Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - Saham Pemula - Page 19
Category:

Saham Pemula

Investasi Saham
Saham Pemula

Siapkan Strategi Investasi Saham Pemula untuk Peroleh Keuntungan Terbaik

by Minsya June 22, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh New Harris diketahui bahwa banyak kaum milenial melakukan aktivitas investasi saham namun tidak dilakukan di pasar modal karena kesulitan dalam memahami bagaimana cara investasi yang baik dan benar. Agar bisa mengatasi dan menangani masalah ini maka anda bisa mencoba strategi investasi saham pemula berikut ini.

Strategi Melakukan Investasi Saham di Pasar Modal

1. Memahami Waktu Berinvestasi

Langkah pertama yang harus dilakukan ketika memilih melakukan investasi ini yaitu dengan membuat rekening saham. Selain itu, anda juga perlu menyiapkan sejumlah dana modal untuk bisa dikeluarkan dan diinvestasikan dengan murah dan mudah. Penguasaan dalam tahap awal memang terbilang cukup rumit untuk dipahami dan dilaksanakan dengan baik.

Anda harus benar benar menguasai bagaimana pengetahuan dasar investasi saham di pasar modal. Hal yang perlu diketahui yaitu berkaitan dengan kapan harus melakukan pembelian dan juga penjualan saham agar bisa mendapatkan keuntungan besar serta terhindar dari resiko kerugian. Untuk mengetahuinya maka strategi yang harus dipersiapkan yaitu dengan analisis teknikal dan fundamental.

Analisis fundamental umumnya berkenaan dengan proses analisis menggunakan pendekatan politik, kondisi ekonomi dan bahkan berbagai kondisi trend yang lainnya. Jenis analisis ini bisa dilihat berdasarkan laporan keuangan yang dimiliki oleh perusahaan atau emiten penyedia saham. Sedangkan untuk analisis teknikal tentu saja berbeda dengan fundamental.

Analisis teknikal dilakukan dengan pendekatan pergerakan saham berdasarkan rentang waktu tertentu yang berkaitan dengan harga dan fluktuasinya serta melihat bagaimana titik terendah dan tertinggi dari saham perusahaan. Pastikan anda melakukan pembelian saham yang tidak hanya sekedar mudah namun juga berkualitas sebagai bentuk strategi investasi saham pemula.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Investasi Saham
freepik.com

2. Profil dan Tingkat Likuiditas Perusahaan

Strategi kedua yang bisa dilakukan yaitu dengan memperhatikan beberapa hal sebelum membeli saham seperti likuiditas dna profil suatu perusahaan atau emiten. Selain itu, anda juga perlu mengetahui trend market, fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan, laba investasi pemegang saham, return of equity, penjualan atau sales dan juga Earning per Share growth.

Untuk bisa melakukan hal tersebut maka anda perlu melakukan dan memahami istilah Buy On weakness, Buy On/Of breakout dan Buy On Retracement. Buy On Weakness diartikan dengan membeli saham ketika harganya sedang turun atau berada di level tertentu yang terbilang masih aman. Buy On/Of breakout yaitu melakukan pembelian disaat harga saham menembus level tertinggi.

Sedangkan untuk Buy On Retracement diartikan sebagai proses transaksi pembelian saham ketika atau setelah terjadi nya Breakout atau harga paling bawah. Suatu saham yang mengalami breakout maka akan mengalami kenaikan dengan kencang dalam waktu singkat. Hal ini perlu dipertimbankan dengan baik sebelum emmtuskan untuk membeli saham.

3. Tahu Waktu Tepat Menjual Saham

Setelah mengetahui kapan harus membeli saham maka selanjutnya anda perlu tahu kapan waktu terbaik untuk menjualnya. Waktu yang paling tepat untuk melepas atau menjual saham yaitu ketika hargaya sedang naik atau disebut dengan istilah Profit Taking. Selain itu, anda juga bisa melakukan penjualan saham dengan memperhatikan dan menentukan cut loss.

Cut loss merupakan istilah dalam investasi saham yang dilakukan untuk menggambarkan kondisi penjualan saham ketika sedang mengalami penurunan harga yang lebih rendah dari harga belinya sehingga membuat investor mengalami kerugian. Namun perlu dipahami bahwa menentukan cut loss disini bukan untuk merealisasikan kerugian bagi para investor.

Justru penggunaan perhitungan ini dilakukan dengan tujuan untuk bisa menghindari kerugian lebih besar lagi ketika harga saham yang dimiliki mengalami penurunan. Ketika anda sudah menentukan batas cut loss saham ada di angka 5% sampai 75 maka ketika kerugian sudah mencapai angka tersebut anda bisa memilih menjual saham yang dimiliki.

Strategi investasi saham pemula ini juga dilakukan oleh para trader dan investor untuk bisa menjaga jumlah modal yang telah dikeluarkan. Waktu yang dilakukan untuk melaksanakan cut loss ini tentunya berbeda beda tergantung pada tingkat posisi sebagai investor atau trader. Lakukan strategi yang disebutkan diatas untuk memperoleh banyak keuntungan.

Kunci dalam melakukan investasi saham yaitu dengan mengetahui bagaimana arah pergerakannya. Anda perlu mengetahui apakah saham sedang naik, turun atau sideways dalam kurun waktu kurang dari satu tahun tergantung dari jangka waktu trading. Hindari setiap kemungkinan resiko yang bisa terjadi dalam proses investasi saham di pasar modal.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 22, 2023 1 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Rebound Saham
Saham Pemula

Apa Itu Rebound Saham dan Penyebabnya? Simak Penjelasan Singkatnya

by Minsya June 21, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Rebound saham merupakan kondisi dimana seorang investor pemegang saham bisa mengambil keuntungan dari saham yang diinvestasikan. Namun, kondisi ini tidak selalu terjadi. Pelajari yuk dan apa penyebabnya, serta bagaimana cara menghadapinya melalui penjelasan singkat berikut.

Apa itu Rebound Saham?

Istilah rebound kerap kali digunakan dalam olahraga bola basket, merupakan sebuah kondisi dimana pemain bisa mengambil bola yang memantul setelah tidak berhasil dimasukan ke ring oleh pihak lawan. Peluang bola memantul ini langka terjadi, namun jika pemain bisa menggunakan kesempatan ini dengan bijak, poin akan mudah didapat.

Istilah tersebut kemudian dipakai juga dalam dunia investasi saham, yang mana nilai saham akan terus mengalami naik turun sesuai dengan kondisi tren pasar. Rebound saham adalah kondisi saat nilai saham mengalami kenaikan atau memantul ke atas setelah penurunan. Di kondisi ini, pemilik saham bisa mengambil keuntungan jika bisa memanfaatkannya dengan bijak.

Penyebab Rebound Saham

Kondisi ini tidak selalu terjadi, dan amat sangat baik jika memanfaatkan kondisi ini dengan bijak. Rebound saham sendiri bisa terjadi setelah adanya penurunan atau bearish dari nilai saham. Adanya peningkatan ini, kemudian disebut dengan rebound saham dan penyebabnya. Lebih dari itu, naik dan turunnya grafik saham ini mempengaruhi nilai atau harga jualnya.

Saat terjadi penurunan, akan banyak saham yang kemudian dijual oleh para investor. Tindakan ini untuk menghindari adanya kerugian akibat nilai saham yang anjlok, bisa disebut pula sebagai langkah manajemen risiko. Sementara, ada pula investor lain yang mengambil keuntungan dengan membeli saham yang nilainya anjlok tersebut, tentunya dengan harapan akan naik di waktu yang akan datang.

Dengan perhitungan dan prediksi yang matang, para investor akan dengan berani membeli saham yang anjlok tersebut. Jika banyak pihak yang tertarik untuk membeli, maka kondisi akan berbalik, nilai dari saham tersebut akan perlahan naik. Akibatnya, akan terjadi rebound saham, karena nilai saham grafisnya akan naik.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Rebound Saham
freepik.com

Ciri-Ciri Rebound Saham

1. Kondisi Pasar Normal

Kondisi pasar yang normal akan mempengaruhi grafik nilai saham. Kondisi pasar ini banyak dipengaruhi oleh IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan, yang biasanya sentimen terhadap kondisi pasar. Mengetahui apa itu rebound saham dan penyebabnya penting karena ketika nilai saham mulai naik dalam hitungan hari, maka bisa diasumsikan IHSG akan mulai mengalami kenaikan, atau rebound. 

2. Indeks Saham Amerika Menguat

Ciri selanjutnya dapat dilihat dari kondisi saham Amerika yang menguat. Sebut saja Dow Jones dan Nasdaq, jika keduanya ditutup dengan angka yang terhitung kuat, maka bisa dipastikan IHSG akan ikut naik di hari selanjutnya. Kondisi seperti ini harus diperhatikan secara jeli oleh para investor agar tidak kehilangan momen rebound saham. Pasalnya, IHSG bisa berubah sewaktu-waktu.

3. Sentimen Positif pada IHSG

Jika IHSG sedang mengalami penurunan, maka bisa dilihat apakah mendapatkan sentimen positif atau tidak. Jika ada sentimen positif, misalnya tax amnesty, maka investor bisa mencoba untuk membeli saham yang anjlok harganya. Yang kemudian, akan ada kemungkinan untuk mencapai kondisi rebound nantinya.

Cara Menghadapi Rebound Saham

Kunci untuk menghadapi kondisi rebound saham adalah tenang dan cermat. Mengetahui apa itu dan penyebabnya penting karena saat IHSG menurun dengan tajam, nilai saham akan anjlok. Saat itu, akan banyak investor pemegang saham yang biasanya panik kemudian menjual saham-saham tersebut sebagai langkah manajemen risiko, yang kemudian populer disebut panic selling.

Di sisi yang lain, saham yang dijual saat anjlok bisa menjadi kesempatan bagi investor lain yang berani membelinya. Apalagi, jika saham tersebut berasal dari perusahaan fundamental, kemungkinan akan mengalami kondisi rebound saham akan sangat besar. Karena akan mendapatkan kenaikan lebih cepat setelah IHSG turun. 

Untuk itulah momen ketika IHSG turun atau bearish menuju rebound itu cukup krusial. Para investor harus dengan cermat melihat keadaan untuk menentukan langkah selanjutnya. Maka dari itu, ketika IHSG turun, jangan langsung panik dan menjual saham. Tetap tenang dan lihat bagaimana pergerakan nilai saham selanjutnya. Itulah pengertian rebound saham dan penyebabnya.

Selain itu, sangat penting untuk menyimpan dana cadangan. Agar saat kondisi rebound ini terjadi, investor bisa mengambil kesempatan dengan membeli saham yang sedang anjlok maupun sebagai manajemen risiko terhadap nilai saham yang dimiliki sebelum adanya rebound saham. Lebih dari itu, selalu berhati-hati dan cermat dalam berinvestasi agar tidak salah langkah.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 21, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Strategi Trading
Pojok Komunitas

Strategi Trading Saham Menggunakan Momentum Harga

by Minsya June 18, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Dalam dunia perdagangan saham, banyak strategi yang digunakan oleh para investor untuk mencapai keuntungan maksimal. Salah satu strategi yang sering digunakan adalah strategi trading saham berdasarkan momentum harga. Momentum harga mengacu pada kecenderungan harga saham untuk terus bergerak dalam arah yang sama setelah mengalami perubahan signifikan dalam jangka waktu tertentu. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang strategi trading saham berdasarkan momentum harga dan bagaimana investor dapat menggunakannya untuk mengoptimalkan keuntungan mereka.

Penting untuk dipahami bahwa strategi trading saham berdasarkan momentum harga melibatkan pembelian saham yang telah mengalami kenaikan harga yang signifikan dalam jangka waktu tertentu dan menjualnya saat harga mencapai puncaknya. Ada beberapa indikator teknikal yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi momentum harga, seperti RSI (Relative Strength Index) dan MACD (Moving Average Convergence Divergence).

Strategi Trading Momentum Harga

Langkah pertama dalam menerapkan strategi trading saham berdasarkan momentum harga adalah mengidentifikasi saham-saham yang menunjukkan tren harga yang kuat. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisis grafik saham dan melihat pola-pola yang mengindikasikan adanya momentum harga yang kuat. Misalnya, jika suatu saham mengalami kenaikan harga yang signifikan dalam beberapa hari terakhir dan memecahkan level resisten penting, ini bisa menjadi tanda bahwa saham tersebut memiliki momentum yang kuat.

Setelah mengidentifikasi saham dengan momentum harga yang kuat, langkah selanjutnya adalah menentukan titik masuk dan keluar yang tepat. Titik masuk adalah saat investor membeli saham dengan harapan harga akan terus naik. Biasanya, titik masuk ditentukan ketika harga saham bergerak melampaui level resisten yang penting. Titik keluar, di sisi lain, adalah saat investor menjual saham untuk mengambil keuntungan. Titik keluar dapat ditentukan berdasarkan level support atau dengan menggunakan indikator teknikal seperti RSI atau MACD.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Strategi Trading
freepik.com

Selain itu, penting untuk memiliki manajemen risiko yang baik saat menerapkan strategi trading saham berdasarkan momentum harga. Manajemen risiko melibatkan penggunaan stop loss, yaitu menetapkan batasan kerugian maksimum yang dapat ditoleransi sebelum memutuskan untuk menjual saham. Dengan menggunakan stop loss, investor dapat melindungi modal mereka dari kerugian yang besar jika harga saham bergerak berlawanan dengan harapan.

Penting juga untuk mencatat bahwa strategi trading saham berdasarkan momentum harga tidak selalu berhasil. Ada risiko bahwa tren harga yang kuat dapat berbalik secara tiba-tiba, dan investor harus siap untuk menghadapi kemungkinan kerugian besar. Oleh karena itu, penting untuk melakukan analisis fundamental dan memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham.

Selain itu, selalu ikuti berita dan peristiwa yang dapat mempengaruhi saham-saham yang sedang diperdagangkan. Berita atau peristiwa penting seperti laporan keuangan perusahaan atau perubahan regulasi dapat memiliki dampak pada harga saham. Oleh karena itu, investor perlu memantau berita dan informasi terkini untuk membuat keputusan yang lebih baik dalam menerapkan strategi trading saham berdasarkan momentum harga.

Keunggulan Strategi Trading Momentum Harga

Ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan menggunakan strategi trading saham berdasarkan momentum harga. Pertama, strategi trading ini memungkinkan investor untuk memanfaatkan tren harga yang kuat dan mengoptimalkan potensi keuntungan. Dengan membeli saham yang sedang mengalami momentum naik, investor dapat mengambil keuntungan dari kenaikan harga yang lebih lanjut.

Kedua, strategi ini relatif sederhana dan dapat diterapkan oleh investor dengan berbagai tingkat pengalaman. Analisis grafik dan penggunaan indikator teknikal dapat membantu investor dalam mengidentifikasi saham-saham dengan momentum harga yang kuat. Dengan pengetahuan yang tepat, investor dapat membuat keputusan trading yang lebih baik.

Namun strategi trading ini membutuhkan waktu dan perhatian yang konsisten. Investor perlu meluangkan waktu untuk melakukan analisis grafik, memantau tren harga, dan mengambil keputusan trading yang tepat. Jika investor tidak dapat mengikuti pergerakan pasar secara aktif, strategi trading ini mungkin tidak efektif.

Kesimpulannya, strategi trading saham berdasarkan momentum harga adalah salah satu pendekatan yang populer dalam perdagangan saham. Dengan mengidentifikasi saham-saham dengan momentum harga yang kuat, investor dapat mengambil keuntungan dari kenaikan harga yang lebih lanjut. Namun, penting untuk melakukan analisis yang teliti, menggunakan indikator teknikal yang relevan dan mudah dipahami, serta memiliki manajemen risiko yang baik. Dengan strategi yang tepat dan pemahaman yang baik tentang pasar saham, investor dapat meningkatkan peluang mereka untuk mencapai keuntungan yang lebih besar.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

Achmad Abdul Arifin: Seorang Trader Saham Syariah yang Mempunyai Motto "Menjadi Tak Terlihat dan Melampauinya"

June 18, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Sektor Saham
Pojok Komunitas

8 Sektor Saham Utama di Bursa Efek Indonesia

by Minsya June 17, 2023
written by Minsya 4 minutes read

Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan salah satu pasar modal terbesar di Asia dan memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia. Di dalam BEI, terdapat beberapa sektor saham yang menonjol dan berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan pasar modal di negara ini. Dalam artikel ini, kami akan mengulas tentang sektor saham utama di Bursa Efek Indonesia.

Sektor Saham Utama di Bursa Efek Indonesia

1. Sektor Keuangan

Sektor keuangan adalah salah satu sektor saham yang dominan dan berkembang pesat di Bursa Efek Indonesia. Hal ini terutama disebabkan oleh pentingnya sektor keuangan dalam perekonomian Indonesia dan pertumbuhan industri jasa keuangan di negara ini. Sektor keuangan meliputi bank-bank besar, perusahaan asuransi, dan perusahaan manajemen investasi. Saham-saham dari sektor keuangan ini menarik minat investor karena potensi pertumbuhan dan dividen yang menarik. Tapi memang sekarang ini masih sangat minim saham-saham sektor keuangan yang mempunyai masuk kategori syariah. Jadi para investor syariah akan lebih sedikit mempunyai pilihan saham di sektor ini.

2. Sektor Konsumer

Sektor konsumer juga merupakan salah satu sektor saham utama yang berperan besar dalam pertumbuhan pasar modal di BEI. Perusahaan-perusahaan di sektor ini terdiri dari perusahaan makanan dan minuman, ritel, serta perusahaan yang bergerak di bidang produk konsumsi lainnya. Dukungan dari pertumbuhan populasi dan meningkatnya daya beli masyarakat Indonesia menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan sektor ini. Saham-saham di sektor konsumer menawarkan potensi pertumbuhan yang menarik bagi para investor. Apalagi sektor ini terkenal dengan daya tahan yang sangat kuat, termasuk ketika pandemi yang lalu.

3. Sektor Properti dan Konstruksi

Sektor properti dan konstruksi juga memainkan peran yang penting di Bursa Efek Indonesia. Hal itu didorong oleh sentimen pembangunan infrastruktur yang pesat dan permintaan properti yang terus meningkat. Perusahaan-perusahaan properti dan konstruksi yang terdaftar di BEI menawarkan peluang investasi yang menarik bagi para investor yang tertarik pada sektor ini. Sektor saham ini dikenal sebagai perusahaan yang mempunyai hutang besar, namun itu dikarenakan modal kerja yang diperlukan oleh perusahaan dalam operasionalnya juga sangat besar. Jadi tetap bijak dalam mengulik dan analisa sektor saham properti dan konstruksi.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Sektor Saham
freepik.com

4. Sektor Tambang

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, dan sektor tambang memainkan peran penting dalam perekonomian negara ini. Saham-saham perusahaan tambang di BEI menawarkan peluang investasi yang menarik bagi para investor yang mencari pertumbuhan dan keuntungan jangka panjang. Sektor tambang ini mencakup komoditas seperti batu bara, nikel, dan emas. Walaupun sektor saham ini sering diterpa isu mengenai kesehatan lingkungan hidup, kita harus tetap optimis bahwa pemerintah dapat membuat regulasi yang sangat bijak. Sehingga lingkungan tetap asri dan kebutuhan dunia akan komoditas tambang dapat terpenuhi.

5. Sektor Teknologi dan Telekomunikasi

Sektor teknologi dan telekomunikasi adalah sektor saham yang semakin berkembang pesat di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan-perusahaan di sektor ini bergerak di bidang teknologi informasi, telekomunikasi, e-commerce, dan sejenisnya. Pertumbuhan pesat dalam adopsi teknologi dan permintaan konsumen terhadap produk dan layanan digital mendorong pertumbuhan sektor ini. Saham-saham di sektor teknologi dan telekomunikasi menawarkan potensi keuntungan yang menarik bagi investor yang berminat dalam sektor ini. Banyak kritik datang dari pakar investasi mengenai saham teknologi yang IPO dengan kondisi merugi karena merupakan perusahaan start up yang terkenal dengan strategi bakar uang untuk menarik perhatian pelanggan. Namun saham-saham seperti ini tetap menarik diperhatikan sebagai kandidat pemimpin pasar di beberapa tahun mendatang.

6. Sektor Energi

Sektor energi juga memiliki peran penting di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan-perusahaan di sektor saham ini terlibat dalam produksi dan distribusi energi seperti minyak, gas alam, dan energi terbarukan. Permintaan yang terus meningkat untuk energi di Indonesia, baik dari sektor industri maupun rumah tangga, memberikan peluang investasi yang menarik dalam saham-saham perusahaan energi.

7. Sektor Manufaktur

Sektor manufaktur di Bursa Efek Indonesia mencakup perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur seperti tekstil, otomotif, elektronik, dan sejenisnya. Pertumbuhan sektor manufaktur di Indonesia, didukung oleh populasi yang besar dan biaya tenaga kerja yang kompetitif, membuat saham-saham di sektor ini menarik bagi investor yang mencari potensi pertumbuhan.

8. Sektor Farmasi dan Perawatan Kesehatan

Sektor farmasi dan perawatan kesehatan merupakan sektor yang semakin berkembang dan menarik minat investor di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan-perusahaan di sektor saham ini terlibat dalam produksi dan distribusi obat-obatan, peralatan medis, serta layanan perawatan kesehatan. Dukungan dari pertumbuhan populasi, peningkatan kesadaran kesehatan, dan kebutuhan akan inovasi di bidang medis, menjadikan saham-saham di sektor ini menarik untuk diinvestasikan.

Kesimpulannya, memantau berita terkini dan perkembangan pasar berguna bagi kita untuk membuat keputusan investasi yang tepat. Sektor saham utama di Bursa Efek Indonesia menawarkan peluang investasi yang unik dan memiliki potensi pertumbuhan yang menarik bagi para investor. Dengan melakukan analisis yang baik dan memahami risiko yang terkait, investor dapat memanfaatkan pasar saham di BEI untuk mencapai tujuan investasi.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

Achmad Abdul Arifin: Seorang Trader Saham Syariah yang Mempunyai Motto "Menjadi Tak Terlihat dan Melampauinya"

June 17, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Nabi Yusuf
Pojok Komunitas

Belajar Investasi dari Nabi Yusuf : Berawal Dari Mimpi

by Minsya June 11, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Dalam dunia yang terus berkembang ini, belajar bagaimana mengelola keuangan dan membuat investasi yang bijaksana menjadi semakin penting. Kita bisa mengambil pelajaran berharga dalam hal ini dari kisah Nabi Yusuf AS, yang terdapat dalam Al-Quran maupun juga kitab-kitab agama samawi yang lain. Nabi Yusuf adalah contoh yang sangat baik dalam mempraktikkan kebijaksanaan finansial, strategi investasi, serta keadilan dalam mengelola aset-aset kerajaan Mesir pada masanya. Artikel ini akan mengeksplorasi pelajaran investasi yang dapat kita ambil dari kisah Nabi Yusuf.

Belajar Investasi dari Nabi Yusuf

1. Kebijaksanaan dalam Perencanaan Keuangan

Nabi Yusuf adalah contoh yang baik dalam hal perencanaan keuangan. Dalam kisahnya, Nabi Yusuf mampu meramalkan masa kelimpahan dan masa paceklik yang akan terjadi di kerajaan Mesir. Berdasarkan ramalan ini, ia menyarankan untuk mengumpulkan sumber daya selama masa kelimpahan untuk menghadapi masa paceklik yang akan datang. Pelajaran berharga yang bisa kita ambil adalah pentingnya merencanakan keuangan kita dengan bijaksana. Menyisihkan sebagian penghasilan kita dan berinvestasi untuk masa depan adalah tindakan yang cerdas.

2. Keahlian dalam Menganalisis Risiko dan Peluang

Nabi Yusuf juga memiliki keahlian yang luar biasa dalam menganalisis risiko dan peluang. Dalam kisahnya, ia berhasil menerjemahkan mimpi Firaun dan memberikan solusi yang tepat untuk menghadapi masa kelimpahan dan masa paceklik yang akan datang. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya memiliki pemahaman yang baik tentang pasar dan risiko yang terlibat dalam investasi. Sebelum kita melakukan investasi, penting untuk menganalisis dengan seksama risiko dan peluang yang ada.

3. Keadilan dalam Manajemen Aset

Selama menjadi bendahara kerajaan Mesir, Nabi Yusuf menunjukkan keadilan yang luar biasa dalam manajemen aset-aset kerajaan. Dia memastikan bahwa pendistribusian bantuan selama masa paceklik dilakukan secara adil dan tidak ada penyalahgunaan kekuasaan. Pelajaran penting yang bisa kita ambil adalah pentingnya integritas dan keadilan dalam manajemen aset. Investasi yang sukses membutuhkan prinsip-prinsip etika yang kuat dan keputusan yang adil dalam mengelola dana.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Nabi Yusuf
freepik.com

4. Ketekunan dan Kesabaran dalam Menghadapi Tantangan

Nabi Yusuf menghadapi banyak tantangan dalam hidupnya, mulai dari dilemparkan ke dalam sumur hingga dijual sebagai budak. Namun, dia tidak kehilangan ketekunan dan kesabaran. Ia terus bekerja keras dan berusaha memberikan yang terbaik dalam situasi yang sulit. Hal ini mengajarkan kita pentingnya ketekunan dan kesabaran dalam investasi jangka panjang. Pasar keuangan bisa naik dan turun, tetapi dengan ketekunan dan kesabaran, kita dapat mengatasi tantangan dan mencapai hasil yang baik dalam jangka panjang.

5. Mengelola Keuangan dengan Bijak

Selama masa kepemimpinannya, Nabi Yusuf tidak hanya fokus pada investasi dan pengelolaan aset kerajaan, tetapi juga memberikan perhatian pada pengelolaan keuangan pribadinya. Ketika saudara-saudaranya datang meminta bantuan selama masa kelaparan, Nabi Yusuf dengan bijaksana mengatur distribusi makanan dan memberikan solusi yang adil. Kita bisa mencontoh bahwa mengelola keuangan pribadi tidak melulu mengenai saving, tetapi juga memperhatikan kebutuhan orang lain, khususnya keluarga kerabat dekat kita.

6. Membangun Cadangan dan Diversifikasi Investasi

Nabi Yusuf menunjukkan pentingnya membangun cadangan dan melakukan diversifikasi investasi. Selama masa kelimpahan, ia mengumpulkan sumber daya dan menyimpannya sebagai cadangan untuk masa paceklik yang akan datang. Selain itu, ia juga membangun infrastruktur irigasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Ini adalah contoh yang baik tentang kebijaksanaan dalam mengelola risiko dan memastikan keberlanjutan investasi.

7. Kepercayaan pada Allah dan Merencanakan dengan Akal Sehat

Meskipun Nabi Yusuf memiliki kemampuan untuk meramalkan masa kelimpahan dan masa paceklik, ia selalu mengingatkan bahwa hanya Allah yang memiliki kekuasaan penuh atas masa depan. Jadi disamping kita perlu merencanakan keuangan dan investasi kita dengan akal sehat, kita juga harus memiliki kepercayaan pada Allah dan memohon petunjuk-Nya dalam setiap langkah yang kita ambil.

Kisah Nabi Yusuf yang selengkapnya terdapat dalam Al-Quran Surat nomor 46-49, terdapat pelajaran yang berharga tentang kebijaksanaan finansial, analisis risiko dan peluang, keadilan dalam mengelola aset, ketekunan dan kesabaran dalam menghadapi tantangan, dan sebagainya seperti yang telah dipaparkan di atas. Mengambil pelajaran ini dan menerapkannya dalam kehidupan nyata dapat membantu kita menjadi investor yang bijaksana dan mengelola keuangan dengan baik. Semoga artikel ini memberikan wawasan dan inspirasi dalam belajar investasi dari kisah Nabi Yusuf.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

Achmad Abdul Arifin: Seorang Trader Saham Syariah yang Mempunyai Motto "Menjadi Tak Terlihat dan Melampauinya"

June 11, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Pasar Saham US
Pojok Komunitas

8 Perbedaan Pasar Saham US (Dow Jones) dan Indonesia

by Minsya June 10, 2023
written by Minsya 4 minutes read

Pasar saham adalah tempat dimana investor dapat membeli dan menjual saham perusahaan yang terdaftar. Di setiap negara, pasar saham memiliki karakteristik dan peraturan yang berbeda. Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan antara pasar saham di Amerika Serikat (US) dan Indonesia.

Perbedaan Pasar Saham US (Dow Jones) dan Indonesia

1. Ukuran Pasar

Salah satu perbedaan utama antara pasar saham US dan Indonesia adalah ukurannya. pasar saham US, yang diwakili oleh bursa seperti New York Stock Exchange (NYSE) dan Nasdaq, adalah salah satu pasar saham terbesar di dunia. Ada ribuan perusahaan yang terdaftar dan kapitalisasi pasar yang sangat besar. Di sisi lain, pasar saham Indonesia, yang diwakili oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), adalah pasar yang relatif lebih kecil. Meskipun memiliki jumlah perusahaan terdaftar yang cukup banyak, kapitalisasi pasarnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan pasar saham US. Pasar saham Amerika kapitalisasinya lebih besar 70X dari kapitalisasi pasar saham Indonesia.

2. Peraturan dan Regulasi

US dan Indonesia memiliki peraturan dan regulasi yang berbeda dalam hal pasar saham. Di US, pasar saham diatur oleh Securities and Exchange Commission (SEC), yang bertanggung jawab untuk melindungi investor dan memastikan transparansi pasar. Ada banyak aturan yang mengatur pelaporan keuangan perusahaan, pengungkapan informasi, dan insider trading. Di Indonesia, pasar saham diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI. Regulasi Indonesia memiliki tujuan yang sama dengan US, yaitu melindungi investor dan memastikan integritas pasar, meskipun peraturan-peraturan ini mungkin memiliki perbedaan tertentu dalam rincian pelaksanaannya.

3. Tipe Produk

Di pasar saham US, investor memiliki akses ke berbagai jenis produk keuangan. Selain saham biasa, ada juga saham preferen, obligasi, option, dan berbagai jenis instrumen derivatif. Ini memungkinkan investor US untuk diversifikasi portofolio mereka dan mengambil berbagai macam strategi investasi. Di pasar saham Indonesia, sebagian besar produk yang tersedia adalah saham biasa dari perusahaan yang terdaftar. Meskipun produk derivatif seperti indeks saham dan kontrak berjangka tersedia, pilihan produk tidak seberagam di pasar saham Amerika.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Pasar Saham US
freepik.com

4. Likuiditas dan Volume Perdagangan

Karena ukurannya yang besar dan banyaknya perusahaan yang terdaftar, pasar saham US umumnya lebih likuid dibandingkan dengan pasar saham Indonesia. Likuiditas pasar mencerminkan kemampuan investor untuk dengan mudah membeli atau menjual saham tanpa signifikan mempengaruhi harga. Tingkat likuiditas yang tinggi memungkinkan investor US untuk mengambil posisi besar atau melakukan perdagangan yang cepat. Di pasar saham Indonesia, likuiditasnya umumnya lebih rendah, sehingga investor mungkin mengalami kesulitan saat mencoba membeli atau menjual saham dalam jumlah besar.

5. Investor dan Partisipan

Pasar saham US memiliki partisipan yang sangat luas dari investor individu dan institusional. Masyarakat US secara umum memiliki kesadaran akan pentingnya investasi dan seringkali terlibat dalam aktivitas perdagangan saham. Selain itu, banyak lembaga keuangan, dana pensiun, dan dana investasi juga aktif berpartisipasi di pasar saham US. Di Indonesia, partisipasi investor individu masih relatif rendah. Meskipun demikian, jumlah investor ritel terus bertambah seiring dengan peningkatan kesadaran akan pentingnya investasi di pasar saham.

6. Indeks Pasar Saham

Di Amerika Serikat, indeks pasar saham yang paling terkenal adalah Dow Jones Industrial Average (DJIA), S&P 500, dan Nasdaq Composite. Indeks-indeks ini digunakan sebagai indikator kinerja pasar saham secara keseluruhan. Di Indonesia, indeks utama yang digunakan adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang mencerminkan kinerja pasar saham secara umum.

7. Pengaruh Global

Pasar saham US memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pasar saham di seluruh dunia. Peristiwa atau kejadian yang terjadi di pasar saham US sering kali memiliki dampak global yang besar. Di sisi lain, pasar saham Indonesia cenderung lebih terisolasi dan lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor internal, seperti kondisi ekonomi dan politik domestik.

8. Keterbukaan terhadap Investor Asing

Pasar saham US memiliki keterbukaan yang tinggi terhadap investor asing. Banyak perusahaan asing yang terdaftar di bursa saham US, dan investor asing dapat dengan mudah berinvestasi di pasar tersebut. Di Indonesia, meskipun ada kemungkinan bagi investor asing untuk berpartisipasi, ada beberapa batasan dan persyaratan yang harus dipenuhi.

Kesimpulannya pasar saham di Amerika Serikat dan Indonesia memiliki beberapa perbedaan yang signifikan. Penting bagi investor untuk memahami perbedaan ini saat mempertimbangkan untuk berinvestasi di pasar saham mana pun. Keputusan investasi yang bijaksana harus didasarkan pada pemahaman yang baik tentang karakteristik pasar saham yang relevan. Masih butuh waktu puluhan tahun untuk Pasar Saham Indonesia bisa mengimbangi Pasar Saham Amerika, dan itu bisa terwujud jika semua komponen terkait pasar saham Indonesia saling bahu membahu untuk membuat kemajuan dan menarik lebih banyak investor.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

Achmad Abdul Arifin: Seorang Trader Saham Syariah yang Mempunyai Motto "Menjadi Tak Terlihat dan Melampauinya"

June 10, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
jual beli saham
Saham Pemula

Jual Beli Saham: Yuk Kenali 4 Jenis Biaya Transaksinya

by Minsya June 8, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Investasi saham masih menjadi suatu kegiatan yang bisa dilakukan untuk bisa mendapatkan keuntungan pendapatan. Dengan banyaknya peminat investasi saham, membuat banyak pengembang aplikasi mulai menciptakan aplikasi mobile untuk memudahkan aktivitasnya. Namun anda perlu mengetahui jenis biaya transaksi jual beli saham yang diperlukan.

Mengenal Jenis Biaya Transaksi Jual Beli Saham

1. Biaya Transaksi

Selain itu, biaya IDX juga dikenal sebagai biaya atau biaya levy telah dibebankan. Ini adalah biaya yang perlu dibayarkan setiap kali seorang investor membeli dan menjual Saham dan menggunakan layanan BEI. Jika komisi perantara yaitu berupa harga jasa yang diberikan sebagai perantara maka biaya tersebut diartikan sebagai biaya jasa yang dibebankan BEI.

Memang, tanpa fasilitas transaksi yang disediakan BEI ini maka investor akan kesulitan dalam menyelesaikan pembelian dan penjualan saham. Oleh karena itu, tidak jarang BEI membebankan biaya transaksi. Tingkat biaya transaksi cukup rendah serta tidak akan membebani investor. Nilai nominal ditentukan secara langsung oleh manajer BEI. 

Biaya pembelian dan penjualan saham untuk penggunaan Layanan adalah 0,04% dari total transaksi. 0,04% ini dirinci dengan 0,01% BEI, 0,01% KPEI (Kliring Penjaminan Efek Indonesia), 0,01% KSEI (Bursa Efek Indonesia) dan 0,01% KPEI Guarantee atau jaminan. Anda perlu memperhatikan jenis biaya lainnya yang dibutuhkan oleh biaya transaksi.

2. Komisi Broker

Jenis biaya transaksi jual beli saham berikutnya dikeluarkan oleh para trader yaitu berupa komisi broker. Broker merupakan suatu pihak yang menjadi perantara terjadinya transaksi jual beli saham. Broker memiliki peranan khusus berupa penghubung antara investor dengan sebuah sistem perdagangan elektronik yang ada di Bursa Efek Indonesia atau yang dikenal dengan sebutan BEI.

Bisa dikatakan bahwa transaksi jual beli tidak bisa dilakukan ketika tidak ada perantara atau bantuan Broker ini. Komisi yang diberikan dapat diartikan sebagai biaya layanan yang telah ditetapkan oleh sekuritas. Biaya ini terjadi pada saat investor mengirimkan permintaan beli dan jual ke BEI. Pastikan anda mempertimbangkan biaya ini sebelum membuat keputusan investasi.

Pada prinsipnya, biaya yang ditimbulkan oleh biaya perantara bagi investor adalah rendah. Apalagi ketika investor melakukan perdagangan saham senilai hingga jutaan rupiah. Biaya broker yang dibayarkan ke broker tidak tinggi dan tidak berdampak besar pada pendapatan. Jadi jangan pernah mempermasalahkan tentang biaya perantara atau Broker ini.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

jual beli saham
freepik.com

3. PPh

Lanjut ke pembayaran selanjutnya yaitu Pajak Penghasilan atau PPh. Pajak penghasilan dikenakan pada setiap orang yang terlibat dalam transaksi saham. Pemodal membayar biaya PPh ini melalui perusahaan penanaman modal. Besaran PPh juga terbilang kecil, yakni hanya sebesar 0,1% dari total transaksi yang perlu untuk dilakukan investor saat investasi saham.

Perlu diketahui bahwa jenis biaya transaksi jual beli saham ini hanya berlaku untuk investor jual dan bukan untuk investor beli. Namanya saja berarti bahwa pajak penghasilan yang diperoleh dari investasi saham perlu dikenakan pada individu yang sebelumnya menerima penghasilan dari penjualan saham. Sebaliknya, investor yang membeli saham tidak perlu dikenakan pajak ini.

Pada titik ini, banyak orang yang menyadari bahwa sebenarnya membeli dan menjual saham harus memiliki harga yang sepadan. Ini bisa menjadi salah satu pertimbangan orang pintar ketika harus membeli dan menjual saham perusahaan investasi. Dengan begitu anda bisa lebih berhati-hati dalam memilih perusahaan investasi yang menawarkan komisi termurah. 

4. PPN

Rangkaian biaya transaksi dalam melakukan jual beli saham juga sudah termasuk PPN. PPN sendiri berarti PPN serta selalu ada dalam setiap transaksi barang dan jasa. Rezim pajak ini juga berlaku untuk pembelian dan penjualan saham. Oleh karena itu, investor harus menghitungnya dengan benar. Pastikan anda memahami bagaimana cara menghitungnya.

Namun jangan khawatir, pembayaran PPN juga tidak tinggi sehingga relatif memudahkan investor. Pajak pertambahan nilai biasanya dimasukkan dalam perhitungan biaya broker. Untuk mengetahui besaran nominalnya, Anda bisa langsung melihat rumah sekuritas yang dipilih. Anda perlu memperhatikan jenis biaya transaksi jual beli saham yang ada diatas.

4 jenis biaya yang disebutkan diatas emang perlu diperhatikan dan dibayar. Hal tersebut merupakan tanggungan kewajiban yang perlu dibayarkan oleh setiap investor. Biaya yang dikeluarkan tidak terlalu banyak sehingga tidak akan memberikan pengaruh besar terhadap jumlah keuntungan yang diperoleh dalam melakukan transaksi jual beli saham di pasar modal

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 8, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Investasi Saham
Saham Pemula

Lihat 8 Kiat Tanam Investasi Saham Berikut! Jangan FOMO

by Minsya June 7, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Dengan kemudahan untuk bermain di pasar saham saat ini, banyak orang yang kemudian berlomba-lomba untuk menjadi investor. Mungkin bagi beberapa investor, mereka sudah memiliki bekal yang cukup, namun ada pula beberapa investor yang hanya FOMO atau ikut-ikutan saja. Bekal ini terkait dengan pengetahuan dan kiat tanam investasi saham.

Kiat-Kiat Menanam Investasi di Pasar Bursa Saham

1. Menentukan Tujuan Investasi

Setiap orang pasti memiliki tujuan yang berbeda-beda ketika melakukan sebuah tindakan. Sama halnya ketika akan melakukan investasi saham, investor harus sudah menentukan tujuan dari tindakan ini. Apakah hanya sekedar untuk belajar berinvestasi saja atau ingin beralih menjadi investor profesional untuk selanjutnya.

Jika hanya sekedar ingin belajar, buat investasi dengan dana yang secukupnya. Karena kembali lagi, proses belajar investasi tidak selalu berjalan baik, maka ambil jalan aman dengan dana yang tidak berlebihan. Sebaliknya, jika ingin beralih menjadi profesional, bisa lebih mempertimbangkan banyak aspek untuk berani mengambil resiko lebih besar dalam berinvestasi saham.

2. Mempelajari Profil Risiko

Profil risiko dalam investasi saham adalah istilah yang menggambarkan tingkat toleransi seorang investor terhadap risiko dari investasi saham yang dilakukan. Kiat tanam investasi saham selanjutnya berkaitan dengan profil risiko ini, yang dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti jumlah aset pribadi, jumlah tanggungan, usia, serta pengetahuan tentang investasi. 

Investor yang memiliki aset besar dengan tanggungan kecil, bisa mengambil risiko yang lebih besar dengan jumlah investasi yang besar pula. Hal ini berlaku sebaliknya, investor dengan aset kecil dan tanggungan besar, akan memiliki sedikit kemampuan untuk mengambil risiko dalam berinvestasi. Maka dari itu, pilih investasi dengan profil risiko yang sesuai dengan kemampuan.

Investasi Saham
freepik.com

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

3. Mengelola Risiko

Masih terkait dengan profil risiko, dalam investasi saham hal yang terpenting adalah bagaimana investor bisa mengelola risiko yang diambil. Karena kembali lagi, investasi saham seperti ini memiliki peluang yang bagus sekaligus risiko yang tinggi pula. Untuk itu, kelola risiko dari investasi yang dilakukan dengan bijak.

4. Mempersiapkan Dana Khusus Investasi

Kiat tanam investasi saham selanjutnya adalah mempersiapkan dana khusus investasi. Mengingat kalau sifat investasi yang tidak pasti, memiliki peluang bagus namun resiko tinggi. Persiapkan dana investasi khusus yang terpisah dari dana tabungan atau darurat. Jangan pula investasi dengan dana pinjaman. Dengan begini, akan mengurangi dampak risiko yang akan terjadi jika investasi tidak membuahkan hasil.

5. Memilih Perusahaan Sekuritas

Jika melakukan investasi saham secara online, harus cermat dalam memilih perusahaan sekuritas yang bagus. Pilih perusahaan yang diawasi secara resmi, terdaftar, dan memiliki izin OJK. Perlu diingat, perusahaan sekuritas ini bukan yang mengeluarkan saham, namun yang menyediakan produk investasi. Maka dari itu, perlu memilih perusahaan sekuritas berikut produk investasi dengan hati-hati.

6. Memahami Seluk Beluk Perusahaan Sekuritas

Investasi saham melalui perusahaan sekuritas memiliki beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah seluk beluk dari perusahaan sekuritas tersebut, kiat tanam investasi saham selanjutnya adalah memahami syarat dan ketentuan dalam berinvestasi di situ. Pahami alurnya, karena mungkin untuk setiap perusahaan sekuritas memiliki aturan yang berbeda-beda.

7. Membuka Rekening Saham

Langkah selanjutnya setelah memahami syarat dan ketentuan berinvestasi melalui perusahaan sekuritas adalah membuka rekening saham. Dalam membuka rekening ini, biasanya diperlukan data identitas diri, pekerjaan, alamat, KTP, serta NPWP. Pada beberapa perusahaan sekuritas, sudah menyediakan layanan untuk membuka rekening saham secara online melalui aplikasi.

8. Hindari Tren FOMO

Istilah FOMO merujuk pada tindakan impulsif untuk mengikuti tren yang dilakukan orang-orang sekitar. Kini banyak orang yang terbukti sukses dengan investasi saham, yang kemudian didukung oleh kemudahan dalam investasi dengan banyaknya perusahaan sekuritas berikut layanan aplikasi onlinenya. Dengan begitu, banyak orang yang kemudian memutuskan untuk investasi tanpa menghiraukan kiat tanam investasi saham yang tepat.

Oleh karena itu, jangan selalu tergiur dengan iming-iming investasi dengan hasil menakjubkan dalam waktu singkat. Ikuti beberapa kiat menanam investasi di atas dan terus belajar agar bisa berinvestasi dengan aman dan bisa mendapatkan hasil yang sesuai. Jangan lupa untuk selalu perhatikan risiko dan kemampuan mengelola risiko sebelum berinvestasi.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 7, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Saham Syariah dan Konvensional
Saham Pemula

Ini Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional, Pahami Sebelum Berinvestasi

by Minsya June 6, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Seiring dengan perkembangan teknologi dan ekonomi, peluang investasi di bursa saham pun juga kian variatif dan terbuka untuk semua kalangan. Kini, masyarakat mulai familiar dengan saham syariah, lalu apa perbedaannya dengan saham konvensional? Berikut beberapa perbedaan saham syariah dan konvensional.

Saham Syariah vs Saham Konvensional

1. Proses Transaksi

Saham syariah dan konvensional sama-sama merupakan surat berharga yang menyatakan kepemilikan akan sebuah perusahaan, yang bisa diperjualbelikan secara sah kepada pihak lain. Namun, kedua jenis saham tersebut memiliki perbedaan yang mencolok, salah satunya adalah proses transaksinya yang berbeda.

Jika saham konvensional bisa diperjualbelikan secara langsung melalui broker, maka saham syariah tidak bisa. Saham syariah tidak bisa diperjualbelikan secara langsung karena bertentangan dengan aturan yang menghindari adanya perbedaan harga. Selain itu, saham ini juga tidak boleh dikenakan sistem bunga.

Sesuai dengan aturan dan hukum syariah, transaksi seperti margin trading, short selling, dan sebagainya dilarang. Karena transaksi-transaksi tersebut tidak sesuai dengan fatwa syariah. Jika ingin berinvestasi dengan saham syariah, bisa mempertimbangkan perbedaan saham syariah dan konvensional ini dan mengecek status saham apakah sudah termasuk syariah atau belum melalui SOTS atau Sistem Online Trading Syariah.

Lebih lanjut tentang SOTS, sistem tersebut akan secara otomatis mengenali saham-saham syariah yang bisa diperjualbelikan. Informasi penting yang perlu diketahui investor, sistem ini tidak bisa melakukan transaksi jual beli yang dilarang aturan dan hukum syariah seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. 

Lalu dimana bisa melakukan investasi saham syariah di Indonesia? Investor bisa melakukan investasi saham syariah yang sudah terdaftar di DES (Daftar Efek Saham) yang dibuat oleh OJK dan DSN-MUI yang terbit dua tahun sekali. Di pasar bursa saham sendiri, ada dua indeks syariah, yaitu JII (Jakarta Islamic Index) dan ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia).

2. Jenis Bisnis Perusahaan

Perbedaan saham syariah dan konvensional selanjutnya adalah jenis bisnis perusahaan dari emiten yang terkait juga berbeda. Ada aturan yang menetapkan bahwa bisnis perusahaan harus sesuai dengan prinsip syariah, sehingga jika perusahaan bergelut di bidang yang bertentangan, maka saham tidak akan masuk ke kategori saham syariah.

Beberapa jenis bisnis perusahaan yang bertentangan dengan prinsip syariah yaitu bisnis yang terkait perjudian, perdagangan barang atau jasa haram, keuangan dengan riba, jual beli dengan resiko tidak pasti, transaksi yang terdeteksi suap, dan lain sebagainya. jika dicermati lebih lanjut, bisnis-bisnis tersebut tidak mengikuti prinsip syariah yang berlaku.

Lain halnya dengan saham dari jenis bisnis yang lebih umum, modern, namun tidak menerapkan prinsip syariah, maka akan dikategorikan sebagai saham konvensional. Dari situ, dapat terlihat jika secara singkat perbedaan saham syariah dan konvensional adalah saham syariah benar-benar menerapkan semua aturan dan hukum syariah di dalamnya. 

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Saham Syariah dan Konvensional
freepik.com

3. Aset Milik Perusahaan

Aset milik perusahaan yang membuat saham juga harus sesuai dengan prinsip syariah. Dimana dijelaskan bahwa perusahaan harus memiliki aset yang lebih besar dari utang berbasis bunga, yang mana batas maksimal dari utang ini sebesar 44% dari jumlah total aset perusahaan. Hal ini utamanya harus dipatuhi oleh perusahaan yang ingin mengeluarkan saham syariah. 

Kemudian, perusahaan juga harus memenuhi aturan dimana pendapatan yang tidak halal kurang dari 10% nilainya. Untuk itu, sebelum memilih untuk investasi di saham syariah, lebih baik untuk mencari tahu terlebih dulu tentang saham syariah berikut dengan seluk beluk laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut.

Walaupun keduanya sama-sama merupakan surat berharga yang bisa diperjualbelikan dan dijadikan investasi, namun ada perbedaan saham syariah dan konvensional yang nyata. Jika saham syariah sangat menerapkan prinsip syariah di setiap aspeknya, maka saham konvensional lebih bersifat umum, modern, dan tidak menerapkan prinsip syariah.

Setelah mengetahui apa itu perbedaan dari saham konvensional dan syariah yang sudah disebutkan di atas, maka bisa dilihat mana jenis saham yang bisa dipilih sesuai dengan keinginan atau kebutuhan. Kelebihan dari investasi di saham syariah adalah investor bisa merasa lebih tenang dan nyaman karena sudah melakukan investasi yang sesuai dengan prinsip syariah.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 6, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
investasi saham syariah
Saham Pemula

Investasi Saham Syariah: Pengertian, Jenis, Kriteria Seleksinya

by Minsya June 5, 2023
written by Minsya 3 minutes read

Seiring berjalannya waktu, berbagai layanan finansial berprinsip syariah semakin banyak. Salah satunya yaitu investasi saham syariah dimana prinsipnya tidak bertolak belakang dengan syariat Islam. Bagi anda yang tertarik berinvestasi syariah, ketahui apa saja informasi lengkapnya mengenai saham syariah sebagai berikut.

Kenali Apa itu Investasi Saham Syariah

Saham syariah ialah efek berupa saham yang tidak bertentangan dengan syariat Islam di pasar modal. Ada kriteria khusus yang wajib dipenuhi oleh saham agar memenuhi kategori sebagai saham syariah. Tidak hanya diperuntukkan oleh umat Islam saja, tetapi investasi saham syariah ini juga bisa dijadikan sebagai aset investasi non-muslim. Jadi, penggunanya berlaku secara universal.

Penerbitan dari saham syariah ialah efek syariah di pasar modal Indonesia. Kegiatan saham ini mengacu pada peraturan Otoritas Jasa Keuangan pada No. 53/POJK.04/2015. Pada penerbitan efek syariah ini, ada akad-akad yang digunakan yaitu akad wakalah, musyarakah, mudharabah, kafalah, istishna dan ijarah.

Jenis-jenis Saham Syariah yang Diakui di Pasar Modal Indonesia

Saham-saham yang diakui di pasar modal Indonesia yaitu Saham yang sudah tercatat sebagai saham syariah oleh perusahaan public syariah atau emiten. Hal ini berdasarkan peraturan OJK mengenai Saham oleh Perusahaan Publik Syariah. Juga, saham yang dinyatakan memenuhi kriteria peraturan Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

investasi saham syariah
freepik.com

Kriteria Seleksi Saham Syariah

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa ada beberapa kriteria khusus sebagai syarat agar sebuah saham bisa disebut sebagai saham syariah. Semua investasi saham syariah yang tersedia di pasar modal Indonesia ini nantinya akan dimasukkan ke dalam DES atau Daftar Efek Syariah yang dikeluarkan oleh OJK.

Adapun kriteria-kriterianya yaitu emiten tidak melakukan usaha yang bertentangan dengan syariat, seperti perjudian, perdagangan yang dilarang syariat islam, permintaan palsu, perdagangan dengan sistem riba, perdagangan dengan unsur ketidakpastian, barang haram, dan emiten yang tidak memenuhi rasio-rasio keuangan.

Adapun rasio-rasio keuangan yang wajib dipenuhi oleh emiten yaitu ada dua. Pertama, total uang berbasis bunga tidak lebih dari 45% daripada total asetnya. Kedua, pendapatan bunga serta pendapatan tidak halal lainnya kurang dari 10% dari total pendapatan usaha dan pendapatan lain-lainnya.

Indeks Saham Syariah di Indonesia

Perlu diketahui bahwa indeks saham ialah ukuran statistik perubahan gerak harga dari kumpulan saham yang mengacu pada kriteria khusus. Hal ini bertujuan sebagai sarana tujuan investasi. Ada juga indeks saham syariah di Indonesia yaitu yang mencakup seluruh investasi saham syariah yang tercatat pada papan utama serta papan pengembangan Bursa Efek Indonesia.

Sementara itu, JII atau Jakarta Islamic Index yang meliputi 30 saham syariah yang berkapitalisasi besar serta likuiditas tinggi. Lalu JII70 yang meliputi 70 saham syariah yang berkapitalisasi besar serta likuiditas tinggi. IDX-MES BUMN yang terdiri dari 17 saham syariah milik BUMN serta afiliasinya dengan fundamental yang baik.

Investasi Saham Syariah melalui RHB Tradesmart ID

Setelah mengetahui informasi mengenai saham syariah, kini waktunya anda melakukan investasi syariah. Anda bisa mulai melakukannya dari sekarang untuk memperoleh hasil yang memuaskan. Dengan begitu, investasi saham syariah berjalan dengan lancar menggunakan aplikasi RHB Tradesmart ID.

RHB Tradesmart ID ialah aplikasi trading saham digital yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan investasi serta trading saham. Hanya dengan mengunduh dan memasang aplikasi melalui smartphone, anda bisa melakukan berbagai kegiatan investasi saham dan memantau pergerakannya secara efektif dan praktis kapanpun dan dimanapun.

RHB Tradesmart didukung oleh 4 fitur unggulan yang dimilikinya. Fitur Smart Fee membuat rendahnya biaya transaksi hingga mencapai 0.08 persen da nada juga Smart Rate dengan promo bunga marin harian 0.025 persen per hari. Ada juga fitur Smart Points yang memberikan poin per transaksi dan Smart Analyzer untuk membantu penggunanya menganalisa saham.

Itulah ulasan mengenai investasi saham syariah yang perlu diketahui sebelum menggunakannya mulai dari pengertian, jenis, kriteria, hingga aplikasi yang dapat digunakan. Dengan RHB Tradesmart ID, kegiatan berinvestasi saham anda berjalan dengan praktis, mudah, efektif dan sesuai syariat Islam. Sebab, ada berbagai fitur yang mendukung kegiatan investasi agar bekerja dengan lancar.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 5, 2023 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG