Seminggu Penawaran, SR025 Laku Rp 3,2 T, Ini Cara Pemesanan Sukuk Ritel Kupon 6,9% – kontan.co.id

by Minsya
4 minutes read

Pasar Sukuk Indonesia Kembali Catat Pertumbuhan Positif

Industri keuangan syariah Indonesia kembali mencatatkan momentum membanggakan dengan penerbitan sukuk terbaru yang menjadi sorotan pasar. Langkah ini sejalan dengan komitmen kuat pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengembangkan instrumen pasar modal syariah di Tanah Air. Perkembangan ini sekaligus menunjukkan bahwa minat investor terhadap instrumen syariah terus meningkat dari tahun ke tahun.

Sukuk atau Surat Berharga Negara Syariah telah lama menjadi salah satu instrumen investasi paling diminati oleh investor syariah maupun non-syariah di Indonesia. Dengan struktur yang sesuai prinsip syariah, sukuk menawarkan imbal hasil yang transparan dan tidak berbasis bunga (riba), menjadikannya alternatif menarik dibandingkan instrumen fixed income konvensional.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan terus giat menerbitkan berbagai jenis sukuk untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur dan pembangunan nasional. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar sukuk terbesar di luar kawasan Timur Tengah.

Apa Itu Sukuk dan Mengapa Penting bagi Investor?

Sukuk merupakan instrumen keuangan yang didasarkan pada prinsip-prinsip syariah Islam. Berbeda dengan obligasi konvensional yang membayar kupon berbasis bunga (riba), sukuk mengeluarkan return berdasarkan bagi hasil (mudharabah) atau markup (murabahah) dari aset underlying yang jelas dan transparan.

Bagi investor saham syariah, memahami pasar sukuk sangat penting karena beberapa alasan strategis. Pertama, sukuk bisa menjadi instrumen diversifikasi portofolio di luar saham. Kedua, pergerakan harga sukuk di secondary market bisa memberikan sinyal tentang sentimen pasar terhadap instrumen syariah secara keseluruhan. Ketiga, income dari sukuk bisa digunakan sebagai reinvestasi ke saham-saham syariah unggulan.

Indonesia telah menjadi pioneer penerbitan sukuk di Asia Tenggara dengan berbagai seri yang ditawarkan, mulai dari Sukuk Ritel (SR) yang bisa dibeli perorangan dengan nominal terjangkau, Sukuk Negara, hingga Sukuk Daerah yang baru mulai dikembangkan oleh berbagai pemerintah daerah di Indonesia.

Dampak terhadap Indeks JII dan Daftar Efek Syariah

Penerbitan sukuk terbaru ini memiliki implikasi tidak langsung namun positif terhadap pasar saham syariah. Ketika pemerintah atau perusahaan menerbitkan sukuk dengan imbal hasil yang menarik, sebagian dana investor mungkin mengalokasikan sebagian portofolio ke instrumen fixed income syariah. Namun, hal ini tidak mengurangi minat terhadap saham syariah karena kedua instrumen saling melengkapi dalam ekosistem keuangan syariah.

Justru, keberadaan sukuk yang likuid dan berkembang strengthens ekosistem pasar modal syariah secara keseluruhan. Indeks JII (Jakarta Islamic Index) dan DES (Daftar Efek Syariah) akan terus memantau pergerakan emiten-emiten syariah unggulan yang fundamental-nya kuat dan berpotensi benefit dari pertumbuhan ekosistem syariah.

Investor perlu memperhatikan bahwa performa sukuk dan saham syariah seringkali memiliki korelasi positif dalam jangka panjang, terutama ketika sentimen positif terhadap keuangan syariah meningkat. Pertumbuhan pasar sukuk menandakan meningkatnya kepercayaan investor terhadap instrumen syariah, yang pada gilirannya bisa mendorong valuasi saham-saham syariah.

Perspektif ISSI dan Regulator Pasar Modal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Indonesia Shariah Capital Market Industry Steering Committee (ISSI) terus mendorong perkembangan pasar modal syariah Indonesia. Penerbitan sukuk oleh berbagai emitter dan pemerintah menjadi bagian dari strategi besar pengembangan ekosistem keuangan syariah yang targetnya Indonesia menjadi hub keuangan syariah global.

ISSI sebagai body yang bertanggung jawab atas penyusunan dan pemeliharaan Daftar Efek Syariah (DES) serta perhitungan indeks JII, ISSI, dan JII70, terus memastikan bahwa instrumen-instrumen syariah di pasar modal memenuhi kriteria syariah yang ketat. Pemantauan dilakukan secara berkala dan transparan.

Regulator juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang berbagai instrumen investasi syariah, termasuk sukuk, reksa dana syariah, dan saham syariah, agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya berinvestasi secara syariah yang halal dan thayyib.

Apa Artinya bagi Investor Saham Syariah

Bagi kamu yang berinvestasi di saham syariah, perkembangan pasar sukuk ini membawa beberapa implication penting yang perlu diperhatikan:

1. Diversifikasi Portofolio — Pertimbangkan untuk mengalokasikan sebagian portofolio ke sukuk ritel sebagai instrumen fixed income syariah yang lebih stabil. Ini bisa menjadi hedging yang efektif terhadap volatilitas saham di saat pasar sedang tidak pasti.

2. Sentimen Positif untuk Saham Syariah — Pertumbuhan pasar sukuk menandakan meningkatnya minat investor terhadap instrumen syariah secara menyeluruh. Ini bisa menjadi positive signal untuk emiten-emiten syariah di pasar saham, terutama yang memiliki fundamental kuat.

3. Pantau Indeks JII — Perhatikan pergerakan indeks JII dan perubahan komposisi DES secara berkala. Seringkali, penerbitan sukuk besar berkorelasi dengan meningkatnya likuiditas pasar saham syariah secara keseluruhan, yang menguntungkan para trader dan investor.

4. Strategi Investasi Jangka Panjang — Untuk investor jangka panjang, pendekatan dollar-cost averaging ke saham-saham syariah unggulan tetap menjadi strategi yang tepat dan proven. Jangan terpancing untuk selling saat volatilitas short term terjadi, karena fundamental emiten syariah yang baik akan terbukti dalam jangka panjang.

5. Manfaatkan Sukuk sebagai Cash Management — Sukuk ritel dengan tenor pendek bisa menjadi tempat penumpukan dana yang halal sebelum kamu menemukan peluang entry yang tepat di saham syariah. Ini strategi yang smart untuk mengelola cash dalam portofolio.

Artikel ini dirangkum dan ditulis ulang dari .

You may also like

Leave a Comment