Prospek Bisnis Skincare Menggila! Ga Tertarik IPO?

by Minsya
7 minutes read

Industri kecantikan, khususnya produk skincare, telah menjadi salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya perawatan kulit dan peningkatan fokus pada kesehatan dan kecantikan, tidak mengherankan bahwa bisnis skincare menjadi booming. Namun, meskipun popularitasnya yang terus meningkat, fenomena menarik terjadi: belum ada perusahaan skincare besar yang mencatatkan diri di pasar saham. Mengapa hal ini terjadi, dan apa prospek bisnis skincare di pasar saham?

Pertumbuhan industri skincare dapat dilihat dari berbagai faktor. Pertama, semakin banyaknya konsumen yang sadar akan pentingnya perawatan kulit sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Ini didorong oleh peningkatan penggunaan media sosial, di mana tren kecantikan dan perawatan kulit sering dibahas dan dipromosikan. Selain itu, peningkatan pendapatan di berbagai negara juga memberi kontribusi pada meningkatnya pengeluaran untuk produk-produk kecantikan.

Tidak hanya itu, inovasi dalam formulasi produk juga memainkan peran penting dalam pertumbuhan industri skincare. Perusahaan-perusahaan kosmetik terus melakukan penelitian dan pengembangan untuk menciptakan produk-produk yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Dengan demikian, produk skincare semakin dapat menarik minat konsumen yang semakin cerdas dan peduli dengan kesehatan kulit mereka.

skincare

Tantangan dalam Listing di Pasar Saham

Meskipun boomingnya industri skincare, masih ada beberapa tantangan yang mungkin membuat perusahaan-perusahaan dalam industri ini ragu untuk listing di pasar saham. Salah satu tantangan utama adalah persaingan yang sangat sengit di pasar skincare. Dengan banyaknya merek yang bersaing untuk mendapatkan perhatian konsumen, sulit bagi perusahaan skincare untuk mempertahankan pangsa pasar yang stabil dan menghasilkan pendapatan yang konsisten.

Selain itu, karakteristik bisnis skincare yang cenderung bergantung pada tren juga menjadi faktor yang mempengaruhi keputusan untuk listing di pasar saham. Produk skincare sering kali mengikuti tren tertentu, dan ketika tren tersebut berubah, permintaan terhadap produk tertentu dapat turun secara signifikan. Hal ini dapat menimbulkan ketidakpastian bagi investor di pasar saham, yang cenderung mencari investasi jangka panjang yang stabil.

Prospek Bisnis Skincare di Pasar Saham

Meskipun belum ada perusahaan skincare besar yang mencatatkan diri di pasar saham, prospek bisnis skincare di pasar saham tetap menarik. Pertumbuhan industri yang kuat dan permintaan yang terus meningkat menunjukkan bahwa ada potensi untuk pertumbuhan yang signifikan bagi perusahaan skincare yang berhasil masuk ke pasar saham.

Salah satu alasan mengapa perusahaan skincare mungkin mulai melirik pasar saham adalah untuk mendapatkan akses ke modal yang lebih besar. Dengan mengumpulkan dana dari penawaran umum perdana (IPO), perusahaan dapat memperluas operasi mereka, melakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut, dan memperluas kehadiran global mereka. Ini dapat membantu perusahaan mengatasi beberapa tantangan yang dihadapi dalam industri, seperti persaingan yang sengit dan perubahan tren.

Selain itu, listing di pasar saham juga dapat memberikan legitimasi tambahan bagi perusahaan skincare. Perusahaan yang terdaftar di bursa saham cenderung dipandang lebih kredibel oleh konsumen, pemasok, dan mitra bisnis lainnya. Hal ini dapat membantu perusahaan menarik bakat-bakat terbaik, menarik investasi, dan memperluas jangkauan merek mereka.

Saham Kosmetik Yang Sudah Melantai di Bursa

1. PT Mustika Ratu Tbk (MRAT)

PT. Mustika Ratu Tbk, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jamu dan kosmetik, telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Dikenal dengan merek dagangnya, Mustika Ratu, perusahaan ini telah mengukir prestasi yang signifikan dalam industri kecantikan dan kesehatan tradisional. Dengan kode saham MRAT, PT. Mustika Ratu Tbk telah menjadi salah satu emiten yang konsisten menghasilkan laba di sektor kosmetik.

