Skip to content
Saham Syariah Indonesia
Banner
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG
Home - Berita Saham Syariah - Page 8
Category:

Berita Saham Syariah

bank syariah
Berita Saham Syariah

Eksistensi Bank Syariah di Pasar Modal Indonesia

by Minsya April 11, 2022
written by Minsya 4 minutes read

Bank Syariah

Pada akhir tahun 2020, masyarakat ramai dengan pemberitahuan mengenai berita aksi korporasi yang akan dilakukan oleh tiga bank umum syariah (BUS) milik BUMN. Keberadaan bank-bank syariah tersebut membuktikan bahwa pemerintah hadir dalam rangka pelayanan keuangan syariah dalam ranah perbankan. Dengan adanya konsolidasi tersebut semakin membuktikan bahwa keuangan syariah dalam sektor perbankan semakin dapat bersaing dengan perbankan konvensional.

Lalu datangnya bank syariah digital juga turut meramaikan bisnis perbankan syariah serta diharapkan dapat mendorong edukasi mengenai keuangan syariah kepada masyarakat lebih luas lagi. Beberapa bank syariah digital yang dalam beberapa tahun belakangan hadir dan cukup familiar di sekitar kita diantaranya adalah Bank Aladin Syariah, Bank Hijra dan yang terbaru Bank Jago Syariah.

Selama ini masyarakat sudah cukup familiar dengan kehadiran Bank Muamalat sebagai pelopor keberadaan bank syariah di Indonesia. Sejalan dengan perkembangan dari perbankan syariah, hadirnya Bank Syariah Indonesia sebagai BUS terbesar dan banyaknya bank syariah digital semakin membuktikan bahwa industri perbankan syariah semakin diminati sebagai sarana bertransaksi dan sarana refleksi atas kesadaran dalam melaksanakan syariat Islam dalam ekonomi syariah.

Pada perjalanannya, perbankan syariah sudah berkembang pesat terutama dalam segi bisnis dan peluang. Perkembangan teknologi keuangan juga turut hadir dalam mengembangkan transaksi keuangan yang lebih efisien. Tak hanya menawarkan efisien, kini perbankan syariah juga menggunakan berbagai strategi pemasaran yang sangat dekat dengan kaum muda masa kini. Inilah sisi lain dari perbankan syariah yang tak hanya sebagai sarana penyimpanan dan pembiayaan, tapi sebagai dakwah bil ‘amaliyah.

Emiten di Bursa Efek Indonesia

Dalam lingkup pasar modal, terdapat beberapa perbankan syariah yang sudah listing pada lantai bursa dan patut untuk diketahui keberadaannya. beberapa perbankan syariah berikut merupakan perbankan dengan kinerja yang cukup baik. Pertama adalah PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS). Bank Panin Syariah adalah BUS pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia (IDX). Kehadiran Bank Panin Syariah menjadi sinyal positif bahwa perbankan syariah semakin siap untuk mencari alternatif pendanaan guna operasional perusahaan dan berbagai tujuan perusahaan lainnya.

Kemudian adalah PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS). Sejak didirikan pada tahun 2010, BTPN Syariah telah masuk dan menjangkau segmen yang belum disentuh oleh sektor perbankan, yaitu segmen produktif yang kurang mampu (dalam hal ini adalah perempuan). Dengan maksud untuk memberikan kegiatan pemberdayaan dan literasi keuangan bagi perempuan di Indonesia. BTPN Syariah menyediakan akses, produk dan layanan perbankan dalam prinsip-prinsip syariah bagi mereka untuk menegaskan niat untuk mewujudkan aspirasi guna kehidupan yang lebih baik. Pada tanggal 8 Mei 2018 resmi melantai di bursa dan menjadi emiten perbankan syariah yang ada di lantai bursa setelah Bank Panin Syariah.

Baca Juga : Mengenal Aksi Korporasi Perusahaan Terbuka

bank syariah

Pada urutan ketiga terdapat PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau yang biasa disebut dengan BSI. BSI merupakan hasil konsolidasi dari tiga bank umum syariah milik BUMN, yaitu Bank Syariah Mandiri, Bank BRI Syariah dan Bank BNI Syariah. Mulanya, BSI yang masih bernama Bank BRI Syariah (BRIS) resmi melantai di bursa pada tanggal 9 Mei 2018. Kabar melantainya saham BRIS sempat ramai di pemberitaan mengenai Ustadz Yusuf Mansur yang memborong sejumlah saham BRIS sehingga semakin banyak masyarakat yang berhasrat untuk membeli saham dari bank syariah tersebut.

Terakhir yaitu Bank Aladin Syariah (BANK). PT Bank Aladin Syariah Tbk didirikan pada tanggal 16 September 1994 dengan nama PT Bank Maybank Nusa International sebagai bank joint venture antara Malaysia dan Indonesia. Perusahaan ini telah mengalami beberapa perubahan nama sejalan dengan perubahan kepemilikan saham. Pada tahun 2019 lalu, emiten ini berubah nama menjadi PT Bank Net Indonesia Syariah yang bergerak di bidang BUS valuta asing. Per 31 Juli 2020, Dan saat ini, Bank Aladin Syariah memiliki 28 karyawan.

IPO Bank Syariah

Informasi terbaru, terdapat salah satu bank pembangunan daerah syariah yang akan melakukan IPO pada semester kedua tahun ini, yaitu Bank BJB Syariah. Kabar ini menjadi kabar baik dimana semakin banyak bank syariah yang mencari alternatif permodalan perusahaan dengan melantai di bursa efek.

Saat ini, masyarakat umum bisa membeli saham perbankan syariah ataupun saham pada sektor lainnya melalui platform perdagangan efek. PT Henan Putihrai Sekuritas (HP Sekuritas) adalah perusahaan perdagangan efek terdepan dalam transaksi online trading syariah. HP Sekuritas mengeluarkan produk unggulan berupa HPX Syariah yang memfasilitasi berbagai kebutuhan investasi syariah Anda. Dalam HPX Syariah tersedia berbagai fitur sedekah, zakat dan wakaf saham yang tersedia dalam satu aplikasi.  PT Henan Putihrai Sekuritas bekerjasama dengan berbagai stakeholder yang siap dalam mendistribusikan hasil dari sedekah, zakat dan wakaf saham, yaitu BAZNAS RI dan Global Wakaf.

HP Sekuritas memiliki produk unggulan berupa BERKAH (Berinvestasi Sambil Sedekah), dimana produk ini memfasilitasi nasabah yang hendak bersedekah dan menunaikan zakatnya dengan saham. Selain produk sedekah saham, HPX Syariah juga menyediakan produk lain berupa zakat saham yang disalurkan pada program ZCD (Zakat Community Development) BAZNAS RI. Lalu tersedia juga wakaf saham yang bekerjasama dengan Global Wakaf dalam penyaluran wakaf produktif ke seluruh Indonesia.  Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, kamu dapat mengunjungi laman HP Sekuritas.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

April 11, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
saham syariah
Berita Saham Syariah

Bijak Dalam Memilih Saham Syariah

by Minsya March 30, 2022
written by Minsya 5 minutes read

Memilih Saham Syariah

Dalam mengambil suatu tindakan, kita selalu dipertemukan dengan berbagai pilihan. Teringat kalimat bijak yang dikatakan oleh Nicholas Cage bahwa “Hidup adalah pilihan atau pilihan akan menentukan hidup.” Dalam menentukan pilihanpun, tentu kita mengharapkan pilihan yang terbaik. Karena pilihan kita akan menentukan bagaimana kehidupan kita selanjutnya. Berusaha semaksimal mungkin untuk berhati-hati dalam memilih agar tidak menyesal atas pilihan kita di kemudian hari.

Begitu juga dengan investasi. Terlebih, jika kita berencana untuk menginvestasikan harta kita dalam jangka panjang. Andaikata kita tidak hati-hati dalam menentukan pilihan, besar kemungkinan segala resiko yang tidak kita inginkan akan terjadi. Beruntunglah, kehadiran pasar modal mempermudah calon investor, sebagai langkah awal untuk memilih instrumen mana yang akan dipilih. Mengingat kinerja pasar modal ini diawasi oleh lembaga negara yang secara khusus dibentuk untuk mengawasi sektor keuangan di Indonesia termasuk di pasar modal yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain OJK, terdapat lembaga Bursa Efek Indonesia (BEI) yang juga melakukan pemantauan terhadap kinerja di pasar modal. Itu artinya, investor dapat berinvestasi dengan tenang dan aman. Calon investor yang khawatir atas investasi bodong pun tidak perlu ragu untuk memilih instrumen yang terdapat dalam pasar modal. Karena dalam operasionalnya terdapat lembaga yang melakukan pengawasan terhadap kinerja pasar modal dan jelas perlindungan hukumnya. Setelah mengetahui keamanan dan pengawasan dalam pasar modal syariah, para investor tidak perlu ragu untuk memilih instrumen di pasar modal untuk berinvestasi.

Jika calon investor memutuskan untuk berinvestasi di saham syariah, terdapat beberapa tips yang dapat dilakukan dalam memilih saham syariah. Diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Pilih saham yang termasuk dalam DES

Langkah awal untuk memilih saham syariah adalah dengan melihat Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK. Saham-saham yang terdapat dalam DES bukanlah saham biasa. Saham-saham tersebut mempunyai keunggulan yang tidak dimiliki oleh saham-saham pada umumnya. Saham-saham yang masuk kedalam DES ini merupakan saham yang dalam operasionalnya berdasarkan prinsip syariah.

Kehalalannya saham syariah yang masuk dalam DES teruji karena sebelum masuk ke DES ini, emiten yang menerbitkan saham tersebut melalui proses seleksi screening atau penyaringan. Seleksi tersebut dilakukan untuk memastikan apakah saham yang diterbitkan oleh emiten tersebut memenuhi kriteria efek syariah atau tidak.

2. Lihat indeks saham syariah di BEI

Setelah kita memilih saham di DES, kita bisa melihat beberapa indeks yang terdapat dalam laman resmi idxchannel.com. Berbagai indeks tersebut menyajikan daftar saham syariah. Indeks saham di BEI ini merupakan pengelompokkan saham berdasarkan kriteria tertentu dan dievaluasi secara berkala. Pada saat ini, terdapat empat indeks saham syariah diantaranya adalah Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index (JII), Jakarta Islamic Index 70 (JII70) dan IDX-MES BUMN 17.

3. Track Record

Berinvestasi dengan perbanyak cari informasi mengenai investasi khususnya investasi saham, bukan karena sekedar mengikuti tren apalagi sekedar memilih saham yang diiklankan tanpa melakukan analisa terlebih dahulu. Dalam memilih saham, sebaiknya kita lakukan check track record terlebih dahulu. Track record adalah jejak rekaman selama berdagang di pasar bursa. Untuk melakukan track record ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode fundamental.

Dengan melakukan analisa fundamental, kita akan mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan kinerja perusahaan seperti pendapatan, laporan keuangan dan lain sebagainya. Analisis fundamental ini perlu dilakukan karena kinerja perusahaan sangat berpengaruh pada saham syariah.

Selain melakukan analisa fundamental, sebaiknya calon investor juga melakukan analisa teknikal dalam memilih saham. Dengan analis teknikal, kita akan mengetahui histori harga saham. Analisis teknikal ini membantu untuk memperkirakan arah pergerakan harga saham. Selain menganalisa fundamental dan teknikal, tidak lupa untuk memastikan bahwa saham yang akan dipilih tidak mempunyai catatan buruk di BEI.

saham syariah

Baca Juga : Menghindari Risiko Saham Syariah Dengan Analisa

4. Pilih harga saham yang sesuai dengan kualitas

Penting bagi calon investor untuk mengatur keuangan dalam memilih saham syariah. Pilihlah saham dengan memperhatikan harga dan kualitas. Memulai berinvestasi dengan modal kecil guna mengantisipasi resiko yang besar mengingat calon investor belum banyak pengalaman dalam berinvestasi. Memilih saham syariah dengan harga yang murah memang disarankan untuk pemula yang baru memulai berinvestasi. Tapi, jangan mudah tergiur ya.

Tidak ada salahnya memilih saham dengan harga murah namun sebaiknya Selain melihat harga, calon investor juga harus memperhatikan kualitas saham tersebut dengan cara melakukan analisa terlebih dahulu terhadap saham tersebut. Jika hasil analisanya baik, maka bisa menjadi pilihan mengingat saham tersebut murah namun dengan kualitas yang baik.

5. Investasi saham di sekuritas yang berbeda

Jika calon investor menemukan saham harga terjangka dengan kualitas baik, disarankan untuk tidak berinvestasi saham di perusahaan yang sama. Mengingat investasi saham syariah juga memiliki resiko sehingga berinvestasi di tempat yang berbeda memungkinkan untuk mengurangi resiko atas saham yang dipilih.

Teori tersebut merupakan ajaran Henry Markowitz. Ia memberi nasehat pada investor “not to pull all eggs in one basket”. Artinya, janganlah menaruh semua telur dalam satu keranjang. Analoginya, jika kita mempunyai 20 butir telur dan menaruh dalam satu keranjang, kemudian keranjang tersebut jatuh maka kemungkinan besar seluruh telur di dalam keranjang tersebut pecah. Jika kita menaruhnya dalam 2 keranjang yang berbeda, maka jika satu keranjang tersebut jatuh, keranjang lainnya belum tentu jatuh juga. Begitupun dengan berinvestasi. Teori tersebut memudakan investor untuk mengurangi resiko berinvestasi.

Beberapa tips yang kami sajikan tersebut dapat dijadikan sebagai acuan untuk memilih saham syariah. Berinvestasi di saham syariah memang tidak lepas dari berbagai macam resiko. Tapi hal tersebut dapat kita hindari jika kita melakukan pemilihan dengan sangat hati-hati. Resiko dan keuntungan dalam investasi memang selalu berbandingan. Namun, kita bisa mengatasi hal tersebut dengan bijak. Kita dapat menentukan mana yang akan kita pillih. Saham dengan resiko rendah namun keuntungan rendah juga atau resiko tinggi namun keuntungan yang tinggi juga. Bijak dalam memilih yaaa

Setelah kita mengetahui maksud dari 3M, selanjutnya kita akan membahas D1 yang artinya disiplin. Disiplin disini berarti konsisten dalam berinvestasi. Tidak mudah putus asa jika terjadi resiko.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

Rayhan Nairul Izzah Mahasiswa pasca sarjana Institute Ilmu Al-Qur'an Jakarta

March 30, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
saham syariah
Berita Saham Syariah

Menghindari Risiko Saham Syariah Dengan Analisa

by Minsya March 28, 2022
written by Minsya 4 minutes read

Banyak dari kita yang sudah mengenal baik apa itu saham syariah dan instrumen investasi syariah yang lain. Tapi, tahukah kamu jika saham syariah juga memiliki risiko yang sama dengan saham pada umumnya? Risiko yang kita ketahui dalam transaksi jual beli saham syariah diantaranya adalah Capital loss dan bangkrutnya perusahaan. Selain itu, risiko yang ada pada saham syariah diantaranya adalah keluarnya saham syariah yang kita miliki dari ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia).

Guna mengurangi risiko yang ada pada transaksi kita, hendaknya kita memperhatikan beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menganalisa. Cukup banyak metode analisa yang dapat digunakan untuk mendapatkan saham syariah yang bagus dan berpotensi untuk waktu yang akan datang.  Mungkin ada beberapa istilah yang sudah kamu ketahui namun tak kunjung paham tentang istilah tersebut.

Berikut ada dua analisa saham yang mungkin sudah kamu ketahui namun belum kamu pahami, diantaranya adalah :

1. Analisa Fundamental

Adalah analisa yang digunakan untuk mengamati aktivitas dasar suatu perusahaan. Ada beberapa keadaan yang harus kita amati sebagai penggambaran dalam menganalisa suatu perusahaan, yaitu kondisi ekonomi makro meliputi kebijakan pemerintah terhadap suku bunga. Lalu stabilitas ekonomi politik suatu negara juga dapat mempengaruhi terhadap suatu perusahaan.

Kemudian terdapat juga kebijakan lainnya seperti kebijakan industri yang mengharuskan perusahaan menyesuaikan diri dengan perusahaan lain yang berada pada satu sektor usaha yang sama. Terakhir, kebijakan perusahaan yang dirasa menjadi pertimbangan utama yang patut diperhatikan oleh kita selaku investor. Melalui aksi korporasi, biasanya banyak investor yang mempertimbangkan mengenai kinerja perusahaan tersebut untuk kedepannya.

2. Analisa Teknikal

Merupakan analisa yang cenderung digunakan untuk mengamati pergerakan saham seperti pola-pola data pasar, histori harga saham, dan volume transaksi saham. Analisa teknikal tidak mengamati kebijakan ekonomi suatu negara atau bahkan mengamati laporan keuangan perusahaan.

Dari kedua analisa diatas, kita bisa menggunakan salah satu atau kedua jenis analisa tersebut secara bersamaan, baik untuk transaksi jual, beli atau hanya sekedar mengkomparasikan saham-saham syariah yang berpotensi mendatangkan keuntungan di kemudian hari. Sebagai informasi tambahan, Langkah awal dalam melakukan analisa di kedua analisa tersebut hendaknya kita melakukan Screening Saham.

Baca Juga : Instrumen Investasi Di Pasar Modal Syariah, Mana Yang Menarik?

saham syariah

Screening Saham Syariah

Apa itu screening saham? Screening saham adalah suatu kegiatan dimana investor menyaring saham berdasarkan kriteria dan indikator. Kemudian kita juga dapat memilih saham dengan kategori lain seperti kapitalisasi pasar terbesar, keuntungan, frekuensi, value serta volume perdagangan terbesar. Sebenarnya, screening saham termasuk salah satu cara dalam menganalisa saham berdasarkan analisa fundamental dan analisa teknikal, mengingat screening saham juga menggunakan beberapa tools yang notabene terdapat pada kedua  seperti indikator, volume dan frekuensi transaksi.

Dalam saham syariah, screening saham yang akan dilakukan harus berdasarkan prinsip syariah yang berlaku, diantaranya terdapat beberapa hal yang menjadi pertimbangan diantaranya adalah :

  • Rasio utang yang tidak lebih dari 45% dari total aset perusahaan
  • Pendapatan Non Halal yang didapatkan tidak lebih dari 10%, dan
  • Tidak memproduksi zat-zat atau melayani jasa yang diharamkan oleh syariat Islam (dalam hal ini adalah Maysir, Gharar dan Riba’), seperti  perusahaan produsen rokok, perusahaan produsen alkohol, perbankan konvensional dll.

Cek Saham Syariah melalui aplikasi langsung download di  : HISSA

Sayangnya, masih kita temukan di sekitar kita orang yang beranggapan bahwa transaksi saham syariah adalah transaksi yang mengandung unsur judi, ketidakjelasan barang hingga riba. Padahal, informasi diatas sudah menjadi pembeda antara saham syariah dengan saham non syariah. Screening saham yang dilakukan juga sangat ketat, sehingga menghasilkan berbagai saham syariah yang dapat diperjualbelikan dan dapat dipastikan sudah sesuai dengan prinsip syariah.

Jika kita lihat lebih jauh, salah satu pembeda antara saham syariah dengan judi sekalipun diantaranya adalah dalam menganalisa saham syariah tersebut. Karena pada hakikatnya, dalam transaksi saham syariah tak hanya keuntungan semata yang kita cari, namun prinsip menjalankan syariat Islam dalam transaksi keuangan dan keberkahan dari transaksi tersebut yang menjadi tujuan utama dalam berinvestasi syariah.

Maka dalam hal ini, untuk dapat memfasilitasi tujuan utama dalam berinvestasi syariah PT Henan Putihrai Sekuritas memiliki produk HPX Syariah dengan  program unggulannya yaitu Berkah (Berinvestasi Sambil Sedekah). Layanan ini berupa sedekah dan zakat saham yang dapat dilakukan melalui aplikasi HPX Syariah, program ini merupakan kerjasama dengan BAZNAS RI. Lalu tersedia juga wakaf saham yang bekerjasama dengan Global Wakaf dalam penyaluran wakaf produktif ke seluruh Indonesia.  Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, kamu dapat mengunjungi laman HP Sekuritas.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

March 28, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Sedekah Saham
Berita Saham Syariah

Henan Putihrai Sekuritas Tunaikan Sedekah Saham dan Dana Nasabah Melalui BAZNAS

by Minsya March 18, 2022
written by Minsya 2 minutes read

Sedekah Saham

Menjelang bulan suci Ramadhan 1443 H, PT Henan Putihrai Sekuritas menyerahkan sedekah saham dan dana nasabah melalui BAZNAS sebesar Rp254.791.429. Penyerahan sedekah saham dan dana nasabah tersebut secara simbolis diberikan oleh Equity Director PT Henan Putihrai Sekuritas Jurgantara Usman kepada Direktur Pengumpulan BAZNAS RI Faisal Qosim, yang diselenggarakan secara daring dan disiarkan melalui BAZNAS TV, Kamis (17/3).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Henan Putihrai Sekuritas dan nasabah yang sudah mempercayakan sedekah saham melalui BAZNAS. Dana ini akan disalurkan kembali kepada mustahik dalam bentuk program ZCD,” ujar Faisal.

Faisal Qosim menjelaskan, program ZCD ini merupakan pengembangan komunitas dengan mengintegrasikan aspek sosial (pendidikan, kesehatan, agama, lingkungan, dan aspek sosial lainnya) dan aspek ekonomi secara komprehensif. Pendanaan utama bersumber dari zakat, infak dan sedekah sehingga terwujud masyarakat sejahtera dan mandiri. “BAZNAS RI dan PT Henan Putihrai Sekuritas telah menjalin kerja sama sejak 2017 melalui program Sedekah dan Zakat Saham dari Nasabah (SaZadah). Saham ini termasuk jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya setelah mencapai nishab,” jelas Faisal.

Dia menambahkan, Sazadah ini diharapkan menjadi jalan alternatif untuk membendung kepungan kapitalisme dan kesenjangan sosial yang tinggi. Sehingga diharapkan semakin banyak pelaku pasar modal yang bersedekah dan berzakat. “Kami juga berharap, ke depan kerja sama BAZNAS dan PT Henan Putihrai Sekuritas dapat terus berkembang dan mendapat berkah dari Allah SWT,” kata Faisal.

Sedekah Saham

Sementara itu Jurgantara Usman, Equity Director PT Henan Putihrai Sekuritas menyampaikan, kerja sama PT Henan Putihrai Sekuritas dan BAZNAS dapat memberikan kemudahan bagi pelaku pasar modal untuk berinvestasi sambil menunaikan kewajibannya membayar zakat dan bersedekah. Program BERKAH dari HP Sekuritas merupakan program dimana 20% dari net fee transaksi nasabah syariah akan disedekahkan.

Jurgantara juga berharap, dana sedekah dan zakat saham yang disalurkan melalui BAZNAS dapat memberikan manfaat bagi masyarakat berbasis komunitas melalui pendekatan bidang ekonomi. Ke depannya PT Henan Putihrai Sekuritas akan terus melakukan terobosan untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah pada umumnya dan pasar modal syariah pada khususnya.

Baca Juga : 5 Hal Menarik Seputar Investasi di Pasar Modal Syariah

PT Henan Putihrai Sekuritas mempelopori dan mendorong aktivitas berinvestasi sambil berbagi dengan menginisiasikan kerjasama bersama BAZNAS RI dalam penyaluran Sedekah, Zakat Saham dan Dana Program Berkah 20%. Hal ini untuk memfasilitasi Nasabah untuk membayarkan Zakat dan Sedekah dalam bentuk Saham secara online melalui fitur BERKAH di aplikasi HPX Syariah.

Untuk informasi selanjutnya mengenai program BERKAH dari PT Henan Putihrai Sekuritas, kamu dapat mengunjungi HPX Syariah.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

March 18, 2022 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
adaro energy
Berita Saham Syariah

Adaro Energy (ADRO) Siap Bagi Dividen Rp 5 Triliun, Simak Jadwalnya

by Minsya December 22, 2021
written by Minsya 3 minutes read

RUPS Adaro Energy

PT Adaro Energy (ADRO) Tbk berencana membagikan dividen interim untuk Tahun Buku 2021 sebesar 350 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp5 triliun. Hal ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 21 Desember 2021.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Rabu (22/12/2021), Adaro Energy akan membagikan dividen interim yang berasal dari laba bersih Perseroan periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2021.

Adaro Energy Meraup Laba Bersih

Perlu diketahui, Adaro Energy meraup pendapatan 2,56 miliar dolar AS atau setara Rp36,83 triliun hingga September 2021. Realisasi pendapatan itu tumbuh 31 persen dari periode sembilan bulan pertama 2020 sebesar 1,95 miliar dolar AS atau Rp28,02 triliun.

Adaro Energy mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 420,90 juta dolar AS atau Rp6,03 triliun hingga September 2021. Laba itu naik 284,8 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,56 triliun.

adaro energy

Dividen Interim

Dikutip dari halaman Kamus Keuangan Tokopedia, dividen merupakan pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Pembagian ini akan mengurangi laba ditahan dan kas yang tersedia bagi perusahaan, tetapi distribusi keuntungan kepada para pemilik memang adalah tujuan utama suatu bisnis. Dividen terbagi jadi 5 jenis, yaitu dividen tunai, dividen saham, dividen properti, dividen skrip, dan juga dividen likuidasi.

Dividen harus disetujui oleh pemegang saham melalui hak suara mereka. Dividen bisa diibaratkan sebagai hadiah token yang dibayarkan kepada pemegang saham atas investasi mereka dalam ekuitas perusahaan, dan biasanya berasal dari laba bersih perusahaan. Sementara sebagian besar keuntungan disimpan dalam perusahaan sebagai laba ditahan – yang mewakili uang yang akan digunakan untuk kegiatan bisnis perusahaan yang sedang berlangsung dan masa depan – sisanya dapat dialokasikan kepada pemegang saham sebagai dividen. Terkadang, perusahaan masih dapat melakukan pembayaran dividen bahkan ketika mereka tidak menghasilkan keuntungan yang sesuai. Mereka dapat melakukan hal itu untuk mempertahankan rekam jejak yang telah ditetapkan dalam melakukan pembayaran dividen secara teratur.

Dewan direksi dapat memilih untuk menerbitkan dividen dalam berbagai kerangka waktu dan dengan tingkat pembayaran yang berbeda. Dividen dapat dibayarkan pada frekuensi yang dijadwalkan, seperti bulanan, triwulanan, atau tahunan.

Sedangkan dividen sementara adalah interim dividend yaitu dividen yang dinyatakan dan dibayarkan sebelum laba tahunan perusahaan ditetapkan; biasanya, pembayaran dilakukan secara berkala (per triwulan) selama tahun berjalan; banyak perusahaan berusaha tetap konsisten, merencanakan dividen per triwulan yang mereka yakini dapat mereka pikul, dan mencadangkan perubahan sampai hasil tahun fiskal diketahui.

Jadwal Pembagian Dividen Interim

Berikut jadwal pembagian dividen interim ADRO:

– Tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak atas dividen tunai interim pada 3 Januari 2022

– Pengumuman kurs konversi (dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia) di situs web BEI dan perseroan pada 3 Januari 2022

– Pasar reguler dan negosiasi: Cum dividen pada 29 Desember 2021 Ex dividen pada 30 Desember 2021

– Pasar tunai: Cum dividen pada 3 Januari 2022 Ex dividen pada 4 Januari 2022

– Pembagian dividen interim pada 14 Januari 2022

Adaro Saham Syariah

Perlu diketahui bahwa Adaro Energy (ADRO) adalah termasuk salah satu dari Daftar Efek Syariah. Kamu bisa cek saham itu masuk DES atau tidak melalui fitur dibawah ini.

Cek Saham Syariah

Gimana? Berminat untuk berburu dividen interim?

December 22, 2021 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
saham syariah
Berita Saham Syariah

15 Saham Syariah Ini Terlempar Dari DES Terbaru!

by Minsya November 30, 2021
written by Minsya 2 minutes read

Saham Syariah Terbaru

Pada hari Selasa, 23 November 2021, Otoritas Jasa Keuangan telah menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP – 62/D.04/2021 tentang Daftar Efek Syariah. 

Penerbitan keputusan tersebut didasarkan pada hasil penelaahan berkala yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan atas laporan keuangan emiten dan perusahaan publik, data dan informasi pendukung, serta Daftar Efek Syariah yang telah ditetapkan pada periode sebelumnya.

Dikutip dari halaman OJK Minggu (25/07/2021), “Daftar Efek Syariah tersebut merupakan panduan investasi bagi pihak pengguna Daftar Efek Syariah, seperti manajer investasi pengelola reksa dana syariah, asuransi syariah, dan investor yang mempunyai preferensi untuk berinvestasi pada efek syariah.”

Selain itu, Daftar Efek Syariah juga menjadi referensi bagi penyedia indeks syariah, seperti PT Bursa Efek Indonesia dalam menerbitkan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index (JII),  Jakarta Islamic Index 70 (JII 70), dan IDX-MES BUMN 17.

saham syariah

Berlaku Mulai 1 Desember 2021

Adapun efek syariah yang termuat dalam Daftar Efek Syariah dimaksud meliputi 484 saham emiten dan perusahaan publik, serta efek syariah lainnya. 

Sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan dalam penyusunan Daftar Efek Syariah dimaksud adalah berasal dari laporan keuangan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2021, serta data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari emiten atau perusahaan publik.

Setiap tahunnya, secara periodik Otoritas Jasa Keuangan melakukan penerbitan Daftar Efek Syariah pada akhir Mei dan November yang efektif pada tanggal 1 Juni dan 1 Desember.

Baca Juga : Indeks Saham Syariah

Pada saat Daftar Efek Syariah ini mulai berlaku, maka Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP-33/D.04/2021 tanggal 23 Juli 2021 tentang Daftar Efek Syariah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Daftar Efek Syariah ini mulai berlaku efektif pada tanggal 1 Desember 2021.

Selain itu, secara insidentil, penerbitan Daftar Efek Syariah juga dilakukan apabila terdapat emiten atau perusahaan publik yang pernyataan pendaftarannya telah menjadi efektif dan sahamnya memenuhi kriteria sebagai efek syariah, atau apabila terdapat aksi korporasi, informasi, atau fakta material dari emiten atau perusahaan publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria efek syariah.

15 Saham Syariah Dikeluarkan dari DES Periode II 2021

Ada 15 saham syariah yang dikeluarkan dari Daftar Efek Syariah pada periode ini. Antara lain :

  1. ACST Acset Indonusa Tbk PT
  2. CSRA Cisadane Sawit Raya PT
  3. DAYA Duta Intidaya Tbk PT
  4. DYAN Dyandra Media International Tbk PT
  5. FITT Hotel Fitra International Tbk PT
  6. HADE Himalaya Energi Perkasa Tbk PT
  7. IATA Indonesia Transport & Infrastrctr Tbk PT
  8. LPCK Lippo Cikarang Tbk PT
  9. MDKA PT Merdeka Copper Gold Tbk
  10. MGRO Mahkota Group Tbk PT
  11. PUDP Pudjiadi Prestige Tbk PT
  12. PYFA Pyridam Farma Tbk PT
  13. SONA Sona Topas Tourism Industry Tbk PT
  14. SWAT Sriwahana Adityakarta Tbk PT
  15. ZINC Kapuas Prima Coal Tbk PT

Sumber : halaman OJK – Pengumuman, 26 NOVEMBER 2021

November 30, 2021 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Berita Saham Syariah

Saham TSPC : Analisa Fundamental Pemilik Brand Hemaviton

by Minsya August 30, 2021
written by Minsya 5 minutes read

Bodrex, Oskadon, Bodrexin, Hemaviton, Neorheumacyl, Vidoran, Marina, S.O.S, My baby. Pasti bukan nama-nama asing ditelinga kita. Iklannya sering sekali muncul di televisi kita. Tapi tahukah anda jika nama-nama brand tadi merupakan portofolio produk dari PT Tempo Scan Pasific Tbk. yang sudah listing di bursa saham? Lalu, bagaimana kinerja perusahaannya? Dari sekian banyak produk Tempo, manakah produk yang paling laris dipasar? Simak terus tulisan ini sampai habis ya.

Profil Singkat Saham TSPC

PT Tempo Scan Pacific Tbk. (Kode emiten: TSPC) dan entitas anaknya adalah bagian dari grup usaha swasta nasional Grup Tempo yang telah memulai usaha perdagangan produk farmasi sejak tahun 1953. TSPC yang kita kenal sebagai perusahaan farmasi juga memproduksi dan menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari dan kosmetik mulai tahun 1977.

Pada tahun 1994 Perseroan menjadi perusahaan publik dan mencatatkan saham-sahamnya sejumlah 75.000.000 lembar saham di Bursa Efek Indonesia/BEI (dahulu Bursa Efek Jakarta/BEJ).

Saat ini, TSPC dimiliki 80,44% sahamnya oleh PT Bogamulia Nagadi dan sisanya 19,56% dimiliki oleh masyarakat.

TSPC memiliki cukup banyak entitas anak baik yang dimiliki langsung maupun tidak langsung. Manajemen membagi empat Divisi Usaha Inti TSPC, yaitu Divisi Farmasi, Divisi Produk Konsumen dan Kosmetik, Divisi Manufaktur dan Divisi Distribusi serta Divisi Penunjang.

Bisnis Model

Struktur grup yang dimiliki oleh Tempo sangatlah kompleks. Mereka menguasai hampir semua proses value chain dari mulai dari produksi, marketing, distribusi dan penelitian & pengembangan. Kecuali bahan baku dan sebagian produk jadi masih membeli dari pemasok lokal dan luar negeri. Ini merupakan kelebihan tersendiri bagi grup Tempo, karena semua berada dalam kendali mereka.

saham TSPC
Sumber: Public Expose TSPC 2019

Selain memproduksi produk mereka sendiri, TSPC menjadi prinsipal bagi obat-obatan yang khusus dijual di apotek, memproduksi obat-obatan yang kemudian dijual ke perusahaan farmasi lain, dan menjadi pemegang lisensi bagi beberapa merk obat yang diproduksi oleh perusahaan farmasi luar negeri.

TSPC sangat diuntungkan karena mereka memiliki perusahaan distribusi sendiri dan memiliki jaringan yang cukup luas. Berdasarkan data public expose 2020, jaringan distribusi Tempo grup mencakup 176 lokasi yang terdiri dari 49 kantor cabang dan 127 sales point yang tersebar di seluruh Indonesia ditambah 7 DC (Distribution Center). Jumlah armada yang dimiliki terdiri dari +/- 871 kendaraan roda 2 dan +/- 563 kendaraan roda 4/6/10/12. Luas sarana distribusi di seluruh indonesia mencapai 107.000 m2.

Baca Juga : KEJU! Emiten Gak Likuid Kinerja Mantap

Analisa Kuantitatif

          Pertumbuhan penjualan TSPC dari 2013 – 2020 hanya bertumbuh CAGR sebesar 6%. Laba bersih tumbuh sebesar 3%. Pada tahun 2016, TSPC dan beberapa entitas anak tertentu melakukan restrukturisasi perusahaan. Sehingga, sampai dengan Maret 2021, TSPC masih menanggung beban restrukturisasi. Inilah yang menyebabkan pertumbuhan laba bersih TSPC lebih kecil dibandingkan penjualan.

Selanjutnya, mari kita lihat graifk ROE dan ROIC untuk dari tahun 2014 – 2020 dibawah.

Dari tahun 2014 – 2018 ROE dan ROIC TSPC mengalami penurunan. Penurunan ini akibat adanya penurunan laba bersih sepertinya yang sudah diuraikan diparagraf sebelumnya. Baru pada tahun 2019 dan 2020 ROE dan ROIC TSPC berangsur-angsur kembali naik seiring dengan membaiknya NPM dan penambahan utang berbunga.

Berbeda dengan perusahaan yang sudah kita bahas sebelumnya, ratio ROIC TSPC lebih besar dari ROE. Ini akibat kas yang menumpuk sebesar 30% dari total aset TSPC. Perusahaan yang memiliki kas terlalu besar akan mengurangi nilai ROE karena kas yang ditaruh di bank hanya memberikan imbal hasil sebesar 3 – 5%. Lebih kecil dibandingkan jika kas diinvestasikan ke operasional perusahaan yang bisa memberikan imbal hasil yang lebih besar.

Growth Driver

Dengan banyaknya portofolio produk yang dimiliki TSPC, menarik untuk kita bedah kontribusi dari setiap produknya. TSPC membagi pendapatan kedalam 3 segmen, yaitu farmasi, produk konsumen dan kosmetik serta jasa distribusi. Segmen produk konsumen dan kosmetik menjadi growth driver TSPC dan kontributor laba kotor yang lebih besar dibanding segmen lain. Lalu, produk apa yang mendorong segmen ini terus bertumbuh?

Jika kita membaca laporan tahunan TSPC, penyumbang utama pertumbuhan penjualan di segmen ini adalah kelompok produk konsumennya. Di tahun 2019, pertumbuhan produk konsumennya meningkat 13%. Masih di tahun yang sama konstribusi produk konsumen juga lebih dominan dibanding produk kosmetik, yaitu sebesar 70,8%.

Jika kita membaca laporan tahunan TSPC, penyumbang utama pertumbuhan penjualan di segmen ini adalah kelompok produk konsumennya. Di tahun 2019, pertumbuhan produk konsumennya meningkat 13%. Masih di tahun yang sama konstribusi produk konsumen juga lebih dominan dibanding produk kosmetik, yaitu sebesar 70,8%.

