Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - Archives for Minsya - Page 25
Author

Minsya

Minsya

"Memasyarakatkan Saham Syariah Mensyariahkan Saham Masyarakat"

Momentum
Pojok Komunitas

Momentum: Menerapkan Strategi Wait and See Buy dalam Trading Saham

by Minsya January 14, 2024
written by Minsya 3 minutes read

Trading saham merupakan kegiatan yang melibatkan pembelian dan penjualan saham di pasar modal dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Para pelaku pasar sering kali mencari strategi yang tepat untuk mengoptimalkan hasil investasi mereka. Salah satu strategi yang cukup populer adalah “Wait and See, Buy by Momentum.”

Wait and See: Kesabaran sebagai Modal Utama

Strategi “Wait and See” mengandalkan kesabaran sebagai kunci utama dalam pengambilan keputusan. Para trader yang menerapkan strategi ini tidak terburu-buru untuk masuk atau keluar dari pasar. Mereka memilih untuk mengamati kondisi pasar, melakukan analisis mendalam terhadap saham yang mereka incar, dan menunggu saat yang tepat untuk beraksi.

Pentingnya kesabaran dalam trading saham terletak pada kemampuan untuk menghindari keputusan impulsif yang mungkin merugikan. Pasar saham seringkali dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti berita ekonomi, peristiwa politik, dan sentimen pasar. Dengan menunggu dan melihat perkembangan pasar, investor dapat membuat keputusan yang lebih terencana dan memiliki dasar yang kuat.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Momentum
freepik.com

Analisis Momentum: Memburu Saat yang Tepat

Sementara itu, aspek “Buy by Momentum” menyoroti pentingnya mengidentifikasi momentum saham sebelum melakukan pembelian. Momentum dapat diartikan sebagai kecepatan perubahan harga saham dalam suatu periode waktu tertentu. Investor yang menggunakan strategi trading ini mencari saham-saham yang sedang mengalami perubahan positif, yaitu saham-saham yang harganya cenderung naik.

Momentum dapat diukur melalui berbagai indikator teknikal, seperti moving averages, RSI (Relative Strength Index), dan MACD (Moving Average Convergence Divergence). Analisis teknikal ini membantu investor menilai kekuatan tren saham dan memutuskan apakah saat yang tepat untuk membeli.

Langkah-langkah Menerapkan Strategi Wait and See, Buy by Momentum

  1. Pemilihan Saham yang Tepat: Identifikasi saham-saham yang memiliki potensi perubahan positif. Lakukan analisis fundamental dan teknikal untuk memastikan bahwa saham tersebut memiliki dasar yang kuat dan sedang mengalami tren positif.
  2. Pemantauan Pasar Secara Rutin: Terapkan kebiasaan untuk rutin memantau perkembangan pasar saham. Perubahan kondisi pasar dapat memberikan indikasi tentang arah pergerakan saham-saham tertentu.
  3. Analisis Teknikal yang Mendalam: Gunakan indikator teknikal untuk mengukur pergerakan saham. Perhatikan sinyal-sinyal yang mungkin mengindikasikan perubahan tren atau kekuatan momentum.
  4. Tetap Fleksibel: Meskipun strategi ini mengandalkan momentum, tetaplah fleksibel dalam menghadapi perubahan pasar. Jika ada tanda-tanda potensial pembalikan tren, segera evaluasi posisi investasi Anda.
  5. Manajemen Risiko yang Bijak: Tentukan batasan kerugian (stop-loss) dan target keuntungan yang rasional. Manajemen risiko yang baik akan melindungi modal Anda dari potensi kerugian besar.

Kelebihan dan Tantangan

Menerapkan strategi Wait and See, Buy by Momentum menghadirkan sejumlah kelebihan dan tantangan yang perlu dipertimbangkan. Kelebihan utamanya adalah adanya kesempatan untuk memilih saham berdasarkan analisis yang mendalam. Ini memberikan investor kesempatan untuk memahami dengan baik kondisi perusahaan dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham. Namun, tantangan muncul dalam bentuk kesabaran dan disiplin yang dibutuhkan untuk menunggu saat yang tepat untuk memasuki pasar.

Dalam kesimpulannya, strategi Wait and See, Buy by Momentum menekankan pentingnya dua aspek krusial: kesabaran dan analisis mendalam. Kesabaran diperlukan karena tidak selalu ada perubahan yang tepat setiap saat, dan investor perlu menunggu kesempatan yang benar-benar menguntungkan. Disiplin juga menjadi kunci, mengingat godaan untuk terburu-buru atau bertindak impulsif selalu ada di pasar yang dinamis ini.

Investasi saham, dengan segala potensinya, tetap melibatkan risiko. Dengan adanya strategi yang terencana, investor dapat lebih baik mengelola risiko ini. Penting untuk diingat bahwa setiap strategi memiliki pro dan kontra, dan hasilnya dapat bervariasi tergantung pada kondisi pasar yang berubah-ubah.

Sebelum mengadopsi strategi ini, disarankan untuk terus belajar dan mengembangkan pemahaman tentang pasar saham. Melibatkan diri dalam edukasi terus-menerus akan membantu investor memahami dinamika pasar yang kompleks dan menjalankan strategi dengan lebih yakin. Dengan pemahaman yang mendalam dan pendekatan yang hati-hati, investor dapat meningkatkan peluang kesuksesan mereka dalam menjalankan strategi Wait and See, Buy by Momentum dalam investasi saham.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

Achmad Abdul Arifin: Seorang Trader Saham Syariah yang Mempunyai Motto "Menjadi Tak Terlihat dan Melampauinya"

January 14, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Trend following
Pojok Komunitas

Menerapkan 6 Strategi Trend Following Ketika Pasar Saham Bearish

by Minsya January 13, 2024
written by Minsya 3 minutes read

Pasar saham yang sedang bearish seringkali menimbulkan kekhawatiran dan ketidakpastian di kalangan investor. Pada kondisi seperti ini, banyak investor cenderung mengalami kerugian atau bahkan panik, namun, bagi sebagian investor yang memahami dan menerapkan strategi yang tepat, kondisi pasar bearish bisa menjadi peluang untuk mendapatkan keuntungan. Salah satu strategi yang dapat diterapkan dalam situasi ini adalah strategi trend following.

Trend following adalah pendekatan dalam investasi di mana investor mengidentifikasi dan mengikuti arah pergerakan tren pasar. Meskipun strategi ini seringkali dianggap efektif pada pasar bullish, namun ternyata juga dapat diterapkan dengan sukses pada pasar bearish. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana cara menerapkan strategi trend following ketika pasar saham sedang mengalami tren bearish.

Strategi Trend Following

1. Mengenali Tren Pasar Bearish

Langkah pertama dalam menerapkan strategi trend following adalah dapat mengenali tren pasar bearish. Tren bearish ditandai dengan penurunan nilai saham secara signifikan. Investor dapat menggunakan indikator teknikal seperti moving averages, Relative Strength Index (RSI), atau MACD (Moving Average Convergence Divergence) untuk membantu mengidentifikasi tren bearish.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Trend following
freepik.com

2. Menganalisis Data Historis

Sebelum mengambil keputusan investasi, penting untuk menganalisis data historis saham yang menjadi perhatian. Data historis dapat memberikan wawasan tentang bagaimana saham tersebut telah bereaksi terhadap kondisi pasar bearish di masa lalu. Analisis ini dapat membantu investor untuk memahami pola pergerakan harga dan mengidentifikasi potensi titik masuk dan keluar yang optimal.

3. Menentukan Parameter Strategi Trend Following

Setelah mengenali tren pasar bearish dan menganalisis data historis, langkah berikutnya adalah menentukan parameter untuk strategi trend following. Parameter ini melibatkan pengaturan seperti periode moving averages atau level RSI yang akan digunakan. Keputusan ini harus didasarkan pada analisis yang cermat dan pemahaman mendalam terhadap kondisi pasar yang sedang dihadapi.

4. Menggunakan Stop Loss

Pasar bearish seringkali penuh dengan volatilitas, sehingga risiko kehilangan modal dapat meningkat. Oleh karena itu, penggunaan stop loss menjadi sangat penting dalam menerapkan strategi trend following pada pasar bearish. Stop loss membantu melindungi investor dari kerugian yang tidak terkendali dan memastikan bahwa mereka keluar dari perdagangan ketika tren berbalik melawan posisi mereka.

5. Diversifikasi Portofolio

Meskipun fokus pada strategi trend following, penting bagi investor untuk tetap melakukan diversifikasi portofolio. Diversifikasi membantu mengurangi risiko konsentrasi pada satu saham atau sektor tertentu. Dengan memiliki portofolio yang terdiversifikasi, investor dapat mengimbangi potensi kerugian dari satu saham dengan kinerja positif dari saham lainnya.

6. Memantau Berita dan Peristiwa Pasar

Walaupun menggunakan analisis teknikal, tidak boleh diabaikan informasi fundamental dan sentimen pasar. Berita dan peristiwa ekonomi dapat memiliki dampak besar pada pergerakan saham. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk tetap memantau berita dan peristiwa pasar yang dapat mempengaruhi performa saham yang mereka pegang.

Kesimpulan

Dalam kesimpulan, menerapkan strategi trend following pada pasar saham yang sedang bearish dapat menjadi pendekatan yang cerdas untuk mengelola investasi. Dalam kondisi pasar yang sulit seperti ini, penting bagi investor untuk tetap tenang dan rasional. Dengan mengandalkan analisis teknikal dan data historis, investor dapat membuat keputusan investasi yang terkonfirmasi dengan data yang diperoleh.

Dalam menerapkan strategi trend following, investor harus mengidentifikasi tren pasar, menentukan parameter strategi, menggunakan stop loss, diversifikasi portofolio, dan memantau berita pasar. Dengan melakukan langkah-langkah ini, investor dapat meminimalkan risiko dan mengambil keuntungan dari peluang yang muncul pada kondisi pasar bearish.

Dalam menghadapi pasar saham yang sedang bearish, penting bagi investor untuk tetap tenang dan tidak panik. Pasar saham selalu mengalami naik turun, dan investor yang memiliki strategi yang baik dapat mengambil keuntungan dari kondisi pasar yang sulit. Dengan menerapkan strategi trend following, investor dapat mengelola investasi mereka dengan lebih cerdas dan rasional.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

Achmad Abdul Arifin: Seorang Trader Saham Syariah yang Mempunyai Motto "Menjadi Tak Terlihat dan Melampauinya"

January 13, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
summarecon
Pojok Komunitas

Summarecon Realisasikan Ekspansi Mal dan Targetkan Kenaikan Kunjungan 2024!

by Minsya January 12, 2024
written by Minsya 7 minutes read

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) pada pemaparan publiknya, memproyeksikan pendapatan dari bisnis pusat perbelanjaan di sepanjang tahun 2023 bisa tumbuh 12% – 15%, lebih tinggi dari realisasi tahun 2022. Optimisme SMRA tersebut, didasari oleh kondisi perbelanjaan yang meningkat seperti sekarang dan juga SMRA realisasikan ekspansi mal. Sudah realistiskah target kenaikan kunjungan Mal milik SMRA ini?

Summarecon Realisasikan Ekspansi Mal

Dalam beberapa bulan terakhir, SMRA tengah giat menggebrak industri retail melalui ekspansi mal. Realisasi ekspansi mal yang dilakukan, antara lain:

  1. Pertama, realisasi mal bertajuk Summarecon Villagio Outlets di Karawang

Pada Oktober 2023, SMRA realisasikan ekspansi Mal yang berdiri di lahan sekitar 88.120 m². Summarecon Villagio Outlets ini mengadopsi konsep terbaru dan yang pertama di Indonesia, yakni Authentic Outlet Shopping Village. Di mana konsep otentik outlet ini sudah lebih dulu hadir di luar negeri, seperti di Jepang, Thailand, Korea, Malaysia, dan negara lainnya.

Yang diharapkan mampu mendongkrak recurring income SMRA.

Summarecon Villagio Outlets yang beroperasi efektif mulai Oktober 2023 ini, menawarkan ratusan brand internasional yang terkemuka. Sekaligus menghadirkan beragam fasilitas yang ramah tamah bagi keluarga.

  1. Kedua, realisasi mal bertajuk Summarecon Mall Bandung atau Summaba

Melirik potensi pengembangan infrastruktur, Bandung Timur kini menjadi salah satu kota modern yang menarik bagi ekonomi dan juga investasi. Sebab itu, SMRA merambah pangsa pasar di wilayah Bandung Timur melalui pengembangan Summarecon Mall Bandung.

SMRA menargetkan Summarecon Mall Bandung siap diresmikan di 18 Januari 2024 mendatang. Ditujukan untuk mampu menunjang kebutuhan gaya hidup Masyarakat sekitar, termasuk wisatawan. Summarecon Mall Bandung ini memiliki lebih dari 30 tenant F&B dan juga hiburan.

Tidak hanya itu, ke depan SMRA akan melengkapi Summarecon Mall Bandung dengan proyek yang berskala kota. Sehingga bisa mengintegrasikan antara mal, hunian, dengan berbagai fasilitas lain. Termasuk fasilitas transportasi seperti Tol Padaleunyi, Tol Padalarang, jalan arteri yang menghubungkan Bandung Timur dengan daerah lainnya. Ditambah sekarang sudah ada Kereta Cepat Jakarta Bandung, yang membuat wilayah incaran SMRA ini semakin potensial.

Dengan adanya ekspansi mal itu, maka portofolio bisnis milik SMRA semakin lengkap. Terutamanya dalam unit bisnis Investment Property. Sebut saja sebelum ekspansi mal ini, SMRA sudah lebih dulu mengelola tiga mal yang ada di Jabodetabek. Antara lain Summarecon Mall Kelapa Gading, Summarecon Mall Bekasi, dan Summarecon Mall Serpong. Serta ada satu Lifestyle Village yang berada di Bali, yakni Samasta Lifestyle Village.

2024: SMRA Fokus Area Pengembangan Existing dan Siap Jalankan Dua Perusahaan Joint Venture

Selain SMRA realisasikan ekspansi mal, perusahaan juga masih akan fokus di area-area pengembangan existing di tahun ini. Sebut saja di wilayah Jabotabek, Karawang, dan Bandung, juga Makassar.

Bukan hanya itu, pada 19 Desember 2023 SMRA rupanya telah membentuk perusahaan Joint Venture lewat dua entitas anak usaha, PT Summarecon Investment Property (SMIP) dan PT Summarecon Property Development (SMPD). Kedua entitas anak usaha ini, sebesar 99.99% sahamnya masing-masing dimiliki oleh SMRA.  

Dua entitas anak usaha SMRA tersebut mendirikan dua perusahaan Joint Venture Bersama PT Setiawan Dwi Tunggal (SDT), yaitu:

  1. SMPD dan SDT mendirikan Joint Venture, PT Surya Selatan Cemerlang di Tangerang Selatan. PT Surya Selatan Cemerlang ini akan menjalankan usaha yang berkaitan dengan proyek Pembangunan, pengoperasian dan pengembangan property, mulai dari apartemen, perumahan, rumah toko, dan lainnya.
  2. SMIP dan SDT mendirikan Joint Venture, PT Mahakarya Selatan Cemerlang yang juga ada di Tangerang Selatan. PT Mahakarya Selatan Cemerlang ini nantinya akan menjalankan proyek Pembangunan, pengoperasian dan pengembangan untuk pusat perbelanjaan / mal.

Terbentuknya dua perusahaan Joint Venture ini, kian menguatkan optimisme SMRA. Khususnya untuk menangkap potensi recurring income yang lebih kuat lagi.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Rata-rata Tingkat Okupansi Mal

Dari pembahasan kita di atas mengenai fokus SMRA dalam beberapa bulan terakhir. Setidaknya menunjukkan optimisme yang tinggi terhadap kenaikan kunjungan mal. Di mana pada akhirnya akan mendongkrak recurring income perusahaan.

Nampaknya memang realisasi yang sejauh ini dilakukan SMRA, sejalan dengan pertumbuhan Tingkat okupansi mal. Ya, berdasarkan data tingkat okupansi Mal, yang terhitung sejak Kuartal I-2021 hingga Kuartal III-2023. Okupansi mal secara keseluruhan yang ada di Jakarta masih menunjukan tren positif di angka 72.8%. Berikut ini tingkat okupansi mal di wilayah Jakarta berdasarkan laporan konsultan property Colliers sumber dari dataindonesia.id:

summarecon
Source: dataindonesia.id

Terlihat tingkat okupansi mal yang masih membaik walaupun sempat mengalami penurunan pada awal 2023. Namun saat ini sudah kembali pulih, dengan okupansi rata-rata sebesar 72.8%. Hal ini tentunya yang membuat SMRA yakin bahwa bisnis mal masih akan tetap bertumbuh.

