada tahun 1991, perusahan memindahkan pabrik pengolahan kayunya yang sebelumnya di Samarinda menjadi di Surabaya. Untuk mengembangkan bisnis yang sudah dijalankan PT Dharma Satya Nusantara mulai merambah pada bisnis pengolahan kayu sengon. Agar pekerjaan semakin maksimal, akhirnya dibentuk 3 anak perusahaan pada tahun 1997.

3 anak perusahaan tersebut dibentuk untuk bergerak dalam bidang budidaya kelapa sawit dengan nama PT Dharma Intisawit Nugraha, PT Dharma Intisawit Lestari dan PT Dharma Agrotama Nusantara. Seluruh perusahaan tersebut berjalan dengan sempurna sesuai dengan tujuan kerjanya

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Dharma Satya Nusantara

2. Tahun 2001 – 2010

Pada tahun 2001, perusahan ini berhasil mengakuisisi sekitar 92,5% saham dari PT Swakarsa Sinarsentosa yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit di kawasan Kalimantan Timur. Kemudian di tahun 2002, perusahaan melakukan peresmian pabrik pertama dengan kapasitas 45 ton TBS/jam. Tentu hal ini menjadi kebanggaan yang luar biasa.

Seiring berjalannya waktu, perusahaan Dharma Satya Nusantara ini kembali mengakuisisi PT Pilar Wanapersada pada tahun 2004. PT Pilar Wanapersada tersebut diakuisisi lahannya seluas 15.153 hektar yang akan digunakan untuk membudidayakan kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Perluasan kembali dilakukan pada tahun 2005 di kawasan Kranggan, Temanggung, Jawa tengah, Lumajang dan Banyumas.

Perluasan tersebut dilakukan dengan mengoperasikan pabrik pengolahan kayu. Setelah memiliki banyak cabang perusahaan tersebut, perusahaan mulai memproduksi kayu dan juga veneer. Akuisisi kembali dilakukan pada tahun 2007 dengan mengangkut saham PT Nityasa Idola di Kalimantan Barat. Tentu hal ini dilakukan bukan tanpa tujuan.

PT Dharma Satya Nusantara Tbk akhirnya mendirikan PT Kencana Alam Permai di Kalimantan Barat pada tahun 2008. Kemudian pada tahun 2009, perusahan ini kembali melakukan pembangunan pabrik kelapa sawit yang kedua dengan kapasitas lebih besar yaitu 60 Ton TBS/jam di Kawasan Kalimantan Timur. 

Perusahaan kembali melakukan akuisisi terhadap mayoritas saham PT Prima Sawit Andalan dengan memperoleh lahan kelapa seluas 11.600 hektar yang ada di Kalimantan Barat. Seiring berjalannya, waktu, perusahaan ini memang terus mengalami perkembangan yang pesat.

3. Tahun 2011 – Sekarang

Perusahaan Dharma Satya Nusantara ini berhasil memiliki 65% saham dari PT Tanjung Kreasi Parquet Industry dengan kantor pusat di Pringsurat, Temanggung Jawa Tengah. Selain itu juga mengakuisisi 99,95% saham dari PT Karya Prima Agro Sejahtera yang ada di Kalimantan Timur. Setelah itu, perusahaan ini kembali melakukan pembangunan pabrik ke-4 dan ke-5 dengan kapasitas 60 ton TBS/jam

Pabrik tersebut dibangun di 2 kawasan berbeda yaitu Kalimantan Tengah dan juga Kalimantan Timur. Tidak hanya berhenti disitu, di tahun berikutnya atau 2012 perusahaan ini kembali mengakuisisi saham PT Rimba Utara sebanyak 99,2% dan 100% saham dari Twin Palm Pte.Ltd. Perusahaan Dharma Satya Nusantara ini kemudian berhasil terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada 2013.

