Home Saham Pemula Kenali Risiko Ketika Kamu Berinvestasi Saham Untuk Pemula

Kenali Risiko Ketika Kamu Berinvestasi Saham Untuk Pemula

by adminsysa

Dalam berinvestasi, risiko itu hendaknya wajib diketahui diawal dan bukan diakhir. Seperti yang disampaikan oleh Warren Buffet,

"Risk comes from not knowing what you're doing."

Artinya, risiko itu tercipta karena kita tidak mengetahui apa yang sedang kita lakukan. Kita harus tahu apa saja risiko yang ada didalam kegiatan pasar modal ini. Terutama investasi saham. Yuk simak!

CAPITAL LOSS

  • Merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT. XYZ yang di beli dengan harga Rp 2.000,- per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 1.400,- per saham.
  • Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp 1.400,- tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 600,- per saham.

KEBANGKRUTAN

  • Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan).
  • Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut.
  • Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan.

LIKUIDITAS ASET

  • Saham dikatakan likuid apabila mudah sekali untuk diperjual-belikan. Saham tidur adalah istilah bagi saham yang tidak banyak diperdagangkan akibat tidak adanya investor yang berminat untuk membeli saham karena dianggap tidak layak beli, ataupun sebaliknya akibat tidak adanya investor yang ingin menjualnya karena saham dianggap sangat berharga.

DELISTING

  • Risiko jika saham perusahaan dikeluarkan dari papan perdagangan di Bursa Efek (delist). Suatu saham perusahaan akan di-delisting karena kinerja perusahaan yang buruk, seperti: kerugian besar dan/atau tidak membagikan dividen selama beberapa tahun berturut-turut dan berbagai kondisi lainnya seperti pelanggaran terhadap peraturan pencatatan di bursa.
  • Adapula perusahaan yang keluar dari bursa dengan tujuan Go Private, tidak akan merugikan investor karena perusahaan masih tetap beroperasi dan dapat melakukan pembelian kembali saham-saham yg diterbitkan kepada Publik (Buy Back).

SUSPENDING

  • Jika suatu saham di suspend atau diberhentikan perdagangannya oleh otoritas bursa efek, maka investor tidak dapat melakukan perdagangan hingga statussuspend dicabut. Suspend dapat berlangsung dalam waktu singkat misalnya dalam 1 sesi perdagangan, 1 hari perdagangan namun dapat pula berlangsung dalam kurun waktu beberapa hari perdagangan. Hal yang dapat menyebabkan suspending adalah jika:
    #   Suatu saham mengalami lonjakan harga yang luar biasa 
    #   Suatu perusahaan dipailitkan oleh kreditornya
    # Berbagai kondisi lainnya yang mengharuskan otoritas bursa menghentikan sementara perdagangan saham tersebut untuk dimintakan konfirmasi lainnya. 
  • Sedemikian hingga informasi yang belum jelas tersebut tidak menjadi ajang spekulasi.

UNSYSTEMATIC RISK AND SYSTEMATIC RISK

  • Dalam aktivitas perdagangan saham sehari-hari, harga-harga saham mengalami fluktuasi baik berupa kenaikan maupun penurunan. Harga saham terbentuk sebagai akibat dari interaksi antara permintaan dan penawaran atas saham, sebagai reaksi atas informasi yang diterima oleh pasar.
  • Informasi dapat berupa informasi yang unik dan spesifik perusahaan, seperti: kinerja perusahaan serta kondisi industri dimana perusahaan tersebut bergerak ataupun informasi ekonomi yang sistematik dan bersifat makro seperti tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar juga faktor-faktor non ekonomi seperti kondisi sosial dan politik, budaya dan faktor sistematik non ekonomi lainnya.

Setelah kita tahu apa saja risikonya, berati kita sudah siap menjadi INVESTOR PASAR MODAL. Yuk kita cari tau lebih banyak lagi.

Related Posts

Leave a Comment