Source: dataindonesia.id

Demikian pula, dengan halnya tingkat okupansi mal di wilayah Bogor, Depok, Tangerang, hingga Bekasi yang ada di level 70.4% per kuartal III-2023. Menunjukkan bahwa tingkat okupansi mal di ke empat wilayah tersebut masih relatif bertumbuh.

Hanya saja di sini, perlu diperhatikan bahwa tantangan yang mungkin dihadapi SMRA dalam memajukan segmen retailnya cukup terbatas. Hal ini berkenaan dengan semakin banyaknya jumlah pasokan mal yang sudah selesai dibangun di akhir tahun 2023 kemarin. Artinya ada lebih banyak persaingan mal, yang dapat memperkecil tingkat okupansi.

Sementara dari sisi okupansi seluruh mal yang dikelola SMRA, yang masih berjalan seperti berikut:

Tingkat okupansi mal-mal milik SMRA. Source: Public Expose 2023

Dari data di atas, terlihat bahwa tingkat okupansi dari seluruh mal yang dimiliki SMRA sudah cukup baik. Bahkan sudah di atas rata-rata tingkat okupansi mal-mal yang ada di Jakarta, yang hanya di kisaran 70% tadi.

Sehingga, wajar jika SMRA realisasikan ekspansi mal dan menargetkan kenaikan kunjungan di setiap mal barunya.

Berita Saham Syariah

Strategi Dividen Saham Syariah: Membedah Aksi Korporasi DRMA, KEJU, hingga BTPS

April 28, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Analisis Saham Syariah: Ekspansi Strategis BUVA hingga Langkah Global MSIN di Bursa...

April 28, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

MSCI INDONESIA: Menakar Respons MSCI terhadap Reformasi Transparansi

April 21, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Analisis Saham Syariah: Ketegasan BEI Terhadap Delisting hingga Guyuran Dividen Jumbo ADMR

April 20, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Analisis Saham Syariah: Banjir Dividen LPPF hingga Strategi WMUU Hadapi Rights Issue

April 17, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Investasi Saham Syariah: Aksi Buyback ASLC hingga Guyuran Dividen Cimory Rp793 Miliar

April 13, 2026 0 comments

Posisi Neraca Keuangan SMRA

Dari berbagai langkah yang dilakukan SMRA di atas, tentu untuk SMRA realisasikan ekspansi mal, perlu dilihat kembali posisi liabilitasnya. Per kuartal III-2023 ini, SMRA memiliki jumlah liabilitas yang relatif besar.

Total Liabilitas dan Ekuitas SMRA. Source: Cheat Sheet Kuartal III-2023 by RK Team

SMRA tercatat memiliki total liabilitas sebesar Rp17.12 triliun per kuartal III-2023. Sedangkan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk adalah sebesar Rp9.74 triliun per kuartal III-2023. Artinya, SMRA memiliki DER yang cukup besar di level 1.76x menunjukkan kalau SMRA cukup berisiko dalam mengcover utang-utangnya, jika mengandalkan ekuitas yang dimiliki.

Liabilitas Jangka Pendek dan Aset Lancar SMRA. Source: Cheat Sheet Kuartal III-2023 by RK Team

Sementara untuk liabilitas jangka pendek, asset lancar yang dimiliki SMRA sebesar Rp14.47 triliun per kuartal III-2023, masih cukup besar dari total liabilitas jangka pendek yang senilai Rp11.54 triliun. Sehingga didapatkan Liquidity Ratio di level 1.25x, yang membuat posisi SMRA masih terbilang aman untuk utang jangka pendeknya.

Kesimpulan

Langkah SMRA realisasikan ekspansi mal dalam beberapa bulan terakhir, memang terdengar menarik. Terlebih lagi dengan tingkat okupansi mal milik SMRA yang sudah berjalan sekarang ini memang relatif penuh, yang mengharuskan SMRA merealisasikan ekspansi mal baru di tempat yang potensial. Seperti halnya realisasi mal Summarecon Villagio Outlets di Karawang dan juga realisasi Summarecon Mall Bandung (Summaba).

Bahkan di tahun 2024 ini SMRA masih akan meningkatkan fokusnya di area-area pengembangan existing. Ditambah dengan terbentuknya dua perusahaan Joint Venture yang akan fokus pada proyek pembangunan property dan juga mal.

Nampak prospek menarik ke depannya, di mana pengelolaan mal-mal milik SMRA akan semakin meningkat. Di mana akan meningkatkan okupansi kunjungan mal, dan mendatangkan potensi recurring income lebih besar bagi SMRA. Sehingga target yang ditetapkan SMRA untuk kinerja tahun 2023 bisa dikatakan realistis, seiring dengan momen liburan Natal dan Tahun Baru 2024 kemarin.

Kendati demikian, yang perlu diperhatikan adalah posisi DER SMRA yang cukup tinggi di level 1.76x. membuat SMRA rentan merugi, jika mengatasi utang perusahaan dengan modal yang dimiliki.

Maka perlu digaris bawahi, meski SMRA realisasikan ekspansi mal untuk menangkap peluang pertumbuhan okupansi yang lebih besar, sejalan dengan meningkatnya aktivitas belanja. Namun SMRA cukup berisiko besar dari sisi pertumbuhan utang perusahaan.

Terlepas dari perhitungan di atas, kita dapat mengukur kembali bagaimana kinerja SMRA, ketika musim rilis laporan keuangan Kuartal IV-2023 mendatang.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

rivan kurniawan
January 12, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
papan perdagangan
Saham Pemula

Mengenal 3 Papan Perdagangan Saham Bursa Efek Indonesia

by Minsya January 11, 2024
written by Minsya 3 minutes read

Papan Perdagangan Saham

Papan perdagangan saham adalah konsep yang digunakan untuk mengelompokkan saham-saham yang terdaftar dan diperdagangkan di bursa saham. Tujuan dari pengelompokan ini adalah untuk membantu para pelaku pasar memahami karakteristik dan tingkat risiko dari saham-saham yang terdaftar. Di Indonesia, terdapat empat jenis papan perdagangan saham yang digunakan, yaitu Papan Utama, Papan Utama-Ekonomi Baru, Papan Pengembangan, dan Papan Akselerasi. Setiap jenis papan perdagangan memiliki perbedaan dan karakteristiknya sendiri.

1. Papan Utama

Papan Utama merupakan papan perdagangan saham yang diperuntukkan bagi perusahaan-perusahaan besar yang telah memiliki kinerja keuangan yang baik. Perusahaan yang masuk dalam Papan Utama dianggap sebagai pemain utama dalam sektor sahamnya. Untuk dapat masuk dalam Papan Utama, perusahaan harus telah beroperasi minimal selama tiga tahun dengan nilai aset bersih minimal Rp100 miliar. Selain itu, perusahaan juga harus telah mencatatkan laba dalam satu tahun terakhir. Jumlah pemegang saham perusahaan tersebut juga harus lebih dari 1000 pihak, dan harga saham perdana perusahaan harus lebih besar dari Rp100,-. Sampai dengan Desember 2023, terdapat 353 saham yang tercatat dalam Papan Utama, di antaranya adalah Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS), Aneka Tambang Tbk. (ANTM), dan XL Axiata Tbk. (EXCL).

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

papan perdagangan
freepik.com

2. Papan Utama-Ekonomi Baru

Papan Utama-Ekonomi Baru merupakan jenis papan perdagangan saham yang setara dengan Papan Utama. Papan ini diluncurkan oleh Bursa Efek Indonesia pada Desember 2022. Papan Utama-Ekonomi Baru diperuntukkan bagi perusahaan yang menggunakan teknologi, memiliki pertumbuhan yang tinggi, dan masuk dalam bidang usaha yang ditetapkan oleh BEI. Saham-saham yang tercatat dalam Papan Utama-Ekonomi Baru diidentifikasi dengan notasi khusus. Terdapat dua jenis notasi khusus yang digunakan, yaitu notasi “K” yang berarti perusahaan menerapkan Standar High Sustainability Market (SHSM) dan tercatat dalam Papan Ekonomi Baru, serta notasi “I” yang berarti perusahaan tidak menerapkan SHSM dan tercatat dalam Papan Ekonomi Baru. Hingga Desember 2023, terdapat tiga perusahaan yang tercatat dalam Papan Utama-Ekonomi Baru, di antaranya adalah Bukalapak.com Tbk. (BUKA), GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), dan Global Digital Niaga Tbk. (BELI).

3. Papan Pengembangan

Papan Pengembangan adalah jenis papan perdagangan saham yang terdiri dari perusahaan-perusahaan dalam fase pertumbuhan dan memiliki prospek pengembangan yang baik. Untuk dapat masuk dalam Papan Pengembangan, perusahaan harus telah beroperasi minimal selama satu tahun atau lebih, dengan jumlah pemegang saham minimal 500 pihak. Harga saham perdana perusahaan yang masuk dalam Papan Pengembangan juga harus lebih dari Rp100,-. Meskipun perusahaan belum memiliki laba, pada proyeksi tahun kedua sejak tercatat, perusahaan tersebut harus sudah dapat mencatatkan laba usaha dan laba bersih. Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.53/POJK.04/2017, perusahaan yang masuk dalam Papan Pengembangan merupakan perusahaan skala menengah dengan aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Sampai dengan Desember 2023, terdapat 317 saham yang tercatat dalam Papan Pengembangan, di antaranya adalah Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI), Bintang Oto Global Tbk. (BOGA), dan AirAsia Indonesia Tbk. (CMPP).

4. Papan Akselerasi

Papan Akselerasi adalah jenis papan perdagangan saham yang diperuntukkan bagi perusahaan-perusahaan dengan aset skala kecil, yaitu aset di bawah Rp50 miliar, dan aset skala menengah, yaitu aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, sesuai dengan POJK Nomor 53/POJK.04/2017. Perusahaan yang mengalami kerugian juga dapat tercatat dalam Papan Akselerasi, namun pada proyek tahun ke enam sejak tercatat, perusahaan tersebut harus sudah dapat mencatatkan laba usaha. Jumlah pemegang saham perusahaan yang tercatat dalam Papan Akselerasi harus lebih dari 300 pihak, dan harga saham perdana perusahaan harus lebih dari Rp50,-. Hingga Desember 2023, terdapat 40 saham yang tercatat dalam Papan Akselerasi, di antaranya adalah Planet Properindo Jaya Tbk. (PLAN), Nanotech Indonesia Global Tbk. (NANO), dan Hassana Boga Sejahtera Tbk. (NAYZ).

Dengan memahami jenis-jenis papan perdagangan ini, investor dapat dengan mudah memaksimalkan peluang dan meminimalisir risiko dalam melakukan investasi. Setiap jenis papan perdagangan saham memiliki karakteristik dan persyaratan yang berbeda, sehingga investor dapat memilih jenis saham yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan investasinya. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai saham-saham yang tercatat dalam setiap jenis papan perdagangan saham, Anda dapat melihat daftarnya pada situs resmi Bursa Efek Indonesia.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

January 11, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Merger dan Akuisisi
Saham Pemula

5 Perbedaan Vital antara Merger dan Akuisisi yang Harus Anda Ketahui!

by Minsya January 10, 2024
written by Minsya 4 minutes read

Perusahaan selalu menerapkan strategi untuk meningkatkan performa perusahaan. Strategi tersebut bermacam-macam, tak terkecuali merger dan akuisisi. Merger dan akuisisi sudah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar dan umum di Indonesia, seperti Indosat yang bergabung dengan Three, atau yang baru-baru ini terjadi adalah pengambilalihan TikTok Shop oleh Tokopedia. Merger dan akuisisi dilakukan untuk membuat perusahaan lebih menarik saat melakukan penawaran umum perdana (IPO), seperti penggabungan antara Blibli dengan Tiket sebelum melakukan merger. Tetapi, apakah kalian sudah tahu apa itu merger? Dan apa perbedaannya dengan akuisisi? Apa hal yang mendasari perusahaan untuk melakukan merger dan akuisisi? Yuk, simak penjelasan lengkapnya untuk mengetahui kedua hal tersebut!

Apa Perbedaan Merger dan Akuisisi?

Merger adalah ketika dua perusahaan dengan ukuran yang sama atau setara memutuskan untuk bergabung menjadi satu. Dalam merger, dua perusahaan tersebut menghasilkan satu perusahaan dengan entitas baru atau menggunakan salah satu entitas perusahaan yang sudah ada. Sedangkan akuisisi adalah ketika suatu perusahaan yang lebih besar mengambil alih atau mengendalikan suatu perusahaan yang lebih kecil. Dalam akuisisi, perusahaan yang lebih besar membeli sebagian atau seluruh perusahaan yang lebih kecil. Dengan diambil alihnya perusahaan yang lebih kecil, perusahaan tersebut dapat bergabung menjadi satu entitas mengikuti perusahaan yang lebih besar atau menjadi anak perusahaan dan tetap melakukan operasional seperti biasa.

Karakteristik Merger dan Akuisisi

Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara merger dan akuisisi dari segi karakteristiknya.

Merger:
1. Minimal dua perusahaan yang melakukan merger akan menjadi satu perusahaan dengan entitas baru atau salah satu entitas perusahaan lama.
2. Struktur organisasi perusahaan baru dapat diisi oleh perusahaan yang melakukan merger secara adil atau atas kesepakatan bersama.
3. Pemegang saham perusahaan sebelumnya memegang saham perusahaan baru secara adil atau atas kesepakatan bersama.
4. Merger dilakukan untuk menghasilkan perusahaan baru dengan kekuatan yang lebih baik tanpa melakukan transaksi dana satu sama lain.
5. Integrasi perusahaan lama ke perusahaan baru memiliki banyak tantangan untuk penyesuaian dari segi budaya perusahaan, manajemen, dan operasional.

Akuisisi:
1. Perusahaan yang diakuisisi akan menggunakan nama perusahaan yang mengakuisisinya atau tetap bergerak sendiri tetapi di bawah kontrol operasional perusahaan pengendali.
2. Struktur organisasi perusahaan yang diakuisisi dapat berubah dengan kontrol oleh perusahaan pengendali.
3. Akuisisi biasanya dilakukan dengan membeli perusahaan yang lebih kecil dengan uang atau pertukaran saham.
4. Proses integrasi perusahaan yang melakukan akuisisi dapat lebih mudah karena perusahaan yang lebih besar memiliki kontrol yang lebih besar terhadap keputusan. Dengan hal tersebut, perusahaan yang diakuisisi akan mengikuti budaya yang ada pada perusahaan pengendali.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Merger dan Akuisisi
freepik.com

Alasan melakukan Merger dan Akuisisi

Perusahaan menerapkan strategi merger dan akuisisi dengan banyak pertimbangan untuk memaksimalkan kinerja perusahaan. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa perusahaan melakukan merger dan akuisisi:

1. Melakukan penetrasi pasar dengan lebih cepat: Perusahaan berlomba-lomba untuk dapat meluncurkan produk kepada target pasar. Dengan melakukan merger dan akuisisi, perusahaan dapat menggabungkan kekuatan untuk mempercepat proses tersebut. Perusahaan dapat menjadi second mover bahkan first mover.

2. Meminimalisasi risiko dan biaya yang dilakukan saat pengembangan produk: Saat melakukan pengembangan produk, perusahaan memiliki risiko kegagalan yang besar dan biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Dengan menggabungkan perusahaan, risiko dan biaya yang dikeluarkan dapat diminimalisasi sehingga meningkatkan peluang keberhasilan produk yang dikembangkan.

3. Mendapatkan kekuatan pada pasar: Dengan menggabungkan beberapa entitas perusahaan, ukuran perusahaan dapat terus meningkat dari segi valuasinya sehingga dapat melakukan kegiatan dengan skala yang lebih besar.

4. Mendapatkan informasi atau teknologi: Dengan melakukan merger atau akuisisi, perusahaan akan menggabungkan perusahaan, termasuk informasi atau teknologi yang dimiliki oleh perusahaan yang diakuisisi. Perusahaan yang lebih besar biasanya melakukan akuisisi untuk mendapatkan informasi atau teknologi perusahaan yang baru berkembang untuk menguatkan posisinya di pasar.

Kesimpulan

Dalam melakukan merger dan akuisisi, perusahaan harus mempertimbangkan berbagai faktor seperti strategi bisnis, keuangan, hukum, dan manajemen. Proses ini tidaklah mudah dan membutuhkan analisis yang mendalam serta perencanaan yang matang. Namun, jika dilakukan dengan tepat, merger dan akuisisi dapat memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan, seperti peningkatan nilai perusahaan, ekspansi pasar, dan pengembangan produk yang lebih efisien.

Dalam mengimplementasikan merger dan akuisisi, perusahaan juga harus memperhatikan aspek hukum dan regulasi yang berlaku. Hal ini termasuk persetujuan dari otoritas yang berwenang, perlindungan terhadap kepentingan pemegang saham, dan perlindungan terhadap hak-hak karyawan. Oleh karena itu, perusahaan perlu melibatkan tim ahli yang kompeten dalam melakukan proses merger dan akuisisi.

Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, perusahaan harus terus berinovasi dan mencari cara untuk meningkatkan performa perusahaan. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan merger dan akuisisi. Namun, perusahaan harus melihat potensi dan manfaat yang dapat diperoleh dari merger dan akuisisi tersebut. Dalam hal ini, perusahaan harus mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kesiapan perusahaan, kondisi pasar, dan kebutuhan perusahaan dalam jangka panjang. Dengan melakukan merger dan akuisisi yang tepat, perusahaan dapat memperkuat posisinya di pasar dan mencapai pertumbuhan yang lebih baik.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

January 10, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
risiko investasi
Saham Pemula

7 Jenis Risiko Investasi Saham yang Perlu Anda Waspadai

by Minsya January 9, 2024
written by Minsya 4 minutes read

Investasi saham adalah salah satu cara untuk menghasilkan pendapatan dan mengembangkan kekayaan dalam jangka panjang. Namun, seperti halnya instrumen investasi lainnya, investasi saham yang memiliki risiko tinggi juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan oleh para investor. Ada 7 risiko investasi saham yang perlu diketahui. Apa saja 7 risiko investasi saham tersebut? Dan bagaimana cara mengatasi risiko investasi saham? Ayo cari tahu lebih lanjut dalam artikel ini!

7 Jenis Risiko Investasi Saham

1. Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas terjadi ketika saham sulit untuk dijual atau dibeli tanpa mempengaruhi harga pasar. Hal ini terjadi karena kurangnya minat dari investor atau keterbatasan likuiditas pada beberapa saham. Dampak dari risiko ini adalah penurunan harga jual. Jika jumlah pembeli terbatas, para investor mungkin harus menjual saham dengan harga yang lebih rendah dari yang diharapkan.

2. Risiko Forced Delisting

Risiko forced delisting adalah situasi di mana perusahaan dipaksa untuk menghapus sahamnya dari bursa. Ada beberapa penyebab risiko forced delisting, seperti kinerja keuangan yang buruk, laporan keuangan yang tidak akurat, dan pelanggaran terhadap peraturan yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia.

3. Risiko Capital Loss

Risiko capital loss adalah kerugian yang dapat terjadi ketika nilai saham turun dari harga beli. Risiko ini terkait dengan fluktuasi saham yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kondisi pasar, kinerja perusahaan, dan berita ekonomi. Risiko capital loss dapat berdampak pada kerugian finansial, nilai portofolio, dan keputusan investasi di masa depan.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

risiko investasi
freepik.com

4. Risiko Pasar (Systematic Risk)

Risiko pasar dalam investasi saham merujuk pada fluktuasi harga saham yang disebabkan oleh perubahan kondisi pasar secara keseluruhan. Risiko ini mempengaruhi seluruh pasar saham karena faktor eksternal dan tidak dapat dihindari. Risiko pasar ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kondisi ekonomi yang fluktuatif, perubahan suku bunga, sentimen investor, dan peristiwa politik. Untuk mengatasi risiko pasar, investor dapat melakukan diversifikasi portofolio dan melakukan investasi jangka panjang.

5. Risiko Tidak Sistematis (Unsystematic Risk)

Selain Capital gain, istilah belajar saham pemula lainnya yang penting untuk dipahami adalah Capital loss. Bila Capital gain adalah keuntungan, maka Capital loss adalah istilaha untuk kerugian. Kerugian yang dialami oleh investor saham ini dikarenakan harga jual saham yang lebih rendah bila dibandingkan dengan harga saham saat kamu membelinya.

6. Risiko Inflasi

Risiko inflasi dalam investasi saham adalah potensi penurunan daya beli akibat kenaikan tingkat inflasi. Inflasi adalah fenomena di mana harga barang dan jasa secara umum meningkat dalam waktu tertentu. Dampak risiko inflasi terhadap investasi saham antara lain penurunan nilai riil, pendapatan dividen, dan kinerja pasar saham.

7. Risiko Kebangkrutan

Risiko kebangkrutan dalam investasi saham adalah potensi perusahaan tidak dapat membayar hutang atau memenuhi kewajiban keuangannya. Risiko ini dapat berdampak negatif pada nilai saham dan berpotensi menyebabkan kehilangan sebagian atau seluruh saham yang diinvestasikan. Risiko kebangkrutan dapat disebabkan oleh kinerja perusahaan yang buruk, manajemen perusahaan yang tidak efisien, hutang berlebihan, atau persaingan industri.

Cara Mengatasi Risiko dalam Investasi Saham

Risiko selalu ada dalam investasi saham, oleh karena itu ada beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh investor untuk mengelola risiko dan membuat keputusan investasi yang tepat. Berikut adalah beberapa cara mengatasi risiko investasi saham!

1. Ketahui Profil Risiko
Dalam melakukan investasi saham, investor harus mengetahui profil risiko mereka terlebih dahulu. Dengan mengetahui profil risiko, investor dapat menentukan apakah saham yang dipilih untuk diinvestasikan sesuai dengan profil risiko mereka. Ada 3 kategori profil risiko, yaitu konservatif, moderat, dan agresif. Profil risiko konservatif mengutamakan kestabilan dan keamanan dana, profil risiko moderat memiliki tingkat toleransi risiko yang setara antara keuntungan dan kerugian, dan profil risiko agresif cenderung mengambil risiko tinggi dalam berinvestasi.

2. Diversifikasi Portofolio
Diversifikasi adalah strategi kunci dalam mengurangi risiko investasi saham. Diversifikasi melibatkan penyebaran investasi di berbagai saham atau aset yang berbeda. Dengan cara ini, jika salah satu investasi mengalami penurunan nilai, potensi kerugian keseluruhan portofolio akan lebih rendah. Investor dapat melakukan investasi di berbagai industri yang berbeda, memiliki kombinasi saham, obligasi, dan instrumen investasi lainnya dalam portofolio mereka.

3. Penelitian Mendalam
Penelitian mendalam merupakan kunci untuk membuat keputusan investasi yang lebih baik dan tepat. Lakukan riset menyeluruh tentang perusahaan atau saham yang akan dibeli. Tinjau laporan keuangan, lakukan analisis fundamental, dan ikuti berita terkini yang dapat mempengaruhi harga saham. Melakukan penelitian mendalam sebelum berinvestasi dapat membantu investor menghindari potensi jebakan dan mengelola risiko dengan lebih baik.

Investasi saham memiliki potensi keuntungan yang besar, tetapi juga memiliki risiko yang tinggi (high risk high return). Dengan memahami jenis risiko, penyebabnya, dan cara mengatasinya, investor dapat membuat keputusan investasi yang tepat. Jadi, jangan takut untuk berinvestasi saham, namun tetaplah waspada dan bijak dalam mengelola risiko!

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

January 9, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
saham syariah
Saham Pemula

Mengapa Saham Syariah Adalah Pilihan Terbaik untuk Memulai Investasi?

by Minsya January 8, 2024
written by Minsya 3 minutes read

Saham syariah telah menjadi topik yang semakin populer di kalangan investor dan pemula dalam beberapa tahun terakhir. Dalam era keuangan yang semakin kompleks, pemahaman tentang saham syariah dapat memberikan pemula dengan pengetahuan yang penting untuk memulai perjalanan investasi mereka. Artikel ini akan membahas mengapa hal ini penting untuk diketahui oleh pemula dan bagaimana hal itu dapat membantu mereka dalam mencapai tujuan keuangan mereka.

1. Prinsip-prinsip Syariah

Prinsip utama saham syariah adalah mengikuti prinsip-prinsip syariah Islam. Dalam investasi ini, perusahaan yang terlibat dalam industri yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, seperti perjudian, alkohol, atau riba, dihindari. Prinsip-prinsip ini bertujuan untuk memastikan bahwa investasi dilakukan dengan cara yang sesuai dengan keyakinan dan nilai-nilai agama Islam. Bagi pemula yang memiliki keyakinan agama yang kuat, saham ini dapat menjadi pilihan yang cocok untuk berinvestasi.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

saham syariah
freepik.com

2. Potensi Pertumbuhan Saham Syariah

Saham syariah telah menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pasar saham syariah telah berkembang dengan pesat di banyak negara, termasuk Indonesia. Dalam beberapa kasus, investasi ini telah mengungguli saham konvensional dalam hal kinerja dan imbal hasil. Bagi pemula yang ingin memulai investasi dengan risiko yang lebih rendah, ini dapat menjadi pilihan yang menarik.

3. Pemahaman tentang Industri Syariah

Investasi dalam saham syariah membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang industri syariah dan perusahaan yang terlibat di dalamnya. Pemula perlu memahami prinsip-prinsip syariah dan bagaimana mereka diterapkan dalam konteks investasi. Artikel ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang industri syariah dan bagaimana pemula dapat memilih saham ini yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan mereka.

4. Diversifikasi Portofolio

Investasi ini dapat memberikan diversifikasi portofolio yang penting bagi pemula. Diversifikasi adalah strategi yang digunakan untuk mengurangi risiko dengan mengalokasikan investasi ke berbagai aset yang berbeda. Dalam hal ini, dapat menjadi salah satu komponen penting dalam portofolio investasi pemula. Artikel ini dapat memberikan pemahaman tentang bagaimana saham jenis syariah dapat digunakan untuk diversifikasi portofolio dan mengurangi risiko investasi.

5. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

Saham syariah juga mempertimbangkan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Prinsip-prinsip syariah juga mencakup aspek-aspek seperti keadilan sosial, perlindungan lingkungan, dan kontribusi positif terhadap masyarakat. Dalam artikel ini, pemula dapat mempelajari bagaimana saham jenis ini dapat membantu mereka berinvestasi dalam perusahaan yang mempertimbangkan aspek-aspek ini.

6. Kesempatan Belajar

Investasi dalam saham ini juga memberikan kesempatan belajar yang berharga bagi pemula. Dalam artikel ini, pemula dapat mempelajari tentang berbagai konsep dan strategi investasi yang terkait dengan saham kategori syariah. Mereka juga dapat mempelajari bagaimana menganalisis perusahaan dan memilih saham syariah yang potensial. Kesempatan belajar ini dapat membantu pemula dalam memahami pasar keuangan secara lebih baik dan meningkatkan kemampuan mereka dalam mengambil keputusan investasi yang bijaksana.

Kesimpulan

Saham syariah adalah topik yang krusial untuk dikuasai oleh para pemula di dunia investasi. Dengan memahami prinsip-prinsip syariah, para pemula dapat memilih saham yang sejalan dengan keyakinan dan nilai-nilai agama mereka, menciptakan portofolio yang sesuai dengan pandangan hidup mereka. Investasi dalam saham kategori syariah bukan hanya tentang mencapai pertumbuhan finansial yang menarik, tetapi juga melibatkan aspek sosial dan lingkungan perusahaan. Saham syariah mempromosikan investasi yang memperhatikan tanggung jawab sosial, mengedepankan prinsip-prinsip etika Islam, serta menciptakan dampak positif dalam masyarakat.

Bagi para pemula yang ingin memulai perjalanan investasi mereka, pemahaman tentang saham kategori syariah adalah langkah kunci. Ini bukan hanya tentang mencapai keuntungan finansial, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang dengan menciptakan portofolio yang tidak hanya sejalan dengan nilai-nilai pribadi, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan dan keadilan dalam lingkungan bisnis. Dengan demikian, memahami konsep dan prinsip-prinsip saham syariah akan membuka pintu bagi pemula untuk meraih keberhasilan dan dampak positif dalam perjalanan investasi mereka.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

January 8, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Sideways
Pojok Komunitas

Sideways: 7 Penyebab Pasar Saham Bergerak Datar

by Minsya January 7, 2024
written by Minsya 4 minutes read

Pasar saham merupakan arena dinamis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Salah satu fenomena yang sering terjadi di pasar saham adalah pergerakan sideways atau pergerakan mendatar yang tampaknya stagnan. Fenomena ini dapat membingungkan bagi para investor dan trader yang mencoba memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi di pasar. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan beberapa penyebab umum dari pergerakan sideways di pasar saham dan dampaknya.

7 Penyebab Pasar Saham Bergerak Sideways

1. Ketidakpastian Ekonomi dan Politik

Salah satu penyebab utama pergerakan sideways di pasar saham adalah ketidakpastian ekonomi dan politik. Ketidakpastian ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti ketidakpastian terkait kebijakan pemerintah, isu geopolitik, atau ketidakpastian ekonomi global. Para investor cenderung bersikap hati-hati dan menahan diri dari melakukan keputusan besar selama periode ketidakpastian ini, menyebabkan pasar bergerak secara mendatar.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Sideways
freepik.com

2. Kondisi Ekonomi Stagnan

Ketika ekonomi suatu negara atau wilayah mengalami stagnasi atau pertumbuhan yang lambat, pasar saham cenderung bergerak secara mendatar. Kurangnya dorongan positif untuk pertumbuhan ekonomi membuat perusahaan kurang mampu meningkatkan kinerja keuangan mereka, yang pada gilirannya membatasi potensi pertumbuhan nilai saham.

3. Daya Beli Masyarakat Turun

Saat kondisi ekonomi mengalami stagnasi, daya beli masyarakat cenderung menurun. Pelaku pasar, termasuk konsumen, menjadi kurang optimis tentang peluang investasi atau pertumbuhan karier, sehingga mereka cenderung menahan pengeluaran. Hal ini dapat menghasilkan pergerakan sideways di pasar saham karena kurangnya dorongan konsumen untuk berpartisipasi secara aktif di pasar.

4. Overbought atau Oversold Conditions

Pergerakan sideways dapat disebabkan oleh kondisi pasar yang overbought atau oversold. Overbought terjadi ketika banyak investor membeli saham secara berlebihan, sedangkan oversold terjadi ketika banyak investor menjual saham secara berlebihan. Kondisi ini dapat menyebabkan pasar saham bergerak sideways karena tidak ada arah yang jelas yang diambil oleh pembeli dan penjual.

5. Konsolidasi Pasar

Periode konsolidasi pasar adalah saat di mana harga saham berkisar dalam kisaran tertentu setelah mengalami tren naik atau turun. Ini bisa terjadi karena para pelaku pasar sedang menunggu sinyal yang jelas atau perkembangan eksternal yang dapat memengaruhi harga saham. Konsolidasi pasar dapat menjadi waktu di mana investor bersiap-siap untuk pergerakan selanjutnya setelah periode volatilitas.

6. Ekspektasi Tinggi yang Tidak Terpenuhi

Kadang-kadang, pergerakan sideways dapat disebabkan oleh ketidaksesuaian antara ekspektasi investor dan kenyataan pasar. Jika ekspektasi terlalu tinggi dan tidak terpenuhi, para investor mungkin kecewa dan cenderung mempertahankan posisi mereka daripada melakukan perdagangan aktif.

7. Kurangnya Sentimen Pasar

Sentimen pasar memainkan peran penting dalam menggerakkan harga saham. Ketika tidak ada sentimen yang jelas atau ketika sentimen pasar cenderung netral, pasar saham dapat bergerak secara mendatar. Hal ini terjadi ketika para investor tidak yakin arah mana pasar akan bergerak, sehingga mereka cenderung untuk menjaga posisi daripada mengambil risiko yang besar.

Kesimpulan

Pergerakan sideways dalam pasar saham seringkali menjadi ujian bagi para investor, memerlukan ketenangan dan pertimbangan strategi yang matang. Dalam menghadapi kondisi ini, para investor perlu tetap fokus pada rencana investasi mereka sambil tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar yang mungkin terjadi.