Produk barang konsumen TSPC dibagi dalam beberapa kategori, yaitu Personal Care, Skin Care, Personal Hygiene dan Home care. Di tahun 2019, kategori Skin Care mampu tumbuh signifikan sebesar 11% dalam nilai rupiah  yang didukung oleh pertumbuhan volume sebesar 5%. Ini menunjukkan brand equity yang kuat dari produk dalam kategori Skin Care TSPC.

Produk Baby Care & Kids penjualannya meningkat cukup signifikan sebesar 17,7% dari tahun 2018. Produk My Baby toiletries yang menjadi salah satu brand yang cukup kuat dan menjadi pemimpin pangsa pasar sebesar 29,6% di tahun 2019.

Kontributor utama pertumbuhan penjualan neto My Baby adalah rangkaian produk herbal Minyak Telon Plus yang secara signifikan meningkat sebesar 19,9% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dimana rangkaian produk tersebut mampu meningkatkan pertumbuhan pangsa pasarnya dan memimpin posisi pangsa pasar yang sangat signifikan.

Brand Marina yang merupakan rangkaian produk Hand & Body Lotion (HBL) salah satu brand inti dari TSPC, total penjualannya masih meningkat sebesar 8,5% pada tahun 2019. Selain itu, penyumbang penjualan neto terbesar Marina adalah yang terus memimpin dan menguasai 30,4% pangsa pasar dalam volume sehingga memperkuat posisi pemimpin pasar dalam kategori HBL ini.

Pertimbangan Sebelum Membeli

Bisnis TSPC sudah memasuki tahap mature sehingga pertumbuhan kedepan akan moderate (<10%). TSPC cukup rentan terkena dampak kurs rupiah karena mereka membeli beberapa bahan baku dari luar negeri. Selain itu, kenaikan upah buruh juga menjadi hal yang harus diperhatikan. Apakah kenaikan upah buruh bisa diteruskan ke harga jual produk atau tidak. Penurunan angka GPM diwaktu mendatang sangat mungkin terjadi.

Dari sisi likuiditas di pasar saham, TSPC termasuk kurang likuid. Market cap 6,61 T dan volumenya harian termasuk kecil. Nampaknya, pemegang saham pengendali enggan untuk melepas saham ini sehingga tidak banyak transaksi yang terjadi. Namun, jika anda investor dengan holding periode yang panjang (> 5 tahun) hal ini bukanlah sebuah resiko. Apalagi TSPC ini rajin bagi deviden setiap tahun dengan rata-rata DPR 35%.

Bagaimana pendapat anda? Apakah saham TSPC layak beli atau tidak? Silahkan sampaikan pendapat anda di kolom komentar.

Yoga Ahmad Gifari (Rusia)
Graduated as master of Railway Track Management, but enthusiastic with sharia stock market.

August 30, 2021 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Berita Saham Syariah

Membedah Prospek Bank Syariah Terbesar di Indonesia Pasca Merger

by Minsya August 14, 2021
written by Minsya 6 minutes read

Bank Syariah di Indonesia

Industri perbankan merupakan industri penting sekaligus pendukung perekonomian suatu negara. Ibaratnya perbankan ini sebagai bahan bakar pertumbuhan ekonomi suatu negara. Maka dari itu, banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di industri perbankan. Namun, bagi investor syariah pilihan di sektor ini sangat terbatas. Karena bank konvensional tidak termasuk dalam ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia).

Pada akhir tahun 2020, bursa digegerkan dengan rencana merger 3 bank syariah negara, yaitu Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah dan Bank BRI Syariah. Hasil merger bank ini akan dinamakan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (kode emiten: BRIS). Dengan mergernya ketiga bank ini akan menjadikan BRIS sebagai bank syariah terbesar di Indonesia sekaligus sebagai aktor pendorong perkembangan industri syariah di Indonesia. Lalu, bagaimana kinerja dan prospek BRIS sampai saat ini?

Bank Syariah

Model Bisnis

Secara umum, model bisnis bank konvensional dan syariah sama. Bank berperan sebagai penengah atau intermediasi antara pihak yang mempunyai kelebihan dana dan pihak yang membutuhkan dana. Pertama, bank harus mampu menarik minat pihak yang mempunyai kelebihan dana atau dana pihak ketiga (DPK) untuk mau menitipkan dananya. Bisa dalam bentuk tabungan dan deposito dengan bunga atau persentase pembagian hasil tertentu. Setelah itu, pihak bank akan menyalurkan dana tadi dalam bentuk pinjaman dengan bunga atau marjin keuntungan tertentu. Kemudian, bank akan mendapatkan keuntungan dari selisih antara bunga atau marjin keuntungan pinjaman dengan tabungan atau deposito dari nasabah sesuai yang dijanjikan.

Khusus dalam perbankan syariah ada beberapa hal yang membedakan dengan bank konvensional, yaitu:

  1. Dalam bank konvensional semua DPK berstatus liabilitas yang mana ada kewajiban untuk mengembalikan kepada nasabah. Sedangkan pada bank Syariah, hanya giro dan tabungan dengan akad wadiah (titip simpan) yang berstatus liabilitas tanpa ada janji bagi hasil.
  2. DPK berupa tabungan dan deposito yang berakad mudharabah (titip kelola) berstatus sebagai dana syirkah temporer (DST). DST bukan termasuk liabilitas karena bank tidak ada kewajiban untuk mengembalikan dana kecuali jika ada pelanggaran kesepakatan dari pihak bank. DST juga tidak termasuk equitas karena sifatnya yang sementara dan pemberi dana tidak punya hak yang sama dengan pemilik saham. Dengan risiko kehilangan dana jika bank merugi, maka pemberi dana dalam akad mudharabah layak mendapatkan bagi hasil dengan nisbah (pembagian) yang sesuai kesepakatan.
  3. Bank syariah juga tidak diperbolehkan menyalurkan dananya kepada hal-hal yang bertentangan dengan syariah.
  4. Secara umum, bank syariah punya 3 jenis akad dalam pembiayaan, yaitu murabahah (jual beli), musyarakah (kerja sama permodalan), dan ijarah (sewa).
  5. Bank syariah akan mendapatakan pendapatan margin (selisih harga jual dan harga beli) dari akad jual beli, pendapatan bagi hasil dari akad kerja sama permodalan, dan pendapatan sewa dari akad sewa. Pendapatan ini kemudian dibagi kepada pemberi dana tadi sesuai dengan nisbah yang disepakati.

Baca juga : https://syariahsaham.id/update-83-emiten-syariah-ini-tanpa-hutang-ke-bank/

Kinerja BRIS

Hingga bulan Juni 2021, total pembiayaan yang disalurkan BRIS sebesar 161,1 Triliun. Jumlah ini meningkat sekitar 11% dibandingkan periode sama di tahun 2020 yang sebesar 144,5 triliun. Porsi terbesar dari pembiayaan tersebut disumbang dari segmen konsumer yang mencapai angka sebesar Rp 75 triliun, atau setara dengan 46,5% dari total pembiayaan.

Sumber: Laporan Triwulan BRIS dimuat di Kompas, Jum’at, 30 Juli 2021

Selanjutnya mari kita analisa rasio keuangan khusus industry perbankan dari BRIS.

Sumber: Laporan Triwulan BRIS dimuat di Kompas, Jum’at, 30 Juli 2021

Pertama, mari kita bahas rasio Non Performing Financing (NPF). NPF mengukur tingkat resiko kegagalan dari pembiayaan yang disalurkan.  NPF gross dihitung dengan membagi angka pembiayaan bermasalah yang masuk dalam kriteria pembiayaan dalam perhatian khusus, kurang lancar, diragukan, dan macet dengan total pembiayaan yang disalurkan.  Sedangkan, NPF net hanya memperhatikan pembiayaan bermasalah dalam kriteria kurang lancar, diragukan, dan macet.

Angka NPF gross dan net BRIS mengalamai penurunan dibandingkan tahun sebelumnya di periode yang sama. Ini menunjukkan jika resiko kegagalan pembiayaan BRIS semakin turun. Standar NPF gross yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) adalah <5%.

Cadangan kerugian Penurunan Nilai (CKPN) adalah cadangan yang dibuat bank dengan tujuan untuk menghadapi risiko kerugian yang diakibatkan oleh pembiayaan aset produktifnya. Semakin tinggi rasionya, berarti bank cukup prudent (hati-hati) dan siap menutupi kerugian jika sewaktu-waktu nilai pembiayaannya berkurang akibat restrukturisasi dan keringanan marjin. Rasio CKPN dibanding aset keuangan produktif pada bulan Juni 2021 sebesar 3,1% meningkat dari 2,39% pada bulan Juni 2020.

Angka Financing to Deposit Ratio (FDR) mengalami penurunan. FDR menghitung perbandingan antara pembiayaan yang disalurkan terhadap DPK. Rentang optimalnya sendiri antara 80 – 90%. Karena semakin kecil FDR berarti bank akan kurang optimal dalam menyalurkan pembiayaan. Jika angkanya terlalu besar, maka akan terlalu berisiko bagi likuiditas.

Rasio profitabilitas, ROA, ROE dan Net Income mengalami peningkatan. Namun, nilai ROA BRIS masih tergolong kecil dibandingkan bank sebanding lainnya. Ini artinya laba bersih dibandingkan dengan total aset produktifnya masih belum optimal.

Efisiensi operasional BRIS juga bisa kita lihat dari rasio BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) dan CIR (Cost to Income Ratio) yang menurun. Ini berarti operasional BRIS semakin efektif dibandingkan tahun lalu di periode yang sama.  

Peluang Pertumbuhan

Indonesia yang mayoritas masyarakatnya muslim menjadi peluang pertumbuhan yang sangat besar bagi BRIS. Apalagi setelah merger asetnya menjadi sangat besar sehingga mempunyai kapasitas pembiayaan yang lebih besar. Mengacu kepada public expose BRIS 2020, penetrasi syariah di Indonesia dibandingkan dengan jumlah penduduk muslim masih sangat rendah dibandingkan negara lain.

Sumber: Public Expose 2020

Manajemen BRIS mengatakan setelah merger pihaknya akan fokus ke segmen wholesale (korporasi) dan consumer. Yang mana sudah menjadi DNA dari ketiga bank sebelumnya. Segmen wholesale akan menyasar BUMN dan swasta beraset besar serta ada peluang untuk menjajaki ekspansi ke pasar Sukuk dan Aset management Global. Rencananya BRIS akan membuka kantor cabang di Dubai untuk membantu perusahaan Indonesia yang bagus untuk bisa menerbitkan sukuk secara global.

Selain itu, segmen UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) akan terus dikembangkan. BRIS akan mengembangkan segmen ini secara lebih terintegrasi dengan menggarap value chain dari bisnis wholesale.

Segmen consumer akan menjadi growth driver BRIS yang dampaknya bisa terlihat dalam waktu dekat. BRIS sudah punya produk pembiayaan yang cukup inovatif, yaitu Mitraguna. Produk berbasis payroll (gaji) sebagai jaminan ini sudah banyak digunakan oleh Apartur Sipil Negara (ASN). Selain itu, dengan adanya aplikasi BSI Mobile akan memudahkan transaksi keuangan nasabah. Pada laporan keuangan bulan Juni 2021, produk pembiayaan ini memiliki porsi terbesar yang mencapai angka sebesar Rp 75 triliun, atau setara dengan 46,5% dari total pembiayaan.

Selain itu, terdapat potensi yang sangat besar untuk menguasai market share di Aceh akibat dari penerapan Qanun Syariah. Bank konvensional seperti Bank Panin, CIMB Niaga, BRI, BCA, Mandiri dan BNI sudah mulai menutup operasionalnya di Aceh. Ini akan menjadi peluang BRIS untuk bertumbuh dari segi DPK dan pembiayaan syariah.

Kesimpulan

Secara umum kinerja BRIS masih tergolong baik. Prospek menjanjikan dan pertumbuhan kedepan yang masih luas diiringi meningkatnya permintaan terhadap produk keuangan syariah. Belum lagi BRIS juga sudah punya layanan secara digital yang akan berdampak pada efisiensi operasional.

Harga saham BRIS sekarang sudah naik sekitar 400% setelah berita merger keluar di public pada akhir 2020. Lebih baik wait & see terlebih dahulu menunggu harga turun ke rata-rata. Sebagus apapun saham jika dibeli harga yang terlalu tinggi tidak akan memberikan imbal hasil yang optimal terhadap investor.

Yoga Ahmad Gifari (Rusia)
Graduated as master of Railway Track Management, but enthusiastic with sharia stock market.

August 14, 2021 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Berita Saham Syariah

Laba Kembali Positif, Bagaimana Potensi Saham RALS?

by Minsya August 10, 2021
written by Minsya 5 minutes read

Profil Perusahaan Saham RALS

Situasi pandemi memperparah bisnis retail. Mall dan pusat perbelanjaan terpaksa harus ditutup untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19. Tak heran, di tahun 2020 dan Q1 2021 Ramayana membukukan rugi bersih di laporan keuangannya. Memasuki Q2 tahun 2021, Ramayana sudah kembali membukukan laba bersih.  Lalu, bagaimana Ramayana bisa survive di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat dan pandemi ini?

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (kode emiten: RALS) merupakan perusahaan ritel yang bergerak di bidang department store yang menyediakan produk pakaian, tas, sepatu, dan aksesoris serta supermarket yang menawarkan produk peralatan rumah tangga, elektronik, makanan, minuman dan produk segar. Namun ditahun 2018, RALS telah menutup bisnis supermarketnya yang bekerjasama dengan SPAR. 

Selama bertahun-tahun, RALS telah fokus melayani pelanggan dari segmen ekonomi kebawah, yang merupakan bagian terbesar masyarakat Indonesia. RALS tidak hanya hadir di pusat kota besar, namun juga di kota kecil diseluruh Indonesia. Seringkali Ramayana merupakan tempat belanja modern pertama dan utama di kota setempat. Hingga Juni 2021, total ada 102 gerai RALS yang tersebar di 63 kota dari pulau Sumatera hingga Papua.

Bisnis Model

Secara umum, bisnis retail memiliki model bisnis yang sederhana. Retailer membeli pasokan barang jadi dari wholesaler (pembeli jumlah besar) atau langsung dari pabrikan. Kemudian, dijual langsung ke konsumen akhir. RALS meyewa tempat-tempat yang cukup strategis untuk menjual barang-barang tersebut.

Dengan suppliernya RALS mempunyai 2 perjanjian dalam penjualan, yaitu penjualan putus dan konsinyasi. Penjualan putus berarti RALS membeli barang dari supliernya dan barang tersebut menjadi tanggungjawab RALS bila barang tidak laku terjual. Sedangkan penjualan konsinyasi ibaratnya supplier ini nitip jualkan di lapak RALS. Kemudian, RALS akan mendapatkan komisi dari setiap barang supplier yang laku. Sisa barang yang tidak laku kemudian dikembalikan ke supplier.

Ramayana Prime – Hasil Transformasi Ramayana

RALS yang sebelumnya fokus di segmen kelas C dan D (bawah), saat ini sedang menjajal segmen baru di kelas B (menengah ke atas). Ramayana mendesain ulang beberapa konsep gerainya lebih premium yang kemudian dinamakan Ramayana Prime. Ramayana Prime ini mirip seperti mall kecil atau plaza yang mana didalamnya tidak hanya ada gerai Ramayana saja, namun juga ada brand-brand terkenal seperti KFC, Pizza Hut, Hokben, Solaria, Ace Hardware, XXI untuk menarik traffic pengunjung. Dengan konsep ini, mereka juga akan mendapatkan uang sewa dari pemilik brand yang berjualan di area mall kecil mereka. Hingga tahun 2019, total sudah ada 5 Ramayana Prime. Manajemen sendiri menargetkan RALS akan mempunyai 20 Ramayana Prime.

saham rals
Sumber: https://kutipan-news.co.id

Pada tahun 2017, pendapatan sewa sudah mulai berkontribusi untuk RALS. Hal ini bisa kita lihat di catatan kaki laporan keuangan perusahaan.

Sumber: Laporan Tahunan RALS 2018
Sumber: Laporan keuangan RALS 31 Juni 2021

Merambah Penjualan Online

Semenjak kehadiran e-commerce di Indonesia, RALS seperti didorong untuk mengadopsi teknologi (digitalisasi). Sejak tahun 2016, RALS mulai membuka penjualan melalui website resminya dan marketplace Tokopedia. Di tahun berikutnya, RALS juga membuka toko online di Lazada, Shopee, JD.ID dan Blibli. Saat ini penjualan online belum berkontribusi besar terhadap pendapatan RALS. Sampai dengan bulan Juni 2020, penjualan online berkontribusi sebesar 0,4% dari total penjualan, naik 0,2% dari tahun 2019.  

Selain membuka official store online di banyak marketplace, RALS juga meluncurkan member card apps dan pemesanan lewat Whatsapp. Ini sebagai upaya RALS untuk lebih dekat dan memberikan apresiasi lebih kepada para pelanggan setianya. Para pelanggan yang menggunakan aplikasi ini tentunya akan mendapat berbagai keuntungan seperti pengantaran barang langsung ke alamat pelanggan, kemudahan bertransaksi, belanja praktis dengan poin, promo dan diskon ekslusif khusus member di seluruh merchant RALS, promo cash back, serta info flash sale dengan harga termurah yang diadakan setiap hari.

Kinerja Kuantitatif

Lalu, bagaimana kinerja kuantitatif RALS? Mari kita mulai dengan melihat grafik pendapatan dana laba bersih dibawah.

Sumber: RTI Mobile

Pendapatan RALS dari tahun 2012 sampai 2020 sebenarnya cukup stagnan. Ini dikarenakan penambahan gerai RALS yang kurang efektif dan malahan ada yang kurang produktif. Namun, laba bersihnya mulai tahun 2017 – 2020 mulai meningkat karena kontribusi pendapatan sewa dari Ramayana Prime.

Bisnis yang kelihatan sederhana tapi dapat memberikan keuntungan yang lebih besar daripada yang rumit. RALS adalah contohnya. Terlihat dari angka ROE dan ROIC selalu diatas 10% (kecuali di 2020 karena pandemi). Rasio ROIC-nya bahkan lebih tinggi dari ROE-nya. Mengapa? Karena bisnis retail ini tidak memerlukan modal yang banyak seperti bisnis manufaktur, konstruksi dan infrastruktur, namun tetap bisa menghasilkan kas yang besar. Tinggal bagaimana perusahaan bisa memutar persediaannya dengan cepat dan efektif.

Tidak heran jika kita melihat di bagian neraca perusahaan, kas yang dimiliki oleh RALS sangatlah melimpah. Sehingga sebagian kasnya ada yang ditempatkan di deposito. Namun, ada sisi buruk ketika kas yang tersedia tidak digunakan dengan efektif. Ratio perputaran asset terus mengalami penurunan sehingga pelan-pelan akan menurunkan juga nilai ROE dan ROIC.

Hingga saat ini, RALS merupakan salah satu dari sekian emiten yang tidak memiliki hutang ke bank. Kas yang melimpah hasil dari operasi bisnis menyebabkan RALS tidak perlu menambah resiko keuangan mereka dengan mengambil pinjaman.

Selain itu, RALS ini juga menjadi emiten yang cukup rajin bagi deviden dengan DPR (Devidend Payout Ratio) rata-rata 50 – 60%.

Valuasi

Pada tanggal 9 Agustus 2021, harga penutupan RALS berada diangka 630. Harga RALS sendiri sudah jatuh lebih dari 50% dari harga sebelum pandemi. Tercatat PBV 1,2 kali dan PER 16 kali jika menggunakan data terakhir (annualized). RALS saat ini diperdagangkan di dekat harga terendahnya, sehingga menarik untuk masuk watchlist para investor.

Dengan asumsi harga sekarang jika nanti RALS membagikan dividen ke level sebelum pandemi, maka deviden yield yang didapat sekitar 8%.

Sumber : Google

Apakah tertarik membeli saham RALS?

Jika anda punya saran, masukkan dan ide mengenai series analisa fundamental emiten, silahkan tulis di kolom komentar.

Jangan lupa cek saham kamu di : https://syariahsaham.id/cek-saham-syariah/

Yoga Ahmad Gifari (Rusia)
Graduated as master of Railway Track Management, but enthusiastic with sharia stock market.

August 10, 2021 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Berita Saham Syariah

Update! 83 Emiten Syariah Ini Tanpa Hutang ke Bank

by Minsya August 9, 2021
written by Minsya 1 minutes read

Emiten Tanpa Hutang

Di dalam Fatwa DSN-MUI Nomor 135 sudah dijelaskan mengenai penentuan saham syariah. Salah satunya adalah ratio hutang berbasis bunga tidak boleh melebihi >45%. Artinya emiten yang punya hutang ke Bank diatas 45% dari total assetnya tidak akan masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES).

Nah gimana dengan emiten yang tidak punya hutang ke bank? Apakah ada?

Kali ini kita simak pembahasan mengenai saham-saham apa saja kah yang tidak punya hutang ke bank. Simak video ini ya.

tanpa utang

Dari video diatas dapat disimpulkan bahwa emiten yang tidak memiliki hutang ke bank semakin banyak. Itu kenapa saham syariah bisa menjadi pilihan untuk kita dalam melakukan hijrah investasi. Semoga bermanfaat!

Baca Juga : [SINOPSIS BUKU] “SARI KELAPA” Karya Mang AMSI

August 9, 2021 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts

CEK SAHAM SYARIAH

BELAJAR APA?

  • Analisis Fundamental
  • Berita Saham Syariah
  • Emiten Syariah
  • Investasi Syariah
  • Keuangan Syariah
  • Pojok Komunitas
  • Saham Pemula

SYSAVEST 2026

KONTAK KAMI

Main Office :
QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 Nomor 44, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530

Telp : 0878 5758 0315

Email : media@syariahsaham.id

Terdaftar DI

Copyright © 2024 PT Syariah Saham Indonesia. All Right Reserved.

Saham Syariah Indonesia
  • PANDUAN PEMULA
    • TENTANG SAHAM
    • PROFIL RISIKO
    • MULAI SAHAM
    • KOMUNITAS
    • APA ITU SAHAM SYARIAH
  • SAHAM SYARIAH
    • REGULASI OJK
    • FATWA DSN-MUI
    • INDEKS SAHAM SYARIAH
    • INVESTASI SYARIAH
  • PRODUK
    • CEK SAHAM SYARIAH
    • KELAS FATAMMA
    • KELAS FUNDAMENTAL
    • MM SEDERHANA
  • BLOG