Bersamaan dengan penetapan daftar perusahaan di Bursa Efek Indonesia, perseroan ini juga melakukan peresmian pabrik kelapa sawit ke-5 di Kalimantan Tengah dan juga Pabrik minyak inti sawit di Kalimantan timur dengan kapasitas 200 Ton/hari. Akuisisi beberapa perusahaan lain juga terus dilakukan oleh PT Dharma Satya Nusantara ini hingga sekarang.

Eksplor produk juga tetap dilakukan oleh perusahaan ini seperti pada tahun 2022 melalui PT Dharma Sumber Energi dengan mengirimkan 10.500 ton cangkang kelapa sawit ke Jepang untuk pertama kalinya. Pengiriman tersebut dilakukan untuk digunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik biomassa.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

December 28, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Metrodata Electronics
Emiten Syariah

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) yang Berdiri Sejak 1975

by Minsya December 27, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Perusahaan yang berjalan dalam bidang teknologi dan informasi ini berpusat di Jakarta. Untuk menunjang bisnisnya, perusahaan PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL)terus membuka cabang di kota besar Indonesia. Hingga saat ini, terdapat 7 cabang besar perusahaan. Berikut adalah sejarah berdirinya PT Metrodata Electronics Tbk hingga besar seperti sekarang!

Sejarah Perkembangan PT Metrodata Electronics Tbk

Perlu diketahui bahwa perusahaan ini sudah mengawali sejarahnya sejak tahun 1975 dengan menjadi distributor kertas cetak dan alat tulis. Kemudian perusahaan secara resmi sebagai badan hukum dengan nama PT Sarana Hitech Systems pada tahun 1983. Karena perkembangannya yang sangat signifikan, membuatnya bisa terdaftar di Bursa Efek Indonesia di tahun 1990.

Pada saat terdaftar dalam bursa efek Indonesia, perusahaan ini sudah menggunakan nama PT Metrodata Electronics Tbk. Kemudian pada tahun 1996, perusahaan memilih untuk memisahkan grup penjualannya menjadi PT Mitra Integrasi Informatika dan grup distributornya bernama PT Metrodata E Bisnis juga dipisahkan pada tanggal 23 Mei 2000.

Karena terus berkembang, PT Metrodata Electronics Tbk ini mengakuisisi PT Soltius Indonesia yang hingga saat ini bergerak di bidang konsultasi SAP pada tahun 2008. Setelah itu pada tahun 2010, perusahaan ini menjual PT E Metrodata Com pada BT Frontline Pte.Ltd. keputusan tersebut dilakukan sebagai langkah pengurangan dampak akuisisi Oracle atas Sun Microsystem.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

Metrodata Electronics

Kerjasama dengan Synnex Technology International

PT Metrodata Electronics ini kemudian melakukan kerjasama dengan Synnex Technology International untuk bisa mendirikan PT Synnex Metrodata Indonesia. Tujuannya tentu untuk memperkuat bisnis dengan mendistribusikan perangkat dan juga layanan digital. Ditahun yang sama, perusahaan ini juga mendirikan PT My Icon Technology agar bisa berekspansi pada e-commerce.

Tidak hanya berhenti di situ, pada tahun 2012 PT Metrodata melakukan kerjasama dengan Logicalis Singapore Pte.Ltd. untuk mendirikan PT Logicalis Metrodata Indonesia guna memperluas bisnis jaringan solusi digital. Karena semua berjalan dengan stabil, PT Synnex Metrodata Indonesia kembali mendirikan PT Synnex Metrodata Technology & Service pada tahun 2016.

Tidak lama, pada 2017 perusahaan PT Mitra Integrasi Informatika mengakuisisi saham milik PT Metro Mobile Indonesia agar bisa berpartisipasi dalam pengembangan serta penerapan aplikasi seluler. Sebagai pelengkapnya, PT Metrodata Electronics Tbk ini membeli saham milik PT Packet System Indonesia yang bergerak dalam bidang Integrasi sistem infrastruktur dan jaringan Broadband.

Pada tahun 2018, PT Logicalis Metrodata Indonesia dan juga PT Packet System Indonesia akhirnya digabungkan dan PT My Icon Technology dijadikan sebagai anak perusahaan PT Synnex Metrodata Indonesia.  Tahun 2019, perusahaan memilih membuka pusat logistik modern di Kawasan Industri MM2100 Cibitung. Terakhir pada 2022, PT Synnex Metrodata Indonesia resmi dijadikan distributor produk Allied Telesis Indonesia.

Kegiatan Utama PT Metrodata Electronic Tbk

Apabila didasarkan pada peraturan perusahaan. Ruang lingkup operasi perusahaan dengan kode MTDL ini berjalan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Beberapa jenis kegiatan yang dilakukan diantaranya berkaitan dengan perdagangan internet, pengembangan aplikasi. Konsultasi IT, Konsultasi Keamanan Informasi dan manajemen fasilitas IT.

Selain itu, perusahaan ini juga melakukan aktivitas layanan TI dalam bidang perdagangan seperti perdagangan komputer dan perangkatnya, komponen elektronik perangkat lunak, peralatan telekomunikasi. Ada juga bisnis yang berjalan dalam bidang pendidikan seperti layanan pengajaran swasta bidang ilmu komputer (teknologi informasi dan komunikasi).

Untuk jenis bisnis yang berjalan dalam bidang Solusi Digital & bisnis konsultasi dijalankan oleh perusahaan PT Soltius Indonesia, PT Mitra Integrasi Informatika, PT Packet Systems Indonesia dan juga PT Sinergi Transformasi Digital. Kemudian kedua ada bisnis distribusi digital yang mendistribusikan layanan dan perangkat teknologi digital lebih dari 1000 merk terkemuka.

Produk tersebut disebar luaskan ke ribuan reseller dan mitra untuk bisa dijualkan kepada konsumen di seluruh Indonesia. Untuk bisnis PT Metrodata Electronics Tbk yang kedua ini dijalankan oleh Pt Synnex Metrodata Technology & Services, PT Synnex Metrodata Indonesia dan juga PT My Icon Technology yang berkaitan dengan segmen e-commerce.

Berdasarkan informasi tersebut dapat diketahui bahwa perusahaan ini mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada 14 Februari 1990 dan kemudian tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 9 April 1990.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

December 27, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Jaya Real Property
Emiten Syariah

PT Jaya Real Property Tbk (JRPT): Menarik! Pelajari Profil dan Sejarahnya

by Minsya December 26, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Pernah dengar perusahaan PT Jaya Real Property Tbk (JRPT)? Perusahaan ini fokus pada bidang properti di Tangerang Selatan, Banten, Indonesia. Berdiri di tahun 1979, perusahaan ini awalnya bernama Bintaro Raya dan telah mengalami berbagai hal dalam perkembangannya sebagai berikut.

Profil Menarik PT Jaya Real Property Tbk

PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) ialah perusahaan di Indonesia yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang properti perumahan serta komersial. Perusahaan init termasuk perseroan terbatas yang dibentuk melalui perjanjian hukum untuk melakukan kegiatan bisnisnya melalui modal dasar yang terbagi melalui saham.

Sesuai Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatannya meliputi pembangunan konstruksi, real estate, pengelolaan air dan air limbah, pengangkutan serta pergudangan, penyediaan makanan, minuman beserta akomodasi, kegiatan profesional ilmiah serta teknis, perdagangan, pertanian, kehutanan, perikanan, konservasi, hiburan dan rekreasi.

Kegiatan utamanya yakni pembangunan  perumahan serta pengelolaan usaha seperti pembebasan tanah, pengembangan real estate, persewaan pusat perbelanjaan, melakukan investasi pada entitas anak serta asosiasi dan pengelolaan kawasan Bintaro. Adapun proyek yang ditangani yakni Bintaro Jaya, Graha Jaya, Grand Batavia, Bintaro Trade Center dan Plaza Bintaro Jaya.

Baca Juga : PT Sentul City Tbk (BKSL) Profil dan Sejarahnya

Jaya Real Property

Sejarah PT Jaya Real Property Tbk

PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) menjalankan kegiatan usahanya sejak tahun 1979 dengan nama sebelumnya yakni PT Bintaro Jaya. Kemudian, perubahan namanya yang menjadi PT Jaya Real Property Tbk terjadi pada tahun 1992. Perusahaan ini ialah salah satu anak perusahaan dari PT Pembangunan Jaya yang sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah Khusus Ibukota secara mayoritas.

PT Jaya Real Property menangani proyek utamanya yakni pembangunan kawasan kota elit di tahun 1979. Kota inilah yang diberi nama sebagai Bintaro Jaya. Adapun perkembangan kawasannya sejak tahun 1979 hingga 2005 berhasil memiliki 9 sektor. Terlebih lagi, kini, perusahaan telah fokus pada pengembangans erta perluasan wilayah Bintaro Jaya.

Bintaro Jaya akhirnya memiliki wilayah seluas 2.000 hektar yang menyediakan berbagai perumahan, tempat olahraga, kondominium, komersial, taman rekreasi asri, layanan kesehatan dan transportasi. Bahkan, fasilitas memadai ini terhubung hingga berbagai daerah Jabodetabek.

Dengan slogan “The Professional’s City”, kawasan kota ini mencerminkan sebagai kota aman di Indonesia dengan strategi pemasaran yang tertuju kepada para kaum profesional serta intelektual. Fasilitas-fasilitasnya pun dibuat senyaman serta seaman mungkin bagi warga yang menghuni Bintaro Jaya.

Pada tahun 1994, PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) memiliki catatan sahamnya di BEI dalam grup Jaya, perusahaan properti, pariwisata, dan konstruksi yang dimiliki Pemda DKI sebesar 40% serta perusahaan swasta 60%. Selain itu, Anggaran Dasar Perusahaan sempat mengalami beberapa kali perubahan secara keseluruhan.

Di tahun 2009, perusahaan memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Hal ini bertujuan untuk mengubah Anggaran Dasar Perusahaannya. Setahun kemudian, perubahan Anggaran Dasar Perubahan terjadi kembali. Perusahaan mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum serta Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Perubahan Anggaran Dasar terjadi kembali untuk terakhir kalinya pada tahun 2015. Perubahan ini sesuai dengan keputusan yang telah dibuat Rapat Umum Pemegang Saham tentang peraturan Otoritas Jasa. Pada tahun 2020, PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) menaruh serta memiliki investasi saham sebesar 20%-49% pada beberapa perusahaan asosiasi.

Perkembangan keuangan Persero menunjukkan bahwa pendapatan usahanya tidak begitu  stabil dari tahun ke tahun. Pada tahun 2017, perusahaan memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp 2,41 triliun. Akan tetapi, perusahaan mengalami penurunan sebesar 3% pada tahun 2018 menjadi Rp 2,33 triliun.

Keuangannya mengalami kenaikan sebesar 4% dengan pendapatan usaha Rp 2,42 triliun. Dikarenakan adanya pandemik, perusahaan mengalami penurunan pendapatan usaha pada hotel, kondominium, persewaan ruko, ice rink, kavling tanah serta water park. Namun, perusahaan berupaya menghadapi tantangan sehingga berhasil memiliki pendapatan sebesar Rp 2,18 triliun di tahun 2020.

Demikian penjelasan mengenai profil dan sejarah mengenai PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) yang menarik dipelajari. Perusahaan ini telah mengalami beberapa perubahan nama dan akuisisi dalam mengembangkan bisnisnya. Meski sempat mengalami penurunan pendapatan usaha di masa pandemi, Persero ini berhasil melalui tantangannya di tahun 2020.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

December 26, 2023 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar Di

DOWNLOAD APLIKASI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG