Peter Lynch: 6 Kategori Saham Yang Wajib Kamu Tahu

by Minsya
5 minutes read

Peter Lynch adalah seorang tokoh legendaris dalam dunia investasi, terkenal dengan strategi investasinya yang praktis dan berhasil dalam mengelola Magellan Fund. Salah satu konsep utama yang dipegang oleh Peter Lynch adalah klasifikasi saham ke dalam kategori-kategori tertentu. Dalam artikel ini, kita akan membahas enam kategori saham menurut Peter Lynch dan bagaimana pemahaman ini dapat membantu investor dalam membuat keputusan investasi yang lebih baik.

1. Saham Tumbuh (Growth Stocks)

Saham tumbuh adalah kategori saham yang menarik bagi investor yang mengincar perusahaan dengan potensi pertumbuhan laba yang tinggi. Menurut Peter Lynch, saham ini dapat memberikan hasil yang baik ketika perusahaan memiliki peluang untuk terus tumbuh dan menghasilkan laba yang meningkat dari waktu ke waktu. Investor yang tertarik pada saham pertumbuhan seharusnya memperhatikan pertumbuhan laba, pangsa pasar yang berkembang, dan tren industri yang positif.

2. Saham Bernilai Intrinsik (Value Stocks)

Saham bernilai intrinsik adalah saham dari perusahaan yang diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya. Peter Lynch percaya bahwa investor dapat menemukan peluang investasi yang menarik di saham seperti ini jika mereka melakukan riset dengan cermat. Dalam kategori ini, investor mencari saham yang diperdagangkan dengan harga di bawah nilai sebenarnya perusahaan, menciptakan peluang bagi pertumbuhan di masa depan. Investor yang mengoleksi saham ini biasanya disebut dengan value investor. Mereka dikenal memiliki kesabaran yang ekstra, karena bersedia menunggu respons pasar terhadap nilai sahamnya selama bahkan puluhan tahun.

Peter Lynch
https://www.newtraderu.com/2023/04/10/peter-lynch-the-ultimate-guide-to-stock-market-investing/

3. Saham Penghasil Pendapatan (Income Stocks)

Saham penghasil pendapatan, atau yang dikenal sebagai saham dividen. Saham ini merupakan pilihan utama bagi investor yang menginginkan penghasilan tetap dari investasi mereka. Menurut Peter Lynch, saham ini cocok untuk investor yang mendekati masa pensiun atau yang mencari sumber penghasilan tambahan. Investor yang tertarik pada saham penghasil pendapatan seharusnya fokus pada perusahaan dengan sejarah pembayaran dividen yang baik dan konsisten. Di pasar saham Indonesia sendiri terdapat indeks High Deviden 20 yang berisi saham-saham dengan rekam jejak pembagian deviden tertinggi.

4. Saham Turnaround

Saham turnaround merujuk pada saham dari perusahaan yang sedang mengalami kesulitan tetapi memiliki potensi untuk pulih. Menurut Peter Lynch, saham ini dapat menjadi peluang investasi menarik jika investor dapat mengidentifikasi perubahan positif dalam fundamental perusahaan. Meskipun berisiko tinggi, saham turnaround bisa memberikan imbal hasil yang besar jika perusahaan berhasil keluar dari masa sulitnya. Biasanya sinyal pertama indikasi adanya saham turnaround adalah pergantian manajemen perusahaan.

5. Saham Cylicals

Saham cylicals adalah saham yang kinerjanya dipengaruhi oleh siklus ekonomi. Menurut Peter Lynch, saham ini memiliki potensi pertumbuhan yang baik selama fase positif dalam siklus ekonomi. Investor yang memahami siklus ekonomi dapat mengidentifikasi saham cylicals yang dapat memberikan hasil yang menguntungkan ketika ekonomi tumbuh. Memahami siklus ekonomi juga sering diaplikasikan oleh trader saham jangka menengah dengan waktu dagang bulanan.

6. Saham Defensif

Saham defensif adalah saham dari perusahaan yang cenderung stabil dalam kondisi ekonomi yang sulit. Perusahaan dalam kategori ini cenderung beroperasi dalam industri yang dibutuhkan terlepas dari kondisi ekonomi global. Menurut Peter Lynch, saham defensif dapat menjadi pilihan yang baik untuk melindungi portofolio investor dari fluktuasi ekonomi yang signifikan. Praktis bisa kita lihat saham-saham apa saja yang ketika pandemi Covid-19 yang lalu performa perusahaannya tidak terdampak terlalu signifikan.

Kesimpulan

Melalui konsep keenam kategori saham menurut Peter Lynch, investor dapat memahami berbagai karakteristik saham dan mengembangkan strategi investasi yang lebih cerdas. Kunci utamanya adalah untuk melakukan riset yang cermat, memahami tujuan investasi, dan memiliki kesabaran. Setiap kategori saham memiliki risiko dan potensi imbal hasilnya sendiri, oleh karena itu, penting bagi investor untuk memahami profil risiko mereka dan membuat keputusan investasi yang sesuai. Dengan pemahaman yang mendalam tentang kategori-kategori saham ini, investor dapat meningkatkan peluang kesuksesan dalam dunia investasi yang dinamis.

Suka dengan artikel ini? Yuk sharing ke temen-temen kamu ya. Semoga bermanfaat!

Achmad Abdul Arifin: Seorang Trader Saham Syariah yang Mempunyai Motto "Menjadi Tak Terlihat dan Melampauinya"

You may also like

Leave a Comment

-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00