Mustika Ratu telah lama menjadi ikon dalam industri kecantikan dan kesehatan tradisional Indonesia. Produk-produk unggulannya, termasuk make up, perawatan kulit, dan jamu tradisional, telah diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Keberhasilannya dalam memadukan kearifan lokal dengan inovasi modern telah menjadikannya pilihan utama bagi konsumen yang menghargai kecantikan alami dan perawatan tubuh yang sehat.

2. PT Kino Indonesia Tbk (KINO)

Perusahaan PT Kino Indonesia Tbk dikenal luas sebagai produsen permen dengan merek Kino yang ikonik. Namun, di balik produk permen tersebut, perusahaan ini memiliki jangkauan yang lebih luas. Dengan keberadaan 9 anak perusahaan di bawah naungannya, PT Kino Indonesia Tbk mengelola 32 merek kecantikan yang meliputi produk-produk populer seperti Ovale dan Ristra.

3. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Unilever Indonesia, siapa yang tak kenal dengan raksasa produk kecantikan dari PT Unilever? Merek-merek andalannya seperti Pond’s, Citra, dan Vaseline telah menghiasi lemari kosmetik banyak orang. Di dunia pasar saham, saham perusahaan ini, yang diidentifikasi dengan kode UNVR, diperhitungkan sebagai salah satu yang paling bergengsi.

4. Victoria Care Indonesia Tbk (VICI)

ika kamu mengenal brand Herborist, maka PT Victoria Care Indonesia lah perusahaan di belakang produk tersebut. Sejak berdiri pada tahun 2007, saham PT. Victoria Care Indonesia Tbk baru terdaftar di lantai bursa pada tahun 2020 dengan kode VICI.

Belakangan ini, saham dari perusahaan ini telah menarik perhatian di pasar saham. Bahkan, beberapa investor asing telah berani menginvestasikan dana mereka lebih dari 600 miliar untuk membeli saham VICI. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap kinerja perusahaan ini semakin meningkat.

5. PT Martina Berto Tbk (MBTO)

PT Martina Berto Tbk adalah induk perusahaan dari salah satu brand kosmetik terkenal di Indonesia, yaitu Sari Ayu Martha Tilaar. Perusahaan ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia selama bertahun-tahun. Saham PT Martina Berto Tbk, yang didirikan pada tahun 1977, diperdagangkan di pasar saham dengan kode MBTO.

Meskipun mengalami tantangan yang signifikan selama pandemi COVID-19 pada tahun 2020, saham perusahaan ini menunjukkan fluktuasi yang cukup beragam. Perusahaan ini mengalami penurunan yang tajam pada tahun tersebut, tetapi sejak itu, sahamnya telah menunjukkan pola fluktuasi yang cukup dinamis.
Prestasi dan popularitas Sari Ayu Martha Tilaar sebagai salah satu merek kosmetik ternama di Indonesia telah menjadi salah satu faktor utama dalam kesuksesan PT Martina Berto Tbk. Berkat inovasi produk yang terus-menerus dan komitmen terhadap kualitas, merek ini telah memperoleh kepercayaan konsumen yang kuat dan mendapatkan tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia.

Kesimpulan

Industri skincare adalah salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir, tetapi belum ada perusahaan besar dalam industri ini yang mencatatkan diri di pasar saham. Meskipun ada beberapa tantangan yang perlu diatasi, prospek bisnis skincare di pasar saham tetap menarik, dengan pertumbuhan yang kuat dan permintaan yang terus meningkat. Dengan akses ke modal yang lebih besar dan legitimasi tambahan yang diberikan oleh listing di pasar saham, lebih banyak perusahaan skincare mungkin mulai mempertimbangkan untuk memasuki pasar saham di masa depan.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

Achmad Abdul Arifin: Seorang Trader Saham Syariah yang Mempunyai Motto "Menjadi Tak Terlihat dan Melampauinya"

You may also like

Leave a Comment

-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00