Rasio PBV: 5 Langkah dan Tips Menggunakan Rumusnya

by Minsya
4 minutes read

PBV (Price to Book Value) adalah suatu metode perhitungan yang dilakukan untuk mengetahui apakah harga saham yang akan dibeli masuk kategori murah atau mahal. Sehingga banyak investor yang menggunakan sistem perhitungan ini untuk menjadi bahan pertimbangan sebelum investasi.  Berikut ulasan rumus dan contoh penggunaan rasio PBV.

1. Sekilas Pengertian PBV

PBV atau Price to Book Value merupakan suatu perhitungan harga saham yang dilakukan terhadap nilai buku keuangan suatu perusahaan. Sistem perhitungan yang menghasilkan rasio ini kemudian akan digunakan oleh para investor untuk menentukan apakah harga saham yang akan dibelinya tersebut tergolong murah atau mahal. 

Sehingga cara perhitungan ini akan membantu banyak investor untuk bisa menentukan kualitas harga saham yang akan dibelinya. Cara menentukan rasio PBV ini akan tergantung dari adanya nilai buku per lembar saham suatu perusahaan. Rumus yang digunakan adalah dengan membagi nilai ekuitas perusahaan dengan jumlah total saham yang beredar.

2. Rumus yang Digunakan Untuk Menghitung Rasio PBV

Namun cara perhitungan rasio PBV ini juga tidak sembarangan dan akan ada Rumus Perhitungan rasio PBV Saham yang bisa digunakan. Rumus perhitungan ini akan bisa anda gunakan sebagai dasar untuk mendapatkan rasio nilai perusahaan dengan tepat. Ada 2 rumus yang bisa anda gunakan dengan hasil yang cukup akurat. 

Rumus yang pertama adalah menghitung Book Value per Share (BVPS) = Nilai ekuitas perusahaan / jumlah saham beredar dan juga rumus perhitungan Price to book value (PBV) = Harga saham saat ini / Nilai buku per lembar saham. Kedua sistem perhitungan ini bisa dipertimbangkan sesuai dengan variabel yang anda miliki. 

Rasio PBV
freepik.com

3. Fungsi dan Kegunaan Perhitungan PBV

Sistem atau rumus perhitungan rasio PBV yang akan digunakan ini punay beberapa fungsi yang bisa diketahui. Fungsi tersebut tentu akan berkaitan dengan cara untuk menilai apakah harga saham yang akan dibeli tersebut murah atau mahal. Sehingga investor akan bisa lebih mempertimbangkan keuntungan dan risiko kerugiannya. 

Sebagai salah satu indikator perhitungan adalah seperti bila saham suatu perusahaan mempunyai nilai rasio PBV di atas 1 maka dianggap mahal. Hal ini karena hasil perhitungan rasio ini akan mencerminkan harga saham yang lebih tinggi dari nilai buku perusahaan. Namun sebaliknya, bila nilai rasio PBV kurang dari 1 akan dianggap murah.

Sehingga bila saham perusahaan menyentuh nilai dibawah 1 ini maka akan dianggap murah dan akan banyak investor yang berlomba lomba untuk membelinya. Namun walaupun begitu, tidak semua saham yang punya nilai PBV dibawah 1 selalu murah dan ideal untuk dibeli. Sebelum membelinya harus diimbangi dengan analisis lainnya tentang perusahaan.

4. Contoh dan Cara Perhitungan PBV

Setelah mengetahui bagaimana Rumus Perhitungan PBV Saham dan fungsinya, maka anda juga harus bisa lebih memahami bagaimana cara menggunakan rumus tersebut. Misalnya saja untuk perhitungan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang akan disimulasikan berikut. Perhitungan ini didasarkan pada laporan keuangan tahunan BBRI pada tahun 2021. 

Bila Nilai ekuitas Rp 288,73 triliun, Harga saham per lembar Rp 4.550 dan Jumlah saham beredar Rp 158 miliar maka bila menggunakan rumus sebelumnya akan ditemukan hasil BV yaitu Rp 288,73t riliun dibagi dengan Rp 158 miliar sama dengan Rp1.827. Dan hasil PBV Rp 4.550 dibagi Rp 1.828 sama dengan nilai 2,49. 

5. Tips Menggunakan Rumus Perhitungan PBV

Rumus Perhitungan PBV Saham yang digunakan ini memang akan menghasilkan rasio yang tidak selalu tepat namun akan lebih baik bila anda mengimbanginya dengan melakukan analisis lainnya. Hal ini akan tergantung pada sudut pandang investor dalam menilai apakah saham suatu perusahaan tersebut potensial atau tidak untuk dibeli. 

Itulah beberapa fakta menarik dan bagaimana cara perhitungan rumus PBV. Rumus perhitungan yang dilakukan oleh investor ini akan sangat berguna untuk anda yang ingin mempertimbangkan membeli saham. Cara diatas menjadi salah satu rumus yang efektif digunakan dan masih bisa menjadi data valid sebelum melakukan investasi. 

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

You may also like

Leave a Comment

-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00