Simak 6 Strategi Investasi Saham yang Tepat Saat Resesi!

by Minsya
4 minutes read

Kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan investasi membuat banyak orang tertarik untuk membeli saham belakangan ini. Akan tetapi, adanya kabar resesi global yang akan terjadi membuat banyak orang panik dan memilih mengurungkan niatnya. Tidak perlu khawatir, berikut simak strategi investasi saham untuk pemula yang tepat pada kondisi resesi.

1. Miliki Saham Defensif

Saham defensif bisa membantu melindungi portofolio selama resesi berlangsung. Sebagai informasi, saham defensif sendiri diartikan sebagai jenis saham yang mampu membagikan dividen dalam jumlah konsisten dan stabil. Dividen bahkan tetap dibagikan kepada para investor, terlepas dari adanya permasalahan pada perekonomian yang mampu mempengaruhi keadaan pasar secara keseluruhan.

Itulah kenapa saham defensif sangat membantu ketika resesi global terjadi. Contoh saham defensif yaitu perusahaan yang memproduksi atau mendistribusikan kebutuhan pokok. Seperti makanan, tempat tinggal, dan listrik umumnya tidak terpapar pada siklus ekonomi. Sebab tidak peduli seberapa buruk keadaan ekonomi, masyarakat akan tetap membutuhkannya.

2. Siapkan Uang Tunai

Hal yang perlu diingat apabila anda ingin investasi saham untuk pemula, yakni uang tunai adalah raja saat ekonomi turun. Menyiapkan uang tunai menjadi langkah penting selama resesi. Karena salah satu risiko terbesar bagi individu dalam resesi adalah tagihan selangit dan ancaman kehilangan pekerjaan.

Dengan uang tunai yang solid, maka anda bisa lebih mudah dalam menavigasi ketidakpastian serta mengetahui bahwa anda siap secara finansial. Meski begitu, menjual investasi untuk mendapatkan uang tunai pun cukup berisiko. Sehingga ada baiknya anda beralih ke investasi yang mempunyai posisi baik. Misalnya reksadana pasar uang yang termasuk sekuritas sangat likuid.

strategi investasi
freepik.com

3. Pertimbangkan Dana yang Dikelola Secara Aktif

Bagi para investor dana, anda bisa mempertimbangkan untuk beralih ke dana yang dikelola secara aktif selama resesi. Pasalnya sejauh ini banyak bukti yang menunjukkan bahwa sebagian besar dana yang dikelola secara aktif, mampu mengungguli lainnya hingga 4,5 persen sampai 6,1 persen per tahun. Namun tentu dibutuhkan analisis yang dalam untuk mengetahui hal tersebut.

4. Hindari Pertumbuhan Saham

Membeli saham untuk pemula tentu mengharapkan adanya pertumbuhan saham. Meski begitu, memiliki saham pertumbuhan bukan ide yang cukup bagus menuju potensi resesi. Terutama untuk perusahaan tanpa laba yang berkaitan dengan prospek pertumbuhan tinggi, saham seperti itu bahkan dapat menjadi lebih buruk ketika resesi terjadi.

Maka dari itu, anda dapat mempertimbangkan lebih banyak investasi yang dapat menjamin dalam menghasilkan pendapatan dan saham yang membayar dividen. Sebagai gantinya anda bisa mencari saham seperti itu agar dapat bertahan, sekaligus meminimalisir kerugian yang dapat terjadi.

5. Beli Aset Berkualitas

Untuk melindungi portofolio selama penurunan ekonomi terjadi, maka para investor perlu mencari kualitas di seluruh kelas aset. Tentunya membeli aset berkualitas adalah pilihan yang paling ideal dalam hal ini. Carilah perusahaan yang kurang sensitif terhadap penurunan ekonomi, seperti perusahaan dengan pendapatan berulang yang tinggi layaknya model penjualan berbasis langganan.

6. Tidak Berlebihan Selama Resesi

Strategi investasi berikutnya yang paling penting dalam membeli saham untuk pemula selama resesi yaitu tidak berlebihan dalam menghadapinya. Karena tidak ada yang tahu berapa lama kondisi tersebut akan berlangsung. Jika resesi sudah di depan mata, anda mungkin tidak bisa memprediksi sampai sejauh mana kondisi ini akan mempengaruhi pasar saham.

Dan sudah jelas bahwa resesi akan menjadi tantangan untuk pengembalian dan pertumbuhan kekayaan. Jadi, supaya tidak terpaksa mengikuti perputaraan pasar jangka pendek dan menjaga fokus pada tujuan jangka panjang, maka kuncinya adalah berinvestasi secara penuh. 

Jika anda memiliki profil risiko agresif, maka lakukan wait and see untuk melihat kemungkinan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) masih akan terkoreksi. Jika pergerakannya sudah stabil, maka anda dapat akumulasi bertahap di reksadana saham. Sementara untuk investor profil risiko moderat bisa melihat pergerakan yield obligasi untuk melakukan akumulasi bertahap.

Apabila anda baru saja mulai investasi dan mendengar kabar akan terjadi resesi, maka strategi investasi di atas dapat diterapkan untuk meminimalisir berbagai kerugian. Jika anda sekarang masih baru akan melakukan investasi, ada dua kemungkinan yang dapat dilakukan. Pertama yaitu menunggu ekonomi stabil, atau yang kedua adalah mencari saham defensif yang tidak mendapat pengaruh besar akan adanya resesi.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

You may also like

Leave a Comment

-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00