Prospek Emiten Kendaraan Listrik: Mengurangi Polusi Hanya Imajinasi?

by Minsya
4 minutes read

Pasar modal telah menjadi tempat yang menarik bagi perusahaan yang bergerak dalam industri kendaraan listrik. Kemajuan dalam teknologi dan kesadaran akan perlunya bertransisi menuju solusi ramah lingkungan telah mendorong minat investor terhadap perusahaan-perusahaan yang fokus pada pengembangan kendaraan ini. Namun, sementara prospek bagi para emitennya tampak cerah, masih ada keprihatinan mengenai dampak nyata terhadap polusi jika sumber energi listrik yang digunakan tercipta dari batu bara.

Perkembangan teknologi kendaraan listrik telah menarik banyak perhatian, baik dari konsumen maupun investor. Permintaan akan electric vehicle terus meningkat seiring dengan kesadaran akan dampak negatif yang dihasilkan oleh kendaraan berbahan bakar fosil terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Sebagai hasilnya, perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor electric vehicle telah menarik perhatian para investor di pasar modal.

Pasar modal menyediakan sumber daya finansial yang penting bagi perusahaan untuk melakukan penelitian, pengembangan, produksi, dan pemasaran electric vehicle. Dukungan finansial ini memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan teknologi baru, meningkatkan efisiensi baterai, dan membuat kendaraan ini lebih terjangkau bagi masyarakat umum. Dengan adanya dana dari pasar modal, para produsen kendaraan listrik dapat berinovasi dan bersaing dalam skala yang lebih luas.

Kendaraan Listrik
freepik.com

Tantangan Penggunaan Batu Bara sebagai Sumber Energi

Meskipun kendaraan listrik dianggap sebagai solusi potensial untuk mengurangi polusi udara di perkotaan, dampaknya masih sangat tergantung pada sumber energi yang digunakan untuk menghasilkan listrik. Jika sumber energi utama masih berasal dari batu bara, maka manfaat lingkungan dari kendaraan listrik akan terbatas.

Batu bara adalah salah satu sumber energi yang paling umum digunakan untuk pembangkit listrik di banyak negara. Namun, pembakaran batu bara menghasilkan emisi gas rumah kaca dan polutan lainnya yang berdampak buruk pada lingkungan dan kesehatan manusia. Jika kendaraan listrik diisi daya dari jaringan listrik yang bergantung pada batu bara, dampak positifnya akan tereduksi secara signifikan.

Beralihnya Polusi Udara ke Polusi Limbah Berbahaya

Kobalt, nikel, dan tembaga merupakan bahan penting dalam produksi baterai lithium-ion yang digunakan dalam kendaraan listrik. Meskipun baterai ini mendukung mobilitas berkelanjutan, ekstraksi dan pemrosesan logam-logam ini dapat menyebabkan dampak lingkungan yang signifikan. Penambangan kobalt, misalnya, sering dikaitkan dengan pelanggaran hak asasi manusia, kerusakan lingkungan, dan kondisi kerja yang buruk di beberapa negara produsen utama.

Selain itu, selama siklus hidup baterai, penggunaan kobalt, nikel, dan tembaga dapat menghasilkan limbah dan emisi yang merugikan lingkungan. Pada tahap produksi, pengolahan logam-logam ini memerlukan konsumsi energi dan air yang besar, serta menghasilkan limbah berbahaya. Selama penggunaan kendaraan listrik, terjadi peluruhan baterai yang dapat mengeluarkan logam berbahaya ke lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Menuju Sumber Energi Terbarukan untuk Kendaraan Listrik

Agar manfaat penuh electric vehicle terwujud dalam hal pengurangan polusi, penting untuk beralih ke sumber energi terbarukan dalam memasok listrik ke kendaraan tersebut. Energi matahari, angin, hidroelektrik, dan sumber energi terbarukan lainnya menawarkan alternatif yang jauh lebih bersih dan berkelanjutan dibandingkan dengan batu bara.

Pemerintah dan perusahaan listrik perlu bekerja sama untuk mempercepat transisi ke energi terbarukan dalam rangka mengisi baterai kendaraan listrik. Incentive dan regulasi yang mendorong penggunaan energi bersih dapat menjadi langkah awal yang efektif. Selain itu, pengembangan teknologi penyimpanan energi juga penting untuk memastikan pasokan listrik yang stabil dari sumber energi terbarukan.

Kesimpulan

Prospek bagi emiten industri kendaraan listrik di pasar modal nampak cerah, seiring dengan meningkatnya minat investor dan permintaan konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan. Namun, penting untuk diingat bahwa manfaat pengurangan polusi dari kendaraan listrik hanya akan terwujud jika sumber energi yang digunakan juga bersumber dari energi terbarukan, bukan batu bara. Oleh karena itu, investasi dalam pengembangan sumber energi terbarukan harus menjadi fokus utama dalam memastikan bahwa kendaraan listrik memberikan dampak positif yang signifikan terhadap lingkungan dan masyarakat.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

Achmad Abdul Arifin: Seorang Trader Saham Syariah yang Mempunyai Motto "Menjadi Tak Terlihat dan Melampauinya"

You may also like

Leave a Comment

-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00