Pentingnya mempertimbangkan strategi investasi menjadi semakin nyata di tengah perubahan pasar yang bisa terjadi tanpa peringatan. Investor yang memahami penyebab dari pergerakan sideways dapat lebih siap menghadapi dinamika pasar dan membuat keputusan yang lebih baik. Oleh karena itu, pengetahuan mendalam tentang faktor-faktor ekonomi, politik, dan sentimen pasar menjadi kunci dalam menghadapi pergerakan sideways.

Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, investor dapat mengidentifikasi potensi peluang atau risiko yang mungkin muncul selama periode pergerakan sideways. Analisis ekonomi membantu mereka memahami dampak kondisi ekonomi saat ini terhadap saham-saham tertentu, sedangkan pemahaman terhadap faktor politik dapat mengungkapkan potensi pengaruh kebijakan pemerintah terhadap pasar. Sementara itu, memantau sentimen pasar memberikan wawasan tentang bagaimana para pelaku pasar merespons kondisi tertentu.

Pentingnya tetap mengikuti berita dan perkembangan terkini menjadi kunci dalam menghadapi pergerakan sideways. Informasi aktual membantu investor mengadaptasi strategi mereka sejalan dengan perubahan kondisi pasar, sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang lebih tepat waktu dan terinformasi. Dalam situasi ini, kebijakan “wait and see” bisa menjadi pilihan bijak, dengan memantau perubahan pasar sebelum mengambil langkah investasi selanjutnya.

Kesabaran dan kesiapan untuk beradaptasi menjadi sifat-sifat yang sangat dihargai dalam menghadapi pergerakan sideways. Bagi investor yang dapat mempertahankan fokus dan tetap tenang di tengah ketidakpastian, pergerakan sideways dapat dianggap sebagai peluang untuk merencanakan dan mempersiapkan strategi lebih lanjut.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

Achmad Abdul Arifin: Seorang Trader Saham Syariah yang Mempunyai Motto "Menjadi Tak Terlihat dan Melampauinya"

January 7, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
trading saham
Pojok Komunitas

Trading Saham: 5 Tips Mengatasi Stress Akibat Cut Loss

by Minsya January 6, 2024
written by Minsya 3 minutes read

Trading saham adalah kegiatan yang penuh tantangan dan seringkali memunculkan tingkat stres yang tinggi. Ketika menghadapi kerugian, para trader sering merasa stres dan cemas, yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mental mereka. Bagaimana cara mengatasi stres akibat cut loss dalam trading saham? Artikel ini akan membahas beberapa strategi yang dapat membantu para trader menjaga kesejahteraan mental mereka.

Mengatasi Stress Akibat Cut Loss dalam Trading Saham

1. Kenali dan Terima Emosi

Langkah pertama untuk mengatasi stres akibat cut loss dalam trading saham adalah dengan mengenali dan menerima emosi yang muncul. Ketika mengalami kerugian, mungkin timbul perasaan frustasi, marah, atau kecewa. Penting untuk tidak menekan atau mengabaikan emosi tersebut. Alihkan fokus untuk memahami dan menerima emosi sebagai bagian alami dari proses trading. Ini membantu mengurangi tekanan psikologis dan memungkinkan pikiran lebih jernih.

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

trading saham
freepik.com

2. Buat Rencana Trading yang Terukur

Satu cara untuk mengurangi stres dalam trading saham adalah dengan memiliki rencana yang terukur sebelumnya. Rencana trading yang baik mencakup strategi masuk dan keluar pasar, level risiko yang dapat diterima, dan tujuan keuntungan yang realistis. Dengan memiliki rencana yang terstruktur, trader dapat mengurangi ketidakpastian dan merasa lebih kontrol terhadap situasi, mengurangi stres yang muncul akibat keputusan impulsif. Ada istilah menarik yaitu “Pain Tolerance”, yaitu trading menggunakan nominal modal yang jika rugi, kamu tidak akan menyesalinya.

3. Manajemen Risiko yang Bijak

Manajemen risiko adalah kunci penting dalam trading saham. Para trader harus memahami betul seberapa besar risiko yang mereka ambil pada setiap transaksi. Menggunakan ukuran posisi yang sesuai dengan toleransi risiko dan menggunakan stop-loss adalah langkah-langkah praktis untuk menghindari kerugian besar. Dengan manajemen risiko yang baik, trader dapat merasa lebih percaya diri dan mengurangi tingkat stres yang timbul saat menghadapi kerugian.

4. Jangan Menganggap Kerugian sebagai Kegagalan

Penting untuk memahami bahwa kerugian adalah bagian alami dari trading saham. Jangan menganggap setiap kerugian sebagai kegagalan pribadi. Sebaliknya, gunakan setiap pengalaman sebagai pelajaran untuk meningkatkan strategi trading Anda. Melihat kerugian sebagai kesempatan untuk belajar dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kematangan emosional sebagai seorang trader. Namun jika sudah terjun dalam waktu lama dan masih mengalami cut loss yang konsisten, perlu dilakukan evaluasi terkait kesalahan apa yang sering dialami.

5. Istirahat dan Relaksasi Mental

Ketika stres menumpuk, penting untuk memberi diri Anda waktu untuk istirahat dan melepaskan tekanan. Aktivitas fisik seperti berolahraga dapat membantu melepaskan endorfin, yang dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres. Selain itu, praktik meditasi dan relaksasi juga dapat membantu menjaga keseimbangan mental. Sebagai seorang Muslim, kita juga bisa mengikuti kajian-kajian yang menenangkan terkait proses menjalani hidup. Relaksasi mental melalui kegiatan yang menyenangkan di luar trading saham dapat membantu mengurangi tingkat stres dan membangun kembali energi positif.

Kesimpulan

Trading saham bukan hanya sekadar aktivitas keuangan, melainkan juga sebuah tantangan emosional yang membutuhkan keterampilan khusus. Terutama ketika dihadapkan pada situasi kerugian, seorang trader harus mampu mengelola stres dengan bijak. Mampu mengenali dan mengatasi tekanan emosional menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan mental para trader.

Perencanaan menjadi landasan pertama dalam menghadapi tantangan ini. Trader yang memiliki perencanaan yang matang akan lebih siap menghadapi gejolak pasar. Selain itu, manajemen risiko yang bijak juga menjadi senjata ampuh. Dengan mengatur seberapa besar risiko yang siap diambil, seorang trader dapat mengontrol dampak kerugian pada portofolionya.

Pendekatan positif terhadap kerugian juga memegang peran penting. Sebaliknya, melihat kerugian sebagai pembelajaran dan peluang untuk memperbaiki strategi trading dapat membantu trader mengatasi tekanan emosional. Mengubah pandangan terhadap kerugian menjadi sebuah langkah menuju pertumbuhan akan menciptakan sikap mental yang lebih tenang dan percaya diri.

Selain itu, kesehatan mental juga sangat dipengaruhi oleh keberlanjutan aktivitas sehari-hari. Jangan lupakan pentingnya istirahat dan relaksasi. Sesekali, trader perlu melepaskan diri dari layar monitor dan melakukan kegiatan yang menyenangkan untuk mengembalikan energi dan menjaga keseimbangan mental. Tanpa keseimbangan ini, risiko burnout dan penurunan performa bisa meningkat.

Dalam dunia trading yang dinamis dan penuh tekanan, menjaga kesehatan mental bukanlah hal yang sepele. Itu adalah investasi jangka panjang yang akan membantu trader bertahan dan berkembang dalam menghadapi segala tantangan yang ada.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

Achmad Abdul Arifin: Seorang Trader Saham Syariah yang Mempunyai Motto "Menjadi Tak Terlihat dan Melampauinya"

January 6, 2024 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
ristorante
Pojok Komunitas

Ristorante: Inovasi PZZA Strategi Membendung Seruan Boikot 2024?

by Minsya January 5, 2024
written by Minsya 5 minutes read

Belum lama ini masyarakat dikejutkan oleh perubahan nama Pizza Hut, menjadi Ristorante. Perubahan nama ini terkesan mendadak di tengah merebaknya seruan boikot terhadap PZZA. Lantaran PZZA diduga terafiliasi dengan Israel dan sekutunya. Lantas apa maksud perubahan nama menjadi Ristorante? Sebuah inovasi atau sebagai strategi untuk membendung seruan boikot?

PZZA Diduga Terafiliasi Israel

Dalam empat tahun terakhir, nampaknya bukan tahun yang membawa keberuntungan bagi PZZA. Setelah pemerintah merubah status pandemic, menjadi endemic sejak diterbitkannya Keppres Nomor 17 Tahun 2023 pada bulan Juni 2023. Imbas positifnya cukup terasa, di mana beberapa industri yang terdampak secara langsung, mulai berbenah diri. Salah satu yang terdampak dari industri food and beverages adalah PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA).

Namun, nasib malang tidak dapat dihindari. Di tengah upayanya bangkit, kini PZZA justru dibebani dengan semakin maraknya seruan boikot. Pasalnya PZZA diduga terafiliasi Israel, sehingga mendukung agresi militer terus terjadi di Gaza sampai sekarang.

Tidak hanya, dibebani dengan seruan boikot. Harga saham PZZA juga nampak terpukul, karena berada dalam tren bearish. Sehingga harga saham PZZA menyentuh level 368 – 374an, menjadi harga terendahnya sepanjang listing di BEI.

RTI Bussiness

Ristorante: Inovasi PZZA Sasar Gen Z dan Milenial

ristorante

Cukup mengejutkan masyarakat, lewat akun Instagram resminya PZZA mengumumkan pembukaan gerai terbarunya. Mengusung konsep terbarunya ‘Ristorante’, tercatat saat ini ada 21 cabang Pizza Hut berubah menjadi Ristorante. Cabang-cabang tersebut terdapat di kota Jakarta, Tangerang, Bekasi, Surabaya, Malang, Makassar, dan Padang.

PZZA mengklaim, konsep Ristorante ini akan fokus menargetkan Gen Z dan milenial. Dengan menawarkan menu-menu teranyar yang berbeda dari Pizza Hut biasa. Antara lain Bifuteki steak, Pasta con Bistecca, Quattro Formaggi pizza, Panna cotta, Salmon/Chicken Caesar Salad, and Margherita Pizza. Yang mana menu-menu itu telah menyesuaikan cita rasa dengan lidah Indonesia.

Dengan konsep Ristorante itu, maka secara tidak langsung turut mengubah desain gerai, menjadi lebih unik. Sehingga suasananya pun berbeda dengan Pizza Hut sebelumnya.

Boy Ardhitya Lukito – Selaku Direktur Operasional mengungkapkan bahwa Ristorante merupakan manifestasi dari inovasi lokal. Ide ini diluncurkan langsung oleh Pizza Hut Indonesia, dengan konsep dari dan untuk masyarakat Indonesia.

Berkenaan dengan perubahan inovasi PZZA, dari Pizza Hut menjadi Ristorante. Tentu memicu berbagai pertanyaan, apakah langkah PZZA ini murni sebagai bentuk inovasi perusahaan, agar kinerja kembali terdongkrak? Atau memang ada kaitannya dengan seruan boikot yang belakangan semakin gencar?

Baca Juga : 10 Istilah Saham untuk Pemula yang Wajib Kamu Ketahui

Nah menanggapi itu. Boy Ardhitya Lukito pun angkat bicara.

kumparan.com

Berdasarkan ungkapan Direktur Operasional PZZA tersebut, nampak bahwa benar adanya PZZA terdampak secara langsung. Yang membuatnya mengalami penurunan kinerja perusahaan. Akibatnya harga saham PZZA dalam tren bearish sampai sekarang ini.

Tentu pernyataan tersebut, menguatkan bahwa berubahnya 21 cabang PZZA menjadi Ristorante, memang dipicu oleh merebaknya seruan boikot atas produk-produk yang diduga terafiliasi Israel.

Berita Saham Syariah

Strategi Dividen Saham Syariah: Membedah Aksi Korporasi DRMA, KEJU, hingga BTPS

April 28, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Analisis Saham Syariah: Ekspansi Strategis BUVA hingga Langkah Global MSIN di Bursa...

April 28, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

MSCI INDONESIA: Menakar Respons MSCI terhadap Reformasi Transparansi

April 21, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Analisis Saham Syariah: Ketegasan BEI Terhadap Delisting hingga Guyuran Dividen Jumbo ADMR

April 20, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Analisis Saham Syariah: Banjir Dividen LPPF hingga Strategi WMUU Hadapi Rights Issue

April 17, 2026 0 comments
Berita Saham Syariah

Investasi Saham Syariah: Aksi Buyback ASLC hingga Guyuran Dividen Cimory Rp793 Miliar

April 13, 2026 0 comments

Tantangan-tantangan yang Dihadapi PZZA dan Kondisi Keuangan PZZA

Periode tahun 2020 – 2023 mungkin menjadi tahun-tahun terberat, bagi PZZA yang sudah IPO pada tahun 2018 ini. Berakhirnya pandemic Covid19, menjadi Endemic rupanya tidak serta merta membangkitkan kembali kinerja keuangannya.

Lantaran kini, PZZA semakin terbebani dengan gencarnya seruan boikot atas produk-produk yang diduga terafiliasi Israel.

Hal ini, tentu berdampak pada kinerja keuangannya dari segi bottomline dan earning per share yang masih sulit menunjukan pemulihan.

Net Profit dan EPS PZZA yang masih minus. Source: Cheat Sheet Kuartal III-2023 by RK Team

Jika dilihat lebih deep, maka per kuartal III-2023 PZZA masih membukukan rugi sebesar Rp52 miliar Annualized.

Turunnya Net Profit PZZA tersebut, dipicu oleh membengkaknya beberapa beban di bawah ini:

Yang menunjukkan pada kuartal III-2023 ini, PZZA masih belum menunjukkan perbaikan kinerja. Justru sebaliknya beban yang ada semakin membengkak.

Meskipun, PZZA masih mencatatkan kenaikan pendapatan sekitar 4.56% YoY, menjadi Rp2.75 triliun di kuartal III-2023, sedikit lebih tinggi dari Rp2.63 triliun di kuartal III-2022. Nyatanya kenaikan pendapatan ini, belum bisa mendongkrak pertumbuhan laba PZZA.

Tidak heran, jika kemudian PZZA memutuskan melakukan inovasi. Agar bisa memperbaiki kinerja dari sisi keuangan. Tentunya dengan optimisme, bahwa kinerja dapat mencapai target yang diinginkan, yakni kembalinya ke performance keuangan tahun 2019.

Jurus Lain PZZA Agar Tetap Eksis

Berdasarkan public expose PZZA, perusahaan berhasil melakukan penambahan gerai baru sebanyak 75 unit pada tahun 2022. Di waktu yang sama, PZZA juga memangkas outlet-outlet lama yang dirasa sulit untuk menghasilkan laba.

Strategi selanjutnya di sepanjang tahun 2023 adalah bagaimana cara perusahaan mampu mendorong peningkatan kinerja dari masing-masing outlet PZZA tersebut. Khususnya bagi gerai-gerai yang dibuka pada tahun 2022.

Namun dengan hasil yang belum mencapai targetnya, maka di tahun 2024 ini. Nampaknya PZZA akan kembali melanjutkan strategi yang sama. Agar gerai yang sudah dibuka tersebut mampu mencetak pertumbuhan laba. Baik itu dengan cara memaksimalkan sales atau bahkan menekan beban hutang bank yang sudah cukup tinggi. Saat ini tercatat PZZA peningkatan beban keuangan yang cukup signifikan dari periode yang sama di tahun 2022 sebesar 52%.

Kesimpulan

Ya, Ristorante bisa menjadi jawaban bagi kita, bahwa PZZA memang sedang berupaya mengembalikan ‘eksistensinya’ dan mempertahankan pangsa pasarnya. Di tengah seruan boikot atas produk-produk diduga terafiliasi Israel.

Hanya saja, untuk bisa memulihkan kinerjanya, PZZA tidak bisa melakukannya secara instan. Bisa jadi dampak seruan boikot, semakin terlihat pada laporan keuangan PZZA di kuartal IV-2023 mendatang.

Tidak hanya itu, dari kinerjanya secara bottom line, saat ini PZZA menjadi tidak terlalu menarik untuk diinvestasikan. Adapun nilai PER dari PZZA di -21x dan PBV di level 0.99x, dengan ROE sebesar -4.61%.

Menurut teman-teman investor, apakah PZZA mampu mengembalikan laba yang hilang dalam beberapa tahun terakhir?

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

rivan kurniawan
January 5, 2024 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG