Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - Berita Saham Syariah - Page 3
Category:

Berita Saham Syariah

cina
Berita Saham Syariah

Dampak Ketegangan Cinaโ€“Amerika terhadap Saham & Saham Syariah Indonesia

by Minsya October 14, 2025
written by Minsya 5 minutes read

Geopolitik Memanas, Pasar Saham Bergejolak

Ketegangan antara Cina dan Amerika Serikat kembali meningkat sejak awal Oktober 2025. Perselisihan terbaru dipicu oleh kebijakan tarif baru yang diberlakukan Washington terhadap produk-produk teknologi asal Cina, disertai pembatasan ekspor semikonduktor dan komponen penting lainnya. Sebagai respons, Beijing juga mengumumkan kebijakan balasan berupa pengenaan tarif impor tambahan dan pembatasan ekspor mineral langka ke AS.

Ketegangan ini langsung memicu gejolak di pasar global. Bursa saham di Asia, Eropa, dan Amerika serempak mengalami tekanan, sementara investor global beralih ke aset aman seperti emas, dolar AS, dan obligasi pemerintah.

Namun, bagaimana dampaknya terhadap pasar saham Indonesia, khususnya saham syariah yang semakin mencuri perhatian investor lokal?

Jalur Pengaruh Geopolitik ke Pasar Saham

Hubungan ekonomi global yang semakin terintegrasi membuat pasar Indonesia tak bisa lepas dari efek domino konflik negara besar. Ketegangan antara AS dan Cina mempengaruhi pasar saham Indonesia melalui beberapa saluran utama:

  1. Sentimen Investor Global
    Ketika ketidakpastian meningkat, investor cenderung mengurangi eksposur pada pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal ini dapat menekan IHSG dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dalam jangka pendek.
  2. Gangguan Rantai Pasok dan Ekspor-Impor
    Indonesia memiliki keterkaitan dagang yang cukup besar dengan Cina, terutama dalam sektor bahan baku industri dan manufaktur. Jika rantai pasok terganggu, laba perusahaan bisa menurunโ€”terutama pada sektor otomotif, manufaktur, dan tambang.
  3. Fluktuasi Nilai Tukar dan Modal Asing
    Konflik global biasanya membuat dolar AS menguat, sementara mata uang emerging markets, termasuk rupiah, melemah. Rupiah yang melemah akan menekan perusahaan dengan utang luar negeri besar, termasuk beberapa emiten di sektor energi.
  4. Perubahan Harga Komoditas Dunia
    Cina adalah konsumen utama berbagai komoditas, seperti batu bara, nikel, dan minyak. Ketika ekonominya melambat akibat perang dagang, permintaan terhadap komoditas tersebut menurun, yang bisa memengaruhi kinerja saham-saham tambang.

Reaksi Pasar Global dan Regional

Menurut laporan Reuters (13 Oktober 2025), indeks saham Cina turun hingga 2,8% akibat kekhawatiran pasar terhadap tarif baru AS. Bursa Jepang dan Korea Selatan pun ikut melemah, sementara Indeks Dow Jones dan Nasdaq di Amerika juga mengalami tekanan.

Di Indonesia, indeks IHSG sempat terkoreksi tipis pada pekan kedua Oktober. Namun menariknya, saham-saham berlabel syariah yang bersifat defensif โ€” seperti sektor telekomunikasi (TLKM), konsumsi (ICBP), dan farmasi (KLBF) โ€” justru cenderung stabil. Hal ini menunjukkan bahwa saham syariah dengan fundamental kuat relatif lebih tahan terhadap gejolak global.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

cina
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4083735/as-china-kembali-bertemu-bahas-perang-dagang-donald-trump-sebut-berjalan-baik

Dampak Langsung terhadap Saham Syariah

Meskipun ketegangan ASโ€“Cina berskala global, efeknya terhadap saham syariah di Indonesia cenderung tidak terlalu besar dibandingkan saham non-syariah, dengan alasan berikut:

  • Rasio Utang Lebih Rendah:
    Emiten syariah diwajibkan menjaga rasio utang terhadap aset maksimal 33%, sesuai ketentuan POJK No. 8 Tahun 2025. Ketika suku bunga global naik akibat ketegangan geopolitik, perusahaan berutang besar akan terpukulโ€”sementara emiten syariah relatif aman.
  • Pendapatan Non-Halal Rendah:
    Emiten syariah memiliki porsi pendapatan non-halal maksimal 5%, yang berarti lebih fokus pada sektor riil dan produksi domestik, bukan transaksi spekulatif internasional yang rawan terpengaruh konflik global.
  • Sektor Lebih Defensif:
    Banyak saham syariah berasal dari sektor konsumsi, infrastruktur domestik, dan kesehatan โ€” sektor-sektor yang lebih stabil dibandingkan industri ekspor-impor.

Namun demikian, beberapa saham syariah di sektor tambang dan energi (seperti ANTM, ADRO, dan PGAS) tetap rentan terhadap fluktuasi harga komoditas akibat penurunan permintaan global dari Cina.

Peluang di Tengah Krisis

Dalam setiap ketegangan global, selalu ada peluang baru yang muncul. Indonesia berpotensi menjadi alternatif basis produksi bagi perusahaan-perusahaan yang ingin menghindari tarif impor AS terhadap produk asal Cina. Kondisi ini dapat meningkatkan investasi asing langsung (FDI) ke Indonesia, terutama di sektor industri dan teknologi halal.

Selain itu, permintaan terhadap produk-produk konsumsi dalam negeri tetap kuat karena didorong oleh stabilitas daya beli masyarakat. Emiten seperti ICBP (Indofood CBP) dan KLBF (Kalbe Farma) dapat menjadi contoh saham syariah yang diuntungkan dari pasar domestik yang solid.

Strategi Investasi Syariah Saat Ketegangan Global

Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan investor syariah di tengah ketidakpastian global:

  1. Pilih Saham Syariah Fundamentally Strong
    Fokus pada emiten dengan rasio utang rendah, arus kas positif, dan pangsa pasar kuat. Contoh yang masih stabil hingga Oktober 2025:
    • TLKM (Telekomunikasi Indonesia)
    • ICBP (Konsumsi)
    • KLBF (Farmasi)
    • ADRO (Energi bersih & batubara)
    • ANTM (Tambang nikel dan emas)
  2. Diversifikasi ke Reksadana Syariah
    Jika belum siap memilih saham sendiri, reksadana syariah bisa jadi alternatif. Beberapa produk seperti Sucorinvest Sharia Equity Fund dan Mandiri Syariah Investa Atraktif menunjukkan performa positif di tengah fluktuasi pasar.
  3. Hindari Saham Berisiko Tinggi
    Hindari saham yang volatilitasnya tinggi, terutama di sektor ekspor-impor, semikonduktor, atau properti yang bergantung pada investor asing.
  4. Pantau Daftar Efek Syariah (DES) Terbaru
    Dengan adanya aturan POJK 8/2025, ada potensi perubahan daftar saham syariah. Investor perlu memastikan saham yang dimiliki tetap memenuhi kriteria syariah terbaru.
  5. Manfaatkan Momen Koreksi Pasar
    Saat harga saham turun karena sentimen global, investor bisa memanfaatkan momentum untuk โ€œbuy on weaknessโ€ pada saham syariah yang fundamentalnya tetap kuat.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

  • Volatilitas Pasar Global โ€” Sentimen bisa berubah cepat tergantung pernyataan atau kebijakan dari AS dan Cina.
  • Pelemahan Rupiah โ€” Bisa menekan emiten yang masih memiliki utang atau bahan baku impor.
  • Keterbatasan Informasi Syariah โ€” Investor sering terlambat mendapatkan informasi terkait perubahan status syariah suatu emiten.
  • Krisis Lanjutan โ€” Jika konflik melebar ke sektor finansial atau militer, dampak terhadap bursa bisa lebih dalam.

Konflik Cinaโ€“Amerika memang bukan isu baru, namun gelombang ketegangan yang muncul di tahun 2025 membawa pengaruh nyata terhadap arah pasar global. Bagi investor Indonesia, terutama yang berfokus pada saham syariah, kondisi ini menuntut kecermatan dan kehati-hatian lebih.

Kabar baiknya, saham syariah justru memiliki daya tahan yang relatif lebih kuat di tengah badai geopolitik โ€” berkat karakteristiknya yang berbasis sektor riil, rendah utang, dan bebas spekulasi berlebihan.

Ke depan, investor syariah perlu terus memperhatikan:

  • Fundamental perusahaan, bukan sekadar sentimen global,
  • Kepatuhan terhadap prinsip syariah, dan
  • Kebijakan makroekonomi pemerintah Indonesia yang bisa menjaga stabilitas pasar domestik.

Dengan strategi yang tepat, justru di tengah ketegangan global seperti sekarang, peluang investasi syariah di Indonesia bisa tumbuh semakin matang dan berkelanjutan.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

October 14, 2025 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
syariah
Berita Saham Syariah

Dominasi Saham Syariah di BEI 2025: Apa Artinya bagi Investor Ritel?

by Minsya September 30, 2025
written by Minsya 2 minutes read

Jakarta, 2025 โ€” Pasar modal syariah di Indonesia terus menunjukkan gelagat positif. Data terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa hingga Agustus 2025, kapitalisasi pasar efek syariah mencapai Rp 8.851 triliun, atau menyumbang sekitar 78,7% dari total perdagangan saham. Angka ini menegaskan bahwa saham syariah kini bukan lagi โ€œsegmen kecilโ€, melainkan kekuatan utama dalam dinamika pasar modal nasional.

Lalu, apa makna dominasi ini bagi investor ritel?

Mengapa Saham Syariah Bisa Dominan?

Ada beberapa faktor yang menjelaskan tren ini:

  1. Regulasi dan dukungan otoritas. OJK dan BEI gencar meluncurkan program serta indeks baru, seperti IDX Sharia Growth, untuk memperluas akses dan panduan investasi berbasis syariah.
  2. Pertumbuhan jumlah investor syariah. Menurut BEI, hingga April 2025 jumlah investor saham syariah mencapai 174 ribu orang, tumbuh signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
  3. Kesadaran masyarakat. Meningkatnya minat terhadap produk keuangan syariah mendorong lebih banyak investor pemula masuk ke pasar.
  4. Kinerja emiten syariah. Beberapa sektor berbasis syariahโ€”seperti energi terbarukan, konsumsi halal, dan infrastrukturโ€”menunjukkan kinerja positif yang menarik minat investor.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

syariah
https://infobanknews.com/pembukaan-perdagangan-perdana-bursa-efek-indonesia-2025/

Implikasi bagi Investor Ritel

Dominasi saham syariah memiliki dampak langsung pada investor ritel:

Lebih banyak pilihan. Dengan mayoritas saham masuk kategori syariah, investor punya ruang diversifikasi lebih luas.

Likuiditas meningkat. Saham syariah kini diperdagangkan dengan volume besar, sehingga lebih mudah untuk masuk/keluar pasar.

Reputasi pasar naik. Indonesia semakin dikenal sebagai salah satu pusat pasar modal syariah global.

Namun meski berlabel syariah, tidak semua saham otomatis โ€œbagusโ€. Investor tetap harus menilai fundamental perusahaan, laporan keuangan, dan prospek bisnis sebelum membeli.

โ€œPasar syariah semakin matang. Ini saatnya investor ritel lebih melek dan bijak dalam memilih instrumen syariah,โ€ ujar salah satu analis pasar modal.

Sumberย 

  • Bursa Efek Indonesia (IDX) โ€“ Statistik Pasar Modal Syariah (Agustus 2025).
  • Kontan, โ€œSaham Syariah Dominasi Bursa, Daftar Ini Layak Dipantau Trader dan Investorโ€ (Agustus 2025).
  • Emitennews, โ€œInvestor Syariah Tembus 174 Ribu per April 2025โ€ (Mei 2025).

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

September 30, 2025 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
perang
Berita Saham Syariah

Kenapa Saat Ada Perang Seperti Israel-Iranย IHSG Bisa Tertekan?

by Minsya June 19, 2025
written by Minsya 3 minutes read

Konflik Geopolitik dan Perang

Konflik geopolitik seperti perang antara Israel dan Iran tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga memiliki imbas signifikan terhadap pasar keuangan global, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia. Perang menciptakan ketidakpastian global yang luas, dan pasar modal sangat sensitif terhadap ketidakpastian ini. Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa IHSG cenderung melemah saat terjadi konflik berskala besar.

Ketidakpastian Global Memicu Kepanikan Investor

Dalam dunia investasi, ketidakpastian adalah musuh utama. Ketika terjadi perang, khususnya di kawasan strategis seperti Timur Tengah, investor global cenderung mengambil langkah defensif. Mereka khawatir risiko geopolitik bisa berdampak pada stabilitas ekonomi dunia. Alhasil, banyak investor institusional maupun ritel memilih menarik investasinya dari pasar saham dan mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap aman (safe haven) seperti emas, obligasi pemerintah, atau dolar AS.

Hal ini berdampak langsung pada pasar modal di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Ketika banyak saham dijual dan sedikit yang membeli, tekanan jual menyebabkan IHSG turun. Data historis menunjukkan bahwa pada saat-saat konflik seperti invasi Rusia ke Ukraina tahun 2022 atau ketegangan AS-Tiongkok, IHSG sempat terkoreksi signifikan karena investor menghindari risiko.

Baca Juga : Harga Emas Tembus 2 juta, Bagaimana Dengan Saham Emas?

perang
Source by : Shuterstock

Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Dampaknya ke Inflasi Domestik

Timur Tengah merupakan pusat produksi dan distribusi minyak dunia. Ketika konflik meletus di wilayah ini, distribusi minyak bisa terganggu, yang memicu lonjakan harga minyak mentah global. Sebagai contoh, saat ketegangan Israel-Iran meningkat, harga minyak jenis Brent pernah menembus level USD 90 per barel.

Indonesia yang masih mengimpor sebagian besar kebutuhan BBM-nya sangat rentan terhadap fluktuasi harga minyak. Harga BBM yang tinggi berimbas langsung pada naiknya biaya logistik, transportasi, dan produksi barang. Ini menciptakan tekanan inflasi yang berdampak pada turunnya daya beli masyarakat. Inflasi yang tinggi juga mempersempit ruang konsumsi rumah tangga, yang merupakan motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Akibatnya, sektor-sektor konsumsi, industri, hingga transportasi di bursa saham tertekan karena prospek profitabilitasnya ikut suram.

Penarikan Dana oleh Investor Asing (Capital Outflow)

Meskipun konflik tidak terjadi di Indonesia, aliran modal asing sangat dipengaruhi oleh kondisi global. Ketika bursa saham di negara maju seperti AS atau Eropa terpukul karena perang, investor asing cenderung menarik dananya dari negara berkembang untuk menutup kerugian atau menghindari risiko lebih lanjut.

Indonesia sangat bergantung pada aliran modal asing, khususnya di pasar saham dan obligasi. Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa porsi kepemilikan asing di saham-saham big cap masih cukup besar. Oleh karena itu, saat mereka menjual saham dalam jumlah besar, pasar langsung merespons dengan penurunan tajam. Hal ini diperparah oleh efek domino: penurunan harga saham mendorong aksi jual lanjutan dari investor lokal yang ikut panik.

Pelemahan Nilai Tukar Rupiah dan Beban Ekonomi Tambahan

Capital outflow oleh investor asing mengakibatkan peningkatan permintaan terhadap dolar AS, karena mereka menukar rupiah untuk menarik modal. Kondisi ini menyebabkan nilai tukar rupiah melemah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang melemah menambah beban impor barang dan bahan baku industri.

Akibatnya, perusahaan-perusahaan yang tergantung pada bahan baku impor akan menghadapi peningkatan biaya produksi. Hal ini bisa menurunkan margin keuntungan mereka, yang membuat prospek saham-saham sektor manufaktur, konsumsi, dan energi makin tidak menarik bagi investor.

Selain itu, rupiah yang terdepresiasi juga memperbesar risiko inflasi. Bank Indonesia pun mungkin akan terpaksa menaikkan suku bunga untuk menstabilkan rupiah, dan langkah ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi secara umum

Singkatnya, Perang seperti konflik Israel-Iran menciptakan kekhawatiran dan ketidakpastian. Harga minyak naik, rupiah melemah, dan investor asing menarik dana. Semua itu menyebabkan tekanan besar pada pasar saham, dan akhirnya IHSG ikut turun. Dampak perang terhadap IHSG bukan hanya karena peristiwa itu sendiri, tetapi karena efek berantai yang ditimbulkan terhadap sentimen investor, harga energi, aliran modal, dan stabilitas makroekonomi domestik.ย ย 

Bagaimana nih Sobat Minsya, portonya masih ikut merah seperti IHSG atau ikut kapal emas dan migas?ย 

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

June 19, 2025 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
suku bunga acuan
Berita Saham Syariah

BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke 5,5% untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

by Minsya May 21, 2025
written by Minsya 2 minutes read

BI Turunkan Suku Bunga Acuan

Jakarta, 21 Mei 2025 โ€” Bank Indonesia (BI) hari ini resmi menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 20โ€“21 Mei 2025. Langkah ini diambil guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di kondisi inflasi yang terkendali dan stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga saat ini.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa suku bunga deposit facility turut diturunkan sebesar 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga lending facility menjadi 6,25%. Keputusan ini sejalan dengan proyeksi inflasi tahun 2025 dan 2026 yang berada dalam kisaran target 2,5% ยฑ1%.

“Keputusan ini konsisten dengan perkiraan inflasi yang rendah dan terkendali, serta upaya mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya, untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Perry dalam konferensi pers, Rabu (21/5/2025).

Baca Juga : Harga Emas Tembus 2 juta, Bagaimana Dengan Saham Emas?

suku bunga acuan
Nobar Suku Bunga BI

Beberapa alasan penurunan suku bunga acuan ini, antara lain :

  • Inflasi yang Terkendali: Tingkat inflasi berada dalam kisaran target BI, memberikan ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter.
  • Stabilitas Nilai Tukar Rupiah: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menunjukkan stabilitas, mendukung keputusan penurunan suku bunga.
  • Pertumbuhan Ekonomi yang Melambat: Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025 tercatat sebesar 4,87% (yoy), lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, sehingga diperlukan stimulus tambahan untuk mendorong aktivitas ekonomi

Bagaimana Pengaruhnya terhadap Pasar Saham?

Seperti yang disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia, bahwa penurunan suku bunga acuan bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Para ekonom juga menilai bahwa penurunan suku bunga ini dapat mendorong pertumbuhan kredit dan investasi, serta memberikan stimulus bagi sektor riil.

Sektor riil adalah bagian dari perekonomian yang berkaitan langsung dengan produksi barang dan jasa. Dengan kata lain, sektor ini mencakup seluruh aktivitas ekonomi yang menghasilkan output nyata yang dapat digunakan atau dikonsumsi.

Jadi kebijakan penurunan Suku Bunga ini akan langsung berpengaruh pada harga-harga saham di beberapa sektor tertentu seperti Industri Manufaktur, Kontruksi dan Infrastruktur, Property, Pertambangan dan Energi, Perdagangan dan Jasa Produksi, serta sektor Pertanian dan Perkebunan.

Dalam beberapa hal sektor Perbankan juga akan terpengaruh, Penurunan suku bunga BI mendorong bank menurunkan suku bunga kredit, sehingga meningkatkan permintaan pinjaman dari masyarakat dan dunia usaha. Hal ini berpotensi mendorong pertumbuhan kredit dan aktivitas ekonomi, meskipun bisa menekan margin keuntungan bank dalam jangka pendek.

Keputusan BI untuk menurunkan suku bunga acuan mencerminkan respons terhadap kondisi ekonomi domestik dan global, dengan tujuan utama menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

May 21, 2025 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Harga emas
Berita Saham Syariah

Harga Emas Tembus 2 juta, Bagaimana Dengan Saham Emas?

by Minsya April 22, 2025
written by Minsya 1 minutes read

Harga Emas Tembus 2 juta

Harga Emas Tembus 2 juta, Bagaimana Dengan Saham Emas? Di tengah perang dagang yang dimulai oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan kritik yang semakin tajam terhadap Gubernur Federal Reserve Jerome Powell, ketidakpastian perekonomian global semakin meningkat. Menjadikan emas masih diburu investor sebagai asset safe-heaven.

Harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Selasa (22/4/2025), menembus Rp2.016.000/gram. Ini naik Rp36.000 dari hari sebelumnya. Harga buyback juga naik Rp36.000 ke Rp1.865.000/gram. Lonjakan harga emas di pasar local menjadikannya jauh mengungguli tingkat pengembalian (return) IHSG dalam jangka waktu terpanjang yakni 30 tahun terakhir.

Harga emas Antam 30 tahun lalu masih di kisaran Rp25.000 per gram, dengan harga hari ini hampir Rp2 juta per gram, terjadi kenaikan hampir 8.000%. Sementara itu, IHSG naik hampir 3.000% selama periode yang sama.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Harga emas
Source by : Bloombergtechnoz

Saham Emas Pilihan

Bisa kita lihat untuk saham emas terjadi kenaikan seperti salah satu contohnya saham ANTM yang naikย  +56% semenjak dibukanya perdagangan setelah lebaran sepekan yang lalu hingga selasa ini. Saham-saham emas syariah lainnya yang naik dalam sepekan ini juga ada saham :

  • J Resource Asia Pasific Tbk.(PSAB), dengan kenaikan + 26%
  • Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), dengan kenaikan +23%
  • Bumi Resource Mineral Tbk. (BRMS), dengan kenaikan +20% , dan
  • Arci Indonesia Tbk. (ARCI), dengan kenaikan +37%

Jadi, bagaimana nih apakah saham emas masih menarik kedepannya diiringi harga emas yang masih menguat?

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

April 22, 2025 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
ultrajaya
Berita Saham Syariah

Ultrajaya Cetak Laba Bersih Rp 760 Miliar, Naik 23%

by Minsya August 19, 2024
written by Minsya 6 minutes read

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) berhasil mencatatkan peningkatan laba yang signifikan sebesar 23,69% pada semester I 2024 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kenaikan laba ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan perusahaan yang tetap stabil.

Berdasarkan Laporan Keuangan Semester I 2024 yang dirilis pada Senin (19/8), pendapatan bersih ULTJ naik sebesar 7,36% menjadi Rp 4,44 triliun, dibandingkan Rp 4,13 triliun pada semester I 2023. Sebagian besar pendapatan ini berasal dari penjualan minuman di pasar domestik, yang mencapai Rp 4,89 triliun, naik dari Rp 4,54 triliun.

Namun, penjualan makanan mengalami penurunan menjadi Rp 40,50 miliar dari Rp 44,76 miliar, sementara penjualan ekspor minuman meningkat sedikit menjadi Rp 6,54 miliar dari Rp 6,41 miliar, dan penjualan ekspor makanan turun menjadi Rp 1,61 miliar dari Rp 3,12 miliar.

Semester I 2024 Laba Ultrajaya Naik Signifikan

Laba kotor produsen minuman susu olahan ini tercatat meningkat 11,54% menjadi Rp 1,49 triliun dari Rp 1,34 triliun pada semester I 2023. Margin laba kotor perusahaan juga naik menjadi 33,68%, dari sebelumnya 32,42% pada periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, laba usaha ULTJ tumbuh sebesar 22,21% menjadi Rp 933,71 miliar dari Rp 763,99 miliar pada semester I 2023. Laba tahun berjalan mencapai Rp 760 miliar, naik 23,39% dari Rp 615,90 miliar, sementara laba bersih tercatat Rp 755,13 miliar, meningkat signifikan dari Rp 610,85 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Total aset ULTJ hingga 30 Juni 2024 mencapai Rp 8,34 triliun, naik dari Rp 7,5 triliun per 31 Desember 2023.

Liabilitas ULTJ tercatat sebesar Rp 1,30 triliun pada akhir Juni 2024, meningkat dari Rp 836,9 miliar di akhir Desember 2023. Sementara itu, ekuitas perusahaan tercatat Rp 7,02 triliun pada semester I-2024, naik dari Rp 6,86 triliun di akhir Desember 2023.

ULTJ memiliki kas dan setara kas sebesar Rp 2,91 triliun hingga Juni 2024, naik dari Rp 2,49 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan ini mencerminkan kinerja keuangan PT Ultrajaya Milk Industry yang solid, didukung oleh peningkatan penjualan di segmen utama perusahaan, meskipun terjadi penurunan di segmen makanan dan beberapa pasar ekspor.

Untuk tahun 2024, ULTJ telah mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar US$ 30 juta.

Baca Juga : Laba Bersih Mayora Meroket 40,9% di Kuartal II 2024

ultrajaya

Modal Capex Ultrajaya

Sekretaris Perusahaan Ultrajaya, Helina Widayani, mengungkapkan bahwa alokasi belanja modal (capex) perusahaan akan difokuskan untuk pembangunan pabrik dan gudang di kawasan industri MM2100.

Helina menjelaskan bahwa peningkatan kinerja Ultrajaya pada tahun 2023 didorong oleh peningkatan penjualan Perseroan serta pengelolaan biaya yang lebih efisien.

“Permintaan konsumen tahun lalu cenderung stabil tanpa adanya lonjakan signifikan,” ujarnya.

Ultrajaya juga menargetkan pertumbuhan penjualan yang dapat mencapai dua digit tahun ini. Namun, hingga kuartal I 2024, pertumbuhan penjualan masih belum terlihat signifikan, meskipun terdapat momentum Pemilu 2024 dan bulan Ramadan.

Peningkatan penjualan Ultrajaya akan didorong oleh produk-produk unggulan ultra high temperature (UHT), seperti produk olahan susu (dairy) dan teh siap minum (RTD).

“Untuk produk dairy, varian rasa cokelat masih menjadi favorit, diikuti oleh varian full cream,” tambahnya.

Helina juga menyebutkan bahwa Ultrajaya akan menerapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kinerja pada tahun 2024, baik dari sisi pemasaran maupun produksi.

“Kami akan memperluas jangkauan distribusi, terutama di luar Pulau Jawa, agar produk lebih mudah dijangkau oleh konsumen,” jelasnya.

Terkait dengan cukai minuman manis, Ultrajaya sedang mengkaji langkah-langkah strategis dan tidak akan menaikkan harga secara mendadak.

Kajian ini mencakup berapa besar kontribusi gula dalam biaya produksi serta bagaimana mengompensasinya dengan komponen material lain.

“Komitmen kami untuk menyediakan produk yang baik dan sehat bagi masyarakat juga akan menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah selanjutnya,” ujarnya.

Modal Capex Ultrajaya

Sekretaris Perusahaan Ultrajaya, Helina Widayani, mengungkapkan bahwa alokasi belanja modal (capex) perusahaan akan difokuskan untuk pembangunan pabrik dan gudang di kawasan industri MM2100.

Helina menjelaskan bahwa peningkatan kinerja Ultrajaya pada tahun 2023 didorong oleh peningkatan penjualan Perseroan serta pengelolaan biaya yang lebih efisien.

“Permintaan konsumen tahun lalu cenderung stabil tanpa adanya lonjakan signifikan,” ujarnya.

Ultrajaya juga menargetkan pertumbuhan penjualan yang dapat mencapai dua digit tahun ini. Namun, hingga kuartal I 2024, pertumbuhan penjualan masih belum terlihat signifikan, meskipun terdapat momentum Pemilu 2024 dan bulan Ramadan.

Peningkatan penjualan Ultrajaya akan didorong oleh produk-produk unggulan ultra high temperature (UHT), seperti produk olahan susu (dairy) dan teh siap minum (RTD).

“Untuk produk dairy, varian rasa cokelat masih menjadi favorit, diikuti oleh varian full cream,” tambahnya.

Helina juga menyebutkan bahwa Ultrajaya akan menerapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kinerja pada tahun 2024, baik dari sisi pemasaran maupun produksi.

“Kami akan memperluas jangkauan distribusi, terutama di luar Pulau Jawa, agar produk lebih mudah dijangkau oleh konsumen,” jelasnya.

Terkait dengan cukai minuman manis, Ultrajaya sedang mengkaji langkah-langkah strategis dan tidak akan menaikkan harga secara mendadak.

Kajian ini mencakup berapa besar kontribusi gula dalam biaya produksi serta bagaimana mengompensasinya dengan komponen material lain.

“Komitmen kami untuk menyediakan produk yang baik dan sehat bagi masyarakat juga akan menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah selanjutnya,” ujarnya.

Minuman Berpemanis Kena Cukai?

Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Melalui peraturan ini, pemerintah berencana untuk memungut cukai serta memberlakukan larangan iklan, promosi, dan sponsor pada waktu, lokasi, dan kelompok sasaran tertentu untuk produk pangan olahan yang melebihi batas gula, garam, dan lemak.

Menanggapi kebijakan tersebut, Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman (GAPMMI) Adhi Lukman menyatakan bahwa cukai serta pembatasan iklan dan promosi ini dapat mempersempit ruang gerak pelaku usaha pangan olahan dalam menjalankan bisnisnya dan menjangkau konsumen. Menurutnya, dalam situasi pertumbuhan industri makanan dan minuman yang melambat saat ini, kebijakan tersebut dapat membuat industri semakin sulit berkembang, kehilangan daya saing, dan bahkan berisiko untuk menutup operasinya, yang pada akhirnya bisa mengurangi lapangan pekerjaan.

Adhi memahami bahwa tujuan dari PP 28/2024 adalah untuk mengurangi angka Penyakit Tidak Menular (PTM) di masyarakat. Namun, ia berpendapat bahwa kebijakan ini seolah-olah menempatkan seluruh beban permasalahan PTM pada produsen pangan olahan saja. Padahal, risiko PTM dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk gaya hidup, kurangnya aktivitas fisik, asupan cairan yang tidak memadai, pengelolaan stres, serta pola konsumsi yang tidak seimbang.

Adhi juga menekankan bahwa kondisi kesehatan yang terganggu tidak hanya disebabkan oleh konsumsi jenis pangan tertentu, sehingga pembatasan pada kandungan gula, garam, dan lemak dalam produk pangan olahan saja tidak akan cukup efektif dalam menurunkan angka PTM. Berdasarkan hal tersebut, ia meminta agar pemerintah melakukan tinjauan menyeluruh terhadap PP 28/2024 dengan pendekatan yang komprehensif, melibatkan kajian risiko, dan berkolaborasi dengan industri pangan olahan sebagai pelaku utama dan pembina industri.

Langkah ini, menurut Adhi, penting agar tujuan nasional untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan industri yang berdaya saing dapat berjalan selaras. Ia juga menggarisbawahi pentingnya edukasi kepada konsumen mengenai pentingnya pola konsumsi yang seimbang sesuai dengan kebutuhan individu, serta perlunya istirahat dan aktivitas fisik yang cukup, sehingga konsumen dapat membuat pilihan yang lebih bijak terkait kandungan gula, garam, dan lemak dalam produk pangan yang mereka konsumsi.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 19, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
mayora
Berita Saham Syariah

Laba Bersih Mayora Meroket 40,9% di Kuartal II 2024

by Minsya August 13, 2024
written by Minsya 7 minutes read

PT Mayora Indah Tbk (MYOR), salah satu perusahaan produsen makanan dan minuman terkemuka di Indonesia, mencatatkan peningkatan laba yang signifikan pada kuartal II tahun 2024. Laba bersih perusahaan melonjak 40,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai Rp1,7 triliun. Pertumbuhan laba yang luar biasa ini menegaskan posisi Mayora sebagai salah satu pemain utama dalam industri FMCG (Fast Moving Consumer Goods) di Indonesia dan menunjukkan efektivitas strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan pasar yang dinamis.

Laba Bersih Mayora Meroket 40,9%

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) berhasil mencatatkan pertumbuhan yang solid baik dari sisi laba bersih maupun penjualan pada semester I-2024.

Menurut laporan keuangan perusahaan, MYOR membukukan laba bersih sebesar Rp 1,71 triliun pada semester I-2024, naik 40,92% year on year (yoy) dibandingkan dengan Rp 1,21 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan ekspor MYOR juga mengalami peningkatan, mencapai Rp 6,57 triliun pada Juni 2024, naik dari Rp 6,31 triliun pada Januari hingga Juni 2023.

Sementara itu, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp 12,03 triliun pada semester I-2024, meningkat dari Rp 10,8 triliun pada periode yang sama di tahun 2023.

Setelah dikurangi beban pokok penjualan, penjualan bersih menghasilkan laba kotor sebesar Rp 4,19 triliun, naik 6,29% dari Rp 3,94 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Beban usaha penjualan menunjukkan penurunan menjadi Rp 1,7 triliun pada semester I-2024, dari Rp 1,8 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Namun, beban umum dan administrasi meningkat dari Rp 380,8 miliar pada semester I-2023 menjadi Rp 417,8 miliar per Juni 2024.

Total beban usaha MYOR pada semester I-2024 tercatat sebesar Rp 2,1 triliun, turun dari Rp 2,2 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Dengan peningkatan laba bersih menjadi Rp 1,71 triliun pada Juni 2024, laba per saham dasar meningkat menjadi Rp 77 pada semester I-2024, dari sebelumnya Rp 55 pada periode yang sama tahun lalu.

MYOR mencatatkan total aset sebesar Rp 27,44 triliun, naik dari Rp 23,87 triliun pada akhir Desember 2023. Sementara itu, ekuitas tercatat sebesar Rp 15,80 triliun pada semester I-2024, sedikit menurun dari Rp 15,28 triliun pada akhir Desember 2023.

MYOR juga mencatatkan kas dan setara kas akhir periode sebesar Rp 5,90 triliun hingga Juni 2024, naik dari Rp 5 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Sejarah dan Profil Singkat

mayora
https://www.mayoraindah.co.id/berita/Satu-Lagi-Dari-Mayora-Kopiko-Dapat-Dua-Jempol-Dari-Elon-Musk-29

Faktor-Faktor Pendukung Pertumbuhan Laba

Pertumbuhan laba MYOR yang signifikan tidak terjadi begitu saja. Beberapa faktor utama berkontribusi terhadap kinerja positif perusahaan pada kuartal II 2024 ini. Salah satu faktor utama adalah peningkatan penjualan yang didorong oleh ekspansi pasar, baik di dalam negeri maupun internasional. Produk-produk unggulan MYOR seperti biskuit, kopi instan, dan minuman siap saji terus mendapatkan tempat di hati konsumen, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di pasar global.

Peningkatan permintaan di pasar internasional, terutama di negara-negara Asia Tenggara dan Timur Tengah, menjadi pendorong utama peningkatan penjualan. MYOR telah berhasil memperkuat kehadirannya di pasar-pasar tersebut melalui strategi pemasaran yang efektif dan pengembangan produk yang disesuaikan dengan preferensi lokal. Ekspansi ini tidak hanya meningkatkan volume penjualan tetapi juga memperluas pangsa pasar perusahaan di tingkat global.

Selain itu, inovasi produk juga menjadi faktor kunci dalam pertumbuhan laba MYOR. Perusahaan secara konsisten meluncurkan produk-produk baru yang memenuhi kebutuhan dan preferensi konsumen yang terus berkembang. Dengan fokus pada kualitas dan inovasi, MYOR berhasil mempertahankan loyalitas konsumen sekaligus menarik konsumen baru. Produk-produk baru yang diluncurkan selama kuartal II 2024 telah mendapatkan respons positif dari pasar, yang tercermin dalam peningkatan penjualan.

Efisiensi Operasional dan Pengendalian Biaya

Di tengah peningkatan penjualan, MYOR juga berhasil menjaga efisiensi operasional dan pengendalian biaya yang ketat. Ini adalah faktor penting lainnya yang berkontribusi pada peningkatan laba perusahaan. Dalam beberapa tahun terakhir, Mayora telah melakukan berbagai inisiatif untuk meningkatkan efisiensi di seluruh lini produksi dan distribusi. Penggunaan teknologi terbaru dalam proses produksi dan pengelolaan rantai pasok telah memungkinkan perusahaan untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan margin laba.

Selain itu, MYOR juga menerapkan strategi pengadaan bahan baku yang lebih efisien dan berkelanjutan. Perusahaan telah menjalin kemitraan dengan pemasok lokal dan internasional untuk memastikan ketersediaan bahan baku berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif. Pendekatan ini tidak hanya membantu Mayora mengendalikan biaya tetapi juga mendukung keberlanjutan jangka panjang dari sumber daya yang digunakan dalam produksinya.

Pengendalian biaya yang efektif juga tercermin dalam pengelolaan utang perusahaan. MYOR berhasil mengurangi beban utang secara signifikan melalui restrukturisasi keuangan dan manajemen utang yang hati-hati. Dengan menurunkan biaya bunga dan memperpanjang jangka waktu pembayaran utang, perusahaan dapat meningkatkan likuiditas dan mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk pengembangan bisnis.

Investasi dalam R&D dan Pengembangan Produk

Salah satu pilar utama keberhasilan MYOR adalah komitmen perusahaan terhadap penelitian dan pengembangan (R&D). Selama bertahun-tahun, MYOR telah mengalokasikan sebagian besar pendapatannya untuk investasi dalam R&D, dengan tujuan mengembangkan produk-produk inovatif yang memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang. Investasi ini telah menghasilkan portofolio produk yang beragam dan unggul, yang menjadi kekuatan utama perusahaan dalam menghadapi persaingan di industri FMCG.

Pada kuartal II 2024, MYOR meluncurkan beberapa produk baru yang mendapatkan respons positif dari konsumen. Produk-produk ini, yang mencakup berbagai kategori makanan dan minuman, dirancang untuk memenuhi tren konsumen terkini, termasuk permintaan akan produk-produk yang sehat, praktis, dan berkualitas tinggi. Pengembangan produk-produk ini didukung oleh riset pasar yang mendalam dan pemahaman yang baik terhadap preferensi konsumen.

MYOR juga terus memperkuat kapasitas produksinya dengan mengadopsi teknologi terbaru di fasilitas produksinya. Peningkatan kapasitas produksi ini memungkinkan perusahaan untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat tanpa mengorbankan kualitas produk. Dengan kapasitas produksi yang lebih besar, Mayora juga mampu merespons perubahan permintaan pasar dengan lebih cepat dan efisien.

Ekspansi Pasar dan Penguatan Merek

Ekspansi pasar menjadi salah satu strategi kunci MYOR dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan telah melakukan ekspansi ke berbagai pasar internasional dengan fokus pada negara-negara berkembang yang memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi. Di kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika, Mayora telah berhasil membangun jaringan distribusi yang kuat dan memperkenalkan produk-produknya dengan sukses.

Penguatan merek juga menjadi bagian integral dari strategi ekspansi MYOR. Melalui kampanye pemasaran yang efektif dan kolaborasi dengan mitra lokal, perusahaan berhasil meningkatkan kesadaran merek dan membangun loyalitas konsumen di pasar-pasar baru. Investasi dalam promosi merek juga membantu MYOR mempertahankan posisinya sebagai salah satu merek terkemuka di pasar domestik.

Selain itu, MYOR juga fokus pada keberlanjutan dalam operasinya. Perusahaan telah mengimplementasikan berbagai inisiatif keberlanjutan yang melibatkan seluruh rantai pasok, mulai dari sumber bahan baku hingga distribusi produk. Dengan mengadopsi praktik-praktik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, MYOR tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin peduli terhadap isu-isu lingkungan, tetapi juga memperkuat reputasinya sebagai perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

Tantangan dan Prospek ke Depan

Meskipun mencatatkan pertumbuhan laba yang mengesankan, Mayora tetap menghadapi berbagai tantangan di pasar yang semakin kompetitif. Fluktuasi harga bahan baku, ketidakpastian ekonomi global, dan perubahan preferensi konsumen merupakan beberapa tantangan yang harus dihadapi perusahaan dalam menjaga momentum pertumbuhannya.

Namun, dengan strategi yang jelas dan fokus pada inovasi, efisiensi operasional, dan keberlanjutan, Mayora berada dalam posisi yang kuat untuk terus berkembang di masa depan. Perusahaan berencana untuk terus memperluas jangkauan pasarnya, baik di dalam maupun luar negeri, serta meningkatkan investasi dalam R&D untuk menciptakan produk-produk yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan konsumen.

Secara keseluruhan, peningkatan laba Mayora sebesar 40,9 persen pada kuartal II 2024 merupakan bukti keberhasilan strategi perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah. Dengan pendekatan yang proaktif dan berkelanjutan, Mayora siap untuk melanjutkan pertumbuhan positifnya dan memperkuat posisinya sebagai pemimpin di industri FMCG, baik di Indonesia maupun di pasar internasional.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 13, 2024 0 comments
2 FacebookTwitterPinterestEmail
BSDE
Berita Saham Syariah

BSDE Akuisisi 91,99 Persen Saham Mayoritas SMDM, Kenapa?

by Minsya August 6, 2024
written by Minsya 3 minutes read

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) sedang dalam proses akuisisi 91,99% saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), setara dengan 4,39 miliar saham. Negosiasi ini dilakukan dengan Top Global Limited (TGL), pemilik saham mayoritas Suryamas.

BSDE Akuisisi 91,99 Persen Saham SMDM

Mengacu pada keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 5 Agustus 2024, BSDE mengonfirmasi sedang dalam tahap negosiasi dengan Top Global Limited untuk mengambil alih saham Suryamas Dutamakmur. Rencana ini melibatkan pembelian 91,99% saham yang dimiliki TGL, yang mewakili porsi signifikan dari modal disetor dan ditempatkan dalam SMDM. Kedua belah pihak telah menyepakati perjanjian pembelian saham bersyarat sebagai bagian dari aksi korporasi ini.

“Setelah transaksi ini rampung, BSDE akan melaksanakan penawaran tender wajib sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujar Hermawan Wijaya, Direktur BSDE.

Baca Juga : Upaya Mitratel dalam Pemerataan Akses Telekomunikasi di Indonesia

BSDE

Strategi BSDE

Menurut Hermawan Wijaya, tujuan akuisisi saham SMDM ini sejalan dengan strategi BSDE untuk memperluas cadangan lahan di lokasi-lokasi strategis, mendiversifikasi jangkauan geografis, dan memperluas penetrasi pasar. Proses akuisisi ini akan dilaksanakan dengan memperhatikan semua ketentuan hukum yang berlaku, termasuk regulasi pasar modal.

Sebagai pengendali baru SMDM setelah akuisisi selesai, BSDE berencana untuk melaksanakan penawaran tender wajib sesuai dengan POJK Nomor 9/2018. Penawaran ini dilakukan untuk membeli sisa saham SMDM dengan harga tertinggi antara rata-rata harga tertinggi perdagangan harian saham SMDM di BEI selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman negosiasi ini dan harga akuisisi yang dibayarkan kepada TGL.

“Karena rencana akuisisi ini termasuk dalam transaksi afiliasi, BSDE akan mematuhi persyaratan, prosedur, dan keterbukaan informasi sesuai dengan POJK Nomor 42/POJK.04/2020 mengenai transaksi afiliasi dan benturan kepentingan,” tambah Hermawan.

Profil PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM)

PT Suryamas Dutamakmur Tbk adalah perusahaan pengembang properti yang telah beroperasi sejak tahun 1989. Suryamas memiliki portofolio proyek properti yang beragam, yang mencakup perumahan, komersial, dan proyek rekreasi. Salah satu proyek andalan Suryamas adalah Rancamaya Golf Estate, sebuah kawasan hunian mewah yang terintegrasi dengan lapangan golf kelas dunia, menawarkan pemandangan yang menakjubkan serta fasilitas premium bagi para penghuninya.

Proyek lainnya, Royal Tajur, adalah perumahan yang menggabungkan keindahan alam dengan desain arsitektur modern, memberikan pengalaman tinggal yang berbeda di kawasan Bogor. Sementara itu, Harvest City, yang terletak di Cibubur Timur, merupakan pengembangan kota baru yang dirancang untuk menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial baru di koridor Jagorawi. Proyek ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti pusat perbelanjaan, sekolah, dan pusat olahraga, menjadikannya pilihan ideal bagi keluarga yang mencari lingkungan hidup yang seimbang.

Top Global Ltd., sebagai pemegang saham pengendali Suryamas, adalah perusahaan yang berbasis di Singapura dengan fokus pada pengembangan real estat, manajemen, dan investasi properti. Suryamas sendiri adalah emiten properti dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp1,75 triliun, yang mencerminkan posisinya sebagai pemain signifikan dalam industri properti Indonesia.

Penangguhan Perdagangan Saham

Seiring dengan berita akuisisi ini, BEI memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham SMDM pada 5 Agustus 2024. Langkah ini diambil untuk meredam peningkatan harga saham yang signifikan dan memberikan waktu bagi investor untuk menganalisis situasi secara matang berdasarkan informasi yang tersedia.

Pada pekan terakhir saham ini terbang naik 71,43% dan dalam periode satu bulan terakhir SMDM naik tajam sebesar 141,27%.

Penghentian sementara perdagangan saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk. (SMDM) ini dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Tujuannya adalah untuk memberikan waktu bagi para pelaku pasar agar dapat mempertimbangkan informasi yang ada sebelum mengambil keputusan investasi di saham SMDM.

“Semua pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memantau keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perusahaan,” demikian pernyataan dari pihak otoritas terkait.

Dengan akuisisi ini, Bumi Serpong Damai berharap dapat memperkuat posisinya sebagai pemimpin di industri properti Indonesia, sekaligus memanfaatkan aset-aset Suryamas untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang sahamnya.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 6, 2024 0 comments
2 FacebookTwitterPinterestEmail
mitratel
Berita Saham Syariah

Upaya Mitratel dalam Pemerataan Akses Telekomunikasi di Indonesia

by Minsya August 5, 2024
written by Minsya 4 minutes read

Upaya Mitratel dalam Pemerataan Akses Telekomunikasi di Indonesia –ย Akses yang merata terhadap internet dan jaringan telekomunikasi berkualitas tinggi masih menjadi tantangan utama di Indonesia. Data terkini dari survei APJII 2024 menunjukkan bahwa lebih dari 57 juta penduduk Indonesia, terutama di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), masih belum tersambung ke internet.

Mitratel Kuasai 38.000 Menara

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk, atau dikenal sebagai Mitratel (MTEL), memanfaatkan lebih dari 38.000 menara dan jaringan fiber optic sepanjang 37.000 kilometer untuk memperkuat posisinya sebagai pemimpin di sektor infrastruktur digital telekomunikasi di Indonesia. Perusahaan ini berkomitmen untuk mempercepat pemerataan akses jaringan ke seluruh pelosok negeri, dengan fokus khusus pada wilayah Indonesia Timur. Wilayah ini dikenal memiliki potensi besar dalam hal pengembangan ekonomi digital, tetapi masih terkendala oleh keterbatasan infrastruktur.

Salah satu inovasi utama Mitratel adalah pengembangan Flying Tower System (FTS), sebuah teknologi pesawat tanpa awak bertenaga surya yang menggunakan platform High Altitude Platform Station (HAPS) dari AALTO HAPS Ltd., anak usaha Airbus. Teknologi ini dirancang untuk menyediakan konektivitas yang dapat diandalkan di daerah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur tradisional. Mitratel telah menjalin kemitraan strategis non-eksklusif dengan AALTO untuk memperluas konektivitas, termasuk memperkuat cakupan operator seluler (MNO).

Baca Juga : PT Intiland Development Tbk (DILD) Profil dan Sejarahnya

mitratel

Kerjasama Antara Mitratel dan AALTO

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko (Teddy), menyatakan, “Kerja sama antara Mitratel dan AALTO adalah langkah penting untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam menyediakan akses telekomunikasi berkualitas tinggi yang merata. Akses internet tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Dengan tersedianya akses internet yang lebih luas, potensi ekonomi digital seperti e-commerce dan layanan berbasis teknologi lainnya diharapkan dapat berkembang pesat.”

MTEL berkomitmen untuk mengembangkan jaringan di luar Pulau Jawa. Saat ini, 59% atau sekitar 22.607 menara MTEL berada di luar Jawa. Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk menangkap peluang ekspansi operator seluler. Pertumbuhan jumlah tenant di luar Jawa mencapai 8%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan di Jawa yang sebesar 6%. Tenancy ratio di luar Jawa juga menunjukkan peningkatan sebesar 2,3%, dibandingkan 1,6% di Jawa.

Upaya MTEL dalam memperkuat infrastruktur dan mendorong inovasi telah membuahkan hasil positif, yang terlihat dari kinerja perusahaan di semester I-2024. Pendapatan perusahaan mencapai Rp4,45 triliun, naik 7,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan laba bersih menembus angka Rp1 triliun. Peningkatan ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan strategi bisnis perusahaan tetapi juga kemampuan MTEL dalam beradaptasi dengan perubahan pasar dan kebutuhan pelanggan.

Kepercayaan industri terhadap MTEL semakin meningkat, mendorong perusahaan untuk melakukan ekspansi bisnis dan menjajaki peluang baru yang sejalan dengan strategi perusahaan. Mitratel berkomitmen untuk menjadi penyedia infrastruktur digital nomor satu di Asia-Pasifik (APAC), sebagaimana dinyatakan oleh Teddy. Pasar APAC dikenal sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan tercepat di dunia dalam hal adopsi teknologi digital, menjadikan Mitratel berada dalam posisi strategis untuk memanfaatkan peluang ini.

MTEL mengadopsi model bisnis Economic Sharing, menawarkan solusi terpadu untuk kebutuhan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Model bisnis ini membantu operator seluler mengoptimalkan biaya operasional, yang berkontribusi pada pertumbuhan jumlah penyewa layanan Mitratel hingga mencapai 58.598 tenant, meningkat 7,1% year on year (YoY).

Peningkatan kepercayaan terhadap MTEL juga tercermin dalam laba sebelum pajak, bunga, dan amortisasi (EBITDA) yang mencapai Rp3,69 triliun pada periode Januari-Juni 2024, meningkat 10,2% dari tahun sebelumnya. Margin EBITDA juga meningkat menjadi 83,1% dari 81,2%, mencerminkan efisiensi perusahaan dalam skala bisnis yang lebih besar. Peningkatan ini juga mencerminkan efektivitas implementasi skema bisnis yang efisien dan optimalisasi proses bisnis internal melalui digitalisasi.

Keberhasilan bisnis MTEL dicapai dengan memprioritaskan prinsip keberlanjutan. Mitratel menerapkan sistem manajemen lingkungan bersertifikasi dan mengembangkan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi karbon, Mitratel menggunakan panel surya sebagai sumber energi alternatif untuk menara Base Transceiver Station (BTS) di lokasi off-grid. Langkah ini tidak hanya mengurangi jejak karbon perusahaan tetapi juga menekan biaya operasional jangka panjang.

Berkat inisiatif keberlanjutannya, MTEL meraih peringkat ESG Risk Rating yang lebih baik dengan skor 22,4, di atas rata-rata industri domestik dan global. “Komitmen kami terhadap ESG adalah bagian integral dari strategi jangka panjang Mitratel. Kami yakin bahwa dengan praktik terbaik dalam lingkungan, sosial, dan tata kelola, kami dapat menciptakan nilai tambah bagi perusahaan serta masyarakat dan lingkungan,” tutup Teddy.

Dengan pendekatan strategis dan komitmen terhadap inovasi serta keberlanjutan, Mitratel siap untuk terus mendukung transformasi digital Indonesia, menghubungkan komunitas yang terisolasi, dan menciptakan dampak positif bagi perekonomian dan masyarakat secara keseluruhan.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 5, 2024 0 comments
2 FacebookTwitterPinterestEmail
Capitol Nusantara
Berita Saham Syariah

PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) Profil dan Sejarah

by Minsya August 4, 2024
written by Minsya 7 minutes read

PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) adalah salah satu perusahaan terkemuka di sektor pelayaran dan logistik maritim di Indonesia. Didirikan pada tahun 2004, perusahaan ini fokus pada jasa pengangkutan laut dengan menyediakan armada kapal tunda dan tongkang, yang berperan penting dalam industri pengangkutan komoditas seperti batubara, minyak, gas, dan berbagai barang tambang lainnya. Dengan kode saham CANI, perusahaan ini terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), menjadikan mereka sebagai salah satu pemain utama dalam industri pelayaran maritim Indonesia.

Profil Perusahaan PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI)

Perusahaan ini didirikan sebagai hasil kerja sama strategis antara dua grup besar, yakni PT Anugerah Semesta Langgeng yang beroperasi di Samarinda, Kalimantan Timur, dan ASL Marine Holding Ltd yang berbasis di Singapura (www.aslmarine.com). Kombinasi kekuatan dari Indonesia dan Singapura ini menciptakan sinergi bisnis yang kuat di sektor pelayaran dan maritim.

PT Capitol Nusantara Indonesia didirikan dengan tujuan utama menyediakan layanan transportasi laut dalam negeri, khususnya di sektor energi dan tambang. Pada awal operasinya, perusahaan hanya memiliki dua unit kapal tunda untuk mendukung kegiatan pengangkutan.

PT Capitol Nusantara Indonesia mengalami pertumbuhan pesat dengan menambah armada kapal dan memperluas operasinya. Pada tahun 2009, perusahaan menandatangani kontrak penyewaan kapal pertamanya dan mulai mengakuisisi lebih banyak kapal untuk mendukung permintaan yang meningkat dalam sektor energi, khususnya batubara.

Menandai tonggak penting, perusahaan memutuskan untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dan resmi terdaftar di BEI. Langkah ini membuka akses pendanaan yang lebih luas untuk meningkatkan armada serta memperluas jangkauan operasionalnya.

Baca Juga : Samindo Resources (MYOH) Dari Perangkat Lunak Jadi Batubara

Capitol Nusantara
https://cani.co.id/

Sejarah Singkat CANI

Agustus 2004:
PT Capitol Nusantara Indonesia didirikan dengan fokus pada pelayaran domestik, jasa pengangkutan laut, transportasi minyak dan gas, serta penyewaan kapal laut.

Maret 2005:
PT Capitol Nusantara Indonesia memperoleh Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut (SIUPAL) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan pada saat itu telah memiliki dua kapal tunda.

April 2006:
PT Capitol Nusantara Indonesia memperoleh lima unit kapal tongkang pertamanya dan mulai beroperasi secara komersial di Samarinda, Kalimantan Timur.

2007:
PT Capitol Nusantara Indonesia menambah satu unit kapal tunda bernama Winny Segara Lestari.

2009:
PT Capitol Nusantara Indonesia menandatangani kontrak penyewaan kapal pertamanya dengan PT Agus Suta Line, mencakup lima set kapal tunda dan tongkang. Selain itu, Perseroan menerima fasilitas kredit investasi pertama dari Bank Mandiri sebesar USD 11,37 juta untuk pembelian satu unit kapal tunda, tiga unit kapal tongkang, dan dua unit alat berat. Tahun ini juga ditandai dengan penambahan 10 unit kapal tongkang dan dua unit kapal tunda.

2010:
PT Capitol Nusantara Indonesia menerima dua fasilitas kredit investasi dari Bank Mandiri masing-masing sebesar USD 1,71 juta dan USD 11,37 juta. Kredit ini digunakan untuk pembelian dua unit kapal tunda, satu unit kapal tongkang, satu unit alat berat, lima unit kapal tongkang, dan empat unit kapal tunda. Perseroan juga menambah sembilan set kapal tongkang dan tunda, serta satu unit kapal tunda tambahan.

2011:
PT Capitol Nusantara Indonesia mendapatkan term loan dari OCBC Bank Singapore untuk pembelian 13 unit kapal tunda dan tongkang, terdiri dari delapan unit kapal tongkang dan lima unit kapal tunda. Perseroan menambah enam set kapal tunda dan tongkang, serta empat unit kapal tunda. Beberapa kontrak penyewaan kapal juga ditandatangani dengan pelanggan utama, seperti PT Asmin Koalindo Tuhup, PT Mitra Bahtera Segara Sejati Tbk., PT Hafar Daya Samudera, dan PT ASL Shipyard Indonesia.

2012:
PT Capitol Nusantara Indonesia memperoleh kredit investasi dari Bank Mandiri sebesar USD 7,3 juta untuk pembelian empat set kapal tunda dan tongkang serta USD 2,88 juta untuk satu unit kapal tunda (ASL Mantrus). Perseroan juga menambah dua unit kapal tunda dan menandatangani beberapa kontrak penyewaan kapal dengan pelanggan utama, seperti PT Hai Yin, PT Muji Lines, PT Multi Agung Sarana Ananda, dan PT Bahtera Marina Perkasa.

2013:
PT Capitol Nusantara Indonesia menambah tiga set kapal tunda dan tongkang, serta tiga unit kapal tunda tambahan. Beberapa kontrak penyewaan kapal juga ditandatangani dengan pelanggan utama, terutama untuk proyek lepas pantai (offshore), seperti PT Pelayaran Nasional Tanjungriau Servis, PT McConnel Dowell Indonesia, dan ASL Offshore & Marine Pte. Ltd. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Perseroan memutuskan untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO).

Layanan Utama

1. Penyewaan Kapal Tunda dan Tongkang
Sebagai inti dari layanan CANI, perusahaan menyediakan kapal tunda (tugboats) dan tongkang (barges) untuk pengangkutan komoditas berat. Layanan ini sangat dibutuhkan dalam industri energi dan pertambangan, terutama di wilayah Indonesia yang kaya akan sumber daya alam seperti batubara, minyak, dan gas.

Armada tongkang digunakan untuk mengangkut barang dari tambang ke pelabuhan atau dari pelabuhan ke lokasi pemrosesan. Kapal tunda berperan dalam menarik tongkang melalui jalur-jalur perairan domestik, terutama di area sungai dan perairan dangkal di sekitar Kalimantan dan Sumatra.

2. Kontrak Jangka Panjang dengan Industri Energi
Selain penyewaan kapal secara mandiri, CANI juga terlibat dalam berbagai kontrak jangka panjang dengan perusahaan-perusahaan besar dalam sektor energi. Kontrak ini mencakup pengangkutan batubara dari tambang ke pelabuhan ekspor, serta pengangkutan minyak dan gas ke fasilitas pemrosesan dan penyimpanan. Beberapa klien utama dari CANI adalah perusahaan-perusahaan tambang besar dan produsen energi yang beroperasi di Indonesia.

Armada Kapal

Sejak awal didirikan, CANI telah secara konsisten memperluas armada kapalnya. Pada 2020, perusahaan ini telah memiliki lebih dari 30 set kapal tunda dan tongkang. Setiap tahun, CANI terus menambah jumlah kapal untuk memenuhi permintaan industri yang terus meningkat.

Jenis Kapal yang Dimiliki:

  • Kapal Tunda (Tugboats): Digunakan untuk menarik atau mendorong kapal tongkang di jalur perairan. Kapal ini memainkan peran penting dalam menjaga efisiensi dan keamanan pengangkutan, terutama di jalur air yang sempit dan dangkal.
  • Kapal Tongkang (Barges): Digunakan untuk mengangkut batubara, minyak, gas, serta komoditas lainnya dalam jumlah besar. Kapal tongkang yang dimiliki oleh CANI dapat membawa muatan besar, menjadikannya sebagai salah satu penyedia transportasi maritim yang andal dalam skala besar.

Pencapaian Finansial dan Pertumbuhan

Setelah melakukan IPO pada tahun 2013, PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk. berhasil mengamankan dana yang signifikan untuk memperluas bisnisnya. Pendanaan ini digunakan untuk meningkatkan armada dan menjalin lebih banyak kontrak pengangkutan dengan perusahaan-perusahaan besar di Indonesia. Pencapaian keuangan perusahaan terus bertumbuh seiring dengan peningkatan permintaan pengangkutan laut dari sektor batubara dan energi.

Sebagai perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), CANI secara teratur melaporkan kinerja keuangan mereka kepada publik dan pemegang saham. Melalui laporan keuangan yang dipublikasikan, perusahaan ini terus menunjukkan pertumbuhan positif dalam pendapatan dan laba, yang dipicu oleh meningkatnya kebutuhan akan jasa transportasi laut di sektor energi.

Strategi Pertumbuhan dan Ekspansi

Dalam beberapa tahun terakhir, PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk. telah mengadopsi strategi ekspansi yang berfokus pada dua aspek utama:

  1. Diversifikasi Jasa Pengangkutan:
    Selain mengangkut batubara, perusahaan juga mulai fokus pada pengangkutan minyak dan gas sebagai langkah diversifikasi. Pengembangan pasar ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada sektor batubara yang volatil, sekaligus menangkap peluang dari pertumbuhan pasar energi terbarukan di Indonesia.

  2. Ekspansi Geografis:
    Meskipun saat ini sebagian besar operasinya berpusat di wilayah Kalimantan, CANI telah memperluas jangkauan layanannya ke wilayah lain seperti Sumatra dan Papua. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk melayani lebih banyak pelanggan di berbagai sektor, termasuk perusahaan tambang dan energi di wilayah timur Indonesia.

Tantangan dan Prospek Masa Depan

1. Fluktuasi Harga Komoditas:
Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh CANI adalah fluktuasi harga komoditas seperti batubara dan minyak, yang dapat mempengaruhi permintaan untuk jasa pengangkutan. Meski demikian, dengan portofolio pelanggan yang beragam dan kemampuan untuk menyesuaikan layanan, perusahaan tetap optimis menghadapi perubahan dinamika pasar.

2. Regulasi dan Lingkungan:
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor pelayaran, CANI juga harus mematuhi regulasi yang ketat terkait lingkungan, terutama dalam hal emisi karbon dan dampak operasional terhadap ekosistem laut. Perusahaan berupaya mengadopsi teknologi ramah lingkungan dan menjalankan operasi yang berkelanjutan untuk meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan.

3. Potensi Pertumbuhan:
Dengan terus meningkatnya kebutuhan energi di Indonesia, baik dari sumber konvensional maupun terbarukan, CANI diperkirakan akan terus tumbuh di masa depan. Investasi infrastruktur yang terus dilakukan oleh pemerintah juga menjadi pendorong utama untuk pertumbuhan sektor pelayaran dan logistik maritim.

Sebagai salah satu pemain utama dalam industri pelayaran dan logistik maritim, PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) memiliki peran yang signifikan dalam mendukung industri energi dan sumber daya alam di Indonesia. Dengan armada yang terus berkembang dan strategi pertumbuhan yang terfokus pada diversifikasi dan ekspansi, perusahaan ini berada dalam posisi yang baik untuk terus memberikan nilai bagi pemegang saham dan berkontribusi pada perekonomian nasional.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

August 4, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright ยฉ 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG