PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) Profil dan Sejarahnya

by Minsya
4 minutes read

Warga Indonesia tentu tidak asing lagi dengan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA). Perusahaan ini ialah pengembang properti sekaligus pengelola kawasan rekreasi terbesar, terpadu dan terkenal yang ada di Indonesia. Dibalik kesuksesannya, PJAA memiliki sejarah yang menarik dipelajari sebagai berikut.

Profil PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA)

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk melakukan kegiatan usahanya sejak 10 Juli 1992 dan beroperasi secara komersial pada tahun 1996. Kantor pusatnya berada di Gedung Ecovention, Jl. Lodan Timur No. 7, Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Indonesia.

Adapun pemegang sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta sebesar 72% dan Pembangunan Jaya sebanyak 18,01%. Sementara itu, pihak pengendali sekaligus pemilik manfaat akhirnya yakni Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usahanya yakni bidang pembangunan dan jasa.

Kegiatan utamanya berjalan di bidang real estat, seperti pembangunan, penjualan, penyewaan bangunan serta penjualan tanah kapling. Adapun hasil kerjanya yakni Apartemen Northland, Ancol Seafront, Marina Coast The Bukit, Jaya Marina Coast The Green, Marina Coast Royal Residence, Townhouse Puri Marina Ancol Coasta Villa, De’ Cove, Putri Duyung Ancol, dan Pulau Bidadari.

Perusahaan ini juga berfokus pada kawasan pariwisata atau rekreasi dengan mengelola taman serta pantai. Adapun taman serta pantai yang berada di bawah naungannya yakni Dunia Fantasi atau Dufan, Ocean Dream Samudra, Ocean Ecopark, Atlantis Water Adventure, pasar seni serta dermaga.

Jaya Ancol

Sejarah Singkat PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA)

Menariknya, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk memiliki sejarah yang berhubungan erat dengan pengembangan kawasan wisata Ancol di pantai utara Jakarta. Di awal abad ke-17, Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang bernama Adriaan Valckenier tertarik dengan pantai Ancol sehingga dikembangkannya destinasi wisata disini.

Setelah Indonesia Merdeka, pengelolaan kawasannya pun beralih ke tangan pemerintah Indonesia. Akan tetapi, pemerintah Indonesia masih fokus perang dalam mempertahankan kemerdekaan. Sehingga, kawasannya masih belum mengalami perkembangan. Memasuki tahun 1960, Ancol pun masih berupa rawa serta pernah menjadi sarang penyakit malaria.

Pada bulan Desember 1965, Soemarno Sosroatmodjo sebagai Gubernur DKI Jaya ditunjuk oleh Presiden Soekarno untuk mengambangkan kawasan Ancol menjadi tempat rekresasi. Di tahun 1966, Ali Sadikin sebagai Gubernur DKI Jaya membentuk Badan Pelaksana Pembangunan Proyek Ancol untuk melaksanakan seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pengembangan kawasan wisata.

Akhirnya, pengembangan Ancol pun dimulai pada masa reklamasi. Pada tanggal 19 Oktober 1966, Pemerintah DKI Jakarta secara resmi memerintahkan PT Pembangunan Ibukota Jakarta Jaya yang kini bernama PT Pembangunan Jaya sebagai BPP Proyek Ancol. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) bertugas menyiapkan seluruh perencanaan proyek agar dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Perusahaan juga menyampaikan konsep pengembangan, strategi, rencana induk dan kegiatan pembangunan lainnya seperti strategi pemasaran. Pada 10 Juli 1992, PT Pembangunan Jaya Ancol secara resmi diubah menjadi perseroan terbatas yang bernama PT Pembangunan Jaya Ancol.

Pada saat itu, sahamnya sebesar 80% dipegang oleh Pemprov DKI Jakarta dan sisanya dimiliki oleh PT Pembangunan Jaya. Perusahaan pun melakukan penawaran umum perdana di BEI atau Bursa Efek Indonesia pada 2 Juli 1992. Dalam hal ini, saham yang dipegang oleh Pemprov DKI Jakarta serta PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) masing-masing berukuran hingga 72% beserta 18,01%.

Tidak sampai situ, perusahaan pun akhirnya menghadirkan logo barunya pada tahun 2005. Kemudian, ia juga revitalisasi Gelanggang Renang Ancol menjadi Atlantis Water Adventure. Gelanggang Samudra Ancol juga berhasil direvitalisasi olehnya menjadi Ocean Dream Samudra.

Padang Golf Ancol pun dialihfungsikan menjadi Ocean Ecopark pada tahun 2011. Setahun kemudian, kegiatan ekspansi bisnisnya dilakukan ke MICE dengan mendirikan Ecovention dengan ruang serbaguna seluas 4.000 meter persegi. Akhirnya, lahan milik perusahaan di kawasan Ancol telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Sirkuit Internasional e-Prix Jakarta pada tanggal 22 Desember 2021.

Itulah penjelasan mengenai profil dan sejarah menarik dari PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA). Bisa disimpulkan bahwa perusahaan ini telah mengalami berbagai kegiatan pembangunan, pengalihfungsian, ekspansi dan perubahan nama sehingga menjadi perusahaan sukses seperti sekarang.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

You may also like

Leave a Comment

-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00